Surah Al-Muddaththir kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Muddaththir kata demi kata

Al-Muddaththir (المدثر) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 56 ayat, 255 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 255 kata untuk dipelajari, Surah Al-Muddaththir menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 2 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ

Hai orang yang berkemul (berselimut),

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلْمُدَّثِّرُ l-mudathiru orang yang berkemul

Ayat 2 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

قُمْ فَأَنذِرْ

bangunlah, lalu berilah peringatan!

قُمْ qum bangunlah
فَأَنذِرْ fa-andhir lalu berilah peringatan

Ayat 3 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

dan Tuhanmu agungkanlah!

وَرَبَّكَ warabbaka dan Tuhanmu
فَكَبِّرْ fakabbir maka besarkan/agungkan

Ayat 4 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

dan pakaianmu bersihkanlah,

وَثِيَابَكَ wathiyābaka dan pakaianmu
فَطَهِّرْ faṭahhir maka bersihkan

Ayat 5 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ

dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

وَٱلرُّجْزَ wal-ruj'za dan perbuatan dosa
فَٱهْجُرْ fa-uh'jur maka tinggalkan

Ayat 6 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

وَلَا walā dan jangan
تَمْنُن tamnun kamu memberi/anugerah
تَسْتَكْثِرُ tastakthiru kamu mengharap lebih banyak

Ayat 7 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

وَلِرَبِّكَ walirabbika dan untuk Tuhanmu
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah

Ayat 8 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ

Apabila ditiup sangkakala,

فَإِذَا fa-idhā maka apabila
نُقِرَ nuqira ditiup
فِى fī pada
ٱلنَّاقُورِ l-nāqūri sangkakala

Ayat 9 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍۢ يَوْمٌ عَسِيرٌ

maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

فَذَٰلِكَ fadhālika maka demikian itu
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu
يَوْمٌ yawmun hari
عَسِيرٌ ʿasīrun sulit

Ayat 10 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍۢ

bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

عَلَى ʿalā atas/bagi
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
غَيْرُ ghayru tidak
يَسِيرٍۢ yasīrin mudah

Ayat 11 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

ذَرْنِى وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًۭا

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

ذَرْنِى dharnī biarkan Aku
وَمَنْ waman dan orang
خَلَقْتُ khalaqtu Aku ciptakan
وَحِيدًۭا waḥīdan satu/sendiri

Ayat 12 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

وَجَعَلْتُ لَهُۥ مَالًۭا مَّمْدُودًۭا

Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,

وَجَعَلْتُ wajaʿaltu dan Aku jadikan
لَهُۥ lahu baginya
مَالًۭا mālan harta
مَّمْدُودًۭا mamdūdan panjang/banyak

Ayat 13 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

وَبَنِينَ شُهُودًۭا

dan anak-anak yang selalu bersama dia,

وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak
شُهُودًۭا shuhūdan saksi-saksi/hadir

Ayat 14 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمْهِيدًۭا

dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

وَمَهَّدتُّ wamahhadttu dan Aku lapangkan (rizki)
لَهُۥ lahu baginya
تَمْهِيدًۭا tamhīdan selapang-lapangnya

Ayat 15 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ

kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

ثُمَّ thumma kemudian
يَطْمَعُ yaṭmaʿu dia ingin sekali
أَنْ an bahwa/supaya
أَزِيدَ azīda Aku menambahnya

Ayat 16 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata

كَلَّآ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِـَٔايَـٰتِنَا عَنِيدًۭا

Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran).

كَلَّآ ۖ kallā sekali-kali tidak
إِنَّهُۥ innahu karena sesungguhnya
كَانَ kāna adalah
لِـَٔايَـٰتِنَا liāyātinā kepada ayat-ayat Kami
عَنِيدًۭا ʿanīdan menentang

Ayat 17 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

سَأُرْهِقُهُۥ صَعُودًا

Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

سَأُرْهِقُهُۥ sa-ur'hiquhu akan aku timpakan
صَعُودًا ṣaʿūdan siksaan yang payah/berat

Ayat 18 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
فَكَّرَ fakkara dia telah memikirkan
وَقَدَّرَ waqaddara dan telah menetapkan

Ayat 19 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?,

فَقُتِلَ faqutila maka celakalah ia
كَيْفَ kayfa bagaimanakah
قَدَّرَ qaddara dia menetapkan

Ayat 20 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,

ثُمَّ thumma sesungguhnya
قُتِلَ qutila celakalah dia
كَيْفَ kayfa bagaimanakah
قَدَّرَ qaddara dia menetapkan

Ayat 21 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

ثُمَّ نَظَرَ

kemudian dia memikirkan,

ثُمَّ thumma kemudian
نَظَرَ naẓara dia memperhatikan/memikirkan

Ayat 22 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

ثُمَّ thumma kemudian
عَبَسَ ʿabasa dia bermasam muka
وَبَسَرَ wabasara dan dia merengut

Ayat 23 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ

kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

ثُمَّ thumma kemudian
أَدْبَرَ adbara dia berpaling
وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan dia menyombongkan diri

Ayat 24 - Surah Al-Muddaththir: 6 kata

فَقَالَ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ يُؤْثَرُ

lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

فَقَالَ faqāla lalu dia berkata
إِنْ in tidaklah
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā kecuali
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
يُؤْثَرُ yu'tharu diceritakan/dipelajari

Ayat 25 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata

إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ

ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".

إِنْ in tidaklah
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā kecuali
قَوْلُ qawlu perkataan
ٱلْبَشَرِ l-bashari manusia

Ayat 26 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

سَأُصْلِيهِ sa-uṣ'līhi akan Aku masukkan dia
سَقَرَ saqara neraka saqar

Ayat 27 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ

Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

وَمَآ wamā dan apakah
أَدْرَىٰكَ adrāka kamu mengetahui
مَا mā apa
سَقَرُ saqaru neraka saqar

Ayat 28 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ

Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.

لَا lā tidak
تُبْقِى tub'qī ia meninggalkan
وَلَا walā dan tidak
تَذَرُ tadharu ia membiarkan

Ayat 29 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

لَوَّاحَةٌۭ لِّلْبَشَرِ

(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

لَوَّاحَةٌۭ lawwāḥatun yang membakar
لِّلْبَشَرِ lil'bashari bagi manusia

Ayat 30 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

عَلَيْهَا ʿalayhā di atasnya
تِسْعَةَ tis'ʿata sembilan
عَشَرَ ʿashara belas

Ayat 31 - Surah Al-Muddaththir: 57 kata

وَمَا جَعَلْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَـٰٓئِكَةًۭ ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةًۭ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِيَسْتَيْقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَيَزْدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِيمَـٰنًۭا ۙ وَلَا يَرْتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ وَٱلْكَـٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلًۭا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِىَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ

Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

وَمَا wamā dan tidak
جَعَلْنَآ jaʿalnā Kami jadikan
أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni/penjaga
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
إِلَّا illā kecuali
مَلَـٰٓئِكَةًۭ ۙ malāikatan malaikat
وَمَا wamā dan tidak
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
عِدَّتَهُمْ ʿiddatahum bilangan mereka
إِلَّا illā kecuali
فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah/cobaan
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لِيَسْتَيْقِنَ liyastayqina supaya meyakini
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
وَيَزْدَادَ wayazdāda dan bertambah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِيمَـٰنًۭا ۙ īmānan keimanan
وَلَا walā dan tidak
يَرْتَابَ yartāba ragu-ragu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۙ wal-mu'minūna dan orang-orang yang beriman
وَلِيَقُولَ waliyaqūla dan supaya mengatakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
فِى fī dalam
قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka
مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit
وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir
مَاذَآ mādhā apakah
أَرَادَ arāda menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini
مَثَلًۭا ۚ mathalan perumpamaan
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُضِلُّ yuḍillu menyesatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَن man siapa/orang
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk
مَن man siapa/orang
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَمَا wamā dan tidak
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
جُنُودَ junūda bala tentara
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
إِلَّا illā kecuali
هُوَ ۚ huwa Dia
وَمَا wamā dan tidaklah
هِىَ hiya ia
إِلَّا illā kecuali
ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan
لِلْبَشَرِ lil'bashari bagi manusia

Ayat 32 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

كَلَّا وَٱلْقَمَرِ

Sekali-kali tidak, demi bulan,

كَلَّا kallā sekali-kali tidak
وَٱلْقَمَرِ wal-qamari demi bulan

Ayat 33 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

وَٱلَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ

dan malam ketika telah berlalu,

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam
إِذْ idh tatkala
أَدْبَرَ adbara mundur/berlalu

Ayat 34 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

وَٱلصُّبْحِ إِذَآ أَسْفَرَ

dan subuh apabila mulai terang.

وَٱلصُّبْحِ wal-ṣub'ḥi dan subuh
إِذَآ idhā tatkala
أَسْفَرَ asfara terbit/terang

Ayat 35 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

إِنَّهَا لَإِحْدَى ٱلْكُبَرِ

Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,

إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia (saqar)
لَإِحْدَى la-iḥ'dā salah satu
ٱلْكُبَرِ l-kubari amat besar

Ayat 36 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

نَذِيرًۭا لِّلْبَشَرِ

sebagai ancaman bagi manusia.

نَذِيرًۭا nadhīran peringatan
لِّلْبَشَرِ lil'bashari bagi manusia

Ayat 37 - Surah Al-Muddaththir: 7 kata

لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.

لِمَن liman bagi siapa
شَآءَ shāa menghendaki
مِنكُمْ minkum diantara kamu
أَن an bahwa
يَتَقَدَّمَ yataqaddama akan maju
أَوْ aw atau
يَتَأَخَّرَ yata-akhara akan mundur

Ayat 38 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍۭ nafsin jiwa/diri
بِمَا bimā terhadap apa
كَسَبَتْ kasabat ia usahakan/ia perbuat
رَهِينَةٌ rahīnatun tergadai/terikat

Ayat 39 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

إِلَّآ أَصْحَـٰبَ ٱلْيَمِينِ

kecuali golongan kanan,

إِلَّآ illā kecuali
أَصْحَـٰبَ aṣḥāba kaum/golongan
ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan

Ayat 40 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

فِى جَنَّـٰتٍۢ يَتَسَآءَلُونَ

berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

فِى fī dalam
جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga
يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka saling bertanya

Ayat 41 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata

عَنِ ٱلْمُجْرِمِينَ

tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

عَنِ ʿani dari/tentang
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 42 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

مَا mā apa yang
سَلَكَكُمْ salakakum memasukkan kamu
فِى fī dalam
سَقَرَ saqara neraka saqar

Ayat 43 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata

قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ

Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَمْ lam tidak ada
نَكُ naku kami
مِنَ mina dari
ٱلْمُصَلِّينَ l-muṣalīna orang-orang yang mengerjakan sholat

Ayat 44 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ

dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

وَلَمْ walam dan tidak ada
نَكُ naku kami
نُطْعِمُ nuṭ'ʿimu kami memberi makan
ٱلْمِسْكِينَ l-mis'kīna orang-orang miskin

Ayat 45 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ

dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah
نَخُوضُ nakhūḍu kami mencela/memperolok-olok
مَعَ maʿa bersama
ٱلْخَآئِضِينَ l-khāiḍīna orang-orang yang mencela/memperolok-olok

Ayat 46 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah
نُكَذِّبُ nukadhibu kami mendustakan
بِيَوْمِ biyawmi dengan hari
ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan

Ayat 47 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ

hingga datang kepada kami kematian".

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
أَتَىٰنَا atānā datang kepada kami
ٱلْيَقِينُ l-yaqīnu kepastian

Ayat 48 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata

فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.

فَمَا famā maka tidak
تَنفَعُهُمْ tanfaʿuhum berguna kepada mereka
شَفَـٰعَةُ shafāʿatu pertolongan/syafaat
ٱلشَّـٰفِعِينَ l-shāfiʿīna orang-orang yang memberi pertolongan/syafaat

Ayat 49 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata

فَمَا لَهُمْ عَنِ ٱلتَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?,

فَمَا famā maka mengapa
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَنِ ʿani dari
ٱلتَّذْكِرَةِ l-tadhkirati peringatan
مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling

Ayat 50 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

كَأَنَّهُمْ حُمُرٌۭ مُّسْتَنفِرَةٌۭ

seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka
حُمُرٌۭ ḥumurun keledai
مُّسْتَنفِرَةٌۭ mus'tanfiratun yang terkejut

Ayat 51 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍۭ

lari daripada singa.

فَرَّتْ farrat ia lari
مِن min dari
قَسْوَرَةٍۭ qaswaratin singa

Ayat 52 - Surah Al-Muddaththir: 9 kata

بَلْ يُرِيدُ كُلُّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَىٰ صُحُفًۭا مُّنَشَّرَةًۭ

Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

بَلْ bal bahkan
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
كُلُّ kullu tiap-tiap
ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang
مِّنْهُمْ min'hum di antara mereka
أَن an untuk
يُؤْتَىٰ yu'tā diberi ia
صُحُفًۭا ṣuḥufan lembaran-lembaran
مُّنَشَّرَةًۭ munasharatan ditebarkan/terbuka

Ayat 53 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata

كَلَّا ۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلْـَٔاخِرَةَ

Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

كَلَّا ۖ kallā sekali-kali tidak
بَل bal bahkan
لَّا lā tidak
يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut
ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata hari akhirat

Ayat 54 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذْكِرَةٌۭ

Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan.

كَلَّآ kallā sekali-kali tidak
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
تَذْكِرَةٌۭ tadhkiratun peringatan/pelajaran

Ayat 55 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ

Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran).

فَمَن faman maka barangsiapa
شَآءَ shāa dia menghendaki
ذَكَرَهُۥ dhakarahu dia mengingatnya

Ayat 56 - Surah Al-Muddaththir: 11 kata

وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ

Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

وَمَا wamā dan tidak
يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka mengingat
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
يَشَآءَ yashāa menghendaki
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
هُوَ huwa Dia
أَهْلُ ahlu berhak/patut
ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa/taat
وَأَهْلُ wa-ahlu dan berhak/patut
ٱلْمَغْفِرَةِ l-maghfirati ampunan

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi