Islam > Glosarium > Al-astdraj
Arti istilah Al-astdraj (استدراج) dalam glosarium Islam.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaAllah membiarkan hamba-Nya mendapatkan pengabulan hajatnya, sekali lalu sekali lagi, hingga akhir hayatnya, kemudian menggantinya dengan ujian dan azab; dikatakan: kehinaan, dengan menimbang akhir nasibnya.
Dijauhkan dari rahmat Allah dan didekatkan pada azab, secara berangsur-angsur.
Pendekatan azab Allah melalui penangguhan, sedikit demi sedikit.
Setan mengangkat seseorang derajat demi derajat ke tempat yang tinggi, lalu menjatuhkannya dari tempat itu hingga kehancurannya.
Allah mendekatkan hamba pada azab, pada siksa dan ujian pada hari kiamat, sebagaimana diriwayatkan tentang Fir'aun, yang memohon kepada Allah, sebelum hajatnya (dia menggunakannya), agar diuji dengan azab dan kesengsaraan di akhirat.
Allah memberikan kepada hamba segala yang ia inginkan di dunia ini, sehingga bertambah kesesatannya, kesalahannya, kejahilannya dan kekeraskepalaiannya, dan setiap hari semakin menjauhnya dari Allah.
Dalam bahasa Persia: «rafar amusy kardan wa bakarkh ridan-i danaz»: memalingkan secara berangsur dan membawa sedikit demi sedikit. Di kalangan teolog: apa yang akan disebutkan pada entri tentang pemutusan kebiasaan (khirq al-'adah), insya Allah.
Bergantinya kenikmatan tanpa rasa takut akan ujian; dikatakan: menyebarannya keterkenalan tanpa takut akan kehancuran; dikatakan: pemberian harapan tanpa penunaian, dan penegakan tanpa pembayaran.