Surah Al-A'raaf kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-A'raaf kata demi kata

Al-A'raaf (الأعراف) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 206 ayat, 3.320 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 3.320 kata untuk dipelajari, Surah Al-A'raaf menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 17 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-A'raaf: 1 kata

الٓمٓصٓ

Alif laam mim shaad.

الٓمٓصٓ alif-lam-meem-sad Alif Lam Mim Shad

Ayat 2 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

كِتَـٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌۭ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

كِتَـٰبٌ kitābun Kitab
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
فَلَا falā maka janganlah
يَكُن yakun ada
فِى fī dalam
صَدْرِكَ ṣadrika dadamu
حَرَجٌۭ ḥarajun kesempitan
مِّنْهُ min'hu daripadanya
لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan
بِهِۦ bihi dengannya
وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran
لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Ayat 3 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah
مَآ mā apa
أُنزِلَ unzila diturunkan
إِلَيْكُم ilaykum kepadamu
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَلَا walā dan jangan
تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti
مِن min dari
دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia
أَوْلِيَآءَ ۗ awliyāa pemimpin-pemimpin
قَلِيلًۭا qalīlan amat sedikit
مَّا mā apa
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran

Ayat 4 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَـٰتًا أَوْ هُمْ قَآئِلُونَ

Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

وَكَم wakam dan berapa banyak
مِّن min dari
قَرْيَةٍ qaryatin negeri
أَهْلَكْنَـٰهَا ahlaknāhā telah kami binasakannya
فَجَآءَهَا fajāahā maka datang kepadanya
بَأْسُنَا basunā siksaan Kami
بَيَـٰتًا bayātan diwaktu malam hari
أَوْ aw atau
هُمْ hum mereka
قَآئِلُونَ qāilūna orang-orang yang istirahat ditengah siang hari

Ayat 5 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

فَمَا كَانَ دَعْوَىٰهُمْ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".

فَمَا famā maka tidak
كَانَ kāna ada
دَعْوَىٰهُمْ daʿwāhum seruan/keluhan mereka
إِذْ idh ketika
جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka
بَأْسُنَآ basunā siksaan kami
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan
إِنَّا innā sesungguhnya kami
كُنَّا kunnā adalah kami
ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 6 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ

Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),

فَلَنَسْـَٔلَنَّ falanasalanna maka sesungguhnya Kami akan menanyai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُرْسِلَ ur'sila diutus
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
وَلَنَسْـَٔلَنَّ walanasalanna dan sesungguhnya Kami akan menanyai
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul

Ayat 7 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍۢ ۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ

maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).

فَلَنَقُصَّنَّ falanaquṣṣanna maka sesungguhnya Kami akan
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
بِعِلْمٍۢ ۖ biʿil'min dengan pengetahuan
وَمَا wamā dan tidaklah
كُنَّا kunnā Kami adalah
غَآئِبِينَ ghāibīna yang gaib

Ayat 8 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

وَٱلْوَزْنُ wal-waznu dan timbangan
يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu
ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu kebenaran
فَمَن faman maka siapa
ثَقُلَتْ thaqulat berat
مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 9 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَظْلِمُونَ

Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

وَمَنْ waman dan siapa
خَفَّتْ khaffat ringan
مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan
أَنفُسَهُم anfusahum diri mereka sendiri
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka ingkar

Ayat 10 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

وَلَقَدْ مَكَّنَّـٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـٰيِشَ ۗ قَلِيلًۭا مَّا تَشْكُرُونَ

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
مَكَّنَّـٰكُمْ makkannākum Kami telah menempatkan kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan
لَكُمْ lakum bagi kalian
فِيهَا fīhā didalamnya
مَعَـٰيِشَ ۗ maʿāyisha penghidupan
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
مَّا mā sekali
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 11 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

وَلَقَدْ خَلَقْنَـٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَـٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami telah menciptakan kamu
ثُمَّ thumma kemudian
صَوَّرْنَـٰكُمْ ṣawwarnākum Kami membentuk rupa (tubuh)mu
ثُمَّ thumma kemudian
قُلْنَا qul'nā Kami katakan
لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat
ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu
لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam
فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka bersujud
إِلَّآ illā kecuali
إِبْلِيسَ ib'līsa iblis
لَمْ lam tidak
يَكُن yakun dia ada
مِّنَ mina dari/termasuk
ٱلسَّـٰجِدِينَ l-sājidīna orang-orang yang bersujud

Ayat 12 - Surah Al-A'raaf: 17 kata

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌۭ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍۢ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍۢ

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
مَا mā apa
مَنَعَكَ manaʿaka menghalangimu
أَلَّا allā untuk tidak
تَسْجُدَ tasjuda kamu bersujud
إِذْ idh ketika
أَمَرْتُكَ ۖ amartuka Aku memerintahkan kamu
قَالَ qāla (iblis) berkata
أَنَا۠ anā saya
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّنْهُ min'hu daripadanya
خَلَقْتَنِى khalaqtanī Engkau ciptakan saya
مِن min dari
نَّارٍۢ nārin api
وَخَلَقْتَهُۥ wakhalaqtahu dan Engkau ciptakan dia
مِن min dari
طِينٍۢ ṭīnin tanah

Ayat 13 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

قَالَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّـٰغِرِينَ

Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
فَٱهْبِطْ fa-ih'biṭ maka turunlah kamu
مِنْهَا min'hā daripadanya
فَمَا famā maka tidak
يَكُونُ yakūnu ada
لَكَ laka bagimu
أَن an bahwa
تَتَكَبَّرَ tatakabbara kamu menyombongkan diri
فِيهَا fīhā di dalamnya
فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰغِرِينَ l-ṣāghirīna orang-orang yang rendah

Ayat 14 - Surah Al-A'raaf: 5 kata

قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".

قَالَ qāla (iblis) berkata
أَنظِرْنِىٓ anẓir'nī beri tangguhlah saya
إِلَىٰ ilā sampai
يَوْمِ yawmi hari (waktu)
يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan

Ayat 15 - Surah Al-A'raaf: 4 kata

قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ

Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُنظَرِينَ l-munẓarīna orang-orang yang diberi tangguh

Ayat 16 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

قَالَ qāla (iblis) berkata
فَبِمَآ fabimā maka dengan apa
أَغْوَيْتَنِى aghwaytanī Engkau menghukum saya tersesat
لَأَقْعُدَنَّ la-aqʿudanna sungguh saya akan duduk
لَهُمْ lahum kepada mereka
صِرَٰطَكَ ṣirāṭaka jalan Engkau
ٱلْمُسْتَقِيمَ l-mus'taqīma yang lurus

Ayat 17 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

ثُمَّ لَـَٔاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَـٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَـٰكِرِينَ

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

ثُمَّ thumma kemudian
لَـَٔاتِيَنَّهُم laātiyannahum sungguh saya akan mendatanginya mereka
مِّنۢ min dari
بَيْنِ bayni antara
أَيْدِيهِمْ aydīhim muka mereka
وَمِنْ wamin dan dari
خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka
وَعَنْ waʿan dan dari
أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim kanan mereka
وَعَن waʿan dan dari
شَمَآئِلِهِمْ ۖ shamāilihim kiri mereka
وَلَا walā dan tidak
تَجِدُ tajidu Engkau mendapati
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
شَـٰكِرِينَ shākirīna orang-orang yang bersyukur

Ayat 18 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

قَالَ ٱخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًۭا مَّدْحُورًۭا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ

Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
ٱخْرُجْ ukh'ruj keluarlah kamu
مِنْهَا min'hā daripadanya (surga)
مَذْءُومًۭا madhūman tercela/terhina
مَّدْحُورًۭا ۖ madḥūran terbuang/terusir
لَّمَن laman sesungguhnya siapa
تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh Aku akan penuhi
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam
مِنكُمْ minkum dari/dengan kamu
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Ayat 19 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

وَيَـٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".

وَيَـٰٓـَٔادَمُ wayāādamu (Dan Allah berfirman) Hai Adam
ٱسْكُنْ us'kun tinggallah
أَنتَ anta kamu
وَزَوْجُكَ wazawjuka dan isterimu
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
فَكُلَا fakulā makanlah kamu berdua
مِنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu mana saja
شِئْتُمَا shi'tumā kamu berdua kehendaki
وَلَا walā dan jangan
تَقْرَبَا taqrabā kamu berdua menghendaki
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon
فَتَكُونَا fatakūnā maka kamu berdua adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 20 - Surah Al-A'raaf: 25 kata

فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَـٰلِدِينَ

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".

فَوَسْوَسَ fawaswasa maka membisikkan pikiran jahat
لَهُمَا lahumā kepada keduanya
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
لِيُبْدِىَ liyub'diya untuk menampakkan
لَهُمَا lahumā kepada keduanya
مَا mā apa
وُۥرِىَ wūriya yang tertutup
عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya
مِن min dari
سَوْءَٰتِهِمَا sawātihimā keburukan/aurat keduanya
وَقَالَ waqāla dan (syaitan) berkata
مَا mā tidak
نَهَىٰكُمَا nahākumā melarang kamu berdua
رَبُّكُمَا rabbukumā Tuhanmu berdua
عَنْ ʿan dari
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa/supaya
تَكُونَا takūnā adalah kamu berdua
مَلَكَيْنِ malakayni Malaikat keduanya
أَوْ aw atau
تَكُونَا takūnā kamu berdua adalah
مِنَ mina dari
ٱلْخَـٰلِدِينَ l-khālidīna orang-orang kekal

Ayat 21 - Surah Al-A'raaf: 5 kata

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّـٰصِحِينَ

Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

وَقَاسَمَهُمَآ waqāsamahumā dan dia bersumpah kepada keduanya
إِنِّى innī sesungguhnya saya
لَكُمَا lakumā kepada kamu berdua
لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk
ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat

Ayat 22 - Surah Al-A'raaf: 28 kata

فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍۢ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

فَدَلَّىٰهُمَا fadallāhumā maka dia membujuk keduanya
بِغُرُورٍۢ ۚ bighurūrin dengan tipu daya
فَلَمَّا falammā maka setelah
ذَاقَا dhāqā keduanya merasakan
ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon
بَدَتْ badat nampaklah
لَهُمَا lahumā bagi keduanya
سَوْءَٰتُهُمَا sawātuhumā keburukan/aurat keduanya
وَطَفِقَا waṭafiqā dan keduanya memulai
يَخْصِفَانِ yakhṣifāni keduanya menutupi
عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya
مِن min dari
وَرَقِ waraqi daun
ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga
وَنَادَىٰهُمَا wanādāhumā dan memanggil keduanya
رَبُّهُمَآ rabbuhumā Tuhan keduanya
أَلَمْ alam bukankah
أَنْهَكُمَا anhakumā Aku telah larang kamu berdua
عَن ʿan dari
تِلْكُمَا til'kumā itu
ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon
وَأَقُل wa-aqul dan Aku telah katakan
لَّكُمَآ lakumā kepada kamu berdua
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan
لَكُمَا lakumā bagi kamu berdua
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 23 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

قَالَا qālā keduanya berkata
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
ظَلَمْنَآ ẓalamnā kami telah menganiaya
أَنفُسَنَا anfusanā diri kami sendiri
وَإِن wa-in dan jika
لَّمْ lam tidak
تَغْفِرْ taghfir Engkau ampuni
لَنَا lanā bagi kami
وَتَرْحَمْنَا watarḥamnā dan Engkau memberi rahmat
لَنَكُونَنَّ lanakūnanna sungguh kami adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 24 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۭ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّۭ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍۢ

Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian
بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu
لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian yang lain
عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun musuh
وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
مُسْتَقَرٌّۭ mus'taqarrun tempat menetap
وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan
إِلَىٰ ilā sampai
حِينٍۢ ḥīnin waktu yang ditentukan

Ayat 25 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

قَالَ qāla (Allah) berfirman
فِيهَا fīhā didalamnya (bumi)
تَحْيَوْنَ taḥyawna kamu hidup
وَفِيهَا wafīhā dan didalamnya (bumi)
تَمُوتُونَ tamūtūna kamu mati
وَمِنْهَا wamin'hā dan daripadanya (bumi)
تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan

Ayat 26 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
ءَادَمَ ādama Adam
قَدْ qad sesungguhnya
أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
لِبَاسًۭا libāsan pakaian
يُوَٰرِى yuwārī menutupi
سَوْءَٰتِكُمْ sawātikum keburukan/auratmu
وَرِيشًۭا ۖ warīshan dan perhiasan
وَلِبَاسُ walibāsu dan pakaian
ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
خَيْرٌۭ ۚ khayrun lebih baik
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
مِنْ min dari
ءَايَـٰتِ āyāti sebagian tanda-tanda kekuasaan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka ingat

Ayat 27 - Surah Al-A'raaf: 30 kata

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
ءَادَمَ ādama Adam
لَا lā jangan
يَفْتِنَنَّكُمُ yaftinannakumu dapat menipu kamu
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
كَمَآ kamā sebagaimana
أَخْرَجَ akhraja ia mengeluarkan
أَبَوَيْكُم abawaykum kedua ibu-bapakmu
مِّنَ mina dari
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
يَنزِعُ yanziʿu ia mencabut/menanggalkan
عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya
لِبَاسَهُمَا libāsahumā pakaian keduanya
لِيُرِيَهُمَا liyuriyahumā untuk memperlihatkan keduanya
سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ sawātihimā keburukan/aurat keduanya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
يَرَىٰكُمْ yarākum melihat kamu
هُوَ huwa ia
وَقَبِيلُهُۥ waqabīluhu dan golongannya
مِنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu mana
لَا lā tidak
تَرَوْنَهُمْ ۗ tarawnahum kamu lihat mereka
إِنَّا innā sesungguhnya Kami
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan
ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan
أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman

Ayat 28 - Surah Al-A'raaf: 22 kata

وَإِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةًۭ قَالُوا۟ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya". Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji". Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
فَعَلُوا۟ faʿalū mereka melakukan
فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan keji
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
وَجَدْنَا wajadnā kami dapati
عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya
ءَابَآءَنَا ābāanā nenek moyang kami
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
أَمَرَنَا amaranā menyuruh kami
بِهَا ۗ bihā dengannya
قُلْ qul katakan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَأْمُرُ yamuru menyuruh
بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ bil-faḥshāi dengan perbuatan keji
أَتَقُولُونَ ataqūlūna mengapa kamu mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 29 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا۟ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)".

قُلْ qul katakanlah
أَمَرَ amara telah menyuruh
رَبِّى rabbī Tuhanku
بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan berbuat keadilan
وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah
وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu
عِندَ ʿinda di
كُلِّ kulli setiap
مَسْجِدٍۢ masjidin bersujud (sholat)
وَٱدْعُوهُ wa-id'ʿūhu dan berdoalah padaNya
مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna mengikhlaskan
لَهُ lahu kepadaNya
ٱلدِّينَ ۚ l-dīna agama/ketaatan
كَمَا kamā sebagaimana
بَدَأَكُمْ bada-akum Dia mulai menciptakan kamu
تَعُودُونَ taʿūdūna kamu akan dikembalikan

Ayat 30 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

فَرِيقًا farīqan segolongan
هَدَىٰ hadā Dia beri petunjuk
وَفَرِيقًا wafarīqan dan segolongan
حَقَّ ḥaqqa haq/pasti
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ l-ḍalālatu kesesatan
إِنَّهُمُ innahumu sesungguhnya mereka
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka menjadikan
ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan
أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung/pemimpin
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira
أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka
مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 31 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

۞ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

۞ يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
ءَادَمَ ādama Adam
خُذُوا۟ khudhū pakailah
زِينَتَكُمْ zīnatakum perhiasanmu
عِندَ ʿinda di
كُلِّ kulli setiap
مَسْجِدٍۢ masjidin masjid/bersujud/sholat
وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah
وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah
وَلَا walā dan jangan
تُسْرِفُوٓا۟ ۚ tus'rifū kamu berlebih-lebihan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang berlebih-lebihan

Ayat 32 - Surah Al-A'raaf: 26 kata

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَـٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةًۭ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

قُلْ qul katakanlah
مَنْ man siapakah
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
زِينَةَ zīnata perhiasan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَخْرَجَ akhraja Dia keluarkan
لِعِبَادِهِۦ liʿibādihi untuk hamba-hambaNya
وَٱلطَّيِّبَـٰتِ wal-ṭayibāti dan yang baik-baik
مِنَ mina dari
ٱلرِّزْقِ ۚ l-riz'qi rezki
قُلْ qul katakanlah
هِىَ hiya ia/semuanya
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
خَالِصَةًۭ khāliṣatan khusus
يَوْمَ yawma hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 33 - Surah Al-A'raaf: 29 kata

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلْإِثْمَ وَٱلْبَغْىَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًۭا وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".

قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
رَبِّىَ rabbiya Tuhanku
ٱلْفَوَٰحِشَ l-fawāḥisha perbuatan keji
مَا mā apa
ظَهَرَ ẓahara nampak
مِنْهَا min'hā daripadanya
وَمَا wamā dan apa
بَطَنَ baṭana tersembunyi
وَٱلْإِثْمَ wal-ith'ma dan perbuatan dosa
وَٱلْبَغْىَ wal-baghya dan melanggar hak
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa (alasan)
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar
وَأَن wa-an dan bahwa
تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mepersekutukan
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
مَا mā apa
لَمْ lam tidak
يُنَزِّلْ yunazzil Dia turunkan
بِهِۦ bihi dengannya
سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan keterangan
وَأَن wa-an dan supaya
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 34 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap
أُمَّةٍ ummatin ummat
أَجَلٌۭ ۖ ajalun waktu tertentu
فَإِذَا fa-idhā maka jika
جَآءَ jāa telah datang
أَجَلُهُمْ ajaluhum waktu mereka
لَا lā tidak
يَسْتَأْخِرُونَ yastakhirūna mereka dapat mengundurkan diri
سَاعَةًۭ ۖ sāʿatan sesaat
وَلَا walā dan tidak
يَسْتَقْدِمُونَ yastaqdimūna mereka dapat memajukan

Ayat 35 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌۭ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى ۙ فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan
ءَادَمَ ādama Adam
إِمَّا immā adapun/jika
يَأْتِيَنَّكُمْ yatiyannakum datang kepada kalian
رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
يَقُصُّونَ yaquṣṣūna mereka menceritakan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
ءَايَـٰتِى ۙ āyātī ayat-ayat-Ku
فَمَنِ famani maka barang siapa
ٱتَّقَىٰ ittaqā bertakwa
وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan mengadakan perbaikan
فَلَا falā maka tidak ada
خَوْفٌ khawfun rasa takut
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati

Ayat 36 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri
عَنْهَآ ʿanhā daripadanya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri nereka
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā di dalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 37 - Surah Al-A'raaf: 37 kata

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوٓا۟ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُوا۟ ضَلُّوا۟ عَنَّا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menjawab: "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

فَمَنْ faman maka siapakah
أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih dzalim
مِمَّنِ mimmani daripada orang
ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًا kadhiban kedustaan
أَوْ aw atau
كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan
بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ biāyātihi dengan ayat-ayatNya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يَنَالُهُمْ yanāluhum mereka akan memperoleh
نَصِيبُهُم naṣībuhum bagian mereka
مِّنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ ۖ l-kitābi Kitab
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepadamu
رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami
يَتَوَفَّوْنَهُمْ yatawaffawnahum mewafatkan mereka
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَيْنَ ayna dimana
مَا mā apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab
ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah lenyap
عَنَّا ʿannā dari kami
وَشَهِدُوا۟ washahidū dan mereka mengakui
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 38 - Surah Al-A'raaf: 40 kata

قَالَ ٱدْخُلُوا۟ فِىٓ أُمَمٍۢ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ فِى ٱلنَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌۭ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُوا۟ فِيهَا جَمِيعًۭا قَالَتْ أُخْرَىٰهُمْ لِأُولَىٰهُمْ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمْ عَذَابًۭا ضِعْفًۭا مِّنَ ٱلنَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّۢ ضِعْفٌۭ وَلَـٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ

Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
فِىٓ fī dalam
أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ khalat telah lebih dulu
مِن min dari
قَبْلِكُم qablikum sebelum kalian
مِّنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia
فِى fī dalam
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka
كُلَّمَا kullamā setiap
دَخَلَتْ dakhalat masuk
أُمَّةٌۭ ummatun suatu ummat
لَّعَنَتْ laʿanat mengutuk
أُخْتَهَا ۖ ukh'tahā kawannya
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
ٱدَّارَكُوا۟ iddārakū mereka mendapati/berkumpul
فِيهَا fīhā di dalamnya
جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya
قَالَتْ qālat berkatalah
أُخْرَىٰهُمْ ukh'rāhum orang-orang yang terakhir
لِأُولَىٰهُمْ liūlāhum kepada orang-orang yang terdahulu
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itulah
أَضَلُّونَا aḍallūnā telah menyesatkan kami
فَـَٔاتِهِمْ faātihim maka datangkan kepada mereka
عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan
ضِعْفًۭا ḍiʿ'fan berlipat ganda
مِّنَ mina dari
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri apai neraka
قَالَ qāla (Allah) berfirman
لِكُلٍّۢ likullin bagi masing-masing
ضِعْفٌۭ ḍiʿ'fun berlipat ganda
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
لَّا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 39 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

وَقَالَتْ أُولَىٰهُمْ لِأُخْرَىٰهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍۢ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan".

وَقَالَتْ waqālat dan berkatalah
أُولَىٰهُمْ ūlāhum orang-orang terdahulu
لِأُخْرَىٰهُمْ li-ukh'rāhum kepada orang-orang yang terakhir
فَمَا famā maka tidak
كَانَ kāna ada
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
مِن min dari
فَضْلٍۢ faḍlin kelebihan
فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksaan
بِمَا bimā dengan apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْسِبُونَ taksibūna kamu kerjakan

Ayat 40 - Surah Al-A'raaf: 23 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلْجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُجْرِمِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri
عَنْهَا ʿanhā daripadanya
لَا lā tidak
تُفَتَّحُ tufattaḥu dibukakan
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَبْوَٰبُ abwābu pintu-pintu
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَلَا walā dan tidak
يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَلِجَ yalija masuk
ٱلْجَمَلُ l-jamalu unta
فِى fī dalam
سَمِّ sammi lubang
ٱلْخِيَاطِ ۚ l-khiyāṭi jarum
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 41 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌۭ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍۢ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,

لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam
مِهَادٌۭ mihādun tempat tidur
وَمِن wamin dan dari
فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka
غَوَاشٍۢ ۚ ghawāshin tutup/selimut
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim

Ayat 42 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan
لَا lā tidak
نُكَلِّفُ nukallifu Kami memaksakan
نَفْسًا nafsan seseorang
إِلَّا illā kecuali
وُسْعَهَآ wus'ʿahā kesanggupannya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga
هُمْ hum mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal

Ayat 43 - Surah Al-A'raaf: 36 kata

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَـٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".

وَنَزَعْنَا wanazaʿnā dan Kami telah mencabut
مَا mā apa
فِى fī di dalam
صُدُورِهِم ṣudūrihim dada mereka
مِّنْ min dari
غِلٍّۢ ghillin dendam/kedengkian
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهِمُ taḥtihimu bawah mereka
ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
هَدَىٰنَا hadānā telah menunjuki kami
لِهَـٰذَا lihādhā kepada ini
وَمَا wamā dan tidaklah
كُنَّا kunnā kami adalah
لِنَهْتَدِىَ linahtadiya kami akan mendapat petunjuk
لَوْلَآ lawlā jika tidak
أَنْ an bahwa
هَدَىٰنَا hadānā memberi kami petunjuk
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
لَقَدْ laqad sesungguhnya
جَآءَتْ jāat telah datang
رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul
رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami
بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan kebenaran
وَنُودُوٓا۟ wanūdū dan mereka diserukan
أَن an bahwa
تِلْكُمُ til'kumu itulah
ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga
أُورِثْتُمُوهَا ūrith'tumūhā diwariskannya
بِمَا bimā dengan apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 44 - Surah Al-A'raaf: 28 kata

وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ أَصْحَـٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّۭا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّۭا ۖ قَالُوا۟ نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

وَنَادَىٰٓ wanādā dan berseru
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
أَن an bahwa
قَدْ qad sesungguhnya
وَجَدْنَا wajadnā kami telah memperoleh
مَا mā apa
وَعَدَنَا waʿadanā menjanjikan kepada kami
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
حَقًّۭا ḥaqqan sebenarnya
فَهَلْ fahal maka apakah
وَجَدتُّم wajadttum kamu memperoleh
مَّا mā apa
وَعَدَ waʿada menjanjikan
رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
حَقًّۭا ۖ ḥaqqan sebenarnya
قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab
نَعَمْ ۚ naʿam ya
فَأَذَّنَ fa-adhana maka menyeru
مُؤَذِّنٌۢ mu-adhinun seorang penyeru
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
أَن an bahwa
لَّعْنَةُ laʿnatu kutukan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَى ʿalā atas
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim

Ayat 45 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًۭا وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ كَـٰفِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat".

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) meghalang-halangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menginginkan
عِوَجًۭا ʿiwajan bengkok
وَهُم wahum dan mereka
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/pada akhirat
كَـٰفِرُونَ kāfirūna mereka ingkar

Ayat 46 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌۭ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌۭ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

وَبَيْنَهُمَا wabaynahumā dan diantara keduanya
حِجَابٌۭ ۚ ḥijābun dinding/batas
وَعَلَى waʿalā dan diatas
ٱلْأَعْرَافِ l-aʿrāfi A'raf
رِجَالٌۭ rijālun beberapa orang laki-laki
يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengenal
كُلًّۢا kullan masing-masing
بِسِيمَىٰهُمْ ۚ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka
وَنَادَوْا۟ wanādaw dan mereka menyeru
أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
أَن an bahwa
سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera
عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian
لَمْ lam belum
يَدْخُلُوهَا yadkhulūhā mereka memasukinya
وَهُمْ wahum dan mereka
يَطْمَعُونَ yaṭmaʿūna mereka mengharapkan

Ayat 47 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَـٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".

۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila
صُرِفَتْ ṣurifat dipalingkan
أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum pandangan mereka
تِلْقَآءَ til'qāa menemui/kearah
أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
لَا lā jangan
تَجْعَلْنَا tajʿalnā Engkau jadikan kami
مَعَ maʿa bersama-sama
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 48 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلْأَعْرَافِ رِجَالًۭا يَعْرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمْ قَالُوا۟ مَآ أَغْنَىٰ عَنكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu".

وَنَادَىٰٓ wanādā dan berseru
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْأَعْرَافِ l-aʿrāfi A'raf
رِجَالًۭا rijālan beberapa orang laki-laki
يَعْرِفُونَهُم yaʿrifūnahum mereka mengenalnya
بِسِيمَىٰهُمْ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
مَآ mā tidak
أَغْنَىٰ aghnā mencukupi/memberi manfaat
عَنكُمْ ʿankum dari kalian
جَمْعُكُمْ jamʿukum kamu kumpulkan
وَمَا wamā dan apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu sombongkan

Ayat 49 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

أَهَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ

(Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".

أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَقْسَمْتُمْ aqsamtum kamu bersumpah
لَا lā tidak
يَنَالُهُمُ yanāluhumu mereka akan menerima
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِرَحْمَةٍ ۚ biraḥmatin dengan rahmat
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
ٱلْجَنَّةَ l-janata surga
لَا lā tidak ada
خَوْفٌ khawfun rasa takut
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
وَلَآ walā dan tidaklah
أَنتُمْ antum kamu
تَحْزَنُونَ taḥzanūna kamu merasa sedih

Ayat 50 - Surah Al-A'raaf: 20 kata

وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا۟ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

وَنَادَىٰٓ wanādā dan menyeru
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
أَنْ an bahwa
أَفِيضُوا۟ afīḍū limpahkanlah
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
مِنَ mina dari
ٱلْمَآءِ l-māi air
أَوْ aw atau
مِمَّا mimmā dari apa-apa
رَزَقَكُمُ razaqakumu rezkikan kepadamu
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
حَرَّمَهُمَا ḥarramahumā mengharamkan keduanya
عَلَى ʿalā atas
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 51 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَهْوًۭا وَلَعِبًۭا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ فَٱلْيَوْمَ نَنسَىٰهُمْ كَمَا نَسُوا۟ لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هَـٰذَا وَمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَجْحَدُونَ

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/menjadikan
دِينَهُمْ dīnahum agama mereka
لَهْوًۭا lahwan senda gurau
وَلَعِبًۭا walaʿiban dan main-main
وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan telah menipu mereka
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia
فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari itu
نَنسَىٰهُمْ nansāhum Kami melupakan mereka
كَمَا kamā sebagaimana
نَسُوا۟ nasū mereka melupakan
لِقَآءَ liqāa pertemuan
يَوْمِهِمْ yawmihim hari mereka
هَـٰذَا hādhā ini
وَمَا wamā dan apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari

Ayat 52 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

وَلَقَدْ جِئْنَـٰهُم بِكِتَـٰبٍۢ فَصَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جِئْنَـٰهُم ji'nāhum telah Kami datangkan kepada mereka
بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah kitab
فَصَّلْنَـٰهُ faṣṣalnāhu Kami jelaskannya
عَلَىٰ ʿalā atas
عِلْمٍ ʿil'min ilmu pengetahuan
هُدًۭى hudan petunjuk
وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 53 - Surah Al-A'raaf: 38 kata

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُۥ ۚ يَوْمَ يَأْتِى تَأْوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُوا۟ لَنَآ أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?". Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.

هَلْ hal apakah
يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu-nunggu
إِلَّا illā kecuali/hanya
تَأْوِيلَهُۥ ۚ tawīlahu kesudahan kejadiannya
يَوْمَ yawma di hari
يَأْتِى yatī datang
تَأْوِيلُهُۥ tawīluhu kesudahan kejadiannya
يَقُولُ yaqūlu berkatalah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
نَسُوهُ nasūhu (mereka) melupakannya
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum/dahulu
قَدْ qad sesungguhnya
جَآءَتْ jāat telah datang
رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul
رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
فَهَل fahal maka apakah
لَّنَا lanā bagi kami
مِن min dari
شُفَعَآءَ shufaʿāa pemberi syafaat
فَيَشْفَعُوا۟ fayashfaʿū maka mereka memberi syafaat
لَنَآ lanā bagi kami
أَوْ aw atau
نُرَدُّ nuraddu kami dikembalikan
فَنَعْمَلَ fanaʿmala lalu kami beramal
غَيْرَ ghayra selain
ٱلَّذِى alladhī yang
كُنَّا kunnā adalah kami
نَعْمَلُ ۚ naʿmalu kami beramal
قَدْ qad sesungguhnya
خَسِرُوٓا۟ khasirū mereka merugikan
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
وَضَلَّ waḍalla dan telah lenyap
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Ayat 54 - Surah Al-A'raaf: 32 kata

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَ khalaqa telah menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
فِى fī pada
سِتَّةِ sittati enam
أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa
ثُمَّ thumma kemudian
ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju
عَلَى ʿalā diatas
ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi Arasy
يُغْشِى yugh'shī Dia menutup
ٱلَّيْلَ al-layla malam
ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang
يَطْلُبُهُۥ yaṭlubuhu mengikutinya
حَثِيثًۭا ḥathīthan dengan cepat
وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari
وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan
وَٱلنُّجُومَ wal-nujūma dan bintang
مُسَخَّرَٰتٍۭ musakharātin tunduk (menjalani kewajiban)
بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya
أَلَا alā ingatlah
لَهُ lahu bagiNya
ٱلْخَلْقُ l-khalqu penciptaan
وَٱلْأَمْرُ ۗ wal-amru dan perintah/pengurusan
تَبَارَكَ tabāraka Maha Suci/Berkah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 55 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

ٱدْعُوا۟ id'ʿū berdoalah kamu
رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian
تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan merendahkan diri
وَخُفْيَةً ۚ wakhuf'yatan dan suara yang lembut
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas

Ayat 56 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًۭا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَلَا walā dan jangan
تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بَعْدَ baʿda sesudah
إِصْلَـٰحِهَا iṣ'lāḥihā memperbaikinya
وَٱدْعُوهُ wa-id'ʿūhu dan berdoalah kepadaNya
خَوْفًۭا khawfan perasaan takut
وَطَمَعًا ۚ waṭamaʿan dan penuh pengharapan
إِنَّ inna sesungguhnya
رَحْمَتَ raḥmata rahmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
قَرِيبٌۭ qarībun dekat
مِّنَ mina dari
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 57 - Surah Al-A'raaf: 29 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًۭا ثِقَالًۭا سُقْنَـٰهُ لِبَلَدٍۢ مَّيِّتٍۢ فَأَنزَلْنَا بِهِ ٱلْمَآءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
يُرْسِلُ yur'silu mengirim/meniup
ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin
بُشْرًۢا bush'ran berita gembira
بَيْنَ bayna diantara
يَدَىْ yaday hadapan
رَحْمَتِهِۦ ۖ raḥmatihi rahmatNya
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَآ idhā apabila
أَقَلَّتْ aqallat membawa
سَحَابًۭا saḥāban awan
ثِقَالًۭا thiqālan tebal/berat
سُقْنَـٰهُ suq'nāhu Kami halau dia
لِبَلَدٍۢ libaladin ke negeri/tanah
مَّيِّتٍۢ mayyitin mati/tandus
فَأَنزَلْنَا fa-anzalnā lalu Kami turunkan
بِهِ bihi dengannya
ٱلْمَآءَ l-māa air/hujan
فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka Kami keluarkan
بِهِۦ bihi dengannya
مِن min dari
كُلِّ kulli setiap
ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ l-thamarāti buah-buahan
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah
نُخْرِجُ nukh'riju Kami keluarkan/bangkitkan
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang yang telah mati
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran

Ayat 58 - Surah Al-A'raaf: 17 kata

وَٱلْبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَٱلَّذِى خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًۭا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَشْكُرُونَ

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

وَٱلْبَلَدُ wal-baladu dan negeri/tanah
ٱلطَّيِّبُ l-ṭayibu yang baik
يَخْرُجُ yakhruju keluar/tumbuh
نَبَاتُهُۥ nabātuhu tanaman/tanamannya
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin
رَبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya/Allah
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang
خَبُثَ khabutha buruk
لَا lā tidak
يَخْرُجُ yakhruju keluar/tumbuh
إِلَّا illā kecuali
نَكِدًۭا ۚ nakidan merana/kerdil
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian
نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami jelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda kekuasaan
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang
يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur

Ayat 59 - Surah Al-A'raaf: 20 kata

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).

لَقَدْ laqad sesungguhnya
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus
نُوحًا nūḥan Nuh
إِلَىٰ ilā kepada
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
فَقَالَ faqāla lalu dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥٓ ghayruhu selain Dia
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
عَذَابَ ʿadhāba siksaan
يَوْمٍ yawmin hari
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar

Ayat 60 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".

قَالَ qāla berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
مِن min dari
قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya
إِنَّا innā sesungguhnya
لَنَرَىٰكَ lanarāka kami memandang kamu
فِى fī dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Ayat 61 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى ضَلَـٰلَةٌۭ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌۭ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam".

قَالَ qāla (Nuh) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
لَيْسَ laysa tidaklah
بِى bī denganku
ضَلَـٰلَةٌۭ ḍalālatun kesesatan
وَلَـٰكِنِّى walākinnī akan tetapi aku
رَسُولٌۭ rasūlun utusan
مِّن min dari
رَّبِّ rabbi Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 62 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui".

أُبَلِّغُكُمْ uballighukum aku menyampaikan kepadamu
رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَأَنصَحُ wa-anṣaḥu dan aku menasehatkan
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan aku mengetahui
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَا mā apa
لَا lā tidak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 63 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍۢ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا۟ وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?

أَوَعَجِبْتُمْ awaʿajib'tum ataukah mengherankan kamu
أَن an bahwa
جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu
ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
عَلَىٰ ʿalā atas
رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
لِيُنذِرَكُمْ liyundhirakum untuk memberi peringatan kepadamu
وَلِتَتَّقُوا۟ walitattaqū dan supaya kamu bertakwa
وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu
تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu dirahmati

Ayat 64 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا عَمِينَ

Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).

فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu lalu mereka mendustakannya
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkannya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
فِى fī dalam
ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu
وَأَغْرَقْنَا wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
قَوْمًا qawman kaum
عَمِينَ ʿamīna buta

Ayat 65 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

۞ وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًۭا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"

۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
عَادٍ ʿādin kaum 'Ad
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
هُودًۭا ۗ hūdan Hud
قَالَ qāla dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥٓ ۚ ghayruhu selain Dia
أَفَلَا afalā maka mengapa tidak
تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Ayat 66 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى سَفَاهَةٍۢ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta".

قَالَ qāla berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِن min dari
قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya
إِنَّا innā sesungguhnya kami
لَنَرَىٰكَ lanarāka kami memandang kamu
فِى fī dalam
سَفَاهَةٍۢ safāhatin keadaan kurang akal
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami
لَنَظُنُّكَ lanaẓunnuka kami menganggap kamu
مِنَ mina dari
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 67 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى سَفَاهَةٌۭ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌۭ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Hud herkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.

قَالَ qāla (Hud) berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
لَيْسَ laysa bukanlah
بِى bī bagi aku
سَفَاهَةٌۭ safāhatun kurang akal
وَلَـٰكِنِّى walākinnī akan tetapi aku
رَسُولٌۭ rasūlun utusan
مِّن min dari
رَّبِّ rabbi Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 68 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ

Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu".

أُبَلِّغُكُمْ uballighukum aku menyampaikan
رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَأَنَا۠ wa-anā dan aku
لَكُمْ lakum bagi kalian
نَاصِحٌ nāṣiḥun pemberi nasehat
أَمِينٌ amīnun dapat dipercaya

Ayat 69 - Surah Al-A'raaf: 27 kata

أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍۢ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍۢ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَةًۭ ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

أَوَعَجِبْتُمْ awaʿajib'tum apakah kamu heran
أَن an bahwa
جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu
ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
عَلَىٰ ʿalā atas
رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
لِيُنذِرَكُمْ ۚ liyundhirakum untuk memperingatkan kepadamu
وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah olehmu
إِذْ idh ketika
جَعَلَكُمْ jaʿalakum (Allah) menjadikan kamu
خُلَفَآءَ khulafāa pengganti-pengganti
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
قَوْمِ qawmi kaum
نُوحٍۢ nūḥin Nuh
وَزَادَكُمْ wazādakum dan Dia menambahkan kamu
فِى fī dalam
ٱلْخَلْقِ l-khalqi penciptaan
بَصْۜطَةًۭ ۖ baṣ'ṭatan tegap/kuat
فَٱذْكُرُوٓا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah olehmu
ءَالَآءَ ālāa nikmat-nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung

Ayat 70 - Surah Al-A'raaf: 17 kata

قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ ٱللَّهَ وَحْدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami
لِنَعْبُدَ linaʿbuda agar kami menyembah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiriNya
وَنَذَرَ wanadhara dan kami meninggalkan
مَا mā apa
كَانَ kāna adalah
يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah
ءَابَآؤُنَا ۖ ābāunā bapak-bapak kami
فَأْتِنَا fatinā maka datanglah kepada kami
بِمَا bimā dengan apa
تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan pada kami
إِن in jika
كُنتَ kunta kamu adalah
مِنَ mina dari
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 71 - Surah Al-A'raaf: 25 kata

قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ رِجْسٌۭ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَـٰدِلُونَنِى فِىٓ أَسْمَآءٍۢ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍۢ ۚ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu". Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".

قَالَ qāla dia berkata
قَدْ qad sungguh
وَقَعَ waqaʿa akan menimpa
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
رِجْسٌۭ rij'sun azab
وَغَضَبٌ ۖ waghaḍabun dan kemurkaan
أَتُجَـٰدِلُونَنِى atujādilūnanī apakah kamu akan mendebatku
فِىٓ fī dalam/tentang
أَسْمَآءٍۢ asmāin nama-nama
سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā kamu menamakannya
أَنتُمْ antum kamu
وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan nenek moyangmu
مَّا mā tidak
نَزَّلَ nazzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِهَا bihā dengannya
مِن min dari
سُلْطَـٰنٍۢ ۚ sul'ṭānin hujjah/keterangan
فَٱنتَظِرُوٓا۟ fa-intaẓirū maka tunggulah alehmu
إِنِّى innī sesungguhnya aku
مَعَكُم maʿakum bersamamu
مِّنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُنتَظِرِينَ l-muntaẓirīna orang-orang yang menunggu

Ayat 72 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍۢ مِّنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ

Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.

فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat
مِّنَّا minnā dari Kami
وَقَطَعْنَا waqaṭaʿnā dan Kami potong/tumpas
دَابِرَ dābira semua
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَمَا wamā dan tidak ada
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 73 - Surah Al-A'raaf: 34 kata

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًۭا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةًۭ ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍۢ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih".

وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
ثَمُودَ thamūda kaum Samud
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
صَـٰلِحًۭا ۗ ṣāliḥan saleh
قَالَ qāla dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia
قَدْ qad sesungguhnya
جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu
بَيِّنَةٌۭ bayyinatun bukti nyata
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini
نَاقَةُ nāqatu unta betina
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
ءَايَةًۭ ۖ āyatan suatu tanda
فَذَرُوهَا fadharūhā maka biarkan dia
تَأْكُلْ takul makan
فِىٓ fī di
أَرْضِ arḍi bumi
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَلَا walā dan jangan
تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu mengganggunya
بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan menyakiti
فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu
عَذَابٌ ʿadhābun siksaan
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 74 - Surah Al-A'raaf: 25 kata

وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ عَادٍۢ وَبَوَّأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًۭا وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًۭا ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu
إِذْ idh ketika
جَعَلَكُمْ jaʿalakum Dia menjadikan kamu
خُلَفَآءَ khulafāa pengganti-pengganti
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
عَادٍۢ ʿādin kaum 'Ad
وَبَوَّأَكُمْ wabawwa-akum dan Dia menempatkan kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
تَتَّخِذُونَ tattakhidhūna kamu dirikan
مِن min dari
سُهُولِهَا suhūlihā tanah datarnya
قُصُورًۭا quṣūran istana-istana
وَتَنْحِتُونَ watanḥitūna dan kamu pahat
ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung
بُيُوتًۭا ۖ buyūtan rumah-rumah
فَٱذْكُرُوٓا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah kamu
ءَالَآءَ ālāa nikmat-nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan jangan
تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melampaui batas
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan

Ayat 75 - Surah Al-A'raaf: 23 kata

قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ لِمَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَـٰلِحًۭا مُّرْسَلٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلَ بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya".

قَالَ qāla berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan
مِن min dari
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) dianggap lemah
لِمَنْ liman bagi orang
ءَامَنَ āmana beriman
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
أَتَعْلَمُونَ ataʿlamūna tahukah kamu
أَنَّ anna bahwa sesungguhnya
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan Saleh
مُّرْسَلٌۭ mur'salun menjadi Rasul
مِّن min dari
رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab
إِنَّا innā sesungguhnya kami
بِمَآ bimā dengan apa
أُرْسِلَ ur'sila diutus/disampaikan
بِهِۦ bihi dengannya
مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman

Ayat 76 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا بِٱلَّذِىٓ ءَامَنتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".

قَالَ qāla berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri
إِنَّا innā sesungguhnya kami
بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang
ءَامَنتُم āmantum kamu imankan
بِهِۦ bihi dengannya
كَـٰفِرُونَ kāfirūna ingkar/tidak percaya

Ayat 77 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

فَعَقَرُوا۟ ٱلنَّاقَةَ وَعَتَوْا۟ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا۟ يَـٰصَـٰلِحُ ٱئْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".

فَعَقَرُوا۟ faʿaqarū maka mereka menyembelih
ٱلنَّاقَةَ l-nāqata unta betina
وَعَتَوْا۟ waʿataw dan mereka durhaka
عَنْ ʿan dari
أَمْرِ amri perintah
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
يَـٰصَـٰلِحُ yāṣāliḥu Hai shaleh
ٱئْتِنَا i'tinā datangkan kepada kami
بِمَا bimā dengan apa
تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan pada kami
إِن in jika
كُنتَ kunta kamu adalah
مِنَ mina dari
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna orang-orang yang diutus

Ayat 78 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa mereka
ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa
فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka
فِى fī dalam
دَارِهِمْ dārihim rumah mereka
جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat yang bergelimpangan

Ayat 79 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّـٰصِحِينَ

Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat".

فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
لَقَدْ laqad sesungguhnya
أَبْلَغْتُكُمْ ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu
رِسَالَةَ risālata risalah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَنَصَحْتُ wanaṣaḥtu dan aku telah memberi nasehat
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَلَـٰكِن walākin tetapi
لَّا lā tidak
تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu menyukai
ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat

Ayat 80 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍۢ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

وَلُوطًا walūṭan dan Luth
إِذْ idh ketika
قَالَ qāla dia berkata
لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya
أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu kerjakan
ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata yang keji
مَا mā tidak/belum pernah
سَبَقَكُم sabaqakum dikerjakan kamu
بِهَا bihā dengannya
مِنْ min dari
أَحَدٍۢ aḥadin seorang
مِّنَ mina dari
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 81 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
لَتَأْتُونَ latatūna sungguh kamu mendatangi
ٱلرِّجَالَ l-rijāla orang laki-laki
شَهْوَةًۭ shahwatan nafsu
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi perempuan
بَلْ bal bahkan
أَنتُمْ antum kamu
قَوْمٌۭ qawmun kaum
مُّسْرِفُونَ mus'rifūna orang-orang yang melampaui batas

Ayat 82 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌۭ يَتَطَهَّرُونَ

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri".

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
جَوَابَ jawāba jawaban
قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan
أَخْرِجُوهُم akhrijūhum keluarlah mereka
مِّن min dari
قَرْيَتِكُمْ ۖ qaryatikum negerimu ini
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
أُنَاسٌۭ unāsun manusia
يَتَطَهَّرُونَ yataṭahharūna mereka mensucikan diri

Ayat 83 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

فَأَنجَيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia
وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya
إِلَّا illā kecuali
ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya
كَانَتْ kānat adalah dia
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal

Ayat 84 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًۭا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 85 - Surah Al-A'raaf: 37 kata

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًۭا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".

وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada
مَدْيَنَ madyana penduduk Madyan
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
شُعَيْبًۭا ۗ shuʿayban Syuaib
قَالَ qāla dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia
قَدْ qad sesungguhnya
جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu
بَيِّنَةٌۭ bayyinatun bukti nyata
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian
فَأَوْفُوا۟ fa-awfū maka sempurnakanlah
ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran
وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan
وَلَا walā dan jangan
تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu kurangi
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum segala sesuatu mereka
وَلَا walā dan jangan
تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بَعْدَ baʿda sesudah
إِصْلَـٰحِهَا ۚ iṣ'lāḥihā memperbaikinya
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 86 - Surah Al-A'raaf: 24 kata

وَلَا تَقْعُدُوا۟ بِكُلِّ صِرَٰطٍۢ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًۭا ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلًۭا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَلَا walā jangan
تَقْعُدُوا۟ taqʿudū kamu duduk-duduk
بِكُلِّ bikulli di setiap
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalanan
تُوعِدُونَ tūʿidūna kamu menakut-nakuti
وَتَصُدُّونَ wataṣuddūna dan kamu menghalang-halangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَنْ man orang
ءَامَنَ āmana beriman
بِهِۦ bihi dengannya
وَتَبْغُونَهَا watabghūnahā dan kamu menginginkannya
عِوَجًۭا ۚ ʿiwajan bengkok
وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah
إِذْ idh ketika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
فَكَثَّرَكُمْ ۖ fakatharakum maka/lalu Dia memperbanyak kamu
وَٱنظُرُوا۟ wa-unẓurū dan perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Ayat 87 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌۭ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌۭ لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

وَإِن wa-in dan jika
كَانَ kāna ada
طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman
بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang
أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku diutus
بِهِۦ bihi dengannya
وَطَآئِفَةٌۭ waṭāifatun dan segolongan
لَّمْ lam tidak
يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman
فَٱصْبِرُوا۟ fa-iṣ'birū maka bersabarlah kamu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَحْكُمَ yaḥkuma menetapkan hukum
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بَيْنَنَا ۚ baynanā diantara kita
وَهُوَ wahuwa dan Dia
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna Penghukum/Hakim

Ayat 88 - Surah Al-A'raaf: 21 kata

۞ قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَنُخْرِجَنَّكَ يَـٰشُعَيْبُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَـٰرِهِينَ

Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"

۞ قَالَ qāla berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū menyombongkan diri
مِن min dari
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
لَنُخْرِجَنَّكَ lanukh'rijannaka untuk mengusir kamu
يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَكَ maʿaka bersamamu
مِن min dari
قَرْيَتِنَآ qaryatinā negeri kami
أَوْ aw atau
لَتَعُودُنَّ lataʿūdunna kamu sungguh kembali
فِى fī dalam
مِلَّتِنَا ۚ millatinā agama kami
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata
أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun
كُنَّا kunnā adalah kami
كَـٰرِهِينَ kārihīna orang-orang yang membenci

Ayat 89 - Surah Al-A'raaf: 42 kata

قَدِ ٱفْتَرَيْنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِى مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَـٰتِحِينَ

Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

قَدِ qadi sesungguhnya
ٱفْتَرَيْنَا if'taraynā kami mengada-adakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًا kadhiban kebohongan
إِنْ in jika
عُدْنَا ʿud'nā kami kembali
فِى fī dalam
مِلَّتِكُم millatikum agamamu
بَعْدَ baʿda sesudah
إِذْ idh ketika
نَجَّىٰنَا najjānā menyelamatkan/melepaskan kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya
وَمَا wamā dan tidak
يَكُونُ yakūnu patut
لَنَآ lanā bagi kami
أَن an bahwa
نَّعُودَ naʿūda menghendaki
فِيهَآ fīhā didalamnya/kepadanya
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
يَشَآءَ yashāa dikehendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبُّنَا ۚ rabbunā Tuhan kami
وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عِلْمًا ۚ ʿil'man pengetahuan
عَلَى ʿalā atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تَوَكَّلْنَا ۚ tawakkalnā kami bertawakkal
رَبَّنَا rabbanā Tuhan kami
ٱفْتَحْ if'taḥ berilah keputusan
بَيْنَنَا baynanā antara kami
وَبَيْنَ wabayna dan antara
قَوْمِنَا qawminā kaum kami
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/adil
وَأَنتَ wa-anta dan Engkau
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْفَـٰتِحِينَ l-fātiḥīna pemberi keputusan

Ayat 90 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَئِنِ ٱتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًۭا لَّخَـٰسِرُونَ

Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِن min dari
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
لَئِنِ la-ini sungguh jika
ٱتَّبَعْتُمْ ittabaʿtum kamu mengikuti
شُعَيْبًا shuʿayban Syu'aib
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
إِذًۭا idhan jika demikian
لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna tentu orang-orang yang merugi

Ayat 91 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,

فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa mereka
ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa
فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka
فِى fī dalam
دَارِهِمْ dārihim rumah mereka
جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat yang bergelimpangan

Ayat 92 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ شُعَيْبًۭا كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَا ۚ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ شُعَيْبًۭا كَانُوا۟ هُمُ ٱلْخَـٰسِرِينَ

(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib
كَأَن ka-an seakan
لَّمْ lam tidak
يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka berdiam
فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi

Ayat 93 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ ءَاسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍۢ كَـٰفِرِينَ

Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"

فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling/meninggalkan
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
لَقَدْ laqad sesungguhnya
أَبْلَغْتُكُمْ ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu
رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah-risalah
رَبِّى rabbī Tuhanku
وَنَصَحْتُ wanaṣaḥtu dan aku telah memberi nasehat
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana
ءَاسَىٰ āsā aku bersedih hati
عَلَىٰ ʿalā atas
قَوْمٍۢ qawmin kaum
كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang yang kafir

Ayat 94 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍۢ مِّن نَّبِىٍّ إِلَّآ أَخَذْنَآ أَهْلَهَا بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

وَمَآ wamā dan tidak
أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus
فِى fī di dalam
قَرْيَةٍۢ qaryatin sebuah negeri
مِّن min dari
نَّبِىٍّ nabiyyin seorang nabi
إِلَّآ illā kecuali/melainkan
أَخَذْنَآ akhadhnā kami ambil/timpakan
أَهْلَهَا ahlahā penduduknya
بِٱلْبَأْسَآءِ bil-basāi dengan kesempitan
وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan penderitaan
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَضَّرَّعُونَ yaḍḍarraʿūna mereka merendahkan diri

Ayat 95 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ ٱلسَّيِّئَةِ ٱلْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوا۟ وَّقَالُوا۟ قَدْ مَسَّ ءَابَآءَنَا ٱلضَّرَّآءُ وَٱلسَّرَّآءُ فَأَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةًۭ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.

ثُمَّ thumma kemudian
بَدَّلْنَا baddalnā Kami ganti
مَكَانَ makāna tempat
ٱلسَّيِّئَةِ l-sayi-ati yang jelek
ٱلْحَسَنَةَ l-ḥasanata yang baik
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
عَفَوا۟ ʿafaw mereka berkembang biak
وَّقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
قَدْ qad sungguh
مَسَّ massa telah menimpa
ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak/nenek moyang kami
ٱلضَّرَّآءُ l-ḍarāu penderitaan
وَٱلسَّرَّآءُ wal-sarāu dan kesenangan
فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami timpakan kepada mereka
بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 96 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَـٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

وَلَوْ walaw dan sekiranya
أَنَّ anna bahwasanya
أَهْلَ ahla penduduk
ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa
لَفَتَحْنَا lafataḥnā pasti Kami bukakan
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
بَرَكَـٰتٍۢ barakātin keberkahan
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan
فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami timpakan kepada mereka
بِمَا bimā dengan sebab
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka perbuat

Ayat 97 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

أَفَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَـٰتًۭا وَهُمْ نَآئِمُونَ

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

أَفَأَمِنَ afa-amina apakah merasa aman
أَهْلُ ahlu penduduk
ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri
أَن an jika
يَأْتِيَهُم yatiyahum akan datang kepada mereka
بَأْسُنَا basunā siksaan Kami
بَيَـٰتًۭا bayātan pada waktu malam
وَهُمْ wahum dan mereka
نَآئِمُونَ nāimūna mereka tidur

Ayat 98 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

أَوَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًۭى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

أَوَأَمِنَ awa-amina atau merasa aman
أَهْلُ ahlu penduduk
ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri
أَن an jika
يَأْتِيَهُم yatiyahum akan datang kepada mereka
بَأْسُنَا basunā siksaan Kami
ضُحًۭى ḍuḥan pada waktu pagi
وَهُمْ wahum dan mereka
يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain

Ayat 99 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

أَفَأَمِنُوا۟ afa-aminū apakah mereka merasa aman
مَكْرَ makra rencana/azab
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
فَلَا falā maka tidak
يَأْمَنُ yamanu merasa aman
مَكْرَ makra rencana/azab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّا illā melainkan
ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi

Ayat 100 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ أَهْلِهَآ أَن لَّوْ نَشَآءُ أَصَبْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?

أَوَلَمْ awalam apakah tidak
يَهْدِ yahdi Dia memberi peunjuk
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَرِثُونَ yarithūna (mereka) mewarisi
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
أَهْلِهَآ ahlihā penduduknya
أَن an bahwa
لَّوْ law kalau
نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki
أَصَبْنَـٰهُم aṣabnāhum Kami azab mereka
بِذُنُوبِهِمْ ۚ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka
وَنَطْبَعُ wanaṭbaʿu dan Kami tutup
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka dapat mendengar

Ayat 101 - Surah Al-A'raaf: 23 kata

تِلْكَ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.

تِلْكَ til'ka itulah
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri
نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan
عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu
مِنْ min dari
أَنۢبَآئِهَا ۚ anbāihā beritanya
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka
رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti
فَمَا famā maka tidak
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
لِيُؤْمِنُوا۟ liyu'minū untuk mereka beriman
بِمَا bimā dengan/kepada apa
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan
مِن min dari
قَبْلُ ۚ qablu sebelum
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يَطْبَعُ yaṭbaʿu menutup
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِ qulūbi hati
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 102 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍۢ ۖ وَإِن وَجَدْنَآ أَكْثَرَهُمْ لَفَـٰسِقِينَ

Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.

وَمَا wamā dan tidak
وَجَدْنَا wajadnā Kami mendapati
لِأَكْثَرِهِم li-aktharihim bagi kebanyakan mereka
مِّنْ min dari
عَهْدٍۢ ۖ ʿahdin janji
وَإِن wa-in dan sesungguhnya
وَجَدْنَآ wajadnā Kami mendapati
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
لَفَـٰسِقِينَ lafāsiqīna sungguh orang-orang fasik

Ayat 103 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَظَلَمُوا۟ بِهَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

ثُمَّ thumma kemudian
بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus
مِنۢ min dari
بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka (rasul-rasul)
مُّوسَىٰ mūsā Musa
بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
إِلَىٰ ilā kepada
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya
فَظَلَمُوا۟ faẓalamū lalu mereka mengingkari
بِهَا ۖ bihā dengannya/padanya
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah ia
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan

Ayat 104 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

وَقَالَ مُوسَىٰ يَـٰفِرْعَوْنُ إِنِّى رَسُولٌۭ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dan Musa berkata: "Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,

وَقَالَ waqāla dan berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
يَـٰفِرْعَوْنُ yāfir'ʿawnu Hai fir'aun
إِنِّى innī sesungguhnya aku
رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul
مِّن min dari
رَّبِّ rabbi Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 105 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

حَقِيقٌ عَلَىٰٓ أَن لَّآ أَقُولَ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُم بِبَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِىَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku".

حَقِيقٌ ḥaqīqun sebenarnya
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَن an bahwa
لَّآ lā tidak
أَقُولَ aqūla mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّا illā kecuali
ٱلْحَقَّ ۚ l-ḥaqa benar
قَدْ qad sesungguhnya
جِئْتُكُم ji'tukum aku datang kepadamu
بِبَيِّنَةٍۢ bibayyinatin dengan bukti-bukti nyata
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
فَأَرْسِلْ fa-arsil maka lepaskanlah
مَعِىَ maʿiya bersama aku
بَنِىٓ banī orang-orang
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil

Ayat 106 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

قَالَ إِن كُنتَ جِئْتَ بِـَٔايَةٍۢ فَأْتِ بِهَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Fir'aun menjawab: "Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar".

قَالَ qāla dia berkata
إِن in jika
كُنتَ kunta kamu adalah
جِئْتَ ji'ta kamu datang
بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat/bukti
فَأْتِ fati maka datangkanlah
بِهَآ bihā dengannya
إِن in jika
كُنتَ kunta kamu adalah
مِنَ mina dari
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 107 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌۭ مُّبِينٌۭ

Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

فَأَلْقَىٰ fa-alqā maka ia menjatuhkan
عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
هِىَ hiya ia (tongkat)
ثُعْبَانٌۭ thuʿ'bānun ular
مُّبِينٌۭ mubīnun nyata

Ayat 108 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

وَنَزَعَ wanazaʿa dan ia menarik
يَدَهُۥ yadahu tangannya
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
هِىَ hiya ia (tongkat)
بَيْضَآءُ bayḍāu putih (bercahaya)
لِلنَّـٰظِرِينَ lilnnāẓirīna bagi orang-orang yang melihat

Ayat 109 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌۭ

Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai,

قَالَ qāla berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
مِن min dari
قَوْمِ qawmi kaum
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
لَسَـٰحِرٌ lasāḥirun sungguh ahli sihir
عَلِيمٌۭ ʿalīmun yang pandai

Ayat 110 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu". (Fir'aun berkata): "Maka apakah yang kamu anjurkan?"

يُرِيدُ yurīdu dia bermaksud
أَن an bahwa
يُخْرِجَكُم yukh'rijakum mengeluarkan kamu
مِّنْ min dari
أَرْضِكُمْ ۖ arḍikum bumi/negerimu
فَمَاذَا famādhā maka apa yang
تَأْمُرُونَ tamurūna kamu perintahkan

Ayat 111 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

قَالُوٓا۟ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ

Pemuka-pemuka itu menjawab: "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَرْجِهْ arjih tahanlah ia
وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya
وَأَرْسِلْ wa-arsil dan kirimlah
فِى fī di/ke
ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota
حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna orang-orang yang berkumpul

Ayat 112 - Surah Al-A'raaf: 4 kata

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِيمٍۢ

supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai".

يَأْتُوكَ yatūka mereka akan datang kepadamu
بِكُلِّ bikulli dengan seluruh
سَـٰحِرٍ sāḥirin ahli sihir
عَلِيمٍۢ ʿalīmin yang pandai

Ayat 113 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

وَجَآءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوٓا۟ إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ

Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir'aun mengatakan: "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?"

وَجَآءَ wajāa dan datanglah
ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan
إِنَّ inna sesungguhnya
لَنَا lanā bagi kami
لَأَجْرًا la-ajran sungguh (dapat) upah
إِن in jika
كُنَّا kunnā kami adalah
نَحْنُ naḥnu kami
ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang

Ayat 114 - Surah Al-A'raaf: 5 kata

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

Fir'aun menjawab: "Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)".

قَالَ qāla dia (Fir'aun) berkata
نَعَمْ naʿam ya
وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu
لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk
ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang dekat

Ayat 115 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ نَحْنُ ٱلْمُلْقِينَ

Ahli-ahli sihir berkata: "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?"

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِمَّآ immā apakah/ataukah
أَن an bahwa
تُلْقِىَ tul'qiya kamu melemparkan
وَإِمَّآ wa-immā dan apakah/ataukah
أَن an bahwa
نَّكُونَ nakūna kami adalah
نَحْنُ naḥnu kami
ٱلْمُلْقِينَ l-mul'qīna orang-orang yang melemparkan

Ayat 116 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

قَالَ أَلْقُوا۟ ۖ فَلَمَّآ أَلْقَوْا۟ سَحَرُوٓا۟ أَعْيُنَ ٱلنَّاسِ وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَآءُو بِسِحْرٍ عَظِيمٍۢ

Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena'jubkan).

قَالَ qāla dia berkata
أَلْقُوا۟ ۖ alqū lemparkanlah
فَلَمَّآ falammā maka setelah
أَلْقَوْا۟ alqaw mereka melemparkan
سَحَرُوٓا۟ saḥarū mereka menyihir
أَعْيُنَ aʿyuna mata
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ wa-is'tarhabūhum dan menjadikan takut kepada mereka
وَجَآءُو wajāū dan mereka mendatangkan
بِسِحْرٍ bisiḥ'rin dengan sihir
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar

Ayat 117 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!". Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.

۞ وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan
إِلَىٰ ilā kepada
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
أَنْ an bahwa
أَلْقِ alqi lemparkanlah
عَصَاكَ ۖ ʿaṣāka tongkatmu
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
هِىَ hiya ia (tongkat)
تَلْقَفُ talqafu menelan
مَا mā apa
يَأْفِكُونَ yafikūna mereka pertunjukkan

Ayat 118 - Surah Al-A'raaf: 6 kata

فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.

فَوَقَعَ fawaqaʿa maka nyatalah
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang benar
وَبَطَلَ wabaṭala dan lenyaplah
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 119 - Surah Al-A'raaf: 4 kata

فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَـٰغِرِينَ

Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

فَغُلِبُوا۟ faghulibū maka mereka dikalahkan
هُنَالِكَ hunālika disana (ditempat itu)
وَٱنقَلَبُوا۟ wa-inqalabū dan mereka kembali
صَـٰغِرِينَ ṣāghirīna menjadi kecil (kehinaan)

Ayat 120 - Surah Al-A'raaf: 3 kata

وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ

Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud.

وَأُلْقِىَ wa-ul'qiya dan menjatuhkan diri
ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir
سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud

Ayat 121 - Surah Al-A'raaf: 4 kata

قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِرَبِّ birabbi kepada Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 122 - Surah Al-A'raaf: 3 kata

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ

"(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".

رَبِّ rabbi Tuhan
مُوسَىٰ mūsā Musa
وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun

Ayat 123 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

قَالَ فِرْعَوْنُ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَمَكْرٌۭ مَّكَرْتُمُوهُ فِى ٱلْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا۟ مِنْهَآ أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Fir'aun berkata: "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini);

قَالَ qāla berkata
فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun
ءَامَنتُم āmantum apakah kamu beriman
بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya
قَبْلَ qabla sebelum
أَنْ an sesungguhnya
ءَاذَنَ ādhana memberi izin
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
لَمَكْرٌۭ lamakrun suatu muslihat
مَّكَرْتُمُوهُ makartumūhu kamu telah merencanakannya
فِى fī di dalam
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota
لِتُخْرِجُوا۟ litukh'rijū untuk kamu mengeluarkan
مِنْهَآ min'hā dari padanya
أَهْلَهَا ۖ ahlahā penduduknya
فَسَوْفَ fasawfa maka kelak
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 124 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍۢ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya".

لَأُقَطِّعَنَّ la-uqaṭṭiʿanna sungguh aku akan memotong
أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu
وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kakimu
مِّنْ min dari
خِلَـٰفٍۢ khilāfin berlainan
ثُمَّ thumma kemudian
لَأُصَلِّبَنَّكُمْ la-uṣallibannakum sungguh aku akan menyalibmu
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Ayat 125 - Surah Al-A'raaf: 5 kata

قَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ

Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali.

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami
مُنقَلِبُونَ munqalibūna dikembalikan

Ayat 126 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنْ ءَامَنَّا بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۚ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًۭا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".

وَمَا wamā dan tidak
تَنقِمُ tanqimu kamu membalas dendam
مِنَّآ minnā dari kami
إِلَّآ illā kecuali
أَنْ an bahwa
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat
رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami
لَمَّا lammā setelah/ketika
جَآءَتْنَا ۚ jāatnā datang kepada kami
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
أَفْرِغْ afrigh limpahkan
عَلَيْنَا ʿalaynā kepada kami
صَبْرًۭا ṣabran kesabaran
وَتَوَفَّنَا watawaffanā dan wafatkan kami
مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri

Ayat 127 - Surah Al-A'raaf: 21 kata

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُۥ لِيُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَـٰهِرُونَ

Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun (kepada Fir'aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Fir'aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka
مِن min dari
قَوْمِ qawmi kamu
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
أَتَذَرُ atadharu apakah kamu membiarkan
مُوسَىٰ mūsā Musa
وَقَوْمَهُۥ waqawmahu dan kaumnya
لِيُفْسِدُوا۟ liyuf'sidū untuk membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَيَذَرَكَ wayadharaka dan meninggalkan kamu
وَءَالِهَتَكَ ۚ waālihataka dan Tuhan-Tuhanmu
قَالَ qāla (Fir'aun) berkata
سَنُقَتِّلُ sanuqattilu kita akan membunuh
أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak-anak laki-laki mereka
وَنَسْتَحْىِۦ wanastaḥyī dan kita biarkan hidup
نِسَآءَهُمْ nisāahum perempua-perempuan mereka
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita
فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka
قَـٰهِرُونَ qāhirūna berkuasa

Ayat 128 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱلْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".

قَالَ qāla berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya
ٱسْتَعِينُوا۟ is'taʿīnū mohon pertolongan
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ wa-iṣ'birū dan bersabarlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
لِلَّهِ lillahi milik Allah
يُورِثُهَا yūrithuhā diwariskannya
مَن man siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
مِنْ min dari
عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya
وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibatnya
لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 129 - Surah Al-A'raaf: 22 kata

قَالُوٓا۟ أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِنۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.

قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أُوذِينَا ūdhīnā kami telah ditindas
مِن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an akan
تَأْتِيَنَا tatiyanā datang kepada kami
وَمِنۢ wamin dan dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
جِئْتَنَا ۚ ji'tanā kamu datang kepada kami
قَالَ qāla (Musa) berkata
عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan
رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
أَن an akan
يُهْلِكَ yuh'lika membinasakan
عَدُوَّكُمْ ʿaduwwakum musuhmu
وَيَسْتَخْلِفَكُمْ wayastakhlifakum dan menjadikan kamu khalifah
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَيَنظُرَ fayanẓura maka Dia akan melihat
كَيْفَ kayfa bagaimana
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan/perbuat

Ayat 130 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَخَذْنَآ akhadhnā Kami telah menghukum
ءَالَ āla keluarga/kaum
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
بِٱلسِّنِينَ bil-sinīna dengan beberapa tahun
وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan
مِّنَ mina dari
ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran

Ayat 131 - Surah Al-A'raaf: 22 kata

فَإِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلْحَسَنَةُ قَالُوا۟ لَنَا هَـٰذِهِۦ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَطَّيَّرُوا۟ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَـٰٓئِرُهُمْ عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila
جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka
ٱلْحَسَنَةُ l-ḥasanatu kebaikan/kemakmuran
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَنَا lanā bagi/karena kami
هَـٰذِهِۦ ۖ hādhihi ini
وَإِن wa-in dan jika
تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka
سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejelekan/kesusahan
يَطَّيَّرُوا۟ yaṭṭayyarū mereka melemparkan kesialan
بِمُوسَىٰ bimūsā kepada Musa
وَمَن waman dan orang
مَّعَهُۥٓ ۗ maʿahu besertanya
أَلَآ alā ingatlah/ketahuilah
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
طَـٰٓئِرُهُمْ ṭāiruhum kesialan mereka
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 132 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

وَقَالُوا۟ مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِۦ مِنْ ءَايَةٍۢ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Mereka berkata: "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
مَهْمَا mahmā bagaimanapun
تَأْتِنَا tatinā kamu mendatangkan kepada kami
بِهِۦ bihi dengannya
مِنْ min dari
ءَايَةٍۢ āyatin ayat/keterangan
لِّتَسْحَرَنَا litasḥaranā untuk menyihir kami
بِهَا bihā dengannya
فَمَا famā maka tidaklah
نَحْنُ naḥnu kami
لَكَ laka kepadamu
بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 133 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلْجَرَادَ وَٱلْقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَـٰتٍۢ مُّفَصَّلَـٰتٍۢ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًۭا مُّجْرِمِينَ

Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas/kepada mereka
ٱلطُّوفَانَ l-ṭūfāna taufan
وَٱلْجَرَادَ wal-jarāda dan belalang
وَٱلْقُمَّلَ wal-qumala dan kutu
وَٱلضَّفَادِعَ wal-ḍafādiʿa dan katak
وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah
ءَايَـٰتٍۢ āyātin bukti-bukti
مُّفَصَّلَـٰتٍۢ mufaṣṣalātin terperinci/jelas
فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombongkan diri
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
قَوْمًۭا qawman kaum
مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 134 - Surah Al-A'raaf: 22 kata

وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ ٱلرِّجْزُ قَالُوا۟ يَـٰمُوسَى ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ ۖ لَئِن كَشَفْتَ عَنَّا ٱلرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu".

وَلَمَّا walammā dan ketika
وَقَعَ waqaʿa menimpa
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلرِّجْزُ l-rij'zu azab
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
يَـٰمُوسَى yāmūsā wahai musa
ٱدْعُ ud'ʿu berdoalah
لَنَا lanā bagi kami
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
بِمَا bimā dengan apa
عَهِدَ ʿahida Dia janjikan
عِندَكَ ۖ ʿindaka disisimu
لَئِن la-in jika
كَشَفْتَ kashafta kamu dapat menghilangkan
عَنَّا ʿannā dari kami
ٱلرِّجْزَ l-rij'za azab
لَنُؤْمِنَنَّ lanu'minanna sungguh kami akan beriman
لَكَ laka kepadamu
وَلَنُرْسِلَنَّ walanur'silanna dan sungguh kami akan membiarkan
مَعَكَ maʿaka bersamamu
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil

Ayat 135 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلرِّجْزَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ هُم بَـٰلِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ

Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

فَلَمَّا falammā maka setelah
كَشَفْنَا kashafnā Kami hilangkan
عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka
ٱلرِّجْزَ l-rij'za azab
إِلَىٰٓ ilā hingga
أَجَلٍ ajalin waktu yang ditentukan
هُم hum mereka
بَـٰلِغُوهُ bālighūhu sampai kepadanya
إِذَا idhā tiba-tiba
هُمْ hum mereka
يَنكُثُونَ yankuthūna mereka ingkari

Ayat 136 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.

فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā maka Kami menghukum
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ fa-aghraqnāhum maka Kami tenggelamkan mereka
فِى fī dalam
ٱلْيَمِّ l-yami laut
بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan (sebab) mereka
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
عَنْهَا ʿanhā daripadanya (ayat-ayat)
غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai

Ayat 137 - Surah Al-A'raaf: 29 kata

وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَـٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ يَعْرِشُونَ

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

وَأَوْرَثْنَا wa-awrathnā dan Kami wariskan
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يُسْتَضْعَفُونَ yus'taḍʿafūna mereka telah tertindas
مَشَـٰرِقَ mashāriqa bagian timur
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَمَغَـٰرِبَهَا wamaghāribahā dan bagian baratnya
ٱلَّتِى allatī yang
بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami berkati
فِيهَا ۖ fīhā padanya
وَتَمَّتْ watammat dan telah sempurna
كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā yang baik
عَلَىٰ ʿalā atas
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
بِمَا bimā dengan sebab
صَبَرُوا۟ ۖ ṣabarū mereka bersabar
وَدَمَّرْنَا wadammarnā dan Kami hancurkan
مَا mā apa
كَانَ kāna adalah mereka
يَصْنَعُ yaṣnaʿu membuat
فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun
وَقَوْمُهُۥ waqawmuhu dan kaumnya
وَمَا wamā dan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْرِشُونَ yaʿrishūna mereka bangun

Ayat 138 - Surah Al-A'raaf: 23 kata

وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتَوْا۟ عَلَىٰ قَوْمٍۢ يَعْكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصْنَامٍۢ لَّهُمْ ۚ قَالُوا۟ يَـٰمُوسَى ٱجْعَل لَّنَآ إِلَـٰهًۭا كَمَا لَهُمْ ءَالِهَةٌۭ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌۭ تَجْهَلُونَ

Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".

وَجَـٰوَزْنَا wajāwaznā dan Kami seberangkan
بِبَنِىٓ bibanī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan
فَأَتَوْا۟ fa-ataw maka mereka sampai
عَلَىٰ ʿalā atas/kepada
قَوْمٍۢ qawmin kaum
يَعْكُفُونَ yaʿkufūna mereka menyembah
عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada
أَصْنَامٍۢ aṣnāmin berhala-berhala
لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka
قَالُوا۟ qālū (Bani Israil) berkata
يَـٰمُوسَى yāmūsā wahai musa
ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah
لَّنَآ lanā untuk kami
إِلَـٰهًۭا ilāhan sebuah tuhan
كَمَا kamā sebagaimana
لَهُمْ lahum bagi mereka
ءَالِهَةٌۭ ۚ ālihatun beberapa tuhan
قَالَ qāla (Musa) berkata
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
قَوْمٌۭ qawmun kaum
تَجْهَلُونَ tajhalūna yang bodoh

Ayat 139 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ مُتَبَّرٌۭ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَـٰطِلٌۭ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan.

إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu
مُتَبَّرٌۭ mutabbarun akan dihancurkan
مَّا mā apa
هُمْ hum mereka
فِيهِ fīhi didalamnya
وَبَـٰطِلٌۭ wabāṭilun dan sia-sia
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 140 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

قَالَ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَـٰهًۭا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

Musa menjawab: "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat.

قَالَ qāla (Musa) berkata
أَغَيْرَ aghayra apakah selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَبْغِيكُمْ abghīkum aku akan mencarikan kamu
إِلَـٰهًۭا ilāhan tuhan
وَهُوَ wahuwa dan Dia
فَضَّلَكُمْ faḍḍalakum melebihkan kamu
عَلَى ʿalā atas
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 141 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

وَإِذْ أَنجَيْنَـٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌۭ

Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu".

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَنجَيْنَـٰكُم anjaynākum Kami menyelamatkan kamu
مِّنْ min dari
ءَالِ āli kaum
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian
سُوٓءَ sūa seburuk-buruk
ٱلْعَذَابِ ۖ l-ʿadhābi azab
يُقَتِّلُونَ yuqattilūna mereka membunuh
أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian
وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan mereka membiarkan hidup
نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum wanita-wanitamu
وَفِى wafī dan pada
ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian
بَلَآءٌۭ balāon cobaan
مِّن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 142 - Surah Al-A'raaf: 23 kata

۞ وَوَٰعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَـٰثِينَ لَيْلَةًۭ وَأَتْمَمْنَـٰهَا بِعَشْرٍۢ فَتَمَّ مِيقَـٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةًۭ ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَـٰرُونَ ٱخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan".

۞ وَوَٰعَدْنَا wawāʿadnā dan Kami telah menjanjikan
مُوسَىٰ mūsā Musa
ثَلَـٰثِينَ thalāthīna tiga puluh
لَيْلَةًۭ laylatan malam
وَأَتْمَمْنَـٰهَا wa-atmamnāhā dan Kami menyempurnakan
بِعَشْرٍۢ biʿashrin dengan sepuluh
فَتَمَّ fatamma maka sempurnalah
مِيقَـٰتُ mīqātu waktu yang ditentukan
رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya
أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh
لَيْلَةًۭ ۚ laylatan malam
وَقَالَ waqāla dan berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِأَخِيهِ li-akhīhi kepada saudaranya
هَـٰرُونَ hārūna Harun
ٱخْلُفْنِى ukh'luf'nī gantilah aku
فِى fī dalam
قَوْمِى qawmī kaumku
وَأَصْلِحْ wa-aṣliḥ dan perbaikilah
وَلَا walā dan jangan
تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti
سَبِيلَ sabīla jalan
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Ayat 143 - Surah Al-A'raaf: 41 kata

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَـٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّۭا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًۭا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
جَآءَ jāa datang
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِمِيقَـٰتِنَا limīqātinā pada waktu yang Kami tentukan
وَكَلَّمَهُۥ wakallamahu dan berfirman kepadanya
رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya
قَالَ qāla (Musa) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
أَرِنِىٓ arinī kepadaku
أَنظُرْ anẓur lihatlah
إِلَيْكَ ۚ ilayka Engkau
قَالَ qāla berfirman
لَن lan tidak akan
تَرَىٰنِى tarānī kamu melihat Aku
وَلَـٰكِنِ walākini tetapi
ٱنظُرْ unẓur lihatlah
إِلَى ilā ke
ٱلْجَبَلِ l-jabali bukit
فَإِنِ fa-ini maka jika
ٱسْتَقَرَّ is'taqarra ia tetap
مَكَانَهُۥ makānahu pada tempatnya
فَسَوْفَ fasawfa maka akan
تَرَىٰنِى ۚ tarānī kamu melihat Aku
فَلَمَّا falammā maka ketika
تَجَلَّىٰ tajallā menampakkan
رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya
لِلْجَبَلِ lil'jabali pada bukit
جَعَلَهُۥ jaʿalahu menjadikannya
دَكًّۭا dakkan hancur luluh
وَخَرَّ wakharra dan jatuh
مُوسَىٰ mūsā Musa
صَعِقًۭا ۚ ṣaʿiqan pingsan
فَلَمَّآ falammā maka setelah
أَفَاقَ afāqa dia sadar kembali
قَالَ qāla dia berkata
سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau
تُبْتُ tub'tu aku bertaubat
إِلَيْكَ ilayka kepada Engkau
وَأَنَا۠ wa-anā dan aku
أَوَّلُ awwalu pertama
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 144 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنِّى ٱصْطَفَيْتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَـٰلَـٰتِى وَبِكَلَـٰمِى فَخُذْ مَآ ءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".

قَالَ qāla (Allah) berfirman
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِنِّى innī sesungguhnya Aku
ٱصْطَفَيْتُكَ iṣ'ṭafaytuka Aku memilih kamu
عَلَى ʿalā atas
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
بِرِسَـٰلَـٰتِى birisālātī dengan risalahKu
وَبِكَلَـٰمِى wabikalāmī dan perkataanKu
فَخُذْ fakhudh maka ambillah
مَآ mā apa yang
ءَاتَيْتُكَ ātaytuka telah Aku berikan kepadamu
وَكُن wakun dan jadilah kamu
مِّنَ mina dari
ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Ayat 145 - Surah Al-A'raaf: 20 kata

وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍۢ مَّوْعِظَةًۭ وَتَفْصِيلًۭا لِّكُلِّ شَىْءٍۢ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍۢ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا۟ بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُو۟رِيكُمْ دَارَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.

وَكَتَبْنَا wakatabnā dan telah Kami tuliskan
لَهُۥ lahu untuknya (Musa)
فِى fī di dalam
ٱلْأَلْوَاحِ l-alwāḥi batu tulis
مِن min dari
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
مَّوْعِظَةًۭ mawʿiẓatan pelajaran
وَتَفْصِيلًۭا watafṣīlan dan penjelasan
لِّكُلِّ likulli bagi segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَخُذْهَا fakhudh'hā maka berpeganglah kepadanya
بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan teguh
وَأْمُرْ wamur dan suruhlah
قَوْمَكَ qawmaka kaummu
يَأْخُذُوا۟ yakhudhū mereka berpegang
بِأَحْسَنِهَا ۚ bi-aḥsanihā dengan sebaik-baiknya
سَأُو۟رِيكُمْ sa-urīkum akan Aku perlihatkan kepadamu
دَارَ dāra kampung/negeri
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 146 - Surah Al-A'raaf: 36 kata

سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَـٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍۢ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًۭا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًۭا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

سَأَصْرِفُ sa-aṣrifu Aku akan memalingkan
عَنْ ʿan dari
ءَايَـٰتِىَ āyātiya ayat-ayatKu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَكَبَّرُونَ yatakabbarūna (mereka) menyombongkan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar
وَإِن wa-in dan jika
يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat
كُلَّ kulla tiap-tiap
ءَايَةٍۢ āyatin ayat
لَّا lā tidak
يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman
بِهَا bihā kepadanya
وَإِن wa-in dan jika
يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat
سَبِيلَ sabīla jalan
ٱلرُّشْدِ l-rush'di petunjuk
لَا lā tidak
يَتَّخِذُوهُ yattakhidhūhu mereka mengambilnya
سَبِيلًۭا sabīlan jalan
وَإِن wa-in dan jika
يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat
سَبِيلَ sabīla jalan
ٱلْغَىِّ l-ghayi sesat
يَتَّخِذُوهُ yattakhidhūhu mereka mengambilnya
سَبِيلًۭا ۚ sabīlan jalan
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
عَنْهَا ʿanhā dari padanya
غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai

Ayat 147 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
وَلِقَآءِ waliqāi dan pertemuan
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia
أَعْمَـٰلُهُمْ ۚ aʿmāluhum amal mereka
هَلْ hal apakah
يُجْزَوْنَ yuj'zawna mereka diberi balasan
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 148 - Surah Al-A'raaf: 22 kata

وَٱتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًۭا جَسَدًۭا لَّهُۥ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّهُۥ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ ٱتَّخَذُوهُ وَكَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ

Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan mengambil/mengambil
قَوْمُ qawmu kaum
مُوسَىٰ mūsā Musa
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya
مِنْ min dari
حُلِيِّهِمْ ḥuliyyihim perhiasan-perhiasan mereka
عِجْلًۭا ʿij'lan anak lembu
جَسَدًۭا jasadan tubuh
لَّهُۥ lahu baginya
خُوَارٌ ۚ khuwārun suara
أَلَمْ alam apakah tidak
يَرَوْا۟ yaraw mereka mengetahui
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia
لَا lā tidak
يُكَلِّمُهُمْ yukallimuhum ia bicara dengan mereka
وَلَا walā dan tidak
يَهْدِيهِمْ yahdīhim ia memberi petunjuk mereka
سَبِيلًا ۘ sabīlan jalan
ٱتَّخَذُوهُ ittakhadhūhu mereka menjadikannya
وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah
ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 149 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

وَلَمَّا سُقِطَ فِىٓ أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا۟ أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا۟ قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi".

وَلَمَّا walammā dan setelah
سُقِطَ suqiṭa menyesali
فِىٓ fī dalam
أَيْدِيهِمْ aydīhim perbuatan mereka
وَرَأَوْا۟ wara-aw dan mereka mengetahui
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
قَدْ qad sungguh
ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَئِن la-in sungguh jika
لَّمْ lam tidak
يَرْحَمْنَا yarḥamnā memberi kami rahmat
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
وَيَغْفِرْ wayaghfir dan mengampuni
لَنَا lanā bagi kami
لَنَكُونَنَّ lanakūnanna niscaya kami menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi

Ayat 150 - Surah Al-A'raaf: 39 kata

وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَـٰنَ أَسِفًۭا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِى مِنۢ بَعْدِىٓ ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى ٱلْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُۥٓ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ٱبْنَ أُمَّ إِنَّ ٱلْقَوْمَ ٱسْتَضْعَفُونِى وَكَادُوا۟ يَقْتُلُونَنِى فَلَا تُشْمِتْ بِىَ ٱلْأَعْدَآءَ وَلَا تَجْعَلْنِى مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim"

وَلَمَّا walammā dan setelah
رَجَعَ rajaʿa kembali
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
إِلَىٰ ilā kepada
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
غَضْبَـٰنَ ghaḍbāna dalam keadaan marah
أَسِفًۭا asifan sedih hati
قَالَ qāla dia berkata
بِئْسَمَا bi'samā alangkah buruknya
خَلَفْتُمُونِى khalaftumūnī kamu menggantiku
مِنۢ min dari
بَعْدِىٓ ۖ baʿdī sesudahku
أَعَجِلْتُمْ aʿajil'tum apakah kamu hendak mendahului
أَمْرَ amra perintah
رَبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian
وَأَلْقَى wa-alqā dan dia melemparkan
ٱلْأَلْوَاحَ l-alwāḥa batu tulis
وَأَخَذَ wa-akhadha dan dia memegang
بِرَأْسِ birasi dengan kepala
أَخِيهِ akhīhi saudaranya
يَجُرُّهُۥٓ yajurruhu dia menariknya
إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya
قَالَ qāla dia (Harun) berkata
ٱبْنَ ib'na anak
أُمَّ umma ibu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱسْتَضْعَفُونِى is'taḍʿafūnī mereka menjadikan aku lemah
وَكَادُوا۟ wakādū dan hampir-hampir mereka
يَقْتُلُونَنِى yaqtulūnanī mereka membunuh aku
فَلَا falā maka jangan
تُشْمِتْ tush'mit kamu menjadikan gembira
بِىَ biya denganku
ٱلْأَعْدَآءَ l-aʿdāa musuh-musuh
وَلَا walā dan jangan
تَجْعَلْنِى tajʿalnī kamu menjadikan aku
مَعَ maʿa beserta
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 151 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Musa berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".

قَالَ qāla (Musa) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah
لِى lī aku
وَلِأَخِى wali-akhī dan saudaraku
وَأَدْخِلْنَا wa-adkhil'nā dan masukkanlah kami
فِى fī dalam
رَحْمَتِكَ ۖ raḥmatika rahmat Engkau
وَأَنتَ wa-anta dan Engkau
أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang
ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang

Ayat 152 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌۭ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُفْتَرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) menjadikan
ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu
سَيَنَالُهُمْ sayanāluhum kelak akan menimpa mereka
غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan
مِّن min dari
رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَذِلَّةٌۭ wadhillatun dan kehinaan
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
ٱلْمُفْتَرِينَ l-muf'tarīna orang-orang yang memberi kebohongan

Ayat 153 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

وَٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) mengerjakan
ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan
ثُمَّ thumma kemudian
تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat
مِنۢ min dari
بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya
وَءَامَنُوٓا۟ waāmanū dan mereka beriman
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
مِنۢ min dari
بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya
لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 154 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلْغَضَبُ أَخَذَ ٱلْأَلْوَاحَ ۖ وَفِى نُسْخَتِهَا هُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ

Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya.

وَلَمَّا walammā dan setelah
سَكَتَ sakata diam/reda
عَن ʿan dari
مُّوسَى mūsā Musa
ٱلْغَضَبُ l-ghaḍabu amarah
أَخَذَ akhadha dia mengambil
ٱلْأَلْوَاحَ ۖ l-alwāḥa batu tulis
وَفِى wafī dan dalam
نُسْخَتِهَا nus'khatihā batu tulisnya
هُدًۭى hudan petunjuk
وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
هُمْ hum mereka
لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka
يَرْهَبُونَ yarhabūna mereka takut

Ayat 155 - Surah Al-A'raaf: 41 kata

وَٱخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُۥ سَبْعِينَ رَجُلًۭا لِّمِيقَـٰتِنَا ۖ فَلَمَّآ أَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّـٰىَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَّآ ۖ إِنْ هِىَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَتَهْدِى مَن تَشَآءُ ۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَـٰفِرِينَ

Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya".

وَٱخْتَارَ wa-ikh'tāra dan memilih
مُوسَىٰ mūsā Musa
قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya
سَبْعِينَ sabʿīna tujuh puluh
رَجُلًۭا rajulan orang laki-laki
لِّمِيقَـٰتِنَا ۖ limīqātinā untuk waktu yang Kami tentukan
فَلَمَّآ falammā maka ketika
أَخَذَتْهُمُ akhadhathumu menimpa mereka
ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa bumi
قَالَ qāla dia berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
لَوْ law jika
شِئْتَ shi'ta Engkau menghendaki
أَهْلَكْتَهُم ahlaktahum Engkau membinasakan kamu
مِّن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَإِيَّـٰىَ ۖ wa-iyyāya dan aku
أَتُهْلِكُنَا atuh'likunā apakah Engkau akan membinasakan kami
بِمَا bimā dengan apa
فَعَلَ faʿala perbuatan
ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang yang bodoh
مِنَّآ ۖ minnā diantara kami
إِنْ in sesungguhnya
هِىَ hiya ia
إِلَّا illā melainkan
فِتْنَتُكَ fit'natuka cobaan Engkau
تُضِلُّ tuḍillu Engkau menyesatkan
بِهَا bihā dengannya
مَن man siapa
تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki
وَتَهْدِى watahdī dan Engkau memberi petunjuk
مَن man siapa
تَشَآءُ ۖ tashāu Engkau kehendaki
أَنتَ anta Engkau
وَلِيُّنَا waliyyunā pelindung kami
فَٱغْفِرْ fa-igh'fir ampunilah
لَنَا lanā bagi kami
وَٱرْحَمْنَا ۖ wa-ir'ḥamnā dan berilah kami rahmat
وَأَنتَ wa-anta dan Engkau
خَيْرُ khayru sebaik-baik
ٱلْغَـٰفِرِينَ l-ghāfirīna pemberi ampun

Ayat 156 - Surah Al-A'raaf: 30 kata

۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍۢ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ

Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".

۞ وَٱكْتُبْ wa-uk'tub dan tetapkanlah
لَنَا lanā untuk kami
فِى fī dalam
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan
وَفِى wafī dan di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
إِنَّا innā sesungguhnya kami
هُدْنَآ hud'nā kami kembali/bertaubat
إِلَيْكَ ۚ ilayka kepada Engkau
قَالَ qāla (Allah) berfirman
عَذَابِىٓ ʿadhābī azabKu
أُصِيبُ uṣību Aku timpakan
بِهِۦ bihi dengannya
مَنْ man siapa
أَشَآءُ ۖ ashāu Aku kehendaki
وَرَحْمَتِى waraḥmatī dan rahmatKu
وَسِعَتْ wasiʿat luas/meliputi
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu
فَسَأَكْتُبُهَا fasa-aktubuhā maka Aku akan menetapkan
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menuaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
هُم hum mereka
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap ayat-ayat Kami
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 157 - Surah Al-A'raaf: 43 kata

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَـٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَـٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna (mereka) mengikuti
ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul
ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi
ٱلْأُمِّىَّ l-umiya ummi
ٱلَّذِى alladhī yang
يَجِدُونَهُۥ yajidūnahu mereka mendapatkannya
مَكْتُوبًا maktūban tertulis
عِندَهُمْ ʿindahum disisi mereka
فِى fī di dalam
ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat
وَٱلْإِنجِيلِ wal-injīli dan Injil
يَأْمُرُهُم yamuruhum (Nabi) menyuruh mereka
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan yang ma'ruf
وَيَنْهَىٰهُمْ wayanhāhum dan melarang mereka
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُنكَرِ l-munkari yang mungkar
وَيُحِلُّ wayuḥillu dan menghalalkan
لَهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik
وَيُحَرِّمُ wayuḥarrimu dan mengharamkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْخَبَـٰٓئِثَ l-khabāitha yang buruk-buruk
وَيَضَعُ wayaḍaʿu dan meletakkan/membuang
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
إِصْرَهُمْ iṣ'rahum beban-beban mereka
وَٱلْأَغْلَـٰلَ wal-aghlāla dan belenggu-belenggu
ٱلَّتِى allatī yang
كَانَتْ kānat adalah
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
بِهِۦ bihi dengannya
وَعَزَّرُوهُ waʿazzarūhu dan mereka memuliakannya
وَنَصَرُوهُ wanaṣarūhu dan mereka menolongnya
وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti
ٱلنُّورَ l-nūra cahaya terang
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أُنزِلَ unzila diturunkan
مَعَهُۥٓ ۙ maʿahu kepadanya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 158 - Surah Al-A'raaf: 31 kata

قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَـٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".

قُلْ qul katakanlah
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
إِنِّى innī sesungguhnya aku
رَسُولُ rasūlu utusan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
جَمِيعًا jamīʿan semuanya
ٱلَّذِى alladhī yang
لَهُۥ lahu bagiNya/mempunyai
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali/selain
هُوَ huwa Dia
يُحْىِۦ yuḥ'yī yang menghidupkan
وَيُمِيتُ ۖ wayumītu dan yang mematikan
فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرَسُولِهِ warasūlihi dan RasulNya
ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi
ٱلْأُمِّىِّ l-umiyi yang ummi
ٱلَّذِى alladhī yang
يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَكَلِمَـٰتِهِۦ wakalimātihi dan kalimat-kalimatNya
وَٱتَّبِعُوهُ wa-ittabiʿūhu dan ikutilah dia
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk

Ayat 159 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌۭ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan.

وَمِن wamin dan dari
قَوْمِ qawmi kaum
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
أُمَّةٌۭ ummatun ummat
يَهْدُونَ yahdūna mereka memberi petunjuk
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak
وَبِهِۦ wabihi dan dengannya (hak)
يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka menjalankan keadilan

Ayat 160 - Surah Al-A'raaf: 43 kata

وَقَطَّعْنَـٰهُمُ ٱثْنَتَىْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًۭا ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ إِذِ ٱسْتَسْقَىٰهُ قَوْمُهُۥٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنۢبَجَسَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًۭا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍۢ مَّشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْغَمَـٰمَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا رَزَقْنَـٰكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!". Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.

وَقَطَّعْنَـٰهُمُ waqaṭṭaʿnāhumu dan Kami bagi mereka
ٱثْنَتَىْ ith'natay dua
عَشْرَةَ ʿashrata belas
أَسْبَاطًا asbāṭan suku-suku
أُمَمًۭا ۚ umaman umat-umat
وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan
إِلَىٰ ilā kepada
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
إِذِ idhi ketika
ٱسْتَسْقَىٰهُ is'tasqāhu minta air kepadanya
قَوْمُهُۥٓ qawmuhu kaumnya
أَنِ ani agar
ٱضْرِب iḍ'rib memukul
بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu
ٱلْحَجَرَ ۖ l-ḥajara batu itu
فَٱنۢبَجَسَتْ fa-inbajasat maka memancar
مِنْهُ min'hu dari padanya
ٱثْنَتَا ith'natā dua
عَشْرَةَ ʿashrata belas
عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata air
قَدْ qad sungguh
عَلِمَ ʿalima mengetahui
كُلُّ kullu tiap-tiap
أُنَاسٍۢ unāsin manusia
مَّشْرَبَهُمْ ۚ mashrabahum tempat minum mereka
وَظَلَّلْنَا waẓallalnā dan Kami naungkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْغَمَـٰمَ l-ghamāma awan
وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْمَنَّ l-mana manna (makanan madu sebagai madu)
وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ wal-salwā salwa (sebangsa burung puyuh)
كُلُوا۟ kulū makanlah
مِن min dari
طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik
مَا mā apa
رَزَقْنَـٰكُمْ ۚ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu
وَمَا wamā dan tidak
ظَلَمُونَا ẓalamūnā mereka menganiaya Kami
وَلَـٰكِن walākin tetapi
كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Ayat 161 - Surah Al-A'raaf: 20 kata

وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ ٱسْكُنُوا۟ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ وَكُلُوا۟ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا۟ حِطَّةٌۭ وَٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًۭا نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil): "Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki". Dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu". Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱسْكُنُوا۟ us'kunū berdiamlah
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri
وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah
مِنْهَا min'hā daripadanya
حَيْثُ ḥaythu dimana saja
شِئْتُمْ shi'tum kalian kehendaki
وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah
حِطَّةٌۭ ḥiṭṭatun bebaskanlah dari dosa kami
وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah
ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang
سُجَّدًۭا sujjadan membungkuk
نَّغْفِرْ naghfir Kami memberi ampunan
لَكُمْ lakum bagi kalian
خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ ۚ khaṭīātikum kesalahan-kesalahan kamu
سَنَزِيدُ sanazīdu akan Kami tambah
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 162 - Surah Al-A'raaf: 17 kata

فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ

Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

فَبَدَّلَ fabaddala maka mengganti
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
قَوْلًا qawlan perkataan
غَيْرَ ghayra bukan
ٱلَّذِى alladhī yang
قِيلَ qīla dikatakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
رِجْزًۭا rij'zan siksaan/azab
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka berbuat dzalim

Ayat 163 - Surah Al-A'raaf: 27 kata

وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًۭا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

وَسْـَٔلْهُمْ wasalhum dan tanyakan kepada mereka
عَنِ ʿani dari/tentang
ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri
ٱلَّتِى allatī yang
كَانَتْ kānat adalah
حَاضِرَةَ ḥāḍirata dekat
ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut
إِذْ idh ketika
يَعْدُونَ yaʿdūna mereka melanggar aturan
فِى fī pada
ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu
إِذْ idh ketika
تَأْتِيهِمْ tatīhim datang kepada mereka
حِيتَانُهُمْ ḥītānuhum ikan-ikan mereka
يَوْمَ yawma pada hari
سَبْتِهِمْ sabtihim Sabtu mereka
شُرَّعًۭا shurraʿan permukaan air
وَيَوْمَ wayawma dan hari
لَا lā tidak
يَسْبِتُونَ ۙ yasbitūna hari sabtu
لَا lā tidak
تَأْتِيهِمْ ۚ tatīhim datang kepada mereka
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
نَبْلُوهُم nablūhum Kami mencoba mereka
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik

Ayat 164 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌۭ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًۭا شَدِيدًۭا ۖ قَالُوا۟ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
قَالَتْ qālat berkata
أُمَّةٌۭ ummatun suatu ummat
مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka
لِمَ lima mengapa
تَعِظُونَ taʿiẓūna kamu menasehati
قَوْمًا ۙ qawman kaum
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مُهْلِكُهُمْ muh'likuhum membinasakan mereka
أَوْ aw atau
مُعَذِّبُهُمْ muʿadhibuhum mengazab mereka
عَذَابًۭا ʿadhāban azab
شَدِيدًۭا ۖ shadīdan sangat keras
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
مَعْذِرَةً maʿdhiratan alasan
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Ayat 165 - Surah Al-A'raaf: 18 kata

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ بِعَذَابٍۭ بَـِٔيسٍۭ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

فَلَمَّا falammā maka setelah
نَسُوا۟ nasū mereka melupakan
مَا mā apa
ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diperingatkan
بِهِۦٓ bihi dengannya
أَنجَيْنَا anjaynā Kami selamatkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَنْهَوْنَ yanhawna (mereka) melarang
عَنِ ʿani dari
ٱلسُّوٓءِ l-sūi berbuat jahat
وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami timpakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim
بِعَذَابٍۭ biʿadhābin dengan siksaan
بَـِٔيسٍۭ baīsin buruk/keras
بِمَا bimā dengan apa/disebabkan
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik

Ayat 166 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

فَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَـٰسِـِٔينَ

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina.

فَلَمَّا falammā maka setelah
عَتَوْا۟ ʿataw mereka melanggar
عَن ʿan dari/terhadap
مَّا mā apa
نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang
عَنْهُ ʿanhu daripadanya
قُلْنَا qul'nā Kami katakan
لَهُمْ lahum kepada mereka
كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu
قِرَدَةً qiradatan kera
خَـٰسِـِٔينَ khāsiīna yang hina

Ayat 167 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَن يَسُومُهُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ ٱلْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَإِذْ wa-idh dan ketika
تَأَذَّنَ ta-adhana memberitahukan
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
لَيَبْعَثَنَّ layabʿathanna sungguh Dia akan mengirim
عَلَيْهِمْ ʿalayhim ata/kepada mereka
إِلَىٰ ilā sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
مَن man siapa/orang
يَسُومُهُمْ yasūmuhum akan menimpa kepada mereka
سُوٓءَ sūa seburuk-buruk
ٱلْعَذَابِ ۗ l-ʿadhābi azab
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
لَسَرِيعُ lasarīʿu amat cepat
ٱلْعِقَابِ ۖ l-ʿiqābi siksa(Nya)
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya Dia
لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 168 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

وَقَطَّعْنَـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أُمَمًۭا ۖ مِّنْهُمُ ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَـٰهُم بِٱلْحَسَنَـٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

وَقَطَّعْنَـٰهُمْ waqaṭṭaʿnāhum dan Kami membagi-bagi mereka
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
أُمَمًۭا ۖ umaman beberapa golongan
مِّنْهُمُ min'humu diantara mereka
ٱلصَّـٰلِحُونَ l-ṣāliḥūna orang-orang yang saleh
وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka
دُونَ dūna tidaklah
ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian
وَبَلَوْنَـٰهُم wabalawnāhum dan Kami coba mereka
بِٱلْحَسَنَـٰتِ bil-ḥasanāti dengan yang baik-baik
وَٱلسَّيِّـَٔاتِ wal-sayiāti dan yang buruk-buruk
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali

Ayat 169 - Surah Al-A'raaf: 40 kata

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌۭ وَرِثُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَـٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌۭ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَـٰقُ ٱلْكِتَـٰبِ أَن لَّا يَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُوا۟ مَا فِيهِ ۗ وَٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?

فَخَلَفَ fakhalafa maka datang
مِنۢ min dari
بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka
خَلْفٌۭ khalfun pengganti/generasi
وَرِثُوا۟ warithū mereka mewarisi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
يَأْخُذُونَ yakhudhūna mereka mengambil
عَرَضَ ʿaraḍa harta benda dunia
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْأَدْنَىٰ l-adnā yang rendah
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
سَيُغْفَرُ sayugh'faru akan diampuni
لَنَا lanā bagi kami
وَإِن wa-in dan jika
يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka
عَرَضٌۭ ʿaraḍun harta benda (dunia)
مِّثْلُهُۥ mith'luhu sebanyak itu
يَأْخُذُوهُ ۚ yakhudhūhu mereka mengambilnya
أَلَمْ alam bukankah
يُؤْخَذْ yu'khadh diambil
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مِّيثَـٰقُ mīthāqu perjanjian
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab
أَن an bahwa
لَّا lā tidak
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّا illā kecuali
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar
وَدَرَسُوا۟ wadarasū dan mereka mempelajari
مَا mā apa
فِيهِ ۗ fīhi didalamnya
وَٱلدَّارُ wal-dāru dan kampung
ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
يَتَّقُونَ ۗ yattaqūna (mereka) bertakwa
أَفَلَا afalā maka apakah tidak
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 170 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَـٰبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ

Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُمَسِّكُونَ yumassikūna (mereka) berpegang teguh
بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan Kitab
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
إِنَّا innā sesungguhnya kami
لَا lā tidak
نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan
أَجْرَ ajra pahala
ٱلْمُصْلِحِينَ l-muṣ'liḥīna orang-orang yang mengadakan perbaikan

Ayat 171 - Surah Al-A'raaf: 19 kata

۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌۭ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَـٰكُم بِقُوَّةٍۢ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".

۞ وَإِذْ wa-idh dan ketika
نَتَقْنَا nataqnā Kami goncangkan
ٱلْجَبَلَ l-jabala gunung
فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka
كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan
ظُلَّةٌۭ ẓullatun naungan
وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia
وَاقِعٌۢ wāqiʿun jatuh/menimpa
بِهِمْ bihim kepada mereka
خُذُوا۟ khudhū ambillah
مَآ mā apa
ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum telah Kami berikan kepadamu
بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan kuat
وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah
مَا mā apa
فِيهِ fīhi didalamnya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa

Ayat 172 - Surah Al-A'raaf: 26 kata

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

وَإِذْ wa-idh dan ketika
أَخَذَ akhadha mengeluarkan
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
مِنۢ min dari
بَنِىٓ banī anak-anak
ءَادَمَ ādama Adam
مِن min dari
ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka
ذُرِّيَّتَهُمْ dhurriyyatahum keturunan mereka
وَأَشْهَدَهُمْ wa-ashhadahum dan (Allah) mengambil saksi pada mereka
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِهِمْ anfusihim jiwa mereka
أَلَسْتُ alastu bukankah Aku ini
بِرَبِّكُمْ ۖ birabbikum dengan Tuhanmu
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
بَلَىٰ ۛ balā ya betul
شَهِدْنَآ ۛ shahid'nā kami menjadi saksi
أَن an supaya
تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
إِنَّا innā sesungguhnya kami
كُنَّا kunnā adalah kami
عَنْ ʿan dari/tentang
هَـٰذَا hādhā ini
غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai

Ayat 173 - Surah Al-A'raaf: 15 kata

أَوْ تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةًۭ مِّنۢ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلْمُبْطِلُونَ

atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"

أَوْ aw atau
تَقُولُوٓا۟ taqūlū kamu mengatakan
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya
أَشْرَكَ ashraka telah menyekutukan
ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah
ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan
مِّنۢ min dari
بَعْدِهِمْ ۖ baʿdihim sesudahnya
أَفَتُهْلِكُنَا afatuh'likunā apakah Engkau akan membinasakan kami
بِمَا bimā dengan apa
فَعَلَ faʿala perbuatan
ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang sesat

Ayat 174 - Surah Al-A'raaf: 5 kata

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami menjelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu
وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali

Ayat 175 - Surah Al-A'raaf: 13 kata

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَـٰهُ ءَايَـٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka
نَبَأَ naba-a berita
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami telah berikan kepadanya
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
فَٱنسَلَخَ fa-insalakha maka dia melepaskan diri
مِنْهَا min'hā daripadanya (ayat-ayat)
فَأَتْبَعَهُ fa-atbaʿahu maka/lalu mengikutinya
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
فَكَانَ fakāna maka dia adalah
مِنَ mina dari
ٱلْغَاوِينَ l-ghāwīna orang-orang yang sesat

Ayat 176 - Surah Al-A'raaf: 30 kata

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَـٰهُ بِهَا وَلَـٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

وَلَوْ walaw dan kalau
شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki
لَرَفَعْنَـٰهُ larafaʿnāhu niscaya Kami tinggikan
بِهَا bihā dengannya (ayat-ayat)
وَلَـٰكِنَّهُۥٓ walākinnahu tetapi dia
أَخْلَدَ akhlada dia cenderung
إِلَى ilā kepada
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan dia mengikuti
هَوَىٰهُ ۚ hawāhu hawa nafsunya
فَمَثَلُهُۥ famathaluhu maka perumpaannya
كَمَثَلِ kamathali seperti
ٱلْكَلْبِ l-kalbi anjing
إِن in jika
تَحْمِلْ taḥmil kamu menghalau
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
يَلْهَثْ yalhath ia menjulurkan lidahnya
أَوْ aw atau
تَتْرُكْهُ tatruk'hu kamu membiarkannya
يَلْهَث ۚ yalhath ia menjulurkan lidahnya
ذَّٰلِكَ dhālika demikian itu
مَثَلُ mathalu perumpamaan
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا ۚ biāyātinā pada ayat-ayat Kami
فَٱقْصُصِ fa-uq'ṣuṣi maka ceritakanlah
ٱلْقَصَصَ l-qaṣaṣa kisah-kisah
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir

Ayat 177 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

سَآءَ مَثَلًا ٱلْقَوْمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

سَآءَ sāa amat buruk
مَثَلًا mathalan perumpamaan
ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami
وَأَنفُسَهُمْ wa-anfusahum dan diri mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka berbuat dzalim

Ayat 178 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.

مَن man barang siapa
يَهْدِ yahdi memberi petunjuk
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَهُوَ fahuwa maka dia
ٱلْمُهْتَدِى ۖ l-muh'tadī orang yang mendapat petunjuk
وَمَن waman dan barang siapa
يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia menyesatkan
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi

Ayat 179 - Surah Al-A'raaf: 30 kata

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌۭ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌۭ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَـٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
ذَرَأْنَا dharanā Kami sediakan
لِجَهَنَّمَ lijahannama untuk neraka Jahanam
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini Jin
وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia
لَهُمْ lahum bagi mereka
قُلُوبٌۭ qulūbun hati
لَّا lā tidak
يَفْقَهُونَ yafqahūna memahami
بِهَا bihā dengannya(ayat-ayat)
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
أَعْيُنٌۭ aʿyunun mata
لَّا lā tidak
يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna melihat
بِهَا bihā dengannya (tanda-tanda)
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga
لَّا lā tidak
يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mendengar
بِهَآ ۚ bihā dengannya (ayat-ayat)
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
كَٱلْأَنْعَـٰمِ kal-anʿāmi seperti binatang ternak
بَلْ bal bahkan
هُمْ hum mereka
أَضَلُّ ۚ aḍallu lebih sesat
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْغَـٰفِلُونَ l-ghāfilūna orang-orang yang lalai

Ayat 180 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah
ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama
ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā yang baik
فَٱدْعُوهُ fa-id'ʿūhu maka berdoalah kepadaNya
بِهَا ۖ bihā dengannya
وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna (mereka) mengingkari
فِىٓ fī dalam/tentang
أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ asmāihi nama-namaNya
سَيُجْزَوْنَ sayuj'zawna mereka akan diberi balasan
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 181 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

وَمِمَّنْ خَلَقْنَآ أُمَّةٌۭ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.

وَمِمَّنْ wamimman dan diantara orang-orang
خَلَقْنَآ khalaqnā Kami ciptakan
أُمَّةٌۭ ummatun umat
يَهْدُونَ yahdūna mereka memberi petunjuk
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar
وَبِهِۦ wabihi dan dengannya
يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka berbuat keadilan

Ayat 182 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami
سَنَسْتَدْرِجُهُم sanastadrijuhum menarik secara berangsur-angsur
مِّنْ min dari
حَيْثُ ḥaythu arah
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui

Ayat 183 - Surah Al-A'raaf: 5 kata

وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ

Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.

وَأُمْلِى wa-um'lī dan Aku memberi tangguh
لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
كَيْدِى kaydī rencanaKu
مَتِينٌ matīnun amat teguh

Ayat 184 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌۭ مُّبِينٌ

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

أَوَلَمْ awalam apakah tidak
يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ yatafakkarū mereka berfikir
مَا mā apa
بِصَاحِبِهِم biṣāḥibihim teman mereka itu
مِّن min dari
جِنَّةٍ ۚ jinnatin orang gila
إِنْ in tidak lain
هُوَ huwa dia
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan
مُّبِينٌ mubīnun yang nyata

Ayat 185 - Surah Al-A'raaf: 22 kata

أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍۢ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?

أَوَلَمْ awalam tidakkah
يَنظُرُوا۟ yanẓurū mereka memperhatikan
فِى fī di dalam
مَلَكُوتِ malakūti kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَمَا wamā dan apa
خَلَقَ khalaqa menciptakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَأَنْ wa-an dan bahwa
عَسَىٰٓ ʿasā bisa jadi
أَن an bahwa
يَكُونَ yakūna adalah
قَدِ qadi sungguh
ٱقْتَرَبَ iq'taraba telah dekat
أَجَلُهُمْ ۖ ajaluhum waktu mereka
فَبِأَىِّ fabi-ayyi maka yang mana
حَدِيثٍۭ ḥadīthin berita
بَعْدَهُۥ baʿdahu sesudahnya (Al Quran)
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 186 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

مَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِىَ لَهُۥ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

مَن man barang siapa
يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَلَا falā maka tidak
هَادِىَ hādiya orang yang memberi petunjuk
لَهُۥ ۚ lahu kepadanya
وَيَذَرُهُمْ wayadharuhum dan (Allah) membiarkan mereka
فِى fī dalam
طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kesesatan mereka
يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka terombang-ambing

Ayat 187 - Surah Al-A'raaf: 37 kata

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةًۭ ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu
عَنِ ʿani tentang
ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat
أَيَّانَ ayyāna kapan
مُرْسَىٰهَا ۖ mur'sāhā terjadinya
قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَا innamā sesungguhnya
عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku
لَا lā tidak
يُجَلِّيهَا yujallīhā menjelaskannya
لِوَقْتِهَآ liwaqtihā bagi waktunya
إِلَّا illā kecuali
هُوَ ۚ huwa Dia
ثَقُلَتْ thaqulat amat berat
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
لَا lā tidak
تَأْتِيكُمْ tatīkum datang kepadamu
إِلَّا illā melainkan
بَغْتَةًۭ ۗ baghtatan dengan tiba-tiba
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu
كَأَنَّكَ ka-annaka seakan-akan kamu
حَفِىٌّ ḥafiyyun benar-benar mengetahui
عَنْهَا ۖ ʿanhā daripadanya
قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَ akthara kebanyakan
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 188 - Surah Al-A'raaf: 28 kata

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًۭا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌۭ وَبَشِيرٌۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَمْلِكُ amliku aku berkuasa
لِنَفْسِى linafsī bagi diriku
نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan
وَلَا walā dan tidak
ضَرًّا ḍarran kemudlaratan
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَلَوْ walaw dan sekiranya
كُنتُ kuntu adalah aku
أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui
ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib
لَٱسْتَكْثَرْتُ la-is'takthartu tentu aku memperoleh banyak
مِنَ mina dari
ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan
وَمَا wamā dan tidak
مَسَّنِىَ massaniya menimpaku
ٱلسُّوٓءُ ۚ l-sūu keburukan
إِنْ in bahwa
أَنَا۠ anā aku
إِلَّا illā kecuali
نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan
وَبَشِيرٌۭ wabashīrun dan pembawa berita gembira
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 189 - Surah Al-A'raaf: 29 kata

۞ هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًۭا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَـٰلِحًۭا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".

۞ هُوَ huwa Dialah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian
مِّن min dari
نَّفْسٍۢ nafsin diri
وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu
وَجَعَلَ wajaʿala dan dia jadikan
مِنْهَا min'hā daripadanya
زَوْجَهَا zawjahā isterinya
لِيَسْكُنَ liyaskuna agar ia merasa senang
إِلَيْهَا ۖ ilayhā kepadanya
فَلَمَّا falammā maka setelah
تَغَشَّىٰهَا taghashāhā mencampurinya
حَمَلَتْ ḥamalat ia mengandung
حَمْلًا ḥamlan kandungan
خَفِيفًۭا khafīfan yang ringan
فَمَرَّتْ famarrat maka ia terus
بِهِۦ ۖ bihi dengannya
فَلَمَّآ falammā maka setelah
أَثْقَلَت athqalat ia merasa berat
دَّعَوَا daʿawā keduanya berdoa
ٱللَّهَ l-laha Allah
رَبَّهُمَا rabbahumā Tuhan keduanya
لَئِنْ la-in sesungguhnya jika
ءَاتَيْتَنَا ātaytanā Engkau memberi kami
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan anak yang saleh
لَّنَكُونَنَّ lanakūnanna tentu kami termasuk
مِنَ mina dari
ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur

Ayat 190 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَـٰلِحًۭا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

فَلَمَّآ falammā maka setelah
ءَاتَىٰهُمَا ātāhumā (Allah) memberikan kepada keduanya
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan anak saleh
جَعَلَا jaʿalā keduanya menjadikan
لَهُۥ lahu bagiNya
شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu
فِيمَآ fīmā terhadap apa
ءَاتَىٰهُمَا ۚ ātāhumā Dia berikan kepada keduanya
فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَمَّا ʿammā dari apa
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka sekutukan

Ayat 191 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـًۭٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

أَيُشْرِكُونَ ayush'rikūna apakah mereka mempersekutukan
مَا mā apa
لَا lā tidak
يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu
وَهُمْ wahum dan mereka
يُخْلَقُونَ yukh'laqūna mereka diciptakan

Ayat 192 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًۭا وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berha]a itu tidak dapat memberi pertolongan.

وَلَا walā dan tidak
يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat
لَهُمْ lahum kepada mereka
نَصْرًۭا naṣran pertolongan
وَلَآ walā dan tidak
أَنفُسَهُمْ anfusahum mereka sendiri
يَنصُرُونَ yanṣurūna mereka memberi pertolongan

Ayat 193 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنتُمْ صَـٰمِتُونَ

Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu herdiam diri.

وَإِن wa-in dan jika
تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka
إِلَى ilā kepada
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk
لَا lā tidak
يَتَّبِعُوكُمْ ۚ yattabiʿūkum mereka mengikuti kamu
سَوَآءٌ sawāon sama saja
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
أَدَعَوْتُمُوهُمْ adaʿawtumūhum apakah kamu menyeru mereka
أَمْ am atau
أَنتُمْ antum kamu
صَـٰمِتُونَ ṣāmitūna orang-orang yang diam

Ayat 194 - Surah Al-A'raaf: 14 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَٱدْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru mereka
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عِبَادٌ ʿibādun hamba/makhluk
أَمْثَالُكُمْ ۖ amthālukum serupa kamu
فَٱدْعُوهُمْ fa-id'ʿūhum maka serulah merka
فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ falyastajībū supaya mereka memperkenankan
لَكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 195 - Surah Al-A'raaf: 26 kata

أَلَهُمْ أَرْجُلٌۭ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍۢ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌۭ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌۭ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ

Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".

أَلَهُمْ alahum apakah mereka mempunyai
أَرْجُلٌۭ arjulun kaki-kaki
يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan
بِهَآ ۖ bihā dengannya
أَمْ am atau
لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai
أَيْدٍۢ aydin tangan
يَبْطِشُونَ yabṭishūna mereka memegang
بِهَآ ۖ bihā dengannya
أَمْ am atau
لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai
أَعْيُنٌۭ aʿyunun mata
يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat
بِهَآ ۖ bihā dengannya
أَمْ am atau
لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai
ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga
يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar
بِهَا ۗ bihā dengannya
قُلِ quli katakanlah
ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggilah
شُرَكَآءَكُمْ shurakāakum sekutu-sekutumu/berhala-berhalamu
ثُمَّ thumma kemudian
كِيدُونِ kīdūni lakukan tipu daya untukku
فَلَا falā maka jangan
تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat

Ayat 196 - Surah Al-A'raaf: 9 kata

إِنَّ وَلِـِّۧىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَـٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّـٰلِحِينَ

Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.

إِنَّ inna sesungguhnya
وَلِـِّۧىَ waliyyiya pelindungku
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
نَزَّلَ nazzala menurunkan
ٱلْكِتَـٰبَ ۖ l-kitāba Kitab
وَهُوَ wahuwa dan Dia
يَتَوَلَّى yatawallā melindungi
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 197 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah
مِن min dari
دُونِهِۦ dūnihi selain
لَا lā tidak
يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat
نَصْرَكُمْ naṣrakum menolong kamu
وَلَآ walā dan tidak
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
يَنصُرُونَ yanṣurūna mereka menolong

Ayat 198 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا۟ ۖ وَتَرَىٰهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-herhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.

وَإِن wa-in dan jika
تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka
إِلَى ilā kepada/untuk
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk
لَا lā tidak
يَسْمَعُوا۟ ۖ yasmaʿū mereka mendengar
وَتَرَىٰهُمْ watarāhum dn kamu melihat mereka
يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat

Ayat 199 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَـٰهِلِينَ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

خُذِ khudhi ambillah/berilah
ٱلْعَفْوَ l-ʿafwa maaf
وَأْمُرْ wamur dan suruhlah
بِٱلْعُرْفِ bil-ʿur'fi dengan mengerjakan kebaikan
وَأَعْرِضْ wa-aʿriḍ dan berpalinglah
عَنِ ʿani dari
ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh

Ayat 200 - Surah Al-A'raaf: 10 kata

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah

وَإِمَّا wa-immā dan jika
يَنزَغَنَّكَ yanzaghannaka menipu/menggodamu
مِنَ mina dari
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
نَزْغٌۭ nazghun tipuan/godaan
فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah
بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi kepada Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 201 - Surah Al-A'raaf: 12 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَـٰٓئِفٌۭ مِّنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa
إِذَا idhā apabila
مَسَّهُمْ massahum menimpa mereka
طَـٰٓئِفٌۭ ṭāifun was-was
مِّنَ mina dari
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
تَذَكَّرُوا۟ tadhakkarū mereka ingat
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
هُم hum mereka
مُّبْصِرُونَ mub'ṣirūna orang-orang yang sadar kembali

Ayat 202 - Surah Al-A'raaf: 7 kata

وَإِخْوَٰنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِى ٱلْغَىِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

وَإِخْوَٰنُهُمْ wa-ikh'wānuhum dan teman-teman mereka
يَمُدُّونَهُمْ yamuddūnahum membantu mereka (syaitan)
فِى fī dalam
ٱلْغَىِّ l-ghayi menyesatkan
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يُقْصِرُونَ yuq'ṣirūna henti-hentinya mereka

Ayat 203 - Surah Al-A'raaf: 23 kata

وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِم بِـَٔايَةٍۢ قَالُوا۟ لَوْلَا ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ مِن رَّبِّى ۚ هَـٰذَا بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ وَهُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".

وَإِذَا wa-idhā dan jika
لَمْ lam tidak
تَأْتِهِم tatihim kamu membawa kepada mereka
بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَوْلَا lawlā mengapa tidak
ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ ij'tabaytahā kamu pilih/buat sendiri ia(ayat-ayat)
قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti
مَا mā apa
يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
مِن min dari
رَّبِّى ۚ rabbī Tuhanku
هَـٰذَا hādhā ini
بَصَآئِرُ baṣāiru pandangan/bukti nyata
مِن min dari
رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 204 - Surah Al-A'raaf: 8 kata

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

وَإِذَا wa-idhā dan jika
قُرِئَ quri-a dibacakan
ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran
فَٱسْتَمِعُوا۟ fa-is'tamiʿū maka dengarkanlah
لَهُۥ lahu kepadanya
وَأَنصِتُوا۟ wa-anṣitū dan perhatikanlah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat

Ayat 205 - Surah Al-A'raaf: 16 kata

وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًۭا وَخِيفَةًۭ وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

وَٱذْكُر wa-udh'kur dan ingatlah
رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu
فِى fī dalam
نَفْسِكَ nafsika hatimu
تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan merendahkan diri
وَخِيفَةًۭ wakhīfatan dan rasa takut
وَدُونَ wadūna dan tidak
ٱلْجَهْرِ l-jahri keras
مِنَ mina dari
ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan/suara
بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi
وَٱلْـَٔاصَالِ wal-āṣāli dan petang
وَلَا walā dan jangan
تَكُن takun kamu menjadi
مِّنَ mina dari
ٱلْغَـٰفِلِينَ l-ghāfilīna orang-orang yang lalai

Ayat 206 - Surah Al-A'raaf: 11 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيُسَبِّحُونَهُۥ وَلَهُۥ يَسْجُدُونَ ۩

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna malaikat-malaikat yang
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
لَا lā tidak
يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna menyombongkan diri
عَنْ ʿan dari
عِبَادَتِهِۦ ʿibādatihi beribadah kepadaNya
وَيُسَبِّحُونَهُۥ wayusabbiḥūnahu dan mereka mensucikanNya
وَلَهُۥ walahu dan kepadaNya
يَسْجُدُونَ ۩ yasjudūna mereka bersujud

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 31%
Bulan baru dalam 6 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi