Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan…
Islam > Hadis > Fikih akhlak > Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan…
Hadits diriwayatkan oleh HR. Tirmizi
Sahih
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, buka…
Penjelasan hadits: Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, buka…
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa bukan sifat orang mukmin yang sempurna imannya: suka mencela orang lain terkait nasabnya, banyak mencaci dan melaknat, berbuat keji maupun berkata-kata yang tidak mengandung rasa malu.
Pelajaran: Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, buka…
- 1- Penafian iman di dalam nas-nas syariat tidak berlaku kecuali pada perbuatan mengerjakan yang haram atau meninggalkan yang wajib.
- 2- Anjuran untuk menjaga anggota badan dan melindunginya dari perkara-perkara buruk, khususnya lisan.
- 3- As-Sindiy berkata, "Bentuk hiperbola pada kata "aṭ-ṭa'ān" dan "al-la'ān" menunjukkan bahwa mencela dan melaknat jika terlontar dengan jumlah yang sedikit kepada orang yang pantas mendapatkannya tidak mencederai status kepemilikan sifat-sifat orang beriman."
Kategori :
Fikih Akhlak
· Adab-adab Syar'i
· Akhlak Terpuji
· Adab Berbicara dan Diam
· Keutamaan dan Adab
بسم الله الرحمن الرحيم
Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
أستغفر الله
Aku memohon ampun kepada Allah