Découvrez la signification du terme Al-ghyba (غيبة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaGhaibnya hati dari ilmu tentang apa yang terjadi pada keadaan-keadaan makhluk, bahkan pada keadaan jiwanya sendiri, tentang apa datang kepadanya dari yang hak, ketika masuk ilham menjadi besar dan kuasa hakikat menang; ia kemudian hadir dengan yang hak, ghaib dari dirinya dan dari makhluk; dan yang membuktikan itu kisah wanita-wanita yang memotong tangan mereka melihat Yusuf: jika memandang kecantikan Yusuf demikian, bagaimana dengan memandang cahaya-cahaya Pemilik Keagungan.
Menyebut aib-aib manusia pada ketiadaannya, padahal aib itu ada padanya; jika tidak ada, itu buhtan; dan jika dihadapkan, itu celaan.
Dengan kasrah ghain: menyebut saudaramu pada apa yang ia benci; jika ada padanya, engkau telah menggunjingnya; jika tidak, engkau telah buhtan, artinya engkau telah menyebut tentangnya apa yang tidak ia lakukan.
Dalam bahasa: isim yang diturunkan dari ightabah dengan ightiyaban, ketika menyebut saudaranya yang ghaib pada apa yang ia benci dari aib-aib dan aib itu ada padanya; jika tidak ada, itu buhtan. Ghibah dalam makna istilah: menyebut saudaramu pada apa yang ia benci.
Dengan kasrah: menyebut saudaramu pada apa yang ia benci; jika ada padanya, engkau telah menggunjingnya; jika tidak, engkau telah buhtan, artinya engkau telah menyebut tentangnya apa yang tidak ia lakukan. Dan salah satu definisinya yang paling indah: penyebutan aib secara terbuka, pada ketiadaannya.
Menyebut aib-aib manusia dengan cara merendahkan, pada ketiadaannya dan padahal aib itu ada padanya; jika tidak ada, itu buhtan; dan jika dihadapkan, itu celaan.