Découvrez la signification du terme Al-klam (كلام) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 3 menit bacaSesuatu yang mengandung dua kata berdasarkan pengisbatan (isnad).
Sebuah ilmu yang membahas Dzat Allah Ta'ala dan sifat-sifat-Nya, serta keadaan hal-hal yang mungkin (mumkinat), tentang asal (mabda') dan kembali (ma'ad), menurut syariat Islam; pembatasan pada akhir menyingkirkan ilmu ketuhanan para filsuf. Menurut para ahli nahwu: ialah makna tersusun yang mengandung pengisbatan yang sempurna.
Sebuah ilmu yang meneliti persoalan-persoalan yang darinya diperoleh pengetahuan tentang kembali (ma'ad) dan apa yang berkaitan dengannya: surga, neraka, shirath, mizan, pahala, dan azab; dikatakan: ilmu kalam adalah pengetahuan tentang kaidah-kaidah syariat akidah yang diperoleh melalui dalil-dalil.
Seperti kalimah, dalam penurunan, dari kalm (dengan lam sukun), yaitu luka. Ia dapat dipakai untuk apa yang diucapkan, sedikit atau banyak. Menurut para ahli nahwu: lafaz yang mengandung dua kata berdasarkan pengisbatan, tanpa pembatasan, yaitu pengisbatan itu dimaksudkan untuk dirinya sendiri atau tidak; maka kalam dan jumlah adalah sinonim, sebagaimana dikemukakan penulis al-Lubab dan penulis al-Mufashal, dan ke arah mana dituju perkataan imam Ibnu al-Hajib, rahimahullah, ketika beliau tidak membatasi pengisbatan pada yang dimaksud untuk dirinya sendiri; sedangkan ketika beliau membatasinya demikian, terjadi di antara keduanya relasi umum dan khusus mutlaq.
Mengeluarkan ke lahir apa yang berada di dalam batin, bagi yang menyaksikannya, menurut salah satu bentuk penampakan. Ilmu kalam: sebuah ilmu yang membahas Dzat Allah, sifat-sifat-Nya, dan keadaan hal-hal yang mungkin, tentang asal dan kembali, menurut syariat Islam. Menurut para ahli nahwu: makna tersusun yang mengandung pengisbatan dan kesempurnaan; ia dinyatakan dengan: sesuatu yang mengandung dalam perkataan sebuah pengisbatan bermakna yang dimaksudkan untuk dirinya sendiri.
Kaum Mu'tazilah berkata: ia lafaziah untuk yang berkaitan dengan lisaniah; al-Asy'ari berkata: kadang-kadang untuk yang berkaitan dengan jiwa, pilihan as-Subki, dan kadang-kadang terbagi di antara keduanya, sebagaimana diriwayatkan imam ar-Razi dari para muhaqqiq. Dikatakan: seperti qaul dan kalimah, ia berlaku untuk yang berkaitan dengan lisaniah, yaitu lafaz, dan yang berkaitan dengan jiwa, yaitu makna yang qarar dalam jiwa. Ibnu al-Hajib menyebutkan bahwa ia terbagi antara nafsiyah dan lisaniah (al-Mishbah al-Munir, akar kalam, hlm.
539; at-Tawqif, hlm. 607; at-Tamhid karya al-Isna'i, hlm. 136).
Lafaz-lafaz tersusun yang sempurna, dan huruf-huruf penunjuk makna yang memberi arti.
Mengeluarkan ke lahir apa yang berada di dalam batin, bagi yang menyaksikannya, menurut salah satu bentuk penampakan. Ilmu kalam adalah sebuah ilmu yang membahas Dzat Allah dan sifat-sifat-Nya serta keadaan hal-hal yang mungkin, tentang asal dan kembali, menurut syariat Islam.