Biographie de Oussama ibn Zayd

Accueil > Biographies des savants > Oussama ibn Zayd

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 08.56

Biographie complète de Oussama ibn Zayd

"dengan jamaah : Allah tidak akan pernah menghimpun jamaah atas kegelisahan (dalalah) ; hingga seorang lelaki yang lurus diselamatkan, atau diselamatkan dari seorang lelaki yang fasik."

Khalifah berkata : Abu Mas'ud wafat sebelum tahun empat puluh.

Ibnu Qani' berkata : pada tahun tiga puluh sembilan.

Al-Mada'ini dan lainnya berkata : pada tahun empat puluh.

Dikatakan : beliau pernah menjenguk Muawiyah.

Dan dari Khaitsamah bin Abdurrahman, yang berkata :

Ketika Ali berangkat, beliau mengangkat Abu Mas'ud sebagai gubernur Kufah, dan beberapa lelaki yang tidak berangkat bersama Ali tetap bersembunyi.

Abu Mas'ud berkata di atas mimbar : "Wahai manusia, barangsiapa bersembunyi, kelihatlah : demi umur Umar, jika yang dimaksud adalah orang banyak : sahabat-sahabat kami banyak, dan kami tidak menganggap buruk jika dua gunung ini berjumpa esok hari, di antara kaum muslimin, lalu yang ini membunuh yang itu, dan yang itu membunuh yang ini,

hingga hanya tersisa segenggam dari sini dan dari sana : salah satu dari dua golongan akan menang.

Namun kami menganggap buruk jika Allah datang dengan satu ketetapan dari sisi-Nya, yang dengannya Dia menjaga darah mereka dan memperbaiki apa yang memisahkan mereka."

Yahya al-Qathan berkata : Abu Mas'ud wafat pada hari-hari ketika Ali terbunuh, di Kufah.

Al-Waqidi berkata : beliau wafat di Madinah, pada masa kekhalifahan Muawiyah.

No. 104 : Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syarahil, radhiyallahu 'anhu, bin Abd al-Uzza bin Imri al-Qais, mawla, amir besar.

Kekasih Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mawla beliau, dan putra mawla beliau.

Abu Zaid.

Dan dikatakan : Abu Muhammad.

Dan dikatakan : Abu Haritsah.

Dan dikatakan : Abu Yazid.

Pemerintahan pasukan Syam

Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, mengangkatnya memimpin pasukan untuk peperangan Syam, dan di dalam pasukan itu ada Umar dan para seniornya ; ia tidak berangkat sebelum Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, wafat ; orang yang jujur (Ash-Shiddiq) bergegas mengutus mereka, dan mereka menggelar serangan ke Ubna, dari arah al-Balqa.

Dikatakan : beliau mengikuti hari Mu'tah bersama ayahnya, dan beliau menetap di al-Mizza beberapa waktu ; kemudian beliau kembali ke Madinah dan wafat di sana.

Dikatakan : beliau wafat di Wadi al-Qura.

Para perawi dari Usamah bin Zaid

Yang meriwayatkan dari beliau : Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abu Wail, Abu Utsman an-Nahdi, Urwah bin az-Zubair, Abu Salamah, Abu Sa'id al-Maqbari, Amir bin Sa'ad, Abu Dzabyan, Atha bin Abi Rabah, dan beberapa orang ; serta kedua putranya : Hassan dan Muhammad.

Tegak dari Usamah, yang berkata : Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, menggendongku bersama al-Hasan dan bersabda : "Ya Allah, aku mencintai mereka berdua : cintailah mereka berdua."

Aku berkata : beliau lebih tua daripada al-Hasan sepuluh tahun atau lebih.

Beliau berkulit sangat hitam, berbudi ringan, cerdas, berani ; Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, mengangkat derajatnya dan sangat mencintainya.

Beliau adalah putra ibu susuan Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam : Umm Aiman ; dan ayahnya berkulit putih ; dan Rasulullah bergembira untuknya dengan ucapan Mujazziz al-Mudliji : "Kedua telapak kaki ini antara keduanya saling berbagi."

Abu Awanah : dari Umar bin Abi Salamah, dari ayahnya : Usamah bin Zaid mengabarkan kepadaku :

Bahwa Ali berkata : "Wahai Rasulullah, siapa dari keluargamu yang paling kau cintai ?"

Beliau bersabda : "Fatimah."

Ali berkata : "Aku bertanya kepadamu tentang para lelaki."

Beliau bersabda : "Orang yang Allah beri keutamaan dan aku beri keutamaan : Usamah bin Zaid."

Ali berkata : "Kemudian siapa ?"

Beliau bersabda : "Kemudian engkau."

Dan Mughirah meriwayatkan, dari asy-Sya'bi :

Bahwa Aisyah berkata : "Tidak pantas bagi siapa pun membenci Usamah, setelah aku mendengar Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : barangsiapa mencintai Allah dan rasul-Nya, hendaklah ia mencintai Usamah."

Dan Aisyah berkata tentang perempuan Makhzumiyah yang mencuri, dan mereka berkata :

"Siapa yang berani bicara kepada Rasulullah tentangnya, selain Usamah : kekasih Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam."

Musa bin Uqbah dan lainnya : dari Salim, dari Ibnu Umar, yang berkata :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Manusia yang paling aku cintai adalah Usamah, kecuali Fatimah dan selainnya."

Zaid bin Aslam berkata, dari ayahnya, yang berkata :

Umar mengalokasikan kepada Usamah tiga ribu lima ratus, dan mengalokasikan kepada putranya Abdullah tiga ribu.

Ia berkata : "Mengapa engkau mengutamakannya atasku ? Demi Allah, ia tidak pernah mendahuluiku di medan perang mana pun."

Ia berkata : "Karena ayahnya lebih dicintai Rasulullah daripada ayahmu, dan ia lebih dicintai Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, daripada engkau : aku mengutamakan cinta Rasulullah atas cintaku."

At-Tirmidzi menyatakan hasannya.

Ibnu Umar berkata : Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, mengangkat Usamah sebagai panglima, dan mereka mencela kepemimpinannya ; beliau bersabda :

"Jika kalian mencela kepemimpinannya, kalian telah mencela kepemimpinan ayahnya ; demi Allah, ia pantas menjadi panglima, dan ia termasuk yang paling kucintai di antara manusia ; dan anak ini termasuk yang paling kucintai di antara manusia setelahnya."

Aku berkata : ketika Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, mengangkatnya memimpin pasukan itu, usianya delapan belas tahun.

Ibnu Sa'ad : Yazid meriwayatkan kepada kami ; Hammad bin Salamah meriwayatkan ; dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya :

Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, menunda ifadhah dari Arafah karena Usamah, sambil menunggunya ; datang seorang anak lelaki berkulit hitam, berhidung pesek ; penduduk Yaman berkata : "Ternyata kami duduk menunggu orang ini !"

Karena itulah mereka membangkang : maksudnya : hari-hari pembangkangan itu.

Waki' berkata : yang menjauhi fitnah, di antara para tokoh : Sa'ad, Ibnu Umar, Usamah bin Zaid dan Muhammad bin Maslamah.

Aku berkata : Usamah berpedoman pada perkataan Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika beliau bersabda kepadanya : "Bagaimana dengan : la ilaha illallah, wahai Usamah ?"

Beliau menahan tangannya dan tetap tinggal di rumahnya : beliau berbuat baik.

Aisyah berkata : Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, hendak mengusap ludah Usamah ; aku berkata : "Biarkanlah aku yang melakukannya."

Beliau bersabda : "Wahai Aisyah, cintailah ia : aku mencintainya."

Aku berkata : usianya sebaya dengan usianya.

Mujalid : dari asy-Sya'bi, dari Aisyah :

Rasulullah memerintahku membasuh wajah Usamah, yang masih anak kecil.

Ia berkata : "Aku belum pernah melahirkan, dan aku tidak tahu cara membasuh anak kecil ; aku menggendongnya dan membasuhnya dengan cara yang bukan seperti itu."

Ia berkata : beliau menggendongnya dan mulai membasuh wajahnya sambil bersabda : "Usamah telah berbuat indah bagi kami, meski ia bukan budak ; dan jika engkau budak, sungguh aku akan menghiasi dan memberimu (kebebasan)."

Dan dalam Musnad : dari al-Bahiyyi, dari Aisyah :

Rasulullah bersabda : "Jika Usamah seorang budak, sungguh aku akan memakaikan dan menghiasinya hingga aku memberinya makan dari belanjaku."

Dan dari jalur lain, dari Umar :

Bahwa ia tidak pernah berjumpa Usamah kecuali berkata : "Semoga keselamatan terlimpahkan atasmu, wahai amir, dan rahmat Allah ! Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, telah wafat, dan engkau bagiku seorang amir."

Jarir bin Hazim : Ibnu Ishaq meriwayatkan kepada kami ; dari Shalih bin Kaisan, dari Ubaidillah bin Abdullah, yang berkata :

Aku melihat Usamah bin Zaid berbaring di pintu kamar Aisyah, mengangkat jarinya, bersenandung ; dan aku melihatnya shalat di dekat makam Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam.

Marwan melewatinya dan berkata : "Engkau shalat di dekat makam !"

Dan ia berkata kepadanya perkataan buruk ; Usamah berkata : "Wahai Marwan, engkau orang kotor yang terus-menerus dalam kekotoran ; dan aku mendengar Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : Allah membenci orang kotor yang terus-menerus dalam kekotoran."

Qais bin Abi Hazim berkata : ketika sampai kepada Rasulullah bahwa panji diberikan kepada Khalid, beliau bersabda : "Mengapa tidak kepada seorang lelaki yang ayahnya telah terbunuh ?"

Maksudnya : Usamah.

Ibrahim bin Tahman : dari Utbah bin Abdullah, dari Abu Bakar bin Abdullah bin Abi Juhm, yang berkata :

Aku masuk menemui Fatimah binti Qais, yang telah ditalak suaminya [...] hadisnya.

Ketika ia menyelesaikan iddahnya, Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Adakah yang telah melamarmu ?"

Ia berkata : "Ada : Muawiyah dan Abu al-Juhm."

Beliau bersabda : "Adapun Abu al-Juhm, ia keras tabiatnya ; adapun Muawiyah, ia lelaki tanpa harta ; tetapi akah kujodohkan engkau dengan Usamah ?"

Ia berkata : "Usamah !" : merendahkan urusan Usamah ; lalu ia berkata : "Baik, dalam pendengaran dan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya" ; beliau menikahkannya dengannya ; Allah memuliakanku dengan Abu Zaid, memuliakan dan mengangkat derajatku dengannya.

Dan Malik meriwayatkan maknanya, dari Abdullah bin Yazid, dari Abu Salamah, darinya.

Urwah bin az-Zubair berkata : Abu Bakar berkata :

"Demi Allah, biarkan burung membawaku lebih kucintai daripada memulai sesuatu sebelum perintah Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam."

Beliau mengutus Usamah, dan meminta izin (Usamah) untuk menahan Umar di sisi beliau.

Ia berkata : ketika mereka tiba di Syam, kabut tebal menyelimuti mereka, yang menutupi mereka hingga mereka menggelar serangan dan mencapai tujuan mereka.

Wafatnya Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan serangan Usamah ke tanahnya (Rom) sampai kepada Heraclius dalam satu saat yang sama.

Orang Rom berkata : "Apa gerangan orang-orang ini : pemimpinnya wafat, dan mereka menggelar serangan ke tanah kami !"

Ibnu Ishaq : dari Sa'id bin Ubaid bin as-Sabbaq, dari Muhammad bin Usamah, dari ayahnya, yang berkata :

Ketika Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, mulai berat, aku turun, dan penduduk turun di Madinah ; aku masuk menemuinya : beliau terdiam dan tidak berbicara ; beliau mulai meletakkan kedua tangannya ke atasku, lalu mengangkatnya : aku mengerti bahwa beliau mendoakan aku.

Ahmad dalam Musnadnya : Hujjaj meriwayatkan kepada kami ; Syarik mengabarkan ; dari al-Abbas bin Dzarih, dari al-Bahiyyi, dari Aisyah :

Bahwa Usamah minum di ambang pintu dan melukai dahinya ; Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, mulai menghisap lukanya, lalu menghaluskannya, dan bersabda : "Jika Usamah seorang budak, sungguh aku akan memakaikan dan menghiasinya hingga aku memberinya makan dari belanjaku."

Syarik : dari Abu Ishaq, dari Jabalah, yang berkata :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika tidak berangkat berperang, memberikan baju besinya kepada Ali atau Usamah.

Az-Zubair bin Bukkar : Muhammad bin Salam meriwayatkan kepada kami ; dari Yazid bin Iyadh, yang berkata :

Hakim bin Hizam menghadiahkan kepada Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, pada masa gencatan senjata, sebuah jubah Dzu Yazan yang dibeli tiga ratus dinar ; beliau menolaknya dan bersabda : "Aku tidak menerima hadiah dari seorang musyrik."

Hakim menjualnya ; Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, memerintahkan pembelinya untuk membawakannya kepada beliau.

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, memakainya ; Hakim melihatnya mengenakannya dan berkata :

"Apa yang dilihat hakim yang berpandangan jernih, setelah munculnya
Yang mendahului dengan dahi berkilau dan lambung yang menakjubkan"

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, menyuruh membawakannya kepada Usamah bin Zaid.

Hakim melihatnya mengenakannya dan berkata : "Aduh ! Aduh ! Wahai Usamah : atasmu jubah Dzu Yazan !"

Rasulullah bersabda kepadanya : "Katakan kepadanya : apa yang menghalangiku darinya, sedangkan aku lebih baik darinya, dan ayahku lebih baik daripada ayahnya ?"

Ma'mar : dari az-Zuhri, yang berkata :

Ali berjumpa Usamah bin Zaid dan berkata : "Kami tidak menghitungmu termasuk mereka, wahai Usamah : mengapa engkau tidak masuk bersama kami ?"

Beliau berkata : "Wahai Abu al-Hasan, demi Allah, jika engkau menggigit tali kekang singa, aku akan menggigit tali kekang lainnya bersamamu, hingga kita semua binasa atau semua hidup ; tetapi adapun urusan yang engkau ikuti ini : demi Allah, aku tidak akan pernah masuk ke dalamnya."

Padanannya diriwayatkan oleh Amr bin Dinar, dari Abu Ja'far, dari Harmalah, mawla Usamah, yang berkata :

Usamah mengutusku kepada Ali [...] dan ia menyebutkan padanannya.

Ismail bin Abdurrahman al-Adl mengabarkan kepada kami ; Abdullah bin Ahmad al-Faqih mengabarkan ; Muhammad bin Abd al-Baqi mengabarkan ; Ali bin al-Husain al-Bazzar mengabarkan ; Abu Ali bin Syadzan mengabarkan ; Abu Sahl bin Ziyad mengabarkan ; Ahmad bin Abd al-Jabbar meriwayatkan ; Yunus bin Bukair meriwayatkan ; Muhammad bin Ishaq : Muhammad bin Usamah bin Muhammad bin Usamah menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari kakeknya Usamah bin Zaid, yang berkata :

Seorang lelaki berjumpa denganku, aku dan seorang lelaki Anshar ; ketika kami menghunuskan pedang kepadanya, ia berkata : "La ilaha illallah."

Kami tidak menyisakan ia hingga kami membunuhnya.

Ketika kami datang kepada Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, kami mengabarkannya ; beliau bersabda : "Wahai Usamah ! Siapa yang menyelamatkanmu dari : la ilaha illallah ?"

Kami berkata : "Wahai Rasulullah, ia mengucapkannya untuk menyelamatkan dirinya dari pembunuhan."

Beliau bersabda : "Siapa yang menyelamatkanmu, wahai Usamah, dari : la ilaha illallah ?"

Beliau tidak berhenti mengulanginya, hingga aku berharap seandainya seluruh islamku yang telah lalu tidak pernah ada, dan aku memeluk islam pada hari itu, tanpa membunuhnya.

Aku berkata : "Aku berjanji kepada Allah untuk tidak pernah membunuh seorang lelaki yang berkata : la ilaha illallah."

Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Setelahku, wahai Usamah ?"

Beliau berkata : "Setelahmu."

Syaikh lain meriwayatkannya, dari Ahmad bin Abd al-Jabbar, dan menambahkan :

Ia berkata : "Aku berjumpa dengannya, maksudnya Mirdas bin Nahik : aku dan seorang lelaki ; ketika kami menghunuskan pedang kepadanya, ia berkata : aku bersaksi bahwa la ilaha illallah."

Hisyam adz-Dastuwa'i : Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan kepada kami ; Umar bin al-Hakam bin Tsauban menceritakan kepadaku bahwa mawla Qudamah bin Maz'un menceritakan kepadanya bahwa mawla Usamah berkata :

Usamah berkendara menuju harta yang ia miliki di Wadi al-Qura, dan berpuasa Senin dan Kamis dalam perjalanan.

Aku berkata kepadanya : "Engkau berpuasa Senin dan Kamis dalam perjalanan, padahal engkau telah tua, lemah dan kurus !"

Beliau berkata : "Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, berpuasa Senin dan Kamis, dan beliau bersabda : amal-amal manusia dipaparkan pada hari Senin dan Kamis."

Yunus bin Bukair : Ibnu Ishaq meriwayatkan kepada kami, dari putra dari putra Usamah bin Zaid, dari kakeknya Usamah, yang berkata :

Aku berpuasa satu bulan dalam setahun ; aku menyebutkannya kepada Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, yang bersabda : "Seandainya engkau (berpuasa) Syawal !"

Usamah, ketika berbuka puasa, berpuasa sehari setelah Syawal, hingga menyelesaikan akhirnya.

Ibnu Abi ad-Dunya : Amr bin Bukair mengabarkan kepada kami, dari Abu Abdurrahman at-Tha'i, yang berkata :

Usamah datang menemui Muawiyah, yang dudukkan di sampingnya, memberikannya perhatian penuh, dan mengulurkan kakinya.

Muawiyah berkata : "Semoga Allah merahmati Umm Aiman : aku masih ingat, di Makkah, tulang kakinya, seperti tulang unta betina bertompok."

Beliau berkata : "Semoga Allah berbuat demikian kepadamu, wahai Muawiyah : ia demi Allah lebih baik darimu !"

Dariasyirikan bahwa Muawiyah berkata : "Ya Allah, ampunilah."

Tulang yang tampak adalah tulang yang terlihat ; dan unta betina bertompok : padanya warna putih dan hitam.

Dalam Musnad Baqi : seratus delapan belas hadis ; di antaranya, dalam al-Bukhari dan Muslim : lima belas ; dalam al-Bukhari : satu hadis ; dalam Muslim : dua hadis.

Wafatnya Usamah bin Zaid

Az-Zuhri berkata : Usamah wafat di al-Jurf.

Dan dari al-Maqbari, yang berkata :

Aku menghadiri pemakaman Usamah ; Ibnu Umar berkata : "Bersegeralah dengan kecintaan kepada Rasulullah sebelum matahari terbit."

Ibnu Sa'ad berkata : beliau wafat pada akhir kekhalifahan Muawiyah.

Autres orthographes - Oussama ibn Zayd

Siyar A’lam an-Noubala

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 21 Jumadil Awal
الاثنين 21 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 22 / 29.5
Iluminasi 52%
Bulan baru dalam 8 hari
حسبنا الله ونعم الوكيل Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi