Surah Ad-Dukhaan kata demi kata
Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Ad-Dukhaan kata demi kata
Ad-Dukhaan (الدخان) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 59 ayat, 346 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.
Dengan 346 kata untuk dipelajari, Surah Ad-Dukhaan menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.
Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42
📖 2 menit baca
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1 - Surah Ad-Dukhaan: 1 kata
▶ Ayat kata demi kata
حمٓ
Haa miim.
Ayat 2 - Surah Ad-Dukhaan: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ
Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan,
▶
وَٱلْكِتَـٰبِ
wal-kitābi
demi kitab
▶
ٱلْمُبِينِ
l-mubīni
yang jelas
Ayat 3 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ فِى لَيْلَةٍۢ مُّبَـٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
▶
إِنَّآ
innā
sesungguhnya Kami
▶
أَنزَلْنَـٰهُ
anzalnāhu
Kami menurunkannya
▶
فِى
fī
pada
▶
لَيْلَةٍۢ
laylatin
malam hari
▶
مُّبَـٰرَكَةٍ ۚ
mubārakatin
yang diberkati
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
كُنَّا
kunnā
adalah Kami
▶
مُنذِرِينَ
mundhirīna
Pemberi peringatan
Ayat 4 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
يُفْرَقُ
yuf'raqu
dijelaskan
▶
كُلُّ
kullu
segala
▶
أَمْرٍ
amrin
perkara/urusan
▶
حَكِيمٍ
ḥakīmin
hikmah/bijaksana
Ayat 5 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمْرًۭا مِّنْ عِندِنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ
(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,
▶
أَمْرًۭا
amran
perintah/urusan
▶
مِّنْ
min
dari
▶
عِندِنَآ ۚ
ʿindinā
sisi Kami
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
كُنَّا
kunnā
adalah Kami
▶
مُرْسِلِينَ
mur'silīna
yang mengutus
Ayat 6 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
رَحْمَةًۭ مِّن رَّبِّكَ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
▶
رَحْمَةًۭ
raḥmatan
rahmat
▶
مِّن
min
dari
▶
رَّبِّكَ ۚ
rabbika
Tuhanmu
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya
▶
هُوَ
huwa
Dia
▶
ٱلسَّمِيعُ
l-samīʿu
Maha Mendengar
▶
ٱلْعَلِيمُ
l-ʿalīmu
Maha Mengetahui
Ayat 7 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
رَبِّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
▶
رَبِّ
rabbi
Tuhan
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
بَيْنَهُمَآ ۖ
baynahumā
yang ada di antara keduanya
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُم
kuntum
kalian adalah
▶
مُّوقِنِينَ
mūqinīna
orang yang meyakini
Ayat 8 - Surah Ad-Dukhaan: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.
▶
لَآ
lā
tidak ada
▶
إِلَـٰهَ
ilāha
Tuhan
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
هُوَ
huwa
Dia
▶
يُحْىِۦ
yuḥ'yī
Dia menghidupkan
▶
وَيُمِيتُ ۖ
wayumītu
dan Dia mematikan
▶
رَبُّكُمْ
rabbukum
Tuhan kalian
▶
وَرَبُّ
warabbu
dan Tuhan
▶
ءَابَآئِكُمُ
ābāikumu
bapak-bapak kamu
▶
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
terdahulu
Ayat 9 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ هُمْ فِى شَكٍّۢ يَلْعَبُونَ
Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.
▶
بَلْ
bal
tetapi
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
شَكٍّۢ
shakkin
keragu-raguan
▶
يَلْعَبُونَ
yalʿabūna
mereka bermain-main
Ayat 10 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱرْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٍۢ مُّبِينٍۢ
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,
▶
فَٱرْتَقِبْ
fa-ir'taqib
maka tunggulah
▶
يَوْمَ
yawma
hari
▶
تَأْتِى
tatī
datang/membawa
▶
ٱلسَّمَآءُ
l-samāu
langit
▶
بِدُخَانٍۢ
bidukhānin
dengan asap/kabut
▶
مُّبِينٍۢ
mubīnin
nyata
Ayat 11 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَغْشَى ٱلنَّاسَ ۖ هَـٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ
yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.
▶
يَغْشَى
yaghshā
menutupi
▶
ٱلنَّاسَ ۖ
l-nāsa
manusia
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
عَذَابٌ
ʿadhābun
azab
▶
أَلِيمٌۭ
alīmun
yang pedih
Ayat 12 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
رَّبَّنَا ٱكْشِفْ عَنَّا ٱلْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman".
▶
رَّبَّنَا
rabbanā
ya Tuhan kami
▶
ٱكْشِفْ
ik'shif
hilangkanlah
▶
عَنَّا
ʿannā
dari kami
▶
ٱلْعَذَابَ
l-ʿadhāba
azab
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
▶
مُؤْمِنُونَ
mu'minūna
orang-orang yang beriman
Ayat 13 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَنَّىٰ لَهُمُ ٱلذِّكْرَىٰ وَقَدْ جَآءَهُمْ رَسُولٌۭ مُّبِينٌۭ
Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan,
▶
أَنَّىٰ
annā
bagaimana
▶
لَهُمُ
lahumu
bagi mereka
▶
ٱلذِّكْرَىٰ
l-dhik'rā
peringatan
▶
وَقَدْ
waqad
dan sungguh
▶
جَآءَهُمْ
jāahum
telah datang kepada mereka
▶
رَسُولٌۭ
rasūlun
seorang rasul
▶
مُّبِينٌۭ
mubīnun
nyata/jelas
Ayat 14 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ تَوَلَّوْا۟ عَنْهُ وَقَالُوا۟ مُعَلَّمٌۭ مَّجْنُونٌ
kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila".
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
تَوَلَّوْا۟
tawallaw
mereka berpaling
▶
عَنْهُ
ʿanhu
dari padanya
▶
وَقَالُوا۟
waqālū
dan mereka berkata
▶
مُعَلَّمٌۭ
muʿallamun
seorang yang diajar
▶
مَّجْنُونٌ
majnūnun
seorang gila
Ayat 15 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّا كَاشِفُوا۟ ٱلْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَآئِدُونَ
Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
كَاشِفُوا۟
kāshifū
menghilangkan
▶
ٱلْعَذَابِ
l-ʿadhābi
azab
▶
قَلِيلًا ۚ
qalīlan
sedikit
▶
إِنَّكُمْ
innakum
sesungguhnya kalian
▶
عَآئِدُونَ
ʿāidūna
orang-orang yang kembali
Ayat 16 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَوْمَ نَبْطِشُ ٱلْبَطْشَةَ ٱلْكُبْرَىٰٓ إِنَّا مُنتَقِمُونَ
(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
نَبْطِشُ
nabṭishu
Kami menghantam/menyerang
▶
ٱلْبَطْشَةَ
l-baṭshata
hantaman/serangan
▶
ٱلْكُبْرَىٰٓ
l-kub'rā
yang keras
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
مُنتَقِمُونَ
muntaqimūna
pemberi siksaan
Ayat 17 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَآءَهُمْ رَسُولٌۭ كَرِيمٌ
Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia,
▶
۞ وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
فَتَنَّا
fatannā
Kami telah menguji
▶
قَبْلَهُمْ
qablahum
sebelum mereka
▶
قَوْمَ
qawma
kaum
▶
فِرْعَوْنَ
fir'ʿawna
Fir'aun
▶
وَجَآءَهُمْ
wajāahum
dan telah datang kepada mereka
▶
رَسُولٌۭ
rasūlun
seorang rasul
▶
كَرِيمٌ
karīmun
yang mulia
Ayat 18 - Surah Ad-Dukhaan: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَنْ أَدُّوٓا۟ إِلَىَّ عِبَادَ ٱللَّهِ ۖ إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ
(dengan berkata): "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu,
▶
أَنْ
an
hendaklah
▶
أَدُّوٓا۟
addū
serahkan
▶
إِلَىَّ
ilayya
kepadaku
▶
عِبَادَ
ʿibāda
hamba-hamba
▶
ٱللَّهِ ۖ
l-lahi
Allah
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya aku
▶
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
▶
رَسُولٌ
rasūlun
seorang rasul
▶
أَمِينٌۭ
amīnun
terpercaya
Ayat 19 - Surah Ad-Dukhaan: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَن لَّا تَعْلُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ۖ إِنِّىٓ ءَاتِيكُم بِسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍۢ
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.
▶
وَأَن
wa-an
dan sesungguhnya
▶
لَّا
lā
janganlah
▶
تَعْلُوا۟
taʿlū
kamu menyombongkan diri
▶
عَلَى
ʿalā
terhadap
▶
ٱللَّهِ ۖ
l-lahi
Allah
▶
إِنِّىٓ
innī
sesungguhnya aku
▶
ءَاتِيكُم
ātīkum
aku datang kepadamu
▶
بِسُلْطَـٰنٍۢ
bisul'ṭānin
dengan kekuasaan/bukti
▶
مُّبِينٍۢ
mubīnin
nyata
Ayat 20 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنِّى عُذْتُ بِرَبِّى وَرَبِّكُمْ أَن تَرْجُمُونِ
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku,
▶
وَإِنِّى
wa-innī
dan sesungguhnya aku
▶
عُذْتُ
ʿudh'tu
aku berlindung
▶
بِرَبِّى
birabbī
kepada Tuhanku
▶
وَرَبِّكُمْ
warabbikum
dan Tuhanmu
▶
أَن
an
bahwa
▶
تَرْجُمُونِ
tarjumūni
kamu akan merajamku
Ayat 21 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِن لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ لِى فَٱعْتَزِلُونِ
dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)".
▶
وَإِن
wa-in
dan jika
▶
لَّمْ
lam
tidak
▶
تُؤْمِنُوا۟
tu'minū
kamu beriman
▶
لِى
lī
kepadaku
▶
فَٱعْتَزِلُونِ
fa-iʿ'tazilūni
maka tinggalkanlah aku
Ayat 22 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ قَوْمٌۭ مُّجْرِمُونَ
Kemudian Musa berdoa kepada Tuhannya: "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)".
▶
فَدَعَا
fadaʿā
maka dia berdo'a
▶
رَبَّهُۥٓ
rabbahu
Tuhannya
▶
أَنَّ
anna
bahwasanya
▶
هَـٰٓؤُلَآءِ
hāulāi
mereka ini
▶
قَوْمٌۭ
qawmun
kaum
▶
مُّجْرِمُونَ
muj'rimūna
orang-orang yang berdosa
Ayat 23 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَسْرِ بِعِبَادِى لَيْلًا إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ
(Allah berfirman): "Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar,
▶
فَأَسْرِ
fa-asri
maka berjalanlah kamu
▶
بِعِبَادِى
biʿibādī
dengan hamba-hamba-Ku
▶
لَيْلًا
laylan
pada malam hari
▶
إِنَّكُم
innakum
sesungguhnya kalian
▶
مُّتَّبَعُونَ
muttabaʿūna
orang-orang yang diikuti/di kejar
Ayat 24 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱتْرُكِ ٱلْبَحْرَ رَهْوًا ۖ إِنَّهُمْ جُندٌۭ مُّغْرَقُونَ
dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan".
▶
وَٱتْرُكِ
wa-ut'ruki
dan tinggalkan/biarkan
▶
ٱلْبَحْرَ
l-baḥra
laut
▶
رَهْوًا ۖ
rahwan
tenang
▶
إِنَّهُمْ
innahum
sesungguhnya mereka
▶
جُندٌۭ
jundun
bala tentara
▶
مُّغْرَقُونَ
mugh'raqūna
orang-orang yang ditenggelamkan
Ayat 25 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَمْ تَرَكُوا۟ مِن جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ
Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan,
▶
كَمْ
kam
berapa banyak
▶
تَرَكُوا۟
tarakū
mereka tinggalkan
▶
مِن
min
dari
▶
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
taman-taman
▶
وَعُيُونٍۢ
waʿuyūnin
dan mata air
Ayat 26 - Surah Ad-Dukhaan: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَزُرُوعٍۢ وَمَقَامٍۢ كَرِيمٍۢ
dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah,
▶
وَزُرُوعٍۢ
wazurūʿin
dan tanaman-tanaman
▶
وَمَقَامٍۢ
wamaqāmin
dan tempat-tempat
▶
كَرِيمٍۢ
karīmin
mulia/indah
Ayat 27 - Surah Ad-Dukhaan: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَعْمَةٍۢ كَانُوا۟ فِيهَا فَـٰكِهِينَ
dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya,
▶
وَنَعْمَةٍۢ
wanaʿmatin
dan kenikmatan
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
▶
فَـٰكِهِينَ
fākihīna
bersenang-senang
Ayat 28 - Surah Ad-Dukhaan: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَذَٰلِكَ ۖ وَأَوْرَثْنَـٰهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ
demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.
▶
كَذَٰلِكَ ۖ
kadhālika
seperti demikian
▶
وَأَوْرَثْنَـٰهَا
wa-awrathnāhā
Kami wariskannya
▶
قَوْمًا
qawman
kaum
▶
ءَاخَرِينَ
ākharīna
yang lain
Ayat 29 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ وَمَا كَانُوا۟ مُنظَرِينَ
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh.
▶
فَمَا
famā
maka tidaklah
▶
بَكَتْ
bakat
menangis
▶
عَلَيْهِمُ
ʿalayhimu
atas mereka
▶
ٱلسَّمَآءُ
l-samāu
langit
▶
وَٱلْأَرْضُ
wal-arḍu
dan bumi
▶
وَمَا
wamā
dan tidak ada
▶
كَانُوا۟
kānū
mereka
▶
مُنظَرِينَ
munẓarīna
orang-orang yang diberi tangguh
Ayat 30 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مِنَ ٱلْعَذَابِ ٱلْمُهِينِ
Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan,
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhya
▶
نَجَّيْنَا
najjaynā
Kami telah menyelamatkan
▶
بَنِىٓ
banī
Bani
▶
إِسْرَٰٓءِيلَ
is'rāīla
Israil
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْعَذَابِ
l-ʿadhābi
azab
▶
ٱلْمُهِينِ
l-muhīni
yang hina
Ayat 31 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
مِن فِرْعَوْنَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَالِيًۭا مِّنَ ٱلْمُسْرِفِينَ
dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.
▶
مِن
min
dari
▶
فِرْعَوْنَ ۚ
fir'ʿawna
Fir'aun
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
عَالِيًۭا
ʿāliyan
tinggi/sombong
▶
مِّنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلْمُسْرِفِينَ
l-mus'rifīna
orang-orang yang melampaui batas
Ayat 32 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدِ ٱخْتَرْنَـٰهُمْ عَلَىٰ عِلْمٍ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa.
▶
وَلَقَدِ
walaqadi
dan sesungguhnya
▶
ٱخْتَرْنَـٰهُمْ
ikh'tarnāhum
Kami telah memilih mereka
▶
عَلَىٰ
ʿalā
dengan
▶
عِلْمٍ
ʿil'min
pengetahuan
▶
عَلَى
ʿalā
di atas
▶
ٱلْعَـٰلَمِينَ
l-ʿālamīna
alam semesta
Ayat 33 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَءَاتَيْنَـٰهُم مِّنَ ٱلْـَٔايَـٰتِ مَا فِيهِ بَلَـٰٓؤٌۭا۟ مُّبِينٌ
Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata.
▶
وَءَاتَيْنَـٰهُم
waātaynāhum
dan Kami telah berikan kepada mereka
▶
مِّنَ
mina
dari
▶
ٱلْـَٔايَـٰتِ
l-āyāti
tanda-tanda
▶
مَا
mā
apa yang
▶
فِيهِ
fīhi
di dalamnya
▶
بَلَـٰٓؤٌۭا۟
balāon
percobaan/ujian
▶
مُّبِينٌ
mubīnun
nyata
Ayat 34 - Surah Ad-Dukhaan: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَيَقُولُونَ
Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata,
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
هَـٰٓؤُلَآءِ
hāulāi
mereka itu
▶
لَيَقُولُونَ
layaqūlūna
benar-benar mereka berkata
Ayat 35 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنْ هِىَ إِلَّا مَوْتَتُنَا ٱلْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُنشَرِينَ
"tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,
▶
إِنْ
in
bahwa
▶
هِىَ
hiya
ia
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
مَوْتَتُنَا
mawtatunā
kematian kami
▶
ٱلْأُولَىٰ
l-ūlā
pertama
▶
وَمَا
wamā
dan tidaklah
▶
نَحْنُ
naḥnu
kami
▶
بِمُنشَرِينَ
bimunsharīna
orang-orang yang di bangkitkan
Ayat 36 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأْتُوا۟ بِـَٔابَآئِنَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar".
▶
فَأْتُوا۟
fatū
maka datanglah
▶
بِـَٔابَآئِنَآ
biābāinā
dengan bapak-bapak kami
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
صَـٰدِقِينَ
ṣādiqīna
orang-orang yang benar
Ayat 37 - Surah Ad-Dukhaan: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍۢ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ أَهْلَكْنَـٰهُمْ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ
Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.
▶
أَهُمْ
ahum
apakah mereka
▶
خَيْرٌ
khayrun
lebih baik
▶
أَمْ
am
atau
▶
قَوْمُ
qawmu
kaum
▶
تُبَّعٍۢ
tubbaʿin
Tubba'
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلِهِمْ ۚ
qablihim
sebelum mereka
▶
أَهْلَكْنَـٰهُمْ ۖ
ahlaknāhum
Kami telah membinasakan mereka
▶
إِنَّهُمْ
innahum
sesungguhnya mereka
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
مُجْرِمِينَ
muj'rimīna
orang-orang yang berdosa
Ayat 38 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَـٰعِبِينَ
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
خَلَقْنَا
khalaqnā
Kami menciptakan/menjadikan
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
بَيْنَهُمَا
baynahumā
diantara keduanya
▶
لَـٰعِبِينَ
lāʿibīna
bermain-main
Ayat 39 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَا خَلَقْنَـٰهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
▶
مَا
mā
tidak
▶
خَلَقْنَـٰهُمَآ
khalaqnāhumā
Kami menjadikan keduanya
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan hak
▶
وَلَـٰكِنَّ
walākinna
tetapi
▶
أَكْثَرَهُمْ
aktharahum
kebanyakan mereka
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui
Ayat 40 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ يَوْمَ ٱلْفَصْلِ مِيقَـٰتُهُمْ أَجْمَعِينَ
Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
يَوْمَ
yawma
hari
▶
ٱلْفَصْلِ
l-faṣli
keputusan
▶
مِيقَـٰتُهُمْ
mīqātuhum
waktu mereka
▶
أَجْمَعِينَ
ajmaʿīna
semuanya
Ayat 41 - Surah Ad-Dukhaan: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَوْمَ لَا يُغْنِى مَوْلًى عَن مَّوْلًۭى شَيْـًۭٔا وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,
▶
يَوْمَ
yawma
hari
▶
لَا
lā
tidak
▶
يُغْنِى
yugh'nī
berguna
▶
مَوْلًى
mawlan
kawan karib
▶
عَن
ʿan
dari
▶
مَّوْلًۭى
mawlan
kawan karib
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu/sedikit
▶
وَلَا
walā
dan tidaklah
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
يُنصَرُونَ
yunṣarūna
mereka mendapat pertolongan
Ayat 42 - Surah Ad-Dukhaan: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِلَّا مَن رَّحِمَ ٱللَّهُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
مَن
man
orang
▶
رَّحِمَ
raḥima
merahmati
▶
ٱللَّهُ ۚ
l-lahu
Allah
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya Dia
▶
هُوَ
huwa
Dia
▶
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Maha Perkasa
▶
ٱلرَّحِيمُ
l-raḥīmu
Maha Penyayang
Ayat 43 - Surah Ad-Dukhaan: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ
Sesungguhnya pohon zaqqum itu,
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
شَجَرَتَ
shajarata
pohon
▶
ٱلزَّقُّومِ
l-zaqūmi
zaqqum
Ayat 44 - Surah Ad-Dukhaan: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
طَعَامُ ٱلْأَثِيمِ
makanan orang yang banyak berdosa.
▶
طَعَامُ
ṭaʿāmu
makanan
▶
ٱلْأَثِيمِ
l-athīmi
orang yang berdosa
Ayat 45 - Surah Ad-Dukhaan: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَٱلْمُهْلِ يَغْلِى فِى ٱلْبُطُونِ
(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,
▶
كَٱلْمُهْلِ
kal-muh'li
seperti minyak
▶
يَغْلِى
yaghlī
ia mendidih
▶
فِى
fī
di dalam
▶
ٱلْبُطُونِ
l-buṭūni
perut
Ayat 46 - Surah Ad-Dukhaan: 2 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَغَلْىِ ٱلْحَمِيمِ
seperti mendidihnya air yang amat panas.
▶
كَغَلْىِ
kaghalyi
seperti mendidihnya
▶
ٱلْحَمِيمِ
l-ḥamīmi
air yang sangat panas
Ayat 47 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
خُذُوهُ فَٱعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ
Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka.
▶
خُذُوهُ
khudhūhu
tangkaplah dia
▶
فَٱعْتِلُوهُ
fa-iʿ'tilūhu
lalu seretlah dia
▶
إِلَىٰ
ilā
sampai
▶
سَوَآءِ
sawāi
ke tengah-tengah
▶
ٱلْجَحِيمِ
l-jaḥīmi
neraka jahim
Ayat 48 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ صُبُّوا۟ فَوْقَ رَأْسِهِۦ مِنْ عَذَابِ ٱلْحَمِيمِ
Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
صُبُّوا۟
ṣubbū
tuangkanlah
▶
فَوْقَ
fawqa
di atas
▶
رَأْسِهِۦ
rasihi
kepalanya
▶
مِنْ
min
dari
▶
عَذَابِ
ʿadhābi
azab
▶
ٱلْحَمِيمِ
l-ḥamīmi
air yang sangat panas
Ayat 49 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْكَرِيمُ
Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.
▶
ذُقْ
dhuq
rasakanlah
▶
إِنَّكَ
innaka
sesungguhnya kamu
▶
أَنتَ
anta
kamu
▶
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
seorang perkasa
▶
ٱلْكَرِيمُ
l-karīmu
seorang mulia
Ayat 50 - Surah Ad-Dukhaan: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ هَـٰذَا مَا كُنتُم بِهِۦ تَمْتَرُونَ
Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya.
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
مَا
mā
apa (azab)
▶
كُنتُم
kuntum
kalian adalah
▶
بِهِۦ
bihi
padanya
▶
تَمْتَرُونَ
tamtarūna
kamu meragukan
Ayat 51 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى مَقَامٍ أَمِينٍۢ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
ٱلْمُتَّقِينَ
l-mutaqīna
orang-orang yang bertakwa
▶
فِى
fī
dalam
▶
مَقَامٍ
maqāmin
tempat
▶
أَمِينٍۢ
amīnin
aman
Ayat 52 - Surah Ad-Dukhaan: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ
(yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;
▶
فِى
fī
dalam
▶
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
taman-taman
▶
وَعُيُونٍۢ
waʿuyūnin
dan mata air
Ayat 53 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍۢ وَإِسْتَبْرَقٍۢ مُّتَقَـٰبِلِينَ
mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,
▶
يَلْبَسُونَ
yalbasūna
mereka memakai
▶
مِن
min
dari
▶
سُندُسٍۢ
sundusin
kain sutera halus
▶
وَإِسْتَبْرَقٍۢ
wa-is'tabraqin
dan sutera tebal
▶
مُّتَقَـٰبِلِينَ
mutaqābilīna
mereka berhadap-hadapan
Ayat 54 - Surah Ad-Dukhaan: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍۢ
demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.
▶
كَذَٰلِكَ
kadhālika
seperti demikian
▶
وَزَوَّجْنَـٰهُم
wazawwajnāhum
Kami jodohkan mereka
▶
بِحُورٍ
biḥūrin
dengan jelita/bidadari
▶
عِينٍۢ
ʿīnin
matanya
Ayat 55 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَـٰكِهَةٍ ءَامِنِينَ
Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran),
▶
يَدْعُونَ
yadʿūna
mereka meminta
▶
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
▶
بِكُلِّ
bikulli
dengan segala macam
▶
فَـٰكِهَةٍ
fākihatin
buah-buahan
▶
ءَامِنِينَ
āminīna
dengan aman
Ayat 56 - Surah Ad-Dukhaan: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا ٱلْمَوْتَ إِلَّا ٱلْمَوْتَةَ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَوَقَىٰهُمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ
mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَذُوقُونَ
yadhūqūna
mereka merasakan
▶
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
▶
ٱلْمَوْتَ
l-mawta
mati
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
ٱلْمَوْتَةَ
l-mawtata
kematian
▶
ٱلْأُولَىٰ ۖ
l-ūlā
pertama
▶
وَوَقَىٰهُمْ
wawaqāhum
dan Dia memelihara mereka
▶
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
▶
ٱلْجَحِيمِ
l-jaḥīmi
neraka jahim
Ayat 57 - Surah Ad-Dukhaan: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.
▶
فَضْلًۭا
faḍlan
karunia
▶
مِّن
min
dari
▶
رَّبِّكَ ۚ
rabbika
Tuhanmu
▶
ذَٰلِكَ
dhālika
demikian itu
▶
هُوَ
huwa
ia/itu
▶
ٱلْفَوْزُ
l-fawzu
keuntungan
▶
ٱلْعَظِيمُ
l-ʿaẓīmu
yang besar
Ayat 58 - Surah Ad-Dukhaan: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَإِنَّمَا يَسَّرْنَـٰهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.
▶
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka sesungguhnya
▶
يَسَّرْنَـٰهُ
yassarnāhu
Kami mudahkannya
▶
بِلِسَانِكَ
bilisānika
dengan lisan/bahasamu
▶
لَعَلَّهُمْ
laʿallahum
supaya mereka
▶
يَتَذَكَّرُونَ
yatadhakkarūna
mereka mendapat pelajaran
Ayat 59 - Surah Ad-Dukhaan: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱرْتَقِبْ إِنَّهُم مُّرْتَقِبُونَ
Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).
▶
فَٱرْتَقِبْ
fa-ir'taqib
maka tunggulah
▶
إِنَّهُم
innahum
sesungguhnya mereka
▶
مُّرْتَقِبُونَ
mur'taqibūna
orang-orang yang menunggu
Lihat juga
Semua surah kata demi kata