Temukan arti kata Dḥiḍ (دحض) dalam Al-Quran, dengan 4 ayat di dalamnya, dan penjelasan rinci dari Mufradat fi gharib al-Qur'an karya Al-Raghib al-Asfahani.
دحض
Dḥiḍ
penolakan
Akar: د - ح - ض
Yurisprudensi (fiqh) 4 ayat
Diperbarui pada 29 Mei 2026 pukul 07.00
📖 2 menit baca
Definisi Dḥiḍ
Allah berfirman: "Dalil mereka terbantahkan (dâhida) di sisi Tuhannya" (Ash-Shûrâ : 16).
Dâhida: batal, terbantahkan, tidak berdasar.
Argumen orang-orang kafir tentang kebangkitan tidak bernilai di hadapan Allah.
Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Surat As-Saffat : 141 Mekah
﴿فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ﴾
kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.