Surah Al-Munaafiqoon kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Munaafiqoon kata demi kata

Al-Munaafiqoon (المنافقون) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 11 ayat, 180 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 180 kata untuk dipelajari, Surah Al-Munaafiqoon menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 1 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Munaafiqoon: 17 kata

إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ قَالُوا۟ نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

إِذَا idhā apabila/tatkala
جَآءَكَ jāaka datang kepadamu
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
نَشْهَدُ nashhadu kami menyaksikan/mengetahui
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
لَرَسُولُ larasūlu benar-benar Rasul
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
لَرَسُولُهُۥ larasūluhu benar-benar rasul-Nya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَشْهَدُ yashhadu menyaksikan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar pendusta

Ayat 2 - Surah Al-Munaafiqoon: 12 kata

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَيْمَـٰنَهُمْ جُنَّةًۭ فَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan
أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah mereka
جُنَّةًۭ junnatan tameng/perisai
فَصَدُّوا۟ faṣaddū lalu mereka menghalangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
سَآءَ sāa amat buruk
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 3 - Surah Al-Munaafiqoon: 11 kata

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman
ثُمَّ thumma kamudian
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
فَطُبِعَ faṭubiʿa lalu dikunci mati
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati-hati mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti

Ayat 4 - Surah Al-Munaafiqoon: 22 kata

۞ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا۟ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌۭ مُّسَنَّدَةٌۭ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ ٱلْعَدُوُّ فَٱحْذَرْهُمْ ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila
رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka
تُعْجِبُكَ tuʿ'jibuka kamu kagum/tertarik
أَجْسَامُهُمْ ۖ ajsāmuhum tubuh-tubuh mereka
وَإِن wa-in dan jika
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata
تَسْمَعْ tasmaʿ kamu mendengarkan
لِقَوْلِهِمْ ۖ liqawlihim pada perkataan mereka
كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka
خُشُبٌۭ khushubun kayu
مُّسَنَّدَةٌۭ ۖ musannadatun tersandar
يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira
كُلَّ kulla tiap-tiap
صَيْحَةٍ ṣayḥatin teriakan keras
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
هُمُ humu mereka
ٱلْعَدُوُّ l-ʿaduwu musuh
فَٱحْذَرْهُمْ ۚ fa-iḥ'dharhum maka takutlah/waspadalah terhadap mereka
قَـٰتَلَهُمُ qātalahumu membunuh/membinasakan mereka
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
أَنَّىٰ annā bagaimana
يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan

Ayat 5 - Surah Al-Munaafiqoon: 14 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوْا۟ رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
يَسْتَغْفِرْ yastaghfir memohonkan ampunan
لَكُمْ lakum bagi kalian
رَسُولُ rasūlu rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَوَّوْا۟ lawwaw mereka memalingkan
رُءُوسَهُمْ ruūsahum kepala mereka
وَرَأَيْتَهُمْ wara-aytahum dan kamu lihat mereka
يَصُدُّونَ yaṣuddūna mereka berpaling
وَهُم wahum dan mereka
مُّسْتَكْبِرُونَ mus'takbirūna menyombongkan

Ayat 6 - Surah Al-Munaafiqoon: 18 kata

سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

سَوَآءٌ sawāon sama saja
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
أَسْتَغْفَرْتَ astaghfarta kamu mohonkan ampunan
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَمْ am atau
لَمْ lam tidak
تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan
لَهُمْ lahum bagi mereka
لَن lan tidak
يَغْفِرَ yaghfira akan mengampuni
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 7 - Surah Al-Munaafiqoon: 20 kata

هُمُ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُوا۟ عَلَىٰ مَنْ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّوا۟ ۗ وَلِلَّهِ خَزَآئِنُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

هُمُ humu mereka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) mengatakan
لَا lā jangan
تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu beri belanja
عَلَىٰ ʿalā atas
مَنْ man orang
عِندَ ʿinda di sisi
رَسُولِ rasūli Rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَنفَضُّوا۟ ۗ yanfaḍḍū mereka bercerai-berai
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah
خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
لَا lā tidak
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami/mengerti

Ayat 8 - Surah Al-Munaafiqoon: 17 kata

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَآ إِلَى ٱلْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ ٱلْأَعَزُّ مِنْهَا ٱلْأَذَلَّ ۚ وَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَـٰكِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
لَئِن la-in sungguh jika
رَّجَعْنَآ rajaʿnā kita telah kembali
إِلَى ilā ke
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah
لَيُخْرِجَنَّ layukh'rijanna pasti akan mengusir
ٱلْأَعَزُّ l-aʿazu orang-orang mulia/kuat
مِنْهَا min'hā dari padanya
ٱلْأَذَلَّ ۚ l-adhala orang-orang hina/lemah
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah
ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kemuliaan/kekuatan
وَلِرَسُولِهِۦ walirasūlihi dan bagi rasul-Nya
وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan bagi orang-orang yang beriman
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 9 - Surah Al-Munaafiqoon: 17 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā tidak/jangan
تُلْهِكُمْ tul'hikum melalaikan kamu
أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum harta-hartamu
وَلَآ walā dan jangan
أَوْلَـٰدُكُمْ awlādukum anak-anakmu
عَن ʿan dari
ذِكْرِ dhik'ri mengingat
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَمَن waman dan barang siapa
يَفْعَلْ yafʿal berbuat
ذَٰلِكَ dhālika demikian
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi

Ayat 10 - Surah Al-Munaafiqoon: 21 kata

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَـٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"

وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan nafkahkan/belanjakan
مِن min dari
مَّا mā apa
رَزَقْنَـٰكُم razaqnākum Kami rizkikan kepadamu
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
يَأْتِىَ yatiya datang
أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah satu dari kamu
ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian
فَيَقُولَ fayaqūla lalu dia berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
لَوْلَآ lawlā mengapa tidak
أَخَّرْتَنِىٓ akhartanī Engkau akhirkan/undurkan aku
إِلَىٰٓ ilā sampai
أَجَلٍۢ ajalin waktu
قَرِيبٍۢ qarībin dekat
فَأَصَّدَّقَ fa-aṣṣaddaqa maka aku akan bersedekah
وَأَكُن wa-akun dan jadilah aku
مِّنَ mina dari
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 11 - Surah Al-Munaafiqoon: 11 kata

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

وَلَن walan dan tidak
يُؤَخِّرَ yu-akhira akan mengundurkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
نَفْسًا nafsan seseorang
إِذَا idhā apabila
جَآءَ jāa datang
أَجَلُهَا ۚ ajaluhā waktunya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi