Apa arti Al-hbaʾ?

Islam > Glosarium > Al-hbaʾ

Découvrez la signification du terme Al-hbaʾ (هباء) dans le vocabulaire islamique.

Daftar isi :

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 2 menit baca

Definisi Al-hbaʾ

Al-hbaʾ selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Yaitu apa di dalamnya Allah membuka (mewujudkan) jasad-jasad dunia, sedangkan ia sendiri tidak memiliki hakikat tersendiri dalam keberadaan kecuali dengan bentuk yang dibuka di dalamnya. Ia disebut 'Anqa (Feniks), karena ia disebut-sebut tetapi tidak memiliki keberadaan dengan dirinya sendiri, dan ia juga disebut materi pertama. Dan karena Haba', dilihat dari susunan derajat-derajat keberadaan, berada pada derajat keempat setelah Aql Pertama, Nafs Universal dan Tabiat Universal, [penulis] mengkhususkannya sebagai suatu jawhar (substansi) di dalamnya telah dibuka bentuk-bentuk jasad, karena di bawah derajatnya terdapat derajat jasad universal.

Dan derajat Haba' ini tidak dapat dibayangkan sebagaimana kita membayangkan keputihan dan kehitaman pada benda putih dan benda hitam, karena kehitaman dan keputihan, dalam kefahaman dan persepsinya, dikaitkan dengan yang putih dan yang hitam.

Al-hbaʾ selon Mufradat (Ar-Raghib)

Yaitu apa di dalamnya Allah membuka jasad-jasad dunia, sedangkan ia tidak memiliki kemandirian dalam keberadaan kecuali dalam bentuk yang dibuka di dalamnya. Ia disebut 'Anqa (Feniks) karena ia dimaknai tetapi tidak memiliki keberadaan dalam hakikatnya, dan juga materi pertama. Dan ﴿debuan yang tersebar﴾ yaitu debu yang bertebaran.

Al-hbaʾ selon At-Tawqif (Al-Munawi)

Yaitu apa di dalamnya Allah membuka jasad-jasad dunia sedangkan ia tidak memiliki hakikat dalam keberadaan kecuali dengan bentuk yang dibuka di dalamnya. Ia disebut 'Anqa (Feniks) karena ia dimaknai dengan penyebutannya tetapi tidak memiliki keberadaan dalam hakikatnya, dan (juga) materi pertama. Dan karena Haba', dilihat dari susunan derajat-derajat keberadaan, berada pada derajat keempat setelah Aql Pertama, Nafs Universal dan Tabiat Universal, ia (penulis) mengkhususkannya sebagai suatu jawhar di dalamnya telah dibuka bentuk-bentuk jasad, karena di bawah derajatnya terdapat derajat jasad universal.

Dan (marthabah/derajat) Haba' ini tidak dibayangkan kecuali sebagaimana kita membayangkan keputihan dan kehitaman pada yang putih dan yang hitam (Al-Ta'rifat hlm. 277, Al-Qasyani, Istilahat as-Sufiyyah, hlm. 45).

Istilah terkait: Al-hbaʾ

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 23 Rabiul Akhir
الثلاثاء 23 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24.1 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
حسبنا الله ونعم الوكيل Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi