Surah Al-An'aam kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-An'aam kata demi kata

Al-An'aam (الأنعام) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 165 ayat, 3.050 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 3.050 kata untuk dipelajari, Surah Al-An'aam menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 16 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-An'aam: 14 kata

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَـٰتِ وَٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَ khalaqa telah menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia telah menjadikan
ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti gelap
وَٱلنُّورَ ۖ wal-nūra dan cahaya/terang
ثُمَّ thumma kemudian
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka
يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka menyamakan/mempersekutukan

Ayat 2 - Surah Al-An'aam: 14 kata

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍۢ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًۭا ۖ وَأَجَلٌۭ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

هُوَ huwa Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian
مِّن min dari
طِينٍۢ ṭīnin tanah
ثُمَّ thumma kemudian
قَضَىٰٓ qaḍā Dia menentukan
أَجَلًۭا ۖ ajalan waktu
وَأَجَلٌۭ wa-ajalun dan waktu
مُّسَمًّى musamman ditentukan
عِندَهُۥ ۖ ʿindahu di sisiNya
ثُمَّ thumma kemudian
أَنتُمْ antum kamu
تَمْتَرُونَ tamtarūna kamu ragu-ragu

Ayat 3 - Surah Al-An'aam: 12 kata

وَهُوَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَفِى ٱلْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَفِى wafī dan di
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
سِرَّكُمْ sirrakum rahasiamu
وَجَهْرَكُمْ wajahrakum dan yang kamu lahirkan
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui
مَا mā apa
تَكْسِبُونَ taksibūna yang kamu usahakan

Ayat 4 - Surah Al-An'aam: 11 kata

وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍۢ مِّنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ

Dan tidak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya).

وَمَا wamā dan tidak
تَأْتِيهِم tatīhim datang kepada mereka
مِّنْ min dari
ءَايَةٍۢ āyatin suatu ayat
مِّنْ min dari
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
إِلَّا illā kecuali
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
عَنْهَا ʿanhā daripadanya
مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling

Ayat 5 - Surah Al-An'aam: 12 kata

فَقَدْ كَذَّبُوا۟ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Quran) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
لَمَّا lammā ketika
جَآءَهُمْ ۖ jāahum datang kepada mereka
فَسَوْفَ fasawfa maka kelak
يَأْتِيهِمْ yatīhim sampai kepada mereka
أَنۢبَـٰٓؤُا۟ anbāu berita
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū yang mereka
بِهِۦ bihi dengannya
يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokkan

Ayat 6 - Surah Al-An'aam: 31 kata

أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍۢ مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًۭا وَجَعَلْنَا ٱلْأَنْهَـٰرَ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

أَلَمْ alam apakah tidak
يَرَوْا۟ yaraw kamu perhatikan
كَمْ kam berapa banyak
أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan
مِن min dari
قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka
مِّن min dari
قَرْنٍۢ qarnin kurun
مَّكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami telah teguhkan mereka
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
مَا mā apa
لَمْ lam yang belum
نُمَكِّن numakkin Kami teguhkan
لَّكُمْ lakum bagi kalian
وَأَرْسَلْنَا wa-arsalnā dan Kami telah mengirimkan
ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit/hujan
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مِّدْرَارًۭا mid'rāran lebat
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah jadikan
ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهِمْ taḥtihim bawah mereka
فَأَهْلَكْنَـٰهُم fa-ahlaknāhum lalu Kami binasakan mereka
بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka
وَأَنشَأْنَا wa-anshanā dan Kami tumbuhkan/ciptakan
مِنۢ min dari
بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka
قَرْنًا qarnan kurun/generasi
ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain

Ayat 7 - Surah Al-An'aam: 16 kata

وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَـٰبًۭا فِى قِرْطَاسٍۢ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ

Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

وَلَوْ walaw dan jika
نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu
كِتَـٰبًۭا kitāban tulisan
فِى fī di
قِرْطَاسٍۢ qir'ṭāsin kertas
فَلَمَسُوهُ falamasūhu lalu mereka menyentuhnya
بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka
لَقَالَ laqāla tentulah berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
إِنْ in jika/tidak lain
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 8 - Surah Al-An'aam: 13 kata

وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌۭ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًۭا لَّقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ

Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?" dan kalau Kami turunkan (kepadanya) malaikat, tentulah selesai urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikitpun).

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لَوْلَآ lawlā mengapa tidak
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya
مَلَكٌۭ ۖ malakun seorang Malaikat
وَلَوْ walaw dan kalau
أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan
مَلَكًۭا malakan seorang Malaikat
لَّقُضِىَ laquḍiya tentu diputuskan
ٱلْأَمْرُ l-amru perkata itu
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh

Ayat 9 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَلَوْ جَعَلْنَـٰهُ مَلَكًۭا لَّجَعَلْنَـٰهُ رَجُلًۭا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ

Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri.

وَلَوْ walaw dan jika
جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya
مَلَكًۭا malakan seorang Malaikat
لَّجَعَلْنَـٰهُ lajaʿalnāhu tentu Kami jadikan dia
رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki
وَلَلَبَسْنَا walalabasnā tentu Kami membuat ragu-ragu
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مَّا mā apa
يَلْبِسُونَ yalbisūna mereka ragu-ragukan

Ayat 10 - Surah Al-An'aam: 13 kata

وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍۢ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُوا۟ مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.

وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya
ٱسْتُهْزِئَ us'tuh'zi-a telah diperolok-olok
بِرُسُلٍۢ birusulin pada beberapa Rasul
مِّن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
فَحَاقَ faḥāqa maka turunlah
بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna pada orang-orang yang
سَخِرُوا۟ sakhirū (mereka)mencemoohkan
مِنْهُم min'hum diantara mereka
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū yang mereka
بِهِۦ bihi dengannya
يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok

Ayat 11 - Surah Al-An'aam: 10 kata

قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Katakanlah: "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu".

قُلْ qul katakanlah
سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
ثُمَّ thumma kemudian
ٱنظُرُوا۟ unẓurū perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan

Ayat 12 - Surah Al-An'aam: 25 kata

قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi". Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.

قُل qul katakanlah
لِّمَن liman kepunyaan siapakah
مَّا mā apa
فِى fī di dalam
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
قُل qul katakanlah
لِّلَّهِ ۚ lillahi untuk Allah
كَتَبَ kataba Dia telah menetapkan
عَلَىٰ ʿalā atas
نَفْسِهِ nafsihi diriNya
ٱلرَّحْمَةَ ۚ l-raḥmata kasih sayang
لَيَجْمَعَنَّكُمْ layajmaʿannakum sungguh Dia akan mengumpulkan kamu
إِلَىٰ ilā pada
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
لَا lā tidak ada
رَيْبَ rayba keraguan
فِيهِ ۚ fīhi padanya/terhadapnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka)merugikan
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
فَهُمْ fahum maka mereka itu
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 13 - Surah Al-An'aam: 9 kata

۞ وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

۞ وَلَهُۥ walahu dan kepunyaanNya
مَا mā apa
سَكَنَ sakana yang diam
فِى fī pada/di
ٱلَّيْلِ al-layli malam
وَٱلنَّهَارِ ۚ wal-nahāri dan siang
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 14 - Surah Al-An'aam: 24 kata

قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّۭا فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik".

قُلْ qul katakanlah
أَغَيْرَ aghayra apakah selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَتَّخِذُ attakhidhu aku mengambil/menjadikan
وَلِيًّۭا waliyyan pelindung
فَاطِرِ fāṭiri Pencipta
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَهُوَ wahuwa dan Dia
يُطْعِمُ yuṭ'ʿimu memberi makan
وَلَا walā dan tidak
يُطْعَمُ ۗ yuṭ'ʿamu diberi makan
قُلْ qul katakanlah
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أُمِرْتُ umir'tu aku diperintahkan
أَنْ an supaya
أَكُونَ akūna aku ada/menjadi
أَوَّلَ awwala pertama
مَنْ man orang
أَسْلَمَ ۖ aslama menyerahkan diri/islam
وَلَا walā dan tidak/jangan
تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

Ayat 15 - Surah Al-An'aam: 9 kata

قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku".

قُلْ qul katakanlah
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
إِنْ in jika
عَصَيْتُ ʿaṣaytu aku mendurhakai
رَبِّى rabbī Tuhanku
عَذَابَ ʿadhāba azab
يَوْمٍ yawmin hari
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar

Ayat 16 - Surah Al-An'aam: 9 kata

مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍۢ فَقَدْ رَحِمَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ

Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.

مَّن man barang siapa
يُصْرَفْ yuṣ'raf dipalingkan/dijauhkan
عَنْهُ ʿanhu dari padanya/azab
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu
فَقَدْ faqad maka sungguh
رَحِمَهُۥ ۚ raḥimahu Dia telah merahmatinya
وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itulah
ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan
ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata

Ayat 17 - Surah Al-An'aam: 17 kata

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍۢ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

وَإِن wa-in dan jika
يَمْسَسْكَ yamsaska menimpakan kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِضُرٍّۢ biḍurrin dengan suatu bencana
فَلَا falā maka tidak ada
كَاشِفَ kāshifa yang menghilangkan
لَهُۥٓ lahu baginya/padanya
إِلَّا illā kecuali/melainkan
هُوَ ۖ huwa Dia(sendiri)
وَإِن wa-in dan jika
يَمْسَسْكَ yamsaska Dia menimpakan kepadamu
بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan kebaikan
فَهُوَ fahuwa maka Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 18 - Surah Al-An'aam: 7 kata

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْقَاهِرُ l-qāhiru berkuasa
فَوْقَ fawqa di atas
عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui

Ayat 19 - Surah Al-An'aam: 37 kata

قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَـٰدَةًۭ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِىَ إِلَىَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل لَّآ أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ وَإِنَّنِى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".

قُلْ qul katakanlah
أَىُّ ayyu manakah/siapakah
شَىْءٍ shayin perkara
أَكْبَرُ akbaru lebih besar/kuat
شَهَـٰدَةًۭ ۖ shahādatan kesaksian
قُلِ quli katakanlah
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
شَهِيدٌۢ shahīdun menjadi saksi
بَيْنِى baynī antara aku
وَبَيْنَكُمْ ۚ wabaynakum dan antara kamu
وَأُوحِىَ waūḥiya dan diwahyukan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an
لِأُنذِرَكُم li-undhirakum supaya aku memberi peringatan kepadamu
بِهِۦ bihi dengannya
وَمَنۢ waman dan siapa/orang
بَلَغَ ۚ balagha ia telah sampai
أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu
لَتَشْهَدُونَ latashhadūna sungguh kamu mengakui
أَنَّ anna bahwa
مَعَ maʿa bersama/disamping
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ءَالِهَةً ālihatan Tuhan-Tuhan
أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā yang lain
قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَشْهَدُ ۚ ashhadu aku mengakui
قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
هُوَ huwa Dia
إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan
وَٰحِدٌۭ wāḥidun satu/esa
وَإِنَّنِى wa-innanī dan sesungguhnya aku
بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri
مِّمَّا mimmā dari apa yang
تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan

Ayat 20 - Surah Al-An'aam: 13 kata

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمُ ۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan kepada mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
يَعْرِفُونَهُۥ yaʿrifūnahu mereka mengetahui kitanya
كَمَا kamā sebagaimana
يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengetahui/mengenalnya (kitab)
أَبْنَآءَهُمُ ۘ abnāahumu anak-anak mereka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka)merugikan
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna (mereka)beriman

Ayat 21 - Surah Al-An'aam: 14 kata

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.

وَمَنْ waman dan siapakah
أَظْلَمُ aẓlamu lebih aniaya
مِمَّنِ mimmani daripada orang
ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengadakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًا kadhiban kedustaan
أَوْ aw atau
كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan
بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ biāyātihi ayat-ayatNya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
لَا lā tidak
يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang aniaya

Ayat 22 - Surah Al-An'aam: 12 kata

وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًۭا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَيْنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?".

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
نَحْشُرُهُمْ naḥshuruhum Kami menghimpun mereka
جَمِيعًۭا jamīʿan semua
ثُمَّ thumma kemudian
نَقُولُ naqūlu Kami berkata
لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang
أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka)musyrik
أَيْنَ ayna dimana
شُرَكَآؤُكُمُ shurakāukumu sekutu-sekutu/sesembahan kamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu katakan/mengakui

Ayat 23 - Surah Al-An'aam: 12 kata

ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ

Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah".

ثُمَّ thumma kemudian
لَمْ lam tidak
تَكُن takun ada
فِتْنَتُهُمْ fit'natuhum fitnah mereka
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan
وَٱللَّهِ wal-lahi demi Allah
رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami
مَا mā tidak ada
كُنَّا kunnā kami menjadi
مُشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang musyrik

Ayat 24 - Surah Al-An'aam: 10 kata

ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.

ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَذَبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِهِمْ ۚ anfusihim diri mereka
وَضَلَّ waḍalla dan telah sesat/hilang
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū yang mereka
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Ayat 25 - Surah Al-An'aam: 32 kata

وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًۭا ۚ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍۢ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَـٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu".

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّن man orang
يَسْتَمِعُ yastamiʿu ia mendengarkan
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
أَكِنَّةً akinnatan sumbat/tutup
أَن an untuk
يَفْقَهُوهُ yafqahūhu memahaminya
وَفِىٓ wafī dan dalam
ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka
وَقْرًۭا ۚ waqran sumbat/pekak
وَإِن wa-in dan jika
يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat
كُلَّ kulla segala
ءَايَةٍۢ āyatin ayat-ayat/tanda-tanda
لَّا lā tidak
يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman
بِهَا ۚ bihā dengannya
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu
يُجَـٰدِلُونَكَ yujādilūnaka mereka membantahmu
يَقُولُ yaqūlu berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
إِنْ in tidak lain
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّآ illā kecuali
أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng
ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu

Ayat 26 - Surah Al-An'aam: 11 kata

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.

وَهُمْ wahum dan mereka
يَنْهَوْنَ yanhawna (mereka)melarang
عَنْهُ ʿanhu daripadaNya(Al Quran)
وَيَنْـَٔوْنَ wayanawna dan mereka jauhkan
عَنْهُ ۖ ʿanhu daripadaNya(Al Quran)
وَإِن wa-in dan jika (dan tidaklah)
يُهْلِكُونَ yuh'likūna mereka membinasakan
إِلَّآ illā kecuali
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
وَمَا wamā dan/sedangkan tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 27 - Surah Al-An'aam: 16 kata

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَـٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).

وَلَوْ walaw dan kalau
تَرَىٰٓ tarā kamu melihat
إِذْ idh ketika
وُقِفُوا۟ wuqifū mereka dihentikan/dihadapkan
عَلَى ʿalā atas/ke
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka berkata
يَـٰلَيْتَنَا yālaytanā kiranya
نُرَدُّ nuraddu kami dikembalikan
وَلَا walā dan tidak
نُكَذِّبَ nukadhiba kami akan mendustakan
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat
رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami
وَنَكُونَ wanakūna dan kami menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman

Ayat 28 - Surah Al-An'aam: 16 kata

بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا۟ يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا۟ لَعَادُوا۟ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.

بَلْ bal bahkan
بَدَا badā telah nyata
لَهُم lahum bagi mereka
مَّا mā apa yang
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يُخْفُونَ yukh'fūna mereka sembunyikan
مِن min dari
قَبْلُ ۖ qablu sebelumnya/dahulu
وَلَوْ walaw dan sekiranya
رُدُّوا۟ ruddū mereka dikembalikan
لَعَادُوا۟ laʿādū tentu mereka kembali
لِمَا limā kepada apa
نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka
لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh pendusta-pendusta

Ayat 29 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَقَالُوٓا۟ إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan".

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata
إِنْ in tidak lain
هِىَ hiya ia/kehidupan
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kita
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَمَا wamā dan tidaklah
نَحْنُ naḥnu kita
بِمَبْعُوثِينَ bimabʿūthīna orang-orang yang dibangkitkan

Ayat 30 - Surah Al-An'aam: 19 kata

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَـٰذَا بِٱلْحَقِّ ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: "Bukankah (kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan kami". Berfirman Allah: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)".

وَلَوْ walaw dan sekiranya
تَرَىٰٓ tarā kamu melihat
إِذْ idh ketika
وُقِفُوا۟ wuqifū mereka dihentikan/dihadapkan
عَلَىٰ ʿalā atas
رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka
قَالَ qāla (Allah)berfirman
أَلَيْسَ alaysa bukankah
هَـٰذَا hādhā ini
بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
بَلَىٰ balā ya benar
وَرَبِّنَا ۚ warabbinā dan demi Tuhan kami
قَالَ qāla (Allah)berfirman
فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab ini
بِمَا bimā dengan sebab
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir

Ayat 31 - Surah Al-An'aam: 26 kata

قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةًۭ قَالُوا۟ يَـٰحَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.

قَدْ qad sungguh
خَسِرَ khasira telah merugi
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan
بِلِقَآءِ biliqāi dengan perumpamaan
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā jika
جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka
ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu saat/kiamat
بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰحَسْرَتَنَا yāḥasratanā Alangkah besarnya penyesalan kami
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa
فَرَّطْنَا farraṭnā kelalaian kami
فِيهَا fīhā padanya(kiamat)
وَهُمْ wahum dan mereka
يَحْمِلُونَ yaḥmilūna mereka memikul
أَوْزَارَهُمْ awzārahum beban/dosa-dosa mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
ظُهُورِهِمْ ۚ ẓuhūrihim punggung mereka
أَلَا alā ingatlah
سَآءَ sāa amat buruk
مَا mā apa
يَزِرُونَ yazirūna mereka pikul

Ayat 32 - Surah Al-An'aam: 13 kata

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

وَمَا wamā dan tidaklah
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia
إِلَّا illā kecuali/selain
لَعِبٌۭ laʿibun permainan
وَلَهْوٌۭ ۖ walahwun dan senda gurau
وَلَلدَّارُ walalddāru dan sungguh kampung
ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَتَّقُونَ ۗ yattaqūna (mereka)bertakwa
أَفَلَا afalā apakah tidak
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 33 - Surah Al-An'aam: 14 kata

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحْزُنُكَ ٱلَّذِى يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَـٰكِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.

قَدْ qad sesungguhnya
نَعْلَمُ naʿlamu Kami mengetahui
إِنَّهُۥ innahu bahwasanya
لَيَحْزُنُكَ layaḥzunuka tentu akan menyedihkan kamu
ٱلَّذِى alladhī yang
يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka katakan
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka
لَا lā tidak
يُكَذِّبُونَكَ yukadhibūnaka mereka mendustakan kamu
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka menyangkal

Ayat 34 - Surah Al-An'aam: 22 kata

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
كُذِّبَتْ kudhibat telah didustakan
رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul
مِّن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
فَصَبَرُوا۟ faṣabarū (akan tetapi) mereka sabar
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa
كُذِّبُوا۟ kudhibū mereka didustakan
وَأُوذُوا۟ waūdhū dan mereka dianiaya
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga/sampai
أَتَىٰهُمْ atāhum datang kepada mereka
نَصْرُنَا ۚ naṣrunā pertolongan Kami
وَلَا walā dan tidak
مُبَدِّلَ mubaddila dapat merubah
لِكَلِمَـٰتِ likalimāti bagi kalimat-kalimat
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu
مِن min dari
نَّبَإِى۟ naba-i sebagian berita
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna Rasul-Rasul

Ayat 35 - Surah Al-An'aam: 28 kata

وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ ٱسْتَطَعْتَ أَن تَبْتَغِىَ نَفَقًۭا فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًۭا فِى ٱلسَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُم بِـَٔايَةٍۢ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى ٱلْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil

وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada/menjadi
كَبُرَ kabura besar/berat
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/bagimu
إِعْرَاضُهُمْ iʿ'rāḍuhum perpalingan mereka
فَإِنِ fa-ini maka jika
ٱسْتَطَعْتَ is'taṭaʿta kamu dapat
أَن an bahwa
تَبْتَغِىَ tabtaghiya kamu mencari/membuat
نَفَقًۭا nafaqan lubang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
أَوْ aw atau
سُلَّمًۭا sullaman tangga
فِى fī di
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
فَتَأْتِيَهُم fatatiyahum lalu kamu mendatangkan kepada mereka
بِـَٔايَةٍۢ ۚ biāyatin dengan keterangan-keterangan
وَلَوْ walaw dan jika/kalau
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَجَمَعَهُمْ lajamaʿahum tentu Dia menghimpun/menjadikan mereka
عَلَى ʿalā atas
ٱلْهُدَىٰ ۚ l-hudā petunjuk
فَلَا falā maka jangan
تَكُونَنَّ takūnanna kamu sekali-kali menjadi
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang jahil

Ayat 36 - Surah Al-An'aam: 10 kata

۞ إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَٱلْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan.

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَسْتَجِيبُ yastajību akan memperkenankan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَسْمَعُونَ ۘ yasmaʿūna (mereka)mendengar
وَٱلْمَوْتَىٰ wal-mawtā dan orang-orang mati
يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu akan membangkitkan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan

Ayat 37 - Surah Al-An'aam: 19 kata

وَقَالُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةًۭ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لَوْلَا lawlā mengapa tidak
نُزِّلَ nuzzila diturunkan
عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya
ءَايَةٌۭ āyatun suatu ayat/mukjizat
مِّن min dari
رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya
قُلْ qul katakanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
قَادِرٌ qādirun kuasa
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَن an bahwa
يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan
ءَايَةًۭ āyatan suatu ayat/mukjizat
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui

Ayat 38 - Surah Al-An'aam: 22 kata

وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَـٰٓئِرٍۢ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَـٰبِ مِن شَىْءٍۢ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

وَمَا wamā dan tidaklah
مِن min dari
دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang-binatang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَلَا walā dan tidak
طَـٰٓئِرٍۢ ṭāirin burung-burung
يَطِيرُ yaṭīru yang terbang
بِجَنَاحَيْهِ bijanāḥayhi dengan kedua sayapnya
إِلَّآ illā kecuali/melainkan
أُمَمٌ umamun ummat-ummat
أَمْثَالُكُم ۚ amthālukum seperti kamu
مَّا mā tidaklah
فَرَّطْنَا farraṭnā Kami alpakan
فِى fī didalam
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
مِن min dari
شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna mereka akan dihimpun

Ayat 39 - Surah Al-An'aam: 17 kata

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا صُمٌّۭ وَبُكْمٌۭ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami
صُمٌّۭ ṣummun pekak/tuli
وَبُكْمٌۭ wabuk'mun dan bisu
فِى fī dalam
ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ l-ẓulumāti kegelapan
مَن man barang siapa
يَشَإِ yasha-i menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُضْلِلْهُ yuḍ'lil'hu Dia akan menyesatkan
وَمَن waman dan barang siapa
يَشَأْ yasha menghendaki
يَجْعَلْهُ yajʿalhu Dia akan menjadikannya
عَلَىٰ ʿalā diatas
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Ayat 40 - Surah Al-An'aam: 15 kata

قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيْرَ ٱللَّهِ تَدْعُونَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!"

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتَكُمْ ara-aytakum apakah pendapatmu/terangkan kepadaku
إِنْ in jika
أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu
عَذَابُ ʿadhābu azab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَوْ aw atau
أَتَتْكُمُ atatkumu datang kepadamu
ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat
أَغَيْرَ aghayra apakah selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 41 - Surah Al-An'aam: 12 kata

بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).

بَلْ bal bahkan/tetapi
إِيَّاهُ iyyāhu hanya kepada Dia
تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru
فَيَكْشِفُ fayakshifu maka Dia menghilangkan
مَا mā apa(bahaya)
تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
إِن in jika
شَآءَ shāa Dia menghendaki
وَتَنسَوْنَ watansawna dan kalian melupakan
مَا mā apa
تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu sekutukan

Ayat 42 - Surah Al-An'aam: 11 kata

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍۢ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَـٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mngutus
إِلَىٰٓ ilā kepada
أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat
مِّن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami siksa mereka
بِٱلْبَأْسَآءِ bil-basāi dengan kesengsaraan
وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan kemelaratan
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَضَرَّعُونَ yataḍarraʿūna mereka tunduk

Ayat 43 - Surah Al-An'aam: 14 kata

فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟ وَلَـٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.

فَلَوْلَآ falawlā maka mengapa tidak
إِذْ idh ketika
جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka
بَأْسُنَا basunā siksaan Kami
تَضَرَّعُوا۟ taḍarraʿū mereka menundukan hati
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
قَسَتْ qasat menjadi keras
قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka
وَزَيَّنَ wazayyana dan menampakan bagus
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 44 - Surah Al-An'aam: 20 kata

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةًۭ فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

فَلَمَّا falammā maka setelah
نَسُوا۟ nasū mereka melupakan
مَا mā apa
ذُكِّرُوا۟ dhukkirū diperingatkan kepada mereka
بِهِۦ bihi dengannya
فَتَحْنَا fataḥnā Kami bukakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā tatkala
فَرِحُوا۟ fariḥū mereka bergembira
بِمَآ bimā dengan apa
أُوتُوٓا۟ ūtū mereka diberi
أَخَذْنَـٰهُم akhadhnāhum Kami siksa mereka
بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba
فَإِذَا fa-idhā maka ketika itu
هُم hum mereka
مُّبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang yang putus asa

Ayat 45 - Surah Al-An'aam: 9 kata

فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ۚ وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

فَقُطِعَ faquṭiʿa maka dipotong/dimusnahkan
دَابِرُ dābiru seluruh
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ۚ ẓalamū (mereka)zalim
وَٱلْحَمْدُ wal-ḥamdu dan segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 46 - Surah Al-An'aam: 23 kata

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَـٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pendapatmu
إِنْ in jika
أَخَذَ akhadha mengambil
ٱللَّهُ l-lahu Allah
سَمْعَكُمْ samʿakum pendengaranmu
وَأَبْصَـٰرَكُمْ wa-abṣārakum dan penglihatanmu
وَخَتَمَ wakhatama dan Dia menutup
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِكُم qulūbikum hatimu
مَّنْ man siapakah
إِلَـٰهٌ ilāhun tuhan
غَيْرُ ghayru selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan/mengembalikan kepadamu
بِهِ ۗ bihi dengannya
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda(kebesaran)
ثُمَّ thumma kemudian
هُمْ hum mereka
يَصْدِفُونَ yaṣdifūna mereka berpaling

Ayat 47 - Surah Al-An'aam: 14 kata

قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?"

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتَكُمْ ara-aytakum bagaimanakah pendapatmu
إِنْ in jika
أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu
عَذَابُ ʿadhābu azab/siksaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بَغْتَةً baghtatan dengan tiba-tiba
أَوْ aw atau
جَهْرَةً jahratan terang-terangan
هَلْ hal apakah/tidaklah
يُهْلَكُ yuh'laku akan dibinasakan
إِلَّا illā kecuali
ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Ayat 48 - Surah Al-An'aam: 15 kata

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

وَمَا wamā dan tidak
نُرْسِلُ nur'silu Kami mengutus
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
إِلَّا illā kecuali
مُبَشِّرِينَ mubashirīna memberi kabar gembira
وَمُنذِرِينَ ۖ wamundhirīna dan memberi peringatan
فَمَنْ faman maka barang siapa
ءَامَنَ āmana beriman
وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan mengadakan perbaikan
فَلَا falā maka tidak ada
خَوْفٌ khawfun rasa takut
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati

Ayat 49 - Surah Al-An'aam: 8 kata

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
يَمَسُّهُمُ yamassuhumu akan menimpa mereka
ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab
بِمَا bimā dengan sebab
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik

Ayat 50 - Surah Al-An'aam: 28 kata

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"

قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَقُولُ aqūlu aku mengatakan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عِندِى ʿindī kepunyaanku/ada padaku
خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَآ walā dan tidak
أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui
ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib
وَلَآ walā dan tidak
أَقُولُ aqūlu aku mengatakan
لَكُمْ lakum bagi kalian
إِنِّى innī sesungguhnya aku
مَلَكٌ ۖ malakun malaikat
إِنْ in jika
أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan
إِلَىَّ ۚ ilayya kepadaku
قُلْ qul katakanlah
هَلْ hal apakah
يَسْتَوِى yastawī sama
ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta
وَٱلْبَصِيرُ ۚ wal-baṣīru dan orang yang melihat
أَفَلَا afalā apakah tidak
تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu berpikir

Ayat 51 - Surah Al-An'aam: 17 kata

وَأَنذِرْ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّۭ وَلَا شَفِيعٌۭ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa'atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.

وَأَنذِرْ wa-andhir dan berilah peringatan
بِهِ bihi dengannya (Al Qur'an)
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَخَافُونَ yakhāfūna (mereka)takut
أَن an bahwa
يُحْشَرُوٓا۟ yuḥ'sharū mereka akan dikumpulkan
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّهِمْ ۙ rabbihim Tuhan mereka
لَيْسَ laysa tidak ada
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
دُونِهِۦ dūnihi selain Dia/Allah
وَلِىٌّۭ waliyyun pelindung
وَلَا walā dan tidak
شَفِيعٌۭ shafīʿun penolong
لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Ayat 52 - Surah Al-An'aam: 25 kata

وَلَا تَطْرُدِ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍۢ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِم مِّن شَىْءٍۢ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).

وَلَا walā dan janganlah
تَطْرُدِ taṭrudi kamu mengusir
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَدْعُونَ yadʿūna (mereka)menyeru
رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka
بِٱلْغَدَوٰةِ bil-ghadati pada pagi hari
وَٱلْعَشِىِّ wal-ʿashiyi dan petang hari
يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki
وَجْهَهُۥ ۖ wajhahu wajahNya/keridhaanNya
مَا mā tidak
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
مِنْ min dari
حِسَابِهِم ḥisābihim perhitungan mereka
مِّن min dari
شَىْءٍۢ shayin segala sesuatu
وَمَا wamā dan tidak
مِنْ min dari
حِسَابِكَ ḥisābika perhitunganmu
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مِّن min dari
شَىْءٍۢ shayin segala sesuatu
فَتَطْرُدَهُمْ fataṭrudahum mengusir mereka
فَتَكُونَ fatakūna maka kamu menjadi
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 53 - Surah Al-An'aam: 15 kata

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍۢ لِّيَقُولُوٓا۟ أَهَـٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنۢ بَيْنِنَآ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِٱلشَّـٰكِرِينَ

Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?"

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
فَتَنَّا fatannā Kami menguji
بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka
بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian lain
لِّيَقُولُوٓا۟ liyaqūlū supaya mereka mengatakan
أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah orang-orang yang
مَنَّ manna telah menganugerahi
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مِّنۢ min dari/di
بَيْنِنَآ ۗ bayninā antara kita
أَلَيْسَ alaysa bukankah/tidakkah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِأَعْلَمَ bi-aʿlama lebih mengetahui
بِٱلشَّـٰكِرِينَ bil-shākirīna terhadap orang-orang yang bersyukur

Ayat 54 - Surah Al-An'aam: 27 kata

وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا فَقُلْ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَـٰلَةٍۢ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
جَآءَكَ jāaka datang kepadamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna (mereka)beriman
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami
فَقُلْ faqul maka katakanlah
سَلَـٰمٌ salāmun kebahagiaan
عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian
كَتَبَ kataba telah menetapkan
رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
عَلَىٰ ʿalā atas
نَفْسِهِ nafsihi diriNya
ٱلرَّحْمَةَ ۖ l-raḥmata kasih sayang
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya
مَنْ man barang siapa
عَمِلَ ʿamila berbuat
مِنكُمْ minkum diantara kamu
سُوٓءًۢا sūan kejahatan
بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin karena bodoh
ثُمَّ thumma kemudian
تَابَ tāba ia bertaubat
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/itu
وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan ia mengadakan perbaikan
فَأَنَّهُۥ fa-annahu maka sesungguhnya Dia
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 55 - Surah Al-An'aam: 6 kata

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ ٱلْمُجْرِمِينَ

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu
وَلِتَسْتَبِينَ walitastabīna agar menjadi jelas
سَبِيلُ sabīlu jalan
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 56 - Surah Al-An'aam: 21 kata

قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۚ قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهْوَآءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًۭا وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah". Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".

قُلْ qul katakanlah
إِنِّى innī sesungguhnya aku
نُهِيتُ nuhītu aku dilarang
أَنْ an bahwa
أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti
أَهْوَآءَكُمْ ۙ ahwāakum hawa nafsumu
قَدْ qad sungguh
ضَلَلْتُ ḍalaltu aku tersesat
إِذًۭا idhan jika demikian
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنَا۠ anā aku
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُهْتَدِينَ l-muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 57 - Surah Al-An'aam: 22 kata

قُلْ إِنِّى عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّى وَكَذَّبْتُم بِهِۦ ۚ مَا عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦٓ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَـٰصِلِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik".

قُلْ qul katakanlah
إِنِّى innī sesungguhnya aku
عَلَىٰ ʿalā di atas
بَيِّنَةٍۢ bayyinatin (dasar)keterangan yang nyata
مِّن min dari
رَّبِّى rabbī Tuhanku
وَكَذَّبْتُم wakadhabtum dan kamu mendustakan
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
مَا mā tidak ada
عِندِى ʿindī padaku
مَا mā apa
تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan
بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya
إِنِ ini tidaklah
ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan itu
إِلَّا illā kecuali
لِلَّهِ ۖ lillahi dari Allah
يَقُصُّ yaquṣṣu Dia menerangkan
ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa kebenaran
وَهُوَ wahuwa dan Dia
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْفَـٰصِلِينَ l-fāṣilīna pemberi keputusan

Ayat 58 - Surah Al-An'aam: 14 kata

قُل لَّوْ أَنَّ عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦ لَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلظَّـٰلِمِينَ

Katakanlah: "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

قُل qul katakanlah
لَّوْ law kalau
أَنَّ anna sekiranya
عِندِى ʿindī pada sisiku
مَا mā apa
تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta segerakan
بِهِۦ bihi dengannya (kedatangannya)
لَقُضِىَ laquḍiya tentu telah diputuskan
ٱلْأَمْرُ l-amru perkara itu
بَيْنِى baynī di antaraku
وَبَيْنَكُمْ ۗ wabaynakum dan antara kamu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim

Ayat 59 - Surah Al-An'aam: 31 kata

۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍۢ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍۢ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

۞ وَعِندَهُۥ waʿindahu dan pada sisiNya/Allah
مَفَاتِحُ mafātiḥu kunci-kunci
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi semua yang gaib
لَا lā tidak ada
يَعْلَمُهَآ yaʿlamuhā mengetahuinya
إِلَّا illā kecuali
هُوَ ۚ huwa Dia(sendiri)
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui
مَا mā apa
فِى fī di dalam
ٱلْبَرِّ l-bari daratan
وَٱلْبَحْرِ ۚ wal-baḥri dan lautan
وَمَا wamā dan apa
تَسْقُطُ tasquṭu jatuh
مِن min dari
وَرَقَةٍ waraqatin sehelai daun
إِلَّا illā melainkan/kecuali
يَعْلَمُهَا yaʿlamuhā Dia mengetahuinya
وَلَا walā dan tidak
حَبَّةٍۢ ḥabbatin sebutir biji
فِى fī dalam
ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَلَا walā dan tidak
رَطْبٍۢ raṭbin biji yang basah
وَلَا walā dan tidak
يَابِسٍ yābisin biji yang kering
إِلَّا illā melainkan
فِى fī di dalam
كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab
مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Ayat 60 - Surah Al-An'aam: 22 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِٱلنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰٓ أَجَلٌۭ مُّسَمًّۭى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
يَتَوَفَّىٰكُم yatawaffākum mewafatkan/menidurkan kamu
بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui
مَا mā apa
جَرَحْتُم jaraḥtum kamu kerjakan
بِٱلنَّهَارِ bil-nahāri pada siang hari
ثُمَّ thumma kemudian
يَبْعَثُكُمْ yabʿathukum Dia membangunkan kamu
فِيهِ fīhi padanya(siang hari)
لِيُقْضَىٰٓ liyuq'ḍā untuk disempurnakan
أَجَلٌۭ ajalun waktu/umur
مُّسَمًّۭى ۖ musamman telah ditentukan
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya
مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu
ثُمَّ thumma kemudian/lalu
يُنَبِّئُكُم yunabbi-ukum Dia menerangkan kepadamu
بِمَا bimā tentang apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 61 - Surah Al-An'aam: 17 kata

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْقَاهِرُ l-qāhiru berkuasa mutlak
فَوْقَ fawqa diatas
عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya
وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia mengutus
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
حَفَظَةً ḥafaẓatan (Malaikat-Malaikat)penjaga
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
جَآءَ jāa telah datang
أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah seorang diantara kamu
ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian
تَوَفَّتْهُ tawaffathu mewafatkannya
رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُفَرِّطُونَ yufarriṭūna malalaikan kewajibannya

Ayat 62 - Surah Al-An'aam: 12 kata

ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَـٰسِبِينَ

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat Perhitungan yang paling cepat.

ثُمَّ thumma kemudian
رُدُّوٓا۟ ruddū mereka dikembalikan
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَوْلَىٰهُمُ mawlāhumu Penguasa/Pemimpin mereka
ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi sebenarnya
أَلَا alā ketahuilah
لَهُ lahu bagiNya
ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu segala hukum
وَهُوَ wahuwa dan Dia
أَسْرَعُ asraʿu paling cepat
ٱلْحَـٰسِبِينَ l-ḥāsibīna pembuat perhitungan

Ayat 63 - Surah Al-An'aam: 17 kata

قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةًۭ لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"".

قُلْ qul katakanlah
مَن man siapa
يُنَجِّيكُم yunajjīkum yang dapat menyelamatkan kamu
مِّن min dari
ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan
ٱلْبَرِّ l-bari darat
وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan laut
تَدْعُونَهُۥ tadʿūnahu kamu mohon kepadaNya
تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan dengan merendahkan diri
وَخُفْيَةًۭ wakhuf'yatan dan sembunyi/suara lembut
لَّئِنْ la-in sungguh jika
أَنجَىٰنَا anjānā Dia menyelamatkan kami
مِنْ min dari
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini
لَنَكُونَنَّ lanakūnanna tentu kami menjadi
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Ayat 64 - Surah Al-An'aam: 10 kata

قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍۢ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ

Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya".

قُلِ quli katakanlah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يُنَجِّيكُم yunajjīkum Dia menyelamatkan kamu
مِّنْهَا min'hā dari padanya/bencana
وَمِن wamin dan dari
كُلِّ kulli segala
كَرْبٍۢ karbin kesukaran
ثُمَّ thumma kemudian
أَنتُمْ antum kamu
تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu mempersekutukan

Ayat 65 - Surah Al-An'aam: 27 kata

قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًۭا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًۭا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)".

قُلْ qul katakanlah
هُوَ huwa Dia
ٱلْقَادِرُ l-qādiru berkuasa
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَن an untuk
يَبْعَثَ yabʿatha mengirimkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
عَذَابًۭا ʿadhāban azab
مِّن min dari
فَوْقِكُمْ fawqikum atas kamu
أَوْ aw atau
مِن min dari
تَحْتِ taḥti bawah
أَرْجُلِكُمْ arjulikum kakimu
أَوْ aw atau
يَلْبِسَكُمْ yalbisakum Dia mencampurkan kamu
شِيَعًۭا shiyaʿan golongan-golongan
وَيُذِيقَ wayudhīqa dan Dia merasakan/menimpakan
بَعْضَكُم baʿḍakum sebagian kamu
بَأْسَ basa bencana/keganasan
بَعْضٍ ۗ baʿḍin sebagian yang lain
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang/menerangkan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami

Ayat 66 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوْمُكَ وَهُوَ ٱلْحَقُّ ۚ قُل لَّسْتُ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍۢ

Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu".

وَكَذَّبَ wakadhaba dan mendustakan
بِهِۦ bihi dengannya
قَوْمُكَ qawmuka kaummu
وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia/azab
ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu benar
قُل qul katakanlah
لَّسْتُ lastu aku bukan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
بِوَكِيلٍۢ biwakīlin yang berkuasa

Ayat 67 - Surah Al-An'aam: 5 kata

لِّكُلِّ نَبَإٍۢ مُّسْتَقَرٌّۭ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.

لِّكُلِّ likulli untuk tiap-tiap
نَبَإٍۢ naba-in berita
مُّسْتَقَرٌّۭ ۚ mus'taqarrun masa kepastiannya/terjadinya
وَسَوْفَ wasawfa dan kelak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 68 - Surah Al-An'aam: 23 kata

وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
رَأَيْتَ ra-ayta kamu melihat
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَخُوضُونَ yakhūḍūna (mereka)memperolok-olok
فِىٓ fī pada
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah/tinggalkanlah
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka memperolok-olok/membicarakan
فِى fī tentang
حَدِيثٍ ḥadīthin pembicaraan
غَيْرِهِۦ ۚ ghayrihi lainnya
وَإِمَّا wa-immā dan jika
يُنسِيَنَّكَ yunsiyannaka menjadikan kamu lupa
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
فَلَا falā maka jangan
تَقْعُدْ taqʿud kamu duduk-duduk
بَعْدَ baʿda sesudah
ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā teringat
مَعَ maʿa bersama
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 69 - Surah Al-An'aam: 12 kata

وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍۢ وَلَـٰكِن ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.

وَمَا wamā dan bukanlah
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَّقُونَ yattaqūna (mereka)bertakwa
مِنْ min dari
حِسَابِهِم ḥisābihim perhitungan mereka
مِّن min dari
شَىْءٍۢ shayin segala
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Ayat 70 - Surah Al-An'aam: 45 kata

وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَعِبًۭا وَلَهْوًۭا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِۦٓ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِىٌّۭ وَلَا شَفِيعٌۭ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍۢ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَآ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أُبْسِلُوا۟ بِمَا كَسَبُوا۟ ۖ لَهُمْ شَرَابٌۭ مِّنْ حَمِيمٍۢ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

وَذَرِ wadhari dan tinggalkanlah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka)mengambil/menjadikan
دِينَهُمْ dīnahum agama mereka
لَعِبًۭا laʿiban permainan
وَلَهْوًۭا walahwan dan senda gurau
وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan menipu mereka
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia
وَذَكِّرْ wadhakkir dan peringatkanlah
بِهِۦٓ bihi dengannya (Al Qur'an)
أَن an bahwa
تُبْسَلَ tub'sala dibinasakan/dijerumuskan
نَفْسٌۢ nafsun (setiap) jiwa/diri
بِمَا bimā disebabkan apa
كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan
لَيْسَ laysa tidak ada
لَهَا lahā baginya
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلِىٌّۭ waliyyun pelindung
وَلَا walā dan tidak
شَفِيعٌۭ shafīʿun penolong
وَإِن wa-in dan jika
تَعْدِلْ taʿdil ia menebus
كُلَّ kulla segala
عَدْلٍۢ ʿadlin tebusan
لَّا lā tidak
يُؤْخَذْ yu'khadh diambil/diterima
مِنْهَآ ۗ min'hā dari padanya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُبْسِلُوا۟ ub'silū (mereka) dibinasakan/dijerumuskan
بِمَا bimā disebabkan apa
كَسَبُوا۟ ۖ kasabū mereka kerjakan
لَهُمْ lahum bagi mereka
شَرَابٌۭ sharābun minuman
مِّنْ min dari
حَمِيمٍۢ ḥamīmin air yang mendidih
وَعَذَابٌ waʿadhābun dan azab
أَلِيمٌۢ alīmun sangat pedih
بِمَا bimā disebabkan apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir/ingkar

Ayat 71 - Surah Al-An'aam: 39 kata

قُلْ أَنَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ ٱلشَّيَـٰطِينُ فِى ٱلْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُۥٓ أَصْحَـٰبٌۭ يَدْعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلْهُدَى ٱئْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami". Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,

قُلْ qul katakanlah
أَنَدْعُوا۟ anadʿū apakah kita akan menyeru
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
يَنفَعُنَا yanfaʿunā memberi manfaat kepada kita
وَلَا walā dan tidak
يَضُرُّنَا yaḍurrunā memberi mudharat kepada kita
وَنُرَدُّ wanuraddu dan kita dikembalikan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَعْقَابِنَا aʿqābinā tumit/belakang kita
بَعْدَ baʿda sesudah/setelah
إِذْ idh ketika
هَدَىٰنَا hadānā memberi petunjuk kepada kita
ٱللَّهُ l-lahu Allah
كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang
ٱسْتَهْوَتْهُ is'tahwathu telah menyesatkannya
ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan-syaitan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
حَيْرَانَ ḥayrāna kebingungan
لَهُۥٓ lahu baginya
أَصْحَـٰبٌۭ aṣḥābun kawan-kawan
يَدْعُونَهُۥٓ yadʿūnahu memanggilnya
إِلَى ilā kepada
ٱلْهُدَى l-hudā jalan yang lurus
ٱئْتِنَا ۗ i'tinā marilah ikuti kami
قُلْ qul katakanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
هُدَى hudā petunjuk
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُوَ huwa itulah/Dialah
ٱلْهُدَىٰ ۖ l-hudā petunjuk
وَأُمِرْنَا wa-umir'nā dan kita diperintahkan
لِنُسْلِمَ linus'lima agar kita menyerahkan diri
لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 72 - Surah Al-An'aam: 8 kata

وَأَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya". Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

وَأَنْ wa-an dan hendaknya
أَقِيمُوا۟ aqīmū mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَٱتَّقُوهُ ۚ wa-ittaqūhu dan bertkawalah kepadaNya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
إِلَيْهِ ilayhi kepadaNYa
تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan

Ayat 73 - Surah Al-An'aam: 24 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ ٱلْحَقُّ ۚ وَلَهُ ٱلْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَ khalaqa menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman
كُن kun jadilah
فَيَكُونُ ۚ fayakūnu lalu jadilah ia
قَوْلُهُ qawluhu firmanNya
ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu benar
وَلَهُ walahu dan baginya
ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan/kekuasaan
يَوْمَ yawma pada hari
يُنفَخُ yunfakhu ditiup
فِى fī dalam
ٱلصُّورِ ۚ l-ṣūri sangkala
عَـٰلِمُ ʿālimu yang mengetahui
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib
وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۚ wal-shahādati dan yang nampak
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui

Ayat 74 - Surah Al-An'aam: 14 kata

۞ وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".

۞ وَإِذْ wa-idh dan tatkala
قَالَ qāla berkata
إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim
لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya
ءَازَرَ āzara Azar
أَتَتَّخِذُ atattakhidhu apakah kamu mengambil/jadikan
أَصْنَامًا aṣnāman berhala-berhala
ءَالِهَةً ۖ ālihatan Tuhan
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَرَىٰكَ arāka aku melihat kamu
وَقَوْمَكَ waqawmaka dan kaummu
فِى fī dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Ayat 75 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نُرِىٓ nurī kami perhatikan
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
مَلَكُوتَ malakūta kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَلِيَكُونَ waliyakūna dan agar dia menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْمُوقِنِينَ l-mūqinīna orang-orang yang yakin

Ayat 76 - Surah Al-An'aam: 15 kata

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًۭا ۖ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْـَٔافِلِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".

فَلَمَّا falammā maka ketika
جَنَّ janna telah gelap
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
ٱلَّيْلُ al-laylu malam
رَءَا raā dia melihat
كَوْكَبًۭا ۖ kawkaban bintang
قَالَ qāla dia berkata
هَـٰذَا hādhā ini
رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku
فَلَمَّآ falammā maka ketika
أَفَلَ afala terbenam
قَالَ qāla berkata
لَآ lā tidak
أُحِبُّ uḥibbu menyukai
ٱلْـَٔافِلِينَ l-āfilīna yang terbenam

Ayat 77 - Surah Al-An'aam: 18 kata

فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًۭا قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

فَلَمَّا falammā maka ketika
رَءَا raā dia melihat
ٱلْقَمَرَ l-qamara bulan
بَازِغًۭا bāzighan terbit
قَالَ qāla dia berkata
هَـٰذَا hādhā ini
رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku
فَلَمَّآ falammā maka ketika
أَفَلَ afala ia terbenam
قَالَ qāla dia berkata
لَئِن la-in sungguh jika
لَّمْ lam tidak
يَهْدِنِى yahdinī memberi petunjuk kepadaku
رَبِّى rabbī Tuhanku
لَأَكُونَنَّ la-akūnanna tentu aku menjadi/termasuk
مِنَ mina dari
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum/golongan
ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat

Ayat 78 - Surah Al-An'aam: 17 kata

فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةًۭ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى هَـٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَـٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

فَلَمَّا falammā maka ketika
رَءَا raā dia melihat
ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari
بَازِغَةًۭ bāzighatan terbit
قَالَ qāla dia berkata
هَـٰذَا hādhā ini
رَبِّى rabbī Tuhanku
هَـٰذَآ hādhā inilah
أَكْبَرُ ۖ akbaru lebih besar
فَلَمَّآ falammā maka ketika
أَفَلَتْ afalat terbenam
قَالَ qāla dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri
مِّمَّا mimmā dari apa
تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan

Ayat 79 - Surah Al-An'aam: 12 kata

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًۭا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

إِنِّى innī sesungguhnya aku
وَجَّهْتُ wajjahtu aku menghadapkan
وَجْهِىَ wajhiya wajahku/diriku
لِلَّذِى lilladhī kepada (Tuhan) yang
فَطَرَ faṭara menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan cenderung/ikhlas
وَمَآ wamā dan bukanlah
أَنَا۠ anā aku
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan

Ayat 80 - Surah Al-An'aam: 25 kata

وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًۭٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku". Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?"

وَحَآجَّهُۥ waḥājjahu dan membantah kepadanya
قَوْمُهُۥ ۚ qawmuhu kaumnya
قَالَ qāla dia berkata
أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى atuḥājjūnnī apakah kamu hendak membantahku
فِى fī tentang
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya
هَدَىٰنِ ۚ hadāni Dia telah memberi petunjuk padaku
وَلَآ walā dan tidak
أَخَافُ akhāfu aku takut
مَا mā apa
تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan
بِهِۦٓ bihi denganNya/Allah
إِلَّآ illā kecuali
أَن an jika
يَشَآءَ yashāa menghendaki
رَبِّى rabbī Tuhanku
شَيْـًۭٔا ۗ shayan sesuatu
وَسِعَ wasiʿa meliputi
رَبِّى rabbī Tuhanku
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عِلْمًا ۗ ʿil'man ilmu
أَفَلَا afalā apakah/maka tidak
تَتَذَكَّرُونَ tatadhakkarūna kamu ingat

Ayat 81 - Surah Al-An'aam: 22 kata

وَكَيْفَ أَخَافُ مَآ أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًۭا ۚ فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?

وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana
أَخَافُ akhāfu aku takut
مَآ mā apa
أَشْرَكْتُمْ ashraktum kamu persekutukan
وَلَا walā dan tidak
تَخَافُونَ takhāfūna kamu takut
أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu
أَشْرَكْتُم ashraktum kamu persekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
مَا mā apa
لَمْ lam tidak
يُنَزِّلْ yunazzil (Allah) menurunkan
بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
سُلْطَـٰنًۭا ۚ sul'ṭānan kekuasaan/keterangan
فَأَىُّ fa-ayyu maka manakah
ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan
أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak
بِٱلْأَمْنِ ۖ bil-amni dengan keamanan
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 82 - Surah Al-An'aam: 11 kata

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَـٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَلَمْ walam dan tidak
يَلْبِسُوٓا۟ yalbisū mereka mencampur adukkan
إِيمَـٰنَهُم īmānahum iman mereka
بِظُلْمٍ biẓul'min dengan kezaliman
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلْأَمْنُ l-amnu keamanan
وَهُم wahum dan mereka
مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 83 - Surah Al-An'aam: 14 kata

وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَـٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍۢ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌۭ

Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَتِلْكَ watil'ka dan itulah
حُجَّتُنَآ ḥujjatunā alasan/hujjah Kami
ءَاتَيْنَـٰهَآ ātaynāhā Kami berikannya
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
عَلَىٰ ʿalā atas
قَوْمِهِۦ ۚ qawmihi kaumnya
نَرْفَعُ narfaʿu Kami tinggikan
دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat
مَّن man siapa
نَّشَآءُ ۗ nashāu Kami kehendaki
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 84 - Surah Al-An'aam: 21 kata

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami berikan
لَهُۥٓ lahu kepadanya
إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak
وَيَعْقُوبَ ۚ wayaʿqūba dan Ya'kub
كُلًّا kullan masing-masing
هَدَيْنَا ۚ hadaynā Kami beri petunjuk
وَنُوحًا wanūḥan dan Nuh
هَدَيْنَا hadaynā Kami beri petunjuk
مِن min dari
قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu
وَمِن wamin dan dari
ذُرِّيَّتِهِۦ dhurriyyatihi keturunannya
دَاوُۥدَ dāwūda Daud
وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman
وَأَيُّوبَ wa-ayyūba dan Ayub
وَيُوسُفَ wayūsufa dan Yusuf
وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa
وَهَـٰرُونَ ۚ wahārūna dan Harun
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نَجْزِى najzī Kami membalas/ganjaran
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 85 - Surah Al-An'aam: 7 kata

وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّۭ مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.

وَزَكَرِيَّا wazakariyyā dan Zakaria
وَيَحْيَىٰ wayaḥyā dan Yahya
وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa
وَإِلْيَاسَ ۖ wa-il'yāsa dan Ilyas
كُلٌّۭ kullun semuanya
مِّنَ mina termasuk
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang soleh

Ayat 86 - Surah Al-An'aam: 8 kata

وَإِسْمَـٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًۭا ۚ وَكُلًّۭا فَضَّلْنَا عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),

وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail
وَٱلْيَسَعَ wal-yasaʿa dan Alyasa'
وَيُونُسَ wayūnusa dan Yunus
وَلُوطًۭا ۚ walūṭan dan Luth
وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah
فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami lebihkan
عَلَى ʿalā atas
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna umat/semesta alam

Ayat 87 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَمِنْ ءَابَآئِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ وَٱجْتَبَيْنَـٰهُمْ وَهَدَيْنَـٰهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

وَمِنْ wamin dan dari/diantara
ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka
وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ wadhurriyyātihim dan keturunan mereka
وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ wa-ikh'wānihim dan saudara-saudara mereka
وَٱجْتَبَيْنَـٰهُمْ wa-ij'tabaynāhum dan Kami telah memilih mereka
وَهَدَيْنَـٰهُمْ wahadaynāhum dan Kami beri petunjuk mereka
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Ayat 88 - Surah Al-An'aam: 16 kata

ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah/itulah
هُدَى hudā petunjuk
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk
بِهِۦ bihi dengannya
مَن man siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
مِنْ min dari/diantara
عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya
وَلَوْ walaw dan kalau
أَشْرَكُوا۟ ashrakū mereka mempersekutukan
لَحَبِطَ laḥabiṭa niscaya hilanglah
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مَّا mā apa (amalan)
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 89 - Surah Al-An'aam: 17 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَـٰٓؤُلَآءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًۭا لَّيْسُوا۟ بِهَا بِكَـٰفِرِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu telah Kami berikan kepada mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hikmat
وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ wal-nubuwata dan kenabian
فَإِن fa-in maka jika
يَكْفُرْ yakfur mengingkari
بِهَا bihā padanya
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
وَكَّلْنَا wakkalnā Kami menyerahkan
بِهَا bihā padanya (perkara itu)
قَوْمًۭا qawman kaum
لَّيْسُوا۟ laysū tidaklah mereka
بِهَا bihā padanya
بِكَـٰفِرِينَ bikāfirīna dengan orang-orang yang ingkar

Ayat 90 - Surah Al-An'aam: 16 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَـٰلَمِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)". Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هَدَى hadā memberi petunjuk
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
فَبِهُدَىٰهُمُ fabihudāhumu maka dengan petunjuk mereka
ٱقْتَدِهْ ۗ iq'tadih ikutilah dia
قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أَجْرًا ۖ ajran upah
إِنْ in tidak lain
هُوَ huwa dia
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan
لِلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna untuk ummat/semesta alam

Ayat 91 - Surah Al-An'aam: 44 kata

وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍۢ مِّن شَىْءٍۢ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَـٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًۭا وَهُدًۭى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًۭا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنتُمْ وَلَآ ءَابَآؤُكُمْ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

وَمَا wamā dan tidak
قَدَرُوا۟ qadarū mereka menghormati
ٱللَّهَ l-laha Allah
حَقَّ ḥaqqa sebenarnya/semestinya
قَدْرِهِۦٓ qadrihi penghormatan
إِذْ idh ketika
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
مَآ mā tidak
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
بَشَرٍۢ basharin manusia
مِّن min dari
شَىْءٍۢ ۗ shayin sesuatu
قُلْ qul katakanlah
مَنْ man siapa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
ٱلَّذِى alladhī yang
جَآءَ jāa datang (dibawa)
بِهِۦ bihi dengannya
مُوسَىٰ mūsā Musa
نُورًۭا nūran cahaya
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
لِّلنَّاسِ ۖ lilnnāsi bagi manusia
تَجْعَلُونَهُۥ tajʿalūnahu kamu jadikannya (kitab itu)
قَرَاطِيسَ qarāṭīsa lembaran-lembaran kertas
تُبْدُونَهَا tub'dūnahā kamu perlihatkannya
وَتُخْفُونَ watukh'fūna dan kamu sembunyikan
كَثِيرًۭا ۖ kathīran kebanyakan/sebagian besar
وَعُلِّمْتُم waʿullim'tum dan kamu diajarkan
مَّا mā apa
لَمْ lam belum/tidak
تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu ketahui
أَنتُمْ antum kamu
وَلَآ walā dan tidak
ءَابَآؤُكُمْ ۖ ābāukum bapak-bapak kamu
قُلِ quli katakanlah
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
ثُمَّ thumma kemudian
ذَرْهُمْ dharhum biarkanlah mereka
فِى fī di dalam
خَوْضِهِمْ khawḍihim kesesatan mereka
يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain-main

Ayat 92 - Surah Al-An'aam: 22 kata

وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌۭ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

وَهَـٰذَا wahādhā dan ini
كِتَـٰبٌ kitābun kitab
أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu telah Kami turunkannya
مُبَارَكٌۭ mubārakun yang diberkahi
مُّصَدِّقُ muṣaddiqu yang membenarkan
ٱلَّذِى alladhī yang
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya
وَلِتُنذِرَ walitundhira dan agar kamu memberi peringatan
أُمَّ umma ummul
ٱلْقُرَىٰ l-qurā Qura
وَمَنْ waman dan orang-orang
حَوْلَهَا ۚ ḥawlahā di sekitarnya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada akhirat
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya
وَهُمْ wahum dan mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
صَلَاتِهِمْ ṣalātihim sholat mereka
يُحَافِظُونَ yuḥāfiẓūna mereka memelihara/menjaga

Ayat 93 - Surah Al-An'aam: 49 kata

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌۭ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَـٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

وَمَنْ waman dan siapakah
أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih zalim
مِمَّنِ mimmani daripada orang
ٱفْتَرَىٰ if'tarā ia membuat-buat
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًا kadhiban kedustaan
أَوْ aw atau
قَالَ qāla ia berkata
أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan
إِلَىَّ ilayya kepada saya
وَلَمْ walam dan/padahal tidak
يُوحَ yūḥa diwahyukan
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
شَىْءٌۭ shayon sesuatu
وَمَن waman dan orang
قَالَ qāla berkata
سَأُنزِلُ sa-unzilu saya akan menurunkan
مِثْلَ mith'la seperti
مَآ mā apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
وَلَوْ walaw sekiranya
تَرَىٰٓ tarā kamu lihat
إِذِ idhi ketika
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang zalim
فِى fī dalam
غَمَرَٰتِ ghamarāti kesengsaraan/sekarat
ٱلْمَوْتِ l-mawti maut/mati
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat
بَاسِطُوٓا۟ bāsiṭū mengembangkan/memukul
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka
أَخْرِجُوٓا۟ akhrijū keluarkanlah
أَنفُسَكُمُ ۖ anfusakumu diri kalian sendiri
ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini
تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu dibalas
عَذَابَ ʿadhāba siksaan
ٱلْهُونِ l-hūni menghinakan
بِمَا bimā disebabkan
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
غَيْرَ ghayra tidak
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar
وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian
عَنْ ʿan dari/terhadap
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya
تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu menyombongkan diri

Ayat 94 - Surah Al-An'aam: 29 kata

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقْنَـٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَـٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَـٰٓؤُا۟ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جِئْتُمُونَا ji'tumūnā kamu datang kepada Kami
فُرَٰدَىٰ furādā sendiri-sendiri
كَمَا kamā seperti/sebagaimana
خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu
أَوَّلَ awwala pertama
مَرَّةٍۢ marratin kali
وَتَرَكْتُم wataraktum dan kamu tinggalkan
مَّا mā apa
خَوَّلْنَـٰكُمْ khawwalnākum Kami karuniakan kepadamu
وَرَآءَ warāa belakang
ظُهُورِكُمْ ۖ ẓuhūrikum punggungmu
وَمَا wamā dan tidak
نَرَىٰ narā Kami melihat
مَعَكُمْ maʿakum besertamu
شُفَعَآءَكُمُ shufaʿāakumu pemberi syafa'atmu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu anggap
أَنَّهُمْ annahum bahwa mereka
فِيكُمْ fīkum di antara kamu
شُرَكَـٰٓؤُا۟ ۚ shurakāu sekutu-sekutu
لَقَد laqad sungguh
تَّقَطَّعَ taqaṭṭaʿa telah terputus
بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu
وَضَلَّ waḍalla dan telah sesat/lenyap
عَنكُم ʿankum dari kalian
مَّا mā apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangka/anggap

Ayat 95 - Surah Al-An'aam: 17 kata

۞ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلْحَبِّ وَٱلنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ ٱلْمَيِّتِ مِنَ ٱلْحَىِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَالِقُ fāliqu membelah/menumbuhkan
ٱلْحَبِّ l-ḥabi butir tumbuh-tumbuhan
وَٱلنَّوَىٰ ۖ wal-nawā dan biji buah-buahan
يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan
ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup
مِنَ mina dari
ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati
وَمُخْرِجُ wamukh'riju dan mengeluarkan
ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati
مِنَ mina dari
ٱلْحَىِّ ۚ l-ḥayi yang hidup
ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
فَأَنَّىٰ fa-annā maka mengapa
تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu berpaling

Ayat 96 - Surah Al-An'aam: 12 kata

فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًۭا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

فَالِقُ fāliqu Dia membelah/menyingsingkan
ٱلْإِصْبَاحِ l-iṣ'bāḥi pagi
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan
ٱلَّيْلَ al-layla malam
سَكَنًۭا sakanan beristirahat
وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari
وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan
حُسْبَانًۭا ۚ ḥus'bānan perhitungan
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah/itulah
تَقْدِيرُ taqdīru ketentuan
ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Kuasa
ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui

Ayat 97 - Surah Al-An'aam: 16 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهْتَدُوا۟ بِهَا فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
جَعَلَ jaʿala menjadikan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلنُّجُومَ l-nujūma bintang-bintang
لِتَهْتَدُوا۟ litahtadū agar kamu menjadikan petunjuk
بِهَا bihā dengannya
فِى fī dalam
ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan
ٱلْبَرِّ l-bari daratan
وَٱلْبَحْرِ ۗ wal-baḥri dan lautan
قَدْ qad sesungguhnya
فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 98 - Surah Al-An'aam: 13 kata

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ فَمُسْتَقَرٌّۭ وَمُسْتَوْدَعٌۭ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَفْقَهُونَ

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنشَأَكُم ansha-akum menciptakan kamu
مِّن min dari
نَّفْسٍۢ nafsin jiwa/diri
وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang
فَمُسْتَقَرٌّۭ famus'taqarrun maka tempat tetap
وَمُسْتَوْدَعٌۭ ۗ wamus'tawdaʿun dan tempat simpanan
قَدْ qad sesungguhnya
فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka yang memahami

Ayat 99 - Surah Al-An'aam: 44 kata

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَىْءٍۢ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًۭا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّۭا مُّتَرَاكِبًۭا وَمِنَ ٱلنَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌۭ دَانِيَةٌۭ وَجَنَّـٰتٍۢ مِّنْ أَعْنَابٍۢ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشْتَبِهًۭا وَغَيْرَ مُتَشَـٰبِهٍ ۗ ٱنظُرُوٓا۟ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَيَنْعِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكُمْ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنزَلَ anzala menurunkan
مِنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
مَآءًۭ māan air
فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā lalu Kami keluarkan
بِهِۦ bihi dengannya (air itu)
نَبَاتَ nabāta tumbuh-tumbuhan
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu/macam
فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka/lalu Kami keluarkan
مِنْهُ min'hu daripadanya
خَضِرًۭا khaḍiran menghijau
نُّخْرِجُ nukh'riju Kami keluarkan
مِنْهُ min'hu daripadanya
حَبًّۭا ḥabban butir buah
مُّتَرَاكِبًۭا mutarākiban yang bersusun-susun
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلنَّخْلِ l-nakhli pohon kurma
مِن min dari
طَلْعِهَا ṭalʿihā mayangnya
قِنْوَانٌۭ qin'wānun tangkai-tangkai
دَانِيَةٌۭ dāniyatun menjulai
وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan kebun-kebun
مِّنْ min dari
أَعْنَابٍۢ aʿnābin anggur
وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun
وَٱلرُّمَّانَ wal-rumāna dan delima
مُشْتَبِهًۭا mush'tabihan yang serupa
وَغَيْرَ waghayra dan tidak
مُتَشَـٰبِهٍ ۗ mutashābihin serupa
ٱنظُرُوٓا۟ unẓurū perhatikanlah
إِلَىٰ ilā kepada
ثَمَرِهِۦٓ thamarihi buahnya
إِذَآ idhā ketika
أَثْمَرَ athmara berbuah
وَيَنْعِهِۦٓ ۚ wayanʿihi dan kematangannya
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī di/pada
ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian
لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh ada tanda-tanda
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 100 - Surah Al-An'aam: 15 kata

وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا۟ لَهُۥ بَنِينَ وَبَنَـٰتٍۭ بِغَيْرِ عِلْمٍۢ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan
لِلَّهِ lillahi Allah
شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu
ٱلْجِنَّ l-jina jin
وَخَلَقَهُمْ ۖ wakhalaqahum dan/padahal Dia menciptakan mereka
وَخَرَقُوا۟ wakharaqū dan mereka mengada-adakan
لَهُۥ lahu bagiNya (Allah)
بَنِينَ banīna anak laki-laki
وَبَنَـٰتٍۭ wabanātin dan anak perempuan
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
عِلْمٍۢ ۚ ʿil'min ilmu pengetahuan
سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia
وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi
عَمَّا ʿammā dari apa
يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan

Ayat 101 - Surah Al-An'aam: 18 kata

بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌۭ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَـٰحِبَةٌۭ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍۢ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

بَدِيعُ badīʿu Pencipta
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
أَنَّىٰ annā bagaimana
يَكُونُ yakūnu terjadi
لَهُۥ lahu bagiNya
وَلَدٌۭ waladun anak
وَلَمْ walam dan tidak
تَكُن takun ada
لَّهُۥ lahu bagiNya
صَـٰحِبَةٌۭ ۖ ṣāḥibatun teman wanita (isteri)
وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 102 - Surah Al-An'aam: 16 kata

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ فَٱعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ وَكِيلٌۭ

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.

ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itulah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha tuhan
إِلَّا illā selain
هُوَ ۖ huwa Dia
خَـٰلِقُ khāliqu Pencipta
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia
وَهُوَ wahuwa dan Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَكِيلٌۭ wakīlun Pengurus

Ayat 103 - Surah Al-An'aam: 9 kata

لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَـٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

لَّا lā tidak
تُدْرِكُهُ tud'rikuhu dapat dicapaiNya
ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru penglihatan (mata)
وَهُوَ wahuwa dan Dia
يُدْرِكُ yud'riku dapat mencapai/melihat
ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ l-abṣāra penglihatan/yang kelihatan
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱللَّطِيفُ l-laṭīfu Maha Halus
ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui

Ayat 104 - Surah Al-An'aam: 15 kata

قَدْ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ عَمِىَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍۢ

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

قَدْ qad sesungguhnya
جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu
بَصَآئِرُ baṣāiru beberapa pandangan/keterangan
مِن min dari
رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian
فَمَنْ faman maka barang siapa
أَبْصَرَ abṣara melihat
فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri
وَمَنْ waman dan barang siapa
عَمِىَ ʿamiya buta
فَعَلَيْهَا ۚ faʿalayhā maka atasnya
وَمَآ wamā dan bukanlah
أَنَا۠ anā aku
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
بِحَفِيظٍۢ biḥafīẓin dengan penjaga

Ayat 105 - Surah Al-An'aam: 8 kata

وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلِيَقُولُوا۟ دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُۥ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang musyrik mengatakan: "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)", dan supaya Kami menjelaskan Al Quran itu kepada orang-orang yang mengetahui.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat
وَلِيَقُولُوا۟ waliyaqūlū dan supaya mereka berkata
دَرَسْتَ darasta kamu telah mempelajari
وَلِنُبَيِّنَهُۥ walinubayyinahu dan agar Kami menjelaskan
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum orang-orang
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 106 - Surah Al-An'aam: 13 kata

ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

ٱتَّبِعْ ittabiʿ ikutilah
مَآ mā apa
أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
مِن min dari
رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali/selain
هُوَ ۖ huwa Dia
وَأَعْرِضْ wa-aʿriḍ dan berpalinglah kamu
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

Ayat 107 - Surah Al-An'aam: 13 kata

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكُوا۟ ۗ وَمَا جَعَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًۭا ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍۢ

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperkutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.

وَلَوْ walaw dan kalau
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَآ mā tidak
أَشْرَكُوا۟ ۗ ashrakū mereka mempersekutukan
وَمَا wamā dan tidak
جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami menjadikan kamu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
حَفِيظًۭا ۖ ḥafīẓan penjaga
وَمَآ wamā dan tidak/bukan
أَنتَ anta kamu
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
بِوَكِيلٍۢ biwakīlin dengan pengurus

Ayat 108 - Surah Al-An'aam: 25 kata

وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍۢ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

وَلَا walā dan jangan
تَسُبُّوا۟ tasubbū kamu memaki-maki
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) seru/sembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَيَسُبُّوا۟ fayasubbū maka mereka akan memaki
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَدْوًۢا ʿadwan melampaui batas
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
عِلْمٍۢ ۗ ʿil'min pengetahuan
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
زَيَّنَّا zayyannā Kami jadikan mereka memandang baik
لِكُلِّ likulli bagi setiap
أُمَّةٍ ummatin ummat
عَمَلَهُمْ ʿamalahum pekerjaan mereka
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّهِم rabbihim Tuhan mereka
مَّرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali
فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia menerangkan kepada mereka
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 109 - Surah Al-An'aam: 21 kata

وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِن جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌۭ لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا ٱلْـَٔايَـٰتُ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.

وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumoah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
جَهْدَ jahda kesungguhan
أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka
لَئِن la-in sesungguhnya jika
جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka
ءَايَةٌۭ āyatun suatu mukjizat
لَّيُؤْمِنُنَّ layu'minunna tentu mereka akan beriman
بِهَا ۚ bihā dengannya/padanya
قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْـَٔايَـٰتُ l-āyātu mukjizat itu
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan tidak
يُشْعِرُكُمْ yush'ʿirukum kamu sadar
أَنَّهَآ annahā bahwa sesungguhnya
إِذَا idhā apabila
جَآءَتْ jāat datang ia/mukjizat
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 110 - Surah Al-An'aam: 13 kata

وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصَـٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.

وَنُقَلِّبُ wanuqallibu dan Kami memutar balikkan
أَفْـِٔدَتَهُمْ afidatahum hati mereka
وَأَبْصَـٰرَهُمْ wa-abṣārahum dan penglihatan mereka
كَمَا kamā sebagaimana
لَمْ lam tidak
يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman
بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya
أَوَّلَ awwala pertama
مَرَّةٍۢ marratin kali
وَنَذَرُهُمْ wanadharuhum dan Kami biarkan mereka
فِى fī dalam
طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan/kesesatan mereka
يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka kebingungan

Ayat 111 - Surah Al-An'aam: 22 kata

۞ وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَىْءٍۢ قُبُلًۭا مَّا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوٓا۟ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

۞ وَلَوْ walaw dan kalau
أَنَّنَا annanā sekiranya Kami
نَزَّلْنَآ nazzalnā Kami menurunkan
إِلَيْهِمُ ilayhimu kepada mereka
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat
وَكَلَّمَهُمُ wakallamahumu dan berbicara dengan mereka
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati
وَحَشَرْنَا waḥasharnā dan Kami mengumpulkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قُبُلًۭا qubulan berhadapan
مَّا mā tidak
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
لِيُؤْمِنُوٓا۟ liyu'minū akan beriman mereka
إِلَّآ illā kecuali
أَن an jika
يَشَآءَ yashāa dikehendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
يَجْهَلُونَ yajhalūna mereka bodoh/tidak mengetahui

Ayat 112 - Surah Al-An'aam: 23 kata

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّۭا شَيَـٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍۢ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًۭا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan
لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap
نَبِىٍّ nabiyyin Nabi
عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh
شَيَـٰطِينَ shayāṭīna syaitan-syaitan
ٱلْإِنسِ l-insi manusia
وَٱلْجِنِّ wal-jini dan jin
يُوحِى yūḥī membisikkan
بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka
إِلَىٰ ilā kepada
بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain
زُخْرُفَ zukh'rufa palsu yang indah-indah
ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan
غُرُورًۭا ۚ ghurūran tipuan/menipu
وَلَوْ walaw dan jika
شَآءَ shāa menghendaki
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
مَا mā tidak
فَعَلُوهُ ۖ faʿalūhu mereka mengerjakannya
فَذَرْهُمْ fadharhum maka tinggalkan mereka
وَمَا wamā dan apa
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan

Ayat 113 - Surah Al-An'aam: 12 kata

وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا۟ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ

Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.

وَلِتَصْغَىٰٓ walitaṣghā dan supaya cenderung
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya (bisikan)
أَفْـِٔدَةُ afidatu hati
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada hari akhirat
وَلِيَرْضَوْهُ waliyarḍawhu dan supaya senang kepadanya
وَلِيَقْتَرِفُوا۟ waliyaqtarifū dan supaya mereka kerjakan
مَا mā apa
هُم hum mereka
مُّقْتَرِفُونَ muq'tarifūna orang-orang yang mengerjakan

Ayat 114 - Surah Al-An'aam: 23 kata

أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْتَغِى حَكَمًۭا وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ إِلَيْكُمُ ٱلْكِتَـٰبَ مُفَصَّلًۭا ۚ وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلٌۭ مِّن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

أَفَغَيْرَ afaghayra apakah selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَبْتَغِى abtaghī aku mencari
حَكَمًۭا ḥakaman hakim
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنزَلَ anzala menurunkan
إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
مُفَصَّلًۭا ۚ mufaṣṣalan terperinci
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami datangkan kepada mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia
مُنَزَّلٌۭ munazzalun diturunkan
مِّن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan sebenarnya
فَلَا falā maka jangan
تَكُونَنَّ takūnanna kamu menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu

Ayat 115 - Surah Al-An'aam: 11 kata

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًۭا وَعَدْلًۭا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

وَتَمَّتْ watammat dan telah sempurna
كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
صِدْقًۭا ṣid'qan dengan kebenaran
وَعَدْلًۭا ۚ waʿadlan dan keadilan
لَّا lā tidak dapat
مُبَدِّلَ mubaddila merubah-rubah
لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ likalimātihi pada kalimatNya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 116 - Surah Al-An'aam: 18 kata

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

وَإِن wa-in dan jika
تُطِعْ tuṭiʿ kamu mengikuti
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
مَن man orang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
يُضِلُّوكَ yuḍillūka ia menyesatkan kamu
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
إِن in tidaklah
يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
ٱلظَّنَّ l-ẓana prasangka
وَإِنْ wa-in dan tidaklah
هُمْ hum mereka
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
يَخْرُصُونَ yakhruṣūna mereka berdusta

Ayat 117 - Surah Al-An'aam: 11 kata

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk.

إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
هُوَ huwa Dialah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
مَن man orang
يَضِلُّ yaḍillu tersesat
عَن ʿan dari
سَبِيلِهِۦ ۖ sabīlihi jalanNya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna pada orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 118 - Surah Al-An'aam: 10 kata

فَكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَـٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ

Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.

فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah
مِمَّا mimmā dari apa (binatang)
ذُكِرَ dhukira disebut
ٱسْمُ us'mu nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
بِـَٔايَـٰتِهِۦ biāyātihi kepada ayat-ayatNya
مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 119 - Surah Al-An'aam: 30 kata

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا ٱضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًۭا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُعْتَدِينَ

Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

وَمَا wamā dan tidak
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَلَّا allā kecuali
تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan
مِمَّا mimmā dari apa (binatang)
ذُكِرَ dhukira disebut
ٱسْمُ us'mu nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
وَقَدْ waqad dan/padahal sungguh
فَصَّلَ faṣṣala Dia telah menjelaskan
لَكُم lakum bagi kalian
مَّا mā apa
حَرَّمَ ḥarrama Dia haramkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
ٱضْطُرِرْتُمْ uḍ'ṭurir'tum kamu terpaksa
إِلَيْهِ ۗ ilayhi kepadanya
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan (manusia)
لَّيُضِلُّونَ layuḍillūna sungguh hendak menyesatkan
بِأَهْوَآئِهِم bi-ahwāihim dengan hawa nafsu mereka
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
هُوَ huwa Dia
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِٱلْمُعْتَدِينَ bil-muʿ'tadīna kepada orang-orang yang melampaui batas

Ayat 120 - Surah Al-An'aam: 12 kata

وَذَرُوا۟ ظَـٰهِرَ ٱلْإِثْمِ وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْسِبُونَ ٱلْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا۟ يَقْتَرِفُونَ

Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.

وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah
ظَـٰهِرَ ẓāhira yang lahir/tampak
ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa
وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ wabāṭinahu dan yang tersembunyi
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَكْسِبُونَ yaksibūna (mereka) mengerjakan
ٱلْإِثْمَ l-ith'ma dosa
سَيُجْزَوْنَ sayuj'zawna kelak akan diberi balasan
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَقْتَرِفُونَ yaqtarifūna mereka perbuat

Ayat 121 - Surah Al-An'aam: 20 kata

وَلَا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُۥ لَفِسْقٌۭ ۗ وَإِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَـٰدِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.

وَلَا walā dan janganlah
تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan
مِمَّا mimmā dari apa (binatang)
لَمْ lam tidak
يُذْكَرِ yudh'kari disebut
ٱسْمُ us'mu nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya (perbuatan) itu
لَفِسْقٌۭ ۗ lafis'qun kefasikan/kejahatan
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan
لَيُوحُونَ layūḥūna mereka membisikkan
إِلَىٰٓ ilā kepada
أَوْلِيَآئِهِمْ awliyāihim kawan-kawan mereka
لِيُجَـٰدِلُوكُمْ ۖ liyujādilūkum agar mereka membantah kamu
وَإِنْ wa-in dan jika
أَطَعْتُمُوهُمْ aṭaʿtumūhum kamu menuruti mereka
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
لَمُشْرِكُونَ lamush'rikūna tentu orang-orang musyrik

Ayat 122 - Surah Al-An'aam: 24 kata

أَوَمَن كَانَ مَيْتًۭا فَأَحْيَيْنَـٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًۭا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍۢ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَـٰفِرِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

أَوَمَن awaman Ataukah orang
كَانَ kāna adalah dia
مَيْتًۭا maytan mati
فَأَحْيَيْنَـٰهُ fa-aḥyaynāhu maka/kemudian Kami menghidupkannya
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan
لَهُۥ lahu untuknya
نُورًۭا nūran cahaya yang terang
يَمْشِى yamshī berjalan
بِهِۦ bihi dengannya (cahaya itu)
فِى fī di (tengah-tengah)
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
كَمَن kaman seperti orang
مَّثَلُهُۥ mathaluhu serupa dengan dia
فِى fī dalam
ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan
لَيْسَ laysa tidak dapat
بِخَارِجٍۢ bikhārijin keluar
مِّنْهَا ۚ min'hā daripadanya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik
لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 123 - Surah Al-An'aam: 15 kata

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَـٰبِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا۟ فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan
فِى fī pada
كُلِّ kulli tiap-tiap
قَرْيَةٍ qaryatin negeri
أَكَـٰبِرَ akābira pembesar-pembesar
مُجْرِمِيهَا muj'rimīhā orang-orang yang berdosa/jahat
لِيَمْكُرُوا۟ liyamkurū agar mereka mengadakan tipu daya
فِيهَا ۖ fīhā didalamnya (negeri itu)
وَمَا wamā dan tidaklah
يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka memperdayakan
إِلَّا illā kecuali/melainkan
بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim pada diri mereka
وَمَا wamā dan/sedang tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 124 - Surah Al-An'aam: 29 kata

وَإِذَا جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌۭ قَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٌۭ شَدِيدٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَمْكُرُونَ

Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah". Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka
ءَايَةٌۭ āyatun sesuatu ayat
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَن lan tidak
نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
نُؤْتَىٰ nu'tā kami diberi
مِثْلَ mith'la seperti
مَآ mā apa
أُوتِىَ ūtiya diberikan
رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul
ٱللَّهِ ۘ l-lahi Allah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
حَيْثُ ḥaythu di mana
يَجْعَلُ yajʿalu Dia menjadikan
رِسَالَتَهُۥ ۗ risālatahu kerasulanNya
سَيُصِيبُ sayuṣību akan menimpa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَجْرَمُوا۟ ajramū (mereka) berdoa
صَغَارٌ ṣaghārun kecil/kehinaan
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَعَذَابٌۭ waʿadhābun dan siksa
شَدِيدٌۢ shadīdun yang sangat pedih
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka membuat tipu daya

Ayat 125 - Surah Al-An'aam: 28 kata

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًۭا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

فَمَن faman maka barang siapa
يُرِدِ yuridi menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an bahwa
يَهْدِيَهُۥ yahdiyahu memberikan petunjukNya
يَشْرَحْ yashraḥ Dia melapangkan
صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya
لِلْإِسْلَـٰمِ ۖ lil'is'lāmi untuk Islam
وَمَن waman dan barang siapa
يُرِدْ yurid Dia kehendaki
أَن an bahwa
يُضِلَّهُۥ yuḍillahu Dia menyesatkannya
يَجْعَلْ yajʿal Dia akan menjadikan
صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya
ضَيِّقًا ḍayyiqan sempit
حَرَجًۭا ḥarajan kesukaran
كَأَنَّمَا ka-annamā seakan-akan
يَصَّعَّدُ yaṣṣaʿʿadu ia mendaki
فِى fī di/ke
ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يَجْعَلُ yajʿalu menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلرِّجْسَ l-rij'sa kekejian
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 126 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَهَـٰذَا صِرَٰطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًۭا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَذَّكَّرُونَ

Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.

وَهَـٰذَا wahādhā dan inilah
صِرَٰطُ ṣirāṭu jalan
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
مُسْتَقِيمًۭا ۗ mus'taqīman yang lurus
قَدْ qad sesungguhnya
فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi/kepada kaum
يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka memperhatikan

Ayat 127 - Surah Al-An'aam: 10 kata

۞ لَهُمْ دَارُ ٱلسَّلَـٰمِ عِندَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.

۞ لَهُمْ lahum bagi mereka
دَارُ dāru rumah
ٱلسَّلَـٰمِ l-salāmi perdamaian
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka
وَهُوَ wahuwa dan Dia
وَلِيُّهُم waliyyuhum Pelindung mereka
بِمَا bimā dengan/disebabkan apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 128 - Surah Al-An'aam: 35 kata

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًۭا يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلْإِنسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍۢ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَىٰكُمْ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌۭ

Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum (Allah) menghimpun mereka
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
يَـٰمَعْشَرَ yāmaʿshara hai golongan
ٱلْجِنِّ l-jini jin
قَدِ qadi sesungguhnya
ٱسْتَكْثَرْتُم is'takthartum kamu telah banyak
مِّنَ mina dari
ٱلْإِنسِ ۖ l-insi manusia
وَقَالَ waqāla dan berkata
أَوْلِيَآؤُهُم awliyāuhum kawan-kawan mereka
مِّنَ mina dari
ٱلْإِنسِ l-insi manusia
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
ٱسْتَمْتَعَ is'tamtaʿa telah mendapat kesenangan
بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami
بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/dari sebagian yang lain
وَبَلَغْنَآ wabalaghnā dan Kami telah sampai
أَجَلَنَا ajalanā ajal/waktu kami
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَجَّلْتَ ajjalta Engkau tentukan waktunya
لَنَا ۚ lanā bagi kami
قَالَ qāla (Allah) berfirman
ٱلنَّارُ l-nāru neraka
مَثْوَىٰكُمْ mathwākum tempat tinggal kamu
خَـٰلِدِينَ khālidīna yang kekal
فِيهَآ fīhā di dalamnya
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa (jika)
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 129 - Surah Al-An'aam: 8 kata

وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نُوَلِّى nuwallī Kami jadikan pemimpin
بَعْضَ baʿḍa sebagian
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
بَعْضًۢا baʿḍan sebagian yang lain
بِمَا bimā dengan apa disebabkan
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan

Ayat 130 - Surah Al-An'aam: 27 kata

يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌۭ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا۟ شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

يَـٰمَعْشَرَ yāmaʿshara hai golongan
ٱلْجِنِّ l-jini jin
وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia
أَلَمْ alam apakah belum
يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu
رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul
مِّنكُمْ minkum dari antara kamu sendiri
يَقُصُّونَ yaquṣṣūna mereka menceritakan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayatKu
وَيُنذِرُونَكُمْ wayundhirūnakum dan mereka memberi peringatan Kami kepadamu
لِقَآءَ liqāa pertemuan
يَوْمِكُمْ yawmikum hari kamu
هَـٰذَا ۚ hādhā ini
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
شَهِدْنَا shahid'nā kami menjadi saksi
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِنَا ۖ anfusinā diri kami sendiri
وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan telah menipu mereka
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَشَهِدُوا۟ washahidū dan mereka menjadi saksi
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri
أَنَّهُمْ annahum bahwa sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 131 - Surah Al-An'aam: 10 kata

ذَٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍۢ وَأَهْلُهَا غَـٰفِلُونَ

Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah.

ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
أَن an bahwa
لَّمْ lam tidak
يَكُن yakun akan ada
رَّبُّكَ rabbuka Tuhanmu
مُهْلِكَ muh'lika membinasakan
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri
بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan aniaya
وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya
غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lengah

Ayat 132 - Surah Al-An'aam: 9 kata

وَلِكُلٍّۢ دَرَجَـٰتٌۭ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap
دَرَجَـٰتٌۭ darajātun derajat
مِّمَّا mimmā dari apa yang
عَمِلُوا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan
وَمَا wamā dan tidaklah
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah
عَمَّا ʿammā dari apa yang
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 133 - Surah Al-An'aam: 18 kata

وَرَبُّكَ ٱلْغَنِىُّ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنۢ بَعْدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ ءَاخَرِينَ

Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.

وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu
ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya
ذُو dhū mempunyai
ٱلرَّحْمَةِ ۚ l-raḥmati rahmat
إِن in jika
يَشَأْ yasha Dia menghendaki
يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia akan melenyapkan kamu
وَيَسْتَخْلِفْ wayastakhlif dan Dia menggantikan
مِنۢ min dari
بَعْدِكُم baʿdikum sesudah kamu
مَّا mā apa/siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
كَمَآ kamā sebagaimana
أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menjadikan kamu
مِّن min dari
ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan
قَوْمٍ qawmin kaum/orang-orang
ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain

Ayat 134 - Surah Al-An'aam: 7 kata

إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَـَٔاتٍۢ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.

إِنَّ inna sesungguhnya
مَا mā apa yang
تُوعَدُونَ tūʿadūna dijanjikan kepadamu
لَـَٔاتٍۢ ۖ laātin pasti akan datang
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتُم antum kamu
بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna orang-orang yang menolak

Ayat 135 - Surah Al-An'aam: 18 kata

قُلْ يَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَامِلٌۭ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُۥ عَـٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.

قُلْ qul katakanlah
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu
عَلَىٰ ʿalā atas/menurut
مَكَانَتِكُمْ makānatikum kesanggupanmu
إِنِّى innī sesungguhnya aku
عَامِلٌۭ ۖ ʿāmilun orang yang bekerja
فَسَوْفَ fasawfa maka kelak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
مَن man siapa
تَكُونُ takūnu adalah kamu
لَهُۥ lahu baginya
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan (hasil)
ٱلدَّارِ ۗ l-dāri tempat kediaman/dunia
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
لَا lā tidak
يُفْلِحُ yuf'liḥu mendapatkan keuntungan
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Ayat 136 - Surah Al-An'aam: 31 kata

وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ نَصِيبًۭا فَقَالُوا۟ هَـٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami". Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu.

وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan/menyediakan
لِلَّهِ lillahi untuk Allah
مِمَّا mimmā dari apa yang
ذَرَأَ dhara-a Dia telah ciptakan
مِنَ mina dari
ٱلْحَرْثِ l-ḥarthi ladang
وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak
نَصِيبًۭا naṣīban bagian/sebagian
فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka mengatakan
هَـٰذَا hādhā ini
لِلَّهِ lillahi untuk Allah
بِزَعْمِهِمْ bizaʿmihim menurut anggapan mereka
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini
لِشُرَكَآئِنَا ۖ lishurakāinā untuk sekutu/berhala kami
فَمَا famā maka apa yang
كَانَ kāna ada
لِشُرَكَآئِهِمْ lishurakāihim untuk sekutu/berhala mereka
فَلَا falā maka tidak
يَصِلُ yaṣilu dia sampai
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan apa yang
كَانَ kāna ada
لِلَّهِ lillahi untuk Allah
فَهُوَ fahuwa maka Dia
يَصِلُ yaṣilu sampai
إِلَىٰ ilā kepada
شُرَكَآئِهِمْ ۗ shurakāihim sekutu/berhala mereka
سَآءَ sāa amat buruk
مَا mā apa
يَحْكُمُونَ yaḥkumūna mereka tetapkan

Ayat 137 - Surah Al-An'aam: 20 kata

وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍۢ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَـٰدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا۟ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
زَيَّنَ zayyana menjadikan memandang baik
لِكَثِيرٍۢ likathīrin bagi kebanyakan
مِّنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
قَتْلَ qatla membunuh
أَوْلَـٰدِهِمْ awlādihim anak-anak mereka
شُرَكَآؤُهُمْ shurakāuhum sekutu/pemimpin mereka
لِيُرْدُوهُمْ liyur'dūhum untuk membinasakan mereka
وَلِيَلْبِسُوا۟ waliyalbisū dan untuk mencampurkan/mengaburkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
دِينَهُمْ ۖ dīnahum agama mereka
وَلَوْ walaw dan jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَا mā tidak
فَعَلُوهُ ۖ faʿalūhu mereka mengerjakannya
فَذَرْهُمْ fadharhum maka tinggalkanlah mereka
وَمَا wamā dan apa
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Ayat 138 - Surah Al-An'aam: 26 kata

وَقَالُوا۟ هَـٰذِهِۦٓ أَنْعَـٰمٌۭ وَحَرْثٌ حِجْرٌۭ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَـٰمٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَـٰمٌۭ لَّا يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Dan mereka mengatakan: "Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki", menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka mengatakan
هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini
أَنْعَـٰمٌۭ anʿāmun binatang ternak
وَحَرْثٌ waḥarthun dan tanaman
حِجْرٌۭ ḥij'run larangan
لَّا lā tidak (boleh)
يَطْعَمُهَآ yaṭʿamuhā memakannya
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
نَّشَآءُ nashāu kami kehendaki
بِزَعْمِهِمْ bizaʿmihim menurut anggapan mereka
وَأَنْعَـٰمٌ wa-anʿāmun dan binatang ternak
حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan
ظُهُورُهَا ẓuhūruhā punggungnya/menungganginya
وَأَنْعَـٰمٌۭ wa-anʿāmun dan binatang ternak
لَّا lā tidak
يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka menyebut
ٱسْمَ is'ma nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
ٱفْتِرَآءً if'tirāan mengada-adakan (untuk mendustakan)
عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasNya/terhadap Allah
سَيَجْزِيهِم sayajzīhim kelak (Allah) akan memberi balasan mereka
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan

Ayat 139 - Surah Al-An'aam: 22 kata

وَقَالُوا۟ مَا فِى بُطُونِ هَـٰذِهِ ٱلْأَنْعَـٰمِ خَالِصَةٌۭ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِنَا ۖ وَإِن يَكُن مَّيْتَةًۭ فَهُمْ فِيهِ شُرَكَآءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٌۭ

Dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
مَا mā apa yang ada
فِى fī didalam
بُطُونِ buṭūni perut
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak
خَالِصَةٌۭ khāliṣatun khusus
لِّذُكُورِنَا lidhukūrinā untuk laki-laki kami
وَمُحَرَّمٌ wamuḥarramun dan yang diharamkan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَزْوَٰجِنَا ۖ azwājinā isteri-isteri kami
وَإِن wa-in dan jika
يَكُن yakun adalah
مَّيْتَةًۭ maytatan mati
فَهُمْ fahum maka mereka
فِيهِ fīhi padanya
شُرَكَآءُ ۚ shurakāu bersekutu (makan) bersama
سَيَجْزِيهِمْ sayajzīhim kelak (Allah) akan membalas mereka
وَصْفَهُمْ ۚ waṣfahum ketetapan mereka
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 140 - Surah Al-An'aam: 20 kata

قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍۢ وَحَرَّمُوا۟ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفْتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا۟ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

قَدْ qad sesungguhnya
خَسِرَ khasira rugilah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَتَلُوٓا۟ qatalū (mereka) membunuh
أَوْلَـٰدَهُمْ awlādahum anak-anak mereka
سَفَهًۢا safahan kebodohan
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak
عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan
وَحَرَّمُوا۟ waḥarramū dan mereka mengharamkan
مَا mā apa
رَزَقَهُمُ razaqahumu rezkikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱفْتِرَآءً if'tirāan mengada-adakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
قَدْ qad sesungguhnya
ضَلُّوا۟ ḍallū mereka sesat
وَمَا wamā dan tidaklah
كَانُوا۟ kānū mereka
مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 141 - Surah Al-An'aam: 31 kata

۞ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّـٰتٍۢ مَّعْرُوشَـٰتٍۢ وَغَيْرَ مَعْرُوشَـٰتٍۢ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَـٰبِهًۭا وَغَيْرَ مُتَشَـٰبِهٍۢ ۚ كُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

۞ وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنشَأَ ansha-a menumbuhkan
جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun
مَّعْرُوشَـٰتٍۢ maʿrūshātin yang berjunjung
وَغَيْرَ waghayra dan tidak
مَعْرُوشَـٰتٍۢ maʿrūshātin yang berjunjung
وَٱلنَّخْلَ wal-nakhla dan pohon kurma
وَٱلزَّرْعَ wal-zarʿa dan tanaman-tanaman
مُخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam
أُكُلُهُۥ ukuluhu makannya/rasanya
وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun
وَٱلرُّمَّانَ wal-rumāna dan delima
مُتَشَـٰبِهًۭا mutashābihan yang serupa
وَغَيْرَ waghayra dan tidak
مُتَشَـٰبِهٍۢ ۚ mutashābihin serupa
كُلُوا۟ kulū makanlah
مِن min dari
ثَمَرِهِۦٓ thamarihi buahnya
إِذَآ idhā apabila
أَثْمَرَ athmara berbuah
وَءَاتُوا۟ waātū dan berikan
حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya
يَوْمَ yawma pada hari
حَصَادِهِۦ ۖ ḥaṣādihi mengetamnya
وَلَا walā dan jangan
تُسْرِفُوٓا۟ ۚ tus'rifū kamu berlebih-lebihan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang berlebihan

Ayat 142 - Surah Al-An'aam: 16 kata

وَمِنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ حَمُولَةًۭ وَفَرْشًۭا ۚ كُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

وَمِنَ wamina dan diantara
ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak
حَمُولَةًۭ ḥamūlatan untuk pengangkutan
وَفَرْشًۭا ۚ wafarshan dan untuk disembelih
كُلُوا۟ kulū makanlah
مِمَّا mimmā dari apa
رَزَقَكُمُ razaqakumu memberikan rezki kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَلَا walā dan jangan
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/syaitan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 143 - Surah Al-An'aam: 23 kata

ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍۢ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,

ثَمَـٰنِيَةَ thamāniyata delapan (binatang)
أَزْوَٰجٍۢ ۖ azwājin berpasangan
مِّنَ mina dari
ٱلضَّأْنِ l-ḍani domba
ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua (sepasang)
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلْمَعْزِ l-maʿzi kambing
ٱثْنَيْنِ ۗ ith'nayni dua (sepasang)
قُلْ qul katakanlah
ءَآلذَّكَرَيْنِ āldhakarayni apakah dua yang jantan
حَرَّمَ ḥarrama (Allah) mengharamkan
أَمِ ami ataukah
ٱلْأُنثَيَيْنِ l-unthayayni dua yang betina
أَمَّا ammā atau
ٱشْتَمَلَتْ ish'tamalat terkandung
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أَرْحَامُ arḥāmu rahim
ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ l-unthayayni dua yang betina
نَبِّـُٔونِى nabbiūnī terangkanlah kepadaku
بِعِلْمٍ biʿil'min dengan pengetahuan
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 144 - Surah Al-An'aam: 40 kata

وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًۭا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

وَمِنَ wamina dan dari
ٱلْإِبِلِ l-ibili unta
ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua (sepasang)
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلْبَقَرِ l-baqari sapi
ٱثْنَيْنِ ۗ ith'nayni dua (sepasang)
قُلْ qul katakanlah
ءَآلذَّكَرَيْنِ āldhakarayni apakah dua yang jantan
حَرَّمَ ḥarrama (Allah) mengharamkan
أَمِ ami ataukah
ٱلْأُنثَيَيْنِ l-unthayayni dua yang betina
أَمَّا ammā atau
ٱشْتَمَلَتْ ish'tamalat yang terkandung
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أَرْحَامُ arḥāmu rahim
ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ l-unthayayni dua yang betina
أَمْ am ataukah
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
شُهَدَآءَ shuhadāa menjadi saksi
إِذْ idh ketika
وَصَّىٰكُمُ waṣṣākumu mewasiatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهَـٰذَا ۚ bihādhā dengan ini
فَمَنْ faman maka barang siapa
أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim
مِمَّنِ mimmani daripada orang-orang
ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًۭا kadhiban dusta
لِّيُضِلَّ liyuḍilla untuk menyesatkan
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa
عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 145 - Surah Al-An'aam: 39 kata

قُل لَّآ أَجِدُ فِى مَآ أُوحِىَ إِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍۢ يَطْعَمُهُۥٓ إِلَّآ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًۭا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍۢ فَإِنَّهُۥ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍۢ وَلَا عَادٍۢ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَجِدُ ajidu aku mendapati
فِى fī di dalam
مَآ mā apa
أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
مُحَرَّمًا muḥarraman sesuatu yang diharamkan
عَلَىٰ ʿalā atas
طَاعِمٍۢ ṭāʿimin orang yang makan
يَطْعَمُهُۥٓ yaṭʿamuhu memakannya
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
يَكُونَ yakūna adalah
مَيْتَةً maytatan bangkai
أَوْ aw atau
دَمًۭا daman darah
مَّسْفُوحًا masfūḥan tertumpah/mengalir
أَوْ aw atau
لَحْمَ laḥma daging
خِنزِيرٍۢ khinzīrin babi
فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya itu
رِجْسٌ rij'sun kotor
أَوْ aw atau
فِسْقًا fis'qan kejahatan
أُهِلَّ uhilla disembelih
لِغَيْرِ lighayri bagi selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa
غَيْرَ ghayra tidak/bukan
بَاغٍۢ bāghin sengaja
وَلَا walā dan tidak
عَادٍۢ ʿādin melampaui batas
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengasih
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 146 - Surah Al-An'aam: 28 kata

وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا كُلَّ ذِى ظُفُرٍۢ ۖ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ وَٱلْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَآ إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَآ أَوِ ٱلْحَوَايَآ أَوْ مَا ٱخْتَلَطَ بِعَظْمٍۢ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَـٰهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ

Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.

وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
هَادُوا۟ hādū (mereka) Yahudi
حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan
كُلَّ kulla setiap
ذِى dhī memiliki
ظُفُرٍۢ ۖ ẓufurin berkuku
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلْبَقَرِ l-baqari sapi
وَٱلْغَنَمِ wal-ghanami dan kambing
حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
شُحُومَهُمَآ shuḥūmahumā lemak dari kedua-duanya
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
حَمَلَتْ ḥamalat terbawa/melekat
ظُهُورُهُمَآ ẓuhūruhumā punggung keduanya
أَوِ awi atau
ٱلْحَوَايَآ l-ḥawāyā perut besar
أَوْ aw atau
مَا mā apa
ٱخْتَلَطَ ikh'talaṭa tercampur
بِعَظْمٍۢ ۚ biʿaẓmin dengan tulang
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah
جَزَيْنَـٰهُم jazaynāhum Kami beri balasan mereka
بِبَغْيِهِمْ ۖ bibaghyihim dengan sebab kedurhakaan mereka
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami
لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna sungguh yang benar

Ayat 147 - Surah Al-An'aam: 13 kata

فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍۢ وَٰسِعَةٍۢ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُۥ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah: "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa".

فَإِن fa-in maka jika
كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu
فَقُل faqul maka katakanlah
رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
ذُو dhū mempunyai
رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat
وَٰسِعَةٍۢ wāsiʿatin yang luas
وَلَا walā dan tidak dapat
يُرَدُّ yuraddu ditolak
بَأْسُهُۥ basuhu siksaNya
عَنِ ʿani dari
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang -orang yang berdosa

Ayat 148 - Surah Al-An'aam: 37 kata

سَيَقُولُ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكْنَا وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن شَىْءٍۢ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا۟ بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِندَكُم مِّنْ عِلْمٍۢ فَتُخْرِجُوهُ لَنَآ ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ

Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun". Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.

سَيَقُولُ sayaqūlu nanti akan mengatakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَشْرَكُوا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan
لَوْ law jikalau
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مَآ mā tidak
أَشْرَكْنَا ashraknā kami mempersekutukan
وَلَآ walā dan tidak
ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami
وَلَا walā dan tidak
حَرَّمْنَا ḥarramnā kami mengharamkan
مِن min dari
شَىْءٍۢ ۚ shayin barang sesuatu
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
ذَاقُوا۟ dhāqū mereka merasakan
بَأْسَنَا ۗ basanā siksaan Kami
قُلْ qul katakanlah
هَلْ hal apakah
عِندَكُم ʿindakum disisimu/kamu mempunyai
مِّنْ min dari
عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan
فَتُخْرِجُوهُ fatukh'rijūhu maka/lalu kamu mengemukakannya/mengeluarkannya
لَنَآ ۖ lanā kepada kami
إِن in jika
تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna mengikuti
إِلَّا illā kecuali
ٱلظَّنَّ l-ẓana prasangka
وَإِنْ wa-in dan tidak lain
أَنتُمْ antum kamu
إِلَّا illā kecuali
تَخْرُصُونَ takhruṣūna kamu berdusta

Ayat 149 - Surah Al-An'aam: 8 kata

قُلْ فَلِلَّهِ ٱلْحُجَّةُ ٱلْبَـٰلِغَةُ ۖ فَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ

Katakanlah: "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya".

قُلْ qul katakanlah
فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah
ٱلْحُجَّةُ l-ḥujatu hujjah/alasan
ٱلْبَـٰلِغَةُ ۖ l-bālighatu yang jelas lagi kuat
فَلَوْ falaw maka jika
شَآءَ shāa Dia menghendaki
لَهَدَىٰكُمْ lahadākum pasti Dia memberi petunjuk kepadamu
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Ayat 150 - Surah Al-An'aam: 27 kata

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَ هَـٰذَا ۖ فَإِن شَهِدُوا۟ فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَهُم بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Katakanlah: "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini" Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.

قُلْ qul katakanlah
هَلُمَّ halumma bawalah kemari
شُهَدَآءَكُمُ shuhadāakumu saksi-saksi kamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَشْهَدُونَ yashhadūna (mereka) mempersaksikan
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
هَـٰذَا ۖ hādhā ini
فَإِن fa-in maka jika
شَهِدُوا۟ shahidū mereka mempersaksikan
فَلَا falā maka janganlah
تَشْهَدْ tashhad kamu menjadi saksi
مَعَهُمْ ۚ maʿahum bersama mereka
وَلَا walā dan jangan
تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti
أَهْوَآءَ ahwāa hawa nafsu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan kehidupan akhirat
وَهُم wahum dan/sedang mereka
بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka
يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka mempersekutukan

Ayat 151 - Surah Al-An'aam: 42 kata

۞ قُلْ تَعَالَوْا۟ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَكُم مِّنْ إِمْلَـٰقٍۢ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا۟ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

۞ قُلْ qul katakanlah
تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah
أَتْلُ atlu aku bacakan
مَا mā apa
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian
أَلَّا allā bahwa janganlah
تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mempersekutukan
بِهِۦ bihi denganNya/Tuhan
شَيْـًۭٔا ۖ shayan sesuatu
وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan/terhadap kedua orang tua
إِحْسَـٰنًۭا ۖ iḥ'sānan berbuat baiklah
وَلَا walā dan jangan
تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh
أَوْلَـٰدَكُم awlādakum anak-anakmu
مِّنْ min dari
إِمْلَـٰقٍۢ ۖ im'lāqin kemiskinan
نَّحْنُ naḥnu Kami
نَرْزُقُكُمْ narzuqukum Kami memberi rezki kepadamu
وَإِيَّاهُمْ ۖ wa-iyyāhum dan kepada mereka
وَلَا walā dan janganlah
تَقْرَبُوا۟ taqrabū mendekati
ٱلْفَوَٰحِشَ l-fawāḥisha perbuatan keji
مَا mā apa
ظَهَرَ ẓahara nampak
مِنْهَا min'hā daripadanya
وَمَا wamā dan apa
بَطَنَ ۖ baṭana tersembunyi
وَلَا walā dan janganlah
تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh
ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa
ٱلَّتِى allatī yang
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَّا illā kecuali
بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan hak/benar
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan
بِهِۦ bihi dengannya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 152 - Surah Al-An'aam: 35 kata

وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُوا۟ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُوا۟ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

وَلَا walā dan janganlah
تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu dekati
مَالَ māla harta
ٱلْيَتِيمِ l-yatīmi anak yatim
إِلَّا illā kecuali
بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang (cara)
هِىَ hiya dia
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَبْلُغَ yablugha dia sampai
أَشُدَّهُۥ ۖ ashuddahu dewasa
وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah
ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran
وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan
بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil
لَا lā tidak
نُكَلِّفُ nukallifu Kami membebani
نَفْسًا nafsan seseorang
إِلَّا illā kecuali
وُسْعَهَا ۖ wus'ʿahā kesanggupannya
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata
فَٱعْدِلُوا۟ fa-iʿ'dilū maka berlaku adillah kamu
وَلَوْ walaw walaupun
كَانَ kāna adalah
ذَا dhā mempunyai
قُرْبَىٰ ۖ qur'bā kerabat
وَبِعَهْدِ wabiʿahdi dan dengan janji
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَوْفُوا۟ ۚ awfū penuhilah
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan kepadamu
بِهِۦ bihi dengannya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat

Ayat 153 - Surah Al-An'aam: 17 kata

وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًۭا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
صِرَٰطِى ṣirāṭī jalanku
مُسْتَقِيمًۭا mus'taqīman yang lurus
فَٱتَّبِعُوهُ ۖ fa-ittabiʿūhu maka ikutilah dia
وَلَا walā dan janganlah
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
ٱلسُّبُلَ l-subula jalan-jalan
فَتَفَرَّقَ fatafarraqa karena maka mereka mencerai beraikan
بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian
عَن ʿan dari
سَبِيلِهِۦ ۚ sabīlihi jalanNya
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan padamu
بِهِۦ bihi dengannya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Ayat 154 - Surah Al-An'aam: 17 kata

ثُمَّ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ تَمَامًا عَلَى ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًۭا لِّكُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لَّعَلَّهُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.

ثُمَّ thumma kemudian
ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah berikan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
تَمَامًا tamāman menyempurnakan
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِىٓ alladhī orang yang
أَحْسَنَ aḥsana berbuat baik
وَتَفْصِيلًۭا watafṣīlan dan penjelasan
لِّكُلِّ likulli bagi segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat
لَّعَلَّهُم laʿallahum agar mereka
بِلِقَآءِ biliqāi dengan perjumpaan
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 155 - Surah Al-An'aam: 8 kata

وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌۭ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.

وَهَـٰذَا wahādhā dan inilah
كِتَـٰبٌ kitābun kitab
أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya
مُبَارَكٌۭ mubārakun diberkati
فَٱتَّبِعُوهُ fa-ittabiʿūhu maka ikutilah dia
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat

Ayat 156 - Surah Al-An'aam: 14 kata

أَن تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أُنزِلَ ٱلْكِتَـٰبُ عَلَىٰ طَآئِفَتَيْنِ مِن قَبْلِنَا وَإِن كُنَّا عَن دِرَاسَتِهِمْ لَغَـٰفِلِينَ

(Kami turunkan al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.

أَن an bahwa/supaya
تَقُولُوٓا۟ taqūlū kamu mengatakan
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya/hanyalah
أُنزِلَ unzila diturunkan
ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab
عَلَىٰ ʿalā atas
طَآئِفَتَيْنِ ṭāifatayni dua golongan
مِن min dari
قَبْلِنَا qablinā sebelum kami
وَإِن wa-in dan sesungguhnya
كُنَّا kunnā kami
عَن ʿan dari
دِرَاسَتِهِمْ dirāsatihim pelajaran/bacaan mereka
لَغَـٰفِلِينَ laghāfilīna sungguh orang-orang yang lalai/tidak memperhatikan

Ayat 157 - Surah Al-An'aam: 35 kata

أَوْ تَقُولُوا۟ لَوْ أَنَّآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْكِتَـٰبُ لَكُنَّآ أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَآءَكُم بَيِّنَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَهُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِى ٱلَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ ءَايَـٰتِنَا سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْدِفُونَ

Atau agar kamu (tidak) mengatakan: "Sesungguhnya jikalau kitab ini diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka". Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling.

أَوْ aw atau
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
لَوْ law jikalau
أَنَّآ annā sesungguhnya Kami
أُنزِلَ unzila diturunkan
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab
لَكُنَّآ lakunnā sungguh kami adalah
أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk
مِنْهُمْ ۚ min'hum daripada mereka
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu
بَيِّنَةٌۭ bayyinatun keterangan yang nyata
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَرَحْمَةٌۭ ۚ waraḥmatun dan rahmat
فَمَنْ faman maka siapakah
أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim
مِمَّن mimman daripada orang
كَذَّبَ kadhaba mendustakan
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَصَدَفَ waṣadafa dan dia berpaling
عَنْهَا ۗ ʿanhā daripadanya
سَنَجْزِى sanajzī kelak Kami kelak akan memberi balasan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَصْدِفُونَ yaṣdifūna (mereka) berpaling
عَنْ ʿan dari
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
سُوٓءَ sūa seburuk-buruk
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَصْدِفُونَ yaṣdifūna mereka berpaling

Ayat 158 - Surah Al-An'aam: 37 kata

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِىَ بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِى بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَـٰنُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِىٓ إِيمَـٰنِهَا خَيْرًۭا ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)".

هَلْ hal tidaklah
يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti
إِلَّآ illā kecuali/selain
أَن an bahwa
تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepadamu
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat
أَوْ aw atau
يَأْتِىَ yatiya datang
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
أَوْ aw atau
يَأْتِىَ yatiya datang
بَعْضُ baʿḍu sebagian
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
رَبِّكَ ۗ rabbika Tuhanmu
يَوْمَ yawma pada hari
يَأْتِى yatī datang
بَعْضُ baʿḍu sebagian
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
لَا lā tidak
يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat
نَفْسًا nafsan dirinya sendiri
إِيمَـٰنُهَا īmānuhā imannya/seseorang
لَمْ lam tidak
تَكُنْ takun adalah/ada
ءَامَنَتْ āmanat ia beriman
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
أَوْ aw atau
كَسَبَتْ kasabat ia mengusahakan
فِىٓ fī dalam/pada
إِيمَـٰنِهَا īmānihā imannya
خَيْرًۭا ۗ khayran kebaikan
قُلِ quli katakanlah
ٱنتَظِرُوٓا۟ intaẓirū tunggulah olehmu
إِنَّا innā sesungguhnya kami
مُنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu

Ayat 159 - Surah Al-An'aam: 19 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًۭا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
فَرَّقُوا۟ farraqū (mereka) memecah belah
دِينَهُمْ dīnahum agama mereka
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
شِيَعًۭا shiyaʿan bergolong-golong
لَّسْتَ lasta tidaklah kamu
مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
فِى fī dalam
شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أَمْرُهُمْ amruhum urusan mereka
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
يُنَبِّئُهُم yunabbi-uhum Dia menerangkan kepada mereka
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka perbuat

Ayat 160 - Surah Al-An'aam: 16 kata

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

مَن man barang siapa
جَآءَ jāa datang
بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan
فَلَهُۥ falahu maka baginya
عَشْرُ ʿashru sepuluh
أَمْثَالِهَا ۖ amthālihā serupanya/kali lipat amalnya
وَمَن waman dan barang siapa
جَآءَ jāa datang
بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan
فَلَا falā maka tidak
يُجْزَىٰٓ yuj'zā diberi balasan
إِلَّا illā kecuali/melainkan
مِثْلَهَا mith'lahā serupa/seimbang dengannya
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya

Ayat 161 - Surah Al-An'aam: 16 kata

قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ دِينًۭا قِيَمًۭا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًۭا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik".

قُلْ qul katakanlah
إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku
هَدَىٰنِى hadānī telah memimpin aku
رَبِّىٓ rabbī Tuhanku
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
دِينًۭا dīnan agama
قِيَمًۭا qiyaman benar/lurus
مِّلَّةَ millata agama
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
حَنِيفًۭا ۚ ḥanīfan yang lurus
وَمَا wamā dan tidaklah
كَانَ kāna dia adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik

Ayat 162 - Surah Al-An'aam: 9 kata

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

قُلْ qul katakanlah
إِنَّ inna sesungguhnya
صَلَاتِى ṣalātī sholatku
وَنُسُكِى wanusukī dan ibadahku
وَمَحْيَاىَ wamaḥyāya dan hidupku
وَمَمَاتِى wamamātī dan matiku
لِلَّهِ lillahi untuk Allah
رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 163 - Surah Al-An'aam: 8 kata

لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

لَا lā tidak
شَرِيكَ sharīka sekutu
لَهُۥ ۖ lahu bagiNya
وَبِذَٰلِكَ wabidhālika dan dengan demikian/itulah
أُمِرْتُ umir'tu aku diperintahkan
وَأَنَا۠ wa-anā dan aku
أَوَّلُ awwalu pertama
ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri

Ayat 164 - Surah Al-An'aam: 29 kata

قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّۭا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍۢ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".

قُلْ qul katakanlah
أَغَيْرَ aghayra apakah selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَبْغِى abghī aku mencari
رَبًّۭا rabban tuhan
وَهُوَ wahuwa dan/padahal Dia
رَبُّ rabbu Tuhan
كُلِّ kulli segala/tiap-tiap
شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu
وَلَا walā dan tidak
تَكْسِبُ taksibu mengerjakan
كُلُّ kullu tiap-tiap
نَفْسٍ nafsin seseorang/jiwa
إِلَّا illā kecuali/melainkan
عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya
وَلَا walā dan tidak
تَزِرُ taziru memikul beban/dosa
وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang berdosa
وِزْرَ wiz'ra beban/dosa
أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā orang lain
ثُمَّ thumma kemudian
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّكُم rabbikum Tuhan kalian
مَّرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu
فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka Dia akan menerangkan kepadamu
بِمَا bimā tentang apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
فِيهِ fīhi didalamnya
تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan

Ayat 165 - Surah Al-An'aam: 21 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍۢ دَرَجَـٰتٍۢ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۢ

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
جَعَلَكُمْ jaʿalakum menjadikan kamu
خَلَـٰٓئِفَ khalāifa penguasa-penguasa
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَرَفَعَ warafaʿa dan Dia meninggikan
بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu
فَوْقَ fawqa diatas
بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian lainnya
دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat
لِّيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia hendak mengujimu
فِى fī dalam/tentang
مَآ mā apa
ءَاتَىٰكُمْ ۗ ātākum Dia telah berikan kepadamu
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
سَرِيعُ sarīʿu amat cepat
ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya Dia
لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun
رَّحِيمٌۢ raḥīmun Maha Penyayang

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
لا حول ولا قوة إلا بالله Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi