Surah Al-Ahqaf kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Ahqaf kata demi kata

Al-Ahqaf (الأحقاف) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 35 ayat, 643 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 643 kata untuk dipelajari, Surah Al-Ahqaf menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 4 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Ahqaf: 1 kata

حمٓ

Haa Miim.

حمٓ hha-meem Haa Miim

Ayat 2 - Surah Al-Ahqaf: 6 kata

تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

تَنزِيلُ tanzīlu turunnya
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana

Ayat 3 - Surah Al-Ahqaf: 15 kata

مَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَمَّآ أُنذِرُوا۟ مُعْرِضُونَ

Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.

مَا mā tidak
خَلَقْنَا khalaqnā Kami menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
وَمَا wamā dan apa yang ada
بَيْنَهُمَآ baynahumā diantara keduanya
إِلَّا illā kecuali
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar
وَأَجَلٍۢ wa-ajalin dan waktu
مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
عَمَّآ ʿammā dari apa
أُنذِرُوا۟ undhirū mereka diperingatkan
مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna oran-orang yang berpaling

Ayat 4 - Surah Al-Ahqaf: 29 kata

قُلْ أَرَءَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِى مَاذَا خَلَقُوا۟ مِنَ ٱلْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌۭ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ۖ ٱئْتُونِى بِكِتَـٰبٍۢ مِّن قَبْلِ هَـٰذَآ أَوْ أَثَـٰرَةٍۢ مِّنْ عِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar"

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُم ara-aytum adakah kamu perhatikan
مَّا mā apa yang
تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَرُونِى arūnī perlihatkan kepadaku
مَاذَا mādhā apa yang
خَلَقُوا۟ khalaqū mereka ciptakan
مِنَ mina dari
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
أَمْ am atau
لَهُمْ lahum bagi mereka
شِرْكٌۭ shir'kun berserikat
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ۖ l-samāwāti langit(jamak)
ٱئْتُونِى i'tūnī datangkan kepadaku
بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah kitab
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
هَـٰذَآ hādhā ini
أَوْ aw atau
أَثَـٰرَةٍۢ athāratin bekas-bekas/peninggalan
مِّنْ min dari
عِلْمٍ ʿil'min ilmu pengetahuan
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 5 - Surah Al-Ahqaf: 18 kata

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئِهِمْ غَـٰفِلُونَ

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?

وَمَنْ waman dan siapa
أَضَلُّ aḍallu lebih sesat
مِمَّن mimman dari pada orang
يَدْعُوا۟ yadʿū mereka menyembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَن man orang/sesembahan
لَّا lā tidak
يَسْتَجِيبُ yastajību ia dapat memperkenankan
لَهُۥٓ lahu padanya
إِلَىٰ ilā sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
وَهُمْ wahum dan mereka
عَن ʿan dari
دُعَآئِهِمْ duʿāihim do'a mereka
غَـٰفِلُونَ ghāfilūna mereka lalai

Ayat 6 - Surah Al-Ahqaf: 9 kata

وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُوا۟ لَهُمْ أَعْدَآءًۭ وَكَانُوا۟ بِعِبَادَتِهِمْ كَـٰفِرِينَ

Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
حُشِرَ ḥushira dikumpulkan
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
كَانُوا۟ kānū adalah mereka/sesembahan
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَعْدَآءًۭ aʿdāan musuh-musuh
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka(sesembahan)
بِعِبَادَتِهِمْ biʿibādatihim pada pemujaan mereka
كَـٰفِرِينَ kāfirīna mereka mengingkari

Ayat 7 - Surah Al-Ahqaf: 14 kata

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍۢ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ هَـٰذَا سِحْرٌۭ مُّبِينٌ

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami
بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin menjelaskan
قَالَ qāla berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi pada kebenaran
لَمَّا lammā ketika
جَآءَهُمْ jāahum ia datang kepada mereka
هَـٰذَا hādhā ini
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
مُّبِينٌ mubīnun nyata

Ayat 8 - Surah Al-Ahqaf: 25 kata

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَلَا تَمْلِكُونَ لِى مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ ۖ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۖ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Quran)". Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

أَمْ am atau/bahkan
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu dia mengada-adakannya
قُلْ qul katakanlah
إِنِ ini jika
ٱفْتَرَيْتُهُۥ if'taraytuhu aku mengada-adakannya
فَلَا falā maka tidaklah
تَمْلِكُونَ tamlikūna kamu memiliki/kuasa
لِى lī bagi aku
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَيْـًٔا ۖ shayan sesuatupun
هُوَ huwa Dia
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَا bimā dengan apa-apa
تُفِيضُونَ tufīḍūna kamu percakapkan
فِيهِ ۖ fīhi padanya
كَفَىٰ kafā cukuplah
بِهِۦ bihi dengan dia
شَهِيدًۢا shahīdan menjadi saksi
بَيْنِى baynī antaraku
وَبَيْنَكُمْ ۖ wabaynakum dan antara kamu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 9 - Surah Al-Ahqaf: 24 kata

قُلْ مَا كُنتُ بِدْعًۭا مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَمَآ أَدْرِى مَا يُفْعَلُ بِى وَلَا بِكُمْ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ وَمَآ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ

Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".

قُلْ qul katakanlah
مَا mā tidaklah
كُنتُ kuntu aku adalah
بِدْعًۭا bid'ʿan yang pertama
مِّنَ mina dari
ٱلرُّسُلِ l-rusuli rasul-rasul
وَمَآ wamā dan tidak
أَدْرِى adrī aku mnegetahui
مَا mā apa yang
يُفْعَلُ yuf'ʿalu akan diperbuat
بِى bī terhadapku
وَلَا walā dan tidak
بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian
إِنْ in tidak
أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa yang
يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنَا۠ anā aku
إِلَّا illā kecuali
نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan
مُّبِينٌۭ mubīnun nyata

Ayat 10 - Surah Al-Ahqaf: 24 kata

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِۦ وَشَهِدَ شَاهِدٌۭ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِۦ فَـَٔامَنَ وَٱسْتَكْبَرْتُمْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah kamu lihat
إِن in jika
كَانَ kāna adalah ia
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَكَفَرْتُم wakafartum dan kamu mengingkari
بِهِۦ bihi padanya
وَشَهِدَ washahida dan menyaksikan
شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi
مِّنۢ min dari
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
عَلَىٰ ʿalā atas
مِثْلِهِۦ mith'lihi perumpamaannya
فَـَٔامَنَ faāmana lalu dia beriman
وَٱسْتَكْبَرْتُمْ ۖ wa-is'takbartum dan kamu menyombongkan diri
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 11 - Surah Al-Ahqaf: 19 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَوْ كَانَ خَيْرًۭا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيْهِ ۚ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا۟ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَـٰذَآ إِفْكٌۭ قَدِيمٌۭ

Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَوْ law jika ia
كَانَ kāna adalah
خَيْرًۭا khayran baik
مَّا mā tidak
سَبَقُونَآ sabaqūnā mereka mendahului kami
إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya
وَإِذْ wa-idh dan karena
لَمْ lam tidak
يَهْتَدُوا۟ yahtadū mereka mendapat petunjuk
بِهِۦ bihi dengannya
فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka mereka akan mengatakan
هَـٰذَآ hādhā ini
إِفْكٌۭ if'kun kedustaan
قَدِيمٌۭ qadīmun lama

Ayat 12 - Surah Al-Ahqaf: 16 kata

وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًۭا وَرَحْمَةًۭ ۚ وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌۭ مُّصَدِّقٌۭ لِّسَانًا عَرَبِيًّۭا لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ

Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَمِن wamin dan dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
كِتَـٰبُ kitābu kitab
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
إِمَامًۭا imāman petunjuk
وَرَحْمَةًۭ ۚ waraḥmatan dan rahmat
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini
كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab
مُّصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan
لِّسَانًا lisānan lisan/bahasa
عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan Arab
لِّيُنذِرَ liyundhira untuk memberi peringatan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū zalim
وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan memberi kabar gembira
لِلْمُحْسِنِينَ lil'muḥ'sinīna kepada orang-orang yang berbuat baik

Ayat 13 - Surah Al-Ahqaf: 13 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوا۟ qālū mengatakan
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ثُمَّ thumma kemudian
ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka meneguhkan
فَلَا falā maka tidak ada
خَوْفٌ khawfun rasa takut
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati

Ayat 14 - Surah Al-Ahqaf: 9 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ خَـٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā didalamnya
جَزَآءًۢ jazāan balasan
بِمَا bimā terhadap apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 15 - Surah Al-Ahqaf: 45 kata

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَـٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًۭا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًۭا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَـٰلُهُۥ ثَلَـٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةًۭ قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami wasiatkan
ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia
بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi terhadap kedua orang tuanya
إِحْسَـٰنًا ۖ iḥ'sānan berbuat baik
حَمَلَتْهُ ḥamalathu mengandungnya
أُمُّهُۥ ummuhu ibunya
كُرْهًۭا kur'han susah payah
وَوَضَعَتْهُ wawaḍaʿathu dan melahirkannya
كُرْهًۭا ۖ kur'han susah payah
وَحَمْلُهُۥ waḥamluhu dan mengandungnya
وَفِصَـٰلُهُۥ wafiṣāluhu dan menyapihnya
ثَلَـٰثُونَ thalāthūna tiga puluh
شَهْرًا ۚ shahran bulan
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
بَلَغَ balagha dia sampai
أَشُدَّهُۥ ashuddahu dewasanya
وَبَلَغَ wabalagha dan sampai
أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh
سَنَةًۭ sanatan tahun
قَالَ qāla dia berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhan
أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī Tunjukilah aku
أَنْ an untuk
أَشْكُرَ ashkura aku bersyukur
نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat Engkau
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau beri nikmat
عَلَىَّ ʿalayya kepadaku
وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada
وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku
وَأَنْ wa-an dan agar
أَعْمَلَ aʿmala aku beramal
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan shaleh
تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridhainya
وَأَصْلِحْ wa-aṣliḥ dan berilah kebaikan
لِى lī kepadaku
فِى fī pada
ذُرِّيَّتِىٓ ۖ dhurriyyatī keturunanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
تُبْتُ tub'tu aku bertaubat
إِلَيْكَ ilayka kepada-Mu
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku
مِنَ mina termasuk/dari
ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Ayat 16 - Surah Al-Ahqaf: 18 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّـَٔاتِهِمْ فِىٓ أَصْحَـٰبِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ ٱلصِّدْقِ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يُوعَدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
نَتَقَبَّلُ nataqabbalu Kami terima
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
أَحْسَنَ aḥsana lebih baik
مَا mā apa yang
عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan
وَنَتَجَاوَزُ wanatajāwazu dan Kami hapus
عَن ʿan dari
سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan mereka
فِىٓ fī dalam
أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni
ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga
وَعْدَ waʿda janji
ٱلصِّدْقِ l-ṣid'qi benar
ٱلَّذِى alladhī yang
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka dijanjikan

Ayat 17 - Surah Al-Ahqaf: 28 kata

وَٱلَّذِى قَالَ لِوَٰلِدَيْهِ أُفٍّۢ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِىٓ أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ ٱلْقُرُونُ مِن قَبْلِى وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيْلَكَ ءَامِنْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ فَيَقُولُ مَا هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka".

وَٱلَّذِى wa-alladhī dan orang yang
قَالَ qāla berkata
لِوَٰلِدَيْهِ liwālidayhi pada kedua orang tuanya
أُفٍّۢ uffin hus/cis
لَّكُمَآ lakumā bagi kamu berdua
أَتَعِدَانِنِىٓ ataʿidāninī apakah kamu berdua mengancamku
أَنْ an bahwa
أُخْرَجَ ukh'raja aku akan dibangkitkan
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
خَلَتِ khalati telah berlalu
ٱلْقُرُونُ l-qurūnu ummat-ummat
مِن min dari
قَبْلِى qablī sebelumku
وَهُمَا wahumā dan keduanya
يَسْتَغِيثَانِ yastaghīthāni keduanya memohon pertolongan
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَيْلَكَ waylaka celaka kamu
ءَامِنْ āmin berimanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
وَعْدَ waʿda janji
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حَقٌّۭ ḥaqqun benar
فَيَقُولُ fayaqūlu maka dia berkata
مَا mā tidaklah
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّآ illā kecuali
أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongengan
ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu

Ayat 18 - Surah Al-Ahqaf: 17 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ فِىٓ أُمَمٍۢ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِم مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ خَـٰسِرِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
حَقَّ ḥaqqa telah pasti
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan
فِىٓ fī pada
أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ khalat telah berlalu
مِن min dari
قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka
مِّنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang merugi

Ayat 19 - Surah Al-Ahqaf: 9 kata

وَلِكُلٍّۢ دَرَجَـٰتٌۭ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۖ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَـٰلَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.

وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap
دَرَجَـٰتٌۭ darajātun derajat
مِّمَّا mimmā dari apa
عَمِلُوا۟ ۖ ʿamilū mereka kerjakan
وَلِيُوَفِّيَهُمْ waliyuwaffiyahum dan karena Allah akan mencukupi mereka
أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal pekerjaan mereka
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dirugikan/aniaya

Ayat 20 - Surah Al-Ahqaf: 27 kata

وَيَوْمَ يُعْرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَـٰتِكُمْ فِى حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنْيَا وَٱسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُعْرَضُ yuʿ'raḍu dihadapkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
عَلَى ʿalā atas/pada
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
أَذْهَبْتُمْ adhhabtum kamu telah hilangkan
طَيِّبَـٰتِكُمْ ṭayyibātikum rezekimu yang baik-baik
فِى fī dalam
حَيَاتِكُمُ ḥayātikumu kehidupanmu
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱسْتَمْتَعْتُم wa-is'tamtaʿtum dan kamu telah bersenang-senang
بِهَا bihā dengannya
فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ini
تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan
عَذَابَ ʿadhāba azab
ٱلْهُونِ l-hūni hina
بِمَا bimā dengan sebab
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu menyombongkan diri
فِى fī di muka
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran
وَبِمَا wabimā dan dengan sebab
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَفْسُقُونَ tafsuqūna kamu berbuat fasik

Ayat 21 - Surah Al-Ahqaf: 25 kata

۞ وَٱذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنذَرَ قَوْمَهُۥ بِٱلْأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦٓ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

۞ وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah
أَخَا akhā saudara
عَادٍ ʿādin kaum 'Ad
إِذْ idh ketika
أَنذَرَ andhara dia memberi peringatan
قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya
بِٱلْأَحْقَافِ bil-aḥqāfi di bukit pasir
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
خَلَتِ khalati telah berlalu
ٱلنُّذُرُ l-nudhuru pemberi peringatan
مِنۢ min dari
بَيْنِ bayni antara
يَدَيْهِ yadayhi hadapannya
وَمِنْ wamin dan dari
خَلْفِهِۦٓ khalfihi belakangnya
أَلَّا allā bahwa janganlah
تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah
إِلَّا illā kecuali
ٱللَّهَ l-laha Allah
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
عَذَابَ ʿadhāba azab
يَوْمٍ yawmin pada hari
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar

Ayat 22 - Surah Al-Ahqaf: 12 kata

قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِتَأْفِكَنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami
لِتَأْفِكَنَا litafikanā untuk memalingkan kami
عَنْ ʿan dari
ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan-tuhan kami
فَأْتِنَا fatinā maka datangkanlah kepada kami
بِمَا bimā dengan apa
تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan kepada kami
إِن in jika
كُنتَ kunta kamu adalah
مِنَ mina dari
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 23 - Surah Al-Ahqaf: 13 kata

قَالَ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ عِندَ ٱللَّهِ وَأُبَلِّغُكُم مَّآ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَلَـٰكِنِّىٓ أَرَىٰكُمْ قَوْمًۭا تَجْهَلُونَ

Ia berkata: "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh".

قَالَ qāla dia berkata
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأُبَلِّغُكُم wa-uballighukum dan aku menyampaikan kepadamu
مَّآ mā apa yang
أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku di utus
بِهِۦ bihi dengannya
وَلَـٰكِنِّىٓ walākinnī akan tetapi aku
أَرَىٰكُمْ arākum aku melihatmu
قَوْمًۭا qawman kaum
تَجْهَلُونَ tajhalūna orang-orang yang bodoh

Ayat 24 - Surah Al-Ahqaf: 18 kata

فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًۭا مُّسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا۟ هَـٰذَا عَارِضٌۭ مُّمْطِرُنَا ۚ بَلْ هُوَ مَا ٱسْتَعْجَلْتُم بِهِۦ ۖ رِيحٌۭ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,

فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَأَوْهُ ra-awhu mereka melihatnya
عَارِضًۭا ʿāriḍan awan
مُّسْتَقْبِلَ mus'taqbila menuju
أَوْدِيَتِهِمْ awdiyatihim lembah-lembah mereka
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
هَـٰذَا hādhā ini
عَارِضٌۭ ʿāriḍun awan
مُّمْطِرُنَا ۚ mum'ṭirunā menghujani kami
بَلْ bal tetapi
هُوَ huwa itu(azab)
مَا mā apa yang
ٱسْتَعْجَلْتُم is'taʿjaltum kamu minta disegerakan
بِهِۦ ۖ bihi dengannya
رِيحٌۭ rīḥun angin
فِيهَا fīhā didalamnya
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 25 - Surah Al-Ahqaf: 14 kata

تُدَمِّرُ كُلَّ شَىْءٍۭ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا۟ لَا يُرَىٰٓ إِلَّا مَسَـٰكِنُهُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْقَوْمَ ٱلْمُجْرِمِينَ

yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.

تُدَمِّرُ tudammiru menghancurkan
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍۭ shayin sesuatu
بِأَمْرِ bi-amri dengan perintah
رَبِّهَا rabbihā Tuhannya
فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadikanlah mereka
لَا lā tidak
يُرَىٰٓ yurā mereka terlihat
إِلَّا illā kecuali
مَسَـٰكِنُهُمْ ۚ masākinuhum tempat tinggal mereka
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 26 - Surah Al-Ahqaf: 32 kata

وَلَقَدْ مَكَّنَّـٰهُمْ فِيمَآ إِن مَّكَّنَّـٰكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًۭا وَأَبْصَـٰرًۭا وَأَفْـِٔدَةًۭ فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَآ أَبْصَـٰرُهُمْ وَلَآ أَفْـِٔدَتُهُم مِّن شَىْءٍ إِذْ كَانُوا۟ يَجْحَدُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
مَكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami meneguhkan kedudukan mereka
فِيمَآ fīmā di dalam hal
إِن in tidak
مَّكَّنَّـٰكُمْ makkannākum Kami meneguhkan kedudukanmu
فِيهِ fīhi dalam hal itu
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan
لَهُمْ lahum bagi mereka
سَمْعًۭا samʿan pendengaran
وَأَبْصَـٰرًۭا wa-abṣāran dan penglihatan
وَأَفْـِٔدَةًۭ wa-afidatan dan hati
فَمَآ famā tetapi tidak
أَغْنَىٰ aghnā berguna
عَنْهُمْ ʿanhum bagi mereka
سَمْعُهُمْ samʿuhum pendengaran mereka
وَلَآ walā dan tidak
أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum penglihatan mereka
وَلَآ walā dan tidak
أَفْـِٔدَتُهُم afidatuhum hati mereka
مِّن min dari
شَىْءٍ shayin sesuatu/sedikitpun
إِذْ idh ketika
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi
بِهِم bihim pada mereka
مَّا mā apa yang
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
بِهِۦ bihi dengannya
يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok

Ayat 27 - Surah Al-Ahqaf: 10 kata

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُم مِّنَ ٱلْقُرَىٰ وَصَرَّفْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah membinasakan
مَا mā apa yang
حَوْلَكُم ḥawlakum di sekitarmu
مِّنَ mina dari
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri
وَصَرَّفْنَا waṣarrafnā dan Kami mengulang-ulang
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali

Ayat 28 - Surah Al-Ahqaf: 17 kata

فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ قُرْبَانًا ءَالِهَةًۢ ۖ بَلْ ضَلُّوا۟ عَنْهُمْ ۚ وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.

فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak
نَصَرَهُمُ naṣarahumu menolong mereka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka jadikan
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
قُرْبَانًا qur'bānan pendekatan diri
ءَالِهَةًۢ ۖ ālihatan Tuhan
بَلْ bal tetapi
ضَلُّوا۟ ḍallū lenyap
عَنْهُمْ ۚ ʿanhum dari mereka
وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah
إِفْكُهُمْ if'kuhum kebohongan mereka
وَمَا wamā dan apa yang
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Ayat 29 - Surah Al-Ahqaf: 18 kata

وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًۭا مِّنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ ۖ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
صَرَفْنَآ ṣarafnā Kami hadapkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
نَفَرًۭا nafaran golongan/rombongan
مِّنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan
ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an
فَلَمَّا falammā maka tatkala
حَضَرُوهُ ḥaḍarūhu mereka menghadirinya
قَالُوٓا۟ qālū mareka berkata
أَنصِتُوا۟ ۖ anṣitū diamlah kamu
فَلَمَّا falammā maka tatkala
قُضِىَ quḍiya telah selesai
وَلَّوْا۟ wallaw dan mereka kembali
إِلَىٰ ilā kepada
قَوْمِهِم qawmihim kaumnya
مُّنذِرِينَ mundhirīna orang-orang yanng memberi peringatan

Ayat 30 - Surah Al-Ahqaf: 19 kata

قَالُوا۟ يَـٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَـٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰقَوْمَنَآ yāqawmanā hai kaum kami
إِنَّا innā sesungguhnya kami
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami telah mendengarkan
كِتَـٰبًا kitāban kitab
أُنزِلَ unzila diturunkan
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مُوسَىٰ mūsā Musa
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi sebelumnya
يَهْدِىٓ yahdī memberi petunjuk
إِلَى ilā kepada
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
طَرِيقٍۢ ṭarīqin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus

Ayat 31 - Surah Al-Ahqaf: 14 kata

يَـٰقَوْمَنَآ أَجِيبُوا۟ دَاعِىَ ٱللَّهِ وَءَامِنُوا۟ بِهِۦ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍۢ

Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

يَـٰقَوْمَنَآ yāqawmanā hai kaum kami
أَجِيبُوا۟ ajībū penuhilah
دَاعِىَ dāʿiya orang yang menyeru
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَءَامِنُوا۟ waāminū dan berimanlah
بِهِۦ bihi kepada-Nya
يَغْفِرْ yaghfir Dia akan mengampuni
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
ذُنُوبِكُمْ dhunūbikum dosa-dosa kamu
وَيُجِرْكُم wayujir'kum dan Dia akan melepaskan kamu
مِّنْ min dari
عَذَابٍ ʿadhābin azab
أَلِيمٍۢ alīmin pedih

Ayat 32 - Surah Al-Ahqaf: 18 kata

وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ

Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata".

وَمَن waman dan barang siapa
لَّا lā tidak
يُجِبْ yujib memenuhi
دَاعِىَ dāʿiya orang yang menyeru
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلَيْسَ falaysa maka tidaklah ia
بِمُعْجِزٍۢ bimuʿ'jizin menyelamatkan
فِى fī di muka
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَلَيْسَ walaysa dan tidak ia
لَهُۥ lahu baginya
مِن min dari
دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia
أَوْلِيَآءُ ۚ awliyāu pelindung
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
فِى fī dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍ mubīnin nyata

Ayat 33 - Surah Al-Ahqaf: 22 kata

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَلَمْ يَعْىَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحْـِۧىَ ٱلْمَوْتَىٰ ۚ بَلَىٰٓ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَ khalaqa menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
وَلَمْ walam dan tidak
يَعْىَ yaʿya Dia merasa payah
بِخَلْقِهِنَّ bikhalqihinna dengan menciptakannya
بِقَـٰدِرٍ biqādirin berkuasa
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَن an bahwa
يُحْـِۧىَ yuḥ'yiya menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰ ۚ l-mawtā orang mati
بَلَىٰٓ balā ya/benar
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 34 - Surah Al-Ahqaf: 18 kata

وَيَوْمَ يُعْرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَلَيْسَ هَـٰذَا بِٱلْحَقِّ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka): "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab: "Ya benar, demi Tuhan kami". Allah berfirman "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar".

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُعْرَضُ yuʿ'raḍu dihadapkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
عَلَى ʿalā ke
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
أَلَيْسَ alaysa bukankah
هَـٰذَا hādhā ini
بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
بَلَىٰ balā ya/benar
وَرَبِّنَا ۚ warabbinā dan demi Tuhan kami
قَالَ qāla Dia berkata
فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakan
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab
بِمَا bimā sebab
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir

Ayat 35 - Surah Al-Ahqaf: 27 kata

فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا سَاعَةًۭ مِّن نَّهَارٍۭ ۚ بَلَـٰغٌۭ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu
كَمَا kamā sebagaimana
صَبَرَ ṣabara bersabar
أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai
ٱلْعَزْمِ l-ʿazmi keteguhan hati
مِنَ mina dari
ٱلرُّسُلِ l-rusuli rasul-rasul
وَلَا walā dan jangan
تَسْتَعْجِل tastaʿjil kamu minta disegerakan
لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka
كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka
يَوْمَ yawma pada hari
يَرَوْنَ yarawna mereka melihat
مَا mā apa yang
يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam
لَمْ lam tidak
يَلْبَثُوٓا۟ yalbathū mereka tinggal
إِلَّا illā kecuali
سَاعَةًۭ sāʿatan sesaat
مِّن min dari
نَّهَارٍۭ ۚ nahārin siang hari
بَلَـٰغٌۭ ۚ balāghun penjelasan
فَهَلْ fahal maka tidaklah
يُهْلَكُ yuh'laku dibinasakan
إِلَّا illā kecuali
ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi