Surah Al-Maaida kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Maaida kata demi kata

Al-Maaida (المائدة) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 120 ayat, 2.804 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 2.804 kata untuk dipelajari, Surah Al-Maaida menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 15 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Maaida: 23 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَوْفُوا۟ بِٱلْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ ٱلْأَنْعَـٰمِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى ٱلصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَوْفُوا۟ awfū penuhilah olehmu
بِٱلْعُقُودِ ۚ bil-ʿuqūdi dengan/akan janji-janji
أُحِلَّتْ uḥillat dihalalkan
لَكُم lakum bagi kalian
بَهِيمَةُ bahīmatu binatang
ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi ternak
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
غَيْرَ ghayra bukan/tidak
مُحِلِّى muḥillī menghalalkan
ٱلصَّيْدِ l-ṣaydi berburu
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
حُرُمٌ ۗ ḥurumun ihram/mengerjakan haji
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَحْكُمُ yaḥkumu Dia menetapkan hukum
مَا mā apa
يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki

Ayat 2 - Surah Al-Maaida: 52 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَـٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًۭا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تُحِلُّوا۟ tuḥillū kamu melanggar
شَعَـٰٓئِرَ shaʿāira syiar-syiar
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan jangan
ٱلشَّهْرَ l-shahra bulan-bulan
ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma haram/suci
وَلَا walā dan jangan
ٱلْهَدْىَ l-hadya binatang hadiah/korban
وَلَا walā dan jangan
ٱلْقَلَـٰٓئِدَ l-qalāida binatang yang diberi kalung untuk korban
وَلَآ walā dan jangan
ءَآمِّينَ āmmīna orang-orang yang mengunjungi
ٱلْبَيْتَ l-bayta Baitul
ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma Haram
يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka bermaksud mencari
فَضْلًۭا faḍlan karunia
مِّن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَرِضْوَٰنًۭا ۚ wariḍ'wānan dan keridhaan
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
حَلَلْتُمْ ḥalaltum kamu telah menyelesaikan ibadah haji
فَٱصْطَادُوا۟ ۚ fa-iṣ'ṭādū maka berburulah kamu
وَلَا walā dan jangan
يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum ganjaran(dosa) yang kamu lakukan
شَنَـَٔانُ shanaānu kebencian
قَوْمٍ qawmin suatu kaum
أَن an bahwa
صَدُّوكُمْ ṣaddūkum mereka menghalang-halangi kamu
عَنِ ʿani dari
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram
أَن an bahwa
تَعْتَدُوا۟ ۘ taʿtadū kamu melampaui batas/aniaya
وَتَعَاوَنُوا۟ wataʿāwanū dan tolong menolonglah kamu
عَلَى ʿalā atas/dalam
ٱلْبِرِّ l-biri kebaikan
وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ wal-taqwā dan takwa
وَلَا walā dan jangan
تَعَاوَنُوا۟ taʿāwanū kamu tolong menolong
عَلَى ʿalā atas/dalam
ٱلْإِثْمِ l-ith'mi berbuat dosa
وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ wal-ʿud'wāni dan permusuhan
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu sangat keras
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa

Ayat 3 - Surah Al-Maaida: 61 kata

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا۟ بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍۢ لِّإِثْمٍۢ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْمَيْتَةُ l-maytatu bangkai
وَٱلدَّمُ wal-damu dan darah
وَلَحْمُ walaḥmu dan daging
ٱلْخِنزِيرِ l-khinzīri babi
وَمَآ wamā dan apa (binatang)
أُهِلَّ uhilla disembelih
لِغَيْرِ lighayri karena bukan (atas nama)
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بِهِۦ bihi dengannya
وَٱلْمُنْخَنِقَةُ wal-mun'khaniqatu dan yang tercekik
وَٱلْمَوْقُوذَةُ wal-mawqūdhatu dan yang dipukul
وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ wal-mutaradiyatu dan yang jatuh
وَٱلنَّطِيحَةُ wal-naṭīḥatu dan binatang yang ditanduk
وَمَآ wamā dan apa (binatang)
أَكَلَ akala memakan (menerkam)
ٱلسَّبُعُ l-sabuʿu binatang buas
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
ذَكَّيْتُمْ dhakkaytum kamu menyembelihnya
وَمَا wamā dan apa (binatang)
ذُبِحَ dhubiḥa disembelih
عَلَى ʿalā atas/untuk
ٱلنُّصُبِ l-nuṣubi berhala
وَأَن wa-an dan bahwa
تَسْتَقْسِمُوا۟ tastaqsimū kamu mengundi nasib
بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ bil-azlāmi dengan anak panah
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
فِسْقٌ ۗ fis'qun fasik
ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari ini
يَئِسَ ya-isa putus asa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِن min dari
دِينِكُمْ dīnikum agamamu
فَلَا falā maka janganlah
تَخْشَوْهُمْ takhshawhum kamu takut kepada mereka
وَٱخْشَوْنِ ۚ wa-ikh'shawni dan takutlah kepadaKu
ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari ini
أَكْمَلْتُ akmaltu Aku sempurnakan
لَكُمْ lakum bagi kalian
دِينَكُمْ dīnakum agamamu
وَأَتْمَمْتُ wa-atmamtu dan Aku cukupkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatKu
وَرَضِيتُ waraḍītu dan Aku telah rela
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلْإِسْلَـٰمَ l-is'lāma Islam
دِينًۭا ۚ dīnan agama
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa
فِى fī dalam
مَخْمَصَةٍ makhmaṣatin kelaparan
غَيْرَ ghayra bukan/tanpa
مُتَجَانِفٍۢ mutajānifin disengaja
لِّإِثْمٍۢ ۙ li-ith'min untuk berbuat dosa
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 4 - Surah Al-Maaida: 31 kata

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَآ أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ ٱلْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَكُلُوا۟ مِمَّآ أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu
مَاذَآ mādhā apa-apa yang
أُحِلَّ uḥilla dihalalkan
لَهُمْ ۖ lahum bagi mereka
قُلْ qul katakanlah
أُحِلَّ uḥilla dihalalkan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلطَّيِّبَـٰتُ ۙ l-ṭayibātu yang baik-baik
وَمَا wamā dan apa
عَلَّمْتُم ʿallamtum kamu ajari
مِّنَ mina dari
ٱلْجَوَارِحِ l-jawāriḥi binatang buas
مُكَلِّبِينَ mukallibīna dengan melatih untuk berburu
تُعَلِّمُونَهُنَّ tuʿallimūnahunna kamu mengajarnya
مِمَّا mimmā dari apa/menurut apa
عَلَّمَكُمُ ʿallamakumu mengajarkan kepadamu
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah
مِمَّآ mimmā dari apa
أَمْسَكْنَ amsakna ia tangkap
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan sebutlah
ٱسْمَ is'ma nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat
ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan

Ayat 5 - Surah Al-Maaida: 43 kata

ٱلْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتُ ۖ وَطَعَامُ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ حِلٌّۭ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّۭ لَّهُمْ ۖ وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ مِنَ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَـٰفِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِىٓ أَخْدَانٍۢ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِٱلْإِيمَـٰنِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُۥ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.

ٱلْيَوْمَ al-yawma pada hari ini
أُحِلَّ uḥilla dihalalkan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلطَّيِّبَـٰتُ ۖ l-ṭayibātu yang baik-baik
وَطَعَامُ waṭaʿāmu dan makanan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
حِلٌّۭ ḥillun halal
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَطَعَامُكُمْ waṭaʿāmukum dan makananmu
حِلٌّۭ ḥillun halal
لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka
وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ wal-muḥ'ṣanātu dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan
مِنَ mina dari
ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti wanita-wanita mukmin
وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ wal-muḥ'ṣanātu dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
إِذَآ idhā jika
ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu memberikan kepada mereka
أُجُورَهُنَّ ujūrahunna mas kawin mereka
مُحْصِنِينَ muḥ'ṣinīna mengawininya
غَيْرَ ghayra bukan
مُسَـٰفِحِينَ musāfiḥīna berzina
وَلَا walā dan tidak
مُتَّخِذِىٓ muttakhidhī menjadikannya
أَخْدَانٍۢ ۗ akhdānin gundik
وَمَن waman dan barang siapa
يَكْفُرْ yakfur kafir/ingkar
بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan/sesudah beriman
فَقَدْ faqad maka sungguh
حَبِطَ ḥabiṭa terhapus
عَمَلُهُۥ ʿamaluhu amalnya
وَهُوَ wahuwa dan dia
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 6 - Surah Al-Maaida: 61 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَـٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِذَا idhā apabila
قُمْتُمْ qum'tum berdiri/mengerjakan
إِلَى ilā kepada/untuk
ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat
فَٱغْسِلُوا۟ fa-igh'silū maka basuhlah
وُجُوهَكُمْ wujūhakum mukamu
وَأَيْدِيَكُمْ wa-aydiyakum dan tanganmu
إِلَى ilā sampai
ٱلْمَرَافِقِ l-marāfiqi siku-siku
وَٱمْسَحُوا۟ wa-im'saḥū dan sapulah
بِرُءُوسِكُمْ biruūsikum dengan/pada kepalamu
وَأَرْجُلَكُمْ wa-arjulakum dan kaki-kakimu
إِلَى ilā sampai
ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ l-kaʿbayni kedua mata-kaki
وَإِن wa-in dan jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
جُنُبًۭا junuban berjunub
فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ fa-iṭṭahharū maka bersucilah kamui
وَإِن wa-in dan jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مَّرْضَىٰٓ marḍā sakit
أَوْ aw atau
عَلَىٰ ʿalā atas/dalam
سَفَرٍ safarin perjalanan
أَوْ aw atau
جَآءَ jāa datang
أَحَدٌۭ aḥadun seseorang
مِّنكُم minkum di antara kamu
مِّنَ mina dari
ٱلْغَآئِطِ l-ghāiṭi tempat buang air
أَوْ aw atau
لَـٰمَسْتُمُ lāmastumu kamu menyentuh
ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan
فَلَمْ falam maka tidak
تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan
مَآءًۭ māan air
فَتَيَمَّمُوا۟ fatayammamū maka bertayamunlah kamu
صَعِيدًۭا ṣaʿīdan debu/tanah
طَيِّبًۭا ṭayyiban baik/bersih
فَٱمْسَحُوا۟ fa-im'saḥū maka usaplah
بِوُجُوهِكُمْ biwujūhikum dengan/pada mukamu
وَأَيْدِيكُم wa-aydīkum dan tangan-tangan kamu
مِّنْهُ ۚ min'hu dari padanya
مَا mā tidak
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيَجْعَلَ liyajʿala untuk menjadikan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّنْ min dari
حَرَجٍۢ ḥarajin kesempitan/kesulitan
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
يُرِيدُ yurīdu Dia menghendaki
لِيُطَهِّرَكُمْ liyuṭahhirakum untuk membersihkan kamu
وَلِيُتِمَّ waliyutimma dan untuk menyempurnakan
نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmat
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 7 - Surah Al-Maaida: 19 kata

وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَـٰقَهُ ٱلَّذِى وَاثَقَكُم بِهِۦٓ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).

وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah
نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَمِيثَـٰقَهُ wamīthāqahu dan perjanjianNya
ٱلَّذِى alladhī yang
وَاثَقَكُم wāthaqakum Dia janjikan kepadamu
بِهِۦٓ bihi dengannya
إِذْ idh ketika
قُلْتُمْ qul'tum kamu mengatakan
سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar
وَأَطَعْنَا ۖ wa-aṭaʿnā dan kami taat
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِذَاتِ bidhāti dengan/terhadap isi
ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri hati

Ayat 8 - Surah Al-Maaida: 26 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
كُونُوا۟ kūnū adalah/jadilah kamu
قَوَّٰمِينَ qawwāmīna orang-orang yang menegakkan
لِلَّهِ lillahi karena Allah
شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi
بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil
وَلَا walā dan jangan
يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum membuatmu berdosa
شَنَـَٔانُ shanaānu kebencian
قَوْمٍ qawmin kaum
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَلَّا allā untuk tidak
تَعْدِلُوا۟ ۚ taʿdilū kamu berlaku adil
ٱعْدِلُوا۟ iʿ'dilū berlaku adillah
هُوَ huwa ia
أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat
لِلتَّقْوَىٰ ۖ lilttaqwā untuk/kepada takwa
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 9 - Surah Al-Maaida: 10 kata

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۙ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌ عَظِيمٌۭ

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

وَعَدَ waʿada telah menjanjikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۙ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
لَهُم lahum bagi mereka
مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan
وَأَجْرٌ wa-ajrun dan pahala
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 10 - Surah Al-Maaida: 7 kata

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka

Ayat 11 - Surah Al-Maaida: 23 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوٓا۟ إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah
نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِذْ idh ketika
هَمَّ hamma berkehendak
قَوْمٌ qawmun kaum
أَن an untuk
يَبْسُطُوٓا۟ yabsuṭū memanjangkan/meluaskan
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka
فَكَفَّ fakaffa maka Dia menahan
أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka
عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah
وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaklah bertawakkal
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin

Ayat 12 - Surah Al-Maaida: 45 kata

۞ وَلَقَدْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ ٱثْنَىْ عَشَرَ نَقِيبًۭا ۖ وَقَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَيْتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ وَءَامَنتُم بِرُسُلِى وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًۭا لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ فَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَخَذَ akhadha telah mengambil
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
وَبَعَثْنَا wabaʿathnā dan Kami telah mengangkat
مِنْهُمُ min'humu diantara mereka
ٱثْنَىْ ith'nay dua
عَشَرَ ʿashara belas (orang)
نَقِيبًۭا ۖ naqīban pemimpin
وَقَالَ waqāla dan berfirman
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِنِّى innī sesungguhnya Aku
مَعَكُمْ ۖ maʿakum beserta kamu
لَئِنْ la-in sungguh jika
أَقَمْتُمُ aqamtumu kamu mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتَيْتُمُ waātaytumu dan kamu menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَءَامَنتُم waāmantum dan kamu beriman
بِرُسُلِى birusulī kepada Rasul-Rasul-Ku
وَعَزَّرْتُمُوهُمْ waʿazzartumūhum dan kamu membantu mereka
وَأَقْرَضْتُمُ wa-aqraḍtumu dan kamu meminjamkan
ٱللَّهَ l-laha Allah
قَرْضًا qarḍan pinjaman
حَسَنًۭا ḥasanan baik
لَّأُكَفِّرَنَّ la-ukaffiranna sungguh Aku akan menghapus
عَنكُمْ ʿankum dari kalian
سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu
وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ wala-ud'khilannakum dan sungguh Aku akan memasukkan kamu
جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai-sungai
فَمَن faman maka barang siapa
كَفَرَ kafara kafir/ingkar
بَعْدَ baʿda sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
مِنكُمْ minkum diantara kamu
فَقَدْ faqad maka sungguh
ضَلَّ ḍalla dia telah sesat
سَوَآءَ sawāa sama/lurus
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan

Ayat 13 - Surah Al-Maaida: 32 kata

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَـٰقَهُمْ لَعَنَّـٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَـٰسِيَةًۭ ۖ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ ۙ وَنَسُوا۟ حَظًّۭا مِّمَّا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَآئِنَةٍۢ مِّنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱصْفَحْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

فَبِمَا fabimā maka dengan sebab
نَقْضِهِم naqḍihim mereka melanggar
مِّيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka
لَعَنَّـٰهُمْ laʿannāhum Kami mengutuk mereka
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan
قُلُوبَهُمْ qulūbahum hati mereka
قَـٰسِيَةًۭ ۖ qāsiyatan keras membatu
يُحَرِّفُونَ yuḥarrifūna mereka merubah
ٱلْكَلِمَ l-kalima perkataan
عَن ʿan dari
مَّوَاضِعِهِۦ ۙ mawāḍiʿihi tempat-tempatnya
وَنَسُوا۟ wanasū dan mereka melupakan
حَظًّۭا ḥaẓẓan bagian
مِّمَّا mimmā dari apa
ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka telah diperingatkan
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
وَلَا walā dan jangan
تَزَالُ tazālu kamu senantiasa
تَطَّلِعُ taṭṭaliʿu kamu akan melihat
عَلَىٰ ʿalā atas
خَآئِنَةٍۢ khāinatin orang yang khianat
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
مِّنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka
فَٱعْفُ fa-uʿ'fu maka maafkanlah
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَٱصْفَحْ ۚ wa-iṣ'faḥ dan biarkanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 14 - Surah Al-Maaida: 25 kata

وَمِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَـٰرَىٰٓ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَهُمْ فَنَسُوا۟ حَظًّۭا مِّمَّا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ ٱلْعَدَاوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ ٱللَّهُ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.

وَمِنَ wamina dan dari/diantara
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّا innā sesungguhnya kami
نَصَـٰرَىٰٓ naṣārā orang-orang Nasrani
أَخَذْنَا akhadhnā Kami telah mengambil
مِيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka
فَنَسُوا۟ fanasū maka/tetapi mereka melupakan
حَظًّۭا ḥaẓẓan bagian
مِّمَّا mimmā dari apa
ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diperingatkan
بِهِۦ bihi dengannya
فَأَغْرَيْنَا fa-aghraynā maka Kami timbulkan
بَيْنَهُمُ baynahumu di antara mereka
ٱلْعَدَاوَةَ l-ʿadāwata permusuhan
وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian/kemarahan
إِلَىٰ ilā sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat
وَسَوْفَ wasawfa dan kelak
يُنَبِّئُهُمُ yunabbi-uhumu akan memberitahukan pada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna (mereka) kerjakan

Ayat 15 - Surah Al-Maaida: 23 kata

يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًۭا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ ۚ قَدْ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٌۭ وَكِتَـٰبٌۭ مُّبِينٌۭ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
قَدْ qad sungguh
جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu
رَسُولُنَا rasūlunā Rasul Kami
يُبَيِّنُ yubayyinu dia menjelaskan
لَكُمْ lakum bagi kalian
كَثِيرًۭا kathīran banyak
مِّمَّا mimmā dari apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تُخْفُونَ tukh'fūna (kamu) sembunyikan
مِنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi (isi) Kitab
وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan memaafkan/membiarkan
عَن ʿan dari
كَثِيرٍۢ ۚ kathīrin kebanyakan
قَدْ qad sungguh
جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
نُورٌۭ nūrun cahaya
وَكِتَـٰبٌۭ wakitābun dan kitab
مُّبِينٌۭ mubīnun terang/nyata

Ayat 16 - Surah Al-Maaida: 18 kata

يَهْدِى بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَـٰمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
بِهِ bihi dengannya (Kitab)
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَنِ mani orang
ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti
رِضْوَٰنَهُۥ riḍ'wānahu keridhaanNya
سُبُلَ subula jalan
ٱلسَّلَـٰمِ l-salāmi keselamatan
وَيُخْرِجُهُم wayukh'rijuhum dan Dia mengeluarkan mereka
مِّنَ mina dari
ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan
إِلَى ilā kepada
ٱلنُّورِ l-nūri cahaya/terang
بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan izinNya
وَيَهْدِيهِمْ wayahdīhim dan Dia memberi petunjuk mereka
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus

Ayat 17 - Surah Al-Maaida: 42 kata

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ ٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

لَّقَدْ laqad sungguh
كَفَرَ kafara telah kafir
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) berkata
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
ٱبْنُ ub'nu putera
مَرْيَمَ ۚ maryama Maryam
قُلْ qul katakanlah
فَمَن faman maka siapakah
يَمْلِكُ yamliku yang menguasai
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَيْـًٔا shayan sesuatu
إِنْ in jika
أَرَادَ arāda menghendaki
أَن an untuk
يُهْلِكَ yuh'lika membinasakan
ٱلْمَسِيحَ l-masīḥa Al Masih
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
وَأُمَّهُۥ wa-ummahu dan ibunya
وَمَن waman dan siapa/orang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
جَمِيعًۭا ۗ jamīʿan seluruhnya
وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَمَا wamā dan apa
بَيْنَهُمَا ۚ baynahumā diantara keduanya
يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan
مَا mā apa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 18 - Surah Al-Maaida: 30 kata

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ نَحْنُ أَبْنَـٰٓؤُا۟ ٱللَّهِ وَأَحِبَّـٰٓؤُهُۥ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم ۖ بَلْ أَنتُم بَشَرٌۭ مِّمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi
وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan orang-orang Nasrani
نَحْنُ naḥnu kami
أَبْنَـٰٓؤُا۟ abnāu anak-anak
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَحِبَّـٰٓؤُهُۥ ۚ wa-aḥibbāuhu dan kekasih-kekasihNya
قُلْ qul katakan
فَلِمَ falima maka mengapa
يُعَذِّبُكُم yuʿadhibukum Dia menyiksa kamu
بِذُنُوبِكُم ۖ bidhunūbikum karena dosa-dosa kamu
بَلْ bal bahkan/tetapi
أَنتُم antum kamu
بَشَرٌۭ basharun manusia
مِّمَّنْ mimman diantara orang
خَلَقَ ۚ khalaqa Dia ciptakan
يَغْفِرُ yaghfiru Dia mengampuni
لِمَن liman bagi siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَمَا wamā dan apa
بَيْنَهُمَا ۖ baynahumā diantara keduanya
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 19 - Surah Al-Maaida: 28 kata

يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍۢ مِّنَ ٱلرُّسُلِ أَن تَقُولُوا۟ مَا جَآءَنَا مِنۢ بَشِيرٍۢ وَلَا نَذِيرٍۢ ۖ فَقَدْ جَآءَكُم بَشِيرٌۭ وَنَذِيرٌۭ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
قَدْ qad sungguh
جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu
رَسُولُنَا rasūlunā Rasul Kami
يُبَيِّنُ yubayyinu dia menjelaskan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَلَىٰ ʿalā atas
فَتْرَةٍۢ fatratin terputusnya
مِّنَ mina dari
ٱلرُّسُلِ l-rusuli para Rasul
أَن an supaya
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
مَا mā tidak
جَآءَنَا jāanā datang kepada kami
مِنۢ min dari
بَشِيرٍۢ bashīrin pembawa berita gembira
وَلَا walā dan tidak
نَذِيرٍۢ ۖ nadhīrin pembawa peringatan
فَقَدْ faqad maka sungguh
جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu
بَشِيرٌۭ bashīrun pembawa berita gembira
وَنَذِيرٌۭ ۗ wanadhīrun dan pembawa peringatan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 20 - Surah Al-Maaida: 22 kata

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَـٰقَوْمِ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنۢبِيَآءَ وَجَعَلَكُم مُّلُوكًۭا وَءَاتَىٰكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًۭا مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah
نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِذْ idh ketika
جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan
فِيكُمْ fīkum diantara kamu
أَنۢبِيَآءَ anbiyāa para Nabi
وَجَعَلَكُم wajaʿalakum dan Dia menjadikan kamu
مُّلُوكًۭا mulūkan penguasa-penguasa
وَءَاتَىٰكُم waātākum dan Dia memberikan kamu
مَّا mā apa
لَمْ lam tidak/belum
يُؤْتِ yu'ti Dia berikan
أَحَدًۭا aḥadan seseorang
مِّنَ mina dari
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta

Ayat 21 - Surah Al-Maaida: 14 kata

يَـٰقَوْمِ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْأَرْضَ ٱلْمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِى كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا۟ خَـٰسِرِينَ

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
ٱلْأَرْضَ l-arḍa tanah/bumi
ٱلْمُقَدَّسَةَ l-muqadasata suci
ٱلَّتِى allatī yang
كَتَبَ kataba tentukan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَلَا walā dan jangan
تَرْتَدُّوا۟ tartaddū kamu berbalik/lari
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَدْبَارِكُمْ adbārikum belakangmu
فَتَنقَلِبُوا۟ fatanqalibū maka kamu akan kembali
خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 22 - Surah Al-Maaida: 17 kata

قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّ فِيهَا قَوْمًۭا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا فَإِنَّا دَٰخِلُونَ

Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِنَّ inna sesungguhnya
فِيهَا fīhā di dalamnya
قَوْمًۭا qawman kaum
جَبَّارِينَ jabbārīna gagah perkasa
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَن lan tidak akan
نَّدْخُلَهَا nadkhulahā kami memasukinya
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar
مِنْهَا min'hā daripadanya
فَإِن fa-in maka jika
يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar
مِنْهَا min'hā daripadanya
فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami
دَٰخِلُونَ dākhilūna orang-orang yang masuk

Ayat 23 - Surah Al-Maaida: 21 kata

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمَا ٱدْخُلُوا۟ عَلَيْهِمُ ٱلْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَـٰلِبُونَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".

قَالَ qāla berkata
رَجُلَانِ rajulāni dua orang laki-laki
مِنَ mina dari/diantara
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَخَافُونَ yakhāfūna (mereka) takut
أَنْعَمَ anʿama telah memberi nikmat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu mereka
ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang
فَإِذَا fa-idhā maka jika
دَخَلْتُمُوهُ dakhaltumūhu kamu telah memasukinya
فَإِنَّكُمْ fa-innakum maka sesungguhnya kamu
غَـٰلِبُونَ ۚ ghālibūna orang-orang yang mengalahkan/menang
وَعَلَى waʿalā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَتَوَكَّلُوٓا۟ fatawakkalū maka bertawakkallah
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 24 - Surah Al-Maaida: 16 kata

قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَآ أَبَدًۭا مَّا دَامُوا۟ فِيهَا ۖ فَٱذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَـٰتِلَآ إِنَّا هَـٰهُنَا قَـٰعِدُونَ

Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِنَّا innā sesungguhnya kami
لَن lan tidak akan
نَّدْخُلَهَآ nadkhulahā kami memasukinya
أَبَدًۭا abadan selama-lamanya
مَّا mā selama/selagi
دَامُوا۟ dāmū mereka
فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya
فَٱذْهَبْ fa-idh'hab maka pergilah
أَنتَ anta kamu
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu
فَقَـٰتِلَآ faqātilā maka berperanglah kamu berdua
إِنَّا innā sesungguhnya kami
هَـٰهُنَا hāhunā di sini
قَـٰعِدُونَ qāʿidūna orang-orang yang duduk

Ayat 25 - Surah Al-Maaida: 13 kata

قَالَ رَبِّ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِى وَأَخِى ۖ فَٱفْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu".

قَالَ qāla (Musa) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
لَآ lā tidak
أَمْلِكُ amliku aku menguasai
إِلَّا illā kecuali
نَفْسِى nafsī diriku
وَأَخِى ۖ wa-akhī dan saudaraku
فَٱفْرُقْ fa-uf'ruq maka pisahkanlah
بَيْنَنَا baynanā antara kami
وَبَيْنَ wabayna dan antara
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 26 - Surah Al-Maaida: 14 kata

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةًۭ ۛ يَتِيهُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
فَإِنَّهَا fa-innahā maka sesungguhnya ia (negeri itu)
مُحَرَّمَةٌ muḥarramatun diharamkan/dilarang
عَلَيْهِمْ ۛ ʿalayhim atas mereka
أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh
سَنَةًۭ ۛ sanatan tahun
يَتِيهُونَ yatīhūna mereka mengembara kebingungan
فِى fī di/pada
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
فَلَا falā maka jangan
تَأْسَ tasa kamu putus asa
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 27 - Surah Al-Maaida: 24 kata

۞ وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًۭا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْـَٔاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".

۞ وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
نَبَأَ naba-a berita/cerita
ٱبْنَىْ ib'nay dua orang anak
ءَادَمَ ādama Adam
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan sebenarnya
إِذْ idh ketika
قَرَّبَا qarrabā keduanya mempersembahkan korban
قُرْبَانًۭا qur'bānan korban
فَتُقُبِّلَ fatuqubbila maka diterima
مِنْ min dari
أَحَدِهِمَا aḥadihimā salah satunya
وَلَمْ walam dan tidak
يُتَقَبَّلْ yutaqabbal diterima
مِنَ mina dari
ٱلْـَٔاخَرِ l-ākhari yang lain
قَالَ qāla dia berkata
لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ la-aqtulannaka sungguh aku akan membunuhmu
قَالَ qāla ia berkata
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَتَقَبَّلُ yataqabbalu akan menerima
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنَ mina dari
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 28 - Surah Al-Maaida: 16 kata

لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍۢ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam".

لَئِنۢ la-in sungguh jika
بَسَطتَ basaṭta kamu mengembangkan/mengayunkan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
يَدَكَ yadaka tanganmu
لِتَقْتُلَنِى litaqtulanī untuk membunuhmu
مَآ mā tidak
أَنَا۠ anā aku
بِبَاسِطٍۢ bibāsiṭin mengembangkan/mengayunkan
يَدِىَ yadiya tanganku
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
لِأَقْتُلَكَ ۖ li-aqtulaka untuk membunuhmu
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبَّ rabba Tuhan Pemelihara
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta/seru sekalian alam

Ayat 29 - Surah Al-Maaida: 13 kata

إِنِّىٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِى وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّـٰلِمِينَ

"Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".

إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أُرِيدُ urīdu aku ingin
أَن an agar
تَبُوٓأَ tabūa kamu kembali
بِإِثْمِى bi-ith'mī dengan dosaku
وَإِثْمِكَ wa-ith'mika dan dosamu
فَتَكُونَ fatakūna maka kamu adalah/menjadi
مِنْ min dari
أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni
ٱلنَّارِ ۚ l-nāri neraka
وَذَٰلِكَ wadhālika dan yang demikian itu
جَزَٰٓؤُا۟ jazāu pembalasan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim

Ayat 30 - Surah Al-Maaida: 9 kata

فَطَوَّعَتْ لَهُۥ نَفْسُهُۥ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُۥ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.

فَطَوَّعَتْ faṭawwaʿat maka menjadikan mudah
لَهُۥ lahu baginya (Qabil)
نَفْسُهُۥ nafsuhu hawa nafsunya
قَتْلَ qatla membunuh
أَخِيهِ akhīhi saudaranya
فَقَتَلَهُۥ faqatalahu maka ia membunuhnya
فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah ia
مِنَ mina dari
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 31 - Surah Al-Maaida: 25 kata

فَبَعَثَ ٱللَّهُ غُرَابًۭا يَبْحَثُ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُرِيَهُۥ كَيْفَ يُوَٰرِى سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَـٰوَيْلَتَىٰٓ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَـٰذَا ٱلْغُرَابِ فَأُوَٰرِىَ سَوْءَةَ أَخِى ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلنَّـٰدِمِينَ

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

فَبَعَثَ fabaʿatha maka mengirimkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
غُرَابًۭا ghurāban seekor burung gagak
يَبْحَثُ yabḥathu menggali
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
لِيُرِيَهُۥ liyuriyahu untuk memperlihatkannya
كَيْفَ kayfa bagaimana
يُوَٰرِى yuwārī menutupi/mengubur
سَوْءَةَ sawata mayat
أَخِيهِ ۚ akhīhi saudaranya
قَالَ qāla ia berkata
يَـٰوَيْلَتَىٰٓ yāwaylatā aduh celakalah aku
أَعَجَزْتُ aʿajaztu mengapa aku tidak mampu
أَنْ an agar
أَكُونَ akūna aku adalah
مِثْلَ mith'la seperti
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْغُرَابِ l-ghurābi burung gagak
فَأُوَٰرِىَ fa-uwāriya maka/lalu aku menutupi/menguburkan
سَوْءَةَ sawata mayat
أَخِى ۖ akhī saudaraku
فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah ia
مِنَ mina dari
ٱلنَّـٰدِمِينَ l-nādimīna orang-orang yang menyesal

Ayat 32 - Surah Al-Maaida: 40 kata

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

مِنْ min dari
أَجْلِ ajli sebab/oleh karena
ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian
كَتَبْنَا katabnā Kami tetapkan
عَلَىٰ ʿalā atas
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia
مَن man barang siapa
قَتَلَ qatala membunuh
نَفْسًۢا nafsan seorang
بِغَيْرِ bighayri bukan karena
نَفْسٍ nafsin seseorang
أَوْ aw atau
فَسَادٍۢ fasādin membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَكَأَنَّمَا faka-annamā maka seakan-akan
قَتَلَ qatala ia membunuh
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya
وَمَنْ waman dan barang siapa
أَحْيَاهَا aḥyāhā menghidupkannya
فَكَأَنَّمَآ faka-annamā maka seakan-akan
أَحْيَا aḥyā ia menghidupkan
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
جَمِيعًۭا ۚ jamīʿan seluruhnya
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka
رُسُلُنَا rusulunā Rasul-Rasul Kami
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan
ثُمَّ thumma kemudian
إِنَّ inna sungguh
كَثِيرًۭا kathīran banyak
مِّنْهُم min'hum dari/diantara mereka
بَعْدَ baʿda sesudah
ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
لَمُسْرِفُونَ lamus'rifūna sungguh orang-orang yang melampaui batas

Ayat 33 - Surah Al-Maaida: 34 kata

إِنَّمَا جَزَٰٓؤُا۟ ٱلَّذِينَ يُحَارِبُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَسْعَوْنَ فِى ٱلْأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُوٓا۟ أَوْ يُصَلَّبُوٓا۟ أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلَـٰفٍ أَوْ يُنفَوْا۟ مِنَ ٱلْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْىٌۭ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
جَزَٰٓؤُا۟ jazāu pembalasan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُحَارِبُونَ yuḥāribūna (mereka) memerangi
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulNya
وَيَسْعَوْنَ wayasʿawna dan mereka berusaha/membuat
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَسَادًا fasādan kerusakan
أَن an bahwa
يُقَتَّلُوٓا۟ yuqattalū mereka dibunuh
أَوْ aw atau
يُصَلَّبُوٓا۟ yuṣallabū mereka disalib
أَوْ aw atau
تُقَطَّعَ tuqaṭṭaʿa dipotong
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka
وَأَرْجُلُهُم wa-arjuluhum dan kaki mereka
مِّنْ min dari
خِلَـٰفٍ khilāfin berlainan/silang
أَوْ aw atau
يُنفَوْا۟ yunfaw mereka dibuang
مِنَ mina dari
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi muka bumi/negeri
ذَٰلِكَ dhālika demikian
لَهُمْ lahum bagi mereka
خِزْىٌۭ khiz'yun kehinaan
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar

Ayat 34 - Surah Al-Maaida: 13 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِن قَبْلِ أَن تَقْدِرُوا۟ عَلَيْهِمْ ۖ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
تَقْدِرُوا۟ taqdirū kamu menguasai
عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka
فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 35 - Surah Al-Maaida: 13 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَـٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱبْتَغُوٓا۟ wa-ib'taghū dan carilah
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
ٱلْوَسِيلَةَ l-wasīlata jalan yang mendekatkan
وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah
فِى fī di/pada
سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalanNya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu mendapatkan keuntungan

Ayat 36 - Surah Al-Maaida: 24 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا وَمِثْلَهُۥ مَعَهُۥ لِيَفْتَدُوا۟ بِهِۦ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَوْ law sekiranya
أَنَّ anna bahwasanya
لَهُم lahum bagi mereka/mereka mempunyai
مَّا mā apa-apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya
وَمِثْلَهُۥ wamith'lahu dan seperti/sebanyak itu
مَعَهُۥ maʿahu bersamanya
لِيَفْتَدُوا۟ liyaftadū untuk menebus diri
بِهِۦ bihi dengannya
مِنْ min dari
عَذَابِ ʿadhābi siksaan
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
مَا mā tidak
تُقُبِّلَ tuqubbila diterima
مِنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Ayat 37 - Surah Al-Maaida: 12 kata

يُرِيدُونَ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنَ ٱلنَّارِ وَمَا هُم بِخَـٰرِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ مُّقِيمٌۭ

Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.

يُرِيدُونَ yurīdūna mereka ingin
أَن an supaya
يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar
مِنَ mina dari
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
وَمَا wamā dan tidak
هُم hum mereka
بِخَـٰرِجِينَ bikhārijīna orang-orang yang keluar
مِنْهَا ۖ min'hā daripadanya
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan
مُّقِيمٌۭ muqīmun lama/kekal

Ayat 38 - Surah Al-Maaida: 13 kata

وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقْطَعُوٓا۟ أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَـٰلًۭا مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَٱلسَّارِقُ wal-sāriqu dan pencuri laki-laki
وَٱلسَّارِقَةُ wal-sāriqatu dan pencuri perempuan
فَٱقْطَعُوٓا۟ fa-iq'ṭaʿū maka potonglah
أَيْدِيَهُمَا aydiyahumā tangan keduanya
جَزَآءًۢ jazāan pembalasan
بِمَا bimā dengan/bagi apa
كَسَبَا kasabā keduanya lakukan
نَكَـٰلًۭا nakālan siksaan/pembalasan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 39 - Surah Al-Maaida: 14 kata

فَمَن تَابَ مِنۢ بَعْدِ ظُلْمِهِۦ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

فَمَن faman maka barang siapa
تَابَ tāba kembali/bertaubat
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ظُلْمِهِۦ ẓul'mihi kedzalimannya
وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan ia memperbaiki diri
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَتُوبُ yatūbu akan menerima taubat
عَلَيْهِ ۗ ʿalayhi atasnya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 40 - Surah Al-Maaida: 19 kata

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

أَلَمْ alam tidakkah
تَعْلَمْ taʿlam kamu mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَهُۥ lahu bagiNya (mempunyai)
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
يُعَذِّبُ yuʿadhibu Dia menyiksa
مَن man siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيَغْفِرُ wayaghfiru dan Dia mengampuni
لِمَن liman bagi siapa
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 41 - Surah Al-Maaida: 67 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحْزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْكُفْرِ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِأَفْوَٰهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ ۛ سَمَّـٰعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّـٰعُونَ لِقَوْمٍ ءَاخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ مِنۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهِۦ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَـٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَٱحْذَرُوا۟ ۚ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتْنَتَهُۥ فَلَن تَمْلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمْ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌۭ ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul
لَا lā janganlah
يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna (mereka) bersegera
فِى fī dalam
ٱلْكُفْرِ l-kuf'ri kekafiran
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka
وَلَمْ walam dan/padahal belum
تُؤْمِن tu'min beriman
قُلُوبُهُمْ ۛ qulūbuhum hati mereka
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هَادُوا۟ ۛ hādū Yahudi
سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan
لِلْكَذِبِ lil'kadhibi pada yang bohong
سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengar
لِقَوْمٍ liqawmin kepada kaum/orang
ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain
لَمْ lam tidak
يَأْتُوكَ ۖ yatūka datang kepadamu
يُحَرِّفُونَ yuḥarrifūna mereka merubah
ٱلْكَلِمَ l-kalima perkataan
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَوَاضِعِهِۦ ۖ mawāḍiʿihi tempat-tempatnya
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
إِنْ in jika
أُوتِيتُمْ ūtītum diberikan kepadamu
هَـٰذَا hādhā ini
فَخُذُوهُ fakhudhūhu maka ambillah dia
وَإِن wa-in dan jika
لَّمْ lam tidak
تُؤْتَوْهُ tu'tawhu diberikannya
فَٱحْذَرُوا۟ ۚ fa-iḥ'dharū maka hati-hatilah kamu
وَمَن waman dan barangsiapa
يُرِدِ yuridi menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِتْنَتَهُۥ fit'natahu fitnahnya/kesesatannya
فَلَن falan maka tidak
تَمْلِكَ tamlika kamu tidak mampu (menolak)
لَهُۥ lahu baginya
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَيْـًٔا ۚ shayan sedikitpun
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَمْ lam tidak
يُرِدِ yuridi menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an agar
يُطَهِّرَ yuṭahhira membersihkan diri
قُلُوبَهُمْ ۚ qulūbahum hati mereka
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
خِزْىٌۭ ۖ khiz'yun kehinaan
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 42 - Surah Al-Maaida: 26 kata

سَمَّـٰعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّـٰلُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِن جَآءُوكَ فَٱحْكُم بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِن تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيْـًۭٔا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan
لِلْكَذِبِ lil'kadhibi pada yang bohong
أَكَّـٰلُونَ akkālūna orang-orang yang banyak memakan
لِلسُّحْتِ ۚ lilssuḥ'ti bagi yang haram
فَإِن fa-in maka jika
جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu
فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka putuskanlah
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
أَوْ aw atau
أَعْرِضْ aʿriḍ berpalinglah
عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari mereka
وَإِن wa-in dan jika
تُعْرِضْ tuʿ'riḍ kamu berpaling
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
فَلَن falan maka tidak
يَضُرُّوكَ yaḍurrūka mereka memudharatkan
شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun
وَإِنْ wa-in dan jika
حَكَمْتَ ḥakamta kamu memutuskan
فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka putuskanlah
بَيْنَهُم baynahum diantara mereka
بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan adil
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُقْسِطِينَ l-muq'siṭīna orang-orang yang berbuat adil

Ayat 43 - Surah Al-Maaida: 15 kata

وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ ٱلتَّوْرَىٰةُ فِيهَا حُكْمُ ٱللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana
يُحَكِّمُونَكَ yuḥakkimūnaka mereka mengangkatmu menjadi hakim
وَعِندَهُمُ waʿindahumu dan disisi mereka
ٱلتَّوْرَىٰةُ l-tawrātu Taurat
فِيهَا fīhā di dalamnya
حُكْمُ ḥuk'mu hukum-hukum
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
يَتَوَلَّوْنَ yatawallawna mereka berpaling
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ ۚ dhālika itu
وَمَآ wamā dan bukan
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka
بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang yang beriman

Ayat 44 - Surah Al-Maaida: 41 kata

إِنَّآ أَنزَلْنَا ٱلتَّوْرَىٰةَ فِيهَا هُدًۭى وَنُورٌۭ ۚ يَحْكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسْلَمُوا۟ لِلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ بِمَا ٱسْتُحْفِظُوا۟ مِن كِتَـٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ عَلَيْهِ شُهَدَآءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا۟ ٱلنَّاسَ وَٱخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِى ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

إِنَّآ innā sesungguhnya
أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah turunkan
ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat
فِيهَا fīhā di dalamnya
هُدًۭى hudan petunjuk
وَنُورٌۭ ۚ wanūrun dan cahaya
يَحْكُمُ yaḥkumu memutuskan perkara
بِهَا bihā dengannya
ٱلنَّبِيُّونَ l-nabiyūna Nabi-Nabi
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَسْلَمُوا۟ aslamū (mereka) menyerahkan diri
لِلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang
هَادُوا۟ hādū Yahudi
وَٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ wal-rabāniyūna dan orang-orang alim mereka
وَٱلْأَحْبَارُ wal-aḥbāru dan para pendeta
بِمَا bimā dengan sebab
ٱسْتُحْفِظُوا۟ us'tuḥ'fiẓū mereka diperintah memelihara
مِن min dari
كِتَـٰبِ kitābi Kitab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka menjadi
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
شُهَدَآءَ ۚ shuhadāa saksi-saksi
فَلَا falā maka jangan
تَخْشَوُا۟ takhshawū kamu takut
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
وَٱخْشَوْنِ wa-ikh'shawni dan takutlah kepadaKu
وَلَا walā dan jangan
تَشْتَرُوا۟ tashtarū kamu jual/menukar
بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayatKu
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًۭا ۚ qalīlan sedikit
وَمَن waman dan barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَحْكُم yaḥkum memutuskan perkara
بِمَآ bimā dengan apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir

Ayat 45 - Surah Al-Maaida: 31 kata

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَآ أَنَّ ٱلنَّفْسَ بِٱلنَّفْسِ وَٱلْعَيْنَ بِٱلْعَيْنِ وَٱلْأَنفَ بِٱلْأَنفِ وَٱلْأُذُنَ بِٱلْأُذُنِ وَٱلسِّنَّ بِٱلسِّنِّ وَٱلْجُرُوحَ قِصَاصٌۭ ۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِۦ فَهُوَ كَفَّارَةٌۭ لَّهُۥ ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

وَكَتَبْنَا wakatabnā dan Kami telah menetapkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
فِيهَآ fīhā di dalamnya
أَنَّ anna bahwasanya
ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa
بِٱلنَّفْسِ bil-nafsi dengan jiwa
وَٱلْعَيْنَ wal-ʿayna dan mata
بِٱلْعَيْنِ bil-ʿayni dengan mata
وَٱلْأَنفَ wal-anfa dan hidung
بِٱلْأَنفِ bil-anfi dengan hidung
وَٱلْأُذُنَ wal-udhuna dan telinga
بِٱلْأُذُنِ bil-udhuni dengan telinga
وَٱلسِّنَّ wal-sina dan gigi
بِٱلسِّنِّ bil-sini dengan gigi
وَٱلْجُرُوحَ wal-jurūḥa dan luka-luka
قِصَاصٌۭ ۚ qiṣāṣun balasan (qisas)
فَمَن faman maka barang siapa
تَصَدَّقَ taṣaddaqa bersedekah/melepaskan hak
بِهِۦ bihi dengannya (qisas)
فَهُوَ fahuwa maka dia
كَفَّارَةٌۭ kaffāratun penembus (dosa)
لَّهُۥ ۚ lahu baginya
وَمَن waman dan barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَحْكُم yaḥkum memutuskan perkara
بِمَآ bimā dengan/menurut apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim

Ayat 46 - Surah Al-Maaida: 26 kata

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ ٱلْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًۭى وَنُورٌۭ وَمُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَهُدًۭى وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

وَقَفَّيْنَا waqaffaynā dan Kami telah mengiringkan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
ءَاثَـٰرِهِم āthārihim jejak-jejak mereka
بِعِيسَى biʿīsā dengan Isa
ٱبْنِ ib'ni putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa (Kitab)
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya/sebelumnya
مِنَ mina dari
ٱلتَّوْرَىٰةِ ۖ l-tawrāti Taurat
وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberitakannya
ٱلْإِنجِيلَ l-injīla Injil
فِيهِ fīhi di dalamnya
هُدًۭى hudan petunjuk
وَنُورٌۭ wanūrun dan cahaya
وَمُصَدِّقًۭا wamuṣaddiqan dan yang membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa (Kitab)
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya/sebelumnya
مِنَ mina dari
ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat
وَهُدًۭى wahudan dan menjadi petunjuk
وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran
لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 47 - Surah Al-Maaida: 16 kata

وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ ٱلْإِنجِيلِ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

وَلْيَحْكُمْ walyaḥkum dan hendaklah memutuskan
أَهْلُ ahlu keluarga/pengikut
ٱلْإِنجِيلِ l-injīli Injil
بِمَآ bimā dengan/menurut apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِيهِ ۚ fīhi di dalamnya
وَمَن waman dan barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَحْكُم yaḥkum memutuskan
بِمَآ bimā dengan/menurut apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 48 - Surah Al-Maaida: 51 kata

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّۢ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةًۭ وَمِنْهَاجًۭا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَلَـٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًۭا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

وَأَنزَلْنَآ wa-anzalnā dan Kami telah menurunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan
لِّمَا limā terhadap apa
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi dua tangan/sebelumnya
مِنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
وَمُهَيْمِنًا wamuhayminan dan yang menjaga
عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya
فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka putuskanlah
بَيْنَهُم baynahum diantara mereka
بِمَآ bimā dengan/menurut apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
وَلَا walā dan janganlah
تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti
أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka
عَمَّا ʿammā dari apa
جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu
مِنَ mina dari
ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran
لِكُلٍّۢ likullin bagi tiap-tiap ummat
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan
مِنكُمْ minkum diantara kamu
شِرْعَةًۭ shir'ʿatan peraturan
وَمِنْهَاجًۭا ۚ wamin'hājan dan jalan yang terang
وَلَوْ walaw dan sekiranya
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَجَعَلَكُمْ lajaʿalakum niscaya Dia menjadikan kamu
أُمَّةًۭ ummatan ummat
وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan yang satu
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لِّيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum Dia hendak menguji kamu
فِى fī dalam/terhadap
مَآ mā apa
ءَاتَىٰكُمْ ۖ ātākum Dia berikan kepadamu
فَٱسْتَبِقُوا۟ fa-is'tabiqū maka berlomba-lombalah
ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebajikan
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu
جَمِيعًۭا jamīʿan semua
فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum lalu Dia memberitahukan padamu
بِمَا bimā dengan/tentang apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فِيهِ fīhi di dalamnya
تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan

Ayat 49 - Surah Al-Maaida: 33 kata

وَأَنِ ٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَٱحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ لَفَـٰسِقُونَ

dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

وَأَنِ wa-ani dan hendaklah
ٱحْكُم uḥ'kum kamu memutuskan
بَيْنَهُم baynahum diantara mereka
بِمَآ bimā dengan/menurut apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَا walā dan jangan
تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti
أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka
وَٱحْذَرْهُمْ wa-iḥ'dharhum dan hati-hatilah terhadap mereka
أَن an bahwa/supaya
يَفْتِنُوكَ yaftinūka mereka (tidak) memalingkan/menyesatkan kamu
عَنۢ ʿan dari
بَعْضِ baʿḍi sebagian
مَآ mā apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
فَٱعْلَمْ fa-iʿ'lam maka ketahuilah
أَنَّمَا annamā bahwasanya
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an agar
يُصِيبَهُم yuṣībahum menimpakan bencana kepada mereka
بِبَعْضِ bibaʿḍi dengan sebagian
ذُنُوبِهِمْ ۗ dhunūbihim dosa-dosa mereka
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنَ mina dari
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَفَـٰسِقُونَ lafāsiqūna sungguh orang-orang fasik

Ayat 50 - Surah Al-Maaida: 10 kata

أَفَحُكْمَ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًۭا لِّقَوْمٍۢ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

أَفَحُكْمَ afaḥuk'ma apakah hukum
ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ l-jāhiliyati Jahiliyah
يَبْغُونَ ۚ yabghūna mereka kehendaki
وَمَنْ waman dan siapakah
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حُكْمًۭا ḥuk'man hukumNya
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin

Ayat 51 - Surah Al-Maaida: 22 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil
ٱلْيَهُودَ l-yahūda orang-orang Yahudi
وَٱلنَّصَـٰرَىٰٓ wal-naṣārā dan orang-orang Nasrani
أَوْلِيَآءَ ۘ awliyāa pemimpin
بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka
أَوْلِيَآءُ awliyāu pemimpin
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain
وَمَن waman dan barang siapa
يَتَوَلَّهُم yatawallahum mengangkat mereka
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia
مِنْهُمْ ۗ min'hum dari (golongan) mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum/golongan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 52 - Surah Al-Maaida: 28 kata

فَتَرَى ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ يُسَـٰرِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌۭ ۚ فَعَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِىَ بِٱلْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍۢ مِّنْ عِندِهِۦ فَيُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ نَـٰدِمِينَ

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

فَتَرَى fatarā maka kamu akan melihat
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
فِى fī dalam
قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka
مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit
يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera
فِيهِمْ fīhim pada mereka (Yahudi dan Nasrani)
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
نَخْشَىٰٓ nakhshā kami takut
أَن an agar
تُصِيبَنَا tuṣībanā menimpa kami
دَآئِرَ ةٌۭ ۚ dāiratun bencana/bahaya
فَعَسَى faʿasā maka mudah-mudahan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an agar
يَأْتِىَ yatiya Dia mendatangkan
بِٱلْفَتْحِ bil-fatḥi dengan kemenangan
أَوْ aw atau
أَمْرٍۢ amrin keputusan
مِّنْ min dari
عِندِهِۦ ʿindihi sisiNya
فَيُصْبِحُوا۟ fayuṣ'biḥū maka mereka menjadi
عَلَىٰ ʿalā atas
مَآ mā apa
أَسَرُّوا۟ asarrū rahasiakan
فِىٓ fī dalam
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka
نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal

Ayat 53 - Surah Al-Maaida: 15 kata

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَهَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ فَأَصْبَحُوا۟ خَـٰسِرِينَ

Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

وَيَقُولُ wayaqūlu dan akan mengatakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَقْسَمُوا۟ aqsamū (mereka) bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
جَهْدَ jahda sungguh-sungguh
أَيْمَـٰنِهِمْ ۙ aymānihim sumpah mereka
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
لَمَعَكُمْ ۚ lamaʿakum benar-benar besertamu
حَبِطَتْ ḥabiṭat rusaklah
أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka
فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka mereka menjadi
خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 54 - Surah Al-Maaida: 37 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍۢ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍۢ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَن man barang siapa
يَرْتَدَّ yartadda murtad
مِنكُمْ minkum diantara kamu
عَن ʿan dari
دِينِهِۦ dīnihi agamanya
فَسَوْفَ fasawfa maka bakal/akan
يَأْتِى yatī mendatangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِقَوْمٍۢ biqawmin dengan suatu kaum
يُحِبُّهُمْ yuḥibbuhum Dia mencintai mereka
وَيُحِبُّونَهُۥٓ wayuḥibbūnahu mereka mencintaiNya
أَذِلَّةٍ adhillatin lemah-lembut
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
أَعِزَّةٍ aʿizzatin keras
عَلَى ʿalā atas
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
يُجَـٰهِدُونَ yujāhidūna mereka berjihad
فِى fī pada
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan tidak
يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut
لَوْمَةَ lawmata celaan
لَآئِمٍۢ ۚ lāimin orang-orang mencela
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
فَضْلُ faḍlu karunia
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يُؤْتِيهِ yu'tīhi Dia berikan
مَن man pada siapa
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu Allah
وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 55 - Surah Al-Maaida: 13 kata

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رَٰكِعُونَ

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
وَلِيُّكُمُ waliyyukumu pemimpin kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَهُمْ wahum dan mereka
رَٰكِعُونَ rākiʿūna orang-orang yang tunduk

Ayat 56 - Surah Al-Maaida: 11 kata

وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْغَـٰلِبُونَ

Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

وَمَن waman dan barang siapa
يَتَوَلَّ yatawalla menjadikan pemimpin
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
حِزْبَ ḥiz'ba golongan/pengikut
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُمُ humu mereka
ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang menang

Ayat 57 - Surah Al-Maaida: 23 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَكُمْ هُزُوًۭا وَلَعِبًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَٱلْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/menjadikan
دِينَكُمْ dīnakum agamamu
هُزُوًۭا huzuwan ejekan
وَلَعِبًۭا walaʿiban dan permainan
مِّنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
وَٱلْكُفَّارَ wal-kufāra dan orang-orang kafir
أَوْلِيَآءَ ۚ awliyāa pemimpin
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 58 - Surah Al-Maaida: 12 kata

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ٱتَّخَذُوهَا هُزُوًۭا وَلَعِبًۭا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْقِلُونَ

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.

وَإِذَا wa-idhā dan jika
نَادَيْتُمْ nādaytum kamu menyeru/memanggil
إِلَى ilā kepada
ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat
ٱتَّخَذُوهَا ittakhadhūhā mereka menjadikannya
هُزُوًۭا huzuwan ejekan
وَلَعِبًۭا ۚ walaʿiban dan permainan
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum disebabkan mereka benar-benar
قَوْمٌۭ qawmun kaum
لَّا lā tidak
يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal

Ayat 59 - Surah Al-Maaida: 20 kata

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ هَلْ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَـٰسِقُونَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
هَلْ hal apakah
تَنقِمُونَ tanqimūna kamu membenci
مِنَّآ minnā dari/kepada kami
إِلَّآ illā kecuali/lantaran
أَنْ an bahwa
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَمَآ wamā dan apa yang
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْنَا ilaynā kepada kami
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَأَنَّ wa-anna dan/sedangkan sesungguhnya
أَكْثَرَكُمْ aktharakum kebanyakan kamu
فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 60 - Surah Al-Maaida: 27 kata

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّۢ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ ٱلْقِرَدَةَ وَٱلْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ ٱلطَّـٰغُوتَ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ شَرٌّۭ مَّكَانًۭا وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ

Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

قُلْ qul katakanlah
هَلْ hal apakah
أُنَبِّئُكُم unabbi-ukum aku memberitahukan kepadamu
بِشَرٍّۢ bisharrin dengan yang lebih buruk
مِّن min dari
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
مَثُوبَةً mathūbatan pembalasan
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
مَن man orang
لَّعَنَهُ laʿanahu mengutukinya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَغَضِبَ waghaḍiba dan memurkai
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan
مِنْهُمُ min'humu diantara mereka
ٱلْقِرَدَةَ l-qiradata kera
وَٱلْخَنَازِيرَ wal-khanāzīra dan babi
وَعَبَدَ waʿabada dan penyembah
ٱلطَّـٰغُوتَ ۚ l-ṭāghūta Thagut
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
شَرٌّۭ sharrun lebih buruk
مَّكَانًۭا makānan tempat
وَأَضَلُّ wa-aḍallu dan lebih tersesat
عَن ʿan dari
سَوَآءِ sawāi lurus
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan

Ayat 61 - Surah Al-Maaida: 16 kata

وَإِذَا جَآءُوكُمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَقَد دَّخَلُوا۟ بِٱلْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا۟ بِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا۟ يَكْتُمُونَ

Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

وَإِذَا wa-idhā dan jika
جَآءُوكُمْ jāūkum mereka datang kepadamu
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
وَقَد waqad dan sesungguhnya
دَّخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk/datang
بِٱلْكُفْرِ bil-kuf'ri dengan kekafiran
وَهُمْ wahum dan mereka
قَدْ qad sesungguhnya
خَرَجُوا۟ kharajū mereka keluar/pergi
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَا bimā dengan/kepada apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka sembunyikan

Ayat 62 - Surah Al-Maaida: 13 kata

وَتَرَىٰ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَأَكْلِهِمُ ٱلسُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

وَتَرَىٰ watarā dan kamu akan melihat
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera
فِى fī di dalam
ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa
وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permusuhan
وَأَكْلِهِمُ wa-aklihimu dan makan mereka
ٱلسُّحْتَ ۚ l-suḥ'ta haram
لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) kerjakan

Ayat 63 - Surah Al-Maaida: 13 kata

لَوْلَا يَنْهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ عَن قَوْلِهِمُ ٱلْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ ٱلسُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.

لَوْلَا lawlā mengapa tidak
يَنْهَىٰهُمُ yanhāhumu melarang mereka
ٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ l-rabāniyūna orang-orang alim Yahudi
وَٱلْأَحْبَارُ wal-aḥbāru dan pendeta-pendeta
عَن ʿan dari
قَوْلِهِمُ qawlihimu ucapan mereka
ٱلْإِثْمَ l-ith'ma dosa/bohong
وَأَكْلِهِمُ wa-aklihimu dan makan mereka
ٱلسُّحْتَ ۚ l-suḥ'ta haram
لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna (mereka) kerjakan

Ayat 64 - Surah Al-Maaida: 47 kata

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا۟ بِمَا قَالُوا۟ ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَـٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ كُلَّمَآ أَوْقَدُوا۟ نَارًۭا لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا ٱللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِى ٱلْأَرْضِ فَسَادًۭا ۚ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi
يَدُ yadu tangan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَغْلُولَةٌ ۚ maghlūlatun terbelenggu
غُلَّتْ ghullat terbelenggu
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka
وَلُعِنُوا۟ waluʿinū dan mereka dikutuk
بِمَا bimā dengan/disebabkan apa
قَالُوا۟ ۘ qālū mereka berkata
بَلْ bal tetapi/bahkan
يَدَاهُ yadāhu kedua tanganNya
مَبْسُوطَتَانِ mabsūṭatāni terbuka keduanya
يُنفِقُ yunfiqu Dia menafkahkan
كَيْفَ kayfa sebagaimana
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَلَيَزِيدَنَّ walayazīdanna dan sungguh akan menambah
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنْهُم min'hum diantara mereka
مَّآ mā apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan
وَكُفْرًۭا ۚ wakuf'ran dan kekafiran
وَأَلْقَيْنَا wa-alqaynā dan Kami jatuhkan/timbulkan
بَيْنَهُمُ baynahumu diantara mereka
ٱلْعَدَٰوَةَ l-ʿadāwata permusuhan
وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian
إِلَىٰ ilā kepada/sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat
كُلَّمَآ kullamā setiap
أَوْقَدُوا۟ awqadū mereka menyalakan
نَارًۭا nāran api
لِّلْحَرْبِ lil'ḥarbi untuk peperangan
أَطْفَأَهَا aṭfa-ahā memadamkan
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَيَسْعَوْنَ wayasʿawna dan mereka berusaha
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَسَادًۭا ۚ fasādan (membuat) kerusakan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan

Ayat 65 - Surah Al-Maaida: 12 kata

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَـٰهُمْ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

وَلَوْ walaw dan kalau
أَنَّ anna sekiranya
أَهْلَ ahla Ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan (mereka) bertakwa
لَكَفَّرْنَا lakaffarnā tentu Kami hapuskan
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan-kesalahan mereka
وَلَأَدْخَلْنَـٰهُمْ wala-adkhalnāhum dan tentu Kami masukkan mereka
جَنَّـٰتِ jannāti surga
ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh kenikmatan

Ayat 66 - Surah Al-Maaida: 24 kata

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِم مِّن رَّبِّهِمْ لَأَكَلُوا۟ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم ۚ مِّنْهُمْ أُمَّةٌۭ مُّقْتَصِدَةٌۭ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

وَلَوْ walaw dan kalau
أَنَّهُمْ annahum sekiranya mereka
أَقَامُوا۟ aqāmū (mereka) menegakkan
ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat
وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka
مِّن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
لَأَكَلُوا۟ la-akalū niscaya mereka mendapat makanan
مِن min dari
فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka
وَمِن wamin dan dari
تَحْتِ taḥti bawah
أَرْجُلِهِم ۚ arjulihim kaki mereka
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
أُمَّةٌۭ ummatun umat/golongan
مُّقْتَصِدَةٌۭ ۖ muq'taṣidatun pertengahan
وَكَثِيرٌۭ wakathīrun dan kebanyakan
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
سَآءَ sāa amat buruk
مَا mā apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 67 - Surah Al-Maaida: 24 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul
بَلِّغْ balligh sampaikanlah
مَآ mā apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
مِن min dari
رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
وَإِن wa-in dan jika
لَّمْ lam tidak
تَفْعَلْ tafʿal kamu kerjakan
فَمَا famā maka tidak
بَلَّغْتَ ballaghta kamu menyampaikan
رِسَالَتَهُۥ ۚ risālatahu risalahNya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْصِمُكَ yaʿṣimuka Dia memelihara kamu
مِنَ mina dari
ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 68 - Surah Al-Maaida: 30 kata

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَـٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لَسْتُمْ lastum kamu tidak
عَلَىٰ ʿalā atas
شَىْءٍ shayin sesuatu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
تُقِيمُوا۟ tuqīmū kamu menegakkan
ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat
وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكُم ilaykum kepadamu
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian
وَلَيَزِيدَنَّ walayazīdanna dan sungguh akan menambah
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنْهُم min'hum diantara mereka
مَّآ mā apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan
وَكُفْرًۭا ۖ wakuf'ran dan kekafiran
فَلَا falā maka janganlah
تَأْسَ tasa kamu berputus asa
عَلَى ʿalā atas
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir

Ayat 69 - Surah Al-Maaida: 20 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّـٰبِـُٔونَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
هَادُوا۟ hādū Yahudi
وَٱلصَّـٰبِـُٔونَ wal-ṣābiūna dan Shabi-in
وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan Nasrani
مَنْ man orang/siapa
ءَامَنَ āmana beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَعَمِلَ waʿamila dan beramal
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh
فَلَا falā maka tidak ada
خَوْفٌ khawfun kekhawatiran
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati

Ayat 70 - Surah Al-Maaida: 19 kata

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ رُسُلًۭا ۖ كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُهُمْ فَرِيقًۭا كَذَّبُوا۟ وَفَرِيقًۭا يَقْتُلُونَ

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

لَقَدْ laqad sesungguhnya
أَخَذْنَا akhadhnā Kami telah mengambil
مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
وَأَرْسَلْنَآ wa-arsalnā dan Kami telah mengutus
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
رُسُلًۭا ۖ rusulan Rasul-Rasul
كُلَّمَا kullamā setiap
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
رَسُولٌۢ rasūlun seorang Rasul
بِمَا bimā dengan apa
لَا lā tidak
تَهْوَىٰٓ tahwā menginginkan
أَنفُسُهُمْ anfusuhum hawa nafsu mereka
فَرِيقًۭا farīqan segolongan/sebagian
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka dustakan
وَفَرِيقًۭا wafarīqan dan segolongan/sebagian
يَقْتُلُونَ yaqtulūna mereka bunuh

Ayat 71 - Surah Al-Maaida: 19 kata

وَحَسِبُوٓا۟ أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌۭ فَعَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ كَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

وَحَسِبُوٓا۟ waḥasibū dan mereka mengira
أَلَّا allā bahwa tidak akan
تَكُونَ takūna terjadi
فِتْنَةٌۭ fit'natun bencana
فَعَمُوا۟ faʿamū maka mereka menjadi buta
وَصَمُّوا۟ waṣammū dan mereka menjadi tuli
ثُمَّ thumma kemudian
تَابَ tāba menerima taubat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
ثُمَّ thumma kemudian
عَمُوا۟ ʿamū mereka menjadi buta
وَصَمُّوا۟ waṣammū dan mereka menjadi tuli
كَثِيرٌۭ kathīrun kebanyakan
مِّنْهُمْ ۚ min'hum diantara mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 72 - Surah Al-Maaida: 33 kata

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍۢ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

لَقَدْ laqad sesungguhnya
كَفَرَ kafara telah kafir
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
ٱبْنُ ub'nu putera
مَرْيَمَ ۖ maryama Maryam
وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَرَبَّكُمْ ۖ warabbakum dan Tuhanmu
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
مَن man barang siapa
يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
فَقَدْ faqad maka sungguh
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya
ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka
وَمَا wamā dan tidaklah
لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna orang-orang yang dzalim
مِنْ min dari
أَنصَارٍۢ anṣārin penolong

Ayat 73 - Surah Al-Maaida: 25 kata

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَـٰثَةٍۢ ۘ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّآ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

لَّقَدْ laqad sesungguhnya
كَفَرَ kafara telah kafir
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ثَالِثُ thālithu tiga
ثَلَـٰثَةٍۢ ۘ thalāthatin dari tiga
وَمَا wamā dan tidak
مِنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
إِلَّآ illā selain
إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan
وَٰحِدٌۭ ۚ wāḥidun satu/esa
وَإِن wa-in dan jika
لَّمْ lam tidak
يَنتَهُوا۟ yantahū mereka berhenti
عَمَّا ʿammā dari apa
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan
لَيَمَسَّنَّ layamassanna tentu akan menyentuh
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
أَلِيمٌ alīmun pedih

Ayat 74 - Surah Al-Maaida: 8 kata

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

أَفَلَا afalā maka mengapa tidak
يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَسْتَغْفِرُونَهُۥ ۚ wayastaghfirūnahu dan mereka memohon ampun kepadaNya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 75 - Surah Al-Maaida: 25 kata

مَّا ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌۭ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌۭ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ ٱلطَّعَامَ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ثُمَّ ٱنظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

مَّا mā bukanlah
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
ٱبْنُ ub'nu putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
إِلَّا illā melainkan
رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ khalat telah berlalu
مِن min dari
قَبْلِهِ qablihi sebelumnya
ٱلرُّسُلُ l-rusulu beberapa Rasul
وَأُمُّهُۥ wa-ummuhu dan ibunya
صِدِّيقَةٌۭ ۖ ṣiddīqatun seorang wanita yang sangat benar
كَانَا kānā adalah keduanya
يَأْكُلَانِ yakulāni keduanya memakan
ٱلطَّعَامَ ۗ l-ṭaʿāma makanan
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
نُبَيِّنُ nubayyinu Kami menjelaskan
لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti keterangan-keterangan
ثُمَّ thumma kemudian
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah
أَنَّىٰ annā kemana
يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka berpaling

Ayat 76 - Surah Al-Maaida: 16 kata

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّۭا وَلَا نَفْعًۭا ۚ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

قُلْ qul katakanlah
أَتَعْبُدُونَ ataʿbudūna mengapa kamu menyembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
يَمْلِكُ yamliku berkuasa
لَكُمْ lakum bagi kalian
ضَرًّۭا ḍarran membahayakan
وَلَا walā dan tidak
نَفْعًۭا ۚ nafʿan memberi manfaat
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 77 - Surah Al-Maaida: 23 kata

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓا۟ أَهْوَآءَ قَوْمٍۢ قَدْ ضَلُّوا۟ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِيرًۭا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
لَا lā janganlah
تَغْلُوا۟ taghlū kamu berlebih-lebihan
فِى fī dalam
دِينِكُمْ dīnikum agamamu
غَيْرَ ghayra tidak/tanpa
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran
وَلَا walā dan janganlah
تَتَّبِعُوٓا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
أَهْوَآءَ ahwāa hawa nafsu
قَوْمٍۢ qawmin kaum/orang-orang
قَدْ qad sungguh
ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَأَضَلُّوا۟ wa-aḍallū dan mereka menyesatkan
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
وَضَلُّوا۟ waḍallū dan mereka sesat
عَن ʿan dari
سَوَآءِ sawāi lurus
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan

Ayat 78 - Surah Al-Maaida: 17 kata

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

لُعِنَ luʿina telah dikutuk
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنۢ min dari
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
عَلَىٰ ʿalā atas
لِسَانِ lisāni lisan
دَاوُۥدَ dāwūda Daud
وَعِيسَى waʿīsā dan Isa
ٱبْنِ ib'ni putera
مَرْيَمَ ۚ maryama Maryam
ذَٰلِكَ dhālika demikian
بِمَا bimā disebabkan
عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka
وَّكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
يَعْتَدُونَ yaʿtadūna (mereka) melampaui batas

Ayat 79 - Surah Al-Maaida: 10 kata

كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍۢ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

كَانُوا۟ kānū mereka adalah
لَا lā tidak
يَتَنَاهَوْنَ yatanāhawna saling melarang
عَن ʿan dari
مُّنكَرٍۢ munkarin perbuatan mungkar
فَعَلُوهُ ۚ faʿalūhu mereka lakukannya
لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَفْعَلُونَ yafʿalūna (mereka) perbuat

Ayat 80 - Surah Al-Maaida: 19 kata

تَرَىٰ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِى ٱلْعَذَابِ هُمْ خَـٰلِدُونَ

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

تَرَىٰ tarā kamu melihat
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
يَتَوَلَّوْنَ yatawallawna (mereka) menjadikan pemimpin
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar
لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk
مَا mā apa
قَدَّمَتْ qaddamat telah disediakan
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka sendiri
أَن an bahwa
سَخِطَ sakhiṭa kemurkaan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَفِى wafī dan didalam
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan
هُمْ hum mereka
خَـٰلِدُونَ khālidūna (mereka) kekal

Ayat 81 - Surah Al-Maaida: 15 kata

وَلَوْ كَانُوا۟ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَ وَلَـٰكِنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ فَـٰسِقُونَ

Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

وَلَوْ walaw dan sekiranya
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah
وَٱلنَّبِىِّ wal-nabiyi dan Nabi
وَمَآ wamā dan apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
مَا mā tidak
ٱتَّخَذُوهُمْ ittakhadhūhum mengambil mereka
أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik

Ayat 82 - Surah Al-Maaida: 26 kata

۞ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَـٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًۭا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

۞ لَتَجِدَنَّ latajidanna sungguh kamu akan mendapati
أَشَدَّ ashadda paling keras
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
عَدَٰوَةًۭ ʿadāwatan permusuhan
لِّلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱلْيَهُودَ l-yahūda orang-orang Yahudi
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
أَشْرَكُوا۟ ۖ ashrakū (mereka) musyrik
وَلَتَجِدَنَّ walatajidanna dan sungguh kamu akan mendapati
أَقْرَبَهُم aqrabahum mereka paling dekat
مَّوَدَّةًۭ mawaddatan persahabatan
لِّلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan
إِنَّا innā sesungguhnya kami
نَصَـٰرَىٰ ۚ naṣārā orang-orang Nasrani
ذَٰلِكَ dhālika demikian
بِأَنَّ bi-anna disebabkan
مِنْهُمْ min'hum diantara meraka
قِسِّيسِينَ qissīsīna pendeta-pendeta
وَرُهْبَانًۭا waruh'bānan dan rahib-rahib
وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan bahwasanya mereka
لَا lā tidak
يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka menyombongkan diri

Ayat 83 - Surah Al-Maaida: 21 kata

وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengarkan
مَآ mā apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَى ilā kepada
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
تَرَىٰٓ tarā kamu lihat
أَعْيُنَهُمْ aʿyunahum mata mereka
تَفِيضُ tafīḍu mencucurkan
مِنَ mina dari
ٱلدَّمْعِ l-damʿi air mata
مِمَّا mimmā dari apa/disebabkan
عَرَفُوا۟ ʿarafū mereka ketahui
مِنَ mina dari
ٱلْحَقِّ ۖ l-ḥaqi kebenaran
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
فَٱكْتُبْنَا fa-uk'tub'nā maka catatlah kami
مَعَ maʿa bersama
ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menjadi saksi

Ayat 84 - Surah Al-Maaida: 16 kata

وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَا جَآءَنَا مِنَ ٱلْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَن يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?".

وَمَا wamā dan mengapa
لَنَا lanā bagi kami
لَا lā tidak
نُؤْمِنُ nu'minu (kami) beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَمَا wamā dan apa
جَآءَنَا jāanā datang kepada kami
مِنَ mina dari
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran
وَنَطْمَعُ wanaṭmaʿu dan kami menginginkan
أَن an agar
يُدْخِلَنَا yud'khilanā memasukkan kami
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
مَعَ maʿa beserta
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 85 - Surah Al-Maaida: 14 kata

فَأَثَـٰبَهُمُ ٱللَّهُ بِمَا قَالُوا۟ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْمُحْسِنِينَ

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

فَأَثَـٰبَهُمُ fa-athābahumu maka memberi pahala kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِمَا bimā dengan apa
قَالُوا۟ qālū mereka katakan
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā didalamnya
وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah
جَزَآءُ jazāu balasan
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 86 - Surah Al-Maaida: 7 kata

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka

Ayat 87 - Surah Al-Maaida: 17 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحَرِّمُوا۟ طَيِّبَـٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تُحَرِّمُوا۟ tuḥarrimū kamu mengharamkan
طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik
مَآ mā apa
أَحَلَّ aḥalla menghalalkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَلَا walā dan jangan
تَعْتَدُوٓا۟ ۚ taʿtadū kamu melampaui batas
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas

Ayat 88 - Surah Al-Maaida: 12 kata

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah
مِمَّا mimmā dari apa
رَزَقَكُمُ razaqakumu telah memberi rezki kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal
طَيِّبًۭا ۚ ṭayyiban baik
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنتُم antum kamu
بِهِۦ bihi denganNya
مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang beriman

Ayat 89 - Surah Al-Maaida: 45 kata

لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَـٰنِكُمْ وَلَـٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَـٰنَ ۖ فَكَفَّـٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَـٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَـٰثَةِ أَيَّامٍۢ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّـٰرَةُ أَيْمَـٰنِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَٱحْفَظُوٓا۟ أَيْمَـٰنَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

لَا lā tidak
يُؤَاخِذُكُمُ yuākhidhukumu menghukum kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِٱللَّغْوِ bil-laghwi karena main-main
فِىٓ fī di dalam
أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpahmu
وَلَـٰكِن walākin tetapi
يُؤَاخِذُكُم yuākhidhukum Dia menghukum kamu
بِمَا bimā dengan sebab
عَقَّدتُّمُ ʿaqqadttumu kamu sengaja
ٱلْأَيْمَـٰنَ ۖ l-aymāna sumpah-sumpah itu
فَكَفَّـٰرَتُهُۥٓ fakaffāratuhu maka dendanya
إِطْعَامُ iṭ'ʿāmu memberi makan
عَشَرَةِ ʿasharati sepuluh
مَسَـٰكِينَ masākīna orang-orang miskin
مِنْ min dari
أَوْسَطِ awsaṭi pertengahan/biasa
مَا mā apa
تُطْعِمُونَ tuṭ'ʿimūna kamu berikan makan
أَهْلِيكُمْ ahlīkum keluargamu
أَوْ aw atau
كِسْوَتُهُمْ kis'watuhum memberi mereka pakaian
أَوْ aw atau
تَحْرِيرُ taḥrīru memerdekakan
رَقَبَةٍۢ ۖ raqabatin seorang budak
فَمَن faman maka barang siapa
لَّمْ lam tidak
يَجِدْ yajid mendapatkan
فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah
ثَلَـٰثَةِ thalāthati tiga
أَيَّامٍۢ ۚ ayyāmin hari
ذَٰلِكَ dhālika demikian
كَفَّـٰرَةُ kaffāratu denda
أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpah-sumpahmu
إِذَا idhā jika/bila
حَلَفْتُمْ ۚ ḥalaftum kamu bersumpah
وَٱحْفَظُوٓا۟ wa-iḥ'faẓū dan jagalah
أَيْمَـٰنَكُمْ ۚ aymānakum sumpah-sumpahmu
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah
يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 90 - Surah Al-Maaida: 15 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَـٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْخَمْرُ l-khamru minuman keras
وَٱلْمَيْسِرُ wal-maysiru dan judi
وَٱلْأَنصَابُ wal-anṣābu dan berhala-berhala
وَٱلْأَزْلَـٰمُ wal-azlāmu dan mengundi nasib dengan anak panah
رِجْسٌۭ rij'sun perbuatan keji
مِّنْ min dari
عَمَلِ ʿamali perbuatan
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
فَٱجْتَنِبُوهُ fa-ij'tanibūhu maka jauhilah perbuatan itu
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung

Ayat 91 - Surah Al-Maaida: 20 kata

إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يُرِيدُ yurīdu bermaksud
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
أَن an hendak
يُوقِعَ yūqiʿa menimbulkan
بَيْنَكُمُ baynakumu diantara kamu
ٱلْعَدَٰوَةَ l-ʿadāwata permusuhan
وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian
فِى fī di dalam
ٱلْخَمْرِ l-khamri minuman keras
وَٱلْمَيْسِرِ wal-maysiri dan berjudi
وَيَصُدَّكُمْ wayaṣuddakum dan ia menghalangi kamu
عَن ʿan dari
ذِكْرِ dhik'ri mengingat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَعَنِ waʿani dan dari
ٱلصَّلَوٰةِ ۖ l-ṣalati sholat
فَهَلْ fahal maka apakah
أَنتُم antum kamu
مُّنتَهُونَ muntahūna orang-orang yang berhenti

Ayat 92 - Surah Al-Maaida: 13 kata

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَٱحْذَرُوا۟ ۚ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
وَٱحْذَرُوا۟ ۚ wa-iḥ'dharū dan berhati-hatilah kamu
فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling
فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah
أَنَّمَا annamā bahwasanya
عَلَىٰ ʿalā atas
رَسُولِنَا rasūlinā Rasul Kami
ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian
ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata

Ayat 93 - Surah Al-Maaida: 24 kata

لَيْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جُنَاحٌۭ فِيمَا طَعِمُوٓا۟ إِذَا مَا ٱتَّقَوا۟ وَّءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ثُمَّ ٱتَّقَوا۟ وَّءَامَنُوا۟ ثُمَّ ٱتَّقَوا۟ وَّأَحْسَنُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

لَيْسَ laysa tidak/bukan
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
جُنَاحٌۭ junāḥun berdosa
فِيمَا fīmā tentang apa
طَعِمُوٓا۟ ṭaʿimū mereka telah memakannya
إِذَا idhā apabila/jika
مَا mā apa
ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa
وَّءَامَنُوا۟ waāmanū dan mereka beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
ثُمَّ thumma kemudian
ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa
وَّءَامَنُوا۟ waāmanū dan mereka beriman
ثُمَّ thumma kemudian
ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa
وَّأَحْسَنُوا۟ ۗ wa-aḥsanū dan mereka berbuat kebaikan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan

Ayat 94 - Surah Al-Maaida: 23 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَيَبْلُوَنَّكُمُ ٱللَّهُ بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلصَّيْدِ تَنَالُهُۥٓ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَخَافُهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَيَبْلُوَنَّكُمُ layabluwannakumu sungguh akan menguji kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu
مِّنَ mina dari
ٱلصَّيْدِ l-ṣaydi binatang buruan
تَنَالُهُۥٓ tanāluhu kamu perolehnya
أَيْدِيكُمْ aydīkum tanganmu
وَرِمَاحُكُمْ warimāḥukum dan tombakmu
لِيَعْلَمَ liyaʿlama karena hendak mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَن man siapa
يَخَافُهُۥ yakhāfuhu takut kepadanya
بِٱلْغَيْبِ ۚ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak terlihat
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā melanggar batas
بَعْدَ baʿda sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
فَلَهُۥ falahu maka baginya
عَذَابٌ ʿadhābun siksa
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 95 - Surah Al-Maaida: 50 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْتُلُوا۟ ٱلصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌۭ ۚ وَمَن قَتَلَهُۥ مِنكُم مُّتَعَمِّدًۭا فَجَزَآءٌۭ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ ٱلنَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِۦ ذَوَا عَدْلٍۢ مِّنكُمْ هَدْيًۢا بَـٰلِغَ ٱلْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّـٰرَةٌۭ طَعَامُ مَسَـٰكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًۭا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِۦ ۗ عَفَا ٱللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ ٱللَّهُ مِنْهُ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌۭ ذُو ٱنتِقَامٍ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke Ka'bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh
ٱلصَّيْدَ l-ṣayda binatang buruan
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
حُرُمٌۭ ۚ ḥurumun berihram
وَمَن waman dan barang siapa
قَتَلَهُۥ qatalahu membunuhnya
مِنكُم minkum diantara kamu
مُّتَعَمِّدًۭا mutaʿammidan dengan sengaja
فَجَزَآءٌۭ fajazāon maka balasannya
مِّثْلُ mith'lu seperti
مَا mā apa
قَتَلَ qatala ia membunuh
مِنَ mina dari
ٱلنَّعَمِ l-naʿami binatang ternak
يَحْكُمُ yaḥkumu memutuskan hukum
بِهِۦ bihi dengannya/padanya
ذَوَا dhawā dua orang
عَدْلٍۢ ʿadlin adil
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
هَدْيًۢا hadyan (sebagai) korban
بَـٰلِغَ bāligha sampai
ٱلْكَعْبَةِ l-kaʿbati Ka'bah
أَوْ aw atau
كَفَّـٰرَةٌۭ kaffāratun (sebagai) denda
طَعَامُ ṭaʿāmu memberi makan
مَسَـٰكِينَ masākīna orang-orang miskin
أَوْ aw atau
عَدْلُ ʿadlu mengganti
ذَٰلِكَ dhālika demikian
صِيَامًۭا ṣiyāman berpuasa
لِّيَذُوقَ liyadhūqa supaya ia merasakan
وَبَالَ wabāla akibat buruk
أَمْرِهِۦ ۗ amrihi urusan/pekerjaannya
عَفَا ʿafā telah memaafkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَمَّا ʿammā tentang apa
سَلَفَ ۚ salafa telah lalu
وَمَنْ waman dan barang siapa
عَادَ ʿāda kembali
فَيَنتَقِمُ fayantaqimu maka akan menyiksa
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنْهُ ۗ min'hu daripadanya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa
ذُو dhū mempunyai
ٱنتِقَامٍ intiqāmin hak menyiksa

Ayat 96 - Surah Al-Maaida: 20 kata

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ ٱلْبَحْرِ وَطَعَامُهُۥ مَتَـٰعًۭا لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ ٱلْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًۭا ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

أُحِلَّ uḥilla dihalalkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
صَيْدُ ṣaydu binatang buruan
ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut
وَطَعَامُهُۥ waṭaʿāmuhu dan memakannya
مَتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ walilssayyārati dan bagi yang dalam perjalanan
وَحُرِّمَ waḥurrima dan diharamkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
صَيْدُ ṣaydu binatang buruan
ٱلْبَرِّ l-bari darat
مَا mā apa
دُمْتُمْ dum'tum selama kamu
حُرُمًۭا ۗ ḥuruman berihram
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan

Ayat 97 - Surah Al-Maaida: 27 kata

۞ جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلْكَعْبَةَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ قِيَـٰمًۭا لِّلنَّاسِ وَٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَٱلْهَدْىَ وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

۞ جَعَلَ jaʿala telah menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْكَعْبَةَ l-kaʿbata Ka'bah
ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah
ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma suci
قِيَـٰمًۭا qiyāman menegakkan
لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَٱلشَّهْرَ wal-shahra dan bulan
ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma suci
وَٱلْهَدْىَ wal-hadya dan binatang kurban
وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ wal-qalāida dan binatang yang diberi kalung
ذَٰلِكَ dhālika demikian
لِتَعْلَمُوٓا۟ litaʿlamū agar kamu mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
مَا mā apa
فِى fī di dalam
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī di dalam
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 98 - Surah Al-Maaida: 9 kata

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ وَأَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ٱعْلَمُوٓا۟ iʿ'lamū ketahuilah
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
شَدِيدُ shadīdu sangat keras
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa
وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 99 - Surah Al-Maaida: 11 kata

مَّا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

مَّا mā tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
إِلَّا illā kecuali
ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu penyampaian
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
مَا mā apa
تُبْدُونَ tub'dūna kamu lahirkan
وَمَا wamā dan apa
تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan

Ayat 100 - Surah Al-Maaida: 15 kata

قُل لَّا يَسْتَوِى ٱلْخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ ٱلْخَبِيثِ ۚ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan".

قُل qul katakanlah
لَّا lā tidak
يَسْتَوِى yastawī sama
ٱلْخَبِيثُ l-khabīthu yang buruk
وَٱلطَّيِّبُ wal-ṭayibu dan yang baik
وَلَوْ walaw meskipun
أَعْجَبَكَ aʿjabaka menarik hatimu
كَثْرَةُ kathratu banyak
ٱلْخَبِيثِ ۚ l-khabīthi yang buruk
فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang
ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung

Ayat 101 - Surah Al-Maaida: 25 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu menanyakan
عَنْ ʿan dari
أَشْيَآءَ ashyāa sesuatu/perkara
إِن in jika
تُبْدَ tub'da diterangkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
تَسُؤْكُمْ tasu'kum menyusahkan kamu
وَإِن wa-in dan jika
تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu menanyakan
عَنْهَا ʿanhā daripadanya
حِينَ ḥīna ketika
يُنَزَّلُ yunazzalu diturunkan
ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an
تُبْدَ tub'da diterangkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَفَا ʿafā memaafkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَنْهَا ۗ ʿanhā daripadanya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun
حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun

Ayat 102 - Surah Al-Maaida: 9 kata

قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌۭ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا۟ بِهَا كَـٰفِرِينَ

Sesungguhnya telah ada segolongsn manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya.

قَدْ qad sungguh
سَأَلَهَا sa-alahā telah menanyakannya
قَوْمٌۭ qawmun kaum
مِّن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
ثُمَّ thumma kemudian
أَصْبَحُوا۟ aṣbaḥū jadilah mereka
بِهَا bihā dengannya
كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 103 - Surah Al-Maaida: 21 kata

مَا جَعَلَ ٱللَّهُ مِنۢ بَحِيرَةٍۢ وَلَا سَآئِبَةٍۢ وَلَا وَصِيلَةٍۢ وَلَا حَامٍۢ ۙ وَلَـٰكِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Allah sekali-kali tidak pernah mensyari'atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

مَا mā tidak
جَعَلَ jaʿala menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنۢ min dari
بَحِيرَةٍۢ baḥīratin bahirah (unta yang dipotong telinganya)
وَلَا walā dan tidak
سَآئِبَةٍۢ sāibatin saibah (unta yang tidak boleh diganggu)
وَلَا walā dan tidak
وَصِيلَةٍۢ waṣīlatin wasilah (anak kambing
وَلَا walā dan tidak
حَامٍۢ ۙ ḥāmin haam (unta larangan yang tidak boleh dibebani)
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka membuat-buat
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْكَذِبَ ۖ l-kadhiba kebohongan
وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal

Ayat 104 - Surah Al-Maaida: 24 kata

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ قَالُوا۟ حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْـًۭٔا وَلَا يَهْتَدُونَ

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
إِلَىٰ ilā kepada
مَآ mā apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah kami
مَا mā apa
وَجَدْنَا wajadnā kami dapati
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ءَابَآءَنَآ ۚ ābāanā bapak-bapak kami
أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun
كَانَ kāna adalah
ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَلَا walā dan tidak
يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk

Ayat 105 - Surah Al-Maaida: 19 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا ٱهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًۭا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
أَنفُسَكُمْ ۖ anfusakum diri kalian sendiri
لَا lā tidak
يَضُرُّكُم yaḍurrukum memberi mudharat kepadamu
مَّن man orang
ضَلَّ ḍalla ia sesat
إِذَا idhā apabila
ٱهْتَدَيْتُمْ ۚ ih'tadaytum kamu mendapat petunjuk
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka Dia akan menerangkan kepadamu
بِمَا bimā tentang apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 106 - Surah Al-Maaida: 51 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ شَهَـٰدَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ حِينَ ٱلْوَصِيَّةِ ٱثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍۢ مِّنكُمْ أَوْ ءَاخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَأَصَـٰبَتْكُم مُّصِيبَةُ ٱلْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنۢ بَعْدِ ٱلصَّلَوٰةِ فَيُقْسِمَانِ بِٱللَّهِ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِى بِهِۦ ثَمَنًۭا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَـٰدَةَ ٱللَّهِ إِنَّآ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلْـَٔاثِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan dimuka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah sembahyang (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah, jika kamu ragu-ragu: "(Demi Allah) kami tidak akan membeli dengan sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa".

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
شَهَـٰدَةُ shahādatu penyaksian
بَيْنِكُمْ baynikum diantara kamu
إِذَا idhā apabila
حَضَرَ ḥaḍara datang/menghadapi
أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah seorang kamu
ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian
حِينَ ḥīna ketika
ٱلْوَصِيَّةِ l-waṣiyati berwasiat
ٱثْنَانِ ith'nāni dua orang
ذَوَا dhawā mempunyai
عَدْلٍۢ ʿadlin keadilan
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
أَوْ aw atau
ءَاخَرَانِ ākharāni dua orang lain
مِنْ min dari
غَيْرِكُمْ ghayrikum selain kamu
إِنْ in jika
أَنتُمْ antum kamu
ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu bepergian
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَأَصَـٰبَتْكُم fa-aṣābatkum maka/lalu menimpa kamu
مُّصِيبَةُ muṣībatu bencana
ٱلْمَوْتِ ۚ l-mawti kematian
تَحْبِسُونَهُمَا taḥbisūnahumā kamu menahan keduanya
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat
فَيُقْسِمَانِ fayuq'simāni maka/lalu keduanya bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah
إِنِ ini jika
ٱرْتَبْتُمْ ir'tabtum kamu ragu-ragu
لَا lā tidak
نَشْتَرِى nashtarī kami membeli
بِهِۦ bihi dengannya
ثَمَنًۭا thamanan harga
وَلَوْ walaw walaupun
كَانَ kāna adalah
ذَا dhā memiliki
قُرْبَىٰ ۙ qur'bā kerabat
وَلَا walā dan tidak
نَكْتُمُ naktumu kami menyembunyikan
شَهَـٰدَةَ shahādata kesaksian
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
إِذًۭا idhan jika demikian
لَّمِنَ lamina tentu termasuk
ٱلْـَٔاثِمِينَ l-āthimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 107 - Surah Al-Maaida: 26 kata

فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰٓ أَنَّهُمَا ٱسْتَحَقَّآ إِثْمًۭا فَـَٔاخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْأَوْلَيَـٰنِ فَيُقْسِمَانِ بِٱللَّهِ لَشَهَـٰدَتُنَآ أَحَقُّ مِن شَهَـٰدَتِهِمَا وَمَا ٱعْتَدَيْنَآ إِنَّآ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) membuat dosa, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah: "Sesungguhnya persaksian kami labih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang yang menganiaya diri sendiri".

فَإِنْ fa-in maka jika
عُثِرَ ʿuthira diketahui
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنَّهُمَا annahumā keduanya
ٱسْتَحَقَّآ is'taḥaqqā keduanya berbuat
إِثْمًۭا ith'man dosa
فَـَٔاخَرَانِ faākharāni maka dua orang yang lain
يَقُومَانِ yaqūmāni keduanya berdiri
مَقَامَهُمَا maqāmahumā tempat kedudukan keduanya
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتَحَقَّ is'taḥaqqa berhak
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْأَوْلَيَـٰنِ l-awlayāni dua orang pertama/lebih dekat
فَيُقْسِمَانِ fayuq'simāni maka keduanya bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah
لَشَهَـٰدَتُنَآ lashahādatunā sesungguhnya kesaksian kami
أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak
مِن min dari
شَهَـٰدَتِهِمَا shahādatihimā kesaksian keduanya
وَمَا wamā dan tidak
ٱعْتَدَيْنَآ iʿ'tadaynā kami melanggar batas
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
إِذًۭا idhan jika demikian
لَّمِنَ lamina tentu termasuk
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 108 - Surah Al-Maaida: 22 kata

ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِٱلشَّهَـٰدَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَآ أَوْ يَخَافُوٓا۟ أَن تُرَدَّ أَيْمَـٰنٌۢ بَعْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْمَعُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

ذَٰلِكَ dhālika demikian
أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat
أَن an agar
يَأْتُوا۟ yatū mereka datang
بِٱلشَّهَـٰدَةِ bil-shahādati dengan kesaksian
عَلَىٰ ʿalā atas
وَجْهِهَآ wajhihā sebenarnya
أَوْ aw atau
يَخَافُوٓا۟ yakhāfū mereka takut
أَن an akan
تُرَدَّ turadda dikembalikan
أَيْمَـٰنٌۢ aymānun sumpah
بَعْدَ baʿda sesudah
أَيْمَـٰنِهِمْ ۗ aymānihim sumpah mereka
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَٱسْمَعُوا۟ ۗ wa-is'maʿū dan dengarkanlah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 109 - Surah Al-Maaida: 15 kata

۞ يَوْمَ يَجْمَعُ ٱللَّهُ ٱلرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَآ أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا عِلْمَ لَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?". Para rasul menjawab: "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib".

۞ يَوْمَ yawma pada hari
يَجْمَعُ yajmaʿu mengumpulkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلرُّسُلَ l-rusula Rasul-Rasul
فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berkata/bertanya
مَاذَآ mādhā bagaimanakah
أُجِبْتُمْ ۖ ujib'tum kamu dijawab
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَا lā tidak ada
عِلْمَ ʿil'ma pengetahuan
لَنَآ ۖ lanā bagi kami
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui
ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi perkara-perkara gaib

Ayat 110 - Surah Al-Maaida: 63 kata

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱذْكُرْ نِعْمَتِى عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًۭا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ بِإِذْنِى فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِى ۖ وَتُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

إِذْ idh ketika
قَالَ qāla mengatakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
ٱذْكُرْ udh'kur ingatlah
نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatiKu
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
وَعَلَىٰ waʿalā dan atas
وَٰلِدَتِكَ wālidatika ibumu
إِذْ idh ketika/di waktu
أَيَّدتُّكَ ayyadttuka Aku menguatkan kamu
بِرُوحِ birūḥi dengan ruhul
ٱلْقُدُسِ l-qudusi qudus
تُكَلِّمُ tukallimu kamu berbicara
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
فِى fī dalam
ٱلْمَهْدِ l-mahdi buaian
وَكَهْلًۭا ۖ wakahlan dan sesudah dewasa
وَإِذْ wa-idh dan ketika
عَلَّمْتُكَ ʿallamtuka Aku mengajarkan kamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmat
وَٱلتَّوْرَىٰةَ wal-tawrāta dan Taurat
وَٱلْإِنجِيلَ ۖ wal-injīla dan Injil
وَإِذْ wa-idh dan ketika
تَخْلُقُ takhluqu kamu membentuk
مِنَ mina dari
ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah
كَهَيْـَٔةِ kahayati seperti bentuk
ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung
بِإِذْنِى bi-idh'nī dengan izinKu
فَتَنفُخُ fatanfukhu maka/lalu meniup
فِيهَا fīhā di dalamnya
فَتَكُونُ fatakūnu maka jadilah ia
طَيْرًۢا ṭayran burung
بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu
وَتُبْرِئُ watub'ri-u dan kamu menyembuhkan
ٱلْأَكْمَهَ l-akmaha orang buta
وَٱلْأَبْرَصَ wal-abraṣa dan orang sakit lepra
بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu
وَإِذْ wa-idh dan ketika
تُخْرِجُ tukh'riju kamu mengeluarkan
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati
بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu
وَإِذْ wa-idh dan ketika
كَفَفْتُ kafaftu Aku menahan
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
عَنكَ ʿanka dari kamu
إِذْ idh ketika
جِئْتَهُم ji'tahum kamu datang kepada mereka
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan
فَقَالَ faqāla maka berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
إِنْ in tidaklah
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā kecuali
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 111 - Surah Al-Maaida: 13 kata

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى ٱلْحَوَارِيِّـۧنَ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِى وَبِرَسُولِى قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَٱشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَوْحَيْتُ awḥaytu Aku wahyukan
إِلَى ilā kepada
ٱلْحَوَارِيِّـۧنَ l-ḥawāriyīna pengikut yang setia
أَنْ an hendaknya
ءَامِنُوا۟ āminū beriman
بِى bī kepadaKu
وَبِرَسُولِى wabirasūlī dan kepada RasulKu
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman
وَٱشْهَدْ wa-ish'had dan saksikanlah
بِأَنَّنَا bi-annanā bahwa sesungguhnya kami
مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang muslim

Ayat 112 - Surah Al-Maaida: 21 kata

إِذْ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةًۭ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۖ قَالَ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman".

إِذْ idh ketika
قَالَ qāla berkata
ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna pengikut-pengikut yang setia
يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
هَلْ hal apakah
يَسْتَطِيعُ yastaṭīʿu dapat
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
أَن an hendak
يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
مَآئِدَةًۭ māidatan makanan
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit
قَالَ qāla ia (Isa) berkata
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah kamu
ٱللَّهَ l-laha Allah
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 113 - Surah Al-Maaida: 15 kata

قَالُوا۟ نُرِيدُ أَن نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَن قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
نُرِيدُ nurīdu kami ingin
أَن an untuk
نَّأْكُلَ nakula kami memakan
مِنْهَا min'hā daripadanya
وَتَطْمَئِنَّ wataṭma-inna dan menentramkan
قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami
وَنَعْلَمَ wanaʿlama dan kami mengetahui
أَن an bahwa
قَدْ qad sungguh
صَدَقْتَنَا ṣadaqtanā kamu berkata benar kepada kami
وَنَكُونَ wanakūna dan kami adalah
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
مِنَ mina dari
ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan

Ayat 114 - Surah Al-Maaida: 22 kata

قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةًۭ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًۭا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةًۭ مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama".

قَالَ qāla berkata
عِيسَى ʿīsā Isa
ٱبْنُ ub'nu putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah
رَبَّنَآ rabbanā Tuhan kami
أَنزِلْ anzil turunkan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
مَآئِدَةًۭ māidatan hidangan
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
تَكُونُ takūnu jadilah ia
لَنَا lanā bagi kami
عِيدًۭا ʿīdan hari raya
لِّأَوَّلِنَا li-awwalinā bagi yang pertama dari kami
وَءَاخِرِنَا waākhirinā dan yang kemudian dari kami
وَءَايَةًۭ waāyatan dan tanda-tanda kekuasaan
مِّنكَ ۖ minka dari Engkau
وَٱرْزُقْنَا wa-ur'zuq'nā dan berilah kami rezki
وَأَنتَ wa-anta dan Engkau
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rezki

Ayat 115 - Surah Al-Maaida: 17 kata

قَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَن يَكْفُرْ بَعْدُ مِنكُمْ فَإِنِّىٓ أُعَذِّبُهُۥ عَذَابًۭا لَّآ أُعَذِّبُهُۥٓ أَحَدًۭا مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia".

قَالَ qāla berfirman
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِنِّى innī sesungguhnya Aku
مُنَزِّلُهَا munazziluhā menurunkannya
عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian
فَمَن faman maka barang siapa
يَكْفُرْ yakfur ia ingkar
بَعْدُ baʿdu sesudah
مِنكُمْ minkum diantara kamu
فَإِنِّىٓ fa-innī maka sesungguhnya Aku
أُعَذِّبُهُۥ uʿadhibuhu Aku akan menyiksanya
عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan
لَّآ lā belum pernah
أُعَذِّبُهُۥٓ uʿadhibuhu Aku menyiksanya
أَحَدًۭا aḥadan seorang
مِّنَ mina dari
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam/ummat manusia

Ayat 116 - Surah Al-Maaida: 44 kata

وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَـٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَ qāla berfirman
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
ءَأَنتَ a-anta adakah kamu
قُلْتَ qul'ta kamu mengatakan
لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia
ٱتَّخِذُونِى ittakhidhūnī jadikanlah aku
وَأُمِّىَ wa-ummiya dan ibuku
إِلَـٰهَيْنِ ilāhayni dua Tuhan
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
قَالَ qāla (Isa) berkata
سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau
مَا mā tidak
يَكُونُ yakūnu ada
لِىٓ lī bagiku
أَنْ an bahwa
أَقُولَ aqūla aku mengatakan
مَا mā apa
لَيْسَ laysa bukan
لِى lī bagiku
بِحَقٍّ ۚ biḥaqqin dengan hak
إِن in jika
كُنتُ kuntu aku adalah
قُلْتُهُۥ qul'tuhu aku mengatakannya
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
عَلِمْتَهُۥ ۚ ʿalim'tahu Engkau mengetahuinya
تَعْلَمُ taʿlamu Engkau mengetahui
مَا mā apa
فِى fī di dalam
نَفْسِى nafsī diriku
وَلَآ walā dan tidak
أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui
مَا mā apa
فِى fī di dalam
نَفْسِكَ ۚ nafsika diri Engkau
إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui
ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi yang gaib

Ayat 117 - Surah Al-Maaida: 29 kata

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَآ أَمَرْتَنِى بِهِۦٓ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًۭا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدٌ

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

مَا mā tidak
قُلْتُ qul'tu aku mengatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
إِلَّا illā kecuali
مَآ mā apa
أَمَرْتَنِى amartanī Engkau perintahkan kepadaku
بِهِۦٓ bihi dengannya
أَنِ ani hendaknya
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَرَبَّكُمْ ۚ warabbakum dan Tuhanmu
وَكُنتُ wakuntu dan aku adalah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi
مَّا mā apa
دُمْتُ dum'tu selama aku
فِيهِمْ ۖ fīhim diantara mereka
فَلَمَّا falammā maka setelah
تَوَفَّيْتَنِى tawaffaytanī Engkau mewafatkan aku
كُنتَ kunta Engkau adalah
أَنتَ anta Engkau
ٱلرَّقِيبَ l-raqība pengawas
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
وَأَنتَ wa-anta dan Engkau
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi

Ayat 118 - Surah Al-Maaida: 11 kata

إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِن in jika
تُعَذِّبْهُمْ tuʿadhib'hum Engkau menyiksa mereka
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka
عِبَادُكَ ۖ ʿibāduka hamba-hamba Engkau
وَإِن wa-in dan jika
تَغْفِرْ taghfir Engkau mengampuni
لَهُمْ lahum kepada mereka
فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya Engkau
أَنتَ anta Engkau
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 119 - Surah Al-Maaida: 24 kata

قَالَ ٱللَّهُ هَـٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ ٱلصَّـٰدِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّـٰتٌۭ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar".

قَالَ qāla berfirman
ٱللَّهُ l-lahu Allah
هَـٰذَا hādhā inilah
يَوْمُ yawmu suatu hari
يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
صِدْقُهُمْ ۚ ṣid'quhum kebenaran mereka
لَهُمْ lahum bagi mereka
جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَآ fīhā didalamnya
أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya
رَّضِىَ raḍiya ridha
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَنْهُمْ ʿanhum terhadap mereka
وَرَضُوا۟ waraḍū dan ridha
عَنْهُ ۚ ʿanhu terhadapNya
ذَٰلِكَ dhālika demikian
ٱلْفَوْزُ l-fawzu keberuntungan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu paling besar

Ayat 120 - Surah Al-Maaida: 11 kata

لِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۢ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

لِلَّهِ lillahi bagi/milik Allah
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَمَا wamā dan apa
فِيهِنَّ ۚ fīhinna di dalamnya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۢ qadīrun Maha Kuasa

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
لا حول ولا قوة إلا بالله Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi