Arti istilah Al-ʿlm (علم) dalam glosarium Islam.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 4 menit bacaIa adalah keyakinan yang teguh sesuai kenyataan. Para ahli hikmah berkata : ia adalah tercapainya gambaran sesuatu dalam akal ; makna pertama lebih khusus daripada yang kedua. Dikatakan : ilmu adalah menangkap sesuatu sebagaimana adanya.
Dikatakan : hilangnya tersembunyinya yang diketahui ; kejahilan adalah lawannya. Dikatakan : ia tidak butuh definisi. Dikatakan : ilmu adalah sifat yang tetap yang dengannya ditangkap yang umum dan yang khusus.
Dikatakan : ilmu adalah sampainya jiwa pada makna sesuatu. Dikatakan : ia adalah hubungan yang khusus antara yang mengakal dan yang terakal. Dikatakan : ia adalah sifat pembawa sifat.
Ia terbagi dua : qadim dan hadis. Ilmu qadim adalah ilmu yang kekal dengan dzat Allah Yang Maha Tinggi ; ia tidak serupa dengan ilmu-ilmu yang dihasilkan hamba. Ilmu hadis terbagi tiga : dharuri, lazim dan istiqrai.
Dharuri : apa yang tidak menuntut premis apa pun, seperti ilmu tentang wujudnya sendiri dan bahwa keseluruhan lebih besar daripada bagian. Lazim : apa yang juga tidak menuntut premis, seperti ilmu tentang keberadaan Sang Pencipta dan hadisnya aradh-aradh.
Dengan dua fathah : panji, ketenaran, gunung tinggi, bendera, apa yang dipasang pada ujung tombak, pemimpin kaum ; jamaknya : a'lam. Menurut ahli nahwu : apa yang dipatok untuk sesuatu pada keindividuannya, orang atau jenis, yang tidak dibagi oleh yang lain dengan penetapan yang sama : itulah isim 'alam yang qashdi. Adapun isim 'alam itthifaqi : ia adalah yang menjadi nama khusus, artinya menunjuk individu tertentu, karena keunggulan dan seringnya penggunaan, bukan karena penetapan dan kesepakatan ; ia tiga jenis : nama, laqab dan kunyah ; masing-masing dibahas pada tempatnya.
Bendera (al-'alamah) : yang dengannya pasukan saling mengenali ; Allah berfirman : « dan tanda-tanda ('alamat) ; dan dengan bintanglah mereka mendapat petunjuk ».
Keyakinan yang qath'i sesuai yang nyata, disertai penunjuknya (mujib).
Apa yang dipatok untuk sesuatu pada keindividuannya, yang tidak dibagi oleh yang lain dengan penetapan yang sama : itulah nama yang menunjuk orang tertentu di antara orang-orang.
Tercapainya gambaran sesuatu dalam akal.
Keyakinan yang teguh, yang tetap, sesuai kenyataan, karena ia adalah sifat yang menuntut pemilahan yang tidak menerima lawannya ; atau : tercapainya gambaran sesuatu dalam akal, makna pertama lebih khusus. Apa yang dipatok « untuk sesuatu » : itulah isim 'alam yang qashdi (nama khusus) ; atau yang berlaku : isim 'alam itthifaqi, yang menjadi nama khusus bukan karena penetapan penapak, tetapi karena seringnya penggunaan disertai pembedaan ; atau apa yang melekat pada sesuatu tertentu, secara nyata maupun dalam bayangan, tanpa mencakup sejenisnya (Ta'rifat al-Jurjani, hlm. 162).
﴿ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ﴾
Sourate الفاتحة : 2
﴿وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَـٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ﴾
Sourate البقرة : 31
﴿قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ﴾
Sourate البقرة : 32
﴿يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّى فَضَّلْتُكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ﴾
Sourate البقرة : 47
﴿۞ وَإِذِ ٱسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ فَقُلْنَا ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنفَجَرَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًۭا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍۢ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ مِن رِّزْقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ﴾
Sourate البقرة : 60
﴿وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَـٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌۭ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍۢ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ﴾
Sourate البقرة : 102
Ce terme apparaît dans 216 versets du Coran.