Découvrez la signification du terme Al-km (كم) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 4 menit bacaIalah 'aradh yang menuntut pembagian secara hakikat; ia bisa terus-menerus (muttashil) atau terpisah (munfashil); karena bagian-bagiannya kadang berbagi batas yang masing-masing menjadi ujung satu bagian dan awal bagian lain, dan itulah yang muttashil, kadang tidak, dan itulah yang munfashil. Yang muttashil kadang tetap secara hakikat, bagian-bagiannya terkumpul dalam wujud, dan itulah besaran yang terbagi menjadi garis, permukaan, dan tebal, yaitu jasad ta'limi; kadang tidak tetap secara hakikat, dan itulah waktu; yang munfashil adalah bilangan saja, seperti dua puluh dan tiga puluh.
Isim tunggal yang ditetapkan untuk kebanyakan, dengan mana dinyatakan segala yang dapat dihitung, banyak atau sedikit, sama untuk muannas dan muannats; ia dengan demikian memperoleh makna dan bentuk, dan menempuh jalan yang sama dengan « kull » (semua), « ayy » (seberapa), « man » (siapa), dan « ma » (apa), dalam hal setiap kata itu memiliki bentuk dan makna; bentuknya muannas dan tunggal, dan, dari sisi makna, berlaku untuk muannats, dwi, dan jamak.
Ialah 'aradh yang dapat dibagi secara hakikat; ia ada dua macam: kam muttashil dan kam munfashil. Kam muttashil adalah yang bagian-bagiannya yang diandai berbagi satu batas bersama; batas bersama adalah yang nisbatnya kepada dua bagian adalah satu nisbat, seperti titik yang dipandang terhadap dua bagian garis; kam munfashil adalah yang bagian-bagiannya yang diandai tidak berbagi batas bersama, dan itulah bilangan, bukan selainnya. Dikatakan: kam munfashil terbatas pada bilangan; « bukan selainnya », tanpa dalil pendukung; bagaimana?
Jasad beserta permukaannya, dan permukaan beserta garisnya, tidak memiliki batas bersama di antara keduanya, dan bukan suatu bilangan. Jawabannya: mereka berdalil untuk pembatasan itu dengan kenyataan bahwa kam
(Al-Matla', hlm. 167; Tahrir at-Tanbih, hlm. 108; al-Kawakib adz-Dzarriyyah, 2/10).
Dari benda: « kammamahu kamma'an »: ia menutupinya dan menyelubunginya. : Dari unta: ia mengencangkan mulutnya dengan kekang (qimamah).
Sesuatu yang menerima pembagian secara hakikat.
Dengan fathah: 'aradh yang menuntut pembagian secara hakikat; ia bisa muttashil atau munfashil; karena bagian-bagiannya kadang berbagi batas yang masing-masing menjadi ujung satu bagian dan awal bagian lain, dan itulah yang muttashil, kadang tidak, dan itulah yang munfashil. Yang muttashil kadang tetap secara hakikat, bagian-bagiannya terkumpul dalam wujud, dan itulah besaran yang terbagi menjadi garis, permukaan, dan tebal, yaitu jasad ta'limi; kadang tetap secara hakikat, dan itulah waktu. Yang munfashil adalah bilangan saja, seperti dua puluh dan tiga puluh.
Dengan dhommah: penutup tangan pada pakaian (lengan baju), dan penutup buah; « al-kummah » (dengan dhommah): penutup kepala, seperti penutup kepala (qub'ah).
Dengan fathah dan tasydid: besaran ukuran, berat, atau bilangan. Kuantitas. Dengan dhommah dan tasydid; (jamak): akmam; selubung, darinya « dhat al-akmam »; serta masuk dan keluarnya tangan dalam pakaian.
Lengan baju. Al-kamal: dengan fathah, isim masdar dari « kamula », dengan tasydid pada mim; kesempurnaan. Kesempurnaan.
Kesempurnaan sesuatu: menghadirkan tiang-tiangnya, tanpanya ia tidak sah, serta kaidah-kaidah adabnya.
Sebuah 'aradh yang menerima pembagian secara hakikat; ia bisa munfashil, seperti bilangan, atau muttashil, seperti waktu; dengan dhommah: ialah masuknya tangan dan keluarnya dari pakaian.
﴿وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا۟ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَـٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ﴾
Sourate البقرة : 13
﴿صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌۭ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ﴾
Sourate البقرة : 18
﴿ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًۭا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءًۭ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًۭا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ﴾
Sourate البقرة : 22
﴿هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَٰتٍۢ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ﴾
Sourate البقرة : 29
﴿قَالَ يَـٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ﴾
Sourate البقرة : 33
﴿وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ ٱلْبَحْرَ فَأَنجَيْنَـٰكُمْ وَأَغْرَقْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ﴾
Sourate البقرة : 50
Ce terme apparaît dans 396 versets du Coran.