Accueil > Biographies des savants > Anas ibn Malik
Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 08.56
Ibnu Abd al-Barr berkata : beliau termasuk orang-orang yang bersurat dengan al-Husain untuk membai'atnya ; ketika beliau tidak mampu menolongnya, beliau bertobat dan berangkat berperang.
Aku berkata : beliau mukmin yang bersungguh-sungguh, ahli ibadah ; beliau berangkat dalam satu pasukan : mereka kembali dengan bertobat kepada Allah atas meninggalkan mereka al-Husain, sang syuhada, dan berjalan menuntut darahnya : mereka dinamai pasukan para Tawwabin (para penyesal).
Dan beliau pula yang pada hari Shiffin berhadapan dengan Hawsyab Dzu Zulaim dan membunuhnya.
Sulaiman mengajak kepada jihad ; beliau berjalan bersama ribuan orang untuk memerangi Ubaidillah bin Ziyad, dan berkata : "Jika aku terbunuh, amir kalian adalah al-Musayyab bin Najabah."
Kedua pasukan bertemu ; Ubaidillah berada dalam pasukan yang besar ; pertempuran berlangsung tiga hari, dan banyak dari kedua pihak terbunuh.
Pembunuhan melanda para Tawwabin (para penyesal), para pendukung al-Husain, dan empat amir mereka terbunuh : Sulaiman, al-Musayyab, Abdullah bin Sa'ad dan Abdullah bin Wali ; dan itu di 'Ain al-Wardah, yang dinamai Ra's al-'Ain, pada tahun enam puluh lima ; dan Rifa'ah bin Syaddad, bersama sisa mereka, mundur ke Kufah.
No. 62 : Anas bin Malik bin an-Nadhr bin Damdam al-Anshari, radhiyallahu 'anhu, bin Zaid bin Haram bin Jaundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin an-Najjar.
Imam, mufti, qari, perawi, penyampai islam, Abu Hamzah al-Anshari, al-Khazraji, an-Najjari, penduduk Madinah, khadam Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kerabatnya melalui para wanita, dan muridnya, penerusnya, dan yang terakhir wafat di antara para sahabatnya.
Beliau meriwayatkan dari Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, ilmu yang melimpah, dan dari Abu Bakar, dari Umar, dari Utsman, dari Muadz, dari Usaid bin Hudhair, dari Abu Thalhah, dari ibunya Umm Sulaim binti Milhan, dari bibinya Umm Haram, dari suaminya Ubadah bin ash-Shamit, dari Abu Dzar, dari Malik bin Sa'sa'ah, dari Abu Hurairah, dari Fatimah an-Nabawiyyah, dan dari beberapa lainnya.
Dari beliau meriwayatkan kerumunan yang sangat besar, di antaranya : al-Hasan, Ibnu Sirin, asy-Sya'bi, Abu Qilabah, Makhul, Umar bin Abd al-Aziz, Tsabit al-Bunani, Bakr bin Abdullah al-Muzani, az-Zuhri, Qatadah, Ibnu al-Munkadir, Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah, Abd al-Aziz bin Shuhaid, Syu'aib bin al-Habhab, Amr bin Amir al-Kufi, Sulaiman at-Taimi, Humaid ath-Thawil, Yahya bin Sa'id al-Anshari, Katsir bin Sulaim, Isa bin Tahman dan Umar bin Syakir.
Sahabat-sahabat beliau yang tsiqah hidup hingga melewati tahun seratus lima puluh ; yang lemah di antara sahabat-sahabat beliau hidup hingga melewati tahun seratus sembilan puluh ; dan hidup setelah mereka orang-orang yang tidak dapat dipercaya : hadis mereka ditolak sekaligus ; seperti Ibrahim bin Hudbah, Dinar Abu Mikyas, Kharasyah bin Abdullah dan Musa ath-Thawil, yang hidup sedikit setelah tahun dua ratus : tidak ada hitungan dari mereka.
Yang ada setelah tahun dua ratus hanyalah sisa-sisa orang yang mendengar dari orang-orang tsiqah di antara sahabat-sahabat beliau, seperti Yazid bin Harun, Abdullah bin Bakr asy-Shahmi, Muhammad bin Abdullah al-Anshari, Abu Ashim an-Nabil dan Abu Nu'aim.
Penyusun kitab Tahdzib menyebutkan kira-kira dua ratus orang di antara para perawi Anas.
Dan Anas berkata :
"Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, datang ke Madinah ketika usiaku sepuluh tahun, dan beliau wafat ketika usiaku dua puluh tahun ; dan para ibuku mendorongku untuk berkhidmat kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam."
Anas mendampingi nabinya, shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan pendampingan yang sempurna, dan tetap melekat kepadanya dengan kemelekan yang paling utuh sejak hijrahnya hingga wafatnya ; beliau berperang bersamanya lebih dari satu kali, dan berbai'at di bawah pohon.
Muhammad bin Sa'ad meriwayatkan dalam Thabaqat-nya :
Al-Anshari meriwayatkan kepada kami, dari ayahnya, dari mawla Anas : bahwa ia berkata kepada Anas : "Apakah engkau mengikuti Badar ?"
Beliau berkata : "Tidak, semoga ibumu dijauhkan darinya ! Dan bagaimana mungkin aku tidak hadir di Badar ?"
Kemudian al-Anshari berkata : beliau keluar bersama Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, menuju Badar, sebagai anak kecil yang berkhidmat kepadanya.
Dan Umar bin Syabbah meriwayatkannya, dari al-Anshari, dari ayahnya, dari Tsu'amah, yang berkata :
Dikatakan kepada Anas [...] dan ia menyebutkan padanannya.
Aku berkata : para pengarang maghazi tidak menghitungnya termasuk orang-orang Badri, karena beliau mengikutinya sebagai anak kecil, tanpa ikut bertempur ; beliau justru berada di bagasi pasukan : itulah yang mempertemukan (semuanya).
Dan dari Anas, yang berkata :
"Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, menjulukiku Abu Hamzah terkait seikat bunga yang kubungkus."
Dan Ali bin Zaid meriwayatkan, dan padanya ada kelembutan, dari Ibnu al-Musayyab, dari Anas, yang berkata :
"Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, datang ke Madinah ketika usiaku delapan tahun ; ibuku menggandeng tanganku dan membawaku kepadanya, lalu berkata :
Wahai Rasulullah ! Tidak tersisa di antara Anshar seorang lelaki atau perempuan pun yang belum memberimu hadiah ; dan aku tidak punya apa-apa untukmu selain anak ini : terimalah ia, hendaklah ia berkhidmat kepadamu sesukamu."
Beliau berkata : "Aku berkhidmat kepadanya sepuluh tahun : beliau tidak pernah memukulku, tidak pernah mencelaku dan tidak pernah memasang wajah masam kepadaku."
At-Tirmidzi meriwayatkannya.
Ikrinah bin Ammar : Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah mengabarkan kepada kami ; Anas mengabarkan kepada kami, yang berkata :
"Umm Sulaim datang bersamaku kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam ; ia telah memakaikan aku separuh kerudungnya dan menyelimutiku dengan separuhnya lagi, lalu berkata :
Wahai Rasulullah ! Ini Unais, anakku ; aku bawakan untukmu agar ia berkhidmat kepadamu : mohonkanlah Allah untuknya."
Beliau bersabda : "Ya Allah, perbanyaklah harta dan anak-anaknya."
Beliau berkata : "Demi Allah, hartaku melimpah, dan anak-anakku serta anak-anak dari anak-anakku berjumlah sekitar seratus orang, pada hari ini."
Padanannya diriwayatkan oleh Ja'far bin Sulaiman, dari Tsabit.
Dan Syu'bah meriwayatkan, dari Qatadah, dari Anas :
Bahwa Umm Sulaim berkata : "Wahai Rasulullah ! Khadammu adalah Anas : mohonkanlah Allah untuknya."
Beliau bersabda : "Ya Allah, perbanyaklah harta dan anak-anaknya."
Beliau berkata : "Seorang dari keluargaku mengabarkan kepadaku bahwa lebih dari seratus telah dimakamkan dari keturunanku."
Husain bin Waqid : dari Tsabit, dari Anas, yang berkata :
"Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, mendoakan aku dan bersabda : Ya Allah, perbanyaklah harta dan anak-anaknya, dan panjangkanlah umurnya."
