Découvrez la signification du terme Aghtab (اغتاب) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 3 menit bacaSeseorang : menyebutkan aibnya di belakangnya, aib yang ia sembunyikan, dan yang disebutkannya tidak disukainya. Dan dalam Al-Qur'an yang mulia : ﴿ Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Tentu kamu merasa jijik ﴾ (al-Hujurat, 12). Mengabsen diri : tidak hadir. Urusan itu luput darinya : ia tersembunyi.
Yang tidak hadir : isim fa'il. Jamak : ghuyub, ghiyab dan ghuyub. Dalam istilah para fuqaha : ia adalah orang yang tempatnya diketahui (ad-Dasuqi).
Lubang yang dalam : kubur. Akar pohon : akar-akarnya. Dasar : dasar segala sesuatu.
Segala yang menyembunyikan sesuatu. Al-ghaib : lawan dari yang tampak. Dan dalam Al-Qur'an yang mulia : ﴿ Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang mukmin akan melihat pekerjaan kamu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan ﴾ (at-Taubah, 105).
Jamak : 'uyub. Segala yang tidak tampak bagi manusia, baik tertanam di dalam hati maupun tidak. Dan dalam Kitab العزيز : ﴿ Engkau tidak dapat memberi peringatan kecuali kepada orang yang mengikuti peringatan (Al-Qur'an) dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya ; maka sampaikanlah kepadanya kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia ﴾ (Yasin, 11), artinya : ia takut kepada Allah pada saat tidak dilihat.
Adapun al-ghaib dalam ayat yang mulia : ﴿ Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa * (yaitu) orang-orang yang beriman kepada yang gaib ﴾ (al-Baqarah, 2-3), maksudnya Allah Ta'ala, karena Dia tidak terlihat di alam dunia, tetapi terlihat tanda-tanda-Nya yang menunjukkan-Nya. Dan dikatakan : al-ghaib : apa yang tersembunyi dari manusia di antara apa yang diberitakan oleh Nabi ﷺ kepada mereka tentang malaikat, surga, neraka dan pengadilan. Keraguan.
Kejauhan : jauhnya dan tersembunyinya. Gunjing : yaitu menyebut saudaramu di belakangnya dengan aib yang ia sembunyikan dan yang disebutkannya tidak disukainya : jika benar, ia disebut ghibah. Dan jika dusta, ia disebut buhtan (fitnah).
Dengan ijmak kaum muslimin : yaitu menyebut saudaramu dengan apa yang ia benci (al-Ghazali, dan an-Nawawi meriwayatkannya dalam al-Adzkar).