Découvrez la signification du terme Al-ḍḥk (ضحك) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaSifat yang tidak menetap yang datang kepada manusia melalui gerakan ruh ke luar, seketika, karena keheranan yang menyergapnya; batas tawa adalah terdengar olehnya, bukan oleh tetangganya.
Yaitu isim jins yang di bawahnya dua jenis: senyum dan canda.
Ketahuilah bahwa sifat yang tidak menetap yang datang kepada manusia melalui gerakan ruh ke luar, seketika, karena keheranan yang menyergapnya: jika ia sedemikian sehingga tidak terdengar olehnya, itu senyum; jika terdengar olehnya, itu tawa; dan jika terdengar hingga tetangganya, itu canda. Demikian dikenal dari sini definisi masing-masing senyum, tawa dan canda. Dalam sebagian tradisi, tidak ada pembedaan antara canda dan tawa; karena itu asy-Syaid as-Sanad asy-Syarif, semoga ruhnya disucikan, menetapkan dalam istilah-istilahnya batas tawa sebagai apa yang terdengar hingga tetangganya.
Dengan fathah lalu kasrah. Mashdar dari dzhahika: perembangan wajah dan membukanya bibir hingga tampak gigi karena kegembiraan, disertai suara; jika tidak ada suara, itu senyum (istilah Inggris: tersenyum). Ad-dahh: dengan fathah pada shad, mashdar dari daha pada cairan: mengalirkannya dengan daya dorong (menyedot air, memompa).
Dengan fathah: perembangan wajah yang darinya tampak kegembiraan manusia; jika tanpa suara, itu senyum; jika dengan suara terdengar dari jauh, itu canda; jika tidak, itu tawa.