Temukan arti kata Ḍīfa (ضيف) dalam Al-Quran, dengan 6 ayat di dalamnya, dan penjelasan rinci dari Mufradat fi gharib al-Qur'an karya Al-Raghib al-Asfahani.
ضيف
Ḍīfa
tamu
Akar: ض - ف
Yurisprudensi (fiqh) 6 ayat
Diperbarui pada 29 Mei 2026 pukul 07.00
📖 3 menit baca
Definisi Ḍīfa
Pada asalnya, ad-dayf adalah kecondongan.
Dikatakan : aku telah condong kepada begitu dan begitu.
Yang Mahatinggi berfirman : "tamu-tamu Ibrahim" (Al-Hijr 51).
Keramahan mengandaikan tuan rumah condong kepada tamunya untuk melayaninya.
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"
Surat Al-Hijr : 51 Mekah
﴿وَنَبِّئْهُمْ عَن ضَيْفِ إِبْرَٰهِيمَ﴾
Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.
Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".
Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.