Biographie de Abou Ayyoub al-Ansari

Accueil > Biographies des savants > Abou Ayyoub al-Ansari

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 08.56

Biographie complète de Abou Ayyoub al-Ansari

Asim bin Bahdalah : dari Abu Wail, dari Abu Musa :

Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Ya Allah, jadikanlah Ubaidah, Abu Amir, manusia yang paling banyak pada hari Kiamat."

Beliau terbunuh pada hari Autas, dan Abu Musa membunuh pembunuhnya.

Al-Jurairi : dari Qasamah bin Zuhair, dari Abu Musa, yang berkata : "Perdalamkanlah liang kuburku."

No. 83 : Abu Ayyub al-Anshari, Khalid bin Zaid bin Kulaib, radhiyallahu 'anhu.

Al-Khazraji, an-Najjari, orang Badri, pemimpin besar, yang dimuliakan oleh Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan kemuliaan singgah di rumahnya, di antara Bani an-Najjar, hingga dibangunkan baginya kamar ibu mukminin Saudah, dan dibangunnya masjid yang mulia.

Namanya : Khalid bin Zaid bin Kulaib bin Tsa'labah bin Abd Amr bin Auf bin Ghanam bin Malik bin an-Najjar bin Tsa'labah bin al-Khazraj.

Para perawi dari Abu Ayyub al-Anshari

Yang meriwayatkan dari beliau : Jabir bin Samurah ; al-Bara bin Azib ; al-Miqdam bin Ma'dikarib ; Abdullah bin Yazid al-Khatmi ; Jubair bin Nufair ; Sa'id bin al-Musayyab ; Musa bin Thalhah ; Urwah bin az-Zubair ; Atha bin Yazid al-Laitsi ; Aflah, mawla beliau ; Abu Ruhm as-Sama'i ; Abu Salamah bin Abdurrahman ; Abdurrahman bin Abi Laila ; Qarth'a ad-Dabbi ; Muhammad bin Ka'b ; al-Qasim Abu Abdurrahman ; dan lain-lain.

Beliau memiliki banyak hadis : dalam Musnad Baqi terdapat seratus lima puluh lima hadis ; di antaranya, dalam al-Bukhari dan Muslim : tujuh ; dalam al-Bukhari : satu hadis ; dalam Muslim : lima hadis.

Harmalah : Ibnu Wahb meriwayatkan kepada kami ; Haiwah mengabarkan ; al-Walid bin Abi al-Walid mengabarkan ; Ayyub bin Khalid bin Abi Ayyub al-Anshari meriwayatkan, dari ayahnya, dari kakeknya :

Bahwa Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda kepadanya : "Sembunyikanlah permintaan, lalu berwudhulah, kemudian shalatlah apa yang Allah takdirkan bagimu, kemudian pujilah Tuhanmu dan bertasbihlah kepada-Nya, lalu ucapkan :

Ya Allah, Engkau yang menetapkan dan aku tidak menetapkan, Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib : jika Engkau melihat bahwa bagiku, dalam hal begini, sebutkanlah namanya, terdapat kebaikan dalam agamaku, duniaku dan akhiratku, tetapkanlah itu untukku ; dan jika selainnya lebih baik bagiku darinya, takdirkanlah itu bagiku, atau ucapan : tetapkanlah itu bagiku."

Dan dalam sirah dari Ibnu Abbas : beliau menjadi amir Bashrah untuk Ali, dan Abu Ayyub al-Anshari datang menemui beliau dengan sikap tunduk, dan beliau sungguh-sungguh memuliakannya, lalu berkata :

"Aku akan membalasmu karena telah menempatkan Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, di rumahmu."

Beliau memberikan kepadanya segala yang ada di dalam rumah : jumlahnya mencapai empat puluh ribu.

Al-A'masy : dari Abu Dzabyan, dari para gurunya, dari Abu Ayyub, bahwa beliau berkata :

"Tanamlah aku di bawah telapak kaki kalian : aku mendengar Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : barangsiapa mati tanpa menyekutukan apa pun dengan Allah, ia masuk surga."

Ibnu 'Ulayyah : dari Ayyub, dari Muhammad, yang berkata :

Abu Ayyub mengikuti Badar, kemudian tidak pernah tertinggal dari satu peperangan pun, kecuali satu tahun ketika seorang pemuda diangkat memimpin pasukan : beliau menahan diri, lalu merasa duka dan berkata : "Tidak masalah siapa yang diangkat di atasku."

Beliau jatuh sakit, ketika Yazid bin Muawiyah memimpin pasukan ; Yazid datang menjenguknya dan berkata : "Apakah engkau punya kebutuhan ?"

Beliau berkata : "Ada : ketika aku mati, angkatlah aku, lalu majulah denganku ke tanah musuh sejauh kau menemukan jalan ; jika kau tidak menemukan jalan, tanamlah aku, lalu kembalilah."

Ketika beliau wafat, ia mengangkatnya, berjalan bersamanya, lalu menguburkannya.

Beliau berkata : Allah berfirman : "Berangkatlah, baik kalian yang ringan maupun yang berat" (Surah at-Taubah ayat 41) : aku tidak mendapati diriku selain ringan atau berat.

Dan Hammad meriwayatkan, dari Asim bin Bahdalah, dari seorang lelaki :

Bahwa Abu Ayyub berkata kepada Yazid : "Sampaikanlah kepada manusia salam dariku ; dan semoga mereka berangkat bersamaku, dan bergerak maju sekuat tenaga."

Beliau berkata : mereka melakukannya.

Al-Waqidi berkata : beliau wafat pada tahun ketika Yazid berperang, di bawah kekhalifahan ayahnya, melawan Konstantinopel.

Sampai kepadaku bahwa orang Rom menjaga kuburnya, mengambil keberkahannya dan memohon hujan melaluinya.

Urwah dan golongan menghitungnya termasuk orang-orang Badri.

Ibnu Ishaq berkata : beliau mengikuti bai'at Aqabah kedua.

Muhammad bin Sirin an-Najjar berkata : beliau dinamai demikian, an-Najjari, karena beliau mengikat perjanjian dengan alat tukang kayu.

Dan dari Ibnu Ishaq : Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, mempersaudarakan antara Abu Ayyub dan Mush'ab bin Umair.

Abu Ayyub mengikuti seluruh peperangan.

Ahmad bin al-Barqi berkata : kepada beliau sampai kira-kira lima puluh hadis.

Ibnu Yunus berkata : beliau datang ke Mesir melalui laut pada tahun empat puluh enam.

Abu Zur'ah an-Nashri berkata : beliau datang ke Damaskus pada masa Muawiyah.

Al-Khatib berkata : beliau mengikuti perang melawan kaum Khawarij bersama Ali.

Ja'far bin Jisr bin Farqad : ayahku mengabarkan kepada kami ; Abdurrahman bin Harmalah meriwayatkan, dari Sa'id bin al-Musayyab, dari Ibnu Umar, yang berkata :

Kedatangan Nabi di Madinah

Penduduk Madinah berkata kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam : "Datanglah ke Madinah, dalam keadaan diberi petunjuk dan diberi keberuntungan."

Beliau masuk ke sana, dan penduduk keluar untuk melihatnya ; setiap kali beliau melewati suatu kaum, mereka berkata : "Wahai Rasulullah, ke sini !"

Beliau bersabda : "Biarkanlah ia : ia diperintahkan", maksudnya untu betina itu.

Hingga untu itu berlutut di depan pintu rumah Abu Ayyub.

Yazid bin Abi Habib : dari Abu al-Khair, dari Abu Ruhm, bahwa Abu Ayyub menceritakan kepadanya :

Bahwa Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, singgah di rumah kami, lantai bawah, dan aku berada di lantai atas ; air dicurahkan di lantai atas ; aku bangkit, bersama Umm Ayyub, dengan sebuah bantal beludru, untuk mengikuti air itu, lalu aku turun dan berkata :

"Wahai Rasulullah, tidak patut kami berada di atasmu : pindahlah ke lantai atas."

Beliau memerintahkan agar harta bawaannya diangkat, lalu diangkatlah ia : harta bawaannya sedikit.

Aku berkata : "Wahai Rasulullah, engkau mengirim makanan ; aku memandang, dan jika aku melihat jejak jarimu, aku meletakkan tanganku di atasnya."

