Surah Al-Hashr kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Hashr kata demi kata

Al-Hashr (الحشر) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 24 ayat, 445 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 445 kata untuk dipelajari, Surah Al-Hashr menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 3 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Hashr: 11 kata

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

سَبَّحَ sabbaḥa bertasbih/mensucikan
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
مَا mā apa
فِى fī pada
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī pada
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 2 - Surah Al-Hashr: 40 kata

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَخْرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ مِن دِيَـٰرِهِمْ لِأَوَّلِ ٱلْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا۟ ۖ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا۟ ۖ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِى ٱلْمُؤْمِنِينَ فَٱعْتَبِرُوا۟ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَبْصَـٰرِ

Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.

هُوَ huwa Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَخْرَجَ akhraja mengeluarkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنْ min dari
أَهْلِ ahli ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
مِن min dari
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung mereka
لِأَوَّلِ li-awwali pada yang pertama
ٱلْحَشْرِ ۚ l-ḥashri pengusiran
مَا mā tidak
ظَنَنتُمْ ẓanantum menyangka
أَن an bahwa
يَخْرُجُوا۟ ۖ yakhrujū mereka akan keluar
وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan menyangka
أَنَّهُم annahum sesungguhnya mereka
مَّانِعَتُهُمْ māniʿatuhum mencegah/mempertahankan mereka
حُصُونُهُم ḥuṣūnuhum benteng-benteng mereka
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَأَتَىٰهُمُ fa-atāhumu maka mendatangkan pada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu arah
لَمْ lam tidak
يَحْتَسِبُوا۟ ۖ yaḥtasibū mengira
وَقَذَفَ waqadhafa dan (Allah) mencampakkan
فِى fī pada
قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka
ٱلرُّعْبَ ۚ l-ruʿ'ba ketakutan
يُخْرِبُونَ yukh'ribūna mereka meruntuhkan/memusnahkan
بُيُوتَهُم buyūtahum rumah-rumah mereka
بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka
وَأَيْدِى wa-aydī dengan tangan
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
فَٱعْتَبِرُوا۟ fa-iʿ'tabirū maka ambillah pelajaran
يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang
ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri yang mempunyai pandangan!

Ayat 3 - Surah Al-Hashr: 14 kata

وَلَوْلَآ أَن كَتَبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمُ ٱلْجَلَآءَ لَعَذَّبَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابُ ٱلنَّارِ

Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.

وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak
أَن an bahwa
كَتَبَ kataba telah menetapkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْجَلَآءَ l-jalāa pengusiran
لَعَذَّبَهُمْ laʿadhabahum pasti (Allah) mengazab mereka
فِى fī pada
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَلَهُمْ walahum dan mereka
فِى fī pada
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
عَذَابُ ʿadhābu azab
ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Ayat 4 - Surah Al-Hashr: 12 kata

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۖ وَمَن يُشَآقِّ ٱللَّهَ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
شَآقُّوا۟ shāqqū mereka menentang
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ ۖ warasūlahu dan rasul-Nya
وَمَن waman dan siapa
يُشَآقِّ yushāqqi menentang
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu sangat/keras
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan/hukuman

Ayat 5 - Surah Al-Hashr: 13 kata

مَا قَطَعْتُم مِّن لِّينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَآئِمَةً عَلَىٰٓ أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ ٱللَّهِ وَلِيُخْزِىَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

مَا mā apa-apa
قَطَعْتُم qaṭaʿtum kamu potong/tebang
مِّن min dari
لِّينَةٍ līnatin pohon kurma
أَوْ aw atau
تَرَكْتُمُوهَا taraktumūhā kamu tinggalkannya
قَآئِمَةً qāimatan berdiri
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أُصُولِهَا uṣūlihā pokoknya/batangnya
فَبِإِذْنِ fabi-idh'ni maka dengan izin
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلِيُخْزِىَ waliyukh'ziya dan Dia hendak menghinakan
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang fasik

Ayat 6 - Surah Al-Hashr: 25 kata

وَمَآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْهُمْ فَمَآ أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍۢ وَلَا رِكَابٍۢ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُۥ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap apa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَمَآ wamā dan apa-apa
أَفَآءَ afāa memberikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
فَمَآ famā maka tidak
أَوْجَفْتُمْ awjaftum kamu mengerahkan
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
مِنْ min dari
خَيْلٍۢ khaylin seekor kuda
وَلَا walā dan tidak
رِكَابٍۢ rikābin tunggangan
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُسَلِّطُ yusalliṭu memberikan kekuasaan
رُسُلَهُۥ rusulahu rasul-Nya
عَلَىٰ ʿalā atas
مَن man siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu sesuatu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 7 - Surah Al-Hashr: 37 kata

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

مَّآ mā apa
أَفَآءَ afāa yang memberikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya
مِنْ min dari
أَهْلِ ahli ahli/penduduk
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negri/kota
فَلِلَّهِ falillahi maka untuk Allah
وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan untuk rasul-Nya
وَلِذِى walidhī dan yang memiliki
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā hubungan kerabat
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan untuk anak yatim
وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin
وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli dalam perjalanan
كَىْ kay supaya
لَا lā jangan
يَكُونَ yakūna adalah ia (harta)
دُولَةًۢ dūlatan beredar
بَيْنَ bayna diantara
ٱلْأَغْنِيَآءِ l-aghniyāi orang-orang kaya
مِنكُمْ ۚ minkum diantara kamu
وَمَآ wamā dan tidak
ءَاتَىٰكُمُ ātākumu yang diberikan kepadamu
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu rasul
فَخُذُوهُ fakhudhūhu maka ambilah ia
وَمَا wamā dan apa
نَهَىٰكُمْ nahākum yang melarang kamu
عَنْهُ ʿanhu dari padanya
فَٱنتَهُوا۟ ۚ fa-intahū maka hentikan/tinggalkan
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu sangat/keras
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan/hukuman

Ayat 8 - Surah Al-Hashr: 18 kata

لِلْفُقَرَآءِ ٱلْمُهَـٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِمْ وَأَمْوَٰلِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًۭا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًۭا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ

(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi bagi orang-orang fakir
ٱلْمُهَـٰجِرِينَ l-muhājirīna orang-orang yang berhijrah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū (mereka) diusir
مِن min dari
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah-rumah/kampung mereka
وَأَمْوَٰلِهِمْ wa-amwālihim dan harta mereka
يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka mencari
فَضْلًۭا faḍlan karunia
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرِضْوَٰنًۭا wariḍ'wānan dan keridaan
وَيَنصُرُونَ wayanṣurūna dan mereka menolong
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلصَّـٰدِقُونَ l-ṣādiqūna orang-orang yang benar

Ayat 9 - Surah Al-Hashr: 31 kata

وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَـٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةًۭ مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌۭ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
تَبَوَّءُو tabawwaū (mereka)menempati
ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung (kota)
وَٱلْإِيمَـٰنَ wal-īmāna dan keimanan
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
يُحِبُّونَ yuḥibbūna dan mereka mencintai
مَنْ man orang-orang
هَاجَرَ hājara hijrah/pindah
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
وَلَا walā dan tidak
يَجِدُونَ yajidūna mendapati/menaruh
فِى fī pada
صُدُورِهِمْ ṣudūrihim dada mereka
حَاجَةًۭ ḥājatan hajat/keinginan
مِّمَّآ mimmā terhadap apa
أُوتُوا۟ ūtū mereka diberi
وَيُؤْثِرُونَ wayu'thirūna dan mereka mengutamakan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri
وَلَوْ walaw walaupun
كَانَ kāna adalah
بِهِمْ bihim mereka
خَصَاصَةٌۭ ۚ khaṣāṣatun kepapaan/kesusahan
وَمَن waman dan barang siapa
يُوقَ yūqa dipelihara
شُحَّ shuḥḥa kekikiran
نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 10 - Surah Al-Hashr: 23 kata

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّۭا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
جَآءُو jāū (mereka) datang
مِنۢ min dari
بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah
لَنَا lanā bagi kami
وَلِإِخْوَٰنِنَا wali-ikh'wāninā dan bagi saudara-saudara kami
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
سَبَقُونَا sabaqūnā (mereka) mendahului kami
بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan beriman
وَلَا walā dan tidak
تَجْعَلْ tajʿal Engkau jadikan
فِى fī dalam
قُلُوبِنَا qulūbinā hati kami
غِلًّۭا ghillan kedengkian
لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang
ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
رَءُوفٌۭ raūfun Maha Penyantun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 11 - Surah Al-Hashr: 28 kata

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نَافَقُوا۟ يَقُولُونَ لِإِخْوَٰنِهِمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًۭا وَإِن قُوتِلْتُمْ لَنَنصُرَنَّكُمْ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu". Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

۞ أَلَمْ alam tidaklah
تَرَ tara kamu memperhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
نَافَقُوا۟ nāfaqū (mereka) munafik
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
لِإِخْوَٰنِهِمُ li-ikh'wānihimu kepada saudara-saudara mereka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنْ min dari
أَهْلِ ahli ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
لَئِنْ la-in sungguh jika
أُخْرِجْتُمْ ukh'rij'tum kamu diusir
لَنَخْرُجَنَّ lanakhrujanna niscaya kami akan keluar
مَعَكُمْ maʿakum bersamamu
وَلَا walā dan tidak
نُطِيعُ nuṭīʿu kami taat/patuh
فِيكُمْ fīkum pada/untuk kamu
أَحَدًا aḥadan seseorang/siapapun
أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
وَإِن wa-in dan jika
قُوتِلْتُمْ qūtil'tum kamu di perangi
لَنَنصُرَنَّكُمْ lananṣurannakum niscaya kami akan membantu kamu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَشْهَدُ yashhadu menyaksikan
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar pendusta

Ayat 12 - Surah Al-Hashr: 16 kata

لَئِنْ أُخْرِجُوا۟ لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ وَلَئِن قُوتِلُوا۟ لَا يَنصُرُونَهُمْ وَلَئِن نَّصَرُوهُمْ لَيُوَلُّنَّ ٱلْأَدْبَـٰرَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ

Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang; kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.

لَئِنْ la-in sungguh jika
أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū mereka diusir
لَا lā tidak
يَخْرُجُونَ yakhrujūna keluar
مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka
وَلَئِن wala-in dan sungguh jika
قُوتِلُوا۟ qūtilū mereka diperangi
لَا lā tidak
يَنصُرُونَهُمْ yanṣurūnahum menolong mereka
وَلَئِن wala-in dan sungguh jika
نَّصَرُوهُمْ naṣarūhum mereka menolongnya
لَيُوَلُّنَّ layuwallunna niscaya mereka berpaling
ٱلْأَدْبَـٰرَ l-adbāra belakang
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يُنصَرُونَ yunṣarūna ditolong

Ayat 13 - Surah Al-Hashr: 12 kata

لَأَنتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةًۭ فِى صُدُورِهِم مِّنَ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ

Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

لَأَنتُمْ la-antum sungguh kamu
أَشَدُّ ashaddu sangat/lebih
رَهْبَةًۭ rahbatan ketakutan/ditakuti
فِى fī dalam
صُدُورِهِم ṣudūrihim dada mereka
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum sesungguhnya mereka
قَوْمٌۭ qawmun kaum
لَّا lā tidak
يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti

Ayat 14 - Surah Al-Hashr: 23 kata

لَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِى قُرًۭى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍۭ ۚ بَأْسُهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌۭ ۚ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًۭا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْقِلُونَ

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

لَا lā tidak
يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu
جَمِيعًا jamīʿan semuanya/bersatu
إِلَّا illā kecuali
فِى fī dalam
قُرًۭى quran kampung-kampung
مُّحَصَّنَةٍ muḥaṣṣanatin berbenteng
أَوْ aw atau
مِن min dari
وَرَآءِ warāi belakang
جُدُرٍۭ ۚ judurin tembok
بَأْسُهُم basuhum kekuatan/permungsuhan mereka
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
شَدِيدٌۭ ۚ shadīdun sangat/keras
تَحْسَبُهُمْ taḥsabuhum kamu mengira
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya/bersatu
وَقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka
شَتَّىٰ ۚ shattā pecah-belah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum sesungguhnya mereka
قَوْمٌۭ qawmun kaum
لَّا lā tidak
يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal

Ayat 15 - Surah Al-Hashr: 11 kata

كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَرِيبًۭا ۖ ذَاقُوا۟ وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih.

كَمَثَلِ kamathali seperti/perumpamaan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
قَرِيبًۭا ۖ qarīban dekat/belum lama
ذَاقُوا۟ dhāqū mereka merasakan
وَبَالَ wabāla kejahatan/akibat buruk
أَمْرِهِمْ amrihim urusan/perbuatan mereka
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 16 - Surah Al-Hashr: 17 kata

كَمَثَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَـٰنِ ٱكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّنكَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam".

كَمَثَلِ kamathali seperti/perumpamaan
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
إِذْ idh ketika
قَالَ qāla dia berkata
لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni kepada manusia
ٱكْفُرْ uk'fur kafirlah kamu
فَلَمَّا falammā maka tatkala
كَفَرَ kafara (manusia) kafir
قَالَ qāla dia berkata
إِنِّى innī sesungguhnya aku
بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri
مِّنكَ minka dari kamu
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu takut
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبَّ rabba Tuhan/Pemlihara
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna Alam semesta

Ayat 17 - Surah Al-Hashr: 10 kata

فَكَانَ عَـٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِى ٱلنَّارِ خَـٰلِدَيْنِ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

فَكَانَ fakāna maka adalah
عَـٰقِبَتَهُمَآ ʿāqibatahumā akibat/kesudahan keduanya
أَنَّهُمَا annahumā bahwasanya keduanya
فِى fī pada/dalam
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
خَـٰلِدَيْنِ khālidayni mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya
وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu
جَزَٰٓؤُا۟ jazāu balasan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang zalim

Ayat 18 - Surah Al-Hashr: 17 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَلْتَنظُرْ waltanẓur dan hendaklah memperhatikan
نَفْسٌۭ nafsun jiwa/diri/seseorang
مَّا mā apa
قَدَّمَتْ qaddamat yang ia telah perbuat
لِغَدٍۢ ۖ lighadin untuk hari esok
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā terhadap apa-apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu mengerjakan

Ayat 19 - Surah Al-Hashr: 10 kata

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

وَلَا walā dan janganlah
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang
نَسُوا۟ nasū (mereka) lupa
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَأَنسَىٰهُمْ fa-ansāhum lalu (Allah) menjadikan mereka lupa
أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 20 - Surah Al-Hashr: 10 kata

لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.

لَا lā tidak
يَسْتَوِىٓ yastawī sama
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka
وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penghuni
ٱلْجَنَّةِ ۚ l-janati surga
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
هُمُ humu mereka
ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang beruntung

Ayat 21 - Surah Al-Hashr: 18 kata

لَوْ أَنزَلْنَا هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍۢ لَّرَأَيْتَهُۥ خَـٰشِعًۭا مُّتَصَدِّعًۭا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَـٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

لَوْ law sekiranya
أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Quran
عَلَىٰ ʿalā atas
جَبَلٍۢ jabalin gunung
لَّرَأَيْتَهُۥ lara-aytahu melihatnya
خَـٰشِعًۭا khāshiʿan tunduk
مُّتَصَدِّعًۭا mutaṣaddiʿan terpecah/terbelah
مِّنْ min dari
خَشْيَةِ khashyati takut
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah
ٱلْأَمْثَـٰلُ l-amthālu perumpamaan-perumpamaan
نَضْرِبُهَا naḍribuhā Kami buatnya
لِلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna berfikir

Ayat 22 - Surah Al-Hashr: 13 kata

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

هُوَ huwa Dia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
لَآ lā tidak
إِلَـٰهَ ilāha tuhan
إِلَّا illā kecuali
هُوَ ۖ huwa Dia
عَـٰلِمُ ʿālimu mengetahui
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang ghaib/tersembunyi
وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۖ wal-shahādati dan yang terang/nampak
هُوَ huwa Dia
ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 23 - Surah Al-Hashr: 19 kata

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

هُوَ huwa Dia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
لَآ lā tidak
إِلَـٰهَ ilāha tuhan
إِلَّا illā kecuali
هُوَ huwa Dia
ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja
ٱلْقُدُّوسُ l-qudūsu Maha Suci
ٱلسَّلَـٰمُ l-salāmu Maha Sejahtera
ٱلْمُؤْمِنُ l-mu'minu Yang Mengaruniai Kemanan
ٱلْمُهَيْمِنُ l-muhayminu Yang Mengawal/Maha Pemelihara
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْجَبَّارُ l-jabāru Maha Kuasa
ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ l-mutakabiru yang Memiliki segala Kebesaran
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَمَّا ʿammā dari apa
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Ayat 24 - Surah Al-Hashr: 17 kata

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَـٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ huwa Dia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْخَـٰلِقُ l-khāliqu Yang Menciptakan
ٱلْبَارِئُ l-bāri-u Yang Mengadakan
ٱلْمُصَوِّرُ ۖ l-muṣawiru Yang Membentuk rupa
لَهُ lahu bagi-Nya
ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama
ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā yang baik
يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih
لَهُۥ lahu kepada-Nya
مَا mā apa
فِى fī pada
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 31%
Bulan baru dalam 6 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi