Apa arti Al-knaya?

Islam > Glosarium > Al-knaya

Arti istilah Al-knaya (كناية) dalam glosarium Islam.

Daftar isi :

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 2 menit baca

Definisi Al-knaya

Al-knaya selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Apa yang dibentuk dengan « ab » (ayah), « umm » (ibu), « ibn » (anak laki-laki), atau « bint » (anak perempuan).

Al-knaya selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Ucapan yang makna yang dimaksudkannya terselubung dalam pemakaian, meskipun maknanya jelas dalam bahasa, apakah yang dimaksud dengannya makna hakiki atau makna majazi; maka ada ketidakpastian tentang apa yang dimaksud, darinya menjadi wajib niat, atau penggantinya melalui isyarat keadaan, seperti dalam penyebutan talak (mudakarah at-thalaq), agar ketidakpastian itu hilang dan apa yang dimaksud menjadi jelas. Kinayah menurut para ahli ilmu bayan: menyatakan sesuatu, lafaz atau makna, dengan lafaz yang tidak tepat dalam penunjukannya pada hal itu, untuk suatu tujuan: entah untuk membuat pendengar ragu, seperti: « fulan telah datang », entah untuk suatu bentuk keelokan bahasa, seperti: « fulan banyak abunya », artinya ia banyak menyalakan perapian (kedermawanan).

Al-knaya selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Sesuatu yang maknanya terselubung dan tidak diketahui kecuali melalui isyarat tambahan; karena itu mereka menamai ta' dalam « anta » dan ha' dalam « innahu » sebagai huruf-huruf kinayah, seperti halnya « huwa ». Itu berasal dari ucapan mereka: « kanawtusysy-sya' wa kana-tuhu », artinya: aku menyelubunginya.

Al-knaya selon Mu'jam al-Mustalahat al-Fiqhiyya

Dalam bahasa: nama sesuatu yang niat penuturnya terselubung dari sisi lafaz; diambil dari ucapan mereka « kunta » dan « kunawtu »; dari sanalah bait penyair: « Aku sungguh menyelubungi noda-noda dengan yang lain, dan kadang aku berbicara dengan mereka dan berkata-kata dengan jelas ».

Al-knaya selon At-Tawqif (Al-Munawi)

Ucapan yang makna yang dimaksudkannya terselubung dalam pemakaian, meskipun maknanya jelas dalam bahasa, apakah yang dimaksud dengannya makna hakiki atau makna majazi; maka ada ketidakpastian tentang apa yang dimaksud, darinya menjadi wajib niat, atau penggantinya melalui isyarat keadaan, agar ketidakpastian itu hilang dan apa yang dimaksud menjadi jelas.

Istilah terkait: Al-knaya

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 23 Rabiul Akhir
الثلاثاء 23 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24.4 / 29.5
Iluminasi 27%
Bulan baru dalam 5 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi