Surah Al-Muminoon kata demi kata
Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Muminoon kata demi kata
Al-Muminoon (المؤمنون) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 118 ayat, 1.050 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.
Dengan 1.050 kata untuk dipelajari, Surah Al-Muminoon menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.
Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42
📖 6 menit baca
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1 - Surah Al-Muminoon: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
▶
قَدْ
qad
sesungguhnya
▶
أَفْلَحَ
aflaḥa
beruntunglah
▶
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang yang beriman
Ayat 2 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَـٰشِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
صَلَاتِهِمْ
ṣalātihim
sholat mereka
▶
خَـٰشِعُونَ
khāshiʿūna
orang-orang yang khusyu`
Ayat 3 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
عَنِ
ʿani
dari
▶
ٱللَّغْوِ
l-laghwi
perbuatan tak berguna
▶
مُعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
mereka berpaling/menjauhkan diri
Ayat 4 - Surah Al-Muminoon: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ
dan orang-orang yang menunaikan zakat,
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
لِلزَّكَوٰةِ
lilzzakati
pada zakat
▶
فَـٰعِلُونَ
fāʿilūna
mengerjakan/menunaikan
Ayat 5 - Surah Al-Muminoon: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَـٰفِظُونَ
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
لِفُرُوجِهِمْ
lifurūjihim
pada kemaluan mereka
▶
حَـٰفِظُونَ
ḥāfiẓūna
mereka memelihara/menjaga
Ayat 6 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas/terhadap
▶
أَزْوَٰجِهِمْ
azwājihim
isteri-isteri mereka
▶
أَوْ
aw
atau
▶
مَا
mā
apa (budak)
▶
مَلَكَتْ
malakat
memiliki
▶
أَيْمَـٰنُهُمْ
aymānuhum
tangan kanan mereka
▶
فَإِنَّهُمْ
fa-innahum
maka sesungguhnya mereka
▶
غَيْرُ
ghayru
budak/tidak
▶
مَلُومِينَ
malūmīna
tercela
Ayat 7 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
▶
فَمَنِ
famani
maka barangsiapa
▶
ٱبْتَغَىٰ
ib'taghā
ia mencari
▶
وَرَآءَ
warāa
belakang (selain)
▶
ذَٰلِكَ
dhālika
demikian itu
▶
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
▶
هُمُ
humu
mereka
▶
ٱلْعَادُونَ
l-ʿādūna
melampaui batas
Ayat 8 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ
li-amānātihim
pada amanat mereka
▶
وَعَهْدِهِمْ
waʿahdihim
dan janji mereka
▶
رَٰعُونَ
rāʿūna
mereka memelihara
Ayat 9 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
صَلَوَٰتِهِمْ
ṣalawātihim
sholat mereka
▶
يُحَافِظُونَ
yuḥāfiẓūna
mereka menjaga/memelihara
Ayat 10 - Surah Al-Muminoon: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
▶
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
▶
هُمُ
humu
mereka
▶
ٱلْوَٰرِثُونَ
l-wārithūna
orang-orang yang mewarisi
Ayat 11 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ
(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
يَرِثُونَ
yarithūna
(mereka) akan mewarisi
▶
ٱلْفِرْدَوْسَ
l-fir'dawsa
surga Firdaus
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
خَـٰلِدُونَ
khālidūna
mereka kekal
Ayat 12 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍۢ مِّن طِينٍۢ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
خَلَقْنَا
khalaqnā
Kami telah menciptakan
▶
ٱلْإِنسَـٰنَ
l-insāna
manusia
▶
مِن
min
dari
▶
سُلَـٰلَةٍۢ
sulālatin
sari pati
▶
مِّن
min
dari
▶
طِينٍۢ
ṭīnin
tanah
Ayat 13 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةًۭ فِى قَرَارٍۢ مَّكِينٍۢ
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
جَعَلْنَـٰهُ
jaʿalnāhu
Kami jadikannya
▶
نُطْفَةًۭ
nuṭ'fatan
air mani
▶
فِى
fī
dalam
▶
قَرَارٍۢ
qarārin
tempat
▶
مَّكِينٍۢ
makīnin
kuat/kokoh
Ayat 14 - Surah Al-Muminoon: 21 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةًۭ فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةًۭ فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًۭا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًۭا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
خَلَقْنَا
khalaqnā
Kami ciptakan
▶
ٱلنُّطْفَةَ
l-nuṭ'fata
air mani
▶
عَلَقَةًۭ
ʿalaqatan
segumpal darah
▶
فَخَلَقْنَا
fakhalaqnā
lalu Kami ciptakan
▶
ٱلْعَلَقَةَ
l-ʿalaqata
segumpal darah
▶
مُضْغَةًۭ
muḍ'ghatan
segumpal daging
▶
فَخَلَقْنَا
fakhalaqnā
lalu Kami ciptakan
▶
ٱلْمُضْغَةَ
l-muḍ'ghata
segumpal daging
▶
عِظَـٰمًۭا
ʿiẓāman
tulang
▶
فَكَسَوْنَا
fakasawnā
lalu Kami bungkus
▶
ٱلْعِظَـٰمَ
l-ʿiẓāma
tulang itu
▶
لَحْمًۭا
laḥman
daging
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
أَنشَأْنَـٰهُ
anshanāhu
Kami tumbuhkan/jadikan
▶
خَلْقًا
khalqan
makhluk
▶
ءَاخَرَ ۚ
ākhara
lain
▶
فَتَبَارَكَ
fatabāraka
maka Maha Besar/Suci
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
أَحْسَنُ
aḥsanu
paling baik
▶
ٱلْخَـٰلِقِينَ
l-khāliqīna
pencipta
Ayat 15 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ
Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
إِنَّكُم
innakum
sesungguhnya kalian
▶
بَعْدَ
baʿda
sesudah
▶
ذَٰلِكَ
dhālika
demikian/itu
▶
لَمَيِّتُونَ
lamayyitūna
pasti mati
Ayat 16 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ تُبْعَثُونَ
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
إِنَّكُمْ
innakum
sesungguhnya kalian
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
kiamat
▶
تُبْعَثُونَ
tub'ʿathūna
kamu akan dibangkitkan
Ayat 17 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَـٰفِلِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
خَلَقْنَا
khalaqnā
Kami telah menciptakan
▶
فَوْقَكُمْ
fawqakum
di atas kamu
▶
سَبْعَ
sabʿa
tujuh
▶
طَرَآئِقَ
ṭarāiqa
jalan-jalan
▶
وَمَا
wamā
dan tidak sekali-kali
▶
كُنَّا
kunnā
Kami adalah
▶
عَنِ
ʿani
dari/terhadap
▶
ٱلْخَلْقِ
l-khalqi
ciptaan
▶
غَـٰفِلِينَ
ghāfilīna
lalai/lengah
Ayat 18 - Surah Al-Muminoon: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
▶
وَأَنزَلْنَا
wa-anzalnā
dan Kami turunkan
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
▶
مَآءًۢ
māan
air
▶
بِقَدَرٍۢ
biqadarin
dengan kadar/menurut ukuran
▶
فَأَسْكَنَّـٰهُ
fa-askannāhu
lalu Kami tempatkan/simpan
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلْأَرْضِ ۖ
l-arḍi
bumi
▶
وَإِنَّا
wa-innā
dan sesungguhnya Kami
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
ذَهَابٍۭ
dhahābin
menghilangkannya
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
لَقَـٰدِرُونَ
laqādirūna
sungguh berkuasa
Ayat 19 - Surah Al-Muminoon: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّـٰتٍۢ مِّن نَّخِيلٍۢ وَأَعْنَـٰبٍۢ لَّكُمْ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٌۭ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,
▶
فَأَنشَأْنَا
fa-anshanā
maka Kami tumbuhkan
▶
لَكُم
lakum
bagi kalian
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
kebun-kebun
▶
مِّن
min
dari
▶
نَّخِيلٍۢ
nakhīlin
korma
▶
وَأَعْنَـٰبٍۢ
wa-aʿnābin
dan anggur
▶
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
فَوَٰكِهُ
fawākihu
buah-buahan
▶
كَثِيرَةٌۭ
kathīratun
yang banyak
▶
وَمِنْهَا
wamin'hā
dan dari padanya
▶
تَأْكُلُونَ
takulūna
kamu makan
Ayat 20 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَشَجَرَةًۭ تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهْنِ وَصِبْغٍۢ لِّلْـَٔاكِلِينَ
dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.
▶
وَشَجَرَةًۭ
washajaratan
dan pohon
▶
تَخْرُجُ
takhruju
ia keluar
▶
مِن
min
dari
▶
طُورِ
ṭūri
gunung
▶
سَيْنَآءَ
saynāa
Thursina
▶
تَنۢبُتُ
tanbutu
ia tumbuh
▶
بِٱلدُّهْنِ
bil-duh'ni
dengan minyak
▶
وَصِبْغٍۢ
waṣib'ghin
dan bumbu/lauk
▶
لِّلْـَٔاكِلِينَ
lil'ākilīna
bagi orang-orang yang makan
Ayat 21 - Surah Al-Muminoon: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةًۭ ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ كَثِيرَةٌۭ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,
▶
وَإِنَّ
wa-inna
dan sesungguhnya
▶
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
▶
فِى
fī
pada
▶
ٱلْأَنْعَـٰمِ
l-anʿāmi
binatang ternak
▶
لَعِبْرَةًۭ ۖ
laʿib'ratan
sungguh pelajaran
▶
نُّسْقِيكُم
nus'qīkum
Kami memberi minum kamu
▶
مِّمَّا
mimmā
dari apa (air susu)
▶
فِى
fī
dalam
▶
بُطُونِهَا
buṭūnihā
perutnya
▶
وَلَكُمْ
walakum
dan bagi kamu
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya/padanya
▶
مَنَـٰفِعُ
manāfiʿu
beberapa kemanfaatan
▶
كَثِيرَةٌۭ
kathīratun
yang banyak
▶
وَمِنْهَا
wamin'hā
dan dari padanya
▶
تَأْكُلُونَ
takulūna
kamu makan
Ayat 22 - Surah Al-Muminoon: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ
dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
▶
وَعَلَيْهَا
waʿalayhā
dan diatasnya
▶
وَعَلَى
waʿalā
dan di atas
▶
ٱلْفُلْكِ
l-ful'ki
perahu
▶
تُحْمَلُونَ
tuḥ'malūna
kamu dibawa/diangkut
Ayat 23 - Surah Al-Muminoon: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami telah mengutus
▶
نُوحًا
nūḥan
Nuh
▶
إِلَىٰ
ilā
kepada
▶
قَوْمِهِۦ
qawmihi
kaumnya
▶
فَقَالَ
faqāla
lalu dia berkata
▶
يَـٰقَوْمِ
yāqawmi
wahai kaumku
▶
ٱعْبُدُوا۟
uʿ'budū
sembahlah
▶
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
▶
مَا
mā
tidak ada
▶
لَكُم
lakum
bagi kalian
▶
مِّنْ
min
dari
▶
إِلَـٰهٍ
ilāhin
tuhan
▶
غَيْرُهُۥٓ ۖ
ghayruhu
selain Dia
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka
▶
تَتَّقُونَ
tattaqūna
kamu bertakwa
Ayat 24 - Surah Al-Muminoon: 26 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَقَالَ ٱلْمَلَؤُا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَـٰٓئِكَةًۭ مَّا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
▶
فَقَالَ
faqāla
maka berkatalah
▶
ٱلْمَلَؤُا۟
l-mala-u
pemuka-pemuka
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
مِن
min
dari
▶
قَوْمِهِۦ
qawmihi
kaumnya
▶
مَا
mā
tidaklah
▶
هَـٰذَآ
hādhā
ini
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
بَشَرٌۭ
basharun
seorang manusia
▶
مِّثْلُكُمْ
mith'lukum
seperti kamu
▶
يُرِيدُ
yurīdu
dia menghendaki
▶
أَن
an
bahwa
▶
يَتَفَضَّلَ
yatafaḍḍala
dia lebih utama/tinggi
▶
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
▶
وَلَوْ
walaw
dan sekiranya
▶
شَآءَ
shāa
menghendaki
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
لَأَنزَلَ
la-anzala
tentu Dia menurunkan
▶
مَلَـٰٓئِكَةًۭ
malāikatan
Malaikat
▶
مَّا
mā
tidak/belum
▶
سَمِعْنَا
samiʿ'nā
kami dengar
▶
بِهَـٰذَا
bihādhā
dengan ini
▶
فِىٓ
fī
pada
▶
ءَابَآئِنَا
ābāinā
bapak-bapak kami
▶
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang terdahulu
Ayat 25 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌۢ بِهِۦ جِنَّةٌۭ فَتَرَبَّصُوا۟ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٍۢ
la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu".
▶
إِنْ
in
jika
▶
هُوَ
huwa
dia
▶
إِلَّا
illā
kecuali/hanyalah
▶
رَجُلٌۢ
rajulun
seorang laki-laki
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
جِنَّةٌۭ
jinnatun
gila
▶
فَتَرَبَّصُوا۟
fatarabbaṣū
maka tunggulah
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya/terhadapnya
▶
حَتَّىٰ
ḥattā
sehingga/sampai
▶
حِينٍۢ
ḥīnin
suatu waktu
Ayat 26 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ
Nuh berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku".
▶
قَالَ
qāla
(Nuh) berkata
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
ٱنصُرْنِى
unṣur'nī
tolonglah aku
▶
بِمَا
bimā
dengan apa/karena
▶
كَذَّبُونِ
kadhabūni
mereka mendustakan aku
Ayat 27 - Surah Al-Muminoon: 32 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ۙ فَٱسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّۢ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَـٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۖ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ
Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
▶
فَأَوْحَيْنَآ
fa-awḥaynā
maka Kami wahyukan
▶
إِلَيْهِ
ilayhi
kepadanya
▶
أَنِ
ani
agar
▶
ٱصْنَعِ
iṣ'naʿi
buatlah
▶
ٱلْفُلْكَ
l-ful'ka
perahu
▶
بِأَعْيُنِنَا
bi-aʿyuninā
dengan pengawasan Kami
▶
وَوَحْيِنَا
wawaḥyinā
dan wahyu/petunjuk Kami
▶
فَإِذَا
fa-idhā
maka apabila
▶
جَآءَ
jāa
telah datang
▶
أَمْرُنَا
amrunā
perintah kami
▶
وَفَارَ
wafāra
dan telah memancar
▶
ٱلتَّنُّورُ ۙ
l-tanūru
tanur
▶
فَٱسْلُكْ
fa-us'luk
maka masukkanlah
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya (perahu ini)
▶
مِن
min
dari
▶
كُلٍّۢ
kullin
tiap-tiap
▶
زَوْجَيْنِ
zawjayni
sepasang/sejodoh
▶
ٱثْنَيْنِ
ith'nayni
dua
▶
وَأَهْلَكَ
wa-ahlaka
dari keluargamu
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
مَن
man
orang
▶
سَبَقَ
sabaqa
lebih dahulu
▶
عَلَيْهِ
ʿalayhi
atasnya
▶
ٱلْقَوْلُ
l-qawlu
perkataan/ketetapan
▶
مِنْهُمْ ۖ
min'hum
diantara mereka
▶
وَلَا
walā
dan jangan
▶
تُخَـٰطِبْنِى
tukhāṭib'nī
kamu bicarakan dengan Aku
▶
فِى
fī
dalam/tentang
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
ظَلَمُوٓا۟ ۖ
ẓalamū
(mereka) zalim
▶
إِنَّهُم
innahum
sesungguhnya mereka
▶
مُّغْرَقُونَ
mugh'raqūna
mereka ditenggelamkan
Ayat 28 - Surah Al-Muminoon: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim".
▶
فَإِذَا
fa-idhā
maka apabila
▶
ٱسْتَوَيْتَ
is'tawayta
kami telah berada
▶
أَنتَ
anta
kamu
▶
وَمَن
waman
dan orang
▶
مَّعَكَ
maʿaka
bersamamu
▶
عَلَى
ʿalā
di atas
▶
ٱلْفُلْكِ
l-ful'ki
perahu
▶
فَقُلِ
faquli
maka katakan/ucapkanlah
▶
ٱلْحَمْدُ
l-ḥamdu
segala puji
▶
لِلَّهِ
lillahi
bagi Allah
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
نَجَّىٰنَا
najjānā
telah menyelamatkan kami
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْقَوْمِ
l-qawmi
kaum
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 29 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًۭا مُّبَارَكًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ
Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat".
▶
وَقُل
waqul
dan katakanlah/berdo'alah
▶
رَّبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
أَنزِلْنِى
anzil'nī
turunkanlah aku
▶
مُنزَلًۭا
munzalan
tempat turun
▶
مُّبَارَكًۭا
mubārakan
yang diberkati
▶
وَأَنتَ
wa-anta
dan Engkau
▶
خَيْرُ
khayru
sebaik-baik
▶
ٱلْمُنزِلِينَ
l-munzilīna
pemberi tempat turun
Ayat 30 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ وَإِن كُنَّا لَمُبْتَلِينَ
Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu).
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
فِى
fī
pada
▶
ذَٰلِكَ
dhālika
yang demikian
▶
لَـَٔايَـٰتٍۢ
laāyātin
sungguh tanda-tanda
▶
وَإِن
wa-in
dan sesungguhnya
▶
كُنَّا
kunnā
Kami adalah
▶
لَمُبْتَلِينَ
lamub'talīna
sungguh menguji/menimpakan azab
Ayat 31 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
أَنشَأْنَا
anshanā
Kami tumbuhkan/ciptakan
▶
مِنۢ
min
dari
▶
بَعْدِهِمْ
baʿdihim
sesudah mereka
▶
قَرْنًا
qarnan
ummat/generasi
▶
ءَاخَرِينَ
ākharīna
yang lain
Ayat 32 - Surah Al-Muminoon: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
▶
فَأَرْسَلْنَا
fa-arsalnā
maka Kami utus
▶
فِيهِمْ
fīhim
kepada mereka
▶
رَسُولًۭا
rasūlan
seorang Rasul
▶
مِّنْهُمْ
min'hum
dari mereka
▶
أَنِ
ani
agar
▶
ٱعْبُدُوا۟
uʿ'budū
sembahlah
▶
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
▶
مَا
mā
tidak ada
▶
لَكُم
lakum
bagi kalian
▶
مِّنْ
min
dari
▶
إِلَـٰهٍ
ilāhin
Tuhan
▶
غَيْرُهُۥٓ ۖ
ghayruhu
selain Dia
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
تَتَّقُونَ
tattaqūna
kamu bertakwa
Ayat 33 - Surah Al-Muminoon: 25 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.
▶
وَقَالَ
waqāla
dan berkata
▶
ٱلْمَلَأُ
l-mala-u
pemuka-pemuka
▶
مِن
min
dari
▶
قَوْمِهِ
qawmihi
kaumnya
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
وَكَذَّبُوا۟
wakadhabū
dan mereka mendustakan
▶
بِلِقَآءِ
biliqāi
dengan menemui
▶
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
hari akhirat
▶
وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ
wa-atrafnāhum
dan Kami mewahkan mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلْحَيَوٰةِ
l-ḥayati
kehidupan
▶
ٱلدُّنْيَا
l-dun'yā
dunia
▶
مَا
mā
tidaklah
▶
هَـٰذَآ
hādhā
ini
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
بَشَرٌۭ
basharun
seorang manusia
▶
مِّثْلُكُمْ
mith'lukum
seperti kamu
▶
يَأْكُلُ
yakulu
ia makan
▶
مِمَّا
mimmā
dari apa yang
▶
تَأْكُلُونَ
takulūna
kamu makan
▶
مِنْهُ
min'hu
dari padanya
▶
وَيَشْرَبُ
wayashrabu
dan ia minum
▶
مِمَّا
mimmā
dari apa yang
▶
تَشْرَبُونَ
tashrabūna
kamu minum
Ayat 34 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَرًۭا مِّثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًۭا لَّخَـٰسِرُونَ
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
▶
وَلَئِنْ
wala-in
dan jika
▶
أَطَعْتُم
aṭaʿtum
kamu mentaati
▶
بَشَرًۭا
basharan
manusia
▶
مِّثْلَكُمْ
mith'lakum
seperti kamu
▶
إِنَّكُمْ
innakum
sesungguhnya kalian
▶
إِذًۭا
idhan
jika demikian
▶
لَّخَـٰسِرُونَ
lakhāsirūna
sungguh orang-orang yang merugi
Ayat 35 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًۭا وَعِظَـٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ
Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)?
▶
أَيَعِدُكُمْ
ayaʿidukum
apakah ia menjanjikan kepadamu
▶
أَنَّكُمْ
annakum
bahwasanya kamu
▶
إِذَا
idhā
apabila
▶
مِتُّمْ
mittum
kamu telah mati
▶
وَكُنتُمْ
wakuntum
dan kalian
▶
تُرَابًۭا
turāban
tanah
▶
وَعِظَـٰمًا
waʿiẓāman
dan tulang
▶
أَنَّكُم
annakum
sesungguhnya kamu
▶
مُّخْرَجُونَ
mukh'rajūna
dikeluarkan
Ayat 36 - Surah Al-Muminoon: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ
jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,
▶
۞ هَيْهَاتَ
hayhāta
jauh
▶
هَيْهَاتَ
hayhāta
jauh
▶
لِمَا
limā
terhadap apa
▶
تُوعَدُونَ
tūʿadūna
kamu dijanjikan
Ayat 37 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,
▶
إِنْ
in
jika/tidaklah
▶
هِىَ
hiya
ia
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
حَيَاتُنَا
ḥayātunā
kehidupan kita
▶
ٱلدُّنْيَا
l-dun'yā
di dunia
▶
نَمُوتُ
namūtu
kita mati
▶
وَنَحْيَا
wanaḥyā
dan kita hidup
▶
وَمَا
wamā
dan tidaklah
▶
نَحْنُ
naḥnu
kami/kita
▶
بِمَبْعُوثِينَ
bimabʿūthīna
dengan dibangkitkan
Ayat 38 - Surah Al-Muminoon: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًۭا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".
▶
إِنْ
in
tidaklah
▶
هُوَ
huwa
ia
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
رَجُلٌ
rajulun
seorang laki-laki
▶
ٱفْتَرَىٰ
if'tarā
ia mengada-adakan
▶
عَلَى
ʿalā
atas
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
كَذِبًۭا
kadhiban
kebohongan
▶
وَمَا
wamā
dan tidaklah
▶
نَحْنُ
naḥnu
kami
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya
▶
بِمُؤْمِنِينَ
bimu'minīna
dengan orang-orang yang beriman
Ayat 39 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ
Rasul itu berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku".
▶
قَالَ
qāla
(Rasul) berkata/berdo'a
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
ٱنصُرْنِى
unṣur'nī
tolonglah aku
▶
بِمَا
bimā
dengan apa/karena
▶
كَذَّبُونِ
kadhabūni
mereka mendustakan aku
Ayat 40 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ عَمَّا قَلِيلٍۢ لَّيُصْبِحُنَّ نَـٰدِمِينَ
Allah berfirman: "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal".
▶
قَالَ
qāla
(Allah) berfirman
▶
عَمَّا
ʿammā
dalam waktu
▶
قَلِيلٍۢ
qalīlin
sedikit
▶
لَّيُصْبِحُنَّ
layuṣ'biḥunna
sungguh mereka akan menjadi
▶
نَـٰدِمِينَ
nādimīna
orang-orang yang menyesal
Ayat 41 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ بِٱلْحَقِّ فَجَعَلْنَـٰهُمْ غُثَآءًۭ ۚ فَبُعْدًۭا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
▶
فَأَخَذَتْهُمُ
fa-akhadhathumu
maka mengambil/menimpa mereka
▶
ٱلصَّيْحَةُ
l-ṣayḥatu
suara yang mengguntur
▶
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan baik
▶
فَجَعَلْنَـٰهُمْ
fajaʿalnāhum
lalu Kami jadikan mereka
▶
غُثَآءًۭ ۚ
ghuthāan
sampah/daun kering
▶
فَبُعْدًۭا
fabuʿ'dan
maka jauh/kebinasaan
▶
لِّلْقَوْمِ
lil'qawmi
bagi kaum
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 42 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قُرُونًا ءَاخَرِينَ
Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
أَنشَأْنَا
anshanā
Kami tumbuhkan/jadikan
▶
مِنۢ
min
dari
▶
بَعْدِهِمْ
baʿdihim
sesudah mereka
▶
قُرُونًا
qurūnan
ummat-ummat/generasi
▶
ءَاخَرِينَ
ākharīna
yang lain
Ayat 43 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ
Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
▶
مَا
mā
tidak
▶
تَسْبِقُ
tasbiqu
mendahului
▶
مِنْ
min
dari
▶
أُمَّةٍ
ummatin
suatu ummat
▶
أَجَلَهَا
ajalahā
ajalnya
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
يَسْتَـْٔخِرُونَ
yastakhirūna
mereka terlambat
Ayat 44 - Surah Al-Muminoon: 19 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةًۭ رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًۭا وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًۭا لِّقَوْمٍۢ لَّا يُؤْمِنُونَ
Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami utus
▶
رُسُلَنَا
rusulanā
Rasul-rasul kami
▶
تَتْرَا ۖ
tatrā
berturut-turut
▶
كُلَّ
kulla
setiap
▶
مَا
mā
apa-apa
▶
جَآءَ
jāa
datang
▶
أُمَّةًۭ
ummatan
ummat
▶
رَّسُولُهَا
rasūluhā
Rasulnya
▶
كَذَّبُوهُ ۚ
kadhabūhu
mereka mendustakannya
▶
فَأَتْبَعْنَا
fa-atbaʿnā
maka kami iringkan
▶
بَعْضَهُم
baʿḍahum
sebagian mereka
▶
بَعْضًۭا
baʿḍan
sebagian yang lain
▶
وَجَعَلْنَـٰهُمْ
wajaʿalnāhum
dan Kami jadikan mereka
▶
أَحَادِيثَ ۚ
aḥādītha
buah tutur/ceritera
▶
فَبُعْدًۭا
fabuʿ'dan
maka jauh/kebinasaan
▶
لِّقَوْمٍۢ
liqawmin
bagi kaum
▶
لَّا
lā
tidak
▶
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman
Ayat 45 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَـٰرُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍ
Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami utus
▶
مُوسَىٰ
mūsā
Musa
▶
وَأَخَاهُ
wa-akhāhu
dan saudaranya
▶
هَـٰرُونَ
hārūna
Harun
▶
بِـَٔايَـٰتِنَا
biāyātinā
dengan ayat-ayat kami
▶
وَسُلْطَـٰنٍۢ
wasul'ṭānin
dan kekuasaan/keterangan
▶
مُّبِينٍ
mubīnin
yang nyata
Ayat 46 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا عَالِينَ
kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takbur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
▶
إِلَىٰ
ilā
kepada
▶
فِرْعَوْنَ
fir'ʿawna
Fir'aun
▶
وَمَلَإِي۟هِۦ
wamala-ihi
dan pemuka-pemukanya
▶
فَٱسْتَكْبَرُوا۟
fa-is'takbarū
maka/tetapi mereka takabur
▶
وَكَانُوا۟
wakānū
dan adalah mereka
▶
قَوْمًا
qawman
kaum
▶
عَالِينَ
ʿālīna
tinggi/sombong
Ayat 47 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَقَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَـٰبِدُونَ
Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
▶
فَقَالُوٓا۟
faqālū
maka mereka berkata
▶
أَنُؤْمِنُ
anu'minu
apakah kita akan beriman
▶
لِبَشَرَيْنِ
libasharayni
kepada kedua manusia/orang
▶
مِثْلِنَا
mith'linā
seperti kita
▶
وَقَوْمُهُمَا
waqawmuhumā
dan/sedang kaum keduanya
▶
لَنَا
lanā
kepada kita
▶
عَـٰبِدُونَ
ʿābidūna
mereka mengabdikan diri
Ayat 48 - Surah Al-Muminoon: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْلَكِينَ
Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.
▶
فَكَذَّبُوهُمَا
fakadhabūhumā
maka mereka mendustakan keduanya
▶
فَكَانُوا۟
fakānū
maka adalah mereka
▶
مِنَ
mina
dari/termasuk
▶
ٱلْمُهْلَكِينَ
l-muh'lakīna
orang-orang yang binasa
Ayat 49 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
ءَاتَيْنَا
ātaynā
Kami telah datangkan/memberikan
▶
مُوسَى
mūsā
Musa
▶
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
▶
لَعَلَّهُمْ
laʿallahum
agar mereka
▶
يَهْتَدُونَ
yahtadūna
mereka mendapat petunjuk
Ayat 50 - Surah Al-Muminoon: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةًۭ وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍۢ ذَاتِ قَرَارٍۢ وَمَعِينٍۢ
Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
▶
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan Kami jadikan
▶
ٱبْنَ
ib'na
anak
▶
مَرْيَمَ
maryama
Maryam
▶
وَأُمَّهُۥٓ
wa-ummahu
dan ibunya
▶
ءَايَةًۭ
āyatan
bukti
▶
وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ
waāwaynāhumā
dan Kami melindungi keduanya
▶
إِلَىٰ
ilā
di
▶
رَبْوَةٍۢ
rabwatin
tempat tinggi yang datar
▶
ذَاتِ
dhāti
mempunyai
▶
قَرَارٍۢ
qarārin
padang rumput
▶
وَمَعِينٍۢ
wamaʿīnin
dan mata air
Ayat 51 - Surah Al-Muminoon: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَـٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌۭ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
▶
يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
wahai
▶
ٱلرُّسُلُ
l-rusulu
para Rasul
▶
كُلُوا۟
kulū
makanlah
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
l-ṭayibāti
yang baik-baik
▶
وَٱعْمَلُوا۟
wa-iʿ'malū
dan kerjakanlah
▶
صَـٰلِحًا ۖ
ṣāliḥan
kebajikan/saleh
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya Aku
▶
بِمَا
bimā
dengan/terhadap apa
▶
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kamu kerjakan
▶
عَلِيمٌۭ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
Ayat 52 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱتَّقُونِ
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.
▶
وَإِنَّ
wa-inna
dan sesungguhnya
▶
هَـٰذِهِۦٓ
hādhihi
ini
▶
أُمَّتُكُمْ
ummatukum
ummat kamu/agama kamu
▶
أُمَّةًۭ
ummatan
ummat/agama
▶
وَٰحِدَةًۭ
wāḥidatan
yang satu
▶
وَأَنَا۠
wa-anā
dan Aku
▶
رَبُّكُمْ
rabbukum
Tuhan kalian
▶
فَٱتَّقُونِ
fa-ittaqūni
maka bertakwalah kepada-Ku
Ayat 53 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًۭا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
▶
فَتَقَطَّعُوٓا۟
fataqaṭṭaʿū
maka mereka berputus-putus/pecah-pecah
▶
أَمْرَهُم
amrahum
urusan mereka
▶
بَيْنَهُمْ
baynahum
diantara mereka
▶
زُبُرًۭا ۖ
zuburan
pecahan/golongan
▶
كُلُّ
kullu
tiap-tiap
▶
حِزْبٍۭ
ḥiz'bin
golongan
▶
بِمَا
bimā
dengan apa
▶
لَدَيْهِمْ
ladayhim
di sisi mereka
▶
فَرِحُونَ
fariḥūna
mereka gembira/bangga
Ayat 54 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
▶
فَذَرْهُمْ
fadharhum
maka biarkanlah mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
غَمْرَتِهِمْ
ghamratihim
kesesatan mereka
▶
حَتَّىٰ
ḥattā
hingga/sampai
▶
حِينٍ
ḥīnin
suatu waktu
Ayat 55 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍۢ وَبَنِينَ
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
▶
أَيَحْسَبُونَ
ayaḥsabūna
apakah mereka mengira
▶
أَنَّمَا
annamā
bahwasanya hanyalah
▶
نُمِدُّهُم
numidduhum
Kami memanjangkan/memberikan mereka
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
مِن
min
dari
▶
مَّالٍۢ
mālin
harta
▶
وَبَنِينَ
wabanīna
dan anak-anak
Ayat 56 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
▶
نُسَارِعُ
nusāriʿu
Kami menyegerakan
▶
لَهُمْ
lahum
kepada mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ
l-khayrāti
kebaikan
▶
بَل
bal
bahkan/tetapi
▶
لَّا
lā
tidak
▶
يَشْعُرُونَ
yashʿurūna
mereka sadar
Ayat 57 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
هُم
hum
mereka
▶
مِّنْ
min
dari/karena
▶
خَشْيَةِ
khashyati
takut
▶
رَبِّهِم
rabbihim
Tuhan mereka
▶
مُّشْفِقُونَ
mush'fiqūna
mereka berhati-hati/menjaga diri
Ayat 58 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُم
hum
mereka
▶
بِـَٔايَـٰتِ
biāyāti
dengan/kepada ayat-ayat
▶
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
▶
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman
Ayat 59 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
هُم
hum
mereka
▶
بِرَبِّهِمْ
birabbihim
dengan Tuhan mereka
▶
لَا
lā
tidak
▶
يُشْرِكُونَ
yush'rikūna
mereka mempersekutukan
Ayat 60 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
▶
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
▶
يُؤْتُونَ
yu'tūna
(mereka) memberikan
▶
مَآ
mā
apa
▶
ءَاتَوا۟
ātaw
yang mereka berikan
▶
وَّقُلُوبُهُمْ
waqulūbuhum
dan hati mereka
▶
وَجِلَةٌ
wajilatun
takut
▶
أَنَّهُمْ
annahum
sesungguhnya mereka
▶
إِلَىٰ
ilā
kepada
▶
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
▶
رَٰجِعُونَ
rājiʿūna
mereka kembali
Ayat 61 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَـٰبِقُونَ
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
▶
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
▶
يُسَـٰرِعُونَ
yusāriʿūna
mereka bersegera
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلْخَيْرَٰتِ
l-khayrāti
kebaikan
▶
وَهُمْ
wahum
dan mereka
▶
لَهَا
lahā
kepadanya
▶
سَـٰبِقُونَ
sābiqūna
mereka berlomba
Ayat 62 - Surah Al-Muminoon: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَـٰبٌۭ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
نُكَلِّفُ
nukallifu
Kami membebani
▶
نَفْسًا
nafsan
seseorang
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
وُسْعَهَا ۖ
wus'ʿahā
keluasannya/kesanggupannya
▶
وَلَدَيْنَا
waladaynā
dan di sisi Kami
▶
كِتَـٰبٌۭ
kitābun
sebuah kitab
▶
يَنطِقُ
yanṭiqu
ia mengucap/bicara
▶
بِٱلْحَقِّ ۚ
bil-ḥaqi
dengan benar
▶
وَهُمْ
wahum
dan mereka
▶
لَا
lā
tidak
▶
يُظْلَمُونَ
yuẓ'lamūna
mereka dianiaya
Ayat 63 - Surah Al-Muminoon: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍۢ مِّنْ هَـٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَـٰلٌۭ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَـٰمِلُونَ
Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya.
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
قُلُوبُهُمْ
qulūbuhum
hati mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
غَمْرَةٍۢ
ghamratin
kesesatan
▶
مِّنْ
min
dari
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
وَلَهُمْ
walahum
dan bagi
▶
أَعْمَـٰلٌۭ
aʿmālun
perbuatan-perbuatan
▶
مِّن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
لَهَا
lahā
kepadanya
▶
عَـٰمِلُونَ
ʿāmilūna
mereka mengerjakan
Ayat 64 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ
Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
إِذَآ
idhā
apabila
▶
أَخَذْنَا
akhadhnā
Kami ambil/timpakan
▶
مُتْرَفِيهِم
mut'rafīhim
hidup mewah diantara mereka
▶
بِٱلْعَذَابِ
bil-ʿadhābi
dengan azab
▶
إِذَا
idhā
tiba-tiba
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
يَجْـَٔرُونَ
yajarūna
mereka memekik
Ayat 65 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَا تَجْـَٔرُوا۟ ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ
Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.
▶
لَا
lā
jangan
▶
تَجْـَٔرُوا۟
tajarū
kamu memekik
▶
ٱلْيَوْمَ ۖ
l-yawma
hari ini
▶
إِنَّكُم
innakum
sesungguhnya kalian
▶
مِّنَّا
minnā
dari Kami
▶
لَا
lā
tidak
▶
تُنصَرُونَ
tunṣarūna
kamu ditolong
Ayat 66 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَدْ كَانَتْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ تَنكِصُونَ
Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al Quran) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,
▶
قَدْ
qad
sesungguhnya
▶
كَانَتْ
kānat
adalah
▶
ءَايَـٰتِى
āyātī
ayat-ayat-Ku
▶
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
▶
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
▶
فَكُنتُمْ
fakuntum
maka kamu adalah
▶
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
▶
أَعْقَـٰبِكُمْ
aʿqābikum
tumitmu/kebelakang
▶
تَنكِصُونَ
tankiṣūna
kamu surut/berpaling
Ayat 67 - Surah Al-Muminoon: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَـٰمِرًۭا تَهْجُرُونَ
dengan menyombongkan diri terhadap Al Quran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari.
▶
مُسْتَكْبِرِينَ
mus'takbirīna
orang-orang sombong
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
سَـٰمِرًۭا
sāmiran
bercakap-cakap
▶
تَهْجُرُونَ
tahjurūna
kamu ucapkan perkataan keji
Ayat 68 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا۟ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
▶
أَفَلَمْ
afalam
apakah maka tidak
▶
يَدَّبَّرُوا۟
yaddabbarū
mereka memperhatikan
▶
ٱلْقَوْلَ
l-qawla
perkataan
▶
أَمْ
am
atau
▶
جَآءَهُم
jāahum
telah datang mereka
▶
مَّا
mā
apa
▶
لَمْ
lam
yang tidak
▶
يَأْتِ
yati
datang
▶
ءَابَآءَهُمُ
ābāahumu
bapak-bapak mereka
▶
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang dahulu
Ayat 69 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا۟ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ
Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?
▶
أَمْ
am
atau
▶
لَمْ
lam
tidak
▶
يَعْرِفُوا۟
yaʿrifū
mereka mengenal
▶
رَسُولَهُمْ
rasūlahum
Rasul mereka
▶
فَهُمْ
fahum
maka mereka
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya
▶
مُنكِرُونَ
munkirūna
mereka memungkiri
Ayat 70 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ
Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila". Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu.
▶
أَمْ
am
atau
▶
يَقُولُونَ
yaqūlūna
mereka berkata
▶
بِهِۦ
bihi
padanya
▶
جِنَّةٌۢ ۚ
jinnatun
penyakit gila
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
جَآءَهُم
jāahum
dia datang mereka
▶
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
▶
وَأَكْثَرُهُمْ
wa-aktharuhum
dan kebanyakan mereka
▶
لِلْحَقِّ
lil'ḥaqqi
kepada kebenaran
▶
كَـٰرِهُونَ
kārihūna
mereka benci
Ayat 71 - Surah Al-Muminoon: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
▶
وَلَوِ
walawi
dan sekiranya
▶
ٱتَّبَعَ
ittabaʿa
mengikuti/menuruti
▶
ٱلْحَقُّ
l-ḥaqu
kebenaran
▶
أَهْوَآءَهُمْ
ahwāahum
hawa nafsu mereka
▶
لَفَسَدَتِ
lafasadati
tentu rusaklah
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
l-samāwātu
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضُ
wal-arḍu
dan bumi
▶
وَمَن
waman
dan orang/apa-apa
▶
فِيهِنَّ ۚ
fīhinna
didalamnya
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
أَتَيْنَـٰهُم
ataynāhum
Kami telah mendatangkan kepada mereka
▶
بِذِكْرِهِمْ
bidhik'rihim
dengan pengajaran mereka
▶
فَهُمْ
fahum
maka (tetapi) mereka
▶
عَن
ʿan
dari
▶
ذِكْرِهِم
dhik'rihim
pengajaran mereka
▶
مُّعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
mereka berpaling
Ayat 72 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًۭا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌۭ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
▶
أَمْ
am
atau
▶
تَسْـَٔلُهُمْ
tasaluhum
kamu meminta kepada mereka
▶
خَرْجًۭا
kharjan
ganti rugi/upah
▶
فَخَرَاجُ
fakharāju
maka ganti rugi/upah
▶
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
▶
خَيْرٌۭ ۖ
khayrun
lebih baik
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
▶
خَيْرُ
khayru
sebaik-baik
▶
ٱلرَّٰزِقِينَ
l-rāziqīna
pemberi rezeki
Ayat 73 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
▶
وَإِنَّكَ
wa-innaka
dan sesungguhnya kamu
▶
لَتَدْعُوهُمْ
latadʿūhum
benar-benar kamu menyeru mereka
▶
إِلَىٰ
ilā
kepada
▶
صِرَٰطٍۢ
ṣirāṭin
jalan
▶
مُّسْتَقِيمٍۢ
mus'taqīmin
lurus
Ayat 74 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَـٰكِبُونَ
Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).
▶
وَإِنَّ
wa-inna
dan sesungguhnya
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
لَا
lā
(mereka) tidak
▶
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
beriman
▶
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
bil-ākhirati
dengan/kepada akhirat
▶
عَنِ
ʿani
dari
▶
ٱلصِّرَٰطِ
l-ṣirāṭi
jalan
▶
لَنَـٰكِبُونَ
lanākibūna
sungguh mereka menyimpang
Ayat 75 - Surah Al-Muminoon: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ وَلَوْ رَحِمْنَـٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّۢ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ
Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka.
▶
۞ وَلَوْ
walaw
dan kalau
▶
رَحِمْنَـٰهُمْ
raḥim'nāhum
Kami belas kasihani mereka
▶
وَكَشَفْنَا
wakashafnā
dan Kami hilangkan
▶
مَا
mā
apa yang
▶
بِهِم
bihim
dengan mereka (mereka alami)
▶
مِّن
min
dari
▶
ضُرٍّۢ
ḍurrin
bahaya
▶
لَّلَجُّوا۟
lalajjū
tentu mereka terus menerus
▶
فِى
fī
dalam
▶
طُغْيَـٰنِهِمْ
ṭugh'yānihim
kedurhakaan mereka
▶
يَعْمَهُونَ
yaʿmahūna
mereka bingung/terombang-ambing
Ayat 76 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَلَقَدْ أَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
▶
وَلَقَدْ
walaqad
dan sesungguhnya
▶
أَخَذْنَـٰهُم
akhadhnāhum
Kami telah menimpakan mereka
▶
بِٱلْعَذَابِ
bil-ʿadhābi
dengan azab
▶
فَمَا
famā
maka (tetapi)
▶
ٱسْتَكَانُوا۟
is'takānū
mereka tidak tunduk
▶
لِرَبِّهِمْ
lirabbihim
kepada Tuhan mereka
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
يَتَضَرَّعُونَ
yataḍarraʿūna
mereka merendahkan diri
Ayat 77 - Surah Al-Muminoon: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًۭا ذَا عَذَابٍۢ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ
Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu tempat azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
إِذَا
idhā
apabila
▶
فَتَحْنَا
fataḥnā
Kami bukakan
▶
عَلَيْهِم
ʿalayhim
atas mereka
▶
بَابًۭا
bāban
pintu-pintu
▶
ذَا
dhā
mempunyai/yang ada
▶
عَذَابٍۢ
ʿadhābin
azab
▶
شَدِيدٍ
shadīdin
sangat keras
▶
إِذَا
idhā
tiba-tiba
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
فِيهِ
fīhi
didalamnya
▶
مُبْلِسُونَ
mub'lisūna
orang-orang berputus asa
Ayat 78 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَشْكُرُونَ
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
▶
ٱلَّذِىٓ
alladhī
yang
▶
أَنشَأَ
ansha-a
mengadakan/menciptakan
▶
لَكُمُ
lakumu
bagi kalian
▶
ٱلسَّمْعَ
l-samʿa
pendengaran
▶
وَٱلْأَبْصَـٰرَ
wal-abṣāra
dan penglihatan
▶
وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ
wal-afidata
dan hati
▶
قَلِيلًۭا
qalīlan
sedikit
▶
مَّا
mā
apa-apa
▶
تَشْكُرُونَ
tashkurūna
kalian bersyukur
Ayat 79 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
ذَرَأَكُمْ
dhara-akum
mengembangbiakan kamu
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
muka bumi
▶
وَإِلَيْهِ
wa-ilayhi
dan kepada-Nya
▶
تُحْشَرُونَ
tuḥ'sharūna
kamu dikumpulkan
Ayat 80 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَـٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
يُحْىِۦ
yuḥ'yī
menghidupkan
▶
وَيُمِيتُ
wayumītu
dan yang mematikan
▶
وَلَهُ
walahu
baginya
▶
ٱخْتِلَـٰفُ
ikh'tilāfu
perselisihan/pertukaran
▶
ٱلَّيْلِ
al-layli
malam
▶
وَٱلنَّهَارِ ۚ
wal-nahāri
dan siang
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
تَعْقِلُونَ
taʿqilūna
kalian menggunakan akal
Ayat 81 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ قَالُوا۟ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ
Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka mengatakan
▶
مِثْلَ
mith'la
seperti
▶
مَا
mā
apa
▶
قَالَ
qāla
berkata
▶
ٱلْأَوَّلُونَ
l-awalūna
orang-orang terdahulu
Ayat 82 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوٓا۟ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
Mereka berkata: "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?
▶
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
▶
أَءِذَا
a-idhā
apakah apabila
▶
مِتْنَا
mit'nā
kami nanti
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan kami adalah/menjadi
▶
تُرَابًۭا
turāban
tanah/debu
▶
وَعِظَـٰمًا
waʿiẓāman
dan tulang
▶
أَءِنَّا
a-innā
apakah sesungguhnya kami
▶
لَمَبْعُوثُونَ
lamabʿūthūna
pasti dibangkitkan
Ayat 83 - Surah Al-Muminoon: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَـٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".
▶
لَقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
وُعِدْنَا
wuʿid'nā
kami diancam
▶
نَحْنُ
naḥnu
kami
▶
وَءَابَآؤُنَا
waābāunā
dan bapak-bapak kami
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلُ
qablu
sebelum
▶
إِنْ
in
jika/tidak lain
▶
هَـٰذَآ
hādhā
ini
▶
إِلَّآ
illā
kecuali
▶
أَسَـٰطِيرُ
asāṭīru
ceritera/dongeng
▶
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang dahulu
Ayat 84 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
▶
قُل
qul
katakanlah
▶
لِّمَنِ
limani
kepunyaan siapakah
▶
ٱلْأَرْضُ
l-arḍu
bumi
▶
وَمَن
waman
dan orang/apa-apa
▶
فِيهَآ
fīhā
didalamnya
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
(kalian) mengetahui
Ayat 85 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?"
▶
سَيَقُولُونَ
sayaqūlūna
mereka akan mengatakan
▶
لِلَّهِ ۚ
lillahi
kepunyaan Allah
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
تَذَكَّرُونَ
tadhakkarūna
kamu ingat
Ayat 86 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ٱلسَّبْعِ وَرَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
مَن
man
siapa
▶
رَّبُّ
rabbu
pemelihara
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
ٱلسَّبْعِ
l-sabʿi
tujuh
▶
وَرَبُّ
warabbu
dan pemelihara
▶
ٱلْعَرْشِ
l-ʿarshi
'Aras'
▶
ٱلْعَظِيمِ
l-ʿaẓīmi
yang besar
Ayat 87 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
▶
سَيَقُولُونَ
sayaqūlūna
mereka akan mengatakan
▶
لِلَّهِ ۚ
lillahi
kepunyaan Allah
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
أَفَلَا
afalā
apakah maka tidak
▶
تَتَّقُونَ
tattaqūna
kamu bertakwa
Ayat 88 - Surah Al-Muminoon: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
مَنۢ
man
siapakah
▶
بِيَدِهِۦ
biyadihi
ditangan-Nya
▶
مَلَكُوتُ
malakūtu
kekuasaan
▶
كُلِّ
kulli
segala/tiap-tiap
▶
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
▶
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
▶
يُجِيرُ
yujīru
Dia melindungi
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يُجَارُ
yujāru
dilindungi
▶
عَلَيْهِ
ʿalayhi
atas-Nya
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
(kalian) mengetahui
Ayat 89 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
▶
سَيَقُولُونَ
sayaqūlūna
mereka akan mengatakan
▶
لِلَّهِ ۚ
lillahi
kepunyaan Allah
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
فَأَنَّىٰ
fa-annā
maka bagaimana
▶
تُسْحَرُونَ
tus'ḥarūna
kamu ditipu
Ayat 90 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِٱلْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ
Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
▶
بَلْ
bal
bahkan
▶
أَتَيْنَـٰهُم
ataynāhum
Kami telah mendatangkan kepada mereka
▶
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
▶
وَإِنَّهُمْ
wa-innahum
dan sesungguhnya mereka
▶
لَكَـٰذِبُونَ
lakādhibūna
sungguh mereka mendustakan
Ayat 91 - Surah Al-Muminoon: 24 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍۢ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَـٰهٍ ۚ إِذًۭا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَـٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
▶
مَا
mā
tidak
▶
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
mengambil
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
مِن
min
dari
▶
وَلَدٍۢ
waladin
anak
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
كَانَ
kāna
ada
▶
مَعَهُۥ
maʿahu
bersamanya
▶
مِنْ
min
dari
▶
إِلَـٰهٍ ۚ
ilāhin
Tuhan
▶
إِذًۭا
idhan
jika demikian
▶
لَّذَهَبَ
ladhahaba
tentu pergi/membawa
▶
كُلُّ
kullu
masing-masing
▶
إِلَـٰهٍۭ
ilāhin
tuhan
▶
بِمَا
bimā
dengan apa
▶
خَلَقَ
khalaqa
Dia ciptakan
▶
وَلَعَلَا
walaʿalā
dan mengalahkan
▶
بَعْضُهُمْ
baʿḍuhum
sebagian mereka
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas
▶
بَعْضٍۢ ۚ
baʿḍin
sebagian yang lain
▶
سُبْحَـٰنَ
sub'ḥāna
Maha Suci
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
عَمَّا
ʿammā
dari apa
▶
يَصِفُونَ
yaṣifūna
mereka sifatkan
Ayat 92 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.
▶
عَـٰلِمِ
ʿālimi
yang mengetahui
▶
ٱلْغَيْبِ
l-ghaybi
yang gaib
▶
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
wal-shahādati
dan yang nampak
▶
فَتَعَـٰلَىٰ
fataʿālā
maka Maha Tinggi Dia
▶
عَمَّا
ʿammā
dari apa
▶
يُشْرِكُونَ
yush'rikūna
mereka persekutukan
Ayat 93 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّى مَا يُوعَدُونَ
Katakanlah: "Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
▶
قُل
qul
katakanlah
▶
رَّبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
إِمَّا
immā
adapun/jika
▶
تُرِيَنِّى
turiyannī
Engkau memperlihatkan kepadaku
▶
مَا
mā
apa
▶
يُوعَدُونَ
yūʿadūna
mereka diancam
Ayat 94 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ
ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim".
▶
رَبِّ
rabbi
Ya Tuhanku
▶
فَلَا
falā
maka janganlah
▶
تَجْعَلْنِى
tajʿalnī
Engkau jadikan aku
▶
فِى
fī
dalam/diantara
▶
ٱلْقَوْمِ
l-qawmi
kaum
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang yang zalim
Ayat 95 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَـٰدِرُونَ
Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
▶
وَإِنَّا
wa-innā
dan sesungguhnya Kami
▶
عَلَىٰٓ
ʿalā
untuk
▶
أَن
an
(bahwa)
▶
نُّرِيَكَ
nuriyaka
memperlihatkan kepadamu
▶
مَا
mā
apa
▶
نَعِدُهُمْ
naʿiduhum
Kami ancamkan kepada mereka
▶
لَقَـٰدِرُونَ
laqādirūna
benar-benar kuasa
Ayat 96 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
▶
ٱدْفَعْ
id'faʿ
tolaklah
▶
بِٱلَّتِى
bi-allatī
dengan yang
▶
هِىَ
hiya
ia
▶
أَحْسَنُ
aḥsanu
lebih baik
▶
ٱلسَّيِّئَةَ ۚ
l-sayi-ata
kejahatan
▶
نَحْنُ
naḥnu
Kami
▶
أَعْلَمُ
aʿlamu
lebih mengetahui
▶
بِمَا
bimā
dengan/tentang apa
▶
يَصِفُونَ
yaṣifūna
mereka sifatkan
Ayat 97 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَـٰطِينِ
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.
▶
وَقُل
waqul
dan katakanlah
▶
رَّبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
أَعُوذُ
aʿūdhu
aku berlindung
▶
بِكَ
bika
kepada Engkau
▶
مِنْ
min
dari
▶
هَمَزَٰتِ
hamazāti
bisikan
▶
ٱلشَّيَـٰطِينِ
l-shayāṭīni
syaitan
Ayat 98 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku".
▶
وَأَعُوذُ
wa-aʿūdhu
dan aku berlindung
▶
بِكَ
bika
kepada Engkau
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
أَن
an
bahwa
▶
يَحْضُرُونِ
yaḥḍurūni
mereka hadir kepadaku
Ayat 99 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
إِذَا
idhā
apabila
▶
جَآءَ
jāa
datang
▶
أَحَدَهُمُ
aḥadahumu
seseorang dari mereka
▶
ٱلْمَوْتُ
l-mawtu
kematian
▶
قَالَ
qāla
ia berkata
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
ٱرْجِعُونِ
ir'jiʿūni
kembalikan aku
Ayat 100 - Surah Al-Muminoon: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَـٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
▶
لَعَلِّىٓ
laʿallī
supaya aku
▶
أَعْمَلُ
aʿmalu
aku beramal/berbuat
▶
صَـٰلِحًۭا
ṣāliḥan
kebaikan/saleh
▶
فِيمَا
fīmā
dalam apa/dalam hal
▶
تَرَكْتُ ۚ
taraktu
aku tinggalkan
▶
كَلَّآ ۚ
kallā
sekali-kali tidak
▶
إِنَّهَا
innahā
sesungguhnya ia
▶
كَلِمَةٌ
kalimatun
perkataan
▶
هُوَ
huwa
dia
▶
قَآئِلُهَا ۖ
qāiluhā
ucapannya
▶
وَمِن
wamin
dan dari
▶
وَرَآئِهِم
warāihim
belakang mereka (dihadapan)
▶
بَرْزَخٌ
barzakhun
dinding
▶
إِلَىٰ
ilā
sampai
▶
يَوْمِ
yawmi
hari
▶
يُبْعَثُونَ
yub'ʿathūna
mereka dibangkitkan
Ayat 101 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍۢ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
▶
فَإِذَا
fa-idhā
maka apabila
▶
نُفِخَ
nufikha
ditiup
▶
فِى
fī
di/pada
▶
ٱلصُّورِ
l-ṣūri
sangkakala
▶
فَلَآ
falā
maka tidak
▶
أَنسَابَ
ansāba
pertalian nasib
▶
بَيْنَهُمْ
baynahum
diantara mereka
▶
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يَتَسَآءَلُونَ
yatasāalūna
mereka bertanya-tanya
Ayat 102 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
▶
فَمَن
faman
maka barangsiapa
▶
ثَقُلَتْ
thaqulat
berat
▶
مَوَٰزِينُهُۥ
mawāzīnuhu
timbangannya
▶
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
▶
هُمُ
humu
mereka
▶
ٱلْمُفْلِحُونَ
l-muf'liḥūna
orang-orang yang beruntung
Ayat 103 - Surah Al-Muminoon: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ
Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.
▶
وَمَنْ
waman
dan barangsiapa
▶
خَفَّتْ
khaffat
ringan
▶
مَوَٰزِينُهُۥ
mawāzīnuhu
timbangannya
▶
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
خَسِرُوٓا۟
khasirū
(mereka) merugikan
▶
أَنفُسَهُمْ
anfusahum
diri mereka sendiri
▶
فِى
fī
dalam
▶
جَهَنَّمَ
jahannama
neraka Jahannam
▶
خَـٰلِدُونَ
khālidūna
mereka kekal
Ayat 104 - Surah Al-Muminoon: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَـٰلِحُونَ
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
▶
تَلْفَحُ
talfaḥu
membakar
▶
وُجُوهَهُمُ
wujūhahumu
muka-muka mereka
▶
ٱلنَّارُ
l-nāru
api neraka
▶
وَهُمْ
wahum
dan mereka
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
كَـٰلِحُونَ
kāliḥūna
bermuka masam/keadaan cacat
Ayat 105 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَلَمْ تَكُنْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?
▶
أَلَمْ
alam
apakah
▶
تَكُنْ
takun
tidak ada/tidakkah
▶
ءَايَـٰتِى
āyātī
ayat-ayat-Ku
▶
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
▶
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
▶
فَكُنتُم
fakuntum
maka adalah kamu
▶
بِهَا
bihā
dengannya
▶
تُكَذِّبُونَ
tukadhibūna
kamu mendustakan
Ayat 106 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًۭا ضَآلِّينَ
Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
رَبَّنَا
rabbanā
ya Tuhan kami
▶
غَلَبَتْ
ghalabat
telah mengalahkan/menguasai
▶
عَلَيْنَا
ʿalaynā
atas kami
▶
شِقْوَتُنَا
shiq'watunā
kecelakaan/kejahatan kami
▶
وَكُنَّا
wakunnā
dan kami adalah/menjadi
▶
قَوْمًۭا
qawman
kaum
▶
ضَآلِّينَ
ḍāllīna
orang-orang yang sesat
Ayat 107 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَـٰلِمُونَ
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
▶
رَبَّنَآ
rabbanā
ya Tuhan kami
▶
أَخْرِجْنَا
akhrij'nā
keluarkanlah kami
▶
مِنْهَا
min'hā
dari padanya
▶
فَإِنْ
fa-in
maka jika
▶
عُدْنَا
ʿud'nā
kami kembali
▶
فَإِنَّا
fa-innā
maka sesungguhnya kami
▶
ظَـٰلِمُونَ
ẓālimūna
orang-orang yang zalim
Ayat 108 - Surah Al-Muminoon: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
▶
قَالَ
qāla
(Allah) berfirman
▶
ٱخْسَـُٔوا۟
ikh'saū
tinggallah dengan hina
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
وَلَا
walā
dan janganlah
▶
تُكَلِّمُونِ
tukallimūni
kamu berbicara dengan-Ku
Ayat 109 - Surah Al-Muminoon: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌۭ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
فَرِيقٌۭ
farīqun
segolongan
▶
مِّنْ
min
dari
▶
عِبَادِى
ʿibādī
hamba-hamba-Ku
▶
يَقُولُونَ
yaqūlūna
mereka berkata
▶
رَبَّنَآ
rabbanā
ya Tuhan kami
▶
ءَامَنَّا
āmannā
kami telah beriman
▶
فَٱغْفِرْ
fa-igh'fir
maka ampunilah
▶
لَنَا
lanā
bagi kami
▶
وَٱرْحَمْنَا
wa-ir'ḥamnā
dan berilah kami rahmat
▶
وَأَنتَ
wa-anta
dan Engkau
▶
خَيْرُ
khayru
sebaik-baik
▶
ٱلرَّٰحِمِينَ
l-rāḥimīna
Pemberi rahmat
Ayat 110 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ
Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka,
▶
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ
fa-ittakhadhtumūhum
maka kamu menjadikan mereka
▶
سِخْرِيًّا
sikh'riyyan
buah ejekan
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
أَنسَوْكُمْ
ansawkum
melupakan kamu
▶
ذِكْرِى
dhik'rī
mengingat Aku
▶
وَكُنتُم
wakuntum
dan kalian
▶
مِّنْهُمْ
min'hum
dari mereka
▶
تَضْحَكُونَ
taḍḥakūna
kamu mentertawakan
Ayat 111 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang".
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya Aku
▶
جَزَيْتُهُمُ
jazaytuhumu
Aku memberi balasan mereka
▶
ٱلْيَوْمَ
l-yawma
hari ini
▶
بِمَا
bimā
dengan apa/karena
▶
صَبَرُوٓا۟
ṣabarū
mereka sabar
▶
أَنَّهُمْ
annahum
sesungguhnya mereka
▶
هُمُ
humu
mereka
▶
ٱلْفَآئِزُونَ
l-fāizūna
orang-orang yang menang
Ayat 112 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَـٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ
Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
▶
قَـٰلَ
qāla
(Allah) berfirman
▶
كَمْ
kam
berapa
▶
لَبِثْتُمْ
labith'tum
kamu tinggal
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
▶
عَدَدَ
ʿadada
bilangan
▶
سِنِينَ
sinīna
tahun
Ayat 113 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍۢ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَ
Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung".
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
لَبِثْنَا
labith'nā
kami tinggal
▶
يَوْمًا
yawman
sehari
▶
أَوْ
aw
atau
▶
بَعْضَ
baʿḍa
sebagian/setengah
▶
يَوْمٍۢ
yawmin
hari
▶
فَسْـَٔلِ
fasali
maka tanyakanlah
▶
ٱلْعَآدِّينَ
l-ʿādīna
orang-orang yang menghitung
Ayat 114 - Surah Al-Muminoon: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَـٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui"
▶
قَـٰلَ
qāla
(Allah) berfirman
▶
إِن
in
tidaklah
▶
لَّبِثْتُمْ
labith'tum
kamu tinggal
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
قَلِيلًۭا ۖ
qalīlan
sedikit/sebentar
▶
لَّوْ
law
sekiranya
▶
أَنَّكُمْ
annakum
bahwasanya kamu
▶
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
▶
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
(kalian) mengetahui
Ayat 115 - Surah Al-Muminoon: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَـٰكُمْ عَبَثًۭا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
▶
أَفَحَسِبْتُمْ
afaḥasib'tum
apakah kamu mengira
▶
أَنَّمَا
annamā
bahwasanya hanyalah
▶
خَلَقْنَـٰكُمْ
khalaqnākum
Kami menciptakan kamu
▶
عَبَثًۭا
ʿabathan
main-main
▶
وَأَنَّكُمْ
wa-annakum
dan bahwasanya
▶
إِلَيْنَا
ilaynā
kepada Kami
▶
لَا
lā
tidak
▶
تُرْجَعُونَ
tur'jaʿūna
kalian dikembalikan
Ayat 116 - Surah Al-Muminoon: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.
▶
فَتَعَـٰلَى
fataʿālā
maka Maha Tinggi
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
ٱلْمَلِكُ
l-maliku
Raja
▶
ٱلْحَقُّ ۖ
l-ḥaqu
sebenarnya
▶
لَآ
lā
tidak ada
▶
إِلَـٰهَ
ilāha
tuhan
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
هُوَ
huwa
Dia
▶
رَبُّ
rabbu
Tuhan Pemelihara
▶
ٱلْعَرْشِ
l-ʿarshi
'Arasy
▶
ٱلْكَرِيمِ
l-karīmi
yang mulia
Ayat 117 - Surah Al-Muminoon: 18 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَـٰفِرُونَ
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
▶
وَمَن
waman
dan barangsiapa
▶
يَدْعُ
yadʿu
berseru/menyembah
▶
مَعَ
maʿa
bersama/di samping
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
إِلَـٰهًا
ilāhan
tuhan
▶
ءَاخَرَ
ākhara
lain
▶
لَا
lā
tidak ada
▶
بُرْهَـٰنَ
bur'hāna
dalil/beralasan
▶
لَهُۥ
lahu
baginya
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya/tentang itu
▶
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka sesungguhnya hanyalah
▶
حِسَابُهُۥ
ḥisābuhu
perhitungannya
▶
عِندَ
ʿinda
di sisi
▶
رَبِّهِۦٓ ۚ
rabbihi
Tuhannya
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya ia
▶
لَا
lā
tidak
▶
يُفْلِحُ
yuf'liḥu
beruntung
▶
ٱلْكَـٰفِرُونَ
l-kāfirūna
orang-orang kafir
Ayat 118 - Surah Al-Muminoon: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik".
▶
وَقُل
waqul
dan katakanlah
▶
رَّبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
ٱغْفِرْ
igh'fir
berilah ampunan
▶
وَٱرْحَمْ
wa-ir'ḥam
dan rahmat
▶
وَأَنتَ
wa-anta
dan Engkau
▶
خَيْرُ
khayru
sebaik-baik
▶
ٱلرَّٰحِمِينَ
l-rāḥimīna
Pemberi Rahmat
Lihat juga
Semua surah kata demi kata