Surah Al-Mujaadila kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Mujaadila kata demi kata

Al-Mujaadila (المجادلة) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 22 ayat, 472 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 472 kata untuk dipelajari, Surah Al-Mujaadila menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 3 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Mujaadila: 18 kata

قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَـٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

قَدْ qad sesungguhnya
سَمِعَ samiʿa mendengar
ٱللَّهُ l-lahu Allah
قَوْلَ qawla perkataan
ٱلَّتِى allatī yang (wanita)
تُجَـٰدِلُكَ tujādiluka ia mengajukan gugatan kepadamu
فِى fī pada/tentang
زَوْجِهَا zawjihā suaminya/pasangannya
وَتَشْتَكِىٓ watashtakī dan ia mengadukan
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَسْمَعُ yasmaʿu mendengar
تَحَاوُرَكُمَآ ۚ taḥāwurakumā soal jawab kamu berdua
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar
بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 2 - Surah Al-Mujaadila: 23 kata

ٱلَّذِينَ يُظَـٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَـٰتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَـٰتُهُمْ إِلَّا ٱلَّـٰٓـِٔى وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًۭا مِّنَ ٱلْقَوْلِ وَزُورًۭا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌۭ

Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُظَـٰهِرُونَ yuẓāhirūna (mereka) menzihar
مِنكُم minkum diantara kamu
مِّن min dari
نِّسَآئِهِم nisāihim istri-istri mereka
مَّا mā tidak
هُنَّ hunna mereka (istri-istri)
أُمَّهَـٰتِهِمْ ۖ ummahātihim ibu-ibu mereka
إِنْ in bahwa
أُمَّهَـٰتُهُمْ ummahātuhum ibu mereka
إِلَّا illā kecuali
ٱلَّـٰٓـِٔى allāī yang (ibu-ibu)
وَلَدْنَهُمْ ۚ waladnahum melahirkan mereka
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka
لَيَقُولُونَ layaqūlūna benar-benar mengatakan
مُنكَرًۭا munkaran mungkar
مِّنَ mina dari
ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan
وَزُورًۭا ۚ wazūran dan dusta
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَعَفُوٌّ laʿafuwwun benar-benar Maha Pemaaf
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun

Ayat 3 - Surah Al-Mujaadila: 21 kata

وَٱلَّذِينَ يُظَـٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا۟ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مِّن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُظَـٰهِرُونَ yuẓāhirūna (mereka) menzhihar
مِن min dari
نِّسَآئِهِمْ nisāihim istri-istri mereka
ثُمَّ thumma kemudian
يَعُودُونَ yaʿūdūna mereka kembali
لِمَا limā terhadap apa-apa
قَالُوا۟ qālū mereka katakan/ucapkan
فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka memerdekakan
رَقَبَةٍۢ raqabatin seorang budak
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
يَتَمَآسَّا ۚ yatamāssā keduanya bercampur
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
تُوعَظُونَ tūʿaẓūna kamu diajar
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui

Ayat 4 - Surah Al-Mujaadila: 26 kata

فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۖ فَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًۭا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۗ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

فَمَن faman maka barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَجِدْ yajid mendapatkan
فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah
شَهْرَيْنِ shahrayni dua bulan
مُتَتَابِعَيْنِ mutatābiʿayni berturut-turut
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
يَتَمَآسَّا ۖ yatamāssā keduanya bercampur
فَمَن faman maka barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَسْتَطِعْ yastaṭiʿ kuasa
فَإِطْعَامُ fa-iṭ'ʿāmu maka memberi makan
سِتِّينَ sittīna enam puluh
مِسْكِينًۭا ۚ mis'kīnan orang miskin
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لِتُؤْمِنُوا۟ litu'minū supaya kamu beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan rasulnya
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah
حُدُودُ ḥudūdu batas/batas/hukum-hukum
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan orang-orang kafir
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌ alīmun pedih

Ayat 5 - Surah Al-Mujaadila: 18 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ كُبِتُوا۟ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍۢ ۚ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُحَآدُّونَ yuḥāddūna (mereka) menentang
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya
كُبِتُوا۟ kubitū mereka dihinakan
كَمَا kamā sebagaimana
كُبِتَ kubita dihinakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
أَنزَلْنَآ anzalnā Kami menurunkan
ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat
بَيِّنَـٰتٍۢ ۚ bayyinātin jelas/nyata
وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan

Ayat 6 - Surah Al-Mujaadila: 15 kata

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًۭا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ أَحْصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدٌ

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

يَوْمَ yawma pada hari
يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu membangkitkan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia memberi tahu mereka
بِمَا bimā tentang apa-apa
عَمِلُوٓا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan
أَحْصَىٰهُ aḥṣāhu menghitungnya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَنَسُوهُ ۚ wanasūhu dan mereka melupakannya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli setiap/segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
شَهِيدٌ shahīdun Maha Menyaksikan

Ayat 7 - Surah Al-Mujaadila: 47 kata

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَىٰ ثَلَـٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَآ أَدْنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا۟ ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

أَلَمْ alam tidaklah
تَرَ tara kamu lihat
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
مَا mā apa-apa
فِى fī pada
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa-apa
فِى fī pada
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi
مَا mā tidak
يَكُونُ yakūnu adalah
مِن min dari
نَّجْوَىٰ najwā pembicaraan rahasia
ثَلَـٰثَةٍ thalāthatin tiga
إِلَّا illā kecuali
هُوَ huwa Dia
رَابِعُهُمْ rābiʿuhum keempat mereka
وَلَا walā dan tidak
خَمْسَةٍ khamsatin kelima
إِلَّا illā kecuali
هُوَ huwa Dia
سَادِسُهُمْ sādisuhum keenam mereka
وَلَآ walā dan tidak
أَدْنَىٰ adnā lebih kurang
مِن min dari
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
وَلَآ walā dan tidak
أَكْثَرَ akthara lebih banyak
إِلَّا illā kecuali
هُوَ huwa Dia
مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka
أَيْنَ ayna dimana
مَا mā apa
كَانُوا۟ ۖ kānū adalah mereka
ثُمَّ thumma kemudian
يُنَبِّئُهُم yunabbi-uhum Dia memberitahukan kepada mereka
بِمَا bimā tentang apa-apa
عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka telah kerjakan
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 8 - Surah Al-Mujaadila: 38 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُوا۟ عَنِ ٱلنَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَيَتَنَـٰجَوْنَ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِىٓ أَنفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

أَلَمْ alam tidaklah
تَرَ tara kamu lihat
إِلَى ilā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
نُهُوا۟ nuhū (mereka) dilarang
عَنِ ʿani dari
ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā pembicaraan rahasia
ثُمَّ thumma kemudian
يَعُودُونَ yaʿūdūna mereka kembali
لِمَا limā kepada apa
نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang
عَنْهُ ʿanhu dari padanya
وَيَتَنَـٰجَوْنَ wayatanājawna dan mereka berbicara rahasia
بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi untuk berbuat dosa
وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permungsuhan
وَمَعْصِيَتِ wamaʿṣiyati dan mendurhakai
ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu
حَيَّوْكَ ḥayyawka mereka mengucapkan salam kehormatan kepadamu
بِمَا bimā dengan apa-apa
لَمْ lam tidak
يُحَيِّكَ yuḥayyika menurut salam kehormatan kepadamu
بِهِ bihi dengannya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
فِىٓ fī pada
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri
لَوْلَا lawlā mengapa tidak
يُعَذِّبُنَا yuʿadhibunā menyiksa kita
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
نَقُولُ ۚ naqūlu kita katakan
حَسْبُهُمْ ḥasbuhum cukup bagi mereka
جَهَنَّمُ jahannamu neraka jahanam
يَصْلَوْنَهَا ۖ yaṣlawnahā mereka memasukinya
فَبِئْسَ fabi'sa maka seburuk-buruk
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 9 - Surah Al-Mujaadila: 19 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَنَـٰجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَـٰجَوْا۟ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَتَنَـٰجَوْا۟ بِٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِذَا idhā apabila
تَنَـٰجَيْتُمْ tanājaytum kamu bicara rahasia
فَلَا falā maka jangan
تَتَنَـٰجَوْا۟ tatanājaw kamu bicara rahasia
بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan berbuat dosa
وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permungsuhan
وَمَعْصِيَتِ wamaʿṣiyati dan mendurhakai
ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul
وَتَنَـٰجَوْا۟ watanājaw dan berbicara rahasia
بِٱلْبِرِّ bil-biri dengan kebaikan
وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ wal-taqwā dan takwa
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī orang-orang yang
إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya
تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikembalikan

Ayat 10 - Surah Al-Mujaadila: 17 kata

إِنَّمَا ٱلنَّجْوَىٰ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ لِيَحْزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَيْسَ بِضَآرِّهِمْ شَيْـًٔا إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā pembicaraan rahasia
مِنَ mina dari
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
لِيَحْزُنَ liyaḥzuna supaya berduka cita
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَلَيْسَ walaysa dan tidaklah
بِضَآرِّهِمْ biḍārrihim memberi mudarat kepada mereka
شَيْـًٔا shayan sesuatu/sedikitpun
إِلَّا illā kecuali
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali bertawakal
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman

Ayat 11 - Surah Al-Mujaadila: 30 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَـٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۢ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِذَا idhā apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَكُمْ lakum bagi kalian
تَفَسَّحُوا۟ tafassaḥū berlapang-lapanglah
فِى fī dalam
ٱلْمَجَـٰلِسِ l-majālisi majlis
فَٱفْسَحُوا۟ fa-if'saḥū maka lapangkanlah
يَفْسَحِ yafsaḥi melapangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
ٱنشُزُوا۟ unshuzū bangunlah
فَٱنشُزُوا۟ fa-unshuzū maka bangunlah
يَرْفَعِ yarfaʿi meninggikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman
مِنكُمْ minkum diantara kamu
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu
دَرَجَـٰتٍۢ ۚ darajātin derajat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan apa-apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui

Ayat 12 - Surah Al-Mujaadila: 22 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نَـٰجَيْتُمُ ٱلرَّسُولَ فَقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَىٰكُمْ صَدَقَةًۭ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ وَأَطْهَرُ ۚ فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā Wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِذَا idhā apabila
نَـٰجَيْتُمُ nājaytumu kamu berbicara rahasia
ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul
فَقَدِّمُوا۟ faqaddimū maka dahulukan
بَيْنَ bayna diantara
يَدَىْ yaday hadapan (sebelum)
نَجْوَىٰكُمْ najwākum pembicaraan rahasiamu
صَدَقَةًۭ ۚ ṣadaqatan bersedekahlah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَأَطْهَرُ ۚ wa-aṭharu dan lebih bersih
فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun maha Pengampun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 13 - Surah Al-Mujaadila: 24 kata

ءَأَشْفَقْتُمْ أَن تُقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَىٰكُمْ صَدَقَـٰتٍۢ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا۟ وَتَابَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

ءَأَشْفَقْتُمْ a-ashfaqtum apakah kamu takut
أَن an bahwa
تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū mendahulukan
بَيْنَ bayna diantara
يَدَىْ yaday hadapan (sebelum)
نَجْوَىٰكُمْ najwākum pembicaraan rahasiamu
صَدَقَـٰتٍۢ ۚ ṣadaqātin bersedekah
فَإِذْ fa-idh maka jika
لَمْ lam tidak
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
وَتَابَ watāba dan menerima taubat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فَأَقِيمُوا۟ fa-aqīmū maka dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa-apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 14 - Surah Al-Mujaadila: 19 kata

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْا۟ قَوْمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مَّا هُم مِّنكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى ٱلْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.

۞ أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu perhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَوَلَّوْا۟ tawallaw (mereka) menjadikan pemimpin
قَوْمًا qawman kaum
غَضِبَ ghaḍiba memurkai
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مَّا mā tidak
هُم hum mereka
مِّنكُمْ minkum dari kamu
وَلَا walā dan tidak
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
وَيَحْلِفُونَ wayaḥlifūna dan mereka bersumpah
عَلَى ʿalā atas
ٱلْكَذِبِ l-kadhibi kebohongan
وَهُمْ wahum dan mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 15 - Surah Al-Mujaadila: 10 kata

أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ عَذَابًۭا شَدِيدًا ۖ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

أَعَدَّ aʿadda menyediakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابًۭا ʿadhāban azab
شَدِيدًا ۖ shadīdan sangat keras
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
سَآءَ sāa amat buruk
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 16 - Surah Al-Mujaadila: 10 kata

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَيْمَـٰنَهُمْ جُنَّةًۭ فَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka menjadikan
أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah-sumpah mereka
جُنَّةًۭ junnatan perisai
فَصَدُّوا۟ faṣaddū lalu mereka menghalangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab/siksa
مُّهِينٌۭ muhīnun hina

Ayat 17 - Surah Al-Mujaadila: 15 kata

لَّن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya.

لَّن lan tidak
تُغْنِىَ tugh'niya berguna
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka
وَلَآ walā dan tidak
أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَيْـًٔا ۚ shayan sedikitpun
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Ayat 18 - Surah Al-Mujaadila: 17 kata

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًۭا فَيَحْلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ ۖ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ ۚ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ

(Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.

يَوْمَ yawma hari
يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu membangkitkan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
فَيَحْلِفُونَ fayaḥlifūna lalu mereka bersumpah
لَهُۥ lahu kepada-Nya
كَمَا kamā sebagaimana
يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu
أَلَآ alā ketahuilah
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
هُمُ humu mereka
ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang pendusta

Ayat 19 - Surah Al-Mujaadila: 15 kata

ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَأَنسَىٰهُمْ ذِكْرَ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حِزْبُ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱلشَّيْطَـٰنِ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

ٱسْتَحْوَذَ is'taḥwadha menguasai
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
فَأَنسَىٰهُمْ fa-ansāhum lalu menjadikan mereka lupa
ذِكْرَ dhik'ra mengingat
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
حِزْبُ ḥiz'bu golongan
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan
أَلَآ alā ketahuilah
إِنَّ inna sesungguhnya
حِزْبَ ḥiz'ba golongan
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna lemah

Ayat 20 - Surah Al-Mujaadila: 8 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْأَذَلِّينَ

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.

إِنَّ inna sesunguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُحَآدُّونَ yuḥāddūna (mereka) menentang
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥٓ warasūlahu dan rasul-Nya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
فِى fī dalam
ٱلْأَذَلِّينَ l-adhalīna orang-orang yang hina

Ayat 21 - Surah Al-Mujaadila: 9 kata

كَتَبَ ٱللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا۠ وَرُسُلِىٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌۭ

Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

كَتَبَ kataba menulis/menetapkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَأَغْلِبَنَّ la-aghlibanna pasti mengalahkan
أَنَا۠ anā Aku
وَرُسُلِىٓ ۚ warusulī dan rasul-Ku
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
قَوِىٌّ qawiyyun Maha Kuat
عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa

Ayat 22 - Surah Al-Mujaadila: 51 kata

لَّا تَجِدُ قَوْمًۭا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍۢ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

لَّا lā tidak
تَجِدُ tajidu akan mendapati
قَوْمًۭا qawman suatu kaum
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhir
يُوَآدُّونَ yuwāddūna mereka berkasih sayang
مَنْ man siapa/orang
حَآدَّ ḥādda ia menentang
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya
وَلَوْ walaw walaupun
كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka
ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka
أَوْ aw atau
أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak-anak mereka
أَوْ aw atau
إِخْوَٰنَهُمْ ikh'wānahum saudara-saudara mereka
أَوْ aw atau
عَشِيرَتَهُمْ ۚ ʿashīratahum keluarga mereka
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
كَتَبَ kataba (Allah) menetapkan
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka
ٱلْإِيمَـٰنَ l-īmāna keimanan
وَأَيَّدَهُم wa-ayyadahum dan Dia menguatkan mereka
بِرُوحٍۢ birūḥin dengan roh pertolongan
مِّنْهُ ۖ min'hu dari pada-Nya
وَيُدْخِلُهُمْ wayud'khiluhum dan Dia memasukkan mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya
رَضِىَ raḍiya meridai
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka rida
عَنْهُ ۚ ʿanhu dari pada-Nya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
حِزْبُ ḥiz'bu golongan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
أَلَآ alā ketahuilah
إِنَّ inna sesungguhnya
حِزْبَ ḥiz'ba golongan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi