Surah Hud kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Hud kata demi kata

Hud (هود) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 123 ayat, 1.917 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 1.917 kata untuk dipelajari, Surah Hud menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 10 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Hud: 10 kata

الٓر ۚ كِتَـٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَـٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra
كِتَـٰبٌ kitābun kitab
أُحْكِمَتْ uḥ'kimat disusun dengan rapi
ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatnya
ثُمَّ thumma kemudian
فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan terperinci
مِن min dari
لَّدُنْ ladun sisi
حَكِيمٍ ḥakīmin Maha Bijaksana
خَبِيرٍ khabīrin Maha Mengetahui

Ayat 2 - Surah Hud: 9 kata

أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۚ إِنَّنِى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌۭ وَبَشِيرٌۭ

agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,

أَلَّا allā agar tidak
تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah
إِلَّا illā kecuali/selain
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْهُ min'hu daripadaNya
نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan
وَبَشِيرٌۭ wabashīrun dan pembawa kabar gembira

Ayat 3 - Surah Hud: 25 kata

وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَـٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍۢ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍۢ كَبِيرٍ

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

وَأَنِ wa-ani dan hendaklah
ٱسْتَغْفِرُوا۟ is'taghfirū kamu memohon ampun
رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian
ثُمَّ thumma kemudian
تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
يُمَتِّعْكُم yumattiʿ'kum Dia akan memberi kenikmatan kepadamu
مَّتَـٰعًا matāʿan kenikmatan/kesenangan
حَسَنًا ḥasanan yang baik
إِلَىٰٓ ilā sampai
أَجَلٍۢ ajalin waktu
مُّسَمًّۭى musamman tertentu
وَيُؤْتِ wayu'ti dan Dia akan memberikan
كُلَّ kulla setiap
ذِى dhī mempunyai
فَضْلٍۢ faḍlin keutamaan
فَضْلَهُۥ ۖ faḍlahu karunia-Nya
وَإِن wa-in dan jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling
فَإِنِّىٓ fa-innī maka sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
عَذَابَ ʿadhāba siksaan
يَوْمٍۢ yawmin hari
كَبِيرٍ kabīrin besar/kiamat

Ayat 4 - Surah Hud: 8 kata

إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَرْجِعُكُمْ ۖ marjiʿukum tempat kembalimu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 5 - Surah Hud: 19 kata

أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا۟ مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

أَلَآ alā ingatlah
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
يَثْنُونَ yathnūna mereka membusungkan
صُدُورَهُمْ ṣudūrahum dada mereka
لِيَسْتَخْفُوا۟ liyastakhfū untuk menyembunyikan diri
مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya
أَلَا alā ingatlah
حِينَ ḥīna di waktu
يَسْتَغْشُونَ yastaghshūna mereka menyelimuti diri
ثِيَابَهُمْ thiyābahum pakaian mereka
يَعْلَمُ yaʿlamu (Allah) mengetahui
مَا mā apa
يُسِرُّونَ yusirrūna mereka sembunyikan
وَمَا wamā dan apa
يُعْلِنُونَ ۚ yuʿ'linūna mereka lahirkan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada/isi
ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati

Ayat 6 - Surah Hud: 16 kata

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

۞ وَمَا wamā dan tidak ada
مِن min dari
دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang melata
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
إِلَّا illā melainkan
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
رِزْقُهَا riz'quhā rezkinya
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui
مُسْتَقَرَّهَا mus'taqarrahā tempat berdiamnya
وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ wamus'tawdaʿahā dan tempat penyimpanannya
كُلٌّۭ kullun semuanya
فِى fī didalam
كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab
مُّبِينٍۢ mubīnin nyata

Ayat 7 - Surah Hud: 31 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَ khalaqa menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
فِى fī dalam
سِتَّةِ sittati enam
أَيَّامٍۢ ayyāmin masa/hari
وَكَانَ wakāna dan adalah
عَرْشُهُۥ ʿarshuhu singgasana-Nya
عَلَى ʿalā di atas
ٱلْمَآءِ l-māi air
لِيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia hendak mengujimu
أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
عَمَلًۭا ۗ ʿamalan amalnya
وَلَئِن wala-in dan jika
قُلْتَ qul'ta kamu berkata
إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian
مَّبْعُوثُونَ mabʿūthūna orang yang dibangkitkan
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ٱلْمَوْتِ l-mawti mati
لَيَقُولَنَّ layaqūlanna niscaya akan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
إِنْ in tidak lain
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā hanyalah
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
مُّبِينٌۭ mubīnun nyata

Ayat 8 - Surah Hud: 22 kata

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٍۢ مَّعْدُودَةٍۢ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.

وَلَئِنْ wala-in dan sesungguhnya jika
أَخَّرْنَا akharnā Kami undurkan
عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab
إِلَىٰٓ ilā kepada
أُمَّةٍۢ ummatin umat/waktu
مَّعْدُودَةٍۢ maʿdūdatin tertentu
لَّيَقُولُنَّ layaqūlunna niscaya mereka akan berkata
مَا mā apa
يَحْبِسُهُۥٓ ۗ yaḥbisuhu menghalanginya
أَلَا alā ingatlah
يَوْمَ yawma di hari/di waktu
يَأْتِيهِمْ yatīhim datang kepada mereka
لَيْسَ laysa tidak
مَصْرُوفًا maṣrūfan dipalingkan/dihindarkan
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi
بِهِم bihim dengan mereka
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
بِهِۦ bihi dengannya
يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok

Ayat 9 - Surah Hud: 11 kata

وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِنَّا رَحْمَةًۭ ثُمَّ نَزَعْنَـٰهَا مِنْهُ إِنَّهُۥ لَيَـُٔوسٌۭ كَفُورٌۭ

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

وَلَئِنْ wala-in dan jika
أَذَقْنَا adhaqnā Kami rasakan
ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia
مِنَّا minnā dari Kami
رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat
ثُمَّ thumma kemudian
نَزَعْنَـٰهَا nazaʿnāhā Kami cabutnya
مِنْهُ min'hu daripadanya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَيَـُٔوسٌۭ layaūsun menjadi putus asa
كَفُورٌۭ kafūrun ingkar

Ayat 10 - Surah Hud: 13 kata

وَلَئِنْ أَذَقْنَـٰهُ نَعْمَآءَ بَعْدَ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٌۭ فَخُورٌ

Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

وَلَئِنْ wala-in dan jika
أَذَقْنَـٰهُ adhaqnāhu Kami rasakan kepadanya
نَعْمَآءَ naʿmāa kebahagiaan
بَعْدَ baʿda sesudah
ضَرَّآءَ ḍarrāa bencana
مَسَّتْهُ massathu menyentuh/menimpa
لَيَقُولَنَّ layaqūlanna niscaya dia akan berkata
ذَهَبَ dhahaba telang hilang
ٱلسَّيِّـَٔاتُ l-sayiātu bencana-bencana
عَنِّىٓ ۚ ʿannī daripadaku
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَفَرِحٌۭ lafariḥun sangat gembira
فَخُورٌ fakhūrun bangga

Ayat 11 - Surah Hud: 10 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌۭ كَبِيرٌۭ

kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
صَبَرُوا۟ ṣabarū (mereka) sabar
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَهُم lahum bagi mereka/beroleh
مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan
وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala
كَبِيرٌۭ kabīrun besar

Ayat 12 - Surah Hud: 27 kata

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَضَآئِقٌۢ بِهِۦ صَدْرُكَ أَن يَقُولُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ كَنزٌ أَوْ جَآءَ مَعَهُۥ مَلَكٌ ۚ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٌۭ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ وَكِيلٌ

Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.

فَلَعَلَّكَ falaʿallaka maka boleh jadi kamu
تَارِكٌۢ tārikun meninggalkan
بَعْضَ baʿḍa sebagian
مَا mā apa
يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَضَآئِقٌۢ waḍāiqun dan sempit
بِهِۦ bihi dengannya/karenanya
صَدْرُكَ ṣadruka dadamu
أَن an bahwa
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan
لَوْلَآ lawlā mengapa tidak
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya
كَنزٌ kanzun perbendaharaan/kekayaan
أَوْ aw atau
جَآءَ jāa datang
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
مَلَكٌ ۚ malakun seorang malaikat
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أَنتَ anta kamu
نَذِيرٌۭ ۚ nadhīrun seorang pemberi peringatan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَكِيلٌ wakīlun Pemelihara

Ayat 13 - Surah Hud: 18 kata

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِعَشْرِ سُوَرٍۢ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيَـٰتٍۢ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".

أَمْ am atau
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
افْتَرَاهُ ۖ if'tarāhu (Muhammad) membuat-buatnya
قُلْ qul katakanlah
فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah
بِعَشْرِ biʿashri dengan sepuluh
سُوَرٍۢ suwarin surat
مِّثْلِهِۦ mith'lihi semisalnya/yang menyamainya
مُفْتَرَيَـٰتٍۢ muf'tarayātin yang dibuat-buatnya itu
وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah
مَنِ mani orang-orang
ٱسْتَطَعْتُم is'taṭaʿtum kamu sanggup
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 14 - Surah Hud: 16 kata

فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلْمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

فَإِلَّمْ fa-illam Maka jika tidak
يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memperkenankan
لَكُمْ lakum bagi kalian
فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah
أَنَّمَآ annamā bahwasanya
أُنزِلَ unzila diturunkan
بِعِلْمِ biʿil'mi dengan ilmu
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَن wa-an dan bahwa
لَّآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā selain
هُوَ ۖ huwa Dia
فَهَلْ fahal maka apakah
أَنتُم antum kamu
مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri

Ayat 15 - Surah Hud: 14 kata

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

مَن man barangsiapa
كَانَ kāna adalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَزِينَتَهَا wazīnatahā dan perhiasannya
نُوَفِّ nuwaffi Kami penuhi/sempurnakan
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum pekerjaan mereka
فِيهَا fīhā didalamnya/didunia
وَهُمْ wahum dan mereka
فِيهَا fīhā didalamnya/didunia
لَا lā tidak
يُبْخَسُونَ yub'khasūna mereka dirugikan

Ayat 16 - Surah Hud: 16 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَـٰطِلٌۭ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَيْسَ laysa tidak
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
إِلَّا illā kecuali
ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka
وَحَبِطَ waḥabiṭa dan lenyap
مَا mā apa
صَنَعُوا۟ ṣanaʿū mereka usahakan
فِيهَا fīhā didalamnya/diakhirat
وَبَـٰطِلٌۭ wabāṭilun dan batil/sia-sia
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 17 - Surah Hud: 39 kata

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌۭ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًۭا وَرَحْمَةً ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍۢ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

أَفَمَن afaman apakah orang
كَانَ kāna adalah
عَلَىٰ ʿalā atas
بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti nyata
مِّن min dari
رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya
وَيَتْلُوهُ wayatlūhu dan membacakannya
شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi
مِّنْهُ min'hu daripada-Nya
وَمِن wamin dan dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
كِتَـٰبُ kitābu Kitab
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
إِمَامًۭا imāman pedoman
وَرَحْمَةً ۚ waraḥmatan dan rahmat
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
وَمَن waman dan barang siapa
يَكْفُرْ yakfur kafir
بِهِۦ bihi dengannya
مِنَ mina dari/diantara
ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan
فَٱلنَّارُ fal-nāru maka neraka
مَوْعِدُهُۥ ۚ mawʿiduhu diancamkannya
فَلَا falā maka janganlah
تَكُ taku kamu
فِى fī dalam
مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan
مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya
إِنَّهُ innahu sesungguhnya dia
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar-benar
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 18 - Surah Hud: 23 kata

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ وَيَقُولُ ٱلْأَشْهَـٰدُ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ أَلَا لَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,

وَمَنْ waman dan siapakah
أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim
مِمَّنِ mimmani daripada orang
ٱفْتَرَىٰ if'tarā membuat-buat
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًا ۚ kadhiban dusta
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna dihadapkan
عَلَىٰ ʿalā atas/kepada
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَيَقُولُ wayaqūlu dan berkata
ٱلْأَشْهَـٰدُ l-ashhādu para saksi
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) berdusta
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka
أَلَا alā ingatlah
لَعْنَةُ laʿnatu kutukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَى ʿalā atas
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 19 - Surah Hud: 11 kata

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًۭا وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ كَـٰفِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) menghalangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menghendaki
عِوَجًۭا ʿiwajan bengkok
وَهُم wahum dan mereka
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan hari akhirat
هُمْ hum mereka
كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang kafir/tidak percaya

Ayat 20 - Surah Hud: 24 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ لَمْ يَكُونُوا۟ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ۘ يُضَـٰعَفُ لَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۚ مَا كَانُوا۟ يَسْتَطِيعُونَ ٱلسَّمْعَ وَمَا كَانُوا۟ يُبْصِرُونَ

Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَمْ lam tidak
يَكُونُوا۟ yakūnū mereka ada/mampu
مُعْجِزِينَ muʿ'jizīna melepaskan diri
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِنْ min dari
أَوْلِيَآءَ ۘ awliyāa penolong
يُضَـٰعَفُ yuḍāʿafu dilipat gandakan
لَهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلْعَذَابُ ۚ l-ʿadhābu azab/siksaan
مَا mā tidak
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka sanggup
ٱلسَّمْعَ l-samʿa mendengar
وَمَا wamā dan tidak
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat

Ayat 21 - Surah Hud: 9 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
وَضَلَّ waḍalla dan lenyaplah
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Ayat 22 - Surah Hud: 7 kata

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ

Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.

لَا lā tidak
جَرَمَ jarama pasti
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
هُمُ humu mereka
ٱلْأَخْسَرُونَ l-akhsarūna orang-orang yang paling rugi

Ayat 23 - Surah Hud: 14 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَأَخْبَتُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti saleh
وَأَخْبَتُوٓا۟ wa-akhbatū dan mereka merendahkan diri
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 24 - Surah Hud: 11 kata

۞ مَثَلُ ٱلْفَرِيقَيْنِ كَٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْأَصَمِّ وَٱلْبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?

۞ مَثَلُ mathalu perumpamaan
ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan
كَٱلْأَعْمَىٰ kal-aʿmā seperti orang buta
وَٱلْأَصَمِّ wal-aṣami dan orang tuli
وَٱلْبَصِيرِ wal-baṣīri dan orang yang dapat melihat
وَٱلسَّمِيعِ ۚ wal-samīʿi dan yang dapat mendengar
هَلْ hal apakah
يَسْتَوِيَانِ yastawiyāni sama keduanya
مَثَلًا ۚ mathalan perumpamaan
أَفَلَا afalā apakah tidak/tidakkah
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran

Ayat 25 - Surah Hud: 9 kata

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ إِنِّى لَكُمْ نَذِيرٌۭ مُّبِينٌ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus
نُوحًا nūḥan Nuh
إِلَىٰ ilā kepada
قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya
إِنِّى innī sesungguhnya aku
لَكُمْ lakum bagi kalian
نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan
مُّبِينٌ mubīnun yang nyata

Ayat 26 - Surah Hud: 11 kata

أَن لَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍۢ

agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".

أَن an bahwa
لَّا lā janganlah
تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah
إِلَّا illā selain
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
عَذَابَ ʿadhāba azab
يَوْمٍ yawmin pada hari
أَلِيمٍۢ alīmin menyedihkan

Ayat 27 - Surah Hud: 29 kata

فَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرًۭا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِىَ ٱلرَّأْىِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍۭ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَـٰذِبِينَ

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".

فَقَالَ faqāla maka berkatalah
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِن min dari
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
مَا mā tidak
نَرَىٰكَ narāka kami melihatmu
إِلَّا illā melainkan
بَشَرًۭا basharan seorang manusia
مِّثْلَنَا mith'lanā seperti kami
وَمَا wamā dan tidak
نَرَىٰكَ narāka kami melihat kamu
ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka yang mengikuti kamu
إِلَّا illā melainkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هُمْ hum mereka
أَرَاذِلُنَا arādhilunā yang hina diantara kami
بَادِىَ bādiya tanpa
ٱلرَّأْىِ l-rayi pendapat/berpikir
وَمَا wamā dan tidak
نَرَىٰ narā kami melihat
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
مِن min dari
فَضْلٍۭ faḍlin keutamaan/kelebihan
بَلْ bal tetapi/bahkan
نَظُنُّكُمْ naẓunnukum kami mengira kamu
كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang dusta

Ayat 28 - Surah Hud: 19 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّى وَءَاتَىٰنِى رَحْمَةًۭ مِّنْ عِندِهِۦ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمْ لَهَا كَـٰرِهُونَ

Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?"

قَالَ qāla (Nuh) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pikiranmu
إِن in jika
كُنتُ kuntu aku ada
عَلَىٰ ʿalā atas
بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata
مِّن min dari
رَّبِّى rabbī Tuhanku
وَءَاتَىٰنِى waātānī dan diberinya aku
رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat
مِّنْ min dari
عِندِهِۦ ʿindihi sisi-Nya
فَعُمِّيَتْ faʿummiyat maka/lalu disamarkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
أَنُلْزِمُكُمُوهَا anul'zimukumūhā apakah kami akan paksakannya kamu
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لَهَا lahā padanya
كَـٰرِهُونَ kārihūna benci/tidak menyukai

Ayat 29 - Surah Hud: 22 kata

وَيَـٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۚ إِنَّهُم مُّلَـٰقُوا۟ رَبِّهِمْ وَلَـٰكِنِّىٓ أَرَىٰكُمْ قَوْمًۭا تَجْهَلُونَ

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata): hai kaumku
لَآ lā tidak
أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
مَالًا ۖ mālan harta
إِنْ in tidak lain
أَجْرِىَ ajriya upahku
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
عَلَى ʿalā atas/dari
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنَا۠ anā aku
بِطَارِدِ biṭāridi mengusir
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ ۚ āmanū beriman
إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka
مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū mereka menemui
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَلَـٰكِنِّىٓ walākinnī akan tetapi aku
أَرَىٰكُمْ arākum aku memandangmu
قَوْمًۭا qawman suatu kaum
تَجْهَلُونَ tajhalūna bodoh/tidak mengetahui

Ayat 30 - Surah Hud: 9 kata

وَيَـٰقَوْمِ مَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمْ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) hai kaumku
مَن man siapakah
يَنصُرُنِى yanṣurunī menolongku
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِن in jika
طَرَدتُّهُمْ ۚ ṭaradttuhum aku mengusir mereka
أَفَلَا afalā apakah tidak
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran

Ayat 31 - Surah Hud: 31 kata

وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّى مَلَكٌۭ وَلَآ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزْدَرِىٓ أَعْيُنُكُمْ لَن يُؤْتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيْرًا ۖ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِىٓ أَنفُسِهِمْ ۖ إِنِّىٓ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak (pula) aku mengatakan: "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.

وَلَآ walā dan tidak
أَقُولُ aqūlu aku mengatakan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عِندِى ʿindī disisiku
خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَآ walā dan tidak
أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui
ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib
وَلَآ walā dan tidak
أَقُولُ aqūlu aku mengatakan
إِنِّى innī sesungguhnya aku
مَلَكٌۭ malakun Malaikat
وَلَآ walā dan tidak
أَقُولُ aqūlu aku mengatakan
لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
تَزْدَرِىٓ tazdarī rendah/hina
أَعْيُنُكُمْ aʿyunukum pandanganmu/penglihatanmu
لَن lan tidak
يُؤْتِيَهُمُ yu'tiyahumu mendatangkan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
خَيْرًا ۖ khayran kebaikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَا bimā dengan apa
فِىٓ fī didalam/pada
أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
إِذًۭا idhan kalau begitu
لَّمِنَ lamina tentu dari/termasuk
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 32 - Surah Hud: 13 kata

قَالُوا۟ يَـٰنُوحُ قَدْ جَـٰدَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَٰلَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Mereka berkata "Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh
قَدْ qad sesungguhnya
جَـٰدَلْتَنَا jādaltanā kamu telah berbantahan dengan kami
فَأَكْثَرْتَ fa-aktharta maka kamu telah memperbanyak
جِدَٰلَنَا jidālanā perbantahan terhadap kami
فَأْتِنَا fatinā maka datangkanlah kepada kami
بِمَا bimā dengan apa
تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan kepada kami
إِن in jika
كُنتَ kunta kamu adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 33 - Surah Hud: 10 kata

قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

Nuh menjawab: "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.

قَالَ qāla (Nuh) berkata
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَأْتِيكُم yatīkum akan mendatangkan kepadamu
بِهِ bihi dengannya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِن in jika
شَآءَ shāa Dia menghendaki
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتُم antum kamu
بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melepaskan diri

Ayat 34 - Surah Hud: 18 kata

وَلَا يَنفَعُكُمْ نُصْحِىٓ إِنْ أَرَدتُّ أَنْ أَنصَحَ لَكُمْ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".

وَلَا walā dan tidak
يَنفَعُكُمْ yanfaʿukum berguna kepadamu
نُصْحِىٓ nuṣ'ḥī nasehatku
إِنْ in jika
أَرَدتُّ aradttu aku hendak
أَنْ an akan
أَنصَحَ anṣaḥa aku memberi nasehat
لَكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كَانَ kāna ada
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُرِيدُ yurīdu Dia menghendaki
أَن an akan
يُغْوِيَكُمْ ۚ yugh'wiyakum menyesatkanmu
هُوَ huwa Dia
رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Ayat 35 - Surah Hud: 12 kata

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَعَلَىَّ إِجْرَامِى وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تُجْرِمُونَ

Malahan kaum Nuh itu berkata: "Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja". Katakanlah: "Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat".

أَمْ am atau
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu dia membuat-buatnya
قُلْ qul katakanlah
إِنِ ini jika
ٱفْتَرَيْتُهُۥ if'taraytuhu aku membuat-buatnya
فَعَلَىَّ faʿalayya maka atasku
إِجْرَامِى ij'rāmī dosaku
وَأَنَا۠ wa-anā dan aku
بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri
مِّمَّا mimmā dari apa
تُجْرِمُونَ tuj'rimūna kamu berbuat dosa

Ayat 36 - Surah Hud: 17 kata

وَأُوحِىَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلَّا مَن قَدْ ءَامَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.

وَأُوحِىَ waūḥiya dan diwahyukan
إِلَىٰ ilā kepada
نُوحٍ nūḥin Nuh
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya
لَن lan tidak akan
يُؤْمِنَ yu'mina beriman
مِن min dari/diantara
قَوْمِكَ qawmika kaummu
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
قَدْ qad sungguh
ءَامَنَ āmana telah beriman
فَلَا falā maka jangan
تَبْتَئِسْ tabta-is kamu bersedih hati
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan

Ayat 37 - Surah Hud: 11 kata

وَٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَـٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۚ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

وَٱصْنَعِ wa-iṣ'naʿi dan buatlah
ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera
بِأَعْيُنِنَا bi-aʿyuninā dengan pengawasan Kami
وَوَحْيِنَا wawaḥyinā dan petunjuk wahyu Kami
وَلَا walā dan janganlah
تُخَـٰطِبْنِى tukhāṭib'nī kamu bicarakan dengan aku
فِى fī didalam/tentang
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوٓا۟ ۚ ẓalamū (mereka) dzalim
إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka
مُّغْرَقُونَ mugh'raqūna orang-orang yang ditenggelamkan

Ayat 38 - Surah Hud: 19 kata

وَيَصْنَعُ ٱلْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌۭ مِّن قَوْمِهِۦ سَخِرُوا۟ مِنْهُ ۚ قَالَ إِن تَسْخَرُوا۟ مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).

وَيَصْنَعُ wayaṣnaʿu dan (Nuh) membuat
ٱلْفُلْكَ l-ful'ka bahtera
وَكُلَّمَا wakullamā dan setiap kali
مَرَّ marra berjalan melewati
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
مَلَأٌۭ mala-on pemuka-pemuka
مِّن min dari
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
سَخِرُوا۟ sakhirū mereka mengejek
مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya
قَالَ qāla (Nuh) berkata
إِن in jika
تَسْخَرُوا۟ taskharū kamu mengejek
مِنَّا minnā dari kami
فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami
نَسْخَرُ naskharu kami mengejek
مِنكُمْ minkum dari kamu
كَمَا kamā sebagaimana
تَسْخَرُونَ taskharūna kamu mengejek

Ayat 39 - Surah Hud: 10 kata

فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌۭ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌۭ مُّقِيمٌ

Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal".

فَسَوْفَ fasawfa maka kelak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
مَن man siapa
يَأْتِيهِ yatīhi mendatanginya/menimpanya
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya
وَيَحِلُّ wayaḥillu dan halal/menimpa
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
مُّقِيمٌ muqīmun kekal

Ayat 40 - Surah Hud: 26 kata

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّۢ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌۭ

Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
جَآءَ jāa datang
أَمْرُنَا amrunā perintah Kami
وَفَارَ wafāra dan memancar air
ٱلتَّنُّورُ l-tanūru dapur
قُلْنَا qul'nā Kami berfikir
ٱحْمِلْ iḥ'mil bawalah/muatkanlah
فِيهَا fīhā didalamnya
مِن min dari
كُلٍّۢ kullin masing-masing
زَوْجَيْنِ zawjayni sepasang
ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua
وَأَهْلَكَ wa-ahlaka dan keluargamu
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
سَبَقَ sabaqa terdahulu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/ketetapan
وَمَنْ waman dan orang
ءَامَنَ ۚ āmana telah beriman
وَمَآ wamā dan tidak ada
ءَامَنَ āmana beriman
مَعَهُۥٓ maʿahu bersamanya (Nuh)
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit

Ayat 41 - Surah Hud: 11 kata

۞ وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

۞ وَقَالَ waqāla dan (Nuh) berkata
ٱرْكَبُوا۟ ir'kabū naiklah kamu sekalian
فِيهَا fīhā didalamnya
بِسْمِ bis'mi dengan nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَجْر۪ىٰهَا majrahā diwaktu berlayarnya
وَمُرْسَىٰهَآ ۚ wamur'sāhā dan berlabuhnya
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 42 - Surah Hud: 19 kata

وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍۢ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍۢ يَـٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".

وَهِىَ wahiya dan dia
تَجْرِى tajrī berjalan/berlayar
بِهِمْ bihim dengan mereka
فِى fī dalam
مَوْجٍۢ mawjin gelombang
كَٱلْجِبَالِ kal-jibāli seperti gunung
وَنَادَىٰ wanādā dan memanggil
نُوحٌ nūḥun Nuh
ٱبْنَهُۥ ib'nahu anaknya
وَكَانَ wakāna dan adalah ia
فِى fī di
مَعْزِلٍۢ maʿzilin tempat terpencil
يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan
ٱرْكَب ir'kab naiklah
مَّعَنَا maʿanā bersama kami
وَلَا walā dan janganlah
تَكُن takun kamu berada
مَّعَ maʿa bersama
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir

Ayat 43 - Surah Hud: 23 kata

قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍۢ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ

Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

قَالَ qāla (anaknya) berkata
سَـَٔاوِىٓ saāwī aku akan mencari perlindungan
إِلَىٰ ilā ke
جَبَلٍۢ jabalin gunung-gunung
يَعْصِمُنِى yaʿṣimunī ia menjagaku/melindungiku
مِنَ mina dari
ٱلْمَآءِ ۚ l-māi air
قَالَ qāla (Nuh) berkata
لَا lā tidak ada
عَاصِمَ ʿāṣima pelindung
ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini
مِنْ min dari
أَمْرِ amri perintah/azab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّا illā selain
مَن man orang
رَّحِمَ ۚ raḥima Dia kasihani
وَحَالَ waḥāla dan menghalangi/memisahkan
بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya
ٱلْمَوْجُ l-mawju gelombang
فَكَانَ fakāna maka adalah ia/anak itu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُغْرَقِينَ l-mugh'raqīna orang-orang yang ditenggelamkan

Ayat 44 - Surah Hud: 17 kata

وَقِيلَ يَـٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَـٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًۭا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim".

وَقِيلَ waqīla dan difirmankan
يَـٰٓأَرْضُ yāarḍu hai bumi
ٱبْلَعِى ib'laʿī telanlah
مَآءَكِ māaki airmu
وَيَـٰسَمَآءُ wayāsamāu dan hai langit
أَقْلِعِى aqliʿī berhentilah
وَغِيضَ waghīḍa dan disurutkan
ٱلْمَآءُ l-māu air
وَقُضِىَ waquḍiya dan diselesaikan
ٱلْأَمْرُ l-amru urusan/perintah
وَٱسْتَوَتْ wa-is'tawat dan berlabuh
عَلَى ʿalā diatas
ٱلْجُودِىِّ ۖ l-jūdiyi bukit Judi
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan
بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/binasalah
لِّلْقَوْمِ lil'qawmi bagi kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 45 - Surah Hud: 15 kata

وَنَادَىٰ نُوحٌۭ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya".

وَنَادَىٰ wanādā dan berseru
نُوحٌۭ nūḥun Nuh
رَّبَّهُۥ rabbahu Tuhannya
فَقَالَ faqāla maka/lalu dia berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱبْنِى ib'nī anakku
مِنْ min dari/termasuk
أَهْلِى ahlī keluargaku
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
وَعْدَكَ waʿdaka janji Engkau
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar
وَأَنتَ wa-anta dan Engkau
أَحْكَمُ aḥkamu paling adil menghukum
ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para penghukum

Ayat 46 - Surah Hud: 23 kata

قَالَ يَـٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَـٰلِحٍۢ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَيْسَ laysa bukanlah dia
مِنْ min dari/termasuk
أَهْلِكَ ۖ ahlika keluargamu
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
عَمَلٌ ʿamalun perbuatan
غَيْرُ ghayru bukan/tidak
صَـٰلِحٍۢ ۖ ṣāliḥin saleh/baik
فَلَا falā maka jangan
تَسْـَٔلْنِ tasalni kamu tanyakan kepada-Ku
مَا mā apa/sesuatu
لَيْسَ laysa tidak
لَكَ laka bagimu
بِهِۦ bihi dengannya
عِلْمٌ ۖ ʿil'mun pengetahuan
إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku
أَعِظُكَ aʿiẓuka Aku nasehatkan kepadamu
أَن an bahwa
تَكُونَ takūna kamu jadi
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh

Ayat 47 - Surah Hud: 19 kata

قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌۭ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi".

قَالَ qāla (Nuh) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung
بِكَ bika kepada Engkau
أَنْ an bahwa
أَسْـَٔلَكَ asalaka aku menanyakan kepada Engkau
مَا mā apa/sesuatu
لَيْسَ laysa tidak/bukan
لِى lī bagiku
بِهِۦ bihi dengannya
عِلْمٌۭ ۖ ʿil'mun pengetahuan/mengetahui
وَإِلَّا wa-illā dan sekiranya tidak
تَغْفِرْ taghfir Engkau memberi ampun
لِى lī kepadaku
وَتَرْحَمْنِىٓ watarḥamnī dan Engkau belas kasihan kepadaku
أَكُن akun adalah aku
مِّنَ mina dari/termasuk
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 48 - Surah Hud: 18 kata

قِيلَ يَـٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَـٰمٍۢ مِّنَّا وَبَرَكَـٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍۢ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ وَأُمَمٌۭ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami".

قِيلَ qīla difirmankan
يَـٰنُوحُ yānūḥu Wahai Nuh
ٱهْبِطْ ih'biṭ turunlah
بِسَلَـٰمٍۢ bisalāmin dengan selamat
مِّنَّا minnā dari Kami
وَبَرَكَـٰتٍ wabarakātin dan keberkatan
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas
أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat
مِّمَّن mimman dari orang-orang
مَّعَكَ ۚ maʿaka bersamamu
وَأُمَمٌۭ wa-umamun dan ummat-ummat
سَنُمَتِّعُهُمْ sanumattiʿuhum akan Kami beri kesenangan mereka
ثُمَّ thumma kemudian
يَمَسُّهُم yamassuhum akan menimpa mereka
مِّنَّا minnā dari Kami
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 49 - Surah Hud: 19 kata

تِلْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَـٰذَا ۖ فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَـٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

تِلْكَ til'ka itu
مِنْ min dari
أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita-berita
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib
نُوحِيهَآ nūḥīhā Kami wahyukannya
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
مَا mā tidak
كُنتَ kunta adalah kamu
تَعْلَمُهَآ taʿlamuhā kamu mengetahuinya
أَنتَ anta kamu
وَلَا walā dan tidak
قَوْمُكَ qawmuka kaummu
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
هَـٰذَا ۖ hādhā ini
فَٱصْبِرْ ۖ fa-iṣ'bir maka bersabarlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْعَـٰقِبَةَ l-ʿāqibata akibat/kesudahan
لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 50 - Surah Hud: 17 kata

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًۭا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ

Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.

وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
عَادٍ ʿādin kaum 'Ad
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
هُودًۭا ۚ hūdan Hud
قَالَ qāla ia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥٓ ۖ ghayruhu selain Dia
إِنْ in tidak lain
أَنتُمْ antum kamu
إِلَّا illā hanyalah
مُفْتَرُونَ muf'tarūna mengada-adakan

Ayat 51 - Surah Hud: 13 kata

يَـٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِى فَطَرَنِىٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?"

يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
لَآ lā tidak
أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أَجْرًا ۖ ajran upah/ganjaran
إِنْ in tidak lain
أَجْرِىَ ajriya upahku
إِلَّا illā hanyalah
عَلَى ʿalā atas/dari
ٱلَّذِى alladhī yang
فَطَرَنِىٓ ۚ faṭaranī telah menciptakan aku
أَفَلَا afalā apakah tidak
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 52 - Surah Hud: 17 kata

وَيَـٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًۭا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا۟ مُجْرِمِينَ

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) hai kaum
ٱسْتَغْفِرُوا۟ is'taghfirū mohon ampunlah kamu
رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian
ثُمَّ thumma kemudian
تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
يُرْسِلِ yur'sili Dia mengirim
ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit/hujan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّدْرَارًۭا mid'rāran sangat deras
وَيَزِدْكُمْ wayazid'kum dan Dia menambah kamu
قُوَّةً quwwatan kekuatan
إِلَىٰ ilā kepada
قُوَّتِكُمْ quwwatikum kekuatanmu
وَلَا walā dan jangan
تَتَوَلَّوْا۟ tatawallaw kamu berpaling
مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berbuat dosa

Ayat 53 - Surah Hud: 15 kata

قَالُوا۟ يَـٰهُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍۢ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِىٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Kaum 'Ad berkata: "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰهُودُ yāhūdu Hai Huud
مَا mā tidak
جِئْتَنَا ji'tanā kamu datang pada kami
بِبَيِّنَةٍۢ bibayyinatin dengan bukti yang nyata
وَمَا wamā dan tidak
نَحْنُ naḥnu kami
بِتَارِكِىٓ bitārikī dengan meninggalkan
ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan sesembahan kami
عَن ʿan dari/karena
قَوْلِكَ qawlika perkataanmu
وَمَا wamā dan tidak
نَحْنُ naḥnu kami
لَكَ laka bagimu
بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna dengan orang-orang yang beriman

Ayat 54 - Surah Hud: 16 kata

إِن نَّقُولُ إِلَّا ٱعْتَرَىٰكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٍۢ ۗ قَالَ إِنِّىٓ أُشْهِدُ ٱللَّهَ وَٱشْهَدُوٓا۟ أَنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Huud menjawab: "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,

إِن in jika/tidak
نَّقُولُ naqūlu kami mengatakan
إِلَّا illā melainkan
ٱعْتَرَىٰكَ iʿ'tarāka telah menimpakan kepadamu
بَعْضُ baʿḍu sebagian
ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan/sesembahan kami
بِسُوٓءٍۢ ۗ bisūin dengan keburukan/bahaya
قَالَ qāla (Hud) berkata
إِنِّىٓ innī sesungguhnya
أُشْهِدُ ush'hidu aku bersaksi
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱشْهَدُوٓا۟ wa-ish'hadū dan saksikanlah olehmu
أَنِّى annī bahwasanya aku
بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri
مِّمَّا mimmā dari apa
تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan

Ayat 55 - Surah Hud: 7 kata

مِن دُونِهِۦ ۖ فَكِيدُونِى جَمِيعًۭا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ

dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.

مِن min dari
دُونِهِۦ ۖ dūnihi selain Dia
فَكِيدُونِى fakīdūnī maka tipu dayakanlah aku
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā janganlah
تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat

Ayat 56 - Surah Hud: 18 kata

إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّى وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus".

إِنِّى innī sesungguhnya aku
تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَرَبِّكُم ۚ warabbikum dan Tuhanmu
مَّا mā tidak ada
مِن min dari
دَآبَّةٍ dābbatin binatang melata
إِلَّا illā melainkan
هُوَ huwa Dia
ءَاخِذٌۢ ākhidhun memegang
بِنَاصِيَتِهَآ ۚ bināṣiyatihā dengan ubun-ubunnya
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
عَلَىٰ ʿalā diatas
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Ayat 57 - Surah Hud: 21 kata

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقَدْ أَبْلَغْتُكُم مَّآ أُرْسِلْتُ بِهِۦٓ إِلَيْكُمْ ۚ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّى قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌۭ

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.

فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
أَبْلَغْتُكُم ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu
مَّآ mā apa
أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku diutus
بِهِۦٓ bihi dengannya
إِلَيْكُمْ ۚ ilaykum kepadamu
وَيَسْتَخْلِفُ wayastakhlifu dan akan mengganti
رَبِّى rabbī Tuhanku
قَوْمًا qawman kaum
غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu
وَلَا walā dan tidak dapat
تَضُرُّونَهُۥ taḍurrūnahu kamu membuat mudharat kepada-Nya
شَيْـًٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
حَفِيظٌۭ ḥafīẓun Maha Pemelihara

Ayat 58 - Surah Hud: 14 kata

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًۭا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍۢ مِّنَّا وَنَجَّيْنَـٰهُم مِّنْ عَذَابٍ غَلِيظٍۢ

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.

وَلَمَّا walammā dan setelah
جَآءَ jāa datang
أَمْرُنَا amrunā keputusan Kami
نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan
هُودًۭا hūdan Hud
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat
مِّنَّا minnā dari Kami
وَنَجَّيْنَـٰهُم wanajjaynāhum dan Kami selamatkan mereka
مِّنْ min dari
عَذَابٍ ʿadhābin azab
غَلِيظٍۢ ghalīẓin berat/keras

Ayat 59 - Surah Hud: 12 kata

وَتِلْكَ عَادٌۭ ۖ جَحَدُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا۟ رُسُلَهُۥ وَٱتَّبَعُوٓا۟ أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍۢ

Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).

وَتِلْكَ watil'ka dan itulah
عَادٌۭ ۖ ʿādun kaum Ad
جَحَدُوا۟ jaḥadū mereka mengingkari
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَعَصَوْا۟ waʿaṣaw dan mereka mendurhakai
رُسُلَهُۥ rusulahu Rasul-RasulNya
وَٱتَّبَعُوٓا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti
أَمْرَ amra perintah
كُلِّ kulli semua
جَبَّارٍ jabbārin penguasa
عَنِيدٍۢ ʿanīdin durhaka

Ayat 60 - Surah Hud: 17 kata

وَأُتْبِعُوا۟ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا لَعْنَةًۭ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ عَادًۭا كَفَرُوا۟ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًۭا لِّعَادٍۢ قَوْمِ هُودٍۢ

Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum Huud itu.

وَأُتْبِعُوا۟ wa-ut'biʿū dan mereka diikuti
فِى fī didalam
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
لَعْنَةًۭ laʿnatan kutukan
وَيَوْمَ wayawma dan hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّ inna sesungguhnya
عَادًۭا ʿādan kaum 'Ad
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
رَبَّهُمْ ۗ rabbahum Tuhan mereka
أَلَا alā ingatlah
بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/kebinasaan
لِّعَادٍۢ liʿādin bagi kaum 'Ad
قَوْمِ qawmi kaum
هُودٍۢ hūdin Hud

Ayat 61 - Surah Hud: 27 kata

۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًۭا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌۭ مُّجِيبٌۭ

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".

۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
ثَمُودَ thamūda Tsamud
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
صَـٰلِحًۭا ۚ ṣāliḥan Saleh
قَالَ qāla dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia
هُوَ huwa Dia
أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menciptakan kamu
مِّنَ mina dari
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَٱسْتَعْمَرَكُمْ wa-is'taʿmarakum dan Dia memakmurkan kamu
فِيهَا fīhā di dalamnya
فَٱسْتَغْفِرُوهُ fa-is'taghfirūhu maka mohonlah ampun kepada-Nya
ثُمَّ thumma kemudian
تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu
إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
قَرِيبٌۭ qarībun amat dekat
مُّجِيبٌۭ mujībun memperkenankan

Ayat 62 - Surah Hud: 21 kata

قَالُوا۟ يَـٰصَـٰلِحُ قَدْ كُنتَ فِينَا مَرْجُوًّۭا قَبْلَ هَـٰذَآ ۖ أَتَنْهَىٰنَآ أَن نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِى شَكٍّۢ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ مُرِيبٍۢ

Kaum Tsamud berkata: "Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰصَـٰلِحُ yāṣāliḥu Wahai Sholeh
قَدْ qad sesungguhnya
كُنتَ kunta adalah kamu
فِينَا fīnā pada/diantara kami
مَرْجُوًّۭا marjuwwan menjadi harapan
قَبْلَ qabla sebelum
هَـٰذَآ ۖ hādhā ini
أَتَنْهَىٰنَآ atanhānā apakah kamu melarang kami
أَن an bahwa
نَّعْبُدَ naʿbuda kami menyembah
مَا mā apa
يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah
ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami
وَإِنَّنَا wa-innanā dan sesungguhnya kami
لَفِى lafī benar-benar dalam
شَكٍّۢ shakkin keraguan
مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa
تَدْعُونَآ tadʿūnā kamu serukan kepada kami
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
مُرِيبٍۢ murībin keraguan/menggelisahkan

Ayat 63 - Surah Hud: 22 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّى وَءَاتَىٰنِى مِنْهُ رَحْمَةًۭ فَمَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُۥ ۖ فَمَا تَزِيدُونَنِى غَيْرَ تَخْسِيرٍۢ

Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian.

قَالَ qāla (Saleh) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pikiranmu
إِن in jika
كُنتُ kuntu aku adalah
عَلَىٰ ʿalā atas
بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata
مِّن min dari
رَّبِّى rabbī Tuhanku
وَءَاتَىٰنِى waātānī dan Dia memberi aku
مِنْهُ min'hu daripadaNya
رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat
فَمَن faman maka siapa
يَنصُرُنِى yanṣurunī menolongku
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِنْ in jika
عَصَيْتُهُۥ ۖ ʿaṣaytuhu aku mendurhakaiNya
فَمَا famā maka tidak
تَزِيدُونَنِى tazīdūnanī kamu menambah kepadaku
غَيْرَ ghayra selain
تَخْسِيرٍۢ takhsīrin kerugian

Ayat 64 - Surah Hud: 17 kata

وَيَـٰقَوْمِ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةًۭ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍۢ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌۭ قَرِيبٌۭ

Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum
هَـٰذِهِۦ hādhihi inilah
نَاقَةُ nāqatu unta betina
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَةًۭ āyatan ayat/tanda
فَذَرُوهَا fadharūhā maka biarkanlah ia
تَأْكُلْ takul ia makan
فِىٓ fī di
أَرْضِ arḍi bumi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan jangan
تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu mengganggunya
بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan kejahatan/gangguan
فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
قَرِيبٌۭ qarībun dekat

Ayat 65 - Surah Hud: 11 kata

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا۟ فِى دَارِكُمْ ثَلَـٰثَةَ أَيَّامٍۢ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍۢ

Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan".

فَعَقَرُوهَا faʿaqarūhā maka mereka menusuknya
فَقَالَ faqāla lalu (Saleh) berkata
تَمَتَّعُوا۟ tamattaʿū bersuka rialah kamu
فِى fī didalam
دَارِكُمْ dārikum rumahmu
ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga
أَيَّامٍۢ ۖ ayyāmin hari
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
وَعْدٌ waʿdun janji
غَيْرُ ghayru tidak
مَكْذُوبٍۢ makdhūbin didustakan

Ayat 66 - Surah Hud: 18 kata

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَـٰلِحًۭا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍۢ مِّنَّا وَمِنْ خِزْىِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-Lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَ jāa datang
أَمْرُنَا amrunā putusan Kami
نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan Saleh
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat
مِّنَّا minnā dari Kami
وَمِنْ wamin dan dari
خِزْىِ khiz'yi kehinaan
يَوْمِئِذٍ ۗ yawmi-idhin pada hari itu
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
هُوَ huwa Dia
ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu Maha Kuat
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa

Ayat 67 - Surah Hud: 8 kata

وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَـٰرِهِمْ جَـٰثِمِينَ

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,

وَأَخَذَ wa-akhadha dan mengambil/menimpa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu teriakan/suara keras
فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka/lalu jadilah mereka
فِى fī didalam
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah mereka
جَـٰثِمِينَ jāthimīna mati bergelimpangan

Ayat 68 - Surah Hud: 12 kata

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَا۟ كَفَرُوا۟ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًۭا لِّثَمُودَ

seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.

كَأَن ka-an seolah-olah
لَّمْ lam tidak/belum
يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka berdiam
فِيهَآ ۗ fīhā didalamnya
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ثَمُودَا۟ thamūdā Tsamud
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
رَبَّهُمْ ۗ rabbahum Tuhan mereka
أَلَا alā ingatlah
بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/kebinasaan
لِّثَمُودَ lithamūda bagi Tsamud

Ayat 69 - Surah Hud: 15 kata

وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُوا۟ سَلَـٰمًۭا ۖ قَالَ سَلَـٰمٌۭ ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍۢ

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat". Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جَآءَتْ jāat telah datang
رُسُلُنَآ rusulunā utusan-utusan Kami
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
بِٱلْبُشْرَىٰ bil-bush'rā dengan membawa kabar gembira
قَالُوا۟ qālū mereka mengucapkan
سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat
قَالَ qāla (Ibrahim) menjawab
سَلَـٰمٌۭ ۖ salāmun selamat
فَمَا famā maka tidak
لَبِثَ labitha lama kemudian
أَن an bahwa
جَآءَ jāa datang/menyuguhkan
بِعِجْلٍ biʿij'lin dengan daging anak sapi
حَنِيذٍۢ ḥanīdhin dipanggang

Ayat 70 - Surah Hud: 18 kata

فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةًۭ ۚ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍۢ

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَءَآ raā (Ibrahim) melihat
أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka
لَا lā tidak
تَصِلُ taṣilu sampai
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
نَكِرَهُمْ nakirahum (Ibrahim) memandang aneh kepada mereka
وَأَوْجَسَ wa-awjasa dan mereka curiga
مِنْهُمْ min'hum dari/kepada mereka
خِيفَةًۭ ۚ khīfatan ketakutan
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَا lā jangan
تَخَفْ takhaf kamu takut
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
أُرْسِلْنَآ ur'sil'nā kami diutus
إِلَىٰ ilā kepada
قَوْمِ qawmi kaum
لُوطٍۢ lūṭin Luth

Ayat 71 - Surah Hud: 9 kata

وَٱمْرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٌۭ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَـٰهَا بِإِسْحَـٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسْحَـٰقَ يَعْقُوبَ

Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.

وَٱمْرَأَتُهُۥ wa-im'ra-atuhu dan isterinya
قَآئِمَةٌۭ qāimatun berdiri
فَضَحِكَتْ faḍaḥikat lalu ia tertawa/tersenyum
فَبَشَّرْنَـٰهَا fabasharnāhā maka Kami sampaikan kabar gembira kepadanya
بِإِسْحَـٰقَ bi-is'ḥāqa dengan Ishaq
وَمِن wamin dan dari
وَرَآءِ warāi belakang/sesudah
إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishaq
يَعْقُوبَ yaʿqūba Ya'qub

Ayat 72 - Surah Hud: 12 kata

قَالَتْ يَـٰوَيْلَتَىٰٓ ءَأَلِدُ وَأَنَا۠ عَجُوزٌۭ وَهَـٰذَا بَعْلِى شَيْخًا ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عَجِيبٌۭ

Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh".

قَالَتْ qālat (isterinya) berkata
يَـٰوَيْلَتَىٰٓ yāwaylatā aduh celakalah aku
ءَأَلِدُ a-alidu apakah aku akan melahirkan
وَأَنَا۠ wa-anā dan/padahal aku
عَجُوزٌۭ ʿajūzun sudah tua
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini
بَعْلِى baʿlī suamiku
شَيْخًا ۖ shaykhan sudah tua
إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
لَشَىْءٌ lashayon sungguh suatu
عَجِيبٌۭ ʿajībun sangat ajaib/aneh

Ayat 73 - Surah Hud: 14 kata

قَالُوٓا۟ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۖ رَحْمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَـٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ ۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٌۭ مَّجِيدٌۭ

Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَتَعْجَبِينَ ataʿjabīna apakah kamu merasa heran
مِنْ min dari/tentang
أَمْرِ amri ketetapan
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
رَحْمَتُ raḥmatu rahmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَبَرَكَـٰتُهُۥ wabarakātuhu dan keberkatan-Nya
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
أَهْلَ ahla ahlul/ahli
ٱلْبَيْتِ ۚ l-bayti bait/rumah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji
مَّجِيدٌۭ majīdun Maha Mulia

Ayat 74 - Surah Hud: 11 kata

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَٰهِيمَ ٱلرَّوْعُ وَجَآءَتْهُ ٱلْبُشْرَىٰ يُجَـٰدِلُنَا فِى قَوْمِ لُوطٍ

Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.

فَلَمَّا falammā maka setelah
ذَهَبَ dhahaba lenyap
عَنْ ʿan dari
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
ٱلرَّوْعُ l-rawʿu rasa takut
وَجَآءَتْهُ wajāathu dan datang kepadanya
ٱلْبُشْرَىٰ l-bush'rā berita gembira
يُجَـٰدِلُنَا yujādilunā dia mendebat dengan Kami
فِى fī dalam/tentang
قَوْمِ qawmi kaum
لُوطٍ lūṭin Luth

Ayat 75 - Surah Hud: 5 kata

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّٰهٌۭ مُّنِيبٌۭ

Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.

إِنَّ inna sesungguhnya
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
لَحَلِيمٌ laḥalīmun penyantun
أَوَّٰهٌۭ awwāhun penghiba
مُّنِيبٌۭ munībun orang yang suka kembali

Ayat 76 - Surah Hud: 14 kata

يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَـٰذَآ ۖ إِنَّهُۥ قَدْ جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَإِنَّهُمْ ءَاتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍۢ

Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ yāib'rāhīmu Hai Ibrahim
أَعْرِضْ aʿriḍ tinggalkanlah
عَنْ ʿan dari
هَـٰذَآ ۖ hādhā ini
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
قَدْ qad sungguh
جَآءَ jāa telah datang
أَمْرُ amru ketetapan
رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka
ءَاتِيهِمْ ātīhim datang kepada mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
غَيْرُ ghayru tidak
مَرْدُودٍۢ mardūdin ditolak

Ayat 77 - Surah Hud: 13 kata

وَلَمَّا جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوطًۭا سِىٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًۭا وَقَالَ هَـٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌۭ

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
جَآءَتْ jāat datang
رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami
لُوطًۭا lūṭan Luth
سِىٓءَ sīa dia merasa susah
بِهِمْ bihim dengan mereka
وَضَاقَ waḍāqa dan dia merasa sempit
بِهِمْ bihim dengan mereka
ذَرْعًۭا dharʿan dada
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
هَـٰذَا hādhā ini
يَوْمٌ yawmun hari
عَصِيبٌۭ ʿaṣībun amat sulit

Ayat 78 - Surah Hud: 26 kata

وَجَآءَهُۥ قَوْمُهُۥ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ هَـٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِى هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِى ضَيْفِىٓ ۖ أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌۭ رَّشِيدٌۭ

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"

وَجَآءَهُۥ wajāahu dan datang kepadanya
قَوْمُهُۥ qawmuhu kaumnya
يُهْرَعُونَ yuh'raʿūna mereka bergegas-gegas
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
وَمِن wamin dan dari
قَبْلُ qablu sebelum/dahulu
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka melakukan
ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti perbuatan-perbuatan keji
قَالَ qāla (Luth) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi inilah
بَنَاتِى banātī puteri-puteriku
هُنَّ hunna mereka
أَطْهَرُ aṭharu lebih suci
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَلَا walā dan jangan
تُخْزُونِ tukh'zūni kamu mencemarkanku
فِى fī pada/terhadap
ضَيْفِىٓ ۖ ḍayfī tamuku
أَلَيْسَ alaysa apakah tidak
مِنكُمْ minkum diantara kamu
رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki
رَّشِيدٌۭ rashīdun cerdik/berakal

Ayat 79 - Surah Hud: 13 kata

قَالُوا۟ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّۢ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَقَدْ laqad sesungguhnya
عَلِمْتَ ʿalim'ta kamu telah mengetahui
مَا mā tidak ada
لَنَا lanā bagi kami
فِى fī pada/terhadap
بَنَاتِكَ banātika puteri-puterimu
مِنْ min dari
حَقٍّۢ ḥaqqin berhak
وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu
لَتَعْلَمُ lataʿlamu tentu kamu mengetahui
مَا mā apa
نُرِيدُ nurīdu kami kehendaki

Ayat 80 - Surah Hud: 11 kata

قَالَ لَوْ أَنَّ لِى بِكُمْ قُوَّةً أَوْ ءَاوِىٓ إِلَىٰ رُكْنٍۢ شَدِيدٍۢ

Luth berkata: "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)".

قَالَ qāla (Luth) berkata
لَوْ law seandainya
أَنَّ anna bahwasanya
لِى lī bagiku
بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian
قُوَّةً quwwatan kekuatan
أَوْ aw atau
ءَاوِىٓ āwī aku berlindung
إِلَىٰ ilā kepada
رُكْنٍۢ ruk'nin tiang/keluarga
شَدِيدٍۢ shadīdin yang kuat

Ayat 81 - Surah Hud: 29 kata

قَالُوا۟ يَـٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍۢ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍۢ

Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰلُوطُ yālūṭu Hai Luth
إِنَّا innā sesungguhnya kami
رُسُلُ rusulu utusan
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
لَن lan tidak
يَصِلُوٓا۟ yaṣilū mereka sampai
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
فَأَسْرِ fa-asri maka berjalanlah
بِأَهْلِكَ bi-ahlika dengan keluargamu
بِقِطْعٍۢ biqiṭ'ʿin sepotong/di akhir
مِّنَ mina dari
ٱلَّيْلِ al-layli malam
وَلَا walā dan jangan
يَلْتَفِتْ yaltafit berpaling
مِنكُمْ minkum diantara kamu
أَحَدٌ aḥadun seorang
إِلَّا illā melainkan
ٱمْرَأَتَكَ ۖ im'ra-ataka isterimu
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
مُصِيبُهَا muṣībuhā menimpanya
مَآ mā apa
أَصَابَهُمْ ۚ aṣābahum menimpa mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
مَوْعِدَهُمُ mawʿidahumu waktu yang dijanjikan pada mereka
ٱلصُّبْحُ ۚ l-ṣub'ḥu waktu subuh
أَلَيْسَ alaysa bukankah
ٱلصُّبْحُ l-ṣub'ḥu waktu subuh
بِقَرِيبٍۢ biqarībin sudah dekat

Ayat 82 - Surah Hud: 12 kata

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَـٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةًۭ مِّن سِجِّيلٍۢ مَّنضُودٍۢ

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَ jāa datang
أَمْرُنَا amrunā keputusan Kami
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
عَـٰلِيَهَا ʿāliyahā diatasnya
سَافِلَهَا sāfilahā ke bawahnya
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
حِجَارَةًۭ ḥijāratan batu
مِّن min dari
سِجِّيلٍۢ sijjīlin tanah yang terbakar
مَّنضُودٍۢ manḍūdin bertubi-tubi

Ayat 83 - Surah Hud: 8 kata

مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ ۖ وَمَا هِىَ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِبَعِيدٍۢ

Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

مُّسَوَّمَةً musawwamatan diberi tanda
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
وَمَا wamā dan tidak
هِىَ hiya ia
مِنَ mina dari
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
بِبَعِيدٍۢ bibaʿīdin dengan jauh

Ayat 84 - Surah Hud: 26 kata

۞ وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًۭا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ وَلَا تَنقُصُوا۟ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ ۚ إِنِّىٓ أَرَىٰكُم بِخَيْرٍۢ وَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍۢ مُّحِيطٍۢ

Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)".

۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
مَدْيَنَ madyana Madyan
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
شُعَيْبًۭا ۚ shuʿayban Syu'aib
قَالَ qāla ia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia
وَلَا walā dan jangan
تَنقُصُوا۟ tanquṣū kamu mengurangi
ٱلْمِكْيَالَ l-mik'yāla takaran
وَٱلْمِيزَانَ ۚ wal-mīzāna dan timbangan
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَرَىٰكُم arākum aku melihat kamu
بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan baik
وَإِنِّىٓ wa-innī dan sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
عَذَابَ ʿadhāba azab
يَوْمٍۢ yawmin hari
مُّحِيطٍۢ muḥīṭin meliputi

Ayat 85 - Surah Hud: 14 kata

وَيَـٰقَوْمِ أَوْفُوا۟ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum
أَوْفُوا۟ awfū penuhilah/cukupkanlah
ٱلْمِكْيَالَ l-mik'yāla takaran
وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan
بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil
وَلَا walā dan jangan
تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu kurangi
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum sesuatu/hak-hak mereka
وَلَا walā dan jangan
تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melakukan kejahatan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
مُفْسِدِينَ muf'sidīna membuat kerusakan

Ayat 86 - Surah Hud: 11 kata

بَقِيَّتُ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍۢ

Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu"

بَقِيَّتُ baqiyyatu sisa/tertinggal
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ ۚ mu'minīna orang-orang yang beriman
وَمَآ wamā dan bukanlah
أَنَا۠ anā aku
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
بِحَفِيظٍۢ biḥafīẓin dengan penjaga

Ayat 87 - Surah Hud: 20 kata

قَالُوا۟ يَـٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَـٰٓؤُا۟ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib
أَصَلَوٰتُكَ aṣalatuka apakah sholatmu
تَأْمُرُكَ tamuruka menyuruh kamu
أَن an agar
نَّتْرُكَ natruka kami meninggalkan
مَا mā apa
يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah
ءَابَآؤُنَآ ābāunā bapak-bapak kami
أَوْ aw atau
أَن an agar/bahwa
نَّفْعَلَ nafʿala berbuat
فِىٓ fī pada/tentang
أَمْوَٰلِنَا amwālinā harta kami
مَا mā apa
نَشَـٰٓؤُا۟ ۖ nashāu kami kehendaki
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
لَأَنتَ la-anta sungguh kamu
ٱلْحَلِيمُ l-ḥalīmu penyantun
ٱلرَّشِيدُ l-rashīdu cerdik/berakal

Ayat 88 - Surah Hud: 35 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًۭا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَـٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

قَالَ qāla (Syu'aib) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pikiranmu
إِن in jika
كُنتُ kuntu aku adalah
عَلَىٰ ʿalā atas
بَيِّنَةٍۢ bayyinatin bukti yang nyata
مِّن min dari
رَّبِّى rabbī Tuhanku
وَرَزَقَنِى warazaqanī dan Dia memberi rezki kepadaku
مِنْهُ min'hu daripadaNya
رِزْقًا riz'qan rezki
حَسَنًۭا ۚ ḥasanan baik
وَمَآ wamā dan tidak
أُرِيدُ urīdu aku berkehendak
أَنْ an untuk
أُخَالِفَكُمْ ukhālifakum aku menyalahi kamu
إِلَىٰ ilā kepada
مَآ mā apa
أَنْهَىٰكُمْ anhākum aku larang kamu
عَنْهُ ۚ ʿanhu daripadanya
إِنْ in tidaklah
أُرِيدُ urīdu aku bermaksud
إِلَّا illā melainkan/kecuali
ٱلْإِصْلَـٰحَ l-iṣ'lāḥa perbaikan
مَا mā apa
ٱسْتَطَعْتُ ۚ is'taṭaʿtu aku sanggup
وَمَا wamā dan tidak ada
تَوْفِيقِىٓ tawfīqī taufik bagiku
إِلَّا illā melainkan/kecuali
بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi dengan Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya
تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya
أُنِيبُ unību aku kembali

Ayat 89 - Surah Hud: 22 kata

وَيَـٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِىٓ أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَآ أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَـٰلِحٍۢ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍۢ مِّنكُم بِبَعِيدٍۢ

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum
لَا lā janganlah
يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum kesalahanmu/kejahatanmu
شِقَاقِىٓ shiqāqī perselisihanku
أَن an akan
يُصِيبَكُم yuṣībakum menimpamu
مِّثْلُ mith'lu seperti
مَآ mā apa
أَصَابَ aṣāba menimpa
قَوْمَ qawma kaum
نُوحٍ nūḥin Nuh
أَوْ aw atau
قَوْمَ qawma kaum
هُودٍ hūdin Hud
أَوْ aw atau
قَوْمَ qawma kaum
صَـٰلِحٍۢ ۚ ṣāliḥin Sholeh
وَمَا wamā dan tidaklah
قَوْمُ qawmu kaum
لُوطٍۢ lūṭin Luth
مِّنكُم minkum dari kamu
بِبَعِيدٍۢ bibaʿīdin dengan jauh

Ayat 90 - Surah Hud: 9 kata

وَٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى رَحِيمٌۭ وَدُودٌۭ

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

وَٱسْتَغْفِرُوا۟ wa-is'taghfirū dan mohonlah ampun
رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian
ثُمَّ thumma kemudian
تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu
إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
رَحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
وَدُودٌۭ wadūdun Maha Pengasih

Ayat 91 - Surah Hud: 18 kata

قَالُوا۟ يَـٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًۭا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفًۭا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَـٰكَ ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍۢ

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib
مَا mā tidak
نَفْقَهُ nafqahu kami mengerti
كَثِيرًۭا kathīran banyak
مِّمَّا mimmā dari/tentang apa
تَقُولُ taqūlu kamu katakan
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَنَرَىٰكَ lanarāka sungguh kami melihat engkau
فِينَا fīnā pada diantara kami
ضَعِيفًۭا ۖ ḍaʿīfan lemah
وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak
رَهْطُكَ rahṭuka golongan/keluargamu
لَرَجَمْنَـٰكَ ۖ larajamnāka tentu kami rajam kamu
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتَ anta kamu
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin berkuasa/terhormat

Ayat 92 - Surah Hud: 15 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَهْطِىٓ أَعَزُّ عَلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَٱتَّخَذْتُمُوهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّا ۖ إِنَّ رَبِّى بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌۭ

Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan".

قَالَ qāla (Syu'aib) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
أَرَهْطِىٓ arahṭī apakah keluargaku
أَعَزُّ aʿazzu lebih terhormat
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱتَّخَذْتُمُوهُ wa-ittakhadhtumūhu dan kamu mengambil/meletakkan Dia
وَرَآءَكُمْ warāakum di belakangmu
ظِهْرِيًّا ۖ ẓih'riyyan punggung
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi

Ayat 93 - Surah Hud: 19 kata

وَيَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَـٰمِلٌۭ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌۭ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَـٰذِبٌۭ ۖ وَٱرْتَقِبُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُمْ رَقِيبٌۭ

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".

وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi Dan (ia berkata) wahai kaum
ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū berbuatlah kamu
عَلَىٰ ʿalā atas/menurut
مَكَانَتِكُمْ makānatikum tempat/kemampuanmu
إِنِّى innī sesungguhnya aku
عَـٰمِلٌۭ ۖ ʿāmilun seorang yang berbuat
سَوْفَ sawfa kelak/bakal
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
مَن man siapa
يَأْتِيهِ yatīhi mendatanginya
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya
وَمَنْ waman dan siapa
هُوَ huwa dia
كَـٰذِبٌۭ ۖ kādhibun berdusta
وَٱرْتَقِبُوٓا۟ wa-ir'taqibū dan tunggulah
إِنِّى innī sesungguhnya aku
مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu
رَقِيبٌۭ raqībun menunggu

Ayat 94 - Surah Hud: 18 kata

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًۭا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍۢ مِّنَّا وَأَخَذَتِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَـٰرِهِمْ جَـٰثِمِينَ

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

وَلَمَّا walammā dan tatkala
جَآءَ jāa datang
أَمْرُنَا amrunā putusan Kami
نَجَّيْنَا najjaynā Kami selamatkan
شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat
مِّنَّا minnā dari Kami
وَأَخَذَتِ wa-akhadhati dan mengambil/dibinasakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
ٱلصَّيْحَةُ l-ṣayḥatu suara keras
فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka
فِى fī didalam
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah mereka
جَـٰثِمِينَ jāthimīna mati bergelimpangan

Ayat 95 - Surah Hud: 10 kata

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَا بُعْدًۭا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ

Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Mad-yan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa.

كَأَن ka-an seakan-akan
لَّمْ lam tidak/belum
يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka tinggal
فِيهَآ ۗ fīhā didalamnya
أَلَا alā ingatlah
بُعْدًۭا buʿ'dan jauh/binasa
لِّمَدْيَنَ limadyana bagi Madyana
كَمَا kamā sebagaimana
بَعِدَتْ baʿidat jauh/binasa
ثَمُودُ thamūdu Tsamud

Ayat 96 - Surah Hud: 6 kata

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus
مُوسَىٰ mūsā Musa
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan
مُّبِينٍ mubīnin nyata

Ayat 97 - Surah Hud: 10 kata

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱتَّبَعُوٓا۟ أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَآ أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍۢ

kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar.

إِلَىٰ ilā kepada
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya
فَٱتَّبَعُوٓا۟ fa-ittabaʿū maka mereka mengikuti
أَمْرَ amra perintah
فِرْعَوْنَ ۖ fir'ʿawna Fir'aun
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَمْرُ amru perintah
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
بِرَشِيدٍۢ birashīdin dengan petujuk/benar

Ayat 98 - Surah Hud: 9 kata

يَقْدُمُ قَوْمَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فَأَوْرَدَهُمُ ٱلنَّارَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْوِرْدُ ٱلْمَوْرُودُ

Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.

يَقْدُمُ yaqdumu ia mendahului
قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
فَأَوْرَدَهُمُ fa-awradahumu maka/lalu ia mendatangkan/memasukkan mereka
ٱلنَّارَ ۖ l-nāra neraka
وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk
ٱلْوِرْدُ l-wir'du kedatangan
ٱلْمَوْرُودُ l-mawrūdu tempat yang didatangi

Ayat 99 - Surah Hud: 9 kata

وَأُتْبِعُوا۟ فِى هَـٰذِهِۦ لَعْنَةًۭ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ بِئْسَ ٱلرِّفْدُ ٱلْمَرْفُودُ

Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. La'nat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.

وَأُتْبِعُوا۟ wa-ut'biʿū dan mereka mengikuti
فِى fī dalam
هَـٰذِهِۦ hādhihi (dunia) ini
لَعْنَةًۭ laʿnatan kutukan
وَيَوْمَ wayawma dan hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat
بِئْسَ bi'sa seburuk-buruk
ٱلرِّفْدُ l-rif'du pemberian
ٱلْمَرْفُودُ l-marfūdu yang diberikan

Ayat 100 - Surah Hud: 9 kata

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَآئِمٌۭ وَحَصِيدٌۭ

Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
مِنْ min dari
أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri
نَقُصُّهُۥ naquṣṣuhu Kami ceritakannya
عَلَيْكَ ۖ ʿalayka atasmu/kepadamu
مِنْهَا min'hā daripadanya
قَآئِمٌۭ qāimun berdiri/tegak
وَحَصِيدٌۭ waḥaṣīdun dan musnah

Ayat 101 - Surah Hud: 24 kata

وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍۢ

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.

وَمَا wamā dan tidak
ظَلَمْنَـٰهُمْ ẓalamnāhum Kami menganiaya mereka
وَلَـٰكِن walākin tetapi
ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya
أَنفُسَهُمْ ۖ anfusahum diri mereka sendiri
فَمَآ famā maka tidak
أَغْنَتْ aghnat bermanfaat
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
ءَالِهَتُهُمُ ālihatuhumu Tuhan-Tuhan mereka
ٱلَّتِى allatī yang
يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu/sedikitpun
لَّمَّا lammā tatkala
جَآءَ jāa datang
أَمْرُ amru keputusan
رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
وَمَا wamā dan tidak
زَادُوهُمْ zādūhum menambah mereka
غَيْرَ ghayra selain/kecuali
تَتْبِيبٍۢ tatbībin kebinasaan

Ayat 102 - Surah Hud: 12 kata

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَـٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌۭ شَدِيدٌ

Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
أَخْذُ akhdhu mengambil/azab
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
إِذَآ idhā apabila
أَخَذَ akhadha Dia mengambil/mengazab
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri
وَهِىَ wahiya dan ia (penduduknya)
ظَـٰلِمَةٌ ۚ ẓālimatun berbuat dzalim
إِنَّ inna sesungguhnya
أَخْذَهُۥٓ akhdhahu azab-Nya
أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih
شَدِيدٌ shadīdun keras

Ayat 103 - Surah Hud: 16 kata

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌۭ مَّجْمُوعٌۭ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌۭ مَّشْهُودٌۭ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).

إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī didalam/pada
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh terdapat tanda
لِّمَنْ liman bagi orang
خَافَ khāfa takut
عَذَابَ ʿadhāba azab
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
يَوْمٌۭ yawmun hari
مَّجْمُوعٌۭ majmūʿun dikumpulkan
لَّهُ lahu baginya
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itu
يَوْمٌۭ yawmun hari
مَّشْهُودٌۭ mashhūdun disaksikan

Ayat 104 - Surah Hud: 5 kata

وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍۢ مَّعْدُودٍۢ

Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.

وَمَا wamā dan tidak
نُؤَخِّرُهُۥٓ nu-akhiruhu Kami mengundurkannya
إِلَّا illā kecuali
لِأَجَلٍۢ li-ajalin sampai waktu
مَّعْدُودٍۢ maʿdūdin ditentukan/dihitung

Ayat 105 - Surah Hud: 10 kata

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّۭ وَسَعِيدٌۭ

Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

يَوْمَ yawma hari
يَأْتِ yati datang
لَا lā tidak
تَكَلَّمُ takallamu berbicara
نَفْسٌ nafsun seseorang
إِلَّا illā kecuali
بِإِذْنِهِۦ ۚ bi-idh'nihi dengan izinNya
فَمِنْهُمْ famin'hum maka diantara mereka
شَقِىٌّۭ shaqiyyun celaka
وَسَعِيدٌۭ wasaʿīdun dan berbahagia

Ayat 106 - Surah Hud: 9 kata

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌۭ وَشَهِيقٌ

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
شَقُوا۟ shaqū (mereka) celaka
فَفِى fafī maka didalam
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
زَفِيرٌۭ zafīrun menarik nafas
وَشَهِيقٌ washahīqun dan merintih

Ayat 107 - Surah Hud: 15 kata

خَـٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌۭ لِّمَا يُرِيدُ

mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā didalamnya
مَا mā apa
دَامَتِ dāmati selama
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak)
وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
شَآءَ shāa menghendaki
رَبُّكَ ۚ rabbuka Tuhanmu
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
فَعَّالٌۭ faʿʿālun Maha Pembuat
لِّمَا limā terhadap apa
يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki

Ayat 108 - Surah Hud: 18 kata

۞ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُوا۟ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَـٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍۢ

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.

۞ وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
سُعِدُوا۟ suʿidū (mereka) berbahagia
فَفِى fafī maka didalam
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā didalamnya
مَا mā apa
دَامَتِ dāmati selama
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak)
وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
شَآءَ shāa menghendaki
رَبُّكَ ۖ rabbuka Tuhanmu
عَطَآءً ʿaṭāan pemberian/karunia
غَيْرَ ghayra tidak
مَجْذُوذٍۢ majdhūdhin putus-putus

Ayat 109 - Surah Hud: 20 kata

فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍۢ مِّمَّا يَعْبُدُ هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُهُم مِّن قَبْلُ ۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنقُوصٍۢ

Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikitpun.

فَلَا falā maka jangan
تَكُ taku kamu berada
فِى fī dalam
مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan
مِّمَّا mimmā dari/tentang apa
يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah
هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ hāulāi mereka itu
مَا mā tidak
يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah
إِلَّا illā kecuali
كَمَا kamā sebagaimana
يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah
ءَابَآؤُهُم ābāuhum bapak-bapak mereka/nenek moyang mereka
مِّن min dari
قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya
لَمُوَفُّوهُمْ lamuwaffūhum pasti akan menyempurnakan mereka
نَصِيبَهُمْ naṣībahum bagian mereka
غَيْرَ ghayra tidak
مَنقُوصٍۢ manqūṣin dikurangi

Ayat 110 - Surah Hud: 18 kata

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌۭ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ مُرِيبٍۢ

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al Quran.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
ءَاتَيْنَا ātaynā Kami datangkan/berikan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
فَٱخْتُلِفَ fa-ukh'tulifa maka/lalu diperselisihkan
فِيهِ ۚ fīhi didalamnya
وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak
كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan
سَبَقَتْ sabaqat terdahulu
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
لَقُضِىَ laquḍiya niscaya diputuskan
بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka
لَفِى lafī sungguh dalam
شَكٍّۢ shakkin keraguan
مِّنْهُ min'hu daripadanya
مُرِيبٍۢ murībin kebimbangan

Ayat 111 - Surah Hud: 10 kata

وَإِنَّ كُلًّۭا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup, (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
كُلًّۭا kullan masing-masing
لَّمَّا lammā tentu
لَيُوَفِّيَنَّهُمْ layuwaffiyannahum pasti akan menyempurnakan mereka
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ aʿmālahum pekerjaan mereka
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui

Ayat 112 - Surah Hud: 12 kata

فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

فَٱسْتَقِمْ fa-is'taqim maka berlaku luruslah kamu
كَمَآ kamā sebagaimana
أُمِرْتَ umir'ta kamu diperintahkan
وَمَن waman dan orang
تَابَ tāba bertaubat
مَعَكَ maʿaka bersama kamu
وَلَا walā dan jangan
تَطْغَوْا۟ ۚ taṭghaw kamu melampaui batas
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 113 - Surah Hud: 17 kata

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

وَلَا walā dan jangan
تَرْكَنُوٓا۟ tarkanū kamu cenderung
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
فَتَمَسَّكُمُ fatamassakumu maka akan menyentuh kamu
ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka
وَمَا wamā dan tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِنْ min dari
أَوْلِيَآءَ awliyāa penolong
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu diberi pertolongan

Ayat 114 - Surah Hud: 14 kata

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَـٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

وَأَقِمِ wa-aqimi dan dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
طَرَفَىِ ṭarafayi pada kedua tepi
ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang
وَزُلَفًۭا wazulafan dan sebagian
مِّنَ mina dari
ٱلَّيْلِ ۚ al-layli malam
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْحَسَنَـٰتِ l-ḥasanāti perbuatan baik
يُذْهِبْنَ yudh'hib'na menghapuskan
ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti perbuatan buruk
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan
لِلذَّٰكِرِينَ lildhākirīna bagi orang-orang yang mau ingat

Ayat 115 - Surah Hud: 7 kata

وَٱصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah
فَإِنَّ fa-inna karena sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan
أَجْرَ ajra pahala
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 116 - Surah Hud: 26 kata

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍۢ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak
كَانَ kāna adalah
مِنَ mina dari
ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai
بَقِيَّةٍۢ baqiyyatin peninggalan/sia-sia
يَنْهَوْنَ yanhawna mereka melarang
عَنِ ʿani dari
ٱلْفَسَادِ l-fasādi kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/kecil
مِّمَّنْ mimman diantara orang-orang
أَنجَيْنَا anjaynā Kami telah selamatkan
مِنْهُمْ ۗ min'hum diantara mereka
وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan mengikuti/menurutkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
مَآ mā apa
أُتْرِفُوا۟ ut'rifū mereka bersenang-senang
فِيهِ fīhi padanya
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 117 - Surah Hud: 8 kata

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍۢ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna adalah
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
لِيُهْلِكَ liyuh'lika untuk membinasakan
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri
بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan aniaya
وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya
مُصْلِحُونَ muṣ'liḥūna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 118 - Surah Hud: 10 kata

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,

وَلَوْ walaw dan jikalau
شَآءَ shāa menghendaki
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
لَجَعَلَ lajaʿala tentu Dia menjadikan
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
أُمَّةًۭ ummatan ummat
وَٰحِدَةًۭ ۖ wāḥidatan yang satu
وَلَا walā dan tidak
يَزَالُونَ yazālūna senantiasa
مُخْتَلِفِينَ mukh'talifīna orang-orang yang berselisih

Ayat 119 - Surah Hud: 15 kata

إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
رَّحِمَ raḥima diberi rahmat
رَبُّكَ ۚ rabbuka Tuhanmu
وَلِذَٰلِكَ walidhālika dan untuk itulah
خَلَقَهُمْ ۗ khalaqahum Dia menciptakan mereka
وَتَمَّتْ watammat dan sempurna/ditetapkan
كَلِمَةُ kalimatu kalimat/keputusan
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh Aku akan penuhi
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam
مِنَ mina dari/dengan
ٱلْجِنَّةِ l-jinati jin
وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Ayat 120 - Surah Hud: 17 kata

وَكُلًّۭا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِى هَـٰذِهِ ٱلْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌۭ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah
نَّقُصُّ naquṣṣu Kami ceritakan
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu
مِنْ min dari
أَنۢبَآءِ anbāi sebagian berita
ٱلرُّسُلِ l-rusuli para Rasul
مَا mā apa
نُثَبِّتُ nuthabbitu Kami teguhkan
بِهِۦ bihi dengannya
فُؤَادَكَ ۚ fuādaka hatimu
وَجَآءَكَ wajāaka dan telah datang kepadamu
فِى fī didalam
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran
وَمَوْعِظَةٌۭ wamawʿiẓatun dan pelajaran
وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan peringatan
لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Ayat 121 - Surah Hud: 9 kata

وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَـٰمِلُونَ

Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)".

وَقُل waqul dan katakanlah
لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah
عَلَىٰ ʿalā atas
مَكَانَتِكُمْ makānatikum tempatmu/menurut kemampuanmu
إِنَّا innā sesungguhnya kami
عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna orang-orang yang bekerja

Ayat 122 - Surah Hud: 3 kata

وَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kamipun menunggu (pula)".

وَٱنتَظِرُوٓا۟ wa-intaẓirū dan tunggulah
إِنَّا innā sesungguhnya kami
مُنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu

Ayat 123 - Surah Hud: 16 kata

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah
غَيْبُ ghaybu kegaiban
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya
يُرْجَعُ yur'jaʿu dikembalikan
ٱلْأَمْرُ l-amru perkara
كُلُّهُۥ kulluhu seluruhnya
فَٱعْبُدْهُ fa-uʿ'bud'hu maka sembahlah Dia
وَتَوَكَّلْ watawakkal dan tawakkallah
عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi kepadaNya
وَمَا wamā dan tidak
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai
عَمَّا ʿammā dari/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi