Surah Al-Anbiyaa kata demi kata
Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Anbiyaa kata demi kata
Al-Anbiyaa (الأنبياء) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 112 ayat, 1.169 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.
Dengan 1.169 kata untuk dipelajari, Surah Al-Anbiyaa menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.
Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42
📖 6 menit baca
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
ٱقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍۢ مُّعْرِضُونَ
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).
▶
ٱقْتَرَبَ
iq'taraba
telah dekat
▶
لِلنَّاسِ
lilnnāsi
bagi/kepada manusia
▶
حِسَابُهُمْ
ḥisābuhum
perhitungan mereka
▶
وَهُمْ
wahum
dan/sedang mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
غَفْلَةٍۢ
ghaflatin
kelalaian
▶
مُّعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
orang-orang yang berpaling
Ayat 2 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍۢ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا ٱسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ
Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,
▶
مَا
mā
tidak
▶
يَأْتِيهِم
yatīhim
datang kepada mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
ذِكْرٍۢ
dhik'rin
peringatan/ayat
▶
مِّن
min
dari
▶
رَّبِّهِم
rabbihim
Tuhan mereka
▶
مُّحْدَثٍ
muḥ'dathin
yang baru
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
ٱسْتَمَعُوهُ
is'tamaʿūhu
mereka mendengarkannya
▶
وَهُمْ
wahum
dan/sedang mereka
▶
يَلْعَبُونَ
yalʿabūna
mereka mempermain-mainkan
Ayat 3 - Surah Al-Anbiyaa: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَاهِيَةًۭ قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا۟ ٱلنَّجْوَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ هَلْ هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ ٱلسِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ
(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?"
▶
لَاهِيَةًۭ
lāhiyatan
dalam keadaan lalai
▶
قُلُوبُهُمْ ۗ
qulūbuhum
hati mereka
▶
وَأَسَرُّوا۟
wa-asarrū
dan mereka merahasiakan
▶
ٱلنَّجْوَى
l-najwā
pembicaraan
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
ظَلَمُوا۟
ẓalamū
(mereka) zalim
▶
هَلْ
hal
apakah/bukankah
▶
هَـٰذَآ
hādhā
ini
▶
إِلَّا
illā
melainkan/hanyalah
▶
بَشَرٌۭ
basharun
seorang manusia
▶
مِّثْلُكُمْ ۖ
mith'lukum
seperti kamu
▶
أَفَتَأْتُونَ
afatatūna
apakah kamu datang/menerima
▶
ٱلسِّحْرَ
l-siḥ'ra
sihir
▶
وَأَنتُمْ
wa-antum
dan kalian
▶
تُبْصِرُونَ
tub'ṣirūna
kamu melihat
Ayat 4 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ رَبِّى يَعْلَمُ ٱلْقَوْلَ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
▶
قَالَ
qāla
dia berkata
▶
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
▶
يَعْلَمُ
yaʿlamu
mengetahui
▶
ٱلْقَوْلَ
l-qawla
perkataan
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
▶
وَٱلْأَرْضِ ۖ
wal-arḍi
dan bumi
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan dia
▶
ٱلسَّمِيعُ
l-samīʿu
Maha Mendengar
▶
ٱلْعَلِيمُ
l-ʿalīmu
Maha Mengetahui
Ayat 5 - Surah Al-Anbiyaa: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ قَالُوٓا۟ أَضْغَـٰثُ أَحْلَـٰمٍۭ بَلِ ٱفْتَرَىٰهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۭ فَلْيَأْتِنَا بِـَٔايَةٍۢ كَمَآ أُرْسِلَ ٱلْأَوَّلُونَ
Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus".
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
قَالُوٓا۟
qālū
mereka mengatakan
▶
أَضْغَـٰثُ
aḍghāthu
campur aduk/kalut
▶
أَحْلَـٰمٍۭ
aḥlāmin
mimpi-mimpi
▶
بَلِ
bali
bahkan
▶
ٱفْتَرَىٰهُ
if'tarāhu
diada-adakannya
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
هُوَ
huwa
dia
▶
شَاعِرٌۭ
shāʿirun
seorang sya'ir
▶
فَلْيَأْتِنَا
falyatinā
maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita
▶
بِـَٔايَةٍۢ
biāyatin
dengan ayat/mu'jizat
▶
كَمَآ
kamā
sebagaimana
▶
أُرْسِلَ
ur'sila
diutus
▶
ٱلْأَوَّلُونَ
l-awalūna
terdahulu
Ayat 6 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَآ ءَامَنَتْ قَبْلَهُم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَآ ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ
Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka; maka apakah mereka akan beriman?
▶
مَآ
mā
tidak ada
▶
ءَامَنَتْ
āmanat
yang beriman
▶
قَبْلَهُم
qablahum
sebelum mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
قَرْيَةٍ
qaryatin
sesuatu negeri
▶
أَهْلَكْنَـٰهَآ ۖ
ahlaknāhā
Kami telah membinasakannya
▶
أَفَهُمْ
afahum
apakah maka mereka
▶
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman
Ayat 7 - Surah Al-Anbiyaa: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًۭا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۖ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
▶
وَمَآ
wamā
dan tidak
▶
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami mengutus
▶
قَبْلَكَ
qablaka
sebelum kamu
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
رِجَالًۭا
rijālan
orang-orang lelaki
▶
نُّوحِىٓ
nūḥī
Kami beri wahyu
▶
إِلَيْهِمْ ۖ
ilayhim
kepada mereka
▶
فَسْـَٔلُوٓا۟
fasalū
maka tanyakan olehmu sekalian
▶
أَهْلَ
ahla
ahli
▶
ٱلذِّكْرِ
l-dhik'ri
ilmu
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
لَا
lā
kamu tidak
▶
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
(kalian) mengetahui
Ayat 8 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا جَعَلْنَـٰهُمْ جَسَدًۭا لَّا يَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَمَا كَانُوا۟ خَـٰلِدِينَ
Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
جَعَلْنَـٰهُمْ
jaʿalnāhum
Kami jadikan mereka
▶
جَسَدًۭا
jasadan
tubuh-tubuh
▶
لَّا
lā
tidak
▶
يَأْكُلُونَ
yakulūna
mereka memakan
▶
ٱلطَّعَامَ
l-ṭaʿāma
makanan
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
orang-orang yang kekal
Ayat 9 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ صَدَقْنَـٰهُمُ ٱلْوَعْدَ فَأَنجَيْنَـٰهُمْ وَمَن نَّشَآءُ وَأَهْلَكْنَا ٱلْمُسْرِفِينَ
Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
صَدَقْنَـٰهُمُ
ṣadaqnāhumu
Kami benarkan/tepati mereka
▶
ٱلْوَعْدَ
l-waʿda
janji
▶
فَأَنجَيْنَـٰهُمْ
fa-anjaynāhum
maka Kami selamatkan mereka
▶
وَمَن
waman
dan orang
▶
نَّشَآءُ
nashāu
Kami kehendaki
▶
وَأَهْلَكْنَا
wa-ahlaknā
dan Kami binasakan
▶
ٱلْمُسْرِفِينَ
l-mus'rifīna
orang-orang yang melampaui batas
Ayat 10 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ كِتَـٰبًۭا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?
▶
لَقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
أَنزَلْنَآ
anzalnā
Kami telah turunkan
▶
إِلَيْكُمْ
ilaykum
kepadamu
▶
كِتَـٰبًۭا
kitāban
sebuah kitab
▶
فِيهِ
fīhi
didalamnya
▶
ذِكْرُكُمْ ۖ
dhik'rukum
peringatan/pelajaran bagimu
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
تَعْقِلُونَ
taʿqilūna
kalian menggunakan akal
Ayat 11 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍۢ كَانَتْ ظَالِمَةًۭ وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
▶
وَكَمْ
wakam
dan berapa banyak
▶
قَصَمْنَا
qaṣamnā
Kami telah binasakan
▶
مِن
min
dari
▶
قَرْيَةٍۢ
qaryatin
negeri-negeri
▶
كَانَتْ
kānat
adalah ia
▶
ظَالِمَةًۭ
ẓālimatan
zalim
▶
وَأَنشَأْنَا
wa-anshanā
dan Kami tumbuhkan/adakan
▶
بَعْدَهَا
baʿdahā
sesudahnya (mereka itu)
▶
قَوْمًا
qawman
kaum
▶
ءَاخَرِينَ
ākharīna
yang lain
Ayat 12 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَلَمَّآ أَحَسُّوا۟ بَأْسَنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ
Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.
▶
فَلَمَّآ
falammā
maka setelah
▶
أَحَسُّوا۟
aḥassū
mereka merasakan
▶
بَأْسَنَآ
basanā
hukuman/azab kami
▶
إِذَا
idhā
tatkala/tiba-tiba
▶
هُم
hum
mereka
▶
مِّنْهَا
min'hā
dari padanya
▶
يَرْكُضُونَ
yarkuḍūna
mereka lari tergesa-gesa
Ayat 13 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا تَرْكُضُوا۟ وَٱرْجِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَآ أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَـٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـَٔلُونَ
Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya.
▶
لَا
lā
janganlah
▶
تَرْكُضُوا۟
tarkuḍū
kamu lari tergesa-gesa
▶
وَٱرْجِعُوٓا۟
wa-ir'jiʿū
dan kembalilah
▶
إِلَىٰ
ilā
kepada
▶
مَآ
mā
apa
▶
أُتْرِفْتُمْ
ut'rif'tum
kami hidup mewah
▶
فِيهِ
fīhi
didalamnya
▶
وَمَسَـٰكِنِكُمْ
wamasākinikum
dan tempat tinggal kamu
▶
لَعَلَّكُمْ
laʿallakum
agar kalian
▶
تُسْـَٔلُونَ
tus'alūna
kamu ditanya
Ayat 14 - Surah Al-Anbiyaa: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ
Mereka berkata: "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
يَـٰوَيْلَنَآ
yāwaylanā
betapa celakanya kami
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
▶
كُنَّا
kunnā
adalah kami
▶
ظَـٰلِمِينَ
ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 15 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَىٰهُمْ حَتَّىٰ جَعَلْنَـٰهُمْ حَصِيدًا خَـٰمِدِينَ
Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.
▶
فَمَا
famā
maka
▶
زَالَت
zālat
senantiasa/tetap
▶
تِّلْكَ
til'ka
itulah/demikianlah
▶
دَعْوَىٰهُمْ
daʿwāhum
seruan/keluhan mereka
▶
حَتَّىٰ
ḥattā
sehingga
▶
جَعَلْنَـٰهُمْ
jaʿalnāhum
Kami jadikan mereka
▶
حَصِيدًا
ḥaṣīdan
ketam/tuai
▶
خَـٰمِدِينَ
khāmidīna
padam/tak dapat hidup lagi
Ayat 16 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَـٰعِبِينَ
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.
▶
وَمَا
wamā
dan Kami
▶
خَلَقْنَا
khalaqnā
tidak menciptakan
▶
ٱلسَّمَآءَ
l-samāa
langit
▶
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
▶
وَمَا
wamā
dan apa-apa
▶
بَيْنَهُمَا
baynahumā
antara keduanya
▶
لَـٰعِبِينَ
lāʿibīna
bermain-main
Ayat 17 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَوْ أَرَدْنَآ أَن نَّتَّخِذَ لَهْوًۭا لَّٱتَّخَذْنَـٰهُ مِن لَّدُنَّآ إِن كُنَّا فَـٰعِلِينَ
Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).
▶
لَوْ
law
sekiranya
▶
أَرَدْنَآ
aradnā
Kami menghendaki
▶
أَن
an
bahwa
▶
نَّتَّخِذَ
nattakhidha
Kami mengambil/menjadikan
▶
لَهْوًۭا
lahwan
permainan
▶
لَّٱتَّخَذْنَـٰهُ
la-ittakhadhnāhu
tentu Kami mengambil/menjadikannya
▶
مِن
min
dari
▶
لَّدُنَّآ
ladunnā
sisi Kami
▶
إِن
in
jika
▶
كُنَّا
kunnā
Kami adalah
▶
فَـٰعِلِينَ
fāʿilīna
berbuat
Ayat 18 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ نَقْذِفُ بِٱلْحَقِّ عَلَى ٱلْبَـٰطِلِ فَيَدْمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌۭ ۚ وَلَكُمُ ٱلْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).
▶
بَلْ
bal
bahkan/tetapi
▶
نَقْذِفُ
naqdhifu
Kami melemparkan
▶
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan yang hak
▶
عَلَى
ʿalā
atas
▶
ٱلْبَـٰطِلِ
l-bāṭili
yang batil
▶
فَيَدْمَغُهُۥ
fayadmaghuhu
menghancurkannya
▶
فَإِذَا
fa-idhā
maka ia
▶
هُوَ
huwa
dia (yang batil)
▶
زَاهِقٌۭ ۚ
zāhiqun
lenyap
▶
وَلَكُمُ
walakumu
dan bagimu
▶
ٱلْوَيْلُ
l-waylu
kecelakaan
▶
مِمَّا
mimmā
dari apa/dengan sebab
▶
تَصِفُونَ
taṣifūna
kamu mensifatkan
Ayat 19 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.
▶
وَلَهُۥ
walahu
dan bagi-Nya
▶
مَن
man
orang/segala apa
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضِ ۚ
wal-arḍi
dan dibumi
▶
وَمَنْ
waman
dan orang (malaikat)
▶
عِندَهُۥ
ʿindahu
disisi-Nya
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَسْتَكْبِرُونَ
yastakbirūna
mereka sombong
▶
عَنْ
ʿan
dari/untuk
▶
عِبَادَتِهِۦ
ʿibādatihi
menyembah-Nya
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يَسْتَحْسِرُونَ
yastaḥsirūna
mereka merasa letih
Ayat 20 - Surah Al-Anbiyaa: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
يُسَبِّحُونَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.
▶
يُسَبِّحُونَ
yusabbiḥūna
mereka bertasbih
▶
ٱلَّيْلَ
al-layla
malam
▶
وَٱلنَّهَارَ
wal-nahāra
dan siang
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَفْتُرُونَ
yafturūna
mereka diam/henti-hentinya
Ayat 21 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمِ ٱتَّخَذُوٓا۟ ءَالِهَةًۭ مِّنَ ٱلْأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?
▶
أَمِ
ami
ataukah/apakah
▶
ٱتَّخَذُوٓا۟
ittakhadhū
mereka mengambil/menjadikan
▶
ءَالِهَةًۭ
ālihatan
tuhan-tuhan
▶
مِّنَ
mina
dari
▶
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
▶
هُمْ
hum
mereka (tuhan-tuhan)
▶
يُنشِرُونَ
yunshirūna
dapat menghidupkan
Ayat 22 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
▶
لَوْ
law
sekiranya
▶
كَانَ
kāna
ada
▶
فِيهِمَآ
fīhimā
diantara keduanya
▶
ءَالِهَةٌ
ālihatun
tuhan-tuhan
▶
إِلَّا
illā
selain
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
لَفَسَدَتَا ۚ
lafasadatā
tentu keduanya rusak binasa
▶
فَسُبْحَـٰنَ
fasub'ḥāna
maka Maha Suci
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
رَبِّ
rabbi
Tuhan/memelihara/mempunyai
▶
ٱلْعَرْشِ
l-ʿarshi
'Arsyi
▶
عَمَّا
ʿammā
dari apa
▶
يَصِفُونَ
yaṣifūna
mereka sifatkan
Ayat 23 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُونَ
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.
▶
لَا
lā
tidak/tidaklah
▶
يُسْـَٔلُ
yus'alu
Dia ditanya
▶
عَمَّا
ʿammā
dari apa
▶
يَفْعَلُ
yafʿalu
Dia berbuat
▶
وَهُمْ
wahum
dan/tetapi mereka
▶
يُسْـَٔلُونَ
yus'alūna
mereka akan ditanya
Ayat 24 - Surah Al-Anbiyaa: 22 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمِ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةًۭ ۖ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ ۖ هَـٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِىَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِى ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.
▶
أَمِ
ami
ataukah
▶
ٱتَّخَذُوا۟
ittakhadhū
mereka mengambil
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِهِۦٓ
dūnihi
selain-Nya
▶
ءَالِهَةًۭ ۖ
ālihatan
tuhan-tuhan
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
هَاتُوا۟
hātū
unjukkan/kemukakan
▶
بُرْهَـٰنَكُمْ ۖ
bur'hānakum
bukti-bukti/alasan-alasanmu
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
ذِكْرُ
dhik'ru
peringatan
▶
مَن
man
orang-orang
▶
مَّعِىَ
maʿiya
bersamaku
▶
وَذِكْرُ
wadhik'ru
dan peringatan
▶
مَن
man
orang-orang
▶
قَبْلِى ۗ
qablī
sebelumku
▶
بَلْ
bal
bahkan/tetapi
▶
أَكْثَرُهُمْ
aktharuhum
kebanyakan mereka
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui
▶
ٱلْحَقَّ ۖ
l-ḥaqa
yang hak
▶
فَهُم
fahum
maka mereka
▶
مُّعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
orang-orang yang berpaling
Ayat 25 - Surah Al-Anbiyaa: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
▶
وَمَآ
wamā
dan Kami
▶
أَرْسَلْنَا
arsalnā
tidak mengutus
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلِكَ
qablika
sebelum kamu
▶
مِن
min
dari
▶
رَّسُولٍ
rasūlin
seorang Rasul
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
نُوحِىٓ
nūḥī
Kami wahyukan
▶
إِلَيْهِ
ilayhi
kepadanya
▶
أَنَّهُۥ
annahu
bahwasanya
▶
لَآ
lā
tidak ada
▶
إِلَـٰهَ
ilāha
tuhan
▶
إِلَّآ
illā
melainkan
▶
أَنَا۠
anā
Aku
▶
فَٱعْبُدُونِ
fa-uʿ'budūni
maka sembahlah Aku
Ayat 26 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌۭ مُّكْرَمُونَ
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,
▶
وَقَالُوا۟
waqālū
dan mereka berkata
▶
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
mengambil
▶
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
Maha Pengasih
▶
وَلَدًۭا ۗ
waladan
anak
▶
سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ
sub'ḥānahu
Maha Suci Dia
▶
بَلْ
bal
bahkan/tetapi
▶
عِبَادٌۭ
ʿibādun
hamba-hamba
▶
مُّكْرَمُونَ
muk'ramūna
mereka dimuliakan
Ayat 27 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا يَسْبِقُونَهُۥ بِٱلْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِۦ يَعْمَلُونَ
mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَسْبِقُونَهُۥ
yasbiqūnahu
mereka mendahuluinya
▶
بِٱلْقَوْلِ
bil-qawli
dengan perkataan
▶
وَهُم
wahum
dan mereka
▶
بِأَمْرِهِۦ
bi-amrihi
dengan perintah-Nya
▶
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
mereka mengerjakan
Ayat 28 - Surah Al-Anbiyaa: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِۦ مُشْفِقُونَ
Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
▶
يَعْلَمُ
yaʿlamu
(Allah) mengetahui
▶
مَا
mā
apa-apa
▶
بَيْنَ
bayna
diantara
▶
أَيْدِيهِمْ
aydīhim
hadapan mereka
▶
وَمَا
wamā
dan apa-apa
▶
خَلْفَهُمْ
khalfahum
dibelakang mereka
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يَشْفَعُونَ
yashfaʿūna
mereka memberi syafa'at
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
لِمَنِ
limani
kepada orang
▶
ٱرْتَضَىٰ
ir'taḍā
Dia meridai
▶
وَهُم
wahum
dan mereka
▶
مِّنْ
min
dari
▶
خَشْيَتِهِۦ
khashyatihi
takut kepada-Nya
▶
مُشْفِقُونَ
mush'fiqūna
mereka selalu berhati-hati
Ayat 29 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ وَمَن يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّىٓ إِلَـٰهٌۭ مِّن دُونِهِۦ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ
Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.
▶
۞ وَمَن
waman
dan barang siapa
▶
يَقُلْ
yaqul
mengatakan
▶
مِنْهُمْ
min'hum
diantara mereka
▶
إِنِّىٓ
innī
sesungguhnya aku
▶
إِلَـٰهٌۭ
ilāhun
Tuhan
▶
مِّن
min
dari
▶
دُونِهِۦ
dūnihi
selain Dia
▶
فَذَٰلِكَ
fadhālika
maka demikian/orang itu
▶
نَجْزِيهِ
najzīhi
Kami membalasnya
▶
جَهَنَّمَ ۚ
jahannama
neraka Jahannam
▶
كَذَٰلِكَ
kadhālika
demikianlah
▶
نَجْزِى
najzī
Kami memberi balasan
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang zalim
Ayat 30 - Surah Al-Anbiyaa: 18 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًۭا فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
▶
أَوَلَمْ
awalam
ataukah tidak
▶
يَرَ
yara
melihat
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوٓا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
أَنَّ
anna
bahwasanya
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
▶
كَانَتَا
kānatā
adalah keduanya
▶
رَتْقًۭا
ratqan
berpadu
▶
فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ
fafataqnāhumā
lalu Kami belah/pisahkan keduanya
▶
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan Kami jadikan
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْمَآءِ
l-māi
air
▶
كُلَّ
kulla
tiap-tiap/segala
▶
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
▶
حَىٍّ ۖ
ḥayyin
yang hidup
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman
Ayat 31 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًۭا سُبُلًۭا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.
▶
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan telah Kami jadikan
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
▶
رَوَٰسِىَ
rawāsiya
gunung-gunung
▶
أَن
an
bahwa/supaya
▶
تَمِيدَ
tamīda
bergoncang
▶
بِهِمْ
bihim
dengan mereka
▶
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan telah Kami jadikan
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya (bumi)
▶
فِجَاجًۭا
fijājan
jalan diantara dua gunung/beberapa jurusan
▶
سُبُلًۭا
subulan
jalan-jalan
▶
لَّعَلَّهُمْ
laʿallahum
supaya mereka
▶
يَهْتَدُونَ
yahtadūna
mereka mendapat petunjuk
Ayat 32 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَجَعَلْنَا ٱلسَّمَآءَ سَقْفًۭا مَّحْفُوظًۭا ۖ وَهُمْ عَنْ ءَايَـٰتِهَا مُعْرِضُونَ
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
▶
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan telah kami jadikan
▶
ٱلسَّمَآءَ
l-samāa
langit
▶
سَقْفًۭا
saqfan
atap
▶
مَّحْفُوظًۭا ۖ
maḥfūẓan
terjaga/terpelihara
▶
وَهُمْ
wahum
dan/sedang mereka
▶
عَنْ
ʿan
dari
▶
ءَايَـٰتِهَا
āyātihā
tanda-tanda padanya
▶
مُعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
orang-orang yang berpaling
Ayat 33 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّۭ فِى فَلَكٍۢ يَسْبَحُونَ
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
خَلَقَ
khalaqa
telah menciptakan
▶
ٱلَّيْلَ
al-layla
malam
▶
وَٱلنَّهَارَ
wal-nahāra
dan siang
▶
وَٱلشَّمْسَ
wal-shamsa
dan matahari
▶
وَٱلْقَمَرَ ۖ
wal-qamara
dan bulan
▶
كُلٌّۭ
kullun
tiap-tiap/masing-masing
▶
فِى
fī
dalam
▶
فَلَكٍۢ
falakin
garis edar
▶
يَسْبَحُونَ
yasbaḥūna
mereka beredar
Ayat 34 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍۢ مِّن قَبْلِكَ ٱلْخُلْدَ ۖ أَفَإِي۟ن مِّتَّ فَهُمُ ٱلْخَـٰلِدُونَ
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
▶
وَمَا
wamā
dan tidaklah
▶
جَعَلْنَا
jaʿalnā
kami menjadikan
▶
لِبَشَرٍۢ
libasharin
bagi seorang manusia
▶
مِّن
min
dari
▶
قَبْلِكَ
qablika
sebelum kamu
▶
ٱلْخُلْدَ ۖ
l-khul'da
kekal
▶
أَفَإِي۟ن
afa-in
apakah jika
▶
مِّتَّ
mitta
kamu mati
▶
فَهُمُ
fahumu
maka mereka
▶
ٱلْخَـٰلِدُونَ
l-khālidūna
orang-orang yang kekal
Ayat 35 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةًۭ ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
▶
كُلُّ
kullu
tiap-tiap
▶
نَفْسٍۢ
nafsin
jiwa
▶
ذَآئِقَةُ
dhāiqatu
merasakan
▶
ٱلْمَوْتِ ۗ
l-mawti
mati
▶
وَنَبْلُوكُم
wanablūkum
dan Kami menguji kamu
▶
بِٱلشَّرِّ
bil-shari
dengan keburukan
▶
وَٱلْخَيْرِ
wal-khayri
dan kebaikan
▶
فِتْنَةًۭ ۖ
fit'natan
cobaan/fitnah
▶
وَإِلَيْنَا
wa-ilaynā
dan kepada Kami
▶
تُرْجَعُونَ
tur'jaʿūna
kalian dikembalikan
Ayat 36 - Surah Al-Anbiyaa: 17 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِذَا رَءَاكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَـٰذَا ٱلَّذِى يَذْكُرُ ءَالِهَتَكُمْ وَهُم بِذِكْرِ ٱلرَّحْمَـٰنِ هُمْ كَـٰفِرُونَ
Dan apahila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.
▶
وَإِذَا
wa-idhā
dan apakah
▶
رَءَاكَ
raāka
melihat kamu
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوٓا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
إِن
in
tidak lain
▶
يَتَّخِذُونَكَ
yattakhidhūnaka
mereka membuat kamu
▶
إِلَّا
illā
hanyalah
▶
هُزُوًا
huzuwan
main-main/olok-olok
▶
أَهَـٰذَا
ahādhā
inikah
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang/orang
▶
يَذْكُرُ
yadhkuru
menyebut/mencela
▶
ءَالِهَتَكُمْ
ālihatakum
Tuhan-Tuhanmu
▶
وَهُم
wahum
dan/sedang mereka
▶
بِذِكْرِ
bidhik'ri
dengan menyebut
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Maha Pengasih
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
كَـٰفِرُونَ
kāfirūna
orang-orang yang ingkar
Ayat 37 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
خُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ مِنْ عَجَلٍۢ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَـٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.
▶
خُلِقَ
khuliqa
telah diciptakan
▶
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
▶
مِنْ
min
dari
▶
عَجَلٍۢ ۚ
ʿajalin
tergesa-gesa
▶
سَأُو۟رِيكُمْ
sa-urīkum
akan Ku perlihatkan kepadamu
▶
ءَايَـٰتِى
āyātī
tanda-tanda-Ku
▶
فَلَا
falā
maka janganlah
▶
تَسْتَعْجِلُونِ
tastaʿjilūni
kamu minta disegerakan
Ayat 38 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
Mereka berkata: "Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekaIian adalah orang-orang yang benar?"
▶
وَيَقُولُونَ
wayaqūlūna
dan mereka berkata
▶
مَتَىٰ
matā
kapankah
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
ٱلْوَعْدُ
l-waʿdu
janji (ancaman)
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
صَـٰدِقِينَ
ṣādiqīna
orang-orang yang benar
Ayat 39 - Surah Al-Anbiyaa: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَوْ يَعْلَمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَن وُجُوهِهِمُ ٱلنَّارَ وَلَا عَن ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan).
▶
لَوْ
law
seandainya
▶
يَعْلَمُ
yaʿlamu
mengetahui
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
حِينَ
ḥīna
diwaktu
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَكُفُّونَ
yakuffūna
mereka dapat menahan/mengelakkan
▶
عَن
ʿan
dari
▶
وُجُوهِهِمُ
wujūhihimu
muka-muka mereka
▶
ٱلنَّارَ
l-nāra
api neraka
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
عَن
ʿan
dari
▶
ظُهُورِهِمْ
ẓuhūrihim
punggung-punggung mereka
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
يُنصَرُونَ
yunṣarūna
mereka mendapat pertolongan
Ayat 40 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ تَأْتِيهِم بَغْتَةًۭ فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ
Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
▶
بَلْ
bal
bahkan/tetapi
▶
تَأْتِيهِم
tatīhim
ia akan datang kepada mereka
▶
بَغْتَةًۭ
baghtatan
dengan tiba-tiba
▶
فَتَبْهَتُهُمْ
fatabhatuhum
lalu ia membingungkan mereka
▶
فَلَا
falā
maka tidak
▶
يَسْتَطِيعُونَ
yastaṭīʿūna
mereka kuasa/mampu
▶
رَدَّهَا
raddahā
menolaknya
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
يُنظَرُونَ
yunẓarūna
mereka diberi tangguh
Ayat 41 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍۢ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُوا۟ مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.
▶
وَلَقَدِ
walaqadi
dan sesungguhnya
▶
ٱسْتُهْزِئَ
us'tuh'zi-a
telah diperolok-olok
▶
بِرُسُلٍۢ
birusulin
dengan beberapa Rsul
▶
مِّن
min
dari
▶
قَبْلِكَ
qablika
sebelum kamu
▶
فَحَاقَ
faḥāqa
maka mengepung
▶
بِٱلَّذِينَ
bi-alladhīna
dengan orang-orang yang
▶
سَخِرُوا۟
sakhirū
(mereka) mengejek
▶
مِنْهُم
min'hum
diantara mereka
▶
مَّا
mā
apa (azab)
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
يَسْتَهْزِءُونَ
yastahziūna
mereka memperolok-olokan
Ayat 42 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْ مَن يَكْلَؤُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ مِنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ
Katakanlah: "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) Yang Maha Pemurah?" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
مَن
man
siapakah
▶
يَكْلَؤُكُم
yakla-ukum
melindungi/memelihara kamu
▶
بِٱلَّيْلِ
bi-al-layli
diwaktu malam
▶
وَٱلنَّهَارِ
wal-nahāri
dan siang hari
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ ۗ
l-raḥmāni
Maha Pengasih
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
عَن
ʿan
dari
▶
ذِكْرِ
dhik'ri
mengingat
▶
رَبِّهِم
rabbihim
Tuhan mereka
▶
مُّعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
orang-orang yang berpaling
Ayat 43 - Surah Al-Anbiyaa: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمْ لَهُمْ ءَالِهَةٌۭ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ
Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?
▶
أَمْ
am
ataukah
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
ءَالِهَةٌۭ
ālihatun
tuhan-tuhan
▶
تَمْنَعُهُم
tamnaʿuhum
mencegah/melindungi mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
دُونِنَا ۚ
dūninā
selain kami
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَسْتَطِيعُونَ
yastaṭīʿūna
mereka sanggup/mampu
▶
نَصْرَ
naṣra
menolong
▶
أَنفُسِهِمْ
anfusihim
diri mereka sendiri
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
هُم
hum
mereka
▶
مِّنَّا
minnā
dari pada Kami
▶
يُصْحَبُونَ
yuṣ'ḥabūna
mereka dibela/ditolong
Ayat 44 - Surah Al-Anbiyaa: 18 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ مَتَّعْنَا هَـٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ طَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْعُمُرُ ۗ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِى ٱلْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَآ ۚ أَفَهُمُ ٱلْغَـٰلِبُونَ
Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
مَتَّعْنَا
mattaʿnā
Kami telah memberi kesenangan
▶
هَـٰٓؤُلَآءِ
hāulāi
mereka
▶
وَءَابَآءَهُمْ
waābāahum
dan bapak-bapak mereka
▶
حَتَّىٰ
ḥattā
sehingga
▶
طَالَ
ṭāla
panjang
▶
عَلَيْهِمُ
ʿalayhimu
atas mereka
▶
ٱلْعُمُرُ ۗ
l-ʿumuru
umur
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
يَرَوْنَ
yarawna
mereka melihat
▶
أَنَّا
annā
bahwasanya Kami
▶
نَأْتِى
natī
Kami mendatangi
▶
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi/negeri
▶
نَنقُصُهَا
nanquṣuhā
Kami menguranginya
▶
مِنْ
min
dari
▶
أَطْرَافِهَآ ۚ
aṭrāfihā
ujungnya/segala penjuru
▶
أَفَهُمُ
afahumu
apakah maka mereka
▶
ٱلْغَـٰلِبُونَ
l-ghālibūna
orang-orang yang mengalahkan/menang
Ayat 45 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْ إِنَّمَآ أُنذِرُكُم بِٱلْوَحْىِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ ٱلصُّمُّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا مَا يُنذَرُونَ
Katakanlah (hai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan"
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
إِنَّمَآ
innamā
sesungguhnya hanyalah
▶
أُنذِرُكُم
undhirukum
aku memberi peringatan kepadamu
▶
بِٱلْوَحْىِ ۚ
bil-waḥyi
dengan wahyu
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يَسْمَعُ
yasmaʿu
mendengar
▶
ٱلصُّمُّ
l-ṣumu
orang yang tuli
▶
ٱلدُّعَآءَ
l-duʿāa
du'a/seruan
▶
إِذَا
idhā
apabila
▶
مَا
mā
apa-apa
▶
يُنذَرُونَ
yundharūna
mereka diberi peringatan
Ayat 46 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَئِن مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌۭ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ
Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhan-mu, pastilah mereka berkata: "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri".
▶
وَلَئِن
wala-in
dan jika
▶
مَّسَّتْهُمْ
massathum
menimpa mereka
▶
نَفْحَةٌۭ
nafḥatun
hembusan (sedikit)
▶
مِّنْ
min
dari
▶
عَذَابِ
ʿadhābi
azab
▶
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
▶
لَيَقُولُنَّ
layaqūlunna
tentulah mereka berkata
▶
يَـٰوَيْلَنَآ
yāwaylanā
betapa celakanya kami
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
▶
كُنَّا
kunnā
adalah kami
▶
ظَـٰلِمِينَ
ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 47 - Surah Al-Anbiyaa: 20 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌۭ شَيْـًۭٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍۢ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَـٰسِبِينَ
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.
▶
وَنَضَعُ
wanaḍaʿu
dan Kami akan meletakan
▶
ٱلْمَوَٰزِينَ
l-mawāzīna
timbangan
▶
ٱلْقِسْطَ
l-qis'ṭa
benar/adil
▶
لِيَوْمِ
liyawmi
pada hari
▶
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
kiamat
▶
فَلَا
falā
maka tidak
▶
تُظْلَمُ
tuẓ'lamu
dianiaya/dikurangi
▶
نَفْسٌۭ
nafsun
jiwa/seseorang
▶
شَيْـًۭٔا ۖ
shayan
sedikitpun
▶
وَإِن
wa-in
dan jika
▶
كَانَ
kāna
ada
▶
مِثْقَالَ
mith'qāla
seberat
▶
حَبَّةٍۢ
ḥabbatin
biji
▶
مِّنْ
min
dari
▶
خَرْدَلٍ
khardalin
sawi
▶
أَتَيْنَا
ataynā
Kami datangkan
▶
بِهَا ۗ
bihā
dengannya
▶
وَكَفَىٰ
wakafā
dan cukuplah
▶
بِنَا
binā
dengan Kami
▶
حَـٰسِبِينَ
ḥāsibīna
membuat perhitungan
Ayat 48 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ٱلْفُرْقَانَ وَضِيَآءًۭ وَذِكْرًۭا لِّلْمُتَّقِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
ءَاتَيْنَا
ātaynā
Kami telah datangkan/memberikan
▶
مُوسَىٰ
mūsā
Musa
▶
وَهَـٰرُونَ
wahārūna
dan Harun
▶
ٱلْفُرْقَانَ
l-fur'qāna
Al Furqan/pembeda
▶
وَضِيَآءًۭ
waḍiyāan
dan cahaya/penerangan
▶
وَذِكْرًۭا
wadhik'ran
dan peringatan/pengajaran
▶
لِّلْمُتَّقِينَ
lil'muttaqīna
bagi orang-orang yang bertakwa
Ayat 49 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَهُم مِّنَ ٱلسَّاعَةِ مُشْفِقُونَ
(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
يَخْشَوْنَ
yakhshawna
(mereka) takut
▶
رَبَّهُم
rabbahum
Tuhan mereka
▶
بِٱلْغَيْبِ
bil-ghaybi
dengan yang gaib (tidak melihat-Nya)
▶
وَهُم
wahum
dan mereka
▶
مِّنَ
mina
dari
▶
ٱلسَّاعَةِ
l-sāʿati
hari kiamat
▶
مُشْفِقُونَ
mush'fiqūna
mereka merasa takut
Ayat 50 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَهَـٰذَا ذِكْرٌۭ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَـٰهُ ۚ أَفَأَنتُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ
Dan Al Quran ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?
▶
وَهَـٰذَا
wahādhā
dan ini
▶
ذِكْرٌۭ
dhik'run
peringatan/pengajaran
▶
مُّبَارَكٌ
mubārakun
penuh dengan keberkahan
▶
أَنزَلْنَـٰهُ ۚ
anzalnāhu
telah Kami turunkannya
▶
أَفَأَنتُمْ
afa-antum
apakah maka kamu
▶
لَهُۥ
lahu
padanya
▶
مُنكِرُونَ
munkirūna
orang-orang yang mengingkari
Ayat 51 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَـٰلِمِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
▶
۞ وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
ءَاتَيْنَآ
ātaynā
telah Kami datangkan/berikan
▶
إِبْرَٰهِيمَ
ib'rāhīma
Ibrahim
▶
رُشْدَهُۥ
rush'dahu
petunjuk/pimpinan
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلُ
qablu
sebelum
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan adalah Kami
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya/padanya
▶
عَـٰلِمِينَ
ʿālimīna
mengetahui
Ayat 52 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا هَـٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِىٓ أَنتُمْ لَهَا عَـٰكِفُونَ
(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
▶
إِذْ
idh
ketika
▶
قَالَ
qāla
(Ibrahim) berkata
▶
لِأَبِيهِ
li-abīhi
kepada ayahnya
▶
وَقَوْمِهِۦ
waqawmihi
dan kaumnya
▶
مَا
mā
apakah
▶
هَـٰذِهِ
hādhihi
ini
▶
ٱلتَّمَاثِيلُ
l-tamāthīlu
patung-patung
▶
ٱلَّتِىٓ
allatī
yang gambar-gambar
▶
أَنتُمْ
antum
kamu
▶
لَهَا
lahā
kepadanya
▶
عَـٰكِفُونَ
ʿākifūna
orang-orang yang tekun
Ayat 53 - Surah Al-Anbiyaa: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَـٰبِدِينَ
Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
وَجَدْنَآ
wajadnā
kami dapati
▶
ءَابَآءَنَا
ābāanā
bapak-bapak kami
▶
لَهَا
lahā
kepadanya
▶
عَـٰبِدِينَ
ʿābidīna
orang-orang yang menyembah
Ayat 54 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمْ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ
Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata".
▶
قَالَ
qāla
(Ibrahim) berkata
▶
لَقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
أَنتُمْ
antum
kamu
▶
وَءَابَآؤُكُمْ
waābāukum
dan bapak-bapak kamu
▶
فِى
fī
dalam
▶
ضَلَـٰلٍۢ
ḍalālin
kesesatan
▶
مُّبِينٍۢ
mubīnin
yang nyata
Ayat 55 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا بِٱلْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ ٱللَّـٰعِبِينَ
Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?"
▶
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
▶
أَجِئْتَنَا
aji'tanā
apakah kamu datang kepada kami
▶
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan benar/sungguh-sungguh
▶
أَمْ
am
ataukah
▶
أَنتَ
anta
kamu
▶
مِنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱللَّـٰعِبِينَ
l-lāʿibīna
orang yang bermain-main
Ayat 56 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ
Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu".
▶
قَالَ
qāla
(Ibrahim) berkata
▶
بَل
bal
bahkan/sebenarnya
▶
رَّبُّكُمْ
rabbukum
Tuhan kalian
▶
رَبُّ
rabbu
Tuhan/pemelihara
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
فَطَرَهُنَّ
faṭarahunna
menciptakan mereka (langit dan bumi)
▶
وَأَنَا۠
wa-anā
dan aku
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
ذَٰلِكُم
dhālikum
yang demikian itu
▶
مِّنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلشَّـٰهِدِينَ
l-shāhidīna
orang-orang yang menyaksikan
Ayat 57 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَتَٱللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَـٰمَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا۟ مُدْبِرِينَ
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.
▶
وَتَٱللَّهِ
watal-lahi
dan demi Allah
▶
لَأَكِيدَنَّ
la-akīdanna
sungguh aku akan membuat tipu daya
▶
أَصْنَـٰمَكُم
aṣnāmakum
berhala-berhalamu
▶
بَعْدَ
baʿda
sesudah
▶
أَن
an
bahwa
▶
تُوَلُّوا۟
tuwallū
kamu berpaling
▶
مُدْبِرِينَ
mud'birīna
kebelakang
Ayat 58 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَجَعَلَهُمْ جُذَٰذًا إِلَّا كَبِيرًۭا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
▶
فَجَعَلَهُمْ
fajaʿalahum
maka dia menjadikan mereka
▶
جُذَٰذًا
judhādhan
hancur berpotong-potong
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
كَبِيرًۭا
kabīran
yang terbesar
▶
لَّهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
لَعَلَّهُمْ
laʿallahum
agar mereka
▶
إِلَيْهِ
ilayhi
kepadanya
▶
يَرْجِعُونَ
yarjiʿūna
mereka kembali
Ayat 59 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
مَن
man
siapa
▶
فَعَلَ
faʿala
melakukan
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
بِـَٔالِهَتِنَآ
biālihatinā
dengan/terhadap tuhan-tuhan kita
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya dia
▶
لَمِنَ
lamina
sungguh termasuk
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 60 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ سَمِعْنَا فَتًۭى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ
Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
سَمِعْنَا
samiʿ'nā
kami mendengar
▶
فَتًۭى
fatan
seorang pemuda
▶
يَذْكُرُهُمْ
yadhkuruhum
dia menyebut/mencela mereka
▶
يُقَالُ
yuqālu
dikatakan (bernama)
▶
لَهُۥٓ
lahu
baginya
▶
إِبْرَٰهِيمُ
ib'rāhīmu
Ibrahim
Ayat 61 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ فَأْتُوا۟ بِهِۦ عَلَىٰٓ أَعْيُنِ ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ
Mereka berkata: "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
فَأْتُوا۟
fatū
maka datangkan/bawalah
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya/dia
▶
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas/kehadapan
▶
أَعْيُنِ
aʿyuni
mata
▶
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
manusia/orang banyak
▶
لَعَلَّهُمْ
laʿallahum
agar mereka
▶
يَشْهَدُونَ
yashhadūna
mereka menyaksikan
Ayat 62 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوٓا۟ ءَأَنتَ فَعَلْتَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَا يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ
Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?"
▶
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
▶
ءَأَنتَ
a-anta
apakah kamu
▶
فَعَلْتَ
faʿalta
kamu melakukan
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
بِـَٔالِهَتِنَا
biālihatinā
dengan/terhadap tuhan-tuhan Kami
▶
يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ
yāib'rāhīmu
Hai Ibrahim
Ayat 63 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمْ هَـٰذَا فَسْـَٔلُوهُمْ إِن كَانُوا۟ يَنطِقُونَ
Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara".
▶
قَالَ
qāla
(Ibrahim) berkata
▶
بَلْ
bal
bahkan/sebenarnya
▶
فَعَلَهُۥ
faʿalahu
melakukannya
▶
كَبِيرُهُمْ
kabīruhum
yang besar dari mereka
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
فَسْـَٔلُوهُمْ
fasalūhum
maka tanyakan kepada mereka
▶
إِن
in
jika
▶
كَانُوا۟
kānū
mereka adalah
▶
يَنطِقُونَ
yanṭiqūna
mereka berbicara
Ayat 64 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَرَجَعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ فَقَالُوٓا۟ إِنَّكُمْ أَنتُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)",
▶
فَرَجَعُوٓا۟
farajaʿū
maka mereka kembali
▶
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
▶
أَنفُسِهِمْ
anfusihim
diri mereka sendiri
▶
فَقَالُوٓا۟
faqālū
lalu mereka berkata
▶
إِنَّكُمْ
innakum
sesungguhnya kalian
▶
أَنتُمُ
antumu
kamu sekalian
▶
ٱلظَّـٰلِمُونَ
l-ẓālimūna
orang-orang yang menganiaya
Ayat 65 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ نُكِسُوا۟ عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَـٰٓؤُلَآءِ يَنطِقُونَ
kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara".
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
نُكِسُوا۟
nukisū
mereka ditundukkan
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
رُءُوسِهِمْ
ruūsihim
kepala mereka
▶
لَقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
عَلِمْتَ
ʿalim'ta
kamu telah mengetahui
▶
مَا
mā
tidaklah
▶
هَـٰٓؤُلَآءِ
hāulāi
mereka itu
▶
يَنطِقُونَ
yanṭiqūna
mereka berbicara
Ayat 66 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْـًۭٔا وَلَا يَضُرُّكُمْ
Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?"
▶
قَالَ
qāla
(Ibrahim) berkata
▶
أَفَتَعْبُدُونَ
afataʿbudūna
maka mengapa kamu menyembah
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
مَا
mā
apa
▶
لَا
lā
yang tidak dapat
▶
يَنفَعُكُمْ
yanfaʿukum
memberi manfaat kepadamu
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sedikitpun
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يَضُرُّكُمْ
yaḍurrukum
memberi mudarat kepadamu
Ayat 67 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
أُفٍّۢ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
▶
أُفٍّۢ
uffin
ah (celaka)
▶
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
▶
وَلِمَا
walimā
dan kenapa
▶
تَعْبُدُونَ
taʿbudūna
kamu menyembah
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ٱللَّهِ ۖ
l-lahi
Allah
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
تَعْقِلُونَ
taʿqilūna
kalian menggunakan akal
Ayat 68 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ حَرِّقُوهُ وَٱنصُرُوٓا۟ ءَالِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ
Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
حَرِّقُوهُ
ḥarriqūhu
bakarlah dia
▶
وَٱنصُرُوٓا۟
wa-unṣurū
dan tolonglah
▶
ءَالِهَتَكُمْ
ālihatakum
Tuhan-Tuhanmu
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
فَـٰعِلِينَ
fāʿilīna
melakukan/bertindak
Ayat 69 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْنَا يَـٰنَارُ كُونِى بَرْدًۭا وَسَلَـٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim",
▶
قُلْنَا
qul'nā
Kami berfirman
▶
يَـٰنَارُ
yānāru
hai api
▶
كُونِى
kūnī
jadilah kau
▶
بَرْدًۭا
bardan
dingin
▶
وَسَلَـٰمًا
wasalāman
dan selamat
▶
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
▶
إِبْرَٰهِيمَ
ib'rāhīma
Ibrahim
Ayat 70 - Surah Al-Anbiyaa: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَرَادُوا۟ بِهِۦ كَيْدًۭا فَجَعَلْنَـٰهُمُ ٱلْأَخْسَرِينَ
mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.
▶
وَأَرَادُوا۟
wa-arādū
dan mereka hendak
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya/kepadanya
▶
كَيْدًۭا
kaydan
tipu-daya
▶
فَجَعَلْنَـٰهُمُ
fajaʿalnāhumu
maka Kami jadikan mereka
▶
ٱلْأَخْسَرِينَ
l-akhsarīna
orang-orang yang merugi
Ayat 71 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَجَّيْنَـٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَـٰلَمِينَ
Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.
▶
وَنَجَّيْنَـٰهُ
wanajjaynāhu
dan Kami selamatkannya
▶
وَلُوطًا
walūṭan
dan Lut
▶
إِلَى
ilā
ke/ke sebuah
▶
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi/negeri
▶
ٱلَّتِى
allatī
yang
▶
بَـٰرَكْنَا
bāraknā
Kami telah memberkati
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
لِلْعَـٰلَمِينَ
lil'ʿālamīna
bagi alam semesta/sekalian manusia
Ayat 72 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَةًۭ ۖ وَكُلًّۭا جَعَلْنَا صَـٰلِحِينَ
Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) lshak dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh
▶
وَوَهَبْنَا
wawahabnā
dan Kami telah memberkati
▶
لَهُۥٓ
lahu
kepadanya
▶
إِسْحَـٰقَ
is'ḥāqa
Ishaq
▶
وَيَعْقُوبَ
wayaʿqūba
dan Ya'kub
▶
نَافِلَةًۭ ۖ
nāfilatan
suatu tambahan/anugrah
▶
وَكُلًّۭا
wakullan
dan makanlah
▶
جَعَلْنَا
jaʿalnā
Kami jadikan
▶
صَـٰلِحِينَ
ṣāliḥīna
orang-orang yang saleh
Ayat 73 - Surah Al-Anbiyaa: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَئِمَّةًۭ يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِمْ فِعْلَ ٱلْخَيْرَٰتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّكَوٰةِ ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا عَـٰبِدِينَ
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
▶
وَجَعَلْنَـٰهُمْ
wajaʿalnāhum
dan Kami telah menjadikan mereka
▶
أَئِمَّةًۭ
a-immatan
pemimpin-pemimpin
▶
يَهْدُونَ
yahdūna
memberi petunjuk/pemimpin
▶
بِأَمْرِنَا
bi-amrinā
dengan perintah kami
▶
وَأَوْحَيْنَآ
wa-awḥaynā
dan Kami telah mewahyukan
▶
إِلَيْهِمْ
ilayhim
kepada mereka
▶
فِعْلَ
fiʿ'la
perbuatan
▶
ٱلْخَيْرَٰتِ
l-khayrāti
yang baik-baik
▶
وَإِقَامَ
wa-iqāma
dan mendirikan
▶
ٱلصَّلَوٰةِ
l-ṣalati
sholat
▶
وَإِيتَآءَ
waītāa
dan menunaikan
▶
ٱلزَّكَوٰةِ ۖ
l-zakati
zakat
▶
وَكَانُوا۟
wakānū
dan adalah mereka
▶
لَنَا
lanā
kepada Kami
▶
عَـٰبِدِينَ
ʿābidīna
mereka menyembah
Ayat 74 - Surah Al-Anbiyaa: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلُوطًا ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا وَنَجَّيْنَـٰهُ مِنَ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَت تَّعْمَلُ ٱلْخَبَـٰٓئِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمَ سَوْءٍۢ فَـٰسِقِينَ
dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,
▶
وَلُوطًا
walūṭan
dan Lut
▶
ءَاتَيْنَـٰهُ
ātaynāhu
Kami telah memberikannya
▶
حُكْمًۭا
ḥuk'man
hikmah
▶
وَعِلْمًۭا
waʿil'man
dan ilmu
▶
وَنَجَّيْنَـٰهُ
wanajjaynāhu
dan Kami telah menyelamatkannya
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْقَرْيَةِ
l-qaryati
negeri
▶
ٱلَّتِى
allatī
yang
▶
كَانَت
kānat
adalah ia
▶
تَّعْمَلُ
taʿmalu
melakukan
▶
ٱلْخَبَـٰٓئِثَ ۗ
l-khabāitha
busuk/keji
▶
إِنَّهُمْ
innahum
sesungguhnya mereka
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
قَوْمَ
qawma
kaum
▶
سَوْءٍۢ
sawin
seburuk-buruk
▶
فَـٰسِقِينَ
fāsiqīna
fasik/jahat
Ayat 75 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَدْخَلْنَـٰهُ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُۥ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.
▶
وَأَدْخَلْنَـٰهُ
wa-adkhalnāhu
dan Kami telah memasukannya
▶
فِى
fī
kedalam
▶
رَحْمَتِنَآ ۖ
raḥmatinā
rahmat Kami
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya dia
▶
مِنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلصَّـٰلِحِينَ
l-ṣāliḥīna
orang-orang yang saleh
Ayat 76 - Surah Al-Anbiyaa: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِن قَبْلُ فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ
Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.
▶
وَنُوحًا
wanūḥan
dan Nuh
▶
إِذْ
idh
ketika
▶
نَادَىٰ
nādā
dia berseru/berdo'a
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلُ
qablu
sebelum itu
▶
فَٱسْتَجَبْنَا
fa-is'tajabnā
maka Kami memperkenankan
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya (do'anya)
▶
فَنَجَّيْنَـٰهُ
fanajjaynāhu
lalu Kami menyelamatkannya
▶
وَأَهْلَهُۥ
wa-ahlahu
dan keluarganya
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْكَرْبِ
l-karbi
bencana
▶
ٱلْعَظِيمِ
l-ʿaẓīmi
yang besar
Ayat 77 - Surah Al-Anbiyaa: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَصَرْنَـٰهُ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمَ سَوْءٍۢ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ أَجْمَعِينَ
Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.
▶
وَنَصَرْنَـٰهُ
wanaṣarnāhu
dan Kami telah menolongnya
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْقَوْمِ
l-qawmi
kaum
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَذَّبُوا۟
kadhabū
(mereka) mendustakan
▶
بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ
biāyātinā
dengan ayat-ayat Kami
▶
إِنَّهُمْ
innahum
sesungguhnya mereka
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
قَوْمَ
qawma
kaum
▶
سَوْءٍۢ
sawin
seburuk-buruk
▶
فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ
fa-aghraqnāhum
maka Kami tenggelamkan mereka
▶
أَجْمَعِينَ
ajmaʿīna
semuanya
Ayat 78 - Surah Al-Anbiyaa: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَدَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَـٰهِدِينَ
Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,
▶
وَدَاوُۥدَ
wadāwūda
dan Daud
▶
وَسُلَيْمَـٰنَ
wasulaymāna
dan Sulaiman
▶
إِذْ
idh
tatkala
▶
يَحْكُمَانِ
yaḥkumāni
keduanya memberi keputusan
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلْحَرْثِ
l-ḥarthi
ladang
▶
إِذْ
idh
ketika
▶
نَفَشَتْ
nafashat
merusak
▶
فِيهِ
fīhi
didalamnya
▶
غَنَمُ
ghanamu
kambing
▶
ٱلْقَوْمِ
l-qawmi
kaum
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan adalah kami
▶
لِحُكْمِهِمْ
liḥuk'mihim
pada keputusan mereka
▶
شَـٰهِدِينَ
shāhidīna
orang yang menyaksikan
Ayat 79 - Surah Al-Anbiyaa: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَفَهَّمْنَـٰهَا سُلَيْمَـٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِينَ
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
▶
فَفَهَّمْنَـٰهَا
fafahhamnāhā
maka Kami memberi pengertiannya
▶
سُلَيْمَـٰنَ ۚ
sulaymāna
Sulaiman
▶
وَكُلًّا
wakullan
dan masing-masing
▶
ءَاتَيْنَا
ātaynā
Kami telah memberikan
▶
حُكْمًۭا
ḥuk'man
hikmah
▶
وَعِلْمًۭا ۚ
waʿil'man
dan ilmu
▶
وَسَخَّرْنَا
wasakharnā
dan Kami telah menundukkan
▶
مَعَ
maʿa
beserta
▶
دَاوُۥدَ
dāwūda
Daud
▶
ٱلْجِبَالَ
l-jibāla
gunung-gunung
▶
يُسَبِّحْنَ
yusabbiḥ'na
mereka bertasbih
▶
وَٱلطَّيْرَ ۚ
wal-ṭayra
dan burung-burung
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan adalah Kami
▶
فَـٰعِلِينَ
fāʿilīna
berbuat
Ayat 80 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَعَلَّمْنَـٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍۢ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَـٰكِرُونَ
Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
▶
وَعَلَّمْنَـٰهُ
waʿallamnāhu
dan Kami telah mengajarkannya
▶
صَنْعَةَ
ṣanʿata
membuat
▶
لَبُوسٍۢ
labūsin
baju besi
▶
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
▶
لِتُحْصِنَكُم
lituḥ'ṣinakum
untuk melindungi kamu
▶
مِّنۢ
min
dari
▶
بَأْسِكُمْ ۖ
basikum
peperanganmu
▶
فَهَلْ
fahal
maka apakah
▶
أَنتُمْ
antum
kamu
▶
شَـٰكِرُونَ
shākirūna
orang-orang yang berterima kasih
Ayat 81 - Surah Al-Anbiyaa: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلِسُلَيْمَـٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةًۭ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَـٰلِمِينَ
Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
▶
وَلِسُلَيْمَـٰنَ
walisulaymāna
dan untuk Sulaiman
▶
ٱلرِّيحَ
l-rīḥa
angin
▶
عَاصِفَةًۭ
ʿāṣifatan
kencang
▶
تَجْرِى
tajrī
mengalir/berhembus
▶
بِأَمْرِهِۦٓ
bi-amrihi
dengan perintahnya
▶
إِلَى
ilā
ke
▶
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi/negeri
▶
ٱلَّتِى
allatī
yang
▶
بَـٰرَكْنَا
bāraknā
Kami berkati
▶
فِيهَا ۚ
fīhā
didalamnya
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan adalah Kami
▶
بِكُلِّ
bikulli
dengan segala
▶
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
▶
عَـٰلِمِينَ
ʿālimīna
mengetahui
Ayat 82 - Surah Al-Anbiyaa: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمِنَ ٱلشَّيَـٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًۭا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَـٰفِظِينَ
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu,
▶
وَمِنَ
wamina
dan dari
▶
ٱلشَّيَـٰطِينِ
l-shayāṭīni
syaitan-syaitan
▶
مَن
man
orang
▶
يَغُوصُونَ
yaghūṣūna
mereka menyelam
▶
لَهُۥ
lahu
untuknya
▶
وَيَعْمَلُونَ
wayaʿmalūna
dan mereka mengerjakan
▶
عَمَلًۭا
ʿamalan
pekerjaan
▶
دُونَ
dūna
bukan
▶
ذَٰلِكَ ۖ
dhālika
demikian
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan adalah Kami
▶
لَهُمْ
lahum
kepada mereka
▶
حَـٰفِظِينَ
ḥāfiẓīna
memelihara/menjaga
Ayat 83 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".
▶
۞ وَأَيُّوبَ
wa-ayyūba
dan Ayub
▶
إِذْ
idh
tatkala
▶
نَادَىٰ
nādā
dia berseru/berdo'a
▶
رَبَّهُۥٓ
rabbahu
Tuhannya
▶
أَنِّى
annī
sesungguhnya aku
▶
مَسَّنِىَ
massaniya
menimpaku
▶
ٱلضُّرُّ
l-ḍuru
bencana/penyakit
▶
وَأَنتَ
wa-anta
dan Engkau
▶
أَرْحَمُ
arḥamu
Maha Penyayang
▶
ٱلرَّٰحِمِينَ
l-rāḥimīna
para penyayang
Ayat 84 - Surah Al-Anbiyaa: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّۢ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةًۭ مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ
Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
▶
فَٱسْتَجَبْنَا
fa-is'tajabnā
maka Kami perkenankan
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya (do'anya)
▶
فَكَشَفْنَا
fakashafnā
lalu Kami hilangkan
▶
مَا
mā
apa yang ada
▶
بِهِۦ
bihi
padanya
▶
مِن
min
dari
▶
ضُرٍّۢ ۖ
ḍurrin
bencana/penyakit
▶
وَءَاتَيْنَـٰهُ
waātaynāhu
dan Kami berikan kepadanya
▶
أَهْلَهُۥ
ahlahu
keluarganya
▶
وَمِثْلَهُم
wamith'lahum
dan serupa/sebanyak itu
▶
مَّعَهُمْ
maʿahum
beserta mereka
▶
رَحْمَةًۭ
raḥmatan
rahmat
▶
مِّنْ
min
dari
▶
عِندِنَا
ʿindinā
sisi Kami
▶
وَذِكْرَىٰ
wadhik'rā
dan peringatan
▶
لِلْعَـٰبِدِينَ
lil'ʿābidīna
bagi orang-orang yang beribadat
Ayat 85 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ كُلٌّۭ مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.
▶
وَإِسْمَـٰعِيلَ
wa-is'māʿīla
dan Ismai'il
▶
وَإِدْرِيسَ
wa-id'rīsa
dan Idris
▶
وَذَا
wadhā
dan
▶
ٱلْكِفْلِ ۖ
l-kif'li
Zulkifli
▶
كُلٌّۭ
kullun
masing-masing semuanya
▶
مِّنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلصَّـٰبِرِينَ
l-ṣābirīna
orang-orang yang sabar
Ayat 86 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَدْخَلْنَـٰهُمْ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُم مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.
▶
وَأَدْخَلْنَـٰهُمْ
wa-adkhalnāhum
dan Kami masukkan mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
رَحْمَتِنَآ ۖ
raḥmatinā
rahmat Kami
▶
إِنَّهُم
innahum
sesungguhnya mereka
▶
مِّنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلصَّـٰلِحِينَ
l-ṣāliḥīna
orang-orang yang saleh
Ayat 87 - Surah Al-Anbiyaa: 23 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًۭا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَـٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".
▶
وَذَا
wadhā
Zun
▶
ٱلنُّونِ
l-nūni
Nun (Yunus)
▶
إِذ
idh
tatkala
▶
ذَّهَبَ
dhahaba
dia pergi
▶
مُغَـٰضِبًۭا
mughāḍiban
dalam keadaan marah
▶
فَظَنَّ
faẓanna
lalu dia menyangka
▶
أَن
an
bahwa
▶
لَّن
lan
tidak
▶
نَّقْدِرَ
naqdira
Kami kuasa
▶
عَلَيْهِ
ʿalayhi
atasnya
▶
فَنَادَىٰ
fanādā
maka dia berseru/berdo'a
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلظُّلُمَـٰتِ
l-ẓulumāti
kegelapan
▶
أَن
an
bahwa
▶
لَّآ
lā
tidak
▶
إِلَـٰهَ
ilāha
Tuhan
▶
إِلَّآ
illā
melainkan
▶
أَنتَ
anta
Engkau
▶
سُبْحَـٰنَكَ
sub'ḥānaka
Maha Suci Engkau
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya aku
▶
كُنتُ
kuntu
adalah aku
▶
مِنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 88 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَـٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
▶
فَٱسْتَجَبْنَا
fa-is'tajabnā
maka Kami perkenankan
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya (do'anya)
▶
وَنَجَّيْنَـٰهُ
wanajjaynāhu
dan Kami selamatkan dia
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْغَمِّ ۚ
l-ghami
kesedihan
▶
وَكَذَٰلِكَ
wakadhālika
dan demikianlah
▶
نُـۨجِى
nunjī
Kami selamatkan
▶
ٱلْمُؤْمِنِينَ
l-mu'minīna
orang-orang yang beriman
Ayat 89 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
▶
وَزَكَرِيَّآ
wazakariyyā
dan Zakaria
▶
إِذْ
idh
tatkala
▶
نَادَىٰ
nādā
dia berseru/berdo'a
▶
رَبَّهُۥ
rabbahu
Tuhannya
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
لَا
lā
janganlah
▶
تَذَرْنِى
tadharnī
Engkau biarkan aku
▶
فَرْدًۭا
fardan
sendirian
▶
وَأَنتَ
wa-anta
dan Engkau
▶
خَيْرُ
khayru
paling baik
▶
ٱلْوَٰرِثِينَ
l-wārithīna
pusaka/waris
Ayat 90 - Surah Al-Anbiyaa: 19 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.
▶
فَٱسْتَجَبْنَا
fa-is'tajabnā
maka Kami perkenankan
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya (do'anya)
▶
وَوَهَبْنَا
wawahabnā
dan Kami anugerahkan
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya
▶
يَحْيَىٰ
yaḥyā
Yahya
▶
وَأَصْلَحْنَا
wa-aṣlaḥnā
dan Kami perbaiki
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya
▶
زَوْجَهُۥٓ ۚ
zawjahu
isterinya
▶
إِنَّهُمْ
innahum
sesungguhnya mereka
▶
كَانُوا۟
kānū
adalah mereka
▶
يُسَـٰرِعُونَ
yusāriʿūna
mereka bersegera
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلْخَيْرَٰتِ
l-khayrāti
kebaikan
▶
وَيَدْعُونَنَا
wayadʿūnanā
dan mereka berdo'a pada Kami
▶
رَغَبًۭا
raghaban
pengharapan
▶
وَرَهَبًۭا ۖ
warahaban
dan perasaan takut
▶
وَكَانُوا۟
wakānū
dan adalah mereka
▶
لَنَا
lanā
kepada Kami
▶
خَـٰشِعِينَ
khāshiʿīna
mereka tunduk/khusyu
Ayat 91 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَـٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةًۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
▶
وَٱلَّتِىٓ
wa-allatī
dan perempuan yang
▶
أَحْصَنَتْ
aḥṣanat
ia menjaga/memelihara
▶
فَرْجَهَا
farjahā
kehormatannya
▶
فَنَفَخْنَا
fanafakhnā
lalu Kami tiupkan
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya/kedalamnya
▶
مِن
min
dari
▶
رُّوحِنَا
rūḥinā
ruh Kami
▶
وَجَعَلْنَـٰهَا
wajaʿalnāhā
dan Kami jadikan dia
▶
وَٱبْنَهَآ
wa-ib'nahā
dan anaknya
▶
ءَايَةًۭ
āyatan
tanda-tanda
▶
لِّلْعَـٰلَمِينَ
lil'ʿālamīna
bagi semesta alam
Ayat 92 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ
Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
هَـٰذِهِۦٓ
hādhihi
ini
▶
أُمَّتُكُمْ
ummatukum
umatmu/agamamu
▶
أُمَّةًۭ
ummatan
ummat/agama
▶
وَٰحِدَةًۭ
wāḥidatan
yang satu
▶
وَأَنَا۠
wa-anā
dan Aku
▶
رَبُّكُمْ
rabbukum
Tuhan kalian
▶
فَٱعْبُدُونِ
fa-uʿ'budūni
maka sembahlah Aku
Ayat 93 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَٰجِعُونَ
Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.
▶
وَتَقَطَّعُوٓا۟
wataqaṭṭaʿū
dan mereka memotong
▶
أَمْرَهُم
amrahum
urusan mereka
▶
بَيْنَهُمْ ۖ
baynahum
diantara mereka
▶
كُلٌّ
kullun
masing-masing/semuanya
▶
إِلَيْنَا
ilaynā
kepada Kami
▶
رَٰجِعُونَ
rājiʿūna
mereka kembali
Ayat 94 - Surah Al-Anbiyaa: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِۦ وَإِنَّا لَهُۥ كَـٰتِبُونَ
Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
▶
فَمَن
faman
maka barangsiapa
▶
يَعْمَلْ
yaʿmal
mengerjakan
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
kebaikan
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan dia
▶
مُؤْمِنٌۭ
mu'minun
beriman
▶
فَلَا
falā
maka tidak ada
▶
كُفْرَانَ
kuf'rāna
pengingkaran
▶
لِسَعْيِهِۦ
lisaʿyihi
bagi usahanya/amalnya
▶
وَإِنَّا
wa-innā
dan sesungguhnya Kami
▶
لَهُۥ
lahu
baginya/untuknya
▶
كَـٰتِبُونَ
kātibūna
menuliskan
Ayat 95 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَحَرَٰمٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَآ أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
▶
وَحَرَٰمٌ
waḥarāmun
dan haram
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
قَرْيَةٍ
qaryatin
suatu negeri
▶
أَهْلَكْنَـٰهَآ
ahlaknāhā
Kami telah binasakannya
▶
أَنَّهُمْ
annahum
karena sesungguhnya mereka
▶
لَا
lā
(mereka) tidak
▶
يَرْجِعُونَ
yarjiʿūna
kembali
Ayat 96 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍۢ يَنسِلُونَ
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
إِذَا
idhā
tatkala
▶
فُتِحَتْ
futiḥat
dibukakan
▶
يَأْجُوجُ
yajūju
Ya'juj
▶
وَمَأْجُوجُ
wamajūju
dan Ma'juj
▶
وَهُم
wahum
dan mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
كُلِّ
kulli
tiap-tiap
▶
حَدَبٍۢ
ḥadabin
tempat yang tinggi
▶
يَنسِلُونَ
yansilūna
mereka mengalir/turun dengan cepat
Ayat 97 - Surah Al-Anbiyaa: 19 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱقْتَرَبَ ٱلْوَعْدُ ٱلْحَقُّ فَإِذَا هِىَ شَـٰخِصَةٌ أَبْصَـٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِى غَفْلَةٍۢ مِّنْ هَـٰذَا بَلْ كُنَّا ظَـٰلِمِينَ
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): "Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim".
▶
وَٱقْتَرَبَ
wa-iq'taraba
dan telah dekat
▶
ٱلْوَعْدُ
l-waʿdu
janji
▶
ٱلْحَقُّ
l-ḥaqu
benar
▶
فَإِذَا
fa-idhā
maka tiba-tiba
▶
هِىَ
hiya
ia
▶
شَـٰخِصَةٌ
shākhiṣatun
terbelalak
▶
أَبْصَـٰرُ
abṣāru
pandangan/mata
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
يَـٰوَيْلَنَا
yāwaylanā
betapa celakanya kami
▶
قَدْ
qad
sesungguhnya
▶
كُنَّا
kunnā
adalah kami
▶
فِى
fī
dalam
▶
غَفْلَةٍۢ
ghaflatin
kelalaian
▶
مِّنْ
min
daripada
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
كُنَّا
kunnā
adalah kami
▶
ظَـٰلِمِينَ
ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 98 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَٰرِدُونَ
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
▶
إِنَّكُمْ
innakum
sesungguhnya kalian
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
تَعْبُدُونَ
taʿbudūna
kamu sembah
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
حَصَبُ
ḥaṣabu
kayu bakar/umpan
▶
جَهَنَّمَ
jahannama
neraka Jahannam
▶
أَنتُمْ
antum
kamu
▶
لَهَا
lahā
padanya (kedalam)
▶
وَٰرِدُونَ
wāridūna
datang/masuk
Ayat 99 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَوْ كَانَ هَـٰٓؤُلَآءِ ءَالِهَةًۭ مَّا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّۭ فِيهَا خَـٰلِدُونَ
Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.
▶
لَوْ
law
sekiranya
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
هَـٰٓؤُلَآءِ
hāulāi
mereka itu
▶
ءَالِهَةًۭ
ālihatan
Tuhan
▶
مَّا
mā
tidak
▶
وَرَدُوهَا ۖ
waradūhā
datang/memasukinya
▶
وَكُلٌّۭ
wakullun
dan tiap-tiap/semuanya
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
خَـٰلِدُونَ
khālidūna
mereka kekal
Ayat 100 - Surah Al-Anbiyaa: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌۭ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ
Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar.
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
زَفِيرٌۭ
zafīrun
bernapas panjang/merintih
▶
وَهُمْ
wahum
dan mereka
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَسْمَعُونَ
yasmaʿūna
mereka mendengar
Ayat 101 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُم مِّنَّا ٱلْحُسْنَىٰٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ
Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
سَبَقَتْ
sabaqat
telah/lebih dahulu
▶
لَهُم
lahum
bagi mereka
▶
مِّنَّا
minnā
dari Kami
▶
ٱلْحُسْنَىٰٓ
l-ḥus'nā
kebaikan
▶
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
▶
عَنْهَا
ʿanhā
dari padanya
▶
مُبْعَدُونَ
mub'ʿadūna
mereka dijauhkan
Ayat 102 - Surah Al-Anbiyaa: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِى مَا ٱشْتَهَتْ أَنفُسُهُمْ خَـٰلِدُونَ
mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَسْمَعُونَ
yasmaʿūna
mereka mendengar
▶
حَسِيسَهَا ۖ
ḥasīsahā
suara/desirnya (api neraka)
▶
وَهُمْ
wahum
dan mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
مَا
mā
apa
▶
ٱشْتَهَتْ
ish'tahat
menginginkan
▶
أَنفُسُهُمْ
anfusuhum
diri/jiwa mereka
▶
خَـٰلِدُونَ
khālidūna
mereka kekal
Ayat 103 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا يَحْزُنُهُمُ ٱلْفَزَعُ ٱلْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ هَـٰذَا يَوْمُكُمُ ٱلَّذِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu".
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَحْزُنُهُمُ
yaḥzunuhumu
menyusahkan mereka
▶
ٱلْفَزَعُ
l-fazaʿu
kejutan/kedahsyatan
▶
ٱلْأَكْبَرُ
l-akbaru
yang besar
▶
وَتَتَلَقَّىٰهُمُ
watatalaqqāhumu
dan mendapatkan/menyambut mereka
▶
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
l-malāikatu
malaikat
▶
هَـٰذَا
hādhā
inilah
▶
يَوْمُكُمُ
yawmukumu
harimu
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
تُوعَدُونَ
tūʿadūna
kamu dijanjikan
Ayat 104 - Surah Al-Anbiyaa: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ كَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍۢ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا فَـٰعِلِينَ
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
نَطْوِى
naṭwī
Kami lipat/gulung
▶
ٱلسَّمَآءَ
l-samāa
langit
▶
كَطَىِّ
kaṭayyi
seperti lipatan/gulungan
▶
ٱلسِّجِلِّ
l-sijili
daftar/lembaran kertas
▶
لِلْكُتُبِ ۚ
lil'kutubi
untuk tulisan-tulisan
▶
كَمَا
kamā
sebagaimana
▶
بَدَأْنَآ
badanā
Kami memulai
▶
أَوَّلَ
awwala
pertama
▶
خَلْقٍۢ
khalqin
penciptaan
▶
نُّعِيدُهُۥ ۚ
nuʿīduhu
Kami mengulanginya
▶
وَعْدًا
waʿdan
suatu janji
▶
عَلَيْنَآ ۚ
ʿalaynā
atas Kami/pasti Kami
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
كُنَّا
kunnā
adalah Kami
▶
فَـٰعِلِينَ
fāʿilīna
berbuat/melaksanakan
Ayat 105 - Surah Al-Anbiyaa: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعْدِ ٱلذِّكْرِ أَنَّ ٱلْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِىَ ٱلصَّـٰلِحُونَ
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
كَتَبْنَا
katabnā
telah Kami tuliskan
▶
فِى
fī
didalam
▶
ٱلزَّبُورِ
l-zabūri
Zabur
▶
مِنۢ
min
dari
▶
بَعْدِ
baʿdi
sesudah
▶
ٱلذِّكْرِ
l-dhik'ri
peringatan (Lauhul Mahfuz)
▶
أَنَّ
anna
bahwasanya
▶
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
▶
يَرِثُهَا
yarithuhā
mewarisinya
▶
عِبَادِىَ
ʿibādiya
hamba-hamba-Ku
▶
ٱلصَّـٰلِحُونَ
l-ṣāliḥūna
orang-orang yang saleh
Ayat 106 - Surah Al-Anbiyaa: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ فِى هَـٰذَا لَبَلَـٰغًۭا لِّقَوْمٍ عَـٰبِدِينَ
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
فِى
fī
didalam
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
لَبَلَـٰغًۭا
labalāghan
adalah penyampaian/penjelasan
▶
لِّقَوْمٍ
liqawmin
bagi kaum
▶
عَـٰبِدِينَ
ʿābidīna
orang-orang yang menyembah
Ayat 107 - Surah Al-Anbiyaa: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةًۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
▶
وَمَآ
wamā
dan tidak
▶
أَرْسَلْنَـٰكَ
arsalnāka
Kami mengutus kamu
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
رَحْمَةًۭ
raḥmatan
rahmat
▶
لِّلْعَـٰلَمِينَ
lil'ʿālamīna
bagi semesta alam
Ayat 108 - Surah Al-Anbiyaa: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ
Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)".
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
إِنَّمَا
innamā
sesungguhnya hanyalah
▶
يُوحَىٰٓ
yūḥā
diwahyukan
▶
إِلَىَّ
ilayya
kepadaku
▶
أَنَّمَآ
annamā
sesungguhnya hanyalah
▶
إِلَـٰهُكُمْ
ilāhukum
Tuhanmu
▶
إِلَـٰهٌۭ
ilāhun
Tuhan
▶
وَٰحِدٌۭ ۖ
wāḥidun
satu/Esa
▶
فَهَلْ
fahal
maka apakah
▶
أَنتُم
antum
kamu
▶
مُّسْلِمُونَ
mus'limūna
berserah diri
Ayat 109 - Surah Al-Anbiyaa: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ ءَاذَنتُكُمْ عَلَىٰ سَوَآءٍۢ ۖ وَإِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ أَم بَعِيدٌۭ مَّا تُوعَدُونَ
Jika mereka berpaling, maka katakanlah: "Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?".
▶
فَإِن
fa-in
maka jika
▶
تَوَلَّوْا۟
tawallaw
mereka berpaling
▶
فَقُلْ
faqul
maka katakanlah
▶
ءَاذَنتُكُمْ
ādhantukum
aku telah memaklumkan kepadamu
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
سَوَآءٍۢ ۖ
sawāin
yang sama/terus-terang
▶
وَإِنْ
wa-in
dan aku
▶
أَدْرِىٓ
adrī
tidak mengetahui
▶
أَقَرِيبٌ
aqarībun
apakah dekat
▶
أَم
am
atau
▶
بَعِيدٌۭ
baʿīdun
jauh
▶
مَّا
mā
apa
▶
تُوعَدُونَ
tūʿadūna
kamu diancam/diancamkan kepadamu
Ayat 110 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّهُۥ يَعْلَمُ ٱلْجَهْرَ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُونَ
Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan.
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya Dia
▶
يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
▶
ٱلْجَهْرَ
l-jahra
keras/terus terang
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْقَوْلِ
l-qawli
perkataan
▶
وَيَعْلَمُ
wayaʿlamu
dan Dia mengetahui
▶
مَا
mā
apa
▶
تَكْتُمُونَ
taktumūna
kamu sembunyikan/rahasiakan
Ayat 111 - Surah Al-Anbiyaa: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنْ أَدْرِى لَعَلَّهُۥ فِتْنَةٌۭ لَّكُمْ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍۢ
Dan aku tiada mengetahui, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
▶
وَإِنْ
wa-in
dan jika/tidak
▶
أَدْرِى
adrī
aku mengetahui
▶
لَعَلَّهُۥ
laʿallahu
boleh jadi ia/hal itu
▶
فِتْنَةٌۭ
fit'natun
fitnah/cobaan
▶
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
▶
وَمَتَـٰعٌ
wamatāʿun
dan kesenangan
▶
إِلَىٰ
ilā
sampai
▶
حِينٍۢ
ḥīnin
waktu tertentu
Ayat 112 - Surah Al-Anbiyaa: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَـٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
(Muhammad) berkata: "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan".
▶
قَـٰلَ
qāla
(Muhammad) berkata
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
ٱحْكُم
uḥ'kum
berilah keputusan
▶
بِٱلْحَقِّ ۗ
bil-ḥaqi
dengan benar
▶
وَرَبُّنَا
warabbunā
dan Tuhan kami
▶
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
Maha Pengasih
▶
ٱلْمُسْتَعَانُ
l-mus'taʿānu
tempat dimintai pertolongan
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
مَا
mā
apa
▶
تَصِفُونَ
taṣifūna
kamu sifatkan/katakan
Lihat juga
Semua surah kata demi kata