Surah An-Noor kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah An-Noor kata demi kata

An-Noor (النور) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 64 ayat, 1.316 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 1.316 kata untuk dipelajari, Surah An-Noor menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 7 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah An-Noor: 9 kata

سُورَةٌ أَنزَلْنَـٰهَا وَفَرَضْنَـٰهَا وَأَنزَلْنَا فِيهَآ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍۢ لَّعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.

سُورَةٌ sūratun suatu surat
أَنزَلْنَـٰهَا anzalnāhā Kami turunkannya
وَفَرَضْنَـٰهَا wafaraḍnāhā dan Kami wajibkannya
وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan
فِيهَآ fīhā didalamnya
ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat
بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin nyata/jelas
لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/memperhatikan

Ayat 2 - Surah An-Noor: 26 kata

ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍۢ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌۭ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌۭ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

ٱلزَّانِيَةُ al-zāniyatu perempuan yang berzina
وَٱلزَّانِى wal-zānī dan laki-laki yang berzina
فَٱجْلِدُوا۟ fa-ij'lidū maka deralah
كُلَّ kulla tiap-tiap
وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu/seorang
مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya
مِا۟ئَةَ mi-ata seratus
جَلْدَةٍۢ ۖ jaldatin deraan
وَلَا walā dan janganlah
تَأْخُذْكُم takhudh'kum mengambil/menjadikan kamu
بِهِمَا bihimā kepada keduanya
رَأْفَةٌۭ rafatun belas kasihan
فِى fī dalam
دِينِ dīni agama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تُؤْمِنُونَ tu'minūna kamu beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat
وَلْيَشْهَدْ walyashhad dan hendaklah menyaksikan
عَذَابَهُمَا ʿadhābahumā siksaan/hukuman keduanya
طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun golongan
مِّنَ mina dari
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 3 - Surah An-Noor: 18 kata

ٱلزَّانِى لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةًۭ وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌۭ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.

ٱلزَّانِى al-zānī laki-laki yang berzina
لَا lā tidak akan
يَنكِحُ yankiḥu mengawini
إِلَّا illā melainkan
زَانِيَةً zāniyatan perempuan yang berzina
أَوْ aw atau
مُشْرِكَةًۭ mush'rikatan perempuan musyrik
وَٱلزَّانِيَةُ wal-zāniyatu dan perempuan yang berzina
لَا lā tidak akan
يَنكِحُهَآ yankiḥuhā mengawininya
إِلَّا illā melainkan
زَانٍ zānin laki-laki yang berzina
أَوْ aw atau
مُشْرِكٌۭ ۚ mush'rikun laki-laki yang musyrik
وَحُرِّمَ waḥurrima dan diharamkan
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mu'min

Ayat 4 - Surah An-Noor: 19 kata

وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَـٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا۟ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ فَٱجْلِدُوهُمْ ثَمَـٰنِينَ جَلْدَةًۭ وَلَا تَقْبَلُوا۟ لَهُمْ شَهَـٰدَةً أَبَدًۭا ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita yang baik
ثُمَّ thumma kemudian
لَمْ lam mereka tidak
يَأْتُوا۟ yatū datang/membawa
بِأَرْبَعَةِ bi-arbaʿati dengan empat (orang)
شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi
فَٱجْلِدُوهُمْ fa-ij'lidūhum maka deralah mereka
ثَمَـٰنِينَ thamānīna delapan puluh
جَلْدَةًۭ jaldatan deraan
وَلَا walā dan jangan
تَقْبَلُوا۟ taqbalū kamu terima
لَهُمْ lahum bagi mereka
شَهَـٰدَةً shahādatan kesaksian
أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 5 - Surah An-Noor: 11 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah itu
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka memperbaiki
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 6 - Surah An-Noor: 17 kata

وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَٰجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَآءُ إِلَّآ أَنفُسُهُمْ فَشَهَـٰدَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَـٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh
أَزْوَٰجَهُمْ azwājahum isteri-isteri mereka
وَلَمْ walam dan tidak
يَكُن yakun ada
لَّهُمْ lahum bagi mereka
شُهَدَآءُ shuhadāu saksi-saksi
إِلَّآ illā kecuali
أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka
فَشَهَـٰدَةُ fashahādatu maka kesaksian
أَحَدِهِمْ aḥadihim seorang dari mereka
أَرْبَعُ arbaʿu empat
شَهَـٰدَٰتٍۭ shahādātin saksi/sumpah
بِٱللَّهِ ۙ bil-lahi dengan Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَمِنَ lamina termasuk dari
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 7 - Surah An-Noor: 9 kata

وَٱلْخَـٰمِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كَانَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

وَٱلْخَـٰمِسَةُ wal-khāmisatu dan yang kelima
أَنَّ anna bahwasanya
لَعْنَتَ laʿnata kutukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
إِن in jika
كَانَ kāna dia adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 8 - Surah An-Noor: 11 kata

وَيَدْرَؤُا۟ عَنْهَا ٱلْعَذَابَ أَن تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَـٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.

وَيَدْرَؤُا۟ wayadra-u dan mereka menolak/terhindar
عَنْهَا ʿanhā dari padanya
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab/hukuman
أَن an bahwa
تَشْهَدَ tashhada ia memberikan penyaksian
أَرْبَعَ arbaʿa empat
شَهَـٰدَٰتٍۭ shahādātin saksi/sumpah
بِٱللَّهِ ۙ bil-lahi dengan Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang dusta

Ayat 9 - Surah An-Noor: 9 kata

وَٱلْخَـٰمِسَةَ أَنَّ غَضَبَ ٱللَّهِ عَلَيْهَآ إِن كَانَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.

وَٱلْخَـٰمِسَةَ wal-khāmisata dan yang kelima
أَنَّ anna bahwasanya
غَضَبَ ghaḍaba kemurkaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya
إِن in jika
كَانَ kāna dia adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 10 - Surah An-Noor: 9 kata

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ

Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).

وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
تَوَّابٌ tawwābun Maha Penerima taubat
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 11 - Surah An-Noor: 28 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلْإِفْكِ عُصْبَةٌۭ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّۭا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُم مَّا ٱكْتَسَبَ مِنَ ٱلْإِثْمِ ۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبْرَهُۥ مِنْهُمْ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
جَآءُو jāū (mereka) datang/membawa
بِٱلْإِفْكِ bil-if'ki dengan berita bohong
عُصْبَةٌۭ ʿuṣ'batun golongan
مِّنكُمْ ۚ minkum dari kamu
لَا lā jangan
تَحْسَبُوهُ taḥsabūhu kamu mengiranya
شَرًّۭا sharran buruk
لَّكُم ۖ lakum bagi kalian
بَلْ bal tetapi
هُوَ huwa ia/itu
خَيْرٌۭ khayrun baik
لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian
لِكُلِّ likulli tiap-tiap
ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang
مِّنْهُم min'hum dari mereka
مَّا mā apa
ٱكْتَسَبَ ik'tasaba yang ia kerjakan
مِنَ mina dari
ٱلْإِثْمِ ۚ l-ith'mi dosa
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang/siapa
تَوَلَّىٰ tawallā berpaling/mengambil
كِبْرَهُۥ kib'rahu terbesarnya
مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
لَهُۥ lahu baginya
عَذَابٌ ʿadhābun azab
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 12 - Surah An-Noor: 12 kata

لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًۭا وَقَالُوا۟ هَـٰذَآ إِفْكٌۭ مُّبِينٌۭ

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".

لَّوْلَآ lawlā mengapa tidak
إِذْ idh tatkala
سَمِعْتُمُوهُ samiʿ'tumūhu kamu mendengarnya
ظَنَّ ẓanna menyangka
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mu'min
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ wal-mu'minātu dan orang-orang mu'minat
بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim terhadap diri mereka
خَيْرًۭا khayran baik
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
هَـٰذَآ hādhā ini
إِفْكٌۭ if'kun berita bohong
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 13 - Surah An-Noor: 14 kata

لَّوْلَا جَآءُو عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا۟ بِٱلشُّهَدَآءِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ عِندَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ

Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.

لَّوْلَا lawlā mengapa tidak
جَآءُو jāū mereka mendatangkan
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
بِأَرْبَعَةِ bi-arbaʿati dengan empat
شُهَدَآءَ ۚ shuhadāa saksi-saksi itu
فَإِذْ fa-idh maka jika
لَمْ lam tidak
يَأْتُوا۟ yatū mereka mendatangkan
بِٱلشُّهَدَآءِ bil-shuhadāi dengan saksi-saksi
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُمُ humu mereka
ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang yang berdusta

Ayat 14 - Surah An-Noor: 15 kata

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِى مَآ أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.

وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat
لَمَسَّكُمْ lamassakum niscaya menimpa kamu
فِى fī di dalam/karena
مَآ mā apa
أَفَضْتُمْ afaḍtum pembicaraanmu
فِيهِ fīhi padanya/tentang itu
عَذَابٌ ʿadhābun azab
عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 15 - Surah An-Noor: 16 kata

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌۭ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًۭا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌۭ

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

إِذْ idh tatkala
تَلَقَّوْنَهُۥ talaqqawnahu kamu menerimanya
بِأَلْسِنَتِكُمْ bi-alsinatikum dengan lidah/lisan kamu
وَتَقُولُونَ wataqūlūna dan kamu katakan
بِأَفْوَاهِكُم bi-afwāhikum dengan mulut-mulut kamu
مَّا mā apa
لَيْسَ laysa yang tidak
لَكُم lakum bagi kalian
بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu
عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan (ketahui)
وَتَحْسَبُونَهُۥ wataḥsabūnahu dan kamu mengiranya
هَيِّنًۭا hayyinan ringan
وَهُوَ wahuwa dan ia/itu
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 16 - Surah An-Noor: 14 kata

وَلَوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُم مَّا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّتَكَلَّمَ بِهَـٰذَا سُبْحَـٰنَكَ هَـٰذَا بُهْتَـٰنٌ عَظِيمٌۭ

Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar".

وَلَوْلَآ walawlā dan mengapa tidak
إِذْ idh tatkala
سَمِعْتُمُوهُ samiʿ'tumūhu kamu mendengarnya
قُلْتُم qul'tum kamu katakan
مَّا mā tidak ada
يَكُونُ yakūnu patut
لَنَآ lanā bagi kami
أَن an untuk
نَّتَكَلَّمَ natakallama kami membicarakan
بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini
سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau
هَـٰذَا hādhā ini
بُهْتَـٰنٌ buh'tānun dusta
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 17 - Surah An-Noor: 9 kata

يَعِظُكُمُ ٱللَّهُ أَن تَعُودُوا۟ لِمِثْلِهِۦٓ أَبَدًا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.

يَعِظُكُمُ yaʿiẓukumu menasehati/memperingatkan kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an bahwa
تَعُودُوا۟ taʿūdū kamu kembali
لِمِثْلِهِۦٓ limith'lihi sepertinya/seperti itu
أَبَدًا abadan selama-lamanya
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 18 - Surah An-Noor: 7 kata

وَيُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَيُبَيِّنُ wayubayyinu dan menjelaskan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْـَٔايَـٰتِ ۚ l-āyāti ayat-ayat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 19 - Surah An-Noor: 20 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَـٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُحِبُّونَ yuḥibbūna (mereka) menyukai
أَن an bahwa
تَشِيعَ tashīʿa tersiar
ٱلْفَـٰحِشَةُ l-fāḥishatu yang keji
فِى fī dalam
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لَا lā kamu tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 20 - Surah An-Noor: 9 kata

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَءُوفٌۭ raūfun Maha Penyantun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 21 - Surah An-Noor: 34 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًۭا وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan
وَمَن waman dan barangsiapa
يَتَّبِعْ yattabiʿ mengikuti
خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia
يَأْمُرُ yamuru ia menyuruh
بِٱلْفَحْشَآءِ bil-faḥshāi dengan perbuatan keji
وَٱلْمُنكَرِ ۚ wal-munkari dan mungkar
وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmat-Nya
مَا mā tidak
زَكَىٰ zakā bersih
مِنكُم minkum diantara kamu
مِّنْ min dari
أَحَدٍ aḥadin seseorang
أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُزَكِّى yuzakkī membersihkan/mensucikan
مَن man siapa
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 22 - Surah An-Noor: 26 kata

وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلْفَضْلِ مِنكُمْ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينَ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

وَلَا walā dan jangan
يَأْتَلِ yatali bersumpah
أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang
ٱلْفَضْلِ l-faḍli yang mempunyai kelebihan
مِنكُمْ minkum diantara kami
وَٱلسَّعَةِ wal-saʿati dan keluasan/kelapangan
أَن an bahwa
يُؤْتُوٓا۟ yu'tū mereka memberi
أُو۟لِى ulī kaum
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat
وَٱلْمَسَـٰكِينَ wal-masākīna dan orang-orang miskin
وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang yang berhijrah
فِى fī pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَلْيَعْفُوا۟ walyaʿfū dan hendaklah mereka memaafkan
وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ walyaṣfaḥū dan hendaklah mereka berlapang dada
أَلَا alā apakah tidak
تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu menyukai
أَن an bahwa
يَغْفِرَ yaghfira mengampuni
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 23 - Surah An-Noor: 13 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَـٰتِ ٱلْغَـٰفِلَـٰتِ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ لُعِنُوا۟ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَرْمُونَ yarmūna (mereka) menuduh
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita yang bersih
ٱلْغَـٰفِلَـٰتِ l-ghāfilāti wanita yang jujur
ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti wanita yang beriman
لُعِنُوا۟ luʿinū mereka dikutuk
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan di akhirat
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 24 - Surah An-Noor: 9 kata

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

يَوْمَ yawma pada hari
تَشْهَدُ tashhadu jadi saksi
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
أَلْسِنَتُهُمْ alsinatuhum lidah mereka
وَأَيْدِيهِمْ wa-aydīhim dan tangan mereka
وَأَرْجُلُهُم wa-arjuluhum dan kaki mereka
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 25 - Surah An-Noor: 11 kata

يَوْمَئِذٍۢ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ ٱلْمُبِينُ

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu
يُوَفِّيهِمُ yuwaffīhimu memberi balasan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
دِينَهُمُ dīnahumu pembalasan mereka
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa sebenarnya/semestinya
وَيَعْلَمُونَ wayaʿlamūna dan mereka mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang benar
ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang menjelaskan

Ayat 26 - Surah An-Noor: 16 kata

ٱلْخَبِيثَـٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَـٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

ٱلْخَبِيثَـٰتُ al-khabīthātu wanita-wanita yang keji
لِلْخَبِيثِينَ lil'khabīthīna untuk laki-laki yang keji
وَٱلْخَبِيثُونَ wal-khabīthūna dan laki-laki yang keji
لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ lil'khabīthāti untuk wanita-wanita yang keji
وَٱلطَّيِّبَـٰتُ wal-ṭayibātu dan wanita-wanita yang baik
لِلطَّيِّبِينَ lilṭṭayyibīna untuk laki-laki yang baik
وَٱلطَّيِّبُونَ wal-ṭayibūna dan laki-laki yang baik
لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ lilṭṭayyibāti untuk wanita-wanita yang baik
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
مُبَرَّءُونَ mubarraūna orang-orang yang terlepas
مِمَّا mimmā dari apa
يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka katakan
لَهُم lahum bagi mereka
مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan
وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezeki
كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia

Ayat 27 - Surah An-Noor: 18 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu masuk
بُيُوتًا buyūtan rumah-rumah
غَيْرَ ghayra selain
بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah kamu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تَسْتَأْنِسُوا۟ tastanisū kamu minta izin
وَتُسَلِّمُوا۟ watusallimū dan kamu memberi salam
عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada
أَهْلِهَا ۚ ahlihā penghuninya
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat

Ayat 28 - Surah An-Noor: 22 kata

فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فِيهَآ أَحَدًۭا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرْجِعُوا۟ فَٱرْجِعُوا۟ ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌۭ

Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
تَجِدُوا۟ tajidū kamu menemui
فِيهَآ fīhā didalamnya
أَحَدًۭا aḥadan seseorang
فَلَا falā maka jangan
تَدْخُلُوهَا tadkhulūhā kamu memasukinya
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُؤْذَنَ yu'dhana diizinkan
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَإِن wa-in dan jika
قِيلَ qīla dikatakan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱرْجِعُوا۟ ir'jiʿū kembalilah kamu
فَٱرْجِعُوا۟ ۖ fa-ir'jiʿū maka kembalilah kamu
هُوَ huwa ia/hal itu
أَزْكَىٰ azkā lebih suci/bersih
لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 29 - Surah An-Noor: 17 kata

لَّيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍۢ فِيهَا مَتَـٰعٌۭ لَّكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

لَّيْسَ laysa tidaklah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
جُنَاحٌ junāḥun berdosa
أَن an bahwa
تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu memasuki
بُيُوتًا buyūtan rumah-rumah
غَيْرَ ghayra tidak
مَسْكُونَةٍۢ maskūnatin dihuni/didiami
فِيهَا fīhā didalamnya
مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan/keperluan
لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
مَا mā apa
تُبْدُونَ tub'dūna kamu nyatakan
وَمَا wamā dan apa
تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan

Ayat 30 - Surah An-Noor: 15 kata

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

قُل qul katakanlah
لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna kepada orang-orang beriman
يَغُضُّوا۟ yaghuḍḍū mereka menutup/menahan
مِنْ min dari
أَبْصَـٰرِهِمْ abṣārihim pandangan mereka
وَيَحْفَظُوا۟ wayaḥfaẓū dan mereka menjaga
فُرُوجَهُمْ ۚ furūjahum kemaluan mereka
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
أَزْكَىٰ azkā lebih bersih/suci
لَهُمْ ۗ lahum bagi mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat

Ayat 31 - Surah An-Noor: 78 kata

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَـٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّـٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

وَقُل waqul dan katakanlah
لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ lil'mu'mināti kepada wanita-wanita yang beriman
يَغْضُضْنَ yaghḍuḍ'na mereka menutup/menahan
مِنْ min dari
أَبْصَـٰرِهِنَّ abṣārihinna pandangan mereka
وَيَحْفَظْنَ wayaḥfaẓna dan mereka menjaga
فُرُوجَهُنَّ furūjahunna kemaluan mereka
وَلَا walā dan jangan
يُبْدِينَ yub'dīna mereka menampakkan
زِينَتَهُنَّ zīnatahunna perhiasan mereka
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
ظَهَرَ ẓahara yang nampak
مِنْهَا ۖ min'hā dari padanya
وَلْيَضْرِبْنَ walyaḍrib'na dan hendaklah mereka menutupkan
بِخُمُرِهِنَّ bikhumurihinna dengan kerudung mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
جُيُوبِهِنَّ ۖ juyūbihinna dada mereka
وَلَا walā dan jangan
يُبْدِينَ yub'dīna mereka menampakkan
زِينَتَهُنَّ zīnatahunna perhiasan mereka
إِلَّا illā kecuali
لِبُعُولَتِهِنَّ libuʿūlatihinna kepada suami mereka
أَوْ aw atau
ءَابَآئِهِنَّ ābāihinna ayah-ayah mereka
أَوْ aw atau
ءَابَآءِ ābāi ayah-ayah
بُعُولَتِهِنَّ buʿūlatihinna suami mereka
أَوْ aw atau
أَبْنَآئِهِنَّ abnāihinna anak-anak mereka
أَوْ aw atau
أَبْنَآءِ abnāi anak-anak
بُعُولَتِهِنَّ buʿūlatihinna suami mereka
أَوْ aw atau
إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka
أَوْ aw atau
بَنِىٓ banī anak laki-laki
إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka
أَوْ aw atau
بَنِىٓ banī anak laki-laki
أَخَوَٰتِهِنَّ akhawātihinna saudara wanita mereka
أَوْ aw atau
نِسَآئِهِنَّ nisāihinna wanita-wanita (sesamanya)
أَوْ aw atau
مَا mā apa
مَلَكَتْ malakat yang memiliki
أَيْمَـٰنُهُنَّ aymānuhunna budak-budak mereka
أَوِ awi atau
ٱلتَّـٰبِعِينَ l-tābiʿīna pengikut/pelayan-pelayan mereka
غَيْرِ ghayri tidak
أُو۟لِى ulī mempunyai
ٱلْإِرْبَةِ l-ir'bati keinginan
مِنَ mina dari
ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki
أَوِ awi atau
ٱلطِّفْلِ l-ṭif'li anak-anak kecil
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَمْ lam tidak
يَظْهَرُوا۟ yaẓharū terang/mengerti
عَلَىٰ ʿalā atas
عَوْرَٰتِ ʿawrāti aurat
ٱلنِّسَآءِ ۖ l-nisāi wanita-wanita
وَلَا walā dan jangan
يَضْرِبْنَ yaḍrib'na mereka memukulkan
بِأَرْجُلِهِنَّ bi-arjulihinna dengan kaki mereka
لِيُعْلَمَ liyuʿ'lama agar diketahui
مَا mā apa
يُخْفِينَ yukh'fīna mereka sembunyikan
مِن min dari
زِينَتِهِنَّ ۚ zīnatihinna perhiasan mereka
وَتُوبُوٓا۟ watūbū dan bertaubatlah
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
جَمِيعًا jamīʿan semuanya
أَيُّهَ ayyuha hai
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung

Ayat 32 - Surah An-Noor: 17 kata

وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَـٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّـٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

وَأَنكِحُوا۟ wa-ankiḥū dan nikahkanlah
ٱلْأَيَـٰمَىٰ l-ayāmā orang-orang yang sendirian
مِنكُمْ minkum diantara kamu
وَٱلصَّـٰلِحِينَ wal-ṣāliḥīna dan orang-orang yang layak
مِنْ min dari
عِبَادِكُمْ ʿibādikum budak-budak lelakimu
وَإِمَآئِكُمْ ۚ wa-imāikum dan budak-budak perempuan
إِن in jika
يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah
فُقَرَآءَ fuqarāa fakir
يُغْنِهِمُ yugh'nihimu memberi kekayaan/kemampuan pada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 33 - Surah An-Noor: 48 kata

وَلْيَسْتَعْفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱلَّذِينَ يَبْتَغُونَ ٱلْكِتَـٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًۭا ۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ ءَاتَىٰكُمْ ۚ وَلَا تُكْرِهُوا۟ فَتَيَـٰتِكُمْ عَلَى ٱلْبِغَآءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًۭا لِّتَبْتَغُوا۟ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعْدِ إِكْرَٰهِهِنَّ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

وَلْيَسْتَعْفِفِ walyastaʿfifi dan hendaklah menjaga kehormatan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā (mereka) tidak
يَجِدُونَ yajidūna dapat/mampu
نِكَاحًا nikāḥan nikah/kawin
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُغْنِيَهُمُ yugh'niyahumu memberi kekayaan/kemampuan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يَبْتَغُونَ yabtaghūna (mereka) menginginkan
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba catatan/perjanjian
مِمَّا mimmā dari apa
مَلَكَتْ malakat kamu miliki
أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum budak-budak kamu
فَكَاتِبُوهُمْ fakātibūhum maka adakan perjanjian dengan mereka
إِنْ in jika
عَلِمْتُمْ ʿalim'tum kamu ketahui
فِيهِمْ fīhim pada mereka
خَيْرًۭا ۖ khayran kebaikan
وَءَاتُوهُم waātūhum dan berikanlah mereka
مِّن min dari
مَّالِ māli harta
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
ءَاتَىٰكُمْ ۚ ātākum diberikan/dikaruniakan padamu
وَلَا walā dan jangan
تُكْرِهُوا۟ tuk'rihū kamu memaksa
فَتَيَـٰتِكُمْ fatayātikum budak-budak perempuan
عَلَى ʿalā atas
ٱلْبِغَآءِ l-bighāi melakukan pelacuran
إِنْ in jika
أَرَدْنَ aradna mereka menghendaki
تَحَصُّنًۭا taḥaṣṣunan menjaga kesucian
لِّتَبْتَغُوا۟ litabtaghū karena kamu mencari
عَرَضَ ʿaraḍa keuntungan
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia
وَمَن waman dan barangsiapa
يُكْرِههُّنَّ yuk'rihhunna ia memaksa mereka
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
إِكْرَٰهِهِنَّ ik'rāhihinna memaksa mereka
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 34 - Surah An-Noor: 13 kata

وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ ءَايَـٰتٍۢ مُّبَيِّنَـٰتٍۢ وَمَثَلًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
ءَايَـٰتٍۢ āyātin ayat-ayat
مُّبَيِّنَـٰتٍۢ mubayyinātin memberikan penerangan
وَمَثَلًۭا wamathalan dan contoh-contoh
مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَلَوْا۟ khalaw (mereka) terdahulu
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran
لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 35 - Surah An-Noor: 48 kata

۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍۢ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌۭ دُرِّىٌّۭ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍۢ مُّبَـٰرَكَةٍۢ زَيْتُونَةٍۢ لَّا شَرْقِيَّةٍۢ وَلَا غَرْبِيَّةٍۢ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۭ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍۢ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَـٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah
نُورُ nūru cahaya
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
مَثَلُ mathalu perumpamaan
نُورِهِۦ nūrihi cahaya-Nya
كَمِشْكَوٰةٍۢ kamish'katin seperti lobang
فِيهَا fīhā didalamnya
مِصْبَاحٌ ۖ miṣ'bāḥun pelita
ٱلْمِصْبَاحُ l-miṣ'bāḥu pelita itu
فِى fī di
زُجَاجَةٍ ۖ zujājatin dalam kaca
ٱلزُّجَاجَةُ l-zujājatu kaca itu
كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan
كَوْكَبٌۭ kawkabun bintang
دُرِّىٌّۭ durriyyun berkilauan
يُوقَدُ yūqadu ia dinyalakan
مِن min dari
شَجَرَةٍۢ shajaratin pohon
مُّبَـٰرَكَةٍۢ mubārakatin yang banyak keberkatan
زَيْتُونَةٍۢ zaytūnatin pohon zaitun
لَّا lā tidak
شَرْقِيَّةٍۢ sharqiyyatin di sebelah timur
وَلَا walā dan tidak
غَرْبِيَّةٍۢ gharbiyyatin di sebelah barat
يَكَادُ yakādu hampir-hampir
زَيْتُهَا zaytuhā minyaknya
يُضِىٓءُ yuḍīu dia menerangi
وَلَوْ walaw walaupun
لَمْ lam tidak
تَمْسَسْهُ tamsashu menyentuhnya
نَارٌۭ ۚ nārun api
نُّورٌ nūrun cahaya
عَلَىٰ ʿalā di atas
نُورٍۢ ۗ nūrin cahaya
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِنُورِهِۦ linūrihi kepada cahaya-Nya
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَيَضْرِبُ wayaḍribu dan membuat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْأَمْثَـٰلَ l-amthāla perumpamaan
لِلنَّاسِ ۗ lilnnāsi bagi manusia
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 36 - Surah An-Noor: 14 kata

فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

فِى fī di dalam
بُيُوتٍ buyūtin rumah-rumah
أَذِنَ adhina mengizinkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an untuk
تُرْفَعَ tur'faʿa meninggikan menjunjung tinggi
وَيُذْكَرَ wayudh'kara dan disebut
فِيهَا fīhā didalamnya
ٱسْمُهُۥ us'muhu nama-Nya
يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih
لَهُۥ lahu kepada-Nya
فِيهَا fīhā didalamnya
بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi
وَٱلْـَٔاصَالِ wal-āṣāli dan petang

Ayat 37 - Surah An-Noor: 19 kata

رِجَالٌۭ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَـٰرَةٌۭ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًۭا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَـٰرُ

laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

رِجَالٌۭ rijālun orang-orang lelaki
لَّا lā tidak
تُلْهِيهِمْ tul'hīhim melalaikan mereka
تِجَـٰرَةٌۭ tijāratun perniagaan
وَلَا walā dan tidak
بَيْعٌ bayʿun jual-beli
عَن ʿan dari
ذِكْرِ dhik'ri mengingat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَإِقَامِ wa-iqāmi dan mendirikan
ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat
وَإِيتَآءِ waītāi dan membayarkan
ٱلزَّكَوٰةِ ۙ l-zakati zakat
يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut
يَوْمًۭا yawman pada hari
تَتَقَلَّبُ tataqallabu bolak-balik/goncang
فِيهِ fīhi padanya/hari itu
ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati
وَٱلْأَبْصَـٰرُ wal-abṣāru dan penglihatan

Ayat 38 - Surah An-Noor: 14 kata

لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍۢ

(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

لِيَجْزِيَهُمُ liyajziyahumu karena hendak memberi balasan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَحْسَنَ aḥsana lebih baik
مَا mā apa
عَمِلُوا۟ ʿamilū yang mereka kerjakan
وَيَزِيدَهُم wayazīdahum dan Dia menambah mereka
مِّن min dari
فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karunia-Nya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَرْزُقُ yarzuqu Dia memberi rezeki
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa
حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan

Ayat 39 - Surah An-Noor: 22 kata

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَعْمَـٰلُهُمْ كَسَرَابٍۭ بِقِيعَةٍۢ يَحْسَبُهُ ٱلظَّمْـَٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًۭٔا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka
كَسَرَابٍۭ kasarābin seperti fatamorgana
بِقِيعَةٍۢ biqīʿatin tanah datar/padang pasir
يَحْسَبُهُ yaḥsabuhu mengiranya
ٱلظَّمْـَٔانُ l-ẓamānu orang-orang yang dahaga
مَآءً māan air
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
جَآءَهُۥ jāahu ia mendatanginya
لَمْ lam ia tidak
يَجِدْهُ yajid'hu mendapatkannya
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَوَجَدَ wawajada dan ia mendapatkan
ٱللَّهَ l-laha Allah
عِندَهُۥ ʿindahu disisinya
فَوَفَّىٰهُ fawaffāhu lalu Dia mencukupkan
حِسَابَهُۥ ۗ ḥisābahu perhitungannya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat
ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan

Ayat 40 - Surah An-Noor: 33 kata

أَوْ كَظُلُمَـٰتٍۢ فِى بَحْرٍۢ لُّجِّىٍّۢ يَغْشَىٰهُ مَوْجٌۭ مِّن فَوْقِهِۦ مَوْجٌۭ مِّن فَوْقِهِۦ سَحَابٌۭ ۚ ظُلُمَـٰتٌۢ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَآ أَخْرَجَ يَدَهُۥ لَمْ يَكَدْ يَرَىٰهَا ۗ وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورًۭا فَمَا لَهُۥ مِن نُّورٍ

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

أَوْ aw atau
كَظُلُمَـٰتٍۢ kaẓulumātin seperti gelap gulita
فِى fī dalam
بَحْرٍۢ baḥrin laut
لُّجِّىٍّۢ lujjiyyin yang dalam
يَغْشَىٰهُ yaghshāhu meliputinya
مَوْجٌۭ mawjun ombak
مِّن min dari
فَوْقِهِۦ fawqihi atasnya
مَوْجٌۭ mawjun ombak
مِّن min dari
فَوْقِهِۦ fawqihi atasnya
سَحَابٌۭ ۚ saḥābun awan
ظُلُمَـٰتٌۢ ẓulumātun gelap gulita
بَعْضُهَا baʿḍuhā sebagiannya
فَوْقَ fawqa di atas
بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain
إِذَآ idhā apabila
أَخْرَجَ akhraja dia mengeluarkan
يَدَهُۥ yadahu tangannya
لَمْ lam tidak
يَكَدْ yakad hampir
يَرَىٰهَا ۗ yarāhā dia melihatnya
وَمَن waman dan barangsiapa
لَّمْ lam tidak
يَجْعَلِ yajʿali menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَهُۥ lahu baginya
نُورًۭا nūran cahaya
فَمَا famā maka tidak
لَهُۥ lahu baginya
مِن min dari
نُّورٍ nūrin cahaya

Ayat 41 - Surah An-Noor: 21 kata

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَـٰٓفَّـٰتٍۢ ۖ كُلٌّۭ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih
لَهُۥ lahu kepada-Nya
مَن man orang/apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَٱلطَّيْرُ wal-ṭayru dan burung
صَـٰٓفَّـٰتٍۢ ۖ ṣāffātin mengembangkan sayap
كُلٌّۭ kullun masing-masing
قَدْ qad sungguh
عَلِمَ ʿalima telah mengetahui
صَلَاتَهُۥ ṣalātahu sholatnya/berdo'anya
وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ watasbīḥahu dan bertasbihnya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap/apa
يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan

Ayat 42 - Surah An-Noor: 7 kata

وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).

وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 43 - Surah An-Noor: 38 kata

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًۭا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًۭا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَـٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍۢ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍۢ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَـٰرِ

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُزْجِى yuz'jī mengarak/menghalau
سَحَابًۭا saḥāban awan
ثُمَّ thumma kemudian
يُؤَلِّفُ yu-allifu Dia mengumpulkan
بَيْنَهُۥ baynahu diantaranya
ثُمَّ thumma kemudian
يَجْعَلُهُۥ yajʿaluhu Dia menjadikannya
رُكَامًۭا rukāman bertindih-tindih
فَتَرَى fatarā maka kamu lihat
ٱلْوَدْقَ l-wadqa hujan
يَخْرُجُ yakhruju keluar
مِنْ min dari
خِلَـٰلِهِۦ khilālihi celah-celahnya
وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan
مِنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
مِن min dari
جِبَالٍۢ jibālin gunung
فِيهَا fīhā didalamnya
مِنۢ min dari
بَرَدٍۢ baradin salju/es
فَيُصِيبُ fayuṣību lalu Dia timpakan
بِهِۦ bihi dengannya
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيَصْرِفُهُۥ wayaṣrifuhu dan Dia menghindarkannya
عَن ʿan dari
مَّن man siapa
يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki
يَكَادُ yakādu hampir-hampir
سَنَا sanā cahaya
بَرْقِهِۦ barqihi berkilatnya (awan)
يَذْهَبُ yadhhabu menghilangkan
بِٱلْأَبْصَـٰرِ bil-abṣāri dengan penglihatan

Ayat 44 - Surah An-Noor: 10 kata

يُقَلِّبُ ٱللَّهُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةًۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَبْصَـٰرِ

Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.

يُقَلِّبُ yuqallibu membolak-balik/mempergantikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّيْلَ al-layla malam
وَٱلنَّهَارَ ۚ wal-nahāra dan siang
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī pada
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan sungguh pelajaran
لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai
ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri pemandangan

Ayat 45 - Surah An-Noor: 31 kata

وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍۢ مِّن مَّآءٍۢ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍۢ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَلَقَ khalaqa menciptakan
كُلَّ kulla semua
دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang merayap
مِّن min dari
مَّآءٍۢ ۖ māin air
فَمِنْهُم famin'hum maka sebagian mereka
مَّن man orang/binatang
يَمْشِى yamshī ia berjalan
عَلَىٰ ʿalā atas
بَطْنِهِۦ baṭnihi perutnya
وَمِنْهُم wamin'hum dan sebagian mereka
مَّن man orang/binatang
يَمْشِى yamshī ia berjalan
عَلَىٰ ʿalā atas
رِجْلَيْنِ rij'layni dua kakinya
وَمِنْهُم wamin'hum dan sebagian mereka
مَّن man orang/binatang
يَمْشِى yamshī ia berjalan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَرْبَعٍۢ ۚ arbaʿin empat
يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَا mā apa
يَشَآءُ ۚ yashāu yang Dia kehendaki
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli tiap-tiap
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 46 - Surah An-Noor: 11 kata

لَّقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَـٰتٍۢ مُّبَيِّنَـٰتٍۢ ۚ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

لَّقَدْ laqad sesungguhnya
أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan
ءَايَـٰتٍۢ āyātin ayat-ayat
مُّبَيِّنَـٰتٍۢ ۚ mubayyinātin nyata/jelas
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus

Ayat 47 - Surah An-Noor: 15 kata

وَيَقُولُونَ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌۭ مِّنْهُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan mereka berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami mentaati (keduanya)". Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَبِٱلرَّسُولِ wabil-rasūli dan kepada Rasul
وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami mentaati
ثُمَّ thumma kemudian
يَتَوَلَّىٰ yatawallā berpaling
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
مِّنْهُم min'hum dari mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian itu
وَمَآ wamā dan tidaklah
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka
بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang yang beriman

Ayat 48 - Surah An-Noor: 11 kata

وَإِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌۭ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ

Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
دُعُوٓا۟ duʿū mereka dipanggil
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya
لِيَحْكُمَ liyaḥkuma agar dia menghukum
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
إِذَا idhā tiba-tiba
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
مِّنْهُم min'hum dari mereka
مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna mereka berpaling

Ayat 49 - Surah An-Noor: 7 kata

وَإِن يَكُن لَّهُمُ ٱلْحَقُّ يَأْتُوٓا۟ إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ

Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.

وَإِن wa-in dan jika
يَكُن yakun adalah
لَّهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar
يَأْتُوٓا۟ yatū mereka datang
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
مُذْعِنِينَ mudh'ʿinīna mereka taat

Ayat 50 - Surah An-Noor: 16 kata

أَفِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ٱرْتَابُوٓا۟ أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُۥ ۚ بَلْ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

أَفِى afī apakah dalam
قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka
مَّرَضٌ maraḍun penyakit
أَمِ ami ataukah
ٱرْتَابُوٓا۟ ir'tābū mereka ragu-ragu
أَمْ am ataukah
يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut
أَن an bahwa
يَحِيفَ yaḥīfa berlaku tidak adil/zalim
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan Rasul-Nya
بَلْ bal sebenarnya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Ayat 51 - Surah An-Noor: 18 kata

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
كَانَ kāna adalah
قَوْلَ qawla perkataan
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
إِذَا idhā tatkala
دُعُوٓا۟ duʿū mereka dipanggil
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya
لِيَحْكُمَ liyaḥkuma agar dia menghukum
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
أَن an bahwa
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar
وَأَطَعْنَا ۚ wa-aṭaʿnā dan kami mentaati
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 52 - Surah An-Noor: 10 kata

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.

وَمَن waman dan barangsiapa
يُطِعِ yuṭiʿi dia taat
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan Rasul-Nya
وَيَخْشَ wayakhsha dan dia takut
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَيَتَّقْهِ wayattaqhi dan bertakwa kepada-Nya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang mendapat kemenangan

Ayat 53 - Surah An-Noor: 17 kata

۞ وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ ۖ قُل لَّا تُقْسِمُوا۟ ۖ طَاعَةٌۭ مَّعْرُوفَةٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: "Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

۞ وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
جَهْدَ jahda sungguh-sungguh
أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka
لَئِنْ la-in sungguh jika
أَمَرْتَهُمْ amartahum kamu menyuruh mereka
لَيَخْرُجُنَّ ۖ layakhrujunna pasti mereka keluar/pergi
قُل qul katakanlah
لَّا lā jangan
تُقْسِمُوا۟ ۖ tuq'simū kamu bersumpah
طَاعَةٌۭ ṭāʿatun ketaatan
مَّعْرُوفَةٌ ۚ maʿrūfatun kebaikan/lebih baik
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 54 - Surah An-Noor: 23 kata

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا۟ ۚ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

Katakanlah: "Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".

قُلْ qul katakanlah
أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu
ٱلرَّسُولَ ۖ l-rasūla Rasul
فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya/hanyalah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Rasul)
مَا mā apa
حُمِّلَ ḥummila yang dibebankan
وَعَلَيْكُم waʿalaykum dan atas kamu
مَّا mā apa
حُمِّلْتُمْ ۖ ḥummil'tum yang dibebankan atasmu
وَإِن wa-in dan jika
تُطِيعُوهُ tuṭīʿūhu kamu mentaatinya
تَهْتَدُوا۟ ۚ tahtadū kamu mendapat petunjuk
وَمَا wamā dan tidaklah
عَلَى ʿalā atas
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
إِلَّا illā kecuali
ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian
ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata/terang

Ayat 55 - Surah An-Noor: 38 kata

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًۭا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًۭٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

وَعَدَ waʿada telah berjanji
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مِنكُمْ minkum diantara kamu
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ layastakhlifannahum sungguh Dia menjadikan mereka berkuasa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
كَمَا kamā sebagaimana
ٱسْتَخْلَفَ is'takhlafa berkuasa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
وَلَيُمَكِّنَنَّ walayumakkinanna dan sungguh Dia akan meneguhkan
لَهُمْ lahum bagi mereka
دِينَهُمُ dīnahumu agama mereka
ٱلَّذِى alladhī yang
ٱرْتَضَىٰ ir'taḍā Dia rida
لَهُمْ lahum untuk mereka
وَلَيُبَدِّلَنَّهُم walayubaddilannahum dan sungguh Dia akan mengganti mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
خَوْفِهِمْ khawfihim takut mereka
أَمْنًۭا ۚ amnan aman sentosa
يَعْبُدُونَنِى yaʿbudūnanī mereka menyembah-Ku
لَا lā tidak
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka mempersekutukan
بِى bī dengan Aku
شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu
وَمَن waman dan barangsiapa
كَفَرَ kafara ia kafir
بَعْدَ baʿda sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 56 - Surah An-Noor: 8 kata

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.

وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikanlah
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat

Ayat 57 - Surah An-Noor: 11 kata

لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ وَلَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu.

لَا lā jangan
تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مُعْجِزِينَ muʿ'jizīna mereka dapat melemahkan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
وَمَأْوَىٰهُمُ wamawāhumu dan tempat kembali mereka
ٱلنَّارُ ۖ l-nāru api/neraka
وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh amat buruk
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 58 - Surah An-Noor: 49 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَـٰثَ مَرَّٰتٍۢ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَـٰثُ عَوْرَٰتٍۢ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّٰفُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ liyastadhinkumu hendaklah meminta izin kepadamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مَلَكَتْ malakat memiliki
أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum tangan kananmu
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
لَمْ lam (mereka) belum
يَبْلُغُوا۟ yablughū sampai
ٱلْحُلُمَ l-ḥuluma mimpi
مِنكُمْ minkum diantara kamu
ثَلَـٰثَ thalātha tiga
مَرَّٰتٍۢ ۚ marrātin kali
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
صَلَوٰةِ ṣalati sholat
ٱلْفَجْرِ l-fajri fajar/subuh
وَحِينَ waḥīna dan ketika
تَضَعُونَ taḍaʿūna kamu menanggalkan
ثِيَابَكُم thiyābakum pakaian kamu
مِّنَ mina dari
ٱلظَّهِيرَةِ l-ẓahīrati yang tampak (luar)
وَمِنۢ wamin dan dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
صَلَوٰةِ ṣalati sholat
ٱلْعِشَآءِ ۚ l-ʿishāi 'Isya'
ثَلَـٰثُ thalāthu tiga
عَوْرَٰتٍۢ ʿawrātin 'aurat
لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian
لَيْسَ laysa tidak/bukan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَلَا walā dan tidak
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
جُنَاحٌۢ junāḥun berdosa
بَعْدَهُنَّ ۚ baʿdahunna sesudah mereka
طَوَّٰفُونَ ṭawwāfūna mereka melayani
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu
عَلَىٰ ʿalā atas
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْـَٔايَـٰتِ ۗ l-āyāti ayat-ayat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 59 - Surah An-Noor: 19 kata

وَإِذَا بَلَغَ ٱلْأَطْفَـٰلُ مِنكُمُ ٱلْحُلُمَ فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ كَمَا ٱسْتَـْٔذَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
بَلَغَ balagha telah sampai
ٱلْأَطْفَـٰلُ l-aṭfālu anak-anak
مِنكُمُ minkumu dari kamu
ٱلْحُلُمَ l-ḥuluma bermimpi
فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ falyastadhinū maka hendaklah mereka meminta izin
كَمَا kamā seperti
ٱسْتَـْٔذَنَ is'tadhana minta izin
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَـٰتِهِۦ ۗ āyātihi ayat-ayat-Nya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 60 - Surah An-Noor: 23 kata

وَٱلْقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّـٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًۭا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَـٰتٍۭ بِزِينَةٍۢ ۖ وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌۭ لَّهُنَّ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.

وَٱلْقَوَٰعِدُ wal-qawāʿidu azas-azas/yang tua
مِنَ mina dari
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan-perempuan
ٱلَّـٰتِى allātī yang
لَا lā tidak
يَرْجُونَ yarjūna mereka ingin
نِكَاحًۭا nikāḥan kawin
فَلَيْسَ falaysa maka tidak
عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka
جُنَاحٌ junāḥun berdosa
أَن an bahwa
يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka menanggalkan
ثِيَابَهُنَّ thiyābahunna pakaian mereka
غَيْرَ ghayra tidak
مُتَبَرِّجَـٰتٍۭ mutabarrijātin menampakkan
بِزِينَةٍۢ ۖ bizīnatin dengan perhiasan
وَأَن wa-an dan jika
يَسْتَعْفِفْنَ yastaʿfif'na mereka berlaku sopan
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّهُنَّ ۗ lahunna bagi mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 61 - Surah An-Noor: 76 kata

لَّيْسَ عَلَى ٱلْأَعْمَىٰ حَرَجٌۭ وَلَا عَلَى ٱلْأَعْرَجِ حَرَجٌۭ وَلَا عَلَى ٱلْمَرِيضِ حَرَجٌۭ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا۟ مِنۢ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَـٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَٰنِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَـٰمِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّـٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَٰلِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَـٰلَـٰتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا۟ جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًۭا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًۭا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةًۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَـٰرَكَةًۭ طَيِّبَةًۭ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

لَّيْسَ laysa tidak ada
عَلَى ʿalā atas
ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang buta
حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan
وَلَا walā dan tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلْأَعْرَجِ l-aʿraji orang pincang
حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan
وَلَا walā dan tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمَرِيضِ l-marīḍi orang sakit
حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan/larangan
وَلَا walā dan tidak
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri
أَن an bahwa
تَأْكُلُوا۟ takulū kamu makan
مِنۢ min dari/di
بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumah-rumah kamu
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
ءَابَآئِكُمْ ābāikum bapak-bapak kamu
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
أُمَّهَـٰتِكُمْ ummahātikum ibu-ibu kamu
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
إِخْوَٰنِكُمْ ikh'wānikum saudara laki-laki kamu
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
أَخَوَٰتِكُمْ akhawātikum saudara perempuan kamu
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
أَعْمَـٰمِكُمْ aʿmāmikum saudara bapak kamu laki-laki
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
عَمَّـٰتِكُمْ ʿammātikum saudara bapak kamu perempuan
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
أَخْوَٰلِكُمْ akhwālikum saudara laki-laki ibu kamu
أَوْ aw atau
بُيُوتِ buyūti rumah-rumah
خَـٰلَـٰتِكُمْ khālātikum saudara perempuan ibu kamu
أَوْ aw atau
مَا mā apa (rumah)
مَلَكْتُم malaktum kamu miliki
مَّفَاتِحَهُۥٓ mafātiḥahu kunci-kuncinya
أَوْ aw atau
صَدِيقِكُمْ ۚ ṣadīqikum teman-teman kamu
لَيْسَ laysa tidak
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
جُنَاحٌ junāḥun berdosa/larangan
أَن an bahwa
تَأْكُلُوا۟ takulū kamu makan
جَمِيعًا jamīʿan semua/bersama-sama
أَوْ aw atau
أَشْتَاتًۭا ۚ ashtātan sendirian
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuk
بُيُوتًۭا buyūtan rumah-rumah
فَسَلِّمُوا۟ fasallimū maka beri salamlah
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri
تَحِيَّةًۭ taḥiyyatan penghormatan
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مُبَـٰرَكَةًۭ mubārakatan diberi berkat
طَيِّبَةًۭ ۚ ṭayyibatan suci/baik
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menjelaskan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 62 - Surah An-Noor: 39 kata

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَإِذَا كَانُوا۟ مَعَهُۥ عَلَىٰٓ أَمْرٍۢ جَامِعٍۢ لَّمْ يَذْهَبُوا۟ حَتَّىٰ يَسْتَـْٔذِنُوهُ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ فَإِذَا ٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَن لِّمَن شِئْتَ مِنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمُ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mu'min
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-Nya
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
كَانُوا۟ kānū mereka berada
مَعَهُۥ maʿahu bersamanya
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَمْرٍۢ amrin suatu perkara/urusan
جَامِعٍۢ jāmiʿin berkumpul/pertemuan
لَّمْ lam mereka tidak
يَذْهَبُوا۟ yadhhabū pergi/meninggalkan
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَسْتَـْٔذِنُوهُ ۚ yastadhinūhu mereka minta izin kepadanya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَسْتَـْٔذِنُونَكَ yastadhinūnaka (mereka) minta izin kepadamu
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan Rasul-Nya
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
ٱسْتَـْٔذَنُوكَ is'tadhanūka mereka minta izin kepadamu
لِبَعْضِ libaʿḍi karena sebagian
شَأْنِهِمْ shanihim keperluan mereka
فَأْذَن fadhan maka izinkanlah
لِّمَن liman kepada siapa
شِئْتَ shi'ta kamu kehendaki
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampunan
لَهُمُ lahumu untuk mereka
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 63 - Surah An-Noor: 27 kata

لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًۭا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًۭا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

لَّا lā janganlah
تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan
دُعَآءَ duʿāa seruan/panggilan
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu
كَدُعَآءِ kaduʿāi seperti seruan/panggilan
بَعْضِكُم baʿḍikum sebagian kamu
بَعْضًۭا ۚ baʿḍan sebagian yang lain
قَدْ qad sesungguhnya
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَسَلَّلُونَ yatasallalūna (mereka) pergi berangsur-angsur
مِنكُمْ minkum diantara kamu
لِوَاذًۭا ۚ liwādhan berlindung
فَلْيَحْذَرِ falyaḥdhari maka hendaklah takut
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُخَالِفُونَ yukhālifūna (mereka) menyalahi
عَنْ ʿan dari
أَمْرِهِۦٓ amrihi perintah-Nya
أَن an akan
تُصِيبَهُمْ tuṣībahum menimpa mereka
فِتْنَةٌ fit'natun fitnah/cobaan
أَوْ aw atau
يُصِيبَهُمْ yuṣībahum menimpa mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌ alīmun pedih

Ayat 64 - Surah An-Noor: 22 kata

أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قَدْ يَعْلَمُ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ وَيَوْمَ يُرْجَعُونَ إِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu.

أَلَآ alā ketahuilah
إِنَّ inna sesungguhnya
لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan dibumi
قَدْ qad sesungguhnya
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
مَآ mā apa yang
أَنتُمْ antum kamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
وَيَوْمَ wayawma dan hari
يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan
إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya
فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia menerangkan kepada mereka
بِمَا bimā dengan apa
عَمِلُوا۟ ۗ ʿamilū mereka kerjakan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 31%
Bulan baru dalam 6 hari
الحمد لله Segala puji bagi Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi