Découvrez la signification du terme Al-mfawḍa (مفاوضة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaSyirkah para mitra yang setara dalam harta, kuasa, dan tanggungan.
Isim masdar dari fawadhahu dalam hal begitu ketika ia bermusyawarah dengannya dan berbuat seperti dirinya. Orang-orang fawadh dalam perkara ini: setara, tanpa perbedaan di antara mereka. Dari sanalah syirkah mufawadhah, demikian di Maghrib.
Tentang syirkah mufawadhah.
Mufa'alah; dikatakan: « fawadhahu mufawadhan »: ia menggantinya. « Tatafawadhu fil amri »: mereka saling bermusyawarah. Syirkah mufawadhah ada dua macam: yang pertama, bermitra dalam semua jenis syirkah: 'inan, abdan, wujuh, dan mudharabah; itu adalah syirkah yang sah.
Yang kedua: tidak sah menurut Hanabilah dan Syafi'iyah; Abu Hanifah menghalalkan syarat-syaratnya, dan dihalalkannya diriwayatkan dari ats-Tsauri, al-Auza'i, dan Malik. « Al-Matla' hlm. 262 ». Al-mufaddham, di antara pakaian: yang jenuh dengan warna merah; dikatakan: yang merahnya tidak pekat; merah darah: jenuh.
Syammar berkata: « mufaddham di antara pakaian adalah yang jenuh dengan warna merah ». Abu Khirasy al-Hudzali berkata (bait tentang mereka yang menghiasi diri dengan darah di ambang kematian): yaitu mereka menghiasi diri dalam peperangan dengan darah yang memancar. Al-fa'm: darah yang kental, dan al-mufa'm diambil darinya.
Dalam hadis: ia melarang pakaian mufaddham.
Dengan dhommah pada mim: fawadhahu dalam perkara: saling menukar pandangan dengannya; fawadhahu dalam harta: bermitra dengannya untuk mengusahakannya.
Syirkah para mitra yang setara dalam harta, kuasa, dan tanggungan.