Surah An-Nisaa kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah An-Nisaa kata demi kata

An-Nisaa (النساء) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 176 ayat, 3.747 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 3.747 kata untuk dipelajari, Surah An-Nisaa menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 19 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah An-Nisaa: 28 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah
رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian
مِّن min dari
نَّفْسٍۢ nafsin diri
وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang
وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan
مِنْهَا min'hā daripadanya
زَوْجَهَا zawjahā isterinya/jodohnya
وَبَثَّ wabatha dan Dia kembang-biakkan
مِنْهُمَا min'humā dari keduanya
رِجَالًۭا rijālan laki-laki
كَثِيرًۭا kathīran banyak
وَنِسَآءًۭ ۚ wanisāan dan perempuan
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
تَسَآءَلُونَ tasāalūna kamu saling meminta
بِهِۦ bihi dengan/padaNya
وَٱلْأَرْحَامَ ۚ wal-arḥāma dan hubungan keluarga
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
رَقِيبًۭا raqīban Penjaga dan Pengawas

Ayat 2 - Surah An-Nisaa: 16 kata

وَءَاتُوا۟ ٱلْيَتَـٰمَىٰٓ أَمْوَٰلَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا۟ ٱلْخَبِيثَ بِٱلطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَهُمْ إِلَىٰٓ أَمْوَٰلِكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حُوبًۭا كَبِيرًۭا

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

وَءَاتُوا۟ waātū dan berikanlah
ٱلْيَتَـٰمَىٰٓ l-yatāmā anak-anak yatim
أَمْوَٰلَهُمْ ۖ amwālahum harta-harta mereka
وَلَا walā dan janganlah
تَتَبَدَّلُوا۟ tatabaddalū kamu menukar
ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk
بِٱلطَّيِّبِ ۖ bil-ṭayibi dengan yang baik
وَلَا walā dan jangan
تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu makan
أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta-harta mereka
إِلَىٰٓ ilā pada
أَمْوَٰلِكُمْ ۚ amwālikum hartamu
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/hal itu
كَانَ kāna adalah ia
حُوبًۭا ḥūban dosa
كَبِيرًۭا kabīran besar

Ayat 3 - Surah An-Nisaa: 28 kata

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا۟ فِى ٱلْيَتَـٰمَىٰ فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوَٰحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُوا۟

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

وَإِنْ wa-in dan jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu takut
أَلَّا allā bahwa tidak
تُقْسِطُوا۟ tuq'siṭū kamu berlaku adil
فِى fī dalam/terhadap
ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak-anak yatim
فَٱنكِحُوا۟ fa-inkiḥū maka nikahilah
مَا mā apa
طَابَ ṭāba baik/senangi
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنَ mina dari
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan-perempuan
مَثْنَىٰ mathnā berdua
وَثُلَـٰثَ wathulātha dan bertiga
وَرُبَـٰعَ ۖ warubāʿa dan berempat
فَإِنْ fa-in maka jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu takut
أَلَّا allā bahwa tidak
تَعْدِلُوا۟ taʿdilū kamu berlaku adil
فَوَٰحِدَةً fawāḥidatan maka satu saja
أَوْ aw atau
مَا mā apa
مَلَكَتْ malakat kamu miliki
أَيْمَـٰنُكُمْ ۚ aymānukum tangan kananmu/budakmu
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat
أَلَّا allā bahwa tidak
تَعُولُوا۟ taʿūlū kamu berbuat aniaya

Ayat 4 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَءَاتُوا۟ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَـٰتِهِنَّ نِحْلَةًۭ ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍۢ مِّنْهُ نَفْسًۭا فَكُلُوهُ هَنِيٓـًۭٔا مَّرِيٓـًۭٔا

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

وَءَاتُوا۟ waātū dan berikanlah
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan-perempuan
صَدُقَـٰتِهِنَّ ṣaduqātihinna maskawin mereka
نِحْلَةًۭ ۚ niḥ'latan ikhlas/wajib
فَإِن fa-in maka jika
طِبْنَ ṭib'na mereka baik hati/menyerahkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَن ʿan dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu (sebagian)
مِّنْهُ min'hu daripadanya (maskawin)
نَفْسًۭا nafsan sendirian/senang hati
فَكُلُوهُ fakulūhu maka makanlah ia
هَنِيٓـًۭٔا hanīan dengan puas
مَّرِيٓـًۭٔا marīan cukup

Ayat 5 - Surah An-Nisaa: 16 kata

وَلَا تُؤْتُوا۟ ٱلسُّفَهَآءَ أَمْوَٰلَكُمُ ٱلَّتِى جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ قِيَـٰمًۭا وَٱرْزُقُوهُمْ فِيهَا وَٱكْسُوهُمْ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

وَلَا walā dan jangan
تُؤْتُوا۟ tu'tū kamu serahkan
ٱلسُّفَهَآءَ l-sufahāa orang-orang bodoh/belum sempurna akalnya
أَمْوَٰلَكُمُ amwālakumu harta kamu
ٱلَّتِى allatī yang
جَعَلَ jaʿala menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
قِيَـٰمًۭا qiyāman pemeliharaan
وَٱرْزُقُوهُمْ wa-ur'zuqūhum dan mereka belanja
فِيهَا fīhā darinya (hasil harta itu)
وَٱكْسُوهُمْ wa-ik'sūhum dan pakaian mereka
وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah
لَهُمْ lahum kepada mereka
قَوْلًۭا qawlan perkataan
مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik

Ayat 6 - Surah An-Nisaa: 37 kata

وَٱبْتَلُوا۟ ٱلْيَتَـٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُوا۟ ٱلنِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًۭا فَٱدْفَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًۭا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا۟ ۚ وَمَن كَانَ غَنِيًّۭا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَن كَانَ فَقِيرًۭا فَلْيَأْكُلْ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ فَأَشْهِدُوا۟ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًۭا

Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

وَٱبْتَلُوا۟ wa-ib'talū dan periksa/ujilah
ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak-anak yatim
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā jika
بَلَغُوا۟ balaghū mereka sampai/cukup umur
ٱلنِّكَاحَ l-nikāḥa nikah/kawin
فَإِنْ fa-in maka jika
ءَانَسْتُم ānastum kamu anggap/melihat
مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
رُشْدًۭا rush'dan cerdas
فَٱدْفَعُوٓا۟ fa-id'faʿū maka serahkanlah
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
أَمْوَٰلَهُمْ ۖ amwālahum harta-harta mereka
وَلَا walā dan jangan
تَأْكُلُوهَآ takulūhā kamu memakannya
إِسْرَافًۭا is'rāfan lebih dari batas
وَبِدَارًا wabidāran dan tergesa-gesa
أَن an bahwa
يَكْبَرُوا۟ ۚ yakbarū mereka besar
وَمَن waman dan barang siapa
كَانَ kāna adalah ia
غَنِيًّۭا ghaniyyan kaya/mampu
فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ falyastaʿfif maka hendaklah ia menahan diri
وَمَن waman dan barang siapa
كَانَ kāna adalah ia
فَقِيرًۭا faqīran fakir/miskin
فَلْيَأْكُلْ falyakul maka boleh ia memakan
بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan baik/sepatutnya
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
دَفَعْتُمْ dafaʿtum kamu menyerahkan
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta-harta mereka
فَأَشْهِدُوا۟ fa-ashhidū maka adakan saksi-saksi
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/pada Allah
حَسِيبًۭا ḥasīban pengawas/mempunyai perhitungan

Ayat 7 - Surah An-Nisaa: 19 kata

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًۭا مَّفْرُوضًۭا

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

لِّلرِّجَالِ lilrrijāli bagi orang laki-laki
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian
مِّمَّا mimmā dari apa (harta)
تَرَكَ taraka meninggalkan/peninggalan
ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua
وَٱلْأَقْرَبُونَ wal-aqrabūna dan kerabat mereka
وَلِلنِّسَآءِ walilnnisāi dan bagi orang wanita
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian
مِّمَّا mimmā dari apa (harta)
تَرَكَ taraka meninggalkan/peninggalan
ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua
وَٱلْأَقْرَبُونَ wal-aqrabūna dan kerabat mereka
مِمَّا mimmā dari apa (peninggalan)
قَلَّ qalla sedikit
مِنْهُ min'hu dari padanya
أَوْ aw atau
كَثُرَ ۚ kathura banyak
نَصِيبًۭا naṣīban bagian
مَّفْرُوضًۭا mafrūḍan yang telah ditetapkan

Ayat 8 - Surah An-Nisaa: 13 kata

وَإِذَا حَضَرَ ٱلْقِسْمَةَ أُو۟لُوا۟ ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينُ فَٱرْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
حَضَرَ ḥaḍara hadir
ٱلْقِسْمَةَ l-qis'mata pembagian itu
أُو۟لُوا۟ ulū kelompok
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim
وَٱلْمَسَـٰكِينُ wal-masākīnu dan orang-orang miskin
فَٱرْزُقُوهُم fa-ur'zuqūhum maka berilah mereka rezki
مِّنْهُ min'hu dari padanya/harta
وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah
لَهُمْ lahum kepada mereka
قَوْلًۭا qawlan perkataan
مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik/patut

Ayat 9 - Surah An-Nisaa: 15 kata

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةًۭ ضِعَـٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

وَلْيَخْشَ walyakhsha dan hendaklah takut
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَوْ law ke dalam
تَرَكُوا۟ tarakū perut mereka
مِنْ min dari
خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka
ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan/anak-anak
ضِعَـٰفًا ḍiʿāfan lemah
خَافُوا۟ khāfū mereka khawatir
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
فَلْيَتَّقُوا۟ falyattaqū maka bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَلْيَقُولُوا۟ walyaqūlū dan hendaklah mereka mengatakan
قَوْلًۭا qawlan perkataan
سَدِيدًا sadīdan yang benar

Ayat 10 - Surah An-Nisaa: 13 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَـٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَأْكُلُونَ yakulūna (mereka) memakan
أَمْوَٰلَ amwāla harta
ٱلْيَتَـٰمَىٰ l-yatāmā anak yatim
ظُلْمًا ẓul'man (secara) zalim
إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah
يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan/menelan
فِى fī seandainya
بُطُونِهِمْ buṭūnihim mereka meninggalkan
نَارًۭا ۖ nāran api
وَسَيَصْلَوْنَ wasayaṣlawna dan mereka akan masuk
سَعِيرًۭا saʿīran neraka yang menyala-nyala

Ayat 11 - Surah An-Nisaa: 71 kata

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَـٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءًۭ فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وَٰحِدَةًۭ فَلَهَا ٱلنِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌۭ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌۭ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًۭا ۚ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يُوصِيكُمُ yūṣīkumu mewasiatkan kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِىٓ fī dalam/untuk
أَوْلَـٰدِكُمْ ۖ awlādikum anak-anakmu
لِلذَّكَرِ lildhakari bagi (anak) lelaki
مِثْلُ mith'lu seperti
حَظِّ ḥaẓẓi bagian
ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ l-unthayayni dua anak perempuan
فَإِن fa-in maka jika
كُنَّ kunna adalah mereka
نِسَآءًۭ nisāan perempuan
فَوْقَ fawqa di atas
ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua orang perempuan
فَلَهُنَّ falahunna maka bagi mereka
ثُلُثَا thuluthā dua pertiga
مَا mā apa
تَرَكَ ۖ taraka ditingalkan
وَإِن wa-in dan jika
كَانَتْ kānat adalah ia
وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan seorang
فَلَهَا falahā maka baginya
ٱلنِّصْفُ ۚ l-niṣ'fu separuh
وَلِأَبَوَيْهِ wali-abawayhi dan untuk dua ibu-bapaknya
لِكُلِّ likulli bagi masing-masing
وَٰحِدٍۢ wāḥidin seorang
مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya
ٱلسُّدُسُ l-sudusu seperenam
مِمَّا mimmā dari apa/harta
تَرَكَ taraka ia tinggalkan
إِن in jika
كَانَ kāna ia adalah
لَهُۥ lahu baginya
وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki
فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
يَكُن yakun adalah
لَّهُۥ lahu baginya
وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki
وَوَرِثَهُۥٓ wawarithahu dan mewarisinya
أَبَوَاهُ abawāhu ibu-bapaknya
فَلِأُمِّهِ fali-ummihi maka bagi ibunya
ٱلثُّلُثُ ۚ l-thuluthu sepertiga
فَإِن fa-in maka jika
كَانَ kāna ia adalah
لَهُۥٓ lahu baginya
إِخْوَةٌۭ ikh'watun saudara-saudara
فَلِأُمِّهِ fali-ummihi maka bagi ibunya
ٱلسُّدُسُ ۚ l-sudusu seperenam
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin berwasiat
يُوصِى yūṣī ia wasiatkan
بِهَآ bihā baginya
أَوْ aw atau
دَيْنٍ ۗ daynin (dibayar) hutang
ءَابَآؤُكُمْ ābāukum ibu-bapakmu/orang tuamu
وَأَبْنَآؤُكُمْ wa-abnāukum dan anak-anakmu
لَا lā tidak
تَدْرُونَ tadrūna kamu mengetahui
أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka
أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat
لَكُمْ lakum bagi kalian
نَفْعًۭا ۚ nafʿan manfaatnya
فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketetapan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 12 - Surah An-Nisaa: 88 kata

۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَٰجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌۭ فَلَكُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصِينَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍۢ ۚ وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌۭ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم ۚ مِّنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ تُوصُونَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍۢ ۗ وَإِن كَانَ رَجُلٌۭ يُورَثُ كَلَـٰلَةً أَوِ ٱمْرَأَةٌۭ وَلَهُۥٓ أَخٌ أَوْ أُخْتٌۭ فَلِكُلِّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ ۚ فَإِن كَانُوٓا۟ أَكْثَرَ مِن ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَآءُ فِى ٱلثُّلُثِ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصَىٰ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّۢ ۚ وَصِيَّةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌۭ

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

۞ وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu
نِصْفُ niṣ'fu separuh
مَا mā apa/harta
تَرَكَ taraka yang meninggalkan
أَزْوَٰجُكُمْ azwājukum isteri-isterimu
إِن in jika
لَّمْ lam tidak
يَكُن yakun ada
لَّهُنَّ lahunna bagi mereka
وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki
فَإِن fa-in maka jika
كَانَ kāna ada
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki
فَلَكُمُ falakumu maka bagimu
ٱلرُّبُعُ l-rubuʿu seperempat
مِمَّا mimmā dari apa/harta
تَرَكْنَ ۚ tarakna mereka tinggalkan
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudahnya
وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat
يُوصِينَ yūṣīna mereka berwasiat
بِهَآ bihā dengannya
أَوْ aw atau
دَيْنٍۢ ۚ daynin hutang
وَلَهُنَّ walahunna dan bagi mereka
ٱلرُّبُعُ l-rubuʿu seperempat
مِمَّا mimmā dari apa (harta)
تَرَكْتُمْ taraktum kamu tinggalkan
إِن in jika
لَّمْ lam tidak
يَكُن yakun ada
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki
فَإِن fa-in maka jika
كَانَ kāna ada
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَلَدٌۭ waladun anak laki-laki
فَلَهُنَّ falahunna maka bagi mereka
ٱلثُّمُنُ l-thumunu seperdelapan
مِمَّا mimmā dari apa/harta
تَرَكْتُم ۚ taraktum kamu tinggalkan
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat
تُوصُونَ tūṣūna kamu buat wasiat
بِهَآ bihā dengannya
أَوْ aw atau
دَيْنٍۢ ۗ daynin hutang
وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada
رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki
يُورَثُ yūrathu diwariskan
كَلَـٰلَةً kalālatan tidak punya ibu-bapak dan anak
أَوِ awi atau
ٱمْرَأَةٌۭ im'ra-atun perempuan
وَلَهُۥٓ walahu dan baginya
أَخٌ akhun saudara laki-laki
أَوْ aw atau
أُخْتٌۭ ukh'tun saudara perempuan
فَلِكُلِّ falikulli maka bagi tiap-tiap
وَٰحِدٍۢ wāḥidin seorang
مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya
ٱلسُّدُسُ ۚ l-sudusu seperenam
فَإِن fa-in maka jika
كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka
أَكْثَرَ akthara lebih banyak
مِن min dari
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
فَهُمْ fahum maka bagi mereka
شُرَكَآءُ shurakāu bersekutu
فِى fī dalam
ٱلثُّلُثِ ۚ l-thuluthi dalam sepertiga
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
وَصِيَّةٍۢ waṣiyyatin (dipenuhi) wasiat
يُوصَىٰ yūṣā diwasiatkan
بِهَآ bihā dengannya
أَوْ aw atau
دَيْنٍ daynin hutang
غَيْرَ ghayra tidak
مُضَآرٍّۢ ۚ muḍārrin memudlaratkan
وَصِيَّةًۭ waṣiyyatan wasiat/ketetapan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Ayat 13 - Surah An-Nisaa: 18 kata

تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

تِلْكَ til'ka itulah
حُدُودُ ḥudūdu ketentuan-ketentuan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَمَن waman dan barang siapa
يُطِعِ yuṭiʿi mentaati
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya
يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia akan memasukkannya
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya
وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikianitu
ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Ayat 14 - Surah An-Nisaa: 13 kata

وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خَـٰلِدًۭا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

وَمَن waman dan barang siapa
يَعْصِ yaʿṣi mendurhakai
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya
وَيَتَعَدَّ wayataʿadda dan ia melanggar
حُدُودَهُۥ ḥudūdahu ketentuan-ketentuanNya
يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia/Allah memasukkannya
نَارًا nāran neraka/api
خَـٰلِدًۭا khālidan kekal
فِيهَا fīhā di dalamnya
وَلَهُۥ walahu dan baginya
عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa
مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan

Ayat 15 - Surah An-Nisaa: 22 kata

وَٱلَّـٰتِى يَأْتِينَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مِن نِّسَآئِكُمْ فَٱسْتَشْهِدُوا۟ عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةًۭ مِّنكُمْ ۖ فَإِن شَهِدُوا۟ فَأَمْسِكُوهُنَّ فِى ٱلْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّىٰهُنَّ ٱلْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ ٱللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًۭا

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.

وَٱلَّـٰتِى wa-allātī dan wanita-wanita yang
يَأْتِينَ yatīna (mereka) mendatangkan/melakukan
ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji
مِن min dari/diantara
نِّسَآئِكُمْ nisāikum isteri-isterimu
فَٱسْتَشْهِدُوا۟ fa-is'tashhidū maka datangkanlah saksi-saksi
عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka
أَرْبَعَةًۭ arbaʿatan empat (orang)
مِّنكُمْ ۖ minkum diantara kamu
فَإِن fa-in maka jika
شَهِدُوا۟ shahidū mereka memberikan kesaksian
فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka kurunglah mereka
فِى fī dalam
ٱلْبُيُوتِ l-buyūti rumah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sampai
يَتَوَفَّىٰهُنَّ yatawaffāhunna mewafatkan mereka
ٱلْمَوْتُ l-mawtu mati/kematian
أَوْ aw atau
يَجْعَلَ yajʿala memberikan/menyediakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَهُنَّ lahunna bagi/kepada mereka
سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Ayat 16 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَٱلَّذَانِ يَأْتِيَـٰنِهَا مِنكُمْ فَـَٔاذُوهُمَا ۖ فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا۟ عَنْهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ تَوَّابًۭا رَّحِيمًا

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

وَٱلَّذَانِ wa-alladhāni dan dua orang yang
يَأْتِيَـٰنِهَا yatiyānihā melakukannya/perbuatan keji
مِنكُمْ minkum diantara kamu
فَـَٔاذُوهُمَا ۖ faādhūhumā maka berilah hukuman keduanya
فَإِن fa-in maka jika
تَابَا tābā keduanya bertaubat
وَأَصْلَحَا wa-aṣlaḥā dan memperbaiki diri
فَأَعْرِضُوا۟ fa-aʿriḍū maka berpaling/biarkanlah
عَنْهُمَآ ۗ ʿanhumā dari keduanya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
تَوَّابًۭا tawwāban Maha Penerima taubat
رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 17 - Surah An-Nisaa: 20 kata

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَـٰلَةٍۢ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍۢ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلتَّوْبَةُ l-tawbatu taubat itu
عَلَى ʿalā atas/di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) mengajarkan
ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejahatan
بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin dengan kejahilan/kebodohan
ثُمَّ thumma kemudian
يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat
مِن min dari
قَرِيبٍۢ qarībin dekat/dengan segera
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
يَتُوبُ yatūbu menerima taubat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِمْ ۗ ʿalayhim atas mereka
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 18 - Surah An-Nisaa: 24 kata

وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٔـٰنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

وَلَيْسَتِ walaysati dan tidaklah
ٱلتَّوْبَةُ l-tawbatu taubat itu
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) melakukan
ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
حَضَرَ ḥaḍara datang
أَحَدَهُمُ aḥadahumu salah seorang diantara mereka
ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian
قَالَ qāla ia mengatakan
إِنِّى innī sesungguhnya saya
تُبْتُ tub'tu saya bertaubat
ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang
وَلَا walā dan tidaklah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَمُوتُونَ yamūtūna (mereka) mati
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
كُفَّارٌ ۚ kuffārun kekafiran
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
أَعْتَدْنَا aʿtadnā Kami sediakan
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابًا ʿadhāban siksa
أَلِيمًۭا alīman yang pedih

Ayat 19 - Surah An-Nisaa: 34 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًۭا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَـٰحِشَةٍۢ مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā tidak
يَحِلُّ yaḥillu halal
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَن an bahwa
تَرِثُوا۟ tarithū kamu mempusakai
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita
كَرْهًۭا ۖ karhan dengan paksa
وَلَا walā dan jangan
تَعْضُلُوهُنَّ taʿḍulūhunna kamu menyusahkan mereka
لِتَذْهَبُوا۟ litadhhabū untuk melenyapkan/mengambil kembali
بِبَعْضِ bibaʿḍi sebagian
مَآ mā apa
ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu telah memberikan mereka
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
يَأْتِينَ yatīna mereka melakukan
بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji
مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ mubayyinatin yang nyata
وَعَاشِرُوهُنَّ waʿāshirūhunna dan pergauillah mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang patut
فَإِن fa-in maka jika
كَرِهْتُمُوهُنَّ karih'tumūhunna kamu membenci mereka
فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mungkin/barangkali
أَن an bahwa
تَكْرَهُوا۟ takrahū kamu tidak menyukai
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَيَجْعَلَ wayajʿala dan/padahal menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِيهِ fīhi padanya
خَيْرًۭا khayran kebaikan
كَثِيرًۭا kathīran yang banyak

Ayat 20 - Surah An-Nisaa: 17 kata

وَإِنْ أَرَدتُّمُ ٱسْتِبْدَالَ زَوْجٍۢ مَّكَانَ زَوْجٍۢ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَىٰهُنَّ قِنطَارًۭا فَلَا تَأْخُذُوا۟ مِنْهُ شَيْـًٔا ۚ أَتَأْخُذُونَهُۥ بُهْتَـٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا

Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

وَإِنْ wa-in dan jika
أَرَدتُّمُ aradttumu kamu ingin
ٱسْتِبْدَالَ is'tib'dāla mengganti
زَوْجٍۢ zawjin isteri
مَّكَانَ makāna tempat
زَوْجٍۢ zawjin isteri (yang lain)
وَءَاتَيْتُمْ waātaytum dan kamu telah memberi
إِحْدَىٰهُنَّ iḥ'dāhunna seorang diantara mereka
قِنطَارًۭا qinṭāran harta yang banyak
فَلَا falā maka jangan
تَأْخُذُوا۟ takhudhū kamu mengambil
مِنْهُ min'hu daripadanya
شَيْـًٔا ۚ shayan akan sesuatu/sedikitpun
أَتَأْخُذُونَهُۥ atakhudhūnahu apakah kamu mengambil kembali (milik)nya
بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan dengan cara dusta
وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa
مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata

Ayat 21 - Surah An-Nisaa: 11 kata

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُۥ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍۢ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظًۭا

Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana
تَأْخُذُونَهُۥ takhudhūnahu kamu mengambilnya kembali
وَقَدْ waqad dan sungguh
أَفْضَىٰ afḍā telah bergaul
بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu
إِلَىٰ ilā kepada
بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain
وَأَخَذْنَ wa-akhadhna dan mereka telah mengambil
مِنكُم minkum dari kamu
مِّيثَـٰقًا mīthāqan janji
غَلِيظًۭا ghalīẓan teguh/kuat

Ayat 22 - Surah An-Nisaa: 17 kata

وَلَا تَنكِحُوا۟ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةًۭ وَمَقْتًۭا وَسَآءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

وَلَا walā dan janganlah
تَنكِحُوا۟ tankiḥū kamu kawini
مَا mā apa
نَكَحَ nakaḥa telah mengawini
ءَابَآؤُكُم ābāukum bapak-bapakmu
مِّنَ mina dari
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa/masa
قَدْ qad sungguh
سَلَفَ ۚ salafa telah berlalu
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya itu
كَانَ kāna adalah itu
فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan keji
وَمَقْتًۭا wamaqtan dan dibenci
وَسَآءَ wasāa dan seburuk-buruk
سَبِيلًا sabīlan jalan

Ayat 23 - Surah An-Nisaa: 54 kata

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَـٰتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَٰتُكُمْ وَعَمَّـٰتُكُمْ وَخَـٰلَـٰتُكُمْ وَبَنَاتُ ٱلْأَخِ وَبَنَاتُ ٱلْأُخْتِ وَأُمَّهَـٰتُكُمُ ٱلَّـٰتِىٓ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَٰتُكُم مِّنَ ٱلرَّضَـٰعَةِ وَأُمَّهَـٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَـٰٓئِبُكُمُ ٱلَّـٰتِى فِى حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ ٱلَّـٰتِى دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُوا۟ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَـٰٓئِلُ أَبْنَآئِكُمُ ٱلَّذِينَ مِنْ أَصْلَـٰبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُوا۟ بَيْنَ ٱلْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
أُمَّهَـٰتُكُمْ ummahātukum ibu-ibumu
وَبَنَاتُكُمْ wabanātukum dan anak-anak perempuanmu
وَأَخَوَٰتُكُمْ wa-akhawātukum dan saudara-saudara perempuanmu
وَعَمَّـٰتُكُمْ waʿammātukum dan saudara-saudara perempuan bapakmu
وَخَـٰلَـٰتُكُمْ wakhālātukum dan saudara-saudara perempuan ibumu
وَبَنَاتُ wabanātu dan anak-anak perempuan
ٱلْأَخِ l-akhi saudaramu laki-laki
وَبَنَاتُ wabanātu dan anak-anak perempuan
ٱلْأُخْتِ l-ukh'ti saudaramu perempuan
وَأُمَّهَـٰتُكُمُ wa-ummahātukumu dan ibu-ibumu
ٱلَّـٰتِىٓ allātī yang
أَرْضَعْنَكُمْ arḍaʿnakum menyusui kamu
وَأَخَوَٰتُكُم wa-akhawātukum dan saudara-saudara perempuanmu
مِّنَ mina dari
ٱلرَّضَـٰعَةِ l-raḍāʿati sepersusuan
وَأُمَّهَـٰتُ wa-ummahātu dan ibu-ibu
نِسَآئِكُمْ nisāikum isterimu
وَرَبَـٰٓئِبُكُمُ warabāibukumu dan anak-anak isterimu
ٱلَّـٰتِى allātī yang
فِى fī dalam
حُجُورِكُم ḥujūrikum pemeliharaanmu
مِّن min dari
نِّسَآئِكُمُ nisāikumu isteri-isteri kamu
ٱلَّـٰتِى allātī yang
دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuki/campuri
بِهِنَّ bihinna dengan mereka
فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
دَخَلْتُم dakhaltum kamu masuki/campuri
بِهِنَّ bihinna dengan mereka
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَحَلَـٰٓئِلُ waḥalāilu dan isteri-isteri
أَبْنَآئِكُمُ abnāikumu anak-anakmu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِنْ min dari
أَصْلَـٰبِكُمْ aṣlābikum tulang rusukmu/anak kandungmu
وَأَن wa-an dan bahwa
تَجْمَعُوا۟ tajmaʿū kamu menghimpun
بَيْنَ bayna antara
ٱلْأُخْتَيْنِ l-ukh'tayni dua perempuan bersaudara
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
قَدْ qad sungguh
سَلَفَ ۗ salafa yang lalu/lampau
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 24 - Surah An-Nisaa: 42 kata

۞ وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۖ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَآءَ ذَٰلِكُمْ أَن تَبْتَغُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَـٰفِحِينَ ۚ فَمَا ٱسْتَمْتَعْتُم بِهِۦ مِنْهُنَّ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةًۭ ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَٰضَيْتُم بِهِۦ مِنۢ بَعْدِ ٱلْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

۞ وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ wal-muḥ'ṣanātu dan wanita yang bersuami
مِنَ mina dari
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi manusia
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
مَلَكَتْ malakat kamu miliki
أَيْمَـٰنُكُمْ ۖ aymānukum tangan kananmu/budak-budakmu
كِتَـٰبَ kitāba ketetapan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian
وَأُحِلَّ wa-uḥilla dan dihalalkan
لَكُم lakum bagi kalian
مَّا mā apa
وَرَآءَ warāa dibelakang (selain)
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
أَن an bahwa
تَبْتَغُوا۟ tabtaghū kamu mencari
بِأَمْوَٰلِكُم bi-amwālikum dengan hartamu
مُّحْصِنِينَ muḥ'ṣinīna untuk dikawini
غَيْرَ ghayra tidak/bukan
مُسَـٰفِحِينَ ۚ musāfiḥīna untuk berzina
فَمَا famā maka apa
ٱسْتَمْتَعْتُم is'tamtaʿtum telah kamu nikmati
بِهِۦ bihi dengannya (wanita itu)
مِنْهُنَّ min'hunna dari/diantara mereka
فَـَٔاتُوهُنَّ faātūhunna maka berikan kepada mereka
أُجُورَهُنَّ ujūrahunna mahar/maskawin
فَرِيضَةًۭ ۚ farīḍatan suatu kewajiban
وَلَا walā dan tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فِيمَا fīmā terhadap apa (sesuatu)
تَرَٰضَيْتُم tarāḍaytum kamu saling merelakan
بِهِۦ bihi dengannya (wanita itu)
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ٱلْفَرِيضَةِ ۚ l-farīḍati ditentukan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 25 - Surah An-Nisaa: 58 kata

وَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنكُمْ طَوْلًا أَن يَنكِحَ ٱلْمُحْصَنَـٰتِ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ فَمِن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُم مِّن فَتَيَـٰتِكُمُ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَـٰنِكُم ۚ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍۢ ۚ فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ مُحْصَنَـٰتٍ غَيْرَ مُسَـٰفِحَـٰتٍۢ وَلَا مُتَّخِذَٰتِ أَخْدَانٍۢ ۚ فَإِذَآ أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَـٰحِشَةٍۢ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى ٱلْمُحْصَنَـٰتِ مِنَ ٱلْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ ٱلْعَنَتَ مِنكُمْ ۚ وَأَن تَصْبِرُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَمَن waman dan barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَسْتَطِعْ yastaṭiʿ cukup
مِنكُمْ minkum dari/di antara kamu
طَوْلًا ṭawlan perbelanjaan/nafkah
أَن an sesungguhnya
يَنكِحَ yankiḥa mengawini
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita merdeka
ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti yang beriman
فَمِن famin maka dari
مَّا mā apa
مَلَكَتْ malakat memiliki
أَيْمَـٰنُكُم aymānukum tangan kananmu/budakmu
مِّن min dari
فَتَيَـٰتِكُمُ fatayātikumu pemudi-pemudimu/wanitamu
ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۚ l-mu'mināti yang beriman
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِإِيمَـٰنِكُم ۚ biīmānikum dengan keimananmu
بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu
مِّنۢ min dari
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian lain
فَٱنكِحُوهُنَّ fa-inkiḥūhunna maka nikahilah mereka
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin
أَهْلِهِنَّ ahlihinna ahlinya/tuannya
وَءَاتُوهُنَّ waātūhunna dan berilah mereka
أُجُورَهُنَّ ujūrahunna mahar mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/menurut yang patut
مُحْصَنَـٰتٍ muḥ'ṣanātin wanita-wanita merdeka/yang memelihara diri
غَيْرَ ghayra bukan/tidak
مُسَـٰفِحَـٰتٍۢ musāfiḥātin wanita-wanita pezina
وَلَا walā dan bukan
مُتَّخِذَٰتِ muttakhidhāti wanita yang mengambil laki-laki lain
أَخْدَانٍۢ ۚ akhdānin gendak
فَإِذَآ fa-idhā maka apabila
أُحْصِنَّ uḥ'ṣinna mereka telah menjaga diri
فَإِنْ fa-in maka jika
أَتَيْنَ atayna mereka mendatangi/melakukan
بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji
فَعَلَيْهِنَّ faʿalayhinna maka atas mereka
نِصْفُ niṣ'fu separuh
مَا mā apa
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ l-muḥ'ṣanāti wanita-wanita yang merdeka
مِنَ mina dari
ٱلْعَذَابِ ۚ l-ʿadhābi siksa
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لِمَنْ liman bagi orang
خَشِىَ khashiya (ia) takut
ٱلْعَنَتَ l-ʿanata sulit menjaga diri
مِنكُمْ ۚ minkum dari/di antara kamu
وَأَن wa-an dan jika
تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ ۗ lakum bagi kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 26 - Surah An-Nisaa: 14 kata

يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Allah hendak menerangkan (hukum syari'at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيُبَيِّنَ liyubayyina untuk Dia menerangkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَيَهْدِيَكُمْ wayahdiyakum dan Dia memberi petunjuk kepadamu
سُنَنَ sunana jalan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
وَيَتُوبَ wayatūba dan Dia hendak menerima taubat
عَلَيْكُمْ ۗ ʿalaykum atas kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 27 - Surah An-Nisaa: 13 kata

وَٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُوا۟ مَيْلًا عَظِيمًۭا

Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُرِيدُ yurīdu Dia hendak
أَن an supaya
يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَيُرِيدُ wayurīdu dan/sedang menghendaki
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna (mereka) mengikuti
ٱلشَّهَوَٰتِ l-shahawāti hawa nafsu
أَن an supaya
تَمِيلُوا۟ tamīlū kamu berpaling
مَيْلًا maylan berpaling
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar/sejauh-jauhnya

Ayat 28 - Surah An-Nisaa: 8 kata

يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ ضَعِيفًۭا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an supaya
يُخَفِّفَ yukhaffifa Dia memberi keringanan
عَنكُمْ ۚ ʿankum dari kalian
وَخُلِقَ wakhuliqa dan dijadikan
ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia
ضَعِيفًۭا ḍaʿīfan lemah

Ayat 29 - Surah An-Nisaa: 23 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَـٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضٍۢ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًۭا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu memakan
أَمْوَٰلَكُم amwālakum hartamu
بَيْنَكُم baynakum diantara/sesamamu
بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan jalan yang batil
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
تَكُونَ takūna kamu adalah
تِجَـٰرَةً tijāratan (dengan jalan) perniagaan
عَن ʿan saling
تَرَاضٍۢ tarāḍin suka
مِّنكُمْ ۚ minkum dari/diantara kamu
وَلَا walā dan jangan
تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh
أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian
رَحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 30 - Surah An-Nisaa: 13 kata

وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَٰنًۭا وَظُلْمًۭا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًۭا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

وَمَن waman dan barang siapa
يَفْعَلْ yafʿal (ia) berbuat
ذَٰلِكَ dhālika demikian
عُدْوَٰنًۭا ʿud'wānan bermusuhan/melanggar hak
وَظُلْمًۭا waẓul'man dan aniaya
فَسَوْفَ fasawfa maka akan
نُصْلِيهِ nuṣ'līhi Kami masukkan ia
نَارًۭا ۚ nāran neraka
وَكَانَ wakāna dan adalah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
عَلَى ʿalā atas/bagi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَسِيرًا yasīran mudah

Ayat 31 - Surah An-Nisaa: 12 kata

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًۭا كَرِيمًۭا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

إِن in jika
تَجْتَنِبُوا۟ tajtanibū kamu menjauhi
كَبَآئِرَ kabāira dosa-dosa besar
مَا mā apa
تُنْهَوْنَ tun'hawna kamu dilarang (mengerjakan)
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
نُكَفِّرْ nukaffir (niscaya) Kami hapus
عَنكُمْ ʿankum dari kalian
سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu
وَنُدْخِلْكُم wanud'khil'kum dan Kami masukkan kamu
مُّدْخَلًۭا mud'khalan ke tempat masuk
كَرِيمًۭا karīman mulia

Ayat 32 - Surah An-Nisaa: 27 kata

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًۭا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَلَا walā dan jangan
تَتَمَنَّوْا۟ tatamannaw kamu berangan-angan(iri hati)
مَا mā apa
فَضَّلَ faḍḍala memberi karunia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهِۦ bihi dengannya
بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu
عَلَىٰ ʿalā atas
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain
لِّلرِّجَالِ lilrrijāli bagi orang laki-laki
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian
مِّمَّا mimmā daripada apa
ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ ik'tasabū mereka usahakan
وَلِلنِّسَآءِ walilnnisāi dan bagi orang-orang perempuan
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian
مِّمَّا mimmā daripada apa
ٱكْتَسَبْنَ ۚ ik'tasabna mereka usahakan
وَسْـَٔلُوا۟ wasalū dan mohonlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦٓ ۗ faḍlihi karuniaNya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
بِكُلِّ bikulli dengan/terhadap segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui

Ayat 33 - Surah An-Nisaa: 19 kata

وَلِكُلٍّۢ جَعَلْنَا مَوَٰلِىَ مِمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ وَٱلَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ فَـَٔاتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدًا

Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
مَوَٰلِىَ mawāliya pewaris-pewaris
مِمَّا mimmā dari apa (harta)
تَرَكَ taraka meninggalkan/(peninggalan)
ٱلْوَٰلِدَانِ l-wālidāni kedua orang tua
وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ wal-aqrabūna dan kerabat
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
عَقَدَتْ ʿaqadat telah mengikat
أَيْمَـٰنُكُمْ aymānukum sumpahmu
فَـَٔاتُوهُمْ faātūhum maka berilah mereka
نَصِيبَهُمْ ۚ naṣībahum bagian mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
شَهِيدًا shahīdan menjadi saksi (menyaksikan)

Ayat 34 - Surah An-Nisaa: 40 kata

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتٌۭ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّۭا كَبِيرًۭا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

ٱلرِّجَالُ al-rijālu kaum laki-laki
قَوَّٰمُونَ qawwāmūna pemimpin/lebih kuat
عَلَى ʿalā atas/bagi
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi kaum wanita
بِمَا bimā dengan sebab
فَضَّلَ faḍḍala telah melebihkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain
وَبِمَآ wabimā dan dengan sebab
أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka menafkahkan
مِنْ min dari
أَمْوَٰلِهِمْ ۚ amwālihim harta mereka
فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ fal-ṣāliḥātu maka wanita-wanita yang saleh
قَـٰنِتَـٰتٌ qānitātun yang taat
حَـٰفِظَـٰتٌۭ ḥāfiẓātun yang menjaga diri
لِّلْغَيْبِ lil'ghaybi di waktu gaib/tidak hadir
بِمَا bimā dengan sebab
حَفِظَ ḥafiẓa menjaga/memelihara
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَٱلَّـٰتِى wa-allātī dan wanita-wanita yang
تَخَافُونَ takhāfūna kamu khawatirkan
نُشُوزَهُنَّ nushūzahunna 'nusyuz'nya/kedurhakaannya
فَعِظُوهُنَّ faʿiẓūhunna maka nasehati mereka
وَٱهْجُرُوهُنَّ wa-uh'jurūhunna dan pindahkan/pisahkan mereka
فِى fī pada
ٱلْمَضَاجِعِ l-maḍājiʿi tempat tidur
وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ wa-iḍ'ribūhunna dan pukullah mereka
فَإِنْ fa-in maka jika
أَطَعْنَكُمْ aṭaʿnakum mereka mentaatimu
فَلَا falā maka janganlah
تَبْغُوا۟ tabghū kamu mencari-cari
عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas/terhadap mereka
سَبِيلًا ۗ sabīlan jalan (untuk menyusahkan)
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلِيًّۭا ʿaliyyan Maha Tinggi
كَبِيرًۭا kabīran Maha Besar

Ayat 35 - Surah An-Nisaa: 22 kata

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًۭا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًۭا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَـٰحًۭا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًۭا

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

وَإِنْ wa-in dan jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu khawatir
شِقَاقَ shiqāqa (adanya)perpecahan
بَيْنِهِمَا baynihimā antara keduanya
فَٱبْعَثُوا۟ fa-ib'ʿathū maka utuslah/kirimlah
حَكَمًۭا ḥakaman seorang hakam (pendamai)
مِّنْ min dari
أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya (laki-laki)
وَحَكَمًۭا waḥakaman dan seorang hakam (pendamai)
مِّنْ min dari
أَهْلِهَآ ahlihā keluarganya (perempuan)
إِن in jika
يُرِيدَآ yurīdā keduanya menghendaki
إِصْلَـٰحًۭا iṣ'lāḥan perdamaian
يُوَفِّقِ yuwaffiqi akan memberi taufik
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بَيْنَهُمَآ ۗ baynahumā kepada keduanya (suami-isteri)
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلِيمًا ʿalīman Maha mengetahui
خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengerti

Ayat 36 - Surah An-Nisaa: 32 kata

۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًۭا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

۞ وَٱعْبُدُوا۟ wa-uʿ'budū dan sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَلَا walā dan janganlah
تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mempersekutukan
بِهِۦ bihi denganNya
شَيْـًۭٔا ۖ shayan sesuatu
وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan kepada kedua orang tua
إِحْسَـٰنًۭا iḥ'sānan (berbuat) baik
وَبِذِى wabidhī dan (dengan/terhadap)yang dimiliki
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat dekat
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim
وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin
وَٱلْجَارِ wal-jāri dan tetangga
ذِى dhī yang memiliki
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā dekat
وَٱلْجَارِ wal-jāri dan tetangga
ٱلْجُنُبِ l-junubi yang jauh
وَٱلصَّاحِبِ wal-ṣāḥibi dan teman
بِٱلْجَنۢبِ bil-janbi sejawat
وَٱبْنِ wa-ib'ni dan ibnu (orang)
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli sabil (dalam perjalanan)
وَمَا wamā dan apa yang
مَلَكَتْ malakat kamu miliki
أَيْمَـٰنُكُمْ ۗ aymānukum budak-budakmu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
مَن man orang-orang
كَانَ kāna adalah
مُخْتَالًۭا mukh'tālan sombong
فَخُورًا fakhūran membanggakan diri

Ayat 37 - Surah An-Nisaa: 15 kata

ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَبْخَلُونَ yabkhalūna (mereka) kikir
وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan (mereka) menyuruh
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia/orang lain
بِٱلْبُخْلِ bil-bukh'li dengan berbuat kikir
وَيَكْتُمُونَ wayaktumūna dan mereka menyembunyikan
مَآ mā apa (karunia)
ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ ۗ faḍlihi karuniaNya
وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir
عَذَابًۭا ʿadhāban siksa
مُّهِينًۭا muhīnan menghinakan

Ayat 38 - Surah An-Nisaa: 18 kata

وَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۗ وَمَن يَكُنِ ٱلشَّيْطَـٰنُ لَهُۥ قَرِينًۭا فَسَآءَ قَرِينًۭا

Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-oarng yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan
أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka
رِئَآءَ riāa riya'
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَا walā dan tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَلَا walā dan tidak
بِٱلْيَوْمِ bil-yawmi dengan/kepada hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۗ l-ākhiri akhirat
وَمَن waman dan barang siapa
يَكُنِ yakuni ia adalah/menjadikan
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
لَهُۥ lahu baginya
قَرِينًۭا qarīnan (sebagai) teman
فَسَآءَ fasāa maka sejahat-jahat
قَرِينًۭا qarīnan teman

Ayat 39 - Surah An-Nisaa: 15 kata

وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا

Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

وَمَاذَا wamādhā dan apakah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/bagi mereka
لَوْ law sekiranya
ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan
مِمَّا mimmā dari/sebagian apa
رَزَقَهُمُ razaqahumu memberi rezki kepada mereka
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهِمْ bihim terhadap mereka
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui

Ayat 40 - Surah An-Nisaa: 15 kata

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَظْلِمُ yaẓlimu Dia menganiaya
مِثْقَالَ mith'qāla seberat/sebesar
ذَرَّةٍۢ ۖ dharratin zarrah/biji sangat kecil
وَإِن wa-in dan jika
تَكُ taku kamu ada
حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebajikan
يُضَـٰعِفْهَا yuḍāʿif'hā Dia melipat gandakannya
وَيُؤْتِ wayu'ti dan Dia memberikan
مِن min dari
لَّدُنْهُ ladun'hu sisiNya
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًۭا ʿaẓīman yang besar

Ayat 41 - Surah An-Nisaa: 12 kata

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍۢ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًۭا

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana
إِذَا idhā jika/apabila
جِئْنَا ji'nā Kami datangkan
مِن min dari
كُلِّ kulli tiap-tiap
أُمَّةٍۭ ummatin ummat
بِشَهِيدٍۢ bishahīdin dengan seorang saksi
وَجِئْنَا waji'nā dan Kami datangkan
بِكَ bika dengan engkau
عَلَىٰ ʿalā atas
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu
شَهِيدًۭا shahīdan sebagai saksi

Ayat 42 - Surah An-Nisaa: 14 kata

يَوْمَئِذٍۢ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَعَصَوُا۟ ٱلرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ ٱلْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثًۭا

Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu
يَوَدُّ yawaddu ingin
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَعَصَوُا۟ waʿaṣawū dan orang-orang yang mendurhakai
ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul
لَوْ law sekiranya/supaya
تُسَوَّىٰ tusawwā disama-ratakan
بِهِمُ bihimu dengan mereka
ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi
وَلَا walā dan tidak
يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka menyembunyikan
ٱللَّهَ l-laha Allah
حَدِيثًۭا ḥadīthan sesuatu kejadian

Ayat 43 - Surah An-Nisaa: 48 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā janganlah
تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu mendekati
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
سُكَـٰرَىٰ sukārā mabuk
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تَعْلَمُوا۟ taʿlamū kamu mengetahui/mengerti
مَا mā apa
تَقُولُونَ taqūlūna kamu ucapkan
وَلَا walā dan janganlah
جُنُبًا junuban dalam keadaan junub
إِلَّا illā kecuali
عَابِرِى ʿābirī sekedar
سَبِيلٍ sabīlin berlalu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تَغْتَسِلُوا۟ ۚ taghtasilū kamu mandi
وَإِن wa-in dan jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مَّرْضَىٰٓ marḍā sakit
أَوْ aw atau
عَلَىٰ ʿalā atas/dalam
سَفَرٍ safarin perjalanan
أَوْ aw atau
جَآءَ jāa datang
أَحَدٌۭ aḥadun seseorang
مِّنكُم minkum diantara kamu
مِّنَ mina dari
ٱلْغَآئِطِ l-ghāiṭi tempat buang air
أَوْ aw atau
لَـٰمَسْتُمُ lāmastumu kamu menyentuh
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan
فَلَمْ falam maka/kemudian tidak
تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan
مَآءًۭ māan air
فَتَيَمَّمُوا۟ fatayammamū maka bertayamumlah kamu
صَعِيدًۭا ṣaʿīdan debu/tanah
طَيِّبًۭا ṭayyiban bersih
فَٱمْسَحُوا۟ fa-im'saḥū maka sapulah
بِوُجُوهِكُمْ biwujūhikum dengan/pada mukamu
وَأَيْدِيكُمْ ۗ wa-aydīkum dan tanganmu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَفُوًّا ʿafuwwan Maha Pemaaf
غَفُورًا ghafūran Maha Pengampun

Ayat 44 - Surah An-Nisaa: 14 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يَشْتَرُونَ ٱلضَّلَـٰلَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّوا۟ ٱلسَّبِيلَ

Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

أَلَمْ alam apakah tidak
تَرَ tara kamu memperhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
نَصِيبًۭا naṣīban bagian
مِّنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka membeli
ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan
وَيُرِيدُونَ wayurīdūna dan mereka menghendaki
أَن an supaya
تَضِلُّوا۟ taḍillū kamu tersesat
ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan

Ayat 45 - Surah An-Nisaa: 9 kata

وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَآئِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ نَصِيرًۭا

Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِأَعْدَآئِكُمْ ۚ bi-aʿdāikum dengan/tentang musuh-musuhmu
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
وَلِيًّۭا waliyyan (menjadi) pelindung
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
نَصِيرًۭا naṣīran (menjadi) penolong

Ayat 46 - Surah An-Nisaa: 38 kata

مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَٱسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍۢ وَرَٰعِنَا لَيًّۢا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًۭا فِى ٱلدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَٱسْمَعْ وَٱنظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَـٰكِن لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًۭا

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هَادُوا۟ hādū Yahudi
يُحَرِّفُونَ yuḥarrifūna mereka merubah
ٱلْكَلِمَ l-kalima perkataan
عَن ʿan dari
مَّوَاضِعِهِۦ mawāḍiʿihi tempat-tempatnya
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar
وَعَصَيْنَا waʿaṣaynā dan/tetapi kami mendurhakai
وَٱسْمَعْ wa-is'maʿ dan dengarlah
غَيْرَ ghayra tidak/bukan
مُسْمَعٍۢ mus'maʿin mendengar
وَرَٰعِنَا warāʿinā dan peliharalah kami
لَيًّۢا layyan memutar-mutar
بِأَلْسِنَتِهِمْ bi-alsinatihim dengan lidah mereka
وَطَعْنًۭا waṭaʿnan dan mencela
فِى fī dalam
ٱلدِّينِ ۚ l-dīni agama
وَلَوْ walaw dan sekiranya
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar
وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami mentaati
وَٱسْمَعْ wa-is'maʿ dan dengarkan
وَٱنظُرْنَا wa-unẓur'nā dan perhatikanlah kami
لَكَانَ lakāna tentu itu adalah
خَيْرًۭا khayran lebih baik
لَّهُمْ lahum bagi mereka
وَأَقْوَمَ wa-aqwama dan lebih tepat
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لَّعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan/karena kekafiran mereka
فَلَا falā maka tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Ayat 47 - Surah An-Nisaa: 28 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ ءَامِنُوا۟ بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًۭا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبْلِ أَن نَّطْمِسَ وُجُوهًۭا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدْبَارِهَآ أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّآ أَصْحَـٰبَ ٱلسَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًا

Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu
بِمَا bimā dengan apa
نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan
لِّمَا limā bagi apa (Kitab)
مَعَكُم maʿakum bersamamu/ada padamu
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
نَّطْمِسَ naṭmisa Kami merubah
وُجُوهًۭا wujūhan muka-muka
فَنَرُدَّهَا fanaruddahā maka/lalu Kami putarkannya
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَدْبَارِهَآ adbārihā belakangnya
أَوْ aw atau
نَلْعَنَهُمْ nalʿanahum Kami kutuk mereka
كَمَا kamā sebagaimana
لَعَنَّآ laʿannā Kami mengutuki
أَصْحَـٰبَ aṣḥāba orang-orang
ٱلسَّبْتِ ۚ l-sabti hari Sabtu
وَكَانَ wakāna dan adalah
أَمْرُ amru ketetapan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَفْعُولًا mafʿūlan berlaku

Ayat 48 - Surah An-Nisaa: 20 kata

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni mereka
أَن an bahwa
يُشْرَكَ yush'raka dipersekutukan
بِهِۦ bihi denganNya
وَيَغْفِرُ wayaghfiru dan Dia mengampuni
مَا mā apa
دُونَ dūna selain
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
لِمَن liman bagi siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَمَن waman dan barang siapa
يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
فَقَدِ faqadi maka sungguh
ٱفْتَرَىٰٓ if'tarā ia telah berbuat
إِثْمًا ith'man dosa
عَظِيمًا ʿaẓīman besar

Ayat 49 - Surah An-Nisaa: 14 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.

أَلَمْ alam tidaklah
تَرَ tara kamu perhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُزَكُّونَ yuzakkūna (mereka) membersihkan
أَنفُسَهُم ۚ anfusahum diri mereka
بَلِ bali akan tetapi
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُزَكِّى yuzakkī Dia membersihkan
مَن man siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَلَا walā dan tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya
فَتِيلًا fatīlan sedikitpun

Ayat 50 - Surah An-Nisaa: 10 kata

ٱنظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِۦٓ إِثْمًۭا مُّبِينًا

Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْكَذِبَ ۖ l-kadhiba dusta
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِهِۦٓ bihi dengannya/perbuatan itu
إِثْمًۭا ith'man dosa
مُّبِينًا mubīnan nyata

Ayat 51 - Surah An-Nisaa: 20 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يُؤْمِنُونَ بِٱلْجِبْتِ وَٱلطَّـٰغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ هَـٰٓؤُلَآءِ أَهْدَىٰ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ سَبِيلًا

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

أَلَمْ alam apakah tidak
تَرَ tara kamu perhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
نَصِيبًۭا naṣīban bagian
مِّنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِٱلْجِبْتِ bil-jib'ti dengan/kepada Jibti
وَٱلطَّـٰغُوتِ wal-ṭāghūti dan Tagut
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu
أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
سَبِيلًا sabīlan jalan

Ayat 52 - Surah An-Nisaa: 11 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يَلْعَنِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ نَصِيرًا

Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
وَمَن waman dan barang siapa
يَلْعَنِ yalʿani mengutuk
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَلَن falan maka sekali-kali tidak
تَجِدَ tajida mendapat
لَهُۥ lahu baginya
نَصِيرًا naṣīran penolong

Ayat 53 - Surah An-Nisaa: 10 kata

أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُلْكِ فَإِذًۭا لَّا يُؤْتُونَ ٱلنَّاسَ نَقِيرًا

Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia.

أَمْ am atau
لَهُمْ lahum bagi mereka
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian
مِّنَ mina dari
ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kekuasaan
فَإِذًۭا fa-idhan maka jika demikian/kendatipun ada
لَّا lā tidak
يُؤْتُونَ yu'tūna mereka akan mendatangkan
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
نَقِيرًا naqīran sedikitpun

Ayat 54 - Surah An-Nisaa: 18 kata

أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَـٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًۭا

ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.

أَمْ am atau
يَحْسُدُونَ yaḥsudūna mereka dengki
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
عَلَىٰ ʿalā atas
مَآ mā apa (karunia)
ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ ۖ faḍlihi karuniaNya
فَقَدْ faqad maka sungguh
ءَاتَيْنَآ ātaynā Kami telah memberikan
ءَالَ āla keluarga
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah
وَءَاتَيْنَـٰهُم waātaynāhum dan Kami telah memberikan kepada mereka
مُّلْكًا mul'kan kerajaan
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 55 - Surah An-Nisaa: 11 kata

فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا

Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.

فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka
مَّنْ man orang
ءَامَنَ āmana ia beriman
بِهِۦ bihi denganNya (Allah)
وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّن man orang
صَدَّ ṣadda ia menghalangi
عَنْهُ ۚ ʿanhu daripadaNya
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِجَهَنَّمَ bijahannama dengan neraka jahanam
سَعِيرًا saʿīran menyala-nyala

Ayat 56 - Surah An-Nisaa: 20 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًۭا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًۭا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan/kepada ayat-ayat Kami
سَوْفَ sawfa kelak/bakal
نُصْلِيهِمْ nuṣ'līhim Kami masukkan mereka
نَارًۭا nāran api/neraka
كُلَّمَا kullamā setiap
نَضِجَتْ naḍijat hangus/terbakar
جُلُودُهُم julūduhum kulit-kulit mereka
بَدَّلْنَـٰهُمْ baddalnāhum Kami ganti mereka
جُلُودًا julūdan kulit-kulit
غَيْرَهَا ghayrahā lainnya
لِيَذُوقُوا۟ liyadhūqū supaya merasakan
ٱلْعَذَابَ ۗ l-ʿadhāba azab/siksa
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 57 - Surah An-Nisaa: 20 kata

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌۭ مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّۭا ظَلِيلًا

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan
سَنُدْخِلُهُمْ sanud'khiluhum akan Kami masukkan mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَآ fīhā di dalamnya
أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya
لَّهُمْ lahum bagi mereka
فِيهَآ fīhā di dalamnya
أَزْوَٰجٌۭ azwājun isteri-isteri
مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ muṭahharatun yang suci
وَنُدْخِلُهُمْ wanud'khiluhum dan Kami masukkan mereka
ظِلًّۭا ẓillan tempat teduh/naungan
ظَلِيلًا ẓalīlan nyaman

Ayat 58 - Surah An-Nisaa: 25 kata

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًۭا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَأْمُرُكُمْ yamurukum Dia menyuruh
أَن an untuk
تُؤَدُّوا۟ tu-addū menyampaikan
ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ l-amānāti amanat
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَهْلِهَا ahlihā yang berhak menerimanya
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
حَكَمْتُم ḥakamtum kamu menetapkan hukum
بَيْنَ bayna diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
أَن an supaya
تَحْكُمُوا۟ taḥkumū kamu menetapkan hukum
بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
نِعِمَّا niʿimmā sebaik-baiknya
يَعِظُكُم yaʿiẓukum Dia memberi pelajaran kepadamu
بِهِۦٓ ۗ bihi dengannya
إِنَّ inna sesunguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adlah Dia
سَمِيعًۢا samīʿan Maha Mendengar
بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat

Ayat 59 - Surah An-Nisaa: 28 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَـٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍۢ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
وَأُو۟لِى wa-ulī dan ulil
ٱلْأَمْرِ l-amri Amri
مِنكُمْ ۖ minkum diantara kamu
فَإِن fa-in maka jika
تَنَـٰزَعْتُمْ tanāzaʿtum kamu berselisih
فِى fī dalam/tentang
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَرُدُّوهُ faruddūhu maka kembalikanlah ia
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱلرَّسُولِ wal-rasūli dan Rasul
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تُؤْمِنُونَ tu'minūna (kamu) beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat/akhir
ذَٰلِكَ dhālika dmikian itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik/utama
وَأَحْسَنُ wa-aḥsanu dan sebaik-baik
تَأْوِيلًا tawīlan kesudahan/akibatnya

Ayat 60 - Surah An-Nisaa: 30 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّـٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًۭا

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

أَلَمْ alam apakah tidak
تَرَ tara kamu perhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَزْعُمُونَ yazʿumūna mereka mengaku
أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
بِمَآ bimā dengan/kepada apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
مِن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
يُرِيدُونَ yurīdūna mereka hendak
أَن an bahwa
يَتَحَاكَمُوٓا۟ yataḥākamū mereka berhakim
إِلَى ilā kepada
ٱلطَّـٰغُوتِ l-ṭāghūti Tagut (berhala)
وَقَدْ waqad dan sungguh
أُمِرُوٓا۟ umirū mereka diperintah
أَن an untuk
يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka mengingkari
بِهِۦ bihi dengannya
وَيُرِيدُ wayurīdu dan menghendaki
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
أَن an untuk
يُضِلَّهُمْ yuḍillahum menyesatkan mereka
ضَلَـٰلًۢا ḍalālan penyesatan
بَعِيدًۭا baʿīdan sejauh-jauhnya

Ayat 61 - Surah An-Nisaa: 15 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيْتَ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًۭا

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
إِلَىٰ ilā kepada
مَآ mā apa (hukum)
أَنزَلَ anzala telah turunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
رَأَيْتَ ra-ayta kamu lihat
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) menghalangi
عَنكَ ʿanka dari kamu
صُدُودًۭا ṣudūdan halangan yang sangat kuat

Ayat 62 - Surah An-Nisaa: 16 kata

فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا

Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimanakah
إِذَآ idhā apabila
أَصَـٰبَتْهُم aṣābathum menimpa mereka
مُّصِيبَةٌۢ muṣībatun musibah
بِمَا bimā dengan sebab
قَدَّمَتْ qaddamat perbuatan
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka
ثُمَّ thumma kemudian
جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu
يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/demi Allah
إِنْ in sekali-kali tidak
أَرَدْنَآ aradnā kami menghendaki
إِلَّآ illā kecuali/selain
إِحْسَـٰنًۭا iḥ'sānan kebaikan
وَتَوْفِيقًا watawfīqan dan perdamaian yang sempurna

Ayat 63 - Surah An-Nisaa: 16 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعْلَمُ ٱللَّهُ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُل لَّهُمْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ قَوْلًۢا بَلِيغًۭا

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَا mā apa
فِى fī di dalam
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah kamu
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَعِظْهُمْ waʿiẓ'hum dan berilah mereka pelajaran
وَقُل waqul dan katakanlah
لَّهُمْ lahum kepada mereka
فِىٓ fī dalam
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/jiwa mereka
قَوْلًۢا qawlan perkataan
بَلِيغًۭا balīghan berbekas

Ayat 64 - Surah An-Nisaa: 23 kata

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُوا۟ ٱللَّهَ تَوَّابًۭا رَّحِيمًۭا

Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

وَمَآ wamā dan tidak
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus
مِن min dari
رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul
إِلَّا illā melainkan
لِيُطَاعَ liyuṭāʿa untuk ditaati
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَلَوْ walaw dan jikalau
أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka
إِذ idh ketika
ظَّلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu
فَٱسْتَغْفَرُوا۟ fa-is'taghfarū maka/lalu mereka mohon ampun
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱسْتَغْفَرَ wa-is'taghfara dan memohonkan ampun
لَهُمُ lahumu untuk mereka
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul
لَوَجَدُوا۟ lawajadū tentu mereka mendapati
ٱللَّهَ l-laha Allah
تَوَّابًۭا tawwāban Maha Penerima Taubat
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 65 - Surah An-Nisaa: 19 kata

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

فَلَا falā maka
وَرَبِّكَ warabbika dan/demi Tuhanmu
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
حَتَّىٰ ḥattā hingga
يُحَكِّمُوكَ yuḥakkimūka mereka menjadikan kamu hakim
فِيمَا fīmā terhadap apa/perkara
شَجَرَ shajara perselisihan
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يَجِدُوا۟ yajidū mereka mendapatkan
فِىٓ fī dalam
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/hati mereka
حَرَجًۭا ḥarajan keberatan
مِّمَّا mimmā terhadap apa
قَضَيْتَ qaḍayta kamu putuskan
وَيُسَلِّمُوا۟ wayusallimū dan mereka menerima
تَسْلِيمًۭا taslīman penerima sepenuhnya

Ayat 66 - Surah An-Nisaa: 27 kata

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَـٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌۭ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًۭا

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

وَلَوْ walaw dan kalau
أَنَّا annā sesungguhnya
كَتَبْنَا katabnā Kami perintahkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka
أَنِ ani bahwa
ٱقْتُلُوٓا۟ uq'tulū bunuhlah mereka
أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri
أَوِ awi atau
ٱخْرُجُوا۟ ukh'rujū keluarlah kamu
مِن min dari
دِيَـٰرِكُم diyārikum kampungmu
مَّا mā tidak
فَعَلُوهُ faʿalūhu mereka melakukannya
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit/sebagian kecil
مِّنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka
وَلَوْ walaw dan kalau
أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka
فَعَلُوا۟ faʿalū (mereka) melaksanakan
مَا mā apa/pelajaran
يُوعَظُونَ yūʿaẓūna diberikan
بِهِۦ bihi dengannya
لَكَانَ lakāna tentulah ia/demikian itu
خَيْرًۭا khayran lebih baik
لَّهُمْ lahum bagi mereka
وَأَشَدَّ wa-ashadda dan sangat/lebih
تَثْبِيتًۭا tathbītan menguatkan

Ayat 67 - Surah An-Nisaa: 6 kata

وَإِذًۭا لَّـَٔاتَيْنَـٰهُم مِّن لَّدُنَّآ أَجْرًا عَظِيمًۭا

dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,

وَإِذًۭا wa-idhan dan kalau demikian
لَّـَٔاتَيْنَـٰهُم laātaynāhum pasti Kami berikan
مِّن min dari
لَّدُنَّآ ladunnā sisi Kami
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 68 - Surah An-Nisaa: 3 kata

وَلَهَدَيْنَـٰهُمْ صِرَٰطًۭا مُّسْتَقِيمًۭا

dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

وَلَهَدَيْنَـٰهُمْ walahadaynāhum dan pasti Kami beri petunjuk mereka
صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan
مُّسْتَقِيمًۭا mus'taqīman lurus/benar

Ayat 69 - Surah An-Nisaa: 18 kata

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰٓئِكَ رَفِيقًۭا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

وَمَن waman dan barang siapa
يُطِعِ yuṭiʿi mentaati
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
مَعَ maʿa bersama-sama
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَنْعَمَ anʿama menganugerahi nikmat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مِّنَ mina dari
ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi
وَٱلصِّدِّيقِينَ wal-ṣidīqīna dan para siddiqin
وَٱلشُّهَدَآءِ wal-shuhadāi dan para syuhada
وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ wal-ṣāliḥīna dan orang-orang saleh
وَحَسُنَ waḥasuna dan sebaik-baik
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
رَفِيقًۭا rafīqan teman

Ayat 70 - Surah An-Nisaa: 7 kata

ذَٰلِكَ ٱلْفَضْلُ مِنَ ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِيمًۭا

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَكَفَىٰ wakafā dan cukup
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
عَلِيمًۭا ʿalīman mengetahui

Ayat 71 - Surah An-Nisaa: 10 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ خُذُوا۟ حِذْرَكُمْ فَٱنفِرُوا۟ ثُبَاتٍ أَوِ ٱنفِرُوا۟ جَمِيعًۭا

Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
خُذُوا۟ khudhū ambillah olehmu
حِذْرَكُمْ ḥidh'rakum kewaspadaanmu/kesiapanmu
فَٱنفِرُوا۟ fa-infirū pergilah kamu
ثُبَاتٍ thubātin berkelompok-kelompok
أَوِ awi atau
ٱنفِرُوا۟ infirū pergilah/majulah
جَمِيعًۭا jamīʿan bersama-sama

Ayat 72 - Surah An-Nisaa: 17 kata

وَإِنَّ مِنكُمْ لَمَن لَّيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَـٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌۭ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَىَّ إِذْ لَمْ أَكُن مَّعَهُمْ شَهِيدًۭا

Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
مِنكُمْ minkum diantara kamu
لَمَن laman ada orang
لَّيُبَطِّئَنَّ layubaṭṭi-anna sangat berlambat-lambat
فَإِنْ fa-in maka jika
أَصَـٰبَتْكُم aṣābatkum menimpa kamu
مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun bencana
قَالَ qāla ia berkata
قَدْ qad sungguh
أَنْعَمَ anʿama telah menganugerahkan nikmat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىَّ ʿalayya atasku/atas diriku
إِذْ idh karena
لَمْ lam tidak
أَكُن akun adalah aku
مَّعَهُمْ maʿahum bersama-sama mereka
شَهِيدًۭا shahīdan menyaksikan (berperang)

Ayat 73 - Surah An-Nisaa: 18 kata

وَلَئِنْ أَصَـٰبَكُمْ فَضْلٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَن لَّمْ تَكُنۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُۥ مَوَدَّةٌۭ يَـٰلَيْتَنِى كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًۭا

Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: "Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)".

وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika
أَصَـٰبَكُمْ aṣābakum menimpa kamu (kamu memperoleh)
فَضْلٌۭ faḍlun karunia
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَيَقُولَنَّ layaqūlanna tentu ia mengatakan
كَأَن ka-an seakan-akan
لَّمْ lam tidak
تَكُنۢ takun pernah ada
بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu
وَبَيْنَهُۥ wabaynahu dan antara ia
مَوَدَّةٌۭ mawaddatun kasih sayang
يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī Wahai kiranya saya ada
كُنتُ kuntu adalah aku
مَعَهُمْ maʿahum bersama-sama mereka
فَأَفُوزَ fa-afūza tentu saya mendapat kemenangan
فَوْزًا fawzan kemenangan
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 74 - Surah An-Nisaa: 21 kata

۞ فَلْيُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا

Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

۞ فَلْيُقَـٰتِلْ falyuqātil maka hendaklah berperang
فِى fī dalam
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَشْرُونَ yashrūna (mereka) menukar
ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ bil-ākhirati dengan akhirat
وَمَن waman dan barang siapa
يُقَـٰتِلْ yuqātil berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَيُقْتَلْ fayuq'tal lalu terbunuh
أَوْ aw atau
يَغْلِبْ yaghlib memperoleh kemenangan
فَسَوْفَ fasawfa maka kelak
نُؤْتِيهِ nu'tīhi akan Kami berikan kepadanya
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 75 - Surah An-Nisaa: 31 kata

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهْلُهَا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّۭا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".

وَمَا wamā dan mengapa
لَكُمْ lakum bagi kalian
لَا lā tidak
تُقَـٰتِلُونَ tuqātilūna kamu berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ wal-mus'taḍʿafīna dan orang-orang yang lemah
مِنَ mina dari
ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki
وَٱلنِّسَآءِ wal-nisāi dan perempuan
وَٱلْوِلْدَٰنِ wal-wil'dāni dan anak-anak
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan/mendoakan
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami
مِنْ min dari
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri
ٱلظَّالِمِ l-ẓālimi yang dzalim
أَهْلُهَا ahluhā penduduknya
وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikan
لَّنَا lanā bagi kami
مِن min dari
لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau
وَلِيًّۭا waliyyan pelindung
وَٱجْعَل wa-ij'ʿal dan jadikanlah/berilah
لَّنَا lanā untuk kami
مِن min dari
لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau
نَصِيرًا naṣīran penolong

Ayat 76 - Surah An-Nisaa: 20 kata

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّـٰغُوتِ فَقَـٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَـٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna mereka berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna mereka berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱلطَّـٰغُوتِ l-ṭāghūti Tagut
فَقَـٰتِلُوٓا۟ faqātilū maka perangilah
أَوْلِيَآءَ awliyāa kawan-kawan
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ l-shayṭāni syaitan
إِنَّ inna sesungguhnya
كَيْدَ kayda tipu daya
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
كَانَ kāna adalah
ضَعِيفًا ḍaʿīfan lemah

Ayat 77 - Surah An-Nisaa: 48 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوٓا۟ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌۭ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ ٱلنَّاسَ كَخَشْيَةِ ٱللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةًۭ ۚ وَقَالُوا۟ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا ٱلْقِتَالَ لَوْلَآ أَخَّرْتَنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ ۗ قُلْ مَتَـٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌۭ وَٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

أَلَمْ alam tidaklah
تَرَ tara kamu perhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
كُفُّوٓا۟ kuffū tahanlah
أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu
وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
فَلَمَّا falammā maka setelah
كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang
إِذَا idhā tiba-tiba
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
يَخْشَوْنَ yakhshawna mereka takut
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
كَخَشْيَةِ kakhashyati seperti takut
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَوْ aw atau
أَشَدَّ ashadda lebih
خَشْيَةًۭ ۚ khashyatan takut
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
لِمَ lima mengapa
كَتَبْتَ katabta Engkau wajibkan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
ٱلْقِتَالَ l-qitāla berperang
لَوْلَآ lawlā mengapa tidak
أَخَّرْتَنَآ akhartanā Engkau tangguhkan kami
إِلَىٰٓ ilā sampai
أَجَلٍۢ ajalin waktu
قَرِيبٍۢ ۗ qarībin dekat
قُلْ qul katakanlah
مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit
وَٱلْـَٔاخِرَةُ wal-ākhiratu dan akhirat
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّمَنِ limani bagi orang
ٱتَّقَىٰ ittaqā bertakwa
وَلَا walā dan tidak
تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya
فَتِيلًا fatīlan sedikitpun

Ayat 78 - Surah An-Nisaa: 36 kata

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍۢ مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًۭا

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

أَيْنَمَا aynamā dimana saja
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
يُدْرِككُّمُ yud'rikkumu akan mendapatkan kamu
ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian
وَلَوْ walaw kendatipun
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فِى fī di dalam
بُرُوجٍۢ burūjin benteng
مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ mushayyadatin yang kokoh
وَإِن wa-in dan jika
تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka
حَسَنَةٌۭ ḥasanatun kebaikan
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَإِن wa-in dan jika
تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka
سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejahatan/bencana
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini
مِنْ min dari
عِندِكَ ۚ ʿindika sisi kamu
قُلْ qul katakan
كُلٌّۭ kullun semuanya
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
فَمَالِ famāli maka mengapa
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
لَا lā tidak
يَكَادُونَ yakādūna mereka hampir
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami
حَدِيثًۭا ḥadīthan pembicaraan

Ayat 79 - Surah An-Nisaa: 18 kata

مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍۢ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍۢ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَـٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًۭا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۭا

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

مَّآ mā apa
أَصَابَكَ aṣābaka menimpamu
مِنْ min dari
حَسَنَةٍۢ ḥasanatin kebaikan
فَمِنَ famina maka dari
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَمَآ wamā dan apa
أَصَابَكَ aṣābaka menimpamu
مِن min dari
سَيِّئَةٍۢ sayyi-atin kejelekan/bencana
فَمِن famin maka dari
نَّفْسِكَ ۚ nafsika dirimu sendiri
وَأَرْسَلْنَـٰكَ wa-arsalnāka dan Kami utus kamu
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
رَسُولًۭا ۚ rasūlan Rasul
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi

Ayat 80 - Surah An-Nisaa: 12 kata

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًۭا

Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.

مَّن man barang siapa
يُطِعِ yuṭiʿi mentaati
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
أَطَاعَ aṭāʿa dia mentaati
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
وَمَن waman dan barang siapa
تَوَلَّىٰ tawallā dia berpaling
فَمَآ famā maka tidak
أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutusmu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
حَفِيظًۭا ḥafīẓan pemelihara

Ayat 81 - Surah An-Nisaa: 24 kata

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌۭ فَإِذَا بَرَزُوا۟ مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَآئِفَةٌۭ مِّنْهُمْ غَيْرَ ٱلَّذِى تَقُولُ ۖ وَٱللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
طَاعَةٌۭ ṭāʿatun taat
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
بَرَزُوا۟ barazū mereka telah pergi
مِنْ min dari
عِندِكَ ʿindika sisimu
بَيَّتَ bayyata mengambil keputusan di malam hari
طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
غَيْرَ ghayra bukan/selain
ٱلَّذِى alladhī yang
تَقُولُ ۖ taqūlu dia katakan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَكْتُبُ yaktubu Dia menulis
مَا mā apa
يُبَيِّتُونَ ۖ yubayyitūna mereka putuskan
فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakkallah
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
وَكِيلًا wakīlan pelindung

Ayat 82 - Surah An-Nisaa: 13 kata

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَـٰفًۭا كَثِيرًۭا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

أَفَلَا afalā maka apakah tidak
يَتَدَبَّرُونَ yatadabbarūna mereka memperhatikan
ٱلْقُرْءَانَ ۚ l-qur'āna Al Qur'an
وَلَوْ walaw dan jika
كَانَ kāna adalah ia
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
غَيْرِ ghayri selain/bukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَوَجَدُوا۟ lawajadū tentu mereka mendapati
فِيهِ fīhi di dalamnya
ٱخْتِلَـٰفًۭا ikh'tilāfan pertentangan
كَثِيرًۭا kathīran banyak

Ayat 83 - Surah An-Nisaa: 30 kata

وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌۭ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَـٰنَ إِلَّا قَلِيلًۭا

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
أَمْرٌۭ amrun perkara/berita
مِّنَ mina dari
ٱلْأَمْنِ l-amni keamanan
أَوِ awi atau
ٱلْخَوْفِ l-khawfi ketakutan
أَذَاعُوا۟ adhāʿū mereka menyiarkan
بِهِۦ ۖ bihi dengannya
وَلَوْ walaw dan jikalau
رَدُّوهُ raddūhu mereka mengembalikan/menyerahkannya
إِلَى ilā kepada
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
وَإِلَىٰٓ wa-ilā dan kepada
أُو۟لِى ulī ulil
ٱلْأَمْرِ l-amri amri
مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
لَعَلِمَهُ laʿalimahu tentu akan mengetahuinya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ yastanbiṭūnahu (mereka) menyelidikinya
مِنْهُمْ ۗ min'hum dari/diantara mereka
وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya
لَٱتَّبَعْتُمُ la-ittabaʿtumu tentu kamu mengikuti
ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Ayat 84 - Surah An-Nisaa: 22 kata

فَقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًۭا وَأَشَدُّ تَنكِيلًۭا

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).

فَقَـٰتِلْ faqātil maka berperanglah
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَا lā tidak
تُكَلَّفُ tukallafu kamu dibebani
إِلَّا illā kecuali/melainkan
نَفْسَكَ ۚ nafsaka dirimu sendiri
وَحَرِّضِ waḥarriḍi dan kobarkanlah semangat
ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mukmin
عَسَى ʿasā mudah-mudahan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an akan
يَكُفَّ yakuffa menolak
بَأْسَ basa kekuatan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَشَدُّ ashaddu sangat
بَأْسًۭا basan kekuatan
وَأَشَدُّ wa-ashaddu dan sangat
تَنكِيلًۭا tankīlan keras

Ayat 85 - Surah An-Nisaa: 22 kata

مَّن يَشْفَعْ شَفَـٰعَةً حَسَنَةًۭ يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌۭ مِّنْهَا ۖ وَمَن يَشْفَعْ شَفَـٰعَةًۭ سَيِّئَةًۭ يَكُن لَّهُۥ كِفْلٌۭ مِّنْهَا ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ مُّقِيتًۭا

Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

مَّن man barang siapa
يَشْفَعْ yashfaʿ memberi syafa'at/pertolongan
شَفَـٰعَةً shafāʿatan syafa'at/pertolongan
حَسَنَةًۭ ḥasanatan baik
يَكُن yakun adalah
لَّهُۥ lahu baginya
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian
مِّنْهَا ۖ min'hā daripadanya
وَمَن waman dan barang siapa
يَشْفَعْ yashfaʿ memberi syafa'at/pertolongan
شَفَـٰعَةًۭ shafāʿatan syafa'at/pertolongan
سَيِّئَةًۭ sayyi-atan buruk
يَكُن yakun adalah
لَّهُۥ lahu baginya
كِفْلٌۭ kif'lun memikul
مِّنْهَا ۗ min'hā daripadanya
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
مُّقِيتًۭا muqītan Maha Kuasa

Ayat 86 - Surah An-Nisaa: 15 kata

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍۢ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
حُيِّيتُم ḥuyyītum kamu dihormati
بِتَحِيَّةٍۢ bitaḥiyyatin dengan penghormatan
فَحَيُّوا۟ faḥayyū maka hormatilah
بِأَحْسَنَ bi-aḥsana dengan yang lebih baik
مِنْهَآ min'hā daripadanya
أَوْ aw atau
رُدُّوهَآ ۗ ruddūhā kembalikan ia
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
حَسِيبًا ḥasīban perhitungan

Ayat 87 - Surah An-Nisaa: 17 kata

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثًۭا

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?

ٱللَّهُ al-lahu Allah
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali/melainkan
هُوَ ۚ huwa Dia
لَيَجْمَعَنَّكُمْ layajmaʿannakum sungguh Dia akan mengumpulkan kamu
إِلَىٰ ilā kepada/sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
لَا lā tidak ada
رَيْبَ rayba keraguan
فِيهِ ۗ fīhi didalamnya
وَمَنْ waman dan barang siapa
أَصْدَقُ aṣdaqu lebih benar
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حَدِيثًۭا ḥadīthan perkataan

Ayat 88 - Surah An-Nisaa: 22 kata

۞ فَمَا لَكُمْ فِى ٱلْمُنَـٰفِقِينَ فِئَتَيْنِ وَٱللَّهُ أَرْكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓا۟ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَهْدُوا۟ مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًۭا

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

۞ فَمَا famā maka mengapa
لَكُمْ lakum bagi kalian
فِى fī dalam
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
فِئَتَيْنِ fi-atayni dua golongan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَرْكَسَهُم arkasahum menjerumuskan mereka
بِمَا bimā dengan sebab
كَسَبُوٓا۟ ۚ kasabū mereka usahakan
أَتُرِيدُونَ aturīdūna apakah kamu bermaksud
أَن an bahwa/akan
تَهْدُوا۟ tahdū kamu memberi petunjuk
مَنْ man orang
أَضَلَّ aḍalla menyesatkan
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
وَمَن waman dan barang siapa
يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَلَن falan maka tidak
تَجِدَ tajida kamu mendapatkan
لَهُۥ lahu baginya/kepadanya
سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Ayat 89 - Surah An-Nisaa: 28 kata

وَدُّوا۟ لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا۟ فَتَكُونُونَ سَوَآءًۭ ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا۟ مِنْهُمْ أَوْلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَخُذُوهُمْ وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا۟ مِنْهُمْ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًا

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

وَدُّوا۟ waddū mereka ingin
لَوْ law atau
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
كَمَا kamā sebagaimana
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
فَتَكُونُونَ fatakūnūna maka kamu adalah/menjadi
سَوَآءًۭ ۖ sawāan sama
فَلَا falā maka jangalah
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil menjadikan
مِنْهُمْ min'hum dari/di antara mereka
أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُهَاجِرُوا۟ yuhājirū mereka berhijrah
فِى fī di/pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
فَخُذُوهُمْ fakhudhūhum maka ambillah/tawanlah mereka
وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka
حَيْثُ ḥaythu dimana saja
وَجَدتُّمُوهُمْ ۖ wajadttumūhum kamu menemui mereka
وَلَا walā dan janganlah
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu ambil/jadikan
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
وَلِيًّۭا waliyyan pemimpin/pelindung
وَلَا walā dan jangan
نَصِيرًا naṣīran menjadi penolong

Ayat 90 - Surah An-Nisaa: 36 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌ أَوْ جَآءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَن يُقَـٰتِلُوكُمْ أَوْ يُقَـٰتِلُوا۟ قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَـٰتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ ٱعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَـٰتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا۟ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ فَمَا جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًۭا

kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَصِلُونَ yaṣilūna (mereka) mengadakan hubungan
إِلَىٰ ilā kepada
قَوْمٍۭ qawmin kaum
بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu
وَبَيْنَهُم wabaynahum dan antara mereka
مِّيثَـٰقٌ mīthāqun perjanjian
أَوْ aw atau
جَآءُوكُمْ jāūkum mereka datang kepadamu
حَصِرَتْ ḥaṣirat terkepung/merasa berat
صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada/hati mereka
أَن an akan
يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka membunuh kamu
أَوْ aw atau
يُقَـٰتِلُوا۟ yuqātilū mereka memerangi
قَوْمَهُمْ ۚ qawmahum kaum mereka
وَلَوْ walaw dan kalau
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَسَلَّطَهُمْ lasallaṭahum tentu memberi kekuasaan kepada mereka
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فَلَقَـٰتَلُوكُمْ ۚ falaqātalūkum maka pasti mereka memerangi kamu
فَإِنِ fa-ini maka/tetapi jika
ٱعْتَزَلُوكُمْ iʿ'tazalūkum mereka membiarkan kamu
فَلَمْ falam maka tidak
يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu
وَأَلْقَوْا۟ wa-alqaw dan mereka mengemukakan
إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu
ٱلسَّلَمَ l-salama perdamaian
فَمَا famā maka tidak
جَعَلَ jaʿala menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Ayat 91 - Surah An-Nisaa: 32 kata

سَتَجِدُونَ ءَاخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا۟ قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱلْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا۟ فِيهَا ۚ فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوٓا۟ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ وَيَكُفُّوٓا۟ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنًۭا مُّبِينًۭا

Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

سَتَجِدُونَ satajidūna kelak kamu akan dapati
ءَاخَرِينَ ākharīna (golongan) yang lain
يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki
أَن an bahwa
يَأْمَنُوكُمْ yamanūkum mereka aman dari kamu
وَيَأْمَنُوا۟ wayamanū dan mereka aman
قَوْمَهُمْ qawmahum kaum mereka
كُلَّ kulla setiap
مَا mā apa/kali
رُدُّوٓا۟ ruddū mereka diajak kembali
إِلَى ilā kepada
ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah
أُرْكِسُوا۟ ur'kisū mereka terjerumus
فِيهَا ۚ fīhā didalamnya
فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
يَعْتَزِلُوكُمْ yaʿtazilūkum mereka membiarkan kamu
وَيُلْقُوٓا۟ wayul'qū dan mengemukakan
إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu
ٱلسَّلَمَ l-salama perdamaian
وَيَكُفُّوٓا۟ wayakuffū dan mereka menahan
أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka
فَخُذُوهُمْ fakhudhūhum maka tawanlah mereka
وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka
حَيْثُ ḥaythu dimana saja
ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ thaqif'tumūhum kamu dapati mereka
وَأُو۟لَـٰٓئِكُمْ wa-ulāikum dan mereka itu
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan
مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Ayat 92 - Surah An-Nisaa: 60 kata

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَـًۭٔا ۚ وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَـًۭٔا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ وَدِيَةٌۭ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَصَّدَّقُوا۟ ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّۢ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌۭ فَدِيَةٌۭ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna boleh
لِمُؤْمِنٍ limu'minin bagi seorang mukmin
أَن an yang
يَقْتُلَ yaqtula membunuh
مُؤْمِنًا mu'minan seorang mukmin
إِلَّا illā kecuali
خَطَـًۭٔا ۚ khaṭa-an bersalah
وَمَن waman dan barang siapa
قَتَلَ qatala membunuh
مُؤْمِنًا mu'minan seorang mukmin
خَطَـًۭٔا khaṭa-an bersalah
فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka hendaklah memerdekakan
رَقَبَةٍۢ raqabatin hamba sahaya
مُّؤْمِنَةٍۢ mu'minatin yang beriman
وَدِيَةٌۭ wadiyatun dan membayar diyat/ganti rugi
مُّسَلَّمَةٌ musallamatun diserahkan
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَهْلِهِۦٓ ahlihi keluarganya
إِلَّآ illā kecuali
أَن an akan
يَصَّدَّقُوا۟ ۚ yaṣṣaddaqū mereka memberikan
فَإِن fa-in maka jika
كَانَ kāna ada
مِن min dari
قَوْمٍ qawmin kaum
عَدُوٍّۢ ʿaduwwin permusuhan
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَهُوَ wahuwa dan ia
مُؤْمِنٌۭ mu'minun seorang mukmin
فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka hendaklah memerdekakan
رَقَبَةٍۢ raqabatin hamba sahaya
مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ mu'minatin yang beriman
وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada
مِن min dari
قَوْمٍۭ qawmin kaum
بَيْنَكُمْ baynakum diantara kamu
وَبَيْنَهُم wabaynahum dan diantara mereka
مِّيثَـٰقٌۭ mīthāqun perjanjian
فَدِيَةٌۭ fadiyatun maka membayar diyat/ganti rugi
مُّسَلَّمَةٌ musallamatun diserahkan
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya
وَتَحْرِيرُ wataḥrīru dan memerdekakan
رَقَبَةٍۢ raqabatin hamba sahaya
مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ mu'minatin yang beriman
فَمَن faman maka barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَجِدْ yajid mendapatkan
فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasa
شَهْرَيْنِ shahrayni dua bulan
مُتَتَابِعَيْنِ mutatābiʿayni berturut-turut
تَوْبَةًۭ tawbatan taubat
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 93 - Surah An-Nisaa: 16 kata

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًۭا مُّتَعَمِّدًۭا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدًۭا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًۭا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

وَمَن waman dan barang siapa
يَقْتُلْ yaqtul membunuh
مُؤْمِنًۭا mu'minan seorang mukmin
مُّتَعَمِّدًۭا mutaʿammidan dengan sengaja
فَجَزَآؤُهُۥ fajazāuhu maka balasannya
جَهَنَّمُ jahannamu neraka Jahanam
خَـٰلِدًۭا khālidan kekal
فِيهَا fīhā di dalamnya
وَغَضِبَ waghaḍiba dan murka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
وَلَعَنَهُۥ walaʿanahu dan mengutuknya
وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan
لَهُۥ lahu baginya
عَذَابًا ʿadhāban siksa
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 94 - Surah An-Nisaa: 39 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُوا۟ وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَنْ أَلْقَىٰٓ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَـٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًۭا تَبْتَغُونَ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌۭ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِذَا idhā apabila
ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu berperang
فِى fī pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَتَبَيَّنُوا۟ fatabayyanū maka teliti olehmu
وَلَا walā dan jangan
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
لِمَنْ liman kepada orang yang
أَلْقَىٰٓ alqā menjatuhkan/mengatakan
إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu
ٱلسَّلَـٰمَ l-salāma salam
لَسْتَ lasta kamu bukan
مُؤْمِنًۭا mu'minan seorang mukmin
تَبْتَغُونَ tabtaghūna kamu mencari
عَرَضَ ʿaraḍa harta benda
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
فَعِندَ faʿinda maka disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَغَانِمُ maghānimu rampasan perang
كَثِيرَةٌۭ ۚ kathīratun yang banyak
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
كُنتُم kuntum kalian adalah
مِّن min dari
قَبْلُ qablu sebelum/dahulu
فَمَنَّ famanna maka menganugerahkan nikmat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فَتَبَيَّنُوٓا۟ ۚ fatabayyanū maka telitilah olehmu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Ayat 95 - Surah An-Nisaa: 33 kata

لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَـٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَـٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَـٰعِدِينَ دَرَجَةًۭ ۚ وَكُلًّۭا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَـٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَـٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًۭا

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

لَّا lā tidaklah
يَسْتَوِى yastawī sama
ٱلْقَـٰعِدُونَ l-qāʿidūna orang-orang yang duduk
مِنَ mina dari/diantara
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
غَيْرُ ghayru tidak/bukan
أُو۟لِى ulī mempunyai
ٱلضَّرَرِ l-ḍarari uzur
وَٱلْمُجَـٰهِدُونَ wal-mujāhidūna dan orang-orang yang berjihad
فِى fī pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka
وَأَنفُسِهِمْ ۚ wa-anfusihim dan jiwa mereka
فَضَّلَ faḍḍala melebihkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُجَـٰهِدِينَ l-mujāhidīna orang-orang yang berjihad
بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka
وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka
عَلَى ʿalā atas
ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk
دَرَجَةًۭ ۚ darajatan satu derajat
وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah
وَعَدَ waʿada menjanjikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā kebaikan
وَفَضَّلَ wafaḍḍala dan melebihkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُجَـٰهِدِينَ l-mujāhidīna orang-orang yang berjihad
عَلَى ʿalā atas
ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 96 - Surah An-Nisaa: 8 kata

دَرَجَـٰتٍۢ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةًۭ وَرَحْمَةًۭ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًا

(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat
مِّنْهُ min'hu daripadaNya
وَمَغْفِرَةًۭ wamaghfiratan dan ampunan
وَرَحْمَةًۭ ۚ waraḥmatan dan rahmat
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 97 - Surah An-Nisaa: 27 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةًۭ فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَوَفَّىٰهُمُ tawaffāhumu mewafatkan mereka
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat
ظَالِمِىٓ ẓālimī (keadaan) menganiaya
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
فِيمَ fīma bagaimana
كُنتُمْ ۖ kuntum kalian adalah
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
كُنَّا kunnā kami adalah
مُسْتَضْعَفِينَ mus'taḍʿafīna orang-orang yang tertindas
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi/negeri
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَلَمْ alam bukankah/tidakkah
تَكُنْ takun adalah
أَرْضُ arḍu bumi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٰسِعَةًۭ wāsiʿatan luas
فَتُهَاجِرُوا۟ fatuhājirū maka kamu berpindah-pindah
فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat mereka
جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka Jahanam
وَسَآءَتْ wasāat dan seburuk-buruk
مَصِيرًا maṣīran tempat kembali

Ayat 98 - Surah An-Nisaa: 12 kata

إِلَّا ٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةًۭ وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًۭا

kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),

إِلَّا illā kecuali
ٱلْمُسْتَضْعَفِينَ l-mus'taḍʿafīna orang-orang yang tertindas
مِنَ mina dari
ٱلرِّجَالِ l-rijāli laki-laki
وَٱلنِّسَآءِ wal-nisāi dan perempuan
وَٱلْوِلْدَٰنِ wal-wil'dāni dan anak-anak
لَا lā tidak
يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka mampu/kuasa
حِيلَةًۭ ḥīlatan daya upaya
وَلَا walā dan tidak
يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Ayat 99 - Surah An-Nisaa: 10 kata

فَأُو۟لَـٰٓئِكَ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًۭا

mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
عَسَى ʿasā mudah-mudahan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an akan
يَعْفُوَ yaʿfuwa memaafkan
عَنْهُمْ ۚ ʿanhum dari mereka
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَفُوًّا ʿafuwwan Maha Pemaaf
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun

Ayat 100 - Surah An-Nisaa: 31 kata

۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًۭا كَثِيرًۭا وَسَعَةًۭ ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

۞ وَمَن waman dan barang siapa
يُهَاجِرْ yuhājir berhijrah
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَجِدْ yajid ia mendapat
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
مُرَٰغَمًۭا murāghaman tempat perlindungan
كَثِيرًۭا kathīran banyak
وَسَعَةًۭ ۚ wasaʿatan dan luas
وَمَن waman dan barang siapa
يَخْرُجْ yakhruj keluar
مِنۢ min dari
بَيْتِهِۦ baytihi rumahnya
مُهَاجِرًا muhājiran berhijrah
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya
ثُمَّ thumma kemudian
يُدْرِكْهُ yud'rik'hu menemuinya
ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian
فَقَدْ faqad maka sungguh
وَقَعَ waqaʿa telah tetap
أَجْرُهُۥ ajruhu pahalanya
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 101 - Surah An-Nisaa: 23 kata

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَـٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu bepergian
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
فَلَيْسَ falaysa maka tidak
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
جُنَاحٌ junāḥun berdosa
أَن an bahwa
تَقْصُرُوا۟ taqṣurū kamu mengqasar
مِنَ mina dari
ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat
إِنْ in jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu takut
أَن an akan
يَفْتِنَكُمُ yaftinakumu memfitnah/menyerang
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh
مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Ayat 102 - Surah An-Nisaa: 62 kata

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌۭ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوٓا۟ أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا۟ فَلْيَكُونُوا۟ مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا۟ فَلْيُصَلُّوا۟ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا۟ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًۭى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَن تَضَعُوٓا۟ أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا۟ حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
كُنتَ kunta adalah kamu
فِيهِمْ fīhim di dalam/di tengah mereka
فَأَقَمْتَ fa-aqamta maka/lalu kamu mendirikan
لَهُمُ lahumu bagi/bersama mereka
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
فَلْتَقُمْ faltaqum maka hendaklah berdiri
طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan
مِّنْهُم min'hum dari mereka
مَّعَكَ maʿaka bersama kamu
وَلْيَأْخُذُوٓا۟ walyakhudhū dan hendaklah mereka menyandang
أَسْلِحَتَهُمْ asliḥatahum senjata mereka
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
سَجَدُوا۟ sajadū mereka telah sujud
فَلْيَكُونُوا۟ falyakūnū maka hendaklah mereka
مِن min dari/di
وَرَآئِكُمْ warāikum belakangmu
وَلْتَأْتِ waltati dan hendaklah datang
طَآئِفَةٌ ṭāifatun segolongan
أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain
لَمْ lam tidak
يُصَلُّوا۟ yuṣallū sholat
فَلْيُصَلُّوا۟ falyuṣallū maka sholatlah mereka
مَعَكَ maʿaka bersama kamu
وَلْيَأْخُذُوا۟ walyakhudhū dan hendaklah
حِذْرَهُمْ ḥidh'rahum kewaspadaan mereka
وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ wa-asliḥatahum dan senjata mereka
وَدَّ wadda ingin
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَوْ law sekiranya
تَغْفُلُونَ taghfulūna kamu lengah
عَنْ ʿan dari
أَسْلِحَتِكُمْ asliḥatikum senjatamu
وَأَمْتِعَتِكُمْ wa-amtiʿatikum dan harta bendamu
فَيَمِيلُونَ fayamīlūna maka mereka akan menyerbu
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مَّيْلَةًۭ maylatan serbuan
وَٰحِدَةًۭ ۚ wāḥidatan satu/sekaligus
وَلَا walā dan tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِن in jika
كَانَ kāna adalah
بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian
أَذًۭى adhan kesusahan
مِّن min dari
مَّطَرٍ maṭarin hujan
أَوْ aw atau
كُنتُم kuntum kalian adalah
مَّرْضَىٰٓ marḍā sakit
أَن an akan
تَضَعُوٓا۟ taḍaʿū meletakkan
أَسْلِحَتَكُمْ ۖ asliḥatakum senjatamu
وَخُذُوا۟ wakhudhū dan ambillah
حِذْرَكُمْ ۗ ḥidh'rakum kewaspadaanmu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
أَعَدَّ aʿadda Dia menyediakan
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
عَذَابًۭا ʿadhāban siksa
مُّهِينًۭا muhīnan menghinakan

Ayat 103 - Surah An-Nisaa: 20 kata

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَـٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰبًۭا مَّوْقُوتًۭا

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila
قَضَيْتُمُ qaḍaytumu kamu telah menyelesaikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
قِيَـٰمًۭا qiyāman di waktu berdiri
وَقُعُودًۭا waquʿūdan dan di waktu duduk
وَعَلَىٰ waʿalā dan diwaktu
جُنُوبِكُمْ ۚ junūbikum berbaring
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
ٱطْمَأْنَنتُمْ iṭ'manantum kamu telah merasa aman
فَأَقِيمُوا۟ fa-aqīmū maka dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
كَانَتْ kānat adalah
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
كِتَـٰبًۭا kitāban suatu kewajiban
مَّوْقُوتًۭا mawqūtan ditentukan waktunya

Ayat 104 - Surah An-Nisaa: 22 kata

وَلَا تَهِنُوا۟ فِى ٱبْتِغَآءِ ٱلْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا۟ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَلَا walā dan janganlah
تَهِنُوا۟ tahinū kamu berhati hina/lemah
فِى fī dalam
ٱبْتِغَآءِ ib'tighāi mencari/mengejar
ٱلْقَوْمِ ۖ l-qawmi kaum
إِن in bahwa
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
تَأْلَمُونَ talamūna kamu menderita sakit
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka
يَأْلَمُونَ yalamūna menderita sakit
كَمَا kamā sebagaimana
تَأْلَمُونَ ۖ talamūna kamu menderita sakit
وَتَرْجُونَ watarjūna dan kamu mengharapkan
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
يَرْجُونَ ۗ yarjūna mereka harapkan
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 105 - Surah An-Nisaa: 15 kata

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًۭا

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,

إِنَّآ innā sesungguhnya
أَنزَلْنَآ anzalnā telah menurunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
لِتَحْكُمَ litaḥkuma supaya kamu mengadili
بَيْنَ bayna diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
بِمَآ bimā dengan apa
أَرَىٰكَ arāka memperlihatkan/mewahyukan kepadamu
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَلَا walā dan jangan
تَكُن takun kamu menjadi
لِّلْخَآئِنِينَ lil'khāinīna bagi orang-orang yang mengkhianati
خَصِيمًۭا khaṣīman penentang

Ayat 106 - Surah An-Nisaa: 7 kata

وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَٱسْتَغْفِرِ wa-is'taghfiri dan mohonlah ampun
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 107 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَلَا تُجَـٰدِلْ عَنِ ٱلَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنفُسَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًۭا

Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,

وَلَا walā dan janganlah
تُجَـٰدِلْ tujādil kamu berdebat
عَنِ ʿani dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَخْتَانُونَ yakhtānūna (mereka) mengkhianati
أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
مَن man orang
كَانَ kāna adalh
خَوَّانًا khawwānan orang yang berkhianat
أَثِيمًۭا athīman bergelimang dosa

Ayat 108 - Surah An-Nisaa: 21 kata

يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ ٱلْقَوْلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

يَسْتَخْفُونَ yastakhfūna mereka bersembunyi
مِنَ mina dari
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَا walā dan tidak
يَسْتَخْفُونَ yastakhfūna mereka bersembunyi
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَهُوَ wahuwa dan Dia
مَعَهُمْ maʿahum beserta mereka
إِذْ idh ketika
يُبَيِّتُونَ yubayyitūna mereka menetapkan
مَا mā apa
لَا lā tidak
يَرْضَىٰ yarḍā Dia meridhai
مِنَ mina dari
ٱلْقَوْلِ ۚ l-qawli perkataan/keputusan (rahasia)
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
مُحِيطًا muḥīṭan Maha Meliputi

Ayat 109 - Surah An-Nisaa: 18 kata

هَـٰٓأَنتُمْ هَـٰٓؤُلَآءِ جَـٰدَلْتُمْ عَنْهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَمَن يُجَـٰدِلُ ٱللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَم مَّن يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلًۭا

Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum itulah kamu
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi adalah
جَـٰدَلْتُمْ jādaltum kamu berdebat
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
فَمَن faman maka barang siapa
يُجَـٰدِلُ yujādilu mendebat
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
أَم am atau
مَّن man siapa
يَكُونُ yakūnu adalah/menjadi
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَكِيلًۭا wakīlan pelindung

Ayat 110 - Surah An-Nisaa: 13 kata

وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَمَن waman dan barang siapa
يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan
سُوٓءًا sūan kejahatan
أَوْ aw atau
يَظْلِمْ yaẓlim menganiaya
نَفْسَهُۥ nafsahu dirinya
ثُمَّ thumma kemudian
يَسْتَغْفِرِ yastaghfiri memohon ampun
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَجِدِ yajidi ia mendapati
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 111 - Surah An-Nisaa: 11 kata

وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًۭا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَمَن waman dan barang siapa
يَكْسِبْ yaksib mengerjakan
إِثْمًۭا ith'man dosa
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnyalah
يَكْسِبُهُۥ yaksibuhu ia mengerjakannya
عَلَىٰ ʿalā atas
نَفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya sendiri
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 112 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَمَن يَكْسِبْ خَطِيٓـَٔةً أَوْ إِثْمًۭا ثُمَّ يَرْمِ بِهِۦ بَرِيٓـًۭٔا فَقَدِ ٱحْتَمَلَ بُهْتَـٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا

Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

وَمَن waman dan barang siapa
يَكْسِبْ yaksib mengerjakan
خَطِيٓـَٔةً khaṭīatan kesalahan
أَوْ aw atau
إِثْمًۭا ith'man dosa
ثُمَّ thumma kemudian
يَرْمِ yarmi ia melemparkan/menuduhkan
بِهِۦ bihi dengannya
بَرِيٓـًۭٔا barīan orang yang tidak bersalah
فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya
ٱحْتَمَلَ iḥ'tamala ia menanggung
بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan kebohongan
وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa
مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Ayat 113 - Surah An-Nisaa: 33 kata

وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُۥ لَهَمَّت طَّآئِفَةٌۭ مِّنْهُمْ أَن يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَىْءٍۢ ۚ وَأَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًۭا

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

وَلَوْلَا walawlā dan sekiranya tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya
لَهَمَّت lahammat tentulah bermaksud
طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
أَن an akan
يُضِلُّوكَ yuḍillūka menyesatkan mereka
وَمَا wamā dan tidak
يُضِلُّونَ yuḍillūna mereka menyesatkan
إِلَّآ illā kecuali
أَنفُسَهُمْ ۖ anfusahum diri mereka sendiri
وَمَا wamā dan tidak
يَضُرُّونَكَ yaḍurrūnaka mereka mudharatkan kamu
مِن min dari
شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu (sedikitpun)
وَأَنزَلَ wa-anzala dan telah menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah
وَعَلَّمَكَ waʿallamaka dan Dia mengajarkan kamu
مَا mā apa
لَمْ lam tidak
تَكُن takun kamu
تَعْلَمُ ۚ taʿlamu kamu ketahui
وَكَانَ wakāna dan adalah
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 114 - Surah An-Nisaa: 26 kata

۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍۢ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَـٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

۞ لَّا lā tidak ada
خَيْرَ khayra kebaikan
فِى fī dalam
كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan
مِّن min dari
نَّجْوَىٰهُمْ najwāhum bisikan-bisikan mereka
إِلَّا illā kecuali
مَنْ man orang
أَمَرَ amara menyuruh
بِصَدَقَةٍ biṣadaqatin dengan memberi sedekah
أَوْ aw atau
مَعْرُوفٍ maʿrūfin berbuat kebaikan
أَوْ aw atau
إِصْلَـٰحٍۭ iṣ'lāḥin mengadakan perdamaian
بَيْنَ bayna antara
ٱلنَّاسِ ۚ l-nāsi manusia
وَمَن waman dan barang siapa
يَفْعَلْ yafʿal berbuat
ذَٰلِكَ dhālika demikian
ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa (karena) mencari
مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَسَوْفَ fasawfa maka akan
نُؤْتِيهِ nu'tīhi Kami memberinya
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 115 - Surah An-Nisaa: 20 kata

وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

وَمَن waman dan barang siapa
يُشَاقِقِ yushāqiqi menentang
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
تَبَيَّنَ tabayyana sudah jelas
لَهُ lahu baginya
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk (kebenaran)
وَيَتَّبِعْ wayattabiʿ dan dia mengikuti
غَيْرَ ghayra bukan
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
نُوَلِّهِۦ nuwallihi Kami palingkan dia
مَا mā apa
تَوَلَّىٰ tawallā dia kuasai
وَنُصْلِهِۦ wanuṣ'lihi dan Kami masukkan dia
جَهَنَّمَ ۖ jahannama neraka Jahanam
وَسَآءَتْ wasāat dan seburuk-buruk
مَصِيرًا maṣīran tempat kembali

Ayat 116 - Surah An-Nisaa: 20 kata

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَغْفِرُ yaghfiru mengampuni (dosa)
أَن an akan
يُشْرَكَ yush'raka menyekutukan
بِهِۦ bihi denganNya/Dia
وَيَغْفِرُ wayaghfiru dan Dia mengampuni (dosa)
مَا mā apa
دُونَ dūna selain
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
لِمَن liman bagi siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَمَن waman dan barang siapa
يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
ضَلَّ ḍalla ia telah sesat
ضَلَـٰلًۢا ḍalālan kesesatan
بَعِيدًا baʿīdan jauh

Ayat 117 - Surah An-Nisaa: 11 kata

إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَـٰثًۭا وَإِن يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَـٰنًۭا مَّرِيدًۭا

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

إِن in tidak
يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah
مِن min dari
دُونِهِۦٓ dūnihi Dia/Allah
إِلَّآ illā kecuali
إِنَـٰثًۭا ināthan berhala
وَإِن wa-in dan tidak
يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah
إِلَّا illā kecuali
شَيْطَـٰنًۭا shayṭānan syaitan
مَّرِيدًۭا marīdan yang durhaka

Ayat 118 - Surah An-Nisaa: 8 kata

لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًۭا مَّفْرُوضًۭا

yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),

لَّعَنَهُ laʿanahu telah mengutuknya
ٱللَّهُ ۘ l-lahu Allah
وَقَالَ waqāla dan (syaitan) berkata
لَأَتَّخِذَنَّ la-attakhidhanna sungguh aku akan mengambil
مِنْ min dari
عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hambaMu
نَصِيبًۭا naṣīban bagian
مَّفْرُوضًۭا mafrūḍan yang ditentukan

Ayat 119 - Surah An-Nisaa: 21 kata

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَـٰمِ وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَـٰنَ وَلِيًّۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًۭا مُّبِينًۭا

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ wala-uḍillannahum dan sungguh saya akan menyesatkan mereka
وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ wala-umanniyannahum dan sungguh saya akan membangkitkan angan-angan kosong mereka
وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ walaāmurannahum dan sungguh saya akan menyuruh mereka
فَلَيُبَتِّكُنَّ falayubattikunna dan sungguh mereka akan memotong
ءَاذَانَ ādhāna telinga
ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak
وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ walaāmurannahum dan sungguh saya akan menyuruh mereka
فَلَيُغَيِّرُنَّ falayughayyirunna dan sungguh mereka akan merubah
خَلْقَ khalqa ciptaan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَمَن waman dan barang siapa
يَتَّخِذِ yattakhidhi mengambil/menjadikan
ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan
وَلِيًّۭا waliyyan pelindung
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
خَسِرَ khasira ia menderita rugi
خُسْرَانًۭا khus'rānan kerugian
مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Ayat 120 - Surah An-Nisaa: 7 kata

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلَّا غُرُورًا

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

يَعِدُهُمْ yaʿiduhum (syaitan) memberikan janji kepada mereka
وَيُمَنِّيهِمْ ۖ wayumannīhim dan memberikan angan-angan kosong kepada mereka
وَمَا wamā dan tidak
يَعِدُهُمُ yaʿiduhumu menjanjikan pada mereka
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
إِلَّا illā kecuali
غُرُورًا ghurūran tipuan

Ayat 121 - Surah An-Nisaa: 7 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًۭا

Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat kembali mereka
جَهَنَّمُ jahannamu neraka Jahanam
وَلَا walā dan tidak
يَجِدُونَ yajidūna mereka mendapat
عَنْهَا ʿanhā daripadanya
مَحِيصًۭا maḥīṣan tempat lari

Ayat 122 - Surah An-Nisaa: 21 kata

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّۭا ۚ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلًۭا

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
سَنُدْخِلُهُمْ sanud'khiluhum kelak akan Kami masukkan mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَآ fīhā di dalamnya
أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya
وَعْدَ waʿda janji
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حَقًّۭا ۚ ḥaqqan benar
وَمَنْ waman dan barang siapa
أَصْدَقُ aṣdaqu lebih benar
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
قِيلًۭا qīlan perkataan

Ayat 123 - Surah An-Nisaa: 20 kata

لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَآ أَمَانِىِّ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوٓءًۭا يُجْزَ بِهِۦ وَلَا يَجِدْ لَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًۭا

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

لَّيْسَ laysa tidak/bukan
بِأَمَانِيِّكُمْ bi-amāniyyikum dengan angan-anganmu yang kosong
وَلَآ walā dan tidak
أَمَانِىِّ amāniyyi angan-angan kosong
أَهْلِ ahli ahli
ٱلْكِتَـٰبِ ۗ l-kitābi kitab
مَن man barang siapa
يَعْمَلْ yaʿmal mengerjakan
سُوٓءًۭا sūan kejahatan
يُجْزَ yuj'za akan diberi balasan
بِهِۦ bihi dengannya (kejahatan itu)
وَلَا walā dan tidak
يَجِدْ yajid dia mendapat
لَهُۥ lahu baginya
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلِيًّۭا waliyyan pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرًۭا naṣīran penolong

Ayat 124 - Surah An-Nisaa: 16 kata

وَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًۭا

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.

وَمَن waman dan barang siapa
يَعْمَلْ yaʿmal beramal
مِنَ mina dari
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti yang saleh
مِن min dari
ذَكَرٍ dhakarin laki-laki
أَوْ aw atau
أُنثَىٰ unthā perempuan
وَهُوَ wahuwa dan dia
مُؤْمِنٌۭ mu'minun seorang yang beriman
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
يَدْخُلُونَ yadkhulūna (mereka) masuk
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
وَلَا walā dan tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya
نَقِيرًۭا naqīran sedikitpun

Ayat 125 - Surah An-Nisaa: 17 kata

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًۭا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌۭ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًۭا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًۭا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

وَمَنْ waman dan siapakah
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
دِينًۭا dīnan agama
مِّمَّنْ mimman dari orang yang
أَسْلَمَ aslama menyerahkan
وَجْهَهُۥ wajhahu wajahnya/dirinya
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia
مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun orang yang berbuat baik
وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan mengikuti
مِلَّةَ millata agama
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
حَنِيفًۭا ۗ ḥanīfan betul/lurus
وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan mengambil
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
خَلِيلًۭا khalīlan kesayangan

Ayat 126 - Surah An-Nisaa: 12 kata

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍۢ مُّحِيطًۭا

Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah
مَا mā apa-apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa-apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِكُلِّ bikulli dengan/terhadap segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
مُّحِيطًۭا muḥīṭan meliputi

Ayat 127 - Surah An-Nisaa: 40 kata

وَيَسْتَفْتُونَكَ فِى ٱلنِّسَآءِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ فِى يَتَـٰمَى ٱلنِّسَآءِ ٱلَّـٰتِى لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلْوِلْدَٰنِ وَأَن تَقُومُوا۟ لِلْيَتَـٰمَىٰ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِهِۦ عَلِيمًۭا

Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.

وَيَسْتَفْتُونَكَ wayastaftūnaka dan mereka minta fatwa kepadamu
فِى fī dalam/tentang
ٱلنِّسَآءِ ۖ l-nisāi perempuan
قُلِ quli katakanlah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُفْتِيكُمْ yuf'tīkum memberi fatwa kepadamu
فِيهِنَّ fīhinna tentang mereka
وَمَا wamā dan apa yang
يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فِى fī dalam
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
فِى fī dalam/tentang
يَتَـٰمَى yatāmā anak-anak yatim
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi perempuan
ٱلَّـٰتِى allātī yang
لَا lā tidak
تُؤْتُونَهُنَّ tu'tūnahunna kamu memberikan pada mereka
مَا mā apa
كُتِبَ kutiba ditetapkan
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
وَتَرْغَبُونَ watarghabūna dan kamu suka/ingin
أَن an akan
تَنكِحُوهُنَّ tankiḥūhunna kamu menikahi mereka
وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ wal-mus'taḍʿafīna dan yang lemah-lemah
مِنَ mina dari
ٱلْوِلْدَٰنِ l-wil'dāni anak-anak
وَأَن wa-an dan akan
تَقُومُوا۟ taqūmū mengurus
لِلْيَتَـٰمَىٰ lil'yatāmā untuk anak-anak yatim
بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan adil
وَمَا wamā dan apa
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebaikan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
بِهِۦ bihi dengannya
عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui

Ayat 128 - Surah An-Nisaa: 29 kata

وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًۭا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًۭا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌۭ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَإِنِ wa-ini dan jika
ٱمْرَأَةٌ im'ra-atun seorang wanita
خَافَتْ khāfat takut/khawatir
مِنۢ min dari
بَعْلِهَا baʿlihā suaminya
نُشُوزًا nushūzan nusyuz/membuat kesalahan
أَوْ aw atau
إِعْرَاضًۭا iʿ'rāḍan pergi meninggalkan/tidak acuh
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa mengapa
عَلَيْهِمَآ ʿalayhimā atas keduanya
أَن an akan
يُصْلِحَا yuṣ'liḥā berdamai keduanya
بَيْنَهُمَا baynahumā antara keduanya
صُلْحًۭا ۚ ṣul'ḥan perdamaian
وَٱلصُّلْحُ wal-ṣul'ḥu dan perdamaian itu
خَيْرٌۭ ۗ khayrun lebih baik
وَأُحْضِرَتِ wa-uḥ'ḍirati dan kebiasaan
ٱلْأَنفُسُ l-anfusu jiwa/manusia
ٱلشُّحَّ ۚ l-shuḥa kikir
وَإِن wa-in dan jika
تُحْسِنُوا۟ tuḥ'sinū kamu berbuat kebaikan
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu memelihara diri
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Ayat 129 - Surah An-Nisaa: 22 kata

وَلَن تَسْتَطِيعُوٓا۟ أَن تَعْدِلُوا۟ بَيْنَ ٱلنِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا۟ كُلَّ ٱلْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِن تُصْلِحُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَلَن walan dan tidak
تَسْتَطِيعُوٓا۟ tastaṭīʿū kamu dapat
أَن an akan
تَعْدِلُوا۟ taʿdilū kamu berbuat adil
بَيْنَ bayna diantara
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi isteri-isteri
وَلَوْ walaw walaupun
حَرَصْتُمْ ۖ ḥaraṣtum kamu ingin sekali
فَلَا falā maka janganlah
تَمِيلُوا۟ tamīlū kamu cenderung
كُلَّ kulla seluruh
ٱلْمَيْلِ l-mayli kecenderungan
فَتَذَرُوهَا fatadharūhā maka/sehingga kamu membiarkannya
كَٱلْمُعَلَّقَةِ ۚ kal-muʿalaqati seperti tergantung/terkatung-katung
وَإِن wa-in dan jika
تُصْلِحُوا۟ tuṣ'liḥū kamu mengadakan perbaikan
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu memelihara diri
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 130 - Surah An-Nisaa: 11 kata

وَإِن يَتَفَرَّقَا يُغْنِ ٱللَّهُ كُلًّۭا مِّن سَعَتِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ وَٰسِعًا حَكِيمًۭا

Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.

وَإِن wa-in dan jika
يَتَفَرَّقَا yatafarraqā keduanya bercerai
يُغْنِ yugh'ni akan memberi kecukupan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
كُلًّۭا kullan masing-masing
مِّن min dari
سَعَتِهِۦ ۚ saʿatihi keluasanNya (karuniaNya)
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَٰسِعًا wāsiʿan Maha Luas
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 131 - Surah An-Nisaa: 32 kata

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًۭا

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مَا mā apa yang
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa yang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
وَصَّيْنَا waṣṣaynā Kami telah mewasiatkan/memerintahkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
وَإِيَّاكُمْ wa-iyyākum dan kepada kamu
أَنِ ani supaya
ٱتَّقُوا۟ ittaqū kamu bertakwa
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
وَإِن wa-in dan jika
تَكْفُرُوا۟ takfurū kamu kafir/ingkar
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
لِلَّهِ lillahi milik Allah
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa yang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
غَنِيًّا ghaniyyan Maha Kaya
حَمِيدًۭا ḥamīdan Maha Terpuji

Ayat 132 - Surah An-Nisaa: 10 kata

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مَا mā apa yang
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa yang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
وَكِيلًا wakīlan (sebagai) pelindung

Ayat 133 - Surah An-Nisaa: 12 kata

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا ٱلنَّاسُ وَيَأْتِ بِـَٔاخَرِينَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًۭا

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.

إِن in jika
يَشَأْ yasha (Allah) menghendaki
يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia memusnahkan kamu
أَيُّهَا ayyuhā hai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
وَيَأْتِ wayati dan Dia mendatangkan
بِـَٔاخَرِينَ ۚ biākharīna dengan yang lain
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa

Ayat 134 - Surah An-Nisaa: 14 kata

مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ ثَوَابُ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًۢا بَصِيرًۭا

Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

مَّن man barang siapa
كَانَ kāna adalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ثَوَابَ thawāba pahala
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
فَعِندَ faʿinda maka di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثَوَابُ thawābu pahala
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
سَمِيعًۢا samīʿan Maha Mendengar
بَصِيرًۭا baṣīran Maha Melihat

Ayat 135 - Surah An-Nisaa: 37 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًۭا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu
قَوَّٰمِينَ qawwāmīna orang-orang yang menegakkan
بِٱلْقِسْطِ bil-qis'ṭi dengan keadilan
شُهَدَآءَ shuhadāa menjadi saksi
لِلَّهِ lillahi bagi/karena Allah
وَلَوْ walaw walaupun
عَلَىٰٓ ʿalā atas/terhadap
أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri
أَوِ awi atau
ٱلْوَٰلِدَيْنِ l-wālidayni kedua orang tua
وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ wal-aqrabīna dan kaum kerabat
إِن in jika
يَكُنْ yakun adalah
غَنِيًّا ghaniyyan kaya
أَوْ aw atau
فَقِيرًۭا faqīran miskin
فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah
أَوْلَىٰ awlā lebih dekat (tahu)
بِهِمَا ۖ bihimā dengan keduanya
فَلَا falā maka janganlah
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
ٱلْهَوَىٰٓ l-hawā hawa nafsu
أَن an agar
تَعْدِلُوا۟ ۚ taʿdilū kamu berbuat adil
وَإِن wa-in dan jika
تَلْوُۥٓا۟ talwū kamu memutar balikkan
أَوْ aw atau
تُعْرِضُوا۟ tuʿ'riḍū kamu menentang/enggan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui

Ayat 136 - Surah An-Nisaa: 28 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
ءَامِنُوا۟ āminū tetaplah kamu beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan Rasul-RasulNya
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab
ٱلَّذِى alladhī yang
نَزَّلَ nazzala Dia turunkan
عَلَىٰ ʿalā atas
رَسُولِهِۦ rasūlihi Rasul-RasulNya
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنزَلَ anzala (Allah) turunkan
مِن min dari
قَبْلُ ۚ qablu sebelumnya
وَمَن waman dan barang siapa
يَكْفُرْ yakfur kafir
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya
وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-KitabNya
وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
ضَلَّ ḍalla ia telah sesat
ضَلَـٰلًۢا ḍalālan kesesatan
بَعِيدًا baʿīdan jauh

Ayat 137 - Surah An-Nisaa: 20 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ٱزْدَادُوا۟ كُفْرًۭا لَّمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًۢا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ثُمَّ thumma kemudian
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
ثُمَّ thumma kemudian
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ثُمَّ thumma kemudian
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
ثُمَّ thumma kemudian
ٱزْدَادُوا۟ iz'dādū bertambah
كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran
لَّمْ lam tidak
يَكُنِ yakuni ada/akan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيَغْفِرَ liyaghfira untuk memberi ampun
لَهُمْ lahum bagi/kepada mereka
وَلَا walā dan tidak
لِيَهْدِيَهُمْ liyahdiyahum untuk memberi petunjuk kepada mereka
سَبِيلًۢا sabīlan jalan

Ayat 138 - Surah An-Nisaa: 6 kata

بَشِّرِ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

بَشِّرِ bashiri kabarkanlah
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
بِأَنَّ bi-anna bahwasanya
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابًا ʿadhāban siksa
أَلِيمًا alīman sangat pedih

Ayat 139 - Surah An-Nisaa: 14 kata

ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلْعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًۭا

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَّخِذُونَ yattakhidhūna (mereka) mengambil/menjadikan
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung/penolong
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ l-mu'minīna orang-orang mukmin
أَيَبْتَغُونَ ayabtaghūna apakah mereka mencari
عِندَهُمُ ʿindahumu di sisi mereka
ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kekuatan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kekuatan
لِلَّهِ lillahi milik Allah
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya

Ayat 140 - Surah An-Nisaa: 33 kata

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا۟ مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦٓ ۚ إِنَّكُمْ إِذًۭا مِّثْلُهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱلْكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

وَقَدْ waqad dan sungguh
نَزَّلَ nazzala (Allah) menurunkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فِى fī di dalam
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab/Al Quran
أَنْ an bahwa
إِذَا idhā apabila
سَمِعْتُمْ samiʿ'tum kamu mendengar
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يُكْفَرُ yuk'faru diingkari
بِهَا bihā dengannya/daripadanya
وَيُسْتَهْزَأُ wayus'tahza-u dan memperolok-olok
بِهَا bihā dengannya
فَلَا falā maka jangan
تَقْعُدُوا۟ taqʿudū kamu duduk-duduk
مَعَهُمْ maʿahum beserta mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka memasuki
فِى fī dalam
حَدِيثٍ ḥadīthin pembicaraan
غَيْرِهِۦٓ ۚ ghayrihi lainnya
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
إِذًۭا idhan jika demikian
مِّثْلُهُمْ ۗ mith'luhum serupa mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
جَامِعُ jāmiʿu mengumpulkan
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
وَٱلْكَـٰفِرِينَ wal-kāfirīna dan orang-orang kafir
فِى fī dalam
جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam
جَمِيعًا jamīʿan semuanya

Ayat 141 - Surah An-Nisaa: 36 kata

ٱلَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ قَالُوٓا۟ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَـٰفِرِينَ نَصِيبٌۭ قَالُوٓا۟ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ فَٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ وَلَن يَجْعَلَ ٱللَّهُ لِلْكَـٰفِرِينَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَرَبَّصُونَ yatarabbaṣūna (mereka) menunggu
بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian
فَإِن fa-in maka jika
كَانَ kāna ada
لَكُمْ lakum bagi kalian
فَتْحٌۭ fatḥun kemenangan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَلَمْ alam bukankah
نَكُن nakun kami berada
مَّعَكُمْ maʿakum beserta kamu
وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
نَصِيبٌۭ naṣībun bagian/kemenangan
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَلَمْ alam bukankah
نَسْتَحْوِذْ nastaḥwidh kami turut memenangkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَنَمْنَعْكُم wanamnaʿkum dan membela kamu
مِّنَ mina dari
ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ l-mu'minīna orang-orang mukmin
فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah
يَحْكُمُ yaḥkumu memberi keputusan
بَيْنَكُمْ baynakum di antara kamu
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
وَلَن walan dan tidak
يَجْعَلَ yajʿala akan menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
سَبِيلًا sabīlan jalan

Ayat 142 - Surah An-Nisaa: 19 kata

إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًۭا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
يُخَـٰدِعُونَ yukhādiʿūna (mereka) akan menipu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَهُوَ wahuwa dan Dia
خَـٰدِعُهُمْ khādiʿuhum membals tipuan mereka
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قَامُوٓا۟ qāmū mereka berdiri
إِلَى ilā kepada/untuk
ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat
قَامُوا۟ qāmū mereka berdiri
كُسَالَىٰ kusālā malas
يُرَآءُونَ yurāūna mereka riya'/ingin dilihat
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
وَلَا walā dan tidak
يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka ingat
ٱللَّهَ l-laha Allah
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Ayat 143 - Surah An-Nisaa: 16 kata

مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًۭا

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

مُّذَبْذَبِينَ mudhabdhabīna mereka dalam keadaan ragu-ragu
بَيْنَ bayna antara
ذَٰلِكَ dhālika demikian
لَآ lā tidak
إِلَىٰ ilā kepada
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini/itu
وَلَآ walā dan tidak
إِلَىٰ ilā kepada
هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ hāulāi ini/itu
وَمَن waman dan barang siapa
يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَلَن falan maka tidak
تَجِدَ tajida mendapat
لَهُۥ lahu baginya
سَبِيلًۭا sabīlan jalan

Ayat 144 - Surah An-Nisaa: 17 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًۭا مُّبِينًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ l-mu'minīna orang-orang mukmin
أَتُرِيدُونَ aturīdūna apakah kamu ingin
أَن an bahwa
تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan alasan/kekuasaan
مُّبِينًا mubīnan nyata

Ayat 145 - Surah An-Nisaa: 11 kata

إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
فِى fī dalam
ٱلدَّرْكِ l-darki tingkatan
ٱلْأَسْفَلِ l-asfali paling bawah
مِنَ mina dari
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
وَلَن walan dan tidak
تَجِدَ tajida kamu mendapat
لَهُمْ lahum bagi mereka
نَصِيرًا naṣīran penolong

Ayat 146 - Surah An-Nisaa: 18 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَٱعْتَصَمُوا۟ بِٱللَّهِ وَأَخْلَصُوا۟ دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًۭا

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat
وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka mengadakan perbaikan
وَٱعْتَصَمُوا۟ wa-iʿ'taṣamū dan mereka berpegang teguh
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَأَخْلَصُوا۟ wa-akhlaṣū dan mereka mengikhlaskan
دِينَهُمْ dīnahum agama mereka
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
مَعَ maʿa beserta/bersama-sama
ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
وَسَوْفَ wasawfa dan kekal/bakal
يُؤْتِ yu'ti memberikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 147 - Surah An-Nisaa: 11 kata

مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًۭا

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

مَّا mā apa/mengapa
يَفْعَلُ yafʿalu berbuat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِعَذَابِكُمْ biʿadhābikum dengan menyiksa kamu
إِن in jika
شَكَرْتُمْ shakartum kamu bersyukur
وَءَامَنتُمْ ۚ waāmantum dan kamu beriman
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
شَاكِرًا shākiran Maha Mensyukuri
عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui

Ayat 148 - Surah An-Nisaa: 14 kata

۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

۞ لَّا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْجَهْرَ l-jahra terus terang
بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan/pada yang buruk
مِنَ mina dari
ٱلْقَوْلِ l-qawli ucapan
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
ظُلِمَ ۚ ẓulima teraniaya
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
سَمِيعًا samīʿan Maha Mendengar
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui

Ayat 149 - Surah An-Nisaa: 14 kata

إِن تُبْدُوا۟ خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا۟ عَن سُوٓءٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّۭا قَدِيرًا

Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.

إِن in jika
تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan
خَيْرًا khayran kebaikan
أَوْ aw atau
تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya
أَوْ aw atau
تَعْفُوا۟ taʿfū kamu memaafkan
عَن ʿan dari
سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah Dia
عَفُوًّۭا ʿafuwwan Maha Pemaaf
قَدِيرًا qadīran Maha Kuasa

Ayat 150 - Surah An-Nisaa: 22 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ ٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍۢ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍۢ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا۟ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) kafir
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan RasulNya
وَيُرِيدُونَ wayurīdūna dan mereka bermaksud
أَن an untuk
يُفَرِّقُوا۟ yufarriqū membedakan
بَيْنَ bayna antara
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan RasulNya
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
نُؤْمِنُ nu'minu kami beriman
بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/kepada sebagian
وَنَكْفُرُ wanakfuru dan kami kafir
بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/kepada sebagian
وَيُرِيدُونَ wayurīdūna dan mereka bermaksud
أَن an untuk
يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil
بَيْنَ bayna antara
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
سَبِيلًا sabīlan jalan

Ayat 151 - Surah An-Nisaa: 8 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ حَقًّۭا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا

merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir
حَقًّۭا ۚ ḥaqqan sebenar-benarnya
وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami menyediakan
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir
عَذَابًۭا ʿadhāban siksa
مُّهِينًۭا muhīnan menghinakan

Ayat 152 - Surah An-Nisaa: 17 kata

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَلَمْ يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّنْهُمْ أُو۟لَـٰٓئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan RasulNya
وَلَمْ walam dan tidak
يُفَرِّقُوا۟ yufarriqū mereka membeda-bedakan
بَيْنَ bayna antara
أَحَدٍۢ aḥadin seorangpun
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka (Rasul-Rasul)
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
سَوْفَ sawfa kelak
يُؤْتِيهِمْ yu'tīhim Dia akan memberikan kepada mereka
أُجُورَهُمْ ۗ ujūrahum pahala mereka
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun
رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang

Ayat 153 - Surah An-Nisaa: 37 kata

يَسْـَٔلُكَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَـٰبًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا۟ مُوسَىٰٓ أَكْبَرَ مِن ذَٰلِكَ فَقَالُوٓا۟ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهْرَةًۭ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّـٰعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ فَعَفَوْنَا عَن ذَٰلِكَ ۚ وَءَاتَيْنَا مُوسَىٰ سُلْطَـٰنًۭا مُّبِينًۭا

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

يَسْـَٔلُكَ yasaluka akan meminta kepadamu
أَهْلُ ahlu ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
أَن an bahwa
تُنَزِّلَ tunazzila kamu menurunkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka
كِتَـٰبًۭا kitāban kitab
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
سَأَلُوا۟ sa-alū mereka telah meminta
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
أَكْبَرَ akbara lebih besar
مِن min dari
ذَٰلِكَ dhālika demikian
فَقَالُوٓا۟ faqālū maka mereka berkata
أَرِنَا arinā perlihatkan kepada kami
ٱللَّهَ l-laha Allah
جَهْرَةًۭ jahratan nyata
فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa/menyambar mereka
ٱلصَّـٰعِقَةُ l-ṣāʿiqatu petir
بِظُلْمِهِمْ ۚ biẓul'mihim dengan/karena kedzaliman mereka
ثُمَّ thumma kemudian
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil
ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka
ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu bukti-bukti yang nyata
فَعَفَوْنَا faʿafawnā maka Kami memaafkan
عَن ʿan dari
ذَٰلِكَ ۚ dhālika demikian itu
وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan
مُوسَىٰ mūsā Musa
سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan/keterangan
مُّبِينًۭا mubīnan nyata

Ayat 154 - Surah An-Nisaa: 19 kata

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ ٱلطُّورَ بِمِيثَـٰقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًۭا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا۟ فِى ٱلسَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظًۭا

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat
فَوْقَهُمُ fawqahumu atas mereka
ٱلطُّورَ l-ṭūra bukit Tursina
بِمِيثَـٰقِهِمْ bimīthāqihim dengan perjanjian mereka
وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami katakan
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
ٱلْبَابَ l-bāba pintu/gerbang
سُجَّدًۭا sujjadan bersujud
وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami katakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
لَا lā jangan
تَعْدُوا۟ taʿdū kamu melanggar
فِى fī dalam/tentang
ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu
وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami telah mengambil
مِنْهُم min'hum dari mereka
مِّيثَـٰقًا mīthāqan perjanjian
غَلِيظًۭا ghalīẓan kokoh

Ayat 155 - Surah An-Nisaa: 22 kata

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَـٰقَهُمْ وَكُفْرِهِم بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَقَتْلِهِمُ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّۢ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢ ۚ بَلْ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًۭا

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.

فَبِمَا fabimā maka disebabkan
نَقْضِهِم naqḍihim pelanggaran mereka
مِّيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka
وَكُفْرِهِم wakuf'rihim dan kekafiran mereka
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَقَتْلِهِمُ waqatlihimu dan pembunuhan mereka
ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa Nabi-Nabi
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
حَقٍّۢ ḥaqqin kebenaran
وَقَوْلِهِمْ waqawlihim dan perkataan mereka
قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami
غُلْفٌۢ ۚ ghul'fun tertutup
بَلْ bal tetapi/bahkan
طَبَعَ ṭabaʿa telah mengunci mati
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya/hati mereka
بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan/karena kekafiran mereka
فَلَا falā maka tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit

Ayat 156 - Surah An-Nisaa: 6 kata

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَـٰنًا عَظِيمًۭا

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

وَبِكُفْرِهِمْ wabikuf'rihim dan karena kekafiran mereka
وَقَوْلِهِمْ waqawlihim dan perkataan mereka
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
مَرْيَمَ maryama Maryam
بُهْتَـٰنًا buh'tānan kedustaan
عَظِيمًۭا ʿaẓīman besar

Ayat 157 - Surah An-Nisaa: 34 kata

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا ٱلْمَسِيحَ عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًۢا

dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

وَقَوْلِهِمْ waqawlihim dan perkataan mereka
إِنَّا innā sesungguhnya kami
قَتَلْنَا qatalnā (kami) telah membunuh
ٱلْمَسِيحَ l-masīḥa Al Masih
عِيسَى ʿīsā Isa
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
رَسُولَ rasūla Rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan tidak
قَتَلُوهُ qatalūhu mereka membunuhnya
وَمَا wamā dan tidak
صَلَبُوهُ ṣalabūhu mereka menyalibnya
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
شُبِّهَ shubbiha diserupakan
لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū (mereka) berselisih
فِيهِ fīhi padanya (Isa)
لَفِى lafī benar-benar dalam
شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan
مِّنْهُ ۚ min'hu daripadanya (yang dibunuh itu)
مَا mā apa
لَهُم lahum bagi mereka
بِهِۦ bihi dengannya (tentang yang dibunuh itu)
مِنْ min dari
عِلْمٍ ʿil'min pengetahuan/keyakinan
إِلَّا illā kecuali
ٱتِّبَاعَ ittibāʿa mengikuti
ٱلظَّنِّ ۚ l-ẓani persangkaan
وَمَا wamā dan tidak
قَتَلُوهُ qatalūhu mereka membunuhnya (Isa)
يَقِينًۢا yaqīnan yakin

Ayat 158 - Surah An-Nisaa: 8 kata

بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًۭا

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

بَل bal tetapi
رَّفَعَهُ rafaʿahu telah mengangkatnya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadaNya
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 159 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَإِن مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِۦ قَبْلَ مَوْتِهِۦ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًۭا

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

وَإِن wa-in dan tidak
مِّنْ min dari
أَهْلِ ahli ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
إِلَّا illā kecuali
لَيُؤْمِنَنَّ layu'minanna benar-benar ia akan beriman
بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya
قَبْلَ qabla sebelum
مَوْتِهِۦ ۖ mawtihi kematiannya
وَيَوْمَ wayawma dan hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
يَكُونُ yakūnu adalah ia (Isa)
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/terhadap mereka
شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi

Ayat 160 - Surah An-Nisaa: 14 kata

فَبِظُلْمٍۢ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَـٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًۭا

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

فَبِظُلْمٍۢ fabiẓul'min maka disebabkan kezaliman
مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هَادُوا۟ hādū Yahudi
حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
طَيِّبَـٰتٍ ṭayyibātin yang baik-baik
أُحِلَّتْ uḥillat dibolehkan/dihalalkan
لَهُمْ lahum bagi mereka
وَبِصَدِّهِمْ wabiṣaddihim dan karena mereka menghalangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَثِيرًۭا kathīran banyak

Ayat 161 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَـٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

وَأَخْذِهِمُ wa-akhdhihimu dan pengambilan/makan mereka
ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
نُهُوا۟ nuhū mereka telah dilarang
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
وَأَكْلِهِمْ wa-aklihim dan makan mereka
أَمْوَٰلَ amwāla harta
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang lain
بِٱلْبَـٰطِلِ ۚ bil-bāṭili dengan jalan bathil
وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
عَذَابًا ʿadhāban siksa
أَلِيمًۭا alīman yang pedih

Ayat 162 - Surah An-Nisaa: 26 kata

لَّـٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ مِنْهُمْ وَٱلْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ ۚ وَٱلْمُقِيمِينَ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَٱلْمُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ أُو۟لَـٰٓئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

لَّـٰكِنِ lākini akan tetapi
ٱلرَّٰسِخُونَ l-rāsikhūna orang-orang yang mendalam
فِى fī di dalam
ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِمَآ bimā dengan/kepada apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
مِن min dari
قَبْلِكَ ۚ qablika sebelummu
وَٱلْمُقِيمِينَ wal-muqīmīna dan orang-orang yang mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat
وَٱلْمُؤْتُونَ wal-mu'tūna dan orang-orang yang menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang yang beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
سَنُؤْتِيهِمْ sanu'tīhim akan Kami berikan pada mereka
أَجْرًا ajran pahala
عَظِيمًا ʿaẓīman besar

Ayat 163 - Surah An-Nisaa: 25 kata

۞ إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍۢ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَـٰرُونَ وَسُلَيْمَـٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًۭا

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

۞ إِنَّآ innā sesungguhnya
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami telah menwahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
كَمَآ kamā sebagaimana
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami telah mewahyukan
إِلَىٰ ilā kepada
نُوحٍۢ nūḥin Nuh
وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan Nabi-Nabi
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ ۚ baʿdihi sesudahnya/kemudiannya
وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan
إِلَىٰٓ ilā kepada
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq
وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'qub
وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-anak cucunya
وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa
وَأَيُّوبَ wa-ayyūba dan Ayyub
وَيُونُسَ wayūnusa dan Yunus
وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun
وَسُلَيْمَـٰنَ ۚ wasulaymāna dan Sulaiman
وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan
دَاوُۥدَ dāwūda Daud
زَبُورًۭا zabūran Zabur

Ayat 164 - Surah An-Nisaa: 14 kata

وَرُسُلًۭا قَدْ قَصَصْنَـٰهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًۭا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًۭا

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

وَرُسُلًۭا warusulan dan Rasul-Rasul
قَدْ qad sungguh
قَصَصْنَـٰهُمْ qaṣaṣnāhum Kami kisahkan
عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَرُسُلًۭا warusulan dan Rasul-Rasul
لَّمْ lam tidak
نَقْصُصْهُمْ naqṣuṣ'hum Kami kisahkan mereka
عَلَيْكَ ۚ ʿalayka kepadamu
وَكَلَّمَ wakallama telah berbicara
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مُوسَىٰ mūsā Musa
تَكْلِيمًۭا taklīman pembicaraan/secara langsung

Ayat 165 - Surah An-Nisaa: 15 kata

رُّسُلًۭا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًۭا

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

رُّسُلًۭا rusulan Rasul-Rasul
مُّبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa berita gembira
وَمُنذِرِينَ wamundhirīna dan pemberi peringatan
لِئَلَّا li-allā supaya tidak
يَكُونَ yakūna ada
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حُجَّةٌۢ ḥujjatun alasan
بَعْدَ baʿda sesudah
ٱلرُّسُلِ ۚ l-rusuli Rasul-Rasul
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَزِيزًا ʿazīzan Maha Perkasa
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 166 - Surah An-Nisaa: 13 kata

لَّـٰكِنِ ٱللَّهُ يَشْهَدُ بِمَآ أَنزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنزَلَهُۥ بِعِلْمِهِۦ ۖ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

لَّـٰكِنِ lākini akan tetapi
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَشْهَدُ yashhadu Dia menyaksikan/mengakui
بِمَآ bimā dengan apa (Al Quran)
أَنزَلَ anzala Dia menurunkan
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
أَنزَلَهُۥ anzalahu Dia menurunkannya
بِعِلْمِهِۦ ۖ biʿil'mihi dengan ilmuNya
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat-Malaikat
يَشْهَدُونَ ۚ yashhadūna mereka menjadi saksi
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
شَهِيدًا shahīdan menjadi saksi

Ayat 167 - Surah An-Nisaa: 11 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ قَدْ ضَلُّوا۟ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَصَدُّوا۟ waṣaddū dan mereka menghalang-halangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
قَدْ qad sungguh
ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat
ضَلَـٰلًۢا ḍalālan kesesatan
بَعِيدًا baʿīdan sejauh-jauhnya

Ayat 168 - Surah An-Nisaa: 12 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَظَلَمُوا۟ لَمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَظَلَمُوا۟ waẓalamū dan mereka berbuat dzalim
لَمْ lam tidak
يَكُنِ yakuni adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيَغْفِرَ liyaghfira akan mengampuni
لَهُمْ lahum bagi/kepada mereka
وَلَا walā dan tidak
لِيَهْدِيَهُمْ liyahdiyahum Dia akan menunjukkan mereka
طَرِيقًا ṭarīqan jalan

Ayat 169 - Surah An-Nisaa: 11 kata

إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًۭا

kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

إِلَّا illā kecuali
طَرِيقَ ṭarīqa jalan
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَآ fīhā di dalamnya
أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya
وَكَانَ wakāna dan adalah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَسِيرًۭا yasīran mudah

Ayat 170 - Surah An-Nisaa: 23 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَـَٔامِنُوا۟ خَيْرًۭا لَّكُمْ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
قَدْ qad sungguh
جَآءَكُمُ jāakumu telah datang
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu seorang Rasul
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
مِن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu
خَيْرًۭا khayran lebih baik
لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian
وَإِن wa-in dan jika
تَكْفُرُوا۟ takfurū kamu kafir
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
لِلَّهِ lillahi milik Allah
مَا mā segala apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
وَكَانَ wakāna dan adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana

Ayat 171 - Surah An-Nisaa: 53 kata

يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ إِنَّمَا ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلْقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌۭ مِّنْهُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۖ وَلَا تَقُولُوا۟ ثَلَـٰثَةٌ ۚ ٱنتَهُوا۟ خَيْرًۭا لَّكُمْ ۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ سُبْحَـٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٌۭ ۘ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًۭا

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
لَا lā jangan
تَغْلُوا۟ taghlū kamu melampaui batas
فِى fī dalam
دِينِكُمْ dīnikum agamamu
وَلَا walā dan jangan
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
عَلَى ʿalā terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّا illā kecuali
ٱلْحَقَّ ۚ l-ḥaqa benar
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
عِيسَى ʿīsā Isa
ٱبْنُ ub'nu putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
رَسُولُ rasūlu Rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَكَلِمَتُهُۥٓ wakalimatuhu dan kalimatNya
أَلْقَىٰهَآ alqāhā Dia sampaikannya
إِلَىٰ ilā kepada
مَرْيَمَ maryama Maryam
وَرُوحٌۭ warūḥun dan roh
مِّنْهُ ۖ min'hu daripadaNya
فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرُسُلِهِۦ ۖ warusulihi dan RasulNya
وَلَا walā dan jangan
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
ثَلَـٰثَةٌ ۚ thalāthatun tiga
ٱنتَهُوا۟ intahū hentikanlah
خَيْرًۭا khayran lebih baik
لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan
وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa
سُبْحَـٰنَهُۥٓ sub'ḥānahu Maha Suci Dia
أَن an bahwa
يَكُونَ yakūna adalah
لَهُۥ lahu bagiNya
وَلَدٌۭ ۘ waladun seorang anak
لَّهُۥ lahu bagiNya/milikNya
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
وَكِيلًۭا wakīlan pelindung

Ayat 172 - Surah An-Nisaa: 18 kata

لَّن يَسْتَنكِفَ ٱلْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًۭا لِّلَّهِ وَلَا ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ٱلْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًۭا

Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

لَّن lan sekali-kali tidak
يَسْتَنكِفَ yastankifa enggan
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
أَن an bahwa
يَكُونَ yakūna adalah ia/menjadi
عَبْدًۭا ʿabdan hamba
لِّلَّهِ lillahi bagi Allah
وَلَا walā dan tidak
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat
ٱلْمُقَرَّبُونَ ۚ l-muqarabūna yang terdekat
وَمَن waman dan barang siapa
يَسْتَنكِفْ yastankif enggan
عَنْ ʿan dari
عِبَادَتِهِۦ ʿibādatihi menyembahNya
وَيَسْتَكْبِرْ wayastakbir dan ia menyombongkan diri
فَسَيَحْشُرُهُمْ fasayaḥshuruhum maka Dia/Allah akan mengumpulkan mereka
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya

Ayat 173 - Surah An-Nisaa: 26 kata

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسْتَنكَفُوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًۭا

Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
فَيُوَفِّيهِمْ fayuwaffīhim maka Dia/Allah akan menyempurnakan
أُجُورَهُمْ ujūrahum pahala mereka
وَيَزِيدُهُم wayazīduhum dan Dia/Allah menambah mereka
مِّن min dari
فَضْلِهِۦ ۖ faḍlihi karuniaNya
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتَنكَفُوا۟ is'tankafū (mereka) enggan
وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri
فَيُعَذِّبُهُمْ fayuʿadhibuhum maka Dia/Allah akan menyiksa mereka
عَذَابًا ʿadhāban siksaan
أَلِيمًۭا alīman pedih
وَلَا walā dan tidak
يَجِدُونَ yajidūna mereka mendapatkan
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلِيًّۭا waliyyan pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرًۭا naṣīran penolong

Ayat 174 - Surah An-Nisaa: 11 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُم بُرْهَـٰنٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ نُورًۭا مُّبِينًۭا

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
قَدْ qad sungguh
جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu
بُرْهَـٰنٌۭ bur'hānun bukti kebenaran
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَأَنزَلْنَآ wa-anzalnā dan Kami telah menurunkan
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
نُورًۭا nūran cahaya
مُّبِينًۭا mubīnan terang

Ayat 175 - Surah An-Nisaa: 15 kata

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱعْتَصَمُوا۟ بِهِۦ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِى رَحْمَةٍۢ مِّنْهُ وَفَضْلٍۢ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَٰطًۭا مُّسْتَقِيمًۭا

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱعْتَصَمُوا۟ wa-iʿ'taṣamū dan mereka berpegang teguh
بِهِۦ bihi dengan/kepadaNYa
فَسَيُدْخِلُهُمْ fasayud'khiluhum maka Dia/Allah akan memasukkan mereka
فِى fī di dalam
رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat
مِّنْهُ min'hu daripadaNya
وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia
وَيَهْدِيهِمْ wayahdīhim dan Dia/Allah akan memberi petunjuk pada mereka
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
صِرَٰطًۭا ṣirāṭan jalan
مُّسْتَقِيمًۭا mus'taqīman lurus

Ayat 176 - Surah An-Nisaa: 50 kata

يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِى ٱلْكَلَـٰلَةِ ۚ إِنِ ٱمْرُؤٌا۟ هَلَكَ لَيْسَ لَهُۥ وَلَدٌۭ وَلَهُۥٓ أُخْتٌۭ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمْ يَكُن لَّهَا وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِن كَانُوٓا۟ إِخْوَةًۭ رِّجَالًۭا وَنِسَآءًۭ فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ أَن تَضِلُّوا۟ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

يَسْتَفْتُونَكَ yastaftūnaka mereka akan meminta fatwa kepadamu
قُلِ quli katakanlah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُفْتِيكُمْ yuf'tīkum memberi fatwa kepadamu
فِى fī dalam/tentang
ٱلْكَلَـٰلَةِ ۚ l-kalālati kalalah
إِنِ ini jika
ٱمْرُؤٌا۟ im'ru-on seseorang
هَلَكَ halaka binasa/meninggal
لَيْسَ laysa tidak ada
لَهُۥ lahu baginya
وَلَدٌۭ waladun seorang anak
وَلَهُۥٓ walahu dan baginya
أُخْتٌۭ ukh'tun saudara perempuan
فَلَهَا falahā maka baginya
نِصْفُ niṣ'fu seperdua
مَا mā apa (harta)
تَرَكَ ۚ taraka tinggalkan
وَهُوَ wahuwa dan ia (saudara laki-laki)
يَرِثُهَآ yarithuhā mewarisinya (harta saudara perempuan)
إِن in jika
لَّمْ lam tidak
يَكُن yakun adalah
لَّهَا lahā baginya/mempunyai
وَلَدٌۭ ۚ waladun anak laki-laki
فَإِن fa-in maka jika
كَانَتَا kānatā adalah keduanya
ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua orang
فَلَهُمَا falahumā maka bagi keduanya
ٱلثُّلُثَانِ l-thuluthāni dua pertiga
مِمَّا mimmā daripada apa/harta
تَرَكَ ۚ taraka ia tinggalkan
وَإِن wa-in dan jika
كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka
إِخْوَةًۭ ikh'watan beberapa saudara
رِّجَالًۭا rijālan laki-laki
وَنِسَآءًۭ wanisāan dan perempuan
فَلِلذَّكَرِ falildhakari maka bagi laki-laki
مِثْلُ mith'lu seperti (sebanyak)
حَظِّ ḥaẓẓi bagian
ٱلْأُنثَيَيْنِ ۗ l-unthayayni dua saudara perempuan
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَن an supaya tidak
تَضِلُّوا۟ ۗ taḍillū kamu tersesat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِكُلِّ bikulli dengan/terhadap segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi