Islam > Glosarium > Al-astqama
Découvrez la signification du terme Al-astqama (استقامة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaAdalah keadaan garis yang bagian-bagiannya yang dibayangkan berimpit satu sama lain dalam segala posisi. Dalam pemakaian ahl al-haqiqah (orang-orang hakikat): yaitu setia kepada segala ikatan dan berpegang pada jalan yang lurus dengan menjaga ukuran tengah dalam segala hal: makan, minum dan pakaian, dan dalam segala urusan agama dan dunia; itulah jalan yang lurus, serupa dengan shirath di akhirat; karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: «Surah Hud telah menua aku», ketika diturunkan: «Maka bertegak luruslah engkau sebagaimana diperintahkan kepadamu».
Dan agar disatukan penunaian ketaatan dan penghindaran maksiat. Dikatakan: istiqamah adalah lawan dari bengkok (i'wijaj); ia adalah perjalanan hamba di atas jalan penghambaan, dipandu oleh syariat dan akal.
Keteguhan. Dikatakan: istiqamah adalah tidak memilih sesuatu dengan pilihan sendiri menentang Allah.
Abu Ali ad-Daqqaq berkata: ia memiliki tiga derajat: yang pertama adalah pelurusan (taqwim), yaitu pendisiplinan jiwa; yang kedua penegakan (iqamah), yaitu penyucian hati; yang ketiga istiqamah, yaitu pendekatan rahasia-rahasia.
Keadaan garis yang bagian-bagiannya yang dibayangkan berimpit satu sama lain. Di mata kelompok atas para sufi, semoga Allah meridhai mereka semua: istiqamah adalah setia kepada segala ikatan dan berpegang pada jalan yang lurus dengan menjaga ukuran tengah dalam segala hal: makan, minum dan pakaian, dalam segala urusan agama dan dunia; itulah jalan yang lurus, serupa dengan shirath di akhirat; karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: «Surah Hud telah menua aku», ketika turun: «Bertindaklah lurus sebagaimana diperintahkan kepadamu».