Découvrez la signification du terme Al-mlk (ملك) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 3 menit bacaJasad halus dan bercahaya yang mengambil bentuk-bentuk yang berbeda.
Dengan dhommah dan sukun pada lam: kedaulatan; dengan fathah pada yang pertama dan kasrah pada yang kedua: raja, jamaknya muluk. Ia dipakai untuk beberapa tempat, negeri, kawasan, kota, dan tanah-tanahnya; jamaknya: mamalik.
Dunia syahadah di antara hal-hal yang terindra tabi'iah, seperti 'Arsy dan Kursi, dan setiap jasad yang disifati perbuatan khayal yang terpisah, yang berasal dari keseluruhan panas, dingin, lembap, dan kering, dalam dimensinya yang tidak berjasad dan unsuriah: setiap jasad yang tersusun dari unsur-unsur.
Sesuatu, dalam bentuk malaka, mallaka, dan mallaka: memilikinya dan menyimpan hak mengendalikannya; ia malik. (jamak) muluk dan mala'ik. Sesuatu mamluk; malaka dipakai sebagai isim masdar.
Wali perempuan: menghalanginya menikah. Fulan seorang perempuan: menikahinya. Dirinya pada saat gairah: berhasil menahannya dan mencegahnya jatuh ke dalam hawa nafsu.
Fulan sesuatu, dalam bentuk tamlik: menjadikannya miliknya. Dikatakan: ia menjadikannya milik berupa harta; ia mamluk. At-tamaluk: isim masdar dari tamallaka.
Menurut Syafi'iyah: perolehan kepemilikan tanpa memperhatikan lafaz yang menunjukkannya. At-tamlik: isim masdar dari mallaka. Terhadap barang dagangan, menurut Syafi'iyah: masuknya kepemilikan ke tangan pembeli; atau: apa yang dengannya perpindahan terwujud dari sisi penjual.
Mala'ik: mala'ik.
Jauhar sederhana yang memiliki bentuk dan perkataan: perantara antara Sang Pencipta dan jasad-jasad bumi.
Dunia syahadah di antara hal-hal yang terindra tabi'iah; dengan kasrah pada mim, dalam istilah para ahli kalam: keadaan yang menimpa sesuatu oleh apa yang mengelilinginya dan berpindah bersamanya, seperti keumuman dan pembalutan, masing-masing adalah keadaan suatu hal oleh keliling sorban sekeliling kepala dan baju sekeliling tubuh. Dengan dhommah: kuasa dengan perintah dan larangan, menurut mayoritas, yang khusus bagi pemerintahan manusia yang berakal. Dengan fathah pada mim dan lam: jasad halus dan bercahaya yang mengambil bentuk-bentuk berbeda; atau jauhar sederhana yang memiliki hidup, perkataan, dan akal yang terjaga, perantara antara Sang Pencipta dan jasad-jasad bumi; di antaranya ada yang akaliah, nafsyaniah, dan jasmaniah.
Dengan fathah pada lam: di antara para malaikat yang diberi tugas sebagian urusan-urusan; penulis mengatakannya dalam al-Mufradat.
Dengan kasrah pada lam: orang yang memiliki kedaulatan dengan menguasai suatu umat, suatu kabilah, atau suatu negeri. Al-Raghib berkata: ialah orang yang mengendalikan dengan perintah dan larangan atas massa, yang khusus bagi pemerintahan manusia yang berakal.
﴿مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ﴾
Sourate الفاتحة : 4
﴿وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَـٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌۭ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍۢ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ﴾
Sourate البقرة : 102
﴿أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍ﴾
Sourate البقرة : 107
﴿أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلْمَلَإِ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰٓ إِذْ قَالُوا۟ لِنَبِىٍّۢ لَّهُمُ ٱبْعَثْ لَنَا مَلِكًۭا نُّقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ أَلَّا تُقَـٰتِلُوا۟ ۖ قَالُوا۟ وَمَا لَنَآ أَلَّا نُقَـٰتِلَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَـٰرِنَا وَأَبْنَآئِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ تَوَلَّوْا۟ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ﴾
Sourate البقرة : 246
﴿وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًۭا ۚ قَالُوٓا۟ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِٱلْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةًۭ مِّنَ ٱلْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُۥ بَسْطَةًۭ فِى ٱلْعِلْمِ وَٱلْجِسْمِ ۖ وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ﴾
Sourate البقرة : 247
﴿وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ءَايَةَ مُلْكِهِۦٓ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلتَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ءَالُ مُوسَىٰ وَءَالُ هَـٰرُونَ تَحْمِلُهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ﴾
Sourate البقرة : 248
Ce terme apparaît dans 71 versets du Coran.