Allah memperbanyak hartaku, hingga aku memiliki kebun anggur yang buahnya dipetik dua kali setahun ; dan dari keturunanku lahir seratus enam.
Ismail bin Abdurrahman al-Mu'addal mengabarkan kepada kami, pada tahun dua ratus sembilan puluh dua ; Muhammad bin Khalaf mengabarkan ; Ahmad bin Muhammad al-Hafizh mengabarkan ; Ahmad dan Muhammad mengabarkan ; Abdullah bin Ahmad mengabarkan ; Ali bin Muhammad al-Quradhi mengabarkan ; Abu Amr bin Hakim mengabarkan ; Abu Hatim ar-Razi mengabarkan ; al-Anshari meriwayatkan ; Humaid meriwayatkan kepadaku, dari Anas :
Bahwa Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, masuk ke rumah Umm Sulaim ; ia membawakan beliau kurma dan samnah ; beliau bersabda : "Masukkan kembali kurma kalian ke dalam wadahnya dan samnah kalian ke dalam kantongnya : aku berpuasa."
Kemudian beliau berdiri di sudut rumah, shalat bersama kami shalat sunah, mendoakan Umm Sulaim dan penghuni rumahnya ; ia berkata : "Wahai Rasulullah ! Aku punya satu permintaan kecil."
Beliau bersabda : "Dan apa itu ?"
Ia berkata : "Khadammu Anas."
Beliau tidak melewatkan satu pun kebaikan akhirat maupun dunia tanpa memohonkannya bagiku, lalu bersabda : "Ya Allah, anugerahkanlah kepadanya harta dan anak, dan berkahilah keduanya baginya."
Beliau berkata : "Aku termasuk yang paling kaya di antara Anshar ; dan putriku Umainah menceritakan kepadaku bahwa, hingga datangnya al-Hajjaj ke Bashrah, seratus dua puluh sembilan telah dimakamkan dari keturunanku."
At-Thayalisi : dari Abu Khaldah :
Aku berkata kepada Abu al-'Ala : "Apakah Anas mendengar dari Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam ?"
Ia berkata : "Ia berkhidmat kepadanya sepuluh tahun, beliau mendoakannya, dan ia memiliki kebun yang berbuah dua kali setahun, dan pada bunga-bunganya ada wangi-wangian yang harum seperti misik."
Abu Khaldah tsiqah.
Dari Musa bin Anas : bahwa Anas berperang dalam delapan peperangan.
Tsabit al-Bunani berkata : Abu Hurairah berkata :
"Aku tidak melihat siapa pun yang shalatnya paling menyerupai shalat Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, selain putra Umm Sulaim", maksudnya Anas.
Anas bin Sirin berkata : Anas bin Malik termasuk orang-orang yang shalatnya paling indah, baik ketika bermukim maupun saat bepergian.
Dan al-Anshari meriwayatkan, dari ayahnya, dari Tsu'amah, yang berkata :
Anas shalat hingga kedua kakinya lecet, karena lamanya berdiri, radhiyallahu 'anhu.
Tsabit al-Bunani berkata : pengelola kebun Anas datang dan berkata : "Kebunmu haus."
Anas mengenakan pakaiannya, keluar ke padang, shalat, berdoa ; mendung naik, menutupi kebunnya, dan hujan turun hingga memenuhi saluran-salurannya, dan itu di musim panas ; beliau mengutus seseorang berkata : "Lihatlah sampai ke mana ia telah sampai."
Dan ia tidak melewati kebunnya lebih dari sedikit.
Padanannya diriwayatkan oleh al-Anshari, dari ayahnya, dari Tsu'amah.
Aku berkata : ini karamah yang jelas, tegak dengan dua sanad.
Hammad bin Yahya berkata : orang yang mendampingi Anas bin Malik menceritakan kepadaku :
Ketika Anas berihram, aku tidak mampu berbicara dengannya karena sungguh keras beliau menjaga ihramnya.
Ibnu 'Aun : dari Musa bin Anas :
Abu Bakar ash-Shiddiq mengutus (orang) kepada Anas untuk mengirimkannya segera menuju dua lautan.
Umar masuk menemui beliau dan berkata : "Aku hendak mengirim orang ini menuju dua lautan, dan ia masih anak muda."
Beliau berkata : "Kirimlah ia : ia cerdas dan tahu menulis."
Beliau mengirimkannya ; ketika Abu Bakar wafat, Anas datang menemui Umar, yang berkata : "Bawakan apa yang engkau bawa."
Beliau berkata : "Wahai Amirul Mukminin, bai'at dahulu."
Beliau mengulurkan tangannya.
Hammad bin Salamah : Ubaidillah bin Abi Bakar mengabarkan, dari Anas, yang berkata :
"Abu Bakar menugaskanku mengurus zakat ; aku kembali, dan ia telah wafat.
Umar berkata : Wahai Anas ! Apakah engkau kembali dengan punggung yang penuh ?
Aku berkata : ya.
Ia berkata : kami mengutusmu, dan kebaikan itu untukmu.
Aku berkata : ia lebih dari itu.
Ia berkata : kalaupun begitu, ia untukmu."
Dan itu empat ribu.
Tsabit meriwayatkan, dari Anas, yang berkata :
"Aku mendampingi Jarir bin Abdullah : ia berkhidmat kepadaku ; dan ia berkata : aku melihat para Anshar melakukan satu hal bersama Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam : aku tidak melihat satu pun dari mereka kecuali aku berkhidmat kepadanya."
Dan diriwayatkan dari Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda kepada Anas : "Wahai yang berdua telinga."
Dan Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, memuliakannya dengan sebagian ilmu.
Anas meriwayatkan dari Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau berkeliling kepada sembilan istri dalam satu pagi dengan satu kali mandi.
Khalifah bin Khayyath berkata : setelah wafatnya Yazid, Ibnu az-Zubair menulis kepada Anas bin Malik : dan beliau shalat bersama penduduk di Bashrah empat puluh hari.
Dan Anas mengikuti penaklukan Tustar ; beliau datang kepada Umar bersama gubernurnya Hurmuzan, yang memeluk islam, dan islamnya indah, rahimahullah.
Al-A'masy berkata : Anas menulis kepada Abd al-Malik bin Marwan, ketika al-Hajjaj menzaliminya :
"Aku berkhidmat kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, sembilan tahun ; demi Allah, jika orang-orang Nasrani memiliki seorang lelaki yang berkhidmat kepada nabi mereka, niscaya mereka memuliakannya."
Ja'far bin Sulaiman berkata : Ali bin Zaid menceritakan kepada kami, yang berkata :
Aku berada di al-Qashr, dan al-Hajjaj meninjau penduduk pada malam-malam Ibnu al-Asy'ats ; Anas datang, dan al-Hajjaj berkata : "Wahai manusia hina, pengelana fitnah : sekali bersama Ali, sekali bersama Ibnu az-Zubair, sekali bersama Ibnu al-Asy'ats ! Demi Dzat yang menggenggam jiwaku di tangan-Nya, aku akan mencabutmu seperti mencabut damar, dan aku akan mengulitimu seperti menguliti kadal."
Anas berkata : "Siapa yang dimaksud amir ?"
Beliau berkata : "Engkau yang kumaksud : semoga Allah menjadikan telingamu tuli !"
Anas membaca doa kembali (ruju'), dan al-Hajjaj terlalai.
Anas keluar ; kami menyusulnya hingga ar-Rahbah, dan beliau berkata : "Seandainya aku tidak memikirkan anak-anakku dan tidak khawatir atas mereka setelahku, niscaya aku berkata kepadanya perkataan yang tidak akan pernah aku sesali."
Salamah bin Wardan berkata : aku melihat pada Anas serban hitam yang ia biarkan menjuntai di belakang.
Abu Thalut Abd as-Salam berkata : aku melihat pada Anas sebuah serban.
Hammad bin Salamah : dari Humaid, dari Anas :
"Umar melarang kami menulis huruf Arab pada cap."
Dan pada cap Anas terdapat gambar serigala atau rubah.
Ibnu Sirin berkata : ukiran cap Anas adalah singa yang berbaring.
Tsu'amah bin Abdullah berkata : kebun Anas berbuah dua kali setahun.
Sulaiman at-Taimi berkata : aku mendengar Anas berkata : "Tidak tersisa siapa pun yang pernah shalat ke arah dua qiblah kecuali aku."
Al-Mutsanna bin Sa'id berkata : aku mendengar Anas berkata : "Tidak ada satu malam pun kecuali aku melihat kekasihku padanya." Kemudian beliau menangis.
Hammad bin Salamah : dari Tsabit, dari Anas : beliau dikatakan : "Tidakkah engkau menceritakan kepada kami ?" Beliau berkata :
"Wahai anakku : yang sering bertemu menjadi jarang."
Hammad : dari Ibnu Juraij, dari az-Zuhri, dari Anas :
Bahwa beliau mengukir pada capnya : Muhammad, rasul Allah ; dan ketika masuk ke tempat buang hajat, beliau melepasnya.
Ibnu 'Aun berkata : aku melihat pada Anas jubah kulit, serban kulit dan selimut kulit.
Abdullah bin Salim al-Asy'ari meriwayatkan, dari Azhar bin Abdullah, yang berkata :
Aku termasuk para penunggang kuda yang mengepung Anas bin Malik pada malam hari ; beliau termasuk yang menghasut melawan al-Hajjaj, dan beliau bersama Ibnu al-Asy'ats ; mereka membawanya kepada al-Hajjaj, yang menandai tangannya : mawla al-Hajjaj.
Al-A'masy berkata : Anas menulis kepada Abd al-Malik :
"Aku berkhidmat kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, sembilan tahun ; dan al-Hajjaj menampilkanku di tengah Bashrah" ; Abd al-Malik berkata :
"Wahai anak muda, tulislah kepada al-Hajjaj : kepadamu celaka ! Aku khawatir tidak ada seorang pun yang aman oleh tanganku : ketika suratku sampai kepadamu, datangilah Anas hingga engkau meminta maaf kepadanya."
Ketika surat itu sampai kepadanya, ia berkata kepada pembawa surat : "Apakah Amirul Mukminin telah menuliskan apa yang ada di sini ?"
Ia berkata : "Ya, demi Allah ; dan tidak ada yang lebih berat atas wajahnya darinya."
Al-Hajjaj berkata : "Saya dengar dan saya taat", dan hendak bangkit menuju beliau.
Si penulis berkata : "Jika engkau mau, aku kabarkan kepadanya."
Ia datang menemui Anas bin Malik dan berkata : "Tidakkah engkau melihat bahwa beliau takut kepadamu dan hendak datang menemuimu : datangilah beliau."
Anas berjalan mendekat hingga sampai di sisinya, dan al-Hajjaj berkata : "Wahai Abu Hamzah, apakah engkau marah ?"
Beliau berkata : "Ya : engkau menampilkanku di tengah Bashrah ?"
Al-Hajjaj berkata : "Urusanku dan urusanmu seperti ucapan orang yang berkata : engkau yang kumaksud, dengarkanlah aku, wahai tetangga : aku hendak agar tidak ada yang membantahku."
Dan Amr bin Dinar meriwayatkan, dari Abu Ja'far, yang berkata :
Anas bin Malik terkena kusta, dengan keputihan yang pekat ; aku melihatnya makan : ia menelan suapan besar-besar.
Humaid berkata, dari Anas : mereka berkata : cinta kepada Ali dan Utsman tidak berkumpul dalam satu hati ; dan Allah menghimpun cinta kepada keduanya dalam hati-hati kami.
Yahya bin Sa'id al-Anshari berkata, dari ibunya :
Bahwa ia melihat Anas dalam pakaian lengkap, mengenakan jubah, dan bahwa beliau terserang kusta ; ia mendengarku berkata kepada keluarganya :
"Orang ini lebih tua daripada Sahl bin Sa'ad, dan ia lebih lanjut usianya daripada Sahl."
Beliau berkata : "Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, telah mendoakan aku."
Abu al-Yaqzan berkata : dalam wabah al-Jarif, delapan puluh anak lelaki wafat milik Anas.
Dikatakan : tujuh puluh.
Dan Mu'adz bin Mu'adz meriwayatkan : Imran menceritakan kepada kami, dari Ayyub, yang berkata :
Anas melemah untuk berpuasa : beliau menyuruh menyiapkan hidangan tsarid dan mengundang tiga puluh orang miskin, lalu memberi mereka makan.
Aku berkata : kelahiran Anas tegak sepuluh tahun sebelum tahun Hijrah.
Siyar A’lam an-Noubala