Bahir bin Sa'd : dari Khalid bin Ma'dan, dari Jubair bin Nufair, dari Abu Ayyub, yang berkata :

Para Anshar mengundi : siapa di antara mereka yang akan menempatkan Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, di rumahnya ?

Undian jatuh pada Abu Ayyub ; dan ketika sesuatu dipersembahkan kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, ia dipersembahkan di rumah Abu Ayyub.

Suatu hari Abu Ayyub masuk, dan ternyata ada mangkuk berisi bawang ; beliau tidak memakannya dan berkata : "Aku mendapat apa yang tidak kalian dapat."

As-San'ani : Muhammad bin Sabiq meriwayatkan kepada kami ; Hasyraj bin Nubatah meriwayatkan ; dari Ishaq bin Ibrahim, bahwa ia mendengar Abu Qilabah berkata :

Abu Abdullah as-Sunabihi menceritakan kepadaku bahwa Ubadah bin ash-Shamit menceritakan kepadanya, yang berkata :

Aku berduaan dengan Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berkata : "Siapa sahabatmu yang paling kau cintai ?"

Beliau bersabda : "Sembunyikanlah urunku."

Aku berkata : "Baik."

Beliau bersabda : "Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Ali."

Kemudian beliau diam, dan aku berkata : "Kemudian siapa ?"

Beliau bersabda : "Siapa yang bisa berada setelah mereka itu, selain az-Zubair, Thalhah, Sa'ad, Abu Ubaidah, Muadz, Abu Thalhah, Abu Ayyub, engkau, Ubai bin Ka'b, Abu ad-Darda, Ibnu Mas'ud, anak Affan dan anak Auf ; kemudian golongan mawla ini : Salman, Shuhaib, Bilal dan Salim, mawla Abu Hudzaifah : mereka ini adalah kerabat dekatku."

Hadis ini gharib.

Al-Haitsam asy-Syasyi meriwayatkannya dalam Musnadnya.

Al-Waqidi : Katsir bin Zaid meriwayatkan kepada kami, dari al-Walid bin Rabah, dari Abu Hurairah, yang berkata :

Ketika Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, menikahi Shafiyyah, Abu Ayyub bermalam di pintu rumah Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam ; ketika pagi, beliau melihat Rasulullah dan bertakbir, sementara Abu Ayyub menggenggam pedang ; beliau berkata :

"Wahai Rasulullah, ini budak yang baru dinikahi, dan engkau telah membunuh ayahnya, saudara laki-lakinya dan suaminya ; aku belum merasa aman darinya terhadapmu."

Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, tertawa dan mendoakan kebaikan untuknya.

Sangat langka.

Hadis ini memiliki penopang ringan dari hadis : Isa bin al-Mukhtar dan Ibnu Abi Laila, dari al-Hakam, dari Miqsam, dari Ibnu Abbas [...] yang menyebutkan padanannya.

Dan Abu Bakar bin Abi Syaibah : Umar bin Abi Bakar meriwayatkan kepada kami ; Abdullah bin Abi Ubaidah, dari ayahnya, dari Miqsam, dari Jabir : padanannya.

Dan Ibnu Lahi'ah : dari Abu al-Aswad, dari Urwah : padanannya.

Abdurrahman bin Ishaq, dari az-Zuhri, dari Salim, yang berkata :

Aku menikah ; ayahku mengumpulkan penduduk, di antara mereka Abu Ayyub, dan mereka menutupi rumahku dengan kain hijau.

Abu Ayyub datang, menundukkan kepala, memandang : rumah itu telah tertutup ; beliau berkata : "Wahai hamba Allah ! Kalian menutupi dinding-dinding ?"

Ayahku, dengan rasa malu, berkata : "Para wanita yang mengalahkan kami, wahai Abu Ayyub." Beliau berkata : "Orang yang kukhawatirkan para wanita mengalahkannya, aku tidak khawatir mereka mengalahkanmu : aku tidak akan masuk ke rumah kalian dan tidak akan memakan hidangan kalian !"

Langka.

An-Nufaili meriwayatkannya, dari Ibnu 'Ulayyah, darinya.

Ibnu Abi Dzi'b : dari Abd al-Aziz bin Abbas, dari Muhammad bin Ka'b, yang berkata :

Abu Ayyub membantah Marwan, yang berkata : "Apa yang mendorongmu kepada itu ?"

Beliau berkata : "Aku melihat Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, shalat dengan cara-cara tertentu : jika aku mendapatimu sesuai dengannya, aku menyertaimu ; jika aku mendapatimu menyalahinya, aku menyalahimu."

Marwan bin Muawiyah : dari Abdurrahman bin Ziyad bin An'um, dari ayahnya, yang berkata :

Kapal kami menyusul kapal Abu Ayyub al-Anshari di laut ; bersama kami ada seorang lelaki yang suka bergurau, yang berkata kepada pembawa bekal kami : "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan ketakwaan", dan ia menjadi marah.

Kami berkata kepada Abu Ayyub : "Ini seseorang yang ketika kami berkata kepadanya : semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, ia marah !"

Beliau berkata : "Balaslah ucapannya dengan kalimat yang setara."

Kami mulai berkata : "Orang yang tidak dibenahi oleh kebaikan, akan dibenahi oleh keburukan."

Lelaki bergurau itu berkata kepadanya : "Semoga Allah membalasmu dengan keburukan dan keburukan bentuk."

Beliau tertawa dan berkata : "Maka kau tidak berhenti dari candaanmu !"

Khalifah menyebutkan bahwa Ali menugaskan Abu Ayyub mengurus Madinah.

Al-Hakim berkata : Abu Ayyub tidak mengikuti Shiffin bersama Ali.

Al-A'masy : dari Abu Dzabyan :

Bahwa Abu Ayyub berperang pada masa Muawiyah ; ketika beliau sakaratul maut, beliau berkata : "Ketika kalian berhadapan dengan musuh dalam barisan, tanamlah aku di bawah telapak kaki kalian."

Ibnu Fudhail : Ibrahim al-Hajari meriwayatkan kepada kami, dari Abu Shadiq, yang berkata :

Abu Ayyub al-Anshari datang ke Irak ; kaum Azd menawarinya beberapa ekor kambing bersamaku ; aku memberi salam kepadanya dan berkata :

"Wahai Abu Ayyub, Allah telah memuliakanmu dengan mendampingi Nabi-Nya dan singgahnya di rumahmu ; mengapa aku melihatmu maju menghadapi manusia untuk memerangi mereka dengan pedangmu ?"

Beliau berkata : "Rasulullah mewasiatkan kepada kami untuk memerangi bersama Ali para pelanggar bai'at : kami telah memerangi mereka ; para penzalim : inilah jalan kami kepada mereka, maksudnya Muawiyah ; dan para yang keluar dari agama : aku belum pernah melihat mereka."

Ini adalah riwayat yang lemah.

Ishaq bin Sulaiman ar-Razi : Abu Sinan meriwayatkan kepada kami, dari Habib bin Abi Tsabit :

Bahwa Abu Ayyub datang menemui Ibnu Abbas di Bashrah ; Ibnu Abbas menyediakan baginya sebuah rumah dan berkata :

"Aku akan berbuat kepadamu seperti engkau berbuat kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam : berapa yang harus kuberikan padamu ?"

Beliau berkata : "Dua puluh ribu."

Ia memberikan kepadanya empat puluh ribu, dua puluh budak dan perlengkapan rumah itu.

Ibnu 'Aun : Muhammad meriwayatkan kepada kami, dan Umar bin Katsir bin Aflah meriwayatkan kepada kami : dan inilah hadisnya, yang berkata :

Abu Ayyub datang menemui Muawiyah, yang dudukkan di sampingnya di atas dipan, berbicara dengannya secara sembunyi-sembunyi dan berkata :

"Wahai Abu Ayyub, siapa yang membunuh penunggang kuda betina berwarna hitam pada hari itu dan hari itu ?"

Beliau berkata : "Aku ; karena engkau dan ayahmu, di atas untu merah, membawa panji kekufuran."

Muawiyah menundukkan kepala ; para penduduk Syam mengernyitkan kening dan bersuara.

Muawiyah berkata : "Diam ! Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu."

Abu Ishaq al-Fazari : dari Ibrahim bin Katsir : aku mendengar Umara bin Ghaziyyah berkata :

Abu Ayyub masuk menemui Muawiyah dan berkata : "Rasulullah telah berkata benar : aku mendengar beliau bersabda : Wahai kaum Anshar, setelahku kalian akan mendapati sisa-sisa yang diinginkan : bersabarlah."

Hal itu sampai kepada Muawiyah, dan ia percaya dan berkata : "Sungguh berani ! Aku tidak akan pernah berbicara dengannya, dan tidak ada atap yang melindungi kami berdua."

Beliau berangkat berperang dalam keadaan murka, lalu jatuh sakit ; Yazid bin Muawiyah menjenguknya, ketika memimpin pasukan, dan berkata : "Apakah engkau punya kebutuhan ?"

Beliau berkata : "Aku tidak memperoleh darimu dan dari ayahmu selain kecukupan : jika engkau mau, jadikanlah kuburku dari yang bersentuhan dengan musuh [...]", hadisnya.

Al-A'masy : dari Abu Dzabyan, yang berkata :

Abu Ayyub berangkat berperang, jatuh sakit dan berkata : "Ketika aku mati, angkatlah aku ; ketika kalian berhadapan dengan musuh dalam barisan, jatuhkanlah aku di bawah telapak kaki kalian : aku akan meriwayatkan kepadamu sebuah hadis yang kudengar dari Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam :

Aku mendengar beliau bersabda : barangsiapa mati tanpa menyekutukan apa pun dengan Allah, ia masuk surga."

Sanadnya kuat.

Jarir : dari Qabus bin Abi Dzabyan, dari ayahnya, yang berkata :

Aku datang ke Mesir, dan penduduk baru kembali dari peperangan mereka ; mereka mengabarkan kepadaku :

Bahwa ketika mereka berada pada saat peperangan mereka pecah, di tempat musuh memandangi mereka, maut menyergap Abu Ayyub ; beliau memanggil para sahabat dan penduduk, lalu berkata :

"Ketika aku tertawan, tunggangilah kuda-kuda, lalu berkendaralah hingga kalian bertemu musuh, yang akan memundurkan kalian : maka gailah kubur untukku, tanamlah aku, lalu ratakanlah ! Biarkan kuda-kuda dan manusia menginjak di atasnya, hingga ia tidak dikenali lagi ; ketika kalian pulang, kabarkanlah kepada manusia :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, telah mengabarkan kepadaku bahwa tidak akan dibakar di neraka orang yang berkata : tiada tuhan selain Allah."

Al-Walid berkata : dari Sa'id bin Abd al-Aziz :

Muawiyah mengutus putranya berperang, pada tahun lima puluh lima, di darat dan di laut, hingga mereka melewati teluk ; mereka memerangi penduduk Konstantinopel di pintunya, lalu pulang.

Dan dari al-Asma'i, dari ayahnya :

Bahwa Abu Ayyub dimakamkan di dekat tembok Konstantinopel, dan dibangunkan bangunan di atasnya ; ketika pagi, orang Rom berkata : "Wahai kaum Arab, malam ini kalian membuat kami tidak tidur."

Mereka berkata : "Seorang lelaki dari para sahabat besar Nabi kami telah wafat ; demi Allah, jika ia digali, tidak ada lonceng yang akan dibunyikan di negeri orang Arab."

Ketika mereka kena kekeringan, mereka membuka kuburnya, dan hujan turun kepada mereka.

Wafatnya Abu Ayyub al-Anshari

Al-Waqidi berkata : Abu Ayyub wafat pada tahun lima puluh dua ; Yazid shalat atasnya, dan beliau dimakamkan di kaki benteng Konstantinopel ; sampai kepadaku bahwa orang Rom menjaga kuburnya [...]

Autres orthographes - Abou Ayyoub al-Ansari

Siyar A’lam an-Noubala

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 21 Jumadil Awal
الاثنين 21 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 22 / 29.5
Iluminasi 52%
Bulan baru dalam 8 hari
حسبنا الله ونعم الوكيل Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi