Surah Al-Muddaththir kata demi kata
Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Muddaththir kata demi kata
Al-Muddaththir (المدثر) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 56 ayat, 255 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.
Dengan 255 kata untuk dipelajari, Surah Al-Muddaththir menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.
Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42
📖 2 menit baca
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ
Hai orang yang berkemul (berselimut),
▶
يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
wahai
▶
ٱلْمُدَّثِّرُ
l-mudathiru
orang yang berkemul
Ayat 2 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُمْ فَأَنذِرْ
bangunlah, lalu berilah peringatan!
▶
قُمْ
qum
bangunlah
▶
فَأَنذِرْ
fa-andhir
lalu berilah peringatan
Ayat 3 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
dan Tuhanmu agungkanlah!
▶
وَرَبَّكَ
warabbaka
dan Tuhanmu
▶
فَكَبِّرْ
fakabbir
maka besarkan/agungkan
Ayat 4 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
dan pakaianmu bersihkanlah,
▶
وَثِيَابَكَ
wathiyābaka
dan pakaianmu
▶
فَطَهِّرْ
faṭahhir
maka bersihkan
Ayat 5 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ
dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
▶
وَٱلرُّجْزَ
wal-ruj'za
dan perbuatan dosa
▶
فَٱهْجُرْ
fa-uh'jur
maka tinggalkan
Ayat 6 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
▶
وَلَا
walā
dan jangan
▶
تَمْنُن
tamnun
kamu memberi/anugerah
▶
تَسْتَكْثِرُ
tastakthiru
kamu mengharap lebih banyak
Ayat 7 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
▶
وَلِرَبِّكَ
walirabbika
dan untuk Tuhanmu
▶
فَٱصْبِرْ
fa-iṣ'bir
maka bersabarlah
Ayat 8 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ
Apabila ditiup sangkakala,
▶
فَإِذَا
fa-idhā
maka apabila
▶
نُقِرَ
nuqira
ditiup
▶
فِى
fī
pada
▶
ٱلنَّاقُورِ
l-nāqūri
sangkakala
Ayat 9 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍۢ يَوْمٌ عَسِيرٌ
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,
▶
فَذَٰلِكَ
fadhālika
maka demikian itu
▶
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
▶
يَوْمٌ
yawmun
hari
▶
عَسِيرٌ
ʿasīrun
sulit
Ayat 10 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍۢ
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
▶
عَلَى
ʿalā
atas/bagi
▶
ٱلْكَـٰفِرِينَ
l-kāfirīna
orang-orang kafir
▶
غَيْرُ
ghayru
tidak
▶
يَسِيرٍۢ
yasīrin
mudah
Ayat 11 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
ذَرْنِى وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًۭا
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
▶
ذَرْنِى
dharnī
biarkan Aku
▶
وَمَنْ
waman
dan orang
▶
خَلَقْتُ
khalaqtu
Aku ciptakan
▶
وَحِيدًۭا
waḥīdan
satu/sendiri
Ayat 12 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَجَعَلْتُ لَهُۥ مَالًۭا مَّمْدُودًۭا
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,
▶
وَجَعَلْتُ
wajaʿaltu
dan Aku jadikan
▶
لَهُۥ
lahu
baginya
▶
مَالًۭا
mālan
harta
▶
مَّمْدُودًۭا
mamdūdan
panjang/banyak
Ayat 13 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَبَنِينَ شُهُودًۭا
dan anak-anak yang selalu bersama dia,
▶
وَبَنِينَ
wabanīna
dan anak-anak
▶
شُهُودًۭا
shuhūdan
saksi-saksi/hadir
Ayat 14 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمْهِيدًۭا
dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,
▶
وَمَهَّدتُّ
wamahhadttu
dan Aku lapangkan (rizki)
▶
لَهُۥ
lahu
baginya
▶
تَمْهِيدًۭا
tamhīdan
selapang-lapangnya
Ayat 15 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ
kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
يَطْمَعُ
yaṭmaʿu
dia ingin sekali
▶
أَنْ
an
bahwa/supaya
▶
أَزِيدَ
azīda
Aku menambahnya
Ayat 16 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَلَّآ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِـَٔايَـٰتِنَا عَنِيدًۭا
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran).
▶
كَلَّآ ۖ
kallā
sekali-kali tidak
▶
إِنَّهُۥ
innahu
karena sesungguhnya
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
لِـَٔايَـٰتِنَا
liāyātinā
kepada ayat-ayat Kami
▶
عَنِيدًۭا
ʿanīdan
menentang
Ayat 17 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
سَأُرْهِقُهُۥ صَعُودًا
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.
▶
سَأُرْهِقُهُۥ
sa-ur'hiquhu
akan aku timpakan
▶
صَعُودًا
ṣaʿūdan
siksaan yang payah/berat
Ayat 18 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya
▶
فَكَّرَ
fakkara
dia telah memikirkan
▶
وَقَدَّرَ
waqaddara
dan telah menetapkan
Ayat 19 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?,
▶
فَقُتِلَ
faqutila
maka celakalah ia
▶
كَيْفَ
kayfa
bagaimanakah
▶
قَدَّرَ
qaddara
dia menetapkan
Ayat 20 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,
▶
ثُمَّ
thumma
sesungguhnya
▶
قُتِلَ
qutila
celakalah dia
▶
كَيْفَ
kayfa
bagaimanakah
▶
قَدَّرَ
qaddara
dia menetapkan
Ayat 21 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ نَظَرَ
kemudian dia memikirkan,
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
نَظَرَ
naẓara
dia memperhatikan/memikirkan
Ayat 22 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
عَبَسَ
ʿabasa
dia bermasam muka
▶
وَبَسَرَ
wabasara
dan dia merengut
Ayat 23 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
أَدْبَرَ
adbara
dia berpaling
▶
وَٱسْتَكْبَرَ
wa-is'takbara
dan dia menyombongkan diri
Ayat 24 - Surah Al-Muddaththir: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَقَالَ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ يُؤْثَرُ
lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),
▶
فَقَالَ
faqāla
lalu dia berkata
▶
إِنْ
in
tidaklah
▶
هَـٰذَآ
hādhā
ini
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
سِحْرٌۭ
siḥ'run
sihir
▶
يُؤْثَرُ
yu'tharu
diceritakan/dipelajari
Ayat 25 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ
ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".
▶
إِنْ
in
tidaklah
▶
هَـٰذَآ
hādhā
ini
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
قَوْلُ
qawlu
perkataan
▶
ٱلْبَشَرِ
l-bashari
manusia
Ayat 26 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ
Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
▶
سَأُصْلِيهِ
sa-uṣ'līhi
akan Aku masukkan dia
▶
سَقَرَ
saqara
neraka saqar
Ayat 27 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ
Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?
▶
وَمَآ
wamā
dan apakah
▶
أَدْرَىٰكَ
adrāka
kamu mengetahui
▶
مَا
mā
apa
▶
سَقَرُ
saqaru
neraka saqar
Ayat 28 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
▶
لَا
lā
tidak
▶
تُبْقِى
tub'qī
ia meninggalkan
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
تَذَرُ
tadharu
ia membiarkan
Ayat 29 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَوَّاحَةٌۭ لِّلْبَشَرِ
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.
▶
لَوَّاحَةٌۭ
lawwāḥatun
yang membakar
▶
لِّلْبَشَرِ
lil'bashari
bagi manusia
Ayat 30 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
▶
عَلَيْهَا
ʿalayhā
di atasnya
▶
تِسْعَةَ
tis'ʿata
sembilan
▶
عَشَرَ
ʿashara
belas
Ayat 31 - Surah Al-Muddaththir: 57 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا جَعَلْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَـٰٓئِكَةًۭ ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةًۭ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِيَسْتَيْقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَيَزْدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِيمَـٰنًۭا ۙ وَلَا يَرْتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ وَٱلْكَـٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلًۭا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِىَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
جَعَلْنَآ
jaʿalnā
Kami jadikan
▶
أَصْحَـٰبَ
aṣḥāba
penghuni/penjaga
▶
ٱلنَّارِ
l-nāri
neraka
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
مَلَـٰٓئِكَةًۭ ۙ
malāikatan
malaikat
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
جَعَلْنَا
jaʿalnā
Kami jadikan
▶
عِدَّتَهُمْ
ʿiddatahum
bilangan mereka
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
فِتْنَةًۭ
fit'natan
fitnah/cobaan
▶
لِّلَّذِينَ
lilladhīna
bagi orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
لِيَسْتَيْقِنَ
liyastayqina
supaya meyakini
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
أُوتُوا۟
ūtū
(mereka) diberi
▶
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
▶
وَيَزْدَادَ
wayazdāda
dan bertambah
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
beriman
▶
إِيمَـٰنًۭا ۙ
īmānan
keimanan
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يَرْتَابَ
yartāba
ragu-ragu
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
أُوتُوا۟
ūtū
(mereka) diberi
▶
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
▶
وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۙ
wal-mu'minūna
dan orang-orang yang beriman
▶
وَلِيَقُولَ
waliyaqūla
dan supaya mengatakan
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
فِى
fī
dalam
▶
قُلُوبِهِم
qulūbihim
hati mereka
▶
مَّرَضٌۭ
maraḍun
penyakit
▶
وَٱلْكَـٰفِرُونَ
wal-kāfirūna
dan orang-orang kafir
▶
مَاذَآ
mādhā
apakah
▶
أَرَادَ
arāda
menghendaki
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
بِهَـٰذَا
bihādhā
dengan ini
▶
مَثَلًۭا ۚ
mathalan
perumpamaan
▶
كَذَٰلِكَ
kadhālika
demikianlah
▶
يُضِلُّ
yuḍillu
menyesatkan
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
مَن
man
siapa/orang
▶
يَشَآءُ
yashāu
Dia kehendaki
▶
وَيَهْدِى
wayahdī
dan Dia memberi petunjuk
▶
مَن
man
siapa/orang
▶
يَشَآءُ ۚ
yashāu
Dia kehendaki
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
يَعْلَمُ
yaʿlamu
mengetahui
▶
جُنُودَ
junūda
bala tentara
▶
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
هُوَ ۚ
huwa
Dia
▶
وَمَا
wamā
dan tidaklah
▶
هِىَ
hiya
ia
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
ذِكْرَىٰ
dhik'rā
peringatan
▶
لِلْبَشَرِ
lil'bashari
bagi manusia
Ayat 32 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَلَّا وَٱلْقَمَرِ
Sekali-kali tidak, demi bulan,
▶
كَلَّا
kallā
sekali-kali tidak
▶
وَٱلْقَمَرِ
wal-qamari
demi bulan
Ayat 33 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ
dan malam ketika telah berlalu,
▶
وَٱلَّيْلِ
wa-al-layli
dan malam
▶
إِذْ
idh
tatkala
▶
أَدْبَرَ
adbara
mundur/berlalu
Ayat 34 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلصُّبْحِ إِذَآ أَسْفَرَ
dan subuh apabila mulai terang.
▶
وَٱلصُّبْحِ
wal-ṣub'ḥi
dan subuh
▶
إِذَآ
idhā
tatkala
▶
أَسْفَرَ
asfara
terbit/terang
Ayat 35 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّهَا لَإِحْدَى ٱلْكُبَرِ
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,
▶
إِنَّهَا
innahā
sesungguhnya ia (saqar)
▶
لَإِحْدَى
la-iḥ'dā
salah satu
▶
ٱلْكُبَرِ
l-kubari
amat besar
Ayat 36 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
نَذِيرًۭا لِّلْبَشَرِ
sebagai ancaman bagi manusia.
▶
نَذِيرًۭا
nadhīran
peringatan
▶
لِّلْبَشَرِ
lil'bashari
bagi manusia
Ayat 37 - Surah Al-Muddaththir: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ
(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.
▶
لِمَن
liman
bagi siapa
▶
شَآءَ
shāa
menghendaki
▶
مِنكُمْ
minkum
diantara kamu
▶
أَن
an
bahwa
▶
يَتَقَدَّمَ
yataqaddama
akan maju
▶
أَوْ
aw
atau
▶
يَتَأَخَّرَ
yata-akhara
akan mundur
Ayat 38 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
▶
كُلُّ
kullu
tiap-tiap
▶
نَفْسٍۭ
nafsin
jiwa/diri
▶
بِمَا
bimā
terhadap apa
▶
كَسَبَتْ
kasabat
ia usahakan/ia perbuat
▶
رَهِينَةٌ
rahīnatun
tergadai/terikat
Ayat 39 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِلَّآ أَصْحَـٰبَ ٱلْيَمِينِ
kecuali golongan kanan,
▶
إِلَّآ
illā
kecuali
▶
أَصْحَـٰبَ
aṣḥāba
kaum/golongan
▶
ٱلْيَمِينِ
l-yamīni
kanan
Ayat 40 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
فِى جَنَّـٰتٍۢ يَتَسَآءَلُونَ
berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
▶
فِى
fī
dalam
▶
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
sorga
▶
يَتَسَآءَلُونَ
yatasāalūna
mereka saling bertanya
Ayat 41 - Surah Al-Muddaththir: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
عَنِ ٱلْمُجْرِمِينَ
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
▶
عَنِ
ʿani
dari/tentang
▶
ٱلْمُجْرِمِينَ
l-muj'rimīna
orang-orang yang berdosa
Ayat 42 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
▶
مَا
mā
apa yang
▶
سَلَكَكُمْ
salakakum
memasukkan kamu
▶
فِى
fī
dalam
▶
سَقَرَ
saqara
neraka saqar
Ayat 43 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
لَمْ
lam
tidak ada
▶
نَكُ
naku
kami
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْمُصَلِّينَ
l-muṣalīna
orang-orang yang mengerjakan sholat
Ayat 44 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak ada
▶
نَكُ
naku
kami
▶
نُطْعِمُ
nuṭ'ʿimu
kami memberi makan
▶
ٱلْمِسْكِينَ
l-mis'kīna
orang-orang miskin
Ayat 45 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan kami adalah
▶
نَخُوضُ
nakhūḍu
kami mencela/memperolok-olok
▶
مَعَ
maʿa
bersama
▶
ٱلْخَآئِضِينَ
l-khāiḍīna
orang-orang yang mencela/memperolok-olok
Ayat 46 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan kami adalah
▶
نُكَذِّبُ
nukadhibu
kami mendustakan
▶
بِيَوْمِ
biyawmi
dengan hari
▶
ٱلدِّينِ
l-dīni
pembalasan
Ayat 47 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ
hingga datang kepada kami kematian".
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
أَتَىٰنَا
atānā
datang kepada kami
▶
ٱلْيَقِينُ
l-yaqīnu
kepastian
Ayat 48 - Surah Al-Muddaththir: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.
▶
فَمَا
famā
maka tidak
▶
تَنفَعُهُمْ
tanfaʿuhum
berguna kepada mereka
▶
شَفَـٰعَةُ
shafāʿatu
pertolongan/syafaat
▶
ٱلشَّـٰفِعِينَ
l-shāfiʿīna
orang-orang yang memberi pertolongan/syafaat
Ayat 49 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَا لَهُمْ عَنِ ٱلتَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ
Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?,
▶
فَمَا
famā
maka mengapa
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
عَنِ
ʿani
dari
▶
ٱلتَّذْكِرَةِ
l-tadhkirati
peringatan
▶
مُعْرِضِينَ
muʿ'riḍīna
orang-orang yang berpaling
Ayat 50 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَأَنَّهُمْ حُمُرٌۭ مُّسْتَنفِرَةٌۭ
seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,
▶
كَأَنَّهُمْ
ka-annahum
seakan-akan mereka
▶
حُمُرٌۭ
ḥumurun
keledai
▶
مُّسْتَنفِرَةٌۭ
mus'tanfiratun
yang terkejut
Ayat 51 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍۭ
lari daripada singa.
▶
فَرَّتْ
farrat
ia lari
▶
مِن
min
dari
▶
قَسْوَرَةٍۭ
qaswaratin
singa
Ayat 52 - Surah Al-Muddaththir: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ يُرِيدُ كُلُّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَىٰ صُحُفًۭا مُّنَشَّرَةًۭ
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
يُرِيدُ
yurīdu
menghendaki
▶
كُلُّ
kullu
tiap-tiap
▶
ٱمْرِئٍۢ
im'ri-in
seseorang
▶
مِّنْهُمْ
min'hum
di antara mereka
▶
أَن
an
untuk
▶
يُؤْتَىٰ
yu'tā
diberi ia
▶
صُحُفًۭا
ṣuḥufan
lembaran-lembaran
▶
مُّنَشَّرَةًۭ
munasharatan
ditebarkan/terbuka
Ayat 53 - Surah Al-Muddaththir: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَلَّا ۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلْـَٔاخِرَةَ
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.
▶
كَلَّا ۖ
kallā
sekali-kali tidak
▶
بَل
bal
bahkan
▶
لَّا
lā
tidak
▶
يَخَافُونَ
yakhāfūna
mereka takut
▶
ٱلْـَٔاخِرَةَ
l-ākhirata
hari akhirat
Ayat 54 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذْكِرَةٌۭ
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan.
▶
كَلَّآ
kallā
sekali-kali tidak
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya ia
▶
تَذْكِرَةٌۭ
tadhkiratun
peringatan/pelajaran
Ayat 55 - Surah Al-Muddaththir: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ
Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran).
▶
فَمَن
faman
maka barangsiapa
▶
شَآءَ
shāa
dia menghendaki
▶
ذَكَرَهُۥ
dhakarahu
dia mengingatnya
Ayat 56 - Surah Al-Muddaththir: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
يَذْكُرُونَ
yadhkurūna
mereka mengingat
▶
إِلَّآ
illā
kecuali
▶
أَن
an
bahwa
▶
يَشَآءَ
yashāa
menghendaki
▶
ٱللَّهُ ۚ
l-lahu
Allah
▶
هُوَ
huwa
Dia
▶
أَهْلُ
ahlu
berhak/patut
▶
ٱلتَّقْوَىٰ
l-taqwā
takwa/taat
▶
وَأَهْلُ
wa-ahlu
dan berhak/patut
▶
ٱلْمَغْفِرَةِ
l-maghfirati
ampunan
Lihat juga
Semua surah kata demi kata