Al-Munaafiqoon (المنافقون) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 11 ayat, 180 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.
Dengan 180 kata untuk dipelajari, Surah Al-Munaafiqoon menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
۞ وَإِذَاwa-idhādan apabila
رَأَيْتَهُمْra-aytahumkamu melihat mereka
تُعْجِبُكَtuʿ'jibukakamu kagum/tertarik
أَجْسَامُهُمْ ۖajsāmuhumtubuh-tubuh mereka
وَإِنwa-indan jika
يَقُولُوا۟yaqūlūmereka berkata
تَسْمَعْtasmaʿkamu mendengarkan
لِقَوْلِهِمْ ۖliqawlihimpada perkataan mereka
كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
خُشُبٌۭkhushubunkayu
مُّسَنَّدَةٌۭ ۖmusannadatuntersandar
يَحْسَبُونَyaḥsabūnamereka mengira
كُلَّkullatiap-tiap
صَيْحَةٍṣayḥatinteriakan keras
عَلَيْهِمْ ۚʿalayhimatas mereka
هُمُhumumereka
ٱلْعَدُوُّl-ʿaduwumusuh
فَٱحْذَرْهُمْ ۚfa-iḥ'dharhummaka takutlah/waspadalah terhadap mereka
قَـٰتَلَهُمُqātalahumumembunuh/membinasakan mereka
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.
Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
يَقُولُونَyaqūlūnamereka berkata
لَئِنla-insungguh jika
رَّجَعْنَآrajaʿnākita telah kembali
إِلَىilāke
ٱلْمَدِينَةِl-madīnatiMadinah
لَيُخْرِجَنَّlayukh'rijannapasti akan mengusir
ٱلْأَعَزُّl-aʿazuorang-orang mulia/kuat
مِنْهَاmin'hādari padanya
ٱلْأَذَلَّ ۚl-adhalaorang-orang hina/lemah
وَلِلَّهِwalillahidan bagi Allah
ٱلْعِزَّةُl-ʿizatukemuliaan/kekuatan
وَلِرَسُولِهِۦwalirasūlihidan bagi rasul-Nya
وَلِلْمُؤْمِنِينَwalil'mu'minīnadan bagi orang-orang yang beriman
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
وَأَنفِقُوا۟wa-anfiqūdan nafkahkan/belanjakan
مِنmindari
مَّاmāapa
رَزَقْنَـٰكُمrazaqnākumKami rizkikan kepadamu
مِّنmindari
قَبْلِqablisebelum
أَنanbahwa
يَأْتِىَyatiyadatang
أَحَدَكُمُaḥadakumusalah satu dari kamu
ٱلْمَوْتُl-mawtukematian
فَيَقُولَfayaqūlalalu dia berkata
رَبِّrabbiya Tuhanku
لَوْلَآlawlāmengapa tidak
أَخَّرْتَنِىٓakhartanīEngkau akhirkan/undurkan aku
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.