Surah Yusuf kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Yusuf kata demi kata

Yusuf (يوسف) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 111 ayat, 1.777 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 1.777 kata untuk dipelajari, Surah Yusuf menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 9 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Yusuf: 5 kata

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ

Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).

الٓر ۚ alif-lam-ra Alif Lam Ra
تِلْكَ til'ka itu
ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata

Ayat 2 - Surah Yusuf: 6 kata

إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّۭا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

إِنَّآ innā sesungguhnya Kami
أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami menurunkannya
قُرْءَٰنًا qur'ānan bacaan/Al Quran
عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab
لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 3 - Surah Yusuf: 16 kata

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

نَحْنُ naḥnu Kami
نَقُصُّ naquṣṣu Kami ceritakan
عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu
أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baik
ٱلْقَصَصِ l-qaṣaṣi cerita
بِمَآ bimā dengan apa
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Quran
وَإِن wa-in dan sesungguhnya
كُنتَ kunta kamu adalah
مِن min dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk
ٱلْغَـٰفِلِينَ l-ghāfilīna orang-orang yang lalai

Ayat 4 - Surah Yusuf: 15 kata

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَـٰجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".

إِذْ idh tatkala
قَالَ qāla berkata
يُوسُفُ yūsufu Yusuf
لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya
يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
رَأَيْتُ ra-aytu aku melihat
أَحَدَ aḥada satu(ahada-asyara_=_sebelas)
عَشَرَ ʿashara sepuluh (ahada asyara = sebelas)
كَوْكَبًۭا kawkaban bintang-bintang
وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari
وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan
رَأَيْتُهُمْ ra-aytuhum aku lihat mereka
لِى lī kepadaku
سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud

Ayat 5 - Surah Yusuf: 15 kata

قَالَ يَـٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لِلْإِنسَـٰنِ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

قَالَ qāla berkata
يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan
لَا lā jangan
تَقْصُصْ taqṣuṣ kamu ceritakan
رُءْيَاكَ ru'yāka mimpimu
عَلَىٰٓ ʿalā kepada
إِخْوَتِكَ ikh'watika saudara-saudaramu
فَيَكِيدُوا۟ fayakīdū maka mereka membuat tipu daya
لَكَ laka bagi kamu
كَيْدًا ۖ kaydan tipu daya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan
لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
مُّبِينٌۭ mubīnun nyata

Ayat 6 - Surah Yusuf: 25 kata

وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَـٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
يَجْتَبِيكَ yajtabīka memilih kamu
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
وَيُعَلِّمُكَ wayuʿallimuka dan Dia mengajarkan kamu
مِن min dari
تَأْوِيلِ tawīli ta'wil/tabir
ٱلْأَحَادِيثِ l-aḥādīthi kejadian/mimpi
وَيُتِمُّ wayutimmu dan Dia menyempurnakan
نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmatNya
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas
ءَالِ āli keluarga
يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub
كَمَآ kamā sebagaimana
أَتَمَّهَا atammahā Dia menyempurnakannya
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَبَوَيْكَ abawayka kedua orang tuamu
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْحَـٰقَ ۚ wa-is'ḥāqa dan Ishak
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 7 - Surah Yusuf: 7 kata

۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَـٰتٌۭ لِّلسَّآئِلِينَ

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

۞ لَّقَدْ laqad sesungguhnya
كَانَ kāna adalah
فِى fī didalam/pada
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
وَإِخْوَتِهِۦٓ wa-ikh'watihi dan saudara-saudaranya
ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat/tanda-tanda
لِّلسَّآئِلِينَ lilssāilīna bagi orang-orang yang bertanya

Ayat 8 - Surah Yusuf: 15 kata

إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ

(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.

إِذْ idh ketika
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَيُوسُفُ layūsufu sesungguhnya Yusuf
وَأَخُوهُ wa-akhūhu dan saudaranya
أَحَبُّ aḥabbu lebih dicintai
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَبِينَا abīnā bapak kita
مِنَّا minnā daripada kita
وَنَحْنُ wanaḥnu dan /padahal kita
عُصْبَةٌ ʿuṣ'batun golongan
إِنَّ inna sesungguhnya
أَبَانَا abānā bapak kita
لَفِى lafī sungguh dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍ mubīnin nyata

Ayat 9 - Surah Yusuf: 14 kata

ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًۭا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًۭا صَـٰلِحِينَ

Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik".

ٱقْتُلُوا۟ uq'tulū bunuhlah
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
أَوِ awi atau
ٱطْرَحُوهُ iṭ'raḥūhu buanglah dia
أَرْضًۭا arḍan bumi/suatu tempat
يَخْلُ yakhlu tertuju/tertumpah
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَجْهُ wajhu wajah/perhatian
أَبِيكُمْ abīkum bapakmu
وَتَكُونُوا۟ watakūnū dan kamu menjadi ada
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya
قَوْمًۭا qawman kaum
صَـٰلِحِينَ ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 10 - Surah Yusuf: 16 kata

قَالَ قَآئِلٌۭ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا۟ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَـٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ

Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat".

قَالَ qāla berkata
قَآئِلٌۭ qāilun orang yang bicara
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
لَا lā jangan
تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu bunuh
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
وَأَلْقُوهُ wa-alqūhu dan lemparkan/masukkan ia
فِى fī didalam
غَيَـٰبَتِ ghayābati dasar
ٱلْجُبِّ l-jubi sumur
يَلْتَقِطْهُ yaltaqiṭ'hu menemuinya/memungutnya
بَعْضُ baʿḍu sebagian
ٱلسَّيَّارَةِ l-sayārati orang-orang yang berjalan/musafir
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فَـٰعِلِينَ fāʿilīna yang berbuat

Ayat 11 - Surah Yusuf: 11 kata

قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَـٰصِحُونَ

Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami
مَا mā apa
لَكَ laka sebabnya kamu
لَا lā tidak
تَأْمَ۫نَّا tamannā kamu mempercayai kami
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَهُۥ lahu baginya/kepadanya
لَنَـٰصِحُونَ lanāṣiḥūna sungguh orang-orang yang menasehati

Ayat 12 - Surah Yusuf: 8 kata

أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًۭا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ

Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya".

أَرْسِلْهُ arsil'hu kirimlah/biarkanlah ia
مَعَنَا maʿanā bersama kami
غَدًۭا ghadan besok pagi
يَرْتَعْ yartaʿ dia bersuka ria
وَيَلْعَبْ wayalʿab dan dia bermain
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَهُۥ lahu baginya/kepadanya
لَحَـٰفِظُونَ laḥāfiẓūna sungguh orang-orang yang menjaga

Ayat 13 - Surah Yusuf: 13 kata

قَالَ إِنِّى لَيَحْزُنُنِىٓ أَن تَذْهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ ٱلذِّئْبُ وَأَنتُمْ عَنْهُ غَـٰفِلُونَ

Berkata Ya'qub: "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata
إِنِّى innī sesungguhnya aku
لَيَحْزُنُنِىٓ layaḥzununī amat menyedihkanku
أَن an bahwa
تَذْهَبُوا۟ tadhhabū kamu pergi/kepergianmu
بِهِۦ bihi dengannya (Yusuf)
وَأَخَافُ wa-akhāfu dan aku khawatir
أَن an bahwa
يَأْكُلَهُ yakulahu memakannya
ٱلذِّئْبُ l-dhi'bu serigala
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lengah

Ayat 14 - Surah Yusuf: 9 kata

قَالُوا۟ لَئِنْ أَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّآ إِذًۭا لَّخَـٰسِرُونَ

Mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَئِنْ la-in sesungguhnya jika
أَكَلَهُ akalahu memakan ia
ٱلذِّئْبُ l-dhi'bu serigala
وَنَحْنُ wanaḥnu dan/sedang kami
عُصْبَةٌ ʿuṣ'batun golongan
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
إِذًۭا idhan jika demikian
لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna sungguh orang-orang yang merugi

Ayat 15 - Surah Yusuf: 17 kata

فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓا۟ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَـٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَـٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
ذَهَبُوا۟ dhahabū mereka pergi
بِهِۦ bihi dengannya (Yusuf)
وَأَجْمَعُوٓا۟ wa-ajmaʿū dan mereka berkumpul/sepakat
أَن an bahwa
يَجْعَلُوهُ yajʿalūhu mereka menjadikannya/memasukkannya
فِى fī di dalam
غَيَـٰبَتِ ghayābati dasar
ٱلْجُبِّ ۚ l-jubi sumur
وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā Kami wahyukan
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
لَتُنَبِّئَنَّهُم latunabbi-annahum sungguh kamu akan menceritakan kepada mereka
بِأَمْرِهِمْ bi-amrihim dengan perkara/perbuatan mereka
هَـٰذَا hādhā ini
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 16 - Surah Yusuf: 4 kata

وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءًۭ يَبْكُونَ

Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.

وَجَآءُوٓ wajāū dan mereka datang
أَبَاهُمْ abāhum bapak mereka
عِشَآءًۭ ʿishāan di waktu sore
يَبْكُونَ yabkūna mereka menangis

Ayat 17 - Surah Yusuf: 18 kata

قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَـٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍۢ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَـٰدِقِينَ

Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَبَانَآ yāabānā wahai ayah kami
إِنَّا innā sesunguhnya kami
ذَهَبْنَا dhahabnā kami pergi
نَسْتَبِقُ nastabiqu kami berlomba-lomba
وَتَرَكْنَا wataraknā dan kami tinggalkan
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
عِندَ ʿinda disisi
مَتَـٰعِنَا matāʿinā barang-barang kami
فَأَكَلَهُ fa-akalahu maka/lalu memakannya
ٱلذِّئْبُ ۖ l-dhi'bu serigala
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتَ anta kamu
بِمُؤْمِنٍۢ bimu'minin dengan percaya
لَّنَا lanā kepada kami
وَلَوْ walaw walaupun
كُنَّا kunnā kami adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 18 - Surah Yusuf: 18 kata

وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍۢ كَذِبٍۢ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًۭا ۖ فَصَبْرٌۭ جَمِيلٌۭ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".

وَجَآءُو wajāū dan mereka datang
عَلَىٰ ʿalā atas/dengan
قَمِيصِهِۦ qamīṣihi kemejanya
بِدَمٍۢ bidamin dengan darah
كَذِبٍۢ ۚ kadhibin dusta/palsu
قَالَ qāla (Yaqub) berkata
بَلْ bal tidak/bahkan
سَوَّلَتْ sawwalat menunjukkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri
أَمْرًۭا ۖ amran perkara
فَصَبْرٌۭ faṣabrun maka kesabaran
جَمِيلٌۭ ۖ jamīlun bagus/baik
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
ٱلْمُسْتَعَانُ l-mus'taʿānu tempat mohon pertolongan
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
مَا mā apa
تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/ceritakan

Ayat 19 - Surah Yusuf: 16 kata

وَجَآءَتْ سَيَّارَةٌۭ فَأَرْسَلُوا۟ وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُۥ ۖ قَالَ يَـٰبُشْرَىٰ هَـٰذَا غُلَـٰمٌۭ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَـٰعَةًۭ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

وَجَآءَتْ wajāat dan datanglah
سَيَّارَةٌۭ sayyāratun sekelompok musafir
فَأَرْسَلُوا۟ fa-arsalū maka/lalu mereka menyuruh
وَارِدَهُمْ wāridahum seorang pengambil air
فَأَدْلَىٰ fa-adlā maka/lalu dia mengulurkan
دَلْوَهُۥ ۖ dalwahu timbanya
قَالَ qāla (pengambil air) berkata
يَـٰبُشْرَىٰ yābush'rā Oh, kabar gembira
هَـٰذَا hādhā ini
غُلَـٰمٌۭ ۚ ghulāmun seorang anak muda
وَأَسَرُّوهُ wa-asarrūhu dan mereka merahasiakan/menyembunyikan
بِضَـٰعَةًۭ ۚ biḍāʿatan barang dagangan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 20 - Surah Yusuf: 9 kata

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍۭ بَخْسٍۢ دَرَٰهِمَ مَعْدُودَةٍۢ وَكَانُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلزَّٰهِدِينَ

Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.

وَشَرَوْهُ washarawhu dan mereka menjual
بِثَمَنٍۭ bithamanin dengan harga
بَخْسٍۢ bakhsin murah
دَرَٰهِمَ darāhima beberapa dirham
مَعْدُودَةٍۢ maʿdūdatin berbilang/dihitung
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
فِيهِ fīhi padanya
مِنَ mina dari
ٱلزَّٰهِدِينَ l-zāhidīna orang-orang yang tidak senang/tertarik

Ayat 21 - Surah Yusuf: 32 kata

وَقَالَ ٱلَّذِى ٱشْتَرَىٰهُ مِن مِّصْرَ لِٱمْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak". Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِى alladhī orang yang
ٱشْتَرَىٰهُ ish'tarāhu membelinya
مِن min dari
مِّصْرَ miṣ'ra Mesir
لِٱمْرَأَتِهِۦٓ li-im'ra-atihi kepada istrinya
أَكْرِمِى akrimī muliakan dia
مَثْوَىٰهُ mathwāhu tempatnya
عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi
أَن an bahwa
يَنفَعَنَآ yanfaʿanā dia bermanfaat bagi kami
أَوْ aw atau
نَتَّخِذَهُۥ nattakhidhahu kita ambil/pungut dia
وَلَدًۭا ۚ waladan anak
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
مَكَّنَّا makkannā Kami memberi kedudukan
لِيُوسُفَ liyūsufa bagi Yusuf
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi (muka) bumi
وَلِنُعَلِّمَهُۥ walinuʿallimahu dan karena Kami hendak mengajarkan kepadanya
مِن min dari
تَأْوِيلِ tawīli tabir/pengertian
ٱلْأَحَادِيثِ ۚ l-aḥādīthi kejadian-kejadian/mimpi
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَالِبٌ ghālibun mengalahkan/berkuasa
عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap
أَمْرِهِۦ amrihi urusanNya
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 22 - Surah Yusuf: 9 kata

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَلَمَّا walammā dan setelah
بَلَغَ balagha dia sampai
أَشُدَّهُۥٓ ashuddahu dewasanya
ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami berikan kepadanya
حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah
وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 23 - Surah Yusuf: 23 kata

وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

وَرَٰوَدَتْهُ warāwadathu dan ia mendatangi/menggodanya
ٱلَّتِى allatī (wanita) yang
هُوَ huwa dia (Yusuf)
فِى fī didalam
بَيْتِهَا baytihā rumahnya
عَن ʿan dari
نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya
وَغَلَّقَتِ waghallaqati dan ia menutup
ٱلْأَبْوَٰبَ l-abwāba pintu-pintu
وَقَالَتْ waqālat dan ia berkata
هَيْتَ hayta kemarilah
لَكَ ۚ laka bagi kamu
قَالَ qāla (Yusuf) berkata
مَعَاذَ maʿādha berlindung
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
رَبِّىٓ rabbī tuanku
أَحْسَنَ aḥsana lebih baik
مَثْوَاىَ ۖ mathwāya tempatku
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
لَا lā tidak
يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Ayat 24 - Surah Yusuf: 19 kata

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَـٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
هَمَّتْ hammat ia bermaksud/suka
بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya
وَهَمَّ wahamma dan dia bermaksud/suka
بِهَا bihā dengannya/kepadanya
لَوْلَآ lawlā kalau tidak
أَن an bahwa
رَّءَا raā dia melihat
بُرْهَـٰنَ bur'hāna tanda-tanda
رَبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
لِنَصْرِفَ linaṣrifa karena kami hendak memalingkan
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
ٱلسُّوٓءَ l-sūa keburukan
وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ wal-faḥshāa dan perbuatan keji
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
مِنْ min dari/termasuk
عِبَادِنَا ʿibādinā hamba/hamba Kami
ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas

Ayat 25 - Surah Yusuf: 23 kata

وَٱسْتَبَقَا ٱلْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٍۢ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَآءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"

وَٱسْتَبَقَا wa-is'tabaqā dan keduanya berlomba
ٱلْبَابَ l-bāba pintu
وَقَدَّتْ waqaddat dan (wanita itu) menarik hingga koyak
قَمِيصَهُۥ qamīṣahu bajunya (Yusuf)
مِن min dari
دُبُرٍۢ duburin belakang
وَأَلْفَيَا wa-alfayā dan keduanya mendapati
سَيِّدَهَا sayyidahā tuannya
لَدَا ladā depan
ٱلْبَابِ ۚ l-bābi pintu
قَالَتْ qālat (wanita) berkata
مَا mā apa(kah)
جَزَآءُ jazāu balasan
مَنْ man orang
أَرَادَ arāda bermaksud
بِأَهْلِكَ bi-ahlika dengan ahli/isterinya
سُوٓءًا sūan jelek/serong
إِلَّآ illā selain
أَن an bahwa
يُسْجَنَ yus'jana dia dipenjara
أَوْ aw atau
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Ayat 26 - Surah Yusuf: 19 kata

قَالَ هِىَ رَٰوَدَتْنِى عَن نَّفْسِى ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌۭ مِّنْ أَهْلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٍۢ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

قَالَ qāla (Yusuf) berkata
هِىَ hiya dia
رَٰوَدَتْنِى rāwadatnī menggodaku
عَن ʿan dari
نَّفْسِى ۚ nafsī diriku
وَشَهِدَ washahida dan memberikan kesaksian
شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi
مِّنْ min dari
أَهْلِهَآ ahlihā keluarganya/wanita
إِن in jika
كَانَ kāna adalah
قَمِيصُهُۥ qamīṣuhu bajunya
قُدَّ qudda koyak
مِن min dari
قُبُلٍۢ qubulin depan
فَصَدَقَتْ faṣadaqat maka (wanita itu) benar
وَهُوَ wahuwa dan dia (Yusuf)
مِنَ mina dari
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang dusta

Ayat 27 - Surah Yusuf: 10 kata

وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍۢ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar".

وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada
قَمِيصُهُۥ qamīṣuhu bajunya
قُدَّ qudda koyak
مِن min dari
دُبُرٍۢ duburin belakang
فَكَذَبَتْ fakadhabat maka (wanita itu) dusta
وَهُوَ wahuwa dan dia (Yusuf)
مِنَ mina dari
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 28 - Surah Yusuf: 13 kata

فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍۢ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌۭ

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَءَا raā dia melihat
قَمِيصَهُۥ qamīṣahu bajunya
قُدَّ qudda koyak
مِن min dari
دُبُرٍۢ duburin belakang
قَالَ qāla dia berkata
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya itu
مِن min dari
كَيْدِكُنَّ ۖ kaydikunna tipu daya kamu
إِنَّ inna sesungguhnya
كَيْدَكُنَّ kaydakunna tipu daya kamu
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 29 - Surah Yusuf: 10 kata

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَـٰذَا ۚ وَٱسْتَغْفِرِى لِذَنۢبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلْخَاطِـِٔينَ

(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah".

يُوسُفُ yūsufu Yusuf
أَعْرِضْ aʿriḍ berpalinglah
عَنْ ʿan dari
هَـٰذَا ۚ hādhā ini
وَٱسْتَغْفِرِى wa-is'taghfirī dan mohon ampunlah
لِذَنۢبِكِ ۖ lidhanbiki bagi/atas dosa kamu
إِنَّكِ innaki sesungguhnya kamu
كُنتِ kunti adalah kamu (wanita)
مِنَ mina dari
ٱلْخَاطِـِٔينَ l-khāṭiīna orang-orang yang bersalah

Ayat 30 - Surah Yusuf: 18 kata

۞ وَقَالَ نِسْوَةٌۭ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

۞ وَقَالَ waqāla dan berkata
نِسْوَةٌۭ nis'watun wanita-wanita
فِى fī di
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota
ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri
ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Al Aziz
تُرَٰوِدُ turāwidu menggoda
فَتَىٰهَا fatāhā bujangnya
عَن ʿan dari
نَّفْسِهِۦ ۖ nafsihi dirinya
قَدْ qad sesungguhnya
شَغَفَهَا shaghafahā sangat mendalam
حُبًّا ۖ ḥubban cinta
إِنَّا innā sesungguhnya kami
لَنَرَىٰهَا lanarāhā sungguh kami memandangnya
فِى fī dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍۢ mubīnin nyata

Ayat 31 - Surah Yusuf: 32 kata

فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًۭٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍۢ مِّنْهُنَّ سِكِّينًۭا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا هَـٰذَا بَشَرًا إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا مَلَكٌۭ كَرِيمٌۭ

Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
سَمِعَتْ samiʿat (wanita itu) mendengar
بِمَكْرِهِنَّ bimakrihinna dengan cercaan mereka
أَرْسَلَتْ arsalat dia mengutus/mengundang
إِلَيْهِنَّ ilayhinna kepada mereka
وَأَعْتَدَتْ wa-aʿtadat dan dia menyediakan
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
مُتَّكَـًۭٔا muttaka-an tempat duduk
وَءَاتَتْ waātat dan dia memberikan
كُلَّ kulla masing-masing
وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin seorang
مِّنْهُنَّ min'hunna dari mereka
سِكِّينًۭا sikkīnan sebuah pisau
وَقَالَتِ waqālati dan dia berkata
ٱخْرُجْ ukh'ruj keluarlah
عَلَيْهِنَّ ۖ ʿalayhinna atas/kepada mereka
فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَأَيْنَهُۥٓ ra-aynahu mereka melihatnya
أَكْبَرْنَهُۥ akbarnahu mereka kagum padanya
وَقَطَّعْنَ waqaṭṭaʿna dan mereka memotong
أَيْدِيَهُنَّ aydiyahunna tangan-tangan mereka
وَقُلْنَ waqul'na dan mereka berkata
حَـٰشَ ḥāsha Maha Sempurna
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
مَا mā bukanlah
هَـٰذَا hādhā ini
بَشَرًا basharan manusia
إِنْ in tidak lain
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā melainkan/hanyalah
مَلَكٌۭ malakun Malaikat
كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia

Ayat 32 - Surah Yusuf: 19 kata

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِى لُمْتُنَّنِى فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ فَٱسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًۭا مِّنَ ٱلصَّـٰغِرِينَ

Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina".

قَالَتْ qālat (wanita itu) berkata
فَذَٰلِكُنَّ fadhālikunna maka itu dia
ٱلَّذِى alladhī orang yang
لُمْتُنَّنِى lum'tunnanī kamu mencela aku
فِيهِ ۖ fīhi kepadanya
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
رَٰوَدتُّهُۥ rāwadttuhu aku telah menggoda ia
عَن ʿan dari
نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya
فَٱسْتَعْصَمَ ۖ fa-is'taʿṣama maka/lalu dia menolak/berlindung
وَلَئِن wala-in dan jika
لَّمْ lam tidak
يَفْعَلْ yafʿal dia melakukannya
مَآ mā apa
ءَامُرُهُۥ āmuruhu aku perintahkan kepadanya
لَيُسْجَنَنَّ layus'jananna niscaya dia akan dipenjarakan
وَلَيَكُونًۭا walayakūnan dan niscaya dia menjadi
مِّنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰغِرِينَ l-ṣāghirīna orang-orang yang kecil/hina

Ayat 33 - Surah Yusuf: 17 kata

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata
رَبِّ rabbi Tuhanku
ٱلسِّجْنُ l-sij'nu penjara
أَحَبُّ aḥabbu lebih aku sukai
إِلَىَّ ilayya kepadaku
مِمَّا mimmā daripada apa
يَدْعُونَنِىٓ yadʿūnanī mereka mengajakku
إِلَيْهِ ۖ ilayhi kepadanya
وَإِلَّا wa-illā dan jika tidak
تَصْرِفْ taṣrif Engkau palingkan
عَنِّى ʿannī dariku
كَيْدَهُنَّ kaydahunna tipu daya mereka
أَصْبُ aṣbu aku cenderung
إِلَيْهِنَّ ilayhinna kepada mereka
وَأَكُن wa-akun dan aku menjadi
مِّنَ mina dari/termasuk
ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh

Ayat 34 - Surah Yusuf: 10 kata

فَٱسْتَجَابَ لَهُۥ رَبُّهُۥ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka memperkenankan doa
لَهُۥ lahu kepadanya (Yusuf)
رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya
فَصَرَفَ faṣarafa maka Dia palingkan
عَنْهُ ʿanhu daripadanya (Yusuf)
كَيْدَهُنَّ ۚ kaydahunna tipu daya mereka
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
هُوَ huwa Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 35 - Surah Yusuf: 11 kata

ثُمَّ بَدَا لَهُم مِّنۢ بَعْدِ مَا رَأَوُا۟ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَيَسْجُنُنَّهُۥ حَتَّىٰ حِينٍۢ

Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.

ثُمَّ thumma kemudian
بَدَا badā mulai/timbul
لَهُم lahum bagi mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
رَأَوُا۟ ra-awū mereka lihat
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda
لَيَسْجُنُنَّهُۥ layasjununnahu harus mereka memenjarakannya
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
حِينٍۢ ḥīnin beberapa waktu

Ayat 36 - Surah Yusuf: 27 kata

وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّىٓ أَرَىٰنِىٓ أَعْصِرُ خَمْرًۭا ۖ وَقَالَ ٱلْـَٔاخَرُ إِنِّىٓ أَرَىٰنِىٓ أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِى خُبْزًۭا تَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang diantara keduanya: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami ta'birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena'birkan mimpi).

وَدَخَلَ wadakhala dan masuk
مَعَهُ maʿahu bersama dia
ٱلسِّجْنَ l-sij'na penjara
فَتَيَانِ ۖ fatayāni dua orang pemuda
قَالَ qāla bekata
أَحَدُهُمَآ aḥaduhumā salah satu dari keduanya
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَرَىٰنِىٓ arānī aku melihat/bermimpi
أَعْصِرُ aʿṣiru aku memeras
خَمْرًۭا ۖ khamran anggur
وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْـَٔاخَرُ l-ākharu yang lain
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَرَىٰنِىٓ arānī aku melihat/bermimpi
أَحْمِلُ aḥmilu aku membawa
فَوْقَ fawqa diatas
رَأْسِى rasī kepalaku
خُبْزًۭا khub'zan roti
تَأْكُلُ takulu memakan
ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung
مِنْهُ ۖ min'hu dari/sebagiannya
نَبِّئْنَا nabbi'nā beritakan kepada kami
بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ bitawīlihi dengan tabirnya
إِنَّا innā sesungguhnya kami
نَرَىٰكَ narāka kami memandangmu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 37 - Surah Yusuf: 26 kata

قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌۭ تُرْزَقَانِهِۦٓ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِۦ قَبْلَ أَن يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِى رَبِّىٓ ۚ إِنِّى تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍۢ لَّا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ كَـٰفِرُونَ

Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.

قَالَ qāla (Yusuf) berkata
لَا lā tidak
يَأْتِيكُمَا yatīkumā sampai kepada kamu berdua
طَعَامٌۭ ṭaʿāmun makanan
تُرْزَقَانِهِۦٓ tur'zaqānihi direzkikannya/diberikannya
إِلَّا illā melainkan
نَبَّأْتُكُمَا nabbatukumā aku beritakan kepada kamu berdua
بِتَأْوِيلِهِۦ bitawīlihi dengan tabirnya
قَبْلَ qabla sebelum
أَن an bahwa
يَأْتِيَكُمَا ۚ yatiyakumā ia sampai kepadamu berdua
ذَٰلِكُمَا dhālikumā yang demikian itu
مِمَّا mimmā sebagian dari apa
عَلَّمَنِى ʿallamanī mengajarkan kepadaku
رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
تَرَكْتُ taraktu aku telah meninggalkan
مِلَّةَ millata agama
قَوْمٍۢ qawmin kaum/orang-orang
لَّا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَهُم wahum dan/sedang mereka
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akherat
هُمْ hum mereka
كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang kafir

Ayat 38 - Surah Yusuf: 26 kata

وَٱتَّبَعْتُ مِلَّةَ ءَابَآءِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَآ أَن نُّشْرِكَ بِٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ ۚ ذَٰلِكَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).

وَٱتَّبَعْتُ wa-ittabaʿtu dan aku mengikuti
مِلَّةَ millata agama
ءَابَآءِىٓ ābāī bapak-bapakku
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishak
وَيَعْقُوبَ ۚ wayaʿqūba dan Yaqub
مَا mā tidak
كَانَ kāna ada/patut
لَنَآ lanā bagi kami
أَن an bahwa
نُّشْرِكَ nush'rika kami mempersekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
مِن min dari
شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
مِن min dari
فَضْلِ faḍli karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur

Ayat 39 - Surah Yusuf: 9 kata

يَـٰصَـٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ ءَأَرْبَابٌۭ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?

يَـٰصَـٰحِبَىِ yāṣāḥibayi hai dua teman
ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara
ءَأَرْبَابٌۭ a-arbābun apakah Tuhan-Tuhan
مُّتَفَرِّقُونَ mutafarriqūna berpisah-pisah/bermacam-macam
خَيْرٌ khayrun lebih baik
أَمِ ami ataukah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa
ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Perkasa

Ayat 40 - Surah Yusuf: 32 kata

مَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسْمَآءًۭ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

مَا mā tidak
تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah
مِن min dari
دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia
إِلَّآ illā kecuali
أَسْمَآءًۭ asmāan nama-nama
سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā menamakannya/membuatnya
أَنتُمْ antum kamu
وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan bapak-bapak/nenek moyangmu
مَّآ mā tidak
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهَا bihā dengannya (nama-nama)
مِن min dari
سُلْطَـٰنٍ ۚ sul'ṭānin keterangan/kekuasaan
إِنِ ini sesungguhnya
ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan/hukum
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
لِلَّهِ ۚ lillahi bagi/milik Allah
أَمَرَ amara Dia memerintahkan
أَلَّا allā agar jangan
تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah
إِلَّآ illā kecuali/selain
إِيَّاهُ ۚ iyyāhu kepada Dia
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itulah
ٱلدِّينُ l-dīnu agama
ٱلْقَيِّمُ l-qayimu lurus
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 41 - Surah Yusuf: 19 kata

يَـٰصَـٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ أَمَّآ أَحَدُكُمَا فَيَسْقِى رَبَّهُۥ خَمْرًۭا ۖ وَأَمَّا ٱلْـَٔاخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِن رَّأْسِهِۦ ۚ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ ٱلَّذِى فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

Hai kedua penghuni penjara: "Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)".

يَـٰصَـٰحِبَىِ yāṣāḥibayi hai dua teman
ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara
أَمَّآ ammā adapun
أَحَدُكُمَا aḥadukumā salah seorang diantara kamu berdua
فَيَسْقِى fayasqī akan memberi minum
رَبَّهُۥ rabbahu tuannya
خَمْرًۭا ۖ khamran minuman keras
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلْـَٔاخَرُ l-ākharu yang lain
فَيُصْلَبُ fayuṣ'labu maka akan disalib
فَتَأْكُلُ fatakulu maka/lalu memakan
ٱلطَّيْرُ l-ṭayru burung
مِن min dari/sebagian
رَّأْسِهِۦ ۚ rasihi kepalanya
قُضِىَ quḍiya diputuskan
ٱلْأَمْرُ l-amru perkara
ٱلَّذِى alladhī yang
فِيهِ fīhi didalamnya/padanya
تَسْتَفْتِيَانِ tastaftiyāni kamu berdua menanyakan kepadaku

Ayat 42 - Surah Yusuf: 18 kata

وَقَالَ لِلَّذِى ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٍۢ مِّنْهُمَا ٱذْكُرْنِى عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ ذِكْرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِى ٱلسِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata
لِلَّذِى lilladhī kepada orang yang
ظَنَّ ẓanna dia menyangka
أَنَّهُۥ annahu sesungguhnya ia
نَاجٍۢ nājin selamat
مِّنْهُمَا min'humā diantara keduanya
ٱذْكُرْنِى udh'kur'nī terangkan keadaanku
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّكَ rabbika tuanmu
فَأَنسَىٰهُ fa-ansāhu maka menjadikan ia lupa
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
ذِكْرَ dhik'ra menerangkan
رَبِّهِۦ rabbihi tuannya
فَلَبِثَ falabitha maka (Yusuf) tetap
فِى fī dalam
ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara
بِضْعَ biḍ'ʿa sebagian/beberapa
سِنِينَ sinīna tahun

Ayat 43 - Surah Yusuf: 24 kata

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍۢ سِمَانٍۢ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌۭ وَسَبْعَ سُنۢبُلَـٰتٍ خُضْرٍۢ وَأُخَرَ يَابِسَـٰتٍۢ ۖ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَـٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْمَلِكُ l-maliku raja
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَرَىٰ arā melihat/mimpi
سَبْعَ sabʿa tujuh
بَقَرَٰتٍۢ baqarātin sapi betina
سِمَانٍۢ simānin gemuk
يَأْكُلُهُنَّ yakuluhunna memakan mereka
سَبْعٌ sabʿun tujuh
عِجَافٌۭ ʿijāfun kurus
وَسَبْعَ wasabʿa dan tujuh
سُنۢبُلَـٰتٍ sunbulātin tangkai
خُضْرٍۢ khuḍ'rin hijau
وَأُخَرَ wa-ukhara dan yang lain
يَابِسَـٰتٍۢ ۖ yābisātin kering
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلْمَلَأُ l-mala-u orang-orang terkemuka
أَفْتُونِى aftūnī terangkanlah kepadaku
فِى fī dalam
رُءْيَـٰىَ ru'yāya mimpiku
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
لِلرُّءْيَا lilrru'yā bagi mimpi
تَعْبُرُونَ taʿburūna kamu ta'birkan

Ayat 44 - Surah Yusuf: 8 kata

قَالُوٓا۟ أَضْغَـٰثُ أَحْلَـٰمٍۢ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ ٱلْأَحْلَـٰمِ بِعَـٰلِمِينَ

Mereka menjawab: "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta'birkan mimpi itu".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَضْغَـٰثُ aḍghāthu kacau balau
أَحْلَـٰمٍۢ ۖ aḥlāmin mimpi
وَمَا wamā dan tidak
نَحْنُ naḥnu kami
بِتَأْوِيلِ bitawīli dengan ta'bir
ٱلْأَحْلَـٰمِ l-aḥlāmi mimpi
بِعَـٰلِمِينَ biʿālimīna orang-orang yang mengetahui

Ayat 45 - Surah Yusuf: 11 kata

وَقَالَ ٱلَّذِى نَجَا مِنْهُمَا وَٱدَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأْوِيلِهِۦ فَأَرْسِلُونِ

Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena'birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِى alladhī orang yang
نَجَا najā selamat
مِنْهُمَا min'humā diantara keduanya
وَٱدَّكَرَ wa-iddakara dan teringat
بَعْدَ baʿda sesudah/beberapa waktu
أُمَّةٍ ummatin ummat
أَنَا۠ anā aku
أُنَبِّئُكُم unabbi-ukum aku akan beritahukan kepadamu
بِتَأْوِيلِهِۦ bitawīlihi dengan ta'birnya
فَأَرْسِلُونِ fa-arsilūni maka utuslah aku

Ayat 46 - Surah Yusuf: 22 kata

يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرَٰتٍۢ سِمَانٍۢ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌۭ وَسَبْعِ سُنۢبُلَـٰتٍ خُضْرٍۢ وَأُخَرَ يَابِسَـٰتٍۢ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ

(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya".

يُوسُفُ yūsufu Yusuf
أَيُّهَا ayyuhā hai
ٱلصِّدِّيقُ l-ṣidīqu orang yang paling benar
أَفْتِنَا aftinā terangkan kepada kami
فِى fī didalam/tentang
سَبْعِ sabʿi tujuh
بَقَرَٰتٍۢ baqarātin sapi betina
سِمَانٍۢ simānin gemuk
يَأْكُلُهُنَّ yakuluhunna memakan mereka
سَبْعٌ sabʿun tujuh
عِجَافٌۭ ʿijāfun kurus
وَسَبْعِ wasabʿi dan tujuh
سُنۢبُلَـٰتٍ sunbulātin tangkai
خُضْرٍۢ khuḍ'rin hijau
وَأُخَرَ wa-ukhara dan yang lain
يَابِسَـٰتٍۢ yābisātin kering
لَّعَلِّىٓ laʿallī agar aku
أَرْجِعُ arjiʿu aku kembali
إِلَى ilā kepada
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang-orang
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 47 - Surah Yusuf: 14 kata

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًۭا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّا تَأْكُلُونَ

Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

قَالَ qāla (Yusuf) berkata
تَزْرَعُونَ tazraʿūna kamu bertanam
سَبْعَ sabʿa tujuh
سِنِينَ sinīna tahun
دَأَبًۭا da-aban seperti biasa
فَمَا famā maka apa
حَصَدتُّمْ ḥaṣadttum kamu tuai
فَذَرُوهُ fadharūhu maka tinggalkan/biarkan ia
فِى fī di/pada
سُنۢبُلِهِۦٓ sunbulihi tangkainya
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
مِّمَّا mimmā daripada apa
تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan

Ayat 48 - Surah Yusuf: 15 kata

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌۭ شِدَادٌۭ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّا تُحْصِنُونَ

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

ثُمَّ thumma kemudian
يَأْتِى yatī datang
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
سَبْعٌۭ sabʿun tujuh
شِدَادٌۭ shidādun amat sulit
يَأْكُلْنَ yakul'na mereka memakan
مَا mā apa
قَدَّمْتُمْ qaddamtum kamu sediakan
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
مِّمَّا mimmā daripada apa
تُحْصِنُونَ tuḥ'ṣinūna kamu simpan

Ayat 49 - Surah Yusuf: 11 kata

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌۭ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur".

ثُمَّ thumma kemudian
يَأْتِى yatī datang
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
عَامٌۭ ʿāmun tahun
فِيهِ fīhi padanya
يُغَاثُ yughāthu diberi hujan
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
وَفِيهِ wafīhi dan padanya
يَعْصِرُونَ yaʿṣirūna mereka memeras anggur

Ayat 50 - Surah Yusuf: 22 kata

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسْـَٔلْهُ مَا بَالُ ٱلنِّسْوَةِ ٱلَّـٰتِى قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّى بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌۭ

Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْمَلِكُ l-maliku raja
ٱئْتُونِى i'tūnī bawalah kepadaku
بِهِۦ ۖ bihi dengannya
فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَهُ jāahu datang kepadanya
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu utusan
قَالَ qāla (Yusuf) berkata
ٱرْجِعْ ir'jiʿ kembalilah
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّكَ rabbika tuanmu
فَسْـَٔلْهُ fasalhu maka tanyakan padanya
مَا mā apa/bagaimana
بَالُ bālu halnya
ٱلنِّسْوَةِ l-nis'wati wanita-wanita
ٱلَّـٰتِى allātī yang
قَطَّعْنَ qaṭṭaʿna mereka memotong
أَيْدِيَهُنَّ ۚ aydiyahunna tangan-tangan mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
بِكَيْدِهِنَّ bikaydihinna dengan tipu daya mereka
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 51 - Surah Yusuf: 29 kata

قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ قُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِن سُوٓءٍۢ ۚ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْـَٔـٰنَ حَصْحَصَ ٱلْحَقُّ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata: "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya". Berkata isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar".

قَالَ qāla (raja) berkata
مَا mā apa
خَطْبُكُنَّ khaṭbukunna kamu bicarakan/terjadi
إِذْ idh ketika
رَٰوَدتُّنَّ rāwadttunna kamu menggoda
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
عَن ʿan dari
نَّفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya
قُلْنَ qul'na mereka berkata
حَـٰشَ ḥāsha Maha Sempurna
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
مَا mā tidak
عَلِمْنَا ʿalim'nā kami ketahui
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
مِن min dari
سُوٓءٍۢ ۚ sūin seburuk-buruk
قَالَتِ qālati berkata
ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri
ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Al Aziz
ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang
حَصْحَصَ ḥaṣḥaṣa jelaslah
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran
أَنَا۠ anā aku
رَٰوَدتُّهُۥ rāwadttuhu aku menggodanya
عَن ʿan dari
نَّفْسِهِۦ nafsihi dirinya
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia
لَمِنَ lamina sungguh termasuk
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 52 - Surah Yusuf: 12 kata

ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّى لَمْ أَخُنْهُ بِٱلْغَيْبِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى كَيْدَ ٱلْخَآئِنِينَ

(Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لِيَعْلَمَ liyaʿlama agar dia mengetahui
أَنِّى annī bahwasanya aku
لَمْ lam tidak
أَخُنْهُ akhun'hu mengkhianatinya
بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan gaib/diwaktu dia tidak ada
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
كَيْدَ kayda tipu daya
ٱلْخَآئِنِينَ l-khāinīna orang-orang yang berkhianat

Ayat 53 - Surah Yusuf: 15 kata

۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

۞ وَمَآ wamā dan tidak
أُبَرِّئُ ubarri-u aku membebaskan
نَفْسِىٓ ۚ nafsī diriku/nafsuku
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلنَّفْسَ l-nafsa nafsu
لَأَمَّارَةٌۢ la-ammāratun selalu menyuruh
بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan/pada kejahatan
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
رَحِمَ raḥima memberi rahmat
رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 54 - Surah Yusuf: 14 kata

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌۭ

Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْمَلِكُ l-maliku raja
ٱئْتُونِى i'tūnī bawalah kepadaku
بِهِۦٓ bihi dengannya
أَسْتَخْلِصْهُ astakhliṣ'hu aku memilihnya
لِنَفْسِى ۖ linafsī kepadaku/untukku
فَلَمَّا falammā maka tatkala
كَلَّمَهُۥ kallamahu bercakap-cakap dengannya
قَالَ qāla dia berkata
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini
لَدَيْنَا ladaynā di sisi kami
مَكِينٌ makīnun kedudukan tinggi
أَمِينٌۭ amīnun dipercaya

Ayat 55 - Surah Yusuf: 8 kata

قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ ۖ إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌۭ

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".

قَالَ qāla berkata (yusuf)
ٱجْعَلْنِى ij'ʿalnī jadikanlah aku
عَلَىٰ ʿalā atas
خَزَآئِنِ khazāini bendaharawan
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi/negeri ini
إِنِّى innī sesungguhnya aku
حَفِيظٌ ḥafīẓun seorang penjaga
عَلِيمٌۭ ʿalīmun berpengetahuan

Ayat 56 - Surah Yusuf: 17 kata

وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَآءُ ۚ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
مَكَّنَّا makkannā Kami memberi kedudukan
لِيُوسُفَ liyūsufa kepada Yusuf
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ini
يَتَبَوَّأُ yatabawwa-u dia pergi menuju
مِنْهَا min'hā daripadanya
حَيْثُ ḥaythu kemana saja
يَشَآءُ ۚ yashāu dia kehendaki
نُصِيبُ nuṣību Kami limpahkan
بِرَحْمَتِنَا biraḥmatinā dengan rahmat Kami
مَن man siapa
نَّشَآءُ ۖ nashāu Kami kehendaki
وَلَا walā dan tidak
نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan
أَجْرَ ajra pahala
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 57 - Surah Yusuf: 7 kata

وَلَأَجْرُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

وَلَأَجْرُ wala-ajru dan sesungguhnya pahala
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Ayat 58 - Surah Yusuf: 9 kata

وَجَآءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir} lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.

وَجَآءَ wajāa dan datang
إِخْوَةُ ikh'watu saudara-saudara
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
فَدَخَلُوا۟ fadakhalū lalu mereka masuk
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya
فَعَرَفَهُمْ faʿarafahum maka dia mengenal mereka
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَهُۥ lahu kepadanya
مُنكِرُونَ munkirūna tidak mengenal

Ayat 59 - Surah Yusuf: 17 kata

وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ قَالَ ٱئْتُونِى بِأَخٍۢ لَّكُم مِّنْ أَبِيكُمْ ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّىٓ أُوفِى ٱلْكَيْلَ وَأَنَا۠ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?

وَلَمَّا walammā dan setelah
جَهَّزَهُم jahhazahum dia menyiapkan bekal mereka
بِجَهَازِهِمْ bijahāzihim dengan bekal mereka
قَالَ qāla dia berkata
ٱئْتُونِى i'tūnī datangkanlah/bawalah kepadaku
بِأَخٍۢ bi-akhin saudara
لَّكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
أَبِيكُمْ ۚ abīkum ayahmu
أَلَا alā tidaklah
تَرَوْنَ tarawna kamu lihat
أَنِّىٓ annī bahwasanya aku
أُوفِى ūfī aku menyempurnakan
ٱلْكَيْلَ l-kayla sukatan
وَأَنَا۠ wa-anā dan aku
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْمُنزِلِينَ l-munzilīna penerima tamu

Ayat 60 - Surah Yusuf: 10 kata

فَإِن لَّمْ تَأْتُونِى بِهِۦ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِندِى وَلَا تَقْرَبُونِ

Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi dari padaku dan jangan kamu mendekatiku".

فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
تَأْتُونِى tatūnī kamu membawa kepadaku
بِهِۦ bihi dengannya
فَلَا falā maka tidak
كَيْلَ kayla sukatan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عِندِى ʿindī dari sisiku/daripadaku
وَلَا walā dan jangan
تَقْرَبُونِ taqrabūni kamu mendekatiku

Ayat 61 - Surah Yusuf: 6 kata

قَالُوا۟ سَنُرَٰوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَـٰعِلُونَ

Mereka berkata: "Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
سَنُرَٰوِدُ sanurāwidu kami akan membujuk
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
أَبَاهُ abāhu ayahnya
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَفَـٰعِلُونَ lafāʿilūna benar-benar melaksanakan

Ayat 62 - Surah Yusuf: 14 kata

وَقَالَ لِفِتْيَـٰنِهِ ٱجْعَلُوا۟ بِضَـٰعَتَهُمْ فِى رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَعْرِفُونَهَآ إِذَا ٱنقَلَبُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya: "Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi".

وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata
لِفِتْيَـٰنِهِ lifit'yānihi kepada bujang-bujangnya
ٱجْعَلُوا۟ ij'ʿalū jadikan/masukkan
بِضَـٰعَتَهُمْ biḍāʿatahum barang-barang mereka
فِى fī dalam
رِحَالِهِمْ riḥālihim karung-karung mereka
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَعْرِفُونَهَآ yaʿrifūnahā mereka mengetahuinya
إِذَا idhā apabila
ٱنقَلَبُوٓا۟ inqalabū mereka telah kembali
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَهْلِهِمْ ahlihim keluarga mereka
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya/mudah-mudahan mereka
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali

Ayat 63 - Surah Yusuf: 16 kata

فَلَمَّا رَجَعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَبِيهِمْ قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا مُنِعَ مِنَّا ٱلْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَآ أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ

Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya'qub) mereka berkata: "Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar benar akan menjaganya".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَجَعُوٓا۟ rajaʿū mereka kembali
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَبِيهِمْ abīhim ayah mereka
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami
مُنِعَ muniʿa dicegah/tidak diberi
مِنَّا minnā dari kami
ٱلْكَيْلُ l-kaylu sukatan
فَأَرْسِلْ fa-arsil maka kirimlah/ biarkanlah
مَعَنَآ maʿanā bersama kami
أَخَانَا akhānā saudara kami
نَكْتَلْ naktal kami mendapatkan sukatan
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَهُۥ lahu padanya
لَحَـٰفِظُونَ laḥāfiẓūna orang-orang yang menjaga

Ayat 64 - Surah Yusuf: 17 kata

قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَآ أَمِنتُكُمْ عَلَىٰٓ أَخِيهِ مِن قَبْلُ ۖ فَٱللَّهُ خَيْرٌ حَـٰفِظًۭا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Berkata Ya'qub: "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?". Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang.

قَالَ qāla (Yaqub) berkata
هَلْ hal apakah
ءَامَنُكُمْ āmanukum aku mempercayai kamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
إِلَّا illā kecuali
كَمَآ kamā sebagaimana/seperti
أَمِنتُكُمْ amintukum aku mempercayai kamu
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَخِيهِ akhīhi saudaranya
مِن min dari
قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu
فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah
خَيْرٌ khayrun sebaik-baik
حَـٰفِظًۭا ۖ ḥāfiẓan penjaga
وَهُوَ wahuwa dan Dia
أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang
ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang

Ayat 65 - Surah Yusuf: 25 kata

وَلَمَّا فَتَحُوا۟ مَتَـٰعَهُمْ وَجَدُوا۟ بِضَـٰعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا مَا نَبْغِى ۖ هَـٰذِهِۦ بِضَـٰعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍۢ ۖ ذَٰلِكَ كَيْلٌۭ يَسِيرٌۭ

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: "Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
فَتَحُوا۟ fataḥū mereka membuka
مَتَـٰعَهُمْ matāʿahum barang-barang mereka
وَجَدُوا۟ wajadū mereka menemukan
بِضَـٰعَتَهُمْ biḍāʿatahum barang-barang mereka
رُدَّتْ ruddat dikembalikan
إِلَيْهِمْ ۖ ilayhim kepada mereka
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami
مَا mā apa
نَبْغِى ۖ nabghī kami inginkan
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini
بِضَـٰعَتُنَا biḍāʿatunā barang-barang kami
رُدَّتْ ruddat dikembalikan
إِلَيْنَا ۖ ilaynā kepada kami
وَنَمِيرُ wanamīru dan kami memberi makan
أَهْلَنَا ahlanā keluarga kami
وَنَحْفَظُ wanaḥfaẓu dan kami akan memelihara
أَخَانَا akhānā saudara kami
وَنَزْدَادُ wanazdādu dan kami mendapat tambahan
كَيْلَ kayla sukatan
بَعِيرٍۢ ۖ baʿīrin seekor unta
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
كَيْلٌۭ kaylun sukatan
يَسِيرٌۭ yasīrun yang mudah

Ayat 66 - Surah Yusuf: 24 kata

قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُۥ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًۭا مِّنَ ٱللَّهِ لَتَأْتُنَّنِى بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّآ ءَاتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌۭ

Ya'qub berkata: "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh". Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya'qub berkata: "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata
لَنْ lan tidak akan
أُرْسِلَهُۥ ur'silahu aku melepaskannya
مَعَكُمْ maʿakum bersama-sama kamu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai
تُؤْتُونِ tu'tūni kamu mendatangi/memberikan kepadaku
مَوْثِقًۭا mawthiqan janji yang teguh
مِّنَ mina dari/atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَتَأْتُنَّنِى latatunnanī pasti kamu datang/membawa kepadaku
بِهِۦٓ bihi dengannya
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
يُحَاطَ yuḥāṭa mengepung
بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian
فَلَمَّآ falammā maka tatkala
ءَاتَوْهُ ātawhu mereka memberinya
مَوْثِقَهُمْ mawthiqahum janji mereka
قَالَ qāla (Yaqub) berkata
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa
نَقُولُ naqūlu kami ucapkan
وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga/saksi

Ayat 67 - Surah Yusuf: 27 kata

وَقَالَ يَـٰبَنِىَّ لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍۢ وَٰحِدٍۢ وَٱدْخُلُوا۟ مِنْ أَبْوَٰبٍۢ مُّتَفَرِّقَةٍۢ ۖ وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri".

وَقَالَ waqāla dan (Yaqub) berkata
يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan
لَا lā janganlah
تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu masuk
مِنۢ min dari
بَابٍۢ bābin pintu
وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu
وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah
مِنْ min dari
أَبْوَٰبٍۢ abwābin pintu-pintu
مُّتَفَرِّقَةٍۢ ۖ mutafarriqatin berlainan
وَمَآ wamā dan tidak dapat
أُغْنِى ugh'nī aku melepaskan
عَنكُم ʿankum dari kalian
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
شَىْءٍ ۖ shayin sedikit
إِنِ ini jika
ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan
إِلَّا illā hanyalah
لِلَّهِ ۖ lillahi bagi/hak Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi kepadaNya
تَوَكَّلْتُ ۖ tawakkaltu aku bertawakkal
وَعَلَيْهِ waʿalayhi dan kepadaNya
فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaknya bertawakkal/berserah diri
ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang bertawakkal

Ayat 68 - Surah Yusuf: 30 kata

وَلَمَّا دَخَلُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُم مَّا كَانَ يُغْنِى عَنْهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ إِلَّا حَاجَةًۭ فِى نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَىٰهَا ۚ وَإِنَّهُۥ لَذُو عِلْمٍۢ لِّمَا عَلَّمْنَـٰهُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

وَلَمَّا walammā dan ketika
دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk
مِنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu arah
أَمَرَهُمْ amarahum memerintahkan mereka
أَبُوهُم abūhum ayah mereka
مَّا mā tidak
كَانَ kāna ada
يُغْنِى yugh'nī melepaskan
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
شَىْءٍ shayin sedikit
إِلَّا illā kecuali/hanya
حَاجَةًۭ ḥājatan hajat/keinginan
فِى fī dalam/pada
نَفْسِ nafsi diri
يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub
قَضَىٰهَا ۚ qaḍāhā Dia tetapkannya
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya dia
لَذُو ladhū sungguh mempunyai
عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan
لِّمَا limā karena apa
عَلَّمْنَـٰهُ ʿallamnāhu kami telah mengajarkannya
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 69 - Surah Yusuf: 16 kata

وَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَنَا۠ أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk
عَلَىٰ ʿalā atas
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
ءَاوَىٰٓ āwā ia membawa
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/ketempatnya
أَخَاهُ ۖ akhāhu saudaranya
قَالَ qāla (Yusuf) berkata
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَنَا۠ anā aku
أَخُوكَ akhūka saudaramu
فَلَا falā maka jangan
تَبْتَئِسْ tabta-is kamu berduka cita
بِمَا bimā terhadap apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 70 - Surah Yusuf: 15 kata

فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ فِى رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَـٰرِقُونَ

Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: "Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَهَّزَهُم jahhazahum ia menyiapkan untuk mereka
بِجَهَازِهِمْ bijahāzihim dengan persiapan mereka
جَعَلَ jaʿala ia jadikan/masukkan
ٱلسِّقَايَةَ l-siqāyata piala/tempat minum
فِى fī dalam
رَحْلِ raḥli karung
أَخِيهِ akhīhi saudaranya
ثُمَّ thumma kemudian
أَذَّنَ adhana berseru
مُؤَذِّنٌ mu-adhinun orang yang menyeru
أَيَّتُهَا ayyatuhā hai
ٱلْعِيرُ l-ʿīru kafilah
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
لَسَـٰرِقُونَ lasāriqūna tentu pencuri

Ayat 71 - Surah Yusuf: 5 kata

قَالُوا۟ وَأَقْبَلُوا۟ عَلَيْهِم مَّاذَا تَفْقِدُونَ

Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu: "Barang apakah yang hilang dari pada kamu?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
وَأَقْبَلُوا۟ wa-aqbalū dan/sambil menghadap
عَلَيْهِم ʿalayhim kepada mereka
مَّاذَا mādhā apa/barang apa
تَفْقِدُونَ tafqidūna kamu kehilangan

Ayat 72 - Surah Yusuf: 12 kata

قَالُوا۟ نَفْقِدُ صُوَاعَ ٱلْمَلِكِ وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمْلُ بَعِيرٍۢ وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٌۭ

Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
نَفْقِدُ nafqidu kami kehilangan
صُوَاعَ ṣuwāʿa piala/tempat minum
ٱلْمَلِكِ l-maliki raja
وَلِمَن waliman dan bagi siapa
جَآءَ jāa datang/mengembalikan
بِهِۦ bihi dengannya
حِمْلُ ḥim'lu beban
بَعِيرٍۢ baʿīrin unta
وَأَنَا۠ wa-anā dan aku
بِهِۦ bihi terhadapnya
زَعِيمٌۭ zaʿīmun menjamin

Ayat 73 - Surah Yusuf: 12 kata

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُم مَّا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كُنَّا سَـٰرِقِينَ

Saudara-saudara Yusuf menjawab "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah
لَقَدْ laqad sesungguhnya
عَلِمْتُم ʿalim'tum kamu telah mengetahui
مَّا mā tidak
جِئْنَا ji'nā kami datang
لِنُفْسِدَ linuf'sida untuk membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَمَا wamā dan bukan
كُنَّا kunnā kami
سَـٰرِقِينَ sāriqīna orang-orang yang mencuri

Ayat 74 - Surah Yusuf: 6 kata

قَالُوا۟ فَمَا جَزَٰٓؤُهُۥٓ إِن كُنتُمْ كَـٰذِبِينَ

Mereka berkata: "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta? "

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
فَمَا famā maka apa
جَزَٰٓؤُهُۥٓ jazāuhu balasannya
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
كَـٰذِبِينَ kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 75 - Surah Yusuf: 11 kata

قَالُوا۟ جَزَٰٓؤُهُۥ مَن وُجِدَ فِى رَحْلِهِۦ فَهُوَ جَزَٰٓؤُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Mereka menjawab: "Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya)". Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
جَزَٰٓؤُهُۥ jazāuhu balasannya
مَن man siapa
وُجِدَ wujida diketemukan
فِى fī dalam
رَحْلِهِۦ raḥlihi karungnya
فَهُوَ fahuwa maka dia
جَزَٰٓؤُهُۥ ۚ jazāuhu balasannya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
نَجْزِى najzī kami memberi pembalasan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 76 - Surah Yusuf: 33 kata

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَآءِ أَخِيهِ ثُمَّ ٱسْتَخْرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِ ۚ كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ ۖ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِى دِينِ ٱلْمَلِكِ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍۢ مَّن نَّشَآءُ ۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِى عِلْمٍ عَلِيمٌۭ

Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

فَبَدَأَ fabada-a maka (Yusuf) mulai
بِأَوْعِيَتِهِمْ bi-awʿiyatihim dengan karung-karung mereka
قَبْلَ qabla sebelum
وِعَآءِ wiʿāi karung/wadah
أَخِيهِ akhīhi saudaranya
ثُمَّ thumma kemudian
ٱسْتَخْرَجَهَا is'takhrajahā ia mengeluarkannya (piala/tempat minum)
مِن min dari
وِعَآءِ wiʿāi karung/wadah
أَخِيهِ ۚ akhīhi saudaranya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
كِدْنَا kid'nā Kami mengatur
لِيُوسُفَ ۖ liyūsufa untuk Yusuf
مَا mā tidak
كَانَ kāna ada
لِيَأْخُذَ liyakhudha ia mengambil/menghukum
أَخَاهُ akhāhu saudaranya
فِى fī didalam/menurut
دِينِ dīni peraturan/undang-undang
ٱلْمَلِكِ l-maliki raja
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
يَشَآءَ yashāa menghendaki
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
نَرْفَعُ narfaʿu Kami tinggikan
دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat
مَّن man siapa/orang
نَّشَآءُ ۗ nashāu Kami kehendaki
وَفَوْقَ wafawqa dan diatas
كُلِّ kulli tiap-tiap
ذِى dhī memiliki
عِلْمٍ ʿil'min pengetahuan
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 77 - Surah Yusuf: 24 kata

۞ قَالُوٓا۟ إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌۭ لَّهُۥ مِن قَبْلُ ۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِى نَفْسِهِۦ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ۚ قَالَ أَنتُمْ شَرٌّۭ مَّكَانًۭا ۖ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ

Mereka berkata: "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".

۞ قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
إِن in jika
يَسْرِقْ yasriq dia mencuri
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
سَرَقَ saraqa telah mencuri
أَخٌۭ akhun saudara
لَّهُۥ lahu baginya
مِن min dari
قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu
فَأَسَرَّهَا fa-asarrahā maka menyembunyikannya
يُوسُفُ yūsufu Yusuf
فِى fī dalam/pada
نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya
وَلَمْ walam dan tidak
يُبْدِهَا yub'dihā menampakkannya
لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka
قَالَ qāla ia berkata
أَنتُمْ antum kamu
شَرٌّۭ sharrun lebih buruk
مَّكَانًۭا ۖ makānan kedudukan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَا bimā daripada apa
تَصِفُونَ taṣifūna kamu sifatkan/terangkan

Ayat 78 - Surah Yusuf: 15 kata

قَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ إِنَّ لَهُۥٓ أَبًۭا شَيْخًۭا كَبِيرًۭا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُۥٓ ۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Al Aziz
إِنَّ inna sesungguhnya
لَهُۥٓ lahu baginya
أَبًۭا aban bapak
شَيْخًۭا shaykhan tua
كَبِيرًۭا kabīran besar/sekali
فَخُذْ fakhudh maka ambillah
أَحَدَنَا aḥadanā salah seorang diantara kami
مَكَانَهُۥٓ ۖ makānahu kedudukannya/gantinya
إِنَّا innā sesungguhnya kami
نَرَىٰكَ narāka kami melihat kamu
مِنَ mina dari
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 79 - Surah Yusuf: 13 kata

قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ أَن نَّأْخُذَ إِلَّا مَن وَجَدْنَا مَتَـٰعَنَا عِندَهُۥٓ إِنَّآ إِذًۭا لَّظَـٰلِمُونَ

Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata
مَعَاذَ maʿādha mohon perlindungan/berlindung
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَن an bahwa
نَّأْخُذَ nakhudha kami menahan/mengambil
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
وَجَدْنَا wajadnā kami dapati
مَتَـٰعَنَا matāʿanā harta benda kami
عِندَهُۥٓ ʿindahu disisinya/padanya
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
إِذًۭا idhan jika demikian
لَّظَـٰلِمُونَ laẓālimūna tentu orang-orang yang zalim

Ayat 80 - Surah Yusuf: 37 kata

فَلَمَّا ٱسْتَيْـَٔسُوا۟ مِنْهُ خَلَصُوا۟ نَجِيًّۭا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُم مَّوْثِقًۭا مِّنَ ٱللَّهِ وَمِن قَبْلُ مَا فَرَّطتُمْ فِى يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ ٱلْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِىٓ أَبِىٓ أَوْ يَحْكُمَ ٱللَّهُ لِى ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua diantara mereka: "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
ٱسْتَيْـَٔسُوا۟ is'tayasū mereka berputus asa
مِنْهُ min'hu daripadanya
خَلَصُوا۟ khalaṣū mereka menyendiri
نَجِيًّۭا ۖ najiyyan berbisik
قَالَ qāla berkata
كَبِيرُهُمْ kabīruhum yang tertua diantara mereka
أَلَمْ alam tidakkah
تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu ketahui
أَنَّ anna bahwasanya
أَبَاكُمْ abākum ayahmu
قَدْ qad sungguh
أَخَذَ akhadha telah mengambil
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مَّوْثِقًۭا mawthiqan janji
مِّنَ mina dari/dengan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمِن wamin dan dari
قَبْلُ qablu sebelum
مَا mā apa
فَرَّطتُمْ farraṭtum kamu sia-siakan
فِى fī pada/di
يُوسُفَ ۖ yūsufa Yusuf
فَلَنْ falan maka tidak
أَبْرَحَ abraḥa aku akan meninggalkan
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَأْذَنَ yadhana mengizinkan
لِىٓ lī kepadaku
أَبِىٓ abī ayahku
أَوْ aw atau
يَحْكُمَ yaḥkuma memberi putusan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِى ۖ lī kepadaku
وَهُوَ wahuwa dan Dia
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna para hakim

Ayat 81 - Surah Yusuf: 17 kata

ٱرْجِعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَبِيكُمْ فَقُولُوا۟ يَـٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَآ إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَـٰفِظِينَ

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.

ٱرْجِعُوٓا۟ ir'jiʿū kembalilah
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَبِيكُمْ abīkum ayahmu
فَقُولُوا۟ faqūlū dan katakan
يَـٰٓأَبَانَآ yāabānā wahai ayah kami
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱبْنَكَ ib'naka anakmu
سَرَقَ saraqa telah mencuri
وَمَا wamā dan tidak
شَهِدْنَآ shahid'nā kami menyaksikan
إِلَّا illā selain/kecuali
بِمَا bimā dengan apa
عَلِمْنَا ʿalim'nā kami ketahui
وَمَا wamā dan tidak
كُنَّا kunnā kami
لِلْغَيْبِ lil'ghaybi kepada yang gaib
حَـٰفِظِينَ ḥāfiẓīna orang-orang yang menjaga

Ayat 82 - Surah Yusuf: 11 kata

وَسْـَٔلِ ٱلْقَرْيَةَ ٱلَّتِى كُنَّا فِيهَا وَٱلْعِيرَ ٱلَّتِىٓ أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ

Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".

وَسْـَٔلِ wasali dan tanyakanlah
ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri
ٱلَّتِى allatī yang
كُنَّا kunnā adalah kami/kami berada
فِيهَا fīhā didalamnya/disana
وَٱلْعِيرَ wal-ʿīra dan kafilah
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَقْبَلْنَا aqbalnā kami datang bersama
فِيهَا ۖ fīhā didalamnya/disana
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya
لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna orang-orang yang benar

Ayat 83 - Surah Yusuf: 18 kata

قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًۭا ۖ فَصَبْرٌۭ جَمِيلٌ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata
بَلْ bal bahkan/hanya
سَوَّلَتْ sawwalat memandang baik
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri
أَمْرًۭا ۖ amran perkara
فَصَبْرٌۭ faṣabrun maka kesabaran
جَمِيلٌ ۖ jamīlun yang baik
عَسَى ʿasā mudah-mudahan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an agar
يَأْتِيَنِى yatiyanī mendatangkan kepadaku
بِهِمْ bihim dengan mereka
جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
هُوَ huwa Dia
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 84 - Surah Yusuf: 12 kata

وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌۭ

Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).

وَتَوَلَّىٰ watawallā dan ia berpaling
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَقَالَ waqāla dan ia berkata
يَـٰٓأَسَفَىٰ yāasafā alangkah sedih hatiku
عَلَىٰ ʿalā atas
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
وَٱبْيَضَّتْ wa-ib'yaḍḍat dan menjadi putih
عَيْنَاهُ ʿaynāhu kedua matanya
مِنَ mina dari/karena
ٱلْحُزْنِ l-ḥuz'ni kesedihan
فَهُوَ fahuwa maka/akan tetapi ia
كَظِيمٌۭ kaẓīmun orang yang menahan marah

Ayat 85 - Surah Yusuf: 12 kata

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ تَفْتَؤُا۟ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ ٱلْهَـٰلِكِينَ

Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah
تَفْتَؤُا۟ tafta-u engkau senantiasa
تَذْكُرُ tadhkuru engkau mengingat
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تَكُونَ takūna adalah engkau
حَرَضًا ḥaraḍan penyakit yang berat
أَوْ aw atau
تَكُونَ takūna adalah engkau
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْهَـٰلِكِينَ l-hālikīna orang-orang yang binasa

Ayat 86 - Surah Yusuf: 13 kata

قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أَشْكُوا۟ ashkū aku mengadukan
بَثِّى bathī kesusahan
وَحُزْنِىٓ waḥuz'nī dan kesedihanku
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan aku mengetahui
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 87 - Surah Yusuf: 20 kata

يَـٰبَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan
ٱذْهَبُوا۟ idh'habū pergilah kamu
فَتَحَسَّسُوا۟ fataḥassasū maka carilah/selidikilah
مِن min dari/tentang
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya
وَلَا walā dan jangan
تَا۟يْـَٔسُوا۟ tāy'asū kamu putus asa
مِن min dari
رَّوْحِ rawḥi rahmat
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
لَا lā tidak
يَا۟يْـَٔسُ yāy'asu berputus asa
مِن min dari
رَّوْحِ rawḥi rahmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّا illā kecuali/melainkan
ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum
ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir

Ayat 88 - Surah Yusuf: 21 kata

فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ قَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَـٰعَةٍۢ مُّزْجَىٰةٍۢ فَأَوْفِ لَنَا ٱلْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجْزِى ٱلْمُتَصَدِّقِينَ

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah".

فَلَمَّا falammā maka ketika
دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk
عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya (Yusuf)
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Al Aziz/yang mulia
مَسَّنَا massanā telah menimpa kami
وَأَهْلَنَا wa-ahlanā dan keluarga kami
ٱلضُّرُّ l-ḍuru kesengsaraan
وَجِئْنَا waji'nā dan kami datang
بِبِضَـٰعَةٍۢ bibiḍāʿatin dengan barang-barang
مُّزْجَىٰةٍۢ muz'jātin tak berharga
فَأَوْفِ fa-awfi maka sempurnakanlah
لَنَا lanā untuk kami
ٱلْكَيْلَ l-kayla sukatan
وَتَصَدَّقْ wataṣaddaq dan bersedekahlah
عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas/kepada kami
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَجْزِى yajzī memberi balasan
ٱلْمُتَصَدِّقِينَ l-mutaṣadiqīna orang-orang yang bersedekah

Ayat 89 - Surah Yusuf: 10 kata

قَالَ هَلْ عَلِمْتُم مَّا فَعَلْتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنتُمْ جَـٰهِلُونَ

Yusuf berkata: "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?".

قَالَ qāla Yusuf berkata
هَلْ hal apakah
عَلِمْتُم ʿalim'tum kamu mengetahui
مَّا mā apa
فَعَلْتُم faʿaltum kamu lakukan
بِيُوسُفَ biyūsufa terhadap Yusuf
وَأَخِيهِ wa-akhīhi dan saudaranya
إِذْ idh ketika
أَنتُمْ antum kamu
جَـٰهِلُونَ jāhilūna orang-orang yang tidak mangetahui

Ayat 90 - Surah Yusuf: 23 kata

قَالُوٓا۟ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَـٰذَآ أَخِى ۖ قَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?". Yusuf menjawab: "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَءِنَّكَ a-innaka apakah sesungguhnya kamu
لَأَنتَ la-anta sungguh kamu
يُوسُفُ ۖ yūsufu Yusuf
قَالَ qāla ia berkata/menjawab
أَنَا۠ anā aku
يُوسُفُ yūsufu Yusuf
وَهَـٰذَآ wahādhā dan ini
أَخِى ۖ akhī saudaraku
قَدْ qad sungguh
مَنَّ manna telah melimpahkan karunia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas/kepada kami
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
مَن man barang siapa
يَتَّقِ yattaqi bertakwa
وَيَصْبِرْ wayaṣbir dan bersabar
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُضِيعُ yuḍīʿu Dia menyia-nyiakan
أَجْرَ ajra pahala
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 91 - Surah Yusuf: 9 kata

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ لَقَدْ ءَاثَرَكَ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَإِن كُنَّا لَخَـٰطِـِٔينَ

Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah
لَقَدْ laqad sesungguhnya
ءَاثَرَكَ ātharaka telah melebih-lebihkan kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
وَإِن wa-in dan sesungguhnya
كُنَّا kunnā kami
لَخَـٰطِـِٔينَ lakhāṭiīna sungguh orang-orang yang bersalah

Ayat 92 - Surah Yusuf: 11 kata

قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang".

قَالَ qāla (Yusuf) berkata
لَا lā tidak ada
تَثْرِيبَ tathrība cercaan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini
يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَهُوَ wahuwa dan Dia
أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang
ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang

Ayat 93 - Surah Yusuf: 12 kata

ٱذْهَبُوا۟ بِقَمِيصِى هَـٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِى يَأْتِ بَصِيرًۭا وَأْتُونِى بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku".

ٱذْهَبُوا۟ idh'habū pergilah kamu
بِقَمِيصِى biqamīṣī dengan baju gamisku
هَـٰذَا hādhā ini
فَأَلْقُوهُ fa-alqūhu lalu letakkan ia
عَلَىٰ ʿalā diatas
وَجْهِ wajhi wajah
أَبِى abī ayahku
يَأْتِ yati dia akan datang
بَصِيرًۭا baṣīran melihat
وَأْتُونِى watūnī dan bawalah kepadaku
بِأَهْلِكُمْ bi-ahlikum dengan keluarga
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Ayat 94 - Surah Yusuf: 12 kata

وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّى لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ لَوْلَآ أَن تُفَنِّدُونِ

Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
فَصَلَتِ faṣalati telah berangkat/keluar
ٱلْعِيرُ l-ʿīru kafilah
قَالَ qāla berkata
أَبُوهُمْ abūhum ayah mereka
إِنِّى innī sesungguhnya aku
لَأَجِدُ la-ajidu aku mendapat/mencium
رِيحَ rīḥa bau
يُوسُفَ ۖ yūsufa Yusuf
لَوْلَآ lawlā sekiranya tidak
أَن an telah
تُفَنِّدُونِ tufannidūni kamu menuduhku lemah akal

Ayat 95 - Surah Yusuf: 6 kata

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِى ضَلَـٰلِكَ ٱلْقَدِيمِ

Keluarganya berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah
إِنَّكَ innaka sesungguhnya engkau
لَفِى lafī sungguh dalam
ضَلَـٰلِكَ ḍalālika kekeliruan
ٱلْقَدِيمِ l-qadīmi dahulu

Ayat 96 - Surah Yusuf: 20 kata

فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلْبَشِيرُ أَلْقَىٰهُ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ فَٱرْتَدَّ بَصِيرًۭا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya'qub: "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya".

فَلَمَّآ falammā maka tatkala
أَن an telah
جَآءَ jāa datang
ٱلْبَشِيرُ l-bashīru pembawa kabar gembira
أَلْقَىٰهُ alqāhu ia letakkannya
عَلَىٰ ʿalā atas
وَجْهِهِۦ wajhihi wajahnya (Yaqub)
فَٱرْتَدَّ fa-ir'tadda lalu dia kembali
بَصِيرًۭا ۖ baṣīran dapat melihat
قَالَ qāla (Yaqub) berkata
أَلَمْ alam tidaklah
أَقُل aqul aku katakan
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 97 - Surah Yusuf: 8 kata

قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا ٱسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَآ إِنَّا كُنَّا خَـٰطِـِٔينَ

Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰٓأَبَانَا yāabānā wahai ayah kami
ٱسْتَغْفِرْ is'taghfir mohonkanlah ampunan
لَنَا lanā bagi kami
ذُنُوبَنَآ dhunūbanā dosa-dosa kami
إِنَّا innā sesungguhnya kami
كُنَّا kunnā adalah kami
خَـٰطِـِٔينَ khāṭiīna orang-orang yang bersalah

Ayat 98 - Surah Yusuf: 9 kata

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

قَالَ qāla (Yaqub) berkata
سَوْفَ sawfa nanti
أَسْتَغْفِرُ astaghfiru aku akan mohonkan ampun
لَكُمْ lakum bagi kalian
رَبِّىٓ ۖ rabbī Tuhanku
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
هُوَ huwa Dia
ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 99 - Surah Yusuf: 14 kata

فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ٱدْخُلُوا۟ مِصْرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk
عَلَىٰ ʿalā atas
يُوسُفَ yūsufa Yusuf
ءَاوَىٰٓ āwā dia hampiri
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
أَبَوَيْهِ abawayhi kedua ibu-bapaknya
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
مِصْرَ miṣ'ra negeri Mesir
إِن in jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ءَامِنِينَ āminīna keadaan aman

Ayat 100 - Surah Yusuf: 46 kata

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًۭا ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَبَتِ هَـٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَـٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّۭا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌۭ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَرَفَعَ warafaʿa dan dia menaikkan
أَبَوَيْهِ abawayhi kedua ibu-bapaknya
عَلَى ʿalā diatas
ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi singgasana
وَخَرُّوا۟ wakharrū dan mereka tersungkur
لَهُۥ lahu kepadanya
سُجَّدًۭا ۖ sujjadan bersujud
وَقَالَ waqāla dan (Yusuf) berkata
يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku
هَـٰذَا hādhā ini
تَأْوِيلُ tawīlu tabir/pengertian
رُءْيَـٰىَ ru'yāya mimpiku
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum/dahulu
قَدْ qad sesungguhnya
جَعَلَهَا jaʿalahā telah menjadikannya
رَبِّى rabbī Tuhanku
حَقًّۭا ۖ ḥaqqan benar/kenyataan
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
أَحْسَنَ aḥsana Dia telah berbuat baik
بِىٓ bī padaku
إِذْ idh ketika
أَخْرَجَنِى akhrajanī Dia mengeluarkan/membebaskan aku
مِنَ mina dari
ٱلسِّجْنِ l-sij'ni penjara
وَجَآءَ wajāa dan Dia datangkan
بِكُم bikum dengan/untuk kalian
مِّنَ mina dari
ٱلْبَدْوِ l-badwi dusun
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
أَن an akan
نَّزَغَ nazagha mengganggu
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
بَيْنِى baynī antara aku
وَبَيْنَ wabayna dan antara
إِخْوَتِىٓ ۚ ikh'watī saudaraku
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
لَطِيفٌۭ laṭīfun Maha Lemah-lembut
لِّمَا limā terhadap apa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
هُوَ huwa Dia
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 101 - Surah Yusuf: 21 kata

۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

۞ رَبِّ rabbi ya Tuhanku
قَدْ qad sesungguhnya
ءَاتَيْتَنِى ātaytanī Engkau telah menganugerahkan kepadaku
مِنَ mina dari/sebagian
ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan
وَعَلَّمْتَنِى waʿallamtanī dan Engkau mengajarkan kepadaku
مِن min dari
تَأْوِيلِ tawīli tabir/pengertian
ٱلْأَحَادِيثِ ۚ l-aḥādīthi mimpi
فَاطِرَ fāṭira Pencipta
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
أَنتَ anta Engkau
وَلِىِّۦ waliyyī pelindung
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat
تَوَفَّنِى tawaffanī wafatkanlah aku
مُسْلِمًۭا mus'liman orang islam
وَأَلْحِقْنِى wa-alḥiq'nī dan gabungkan aku
بِٱلصَّـٰلِحِينَ bil-ṣāliḥīna dengan orang-orang yang saleh

Ayat 102 - Surah Yusuf: 14 kata

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوٓا۟ أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ

Demikian itu (adalah) diantara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
مِنْ min dari/sebagian
أَنۢبَآءِ anbāi berita
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib
نُوحِيهِ nūḥīhi Kami wahyukannya
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadaku
وَمَا wamā dan/padahal tidak
كُنتَ kunta kamu berada
لَدَيْهِمْ ladayhim pada sisi mereka
إِذْ idh ketika
أَجْمَعُوٓا۟ ajmaʿū mereka berkumpul
أَمْرَهُمْ amrahum perkara mereka
وَهُمْ wahum dan mereka
يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka mengatur tipu daya

Ayat 103 - Surah Yusuf: 6 kata

وَمَآ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman -- walaupun kamu sangat menginginkannya.

وَمَآ wamā dan tidak
أَكْثَرُ aktharu kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَوْ walaw walaupun
حَرَصْتَ ḥaraṣta kamu sangat menginginkan
بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 104 - Surah Yusuf: 10 kata

وَمَا تَسْـَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ

Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.

وَمَا wamā dan tidak
تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
مِنْ min dari
أَجْرٍ ۚ ajrin upah
إِنْ in jika/tidak lain
هُوَ huwa dia
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
ذِكْرٌۭ dhik'run pelajaran/peringatan
لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam

Ayat 105 - Surah Yusuf: 11 kata

وَكَأَيِّن مِّنْ ءَايَةٍۢ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan banyak sekali
مِّنْ min dari
ءَايَةٍۢ āyatin tanda-tanda
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
يَمُرُّونَ yamurrūna mereka melalui
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
عَنْهَا ʿanhā daripadanya
مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling

Ayat 106 - Surah Yusuf: 7 kata

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).

وَمَا wamā dan tidak
يُؤْمِنُ yu'minu beriman
أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
إِلَّا illā kecuali/melainkan
وَهُم wahum dan mereka
مُّشْرِكُونَ mush'rikūna orang-orang musyrik

Ayat 107 - Surah Yusuf: 14 kata

أَفَأَمِنُوٓا۟ أَن تَأْتِيَهُمْ غَـٰشِيَةٌۭ مِّنْ عَذَابِ ٱللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةًۭ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?

أَفَأَمِنُوٓا۟ afa-aminū apakah mereka merasa aman
أَن an bahwa
تَأْتِيَهُمْ tatiyahum datang kepada mereka
غَـٰشِيَةٌۭ ghāshiyatun meliputi
مِّنْ min dari
عَذَابِ ʿadhābi siksa
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَوْ aw atau
تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepada mereka
ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat
بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 108 - Surah Yusuf: 17 kata

قُلْ هَـٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

قُلْ qul katakanlah
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini
سَبِيلِىٓ sabīlī jalanku
أَدْعُوٓا۟ adʿū aku berseru
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
بَصِيرَةٍ baṣīratin pandangan/hujjah yang nyata
أَنَا۠ anā aku
وَمَنِ wamani dan orang-orang
ٱتَّبَعَنِى ۖ ittabaʿanī mengikutiku
وَسُبْحَـٰنَ wasub'ḥāna Maha Suci
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنَا۠ anā aku
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik

Ayat 109 - Surah Yusuf: 29 kata

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًۭا نُّوحِىٓ إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰٓ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

وَمَآ wamā dan tidak
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus
مِن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
إِلَّا illā kecuali/melainkan
رِجَالًۭا rijālan orang laki-laki
نُّوحِىٓ nūḥī Kami beri wahyu
إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka
مِّنْ min dari/diantara
أَهْلِ ahli penduduk
ٱلْقُرَىٰٓ ۗ l-qurā negeri/kota
أَفَلَمْ afalam apakah tidak/tidakkah
يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka bepergian
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū maka/lalu melihat
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ ۗ qablihim sebelum mereka
وَلَدَارُ waladāru dan sesungguhnya kampung
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ٱتَّقَوْا۟ ۗ ittaqaw (mereka) bertakwa
أَفَلَا afalā apakah tidak/tidakkah
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 110 - Surah Yusuf: 19 kata

حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا۟ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
ٱسْتَيْـَٔسَ is'tayasa putus asa/tidak mempunyai harapan
ٱلرُّسُلُ l-rusulu para rasul
وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka meyakini
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
قَدْ qad sungguh
كُذِبُوا۟ kudhibū telah didustakan
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
نَصْرُنَا naṣrunā pertolongan kami
فَنُجِّىَ fanujjiya maka/lalu diselamatkan
مَن man orang
نَّشَآءُ ۖ nashāu Kami kehendaki
وَلَا walā dan tidak
يُرَدُّ yuraddu ditolak
بَأْسُنَا basunā siksa Kami
عَنِ ʿani dari
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 111 - Surah Yusuf: 23 kata

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًۭا يُفْتَرَىٰ وَلَـٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

لَقَدْ laqad sesungguhnya
كَانَ kāna adalah
فِى fī didalam/pada
قَصَصِهِمْ qaṣaṣihim kisah-kisah mereka
عِبْرَةٌۭ ʿib'ratun pengajaran
لِّأُو۟لِى li-ulī bagi yang mempunyai
ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ l-albābi akal
مَا mā tidak
كَانَ kāna ada
حَدِيثًۭا ḥadīthan cerita-cerita
يُفْتَرَىٰ yuf'tarā dibuat-buat
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
تَصْدِيقَ taṣdīqa membenarkan
ٱلَّذِى alladhī yang
بَيْنَ bayna diantara (petunjuk)
يَدَيْهِ yadayhi tangannya (sebelumnya)(
وَتَفْصِيلَ watafṣīla dan menjelaskan
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi