Surah Aal-i-Imraan kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Aal-i-Imraan kata demi kata

Aal-i-Imraan (آل عمران) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 200 ayat, 3.481 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 3.481 kata untuk dipelajari, Surah Aal-i-Imraan menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 18 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Aal-i-Imraan: 1 kata

الٓمٓ

Alif laam miim.

الٓمٓ alif-lam-meem Alif Lam Mim

Ayat 2 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

ٱللَّهُ al-lahu Allah
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali/melainkan
هُوَ huwa Dia
ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup (kekal)
ٱلْقَيُّومُ l-qayūmu berdiri sendiri

Ayat 3 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

نَزَّلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ

Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,

نَزَّلَ nazzala Dia telah menurunkan
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab (Al Quran)
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan sebenarnya
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa (kitab)
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya
وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan
ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat
وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil

Ayat 4 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

مِن قَبْلُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ ٱلْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌۭ ذُو ٱنتِقَامٍ

sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
هُدًۭى hudan menjadi petunjuk
لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan
ٱلْفُرْقَانَ ۗ l-fur'qāna Al Furqan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada/terhadap ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa
شَدِيدٌۭ ۗ shadīdun yang berat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa
ذُو dhū mempunyai
ٱنتِقَامٍ intiqāmin pembalasan siksa

Ayat 5 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَىْءٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi
عَلَيْهِ ʿalayhi atasNya
شَىْءٌۭ shayon sesuatu (apapun)
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَلَا walā dan tidak
فِى fī di
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit

Ayat 6 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

هُوَ ٱلَّذِى يُصَوِّرُكُمْ فِى ٱلْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ huwa Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
يُصَوِّرُكُمْ yuṣawwirukum membentuk kamu
فِى fī dalam
ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi rahim
كَيْفَ kayfa bagaimana
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā melainkan
هُوَ huwa Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 7 - Surah Aal-i-Imraan: 46 kata

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ مِنْهُ ءَايَـٰتٌۭ مُّحْكَمَـٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَـٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَـٰبِهَـٰتٌۭ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌۭ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَـٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

هُوَ huwa Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنزَلَ anzala menurunkan
عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
مِنْهُ min'hu daripadanya
ءَايَـٰتٌۭ āyātun ayat-ayat
مُّحْكَمَـٰتٌ muḥ'kamātun muhkamat (jelas maksudnya)
هُنَّ hunna itulah
أُمُّ ummu isi pokok
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
وَأُخَرُ wa-ukharu dan yang lain
مُتَشَـٰبِهَـٰتٌۭ ۖ mutashābihātun mutasyabihat (mengandung beberapa pengertian)
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
زَيْغٌۭ zayghun condong pada kesesatan
فَيَتَّبِعُونَ fayattabiʿūna maka mereka mengikuti
مَا mā apa (ayat-ayat)
تَشَـٰبَهَ tashābaha mutasyabihat
مِنْهُ min'hu daripadanya
ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa untuk mengharapkan
ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah
وَٱبْتِغَآءَ wa-ib'tighāa dan mengharapkan/mencari
تَأْوِيلِهِۦ ۗ tawīlihi penjelasannya
وَمَا wamā dan tidak
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
تَأْوِيلَهُۥٓ tawīlahu penjelasannya
إِلَّا illā melainkan
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَٱلرَّٰسِخُونَ wal-rāsikhūna dan orang-orang yang mendalam
فِى fī di dalam
ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِهِۦ bihi kepadanya
كُلٌّۭ kullun semuanya
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
رَبِّنَا ۗ rabbinā Tuhan kami
وَمَا wamā dan tidak
يَذَّكَّرُ yadhakkaru mengambil pelajaran
إِلَّآ illā melainkan
أُو۟لُوا۟ ulū golongan
ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi orang-orang yang berpengetahuan

Ayat 8 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
لَا lā jangan
تُزِغْ tuzigh Engkau condongkan pada kesesatan
قُلُوبَنَا qulūbanā hati kami
بَعْدَ baʿda sesudah
إِذْ idh tatkala
هَدَيْتَنَا hadaytanā Engkau beri petunjuk pada kami
وَهَبْ wahab berilah
لَنَا lanā bagi kami
مِن min dari
لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau
رَحْمَةً ۚ raḥmatan rahmat
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلْوَهَّابُ l-wahābu Maha Pemberi

Ayat 9 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍۢ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
جَامِعُ jāmiʿu mengumpulkan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لِيَوْمٍۢ liyawmin untuk hari
لَّا lā tidak ada
رَيْبَ rayba keraguan
فِيهِ ۚ fīhi padanya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُخْلِفُ yukh'lifu Dia menyalahi
ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji

Ayat 10 - Surah Aal-i-Imraan: 16 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًۭٔا ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ وَقُودُ ٱلنَّارِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَن lan tidak
تُغْنِىَ tugh'niya mencukupi/menolak
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka
وَلَآ walā dan tidak
أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan itulah
هُمْ hum mereka
وَقُودُ waqūdu bahan bakar
ٱلنَّارِ l-nāri api neraka

Ayat 11 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

كَدَأْبِ kadabi seperti keadaan
ءَالِ āli keluarga/kaum
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Firaun
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā ayat-ayat kami
فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka menyiksa mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِذُنُوبِهِمْ ۗ bidhunūbihim dosa-dosa mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
شَدِيدُ shadīdu sangat keras
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa

Ayat 12 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".

قُل qul katakanlah
لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
سَتُغْلَبُونَ satugh'labūna kamu pasti akan dikalahkan
وَتُحْشَرُونَ watuḥ'sharūna dan kamu akan digiring
إِلَىٰ ilā ke dalam
جَهَنَّمَ ۚ jahannama neraka jahanam
وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk
ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat

Ayat 13 - Surah Aal-i-Imraan: 29 kata

قَدْ كَانَ لَكُمْ ءَايَةٌۭ فِى فِئَتَيْنِ ٱلْتَقَتَا ۖ فِئَةٌۭ تُقَـٰتِلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌۭ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْىَ ٱلْعَيْنِ ۚ وَٱللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةًۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَبْصَـٰرِ

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

قَدْ qad sungguh
كَانَ kāna telah ada
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَةٌۭ āyatun tanda-tanda
فِى fī pada
فِئَتَيْنِ fi-atayni dua golongan
ٱلْتَقَتَا ۖ l-taqatā bertemu (berperang)
فِئَةٌۭ fi-atun segolongan
تُقَـٰتِلُ tuqātilu berperang
فِى fī pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأُخْرَىٰ wa-ukh'rā dan yang lain
كَافِرَةٌۭ kāfiratun kafir
يَرَوْنَهُم yarawnahum mereka melihat
مِّثْلَيْهِمْ mith'layhim dua kali sebanyak mereka
رَأْىَ raya pandangan
ٱلْعَيْنِ ۚ l-ʿayni mata
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُؤَيِّدُ yu-ayyidu Dia menguatkan
بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya
مَن man dari
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī pada
ذَٰلِكَ dhālika demikian
لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan (terdapat) pelajaran
لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai
ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri penglihatan

Ayat 14 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَـٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

زُيِّنَ zuyyina dijadikan indah (pandangan)
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
حُبُّ ḥubbu kecintaan
ٱلشَّهَوَٰتِ l-shahawāti segala yang diingini
مِنَ mina dari
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita
وَٱلْبَنِينَ wal-banīna dan anak-anak
وَٱلْقَنَـٰطِيرِ wal-qanāṭīri dan harta
ٱلْمُقَنطَرَةِ l-muqanṭarati yang banyak
مِنَ mina dari
ٱلذَّهَبِ l-dhahabi emas
وَٱلْفِضَّةِ wal-fiḍati dan perak
وَٱلْخَيْلِ wal-khayli dan kuda
ٱلْمُسَوَّمَةِ l-musawamati yang pilihan
وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak
وَٱلْحَرْثِ ۗ wal-ḥarthi dan sawah ladang
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عِندَهُۥ ʿindahu di sisiNya
حُسْنُ ḥus'nu yang terbaik
ٱلْمَـَٔابِ l-maābi tempat kembali

Ayat 15 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

۞ قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍۢ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّـٰتٌۭ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَٰجٌۭ مُّطَهَّرَةٌۭ وَرِضْوَٰنٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

۞ قُلْ qul katakanlah
أَؤُنَبِّئُكُم a-unabbi-ukum maukah aku beritakan kepadamu
بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan yang lebih baik
مِّن min dari
ذَٰلِكُمْ ۚ dhālikum demikian itu
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā di dalamnya
وَأَزْوَٰجٌۭ wa-azwājun dan isteri-isteri
مُّطَهَّرَةٌۭ muṭahharatun yang disucikan
وَرِضْوَٰنٌۭ wariḍ'wānun dan (mendapatkan) keridhaan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat
بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Ayat 16 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) berkata
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
إِنَّنَآ innanā sesungguhnya kami
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah
لَنَا lanā bagi/untuk kami
ذُنُوبَنَا dhunūbanā segala dosa kami
وَقِنَا waqinā dan peliharalah kami
عَذَابَ ʿadhāba siksa
ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Ayat 17 - Surah Aal-i-Imraan: 6 kata

ٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلْقَـٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

ٱلصَّـٰبِرِينَ al-ṣābirīna orang-orang yang sabar
وَٱلصَّـٰدِقِينَ wal-ṣādiqīna dan orang-orang yang benar
وَٱلْقَـٰنِتِينَ wal-qānitīna dan orang-orang yang tetap taat
وَٱلْمُنفِقِينَ wal-munfiqīna dan orang-orang yang menafkahkan hartanya
وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ wal-mus'taghfirīna dan orang-orang yang mohon ampun
بِٱلْأَسْحَارِ bil-asḥāri pada waktu sahur

Ayat 18 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

شَهِدَ shahida menyaksikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā melainkan
هُوَ huwa Dia
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan para Malaikat
وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan orang-orang yang mempunyai
ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu
قَآئِمًۢا qāiman yang menegakkan
بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan keadilan
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā melainkan
هُوَ huwa Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 19 - Surah Aal-i-Imraan: 26 kata

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلدِّينَ l-dīna agama
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْإِسْلَـٰمُ ۗ l-is'lāmu Islam
وَمَا wamā dan tidak
ٱخْتَلَفَ ikh'talafa berselisih
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
إِلَّا illā kecuali
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka
ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu ilmu/pengetahuan
بَغْيًۢا baghyan karena kedengkian
بَيْنَهُمْ ۗ baynahum diantara mereka
وَمَن waman dan barang siapa
يَكْفُرْ yakfur kafir
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat
ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi membuat perhitungan

Ayat 20 - Surah Aal-i-Imraan: 26 kata

فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَـٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

فَإِنْ fa-in maka jika
حَآجُّوكَ ḥājjūka mereka mendebat kamu
فَقُلْ faqul maka katakanlah
أَسْلَمْتُ aslamtu aku menyerahkan
وَجْهِىَ wajhiya diriku
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
وَمَنِ wamani dan orang yang
ٱتَّبَعَنِ ۗ ittabaʿani mengikuti aku
وَقُل waqul dan katakanlah
لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ wal-umiyīna dan orang-orang ummi (buta huruf)
ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ a-aslamtum apakah kamu masuk Islam
فَإِنْ fa-in maka jika
أَسْلَمُوا۟ aslamū mereka masuk Islam
فَقَدِ faqadi maka sungguh
ٱهْتَدَوا۟ ۖ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk
وَّإِن wa-in dan jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah
عَلَيْكَ ʿalayka kewajiban atasmu
ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu menyampaikan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat
بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Ayat 21 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ بِغَيْرِ حَقٍّۢ وَيَقْتُلُونَ ٱلَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِٱلْقِسْطِ مِنَ ٱلنَّاسِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) kafir
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti kepada ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh
ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi
بِغَيْرِ bighayri bukan/tanpa
حَقٍّۢ ḥaqqin kebenaran
وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَأْمُرُونَ yamurūna (mereka) menyuruh
بِٱلْقِسْطِ bil-qis'ṭi dengan keadilan
مِنَ mina dari
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beritakanlah mereka
بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksa
أَلِيمٍ alīmin yang pedih

Ayat 22 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
حَبِطَتْ ḥabiṭat lenyap/putus
أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat
وَمَا wamā dan tidak
لَهُم lahum mereka (memperoleh)
مِّن min daripada
نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong

Ayat 23 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يُدْعَوْنَ إِلَىٰ كِتَـٰبِ ٱللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌۭ مِّنْهُمْ وَهُم مُّعْرِضُونَ

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu memperhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
نَصِيبًۭا naṣīban bagian
مِّنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
يُدْعَوْنَ yud'ʿawna mereka diseru
إِلَىٰ ilā kepada
كِتَـٰبِ kitābi kitab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لِيَحْكُمَ liyaḥkuma supaya ia menetapkan hukum
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
ثُمَّ thumma kemudian
يَتَوَلَّىٰ yatawallā berpaling
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan/sebagian
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
وَهُم wahum dan mereka
مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna (mereka) berpaling

Ayat 24 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامًۭا مَّعْدُودَٰتٍۢ ۖ وَغَرَّهُمْ فِى دِينِهِم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Hal itu adalah karena mereka mengaku: "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan
لَن lan tidak
تَمَسَّنَا tamassanā menyentuh
ٱلنَّارُ l-nāru api neraka
إِلَّآ illā kecuali
أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari
مَّعْدُودَٰتٍۢ ۖ maʿdūdātin yang dapat dihitung
وَغَرَّهُمْ wagharrahum dan memperdayakan mereka
فِى fī dalam
دِينِهِم dīnihim agama mereka
مَّا mā apa apa (segala)?
كَانُوا۟ kānū yang demikian itu?
يَفْتَرُونَ yaftarūna (mereka) ada-adakan

Ayat 25 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَـٰهُمْ لِيَوْمٍۢ لَّا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana
إِذَا idhā apabila
جَمَعْنَـٰهُمْ jamaʿnāhum Kami kumpulkan mereka
لِيَوْمٍۢ liyawmin pada hari
لَّا lā tidak
رَيْبَ rayba keraguan
فِيهِ fīhi didalamnya
وَوُفِّيَتْ wawuffiyat dan disempurnakan
كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍۢ nafsin diri
مَّا mā apa
كَسَبَتْ kasabat ia usahakan
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna (mereka) dianiaya

Ayat 26 - Surah Aal-i-Imraan: 25 kata

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

قُلِ quli katakanlah
ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Tuhan
مَـٰلِكَ mālika yang merajai/mempunyai
ٱلْمُلْكِ l-mul'ki kerajaan
تُؤْتِى tu'tī Engkau beri
ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan
مَن man orang
تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki
وَتَنزِعُ watanziʿu dan Engkau cabut
ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan
مِمَّن mimman dari orang
تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki
وَتُعِزُّ watuʿizzu dan Engkau muliakan
مَن man orang
تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki
وَتُذِلُّ watudhillu dan Engkau hinakan
مَن man orang
تَشَآءُ ۖ tashāu Engkau kehendaki
بِيَدِكَ biyadika dengan tangan Engkau
ٱلْخَيْرُ ۖ l-khayru kebaikan
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 27 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍۢ

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".

تُولِجُ tūliju Engkau masukkan
ٱلَّيْلَ al-layla malam
فِى fī ke dalam
ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang
وَتُولِجُ watūliju dan Engkau masukkan
ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang
فِى fī pada
ٱلَّيْلِ ۖ al-layli malam hari
وَتُخْرِجُ watukh'riju dan Engkau keluarkan
ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup
مِنَ mina dari
ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati
وَتُخْرِجُ watukh'riju dan Engkau keluarkan
ٱلْمَيِّتَ l-mayita yang mati
مِنَ mina dari
ٱلْحَىِّ ۖ l-ḥayi yang hidup
وَتَرْزُقُ watarzuqu dan Engkau beri rezki
مَن man orang
تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan

Ayat 28 - Surah Aal-i-Imraan: 27 kata

لَّا يَتَّخِذِ ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ ٱللَّهِ فِى شَىْءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُوا۟ مِنْهُمْ تُقَىٰةًۭ ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

لَّا lā jangan
يَتَّخِذِ yattakhidhi mengambil/menjadikan
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mukmin
وَمَن waman dan barang siapa
يَفْعَلْ yafʿal ia berbuat
ذَٰلِكَ dhālika demikian
فَلَيْسَ falaysa maka bukan/tidak ada
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فِى fī dalam
شَىْءٍ shayin sesuatu/sedikitpun
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
تَتَّقُوا۟ tattaqū kamu memelihara diri
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
تُقَىٰةًۭ ۗ tuqātan suatu yang ditakuti
وَيُحَذِّرُكُمُ wayuḥadhirukumu dan memperingatkan kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
نَفْسَهُۥ ۗ nafsahu diriNya
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 29 - Surah Aal-i-Imraan: 22 kata

قُلْ إِن تُخْفُوا۟ مَا فِى صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

قُلْ qul katakanlah
إِن in jika
تُخْفُوا۟ tukh'fū kamu menyembunyikan
مَا mā apa
فِى fī di dalam
صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dadamu/hatimu
أَوْ aw atau
تُبْدُوهُ tub'dūhu kamu lahirkannya
يَعْلَمْهُ yaʿlamhu pasti mengetahuinya
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 30 - Surah Aal-i-Imraan: 26 kata

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍۢ مُّحْضَرًۭا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوٓءٍۢ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُۥٓ أَمَدًۢا بَعِيدًۭا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

يَوْمَ yawma pada hari
تَجِدُ tajidu mendapati
كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍۢ nafsin diri
مَّا mā apa
عَمِلَتْ ʿamilat ia perbuat
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebaikan
مُّحْضَرًۭا muḥ'ḍaran yang dihadapkan
وَمَا wamā dan apa
عَمِلَتْ ʿamilat ia perbuat
مِن min dari
سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk
تَوَدُّ tawaddu mereka ingin
لَوْ law sekiranya
أَنَّ anna bahwa
بَيْنَهَا baynahā antara ia
وَبَيْنَهُۥٓ wabaynahu dan antara hari itu
أَمَدًۢا amadan ada masa
بَعِيدًۭا ۗ baʿīdan yang jauh
وَيُحَذِّرُكُمُ wayuḥadhirukumu dan memperingatkan kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
نَفْسَهُۥ ۗ nafsahu diriNya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
رَءُوفٌۢ raūfun Maha Penyayang
بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Ayat 31 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

قُلْ qul katakanlah
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تُحِبُّونَ tuḥibbūna mencintai
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَٱتَّبِعُونِى fa-ittabiʿūnī maka ikutilah aku
يُحْبِبْكُمُ yuḥ'bib'kumu mencintai kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia mengampuni
لَكُمْ lakum bagi kalian
ذُنُوبَكُمْ ۗ dhunūbakum dosa-dosamu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 32 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".

قُلْ qul katakanlah
أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱلرَّسُولَ ۖ wal-rasūla dan Rasul
فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 33 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحًۭا وَءَالَ إِبْرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمْرَٰنَ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱصْطَفَىٰٓ iṣ'ṭafā Dia telah memilih
ءَادَمَ ādama Adam
وَنُوحًۭا wanūḥan dan Nuh
وَءَالَ waāla dan keluarga
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَءَالَ waāla dan keluarga
عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran
عَلَى ʿalā atas
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 34 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنۢ بَعْضٍۢ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

ذُرِّيَّةًۢ dhurriyyatan suatu keturunan
بَعْضُهَا baʿḍuhā sebagiannya
مِنۢ min dari
بَعْضٍۢ ۗ baʿḍin sebagian yang lain
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 35 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

إِذْ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ عِمْرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرْتُ لَكَ مَا فِى بَطْنِى مُحَرَّرًۭا فَتَقَبَّلْ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

إِذْ idh (Ingatlah) ketika
قَالَتِ qālati berkata
ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri
عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran
رَبِّ rabbi Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
نَذَرْتُ nadhartu aku menadzarkan
لَكَ laka kepada Engkau
مَا mā apa
فِى fī di dalam
بَطْنِى baṭnī perutku
مُحَرَّرًۭا muḥarraran menjadi hamba yang berhidmat
فَتَقَبَّلْ fataqabbal maka/karena itu terimalah
مِنِّىٓ ۖ minnī dari padaku
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 36 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
وَضَعَتْهَا waḍaʿathā ia melahirkannya
قَالَتْ qālat ia berkata
رَبِّ rabbi Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
وَضَعْتُهَآ waḍaʿtuhā aku telah melahirkannya
أُنثَىٰ unthā seorang anak perempuan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَا bimā dengan apa
وَضَعَتْ waḍaʿat ia lahirkan
وَلَيْسَ walaysa dan bukanlah/tidaklah
ٱلذَّكَرُ l-dhakaru anak laki-laki
كَٱلْأُنثَىٰ ۖ kal-unthā seperti anak perempuan
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku
سَمَّيْتُهَا sammaytuhā (aku) telah menamainya
مَرْيَمَ maryama Maryam
وَإِنِّىٓ wa-innī dan sesungguhnya aku
أُعِيذُهَا uʿīdhuhā (aku) melindunginya
بِكَ bika kepada Engkau
وَذُرِّيَّتَهَا wadhurriyyatahā dan keturunannya
مِنَ mina dari
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
ٱلرَّجِيمِ l-rajīmi yang terkutuk

Ayat 37 - Surah Aal-i-Imraan: 34 kata

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍۢ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًۭا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا ٱلْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًۭا ۖ قَالَ يَـٰمَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَـٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

فَتَقَبَّلَهَا fataqabbalahā maka menerimanya
رَبُّهَا rabbuhā Tuhannya
بِقَبُولٍ biqabūlin dengan penerimaan
حَسَنٍۢ ḥasanin yang baik
وَأَنۢبَتَهَا wa-anbatahā dan Dia menumbuhkannya
نَبَاتًا nabātan dengan pertumbuhan
حَسَنًۭا ḥasanan yang baik
وَكَفَّلَهَا wakaffalahā dan memeliharanya
زَكَرِيَّا ۖ zakariyyā Zakaria
كُلَّمَا kullamā setiap kali
دَخَلَ dakhala masuk
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
زَكَرِيَّا zakariyyā Zakaria
ٱلْمِحْرَابَ l-miḥ'rāba mimbar
وَجَدَ wajada dia dapati
عِندَهَا ʿindahā di sisinya
رِزْقًۭا ۖ riz'qan makanan
قَالَ qāla dia berkata
يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam!
أَنَّىٰ annā dari mana
لَكِ laki bagimu
هَـٰذَا ۖ hādhā ini (makanan)
قَالَتْ qālat ia berkata
هُوَ huwa ia (makanan)
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَرْزُقُ yarzuqu dia memberi rezki
مَن man dari siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak
حِسَابٍ ḥisābin perhitungan

Ayat 38 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةًۭ طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

هُنَالِكَ hunālika disanalah
دَعَا daʿā berdoa
زَكَرِيَّا zakariyyā Zakaria
رَبَّهُۥ ۖ rabbahu Tuhannya
قَالَ qāla dia berkata
رَبِّ rabbi Tuhanku
هَبْ hab berilah
لِى lī bagiku
مِن min dari
لَّدُنكَ ladunka sisi Engkau
ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan
طَيِّبَةً ۖ ṭayyibatan yang baik
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
سَمِيعُ samīʿu Maha Mendengar
ٱلدُّعَآءِ l-duʿāi doa

Ayat 39 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌۭ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًۭا وَحَصُورًۭا وَنَبِيًّۭا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

فَنَادَتْهُ fanādathu maka memanggilnya
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat
وَهُوَ wahuwa dan Dia
قَآئِمٌۭ qāimun sedang berdiri
يُصَلِّى yuṣallī dia sholat
فِى fī di
ٱلْمِحْرَابِ l-miḥ'rābi mimbar
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُبَشِّرُكَ yubashiruka menyampaikan kabar gembira kepadamu
بِيَحْيَىٰ biyaḥyā dengan Yahya
مُصَدِّقًۢا muṣaddiqan membenarkan
بِكَلِمَةٍۢ bikalimatin dengan kalimat
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَسَيِّدًۭا wasayyidan dan (menjadi) ketua
وَحَصُورًۭا waḥaṣūran dan menahan diri
وَنَبِيًّۭا wanabiyyan dan seorang Nabi
مِّنَ mina dari
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 40 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌۭ وَقَدْ بَلَغَنِىَ ٱلْكِبَرُ وَٱمْرَأَتِى عَاقِرٌۭ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ ٱللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ

Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?". Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".

قَالَ qāla dia (Zakaria) berkata
رَبِّ rabbi Tuhanku
أَنَّىٰ annā bagaimana
يَكُونُ yakūnu adalah
لِى lī bagiku
غُلَـٰمٌۭ ghulāmun seorang anak
وَقَدْ waqad dan sungguh
بَلَغَنِىَ balaghaniya aku telah sampai
ٱلْكِبَرُ l-kibaru besar/tua
وَٱمْرَأَتِى wa-im'ra-atī dan isteriku
عَاقِرٌۭ ۖ ʿāqirun mandul
قَالَ qāla Dia berfirman
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat
مَا mā apa
يَشَآءُ yashāu dikehendaki

Ayat 41 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

قَالَ رَبِّ ٱجْعَل لِّىٓ ءَايَةًۭ ۖ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَـٰثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًۭا ۗ وَٱذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًۭا وَسَبِّحْ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَـٰرِ

Berkata Zakariya: "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".

قَالَ qāla dia (Zakaria) berkata
رَبِّ rabbi Tuhanku
ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah
لِّىٓ lī bagiku
ءَايَةًۭ ۖ āyatan tanda-tanda
قَالَ qāla Dia berfirman
ءَايَتُكَ āyatuka tanda-tandamu
أَلَّا allā bahwa tidak
تُكَلِّمَ tukallima kamu berkata-kata
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga
أَيَّامٍ ayyāmin hari
إِلَّا illā kecuali
رَمْزًۭا ۗ ramzan isyarat
وَٱذْكُر wa-udh'kur dan sebutlah
رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu
كَثِيرًۭا kathīran sebanyak-banyaknya
وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah
بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi diwaktu petang
وَٱلْإِبْكَـٰرِ wal-ib'kāri dan pagi hari

Ayat 42 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

وَإِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَـٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصْطَفَىٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَتِ qālati berkata
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat
يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam!
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱصْطَفَىٰكِ iṣ'ṭafāki Dia memilih kamu
وَطَهَّرَكِ waṭahharaki dan Dia mensucikan kamu
وَٱصْطَفَىٰكِ wa-iṣ'ṭafāki dan Dia memilih/melebihkan kamu
عَلَىٰ ʿalā atas
نِسَآءِ nisāi wanita-wanita
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 43 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

يَـٰمَرْيَمُ ٱقْنُتِى لِرَبِّكِ وَٱسْجُدِى وَٱرْكَعِى مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'.

يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam!
ٱقْنُتِى uq'nutī taatlah
لِرَبِّكِ lirabbiki kepada Tuhanmu
وَٱسْجُدِى wa-us'judī dan sujudlah
وَٱرْكَعِى wa-ir'kaʿī dan ruku'lah
مَعَ maʿa bersama
ٱلرَّٰكِعِينَ l-rākiʿīna orang-orang yang ruku'

Ayat 44 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَـٰمَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
مِنْ min dari
أَنۢبَآءِ anbāi berita-berita
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib
نُوحِيهِ nūḥīhi Kami mewahyukan
إِلَيْكَ ۚ ilayka kepadamu
وَمَا wamā dan tidak
كُنتَ kunta kamu berada
لَدَيْهِمْ ladayhim disisi mereka
إِذْ idh ketika
يُلْقُونَ yul'qūna mereka melemparkan
أَقْلَـٰمَهُمْ aqlāmahum anak-anak panah mereka
أَيُّهُمْ ayyuhum siapa diantara mereka
يَكْفُلُ yakfulu yang akan memelihara
مَرْيَمَ maryama Maryam
وَمَا wamā dan tidak
كُنتَ kunta kamu berada
لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka
إِذْ idh ketika
يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bersengketa

Ayat 45 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

إِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَـٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍۢ مِّنْهُ ٱسْمُهُ ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًۭا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

إِذْ idh ketika
قَالَتِ qālati berkata
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat
يَـٰمَرْيَمُ yāmaryamu Wahai Maryam!
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُبَشِّرُكِ yubashiruki menyampaikan kabar gembira kepadamu
بِكَلِمَةٍۢ bikalimatin dengan kalimat
مِّنْهُ min'hu dari padaNya
ٱسْمُهُ us'muhu namanya
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
عِيسَى ʿīsā Isa
ٱبْنُ ub'nu anak
مَرْيَمَ maryama maryam
وَجِيهًۭا wajīhan terkemuka
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat
وَمِنَ wamina dan (salah seorang) dari
ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang didekatkan

Ayat 46 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

وَيُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًۭا وَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh".

وَيُكَلِّمُ wayukallimu dan dia berbicara
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
فِى fī dalam
ٱلْمَهْدِ l-mahdi buaian
وَكَهْلًۭا wakahlan dan (ketika) dewasa
وَمِنَ wamina dan (salah seorang) dari
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 47 - Surah Aal-i-Imraan: 23 kata

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى وَلَدٌۭ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌۭ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.

قَالَتْ qālat dia (Maryam) berkata
رَبِّ rabbi Tuhanku
أَنَّىٰ annā bagaimana
يَكُونُ yakūnu adalah
لِى lī bagi aku
وَلَدٌۭ waladun seorang anak
وَلَمْ walam dan belum pernah
يَمْسَسْنِى yamsasnī aku disentuh
بَشَرٌۭ ۖ basharun seorang manusia
قَالَ qāla Dia berfirman
كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan
مَا mā apa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
إِذَا idhā apabila
قَضَىٰٓ qaḍā Dia menetapkan
أَمْرًۭا amran sesuatu
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya
يَقُولُ yaqūlu Dia berkata
لَهُۥ lahu kepadanya
كُن kun dikatakan jadi
فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah

Ayat 48 - Surah Aal-i-Imraan: 5 kata

وَيُعَلِّمُهُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.

وَيُعَلِّمُهُ wayuʿallimuhu dan Dia mengajarkan kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah
وَٱلتَّوْرَىٰةَ wal-tawrāta dan Taurat
وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil

Ayat 49 - Surah Aal-i-Imraan: 45 kata

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

وَرَسُولًا warasūlan dan seorang Rasul
إِلَىٰ ilā kepada
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
أَنِّى annī sesungguhnya aku
قَدْ qad sungguh
جِئْتُكُم ji'tukum aku telah datang kepadamu
بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan tanda
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian
أَنِّىٓ annī sesungguhnya aku
أَخْلُقُ akhluqu aku membuat
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنَ mina dari
ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah
كَهَيْـَٔةِ kahayati seperti bentuk
ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung
فَأَنفُخُ fa-anfukhu maka/lalu aku meniupkan
فِيهِ fīhi kedalamnya
فَيَكُونُ fayakūnu maka ia menjadi
طَيْرًۢا ṭayran seekor burung
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَأُبْرِئُ wa-ub'ri-u dan aku menyembuhkan
ٱلْأَكْمَهَ l-akmaha orang buta
وَٱلْأَبْرَصَ wal-abraṣa dan orang berpenyakit sopak
وَأُحْىِ wa-uḥ'yī dan aku menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَأُنَبِّئُكُم wa-unabbi-ukum dan aku kabarkan kepadamu
بِمَا bimā dengan apa
تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
وَمَا wamā dan apa
تَدَّخِرُونَ taddakhirūna kamu simpan
فِى fī di
بُيُوتِكُمْ ۚ buyūtikum rumahmu
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī pada
ذَٰلِكَ dhālika demikian
لَـَٔايَةًۭ laāyatan sungguh terdapat tanda-tanda
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 50 - Surah Aal-i-Imraan: 19 kata

وَمُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَلِأُحِلَّ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُم بِـَٔايَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمُصَدِّقًۭا wamuṣaddiqan dan membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa
بَيْنَ bayna antara
يَدَىَّ yadayya tanganku/sebelumku
مِنَ mina dari
ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat
وَلِأُحِلَّ wali-uḥilla dan untuk menghalalkan
لَكُم lakum bagi kalian
بَعْضَ baʿḍa sebagian
ٱلَّذِى alladhī yang
حُرِّمَ ḥurrima diharamkan
عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian
وَجِئْتُكُم waji'tukum dan aku datang kepadamu
بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan tanda (mukjizat)
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatlah kepadaku

Ayat 51 - Surah Aal-i-Imraan: 8 kata

إِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۗ هَـٰذَا صِرَٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu
فَٱعْبُدُوهُ ۗ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia
هَـٰذَا hādhā inilah
صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan
مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun yang lurus

Ayat 52 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

۞ فَلَمَّآ أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ ٱلْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَٱشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

۞ فَلَمَّآ falammā maka tatkala
أَحَسَّ aḥassa menyadari
عِيسَىٰ ʿīsā Isa
مِنْهُمُ min'humu dari mereka
ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra keingkaran
قَالَ qāla dia berkata
مَنْ man siapa
أَنصَارِىٓ anṣārī menjadi penolong-penolongku
إِلَى ilā kepada/untuk
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
قَالَ qāla berkata
ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna orang-orang Hawariyun
نَحْنُ naḥnu kami
أَنصَارُ anṣāru penolong-penolong
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱشْهَدْ wa-ish'had dan saksikanlah
بِأَنَّا bi-annā bahwasanya kami
مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang meyerahkan diri

Ayat 53 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

رَبَّنَآ ءَامَنَّا بِمَآ أَنزَلْتَ وَٱتَّبَعْنَا ٱلرَّسُولَ فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
بِمَآ bimā kepada apa
أَنزَلْتَ anzalta telah Engkau turunkan
وَٱتَّبَعْنَا wa-ittabaʿnā dan kami telah mengikuti
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
فَٱكْتُبْنَا fa-uk'tub'nā maka catatlah kami
مَعَ maʿa bersama
ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menjadi saksi

Ayat 54 - Surah Aal-i-Imraan: 6 kata

وَمَكَرُوا۟ وَمَكَرَ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَـٰكِرِينَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya
وَمَكَرَ wamakara dan membuat tipu daya
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْمَـٰكِرِينَ l-mākirīna pembuat tipu daya

Ayat 55 - Surah Aal-i-Imraan: 30 kata

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَىٰٓ إِنِّى مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَىَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوْقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

إِذْ idh ketika
قَالَ qāla berfirman
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَـٰعِيسَىٰٓ yāʿīsā Wahai Isa
إِنِّى innī sesungguhnya Aku (Allah)
مُتَوَفِّيكَ mutawaffīka akan mewafatkan kamu
وَرَافِعُكَ warāfiʿuka dan mengangkat kamu
إِلَىَّ ilayya kepadaKu
وَمُطَهِّرُكَ wamuṭahhiruka dan/serta mensucikan kamu
مِنَ mina daripada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَجَاعِلُ wajāʿilu dan menjadikan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّبَعُوكَ ittabaʿūka (mereka) mengikuti kamu
فَوْقَ fawqa di atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
إِلَىٰ ilā kepada
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ l-qiyāmati kiamat
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَىَّ ilayya kepadaKu
مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu
فَأَحْكُمُ fa-aḥkumu maka Aku memutuskan
بَيْنَكُمْ baynakum diantaramu
فِيمَا fīmā dalam/tentang apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فِيهِ fīhi didalamnya
تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan

Ayat 56 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًۭا شَدِيدًۭا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ

Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
فَأُعَذِّبُهُمْ fa-uʿadhibuhum maka akan Aku siksa mereka
عَذَابًۭا ʿadhāban siksa
شَدِيدًۭا shadīdan sangat berat
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akhirat
وَمَا wamā dan tidak
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong

Ayat 57 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan
فَيُوَفِّيهِمْ fayuwaffīhim maka Dia akan menyempurnakan
أُجُورَهُمْ ۗ ujūrahum pahala mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 58 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَٱلذِّكْرِ ٱلْحَكِيمِ

Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah
نَتْلُوهُ natlūhu kami membacakannya
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu
مِنَ mina dari
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/bukti-bukti
وَٱلذِّكْرِ wal-dhik'ri dan Adz Dzikir/Al Quran
ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi yang penuh hikmah

Ayat 59 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍۢ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

إِنَّ inna sesungguhnya
مَثَلَ mathala perumpamaan
عِيسَىٰ ʿīsā Isa
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan
ءَادَمَ ۖ ādama Adam
خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menjadikannya
مِن min dari
تُرَابٍۢ turābin tanah
ثُمَّ thumma kemudian
قَالَ qāla Dia berfirman
لَهُۥ lahu kepadanya
كُن kun jadilah
فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah dia

Ayat 60 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

ٱلْحَقُّ al-ḥaqu kebenaran itu
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
فَلَا falā maka janganlah
تَكُن takun kamu termasuk
مِّنَ mina dari
ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu

Ayat 61 - Surah Aal-i-Imraan: 25 kata

فَمَنْ حَآجَّكَ فِيهِ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا۟ نَدْعُ أَبْنَآءَنَا وَأَبْنَآءَكُمْ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمْ وَأَنفُسَنَا وَأَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَـٰذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

فَمَنْ faman maka siapa
حَآجَّكَ ḥājjaka membantah kamu
فِيهِ fīhi tentang (kebenaran) itu
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَكَ jāaka datang kepadamu
مِنَ mina dari
ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu/pengetahuan
فَقُلْ faqul maka katakanlah
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
نَدْعُ nadʿu kita memanggil
أَبْنَآءَنَا abnāanā anak-anak kami
وَأَبْنَآءَكُمْ wa-abnāakum dan anak-anak mu
وَنِسَآءَنَا wanisāanā dan isteri-isteri kami
وَنِسَآءَكُمْ wanisāakum dan isteri-isteri kamu
وَأَنفُسَنَا wa-anfusanā dan diri-diri kami
وَأَنفُسَكُمْ wa-anfusakum dan diri-diri kamu
ثُمَّ thumma kemudian
نَبْتَهِلْ nabtahil kami mohon dengan sungguh-sungguh
فَنَجْعَل fanajʿal maka kami jadikan
لَّعْنَتَ laʿnata kutukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَى ʿalā atas
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 62 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْقَصَصُ ٱلْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
لَهُوَ lahuwa adalah ia
ٱلْقَصَصُ l-qaṣaṣu cerita
ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu yang benar
وَمَا wamā dan tidak
مِنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
إِلَّا illā kecuali
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَهُوَ lahuwa sungguh Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 63 - Surah Aal-i-Imraan: 6 kata

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُفْسِدِينَ

Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِٱلْمُفْسِدِينَ bil-muf'sidīna terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan

Ayat 64 - Surah Aal-i-Imraan: 31 kata

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍۢ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًۭٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
إِلَىٰ ilā kepada
كَلِمَةٍۢ kalimatin satu kalimat
سَوَآءٍۭ sawāin yang sama
بَيْنَنَا baynanā antara kami
وَبَيْنَكُمْ wabaynakum dan antara kamu
أَلَّا allā bahwa tidak
نَعْبُدَ naʿbuda kami menyembah
إِلَّا illā kecuali
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَلَا walā dan tidak
نُشْرِكَ nush'rika kami menyekutukan
بِهِۦ bihi denganNya
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَلَا walā dan tidak
يَتَّخِذَ yattakhidha menjadikan
بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami
بَعْضًا baʿḍan sebagian yang lain
أَرْبَابًۭا arbāban Tuhan
مِّن min dari
دُونِ dūni sisi
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
فَقُولُوا۟ faqūlū maka katakanlah
ٱشْهَدُوا۟ ish'hadū saksikanlah
بِأَنَّا bi-annā bahwa kami
مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang menyerahkan diri

Ayat 65 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوْرَىٰةُ وَٱلْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لِمَ lima mengapa
تُحَآجُّونَ tuḥājjūna kamu membantah
فِىٓ fī tentang
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَمَآ wamā dan tidak
أُنزِلَتِ unzilati diturunkan
ٱلتَّوْرَىٰةُ l-tawrātu Taurat
وَٱلْإِنجِيلُ wal-injīlu dan Injil
إِلَّا illā melainkan
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦٓ ۚ baʿdihi sesudahnya
أَفَلَا afalā apakah tidak
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 66 - Surah Aal-i-Imraan: 19 kata

هَـٰٓأَنتُمْ هَـٰٓؤُلَآءِ حَـٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌۭ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌۭ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum beginilah kamu
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi (kamu) ini
حَـٰجَجْتُمْ ḥājajtum (kamu) berbantahan
فِيمَا fīmā tentang apa
لَكُم lakum bagi kalian
بِهِۦ bihi dengannya
عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan
فَلِمَ falima maka mengapa
تُحَآجُّونَ tuḥājjūna kamu berbantahan
فِيمَا fīmā tentang apa
لَيْسَ laysa tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
بِهِۦ bihi dengannya
عِلْمٌۭ ۚ ʿil'mun pengetahuan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 67 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

مَا كَانَ إِبْرَٰهِيمُ يَهُودِيًّۭا وَلَا نَصْرَانِيًّۭا وَلَـٰكِن كَانَ حَنِيفًۭا مُّسْلِمًۭا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

مَا mā tidak
كَانَ kāna ada
إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim
يَهُودِيًّۭا yahūdiyyan seorang Yahudi
وَلَا walā dan bukan
نَصْرَانِيًّۭا naṣrāniyyan orang Nasrani
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
كَانَ kāna adalah dia
حَنِيفًۭا ḥanīfan seorang yang lurus
مُّسْلِمًۭا mus'liman seorang yang menyerahkan diri
وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna adalah dia
مِنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

Ayat 68 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

إِنَّ أَوْلَى ٱلنَّاسِ بِإِبْرَٰهِيمَ لَلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ وَهَـٰذَا ٱلنَّبِىُّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

إِنَّ inna sesungguhnya
أَوْلَى awlā paling dekat
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia/orang
بِإِبْرَٰهِيمَ bi-ib'rāhīma dengan Ibrahim
لَلَّذِينَ lalladhīna bagi orang-orang yang
ٱتَّبَعُوهُ ittabaʿūhu (mereka) mengikutinya
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini
ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ ۗ āmanū beriman
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَلِىُّ waliyyu Pelindung
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 69 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

وَدَّت طَّآئِفَةٌۭ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

وَدَّت waddat ingin
طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan
مِّنْ min dari
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لَوْ law sekiranya
يُضِلُّونَكُمْ yuḍillūnakum mereka menyesatkan kamu
وَمَا wamā dan tidak
يُضِلُّونَ yuḍillūna mereka menyesatkan
إِلَّآ illā melainkan
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
وَمَا wamā dan tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 70 - Surah Aal-i-Imraan: 8 kata

يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لِمَ lima mengapa
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَشْهَدُونَ tashhadūna (kamu) menyaksikan

Ayat 71 - Surah Aal-i-Imraan: 10 kata

يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تَلْبِسُونَ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَـٰطِلِ وَتَكْتُمُونَ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لِمَ lima mengapa
تَلْبِسُونَ talbisūna kamu mencampur adukkan
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang haq (benar)
بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang bathil
وَتَكْتُمُونَ wataktumūna dan kamu menyembunyikan
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang haq
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 72 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

وَقَالَت طَّآئِفَةٌۭ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ ءَامِنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُنزِلَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَجْهَ ٱلنَّهَارِ وَٱكْفُرُوٓا۟ ءَاخِرَهُۥ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).

وَقَالَت waqālat dan berkata
طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan
مِّنْ min dari
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu
بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَجْهَ wajha permulaan
ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang
وَٱكْفُرُوٓا۟ wa-uk'furū dan ingkarilah
ءَاخِرَهُۥ ākhirahu pada akhirnya
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna (mereka) kembali

Ayat 73 - Surah Aal-i-Imraan: 32 kata

وَلَا تُؤْمِنُوٓا۟ إِلَّا لِمَن تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ ٱلْهُدَىٰ هُدَى ٱللَّهِ أَن يُؤْتَىٰٓ أَحَدٌۭ مِّثْلَ مَآ أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَآجُّوكُمْ عِندَ رَبِّكُمْ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْفَضْلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui";

وَلَا walā dan jangan
تُؤْمِنُوٓا۟ tu'minū kamu percaya
إِلَّا illā melainkan
لِمَن liman kepada orang
تَبِعَ tabiʿa yang mengikuti
دِينَكُمْ dīnakum agamamu
قُلْ qul katakanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk
هُدَى hudā petunjuk
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَن an bahwa
يُؤْتَىٰٓ yu'tā akan diberikan
أَحَدٌۭ aḥadun seseorang
مِّثْلَ mith'la seperti
مَآ mā apa
أُوتِيتُمْ ūtītum diberikan kepadamu
أَوْ aw atau
يُحَآجُّوكُمْ yuḥājjūkum mereka membantahmu
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian
قُلْ qul katakanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْفَضْلَ l-faḍla karunia
بِيَدِ biyadi di tangan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يُؤْتِيهِ yu'tīhi Dia berikannya
مَن man siapa/orang
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 74 - Surah Aal-i-Imraan: 8 kata

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.

يَخْتَصُّ yakhtaṣṣu Dia menentukan
بِرَحْمَتِهِۦ biraḥmatihi dengan rahmatNya
مَن man siapa
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
ذُو dhū mempunyai
ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia
ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar

Ayat 75 - Surah Aal-i-Imraan: 36 kata

۞ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍۢ يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍۢ لَّا يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًۭا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَيْسَ عَلَيْنَا فِى ٱلْأُمِّيِّـۧنَ سَبِيلٌۭ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

۞ وَمِنْ wamin dan dari/diantara
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
مَنْ man orang
إِن in jika
تَأْمَنْهُ tamanhu kamu mempercayakannya
بِقِنطَارٍۢ biqinṭārin dengan harta yang banyak
يُؤَدِّهِۦٓ yu-addihi ia mengembalikannya
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّنْ man orang
إِن in jika
تَأْمَنْهُ tamanhu kamu mempercayakannya
بِدِينَارٍۢ bidīnārin dengan satu dinar
لَّا lā tidak
يُؤَدِّهِۦٓ yu-addihi ia mengembalikannya
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa yang
دُمْتَ dum'ta selalu kamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
قَآئِمًۭا ۗ qāiman berdiri
ذَٰلِكَ dhālika demikian
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata
لَيْسَ laysa tidak ada
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
فِى fī dalam/terhadap
ٱلْأُمِّيِّـۧنَ l-umiyīna orang-orang ummi
سَبِيلٌۭ sabīlun jalan (dosa)
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui

Ayat 76 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ وَٱتَّقَىٰ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

بَلَىٰ balā ya/benar
مَنْ man siapa/orang
أَوْفَىٰ awfā (ia) menepati
بِعَهْدِهِۦ biʿahdihi janjinya
وَٱتَّقَىٰ wa-ittaqā dan ia bertakwa
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 77 - Surah Aal-i-Imraan: 27 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ ٱللَّهِ وَأَيْمَـٰنِهِمْ ثَمَنًۭا قَلِيلًا أُو۟لَـٰٓئِكَ لَا خَلَـٰقَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَشْتَرُونَ yashtarūna (mereka) membeli/menukar
بِعَهْدِ biʿahdi dengan janji
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَيْمَـٰنِهِمْ wa-aymānihim dan sumpah mereka
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًا qalīlan sedikit
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَا lā tidak
خَلَـٰقَ khalāqa mendapat bagian
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
وَلَا walā dan tidak
يُكَلِّمُهُمُ yukallimuhumu berbicara dengan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَا walā dan tidak
يَنظُرُ yanẓuru Dia melihat
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
وَلَا walā dan tidak
يُزَكِّيهِمْ yuzakkīhim Dia mensucikan mereka
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksa
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 78 - Surah Aal-i-Imraan: 29 kata

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًۭا يَلْوُۥنَ أَلْسِنَتَهُم بِٱلْكِتَـٰبِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
لَفَرِيقًۭا lafarīqan ada segolongan
يَلْوُۥنَ yalwūna (mereka) memutar-mutar
أَلْسِنَتَهُم alsinatahum lidah mereka
بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan (membaca) Al Kitab
لِتَحْسَبُوهُ litaḥsabūhu supaya kamu menyangkanya
مِنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
وَمَا wamā dan tidak/bukan
هُوَ huwa dia
مِنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
هُوَ huwa dia
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan bukan
هُوَ huwa dia
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui

Ayat 79 - Surah Aal-i-Imraan: 28 kata

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا۟ عِبَادًۭا لِّى مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَـٰكِن كُونُوا۟ رَبَّـٰنِيِّـۧنَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ ٱلْكِتَـٰبَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

مَا mā tidak
كَانَ kāna ada/mungkin terjadi
لِبَشَرٍ libasharin bagi seorang manusia
أَن an bahwa
يُؤْتِيَهُ yu'tiyahu memberikannya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hikmah
وَٱلنُّبُوَّةَ wal-nubuwata dan kenabian
ثُمَّ thumma kemudian
يَقُولَ yaqūla ia berkata
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
كُونُوا۟ kūnū adalah/jadilah kamu
عِبَادًۭا ʿibādan penyembah-penyembah
لِّى lī bagiku
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
كُونُوا۟ kūnū kamu menjadi
رَبَّـٰنِيِّـۧنَ rabbāniyyīna orang-orang rabbani
بِمَا bimā dengan sebab
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تُعَلِّمُونَ tuʿallimūna (kalian) mengetahui
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَبِمَا wabimā dan dengan sebab
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَدْرُسُونَ tadrusūna kamu mempelajari

Ayat 80 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا۟ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ أَرْبَابًا ۗ أَيَأْمُرُكُم بِٱلْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?".

وَلَا walā dan tidak
يَأْمُرَكُمْ yamurakum ia menyuruhmu
أَن an bahwa
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu menjadikan
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat
وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan para Nabi
أَرْبَابًا ۗ arbāban (sebagai) Tuhan
أَيَأْمُرُكُم ayamurukum apakah ia menyuruh kamu
بِٱلْكُفْرِ bil-kuf'ri dengan (berbuat) kekafiran
بَعْدَ baʿda sesudah
إِذْ idh ketika
أَنتُم antum kamu
مُّسْلِمُونَ mus'limūna (beragama) Islam

Ayat 81 - Surah Aal-i-Imraan: 33 kata

وَإِذْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَـٰقَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ لَمَآ ءَاتَيْتُكُم مِّن كِتَـٰبٍۢ وَحِكْمَةٍۢ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌۭ مُّصَدِّقٌۭ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِى ۖ قَالُوٓا۟ أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَٱشْهَدُوا۟ وَأَنَا۠ مَعَكُم مِّنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذَ akhadha mengambil
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian
ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi
لَمَآ lamā sungguh apa
ءَاتَيْتُكُم ātaytukum Aku berikan kepadamu
مِّن min dari
كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab
وَحِكْمَةٍۢ waḥik'matin dan hikmah
ثُمَّ thumma kemudian
جَآءَكُمْ jāakum datang kepadamu
رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul
مُّصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa
مَعَكُمْ maʿakum bersamamu/ada padamu
لَتُؤْمِنُنَّ latu'minunna sungguh kamu akan beriman
بِهِۦ bihi dengannya
وَلَتَنصُرُنَّهُۥ ۚ walatanṣurunnahu dan sungguh kamu menolongnya
قَالَ qāla Dia berfirman
ءَأَقْرَرْتُمْ a-aqrartum apakah kamu mengakui
وَأَخَذْتُمْ wa-akhadhtum dan kamu mengambil
عَلَىٰ ʿalā atas
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
إِصْرِى ۖ iṣ'rī perjanjianKu
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَقْرَرْنَا ۚ aqrarnā kami mengakui
قَالَ qāla Dia berfirman
فَٱشْهَدُوا۟ fa-ish'hadū maka saksikanlah
وَأَنَا۠ wa-anā dan Aku
مَعَكُم maʿakum bersama kamu
مِّنَ mina dari
ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna para saksi

Ayat 82 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

فَمَن تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

فَمَن faman maka barang siapa
تَوَلَّىٰ tawallā (ia) berpaling
بَعْدَ baʿda sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 83 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

أَفَغَيْرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُۥٓ أَسْلَمَ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًۭا وَكَرْهًۭا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

أَفَغَيْرَ afaghayra maka apakah selain
دِينِ dīni agama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَبْغُونَ yabghūna mereka mencari
وَلَهُۥٓ walahu dan kepadaNya
أَسْلَمَ aslama menyerahkan diri
مَن man orang/segala apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
طَوْعًۭا ṭawʿan dengan suka
وَكَرْهًۭا wakarhan dan terpaksa
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya
يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan

Ayat 84 - Surah Aal-i-Imraan: 29 kata

قُلْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".

قُلْ qul katakanlah
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishak
وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yakub
وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-anaknya
وَمَآ wamā dan apa
أُوتِىَ ūtiya diberikan
مُوسَىٰ mūsā (kepada) Musa
وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa
وَٱلنَّبِيُّونَ wal-nabiyūna dan para Nabi
مِن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
لَا lā tidak
نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan
بَيْنَ bayna antara
أَحَدٍۢ aḥadin seorang
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
لَهُۥ lahu kepadaNya
مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang menyerahkan diri

Ayat 85 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

وَمَن waman dan barang siapa
يَبْتَغِ yabtaghi (ia) mencari
غَيْرَ ghayra selain
ٱلْإِسْلَـٰمِ l-is'lāmi Islam
دِينًۭا dīnan agama
فَلَن falan maka tidak
يُقْبَلَ yuq'bala diterima
مِنْهُ min'hu daripadanya
وَهُوَ wahuwa dan ia
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
مِنَ mina dari
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 86 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

كَيْفَ يَهْدِى ٱللَّهُ قَوْمًۭا كَفَرُوا۟ بَعْدَ إِيمَـٰنِهِمْ وَشَهِدُوٓا۟ أَنَّ ٱلرَّسُولَ حَقٌّۭ وَجَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

كَيْفَ kayfa bagaimana
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱللَّهُ l-lahu Allah
قَوْمًۭا qawman kaum
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بَعْدَ baʿda sesudah
إِيمَـٰنِهِمْ īmānihim iman mereka
وَشَهِدُوٓا۟ washahidū dan mereka mengakui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
حَقٌّۭ ḥaqqun adalah benar
وَجَآءَهُمُ wajāahumu dan telah datang kepada mereka
ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ l-bayinātu keterangan-keterangan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma (kepada) kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 87 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ جَزَآؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ ٱللَّهِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya,

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
جَزَآؤُهُمْ jazāuhum balasan mereka
أَنَّ anna bahwasanya
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
لَعْنَةَ laʿnata kutukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan para Malaikat
وَٱلنَّاسِ wal-nāsi dan manusia
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna seluruhnya

Ayat 88 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

خَـٰلِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā di dalamnya
لَا lā tidak
يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan
عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka
ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يُنظَرُونَ yunẓarūna (mereka) diberi tangguh

Ayat 89 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ dhālika itu
وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mereka mengadakan perbaikan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 90 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بَعْدَ إِيمَـٰنِهِمْ ثُمَّ ٱزْدَادُوا۟ كُفْرًۭا لَّن تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلضَّآلُّونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بَعْدَ baʿda sesudah
إِيمَـٰنِهِمْ īmānihim iman mereka
ثُمَّ thumma kemudian
ٱزْدَادُوا۟ iz'dādū mereka bertambah
كُفْرًۭا kuf'ran kekafiran
لَّن lan tidak akan
تُقْبَلَ tuq'bala diterima
تَوْبَتُهُمْ tawbatuhum taubat mereka
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلضَّآلُّونَ l-ḍālūna orang-orang yang sesat

Ayat 91 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌۭ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ ٱلْأَرْضِ ذَهَبًۭا وَلَوِ ٱفْتَدَىٰ بِهِۦٓ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
كُفَّارٌۭ kuffārun (dalam) kekafiran
فَلَن falan maka tidak
يُقْبَلَ yuq'bala diterima
مِنْ min dari
أَحَدِهِم aḥadihim seorang diantara mereka
مِّلْءُ mil'u sepenuhnya
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
ذَهَبًۭا dhahaban emas
وَلَوِ walawi walaupun
ٱفْتَدَىٰ if'tadā dia menebus diri
بِهِۦٓ ۗ bihi dengannya (emas)
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih
وَمَا wamā dan tidak
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna penolong

Ayat 92 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌۭ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

لَن lan belum
تَنَالُوا۟ tanālū kamu mencapai
ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan
حَتَّىٰ ḥattā sehingga (sebelum)
تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu menafkahkan
مِمَّا mimmā dari apa (harta)
تُحِبُّونَ ۚ tuḥibbūna kamu mencintai
وَمَا wamā dan apa
تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan
مِن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِهِۦ bihi dengannya
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 93 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

۞ كُلُّ ٱلطَّعَامِ كَانَ حِلًّۭا لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَٰٓءِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ ٱلتَّوْرَىٰةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا۟ بِٱلتَّوْرَىٰةِ فَٱتْلُوهَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".

۞ كُلُّ kullu semua
ٱلطَّعَامِ l-ṭaʿāmi makanan
كَانَ kāna adalah
حِلًّۭا ḥillan halal
لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
حَرَّمَ ḥarrama yang mengharamkan
إِسْرَٰٓءِيلُ is'rāīlu Israil
عَلَىٰ ʿalā atas
نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
تُنَزَّلَ tunazzala diturunkan
ٱلتَّوْرَىٰةُ ۗ l-tawrātu Taurat
قُلْ qul katakanlah
فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/bawalah
بِٱلتَّوْرَىٰةِ bil-tawrāti dengan Taurat itu
فَٱتْلُوهَآ fa-it'lūhā maka/lalu bacalah ia
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 94 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

فَمَنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.

فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Ayat 95 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

قُلْ صَدَقَ ٱللَّهُ ۗ فَٱتَّبِعُوا۟ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًۭا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

قُلْ qul katakanlah
صَدَقَ ṣadaqa benarlah
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
فَٱتَّبِعُوا۟ fa-ittabiʿū maka ikutilah
مِلَّةَ millata agama
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
حَنِيفًۭا ḥanīfan yang lurus
وَمَا wamā dan tidak/bukan
كَانَ kāna adalah dia
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik

Ayat 96 - Surah Aal-i-Imraan: 10 kata

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍۢ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًۭا وَهُدًۭى لِّلْعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

إِنَّ inna sesungguhnya
أَوَّلَ awwala mula-mula
بَيْتٍۢ baytin rumah
وُضِعَ wuḍiʿa diletakkan/dibangun
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
لَلَّذِى lalladhī ialah rumah (Baitullah)
بِبَكَّةَ bibakkata di Bakkah
مُبَارَكًۭا mubārakan yang diberkahi
وَهُدًۭى wahudan dan menjadi petunjuk
لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam

Ayat 97 - Surah Aal-i-Imraan: 25 kata

فِيهِ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌۭ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

فِيهِ fīhi padanya
ءَايَـٰتٌۢ āyātun tanda-tanda
بَيِّنَـٰتٌۭ bayyinātun yang nyata
مَّقَامُ maqāmu makam
إِبْرَٰهِيمَ ۖ ib'rāhīma Ibrahim
وَمَن waman dan barang siapa
دَخَلَهُۥ dakhalahu memasukinya
كَانَ kāna adalah dia
ءَامِنًۭا ۗ āminan merasa aman
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi/terhadap Allah
عَلَى ʿalā atas
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
حِجُّ ḥijju berhaji
ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah
مَنِ mani siapa/orang
ٱسْتَطَاعَ is'taṭāʿa dia sanggup/mampu
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya (Baitullah)
سَبِيلًۭا ۚ sabīlan perjalanan
وَمَن waman dan barang siapa
كَفَرَ kafara mengingkari
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya
عَنِ ʿani dari
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 98 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لِمَ lima mengapa
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
شَهِيدٌ shahīdun Dia menyaksikan
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 99 - Surah Aal-i-Imraan: 19 kata

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لِمَ تَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًۭا وَأَنتُمْ شُهَدَآءُ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لِمَ lima mengapa
تَصُدُّونَ taṣuddūna kamu menghalang-halangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَنْ man orang
ءَامَنَ āmana (ia) telah beriman
تَبْغُونَهَا tabghūnahā kamu menghendakinya
عِوَجًۭا ʿiwajan (menjadi) bengkok
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
شُهَدَآءُ ۗ shuhadāu menyaksikan
وَمَا wamā dan tidak
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai
عَمَّا ʿammā dari apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 100 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تُطِيعُوا۟ فَرِيقًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَـٰنِكُمْ كَـٰفِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِن in jika
تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mengikuti
فَرِيقًۭا farīqan segolongan
مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
يَرُدُّوكُم yaruddūkum mereka akan mengembalikan kamu
بَعْدَ baʿda sesudah
إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum iman kamu
كَـٰفِرِينَ kāfirīna (menjadi) orang-orang kafir

Ayat 101 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُۥ ۗ وَمَن يَعْتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدْ هُدِىَ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تُتْلَىٰ tut'lā telah dibacakan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَفِيكُمْ wafīkum dan di tengah-tengah kamu
رَسُولُهُۥ ۗ rasūluhu RasulNya
وَمَن waman dan barang siapa
يَعْتَصِم yaʿtaṣim (dia) berpegang teguh
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
فَقَدْ faqad maka sungguh
هُدِىَ hudiya dia telah diberi petunjuk
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Ayat 102 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
حَقَّ ḥaqqa sebenar-benarnya
تُقَاتِهِۦ tuqātihi takwa kepadaNYa
وَلَا walā dan jangan
تَمُوتُنَّ tamūtunna sekali-kali kamu mati
إِلَّا illā kecuali/melainkan
وَأَنتُم wa-antum dan kalian
مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang beragama muslim

Ayat 103 - Surah Aal-i-Imraan: 34 kata

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًۭا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءًۭ فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًۭا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍۢ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

وَٱعْتَصِمُوا۟ wa-iʿ'taṣimū dan berpeganglah kamu
بِحَبْلِ biḥabli dengan/kepada tali
ٱللَّهِ l-lahi Allah
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
وَلَا walā dan jangan
تَفَرَّقُوا۟ ۚ tafarraqū kamu bercerai-berai
وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu
نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِذْ idh ketika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
أَعْدَآءًۭ aʿdāan bermusuh-musuhan
فَأَلَّفَ fa-allafa maka Dia menjinakkan
بَيْنَ bayna antara
قُلُوبِكُمْ qulūbikum hati-hatimu
فَأَصْبَحْتُم fa-aṣbaḥtum maka/lalu jadilah kamu
بِنِعْمَتِهِۦٓ biniʿ'matihi dengan/karena nikmatNya
إِخْوَٰنًۭا ikh'wānan bersaudara
وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian
عَلَىٰ ʿalā atas
شَفَا shafā tepi
حُفْرَةٍۢ ḥuf'ratin jurang/lubang
مِّنَ mina dari
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
فَأَنقَذَكُم fa-anqadhakum maka/lalu Dia menyelamatkan kamu
مِّنْهَا ۗ min'hā daripadanya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk

Ayat 104 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

وَلْتَكُن waltakun dan jadilah/hendaklah ada
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
أُمَّةٌۭ ummatun ummat
يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) menyeru
إِلَى ilā kepada
ٱلْخَيْرِ l-khayri kebajikan
وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan (mereka) menyuruh
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan
وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan (mereka) mencegah
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُنكَرِ ۚ l-munkari mungkar
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 105 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُوا۟ وَٱخْتَلَفُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

وَلَا walā dan jangan
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang
تَفَرَّقُوا۟ tafarraqū (mereka) bercerai-berai
وَٱخْتَلَفُوا۟ wa-ikh'talafū dan (mereka) berselisih
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka
ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ l-bayinātu keterangan yang jelas
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 106 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌۭ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌۭ ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَـٰنِكُمْ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".

يَوْمَ yawma hari
تَبْيَضُّ tabyaḍḍu menjadi putih (berseri)
وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah
وَتَسْوَدُّ wataswaddu dan menjadi hitam (muram)
وُجُوهٌۭ ۚ wujūhun wajah-wajah
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْوَدَّتْ is'waddat menjadi hitam (muram)
وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka
أَكَفَرْتُم akafartum kenapa kamu kafir
بَعْدَ baʿda sesudah
إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum iman kamu (kamu beriman)
فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab
بِمَا bimā disebabkan
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir

Ayat 107 - Surah Aal-i-Imraan: 10 kata

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِى رَحْمَةِ ٱللَّهِ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱبْيَضَّتْ ib'yaḍḍat menjadi putih (berseri)
وُجُوهُهُمْ wujūhuhum wajah-wajah mereka
فَفِى fafī maka (berada)
رَحْمَةِ raḥmati rahmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā di dalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 108 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ ۗ وَمَا ٱللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًۭا لِّلْعَـٰلَمِينَ

Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.

تِلْكَ til'ka itulah
ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakannya (ayat-ayat)
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu
بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan benar
وَمَا wamā dan tidak
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُرِيدُ yurīdu Dia berkehendak
ظُلْمًۭا ẓul'man aniaya
لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam (hamba-hambaNya)

Ayat 109 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مَا mā apa/segala
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa/segala
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan
ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan

Ayat 110 - Surah Aal-i-Imraan: 23 kata

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

كُنتُمْ kuntum kalian adalah
خَيْرَ khayra sebaik-baik
أُمَّةٍ ummatin ummat
أُخْرِجَتْ ukh'rijat dikeluarkan/dilahirkan
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi/untuk manusia
تَأْمُرُونَ tamurūna kamu menyuruh
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan
وَتَنْهَوْنَ watanhawna dan kamu mencegah
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُنكَرِ l-munkari mungkar
وَتُؤْمِنُونَ watu'minūna dan kamu beriman
بِٱللَّهِ ۗ bil-lahi kepada Allah
وَلَوْ walaw dan sekiranya
ءَامَنَ āmana beriman
أَهْلُ ahlu Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لَكَانَ lakāna tentulah itu
خَيْرًۭا khayran lebih baik
لَّهُم ۚ lahum bagi mereka
مِّنْهُمُ min'humu diantara mereka
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman
وَأَكْثَرُهُمُ wa-aktharuhumu dan kebanyakan mereka
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 111 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

لَن يَضُرُّوكُمْ إِلَّآ أَذًۭى ۖ وَإِن يُقَـٰتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ ٱلْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ

Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

لَن lan tidak akan
يَضُرُّوكُمْ yaḍurrūkum mereka memudharatkan kamu
إِلَّآ illā kecuali
أَذًۭى ۖ adhan gangguan/celaan
وَإِن wa-in dan sekiranya
يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu
يُوَلُّوكُمُ yuwallūkumu mereka berbalik
ٱلْأَدْبَارَ l-adbāra ke belakang
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka mendapat pertolongan

Ayat 112 - Surah Aal-i-Imraan: 35 kata

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓا۟ إِلَّا بِحَبْلٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَحَبْلٍۢ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّۢ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

ضُرِبَتْ ḍuribat ditimpakan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلذِّلَّةُ l-dhilatu kehinaan
أَيْنَ ayna dimana
مَا mā apa/saja
ثُقِفُوٓا۟ thuqifū mereka berdiam/berada
إِلَّا illā kecuali
بِحَبْلٍۢ biḥablin dengan/kepada tali
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَحَبْلٍۢ waḥablin dan tali
مِّنَ mina dari
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَبَآءُو wabāū dan mereka kembali
بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَضُرِبَتْ waḍuribat dan ditimpakan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ l-maskanatu kelemahan
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum bahwasanya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْفُرُونَ yakfurūna (mereka) ingkar
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/terhadap ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh
ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa para Nabi
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
حَقٍّۢ ۚ ḥaqqin alasan/kebenaran
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka
وَّكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
يَعْتَدُونَ yaʿtadūna (mereka) melampaui batas

Ayat 113 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

۞ لَيْسُوا۟ سَوَآءًۭ ۗ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ أُمَّةٌۭ قَآئِمَةٌۭ يَتْلُونَ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

۞ لَيْسُوا۟ laysū tidaklah mereka
سَوَآءًۭ ۗ sawāan sama
مِّنْ min dari/diantara
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
أُمَّةٌۭ ummatun ummat
قَآئِمَةٌۭ qāimatun tegak/lurus
يَتْلُونَ yatlūna mereka membaca
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ءَانَآءَ ānāa tengah
ٱلَّيْلِ al-layli malam
وَهُمْ wahum dan mereka
يَسْجُدُونَ yasjudūna (mereka) bersujud

Ayat 114 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَيَأْمُرُونَ wayamurūna dan mereka menyuruh
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan/kepada kebaikan
وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka mencegah
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُنكَرِ l-munkari kemungkaran
وَيُسَـٰرِعُونَ wayusāriʿūna dan mereka bersegera
فِى fī di dalam
ٱلْخَيْرَٰتِ l-khayrāti kebajikan
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 115 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

وَمَا يَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَلَن يُكْفَرُوهُ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

وَمَا wamā dan apa
يَفْعَلُوا۟ yafʿalū mereka kerjakan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebajikan
فَلَن falan maka tidak (sekali-kali)
يُكْفَرُوهُ ۗ yuk'farūhu mereka dihapuskan/dihilangkan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِٱلْمُتَّقِينَ bil-mutaqīna dengan/terhadap orang-orang yang bertakwa

Ayat 116 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًۭٔا ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۚ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَن lan tidak akan
تُغْنِىَ tugh'niya dapat mencukupi/menolak
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta-harta mereka
وَلَآ walā dan tidak
أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۚ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā di dalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 117 - Surah Aal-i-Imraan: 23 kata

مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِى هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍۢ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍۢ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

مَثَلُ mathalu perumpamaan
مَا mā apa (harta)
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan
فِى fī di dalam
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
كَمَثَلِ kamathali seperti
رِيحٍۢ rīḥin angin
فِيهَا fīhā di dalamnya
صِرٌّ ṣirrun angin yang sangat dingin
أَصَابَتْ aṣābat ia menimpa
حَرْثَ ḥartha ladang
قَوْمٍۢ qawmin kaum
ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) menganiaya
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
فَأَهْلَكَتْهُ ۚ fa-ahlakathu maka/lalu ia merusaknya
وَمَا wamā dan tidak
ظَلَمَهُمُ ẓalamahumu menganiaya mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَـٰكِنْ walākin akan tetapi
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Ayat 118 - Surah Aal-i-Imraan: 30 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةًۭ مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًۭا وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil
بِطَانَةًۭ biṭānatan teman akrab
مِّن min dari
دُونِكُمْ dūnikum selain kamu/diluar golonganmu
لَا lā tidak
يَأْلُونَكُمْ yalūnakum mereka henti-hentinya kepadamu
خَبَالًۭا khabālan menarik/menimbulkan kemudharatan
وَدُّوا۟ waddū dan mereka menginginkan
مَا mā apa
عَنِتُّمْ ʿanittum menyusahkan kamu
قَدْ qad sungguh
بَدَتِ badati telah nyata
ٱلْبَغْضَآءُ l-baghḍāu kebencian
مِنْ min dari
أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut mereka
وَمَا wamā dan apa
تُخْفِى tukh'fī disembunyikan
صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada/hati mereka
أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar
قَدْ qad sungguh
بَيَّنَّا bayyannā kami telah menerangkan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْـَٔايَـٰتِ ۖ l-āyāti ayat-ayat
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 119 - Surah Aal-i-Imraan: 27 kata

هَـٰٓأَنتُمْ أُو۟لَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِٱلْكِتَـٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ عَضُّوا۟ عَلَيْكُمُ ٱلْأَنَامِلَ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا۟ بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

هَـٰٓأَنتُمْ hāantum kamu ini
أُو۟لَآءِ ulāi beginilah
تُحِبُّونَهُمْ tuḥibbūnahum kamu menyukai mereka
وَلَا walā dan tidak
يُحِبُّونَكُمْ yuḥibbūnakum mereka menyukai kamu
وَتُؤْمِنُونَ watu'minūna dan kamu beriman
بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan/kepada Kitab
كُلِّهِۦ kullihi semuanya
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
لَقُوكُمْ laqūkum mereka menjumpai kamu
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
خَلَوْا۟ khalaw mereka menyendiri
عَضُّوا۟ ʿaḍḍū mereka menggigit
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْأَنَامِلَ l-anāmila jari-jari
مِنَ mina dari
ٱلْغَيْظِ ۚ l-ghayẓi kemarahan/kebencian
قُلْ qul katakanlah
مُوتُوا۟ mūtū matilah kamu
بِغَيْظِكُمْ ۗ bighayẓikum dengan kemarahanmu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada di dalam
ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati

Ayat 120 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌۭ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌۭ يَفْرَحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌۭ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

إِن in jika
تَمْسَسْكُمْ tamsaskum menyentuh kamu/kamu memperoleh
حَسَنَةٌۭ ḥasanatun kebaikan
تَسُؤْهُمْ tasu'hum menyusahkan mereka/bersedih hati
وَإِن wa-in dan jika
تُصِبْكُمْ tuṣib'kum menimpa kamu (kamu mendapat)
سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun keburukan/bencana
يَفْرَحُوا۟ yafraḥū mereka gembira
بِهَا ۖ bihā dengannya/karenanya
وَإِن wa-in dan jika
تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa
لَا lā tidak
يَضُرُّكُمْ yaḍurrukum memudharatkan kamu
كَيْدُهُمْ kayduhum tipu daya mereka
شَيْـًٔا ۗ shayan sedikitpun
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِمَا bimā dengan/terhadap (segala apa)
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi/mengetahui

Ayat 121 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ ٱلْمُؤْمِنِينَ مَقَـٰعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

وَإِذْ wa-idh dan ketika
غَدَوْتَ ghadawta kamu berangkat pada pagi hari
مِنْ min dari
أَهْلِكَ ahlika keluargamu
تُبَوِّئُ tubawwi-u kamu menempatkan
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
مَقَـٰعِدَ maqāʿida beberapa tempat
لِلْقِتَالِ ۗ lil'qitāli untuk berperang
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 122 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

إِذْ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمْ أَن تَفْشَلَا وَٱللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

إِذْ idh ketika
هَمَّت hammat ingin
طَّآئِفَتَانِ ṭāifatāni dua golongan
مِنكُمْ minkum dari padamu
أَن an bahwa
تَفْشَلَا tafshalā keduanya takut
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَلِيُّهُمَا ۗ waliyyuhumā penolong keduanya
وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaklah bertawakkal
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin

Ayat 123 - Surah Aal-i-Imraan: 10 kata

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدْرٍۢ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌۭ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
نَصَرَكُمُ naṣarakumu telah menolong kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِبَدْرٍۢ bibadrin dengan/dalam (perang) Badar
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
أَذِلَّةٌۭ ۖ adhillatun hina/lemah
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 124 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيَكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلَـٰثَةِ ءَالَـٰفٍۢ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُنزَلِينَ

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

إِذْ idh ketika
تَقُولُ taqūlu kamu mengatakan
لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna kepada orang-orang mukmin
أَلَن alan apakah tidak
يَكْفِيَكُمْ yakfiyakum cukup bagimu
أَن an bahwa
يُمِدَّكُمْ yumiddakum menolong kamu
رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian
بِثَلَـٰثَةِ bithalāthati dengan tiga
ءَالَـٰفٍۢ ālāfin ribu
مِّنَ mina dari
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat
مُنزَلِينَ munzalīna yang diturunkan

Ayat 125 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

بَلَىٰٓ ۚ إِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ ءَالَـٰفٍۢ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

بَلَىٰٓ ۚ balā yang benar
إِن in jika
تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa
وَيَأْتُوكُم wayatūkum dan mereka mendatangi/menyerang kamu
مِّن min dari/dengan
فَوْرِهِمْ fawrihim segera/seketika
هَـٰذَا hādhā ini
يُمْدِدْكُمْ yum'did'kum menolong kamu
رَبُّكُم rabbukum Tuhan kalian
بِخَمْسَةِ bikhamsati dengan lima
ءَالَـٰفٍۢ ālāfin ribu
مِّنَ mina dari
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat
مُسَوِّمِينَ musawwimīna yang memakai tanda

Ayat 126 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦ ۗ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَمَا wamā dan tidak
جَعَلَهُ jaʿalahu menjadikannya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَّا illā kecuali
بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَلِتَطْمَئِنَّ walitaṭma-inna dan untuk menentramkan
قُلُوبُكُم qulūbukum hatimu
بِهِۦ ۗ bihi dengannya
وَمَا wamā dan tidak
ٱلنَّصْرُ l-naṣru pertolongan
إِلَّا illā melainkan
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana

Ayat 127 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

لِيَقْطَعَ طَرَفًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنقَلِبُوا۟ خَآئِبِينَ

(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.

لِيَقْطَعَ liyaqṭaʿa karena Dia hendak memotong/membinasakan
طَرَفًۭا ṭarafan golongan
مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
أَوْ aw atau
يَكْبِتَهُمْ yakbitahum Dia menjadikan mereka hina
فَيَنقَلِبُوا۟ fayanqalibū maka mereka berbalik /kembali
خَآئِبِينَ khāibīna (mereka) sia-sia/tidak memperoleh apapun

Ayat 128 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

لَيْسَ لَكَ مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَـٰلِمُونَ

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

لَيْسَ laysa tidak ada
لَكَ laka bagimu
مِنَ mina dari
ٱلْأَمْرِ l-amri urusan
شَىْءٌ shayon sesuatu/sedikitpun
أَوْ aw atau
يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
أَوْ aw atau
يُعَذِّبَهُمْ yuʿadhibahum Dia menyiksa mereka
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka
ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Ayat 129 - Surah Aal-i-Imraan: 16 kata

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مَا mā apa yang
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa yang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
يَغْفِرُ yaghfiru Dia memberi ampun
لِمَن liman kepada siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa
مَن man siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 130 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَـٰفًۭا مُّضَـٰعَفَةًۭ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan
ٱلرِّبَوٰٓا۟ l-riba riba
أَضْعَـٰفًۭا aḍʿāfan lipat ganda
مُّضَـٰعَفَةًۭ ۖ muḍāʿafatan berlipat-lipat
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung

Ayat 131 - Surah Aal-i-Imraan: 5 kata

وَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِىٓ أُعِدَّتْ لِلْكَـٰفِرِينَ

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan peliharalah dirimu
ٱلنَّارَ l-nāra api neraka
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna untuk orang-orang kafir

Ayat 132 - Surah Aal-i-Imraan: 5 kata

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna (kamu) diberi rahmat

Ayat 133 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

۞ وَسَارِعُوٓا۟ wasāriʿū dan bersegeralah kamu
إِلَىٰ ilā kepada
مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَجَنَّةٍ wajannatin dan surga
عَرْضُهَا ʿarḍuhā luasnya
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak)
وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi
أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan
لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 134 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan
فِى fī di
ٱلسَّرَّآءِ l-sarāi waktu senang
وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan diwaktu susah
وَٱلْكَـٰظِمِينَ wal-kāẓimīna dan orang-orang yang menahan
ٱلْغَيْظَ l-ghayẓa kemarahan
وَٱلْعَافِينَ wal-ʿāfīna dan orang-orang yang memaafkan
عَنِ ʿani dari
ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia/orang lain
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 135 - Surah Aal-i-Imraan: 23 kata

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
إِذَا idhā apabila
فَعَلُوا۟ faʿalū mereka mengerjakan
فَـٰحِشَةً fāḥishatan perbuatan keji
أَوْ aw atau
ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū mereka menganiaya
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
ذَكَرُوا۟ dhakarū mereka ingat
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَٱسْتَغْفَرُوا۟ fa-is'taghfarū maka/lalu mereka memohon ampun
لِذُنُوبِهِمْ lidhunūbihim terhadap dosa-dosa mereka
وَمَن waman dan siapakah
يَغْفِرُ yaghfiru (yang) mengampuni
ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa itu
إِلَّا illā kecuali/selain
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَمْ walam dan tidak
يُصِرُّوا۟ yuṣirrū mereka terus (tetap)
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
مَا mā apa
فَعَلُوا۟ faʿalū mereka kerjakan
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna (mereka) mengetahui

Ayat 136 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّـٰتٌۭ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَـٰمِلِينَ

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
جَزَآؤُهُم jazāuhum balasan mereka
مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan
مِّن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَجَنَّـٰتٌۭ wajannātun dan surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya
وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik/nikmat
أَجْرُ ajru pahala
ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal

Ayat 137 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌۭ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

قَدْ qad sungguh
خَلَتْ khalat telah berlaku
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
سُنَنٌۭ sunanun sunnah
فَسِيرُوا۟ fasīrū maka berjalanlah kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū maka perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat
ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan

Ayat 138 - Surah Aal-i-Imraan: 6 kata

هَـٰذَا بَيَانٌۭ لِّلنَّاسِ وَهُدًۭى وَمَوْعِظَةٌۭ لِّلْمُتَّقِينَ

(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

هَـٰذَا hādhā ini
بَيَانٌۭ bayānun penerangan
لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَمَوْعِظَةٌۭ wamawʿiẓatun dan pelajaran
لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 139 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

وَلَا walā dan jangan
تَهِنُوا۟ tahinū kamu lemah
وَلَا walā dan jangan
تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu bersedih hati
وَأَنتُمُ wa-antumu dan kalian
ٱلْأَعْلَوْنَ l-aʿlawna lebih tinggi
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 140 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌۭ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌۭ مِّثْلُهُۥ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

إِن in jika
يَمْسَسْكُمْ yamsaskum menyentuh kamu/kamu mendapat
قَرْحٌۭ qarḥun luka
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
مَسَّ massa telah menyentuh/mendapat
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
قَرْحٌۭ qarḥun luka
مِّثْلُهُۥ ۚ mith'luhu serupanya
وَتِلْكَ watil'ka dan itu
ٱلْأَيَّامُ l-ayāmu hari/masa
نُدَاوِلُهَا nudāwiluhā Kami pergilirkannya
بَيْنَ bayna diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena hendak mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَيَتَّخِذَ wayattakhidha dan Dia mengambil/menjadikan
مِنكُمْ minkum diantara kamu
شُهَدَآءَ ۗ shuhadāa mati syahid/saksi-saksi
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 141 - Surah Aal-i-Imraan: 6 kata

وَلِيُمَحِّصَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَمْحَقَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.

وَلِيُمَحِّصَ waliyumaḥḥiṣa dan karena hendak membersihkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَيَمْحَقَ wayamḥaqa dan Dia membinasakan
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 142 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

أَمْ am apakah
حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu mengira
أَن an bahwa
تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu akan masuk
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
وَلَمَّا walammā dan belum
يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui/membuktikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjihad
مِنكُمْ minkum diantara kamu
وَيَعْلَمَ wayaʿlama dan Dia mengetahui/membuktikan
ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Ayat 143 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

وَلَقَدْ كُنتُمْ تَمَنَّوْنَ ٱلْمَوْتَ مِن قَبْلِ أَن تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ

Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَمَنَّوْنَ tamannawna (kamu) mengharapkan
ٱلْمَوْتَ l-mawta mati
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
تَلْقَوْهُ talqawhu kamu menemuinya
فَقَدْ faqad maka sungguh
رَأَيْتُمُوهُ ra-aytumūhu kamu telah melihatnya
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat

Ayat 144 - Surah Aal-i-Imraan: 27 kata

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌۭ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًۭٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّـٰكِرِينَ

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

وَمَا wamā dan tidak
مُحَمَّدٌ muḥammadun Muhammad
إِلَّا illā selain/hanyalah
رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ khalat telah berlalu
مِن min dari
قَبْلِهِ qablihi sebelumnya
ٱلرُّسُلُ ۚ l-rusulu beberapa orang Rasul
أَفَإِي۟ن afa-in apakah jika
مَّاتَ māta ia wafat
أَوْ aw atau
قُتِلَ qutila ia dibunuh
ٱنقَلَبْتُمْ inqalabtum kamu berbalik
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَعْقَـٰبِكُمْ ۚ aʿqābikum tumit-tumit kamu
وَمَن waman dan barang siapa
يَنقَلِبْ yanqalib (ia) berbalik
عَلَىٰ ʿalā atas
عَقِبَيْهِ ʿaqibayhi kedua tumitnya
فَلَن falan maka (hal itu) tidak
يَضُرَّ yaḍurra memudharatkan
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَيْـًۭٔا ۗ shayan sesuatu/sedikitpun
وَسَيَجْزِى wasayajzī dan akan memberi balasan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Ayat 145 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ كِتَـٰبًۭا مُّؤَجَّلًۭا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ ٱلْـَٔاخِرَةِ نُؤْتِهِۦ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِى ٱلشَّـٰكِرِينَ

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
لِنَفْسٍ linafsin bagi satu jiwa
أَن an bahwa
تَمُوتَ tamūta akan mati
إِلَّا illā kecuali/melainkan
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كِتَـٰبًۭا kitāban telah ditetapkan/ditentukan
مُّؤَجَّلًۭا ۗ mu-ajjalan waktu tertentu
وَمَن waman dan barang siapa
يُرِدْ yurid (ia) menghendaki
ثَوَابَ thawāba pahala
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
نُؤْتِهِۦ nu'tihi Kami berikan kepadanya
مِنْهَا min'hā daripadanya
وَمَن waman dan barang siapa
يُرِدْ yurid (ia) menghendaki
ثَوَابَ thawāba pahala
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
نُؤْتِهِۦ nu'tihi kami berikan kepadanya
مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya
وَسَنَجْزِى wasanajzī dan Kami akan memberi balasan
ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Ayat 146 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِىٍّۢ قَـٰتَلَ مَعَهُۥ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌۭ فَمَا وَهَنُوا۟ لِمَآ أَصَابَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا۟ وَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak
مِّن min dari
نَّبِىٍّۢ nabiyyin para Nabi
قَـٰتَلَ qātala berperang
مَعَهُۥ maʿahu bersamanya
رِبِّيُّونَ ribbiyyūna orang-orang yang berTuhan (bertakwa)
كَثِيرٌۭ kathīrun banyak/sejumlah besar
فَمَا famā maka tidak
وَهَنُوا۟ wahanū mereka menjadi lemah
لِمَآ limā karena apa (bencana)
أَصَابَهُمْ aṣābahum menimpa mereka
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan tidak
ضَعُفُوا۟ ḍaʿufū mereka lemah/lesu
وَمَا wamā dan tidak
ٱسْتَكَانُوا۟ ۗ is'takānū mereka tunduk/menyerah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Ayat 147 - Surah Aal-i-Imraan: 19 kata

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
قَوْلَهُمْ qawlahum perkataan mereka
إِلَّآ illā kecuali/selain
أَن an bahwa
قَالُوا۟ qālū mereka katakan/ucapkan
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah
لَنَا lanā untuk kami
ذُنُوبَنَا dhunūbanā dosa-dosa kami
وَإِسْرَافَنَا wa-is'rāfanā dan berlebih-lebihan kami
فِىٓ fī di dalam
أَمْرِنَا amrinā urusan kami
وَثَبِّتْ wathabbit dan tetapkanlah
أَقْدَامَنَا aqdāmanā pendirian kami
وَٱنصُرْنَا wa-unṣur'nā dan tolonglah kami
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 148 - Surah Aal-i-Imraan: 10 kata

فَـَٔاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

فَـَٔاتَىٰهُمُ faātāhumu maka memberikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ثَوَابَ thawāba pahala
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَحُسْنَ waḥus'na dan kebaikan
ثَوَابِ thawābi pahala
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ l-ākhirati akhirat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 149 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تُطِيعُوا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ فَتَنقَلِبُوا۟ خَـٰسِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِن in jika
تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu mentaati
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
يَرُدُّوكُمْ yaruddūkum mereka akan mengembalikan kamu
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَعْقَـٰبِكُمْ aʿqābikum tumit-tumit kamu
فَتَنقَلِبُوا۟ fatanqalibū maka/lalu kamu berbalik
خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 150 - Surah Aal-i-Imraan: 6 kata

بَلِ ٱللَّهُ مَوْلَىٰكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلنَّـٰصِرِينَ

Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.

بَلِ bali tetapi
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَوْلَىٰكُمْ ۖ mawlākum perlindunganmu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلنَّـٰصِرِينَ l-nāṣirīna penolong

Ayat 151 - Surah Aal-i-Imraan: 19 kata

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًۭا ۖ وَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.

سَنُلْقِى sanul'qī Kami akan memasukkan
فِى fī di dalam
قُلُوبِ qulūbi hati
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa takut
بِمَآ bimā dengan sebab
أَشْرَكُوا۟ ashrakū mereka mempersekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
مَا mā apa
لَمْ lam tidak
يُنَزِّلْ yunazzil Dia menurunkan
بِهِۦ bihi dengannya (tentang itu)
سُلْطَـٰنًۭا ۖ sul'ṭānan kekuasaan/keterangan
وَمَأْوَىٰهُمُ wamawāhumu dan tempat kembali mereka
ٱلنَّارُ ۚ l-nāru neraka
وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk
مَثْوَى mathwā tempat tinggal
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 152 - Surah Aal-i-Imraan: 40 kata

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥٓ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَـٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَآ أَرَىٰكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ مِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
صَدَقَكُمُ ṣadaqakumu telah membenarkan kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَعْدَهُۥٓ waʿdahu janjiNya
إِذْ idh ketika
تَحُسُّونَهُم taḥussūnahum kamu membunuh mereka
بِإِذْنِهِۦ ۖ bi-idh'nihi dengan izinNya
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā ketika/pada saat
فَشِلْتُمْ fashil'tum kamu lemah/sia-sia
وَتَنَـٰزَعْتُمْ watanāzaʿtum dan kamu berselisih
فِى fī dalam
ٱلْأَمْرِ l-amri urusan
وَعَصَيْتُم waʿaṣaytum dan kamu mendurhakai
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَآ mā apa
أَرَىٰكُم arākum Dia memperlihatkan kepadamu
مَّا mā apa
تُحِبُّونَ ۚ tuḥibbūna kamu sukai
مِنكُم minkum diantara kamu
مَّن man orang
يُرِيدُ yurīdu (ia) menghendaki
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu
مَّن man orang
يُرِيدُ yurīdu (ia) menyukai
ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ l-ākhirata akhirat
ثُمَّ thumma kemudian
صَرَفَكُمْ ṣarafakum Dia memalingkan kamu
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ liyabtaliyakum untuk Dia menguji kamu
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
عَفَا ʿafā Dia memaafkan
عَنكُمْ ۗ ʿankum dari kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
ذُو dhū mempunyai
فَضْلٍ faḍlin karunia
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 153 - Surah Aal-i-Imraan: 25 kata

۞ إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُۥنَ عَلَىٰٓ أَحَدٍۢ وَٱلرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِىٓ أُخْرَىٰكُمْ فَأَثَـٰبَكُمْ غَمًّۢا بِغَمٍّۢ لِّكَيْلَا تَحْزَنُوا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَآ أَصَـٰبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

۞ إِذْ idh ketika
تُصْعِدُونَ tuṣ'ʿidūna kamu naik/lari
وَلَا walā dan tidak
تَلْوُۥنَ talwūna kamu menoleh
عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada
أَحَدٍۢ aḥadin seseorang
وَٱلرَّسُولُ wal-rasūlu dan Rasul
يَدْعُوكُمْ yadʿūkum (ia) memanggil kamu
فِىٓ fī pada
أُخْرَىٰكُمْ ukh'rākum yang lain di antara kamu
فَأَثَـٰبَكُمْ fa-athābakum maka Dia menimpakan padamu
غَمًّۢا ghamman kesedihan
بِغَمٍّۢ bighammin dengan/atas kesedihan
لِّكَيْلَا likaylā supaya
تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu bersedih hati
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
مَا mā apa
فَاتَكُمْ fātakum (ia) luput darimu
وَلَا walā dan tidak
مَآ mā apa
أَصَـٰبَكُمْ ۗ aṣābakum (ia) menimpa kamu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 154 - Surah Aal-i-Imraan: 75 kata

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةًۭ نُّعَاسًۭا يَغْشَىٰ طَآئِفَةًۭ مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌۭ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍۢ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌۭ مَّا قُتِلْنَا هَـٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?". Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

ثُمَّ thumma kemudian
أَنزَلَ anzala (Allah) menurunkan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah/setelah
ٱلْغَمِّ l-ghami bersedih hati
أَمَنَةًۭ amanatan ketentraman
نُّعَاسًۭا nuʿāsan kantuk
يَغْشَىٰ yaghshā (ia) meliputi
طَآئِفَةًۭ ṭāifatan segolongan
مِّنكُمْ ۖ minkum dari padamu
وَطَآئِفَةٌۭ waṭāifatun dan segolongan
قَدْ qad sungguh
أَهَمَّتْهُمْ ahammathum mencemaskan mereka
أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka sendiri
يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
غَيْرَ ghayra tanpa/tidak
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar
ظَنَّ ẓanna dugaan/sangkaan
ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ۖ l-jāhiliyati orang-orang jahiliyah
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
هَل hal apakah
لَّنَا lanā bagi kami
مِنَ mina dari
ٱلْأَمْرِ l-amri urusan ini
مِن min dari
شَىْءٍۢ ۗ shayin sesuatu
قُلْ qul katakanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْأَمْرَ l-amra urusan ini
كُلَّهُۥ kullahu seluruhnya
لِلَّهِ ۗ lillahi bagi/di tangan Allah
يُخْفُونَ yukh'fūna mereka menyembunyikan
فِىٓ fī dalam
أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka
مَّا mā apa
لَا lā tidak
يُبْدُونَ yub'dūna mereka terangkan
لَكَ ۖ laka bagimu/kepadamu
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
لَوْ law sekiranya
كَانَ kāna adalah
لَنَا lanā bagi kami
مِنَ mina dari
ٱلْأَمْرِ l-amri urusan ini
شَىْءٌۭ shayon barang sesuatu
مَّا mā tidak
قُتِلْنَا qutil'nā kami dibunuh
هَـٰهُنَا ۗ hāhunā di sini
قُل qul katakanlah
لَّوْ law sekiranya
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فِى fī dalam
بُيُوتِكُمْ buyūtikum rumahmu
لَبَرَزَ labaraza niscaya tampak
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كُتِبَ kutiba ditetapkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْقَتْلُ l-qatlu terbunuh
إِلَىٰ ilā sampai
مَضَاجِعِهِمْ ۖ maḍājiʿihim pembaringan mereka
وَلِيَبْتَلِىَ waliyabtaliya dan karena hendak mencoba
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَا mā apa
فِى fī di dalam
صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dada kamu
وَلِيُمَحِّصَ waliyumaḥḥiṣa dan karena Dia hendak membersihkan
مَا mā apa
فِى fī di dalam
قُلُوبِكُمْ ۗ qulūbikum hati kamu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِذَاتِ bidhāti pada/dalam isi
ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati

Ayat 155 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْا۟ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا۟ ۖ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَوَلَّوْا۟ tawallaw (mereka) berpaling
مِنكُمْ minkum dari/di antara kamu
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْتَقَى l-taqā bertemu
ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni dua kumpulan/pasukan
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱسْتَزَلَّهُمُ is'tazallahumu menggelincirkan mereka
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
بِبَعْضِ bibaʿḍi dengan sebagian/disebabkan
مَا mā apa
كَسَبُوا۟ ۖ kasabū mereka perbuat
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
عَفَا ʿafā telah memberi maaf
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَنْهُمْ ۗ ʿanhum dari/kepada mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun
حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Ayat 156 - Surah Aal-i-Imraan: 36 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقَالُوا۟ لِإِخْوَٰنِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ كَانُوا۟ غُزًّۭى لَّوْ كَانُوا۟ عِندَنَا مَا مَاتُوا۟ وَمَا قُتِلُوا۟ لِيَجْعَلَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةًۭ فِى قُلُوبِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā tidak
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudara mereka
إِذَا idhā tatkala
ضَرَبُوا۟ ḍarabū mereka mengadakan perjalanan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
أَوْ aw atau
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
غُزًّۭى ghuzzan (dalam) peperangan
لَّوْ law sekiranya
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
عِندَنَا ʿindanā di sisi/bersama-sama kita
مَا mā tidak
مَاتُوا۟ mātū mereka mati
وَمَا wamā dan tidak
قُتِلُوا۟ qutilū mereka terbunuh
لِيَجْعَلَ liyajʿala karena akan menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
حَسْرَةًۭ ḥasratan kerugian/penyesalan
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan
وَيُمِيتُ ۗ wayumītu dan Dia mematikan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 157 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

وَلَئِن قُتِلْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

وَلَئِن wala-in dan jika
قُتِلْتُمْ qutil'tum kamu dibunuh/gugur
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَوْ aw atau
مُتُّمْ muttum kamu mati
لَمَغْفِرَةٌۭ lamaghfiratun sungguh/tentulah ampunan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَحْمَةٌ waraḥmatun dan rahmat(Nya)
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّمَّا mimmā daripada apa
يَجْمَعُونَ yajmaʿūna mereka kumpulkan

Ayat 158 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

وَلَئِن مُّتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى ٱللَّهِ تُحْشَرُونَ

Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.

وَلَئِن wala-in dan jika
مُّتُّمْ muttum kamu mati
أَوْ aw atau
قُتِلْتُمْ qutil'tum kamu dibunuh
لَإِلَى la-ilā sungguh/tentulah kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna dikumpulkan

Ayat 159 - Surah Aal-i-Imraan: 30 kata

فَبِمَا رَحْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

فَبِمَا fabimā maka dengan
رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لِنتَ linta kamu berlaku lemah lembut
لَهُمْ ۖ lahum bagi/terhadap mereka
وَلَوْ walaw dan sekiranya
كُنتَ kunta kamu adalah
فَظًّا faẓẓan bersikap keras
غَلِيظَ ghalīẓa kasar
ٱلْقَلْبِ l-qalbi hati
لَٱنفَضُّوا۟ la-infaḍḍū tentu mereka akan menjauhkan diri
مِنْ min dari
حَوْلِكَ ۖ ḥawlika sekelilingmu
فَٱعْفُ fa-uʿ'fu maka maafkanlah
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohonkan ampun
لَهُمْ lahum bagi mereka
وَشَاوِرْهُمْ washāwir'hum dan bermusyawarahlah dengan mereka
فِى fī dalam
ٱلْأَمْرِ ۖ l-amri urusan
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
عَزَمْتَ ʿazamta kamu membulatkan tekad
فَتَوَكَّلْ fatawakkal maka bertawakkallah
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُتَوَكِّلِينَ l-mutawakilīna orang-orang yang bertawakkal

Ayat 160 - Surah Aal-i-Imraan: 18 kata

إِن يَنصُرْكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا ٱلَّذِى يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعْدِهِۦ ۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

إِن in jika
يَنصُرْكُمُ yanṣur'kumu menolong kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَلَا falā maka tidak ada
غَالِبَ ghāliba yang mengalahkan
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَإِن wa-in dan jika
يَخْذُلْكُمْ yakhdhul'kum (Allah) membiarkan kamu
فَمَن faman maka barangsiapa
ذَا dhā mempunyai
ٱلَّذِى alladhī yang
يَنصُرُكُم yanṣurukum (ia) menolong kamu
مِّنۢ min dari
بَعْدِهِۦ ۗ baʿdihi sesudahnya
وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka hendaknya bertawakkal
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin

Ayat 161 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَغُلَّ ۚ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada/mungkin
لِنَبِىٍّ linabiyyin bagi seorang Nabi
أَن an bahwa
يَغُلَّ ۚ yaghulla ia berkhianat
وَمَن waman dan barang siapa
يَغْلُلْ yaghlul berkhianat
يَأْتِ yati ia akan datang
بِمَا bimā dengan apa
غَلَّ ghalla yang dikhianatinya
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat
ثُمَّ thumma kemudian
تُوَفَّىٰ tuwaffā diberi balasan yang sempurna
كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍۢ nafsin diri
مَّا mā apa
كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya

Ayat 162 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

أَفَمَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٰنَ ٱللَّهِ كَمَنۢ بَآءَ بِسَخَطٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأْوَىٰهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

أَفَمَنِ afamani apakah orang yang
ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti
رِضْوَٰنَ riḍ'wāna keridhaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَمَنۢ kaman sama seperti orang
بَآءَ bāa (ia) kembali
بِسَخَطٍۢ bisakhaṭin dengan kemurkaan/kemarahan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya
جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam
وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 163 - Surah Aal-i-Imraan: 8 kata

هُمْ دَرَجَـٰتٌ عِندَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

هُمْ hum mereka
دَرَجَـٰتٌ darajātun bertingkat-tingkat
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 164 - Surah Aal-i-Imraan: 25 kata

لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

لَقَدْ laqad sesungguhnya
مَنَّ manna telah memberi karunia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
إِذْ idh ketika
بَعَثَ baʿatha (Allah) mengutus
فِيهِمْ fīhim pada/diantara mereka
رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul
مِّنْ min dari
أَنفُسِهِمْ anfusihim (golongan) mereka sendiri
يَتْلُوا۟ yatlū (ia) membacakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
وَيُزَكِّيهِمْ wayuzakkīhim dan (ia) membersihkan mereka
وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan (ia) mengajarkan mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmah
وَإِن wa-in dan sedangkan
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum itu
لَفِى lafī sungguh dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍ mubīnin yang nyata

Ayat 165 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

أَوَلَمَّآ أَصَـٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌۭ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَـٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنفُسِكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

أَوَلَمَّآ awalammā dan mengapa ketika
أَصَـٰبَتْكُم aṣābatkum menimpa kepadamu
مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah (kekalahan)
قَدْ qad sungguh/padahal
أَصَبْتُم aṣabtum kamu telah menimpakan
مِّثْلَيْهَا mith'layhā dua kali serupanya (musibah)
قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata
أَنَّىٰ annā bagaimana
هَـٰذَا ۖ hādhā ini
قُلْ qul katakanlah
هُوَ huwa dia
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
أَنفُسِكُمْ ۗ anfusikum diri kalian sendiri
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas/terhadap
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 166 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

وَمَآ أَصَـٰبَكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ ٱللَّهِ وَلِيَعْلَمَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.

وَمَآ wamā dan apa
أَصَـٰبَكُمْ aṣābakum menimpa kamu
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْتَقَى l-taqā bertemu
ٱلْجَمْعَانِ l-jamʿāni dua golongan/pasukan
فَبِإِذْنِ fabi-idh'ni maka dengan izin
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena Dia hendak mengetahui
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 167 - Surah Aal-i-Imraan: 33 kata

وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ نَافَقُوا۟ ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ قَـٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَوِ ٱدْفَعُوا۟ ۖ قَالُوا۟ لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًۭا لَّٱتَّبَعْنَـٰكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَـٰنِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَٰهِهِم مَّا لَيْسَ فِى قُلُوبِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

وَلِيَعْلَمَ waliyaʿlama dan karena (Allah) hendak mengetahui
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
نَافَقُوا۟ ۚ nāfaqū (mereka) munafik
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
قَـٰتِلُوا۟ qātilū berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَوِ awi atau
ٱدْفَعُوا۟ ۖ id'faʿū pertahankanlah dirimu
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَوْ law sekiranya
نَعْلَمُ naʿlamu kami mengetahui
قِتَالًۭا qitālan peperangan
لَّٱتَّبَعْنَـٰكُمْ ۗ la-ittabaʿnākum tentu kami mengikuti kamu
هُمْ hum mereka
لِلْكُفْرِ lil'kuf'ri bagi/kepada kekafiran
يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu
أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat
مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
لِلْإِيمَـٰنِ ۚ lil'īmāni bagi/daripada iman
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
بِأَفْوَٰهِهِم bi-afwāhihim dengan mulut mereka
مَّا mā tidak
لَيْسَ laysa ada (terkandung)
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka sembunyikan

Ayat 168 - Surah Aal-i-Imraan: 16 kata

ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ لِإِخْوَٰنِهِمْ وَقَعَدُوا۟ لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا۟ ۗ قُلْ فَٱدْرَءُوا۟ عَنْ أَنفُسِكُمُ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوا۟ qālū (mereka) mengatakan
لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudaranya
وَقَعَدُوا۟ waqaʿadū dan mereka duduk
لَوْ law sekiranya
أَطَاعُونَا aṭāʿūnā mereka mengikuti kita
مَا mā tidak
قُتِلُوا۟ ۗ qutilū mereka terbunuh
قُلْ qul katakanlah
فَٱدْرَءُوا۟ fa-id'raū maka tolaklah
عَنْ ʿan dari
أَنفُسِكُمُ anfusikumu diri kalian sendiri
ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 169 - Surah Aal-i-Imraan: 13 kata

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

وَلَا walā dan janganlah
تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قُتِلُوا۟ qutilū (mereka) dibunuh/gugur
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَمْوَٰتًۢا ۚ amwātan mati
بَلْ bal bahkan
أَحْيَآءٌ aḥyāon (mereka itu) hidup
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
يُرْزَقُونَ yur'zaqūna mereka mendapat rezki

Ayat 170 - Surah Aal-i-Imraan: 19 kata

فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا۟ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

فَرِحِينَ fariḥīna mereka bergembira
بِمَآ bimā dengan apa/disebabkan
ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya
وَيَسْتَبْشِرُونَ wayastabshirūna dan mereka bergirang hati
بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna dengan/terhadap orang-orang yang
لَمْ lam tidak
يَلْحَقُوا۟ yalḥaqū (mereka) bertemu/menyusul
بِهِم bihim dengan mereka
مِّنْ min dari
خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka
أَلَّا allā bahwa tidak
خَوْفٌ khawfun merasa khawatir
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati

Ayat 171 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

۞ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍۢ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

۞ يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira
بِنِعْمَةٍۢ biniʿ'matin dengan nikmat
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan
أَجْرَ ajra pahala
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 172 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

ٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ مِنۢ بَعْدِ مَآ أَصَابَهُمُ ٱلْقَرْحُ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ مِنْهُمْ وَٱتَّقَوْا۟ أَجْرٌ عَظِيمٌ

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū (mereka) memperkenankan/mentaati
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
وَٱلرَّسُولِ wal-rasūli dan Rasul
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi setelah
مَآ mā apa
أَصَابَهُمُ aṣābahumu menimpa mereka
ٱلْقَرْحُ ۚ l-qarḥu luka
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
أَحْسَنُوا۟ aḥsanū (mereka) berbuat baik
مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa
أَجْرٌ ajrun pahala
عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 173 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَـٰنًۭا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالَ qāla mengatakan
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
قَدْ qad sungguh
جَمَعُوا۟ jamaʿū mereka telah mengumpulkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
فَٱخْشَوْهُمْ fa-ikh'shawhum maka takutlah kepada mereka
فَزَادَهُمْ fazādahum maka ia menambah mereka
إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata/menjawab
حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik
ٱلْوَكِيلُ l-wakīlu pelindung

Ayat 174 - Surah Aal-i-Imraan: 15 kata

فَٱنقَلَبُوا۟ بِنِعْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضْلٍۢ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوٓءٌۭ وَٱتَّبَعُوا۟ رِضْوَٰنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

فَٱنقَلَبُوا۟ fa-inqalabū maka mereka kembali
بِنِعْمَةٍۢ biniʿ'matin dengan nikmat
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَفَضْلٍۢ wafaḍlin dan karunia
لَّمْ lam tidak
يَمْسَسْهُمْ yamsashum menyentuh mereka/mereka mendapat
سُوٓءٌۭ sūon seburuk-buruk
وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti
رِضْوَٰنَ riḍ'wāna keridhaan
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
ذُو dhū mempunyai
فَضْلٍ faḍlin karunia
عَظِيمٍ ʿaẓīmin besar

Ayat 175 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ذَٰلِكُمُ dhālikumu mereka itu
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
يُخَوِّفُ yukhawwifu (ia) menakut-nakuti
أَوْلِيَآءَهُۥ awliyāahu pengikut-pengikutnya
فَلَا falā maka janganlah
تَخَافُوهُمْ takhāfūhum kamu takut kepada mereka
وَخَافُونِ wakhāfūni dan takutlah kepadaKu
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 176 - Surah Aal-i-Imraan: 22 kata

وَلَا يَحْزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْكُفْرِ ۚ إِنَّهُمْ لَن يَضُرُّوا۟ ٱللَّهَ شَيْـًۭٔا ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّۭا فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.

وَلَا walā dan janganlah
يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna (mereka) bersegera
فِى fī dalam
ٱلْكُفْرِ ۚ l-kuf'ri kekafiran/menjadi kafir
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
لَن lan tidak dapat
يَضُرُّوا۟ yaḍurrū memberi mudharat
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَيْـًۭٔا ۗ shayan sedikitpun
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَلَّا allā bahwa tidak
يَجْعَلَ yajʿala Dia menjadikan/memberi
لَهُمْ lahum kepada mereka
حَظًّۭا ḥaẓẓan (sesuatu) bagian
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati akhirat
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksa/azab
عَظِيمٌ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 177 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلْكُفْرَ بِٱلْإِيمَـٰنِ لَن يَضُرُّوا۟ ٱللَّهَ شَيْـًۭٔا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli/menukar
ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran
بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman
لَن lan tidak dapat
يَضُرُّوا۟ yaḍurrū mereka memberi mudharat
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksa/azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 178 - Surah Aal-i-Imraan: 17 kata

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّمَا نُمْلِى لَهُمْ خَيْرٌۭ لِّأَنفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِى لَهُمْ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِثْمًۭا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

وَلَا walā dan janganlah
يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna menyangka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
أَنَّمَا annamā bahwasanya
نُمْلِى num'lī Kami memberi tangguh
لَهُمْ lahum kepada mereka
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّأَنفُسِهِمْ ۚ li-anfusihim bagi diri mereka
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
نُمْلِى num'lī Kami memberi tangguh
لَهُمْ lahum kepada mereka
لِيَزْدَادُوٓا۟ liyazdādū supaya mereka bertambah-tambah
إِثْمًۭا ۚ ith'man dosa
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun siksa/azab
مُّهِينٌۭ muhīnun yang menghinakan

Ayat 179 - Surah Aal-i-Imraan: 36 kata

مَّا كَانَ ٱللَّهُ لِيَذَرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى ٱلْغَيْبِ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَجْتَبِى مِن رُّسُلِهِۦ مَن يَشَآءُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌۭ

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

مَّا mā tidak
كَانَ kāna ada
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيَذَرَ liyadhara untuk membiarkan
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
عَلَىٰ ʿalā atas
مَآ mā apa
أَنتُمْ antum kamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَمِيزَ yamīza Dia membedakan
ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk
مِنَ mina dari
ٱلطَّيِّبِ ۗ l-ṭayibi baik
وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيُطْلِعَكُمْ liyuṭ'liʿakum untuk memperlihatkan kepadamu
عَلَى ʿalā atas
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَجْتَبِى yajtabī Dia memilih
مِن min dari
رُّسُلِهِۦ rusulihi RasulNya
مَن man siapa
يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki
فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرُسُلِهِۦ ۚ warusulihi dan Rasul-RasulNya
وَإِن wa-in dan jika
تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa
فَلَكُمْ falakum maka bagimu
أَجْرٌ ajrun pahala
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 180 - Surah Aal-i-Imraan: 30 kata

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًۭا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّۭ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَلَا walā dan janganlah
يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna mengira
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَبْخَلُونَ yabkhalūna (mereka) kikir
بِمَآ bimā dengan apa (harta)
ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu memberikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya
هُوَ huwa ia (kekikiran)
خَيْرًۭا khayran baik
لَّهُم ۖ lahum bagi mereka
بَلْ bal bahkan/tetapi
هُوَ huwa ia(kekikiran)
شَرٌّۭ sharrun buruk
لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka
سَيُطَوَّقُونَ sayuṭawwaqūna akan dikalungkan
مَا mā apa
بَخِلُوا۟ bakhilū mereka kikirkan
بِهِۦ bihi dengannya
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah
مِيرَٰثُ mīrāthu segala warisan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرٌۭ khabīrun Maha mengetahui

Ayat 181 - Surah Aal-i-Imraan: 22 kata

لَّقَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ فَقِيرٌۭ وَنَحْنُ أَغْنِيَآءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا۟ وَقَتْلَهُمُ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّۢ وَنَقُولُ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar".

لَّقَدْ laqad sesungguhnya
سَمِعَ samiʿa telah mendengar
ٱللَّهُ l-lahu Allah
قَوْلَ qawla perkataan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَقِيرٌۭ faqīrun miskin
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
أَغْنِيَآءُ ۘ aghniyāu orang-orang kaya
سَنَكْتُبُ sanaktubu akan Kami catat
مَا mā apa
قَالُوا۟ qālū mereka katakan
وَقَتْلَهُمُ waqatlahumu dan pembunuhan mereka
ٱلْأَنۢبِيَآءَ l-anbiyāa Nabi-Nabi
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa (alasan)
حَقٍّۢ ḥaqqin benar
وَنَقُولُ wanaqūlu dan Kami katakan
ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah olehmu
عَذَابَ ʿadhāba azab
ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi yang membakar

Ayat 182 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍۢ لِّلْعَبِيدِ

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
قَدَّمَتْ qaddamat didahulukan/diperbuat
أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tanganmu
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَيْسَ laysa tidak/bukan
بِظَلَّامٍۢ biẓallāmin dengan aniaya
لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hambaNya

Ayat 183 - Surah Aal-i-Imraan: 28 kata

ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَآ أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍۢ تَأْكُلُهُ ٱلنَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَآءَكُمْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِى بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَبِٱلَّذِى قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api". Katakanlah: "Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَهِدَ ʿahida telah menjanjikan
إِلَيْنَآ ilaynā kepada kami
أَلَّا allā supaya tidak
نُؤْمِنَ nu'mina kami beriman
لِرَسُولٍ lirasūlin kepada seorang Rasul
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَأْتِيَنَا yatiyanā dia mendatangkan kepada kami
بِقُرْبَانٍۢ biqur'bānin dengan korban
تَأْكُلُهُ takuluhu memakannya
ٱلنَّارُ ۗ l-nāru api
قُلْ qul katakanlah
قَدْ qad sungguh
جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu
رُسُلٌۭ rusulun beberapa orang Rasul
مِّن min dari
قَبْلِى qablī sebelumku
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan yang nyata
وَبِٱلَّذِى wabi-alladhī dan dengan yang
قُلْتُمْ qul'tum kamu katakan
فَلِمَ falima maka mengapa
قَتَلْتُمُوهُمْ qataltumūhum kamu membunuh mereka
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 184 - Surah Aal-i-Imraan: 12 kata

فَإِن كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِكَ جَآءُو بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلزُّبُرِ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُنِيرِ

Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

فَإِن fa-in maka jika
كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
كُذِّبَ kudhiba telah didustakan
رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul
مِّن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
جَآءُو jāū mereka datang
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan yang nyata
وَٱلزُّبُرِ wal-zuburi dan Zabur
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab
ٱلْمُنِيرِ l-munīri yang memberikan cahaya

Ayat 185 - Surah Aal-i-Imraan: 23 kata

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍۢ nafsin jiwa
ذَآئِقَةُ dhāiqatu akan merasakan
ٱلْمَوْتِ ۗ l-mawti mati
وَإِنَّمَا wa-innamā dan sesungguhnya hanyalah
تُوَفَّوْنَ tuwaffawna akan disempurnakan
أُجُورَكُمْ ujūrakum pahalamu
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ l-qiyāmati kiamat
فَمَن faman maka barang siapa
زُحْزِحَ zuḥ'ziḥa ia dijauhkan
عَنِ ʿani dari
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
وَأُدْخِلَ wa-ud'khila dan ia dimasukkan
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
فَقَدْ faqad maka sungguh
فَازَ ۗ fāza ia beruntung
وَمَا wamā dan tidak
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia
إِلَّا illā melainkan
مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan
ٱلْغُرُورِ l-ghurūri tipuan/memperdayakan

Ayat 186 - Surah Aal-i-Imraan: 24 kata

۞ لَتُبْلَوُنَّ فِىٓ أَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَذًۭى كَثِيرًۭا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

۞ لَتُبْلَوُنَّ latub'lawunna sungguh kamu akan diuji
فِىٓ fī dalam/terhadap
أَمْوَٰلِكُمْ amwālikum hartamu
وَأَنفُسِكُمْ wa-anfusikum dan dirimu
وَلَتَسْمَعُنَّ walatasmaʿunna dan sungguh kamu akan mendengar
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan
أَذًۭى adhan gangguan/menyakitkan hati
كَثِيرًۭا ۚ kathīran banyak
وَإِن wa-in dan jika
تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu bersabar
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan kamu bertakwa
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
مِنْ min dari/termasuk
عَزْمِ ʿazmi (patut) diutamakan
ٱلْأُمُورِ l-umūri urusan

Ayat 187 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

وَإِذْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَـٰقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهُۥ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُۥ فَنَبَذُوهُ وَرَآءَ ظُهُورِهِمْ وَٱشْتَرَوْا۟ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذَ akhadha mengambil
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِيثَـٰقَ mīthāqa janji
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
لَتُبَيِّنُنَّهُۥ latubayyinunnahu hendaklah kamu menerangkannya
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
وَلَا walā dan jangan
تَكْتُمُونَهُۥ taktumūnahu kamu menyembunyikannya
فَنَبَذُوهُ fanabadhūhu lalu mereka melemparkannya
وَرَآءَ warāa belakang
ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka
وَٱشْتَرَوْا۟ wa-ish'taraw dan mereka menukar/membeli
بِهِۦ bihi dengannya (janji)
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit
فَبِئْسَ fabi'sa maka alangkah buruknya
مَا mā apa/barang
يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka tukar/beli

Ayat 188 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أَتَوا۟ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا۟ بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا۟ فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍۢ مِّنَ ٱلْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

لَا lā jangan
تَحْسَبَنَّ taḥsabanna kamu mengira
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَفْرَحُونَ yafraḥūna (mereka) bergembira
بِمَآ bimā dengan apa
أَتَوا۟ ataw mereka datangkan/kerjakan
وَّيُحِبُّونَ wayuḥibbūna dan mereka menyukai
أَن an bahwa
يُحْمَدُوا۟ yuḥ'madū mereka dipuji
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
لَمْ lam tidak/belum
يَفْعَلُوا۟ yafʿalū mereka kerjakan
فَلَا falā maka jangan
تَحْسَبَنَّهُم taḥsabannahum kamu menyangka
بِمَفَازَةٍۢ bimafāzatin dengan terlepas
مِّنَ mina dari
ٱلْعَذَابِ ۖ l-ʿadhābi azab/siksa
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksa
أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Ayat 189 - Surah Aal-i-Imraan: 9 kata

وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 190 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī dalam
خَلْقِ khalqi penciptaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan silih berganti
ٱلَّيْلِ al-layli malam
وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang
لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh terdapat tanda-tanda
لِّأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang
ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi berakal

Ayat 191 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَـٰطِلًۭا سُبْحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَذْكُرُونَ yadhkurūna (mereka) mengingat
ٱللَّهَ l-laha Allah
قِيَـٰمًۭا qiyāman berdiri
وَقُعُودًۭا waquʿūdan dan duduk
وَعَلَىٰ waʿalā dan atas
جُنُوبِهِمْ junūbihim pembaringan mereka
وَيَتَفَكَّرُونَ wayatafakkarūna dan orang-orang yang mengingat
فِى fī dalam
خَلْقِ khalqi penciptaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
مَا mā tidak
خَلَقْتَ khalaqta Engkau ciptakan
هَـٰذَا hādhā ini
بَـٰطِلًۭا bāṭilan sia-sia
سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau
فَقِنَا faqinā maka peliharalah
عَذَابَ ʿadhāba siksa
ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Ayat 192 - Surah Aal-i-Imraan: 11 kata

رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُۥ ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍۢ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
مَن man siapa-siapa
تُدْخِلِ tud'khili Engkau masukkan
ٱلنَّارَ l-nāra neraka
فَقَدْ faqad maka sungguh
أَخْزَيْتَهُۥ ۖ akhzaytahu Engkau hinakan mereka
وَمَا wamā dan tidak
لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang dzalim
مِنْ min dari
أَنصَارٍۢ anṣārin para penolong

Ayat 193 - Surah Aal-i-Imraan: 20 kata

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًۭا يُنَادِى لِلْإِيمَـٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

رَّبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar
مُنَادِيًۭا munādiyan panggilan/seruan
يُنَادِى yunādī memanggil/menyeru
لِلْإِيمَـٰنِ lil'īmāni kepada iman
أَنْ an agar
ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu
بِرَبِّكُمْ birabbikum dengan/kepada Tuhanmu
فَـَٔامَنَّا ۚ faāmannā maka kami beriman
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
فَٱغْفِرْ fa-igh'fir ampunilah
لَنَا lanā bagi/untuk kami
ذُنُوبَنَا dhunūbanā dosa-dosa kami
وَكَفِّرْ wakaffir dan hapuskanlah
عَنَّا ʿannā dari kami
سَيِّـَٔاتِنَا sayyiātinā kesalahan-kesalahan kami
وَتَوَفَّنَا watawaffanā dan wafatkan kami
مَعَ maʿa beserta
ٱلْأَبْرَارِ l-abrāri orang-orang yang baik

Ayat 194 - Surah Aal-i-Imraan: 14 kata

رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji".

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
وَءَاتِنَا waātinā dan berilah kami
مَا mā apa
وَعَدتَّنَا waʿadttanā Engkau janjikan kepada kami
عَلَىٰ ʿalā atas
رُسُلِكَ rusulika Rasul-Rasul Engkau
وَلَا walā dan jangan
تُخْزِنَا tukh'zinā Engkau hinakan kami
يَوْمَ yawma (pada) hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
لَا lā tidak
تُخْلِفُ tukh'lifu (Engkau) menyalahi
ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji

Ayat 195 - Surah Aal-i-Imraan: 43 kata

فَٱسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَـٰمِلٍۢ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ ۖ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍۢ ۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَأُخْرِجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِمْ وَأُوذُوا۟ فِى سَبِيلِى وَقَـٰتَلُوا۟ وَقُتِلُوا۟ لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ثَوَابًۭا مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلثَّوَابِ

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".

فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka perkenankanlah
لَهُمْ lahum bagi mereka
رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka
أَنِّى annī sesungguhnya Aku
لَآ lā tidak
أُضِيعُ uḍīʿu Aku menyia-nyiakan
عَمَلَ ʿamala amal/pekerjaan
عَـٰمِلٍۢ ʿāmilin orang-orang yang beramal
مِّنكُم minkum diantara kamu
مِّن min dari
ذَكَرٍ dhakarin laki-laki
أَوْ aw atau
أُنثَىٰ ۖ unthā perempuan
بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu
مِّنۢ min dari
بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian yang lain
فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang
هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) berhijrah
وَأُخْرِجُوا۟ wa-ukh'rijū dan (mereka) diusir
مِن min dari
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halamannya
وَأُوذُوا۟ waūdhū dan mereka disakiti
فِى fī di
سَبِيلِى sabīlī jalanKu
وَقَـٰتَلُوا۟ waqātalū dan mereka membunuh
وَقُتِلُوا۟ waqutilū dan mereka dibunuh
لَأُكَفِّرَنَّ la-ukaffiranna sungguh akan Aku hapus
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan-kesalahan mereka
وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ wala-ud'khilannahum dan tentu Ku masukkan mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
ثَوَابًۭا thawāban pahala
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عِندَهُۥ ʿindahu di sisiNya
حُسْنُ ḥus'nu sebaik-baik
ٱلثَّوَابِ l-thawābi pahala

Ayat 196 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى ٱلْبِلَـٰدِ

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

لَا lā jangan
يَغُرَّنَّكَ yaghurrannaka kamu terperdaya
تَقَلُّبُ taqallubu hilir mudik
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
فِى fī dalam
ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri

Ayat 197 - Surah Aal-i-Imraan: 7 kata

مَتَـٰعٌۭ قَلِيلٌۭ ثُمَّ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan
قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit
ثُمَّ thumma kemudian
مَأْوَىٰهُمْ mawāhum tempat tinggal mereka
جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam
وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk
ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal

Ayat 198 - Surah Aal-i-Imraan: 21 kata

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّـٰتٌۭ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا نُزُلًۭا مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ لِّلْأَبْرَارِ

Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

لَـٰكِنِ lākini akan tetapi
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa
رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka
لَهُمْ lahum bagi mereka
جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā di dalamnya
نُزُلًۭا nuzulan anugerah
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan apa
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّلْأَبْرَارِ lil'abrāri bagi orang-orang yang berbuat baik

Ayat 199 - Surah Aal-i-Imraan: 30 kata

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ لَمَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَـٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًۭا قَلِيلًا ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
مِنْ min dari
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لَمَن laman ada orang
يُؤْمِنُ yu'minu (ia) beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna mereka khusyu' (tunduk)
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
لَا lā tidak
يَشْتَرُونَ yashtarūna mereka menukar/membeli
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan/kepada ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًا ۗ qalīlan sedikit
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
سَرِيعُ sarīʿu amat cepat
ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan

Ayat 200 - Surah Aal-i-Imraan: 10 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱصْبِرُوا۟ iṣ'birū bersabarlah kamu
وَصَابِرُوا۟ waṣābirū dan tingkatkan kesabaranmu
وَرَابِطُوا۟ warābiṭū dan waspadalah kamu
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi