Surah Al-Baqara kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Baqara kata demi kata

Al-Baqara (البقرة) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 286 ayat, 6.117 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 6.117 kata untuk dipelajari, Surah Al-Baqara menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 31 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Baqara: 1 kata

الٓمٓ

Alif laam miim.

الٓمٓ alif-lam-meem Alif lam mim

Ayat 2 - Surah Al-Baqara: 7 kata

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَـٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًۭى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

ذَٰلِكَ dhālika itu
ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab
لَا lā tidak ada
رَيْبَ ۛ rayba keraguan
فِيهِ ۛ fīhi didalamnya
هُدًۭى hudan petunjuk
لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang takwa

Ayat 3 - Surah Al-Baqara: 8 kata

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib
وَيُقِيمُونَ wayuqīmūna dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَمِمَّا wamimmā dan sebagian dari apa
رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami beri rezki kepada mereka
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan

Ayat 4 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِمَآ bimā pada apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
مِن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
وَبِٱلْـَٔاخِرَةِ wabil-ākhirati dan pada hari akhirat
هُمْ hum mereka
يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin

Ayat 5 - Surah Al-Baqara: 8 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًۭى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
عَلَىٰ ʿalā atas
هُدًۭى hudan petunjuk
مِّن min dari
رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 6 - Surah Al-Baqara: 11 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
سَوَآءٌ sawāon sama
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
ءَأَنذَرْتَهُمْ a-andhartahum apakah engkau peringatkan mereka
أَمْ am atau
لَمْ lam tidak
تُنذِرْهُمْ tundhir'hum engkau peringatkan mereka
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 7 - Surah Al-Baqara: 12 kata

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَـٰرِهِمْ غِشَـٰوَةٌۭ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

خَتَمَ khatama menutup/mengunci
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
وَعَلَىٰ waʿalā dan atas
سَمْعِهِمْ ۖ samʿihim pendengaran mereka
وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas
أَبْصَـٰرِهِمْ abṣārihim penglihatan mereka
غِشَـٰوَةٌۭ ۖ ghishāwatun tutup/tabir
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar/berat

Ayat 8 - Surah Al-Baqara: 11 kata

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

وَمِنَ wamina dan diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
مَن man orang yang
يَقُولُ yaqūlu berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَبِٱلْيَوْمِ wabil-yawmi dan kepada hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَمَا wamā dan bukanlah
هُم hum mereka
بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 9 - Surah Al-Baqara: 10 kata

يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

يُخَـٰدِعُونَ yukhādiʿūna mereka hendak menipu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَمَا wamā dan tidaklah
يَخْدَعُونَ yakhdaʿūna mereka menipu
إِلَّآ illā kecuali
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
وَمَا wamā dan tidaklah
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 10 - Surah Al-Baqara: 12 kata

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًۭا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

فِى fī di dalam
قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka
مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit
فَزَادَهُمُ fazādahumu maka menambah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَرَضًۭا ۖ maraḍan penyakit
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
أَلِيمٌۢ alīmun yang sangat pedih
بِمَا bimā dengan sebab
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْذِبُونَ yakdhibūna berdusta

Ayat 11 - Surah Al-Baqara: 11 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla ketika dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
لَا lā jangan
تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
نَحْنُ naḥnu kami
مُصْلِحُونَ muṣ'liḥūna orang-orang yang melakukan perbaikan

Ayat 12 - Surah Al-Baqara: 7 kata

أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْمُفْسِدُونَ وَلَـٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

أَلَآ alā ingatlah
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْسِدُونَ l-muf'sidūna orang-orang yang membuat kerusakan
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لَّا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka sadar

Ayat 13 - Surah Al-Baqara: 19 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا۟ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَـٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ

Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
ءَامِنُوا۟ āminū beriman
كَمَآ kamā sebagaimana
ءَامَنَ āmana telah beriman
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَنُؤْمِنُ anu'minu apakah kami beriman
كَمَآ kamā sebagaimana
ءَامَنَ āmana beriman
ٱلسُّفَهَآءُ ۗ l-sufahāu orang-orang bodoh
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
هُمُ humu mereka
ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang bodoh
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لَّا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 14 - Surah Al-Baqara: 16 kata

وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ إِلَىٰ شَيَـٰطِينِهِمْ قَالُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
لَقُوا۟ laqū mereka berjumpa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
خَلَوْا۟ khalaw mereka kembali
إِلَىٰ ilā kepada
شَيَـٰطِينِهِمْ shayāṭīnihim syaitan-syaitan mereka
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
إِنَّا innā sesungguhnya kami
مَعَكُمْ maʿakum bersama kalian
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
نَحْنُ naḥnu kami
مُسْتَهْزِءُونَ mus'tahziūna orang-orang yang berolok-olok

Ayat 15 - Surah Al-Baqara: 7 kata

ٱللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

ٱللَّهُ al-lahu Allah
يَسْتَهْزِئُ yastahzi-u akan memperolok-olok
بِهِمْ bihim kepada mereka
وَيَمُدُّهُمْ wayamudduhum dan membiarkan mereka
فِى fī dalam
طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan mereka
يَعْمَهُونَ yaʿmahūna terombang-ambing

Ayat 16 - Surah Al-Baqara: 11 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَـٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَـٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū mereka membeli
ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan
بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk
فَمَا famā maka tidak
رَبِحَت rabiḥat beruntung
تِّجَـٰرَتُهُمْ tijāratuhum perniagaan mereka
وَمَا wamā dan tidak
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 17 - Surah Al-Baqara: 17 kata

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ ٱلَّذِى ٱسْتَوْقَدَ نَارًۭا فَلَمَّآ أَضَآءَتْ مَا حَوْلَهُۥ ذَهَبَ ٱللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِى ظُلُمَـٰتٍۢ لَّا يُبْصِرُونَ

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

مَثَلُهُمْ mathaluhum perumpamaan mereka
كَمَثَلِ kamathali seperti umpama
ٱلَّذِى alladhī orang yang
ٱسْتَوْقَدَ is'tawqada menyalakan
نَارًۭا nāran api
فَلَمَّآ falammā maka setelah
أَضَآءَتْ aḍāat menerangi
مَا mā apa
حَوْلَهُۥ ḥawlahu disekelilingnya
ذَهَبَ dhahaba menghilangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِنُورِهِمْ binūrihim dengan cahaya mereka
وَتَرَكَهُمْ watarakahum dan membiarkan mereka
فِى fī dalam
ظُلُمَـٰتٍۢ ẓulumātin kegelapan
لَّا lā tidak
يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat

Ayat 18 - Surah Al-Baqara: 6 kata

صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌۭ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

صُمٌّۢ ṣummun (mereka) tuli
بُكْمٌ buk'mun (mereka) bisu
عُمْىٌۭ ʿum'yun (mereka) buta
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka akan kembali

Ayat 19 - Surah Al-Baqara: 19 kata

أَوْ كَصَيِّبٍۢ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِ ظُلُمَـٰتٌۭ وَرَعْدٌۭ وَبَرْقٌۭ يَجْعَلُونَ أَصَـٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِم مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ ۚ وَٱللَّهُ مُحِيطٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

أَوْ aw atau
كَصَيِّبٍۢ kaṣayyibin seperti hujan lebat
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
فِيهِ fīhi didalamnya
ظُلُمَـٰتٌۭ ẓulumātun gelap gulita
وَرَعْدٌۭ waraʿdun dan guruh
وَبَرْقٌۭ wabarqun dan kilat
يَجْعَلُونَ yajʿalūna mereka menyumbat
أَصَـٰبِعَهُمْ aṣābiʿahum jari-jari mereka
فِىٓ fī dalam
ءَاذَانِهِم ādhānihim telinga mereka
مِّنَ mina dari
ٱلصَّوَٰعِقِ l-ṣawāʿiqi petir
حَذَرَ ḥadhara takut
ٱلْمَوْتِ ۚ l-mawti mati
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
مُحِيطٌۢ muḥīṭun meliputi
بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna terhadap orang-orang kafir

Ayat 20 - Surah Al-Baqara: 25 kata

يَكَادُ ٱلْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَـٰرَهُمْ ۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوْا۟ فِيهِ وَإِذَآ أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا۟ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

يَكَادُ yakādu hampir-hampir
ٱلْبَرْقُ l-barqu kilat
يَخْطَفُ yakhṭafu menyambar
أَبْصَـٰرَهُمْ ۖ abṣārahum penglihatan mereka
كُلَّمَآ kullamā setiap
أَضَآءَ aḍāa bersinar
لَهُم lahum kepada mereka
مَّشَوْا۟ mashaw mereka berjalan
فِيهِ fīhi didalamnya
وَإِذَآ wa-idhā dan apabila
أَظْلَمَ aẓlama menjadi gelap
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
قَامُوا۟ ۚ qāmū berhenti
وَلَوْ walaw dan bila
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَذَهَبَ ladhahaba niscaya Ia melenyapkan
بِسَمْعِهِمْ bisamʿihim dengan pendengaran mereka
وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۚ wa-abṣārihim dan penglihatan mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli setiap
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 21 - Surah Al-Baqara: 11 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَّقُونَ tattaqūna (kamu) bertakwa

Ayat 22 - Surah Al-Baqara: 23 kata

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًۭا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءًۭ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًۭا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

ٱلَّذِى alladhī yang
جَعَلَ jaʿala menjadikan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
فِرَٰشًۭا firāshan hamparan
وَٱلسَّمَآءَ wal-samāa dan langit
بِنَآءًۭ bināan bangunan
وَأَنزَلَ wa-anzala dan menurunkan
مِنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
مَآءًۭ māan air
فَأَخْرَجَ fa-akhraja maka (Dia) mengeluarkan
بِهِۦ bihi dengan itu
مِنَ mina dari
ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan
رِزْقًۭا riz'qan rezki
لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian
فَلَا falā maka jangan
تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 23 - Surah Al-Baqara: 20 kata

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍۢ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍۢ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

وَإِن wa-in dan jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فِى fī dalam
رَيْبٍۢ raybin keraguan
مِّمَّا mimmā dari apa yang
نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan
عَلَىٰ ʿalā atas
عَبْدِنَا ʿabdinā hamba Kami
فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/buatlah
بِسُورَةٍۢ bisūratin dengan sebuah surat
مِّن min dari
مِّثْلِهِۦ mith'lihi seperti itu
وَٱدْعُوا۟ wa-id'ʿū dan panggillah
شُهَدَآءَكُم shuhadāakum saksi-saksi (penolongmu)
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 24 - Surah Al-Baqara: 13 kata

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ وَلَن تَفْعَلُوا۟ فَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَـٰفِرِينَ

Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
وَلَن walan dan tidak akan
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka takutlah kalian
ٱلنَّارَ l-nāra api neraka
ٱلَّتِى allatī yang
وَقُودُهَا waqūduhā bahan bakarnya
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
وَٱلْحِجَارَةُ ۖ wal-ḥijāratu dan batu
أُعِدَّتْ uʿiddat disediakan
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir

Ayat 25 - Surah Al-Baqara: 34 kata

وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍۢ رِّزْقًۭا ۙ قَالُوا۟ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهًۭا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌۭ مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

وَبَشِّرِ wabashiri dan sampaikan kabar gembira
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan
أَنَّ anna sesungguhnya
لَهُمْ lahum bagi mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai
كُلَّمَا kullamā setiap kali
رُزِقُوا۟ ruziqū mereka diberi rezki
مِنْهَا min'hā dari padanya
مِن min dari
ثَمَرَةٍۢ thamaratin buah-buahan
رِّزْقًۭا ۙ riz'qan (sebagai) rezki
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلَّذِى alladhī yang
رُزِقْنَا ruziq'nā direzkikan kepada kami
مِن min dari
قَبْلُ ۖ qablu dahulu
وَأُتُوا۟ wa-utū dan mereka diberi
بِهِۦ bihi dengannya
مُتَشَـٰبِهًۭا ۖ mutashābihan yang serupa
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
فِيهَآ fīhā didalamnya
أَزْوَٰجٌۭ azwājun isteri-isteri
مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ muṭahharatun yang suci
وَهُمْ wahum dan mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Ayat 26 - Surah Al-Baqara: 39 kata

۞ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسْتَحْىِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًۭا مَّا بَعُوضَةًۭ فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلًۭا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًۭا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًۭا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلْفَـٰسِقِينَ

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَسْتَحْىِۦٓ yastaḥyī segan
أَن an untuk
يَضْرِبَ yaḍriba membuat
مَثَلًۭا mathalan perumpamaan
مَّا mā berupa
بَعُوضَةًۭ baʿūḍatan nyamuk
فَمَا famā bahkan apa
فَوْقَهَا ۚ fawqahā lebih rendah darinya
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
فَيَعْلَمُونَ fayaʿlamūna maka mereka mengetahui
أَنَّهُ annahu bahwasanya ia
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar
مِن min dari
رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhannya
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
فَيَقُولُونَ fayaqūlūna maka mereka berkata
مَاذَآ mādhā apa yang
أَرَادَ arāda menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini
مَثَلًۭا ۘ mathalan perumpamaan
يُضِلُّ yuḍillu Dia menyesatkan
بِهِۦ bihi dengannya
كَثِيرًۭا kathīran banyak
وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk
بِهِۦ bihi dengannya
كَثِيرًۭا ۚ kathīran banyak
وَمَا wamā dan tidak
يُضِلُّ yuḍillu Dia sesatkan
بِهِۦٓ bihi dengannya
إِلَّا illā kecuali
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang fasik

Ayat 27 - Surah Al-Baqara: 20 kata

ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَنقُضُونَ yanquḍūna melanggar
عَهْدَ ʿahda perjanjian
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مِيثَـٰقِهِۦ mīthāqihi meneguhkannya
وَيَقْطَعُونَ wayaqṭaʿūna dan mereka memutuskan
مَآ mā apa
أَمَرَ amara yang diperintahkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهِۦٓ bihi dengannya
أَن an bahwa/untuk
يُوصَلَ yūṣala menghubungkan
وَيُفْسِدُونَ wayuf'sidūna dan mereka membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi

Ayat 28 - Surah Al-Baqara: 13 kata

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًۭا فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

كَيْفَ kayfa bagaimana
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian
أَمْوَٰتًۭا amwātan orang-orang mati
فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ fa-aḥyākum maka Dia menghidupkan kalian
ثُمَّ thumma kemudian
يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian
ثُمَّ thumma kemudian
يُحْيِيكُمْ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Ayat 29 - Surah Al-Baqara: 19 kata

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَٰتٍۢ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

هُوَ huwa Dialah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَ khalaqa menciptakan
لَكُم lakum bagi kalian
مَّا mā apa
فِى fī pada
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya
ثُمَّ thumma kemudian
ٱسْتَوَىٰٓ is'tawā Dia menuju
إِلَى ilā kepada
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
فَسَوَّىٰهُنَّ fasawwāhunna maka Dia menyempurnakan
سَبْعَ sabʿa tujuh
سَمَـٰوَٰتٍۢ ۚ samāwātin langit
وَهُوَ wahuwa dan Dia
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 30 - Surah Al-Baqara: 28 kata

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berfirman
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat
إِنِّى innī sesungguhnya Aku
جَاعِلٌۭ jāʿilun pencipta
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
خَلِيفَةًۭ ۖ khalīfatan khalifah (wakil)
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَتَجْعَلُ atajʿalu apakah Engkau jadikan
فِيهَا fīhā di dalamnya
مَن man orang
يُفْسِدُ yuf'sidu merusak
فِيهَا fīhā didalamnya
وَيَسْفِكُ wayasfiku dan menumpahkan
ٱلدِّمَآءَ l-dimāa darah
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
نُسَبِّحُ nusabbiḥu kami bertasbih
بِحَمْدِكَ biḥamdika dengan memujiMu
وَنُقَدِّسُ wanuqaddisu dan kami mensucikan
لَكَ ۖ laka bagiMu
قَالَ qāla Dia berfirman
إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku
أَعْلَمُ aʿlamu Aku lebih mengetahui
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 31 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَـٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

وَعَلَّمَ waʿallama dan Dia mengajarkan
ءَادَمَ ādama Adam
ٱلْأَسْمَآءَ l-asmāa nama-nama
كُلَّهَا kullahā seluruhnya
ثُمَّ thumma kemudian
عَرَضَهُمْ ʿaraḍahum Dia mengemukakannya
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat
فَقَالَ faqāla maka Dia berfirman
أَنۢبِـُٔونِى anbiūnī terangkan kepadaKu
بِأَسْمَآءِ bi-asmāi dengan nama-nama
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini semua
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 32 - Surah Al-Baqara: 12 kata

قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau
لَا lā tidak ada
عِلْمَ ʿil'ma pengetahuan
لَنَآ lanā bagi kami
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
عَلَّمْتَنَآ ۖ ʿallamtanā Engkau ajarkan kepada kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 33 - Surah Al-Baqara: 22 kata

قَالَ يَـٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

قَالَ qāla Dia berfirman
يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam
أَنۢبِئْهُم anbi'hum terangkan kepada mereka
بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ bi-asmāihim dengan nama-namanya
فَلَمَّآ falammā maka setelah
أَنۢبَأَهُم anba-ahum ia menerangkan kepada mereka
بِأَسْمَآئِهِمْ bi-asmāihim dengan nama-namanya
قَالَ qāla Dia berfirman
أَلَمْ alam bukankah
أَقُل aqul Aku katakan
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku
أَعْلَمُ aʿlamu Aku mengetahui
غَيْبَ ghayba kegaiban
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan Aku mengetahui
مَا mā apa
تُبْدُونَ tub'dūna kamu lahirkan
وَمَا wamā dan apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan

Ayat 34 - Surah Al-Baqara: 13 kata

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قُلْنَا qul'nā Kami berfirman
لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat
ٱسْجُدُوا۟ us'judū sujudlah
لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam
فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka sujud
إِلَّآ illā kecuali
إِبْلِيسَ ib'līsa iblis
أَبَىٰ abā ia enggan
وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan ia sombong
وَكَانَ wakāna dan ia adalah
مِنَ mina dari
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 35 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَقُلْنَا يَـٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman
يَـٰٓـَٔادَمُ yāādamu wahai adam
ٱسْكُنْ us'kun tinggallah
أَنتَ anta kamu
وَزَوْجُكَ wazawjuka dan isterimu
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
وَكُلَا wakulā dan makanlah
مِنْهَا min'hā daripadanya
رَغَدًا raghadan (hingga) puas/senang
حَيْثُ ḥaythu sebagaimana
شِئْتُمَا shi'tumā kalian berdua sukai
وَلَا walā dan janganlah
تَقْرَبَا taqrabā kalian berdua mendekati
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon
فَتَكُونَا fatakūnā maka kalian berdua adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 36 - Surah Al-Baqara: 19 kata

فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۭ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّۭ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍۢ

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

فَأَزَلَّهُمَا fa-azallahumā maka menggelincirkan keduanya
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
عَنْهَا ʿanhā daripadanya (surga)
فَأَخْرَجَهُمَا fa-akhrajahumā maka (Allah) mengeluarkan keduanya
مِمَّا mimmā dari apa
كَانَا kānā adalah keduanya
فِيهِ ۖ fīhi di dalamnya
وَقُلْنَا waqul'nā dan Kami berfirman
ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian
بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu
لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian lain
عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun menjadi musuh
وَلَكُمْ walakum dan bagimu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
مُسْتَقَرٌّۭ mus'taqarrun tempat menetap
وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan
إِلَىٰ ilā sampai
حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu

Ayat 37 - Surah Al-Baqara: 11 kata

فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَـٰتٍۢ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

فَتَلَقَّىٰٓ fatalaqqā maka menerima
ءَادَمُ ādamu Adam
مِن min dari
رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya
كَلِمَـٰتٍۢ kalimātin beberapa kalimat
فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat
عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasnya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
هُوَ huwa Dia
ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima Taubat
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 38 - Surah Al-Baqara: 17 kata

قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًۭا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًۭى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

قُلْنَا qul'nā Kami berfirman
ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian
مِنْهَا min'hā daripadanya (surga)
جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semuanya
فَإِمَّا fa-immā maka jika
يَأْتِيَنَّكُم yatiyannakum datang kepada kalian
مِّنِّى minnī daripadaKu
هُدًۭى hudan petunjuk
فَمَن faman maka barang siapa
تَبِعَ tabiʿa mengikuti
هُدَاىَ hudāya petunjukKu
فَلَا falā maka tidak
خَوْفٌ khawfun takut
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka berduka cita

Ayat 39 - Surah Al-Baqara: 10 kata

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Ayat 40 - Surah Al-Baqara: 13 kata

يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِىٓ أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّـٰىَ فَٱرْهَبُونِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah
نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَنْعَمْتُ anʿamtu Aku telah anugerahkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah
بِعَهْدِىٓ biʿahdī dengan janji kepadaKu
أُوفِ ūfi Aku penuhi
بِعَهْدِكُمْ biʿahdikum dengan janji kalian
وَإِيَّـٰىَ wa-iyyāya dan kepadaKulah
فَٱرْهَبُونِ fa-ir'habūni kamu harus tunduk

Ayat 41 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَءَامِنُوا۟ بِمَآ أَنزَلْتُ مُصَدِّقًۭا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوٓا۟ أَوَّلَ كَافِرٍۭ بِهِۦ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِى ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا وَإِيَّـٰىَ فَٱتَّقُونِ

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.

وَءَامِنُوا۟ waāminū dan berimanlah kamu
بِمَآ bimā dengan apa
أَنزَلْتُ anzaltu telah Aku turunkan
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan
لِّمَا limā bagi apa
مَعَكُمْ maʿakum ada pada kalian
وَلَا walā dan jangan
تَكُونُوٓا۟ takūnū kalian menjadi
أَوَّلَ awwala pertama kali
كَافِرٍۭ kāfirin kafir/ingkar
بِهِۦ ۖ bihi dengannya
وَلَا walā dan jangan
تَشْتَرُوا۟ tashtarū kamu tukar
بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayatKu
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
وَإِيَّـٰىَ wa-iyyāya dan kepadaKulah
فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni kamu harus bertakwa

Ayat 42 - Surah Al-Baqara: 8 kata

وَلَا تَلْبِسُوا۟ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَـٰطِلِ وَتَكْتُمُوا۟ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

وَلَا walā dan jangan
تَلْبِسُوا۟ talbisū kamu campur adukkan
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa hak/kebenaran
بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang bathil
وَتَكْتُمُوا۟ wataktumū dan kamu sembunyikan
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa hak/kebenaran
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 43 - Surah Al-Baqara: 7 kata

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.

وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَٱرْكَعُوا۟ wa-ir'kaʿū dan ruku'lah kamu
مَعَ maʿa beserta
ٱلرَّٰكِعِينَ l-rākiʿīna orang-orang yang ruku'

Ayat 44 - Surah Al-Baqara: 10 kata

۞ أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

۞ أَتَأْمُرُونَ atamurūna mengapa kalian menyuruh
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
بِٱلْبِرِّ bil-biri dengan (berbuat) kebaikan
وَتَنسَوْنَ watansawna dan kalian melupakan
أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَتْلُونَ tatlūna kalian membaca
ٱلْكِتَـٰبَ ۚ l-kitāba Al Kitab
أَفَلَا afalā maka tidakkah
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 45 - Surah Al-Baqara: 8 kata

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

وَٱسْتَعِينُوا۟ wa-is'taʿīnū dan mohonlah pertolongan
بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan sabar
وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ wal-ṣalati dan sholat
وَإِنَّهَا wa-innahā dan sesungguhnya ia
لَكَبِيرَةٌ lakabīratun sungguh berat
إِلَّا illā kecuali
عَلَى ʿalā atas
ٱلْخَـٰشِعِينَ l-khāshiʿīna orang-orang yang khusyu'

Ayat 46 - Surah Al-Baqara: 8 kata

ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَـٰقُوا۟ رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menyangka
أَنَّهُم annahum sesungguhnya mereka
مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū mereka menemui
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan sesungguhnya mereka
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali

Ayat 47 - Surah Al-Baqara: 11 kata

يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّى فَضَّلْتُكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah
نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَنْعَمْتُ anʿamtu telah Aku anugerahkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَأَنِّى wa-annī dan bahwasanya Aku
فَضَّلْتُكُمْ faḍḍaltukum Aku telah melebihkan kalian
عَلَى ʿalā atas
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna seluruh umat

Ayat 48 - Surah Al-Baqara: 19 kata

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًۭا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍۢ شَيْـًۭٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَـٰعَةٌۭ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌۭ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah
يَوْمًۭا yawman suatu hari
لَّا lā tidak
تَجْزِى tajzī dapat membela
نَفْسٌ nafsun seseorang
عَن ʿan dari
نَّفْسٍۢ nafsin orang lain
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
وَلَا walā dan tidak
يُقْبَلُ yuq'balu diterima
مِنْهَا min'hā daripadanya
شَفَـٰعَةٌۭ shafāʿatun syafa'at
وَلَا walā dan tidak
يُؤْخَذُ yu'khadhu diambil
مِنْهَا min'hā daripadanya
عَدْلٌۭ ʿadlun tebusan
وَلَا walā dan tidaklah
هُمْ hum mereka
يُنصَرُونَ yunṣarūna akan ditolong

Ayat 49 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَإِذْ نَجَّيْنَـٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌۭ

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
نَجَّيْنَـٰكُم najjaynākum Kami selamatkan kalian
مِّنْ min dari
ءَالِ āli keluarga/pengikut
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian
سُوٓءَ sūa seburuk-buruk
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan
يُذَبِّحُونَ yudhabbiḥūna mereka menyembelih
أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian
وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan membiarkan hidup
نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum (anak-anak) perempuanmu
وَفِى wafī dan pada
ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu
بَلَآءٌۭ balāon cobaan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 50 - Surah Al-Baqara: 10 kata

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ ٱلْبَحْرَ فَأَنجَيْنَـٰكُمْ وَأَغْرَقْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
فَرَقْنَا faraqnā Kami membelah
بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian
ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan
فَأَنجَيْنَـٰكُمْ fa-anjaynākum maka Kami selamatkan kalian
وَأَغْرَقْنَآ wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan
ءَالَ āla keluarga/pengikut
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat

Ayat 51 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَإِذْ وَٰعَدْنَا مُوسَىٰٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةًۭ ثُمَّ ٱتَّخَذْتُمُ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَنتُمْ ظَـٰلِمُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
وَٰعَدْنَا wāʿadnā Kami menjanjikan
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh
لَيْلَةًۭ laylatan malam
ثُمَّ thumma kemudian
ٱتَّخَذْتُمُ ittakhadhtumu kalian menjadikan
ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang lalim

Ayat 52 - Surah Al-Baqara: 8 kata

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

ثُمَّ thumma kemudian
عَفَوْنَا ʿafawnā Kami maafkan
عَنكُم ʿankum dari kalian
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 53 - Surah Al-Baqara: 7 kata

وَإِذْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
ءَاتَيْنَا ātaynā Kami datangkan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab (Taurat)
وَٱلْفُرْقَانَ wal-fur'qāna dan Furqan
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk

Ayat 54 - Surah Al-Baqara: 26 kata

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَـٰقَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلْعِجْلَ فَتُوبُوٓا۟ إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
ظَلَمْتُمْ ẓalamtum kalian telah menganiaya
أَنفُسَكُم anfusakum diri kalian sendiri
بِٱتِّخَاذِكُمُ bi-ittikhādhikumu dengan kalian menjadikan
ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu
فَتُوبُوٓا۟ fatūbū maka taubatlah
إِلَىٰ ilā kepada
بَارِئِكُمْ bāri-ikum pencipta kalian
فَٱقْتُلُوٓا۟ fa-uq'tulū maka bunuhlah
أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri
ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
عِندَ ʿinda di sisi
بَارِئِكُمْ bāri-ikum pencipta kalian
فَتَابَ fatāba maka Dia menerima taubat
عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
هُوَ huwa Dia
ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 55 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَإِذْ قُلْتُمْ يَـٰمُوسَىٰ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهْرَةًۭ فَأَخَذَتْكُمُ ٱلصَّـٰعِقَةُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata
يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
لَن lan tidak akan
نُّؤْمِنَ nu'mina beriman
لَكَ laka kepadamu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
نَرَى narā kami melihat
ٱللَّهَ l-laha Allah
جَهْرَةًۭ jahratan nyata
فَأَخَذَتْكُمُ fa-akhadhatkumu maka menyambarmu
ٱلصَّـٰعِقَةُ l-ṣāʿiqatu petir
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat

Ayat 56 - Surah Al-Baqara: 7 kata

ثُمَّ بَعَثْنَـٰكُم مِّنۢ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.

ثُمَّ thumma kemudian
بَعَثْنَـٰكُم baʿathnākum Kami bangkitkan kamu
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَوْتِكُمْ mawtikum matimu
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 57 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا رَزَقْنَـٰكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

وَظَلَّلْنَا waẓallalnā dan Kami naungi
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْغَمَامَ l-ghamāma awan
وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْمَنَّ l-mana manna (makanan manis seperti madu)
وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ wal-salwā dan salwa (burung sebangsa puyuh)
كُلُوا۟ kulū makanlah
مِن min dari
طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik
مَا mā apa
رَزَقْنَـٰكُمْ ۖ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu
وَمَا wamā dan tidak
ظَلَمُونَا ẓalamūnā mereka menganiaya Kami
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Ayat 58 - Surah Al-Baqara: 20 kata

وَإِذْ قُلْنَا ٱدْخُلُوا۟ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ فَكُلُوا۟ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًۭا وَٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًۭا وَقُولُوا۟ حِطَّةٌۭ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطَـٰيَـٰكُمْ ۚ وَسَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قُلْنَا qul'nā Kami berfirman
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri
فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah
مِنْهَا min'hā daripadanya
حَيْثُ ḥaythu apa saja
شِئْتُمْ shi'tum kalian kehendaki
رَغَدًۭا raghadan sepuas hati
وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah
ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang
سُجَّدًۭا sujjadan bersujud
وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah
حِطَّةٌۭ ḥiṭṭatun bebaskan dosa
نَّغْفِرْ naghfir Kami mengampuni
لَكُمْ lakum bagi kalian
خَطَـٰيَـٰكُمْ ۚ khaṭāyākum kesalahan-kesalahanmu
وَسَنَزِيدُ wasanazīdu dan Kami akan menambah
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 59 - Surah Al-Baqara: 18 kata

فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَنزَلْنَا عَلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رِجْزًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik.

فَبَدَّلَ fabaddala maka telah mengganti
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
قَوْلًا qawlan perkataan
غَيْرَ ghayra selain
ٱلَّذِى alladhī yang
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
فَأَنزَلْنَا fa-anzalnā maka Kami turunkan
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū dzalim
رِجْزًۭا rij'zan siksa
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik

Ayat 60 - Surah Al-Baqara: 28 kata

۞ وَإِذِ ٱسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ فَقُلْنَا ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنفَجَرَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًۭا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍۢ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ مِن رِّزْقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

۞ وَإِذِ wa-idhi dan ketika
ٱسْتَسْقَىٰ is'tasqā memohon air
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِقَوْمِهِۦ liqawmihi untuk kaumnya
فَقُلْنَا faqul'nā Kami mengatakan
ٱضْرِب iḍ'rib pukullah
بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu
ٱلْحَجَرَ ۖ l-ḥajara batu
فَٱنفَجَرَتْ fa-infajarat maka memancarlah
مِنْهُ min'hu daripadanya
ٱثْنَتَا ith'natā dua
عَشْرَةَ ʿashrata belas
عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata air
قَدْ qad sungguh
عَلِمَ ʿalima mengetahui
كُلُّ kullu tiap-tiap
أُنَاسٍۢ unāsin manusia
مَّشْرَبَهُمْ ۖ mashrabahum tempat minum mereka
كُلُوا۟ kulū makanlah
وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah
مِن min dari
رِّزْقِ riz'qi rizki
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan jangan
تَعْثَوْا۟ taʿthaw berkeliaran
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
مُفْسِدِينَ muf'sidīna berbuat kerusakan

Ayat 61 - Surah Al-Baqara: 59 kata

وَإِذْ قُلْتُمْ يَـٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍۢ وَٰحِدٍۢ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ۚ ٱهْبِطُوا۟ مِصْرًۭا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata
يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
لَن lan tidak
نَّصْبِرَ naṣbira kami bersabar
عَلَىٰ ʿalā atas
طَعَامٍۢ ṭaʿāmin makanan
وَٰحِدٍۢ wāḥidin satu macam
فَٱدْعُ fa-ud'ʿu maka mohonlah
لَنَا lanā untuk kami
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
يُخْرِجْ yukh'rij agar Dia mengeluarkan
لَنَا lanā untuk kami
مِمَّا mimmā dari apa
تُنۢبِتُ tunbitu menumbuhkan
ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi
مِنۢ min dari
بَقْلِهَا baqlihā sayur-mayurnya
وَقِثَّآئِهَا waqithāihā dan ketimunnya
وَفُومِهَا wafūmihā dan bawang putihnya
وَعَدَسِهَا waʿadasihā dan kacang adas
وَبَصَلِهَا ۖ wabaṣalihā dan bawang merahnya
قَالَ qāla (Musa) berkata
أَتَسْتَبْدِلُونَ atastabdilūna maukah kamu mengganti
ٱلَّذِى alladhī yang
هُوَ huwa ia (sesuatu)
أَدْنَىٰ adnā lebih rendah
بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang
هُوَ huwa ia (sesuatu)
خَيْرٌ ۚ khayrun lebih baik
ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian
مِصْرًۭا miṣ'ran kota
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
لَكُم lakum bagi kalian
مَّا mā apa
سَأَلْتُمْ ۗ sa-altum kamu pinta
وَضُرِبَتْ waḍuribat dan ditimpakan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلذِّلَّةُ l-dhilatu kehinaan
وَٱلْمَسْكَنَةُ wal-maskanatu dan kenistaan
وَبَآءُو wabāū dan mereka kembali
بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَقْتُلُونَ wayaqtulūna dan mereka membunuh
ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak
ٱلْحَقِّ ۗ l-ḥaqi hak/benar
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِمَا bimā dengan apa
عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka
وَّكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
يَعْتَدُونَ yaʿtadūna mereka melampaui batas

Ayat 62 - Surah Al-Baqara: 24 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
هَادُوا۟ hādū yahudi
وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan Nasrani
وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ wal-ṣābiīna dan Shabi'in
مَنْ man orang/siapa
ءَامَنَ āmana beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَعَمِلَ waʿamila dan berbuat
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan
فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka
أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَلَا walā dan tidak
خَوْفٌ khawfun ada kekhawatiran
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati

Ayat 63 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَـٰكُم بِقُوَّةٍۢ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil
مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum perjanjianmu
وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat
فَوْقَكُمُ fawqakumu diatasmu
ٱلطُّورَ l-ṭūra gunung Thur
خُذُوا۟ khudhū ambilah
مَآ mā apa
ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum telah Kami berikan kepadamu
بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan teguh
وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah
مَا mā apa yang
فِيهِ fīhi didalamnya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Ayat 64 - Surah Al-Baqara: 13 kata

ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.

ثُمَّ thumma kemudian
تَوَلَّيْتُم tawallaytum kamu berpaling
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian/itu
فَلَوْلَا falawlā maka jika tidak
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَرَحْمَتُهُۥ waraḥmatuhu dan rahmatNya
لَكُنتُم lakuntum niscaya kamu adalah
مِّنَ mina dari
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 65 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَـٰسِـِٔينَ

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina".

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
عَلِمْتُمُ ʿalim'tumu kamu telah mengetahui
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱعْتَدَوْا۟ iʿ'tadaw (mereka) melampaui batas
مِنكُمْ minkum diantara kamu
فِى fī pada
ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu
فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman
لَهُمْ lahum kepada mereka
كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu
قِرَدَةً qiradatan kera
خَـٰسِـِٔينَ khāsiīna hina (dibenci)

Ayat 66 - Surah Al-Baqara: 9 kata

فَجَعَلْنَـٰهَا نَكَـٰلًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ

Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

فَجَعَلْنَـٰهَا fajaʿalnāhā maka Kami jadikannya
نَكَـٰلًۭا nakālan peringatan
لِّمَا limā bagi apa
بَيْنَ bayna diantara
يَدَيْهَا yadayhā dua tangannya
وَمَا wamā dan apa
خَلْفَهَا khalfahā dibelakangnya/kemudian
وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran
لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 67 - Surah Al-Baqara: 20 kata

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا۟ بَقَرَةًۭ ۖ قَالُوٓا۟ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًۭا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَأْمُرُكُمْ yamurukum Dia menyuruh kamu
أَن an untuk
تَذْبَحُوا۟ tadhbaḥū kamu menyembelih
بَقَرَةًۭ ۖ baqaratan sapi betina
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَتَتَّخِذُنَا atattakhidhunā apakah kamu menjadikan kami
هُزُوًۭا ۖ huzuwan bahan ejekan
قَالَ qāla (Musa) berkata
أَعُوذُ aʿūdhu aku berlindung
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
أَنْ an bahwa
أَكُونَ akūna aku menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang jail

Ayat 68 - Surah Al-Baqara: 23 kata

قَالُوا۟ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِىَ ۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌۭ لَّا فَارِضٌۭ وَلَا بِكْرٌ عَوَانٌۢ بَيْنَ ذَٰلِكَ ۖ فَٱفْعَلُوا۟ مَا تُؤْمَرُونَ

Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
ٱدْعُ ud'ʿu serulah/mintalah
لَنَا lanā untuk kami
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan
لَّنَا lanā untuk kami
مَا mā apa
هِىَ ۚ hiya ia (sapi betina)
قَالَ qāla (Musa) berkata
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman
إِنَّهَا innahā bahwasanya ia
بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina
لَّا lā tidak
فَارِضٌۭ fāriḍun tua
وَلَا walā dan tidak
بِكْرٌ bik'run muda
عَوَانٌۢ ʿawānun pertengahan
بَيْنَ bayna diantara
ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian itu
فَٱفْعَلُوا۟ fa-if'ʿalū maka kerjakanlah
مَا mā apa yang
تُؤْمَرُونَ tu'marūna kamu diperintahkan

Ayat 69 - Surah Al-Baqara: 18 kata

قَالُوا۟ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌۭ صَفْرَآءُ فَاقِعٌۭ لَّوْنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّـٰظِرِينَ

Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
ٱدْعُ ud'ʿu mohonkan
لَنَا lanā bagi kami
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan
لَّنَا lanā bagi kami
مَا mā apa
لَوْنُهَا ۚ lawnuhā warnanya
قَالَ qāla (Musa) berkata
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman
إِنَّهَا innahā bahwasanya ia
بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina
صَفْرَآءُ ṣafrāu kuning
فَاقِعٌۭ fāqiʿun sangat kuning (kuning tua)
لَّوْنُهَا lawnuhā warnanya
تَسُرُّ tasurru menarik hati
ٱلنَّـٰظِرِينَ l-nāẓirīna orang-orang yang memandang

Ayat 70 - Surah Al-Baqara: 17 kata

قَالُوا۟ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِىَ إِنَّ ٱلْبَقَرَ تَشَـٰبَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهْتَدُونَ

Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
ٱدْعُ ud'ʿu mohonkanlah
لَنَا lanā bagi kami
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
يُبَيِّن yubayyin agar Dia menerangkan
لَّنَا lanā bagi kami
مَا mā apa
هِىَ hiya ia
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْبَقَرَ l-baqara sapi betina
تَشَـٰبَهَ tashābaha samar/tidak jelas
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami
إِن in jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَمُهْتَدُونَ lamuh'tadūna sungguh orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 71 - Surah Al-Baqara: 24 kata

قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌۭ لَّا ذَلُولٌۭ تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ وَلَا تَسْقِى ٱلْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌۭ لَّا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا۟ ٱلْـَٔـٰنَ جِئْتَ بِٱلْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا۟ يَفْعَلُونَ

Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya". Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

قَالَ qāla (Musa) berkata
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman
إِنَّهَا innahā bahwasanya ia
بَقَرَةٌۭ baqaratun sapi betina
لَّا lā tidak
ذَلُولٌۭ dhalūlun pernah dipakai
تُثِيرُ tuthīru membajak
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/tanah
وَلَا walā dan tidak
تَسْقِى tasqī mengairi
ٱلْحَرْثَ l-ḥartha tanaman
مُسَلَّمَةٌۭ musallamatun sehat/tidak cacat
لَّا lā tidak
شِيَةَ shiyata belang
فِيهَا ۚ fīhā padanya
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
ٱلْـَٔـٰنَ l-āna sekarang
جِئْتَ ji'ta kamu telah menerangkan
بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan sebenarnya
فَذَبَحُوهَا fadhabaḥūhā maka mereka menyembelihnya
وَمَا wamā dan tidak
كَادُوا۟ kādū hampir
يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka laksanakan

Ayat 72 - Surah Al-Baqara: 10 kata

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًۭا فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌۭ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَتَلْتُمْ qataltum kamu membunuh
نَفْسًۭا nafsan seseorang
فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ fa-iddāratum lalu kamu saling menuduh
فِيهَا ۖ fīhā tentang hal itu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
مُخْرِجٌۭ mukh'rijun mengeluarkan
مَّا mā apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan

Ayat 73 - Surah Al-Baqara: 11 kata

فَقُلْنَا ٱضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْىِ ٱللَّهُ ٱلْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.

فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami berfirman
ٱضْرِبُوهُ iḍ'ribūhu pukullah ia
بِبَعْضِهَا ۚ bibaʿḍihā dengan sebagiannya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā yang mati
وَيُرِيكُمْ wayurīkum dan Dia memperlihatkan
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda kekuasaannya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 74 - Surah Al-Baqara: 37 kata

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةًۭ ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

ثُمَّ thumma kemudian
قَسَتْ qasat menjadi keras
قُلُوبُكُم qulūbukum hatimu
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi setelah
ذَٰلِكَ dhālika demikian
فَهِىَ fahiya maka ia
كَٱلْحِجَارَةِ kal-ḥijārati seperti batu
أَوْ aw atau
أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat
قَسْوَةًۭ ۚ qaswatan keras
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
مِنَ mina dari
ٱلْحِجَارَةِ l-ḥijārati batu-batu
لَمَا lamā sungguh ada
يَتَفَجَّرُ yatafajjaru mengalir
مِنْهُ min'hu daripadanya
ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai-sungai
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
مِنْهَا min'hā daripadanya
لَمَا lamā sungguh ada
يَشَّقَّقُ yashaqqaqu terbelah
فَيَخْرُجُ fayakhruju lalu keluar
مِنْهُ min'hu daripadanya
ٱلْمَآءُ ۚ l-māu air
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
مِنْهَا min'hā daripadanya
لَمَا lamā sungguh ada
يَهْبِطُ yahbiṭu terjatuh (meluncur)
مِنْ min dari
خَشْيَةِ khashyati takut
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan tidak
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah
عَمَّا ʿammā dari apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 75 - Surah Al-Baqara: 19 kata

۞ أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُوا۟ لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌۭ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.

۞ أَفَتَطْمَعُونَ afataṭmaʿūna apakah kamu mengharapkan
أَن an bahwa
يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka akan dipercaya
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَقَدْ waqad dan sungguh
كَانَ kāna adalah
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan
كَلَـٰمَ kalāma firman
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
يُحَرِّفُونَهُۥ yuḥarrifūnahu mereka merubahnya
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
عَقَلُوهُ ʿaqalūhu mereka memahaminya
وَهُمْ wahum dan mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 76 - Surah Al-Baqara: 23 kata

وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍۢ قَالُوٓا۟ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَآجُّوكُم بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
لَقُوا۟ laqū mereka berjumpa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
وَإِذَا wa-idhā dan bila
خَلَا khalā berkumpul
بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka
إِلَىٰ ilā kepada
بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَتُحَدِّثُونَهُم atuḥaddithūnahum apakah kamu menceritakan kepada mereka
بِمَا bimā dengan apa
فَتَحَ fataḥa terangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
لِيُحَآجُّوكُم liyuḥājjūkum supaya mereka mengalahkan hujjah (bantahan)mu
بِهِۦ bihi dengannya
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّكُمْ ۚ rabbikum Tuhan kalian
أَفَلَا afalā maka tidakkah
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 77 - Surah Al-Baqara: 9 kata

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?

أَوَلَا awalā tidakkah
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
مَا mā apa
يُسِرُّونَ yusirrūna mereka rahasiakan
وَمَا wamā dan apa
يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan

Ayat 78 - Surah Al-Baqara: 11 kata

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْكِتَـٰبَ إِلَّآ أَمَانِىَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka
أُمِّيُّونَ ummiyyūna mereka buta huruf
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
إِلَّآ illā kecuali
أَمَانِىَّ amāniyya dongengan
وَإِنْ wa-in dan jika
هُمْ hum mereka
إِلَّا illā kecuali
يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga-duga

Ayat 79 - Surah Al-Baqara: 24 kata

فَوَيْلٌۭ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ ٱلْكِتَـٰبَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـٰذَا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشْتَرُوا۟ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۖ فَوَيْلٌۭ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌۭ لَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ

Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَكْتُبُونَ yaktubūna (mereka) menulis
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka
ثُمَّ thumma kemudian
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
هَـٰذَا hādhā ini
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لِيَشْتَرُوا۟ liyashtarū mereka hendak menukar
بِهِۦ bihi dengannya
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit
فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaan
لَّهُم lahum bagi mereka
مِّمَّا mimmā dari apa yang
كَتَبَتْ katabat menulis
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka
وَوَيْلٌۭ wawaylun dan celakalah
لَّهُم lahum bagi mereka
مِّمَّا mimmā dari apa yang
يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

Ayat 80 - Surah Al-Baqara: 23 kata

وَقَالُوا۟ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامًۭا مَّعْدُودَةًۭ ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ ٱللَّهِ عَهْدًۭا فَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ عَهْدَهُۥٓ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لَن lan tidak akan
تَمَسَّنَا tamassanā menyentuh kami
ٱلنَّارُ l-nāru neraka
إِلَّآ illā kecuali
أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari
مَّعْدُودَةًۭ ۚ maʿdūdatan tertentu
قُلْ qul katakanlah
أَتَّخَذْتُمْ attakhadhtum sudahkah kamu mengambil
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَهْدًۭا ʿahdan janji
فَلَن falan maka tidak
يُخْلِفَ yukh'lifa memungkiri
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَهْدَهُۥٓ ۖ ʿahdahu janjiNya
أَمْ am atau
تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 81 - Surah Al-Baqara: 13 kata

بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةًۭ وَأَحَـٰطَتْ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

بَلَىٰ balā ya
مَن man barang siapa
كَسَبَ kasaba berbuat
سَيِّئَةًۭ sayyi-atan jahat/dosa
وَأَحَـٰطَتْ wa-aḥāṭat dan diliputi
بِهِۦ bihi dengannya
خَطِيٓـَٔتُهُۥ khaṭīatuhu kesalahannya/dosanya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā di dalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 82 - Surah Al-Baqara: 10 kata

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 83 - Surah Al-Baqara: 29 kata

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًۭا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًۭا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil
مِيثَـٰقَ mīthāqa janji
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
لَا lā tidak
تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah
إِلَّا illā selain
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan kepada orang tua
إِحْسَانًۭا iḥ'sānan (berbuat) kebaikan
وَذِى wadhī dan kaum
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak yatim
وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin
وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
حُسْنًۭا ḥus'nan baik
وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
ثُمَّ thumma kemudian
تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
مِّنكُمْ minkum daripadamu
وَأَنتُم wa-antum dan kalian
مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang berpaling

Ayat 84 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil
مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum janjimu
لَا lā tidak
تَسْفِكُونَ tasfikūna kamu menumpahkan
دِمَآءَكُمْ dimāakum darahmu
وَلَا walā dan tidak
تُخْرِجُونَ tukh'rijūna kamu mengeluarkan
أَنفُسَكُم anfusakum diri kalian sendiri
مِّن min dari
دِيَـٰرِكُمْ diyārikum rumah/kampung halaman
ثُمَّ thumma kemudian
أَقْرَرْتُمْ aqrartum kamu berikrar
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَشْهَدُونَ tashhadūna kamu menyaksikan

Ayat 85 - Surah Al-Baqara: 49 kata

ثُمَّ أَنتُمْ هَـٰٓؤُلَآءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًۭا مِّنكُم مِّن دِيَـٰرِهِمْ تَظَـٰهَرُونَ عَلَيْهِم بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسَـٰرَىٰ تُفَـٰدُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَـٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍۢ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌۭ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

ثُمَّ thumma kemudian
أَنتُمْ antum kamu
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi ini (Bani Israil)
تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh
أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri
وَتُخْرِجُونَ watukh'rijūna dan kamu mengusir
فَرِيقًۭا farīqan segolongan
مِّنكُم minkum daripadamu
مِّن min dari
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halaman mereka
تَظَـٰهَرُونَ taẓāharūna kamu membantu
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan dosa
وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permusuhan
وَإِن wa-in dan jika
يَأْتُوكُمْ yatūkum mereka datang kepadamu
أُسَـٰرَىٰ usārā tawanan
تُفَـٰدُوهُمْ tufādūhum kamu tebus mereka
وَهُوَ wahuwa dan ia
مُحَرَّمٌ muḥarramun terlarang
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِخْرَاجُهُمْ ۚ ikh'rājuhum pengusiran mereka
أَفَتُؤْمِنُونَ afatu'minūna apakah kamu beriman
بِبَعْضِ bibaʿḍi sebagian
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
وَتَكْفُرُونَ watakfurūna dan kamu ingkar
بِبَعْضٍۢ ۚ bibaʿḍin dengan sebagian
فَمَا famā maka tidak
جَزَآءُ jazāu balasan
مَن man orang
يَفْعَلُ yafʿalu berbuat
ذَٰلِكَ dhālika demikian
مِنكُمْ minkum daripadamu
إِلَّا illā kecuali
خِزْىٌۭ khiz'yun kenistaan
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
يُرَدُّونَ yuraddūna mereka dikembalikan
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَشَدِّ ashaddi sangat berat/keras
ٱلْعَذَابِ ۗ l-ʿadhābi siksa
وَمَا wamā dan tidaklah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah
عَمَّا ʿammā dari apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu perbuat

Ayat 86 - Surah Al-Baqara: 13 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli
ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ bil-ākhirati dengan akhirat
فَلَا falā maka tidak
يُخَفَّفُ yukhaffafu mereka diringankan
عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka
ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong

Ayat 87 - Surah Al-Baqara: 28 kata

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ بِٱلرُّسُلِ ۖ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَيَّدْنَـٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًۭا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًۭا تَقْتُلُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah datangkan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَقَفَّيْنَا waqaffaynā dan Kami iringkan
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya
بِٱلرُّسُلِ ۖ bil-rusuli dengan Rasul-Rasul
وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami datangkan
عِيسَى ʿīsā Isa
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti bukti-bukti kebenaran
وَأَيَّدْنَـٰهُ wa-ayyadnāhu dan Kami perkuat dia
بِرُوحِ birūḥi dengan Roh
ٱلْقُدُسِ ۗ l-qudusi Kudus (Jibril)
أَفَكُلَّمَا afakullamā apakah setiap
جَآءَكُمْ jāakum datang kepada mereka
رَسُولٌۢ rasūlun seorang Rasul
بِمَا bimā dengan apa
لَا lā tidak
تَهْوَىٰٓ tahwā menginginkan
أَنفُسُكُمُ anfusukumu diri kalian sendiri
ٱسْتَكْبَرْتُمْ is'takbartum kamu menyombongkan diri
فَفَرِيقًۭا fafarīqan maka beberapa golongan
كَذَّبْتُمْ kadhabtum kamu mendustakan
وَفَرِيقًۭا wafarīqan dan beberapa golongan
تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu bunuh

Ayat 88 - Surah Al-Baqara: 10 kata

وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢ ۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًۭا مَّا يُؤْمِنُونَ

Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami
غُلْفٌۢ ۚ ghul'fun tertutup
بَل bal tetapi
لَّعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِكُفْرِهِمْ bikuf'rihim dengan kekafiran mereka
فَقَلِيلًۭا faqalīlan maka sedikit
مَّا mā apa
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka yang beriman

Ayat 89 - Surah Al-Baqara: 26 kata

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتَـٰبٌۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌۭ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا۟ مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُوا۟ كَفَرُوا۟ بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ

Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

وَلَمَّا walammā dan setelah
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
كِتَـٰبٌۭ kitābun Kitab
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مُصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa
مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
يَسْتَفْتِحُونَ yastaftiḥūna mereka meminta kemenangan
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
فَلَمَّا falammā maka setelah
جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka
مَّا mā apa
عَرَفُوا۟ ʿarafū mereka ketahui
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
فَلَعْنَةُ falaʿnatu maka kutukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَى ʿalā atas
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang ingkar

Ayat 90 - Surah Al-Baqara: 27 kata

بِئْسَمَا ٱشْتَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا۟ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍۢ ۚ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ

Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

بِئْسَمَا bi'samā alangkah buruknya
ٱشْتَرَوْا۟ ish'taraw mereka menjual
بِهِۦٓ bihi dengannya
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
أَن an bahwa
يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka kafir
بِمَآ bimā dengan apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بَغْيًا baghyan dengki
أَن an bahwa
يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya
عَلَىٰ ʿalā atas
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
مِنْ min dari
عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya
فَبَآءُو fabāū maka mereka kembali
بِغَضَبٍ bighaḍabin dengan kemurkaan
عَلَىٰ ʿalā atas
غَضَبٍۢ ۚ ghaḍabin kemurkaan
وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir
عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan
مُّهِينٌۭ muhīnun yang menghinakan

Ayat 91 - Surah Al-Baqara: 30 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا۟ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُوا۟ نُؤْمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ وَهُوَ ٱلْحَقُّ مُصَدِّقًۭا لِّمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu
بِمَآ bimā dengan apa (Al Quran)
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
نُؤْمِنُ nu'minu kami beriman
بِمَآ bimā dengan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
وَيَكْفُرُونَ wayakfurūna dan mereka kafir
بِمَا bimā dengan apa
وَرَآءَهُۥ warāahu di belakangnya
وَهُوَ wahuwa dan ia (Al quran)
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak/benar
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa
مَعَهُمْ ۗ maʿahum ada pada mereka
قُلْ qul katakanlah
فَلِمَ falima maka mengapa
تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh
أَنۢبِيَآءَ anbiyāa Nabi-Nabi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 92 - Surah Al-Baqara: 11 kata

۞ وَلَقَدْ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ثُمَّ ٱتَّخَذْتُمُ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَنتُمْ ظَـٰلِمُونَ

Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جَآءَكُم jāakum datang kepadamu
مُّوسَىٰ mūsā Musa
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti
ثُمَّ thumma kemudian
ٱتَّخَذْتُمُ ittakhadhtumu kalian menjadikan
ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Ayat 93 - Surah Al-Baqara: 27 kata

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَـٰكُم بِقُوَّةٍۢ وَٱسْمَعُوا۟ ۖ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا۟ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ ۚ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُم بِهِۦٓ إِيمَـٰنُكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil
مِيثَـٰقَكُمْ mīthāqakum janji (dari) kamu
وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami angkat
فَوْقَكُمُ fawqakumu diatasmu
ٱلطُّورَ l-ṭūra bukit Thursina
خُذُوا۟ khudhū ambillah
مَآ mā apa
ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum Kami berikan kepadamu
بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan kuat
وَٱسْمَعُوا۟ ۖ wa-is'maʿū dan dengarkanlah
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar
وَعَصَيْنَا waʿaṣaynā dan kami ingkar
وَأُشْرِبُوا۟ wa-ush'ribū dan diminumkan
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka
ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak sapi
بِكُفْرِهِمْ ۚ bikuf'rihim karena kekafiran mereka
قُلْ qul katakanlah
بِئْسَمَا bi'samā amat buruk/jahat
يَأْمُرُكُم yamurukum memerintahkan kepadamu
بِهِۦٓ bihi dengannya
إِيمَـٰنُكُمْ īmānukum imanmu
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 94 - Surah Al-Baqara: 17 kata

قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُا۟ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.

قُلْ qul katakanlah
إِن in jika
كَانَتْ kānat ada
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلدَّارُ l-dāru rumah/kampung
ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَالِصَةًۭ khāliṣatan khusus
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
فَتَمَنَّوُا۟ fatamannawū maka berharaplah
ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna yang benar

Ayat 95 - Surah Al-Baqara: 9 kata

وَلَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًۢا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.

وَلَن walan dan tidak
يَتَمَنَّوْهُ yatamannawhu mereka mengharapkan
أَبَدًۢا abadan selama-lamanya
بِمَا bimā karena apa
قَدَّمَتْ qaddamat telah diperbuat
أَيْدِيهِمْ ۗ aydīhim tangan-tangan mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna terhadap orang-orang yang aniaya

Ayat 96 - Surah Al-Baqara: 25 kata

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍۢ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍۢ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِۦ مِنَ ٱلْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

وَلَتَجِدَنَّهُمْ walatajidannahum dan sungguh kamu mendapati mereka
أَحْرَصَ aḥraṣa sangat serakah
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
عَلَىٰ ʿalā atas
حَيَوٰةٍۢ ḥayatin kehidupan
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَشْرَكُوا۟ ۚ ashrakū (mereka) musyrik
يَوَدُّ yawaddu menginginkan
أَحَدُهُمْ aḥaduhum masing-masing mereka
لَوْ law sekiranya
يُعَمَّرُ yuʿammaru diberi umur
أَلْفَ alfa seribu
سَنَةٍۢ sanatin tahun
وَمَا wamā dan tidak
هُوَ huwa dia
بِمُزَحْزِحِهِۦ bimuzaḥziḥihi dengan melepaskannya
مِنَ mina dari
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan
أَن an bahwa
يُعَمَّرَ ۗ yuʿammara dipanjangkan umur
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat
بِمَا bimā terhadap apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 97 - Surah Al-Baqara: 18 kata

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّۭا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًۭى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

قُلْ qul katakanlah
مَن man barang siapa
كَانَ kāna menjadi
عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh
لِّجِبْرِيلَ lijib'rīla bagi Jibril
فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia
نَزَّلَهُۥ nazzalahu dia menurunkannya
عَلَىٰ ʿalā atas
قَلْبِكَ qalbika hatimu
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan
لِّمَا limā pada apa
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan berita gembira
لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Ayat 98 - Surah Al-Baqara: 12 kata

مَن كَانَ عَدُوًّۭا لِّلَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوٌّۭ لِّلْكَـٰفِرِينَ

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

مَن man barang siapa
كَانَ kāna menjadi
عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh
لِّلَّهِ lillahi bagi Allah
وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya
وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya
وَجِبْرِيلَ wajib'rīla dan Jibril
وَمِيكَىٰلَ wamīkāla dan Mikail
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir

Ayat 99 - Surah Al-Baqara: 10 kata

وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍۢ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَآ إِلَّا ٱلْفَـٰسِقُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَنزَلْنَآ anzalnā Kami telah menurunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat
بَيِّنَـٰتٍۢ ۖ bayyinātin jelas
وَمَا wamā dan tidak
يَكْفُرُ yakfuru mengingkari
بِهَآ bihā dengannya
إِلَّا illā kecuali
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 100 - Surah Al-Baqara: 10 kata

أَوَكُلَّمَا عَـٰهَدُوا۟ عَهْدًۭا نَّبَذَهُۥ فَرِيقٌۭ مِّنْهُم ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

أَوَكُلَّمَا awakullamā Apakah setiap kali
عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū mereka berjanji
عَهْدًۭا ʿahdan janji
نَّبَذَهُۥ nabadhahu melemparkannya
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
مِّنْهُم ۚ min'hum dari mereka
بَلْ bal bahkan
أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 101 - Surah Al-Baqara: 22 kata

وَلَمَّا جَآءَهُمْ رَسُولٌۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌۭ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌۭ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).

وَلَمَّا walammā dan setelah
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مُصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan
لِّمَا limā pada apa
مَعَهُمْ maʿahum ada pada mereka
نَبَذَ nabadha melemparkan
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
كِتَـٰبَ kitāba Kitab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَآءَ warāa belakang
ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka
كَأَنَّهُمْ ka-annahum seolah-olah mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 102 - Surah Al-Baqara: 74 kata

وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَـٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌۭ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍۢ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti
مَا mā apa
تَتْلُوا۟ tatlū membaca
ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan
عَلَىٰ ʿalā atas
مُلْكِ mul'ki kerajaan
سُلَيْمَـٰنَ ۖ sulaymāna Sulaiman
وَمَا wamā dan tidak
كَفَرَ kafara kafir
سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaiman
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
يُعَلِّمُونَ yuʿallimūna mereka mengajarkan
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
ٱلسِّحْرَ l-siḥ'ra sihir
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمَلَكَيْنِ l-malakayni dua Malaikat
بِبَابِلَ bibābila di negeri Babil
هَـٰرُوتَ hārūta Harut
وَمَـٰرُوتَ ۚ wamārūta dan Marut
وَمَا wamā dan tidak
يُعَلِّمَانِ yuʿallimāni keduanya mengajarkan
مِنْ min dari
أَحَدٍ aḥadin seseorang
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَقُولَآ yaqūlā berkata keduanya
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
نَحْنُ naḥnu kami
فِتْنَةٌۭ fit'natun cobaan
فَلَا falā maka jangan
تَكْفُرْ ۖ takfur kamu kafir
فَيَتَعَلَّمُونَ fayataʿallamūna maka mereka belajar
مِنْهُمَا min'humā dari keduanya
مَا mā apa
يُفَرِّقُونَ yufarriqūna mereka menceraikan
بِهِۦ bihi dengannya
بَيْنَ bayna antara
ٱلْمَرْءِ l-mari seseorang
وَزَوْجِهِۦ ۚ wazawjihi dan istrinya
وَمَا wamā dan tidak
هُم hum mereka
بِضَآرِّينَ biḍārrīna dengan mudharat
بِهِۦ bihi dengannya
مِنْ min dari
أَحَدٍ aḥadin seseorang
إِلَّا illā kecuali
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَيَتَعَلَّمُونَ wayataʿallamūna dan mereka mempelajari
مَا mā tidak
يَضُرُّهُمْ yaḍurruhum memberi mudharat kepada mereka
وَلَا walā dan tidak
يَنفَعُهُمْ ۚ yanfaʿuhum memberi manfaat kepada mereka
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
عَلِمُوا۟ ʿalimū mereka telah mengetahui
لَمَنِ lamani bagi siapa
ٱشْتَرَىٰهُ ish'tarāhu mereka menukar
مَا mā tidak
لَهُۥ lahu bagi mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
مِنْ min dari
خَلَـٰقٍۢ ۚ khalāqin keuntungan
وَلَبِئْسَ walabi'sa dan sungguh buruk/jahat
مَا mā apa
شَرَوْا۟ sharaw mereka menukar
بِهِۦٓ bihi dengannya
أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka
لَوْ law kalau
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 103 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَلَوْ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَمَثُوبَةٌۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ ۖ لَّوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.

وَلَوْ walaw dan kalau
أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa
لَمَثُوبَةٌۭ lamathūbatun sungguh pahala
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَيْرٌۭ ۖ khayrun lebih baik
لَّوْ law kalau
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 104 - Surah Al-Baqara: 12 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقُولُوا۟ رَٰعِنَا وَقُولُوا۟ ٱنظُرْنَا وَٱسْمَعُوا۟ ۗ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina", tetapi katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu berkata
رَٰعِنَا rāʿinā peliharalah kami
وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah
ٱنظُرْنَا unẓur'nā perhatikan kami
وَٱسْمَعُوا۟ ۗ wa-is'maʿū dan dengarkanlah
وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Ayat 105 - Surah Al-Baqara: 25 kata

مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ وَلَا ٱلْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.

مَّا mā tidak
يَوَدُّ yawaddu menginginkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنْ min dari
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
وَلَا walā dan tidak
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
أَن an bahwa
يُنَزَّلَ yunazzala mereka menurunkan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebaikan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَخْتَصُّ yakhtaṣṣu Dia menentukan
بِرَحْمَتِهِۦ biraḥmatihi dengan rahmatNya
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
ذُو dhū mempunyai
ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia
ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar

Ayat 106 - Surah Al-Baqara: 19 kata

۞ مَا نَنسَخْ مِنْ ءَايَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍۢ مِّنْهَآ أَوْ مِثْلِهَآ ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

۞ مَا mā tidak
نَنسَخْ nansakh Kami hapuskan
مِنْ min dari
ءَايَةٍ āyatin sebuah ayat
أَوْ aw atau
نُنسِهَا nunsihā Kami jadikannya lupa
نَأْتِ nati Kami datangkan
بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan yang lebih baik
مِّنْهَآ min'hā daripadanya
أَوْ aw atau
مِثْلِهَآ ۗ mith'lihā sebanding dengannya
أَلَمْ alam tidakkah
تَعْلَمْ taʿlam kamu ketahui
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 107 - Surah Al-Baqara: 17 kata

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍ

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

أَلَمْ alam tidak
تَعْلَمْ taʿlam kamu ketahui
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَهُۥ lahu bagiNya
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi
وَمَا wamā dan tidak
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرٍ naṣīrin seorang penolong

Ayat 108 - Surah Al-Baqara: 18 kata

أَمْ تُرِيدُونَ أَن تَسْـَٔلُوا۟ رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِن قَبْلُ ۗ وَمَن يَتَبَدَّلِ ٱلْكُفْرَ بِٱلْإِيمَـٰنِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.

أَمْ am apakah
تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki
أَن an bahwa
تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu meminta
رَسُولَكُمْ rasūlakum Rasul kamu
كَمَا kamā sebagaimana
سُئِلَ su-ila ditanya
مُوسَىٰ mūsā Musa
مِن min dari
قَبْلُ ۗ qablu sebelum
وَمَن waman dan barang siapa
يَتَبَدَّلِ yatabaddali mengganti/menukar
ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran
بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan iman
فَقَدْ faqad maka sungguh
ضَلَّ ḍalla ia sesat
سَوَآءَ sawāa lurus
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan

Ayat 109 - Surah Al-Baqara: 33 kata

وَدَّ كَثِيرٌۭ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعْدِ إِيمَـٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًۭا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَٱعْفُوا۟ وَٱصْفَحُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَدَّ wadda ingin
كَثِيرٌۭ kathīrun kebanyakan
مِّنْ min dari
أَهْلِ ahli Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لَوْ law sekiranya
يَرُدُّونَكُم yaruddūnakum mereka mengembalikan kamu
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
إِيمَـٰنِكُمْ īmānikum imanmu
كُفَّارًا kuffāran kekafiran
حَسَدًۭا ḥasadan dengki
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
تَبَيَّنَ tabayyana jelas/nyata
لَهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلْحَقُّ ۖ l-ḥaqu kebenaran
فَٱعْفُوا۟ fa-iʿ'fū maka maafkanlah
وَٱصْفَحُوا۟ wa-iṣ'faḥū dan berlapang dadalah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَأْتِىَ yatiya mendatangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 110 - Surah Al-Baqara: 17 kata

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍۢ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ ۚ l-zakata zakat
وَمَا wamā dan apa
تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū kamu kerjakan
لِأَنفُسِكُم li-anfusikum untuk dirimu
مِّنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebaikan
تَجِدُوهُ tajidūhu kamu mendapatinya
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِمَا bimā dengan apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 111 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَقَالُوا۟ لَن يَدْخُلَ ٱلْجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوْ نَصَـٰرَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لَن lan tidak
يَدْخُلَ yadkhula mereka masuk
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
كَانَ kāna adalah
هُودًا hūdan Yahudi
أَوْ aw atau
نَصَـٰرَىٰ ۗ naṣārā Nasrani
تِلْكَ til'ka itu
أَمَانِيُّهُمْ ۗ amāniyyuhum angan-angan mereka
قُلْ qul katakan
هَاتُوا۟ hātū tunjukkan
بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum bukti kebenaranmu
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 112 - Surah Al-Baqara: 17 kata

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌۭ فَلَهُۥٓ أَجْرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

بَلَىٰ balā bahkan
مَنْ man barang siapa
أَسْلَمَ aslama menyerahkan diri
وَجْهَهُۥ wajhahu dirinya
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
وَهُوَ wahuwa dan Dia
مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun berbuat kebaikan
فَلَهُۥٓ falahu maka baginya
أَجْرُهُۥ ajruhu pahalanya
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya
وَلَا walā dan tidak
خَوْفٌ khawfun takut/khawatir
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati

Ayat 113 - Surah Al-Baqara: 31 kata

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ لَيْسَتِ ٱلنَّصَـٰرَىٰ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَىٰ لَيْسَتِ ٱلْيَهُودُ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَهُمْ يَتْلُونَ ٱلْكِتَـٰبَ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.

وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang Yahudi
لَيْسَتِ laysati tidak mempunyai
ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā Nasrani
عَلَىٰ ʿalā atas
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā Nasrani
لَيْسَتِ laysati tidak (mempunyai)
ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang Yahudi
عَلَىٰ ʿalā atas
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَهُمْ wahum dan mereka
يَتْلُونَ yatlūna mereka membaca
ٱلْكِتَـٰبَ ۗ l-kitāba Kitab
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian
قَالَ qāla berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
مِثْلَ mith'la seperti
قَوْلِهِمْ ۚ qawlihim ucapan mereka
فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah
يَحْكُمُ yaḥkumu Dia mengadili
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
فِيمَا fīmā didalam apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
فِيهِ fīhi didalamnya
يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan

Ayat 114 - Surah Al-Baqara: 30 kata

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ وَسَعَىٰ فِى خَرَابِهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَآ إِلَّا خَآئِفِينَ ۚ لَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌۭ وَلَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

وَمَنْ waman dan siapa
أَظْلَمُ aẓlamu lebih aniaya
مِمَّن mimman dari orang
مَّنَعَ manaʿa mencegah
مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَن an bahwa
يُذْكَرَ yudh'kara disebut
فِيهَا fīhā didalamnya
ٱسْمُهُۥ us'muhu namaNya
وَسَعَىٰ wasaʿā dan ia berusaha
فِى fī dalam
خَرَابِهَآ ۚ kharābihā merobohkannya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
مَا mā tidak
كَانَ kāna ada
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَن an bahwa
يَدْخُلُوهَآ yadkhulūhā mereka memasukinya
إِلَّا illā kecuali
خَآئِفِينَ ۚ khāifīna orang-orang takut
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
خِزْىٌۭ khiz'yun kehinaan
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 115 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَلِلَّهِ ٱلْمَشْرِقُ وَٱلْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا۟ فَثَمَّ وَجْهُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
ٱلْمَشْرِقُ l-mashriqu timur
وَٱلْمَغْرِبُ ۚ wal-maghribu dan barat
فَأَيْنَمَا fa-aynamā maka dimana saja
تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu menghadap
فَثَمَّ fathamma disitulah
وَجْهُ wajhu wajah
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 116 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًۭا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ بَل لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّۭ لَّهُۥ قَـٰنِتُونَ

Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
ٱتَّخَذَ ittakhadha mempunyai
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَدًۭا ۗ waladan anak
سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ sub'ḥānahu Maha Suci Dia
بَل bal bahkan
لَّهُۥ lahu milikNya
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
كُلٌّۭ kullun tiap-tiap
لَّهُۥ lahu kepadaNya
قَـٰنِتُونَ qānitūna mereka tunduk

Ayat 117 - Surah Al-Baqara: 11 kata

بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

بَدِيعُ badīʿu (Allah) pencipta
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
وَإِذَا wa-idhā dan bila
قَضَىٰٓ qaḍā Dia memutuskan
أَمْرًۭا amran suatu perkara
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah
يَقُولُ yaqūlu Dia berkata
لَهُۥ lahu kepadanya
كُن kun jadilah
فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah ia

Ayat 118 - Surah Al-Baqara: 24 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوْ تَأْتِينَآ ءَايَةٌۭ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَـٰبَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يُوقِنُونَ

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
لَوْلَا lawlā mengapa tidak
يُكَلِّمُنَا yukallimunā berbicara pada kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَوْ aw atau
تَأْتِينَآ tatīnā datang kepada kami
ءَايَةٌۭ ۗ āyatun tanda-tanda
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian
قَالَ qāla mengatakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka
مِّثْلَ mith'la seperti
قَوْلِهِمْ ۘ qawlihim ucapan mereka
تَشَـٰبَهَتْ tashābahat serupa
قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka
قَدْ qad sungguh
بَيَّنَّا bayyannā telah Kami jelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda
لِقَوْمٍۢ liqawmin kepada kaum
يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin

Ayat 119 - Surah Al-Baqara: 10 kata

إِنَّآ أَرْسَلْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ بَشِيرًۭا وَنَذِيرًۭا ۖ وَلَا تُسْـَٔلُ عَنْ أَصْحَـٰبِ ٱلْجَحِيمِ

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

إِنَّآ innā sesungguhnya Kami
أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami telah mengutusmu
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
بَشِيرًۭا bashīran pembawa berita gembira
وَنَذِيرًۭا ۖ wanadhīran dan pemberi peringatan
وَلَا walā dan tidak
تُسْـَٔلُ tus'alu kamu ditanya
عَنْ ʿan dari
أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni-penghuni
ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka

Ayat 120 - Surah Al-Baqara: 31 kata

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

وَلَن walan dan tidak
تَرْضَىٰ tarḍā senang
عَنكَ ʿanka padamu
ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi
وَلَا walā dan tidak
ٱلنَّصَـٰرَىٰ l-naṣārā orang Nasrani
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تَتَّبِعَ tattabiʿa kamu mengikuti
مِلَّتَهُمْ ۗ millatahum agama mereka
قُلْ qul katakan
إِنَّ inna sesungguhnya
هُدَى hudā petunjuk
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُوَ huwa ialah
ٱلْهُدَىٰ ۗ l-hudā petunjuk
وَلَئِنِ wala-ini dan jika
ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti
أَهْوَآءَهُم ahwāahum kemauan mereka
بَعْدَ baʿda sesudah
ٱلَّذِى alladhī yang
جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu
مِنَ mina dari
ٱلْعِلْمِ ۙ l-ʿil'mi pengetahuan
مَا mā tidak
لَكَ laka bagimu
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرٍ naṣīrin penolong

Ayat 121 - Surah Al-Baqara: 15 kata

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami telah berikan kepada mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
يَتْلُونَهُۥ yatlūnahu mereka membacanya
حَقَّ ḥaqqa benar
تِلَاوَتِهِۦٓ tilāwatihi bacaannya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِهِۦ ۗ bihi kepadanya
وَمَن waman dan barang siapa
يَكْفُرْ yakfur ingkar
بِهِۦ bihi kepadanya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi

Ayat 122 - Surah Al-Baqara: 11 kata

يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّى فَضَّلْتُكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melabihkan kamu atas segala umat.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah
نِعْمَتِىَ niʿ'matiya nikmatKu
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَنْعَمْتُ anʿamtu Aku anugerahkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَأَنِّى wa-annī dan bahwa Aku
فَضَّلْتُكُمْ faḍḍaltukum Aku telah melebihkan kalian
عَلَى ʿalā atas
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna segala umat

Ayat 123 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًۭا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍۢ شَيْـًۭٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌۭ وَلَا تَنفَعُهَا شَفَـٰعَةٌۭ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah kamu
يَوْمًۭا yawman suatu hari
لَّا lā tidak dapat
تَجْزِى tajzī menggantikan
نَفْسٌ nafsun seseorang
عَن ʿan dari
نَّفْسٍۢ nafsin seseorang
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
وَلَا walā dan tidak
يُقْبَلُ yuq'balu diterima
مِنْهَا min'hā daripadanya
عَدْلٌۭ ʿadlun tebusan
وَلَا walā dan tidak
تَنفَعُهَا tanfaʿuhā memberi manfaat
شَفَـٰعَةٌۭ shafāʿatun syafa'at/pertolongan
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong

Ayat 124 - Surah Al-Baqara: 19 kata

۞ وَإِذِ ٱبْتَلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَـٰتٍۢ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًۭا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".

۞ وَإِذِ wa-idhi dan apabila
ٱبْتَلَىٰٓ ib'talā menguji
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya
بِكَلِمَـٰتٍۢ bikalimātin dengan beberapa kalimat
فَأَتَمَّهُنَّ ۖ fa-atammahunna maka ia menunaikannya
قَالَ qāla Dia berfirman
إِنِّى innī sesungguhnya Aku
جَاعِلُكَ jāʿiluka menjadikan kamu
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
إِمَامًۭا ۖ imāman imam/pemimpin
قَالَ qāla ia berkata
وَمِن wamin dan dia
ذُرِّيَّتِى ۖ dhurriyyatī keturunanku
قَالَ qāla Dia berfirman
لَا lā tidak
يَنَالُ yanālu mengenai
عَهْدِى ʿahdī janjiKu
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 125 - Surah Al-Baqara: 22 kata

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةًۭ لِّلنَّاسِ وَأَمْنًۭا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِـۧمَ مُصَلًّۭى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَـٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah
مَثَابَةًۭ mathābatan tempat ziarah/berkumpul
لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَأَمْنًۭا wa-amnan dan tempat aman
وَٱتَّخِذُوا۟ wa-ittakhidhū dan jadikanlah
مِن min dari
مَّقَامِ maqāmi makam
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
مُصَلًّۭى ۖ muṣallan tempat sholat
وَعَهِدْنَآ waʿahid'nā dan Kami memerintahkan
إِلَىٰٓ ilā kepada
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
أَن an bahwa
طَهِّرَا ṭahhirā mensucikan
بَيْتِىَ baytiya rumahKu
لِلطَّآئِفِينَ lilṭṭāifīna untuk orang-orang yang thawaf
وَٱلْعَـٰكِفِينَ wal-ʿākifīna dan orang-orang yang i'tikaf
وَٱلرُّكَّعِ wal-rukaʿi dan orang-orang yang ruku
ٱلسُّجُودِ l-sujūdi orang-orang yang sujud

Ayat 126 - Surah Al-Baqara: 30 kata

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا ءَامِنًۭا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًۭا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berkata
إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim
رَبِّ rabbi Tuhanku
ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikanlah
هَـٰذَا hādhā ini
بَلَدًا baladan negeri
ءَامِنًۭا āminan aman
وَٱرْزُقْ wa-ur'zuq dan berilah rezki
أَهْلَهُۥ ahlahu penduduknya
مِنَ mina dari
ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan
مَنْ man orang
ءَامَنَ āmana beriman
مِنْهُم min'hum diantara mereka
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat
قَالَ qāla Dia berfirman
وَمَن waman dan orang
كَفَرَ kafara kafir
فَأُمَتِّعُهُۥ fa-umattiʿuhu maka Aku beri kesenangan ia
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
ثُمَّ thumma kemudian
أَضْطَرُّهُۥٓ aḍṭarruhu Aku paksa ia
إِلَىٰ ilā kepada
عَذَابِ ʿadhābi siksa
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
وَبِئْسَ wabi'sa dan amat buruk
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 127 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِـۧمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
يَرْفَعُ yarfaʿu meninggikan
إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim
ٱلْقَوَاعِدَ l-qawāʿida dasar-dasar
مِنَ mina dari
ٱلْبَيْتِ l-bayti rumah/Baitullah
وَإِسْمَـٰعِيلُ wa-is'māʿīlu dan Ismail
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
تَقَبَّلْ taqabbal terimalah
مِنَّآ ۖ minnā daripada kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 128 - Surah Al-Baqara: 17 kata

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةًۭ مُّسْلِمَةًۭ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
وَٱجْعَلْنَا wa-ij'ʿalnā dan jadikanlah kami
مُسْلِمَيْنِ mus'limayni dua orang yang tunduk/patuh
لَكَ laka pada Engkau
وَمِن wamin dan dari
ذُرِّيَّتِنَآ dhurriyyatinā keturunan/anak cucu kami
أُمَّةًۭ ummatan umat
مُّسْلِمَةًۭ mus'limatan orang-orang yang tunduk/patuh
لَّكَ laka pada Engkau
وَأَرِنَا wa-arinā dan tunjukkan pada kami
مَنَاسِكَنَا manāsikanā cara beribadah haji kami
وَتُبْ watub dan terimalah taubat
عَلَيْنَآ ۖ ʿalaynā atas kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 129 - Surah Al-Baqara: 16 kata

رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
وَٱبْعَثْ wa-ib'ʿath dan utuslah
فِيهِمْ fīhim pada/untuk mereka
رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul
مِّنْهُمْ min'hum dari (kalangan) mereka
يَتْلُوا۟ yatlū akan membacakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau
وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan ia mengajar mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmat
وَيُزَكِّيهِمْ ۚ wayuzakkīhim dan mensucikan mereka
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 130 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِـۧمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَـٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

وَمَن waman dan barang siapa
يَرْغَبُ yarghabu membenci
عَن ʿan dari
مِّلَّةِ millati agama
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
مَن man orang
سَفِهَ safiha membodohi
نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya sendiri
وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya
ٱصْطَفَيْنَـٰهُ iṣ'ṭafaynāhu Kami telah memilihnya
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
لَمِنَ lamina benar-benar termasuk
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang soleh

Ayat 131 - Surah Al-Baqara: 9 kata

إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

إِذْ idh ketika
قَالَ qāla berfirman
لَهُۥ lahu kepadanya
رَبُّهُۥٓ rabbuhu Tuhannya
أَسْلِمْ ۖ aslim tunduk/patuhlah
قَالَ qāla dia berkata
أَسْلَمْتُ aslamtu aku tunduk/patuh
لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 132 - Surah Al-Baqara: 16 kata

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَـٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

وَوَصَّىٰ wawaṣṣā dan telah mewasiatkan
بِهَآ bihā dengannya
إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim
بَنِيهِ banīhi anak-anaknya
وَيَعْقُوبُ wayaʿqūbu dan Yaqub
يَـٰبَنِىَّ yābaniyya Wahai keturunan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱصْطَفَىٰ iṣ'ṭafā telah memilih
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلدِّينَ l-dīna agama
فَلَا falā maka jangan
تَمُوتُنَّ tamūtunna kamu mati
إِلَّا illā kecuali
وَأَنتُم wa-antum dan kalian
مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk (muslim)

Ayat 133 - Surah Al-Baqara: 27 kata

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًۭا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

أَمْ am atau/apakah
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
شُهَدَآءَ shuhadāa menyaksikan
إِذْ idh ketika
حَضَرَ ḥaḍara hadir
يَعْقُوبَ yaʿqūba Yaqub
ٱلْمَوْتُ l-mawtu mati
إِذْ idh ketika
قَالَ qāla dia berkata
لِبَنِيهِ libanīhi kepada anak-anaknya
مَا mā apa
تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah
مِنۢ min dari
بَعْدِى baʿdī sesudah/sepeninggalku
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
نَعْبُدُ naʿbudu kami akan menyembah
إِلَـٰهَكَ ilāhaka Tuhanmu
وَإِلَـٰهَ wa-ilāha dan Tuhan
ءَابَآئِكَ ābāika bapak-bapakmu
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq
إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan
وَٰحِدًۭا wāḥidan satu/Esa
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
لَهُۥ lahu kepadaNya
مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk/patuh

Ayat 134 - Surah Al-Baqara: 15 kata

تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

تِلْكَ til'ka itulah
أُمَّةٌۭ ummatun umat
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ ۖ khalat telah lalu
لَهَا lahā baginya
مَا mā apa
كَسَبَتْ kasabat telah ia usahakan
وَلَكُم walakum dan bagimu
مَّا mā apa
كَسَبْتُمْ ۖ kasabtum sudah kamu usahakan
وَلَا walā dan tidak
تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya
عَمَّا ʿammā tentang apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 135 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَقَالُوا۟ كُونُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَـٰرَىٰ تَهْتَدُوا۟ ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِـۧمَ حَنِيفًۭا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu
هُودًا hūdan Yahudi
أَوْ aw atau
نَصَـٰرَىٰ naṣārā Nasrani
تَهْتَدُوا۟ ۗ tahtadū kamu akan mendapat petunjuk
قُلْ qul katakanlah
بَلْ bal bahkan
مِلَّةَ millata agama
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan lurus
وَمَا wamā dan bukan
كَانَ kāna dia menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna (golongan) orang musyrik

Ayat 136 - Surah Al-Baqara: 31 kata

قُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَآ أُوتِىَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

قُولُوٓا۟ qūlū katakanlah
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْنَا ilaynā kepada kami
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَىٰٓ ilā kepada
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq
وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yaqub
وَٱلْأَسْبَاطِ wal-asbāṭi dan anak-cucunya
وَمَآ wamā dan apa
أُوتِىَ ūtiya diberikan
مُوسَىٰ mūsā Musa
وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa
وَمَآ wamā dan apa
أُوتِىَ ūtiya diberikan
ٱلنَّبِيُّونَ l-nabiyūna Nabi-Nabi
مِن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
لَا lā tidak
نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan
بَيْنَ bayna di antara
أَحَدٍۢ aḥadin seseorang
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
لَهُۥ lahu kepadaNya
مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang tunduk/patuh

Ayat 137 - Surah Al-Baqara: 19 kata

فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍۢ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

فَإِنْ fa-in maka jika
ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman
بِمِثْلِ bimith'li seperti
مَآ mā apa
ءَامَنتُم āmantum kamu telah beriman
بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya
فَقَدِ faqadi maka sungguh
ٱهْتَدَوا۟ ۖ ih'tadaw mereka mendapat petunjuk
وَّإِن wa-in dan jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw berpaling
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah
هُمْ hum mereka
فِى fī dalam
شِقَاقٍۢ ۖ shiqāqin perpecahan/permusuhan
فَسَيَكْفِيكَهُمُ fasayakfīkahumu maka memelihara kamu terhadap mereka
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 138 - Surah Al-Baqara: 10 kata

صِبْغَةَ ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبْغَةًۭ ۖ وَنَحْنُ لَهُۥ عَـٰبِدُونَ

Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

صِبْغَةَ ṣib'ghata agama
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَمَنْ waman dan barang siapa
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
مِنَ mina daripada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
صِبْغَةًۭ ۖ ṣib'ghatan celupan
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
لَهُۥ lahu kepadanya
عَـٰبِدُونَ ʿābidūna orang-orang yang menyembah

Ayat 139 - Surah Al-Baqara: 14 kata

قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِى ٱللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَـٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـٰلُكُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُخْلِصُونَ

Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,

قُلْ qul katakanlah
أَتُحَآجُّونَنَا atuḥājjūnanā apakah kamu akan memperdebatkan Kami
فِى fī tentang
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَهُوَ wahuwa dan Dia
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu
وَلَنَآ walanā dan bagi kami
أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amalan kami
وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu
أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amalan kamu
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
لَهُۥ lahu kepadaNya
مُخْلِصُونَ mukh'liṣūna orang-orang yang mengikhlaskan hati

Ayat 140 - Surah Al-Baqara: 30 kata

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطَ كَانُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَـٰرَىٰ ۗ قُلْ ءَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ ٱللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَـٰدَةً عِندَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

أَمْ am ataukah/apakah
تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan
إِنَّ inna sesungguhnya
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq
وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Yaqub
وَٱلْأَسْبَاطَ wal-asbāṭa dan anak-cucunya
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
هُودًا hūdan orang Yahudi
أَوْ aw atau
نَصَـٰرَىٰ ۗ naṣārā Nasrani
قُلْ qul katakanlah
ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
أَمِ ami ataukah/apakah
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَمَنْ waman dan siapa
أَظْلَمُ aẓlamu lebih dzalim
مِمَّن mimman daripada orang
كَتَمَ katama menyembunyikan
شَهَـٰدَةً shahādatan kesaksian
عِندَهُۥ ʿindahu disisinya
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan tidaklah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin lengah
عَمَّا ʿammā dari apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 141 - Surah Al-Baqara: 15 kata

تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

تِلْكَ til'ka itulah
أُمَّةٌۭ ummatun umat
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ ۖ khalat telah lalu
لَهَا lahā baginya
مَا mā apa
كَسَبَتْ kasabat ia usahakan
وَلَكُم walakum dan bagimu
مَّا mā apa
كَسَبْتُمْ ۖ kasabtum kamu usahakan
وَلَا walā dan tidak
تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu ditanya
عَمَّا ʿammā dari/tentang apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 142 - Surah Al-Baqara: 21 kata

۞ سَيَقُولُ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَ ٱلنَّاسِ مَا وَلَّىٰهُمْ عَن قِبْلَتِهِمُ ٱلَّتِى كَانُوا۟ عَلَيْهَا ۚ قُل لِّلَّهِ ٱلْمَشْرِقُ وَٱلْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

۞ سَيَقُولُ sayaqūlu akan berkata
ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang bodoh
مِنَ mina dari/diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
مَا mā apakah
وَلَّىٰهُمْ wallāhum memalingkan mereka
عَن ʿan dari
قِبْلَتِهِمُ qib'latihimu kiblat mereka
ٱلَّتِى allatī yang
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya/kepadanya
قُل qul katakanlah
لِّلَّهِ lillahi milik Allah
ٱلْمَشْرِقُ l-mashriqu timur
وَٱلْمَغْرِبُ ۚ wal-maghribu dan barat
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus

Ayat 143 - Surah Al-Baqara: 45 kata

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَـٰكُمْ أُمَّةًۭ وَسَطًۭا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًۭا ۗ وَمَا جَعَلْنَا ٱلْقِبْلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَـٰنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu
جَعَلْنَـٰكُمْ jaʿalnākum Kami telah menjadikan kamu
أُمَّةًۭ ummatan umat
وَسَطًۭا wasaṭan pertengahan
لِّتَكُونُوا۟ litakūnū agar kamu menjadi
شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi
عَلَى ʿalā atas
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَيَكُونَ wayakūna dan adalah
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
شَهِيدًۭا ۗ shahīdan saksi
وَمَا wamā dan tidak
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
ٱلْقِبْلَةَ l-qib'lata kiblat
ٱلَّتِى allatī yang
كُنتَ kunta adalah kamu
عَلَيْهَآ ʿalayhā kepadanya (Baitul Maqdis)
إِلَّا illā kecuali/melainkan
لِنَعْلَمَ linaʿlama agar Kami mengetahui
مَن man orang/siapa
يَتَّبِعُ yattabiʿu ia mengikuti
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
مِمَّن mimman daripada orang/siapa
يَنقَلِبُ yanqalibu ia berbalik
عَلَىٰ ʿalā atas
عَقِبَيْهِ ۚ ʿaqibayhi dua tumitnya
وَإِن wa-in dan sebenarnya
كَانَتْ kānat adalah
لَكَبِيرَةً lakabīratan sungguh berat
إِلَّا illā kecuali
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هَدَى hadā memberi petunjuk
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيُضِيعَ liyuḍīʿa hendak menyia-nyiakan
إِيمَـٰنَكُمْ ۚ īmānakum iman kamu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِٱلنَّاسِ bil-nāsi dengan/kepada manusia
لَرَءُوفٌۭ laraūfun amat Pengasih
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 144 - Surah Al-Baqara: 34 kata

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةًۭ تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

قَدْ qad sungguh
نَرَىٰ narā Kami melihat
تَقَلُّبَ taqalluba menengadah
وَجْهِكَ wajhika mukamu
فِى fī di/ke
ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit
فَلَنُوَلِّيَنَّكَ falanuwalliyannaka lalu Kami hadapkan kamu
قِبْلَةًۭ qib'latan kiblat
تَرْضَىٰهَا ۚ tarḍāhā kamu sukai
فَوَلِّ fawalli maka palingkan
وَجْهَكَ wajhaka mukamu
شَطْرَ shaṭra ke arah
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram
وَحَيْثُ waḥaythu dan dimana
مَا mā apa/saja
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فَوَلُّوا۟ fawallū maka palingkanlah
وُجُوهَكُمْ wujūhakum mukamu
شَطْرَهُۥ ۗ shaṭrahu kearahnya
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
لَيَعْلَمُونَ layaʿlamūna sungguh mereka mengetahui
أَنَّهُ annahu sesungguhnya itu
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar
مِن min dari
رَّبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka
وَمَا wamā dan tidak
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah/lalai
عَمَّا ʿammā dari apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 145 - Surah Al-Baqara: 32 kata

وَلَئِنْ أَتَيْتَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ بِكُلِّ ءَايَةٍۢ مَّا تَبِعُوا۟ قِبْلَتَكَ ۚ وَمَآ أَنتَ بِتَابِعٍۢ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُم بِتَابِعٍۢ قِبْلَةَ بَعْضٍۢ ۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu -- kalau begitu -- termasuk golongan orang-orang yang zalim.

وَلَئِنْ wala-in dan sungguh jika
أَتَيْتَ atayta kamu mendatangkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
بِكُلِّ bikulli dengan tiap-tiap/semua
ءَايَةٍۢ āyatin ayat/keterangan
مَّا mā tidak
تَبِعُوا۟ tabiʿū mereka mengikuti
قِبْلَتَكَ ۚ qib'lataka kiblatmu
وَمَآ wamā dan tidak
أَنتَ anta kamu
بِتَابِعٍۢ bitābiʿin dengan mengikuti
قِبْلَتَهُمْ ۚ qib'latahum kiblat mereka
وَمَا wamā dan tidak
بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka
بِتَابِعٍۢ bitābiʿin dengan mengikuti
قِبْلَةَ qib'lata kiblat
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain
وَلَئِنِ wala-ini dan sungguh jika
ٱتَّبَعْتَ ittabaʿta kamu mengikuti
أَهْوَآءَهُم ahwāahum keinginan mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَكَ jāaka datang kepadamu
مِنَ mina dari
ٱلْعِلْمِ ۙ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
إِذًۭا idhan kalau begitu
لَّمِنَ lamina termasuk dari/golongan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 146 - Surah Al-Baqara: 14 kata

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًۭا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ ٱلْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami telah berikan mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
يَعْرِفُونَهُۥ yaʿrifūnahu mereka mengenalnya (Muhammad)
كَمَا kamā sebagaimana/seperti
يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengenal
أَبْنَآءَهُمْ ۖ abnāahum anak-anak mereka
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya mereka
فَرِيقًۭا farīqan segolongan
مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
لَيَكْتُمُونَ layaktumūna sungguh mereka menyembunyikan
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran
وَهُمْ wahum dan mereka
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 147 - Surah Al-Baqara: 7 kata

ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

ٱلْحَقُّ al-ḥaqu kebenaran
مِن min dari
رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
فَلَا falā maka jangan
تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu adalah
مِنَ mina dari
ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu

Ayat 148 - Surah Al-Baqara: 19 kata

وَلِكُلٍّۢ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap orang/umat
وِجْهَةٌ wij'hatun tujuan/kiblat
هُوَ huwa ia
مُوَلِّيهَا ۖ muwallīhā menghadap kepadanya
فَٱسْتَبِقُوا۟ fa-is'tabiqū maka berlomba-lombalah kamu
ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebaikan
أَيْنَ ayna dimana
مَا mā saja
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
يَأْتِ yati mendatangkan/mengumpulkan
بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian
ٱللَّهُ l-lahu Allah
جَمِيعًا ۚ jamīʿan semua
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 149 - Surah Al-Baqara: 17 kata

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

وَمِنْ wamin dan dari
حَيْثُ ḥaythu mana saja
خَرَجْتَ kharajta kamu keluar
فَوَلِّ fawalli maka hadapkanlah
وَجْهَكَ wajhaka wajahmu
شَطْرَ shaṭra kearah
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya
لَلْحَقُّ lalḥaqqu benar-benar hak
مِن min dari
رَّبِّكَ ۗ rabbika Tuhanmu
وَمَا wamā dan tidak
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai/lengah
عَمَّا ʿammā dari apa yang
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 150 - Surah Al-Baqara: 31 kata

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِى وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِى عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

وَمِنْ wamin dan dari
حَيْثُ ḥaythu mana saja
خَرَجْتَ kharajta kamu keluar
فَوَلِّ fawalli maka hadapkanlah
وَجْهَكَ wajhaka wajahmu
شَطْرَ shaṭra kearah
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram
وَحَيْثُ waḥaythu dan dimana
مَا mā apa/saja
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فَوَلُّوا۟ fawallū maka hadapkan
وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu
شَطْرَهُۥ shaṭrahu kearahnya
لِئَلَّا li-allā agar tidak
يَكُونَ yakūna mereka adalah
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
حُجَّةٌ ḥujjatun alasan
إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
فَلَا falā maka janganlah
تَخْشَوْهُمْ takhshawhum kamu takut pada mereka
وَٱخْشَوْنِى wa-ikh'shawnī dan takutlah kepadaKu
وَلِأُتِمَّ wali-utimma dan agar Aku sempurnakan
نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatKu
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu
تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk

Ayat 151 - Surah Al-Baqara: 17 kata

كَمَآ أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًۭا مِّنكُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا۟ تَعْلَمُونَ

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

كَمَآ kamā sebagaimana
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus
فِيكُمْ fīkum kepadamu
رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
وَيُزَكِّيكُمْ wayuzakkīkum dan dia mensucikan kamu
وَيُعَلِّمُكُمُ wayuʿallimukumu dan dia mengajarkan kamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah
وَيُعَلِّمُكُم wayuʿallimukum dan dia mengajarkan kamu
مَّا mā apa
لَمْ lam belum
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 152 - Surah Al-Baqara: 6 kata

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

فَٱذْكُرُونِىٓ fa-udh'kurūnī maka ingatlah kepadaKU
أَذْكُرْكُمْ adhkur'kum Aku ingat kepadamu
وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah
لِى lī kepadaKu
وَلَا walā dan jangan
تَكْفُرُونِ takfurūni kalian kafir

Ayat 153 - Surah Al-Baqara: 10 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱسْتَعِينُوا۟ is'taʿīnū mohonlah pertolongan
بِٱلصَّبْرِ bil-ṣabri dengan sabar
وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ wal-ṣalati dan sholat
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَعَ maʿa beserta
ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Ayat 154 - Surah Al-Baqara: 13 kata

وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌۭ وَلَـٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

وَلَا walā dan jangan
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
لِمَن liman bagi/terhadap orang
يُقْتَلُ yuq'talu terbunuh
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَمْوَٰتٌۢ ۚ amwātun mati
بَلْ bal bahkan/tetapi
أَحْيَآءٌۭ aḥyāon hidup
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لَّا lā tidak
تَشْعُرُونَ tashʿurūna kamu menyadari

Ayat 155 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم walanabluwannakum dan sungguh akan Kami beri cobaan
بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu
مِّنَ mina dari
ٱلْخَوْفِ l-khawfi ketakutan
وَٱلْجُوعِ wal-jūʿi dan kelaparan
وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan
مِّنَ mina dari
ٱلْأَمْوَٰلِ l-amwāli harta
وَٱلْأَنفُسِ wal-anfusi dan jiwa
وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ wal-thamarāti dan buah-buahan
وَبَشِّرِ wabashiri dan berikan berita gembira
ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Ayat 156 - Surah Al-Baqara: 10 kata

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
إِذَآ idhā apabila
أَصَـٰبَتْهُم aṣābathum menimpa mereka
مُّصِيبَةٌۭ muṣībatun musibah
قَالُوٓا۟ qālū mereka mengucapkan
إِنَّا innā sesungguhnya kami
لِلَّهِ lillahi milik Allah
وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
رَٰجِعُونَ rājiʿūna mereka kembali

Ayat 157 - Surah Al-Baqara: 9 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۭ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
صَلَوَٰتٌۭ ṣalawātun kehormatan/keberkatan
مِّن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَرَحْمَةٌۭ ۖ waraḥmatun dan rahmat
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُهْتَدُونَ l-muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 158 - Surah Al-Baqara: 24 kata

۞ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًۭا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلصَّفَا l-ṣafā Shafa
وَٱلْمَرْوَةَ wal-marwata dan Marwa
مِن min daripada
شَعَآئِرِ shaʿāiri tanda-tanda/syi'ar
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
فَمَنْ faman maka barang siapa
حَجَّ ḥajja beribadah haji
ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah/Baitullah
أَوِ awi atau
ٱعْتَمَرَ iʿ'tamara berumrah
فَلَا falā maka/mengapa tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أَن an untuk
يَطَّوَّفَ yaṭṭawwafa bertawaf/mengerjakan sa'i
بِهِمَا ۚ bihimā diantara keduanya
وَمَن waman dan barang siapa
تَطَوَّعَ taṭawwaʿa mengerjakan dengan kerelaan
خَيْرًۭا khayran kebaikan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَاكِرٌ shākirun Maha Mensyukuri
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 159 - Surah Al-Baqara: 20 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنَّـٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتَـٰبِ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللَّـٰعِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَكْتُمُونَ yaktumūna (mereka) menyembunyikan
مَآ mā apa
أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan
مِنَ mina dari
ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti keterangan/keterangan
وَٱلْهُدَىٰ wal-hudā dan petunjuk
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
بَيَّنَّـٰهُ bayyannāhu telah Kami terangkan
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
فِى fī dalam
ٱلْكِتَـٰبِ ۙ l-kitābi Al Kitab
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
يَلْعَنُهُمُ yalʿanuhumu melaknati/mengutuk mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَيَلْعَنُهُمُ wayalʿanuhumu dan melaknati/mengutuk mereka
ٱللَّـٰعِنُونَ l-lāʿinūna para pelaknat/pengutuk

Ayat 160 - Surah Al-Baqara: 11 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat
وَأَصْلَحُوا۟ wa-aṣlaḥū dan mengadakan perbaikan
وَبَيَّنُوا۟ wabayyanū dan mereka menerangkan
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah
أَتُوبُ atūbu Aku penerima taubat
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
وَأَنَا wa-anā dan Aku
ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 161 - Surah Al-Baqara: 13 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ ٱللَّهِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati
وَهُمْ wahum dan mereka
كُفَّارٌ kuffārun orang-orang kafir
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
لَعْنَةُ laʿnatu kutukan/laknat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan para Malaikat
وَٱلنَّاسِ wal-nāsi manusia
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna seluruhnya

Ayat 162 - Surah Al-Baqara: 9 kata

خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۖ fīhā didalamnya
لَا lā tidak
يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan
عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka
ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksa
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh

Ayat 163 - Surah Al-Baqara: 9 kata

وَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

وَإِلَـٰهُكُمْ wa-ilāhukum dan Tuhanmu
إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan
وَٰحِدٌۭ ۖ wāḥidun satu/esa
لَّآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā melainkan
هُوَ huwa Dia
ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 164 - Surah Al-Baqara: 43 kata

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍۢ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍۢ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَـٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī dalam/pada
خَلْقِ khalqi kejadian/penciptaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan pergantian
ٱلَّيْلِ al-layli malam
وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang
وَٱلْفُلْكِ wal-ful'ki dan bahtera
ٱلَّتِى allatī yang
تَجْرِى tajrī berlayar
فِى fī di
ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut
بِمَا bimā dengan apa
يَنفَعُ yanfaʿu memberi manfaat
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
وَمَآ wamā dan apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
مِن min dari
مَّآءٍۢ māin air
فَأَحْيَا fa-aḥyā maka/lalu Dia menghidupkan
بِهِ bihi dengannya
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
بَعْدَ baʿda sesudah
مَوْتِهَا mawtihā matinya
وَبَثَّ wabatha dan Dia sebarkan
فِيهَا fīhā di dalamnya
مِن min dari
كُلِّ kulli segala
دَآبَّةٍۢ dābbatin hewan
وَتَصْرِيفِ wataṣrīfi dan pergerakan
ٱلرِّيَـٰحِ l-riyāḥi angin
وَٱلسَّحَابِ wal-saḥābi dan awan
ٱلْمُسَخَّرِ l-musakhari dikendalikan
بَيْنَ bayna antara
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh tanda-tanda
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal (memikirkan)

Ayat 165 - Surah Al-Baqara: 31 kata

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًۭا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًۭا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

وَمِنَ wamina dan dari/sebagian
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
مَن man orang
يَتَّخِذُ yattakhidhu dia mengambil/menyembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu/tandingan
يُحِبُّونَهُمْ yuḥibbūnahum mereka mencintainya
كَحُبِّ kaḥubbi sebagaimana mencintai
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَشَدُّ ashaddu amat sangat
حُبًّۭا ḥubban cinta
لِّلَّهِ ۗ lillahi kepada Allah
وَلَوْ walaw dan seandainya
يَرَى yarā mengetahui/melihat
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوٓا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
إِذْ idh ketika
يَرَوْنَ yarawna mereka melihat
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksa
أَنَّ anna bahwasanya
ٱلْقُوَّةَ l-quwata kekuatan
لِلَّهِ lillahi milik Allah
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu amat berat
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksa(Nya)

Ayat 166 - Surah Al-Baqara: 12 kata

إِذْ تَبَرَّأَ ٱلَّذِينَ ٱتُّبِعُوا۟ مِنَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوا۟ وَرَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ ٱلْأَسْبَابُ

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

إِذْ idh ketika
تَبَرَّأَ tabarra-a berlepas tangan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتُّبِعُوا۟ ittubiʿū (mereka) diikuti
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū (mereka) mengikuti
وَرَأَوُا۟ wara-awū dan mereka melihat
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksa
وَتَقَطَّعَتْ wataqaṭṭaʿat dan terputuslah
بِهِمُ bihimu dengan mereka
ٱلْأَسْبَابُ l-asbābu sebab-sebab/hubungan

Ayat 167 - Surah Al-Baqara: 23 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوا۟ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةًۭ فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا۟ مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعْمَـٰلَهُمْ حَسَرَٰتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُم بِخَـٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ

Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّبَعُوا۟ ittabaʿū (mereka) mengikuti
لَوْ law seandainya
أَنَّ anna bahwa
لَنَا lanā bagi kami
كَرَّةًۭ karratan kembali lagi
فَنَتَبَرَّأَ fanatabarra-a maka kami berlepas diri
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
كَمَا kamā sebagaimana
تَبَرَّءُوا۟ tabarraū mereka berlepas diri
مِنَّا ۗ minnā dari kami
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُرِيهِمُ yurīhimu memperlihatkan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal perbuatan mereka
حَسَرَٰتٍ ḥasarātin penyesalan
عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka
وَمَا wamā dan tidak
هُم hum mereka
بِخَـٰرِجِينَ bikhārijīna sebagai orang-orang yang keluar
مِنَ mina dari
ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Ayat 168 - Surah Al-Baqara: 16 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
كُلُوا۟ kulū makanlah
مِمَّا mimmā dariapa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal
طَيِّبًۭا ṭayyiban baik/bersih
وَلَا walā dan jangan
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
مُّبِينٌ mubīnun yang nyata

Ayat 169 - Surah Al-Baqara: 11 kata

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِٱلسُّوٓءِ وَٱلْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَأْمُرُكُم yamurukum ia menyuruh kamu
بِٱلسُّوٓءِ bil-sūi dengan kejahatan
وَٱلْفَحْشَآءِ wal-faḥshāi dan perbuatan keji
وَأَن wa-an dan supaya
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā yang tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 170 - Surah Al-Baqara: 22 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُوا۟ بَلْ نَتَّبِعُ مَآ أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۗ أَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْـًۭٔا وَلَا يَهْتَدُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah
مَآ mā apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
بَلْ bal tidak/bahkan
نَتَّبِعُ nattabiʿu kami mengikuti
مَآ mā apa
أَلْفَيْنَا alfaynā kami dapati
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ءَابَآءَنَآ ۗ ābāanā bapak-bapak kami
أَوَلَوْ awalaw apakah walaupun
كَانَ kāna adalah
ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka
لَا lā tidak
يَعْقِلُونَ yaʿqilūna berakal/mengerti
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
وَلَا walā dan tidak
يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk

Ayat 171 - Surah Al-Baqara: 18 kata

وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ كَمَثَلِ ٱلَّذِى يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَآءًۭ وَنِدَآءًۭ ۚ صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌۭ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
كَمَثَلِ kamathali seperti perumpamaan
ٱلَّذِى alladhī yang/orang
يَنْعِقُ yanʿiqu dia berteriak/memanggil
بِمَا bimā dengan/kepada apa
لَا lā tidak
يَسْمَعُ yasmaʿu ia mendengar
إِلَّا illā kecuali/selain
دُعَآءًۭ duʿāan panggilan
وَنِدَآءًۭ ۚ wanidāan dan seruan
صُمٌّۢ ṣummun (mereka) tuli
بُكْمٌ buk'mun dengan/untuk kalian
عُمْىٌۭ ʿum'yun (mereka) buta
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mengerti

Ayat 172 - Surah Al-Baqara: 14 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا رَزَقْنَـٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
كُلُوا۟ kulū makanlah
مِن min dari
طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik
مَا mā apa
رَزَقْنَـٰكُمْ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu
وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
إِيَّاهُ iyyāhu kepadaNya
تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah

Ayat 173 - Surah Al-Baqara: 25 kata

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍۢ وَلَا عَادٍۢ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
حَرَّمَ ḥarrama Dia mengharamkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْمَيْتَةَ l-maytata bangkai
وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah
وَلَحْمَ walaḥma dan daging
ٱلْخِنزِيرِ l-khinzīri babi
وَمَآ wamā dan apa-apa
أُهِلَّ uhilla disembelih
بِهِۦ bihi dengannya
لِغَيْرِ lighayri selain
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa
غَيْرَ ghayra selain/tidak
بَاغٍۢ bāghin sengaja
وَلَا walā maka tidak
عَادٍۢ ʿādin melampaui batas
فَلَآ falā maka tidak
إِثْمَ ith'ma berdosa
عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atas/terhadapnya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 174 - Surah Al-Baqara: 29 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًا ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ إِلَّا ٱلنَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَكْتُمُونَ yaktumūna (mereka) menyembunyikan
مَآ mā apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
وَيَشْتَرُونَ wayashtarūna dan mereka menjual
بِهِۦ bihi dengannya
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًا ۙ qalīlan sedikit/murah
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
مَا mā tidak
يَأْكُلُونَ yakulūna mereka memakan
فِى fī dalam
بُطُونِهِمْ buṭūnihim perut mereka
إِلَّا illā kecuali/melainkan
ٱلنَّارَ l-nāra api
وَلَا walā dan tidak
يُكَلِّمُهُمُ yukallimuhumu berbicara kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
وَلَا walā dan tidak
يُزَكِّيهِمْ yuzakkīhim Dia mensucikan mereka
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
أَلِيمٌ alīmun pedih

Ayat 175 - Surah Al-Baqara: 11 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَـٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ وَٱلْعَذَابَ بِٱلْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَآ أَصْبَرَهُمْ عَلَى ٱلنَّارِ

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱشْتَرَوُا۟ ish'tarawū (mereka) membeli
ٱلضَّلَـٰلَةَ l-ḍalālata kesesatan
بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk
وَٱلْعَذَابَ wal-ʿadhāba dan siksa
بِٱلْمَغْفِرَةِ ۚ bil-maghfirati dengan ampunan
فَمَآ famā maka alangkah
أَصْبَرَهُمْ aṣbarahum sangat tahan/sabarnya mereka
عَلَى ʿalā diatas
ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Ayat 176 - Surah Al-Baqara: 14 kata

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ نَزَّلَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِى ٱلْكِتَـٰبِ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍۢ

Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).

ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
بِأَنَّ bi-anna karena sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
نَزَّلَ nazzala Dia menurunkan
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
بِٱلْحَقِّ ۗ bil-ḥaqi dengan kebenaran
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū (mereka) berselisih
فِى fī didalam/tentang
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
لَفِى lafī tentu dalam
شِقَاقٍۭ shiqāqin perpecahan
بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh

Ayat 177 - Surah Al-Baqara: 51 kata

۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَـٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

۞ لَّيْسَ laysa bukanlah
ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan/kebaktian
أَن an bahwa
تُوَلُّوا۟ tuwallū kamu menghadapkan
وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu
قِبَلَ qibala kearah
ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur
وَٱلْمَغْرِبِ wal-maghribi dan barat
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan/kebaktian
مَنْ man orang
ءَامَنَ āmana dia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ wal-malāikati dan malaikat
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi dan Kitab
وَٱلنَّبِيِّـۧنَ wal-nabiyīna dan Nabi-Nabi
وَءَاتَى waātā dan memberikan
ٱلْمَالَ l-māla harta
عَلَىٰ ʿalā atas
حُبِّهِۦ ḥubbihi dicintainya
ذَوِى dhawī kelompok
ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim
وَٱلْمَسَـٰكِينَ wal-masākīna dan orang-orang miskin
وَٱبْنَ wa-ib'na dan orang
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli (dalam) perjalanan
وَٱلسَّآئِلِينَ wal-sāilīna dan orang yang minta-minta
وَفِى wafī dan didalam
ٱلرِّقَابِ l-riqābi memerdekakan hamba sahaya
وَأَقَامَ wa-aqāma dan mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتَى waātā dan menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَٱلْمُوفُونَ wal-mūfūna dan orang-orang yang menepati
بِعَهْدِهِمْ biʿahdihim pada janji mereka
إِذَا idhā apabila
عَـٰهَدُوا۟ ۖ ʿāhadū mereka berjanji
وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan orang-orang yang sabar
فِى fī dalam
ٱلْبَأْسَآءِ l-basāi kesempitan
وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan kemelaratan
وَحِينَ waḥīna dan ketika
ٱلْبَأْسِ ۗ l-basi perang
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
صَدَقُوا۟ ۖ ṣadaqū mereka benar
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa

Ayat 178 - Surah Al-Baqara: 37 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌۭ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌۭ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْقِصَاصُ l-qiṣāṣu hukum Qishash
فِى fī didalam
ٱلْقَتْلَى ۖ l-qatlā pembunuhan
ٱلْحُرُّ l-ḥuru orang merdeka
بِٱلْحُرِّ bil-ḥuri dengan orang merdeka
وَٱلْعَبْدُ wal-ʿabdu dan hamba sahaya
بِٱلْعَبْدِ bil-ʿabdi dengan hamba sahaya
وَٱلْأُنثَىٰ wal-unthā dan wanita
بِٱلْأُنثَىٰ ۚ bil-unthā dengan wanita
فَمَنْ faman maka barang siapa
عُفِىَ ʿufiya dimaafkan
لَهُۥ lahu padanya
مِنْ min dari
أَخِيهِ akhīhi saudaranya
شَىْءٌۭ shayon sesuatu
فَٱتِّبَاعٌۢ fa-ittibāʿun maka hendaklah mengikuti
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik
وَأَدَآءٌ wa-adāon dan membayar diat
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ bi-iḥ'sānin dengan baik
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
تَخْفِيفٌۭ takhfīfun keringanan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَرَحْمَةٌۭ ۗ waraḥmatun dan rahmat
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā melampaui batas
بَعْدَ baʿda sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
فَلَهُۥ falahu maka baginya
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih

Ayat 179 - Surah Al-Baqara: 8 kata

وَلَكُمْ فِى ٱلْقِصَاصِ حَيَوٰةٌۭ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.

وَلَكُمْ walakum dan bagimu
فِى fī dalam
ٱلْقِصَاصِ l-qiṣāṣi qishash
حَيَوٰةٌۭ ḥayatun kehidupan
يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang
ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Ayat 180 - Surah Al-Baqara: 16 kata

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ إِن تَرَكَ خَيْرًا ٱلْوَصِيَّةُ لِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلْمُتَّقِينَ

Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.

كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِذَا idhā apabila
حَضَرَ ḥaḍara datang
أَحَدَكُمُ aḥadakumu seorang diantara kamu
ٱلْمَوْتُ l-mawtu maut/kematian
إِن in jika
تَرَكَ taraka ia meninggalkan
خَيْرًا khayran kebaikan
ٱلْوَصِيَّةُ l-waṣiyatu wasiat
لِلْوَٰلِدَيْنِ lil'wālidayni untuk kedua orang tua
وَٱلْأَقْرَبِينَ wal-aqrabīna dan para kerabat
بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik
حَقًّا ḥaqqan kewajiban
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 181 - Surah Al-Baqara: 14 kata

فَمَنۢ بَدَّلَهُۥ بَعْدَ مَا سَمِعَهُۥ فَإِنَّمَآ إِثْمُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

فَمَنۢ faman maka barang siapa
بَدَّلَهُۥ baddalahu mengubahnya
بَعْدَ setelah
مَا baʿdamā
سَمِعَهُۥ samiʿahu apa
فَإِنَّمَآ fa-innamā yang mendengarnya
إِثْمُهُۥ ith'muhu maka sesungguhnya hanyalah
عَلَى ʿalā dosanya
ٱلَّذِينَ alladhīna atas
يُبَدِّلُونَهُۥٓ ۚ yubaddilūnahu orang-orang yang
إِنَّ inna (mereka) mengubahnya
ٱللَّهَ al-laha sesungguhnya
سَمِيعٌ sami'un Allah
عَلِيمٌۭ alimun Maha Mendengar

Ayat 182 - Surah Al-Baqara: 16 kata

فَمَنْ خَافَ مِن مُّوصٍۢ جَنَفًا أَوْ إِثْمًۭا فَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

فَمَنْ faman maka barang siapa
خَافَ khāfa khawatir
مِن min dari
مُّوصٍۢ mūṣin orang yang berwasiat
جَنَفًا janafan berat sebelah
أَوْ aw atau
إِثْمًۭا ith'man berbuat dosa
فَأَصْلَحَ fa-aṣlaḥa maka ia mendamaikan
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
فَلَآ falā maka tidak ada
إِثْمَ ith'ma dosa
عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasnya/baginya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 183 - Surah Al-Baqara: 14 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلصِّيَامُ l-ṣiyāmu berpuasa
كَمَا kamā sebagaimana
كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Ayat 184 - Surah Al-Baqara: 32 kata

أَيَّامًۭا مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌۭ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌۭ طَعَامُ مِسْكِينٍۢ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًۭا فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

أَيَّامًۭا ayyāman beberapa hari
مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ maʿdūdātin yang tertentu
فَمَن faman maka barang siapa
كَانَ kāna adalah ia
مِنكُم minkum diantara kamu
مَّرِيضًا marīḍan sakit
أَوْ aw atau
عَلَىٰ ʿalā atas
سَفَرٍۢ safarin perjalanan
فَعِدَّةٌۭ faʿiddatun maka hitunglah
مِّنْ min dari
أَيَّامٍ ayyāmin hari-hari
أُخَرَ ۚ ukhara lain
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُطِيقُونَهُۥ yuṭīqūnahu mereka berat menjalankannya
فِدْيَةٌۭ fid'yatun fidyah/denda
طَعَامُ ṭaʿāmu memberi makan
مِسْكِينٍۢ ۖ mis'kīnin seorang miskin
فَمَن faman maka barang siapa
تَطَوَّعَ taṭawwaʿa ia mengerjakan
خَيْرًۭا khayran kebaikan/kebajikan
فَهُوَ fahuwa maka ia
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّهُۥ ۚ lahu baginya
وَأَن wa-an dan bahwa
تَصُومُوا۟ taṣūmū kamu berpuasa
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 185 - Surah Al-Baqara: 44 kata

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌۭ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

شَهْرُ shahru bulan
رَمَضَانَ ramaḍāna Ramadhan
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أُنزِلَ unzila diturunkan
فِيهِ fīhi didalamnya
ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran
هُدًۭى hudan petunjuk
لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَبَيِّنَـٰتٍۢ wabayyinātin dan penjelasan-penjelasan
مِّنَ mina dari
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk
وَٱلْفُرْقَانِ ۚ wal-fur'qāni dan Furqan (pembeda)
فَمَن faman maka barang siapa
شَهِدَ shahida menyaksikan
مِنكُمُ minkumu diantara kamu
ٱلشَّهْرَ l-shahra bulan
فَلْيَصُمْهُ ۖ falyaṣum'hu maka hendaklah ia berpuasa
وَمَن waman dan barang siapa
كَانَ kāna adalah ia
مَرِيضًا marīḍan sakit
أَوْ aw atau
عَلَىٰ ʿalā atas/dalam
سَفَرٍۢ safarin perjalanan
فَعِدَّةٌۭ faʿiddatun maka hitunglah (berpuasalah)
مِّنْ min dari
أَيَّامٍ ayyāmin hari-hari
أُخَرَ ۗ ukhara lain
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian
ٱلْيُسْرَ l-yus'ra kemudahan
وَلَا walā dan tidak
يُرِيدُ yurīdu dan tidak Dia menghendaki
بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian
ٱلْعُسْرَ l-ʿus'ra kesukaran
وَلِتُكْمِلُوا۟ walituk'milū dan agar kamu mencukupkan
ٱلْعِدَّةَ l-ʿidata bilangan
وَلِتُكَبِّرُوا۟ walitukabbirū dan hendaklah kamu mengagungkan
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa
هَدَىٰكُمْ hadākum Dia memberi petunjuk padamu
وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum supaya kamu
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 186 - Surah Al-Baqara: 17 kata

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
سَأَلَكَ sa-alaka bertanya kepadamu
عِبَادِى ʿibādī hamba-hambaKu
عَنِّى ʿannī tentang Aku
فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya Aku
قَرِيبٌ ۖ qarībun dekat
أُجِيبُ ujību Aku mengabulkan
دَعْوَةَ daʿwata permohonan
ٱلدَّاعِ l-dāʿi orang yang mendoa
إِذَا idhā apabila
دَعَانِ ۖ daʿāni ia berdoa kepadaKu
فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ falyastajībū maka hendaklah mereka memenuhi
لِى lī bagiKu/kepadaKu
وَلْيُؤْمِنُوا۟ walyu'minū dan hendaklah mereka beriman
بِى bī kepadaKu
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَرْشُدُونَ yarshudūna mereka mendapat petunjuk/kebenaran

Ayat 187 - Surah Al-Baqara: 65 kata

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌۭ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌۭ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٔـٰنَ بَـٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَـٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَـٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَـٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَـٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

أُحِلَّ uḥilla dihalalkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
لَيْلَةَ laylata malam
ٱلصِّيَامِ l-ṣiyāmi puasa
ٱلرَّفَثُ l-rafathu bercampur
إِلَىٰ ilā kepada/dengan
نِسَآئِكُمْ ۚ nisāikum isteri-isterimu
هُنَّ hunna mereka
لِبَاسٌۭ libāsun pakaian
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لِبَاسٌۭ libāsun pakaian
لَّهُنَّ ۗ lahunna bagi mereka
عَلِمَ ʿalima telah mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَخْتَانُونَ takhtānūna kamu khianat
أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri
فَتَابَ fatāba maka Dia mengampuni
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَعَفَا waʿafā dan Dia memaafkan
عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian
فَٱلْـَٔـٰنَ fal-āna maka sekarang
بَـٰشِرُوهُنَّ bāshirūhunna campurilah mereka
وَٱبْتَغُوا۟ wa-ib'taghū dan carilah olehmu
مَا mā apa
كَتَبَ kataba telah menetapkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian
وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah
وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَتَبَيَّنَ yatabayyana nyata/jelas
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْخَيْطُ l-khayṭu benang
ٱلْأَبْيَضُ l-abyaḍu putih
مِنَ mina dari
ٱلْخَيْطِ l-khayṭi benang
ٱلْأَسْوَدِ l-aswadi hitam
مِنَ mina dari
ٱلْفَجْرِ ۖ l-fajri waktu fajar
ثُمَّ thumma kemudian
أَتِمُّوا۟ atimmū sempurnakanlah
ٱلصِّيَامَ l-ṣiyāma puasa
إِلَى ilā sampai
ٱلَّيْلِ ۚ al-layli malam
وَلَا walā dan janganlah
تُبَـٰشِرُوهُنَّ tubāshirūhunna kamu mencampuri mereka
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
عَـٰكِفُونَ ʿākifūna orang yang i'tikaf
فِى fī dalam
ٱلْمَسَـٰجِدِ ۗ l-masājidi masjid
تِلْكَ til'ka itulah
حُدُودُ ḥudūdu batas-batas (hukum)
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلَا falā maka janganlah
تَقْرَبُوهَا ۗ taqrabūhā kamu mendekatinya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna bertakwa

Ayat 188 - Surah Al-Baqara: 17 kata

وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَـٰطِلِ وَتُدْلُوا۟ بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا۟ فَرِيقًۭا مِّنْ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

وَلَا walā dan janganlah
تَأْكُلُوٓا۟ takulū kamu memakan
أَمْوَٰلَكُم amwālakum hartamu
بَيْنَكُم baynakum antara kamu
بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan batil
وَتُدْلُوا۟ watud'lū dan kamu membawa
بِهَآ bihā dengannya (harta)
إِلَى ilā kepada
ٱلْحُكَّامِ l-ḥukāmi hakim
لِتَأْكُلُوا۟ litakulū supaya kamu dapat memakan
فَرِيقًۭا farīqan sebagian
مِّنْ min dari
أَمْوَٰلِ amwāli harta
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan dosa
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 189 - Surah Al-Baqara: 27 kata

۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِىَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَٱلْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ ٱلْبِرُّ بِأَن تَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَـٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَٰبِهَا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

۞ يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu
عَنِ ʿani tentang
ٱلْأَهِلَّةِ ۖ l-ahilati bulan baru/sabit
قُلْ qul katakan
هِىَ hiya ia (bulan sabit)
مَوَٰقِيتُ mawāqītu tanda-tanda waktu tertentu
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَٱلْحَجِّ ۗ wal-ḥaji dan (ibadah) haji
وَلَيْسَ walaysa dan bukanlah
ٱلْبِرُّ l-biru kebaikan
بِأَن bi-an bahwa
تَأْتُوا۟ tatū kamu memasuki/datang
ٱلْبُيُوتَ l-buyūta rumah-rumah
مِن min dari
ظُهُورِهَا ẓuhūrihā belakangnya
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلْبِرَّ l-bira kebaikan
مَنِ mani siapa/orang
ٱتَّقَىٰ ۗ ittaqā bertakwa
وَأْتُوا۟ watū dan masukilah
ٱلْبُيُوتَ l-buyūta rumah-rumah
مِنْ min dari
أَبْوَٰبِهَا ۚ abwābihā pintu-pintunya
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung

Ayat 190 - Surah Al-Baqara: 13 kata

وَقَـٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يُقَـٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan perangilah
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum (mereka) memerangi kamu
وَلَا walā dan jangan
تَعْتَدُوٓا۟ ۚ taʿtadū kamu melampaui batas
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas

Ayat 191 - Surah Al-Baqara: 25 kata

وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَـٰتِلُوهُمْ عِندَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِن قَـٰتَلُوكُمْ فَٱقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

وَٱقْتُلُوهُمْ wa-uq'tulūhum dan bunuhlah mereka
حَيْثُ ḥaythu dimana saja
ثَقِفْتُمُوهُمْ thaqif'tumūhum kamu jumpai mereka
وَأَخْرِجُوهُم wa-akhrijūhum dan usirlah mereka
مِّنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu mana saja
أَخْرَجُوكُمْ ۚ akhrajūkum mereka mengusir kamu
وَٱلْفِتْنَةُ wal-fit'natu dan fitnah
أَشَدُّ ashaddu lebih besar
مِنَ mina dari
ٱلْقَتْلِ ۚ l-qatli pembunuhan
وَلَا walā dan jangan
تُقَـٰتِلُوهُمْ tuqātilūhum kamu memerangi mereka
عِندَ ʿinda di
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram
حَتَّىٰ ḥattā hingga/kecuali
يُقَـٰتِلُوكُمْ yuqātilūkum mereka memerangi kamu
فِيهِ ۖ fīhi didalamnya
فَإِن fa-in maka jika
قَـٰتَلُوكُمْ qātalūkum mereka memerangi kamu
فَٱقْتُلُوهُمْ ۗ fa-uq'tulūhum maka bunuhlah mereka
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
جَزَآءُ jazāu balasan
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 192 - Surah Al-Baqara: 6 kata

فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

فَإِنِ fa-ini maka jika
ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 193 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَقَـٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌۭ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَلَا عُدْوَٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

وَقَـٰتِلُوهُمْ waqātilūhum dan perangilah mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
لَا lā tidak
تَكُونَ takūna ada lagi
فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah
وَيَكُونَ wayakūna dan adalah
ٱلدِّينُ l-dīnu agama
لِلَّهِ ۖ lillahi untuk Allah
فَإِنِ fa-ini maka jika
ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti
فَلَا falā maka tidak
عُدْوَٰنَ ʿud'wāna permusuhan
إِلَّا illā kecuali
عَلَى ʿalā atas
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 194 - Surah Al-Baqara: 22 kata

ٱلشَّهْرُ ٱلْحَرَامُ بِٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ وَٱلْحُرُمَـٰتُ قِصَاصٌۭ ۚ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَٱعْتَدُوا۟ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا ٱعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

ٱلشَّهْرُ al-shahru bulan
ٱلْحَرَامُ l-ḥarāmu haram
بِٱلشَّهْرِ bil-shahri dengan bulan
ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi haram
وَٱلْحُرُمَـٰتُ wal-ḥurumātu dan sesuatu yang dihormati
قِصَاصٌۭ ۚ qiṣāṣun qishash
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā menyerang
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فَٱعْتَدُوا۟ fa-iʿ'tadū maka seranglah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
بِمِثْلِ bimith'li seperti/seimbang
مَا mā apa
ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā ia menyerang
عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَعَ maʿa beserta
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 195 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan belanjakanlah
فِى fī di/pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan jangan
تُلْقُوا۟ tul'qū kamu menjatuhkan
بِأَيْدِيكُمْ bi-aydīkum dengan tangan/dirimu
إِلَى ilā kepada/kedalam
ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ l-tahlukati kebinasaan
وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ wa-aḥsinū dan berbuat baiklah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 196 - Surah Al-Baqara: 73 kata

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَـٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

وَأَتِمُّوا۟ wa-atimmū dan sempurnakanlah
ٱلْحَجَّ l-ḥaja ibadah haji
وَٱلْعُمْرَةَ wal-ʿum'rata dan umrah
لِلَّهِ ۚ lillahi karena Allah
فَإِنْ fa-in maka jika
أُحْصِرْتُمْ uḥ'ṣir'tum kamu terkepung
فَمَا famā maka apa
ٱسْتَيْسَرَ is'taysara mudah didapat
مِنَ mina dari
ٱلْهَدْىِ ۖ l-hadyi binatang kurban
وَلَا walā dan jangan
تَحْلِقُوا۟ taḥliqū kamu mencukur
رُءُوسَكُمْ ruūsakum kepalamu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum
يَبْلُغَ yablugha sampai
ٱلْهَدْىُ l-hadyu binatang kurban
مَحِلَّهُۥ ۚ maḥillahu tempat penyembelihannya
فَمَن faman maka barang siapa
كَانَ kāna adalah
مِنكُم minkum diantara kamu
مَّرِيضًا marīḍan sakit
أَوْ aw atau
بِهِۦٓ bihi dengannya/padanya
أَذًۭى adhan gangguan (penyakit)
مِّن min dari
رَّأْسِهِۦ rasihi kepalanya
فَفِدْيَةٌۭ fafid'yatun maka bayarlah fidyah
مِّن min dari
صِيَامٍ ṣiyāmin berpuasa
أَوْ aw atau
صَدَقَةٍ ṣadaqatin bersedekah
أَوْ aw atau
نُسُكٍۢ ۚ nusukin berkurban
فَإِذَآ fa-idhā maka apabila
أَمِنتُمْ amintum kamu merasa aman
فَمَن faman maka barang siapa
تَمَتَّعَ tamattaʿa tamattu'/ingin
بِٱلْعُمْرَةِ bil-ʿum'rati dengan ibadah umrah
إِلَى ilā kepada (sebelum)
ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji
فَمَا famā maka apa
ٱسْتَيْسَرَ is'taysara mudah didapat
مِنَ mina dari
ٱلْهَدْىِ ۚ l-hadyi binatang kurban
فَمَن faman maka barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَجِدْ yajid ia mendapatkan
فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah
ثَلَـٰثَةِ thalāthati tiga
أَيَّامٍۢ ayyāmin hari
فِى fī didalam
ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji
وَسَبْعَةٍ wasabʿatin dan tujuh
إِذَا idhā apabila
رَجَعْتُمْ ۗ rajaʿtum kamu kembali
تِلْكَ til'ka itulah
عَشَرَةٌۭ ʿasharatun sepuluh
كَامِلَةٌۭ ۗ kāmilatun sempurna
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لِمَن liman bagi orang
لَّمْ lam tidak
يَكُنْ yakun ada
أَهْلُهُۥ ahluhu keluarganya
حَاضِرِى ḥāḍirī berada
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ ۚ l-ḥarāmi Haram
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu amat berat
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa(Nya)

Ayat 197 - Surah Al-Baqara: 29 kata

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌۭ مَّعْلُومَـٰتٌۭ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

ٱلْحَجُّ al-ḥaju haji
أَشْهُرٌۭ ashhurun bulan-bulan
مَّعْلُومَـٰتٌۭ ۚ maʿlūmātun dimaklumi
فَمَن faman maka barang siapa
فَرَضَ faraḍa menetapkan (niatnya)
فِيهِنَّ fīhinna didalamnya
ٱلْحَجَّ l-ḥaja berhaji
فَلَا falā maka tidak boleh
رَفَثَ rafatha bercampur dengan isteri
وَلَا walā dan tidak boleh
فُسُوقَ fusūqa berbuat fasik
وَلَا walā dan tidak boleh
جِدَالَ jidāla bertengkar
فِى fī didalam
ٱلْحَجِّ ۗ l-ḥaji masa mengerjakan haji
وَمَا wamā dan apa
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebaikan
يَعْلَمْهُ yaʿlamhu niscaya mengetahuinya
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَتَزَوَّدُوا۟ watazawwadū dan berbekallah kamu
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
خَيْرَ khayra sebaik-baik
ٱلزَّادِ l-zādi bekal
ٱلتَّقْوَىٰ ۚ l-taqwā takwa
وَٱتَّقُونِ wa-ittaqūni dan bertakwalah kepadaKu
يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang
ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal

Ayat 198 - Surah Al-Baqara: 26 kata

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَـٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

لَيْسَ laysa tidak ada
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
جُنَاحٌ junāḥun dosa
أَن an untuk
تَبْتَغُوا۟ tabtaghū kamu mencari
فَضْلًۭا faḍlan karunia
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ ۚ rabbikum Tuhan kalian
فَإِذَآ fa-idhā maka apabila
أَفَضْتُم afaḍtum kamu telah bertolak
مِّنْ min dari
عَرَفَـٰتٍۢ ʿarafātin Arafah
فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka berdzikirlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
عِندَ ʿinda disisi
ٱلْمَشْعَرِ l-mashʿari Masy'aril
ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram
وَٱذْكُرُوهُ wa-udh'kurūhu dan berdzikirlah padaNya
كَمَا kamā sebagaimana
هَدَىٰكُمْ hadākum Dia telah memberi petunjuk kepadamu
وَإِن wa-in dan sungguh
كُنتُم kuntum kalian adalah
مِّن min dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk
ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat

Ayat 199 - Surah Al-Baqara: 12 kata

ثُمَّ أَفِيضُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ ٱلنَّاسُ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ثُمَّ thumma kemudian
أَفِيضُوا۟ afīḍū bertolaklah kamu
مِنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu tempat
أَفَاضَ afāḍa telah bertolak
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang-orang
وَٱسْتَغْفِرُوا۟ wa-is'taghfirū dan mohonlah ampun
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 200 - Surah Al-Baqara: 24 kata

فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَـٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكْرِكُمْ ءَابَآءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًۭا ۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍۢ

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila
قَضَيْتُم qaḍaytum kamu telah menyelesaikan
مَّنَـٰسِكَكُمْ manāsikakum ibadah hajimu
فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka berdzikirlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَذِكْرِكُمْ kadhik'rikum sebagaimana kamu menyebut
ءَابَآءَكُمْ ābāakum bapak-bapakmu
أَوْ aw atau
أَشَدَّ ashadda lebih dari (banyak) itu
ذِكْرًۭا ۗ dhik'ran berdzikir
فَمِنَ famina maka dari/diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
مَن man orang
يَقُولُ yaqūlu dia berkata
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
ءَاتِنَا ātinā berilah kami
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَمَا wamā dan tidaklah
لَهُۥ lahu baginya
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
مِنْ min dari
خَلَـٰقٍۢ khalāqin bagian

Ayat 201 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةًۭ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

وَمِنْهُم wamin'hum dan dari/diantara mereka
مَّن man orang
يَقُولُ yaqūlu dia berkata/berdoa
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
ءَاتِنَا ātinā berilah kami
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan
وَفِى wafī dan di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan
وَقِنَا waqinā dan peliharalah kami
عَذَابَ ʿadhāba siksa
ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Ayat 202 - Surah Al-Baqara: 8 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌۭ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
لَهُمْ lahum bagi mereka
نَصِيبٌۭ naṣībun (mendapat) bagian
مِّمَّا mimmā dari apa
كَسَبُوا۟ ۚ kasabū mereka usahakan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat
ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitunganNya

Ayat 203 - Surah Al-Baqara: 25 kata

۞ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

۞ وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan berdzikirlah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
فِىٓ fī dalam
أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari
مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ maʿdūdātin berbilang
فَمَن faman maka barang siapa
تَعَجَّلَ taʿajjala cepat-cepat
فِى fī dalam
يَوْمَيْنِ yawmayni dua hari
فَلَآ falā maka tidak
إِثْمَ ith'ma berdosa
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/baginya
وَمَن waman dan barang siapa
تَأَخَّرَ ta-akhara mengakhirkan
فَلَآ falā maka tidak
إِثْمَ ith'ma berdosa
عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atas/baginya
لِمَنِ limani bagi orang
ٱتَّقَىٰ ۗ ittaqā bertakwa
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan

Ayat 204 - Surah Al-Baqara: 17 kata

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُۥ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَيُشْهِدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا فِى قَلْبِهِۦ وَهُوَ أَلَدُّ ٱلْخِصَامِ

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

وَمِنَ wamina dan dari/diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
مَن man orang
يُعْجِبُكَ yuʿ'jibuka menarik hatimu
قَوْلُهُۥ qawluhu ucapannya
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَيُشْهِدُ wayush'hidu dan ia mempersaksikan
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa
فِى fī dalam
قَلْبِهِۦ qalbihi hatinya
وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia
أَلَدُّ aladdu paling keras
ٱلْخِصَامِ l-khiṣāmi penentang

Ayat 205 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ ٱلْحَرْثَ وَٱلنَّسْلَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْفَسَادَ

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
تَوَلَّىٰ tawallā ia berpaling
سَعَىٰ saʿā ia berjalan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
لِيُفْسِدَ liyuf'sida untuk membuat kerusakan
فِيهَا fīhā didalamnya
وَيُهْلِكَ wayuh'lika dan ia merusak
ٱلْحَرْثَ l-ḥartha tanam-tanaman
وَٱلنَّسْلَ ۗ wal-nasla dan binatang ternak
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan

Ayat 206 - Surah Al-Baqara: 12 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُ ٱتَّقِ ٱللَّهَ أَخَذَتْهُ ٱلْعِزَّةُ بِٱلْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُۥ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ

Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُ lahu kepadanya
ٱتَّقِ ittaqi bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
أَخَذَتْهُ akhadhathu ia mengambilnya/bangkit
ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kesombongan
بِٱلْإِثْمِ ۚ bil-ith'mi dengan berbuat dosa
فَحَسْبُهُۥ faḥasbuhu maka cukuplah ia
جَهَنَّمُ ۚ jahannamu neraka jahanam
وَلَبِئْسَ walabi'sa dan seburuk-buruk
ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal

Ayat 207 - Surah Al-Baqara: 11 kata

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

وَمِنَ wamina dan dari
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
مَن man orang
يَشْرِى yashrī ia menjual/mengorbankan
نَفْسَهُ nafsahu dirinya
ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari
مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
رَءُوفٌۢ raūfun Maha Penyantun
بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi pada hamba-hambaNya

Ayat 208 - Surah Al-Baqara: 15 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةًۭ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
فِى fī kedalam
ٱلسِّلْمِ l-sil'mi Islam
كَآفَّةًۭ kāffatan keseluruhan
وَلَا walā dan janganlah
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu ikuti
خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
مُّبِينٌۭ mubīnun nyata

Ayat 209 - Surah Al-Baqara: 12 kata

فَإِن زَلَلْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْكُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

فَإِن fa-in maka jika
زَلَلْتُم zalaltum kamu tergelincir
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَتْكُمُ jāatkumu datang kepadamu
ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu bukti-bukti (kebenaran)
فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 210 - Surah Al-Baqara: 17 kata

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن يَأْتِيَهُمُ ٱللَّهُ فِى ظُلَلٍۢ مِّنَ ٱلْغَمَامِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

هَلْ hal apakah/tidakkah
يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti
إِلَّآ illā kecuali/melainkan
أَن an bahwa
يَأْتِيَهُمُ yatiyahumu datang kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِى fī dalam
ظُلَلٍۢ ẓulalin naungan
مِّنَ mina dari
ٱلْغَمَامِ l-ghamāmi awan
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat
وَقُضِىَ waquḍiya dan telah diputuskan
ٱلْأَمْرُ ۚ l-amru perkara
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan
ٱلْأُمُورُ l-umūru perkara

Ayat 211 - Surah Al-Baqara: 20 kata

سَلْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ كَمْ ءَاتَيْنَـٰهُم مِّنْ ءَايَةٍۭ بَيِّنَةٍۢ ۗ وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Tanyakanlah kepada Bani Israil: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.

سَلْ sal tanyakan
بَنِىٓ banī bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
كَمْ kam berapa banyak
ءَاتَيْنَـٰهُم ātaynāhum telah kami berikan kepada mereka
مِّنْ min dari
ءَايَةٍۭ āyatin ayat/tanda-tanda
بَيِّنَةٍۢ ۗ bayyinatin nyata
وَمَن waman dan barang siapa
يُبَدِّلْ yubaddil ia menukar
نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَتْهُ jāathu datang kepadanya
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu amat keras
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaNya

Ayat 212 - Surah Al-Baqara: 20 kata

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ فَوْقَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍۢ

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

زُيِّنَ zuyyina dijadikan indah pandangan
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَيَسْخَرُونَ wayaskharūna dan mereka memandang hina
مِنَ mina dari/kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ ۘ āmanū beriman
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw bertakwa
فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka (lebih mulia)
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَرْزُقُ yarzuqu memberi rezki
مَن man orang
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak
حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan/batas

Ayat 213 - Surah Al-Baqara: 49 kata

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ ۚ وَمَا ٱخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلْحَقِّ بِإِذْنِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍ

Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

كَانَ kāna adalah
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
أُمَّةًۭ ummatan umat
وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan (yang) satu
فَبَعَثَ fabaʿatha maka mengutus
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna para Nabi
مُبَشِّرِينَ mubashirīna pembawa kabar gembira
وَمُنذِرِينَ wamundhirīna dan pemberi peringatan
وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan
مَعَهُمُ maʿahumu bersama mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/benar
لِيَحْكُمَ liyaḥkuma untuk memberi keputusan
بَيْنَ bayna diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
فِيمَا fīmā tentang apa
ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan
فِيهِ ۚ fīhi didalamnya
وَمَا wamā dan tidak
ٱخْتَلَفَ ikh'talafa berselisih
فِيهِ fīhi didalamnya
إِلَّا illā kecuali/melainkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوهُ ūtūhu (mereka) diberinya
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka
ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan-keterangan
بَغْيًۢا baghyan dengki
بَيْنَهُمْ ۖ baynahum diantara mereka
فَهَدَى fahadā maka memberi petunjuk
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لِمَا limā tentang apa
ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan
فِيهِ fīhi didalamnya
مِنَ mina dari
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran
بِإِذْنِهِۦ ۗ bi-idh'nihi dengan izinnya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍ mus'taqīmin lurus

Ayat 214 - Surah Al-Baqara: 30 kata

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ ٱلْبَأْسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا۟ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصْرُ ٱللَّهِ ۗ أَلَآ إِنَّ نَصْرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

أَمْ am apakah
حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu mengira
أَن an bahwa
تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu akan masuk
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
وَلَمَّا walammā padahal belum
يَأْتِكُم yatikum datang kepadamu
مَّثَلُ mathalu seperti (halnya)
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَلَوْا۟ khalaw terdahulu
مِن min dari
قَبْلِكُم ۖ qablikum sebelum kalian
مَّسَّتْهُمُ massathumu telah menimpa mereka
ٱلْبَأْسَآءُ l-basāu malapetaka
وَٱلضَّرَّآءُ wal-ḍarāu dan kesengsaraan
وَزُلْزِلُوا۟ wazul'zilū dan mereka digoncangkan
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَقُولَ yaqūla berkata
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَهُۥ maʿahu bersamanya
مَتَىٰ matā bilakah
نَصْرُ naṣru pertolongan
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّ inna sesungguhnya
نَصْرَ naṣra pertolongan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
قَرِيبٌۭ qarībun amat dekat

Ayat 215 - Surah Al-Baqara: 22 kata

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍۢ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌۭ

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu
مَاذَا mādhā apa yang
يُنفِقُونَ ۖ yunfiqūna mereka nafkahkan
قُلْ qul katakanlah
مَآ mā apa
أَنفَقْتُم anfaqtum kamu nafkahkan
مِّنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebajikan/harta
فَلِلْوَٰلِدَيْنِ falil'wālidayni maka untuk kedua orang tuamu
وَٱلْأَقْرَبِينَ wal-aqrabīna dan kaum kerabat
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim
وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin
وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang yang
ٱلسَّبِيلِ ۗ l-sabīli perjalanan
وَمَا wamā dan apa saja
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebajikan
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِهِۦ bihi dengannya
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 216 - Surah Al-Baqara: 25 kata

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang
وَهُوَ wahuwa dan ia
كُرْهٌۭ kur'hun kebencian
لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَعَسَىٰٓ waʿasā dan boleh jadi
أَن an bahwa
تَكْرَهُوا۟ takrahū kamu membenci
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia
خَيْرٌۭ khayrun baik
لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَعَسَىٰٓ waʿasā dan boleh jadi
أَن an bahwa
تُحِبُّوا۟ tuḥibbū kamu menyukai
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَهُوَ wahuwa dan ia
شَرٌّۭ sharrun buruk
لَّكُمْ ۗ lakum bagi kalian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 217 - Surah Al-Baqara: 57 kata

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍۢ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌۭ فِيهِ كَبِيرٌۭ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَـٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَـٰعُوا۟ ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌۭ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu
عَنِ ʿani dari/pada
ٱلشَّهْرِ l-shahri bulan
ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram
قِتَالٍۢ qitālin berperang
فِيهِ ۖ fīhi didalamnya
قُلْ qul katakanlah
قِتَالٌۭ qitālun berperang
فِيهِ fīhi didalamnya
كَبِيرٌۭ ۖ kabīrun besar (dosanya)
وَصَدٌّ waṣaddun dan menghalangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَكُفْرٌۢ wakuf'run dan kafir
بِهِۦ bihi kepadaNya
وَٱلْمَسْجِدِ wal-masjidi dan Masjidil
ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram
وَإِخْرَاجُ wa-ikh'rāju dan mengusir
أَهْلِهِۦ ahlihi penduduknya
مِنْهُ min'hu daripadanya
أَكْبَرُ akbaru lebih besar
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَٱلْفِتْنَةُ wal-fit'natu dan berbuat fitnah
أَكْبَرُ akbaru lebih besar
مِنَ mina daripada
ٱلْقَتْلِ ۗ l-qatli pembunuhan
وَلَا walā dan tidak
يَزَالُونَ yazālūna mereka berhenti
يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu
حَتَّىٰ ḥattā hingga/sampai
يَرُدُّوكُمْ yaruddūkum mereka mengembalikan kamu
عَن ʿan dari
دِينِكُمْ dīnikum agamamu
إِنِ ini seandainya
ٱسْتَطَـٰعُوا۟ ۚ is'taṭāʿū mereka sanggup
وَمَن waman dan barang siapa
يَرْتَدِدْ yartadid dia murtad
مِنكُمْ minkum diantara kamu
عَن ʿan dari
دِينِهِۦ dīnihi agamanya
فَيَمُتْ fayamut maka/lalu dia mati
وَهُوَ wahuwa dan dia
كَافِرٌۭ kāfirun (dalam) kekafiran
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia
أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal mereka
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 218 - Surah Al-Baqara: 16 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
هَاجَرُوا۟ hājarū (mereka) hijrah
وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan
رَحْمَتَ raḥmata rahmat
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 219 - Surah Al-Baqara: 26 kata

۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌۭ كَبِيرٌۭ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

۞ يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka bertanya kepadamu
عَنِ ʿani dari/tentang
ٱلْخَمْرِ l-khamri minuman keras
وَٱلْمَيْسِرِ ۖ wal-maysiri dan judi
قُلْ qul katakanlah
فِيهِمَآ fīhimā pada keduanya
إِثْمٌۭ ith'mun dosa
كَبِيرٌۭ kabīrun besar
وَمَنَـٰفِعُ wamanāfiʿu dan beberapa manfaat
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَإِثْمُهُمَآ wa-ith'muhumā dan dosa keduanya
أَكْبَرُ akbaru lebih besar
مِن min daripada
نَّفْعِهِمَا ۗ nafʿihimā manfaat keduanya
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadamu
مَاذَا mādhā apa yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan
قُلِ quli katakanlah
ٱلْعَفْوَ ۗ l-ʿafwa lebih dari keperluan
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu berfikir

Ayat 220 - Surah Al-Baqara: 26 kata

فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَـٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌۭ لَّهُمْ خَيْرٌۭ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

فِى fī di/pada
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۗ wal-ākhirati dan akhirat
وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadamu
عَنِ ʿani dari/tentang
ٱلْيَتَـٰمَىٰ ۖ l-yatāmā anak yatim
قُلْ qul katakanlah
إِصْلَاحٌۭ iṣ'lāḥun mengurus secara patut
لَّهُمْ lahum bagi mereka
خَيْرٌۭ ۖ khayrun baik
وَإِن wa-in dan jika
تُخَالِطُوهُمْ tukhāliṭūhum kamu menggauli mereka
فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ fa-ikh'wānukum maka mereka itu saudaramu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu dia mengetahui
ٱلْمُفْسِدَ l-muf'sida pembuat kerusakan
مِنَ mina dari
ٱلْمُصْلِحِ ۚ l-muṣ'liḥi mengadakan perbaikan
وَلَوْ walaw dan jikalau
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَأَعْنَتَكُمْ ۚ la-aʿnatakum niscaya Dia mempersulit kamu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 221 - Surah Al-Baqara: 39 kata

وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَـٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌۭ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌۭ مِّن مُّشْرِكَةٍۢ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟ ۚ وَلَعَبْدٌۭ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌۭ مِّن مُّشْرِكٍۢ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَـٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

وَلَا walā dan jangan
تَنكِحُوا۟ tankiḥū kamu nikahi
ٱلْمُشْرِكَـٰتِ l-mush'rikāti wanita-wanita musyrik
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُؤْمِنَّ ۚ yu'minna mereka beriman
وَلَأَمَةٌۭ wala-amatun dan sungguh budak wanita
مُّؤْمِنَةٌ mu'minatun beriman
خَيْرٌۭ khayrun baik
مِّن min daripada
مُّشْرِكَةٍۢ mush'rikatin wanita musyrik
وَلَوْ walaw walaupun
أَعْجَبَتْكُمْ ۗ aʿjabatkum ia menarik hatimu
وَلَا walā dan jangan
تُنكِحُوا۟ tunkiḥū kamu menikahkan
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُؤْمِنُوا۟ ۚ yu'minū mereka beriman
وَلَعَبْدٌۭ walaʿabdun dan sungguh budak
مُّؤْمِنٌ mu'minun beriman
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّن min daripada
مُّشْرِكٍۢ mush'rikin orang musyrik
وَلَوْ walaw walaupun
أَعْجَبَكُمْ ۗ aʿjabakum dia menarik hatimu
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يَدْعُونَ yadʿūna mereka mengajak
إِلَى ilā kepada
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَدْعُوٓا۟ yadʿū Dia mengajak
إِلَى ilā kepada
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
وَٱلْمَغْفِرَةِ wal-maghfirati dan ampunan
بِإِذْنِهِۦ ۖ bi-idh'nihi dengan izinNya
وَيُبَيِّنُ wayubayyinu dan Dia menerangkan
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat / mengambil pelajaran

Ayat 222 - Surah Al-Baqara: 27 kata

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًۭى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

وَيَسْـَٔلُونَكَ wayasalūnaka dan mereka bertanya kepadanya
عَنِ ʿani dari/tentang
ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi haid
قُلْ qul katakanlah
هُوَ huwa ia (haid)
أَذًۭى adhan penyakit/kotoran
فَٱعْتَزِلُوا۟ fa-iʿ'tazilū maka hendaklah kamu menjauhkan diri
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa wanita-wanita
فِى fī didalam
ٱلْمَحِيضِ ۖ l-maḥīḍi waktu haid
وَلَا walā dan jangan
تَقْرَبُوهُنَّ taqrabūhunna kamu mendekati mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَطْهُرْنَ ۖ yaṭhur'na mereka suci
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
تَطَهَّرْنَ taṭahharna mereka telah suci
فَأْتُوهُنَّ fatūhunna maka datangilah
مِنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu sekira/sebagaimana
أَمَرَكُمُ amarakumu memerintahkan kamu
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلتَّوَّٰبِينَ l-tawābīna orang-orang yang taubat
وَيُحِبُّ wayuḥibbu dan Dia menyukai
ٱلْمُتَطَهِّرِينَ l-mutaṭahirīna orang-orang yang mensucikan diri

Ayat 223 - Surah Al-Baqara: 16 kata

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌۭ لَّكُمْ فَأْتُوا۟ حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُم مُّلَـٰقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

نِسَآؤُكُمْ nisāukum isteri-isterimu
حَرْثٌۭ ḥarthun ladang
لَّكُمْ lakum bagi kalian
فَأْتُوا۟ fatū maka datangilah
حَرْثَكُمْ ḥarthakum ladangmu
أَنَّىٰ annā kapan saja
شِئْتُمْ ۖ shi'tum kalian kehendaki
وَقَدِّمُوا۟ waqaddimū dan dahulukan/kerjakan
لِأَنفُسِكُمْ ۚ li-anfusikum untuk dirimu
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّكُم annakum bahwa kamu
مُّلَـٰقُوهُ ۗ mulāqūhu akan menemuiNya
وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 224 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَلَا تَجْعَلُوا۟ ٱللَّهَ عُرْضَةًۭ لِّأَيْمَـٰنِكُمْ أَن تَبَرُّوا۟ وَتَتَّقُوا۟ وَتُصْلِحُوا۟ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَلَا walā dan jangan
تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan
ٱللَّهَ l-laha Allah
عُرْضَةًۭ ʿur'ḍatan (sebagai) penghalang
لِّأَيْمَـٰنِكُمْ li-aymānikum bagi/dalam sumpahmu
أَن an untuk
تَبَرُّوا۟ tabarrū berbuat kebajikan
وَتَتَّقُوا۟ watattaqū dan bertakwa
وَتُصْلِحُوا۟ watuṣ'liḥū dan mengadakan ishlah
بَيْنَ bayna diantara
ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 225 - Surah Al-Baqara: 14 kata

لَّا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَـٰنِكُمْ وَلَـٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

لَّا lā tidak
يُؤَاخِذُكُمُ yuākhidhukumu menghukum kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِٱللَّغْوِ bil-laghwi dengan tidak sengaja
فِىٓ fī didalam
أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpahmu
وَلَـٰكِن walākin tetapi
يُؤَاخِذُكُم yuākhidhukum Dia menghukum kamu
بِمَا bimā dengan sebab
كَسَبَتْ kasabat diusahakan/disengaja
قُلُوبُكُمْ ۗ qulūbukum hatimu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun
حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Ayat 226 - Surah Al-Baqara: 13 kata

لِّلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍۢ ۖ فَإِن فَآءُو فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Kepada orang-orang yang meng-ilaa' isterinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يُؤْلُونَ yu'lūna mereka meng-ila (bersumpah tidak akan mendekati)
مِن min dari
نِّسَآئِهِمْ nisāihim isteri-isteri mereka
تَرَبُّصُ tarabbuṣu dia menanti/diberi tangguh
أَرْبَعَةِ arbaʿati empat
أَشْهُرٍۢ ۖ ashhurin bulan
فَإِن fa-in maka jika/kemudian
فَآءُو fāū mereka kembali
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 227 - Surah Al-Baqara: 7 kata

وَإِنْ عَزَمُوا۟ ٱلطَّلَـٰقَ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَإِنْ wa-in dan jika
عَزَمُوا۟ ʿazamū mereka bertetap hati
ٱلطَّلَـٰقَ l-ṭalāqa bertalak
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 228 - Surah Al-Baqara: 40 kata

وَٱلْمُطَلَّقَـٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَـٰثَةَ قُرُوٓءٍۢ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِىٓ أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِى ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوٓا۟ إِصْلَـٰحًۭا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ ٱلَّذِى عَلَيْهِنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌۭ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَٱلْمُطَلَّقَـٰتُ wal-muṭalaqātu dan wanita-wanita yang ditalak
يَتَرَبَّصْنَ yatarabbaṣna hendaklah mereka menahan
بِأَنفُسِهِنَّ bi-anfusihinna dengan diri mereka
ثَلَـٰثَةَ thalāthata tiga kali
قُرُوٓءٍۢ ۚ qurūin suci (dari haid)
وَلَا walā dan tidak
يَحِلُّ yaḥillu halal/boleh
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
أَن an bahwa
يَكْتُمْنَ yaktum'na mereka menyembunyikan
مَا mā apa
خَلَقَ khalaqa menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِىٓ fī didalam
أَرْحَامِهِنَّ arḥāmihinna rahim mereka
إِن in jika
كُنَّ kunna mereka adalah
يُؤْمِنَّ yu'minna mereka beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat
وَبُعُولَتُهُنَّ wabuʿūlatuhunna dan suami-suami mereka
أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak
بِرَدِّهِنَّ biraddihinna kembali/merujuki mereka
فِى fī pada
ذَٰلِكَ dhālika demikian
إِنْ in jika
أَرَادُوٓا۟ arādū mereka (suami) menghendaki
إِصْلَـٰحًۭا ۚ iṣ'lāḥan ishlah/kebaikan
وَلَهُنَّ walahunna dan bagi mereka
مِثْلُ mith'lu seperti
ٱلَّذِى alladhī yang
عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik
وَلِلرِّجَالِ walilrrijāli dan para lelaki/suami
عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka
دَرَجَةٌۭ ۗ darajatun derajat/satu tingkat kelebihan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 229 - Surah Al-Baqara: 46 kata

ٱلطَّلَـٰقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌۢ بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَأْخُذُوا۟ مِمَّآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ شَيْـًٔا إِلَّآ أَن يَخَافَآ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا ٱفْتَدَتْ بِهِۦ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim.

ٱلطَّلَـٰقُ al-ṭalāqu talak
مَرَّتَانِ ۖ marratāni dua kali
فَإِمْسَاكٌۢ fa-im'sākun maka menahan/rujuk lagi
بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan cara yang patut
أَوْ aw atau
تَسْرِيحٌۢ tasrīḥun menceraikan
بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ bi-iḥ'sānin dengan cara yang baik
وَلَا walā dan tidak
يَحِلُّ yaḥillu halal
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَن an bahwa
تَأْخُذُوا۟ takhudhū kamu mengambil
مِمَّآ mimmā dari apa
ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu telah berikan pada mereka
شَيْـًٔا shayan sesuatu
إِلَّآ illā kecuali
أَن an jika
يَخَافَآ yakhāfā keduanya khawatir
أَلَّا allā bahwa tidak
يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan
حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
فَإِنْ fa-in maka jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu khawatir
أَلَّا allā bahwa tidak
يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan
حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya
فِيمَا fīmā tentang apa
ٱفْتَدَتْ if'tadat ia (istrinya) membayar tebusan
بِهِۦ ۗ bihi dengannya
تِلْكَ til'ka itulah
حُدُودُ ḥudūdu hukum-hukum
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلَا falā maka jangan
تَعْتَدُوهَا ۚ taʿtadūhā kamu melanggarnya
وَمَن waman dan barang siapa
يَتَعَدَّ yataʿadda melanggar
حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Ayat 230 - Surah Al-Baqara: 30 kata

فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُۥ مِنۢ بَعْدُ حَتَّىٰ تَنكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُۥ ۗ فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يَتَرَاجَعَآ إِن ظَنَّآ أَن يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ ۗ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

فَإِن fa-in maka jika
طَلَّقَهَا ṭallaqahā ia (suami) mentalaknya
فَلَا falā maka tidak
تَحِلُّ taḥillu halal
لَهُۥ lahu baginya
مِنۢ min dari
بَعْدُ baʿdu sesudah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تَنكِحَ tankiḥa dia kawin
زَوْجًا zawjan suami
غَيْرَهُۥ ۗ ghayrahu lainnya
فَإِن fa-in maka/kemudian jika
طَلَّقَهَا ṭallaqahā dia (suami lain) menceraikannya
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْهِمَآ ʿalayhimā atas keduanya
أَن an bahwa
يَتَرَاجَعَآ yatarājaʿā keduanya ruju' (kawin kembali)
إِن in jika
ظَنَّآ ẓannā keduanya berpendapat
أَن an bahwa
يُقِيمَا yuqīmā keduanya melaksanakan
حُدُودَ ḥudūda hukum-hukum
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah
حُدُودُ ḥudūdu hukum-hukum
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يُبَيِّنُهَا yubayyinuhā Dia menerangkannya
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 231 - Surah Al-Baqara: 45 kata

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍۢ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًۭا لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ هُزُوًۭا ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَآ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَٱلْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِۦ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma'ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma'ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu mentalak
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri
فَبَلَغْنَ fabalaghna maka/lalu dia sampai
أَجَلَهُنَّ ajalahunna masanya
فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka tahanlah/rujuklah mereka
بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan cara yang baik
أَوْ aw atau
سَرِّحُوهُنَّ sarriḥūhunna ceraikan mereka
بِمَعْرُوفٍۢ ۚ bimaʿrūfin dengan cara yang baik
وَلَا walā dan jangan
تُمْسِكُوهُنَّ tum'sikūhunna kamu tahan mereka
ضِرَارًۭا ḍirāran (untuk memberi) kemudharatan
لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ litaʿtadū karena kamu melewati batas/menganiaya
وَمَن waman dan barang siapa
يَفْعَلْ yafʿal ia berbuat
ذَٰلِكَ dhālika demikian
فَقَدْ faqad maka sungguh
ظَلَمَ ẓalama ia menganiaya
نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya
وَلَا walā dan jangan
تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu jadikan
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُزُوًۭا ۚ huzuwan permainan
وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah
نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَمَآ wamā dan apa yang
أَنزَلَ anzala Dia menurunkan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
وَٱلْحِكْمَةِ wal-ḥik'mati dan hikmah
يَعِظُكُم yaʿiẓukum Dia mengajarkan kamu
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِكُلِّ bikulli atas segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 232 - Surah Al-Baqara: 33 kata

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَٰجَهُنَّ إِذَا تَرَٰضَوْا۟ بَيْنَهُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۗ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu mentalak
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri
فَبَلَغْنَ fabalaghna maka/lalu dia sampai
أَجَلَهُنَّ ajalahunna masa (iddah) mereka
فَلَا falā maka jangan
تَعْضُلُوهُنَّ taʿḍulūhunna kamu menghalangi mereka
أَن an bahwa
يَنكِحْنَ yankiḥ'na mereka kawin
أَزْوَٰجَهُنَّ azwājahunna (bakal) suami-suami mereka
إِذَا idhā apabila
تَرَٰضَوْا۟ tarāḍaw mereka saling rela
بَيْنَهُم baynahum diantara mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik
ذَٰلِكَ dhālika itulah
يُوعَظُ yūʿaẓu dinasehatkan
بِهِۦ bihi dengannya
مَن man orang
كَانَ kāna adalah dia
مِنكُمْ minkum diantara kamu
يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۗ l-ākhiri akhirat
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
أَزْكَىٰ azkā lebih baik
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَأَطْهَرُ ۗ wa-aṭharu dan lebih suci
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 233 - Surah Al-Baqara: 64 kata

۞ وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَـٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌۭ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍۢ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍۢ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَـٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

۞ وَٱلْوَٰلِدَٰتُ wal-wālidātu dan para ibu
يُرْضِعْنَ yur'ḍiʿ'na hendaklah menyusui
أَوْلَـٰدَهُنَّ awlādahunna anak-anak mereka
حَوْلَيْنِ ḥawlayni dua tahun
كَامِلَيْنِ ۖ kāmilayni sempurna/penuh
لِمَنْ liman bagi orang
أَرَادَ arāda (ia) ingin
أَن an untuk
يُتِمَّ yutimma menyempurnakan
ٱلرَّضَاعَةَ ۚ l-raḍāʿata penyusuan(nya)
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلْمَوْلُودِ l-mawlūdi anak yang dilahirkan
لَهُۥ lahu baginya (ayah)
رِزْقُهُنَّ riz'quhunna memberi rezki/makan mereka
وَكِسْوَتُهُنَّ wakis'watuhunna dan pakaian mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ bil-maʿrūfi dengan cara yang baik
لَا lā tidak
تُكَلَّفُ tukallafu dibebani
نَفْسٌ nafsun seseorang
إِلَّا illā melainkan
وُسْعَهَا ۚ wus'ʿahā menurut kesanggupannya
لَا lā jangan
تُضَآرَّ tuḍārra menderita/sengsara
وَٰلِدَةٌۢ wālidatun seorang ibu
بِوَلَدِهَا biwaladihā dengan/karena anaknya
وَلَا walā dan tidak
مَوْلُودٌۭ mawlūdun anak yang dilahirkan
لَّهُۥ lahu baginya (ayah)
بِوَلَدِهِۦ ۚ biwaladihi dengan/karena anaknya
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلْوَارِثِ l-wārithi waris
مِثْلُ mith'lu seperti
ذَٰلِكَ ۗ dhālika demikian
فَإِنْ fa-in maka jika
أَرَادَا arādā keduanya ingin
فِصَالًا fiṣālan menyapih
عَن ʿan dari/dengan
تَرَاضٍۢ tarāḍin kerelaan
مِّنْهُمَا min'humā dari keduanya
وَتَشَاوُرٍۢ watashāwurin dan permusyawaratan
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْهِمَا ۗ ʿalayhimā atas keduanya
وَإِنْ wa-in dan jika
أَرَدتُّمْ aradttum kamu ingin
أَن an untuk
تَسْتَرْضِعُوٓا۟ tastarḍiʿū menyusukan (pada orang lain)
أَوْلَـٰدَكُمْ awlādakum anak-anakmu
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِذَا idhā apabila
سَلَّمْتُم sallamtum kamu menyerahkan (pembayaran)
مَّآ mā apa
ءَاتَيْتُم ātaytum kamu berikan
بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi dengan patut
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِمَا bimā dengan apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 234 - Surah Al-Baqara: 25 kata

وَٱلَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَٰجًۭا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍۢ وَعَشْرًۭا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِىٓ أَنفُسِهِنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُتَوَفَّوْنَ yutawaffawna (mereka) diwafatkan/meninggal dunia
مِنكُمْ minkum diantara kamu
وَيَذَرُونَ wayadharūna dan (mereka) meninggalkan
أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri-isteri
يَتَرَبَّصْنَ yatarabbaṣna hendaklah mereka menangguhkan
بِأَنفُسِهِنَّ bi-anfusihinna dengan diri mereka
أَرْبَعَةَ arbaʿata empat
أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan
وَعَشْرًۭا ۖ waʿashran dan sepuluh (hari)
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
بَلَغْنَ balaghna mereka sampai
أَجَلَهُنَّ ajalahunna masa (iddah) mereka
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فِيمَا fīmā tentang apa
فَعَلْنَ faʿalna mereka perbuat
فِىٓ fī pada
أَنفُسِهِنَّ anfusihinna diri mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ bil-maʿrūfi menurut yang patut
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui

Ayat 235 - Surah Al-Baqara: 47 kata

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِۦ مِنْ خِطْبَةِ ٱلنِّسَآءِ أَوْ أَكْنَنتُمْ فِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَـٰكِن لَّا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّآ أَن تَقُولُوا۟ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا ۚ وَلَا تَعْزِمُوا۟ عُقْدَةَ ٱلنِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْكِتَـٰبُ أَجَلَهُۥ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ فَٱحْذَرُوهُ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

وَلَا walā dan tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فِيمَا fīmā tentang apa
عَرَّضْتُم ʿarraḍtum kamu sendiri
بِهِۦ bihi dengannya
مِنْ min daripada
خِطْبَةِ khiṭ'bati meminang
ٱلنِّسَآءِ l-nisāi wanita-wanita
أَوْ aw atau
أَكْنَنتُمْ aknantum kamu menyembunyikan
فِىٓ fī dalam
أَنفُسِكُمْ ۚ anfusikum diri kalian sendiri
عَلِمَ ʿalima mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu
سَتَذْكُرُونَهُنَّ satadhkurūnahunna kamu akan menyebut mereka
وَلَـٰكِن walākin tetapi
لَّا lā jangan
تُوَاعِدُوهُنَّ tuwāʿidūhunna kamu mengadakan janji pada mereka
سِرًّا sirran rahasia
إِلَّآ illā kecuali
أَن an hendaknya
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengucapkan
قَوْلًۭا qawlan perkataan
مَّعْرُوفًۭا ۚ maʿrūfan yang baik
وَلَا walā dan jangan
تَعْزِمُوا۟ taʿzimū kamu bertetap hati
عُقْدَةَ ʿuq'data berakad
ٱلنِّكَاحِ l-nikāḥi nikah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَبْلُغَ yablugha sampai
ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab/kepastian
أَجَلَهُۥ ۚ ajalahu waktunya
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
مَا mā apa
فِىٓ fī didalam
أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri
فَٱحْذَرُوهُ ۚ fa-iḥ'dharūhu maka takutlah kepadaNya
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun
حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Ayat 236 - Surah Al-Baqara: 25 kata

لَّا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا۟ لَهُنَّ فَرِيضَةًۭ ۚ وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى ٱلْمُوسِعِ قَدَرُهُۥ وَعَلَى ٱلْمُقْتِرِ قَدَرُهُۥ مَتَـٰعًۢا بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ

Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

لَّا lā tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِن in jika
طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu mentalak
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri
مَا mā apa
لَمْ lam belum/sebelum
تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu campuri mereka
أَوْ aw atau
تَفْرِضُوا۟ tafriḍū kamu menentukan
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
فَرِيضَةًۭ ۚ farīḍatan ketentuan/mahar
وَمَتِّعُوهُنَّ wamattiʿūhunna dan berilah mut'ah (pemberian mereka)
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُوسِعِ l-mūsiʿi orang yang mampu
قَدَرُهُۥ qadaruhu menurut kemampuannya
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلْمُقْتِرِ l-muq'tiri orang yang miskin
قَدَرُهُۥ qadaruhu menurut kemampuannya
مَتَـٰعًۢا matāʿan hadiah
بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan yang baik
حَقًّا ḥaqqan ketentuan
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 237 - Surah Al-Baqara: 35 kata

وَإِن طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةًۭ فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّآ أَن يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَا۟ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ عُقْدَةُ ٱلنِّكَاحِ ۚ وَأَن تَعْفُوٓا۟ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ وَلَا تَنسَوُا۟ ٱلْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

وَإِن wa-in dan jika
طَلَّقْتُمُوهُنَّ ṭallaqtumūhunna kamu menceraikan mereka
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an jika
تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu mencampuri mereka
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
فَرَضْتُمْ faraḍtum kamu telah menentukan
لَهُنَّ lahunna bagi mereka
فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketentuan/mahar
فَنِصْفُ faniṣ'fu maka (bayarlah) seperdua
مَا mā apa
فَرَضْتُمْ faraḍtum telah kamu tentukan
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa/jika
يَعْفُونَ yaʿfūna mereka memaafkan
أَوْ aw atau
يَعْفُوَا۟ yaʿfuwā dimaafkan
ٱلَّذِى alladhī yang
بِيَدِهِۦ biyadihi ditangannya
عُقْدَةُ ʿuq'datu ikatan
ٱلنِّكَاحِ ۚ l-nikāḥi nikah
وَأَن wa-an dan bahwa
تَعْفُوٓا۟ taʿfū pemaafanmu
أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat
لِلتَّقْوَىٰ ۚ lilttaqwā kepada takwa
وَلَا walā dan jangan
تَنسَوُا۟ tansawū kamu melupakan
ٱلْفَضْلَ l-faḍla karunia/keutamaan
بَيْنَكُمْ ۚ baynakum diantara kamu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِمَا bimā dengan apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 238 - Surah Al-Baqara: 8 kata

حَـٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَـٰنِتِينَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.

حَـٰفِظُوا۟ ḥāfiẓū peliharalah
عَلَى ʿalā atas
ٱلصَّلَوَٰتِ l-ṣalawāti segala sholat
وَٱلصَّلَوٰةِ wal-ṣalati dan sholat
ٱلْوُسْطَىٰ l-wus'ṭā wustha ('ashar)
وَقُومُوا۟ waqūmū dan berdirilah
لِلَّهِ lillahi untuk Allah
قَـٰنِتِينَ qānitīna dengan tunduk

Ayat 239 - Surah Al-Baqara: 15 kata

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًۭا ۖ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا۟ تَعْلَمُونَ

Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

فَإِنْ fa-in maka jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu takut
فَرِجَالًا farijālan maka sambil berjalan
أَوْ aw atau
رُكْبَانًۭا ۖ ruk'bānan berkendaraan
فَإِذَآ fa-idhā maka apabila
أَمِنتُمْ amintum kamu telah aman
فَٱذْكُرُوا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah/sebutlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَمَا kamā sebagaimana
عَلَّمَكُم ʿallamakum Dia telah mengajar kamu
مَّا mā apa
لَمْ lam belum
تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 240 - Surah Al-Baqara: 27 kata

وَٱلَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَٰجًۭا وَصِيَّةًۭ لِّأَزْوَٰجِهِم مَّتَـٰعًا إِلَى ٱلْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍۢ ۚ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِى مَا فَعَلْنَ فِىٓ أَنفُسِهِنَّ مِن مَّعْرُوفٍۢ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma'ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُتَوَفَّوْنَ yutawaffawna (mereka) diwafatkan/meninggal
مِنكُمْ minkum diantaramu
وَيَذَرُونَ wayadharūna dan mereka meninggalkan
أَزْوَٰجًۭا azwājan isteri
وَصِيَّةًۭ waṣiyyatan hendaklah berwasiat
لِّأَزْوَٰجِهِم li-azwājihim untuk isteri mereka
مَّتَـٰعًا matāʿan pemberian/nafkah
إِلَى ilā sampai/hingga
ٱلْحَوْلِ l-ḥawli setahun
غَيْرَ ghayra dengan tidak
إِخْرَاجٍۢ ۚ ikh'rājin mengeluarkan
فَإِنْ fa-in /maka jika
خَرَجْنَ kharajna mereka pindah
فَلَا falā maka tidak
جُنَاحَ junāḥa berdosa
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
فِى fī didalam
مَا mā apa
فَعَلْنَ faʿalna mereka perbuat
فِىٓ fī pada
أَنفُسِهِنَّ anfusihinna diri mereka
مِن min dari
مَّعْرُوفٍۢ ۗ maʿrūfin yang patut
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 241 - Surah Al-Baqara: 6 kata

وَلِلْمُطَلَّقَـٰتِ مَتَـٰعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلْمُتَّقِينَ

Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang ma'ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلِلْمُطَلَّقَـٰتِ walil'muṭallaqāti dan bagi wanita-wanita yang diceraikan
مَتَـٰعٌۢ matāʿun mut'ah/hadiah
بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ bil-maʿrūfi dengan yang patut
حَقًّا ḥaqqan (sebagai) kebajikan
عَلَى ʿalā atas/bagi
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 242 - Surah Al-Baqara: 7 kata

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.

كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 243 - Surah Al-Baqara: 28 kata

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ ٱللَّهُ مُوتُوا۟ ثُمَّ أَحْيَـٰهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu", kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

۞ أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu memperhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَرَجُوا۟ kharajū (mereka) keluar
مِن min dari
دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung halaman mereka
وَهُمْ wahum dan mereka
أُلُوفٌ ulūfun beribu-ribu
حَذَرَ ḥadhara takut
ٱلْمَوْتِ l-mawti mati
فَقَالَ faqāla maka berfirman
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مُوتُوا۟ mūtū matilah kamu
ثُمَّ thumma kemudian
أَحْيَـٰهُمْ ۚ aḥyāhum Dia menghidupkan mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَذُو ladhū sungguh mempunyai
فَضْلٍ faḍlin karunia
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يَشْكُرُونَ yashkurūna (mereka) bersyukur

Ayat 244 - Surah Al-Baqara: 9 kata

وَقَـٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan berperanglah kamu sekalian
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 245 - Surah Al-Baqara: 16 kata

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًۭا فَيُضَـٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًۭا كَثِيرَةًۭ ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

مَّن man siapakah
ذَا dhā orang
ٱلَّذِى alladhī yang
يُقْرِضُ yuq'riḍu (dia) memberi pinjaman
ٱللَّهَ l-laha Allah
قَرْضًا qarḍan pinjaman
حَسَنًۭا ḥasanan yang baik
فَيُضَـٰعِفَهُۥ fayuḍāʿifahu maka Dia akan melipat gandakannya
لَهُۥٓ lahu kepadanya
أَضْعَافًۭا aḍʿāfan lipat ganda
كَثِيرَةًۭ ۚ kathīratan yang banyak
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَقْبِضُ yaqbiḍu Dia menyempitkan
وَيَبْصُۜطُ wayabṣuṭu dan Dia melapangkan
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Ayat 246 - Surah Al-Baqara: 54 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلْمَلَإِ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰٓ إِذْ قَالُوا۟ لِنَبِىٍّۢ لَّهُمُ ٱبْعَثْ لَنَا مَلِكًۭا نُّقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ أَلَّا تُقَـٰتِلُوا۟ ۖ قَالُوا۟ وَمَا لَنَآ أَلَّا نُقَـٰتِلَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَـٰرِنَا وَأَبْنَآئِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ تَوَلَّوْا۟ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.

أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu memperhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلْمَلَإِ l-mala-i pemuka-pemuka
مِنۢ min dari
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
إِذْ idh ketika
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لِنَبِىٍّۢ linabiyyin kepada seorang Nabi
لَّهُمُ lahumu untuk mereka
ٱبْعَثْ ib'ʿath angkatlah
لَنَا lanā untuk kami
مَلِكًۭا malikan seorang raja
نُّقَـٰتِلْ nuqātil kami berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
قَالَ qāla dia (Nabi) berkata
هَلْ hal apakah
عَسَيْتُمْ ʿasaytum kamu mungkin sekali
إِن in jika
كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang
أَلَّا allā tidak mau
تُقَـٰتِلُوا۟ ۖ tuqātilū kamu berperang
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
وَمَا wamā dan mengapa
لَنَآ lanā bagi kami
أَلَّا allā tidak mau
نُقَـٰتِلَ nuqātila kami berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
أُخْرِجْنَا ukh'rij'nā kami telah diusir
مِن min dari
دِيَـٰرِنَا diyārinā rumah atau kampung halaman kami
وَأَبْنَآئِنَا ۖ wa-abnāinā dan anak-anak kami
فَلَمَّا falammā maka tatkala
كُتِبَ kutiba diwajibkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْقِتَالُ l-qitālu berperang
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/beberapa (orang)
مِّنْهُمْ ۗ min'hum diantara mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna terhadap orang-orang yang dzalim

Ayat 247 - Surah Al-Baqara: 43 kata

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًۭا ۚ قَالُوٓا۟ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِٱلْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةًۭ مِّنَ ٱلْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُۥ بَسْطَةًۭ فِى ٱلْعِلْمِ وَٱلْجِسْمِ ۖ وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

وَقَالَ waqāla dan berkata
لَهُمْ lahum kepada mereka
نَبِيُّهُمْ nabiyyuhum Nabi mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
قَدْ qad sungguh
بَعَثَ baʿatha Dia telah mengangkat
لَكُمْ lakum bagi kalian
طَالُوتَ ṭālūta Talut
مَلِكًۭا ۚ malikan raja
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَنَّىٰ annā apakah patut
يَكُونُ yakūnu adalah/jadilah dia
لَهُ lahu baginya
ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan/pemerintahan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
وَنَحْنُ wanaḥnu dan kami
أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak
بِٱلْمُلْكِ bil-mul'ki dengan pemerintahan/kerajaan
مِنْهُ min'hu daripadanya
وَلَمْ walam dan tidak
يُؤْتَ yu'ta dia diberi
سَعَةًۭ saʿatan luas/cukup
مِّنَ mina dari
ٱلْمَالِ ۚ l-māli harta/kekayaan
قَالَ qāla dia (Nabi) berkata
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱصْطَفَىٰهُ iṣ'ṭafāhu Dia telah memilihnya
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَزَادَهُۥ wazādahu dan Dia menambah/menganugerahi
بَسْطَةًۭ basṭatan keluasan/keunggulan
فِى fī didalam
ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu
وَٱلْجِسْمِ ۖ wal-jis'mi dan tubuh
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُؤْتِى yu'tī Dia memberikan
مُلْكَهُۥ mul'kahu kerajaanNya
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas (pemberianNya)
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 248 - Surah Al-Baqara: 30 kata

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ءَايَةَ مُلْكِهِۦٓ أَن يَأْتِيَكُمُ ٱلتَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ءَالُ مُوسَىٰ وَءَالُ هَـٰرُونَ تَحْمِلُهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.

وَقَالَ waqāla dan berkata
لَهُمْ lahum kepada mereka
نَبِيُّهُمْ nabiyyuhum Nabi mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ءَايَةَ āyata tanda-tanda
مُلْكِهِۦٓ mul'kihi kerajaannya
أَن an bahwa
يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu
ٱلتَّابُوتُ l-tābūtu tabut
فِيهِ fīhi didalamnya
سَكِينَةٌۭ sakīnatun ketenangan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَبَقِيَّةٌۭ wabaqiyyatun dan sisa
مِّمَّا mimmā dari apa
تَرَكَ taraka meninggalkan
ءَالُ ālu keluarga
مُوسَىٰ mūsā Musa
وَءَالُ waālu dan keluarga
هَـٰرُونَ hārūna Harun
تَحْمِلُهُ taḥmiluhu membawanya
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ۚ l-malāikatu Malaikat
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī didalam
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لَـَٔايَةًۭ laāyatan terdapat tanda-tanda
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 249 - Surah Al-Baqara: 60 kata

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِٱلْجُنُودِ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍۢ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّىٓ إِلَّا مَنِ ٱغْتَرَفَ غُرْفَةًۢ بِيَدِهِۦ ۚ فَشَرِبُوا۟ مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ هُوَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ قَالُوا۟ لَا طَاقَةَ لَنَا ٱلْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَـٰقُوا۟ ٱللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍۢ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةًۭ كَثِيرَةًۢ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku". Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya". Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
فَصَلَ faṣala keluar
طَالُوتُ ṭālūtu Talut
بِٱلْجُنُودِ bil-junūdi dengan tentaranya
قَالَ qāla ia berkata
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مُبْتَلِيكُم mub'talīkum Dia menguji kamu
بِنَهَرٍۢ binaharin dengan sungai
فَمَن faman maka barang siapa
شَرِبَ shariba dia meminum
مِنْهُ min'hu daripadanya
فَلَيْسَ falaysa maka bukanlah dia
مِنِّى minnī dariku
وَمَن waman dan siapa
لَّمْ lam tidak
يَطْعَمْهُ yaṭʿamhu dia merasakannya
فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya dia
مِنِّىٓ minnī dariku
إِلَّا illā kecuali
مَنِ mani orang
ٱغْتَرَفَ igh'tarafa menciduk
غُرْفَةًۢ ghur'fatan seciduk
بِيَدِهِۦ ۚ biyadihi dengan tangannya
فَشَرِبُوا۟ fasharibū maka mereka meminum
مِنْهُ min'hu daripadanya
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/beberapa
مِّنْهُمْ ۚ min'hum diantara
فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَاوَزَهُۥ jāwazahu mereka menyeberangi
هُوَ huwa dia
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَا lā tidak
طَاقَةَ ṭāqata kuat/sanggup
لَنَا lanā bagi kami
ٱلْيَوْمَ l-yawma hari
بِجَالُوتَ bijālūta dengan Jalut
وَجُنُودِهِۦ ۚ wajunūdihi dan tentaranya
قَالَ qāla berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَظُنُّونَ yaẓunnūna (mereka) mengira
أَنَّهُم annahum bahwa mereka
مُّلَـٰقُوا۟ mulāqū (mereka) menemui
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَم kam berapa banyak
مِّن min dari
فِئَةٍۢ fi-atin golongan
قَلِيلَةٍ qalīlatin yang sedikit
غَلَبَتْ ghalabat telah mengalahkan
فِئَةًۭ fi-atan golongan
كَثِيرَةًۢ kathīratan yang banyak
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
مَعَ maʿa beserta
ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar

Ayat 250 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَلَمَّا بَرَزُوا۟ لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًۭا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
بَرَزُوا۟ barazū (mereka) telah nampak
لِجَالُوتَ lijālūta bagi/kepada Jalut
وَجُنُودِهِۦ wajunūdihi dan tentaranya
قَالُوا۟ qālū mereka berkata/berdoa
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
أَفْرِغْ afrigh tuangkanlah
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
صَبْرًۭا ṣabran kesabaran
وَثَبِّتْ wathabbit dan kokohkanlah
أَقْدَامَنَا aqdāmanā tapak kaki/pendirian kami
وَٱنصُرْنَا wa-unṣur'nā dan tolonglah kami
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 251 - Surah Al-Baqara: 27 kata

فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ وَءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍۢ لَّفَسَدَتِ ٱلْأَرْضُ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

فَهَزَمُوهُم fahazamūhum maka mereka mengalahkan mereka
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَقَتَلَ waqatala dan membunuh
دَاوُۥدُ dāwūdu Daud
جَالُوتَ jālūta Jalut
وَءَاتَىٰهُ waātāhu dan memberikan kepadanya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan/pemerintahan
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah
وَعَلَّمَهُۥ waʿallamahu dan Dia mengajarkan
مِمَّا mimmā daripada apa
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَلَوْلَا walawlā dan seandainya
دَفْعُ dafʿu menolak
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka
بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian yang lain
لَّفَسَدَتِ lafasadati pasti rusaklah
ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi
وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
ذُو dhū mempunyai
فَضْلٍ faḍlin karunia
عَلَى ʿalā atas
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 252 - Surah Al-Baqara: 9 kata

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ ۚ وَإِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.

تِلْكَ til'ka itulah
ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakannya
عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu
بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar
وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu
لَمِنَ lamina sungguh dari/salah seorang dari
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna orang-orang yang diutus

Ayat 253 - Surah Al-Baqara: 52 kata

۞ تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَـٰتٍۢ ۚ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَيَّدْنَـٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ وَلَـٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

۞ تِلْكَ til'ka itu
ٱلرُّسُلُ l-rusulu Rasul-Rasul
فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami telah lebihkan
بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
بَعْضٍۢ ۘ baʿḍin sebagian lain
مِّنْهُم min'hum dari/diantara mereka
مَّن man orang
كَلَّمَ kallama berkata-kata
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
وَرَفَعَ warafaʿa dan Dia meninggikan
بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka
دَرَجَـٰتٍۢ ۚ darajātin beberapa derajat
وَءَاتَيْنَا waātaynā dan Kami berikan
عِيسَى ʿīsā Isa
ٱبْنَ ib'na anak
مَرْيَمَ maryama Maryam
ٱلْبَيِّنَـٰتِ l-bayināti keterangan/mukjizat
وَأَيَّدْنَـٰهُ wa-ayyadnāhu dan Kami perkuat dia
بِرُوحِ birūḥi dengan Ruhul/Ruh
ٱلْقُدُسِ ۗ l-qudusi Qudus/suci
وَلَوْ walaw dan jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَا mā tidak
ٱقْتَتَلَ iq'tatala saling membunuh
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِنۢ min dari
بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka
ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan-keterangan
وَلَـٰكِنِ walākini akan tetapi
ٱخْتَلَفُوا۟ ikh'talafū mereka berselisih
فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka
مَّنْ man orang
ءَامَنَ āmana beriman
وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّن man orang
كَفَرَ ۚ kafara kafir
وَلَوْ walaw dan jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَا mā tidak
ٱقْتَتَلُوا۟ iq'tatalū mereka saling membunuh
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَفْعَلُ yafʿalu Dia berbuat
مَا mā apa
يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki

Ayat 254 - Surah Al-Baqara: 21 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَـٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا بَيْعٌۭ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌۭ وَلَا شَفَـٰعَةٌۭ ۗ وَٱلْكَـٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَنفِقُوا۟ anfiqū belanjakanlah
مِمَّا mimmā dari apa
رَزَقْنَـٰكُم razaqnākum Kami rezkikan kepadamu
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
يَأْتِىَ yatiya akan datang
يَوْمٌۭ yawmun hari
لَّا lā tidak
بَيْعٌۭ bayʿun jual beli
فِيهِ fīhi didalamnya
وَلَا walā dan tidak ada
خُلَّةٌۭ khullatun persahabatan
وَلَا walā dan tidak ada
شَفَـٰعَةٌۭ ۗ shafāʿatun syafa'at
وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir
هُمُ humu mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Ayat 255 - Surah Al-Baqara: 50 kata

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌۭ وَلَا نَوْمٌۭ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍۢ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

ٱللَّهُ al-lahu Allah
لَآ lā tidak
إِلَـٰهَ ilāha tuhan
إِلَّا illā melainkan
هُوَ huwa Dia
ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup
ٱلْقَيُّومُ ۚ l-qayūmu terus menerus mengurus
لَا lā tidak
تَأْخُذُهُۥ takhudhuhu menimpaNya
سِنَةٌۭ sinatun kantuk
وَلَا walā dan tidak
نَوْمٌۭ ۚ nawmun tidur
لَّهُۥ lahu kepunyaanNya
مَا mā apa
فِى fī didalam
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
مَن man siapakah
ذَا dhā orang
ٱلَّذِى alladhī yang
يَشْفَعُ yashfaʿu memberi syafa'at
عِندَهُۥٓ ʿindahu disisiNya
إِلَّا illā kecuali
بِإِذْنِهِۦ ۚ bi-idh'nihi dengan izinnya
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
مَا mā apa
بَيْنَ bayna diantara
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan/hadapan mereka
وَمَا wamā dan apa
خَلْفَهُمْ ۖ khalfahum dibelakang mereka
وَلَا walā dan tidak
يُحِيطُونَ yuḥīṭūna mereka mengetahui
بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu
مِّنْ min dari
عِلْمِهِۦٓ ʿil'mihi ilmu Allah
إِلَّا illā kecuali
بِمَا bimā dengan apa
شَآءَ ۚ shāa Dia kehendaki
وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi
كُرْسِيُّهُ kur'siyyuhu kekuasaanNya
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ ۖ wal-arḍa dan bumi
وَلَا walā dan tidak
يَـُٔودُهُۥ yaūduhu Dia merasa berat
حِفْظُهُمَا ۚ ḥif'ẓuhumā memelihara keduanya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu Maha Besar

Ayat 256 - Surah Al-Baqara: 24 kata

لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّـٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

لَآ lā tidak ada
إِكْرَاهَ ik'rāha paksaan
فِى fī dalam/untuk
ٱلدِّينِ ۖ l-dīni agama
قَد qad sungguh
تَّبَيَّنَ tabayyana telah jelas
ٱلرُّشْدُ l-rush'du yang benar
مِنَ mina dari
ٱلْغَىِّ ۚ l-ghayi yang sesat
فَمَن faman maka barang siapa
يَكْفُرْ yakfur (ia) ingkar
بِٱلطَّـٰغُوتِ bil-ṭāghūti kepada Taghut (berhala)
وَيُؤْمِنۢ wayu'min dan ia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya
ٱسْتَمْسَكَ is'tamsaka ia telah berpegang
بِٱلْعُرْوَةِ bil-ʿur'wati dengan/kepada tali
ٱلْوُثْقَىٰ l-wuth'qā yang teguh
لَا lā tidak akan
ٱنفِصَامَ infiṣāma putus
لَهَا ۗ lahā baginya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 257 - Surah Al-Baqara: 24 kata

ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّـٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

ٱللَّهُ al-lahu Allah
وَلِىُّ waliyyu pelindung
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
يُخْرِجُهُم yukh'rijuhum Dia mengeluarkan mereka
مِّنَ mina dari
ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan
إِلَى ilā kepada
ٱلنُّورِ ۖ l-nūri cahaya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
أَوْلِيَآؤُهُمُ awliyāuhumu pelindung mereka
ٱلطَّـٰغُوتُ l-ṭāghūtu berhala
يُخْرِجُونَهُم yukh'rijūnahum mengeluarkan mereka
مِّنَ mina dari
ٱلنُّورِ l-nūri cahaya
إِلَى ilā kepada
ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ l-ẓulumāti kegelapan
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 258 - Surah Al-Baqara: 43 kata

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِى حَآجَّ إِبْرَٰهِـۧمَ فِى رَبِّهِۦٓ أَنْ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّىَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا۠ أُحْىِۦ وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَأْتِى بِٱلشَّمْسِ مِنَ ٱلْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ ٱلْمَغْرِبِ فَبُهِتَ ٱلَّذِى كَفَرَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

أَلَمْ alam apakah tidak
تَرَ tara kamu memperhatikan
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِى alladhī orang yang
حَآجَّ ḥājja mendebat
إِبْرَٰهِـۧمَ ib'rāhīma Ibrahim
فِى fī dalam/tentang
رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya
أَنْ an karena
ءَاتَىٰهُ ātāhu telah memberikan kepadanya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُلْكَ l-mul'ka kerajaan/pemerintahan
إِذْ idh ketika
قَالَ qāla berkata
إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim
رَبِّىَ rabbiya Tuhanku
ٱلَّذِى alladhī yang
يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia menghidupkan
وَيُمِيتُ wayumītu dan Dia mematikan
قَالَ qāla berkata
أَنَا۠ anā saya
أُحْىِۦ uḥ'yī saya menghidupkan
وَأُمِيتُ ۖ wa-umītu dan saya mematikan
قَالَ qāla berkata
إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَأْتِى yatī mendatangkan/menerbitkan
بِٱلشَّمْسِ bil-shamsi dengan matahari
مِنَ mina dari
ٱلْمَشْرِقِ l-mashriqi timur
فَأْتِ fati maka datang
بِهَا bihā dengannya
مِنَ mina dari
ٱلْمَغْرِبِ l-maghribi barat
فَبُهِتَ fabuhita maka kehilangan akal
ٱلَّذِى alladhī orang yang
كَفَرَ ۗ kafara kafir
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 259 - Surah Al-Baqara: 67 kata

أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍۢ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَـٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍۢ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍۢ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍۢ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةًۭ لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًۭا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

أَوْ aw atau
كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang
مَرَّ marra melalui
عَلَىٰ ʿalā atas
قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri
وَهِىَ wahiya dan (negeri) itu
خَاوِيَةٌ khāwiyatun roboh
عَلَىٰ ʿalā atas
عُرُوشِهَا ʿurūshihā atap-atapnya
قَالَ qāla ia berkata
أَنَّىٰ annā bagaimana
يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan
هَـٰذِهِ hādhihi (negeri) ini
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بَعْدَ baʿda sesudah
مَوْتِهَا ۖ mawtihā matinya
فَأَمَاتَهُ fa-amātahu maka mematikannya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِا۟ئَةَ mi-ata seratus
عَامٍۢ ʿāmin tahun
ثُمَّ thumma kemudian
بَعَثَهُۥ ۖ baʿathahu Dia menghidupkannya kembali
قَالَ qāla Dia berkata
كَمْ kam berapa (lama)
لَبِثْتَ ۖ labith'ta kamu tinggal
قَالَ qāla ia berkata
لَبِثْتُ labith'tu saya tinggal
يَوْمًا yawman sehari
أَوْ aw atau
بَعْضَ baʿḍa setengah
يَوْمٍۢ ۖ yawmin hari
قَالَ qāla Dia berfirman
بَل bal bahkan/tetapi
لَّبِثْتَ labith'ta kamu tinggal
مِا۟ئَةَ mi-ata seratus
عَامٍۢ ʿāmin tahun
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka lihatlah
إِلَىٰ ilā kepada
طَعَامِكَ ṭaʿāmika makananmu
وَشَرَابِكَ washarābika dan minumanmu
لَمْ lam tidak
يَتَسَنَّهْ ۖ yatasannah berubah
وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah
إِلَىٰ ilā kepada
حِمَارِكَ ḥimārika keledai kamu
وَلِنَجْعَلَكَ walinajʿalaka dan Kami akan jadikan kamu
ءَايَةًۭ āyatan tanda/kekuasaan
لِّلنَّاسِ ۖ lilnnāsi bagi manusia
وَٱنظُرْ wa-unẓur dan lihatlah
إِلَى ilā kepada
ٱلْعِظَامِ l-ʿiẓāmi tulang belulang
كَيْفَ kayfa bagaimana
نُنشِزُهَا nunshizuhā Kami menyusunnya kembali
ثُمَّ thumma kemudian
نَكْسُوهَا naksūhā Kami membungkusnya
لَحْمًۭا ۚ laḥman daging
فَلَمَّا falammā maka tatkala
تَبَيَّنَ tabayyana telah nyata
لَهُۥ lahu kepadanya
قَالَ qāla ia berkata
أَعْلَمُ aʿlamu saya mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 260 - Surah Al-Baqara: 39 kata

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّ أَرِنِى كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَـٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةًۭ مِّنَ ٱلطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍۢ مِّنْهُنَّ جُزْءًۭا ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًۭا ۚ وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berkata
إِبْرَٰهِـۧمُ ib'rāhīmu Ibrahim
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
أَرِنِى arinī perlihatkan kepadaku
كَيْفَ kayfa bagaimana
تُحْىِ tuḥ'yī Engkau menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰ ۖ l-mawtā orang-orang mati
قَالَ qāla Dia berfirman
أَوَلَمْ awalam apakah tidak
تُؤْمِن ۖ tu'min kamu percaya
قَالَ qāla ia berkata
بَلَىٰ balā ya
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لِّيَطْمَئِنَّ liyaṭma-inna agar menentramkan
قَلْبِى ۖ qalbī hatiku
قَالَ qāla Dia berfirman
فَخُذْ fakhudh maka ambillah
أَرْبَعَةًۭ arbaʿatan empat
مِّنَ mina dari
ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung
فَصُرْهُنَّ faṣur'hunna lalu jinakkan/potong-potonglah dari mereka
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
ثُمَّ thumma kemudian
ٱجْعَلْ ij'ʿal jadikan/letakkan
عَلَىٰ ʿalā diatas
كُلِّ kulli tiap-tiap
جَبَلٍۢ jabalin bukit
مِّنْهُنَّ min'hunna daripadanya
جُزْءًۭا juz'an (tiap) bagian
ثُمَّ thumma kemudian
ٱدْعُهُنَّ ud'ʿuhunna panggillah dia
يَأْتِينَكَ yatīnaka niscaya dia akan datang kepadamu
سَعْيًۭا ۚ saʿyan segera
وَٱعْلَمْ wa-iʿ'lam dan ketahuilah
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 261 - Surah Al-Baqara: 24 kata

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

مَّثَلُ mathalu perumpamaan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan
أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَمَثَلِ kamathali seperti
حَبَّةٍ ḥabbatin biji/benih
أَنۢبَتَتْ anbatat ia tumbuh
سَبْعَ sabʿa tujuh
سَنَابِلَ sanābila tangkai
فِى fī di/pada
كُلِّ kulli tiap-tiap
سُنۢبُلَةٍۢ sunbulatin tangkai
مِّا۟ئَةُ mi-atu seratus
حَبَّةٍۢ ۗ ḥabbatin biji/benih
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُضَـٰعِفُ yuḍāʿifu Dia melipat gandakan
لِمَن liman bagi siapa yang
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas (karuniaNya)
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 262 - Surah Al-Baqara: 24 kata

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا۟ مَنًّۭا وَلَآ أَذًۭى ۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يُتْبِعُونَ yut'biʿūna mereka mengiringi
مَآ mā apa
أَنفَقُوا۟ anfaqū mereka nafkahkan
مَنًّۭا mannan umpatan
وَلَآ walā dan tidak ada
أَذًۭى ۙ adhan gunjingan
لَّهُمْ lahum bagi mereka
أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَلَا walā dan tidak ada
خَوْفٌ khawfun kekhawatiran
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati

Ayat 263 - Surah Al-Baqara: 11 kata

۞ قَوْلٌۭ مَّعْرُوفٌۭ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌۭ مِّن صَدَقَةٍۢ يَتْبَعُهَآ أَذًۭى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌۭ

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

۞ قَوْلٌۭ qawlun perkataan
مَّعْرُوفٌۭ maʿrūfun yang baik
وَمَغْفِرَةٌ wamaghfiratun dan pemberian maaf
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّن min daripada
صَدَقَةٍۢ ṣadaqatin sedekah
يَتْبَعُهَآ yatbaʿuhā ia mengiringinya
أَذًۭى ۗ adhan gunjingan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya
حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Ayat 264 - Surah Al-Baqara: 38 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌۭ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌۭ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًۭا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍۢ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تُبْطِلُوا۟ tub'ṭilū kamu merusakkan
صَدَقَـٰتِكُم ṣadaqātikum sedekahmu
بِٱلْمَنِّ bil-mani dengan umpatan
وَٱلْأَذَىٰ wal-adhā dan gunjingan
كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang
يُنفِقُ yunfiqu (ia) menafkahkan
مَالَهُۥ mālahu hartanya
رِئَآءَ riāa riya (ingin dilihat)
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَا walā dan tidak
يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۖ l-ākhiri akhirat
فَمَثَلُهُۥ famathaluhu maka perumpamaannya
كَمَثَلِ kamathali seperti
صَفْوَانٍ ṣafwānin batu licin
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
تُرَابٌۭ turābun tanah/debu
فَأَصَابَهُۥ fa-aṣābahu kemudian menimpanya
وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat
فَتَرَكَهُۥ fatarakahu maka ia meninggalkan
صَلْدًۭا ۖ ṣaldan bersih
لَّا lā tidak
يَقْدِرُونَ yaqdirūna mereka menguasai
عَلَىٰ ʿalā atas
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
مِّمَّا mimmā dari apa yang
كَسَبُوا۟ ۗ kasabū mereka usahakan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 265 - Surah Al-Baqara: 27 kata

وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ وَتَثْبِيتًۭا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۭ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌۭ فَـَٔاتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌۭ فَطَلٌّۭ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

وَمَثَلُ wamathalu dan perumpamaan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) membelanjakan
أَمْوَٰلَهُمُ amwālahumu harta mereka
ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari
مَرْضَاتِ marḍāti keridhaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَتَثْبِيتًۭا watathbītan dan untuk keteguhan
مِّنْ min dari
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri/jiwa mereka
كَمَثَلِ kamathali seperti
جَنَّةٍۭ jannatin sebuah kebun
بِرَبْوَةٍ birabwatin didataran tinggi
أَصَابَهَا aṣābahā menimpanya/menyiramnya
وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat
فَـَٔاتَتْ faātat maka mendatangkan/menghasilkan
أُكُلَهَا ukulahā makanannya/buahnya
ضِعْفَيْنِ ḍiʿ'fayni dua kali lipat
فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
يُصِبْهَا yuṣib'hā menimpanya/menyiramnya
وَابِلٌۭ wābilun hujan lebat
فَطَلٌّۭ ۗ faṭallun maka hujan gerimis
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 266 - Surah Al-Baqara: 35 kata

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُۥ جَنَّةٌۭ مِّن نَّخِيلٍۢ وَأَعْنَابٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ لَهُۥ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَأَصَابَهُ ٱلْكِبَرُ وَلَهُۥ ذُرِّيَّةٌۭ ضُعَفَآءُ فَأَصَابَهَآ إِعْصَارٌۭ فِيهِ نَارٌۭ فَٱحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.

أَيَوَدُّ ayawaddu apakah ingin
أَحَدُكُمْ aḥadukum seorang diantaramu
أَن an bahwa
تَكُونَ takūna kamu adalah
لَهُۥ lahu baginya/ mempunyai
جَنَّةٌۭ jannatun kebun
مِّن min dari
نَّخِيلٍۢ nakhīlin kurma
وَأَعْنَابٍۢ wa-aʿnābin dan anggur
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
لَهُۥ lahu baginya
فِيهَا fīhā didalamnya
مِن min dari
كُلِّ kulli segala macam
ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan
وَأَصَابَهُ wa-aṣābahu dan menimpanya/datang
ٱلْكِبَرُ l-kibaru masa tua
وَلَهُۥ walahu dan baginya
ذُرِّيَّةٌۭ dhurriyyatun keturunan
ضُعَفَآءُ ḍuʿafāu yang lemah
فَأَصَابَهَآ fa-aṣābahā maka menimpanya
إِعْصَارٌۭ iʿ'ṣārun angin keras
فِيهِ fīhi didalamnya
نَارٌۭ nārun api
فَٱحْتَرَقَتْ ۗ fa-iḥ'taraqat maka terbakar
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat(Nya)
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu memikirkan

Ayat 267 - Surah Al-Baqara: 29 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkanlah
مِن min dari
طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik
مَا mā apa
كَسَبْتُمْ kasabtum kamu usahakan
وَمِمَّآ wamimmā dan dari apa yang
أَخْرَجْنَا akhrajnā Kami keluarkan
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنَ mina dari
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi
وَلَا walā dan jangan
تَيَمَّمُوا۟ tayammamū kamu memilih
ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk-buruk
مِنْهُ min'hu daripadanya
تُنفِقُونَ tunfiqūna kamu nafkahkan
وَلَسْتُم walastum padahal kamu tidak
بِـَٔاخِذِيهِ biākhidhīhi dengan mengambilnya
إِلَّآ illā melainkan
أَن an bahwa
تُغْمِضُوا۟ tugh'miḍū kamu memicingkan mata
فِيهِ ۚ fīhi padanya
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya
حَمِيدٌ ḥamīdun Maha Terpuji

Ayat 268 - Surah Al-Baqara: 13 kata

ٱلشَّيْطَـٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةًۭ مِّنْهُ وَفَضْلًۭا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

ٱلشَّيْطَـٰنُ al-shayṭānu syaitan
يَعِدُكُمُ yaʿidukumu (ia) menjanjikan kamu
ٱلْفَقْرَ l-faqra kemiskinan
وَيَأْمُرُكُم wayamurukum dan ia menyuruh kamu
بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ bil-faḥshāi dengan berbuat kejahatan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعِدُكُم yaʿidukum Dia menjanjikan kamu
مَّغْفِرَةًۭ maghfiratan ampunan
مِّنْهُ min'hu daripadanya
وَفَضْلًۭا ۗ wafaḍlan dan karunia
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 269 - Surah Al-Baqara: 16 kata

يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

يُؤْتِى yu'tī Dia memberikan
ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah
مَن man siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَمَن waman dan siapa
يُؤْتَ yu'ta diberi
ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah
فَقَدْ faqad maka sungguh
أُوتِىَ ūtiya ia diberi
خَيْرًۭا khayran kebajikan
كَثِيرًۭا ۗ kathīran banyak
وَمَا wamā dan tidak
يَذَّكَّرُ yadhakkaru mengambil pelajaran
إِلَّآ illā melainkan
أُو۟لُوا۟ ulū golongan/kelompok
ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi berpengetahuan/berilmu

Ayat 270 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُهُۥ ۗ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

وَمَآ wamā dan apa
أَنفَقْتُم anfaqtum kamu nafkahkan
مِّن min dari
نَّفَقَةٍ nafaqatin sesuatu nafkah
أَوْ aw atau
نَذَرْتُم nadhartum kamu nadzarkan
مِّن min dari
نَّذْرٍۢ nadhrin sesuatu nadzar
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَعْلَمُهُۥ ۗ yaʿlamuhu Dia mengetahuinya
وَمَا wamā dan tidak
لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang dzalim
مِنْ min dari
أَنصَارٍ anṣārin penolong

Ayat 271 - Surah Al-Baqara: 20 kata

إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَـٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

إِن in jika
تُبْدُوا۟ tub'dū kamu menampakkan
ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah
فَنِعِمَّا faniʿimmā maka itu baik
هِىَ ۖ hiya ia
وَإِن wa-in jika
تُخْفُوهَا tukh'fūhā kamu menyembunyikannya
وَتُؤْتُوهَا watu'tūhā dan kamu berikannya
ٱلْفُقَرَآءَ l-fuqarāa orang-orang fakir
فَهُوَ fahuwa maka itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ ۚ lakum bagi kalian
وَيُكَفِّرُ wayukaffiru dan Dia akan menghapuskan
عَنكُم ʿankum dari kalian
مِّن min dari
سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan/tentang apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui

Ayat 272 - Surah Al-Baqara: 28 kata

۞ لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَىٰهُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ ٱللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

۞ لَّيْسَ laysa bukanlah
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
هُدَىٰهُمْ hudāhum menjadikan mereka mendapat petunjuk
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَمَا wamā dan apa
تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin yang baik
فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ fali-anfusikum maka untuk dirimu sendiri
وَمَا wamā dan tidak
تُنفِقُونَ tunfiqūna kamu menafkahkan
إِلَّا illā kecuali/melainkan
ٱبْتِغَآءَ ib'tighāa karena mencari
وَجْهِ wajhi wajah/keridhaan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan apa
تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin yang baik
يُوَفَّ yuwaffa akan dicukupi
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
لَا lā tidak
تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya

Ayat 273 - Surah Al-Baqara: 30 kata

لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًۭا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَـٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًۭا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi bagi orang-orang fakir
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُحْصِرُوا۟ uḥ'ṣirū (mereka) terkepung
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَا lā tidak
يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat
ضَرْبًۭا ḍarban berusaha
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
يَحْسَبُهُمُ yaḥsabuhumu menyangka mereka
ٱلْجَاهِلُ l-jāhilu orang yang bodoh
أَغْنِيَآءَ aghniyāa orang-orang kaya
مِنَ mina dari
ٱلتَّعَفُّفِ l-taʿafufi meminta-minta
تَعْرِفُهُم taʿrifuhum kamu kenal mereka
بِسِيمَـٰهُمْ bisīmāhum dengan sifat-sifat mereka
لَا lā tidak
يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka meminta
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
إِلْحَافًۭا ۗ il'ḥāfan secara mendesak
وَمَا wamā dan apa
تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin yang baik
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِهِۦ bihi dengannya/padanya
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 274 - Surah Al-Baqara: 17 kata

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّۭا وَعَلَانِيَةًۭ فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُنفِقُونَ yunfiqūna (mereka) menafkahkan
أَمْوَٰلَهُم amwālahum harta mereka
بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari
وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari
سِرًّۭا sirran (secara) sembunyi
وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan dan terang-terangan
فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka
أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَلَا walā dan tidak ada
خَوْفٌ khawfun kekhawatiran
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati

Ayat 275 - Surah Al-Baqara: 45 kata

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَأْكُلُونَ yakulūna (mereka) memakan
ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba
لَا lā tidak
يَقُومُونَ yaqūmūna mereka dapat berdiri
إِلَّا illā melainkan
كَمَا kamā seperti
يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku
ٱلَّذِى alladhī orang yang
يَتَخَبَّطُهُ yatakhabbaṭuhu masuk padanya
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
مِنَ mina dari
ٱلْمَسِّ ۚ l-masi sentuhan
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan sebab mereka
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْبَيْعُ l-bayʿu jual beli
مِثْلُ mith'lu seperti
ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ l-riba riba
وَأَحَلَّ wa-aḥalla dan menghalalkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْبَيْعَ l-bayʿa jual beli
وَحَرَّمَ waḥarrama dan Dia mengharamkan
ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ l-riba riba
فَمَن faman maka barang siapa
جَآءَهُۥ jāahu telah sampai padanya
مَوْعِظَةٌۭ mawʿiẓatun nasehat/pelajaran
مِّن min dari
رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya
فَٱنتَهَىٰ fa-intahā maka/lalu ia berhenti
فَلَهُۥ falahu maka baginya
مَا mā apa
سَلَفَ salafa telah lalu
وَأَمْرُهُۥٓ wa-amruhu dan urusannya
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَمَنْ waman dan barang siapa
عَادَ ʿāda (ia) mengulangi
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna (mereka) kekal

Ayat 276 - Surah Al-Baqara: 11 kata

يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَـٰتِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

يَمْحَقُ yamḥaqu menghapuskan/memusnahkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلرِّبَوٰا۟ l-riba riba
وَيُرْبِى wayur'bī dan Dia menyuburkan
ٱلصَّدَقَـٰتِ ۗ l-ṣadaqāti sedekah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
كُلَّ kulla setiap
كَفَّارٍ kaffārin orang yang tetap kafir
أَثِيمٍ athīmin yang berbuat dosa

Ayat 277 - Surah Al-Baqara: 19 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan (mereka) beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan (mereka) mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتَوُا۟ waātawū dan (mereka) menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
لَهُمْ lahum maka bagi mereka
أَجْرُهُمْ ajruhum pahala mereka
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَلَا walā dan tidak ada
خَوْفٌ khawfun kekhawatiran
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati

Ayat 278 - Surah Al-Baqara: 13 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah
مَا mā apa
بَقِىَ baqiya tersisa
مِنَ mina dari
ٱلرِّبَوٰٓا۟ l-riba riba
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 279 - Surah Al-Baqara: 17 kata

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ فَأْذَنُوا۟ بِحَرْبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَٰلِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
فَأْذَنُوا۟ fadhanū maka ketahuilah pernyataan
بِحَرْبٍۢ biḥarbin dengan adanya perang
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦ ۖ warasūlihi dan RasulNya
وَإِن wa-in dan jika
تُبْتُمْ tub'tum kamu bertaubat
فَلَكُمْ falakum maka bagimu
رُءُوسُ ruūsu (modal) pokok
أَمْوَٰلِكُمْ amwālikum hartamu
لَا lā tidak
تَظْلِمُونَ taẓlimūna kamu menganiaya
وَلَا walā dan tidak
تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna kamu dianiaya

Ayat 280 - Surah Al-Baqara: 14 kata

وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍۢ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍۢ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada
ذُو dhū mempunyai
عُسْرَةٍۢ ʿus'ratin kesukaran
فَنَظِرَةٌ fanaẓiratun maka berilah tangguh
إِلَىٰ ilā sampai
مَيْسَرَةٍۢ ۚ maysaratin kelapangan/kelonggaran
وَأَن wa-an dan jika
تَصَدَّقُوا۟ taṣaddaqū kamu menyederhanakan
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 281 - Surah Al-Baqara: 15 kata

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًۭا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan peliharalah dirimu
يَوْمًۭا yawman (pada) hari
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
فِيهِ fīhi padanya (hari itu)
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
تُوَفَّىٰ tuwaffā dibalas dengan sempurna
كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍۢ nafsin diri
مَّا mā apa
كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna (mereka) dianiaya

Ayat 282 - Surah Al-Baqara: 128 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى فَٱكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِٱلْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَن يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ ٱلَّذِى عَلَيْهِ ٱلْحَقُّ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًۭٔا ۚ فَإِن كَانَ ٱلَّذِى عَلَيْهِ ٱلْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُۥ بِٱلْعَدْلِ ۚ وَٱسْتَشْهِدُوا۟ شَهِيدَيْنِ مِن رِّجَالِكُمْ ۖ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌۭ وَٱمْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ ٱلشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحْدَىٰهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَىٰهُمَا ٱلْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ ٱلشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُوا۟ ۚ وَلَا تَسْـَٔمُوٓا۟ أَن تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰٓ أَجَلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ ٱللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَـٰدَةِ وَأَدْنَىٰٓ أَلَّا تَرْتَابُوٓا۟ ۖ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً حَاضِرَةًۭ تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوٓا۟ إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَآرَّ كَاتِبٌۭ وَلَا شَهِيدٌۭ ۚ وَإِن تَفْعَلُوا۟ فَإِنَّهُۥ فُسُوقٌۢ بِكُمْ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِذَا idhā apabila
تَدَايَنتُم tadāyantum kamu berhutang piutang
بِدَيْنٍ bidaynin dengan hutang
إِلَىٰٓ ilā sampai
أَجَلٍۢ ajalin waktu
مُّسَمًّۭى musamman yang ditentukan
فَٱكْتُبُوهُ ۚ fa-uk'tubūhu maka hendaklah kamu menuliskannya
وَلْيَكْتُب walyaktub dan hendaklah menulis
بَّيْنَكُمْ baynakum diantara kamu
كَاتِبٌۢ kātibun seorang penulis
بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil
وَلَا walā dan tidak
يَأْبَ yaba enggan
كَاتِبٌ kātibun seorang penulis
أَن an bahwa
يَكْتُبَ yaktuba menulis
كَمَا kamā sebagaimana
عَلَّمَهُ ʿallamahu telah mengajarkannya
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
فَلْيَكْتُبْ falyaktub maka hendaklah ia menulis
وَلْيُمْلِلِ walyum'lili dan hendaklah membacakan
ٱلَّذِى alladhī orang yang
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak
وَلْيَتَّقِ walyattaqi dan hendaklah ia bertakwa
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya
وَلَا walā dan janganlah
يَبْخَسْ yabkhas ia mengurangi
مِنْهُ min'hu daripadanya
شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu/sedikitpun
فَإِن fa-in maka jika
كَانَ kāna ada
ٱلَّذِى alladhī orang yang
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak
سَفِيهًا safīhan lemah akal
أَوْ aw atau
ضَعِيفًا ḍaʿīfan lemah (keadaannya)
أَوْ aw atau
لَا lā tidak
يَسْتَطِيعُ yastaṭīʿu ia mampu
أَن an untuk
يُمِلَّ yumilla membacakan
هُوَ huwa ia
فَلْيُمْلِلْ falyum'lil maka hendaklah membacakan
وَلِيُّهُۥ waliyyuhu walinya
بِٱلْعَدْلِ ۚ bil-ʿadli dengan adil
وَٱسْتَشْهِدُوا۟ wa-is'tashhidū dan persaksikanlah
شَهِيدَيْنِ shahīdayni dua orang saksi
مِن min dari
رِّجَالِكُمْ ۖ rijālikum orang-orang laki-lakimu
فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
يَكُونَا yakūnā ada
رَجُلَيْنِ rajulayni dua orang lelaki
فَرَجُلٌۭ farajulun maka seorang lelaki
وَٱمْرَأَتَانِ wa-im'ra-atāni dan dua orang perempuan
مِمَّن mimman dari orang
تَرْضَوْنَ tarḍawna kamu ridhai
مِنَ mina dari
ٱلشُّهَدَآءِ l-shuhadāi saksi-saksi
أَن an bahwa
تَضِلَّ taḍilla lupa
إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya
فَتُذَكِّرَ fatudhakkira maka mengingatkan
إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya
ٱلْأُخْرَىٰ ۚ l-ukh'rā yang lain
وَلَا walā dan jangan
يَأْبَ yaba enggan
ٱلشُّهَدَآءُ l-shuhadāu saksi-saksi itu
إِذَا idhā apabila
مَا mā apa
دُعُوا۟ ۚ duʿū mereka seru/panggil
وَلَا walā dan jangan
تَسْـَٔمُوٓا۟ tasamū kamu jemu
أَن an bahwa/untuk
تَكْتُبُوهُ taktubūhu menuliskan
صَغِيرًا ṣaghīran kecil
أَوْ aw atau
كَبِيرًا kabīran besar
إِلَىٰٓ ilā sampai
أَجَلِهِۦ ۚ ajalihi waktu
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
أَقْسَطُ aqsaṭu lebih adil
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَقْوَمُ wa-aqwamu dan lebih menguatkan
لِلشَّهَـٰدَةِ lilshahādati bagi persaksian
وَأَدْنَىٰٓ wa-adnā dan lebih dekat
أَلَّا allā untuk tidak
تَرْتَابُوٓا۟ ۖ tartābū menimbulkan keragu-raguan
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
تَكُونَ takūna itu (muamalah) adalah
تِجَـٰرَةً tijāratan perdagangan
حَاضِرَةًۭ ḥāḍiratan tunai
تُدِيرُونَهَا tudīrūnahā kamu jalankannya
بَيْنَكُمْ baynakum diantaramu
فَلَيْسَ falaysa maka tidak ada
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
جُنَاحٌ junāḥun dosa
أَلَّا allā untuk tidak
تَكْتُبُوهَا ۗ taktubūhā kamu menulisnya
وَأَشْهِدُوٓا۟ wa-ashhidū dan persaksikanlah
إِذَا idhā apabila
تَبَايَعْتُمْ ۚ tabāyaʿtum kamu berjual beli
وَلَا walā dan jangan
يُضَآرَّ yuḍārra saling menyulitkan
كَاتِبٌۭ kātibun penulis
وَلَا walā dan jangan
شَهِيدٌۭ ۚ shahīdun saksi
وَإِن wa-in dan jika
تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan
فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya itu
فُسُوقٌۢ fusūqun kefasikan
بِكُمْ ۗ bikum dengan/untuk kalian
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
وَيُعَلِّمُكُمُ wayuʿallimukumu dan mengajarmu
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 283 - Surah Al-Baqara: 32 kata

۞ وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ وَلَمْ تَجِدُوا۟ كَاتِبًۭا فَرِهَـٰنٌۭ مَّقْبُوضَةٌۭ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًۭا فَلْيُؤَدِّ ٱلَّذِى ٱؤْتُمِنَ أَمَـٰنَتَهُۥ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا۟ ٱلشَّهَـٰدَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمٌۭ قَلْبُهُۥ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌۭ

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

۞ وَإِن wa-in dan jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
عَلَىٰ ʿalā atas/dalam
سَفَرٍۢ safarin perjalanan
وَلَمْ walam dan tidak
تَجِدُوا۟ tajidū kamu memperoleh
كَاتِبًۭا kātiban seorang penulis
فَرِهَـٰنٌۭ farihānun maka barang jaminan
مَّقْبُوضَةٌۭ ۖ maqbūḍatun yang dipegang
فَإِنْ fa-in maka jika
أَمِنَ amina mempercayai
بَعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu
بَعْضًۭا baʿḍan sebagian yang lain
فَلْيُؤَدِّ falyu-addi maka hendaklah menunaikan
ٱلَّذِى alladhī orang yang
ٱؤْتُمِنَ u'tumina dipercayai
أَمَـٰنَتَهُۥ amānatahu amanatnya
وَلْيَتَّقِ walyattaqi maka hendaklah bertakwa
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبَّهُۥ ۗ rabbahu Tuhannya
وَلَا walā dan jangan
تَكْتُمُوا۟ taktumū kamu sembunyikan
ٱلشَّهَـٰدَةَ ۚ l-shahādata persaksian
وَمَن waman dan barang siapa
يَكْتُمْهَا yaktum'hā menyembunyikannya
فَإِنَّهُۥٓ fa-innahu maka sesungguhnya ia
ءَاثِمٌۭ āthimun berdosa
قَلْبُهُۥ ۗ qalbuhu hatinya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 284 - Surah Al-Baqara: 28 kata

لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

لِّلَّهِ lillahi milik Allah
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
وَإِن wa-in dan jika
تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan
مَا mā apa
فِىٓ fī di dalam
أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri
أَوْ aw atau
تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya
يُحَاسِبْكُم yuḥāsib'kum akan membuat perhitungan padamu
بِهِ bihi dengannya
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
فَيَغْفِرُ fayaghfiru maka Dia mengampuni
لِمَن liman kepada siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa
مَن man siapa/orang
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 285 - Surah Al-Baqara: 27 kata

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

ءَامَنَ āmana telah beriman
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul-Rasul
بِمَآ bimā kepada apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
مِن min dari
رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya
وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin
كُلٌّ kullun semuanya
ءَامَنَ āmana beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ wamalāikatihi dan Malaikat-MalaikatNya
وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-KitabNya
وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan Rasul-RasulNya
لَا lā tidak
نُفَرِّقُ nufarriqu kami membeda-bedakan
بَيْنَ bayna diantara
أَحَدٍۢ aḥadin seorang
مِّن min dari
رُّسُلِهِۦ ۚ rusulihi rasul-rasulNya
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar
وَأَطَعْنَا ۖ wa-aṭaʿnā dan kami taat
غُفْرَانَكَ ghuf'rānaka ampunan-Mu
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
وَإِلَيْكَ wa-ilayka dan kepada Engkau
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 286 - Surah Al-Baqara: 49 kata

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًۭا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

لَا lā tidak
يُكَلِّفُ yukallifu membebani
ٱللَّهُ l-lahu Allah
نَفْسًا nafsan seseorang
إِلَّا illā melainkan
وُسْعَهَا ۚ wus'ʿahā kesanggupannya
لَهَا lahā baginya
مَا mā apa
كَسَبَتْ kasabat usahakan
وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan atasnya
مَا mā apa
ٱكْتَسَبَتْ ۗ ik'tasabat kerjakan
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
لَا lā janganlah
تُؤَاخِذْنَآ tuākhidh'nā Engkau hukum kami
إِن in jika
نَّسِينَآ nasīnā kami lupa
أَوْ aw atau
أَخْطَأْنَا ۚ akhṭanā kami bersalah
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
وَلَا walā dan janganlah
تَحْمِلْ taḥmil Engkau bebankan
عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami
إِصْرًۭا iṣ'ran yang berat
كَمَا kamā sebagaimana
حَمَلْتَهُۥ ḥamaltahu Engkau bebankannya
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِنَا ۚ qablinā sebelum kami
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
وَلَا walā dan jangan
تُحَمِّلْنَا tuḥammil'nā Engkau pikulkan pada kami
مَا mā apa
لَا lā tidak
طَاقَةَ ṭāqata sanggup
لَنَا lanā bagi kami
بِهِۦ ۖ bihi dengannya
وَٱعْفُ wa-uʿ'fu dan maafkanlah
عَنَّا ʿannā dari kami
وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah
لَنَا lanā bagi kami
وَٱرْحَمْنَآ ۚ wa-ir'ḥamnā dan rahmatilah kami
أَنتَ anta Engkau
مَوْلَىٰنَا mawlānā penolong kami
فَٱنصُرْنَا fa-unṣur'nā maka tolonglah kami
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 31%
Bulan baru dalam 6 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi