Surah At-Tawba kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah At-Tawba kata demi kata

At-Tawba (التوبة) kata demi kata secara utuh: Madaniyah, diwahyukan di Madinah, 129 ayat, 2.498 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 2.498 kata untuk dipelajari, Surah At-Tawba menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 13 menit baca

Ayat 1 - Surah At-Tawba: 9 kata

بَرَآءَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

بَرَآءَةٌۭ barāatun pemutusan perhubungan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦٓ warasūlihi dan RasulNya
إِلَى ilā kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
عَـٰهَدتُّم ʿāhadttum kamu telah mengadakan janji
مِّنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik

Ayat 2 - Surah At-Tawba: 14 kata

فَسِيحُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍۢ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخْزِى ٱلْكَـٰفِرِينَ

Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.

فَسِيحُوا۟ fasīḥū maka berjalanlah kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi (muka) bumi
أَرْبَعَةَ arbaʿata empat
أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu
غَيْرُ ghayru tidak/bukan
مُعْجِزِى muʿ'jizī melemahkan
ٱللَّهِ ۙ l-lahi Allah
وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مُخْزِى mukh'zī menghinakan
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 3 - Surah At-Tawba: 32 kata

وَأَذَٰنٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

وَأَذَٰنٌۭ wa-adhānun dan suatu permakluman
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦٓ warasūlihi dan RasulNya
إِلَى ilā kepada
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْحَجِّ l-ḥaji haji
ٱلْأَكْبَرِ l-akbari besar
أَنَّ anna bahwa sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri
مِّنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan RasulNya
فَإِن fa-in maka jika
تُبْتُمْ tub'tum kamu bertaubat
فَهُوَ fahuwa maka itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَإِن wa-in dan jika
تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling
فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah
أَنَّكُمْ annakum bahwa sesungguhnya kamu
غَيْرُ ghayru tidak/bukan
مُعْجِزِى muʿ'jizī melemahkan
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَبَشِّرِ wabashiri dan beritakanlah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksa/azab
أَلِيمٍ alīmin pedih

Ayat 4 - Surah At-Tawba: 22 kata

إِلَّا ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنقُصُوكُمْ شَيْـًۭٔا وَلَمْ يُظَـٰهِرُوا۟ عَلَيْكُمْ أَحَدًۭا فَأَتِمُّوٓا۟ إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
عَـٰهَدتُّم ʿāhadttum kamu telah mengadakan janji
مِّنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
ثُمَّ thumma kemudian
لَمْ lam tidak
يَنقُصُوكُمْ yanquṣūkum mereka mengurangi kamu
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
وَلَمْ walam dan tidak
يُظَـٰهِرُوا۟ yuẓāhirū mereka membantu
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
أَحَدًۭا aḥadan seseorang
فَأَتِمُّوٓا۟ fa-atimmū maka sempurnakan/penuhilah
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada/terhadap mereka
عَهْدَهُمْ ʿahdahum janji mereka
إِلَىٰ ilā sampai
مُدَّتِهِمْ ۚ muddatihim batas waktu mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 5 - Surah At-Tawba: 26 kata

فَإِذَا ٱنسَلَخَ ٱلْأَشْهُرُ ٱلْحُرُمُ فَٱقْتُلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَٱحْصُرُوهُمْ وَٱقْعُدُوا۟ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۢ ۚ فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّوا۟ سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

فَإِذَا fa-idhā maka apabila
ٱنسَلَخَ insalakha telah habis
ٱلْأَشْهُرُ l-ashhuru bulan-bulan
ٱلْحُرُمُ l-ḥurumu Haram
فَٱقْتُلُوا۟ fa-uq'tulū maka bunuhlah
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
حَيْثُ ḥaythu dimana saja
وَجَدتُّمُوهُمْ wajadttumūhum kamu dapati/jumpai mereka
وَخُذُوهُمْ wakhudhūhum dan tangkaplah mereka
وَٱحْصُرُوهُمْ wa-uḥ'ṣurūhum dan kepunglah mereka
وَٱقْعُدُوا۟ wa-uq'ʿudū dan duduk/intailah
لَهُمْ lahum bagi mereka
كُلَّ kulla tiap-tiap
مَرْصَدٍۢ ۚ marṣadin tempat pengintaian
فَإِن fa-in maka jika
تَابُوا۟ tābū bertaubat
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
فَخَلُّوا۟ fakhallū maka berilah kebebasan
سَبِيلَهُمْ ۚ sabīlahum jalan mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 6 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَإِنْ أَحَدٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْلَمُونَ

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

وَإِنْ wa-in dan jika
أَحَدٌۭ aḥadun seseorang
مِّنَ mina dari
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
ٱسْتَجَارَكَ is'tajāraka minta perlindunganmu
فَأَجِرْهُ fa-ajir'hu maka lindungilah ia
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَسْمَعَ yasmaʿa dia mendengar
كَلَـٰمَ kalāma firman
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
أَبْلِغْهُ abligh'hu sampaikan/antarkan dia
مَأْمَنَهُۥ ۚ mamanahu tempat yang aman baginya
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya
قَوْمٌۭ qawmun kaum
لَّا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui

Ayat 7 - Surah At-Tawba: 23 kata

كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ رَسُولِهِۦٓ إِلَّا ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّمْ عِندَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ فَمَا ٱسْتَقَـٰمُوا۟ لَكُمْ فَٱسْتَقِيمُوا۟ لَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

كَيْفَ kayfa bagaimana
يَكُونُ yakūnu ada/jadi
لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik
عَهْدٌ ʿahdun perjanjian
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَعِندَ waʿinda dan disisi
رَسُولِهِۦٓ rasūlihi RasulNya
إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
عَـٰهَدتُّمْ ʿāhadttum kamu telah mengadakan perjanjian
عِندَ ʿinda disisi
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ ۖ l-ḥarāmi Haram
فَمَا famā maka selama
ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka berlaku lurus
لَكُمْ lakum bagi kalian
فَٱسْتَقِيمُوا۟ fa-is'taqīmū maka berlaku luruslah kamu
لَهُمْ ۚ lahum terhadap mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 8 - Surah At-Tawba: 16 kata

كَيْفَ وَإِن يَظْهَرُوا۟ عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا۟ فِيكُمْ إِلًّۭا وَلَا ذِمَّةًۭ ۚ يُرْضُونَكُم بِأَفْوَٰهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَـٰسِقُونَ

Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

كَيْفَ kayfa bagaimana
وَإِن wa-in dan jika
يَظْهَرُوا۟ yaẓharū mereka menampakkan/mengalahkan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
لَا lā tidak
يَرْقُبُوا۟ yarqubū mereka memelihara
فِيكُمْ fīkum terhadap kamu
إِلًّۭا illan kerabat
وَلَا walā dan tidak
ذِمَّةًۭ ۚ dhimmatan perjanjian
يُرْضُونَكُم yur'ḍūnakum mereka menyenangkan kamu
بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka
وَتَأْبَىٰ watabā dan menolak/enggan
قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka
وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka
فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik

Ayat 9 - Surah At-Tawba: 13 kata

ٱشْتَرَوْا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا فَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

ٱشْتَرَوْا۟ ish'taraw mereka membeli/menukar
بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثَمَنًۭا thamanan harga
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
فَصَدُّوا۟ faṣaddū maka/lalu mereka menghalangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِهِۦٓ ۚ sabīlihi jalanNya
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
سَآءَ sāa amat buruk
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 10 - Surah At-Tawba: 10 kata

لَا يَرْقُبُونَ فِى مُؤْمِنٍ إِلًّۭا وَلَا ذِمَّةًۭ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُعْتَدُونَ

Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

لَا lā tidak
يَرْقُبُونَ yarqubūna mereka memelihara
فِى fī di/terhadap
مُؤْمِنٍ mu'minin orang-orang mukmin
إِلًّۭا illan kerabat
وَلَا walā dan tidak
ذِمَّةًۭ ۚ dhimmatan perjanjian
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُعْتَدُونَ l-muʿ'tadūna orang-orang yang melampaui batas

Ayat 11 - Surah At-Tawba: 13 kata

فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

فَإِن fa-in maka jika
تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتَوُا۟ waātawū dan mereka menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
فَإِخْوَٰنُكُمْ fa-ikh'wānukum maka saudara-saudaramu
فِى fī di dalam
ٱلدِّينِ ۗ l-dīni agama
وَنُفَصِّلُ wanufaṣṣilu dan Kami jelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu
لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 12 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَإِن نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَـٰنَهُم مِّنۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا۟ فِى دِينِكُمْ فَقَـٰتِلُوٓا۟ أَئِمَّةَ ٱلْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَآ أَيْمَـٰنَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ

Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.

وَإِن wa-in dan jika
نَّكَثُوٓا۟ nakathū mereka merusak
أَيْمَـٰنَهُم aymānahum sumpah/janji mereka
مِّنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
عَهْدِهِمْ ʿahdihim janji mereka
وَطَعَنُوا۟ waṭaʿanū dan mereka mencerca
فِى fī didalam
دِينِكُمْ dīnikum agamamu
فَقَـٰتِلُوٓا۟ faqātilū maka perangilah
أَئِمَّةَ a-immata pemimpin-pemimpin
ٱلْكُفْرِ ۙ l-kuf'ri kafir
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
لَآ lā tidak ada
أَيْمَـٰنَ aymāna sumpah
لَهُمْ lahum bagi mereka
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَنتَهُونَ yantahūna mereka berhenti

Ayat 13 - Surah At-Tawba: 20 kata

أَلَا تُقَـٰتِلُونَ قَوْمًۭا نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَـٰنَهُمْ وَهَمُّوا۟ بِإِخْرَاجِ ٱلرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

أَلَا alā mengapa tidak
تُقَـٰتِلُونَ tuqātilūna kamu memerangi
قَوْمًۭا qawman kaum
نَّكَثُوٓا۟ nakathū mereka merusak
أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah/janji mereka
وَهَمُّوا۟ wahammū dan mereka ingin sekali
بِإِخْرَاجِ bi-ikh'rāji dengan mengusir
ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul
وَهُم wahum dan mereka
بَدَءُوكُمْ badaūkum memulai (memerangi) kamu
أَوَّلَ awwala pertama
مَرَّةٍ ۚ marratin kali
أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ atakhshawnahum apakah kamu takut kepada mereka
فَٱللَّهُ fal-lahu maka/padahal Allah
أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak
أَن an bahwa
تَخْشَوْهُ takhshawhu kamu takutiNya
إِن in jika
كُنتُم kuntum kalian adalah
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 14 - Surah At-Tawba: 11 kata

قَـٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍۢ مُّؤْمِنِينَ

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

قَـٰتِلُوهُمْ qātilūhum perangilah mereka
يُعَذِّبْهُمُ yuʿadhib'humu akan mengazab mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِأَيْدِيكُمْ bi-aydīkum dengan tangan-tanganmu
وَيُخْزِهِمْ wayukh'zihim dan Dia akan menghinakan mereka
وَيَنصُرْكُمْ wayanṣur'kum dan Dia akan menolong kamu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَيَشْفِ wayashfi dan Dia akan mengobati/melegakan
صُدُورَ ṣudūra dada/hati
قَوْمٍۢ qawmin kaum
مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 15 - Surah At-Tawba: 11 kata

وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَيُذْهِبْ wayudh'hib dan Dia menghilangkan
غَيْظَ ghayẓa kemarahan/panas
قُلُوبِهِمْ ۗ qulūbihim hati mereka
وَيَتُوبُ wayatūbu dan menerima taubat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
مَن man orang
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 16 - Surah At-Tawba: 24 kata

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا۟ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةًۭ ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

أَمْ am apakah
حَسِبْتُمْ ḥasib'tum kamu menyangka
أَن an bahwa
تُتْرَكُوا۟ tut'rakū kamu akan dibiarkan
وَلَمَّا walammā dan/sedang belum
يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
جَـٰهَدُوا۟ jāhadū (mereka) berjihad
مِنكُمْ minkum diantara kamu
وَلَمْ walam dan tidak
يَتَّخِذُوا۟ yattakhidhū mereka mengambil
مِن min dari
دُونِ dūni sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan tidak
رَسُولِهِۦ rasūlihi RasulNya
وَلَا walā dan tidak
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
وَلِيجَةًۭ ۚ walījatan teman yang setia
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 17 - Surah At-Tawba: 18 kata

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا۟ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ شَـٰهِدِينَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِم بِٱلْكُفْرِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ وَفِى ٱلنَّارِ هُمْ خَـٰلِدُونَ

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

مَا mā tidak
كَانَ kāna ada/patut
لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik
أَن an bahwa
يَعْمُرُوا۟ yaʿmurū mereka memakmurkan
مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid
ٱللَّهِ l-lahi Allah
شَـٰهِدِينَ shāhidīna mereka mengakui
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَنفُسِهِم anfusihim diri mereka sendiri
بِٱلْكُفْرِ ۚ bil-kuf'ri dengan kafir
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia
أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum pekerjaan/amal mereka
وَفِى wafī dan didalam
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
هُمْ hum mereka
خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal

Ayat 18 - Surah At-Tawba: 23 kata

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَعْمُرُ yaʿmuru memakmurkan
مَسَـٰجِدَ masājida masjid-masjid
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مَنْ man orang
ءَامَنَ āmana beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَأَقَامَ wa-aqāma dan mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَءَاتَى waātā dan menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَلَمْ walam dan tidak
يَخْشَ yakhsha takut
إِلَّا illā kecuali
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mudah-mudahan
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
أَن an bahwa
يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah
مِنَ mina dari
ٱلْمُهْتَدِينَ l-muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayat 19 - Surah At-Tawba: 24 kata

۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ وَعِمَارَةَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَجَـٰهَدَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

۞ أَجَعَلْتُمْ ajaʿaltum apakah kamu menjadikan
سِقَايَةَ siqāyata pemberi minum
ٱلْحَآجِّ l-ḥāji orang-orang yang mengerjakan haji
وَعِمَارَةَ waʿimārata dan pengurus
ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil
ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram
كَمَنْ kaman seperti orang
ءَامَنَ āmana beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَجَـٰهَدَ wajāhada dan berjihad
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
لَا lā tidak
يَسْتَوُۥنَ yastawūna tidak sama
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 20 - Surah At-Tawba: 16 kata

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah
وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta benda mereka
وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka
أَعْظَمُ aʿẓamu lebih besar/tinggi
دَرَجَةً darajatan derajat
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang beruntung

Ayat 21 - Surah At-Tawba: 10 kata

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍۢ مِّنْهُ وَرِضْوَٰنٍۢ وَجَنَّـٰتٍۢ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌۭ مُّقِيمٌ

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,

يُبَشِّرُهُمْ yubashiruhum menggembirakan mereka
رَبُّهُم rabbuhum Tuhan mereka
بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat
مِّنْهُ min'hu daripadaNya
وَرِضْوَٰنٍۢ wariḍ'wānin dan keridhaan
وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan surga
لَّهُمْ lahum bagi mereka
فِيهَا fīhā didalamnya
نَعِيمٌۭ naʿīmun kesenangan
مُّقِيمٌ muqīmun yang kekal

Ayat 22 - Surah At-Tawba: 8 kata

خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌۭ

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَآ fīhā didalamnya
أَبَدًا ۚ abadan selama-lamanya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عِندَهُۥٓ ʿindahu disisiNya
أَجْرٌ ajrun pahala
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar

Ayat 23 - Surah At-Tawba: 19 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَابَآءَكُمْ وَإِخْوَٰنَكُمْ أَوْلِيَآءَ إِنِ ٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْكُفْرَ عَلَى ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
لَا lā jangan
تَتَّخِذُوٓا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan
ءَابَآءَكُمْ ābāakum bapak-bapakmu
وَإِخْوَٰنَكُمْ wa-ikh'wānakum dan saudara-saudaramu
أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin
إِنِ ini jika
ٱسْتَحَبُّوا۟ is'taḥabbū mereka menginginkan/menyukai
ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran
عَلَى ʿalā atas
ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ l-īmāni keimanan
وَمَن waman dan siapa
يَتَوَلَّهُم yatawallahum menjadikan mereka pemimpin
مِّنكُمْ minkum diantara kamu
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Ayat 24 - Surah At-Tawba: 33 kata

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

قُلْ qul katakanlah
إِن in jika
كَانَ kāna ada
ءَابَآؤُكُمْ ābāukum bapak-bapakmu
وَأَبْنَآؤُكُمْ wa-abnāukum dan anak-anakmu
وَإِخْوَٰنُكُمْ wa-ikh'wānukum dan saudara-saudaramu
وَأَزْوَٰجُكُمْ wa-azwājukum dan isteri-isterimu
وَعَشِيرَتُكُمْ waʿashīratukum dan kaum keluargamu
وَأَمْوَٰلٌ wa-amwālun dan harta kekayaan
ٱقْتَرَفْتُمُوهَا iq'taraftumūhā kamu usahakannya
وَتِجَـٰرَةٌۭ watijāratun dan perniagaan
تَخْشَوْنَ takhshawna kamu takut/khawatir
كَسَادَهَا kasādahā kerugiannya
وَمَسَـٰكِنُ wamasākinu dan rumah-rumah tempat tinggal
تَرْضَوْنَهَآ tarḍawnahā kamu senanginya
أَحَبَّ aḥabba lebih mencintai
إِلَيْكُم ilaykum kepadamu
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya
وَجِهَادٍۢ wajihādin dan berjihad
فِى fī pada
سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalanNya
فَتَرَبَّصُوا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَأْتِىَ yatiya mendatangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِأَمْرِهِۦ ۗ bi-amrihi keputusanNya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 25 - Surah At-Tawba: 23 kata

لَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ فِى مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍۢ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْـًۭٔا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.

لَقَدْ laqad sesungguhnya
نَصَرَكُمُ naṣarakumu telah menolong kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِى fī di
مَوَاطِنَ mawāṭina medan perang
كَثِيرَةٍۢ ۙ kathīratin banyak
وَيَوْمَ wayawma dan hari
حُنَيْنٍ ۙ ḥunaynin (peperangan) Hunain
إِذْ idh ketika
أَعْجَبَتْكُمْ aʿjabatkum menakjubkan kamu
كَثْرَتُكُمْ kathratukum banyaknya kamu
فَلَمْ falam maka tidak
تُغْنِ tugh'ni mencukupi/memberi manfaat
عَنكُمْ ʿankum dari kalian
شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun
وَضَاقَتْ waḍāqat dan terasa sempit
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi
بِمَا bimā dengan apa
رَحُبَتْ raḥubat yang luas
ثُمَّ thumma kemudian
وَلَّيْتُم wallaytum kamu berpaling
مُّدْبِرِينَ mud'birīna orang-orang yang lari ke belakang

Ayat 26 - Surah At-Tawba: 18 kata

ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًۭا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

ثُمَّ thumma kemudian
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenanganNya
عَلَىٰ ʿalā atas
رَسُولِهِۦ rasūlihi RasulNya
وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman
وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan
جُنُودًۭا junūdan bala tentara
لَّمْ lam tidak
تَرَوْهَا tarawhā kamu melihatnya
وَعَذَّبَ waʿadhaba dan Dia mengazab
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar
وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu
جَزَآءُ jazāu pembalasan
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir

Ayat 27 - Surah At-Tawba: 12 kata

ثُمَّ يَتُوبُ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ثُمَّ thumma kemudian
يَتُوبُ yatūbu menerima taubat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu
عَلَىٰ ʿalā atas/dari
مَن man orang
يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 28 - Surah At-Tawba: 27 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌۭ فَلَا يَقْرَبُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَـٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةًۭ فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik
نَجَسٌۭ najasun najis
فَلَا falā maka janganlah
يَقْرَبُوا۟ yaqrabū mereka mendekati
ٱلْمَسْجِدَ l-masjida Masjidil
ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma Haram
بَعْدَ baʿda sesudah
عَامِهِمْ ʿāmihim tahun mereka
هَـٰذَا ۚ hādhā ini
وَإِنْ wa-in dan jika
خِفْتُمْ khif'tum kamu takut/khawatir
عَيْلَةًۭ ʿaylatan menjadi miskin
فَسَوْفَ fasawfa maka nanti
يُغْنِيكُمُ yugh'nīkumu memberi kekayaan kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦٓ faḍlihi karunianya
إِن in jika
شَآءَ ۚ shāa Dia menghendaki
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 29 - Surah At-Tawba: 29 kata

قَـٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَـٰغِرُونَ

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

قَـٰتِلُوا۟ qātilū perangilah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَلَا walā dan tidak
بِٱلْيَوْمِ bil-yawmi dengan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَلَا walā dan tidak
يُحَرِّمُونَ yuḥarrimūna mereka mengharamkan
مَا mā apa
حَرَّمَ ḥarrama telah diharamkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya
وَلَا walā dan tidak
يَدِينُونَ yadīnūna mereka beragama
دِينَ dīna agama
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar/hak
مِنَ mina dari
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُعْطُوا۟ yuʿ'ṭū mereka memberi/membayar
ٱلْجِزْيَةَ l-jiz'yata upeti
عَن ʿan dari
يَدٍۢ yadin tangan/dengan patuh
وَهُمْ wahum dan mereka
صَـٰغِرُونَ ṣāghirūna orang-orang yang kecil/tunduk

Ayat 30 - Surah At-Tawba: 23 kata

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ يُضَـٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?

وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi
عُزَيْرٌ ʿuzayrun Uzair
ٱبْنُ ub'nu putera
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱلنَّصَـٰرَى l-naṣārā orang-orang Nasrani
ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih
ٱبْنُ ub'nu putera
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
قَوْلُهُم qawluhum ucapan mereka
بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ bi-afwāhihim dengan mulut mereka
يُضَـٰهِـُٔونَ yuḍāhiūna mereka meniru
قَوْلَ qawla perkataan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِن min dari
قَبْلُ ۚ qablu sebelum
قَـٰتَلَهُمُ qātalahumu membunuh/membinasakan mereka
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
أَنَّىٰ annā bagaimana
يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan

Ayat 31 - Surah At-Tawba: 23 kata

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَـٰنَهُمْ أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًۭا ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan
أَحْبَارَهُمْ aḥbārahum ulama-ulama mereka
وَرُهْبَـٰنَهُمْ waruh'bānahum dan rahib-rahib mereka
أَرْبَابًۭا arbāban sebagai Tuhan
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱلْمَسِيحَ wal-masīḥa dan Al Masih
ٱبْنَ ib'na putera
مَرْيَمَ maryama Maryam
وَمَآ wamā dan tidak
أُمِرُوٓا۟ umirū (mereka) diperintahkan
إِلَّا illā melainkan
لِيَعْبُدُوٓا۟ liyaʿbudū untuk mereka menyembah
إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan
وَٰحِدًۭا ۖ wāḥidan yang Esa
لَّآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha tuhan
إِلَّا illā selain
هُوَ ۚ huwa Dia
سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia
عَمَّا ʿammā dari apa
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Ayat 32 - Surah At-Tawba: 15 kata

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَـٰفِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

يُرِيدُونَ yurīdūna mereka berkehendak
أَن an bahwa/untuk
يُطْفِـُٔوا۟ yuṭ'fiū memadamkan
نُورَ nūra cahaya
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka
وَيَأْبَى wayabā dan enggan/tidak menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَّآ illā selain
أَن an bahwa
يُتِمَّ yutimma menyempurnakan
نُورَهُۥ nūrahu cahayaNya
وَلَوْ walaw walaupun
كَرِهَ kariha tidak menyukai
ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir

Ayat 33 - Surah At-Tawba: 14 kata

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

هُوَ huwa Dia
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَرْسَلَ arsala mengutus
رَسُولَهُۥ rasūlahu RasulNya
بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk
وَدِينِ wadīni dan agama
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar
لِيُظْهِرَهُۥ liyuẓ'hirahu untuk memenangkannya
عَلَى ʿalā atas
ٱلدِّينِ l-dīni agama
كُلِّهِۦ kullihi seluruhnya
وَلَوْ walaw walaupun
كَرِهَ kariha tidak menyukai
ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik

Ayat 34 - Surah At-Tawba: 28 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَـٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍۢ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِنَّ inna sesungguhnya
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan/sebagian besar
مِّنَ mina dari
ٱلْأَحْبَارِ l-aḥbāri ulama-ulama (Yahudi)
وَٱلرُّهْبَانِ wal-ruh'bāni dan rahib-rahib
لَيَأْكُلُونَ layakulūna sungguh mereka memakan
أَمْوَٰلَ amwāla harta
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan batil
وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi
عَن ʿan dari
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يَكْنِزُونَ yaknizūna (mereka) menyembunyikan
ٱلذَّهَبَ l-dhahaba emas
وَٱلْفِضَّةَ wal-fiḍata dan perak
وَلَا walā dan tidak
يُنفِقُونَهَا yunfiqūnahā mereka menafkahkannya
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَبَشِّرْهُم fabashir'hum maka beritakan kepada mereka
بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan siksaan
أَلِيمٍۢ alīmin yang pedih

Ayat 35 - Surah At-Tawba: 19 kata

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَـٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".

يَوْمَ yawma pada hari
يُحْمَىٰ yuḥ'mā dipanaskan
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
فِى fī didalam
نَارِ nāri neraka
جَهَنَّمَ jahannama jahanam
فَتُكْوَىٰ fatuk'wā maka/lalu dibakarlah
بِهَا bihā dengannya
جِبَاهُهُمْ jibāhuhum dahi mereka
وَجُنُوبُهُمْ wajunūbuhum dan lambung mereka
وَظُهُورُهُمْ ۖ waẓuhūruhum dan punggung mereka
هَـٰذَا hādhā inilah
مَا mā apa
كَنَزْتُمْ kanaztum kamu simpan
لِأَنفُسِكُمْ li-anfusikum untuk dirimu
فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah
مَا mā apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَكْنِزُونَ taknizūna kamu simpan

Ayat 36 - Surah At-Tawba: 36 kata

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

إِنَّ inna sesungguhnya
عِدَّةَ ʿiddata bilangan
ٱلشُّهُورِ l-shuhūri bulan
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱثْنَا ith'nā dua
عَشَرَ ʿashara belas
شَهْرًۭا shahran bulan
فِى fī didalam
كِتَـٰبِ kitābi ketetapan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَوْمَ yawma pada hari
خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
مِنْهَآ min'hā diantaranya
أَرْبَعَةٌ arbaʿatun empat
حُرُمٌۭ ۚ ḥurumun yang dihormati
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
ٱلدِّينُ l-dīnu agama
ٱلْقَيِّمُ ۚ l-qayimu yang lurus
فَلَا falā maka jangan
تَظْلِمُوا۟ taẓlimū kamu menganiaya
فِيهِنَّ fīhinna didalamnya
أَنفُسَكُمْ ۚ anfusakum diri kalian sendiri
وَقَـٰتِلُوا۟ waqātilū dan perangilah
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
كَآفَّةًۭ kāffatan semuanya
كَمَا kamā sebagaimana
يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu
كَآفَّةًۭ ۚ kāffatan semuanya
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna bahwa sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَعَ maʿa beserta
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 37 - Surah At-Tawba: 31 kata

إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌۭ فِى ٱلْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُحِلُّونَهُۥ عَامًۭا وَيُحَرِّمُونَهُۥ عَامًۭا لِّيُوَاطِـُٔوا۟ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّوا۟ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوٓءُ أَعْمَـٰلِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلنَّسِىٓءُ l-nasīu mengundur-undurkan
زِيَادَةٌۭ ziyādatun menambah
فِى fī dalam
ٱلْكُفْرِ ۖ l-kuf'ri kekafiran
يُضَلُّ yuḍallu disesatkan
بِهِ bihi dengannya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
يُحِلُّونَهُۥ yuḥillūnahu mereka menghalalkannya
عَامًۭا ʿāman suatu tahun
وَيُحَرِّمُونَهُۥ wayuḥarrimūnahu dan mereka mengharamkannya
عَامًۭا ʿāman tahun yang lain
لِّيُوَاطِـُٔوا۟ liyuwāṭiū agar mereka menyesuaikan
عِدَّةَ ʿiddata bilangan
مَا mā apa
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَيُحِلُّوا۟ fayuḥillū maka mereka menghalalkan
مَا mā apa
حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
زُيِّنَ zuyyina dihiasi
لَهُمْ lahum bagi mereka
سُوٓءُ sūu seburuk-buruk
أَعْمَـٰلِهِمْ ۗ aʿmālihim perbuatan mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir

Ayat 38 - Surah At-Tawba: 28 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَا mā mengapa
لَكُمْ lakum bagi kalian
إِذَا idhā jika
قِيلَ qīla dikatakan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱنفِرُوا۟ infirū berangkatlah
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱثَّاقَلْتُمْ ithāqaltum apakah kamu merasa berat
إِلَى ilā kepada
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
أَرَضِيتُم araḍītum apakah kamu telah puas
بِٱلْحَيَوٰةِ bil-ḥayati dengan kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
مِنَ mina daripada
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat
فَمَا famā maka tidaklah
مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
فِى fī dalam
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
قَلِيلٌ qalīlun sedikit

Ayat 39 - Surah At-Tawba: 16 kata

إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًۭٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

إِلَّا illā jika tidak
تَنفِرُوا۟ tanfirū kamu berangkat
يُعَذِّبْكُمْ yuʿadhib'kum Dia menyiksamu
عَذَابًا ʿadhāban siksaan
أَلِيمًۭا alīman pedih
وَيَسْتَبْدِلْ wayastabdil dan Dia menggantikan
قَوْمًا qawman kaum
غَيْرَكُمْ ghayrakum selain kamu
وَلَا walā dan tidak
تَضُرُّوهُ taḍurrūhu kamu memberi mudharat kepadaNya
شَيْـًۭٔا ۗ shayan sedikitpun
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 40 - Surah At-Tawba: 43 kata

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍۢ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِلَّا illā jika tidak
تَنصُرُوهُ tanṣurūhu kamu menolongnya
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
نَصَرَهُ naṣarahu telah menolongnya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِذْ idh ketika
أَخْرَجَهُ akhrajahu mengusirnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
ثَانِىَ thāniya orang kedua
ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua orang
إِذْ idh ketika
هُمَا humā keduanya
فِى fī didalam
ٱلْغَارِ l-ghāri gua
إِذْ idh ketika
يَقُولُ yaqūlu dia berkata
لِصَـٰحِبِهِۦ liṣāḥibihi kepada temannya
لَا lā jangan
تَحْزَنْ taḥzan kamu berduka cita
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَعَنَا ۖ maʿanā beserta kita
فَأَنزَلَ fa-anzala maka menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
سَكِينَتَهُۥ sakīnatahu ketenanganNya
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya
وَأَيَّدَهُۥ wa-ayyadahu dan Dia membantunya
بِجُنُودٍۢ bijunūdin dengan bala tentara
لَّمْ lam tidak
تَرَوْهَا tarawhā kamu melihatnya
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan
كَلِمَةَ kalimata kalimat/seruan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
ٱلسُّفْلَىٰ ۗ l-suf'lā rendah
وَكَلِمَةُ wakalimatu dan kalimat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هِىَ hiya itulah
ٱلْعُلْيَا ۗ l-ʿul'yā tinggi
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 41 - Surah At-Tawba: 15 kata

ٱنفِرُوا۟ خِفَافًۭا وَثِقَالًۭا وَجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

ٱنفِرُوا۟ infirū berangkatlah kamu
خِفَافًۭا khifāfan dalam keadaan ringan
وَثِقَالًۭا wathiqālan dan berat
وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah
بِأَمْوَٰلِكُمْ bi-amwālikum dengan hartamu
وَأَنفُسِكُمْ wa-anfusikum dan jiwamu
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui

Ayat 42 - Surah At-Tawba: 23 kata

لَوْ كَانَ عَرَضًۭا قَرِيبًۭا وَسَفَرًۭا قَاصِدًۭا لَّٱتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِنۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ ٱلشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَوِ ٱسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu". Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

لَوْ law kalau
كَانَ kāna ada
عَرَضًۭا ʿaraḍan harta/keuntungan
قَرِيبًۭا qarīban dekat/mudah diperoleh
وَسَفَرًۭا wasafaran dan perjalanan
قَاصِدًۭا qāṣidan sedang/tak berapa jauh
لَّٱتَّبَعُوكَ la-ittabaʿūka tentu mereka mengikutimu
وَلَـٰكِنۢ walākin dan tetapi
بَعُدَتْ baʿudat jauh
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلشُّقَّةُ ۚ l-shuqatu jarak perjalanan yang dituju
وَسَيَحْلِفُونَ wasayaḥlifūna dan mereka akan bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
لَوِ lawi kalau
ٱسْتَطَعْنَا is'taṭaʿnā kami sanggup
لَخَرَجْنَا lakharajnā tentu kami keluar/berangkat
مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu
يُهْلِكُونَ yuh'likūna mereka membinasakan
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
إِنَّهُمْ innahum bahwasanya mereka
لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh orang-orang yang dusta

Ayat 43 - Surah At-Tawba: 13 kata

عَفَا ٱللَّهُ عَنكَ لِمَ أَذِنتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَتَعْلَمَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?

عَفَا ʿafā memaafkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَنكَ ʿanka padamu
لِمَ lima mengapa
أَذِنتَ adhinta memberi izin
لَهُمْ lahum kepada kamu
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَتَبَيَّنَ yatabayyana menjadi jelas
لَكَ laka bagimu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
صَدَقُوا۟ ṣadaqū (mereka) benar
وَتَعْلَمَ wataʿlama dan kamu mengetahui
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 44 - Surah At-Tawba: 14 kata

لَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

لَا lā tidak
يَسْتَـْٔذِنُكَ yastadhinuka minta izin kepadamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
أَن an bahwa/untuk
يُجَـٰهِدُوا۟ yujāhidū mereka berjihad
بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka
وَأَنفُسِهِمْ ۗ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِٱلْمُتَّقِينَ bil-mutaqīna terhadap orang-orang yang bertakwa

Ayat 45 - Surah At-Tawba: 14 kata

إِنَّمَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَٱرْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِى رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَسْتَـْٔذِنُكَ yastadhinuka akan meminta kepadamu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat
وَٱرْتَابَتْ wa-ir'tābat dan ragu-ragu
قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
فِى fī didalam
رَيْبِهِمْ raybihim keragu-raguan mereka
يَتَرَدَّدُونَ yataraddadūna mereka bimbang

Ayat 46 - Surah At-Tawba: 15 kata

۞ وَلَوْ أَرَادُوا۟ ٱلْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا۟ لَهُۥ عُدَّةًۭ وَلَـٰكِن كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ ٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْقَـٰعِدِينَ

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".

۞ وَلَوْ walaw dan kalau
أَرَادُوا۟ arādū mereka hendak
ٱلْخُرُوجَ l-khurūja keluar/berangkat
لَأَعَدُّوا۟ la-aʿaddū tentu mereka menyiapkan
لَهُۥ lahu baginya
عُدَّةًۭ ʿuddatan persiapan
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
كَرِهَ kariha tidak menyukai
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱنۢبِعَاثَهُمْ inbiʿāthahum keberangkatan mereka
فَثَبَّطَهُمْ fathabbaṭahum maka/karena itu Dia menahan mereka
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan
ٱقْعُدُوا۟ uq'ʿudū duduklah/tinggallah kamu
مَعَ maʿa bersama
ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang tinggal/duduk

Ayat 47 - Surah At-Tawba: 17 kata

لَوْ خَرَجُوا۟ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًۭا وَلَأَوْضَعُوا۟ خِلَـٰلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ ٱلْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّـٰعُونَ لَهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

لَوْ law kalau
خَرَجُوا۟ kharajū mereka keluar/berangkat
فِيكُم fīkum bersama-sama kamu
مَّا mā tidaklah
زَادُوكُمْ zādūkum mereka menambah kamu
إِلَّا illā kecuali/selain
خَبَالًۭا khabālan kerusakan
وَلَأَوْضَعُوا۟ wala-awḍaʿū dan tentu mereka bergegas maju
خِلَـٰلَكُمْ khilālakum sela-selamu
يَبْغُونَكُمُ yabghūnakumu mereka menghendaki kamu
ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata fitnah/kekacauan
وَفِيكُمْ wafīkum dan/sedang diantara kamu
سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan
لَهُمْ ۗ lahum pada mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim

Ayat 48 - Surah At-Tawba: 16 kata

لَقَدِ ٱبْتَغَوُا۟ ٱلْفِتْنَةَ مِن قَبْلُ وَقَلَّبُوا۟ لَكَ ٱلْأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَهُمْ كَـٰرِهُونَ

Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

لَقَدِ laqadi sesungguhnya
ٱبْتَغَوُا۟ ib'taghawū mereka telah mencari-cari
ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata fitnah/kekacauan
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَقَلَّبُوا۟ waqallabū mereka memutar balikkan
لَكَ laka untukmu
ٱلْأُمُورَ l-umūra urusan
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
جَآءَ jāa datanglah
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran
وَظَهَرَ waẓahara dan menanglah
أَمْرُ amru urusan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَهُمْ wahum dan mereka
كَـٰرِهُونَ kārihūna orang-orang yang tidak menyukai

Ayat 49 - Surah At-Tawba: 15 kata

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ ۚ أَلَا فِى ٱلْفِتْنَةِ سَقَطُوا۟ ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ

Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah". Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّن man orang
يَقُولُ yaqūlu ia berkata
ٱئْذَن i'dhan izinkanlah
لِّى lī untukku
وَلَا walā dan janganlah
تَفْتِنِّىٓ ۚ taftinnī kamu membuat fitnah kepadaku
أَلَا alā ingatlah/ketahuilah
فِى fī dalam
ٱلْفِتْنَةِ l-fit'nati fitnah
سَقَطُوا۟ ۗ saqaṭū mereka terjerumus
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam
لَمُحِيطَةٌۢ lamuḥīṭatun sungguh meliputi
بِٱلْكَـٰفِرِينَ bil-kāfirīna dengan orang-orang kafir

Ayat 50 - Surah At-Tawba: 16 kata

إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌۭ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِن تُصِبْكَ مُصِيبَةٌۭ يَقُولُوا۟ قَدْ أَخَذْنَآ أَمْرَنَا مِن قَبْلُ وَيَتَوَلَّوا۟ وَّهُمْ فَرِحُونَ

Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

إِن in bahwa
تُصِبْكَ tuṣib'ka menimpamu/kamu mendapat
حَسَنَةٌۭ ḥasanatun suatu kebaikan
تَسُؤْهُمْ ۖ tasu'hum menjadikan mereka tidak senang
وَإِن wa-in dan jika
تُصِبْكَ tuṣib'ka menimpamu/kamu mendapat
مُصِيبَةٌۭ muṣībatun suatu bencana/musibah
يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata
قَدْ qad sesungguhnya
أَخَذْنَآ akhadhnā kami telah mengambil
أَمْرَنَا amranā urusan/keputusan kami
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum
وَيَتَوَلَّوا۟ wayatawallaw dan mereka berpaling
وَّهُمْ wahum dan mereka
فَرِحُونَ fariḥūna orang-orang yang gembira

Ayat 51 - Surah At-Tawba: 14 kata

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".

قُل qul katakanlah
لَّن lan tidak akan
يُصِيبَنَآ yuṣībanā menimpa kami
إِلَّا illā melainkan
مَا mā apa
كَتَبَ kataba telah menetapkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَنَا lanā bagi kami
هُوَ huwa Dia
مَوْلَىٰنَا ۚ mawlānā pelindung kami
وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali maka/hendaklah bertawakkal
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman

Ayat 52 - Surah At-Tawba: 22 kata

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحْدَى ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ ٱللَّهُ بِعَذَابٍۢ مِّنْ عِندِهِۦٓ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ

Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".

قُلْ qul katakanlah
هَلْ hal apakah
تَرَبَّصُونَ tarabbaṣūna kamu tunggu-tunggu
بِنَآ binā bagi kami
إِلَّآ illā kecuali
إِحْدَى iḥ'dā salah satu
ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ l-ḥus'nayayni dua kebaikan
وَنَحْنُ wanaḥnu dan/sedang kami
نَتَرَبَّصُ natarabbaṣu kami menunggu-nunggu
بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian
أَن an bahwa
يُصِيبَكُمُ yuṣībakumu menimpa kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
بِعَذَابٍۢ biʿadhābin dengan azab
مِّنْ min dari
عِندِهِۦٓ ʿindihi sisiNya
أَوْ aw atau
بِأَيْدِينَا ۖ bi-aydīnā dengan tangan kami
فَتَرَبَّصُوٓا۟ fatarabbaṣū maka tunggulah
إِنَّا innā sesungguhnya kami
مَعَكُم maʿakum bersama kamu
مُّتَرَبِّصُونَ mutarabbiṣūna orang-orang yang menunggu-nunggu

Ayat 53 - Surah At-Tawba: 12 kata

قُلْ أَنفِقُوا۟ طَوْعًا أَوْ كَرْهًۭا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًۭا فَـٰسِقِينَ

Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.

قُلْ qul katakanlah
أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkanlah
طَوْعًا ṭawʿan dengan sukarela
أَوْ aw atau
كَرْهًۭا karhan dengan terpaksa
لَّن lan tidak
يُتَقَبَّلَ yutaqabbala akan diterima ia
مِنكُمْ ۖ minkum dari kamu
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
قَوْمًۭا qawman kaum
فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 54 - Surah At-Tawba: 22 kata

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَـٰتُهُمْ إِلَّآ أَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ وَلَا يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَـٰرِهُونَ

Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

وَمَا wamā dan tidak ada
مَنَعَهُمْ manaʿahum menghalangi mereka
أَن an bahwa
تُقْبَلَ tuq'bala diterima
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
نَفَقَـٰتُهُمْ nafaqātuhum nafkah mereka
إِلَّآ illā kecuali
أَنَّهُمْ annahum sesungguhnya mereka
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَبِرَسُولِهِۦ wabirasūlihi dan RasulNya
وَلَا walā dan tidak
يَأْتُونَ yatūna mereka datang/mengerjakan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
إِلَّا illā melainkan
وَهُمْ wahum dan mereka
كُسَالَىٰ kusālā malas
وَلَا walā dan tidak
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
إِلَّا illā melainkan
وَهُمْ wahum dan mereka
كَـٰرِهُونَ kārihūna orang-orang yang terpaksa

Ayat 55 - Surah At-Tawba: 17 kata

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

فَلَا falā maka janganlah
تُعْجِبْكَ tuʿ'jib'ka menarik hatimu
أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka
وَلَآ walā dan jangan
أَوْلَـٰدُهُمْ ۚ awlāduhum anak-anak mereka
إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيُعَذِّبَهُم liyuʿadhibahum untuk menyiksa mereka
بِهَا bihā dengannya
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَتَزْهَقَ watazhaqa dan akan melayang/binasa
أَنفُسُهُمْ anfusuhum jiwa/nyawa mereka
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir

Ayat 56 - Surah At-Tawba: 10 kata

وَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَـٰكِنَّهُمْ قَوْمٌۭ يَفْرَقُونَ

Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).

وَيَحْلِفُونَ wayaḥlifūna dan mereka bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
إِنَّهُمْ innahum bahwa sesungguhnya mereka
لَمِنكُمْ laminkum dari kamu
وَمَا wamā dan tidak/bukan
هُم hum mereka
مِّنكُمْ minkum dari kamu
وَلَـٰكِنَّهُمْ walākinnahum akan tetapi mereka
قَوْمٌۭ qawmun kaum
يَفْرَقُونَ yafraqūna mereka takut

Ayat 57 - Surah At-Tawba: 11 kata

لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَـًٔا أَوْ مَغَـٰرَٰتٍ أَوْ مُدَّخَلًۭا لَّوَلَّوْا۟ إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ

Jikalau mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.

لَوْ law jikalau
يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh
مَلْجَـًٔا malja-an tempat perlindungan
أَوْ aw atau
مَغَـٰرَٰتٍ maghārātin gua-gua
أَوْ aw atau
مُدَّخَلًۭا muddakhalan tempat masuk/lubang-lubang
لَّوَلَّوْا۟ lawallaw tentu mereka berpaling/pergi
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
وَهُمْ wahum dan mereka
يَجْمَحُونَ yajmaḥūna mereka lari secepat-cepatnya

Ayat 58 - Surah At-Tawba: 16 kata

وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِى ٱلصَّدَقَـٰتِ فَإِنْ أُعْطُوا۟ مِنْهَا رَضُوا۟ وَإِن لَّمْ يُعْطَوْا۟ مِنْهَآ إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.

وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّن man orang
يَلْمِزُكَ yalmizuka dia mencelamu
فِى fī dalam/tentang
ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah-sedekah
فَإِنْ fa-in maka jika
أُعْطُوا۟ uʿ'ṭū mereka diberi
مِنْهَا min'hā daripadanya
رَضُوا۟ raḍū mereka bersenang hati
وَإِن wa-in dan jika
لَّمْ lam tidak
يُعْطَوْا۟ yuʿ'ṭaw mereka diberi
مِنْهَآ min'hā daripadanya
إِذَا idhā tiba-tiba/tatkala
هُمْ hum mereka
يَسْخَطُونَ yaskhaṭūna mereka menjadi marah

Ayat 59 - Surah At-Tawba: 19 kata

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).

وَلَوْ walaw dan jikalau
أَنَّهُمْ annahum mereka sungguh-sungguh
رَضُوا۟ raḍū mereka senang hati
مَآ mā apa
ءَاتَىٰهُمُ ātāhumu diberikan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
سَيُؤْتِينَا sayu'tīnā akan memberi kepada kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya
وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan RasulNya
إِنَّآ innā sesungguhnya kami
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
رَٰغِبُونَ rāghibūna orang-orang yang berharap

Ayat 60 - Surah At-Tawba: 22 kata

۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْعَـٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَـٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلصَّدَقَـٰتُ l-ṣadaqātu sedekah
لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi untuk orang-orang fakir
وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin
وَٱلْعَـٰمِلِينَ wal-ʿāmilīna dan 'amil/pengurus
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya (zakat)
وَٱلْمُؤَلَّفَةِ wal-mu-alafati dan para muallaf
قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka
وَفِى wafī dan didalam/untuk
ٱلرِّقَابِ l-riqābi memerdekakan budak
وَٱلْغَـٰرِمِينَ wal-ghārimīna dan orang-orang yang berhutang
وَفِى wafī dan untuk
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang
ٱلسَّبِيلِ ۖ l-sabīli dalam perjalanan
فَرِيضَةًۭ farīḍatan ketetapan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 61 - Surah At-Tawba: 26 kata

وَمِنْهُمُ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلنَّبِىَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌۭ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍۢ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

وَمِنْهُمُ wamin'humu dan diantara mereka
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti
ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan
هُوَ huwa ia (Nabi)
أُذُنٌۭ ۚ udhunun apa yang didengarnya
قُلْ qul katakanlah
أُذُنُ udhunu apa yang didengarnya
خَيْرٍۢ khayrin yang baik
لَّكُمْ lakum bagi kalian
يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَيُؤْمِنُ wayu'minu dan ia mempercayai
لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna pada orang-orang mukmin
وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan menjadi rahmat
لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مِنكُمْ ۚ minkum diantara kamu
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti
رَسُولَ rasūla Rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab/siksaan
أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih

Ayat 62 - Surah At-Tawba: 12 kata

يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرْضُوهُ إِن كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
لِيُرْضُوكُمْ liyur'ḍūkum untuk mencari keridhaanmu
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan RasulNya
أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak
أَن an bahwa
يُرْضُوهُ yur'ḍūhu mereka cari keridhaannya
إِن in jika
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 63 - Surah At-Tawba: 16 kata

أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدًۭا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْخِزْىُ ٱلْعَظِيمُ

Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.

أَلَمْ alam tidaklah
يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya
مَن man siapa
يُحَادِدِ yuḥādidi menentang
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya
فَأَنَّ fa-anna maka sesungguhnya
لَهُۥ lahu baginya
نَارَ nāra api/neraka
جَهَنَّمَ jahannama jahanam
خَـٰلِدًۭا khālidan kekal
فِيهَا ۚ fīhā didalamnya
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
ٱلْخِزْىُ l-khiz'yu kehinaan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Ayat 64 - Surah At-Tawba: 17 kata

يَحْذَرُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌۭ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مُخْرِجٌۭ مَّا تَحْذَرُونَ

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

يَحْذَرُ yaḥdharu takut
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik
أَن an jika
تُنَزَّلَ tunazzala diturunkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
سُورَةٌۭ sūratun suatu surat
تُنَبِّئُهُم tunabbi-uhum ia menerangkan kepada mereka
بِمَا bimā dengan/tentang apa
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمْ ۚ qulūbihim hati mereka
قُلِ quli katakanlah
ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ is'tahziū berolok-oloklah kamu
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مُخْرِجٌۭ mukh'rijun mengeluarkan/melahirkan
مَّا mā apa
تَحْذَرُونَ taḥdharūna kamu takutkan

Ayat 65 - Surah At-Tawba: 13 kata

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَـٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

وَلَئِن wala-in dan jika
سَأَلْتَهُمْ sa-altahum kamu tanyakan kepada mereka
لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka berkata/menjawab
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
كُنَّا kunnā kami adalah
نَخُوضُ nakhūḍu kami bersenda gurau
وَنَلْعَبُ ۚ wanalʿabu dan kami bermain-main
قُلْ qul katakanlah
أَبِٱللَّهِ abil-lahi apakah dengan Allah
وَءَايَـٰتِهِۦ waāyātihi dan ayat-ayatNya
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَسْتَهْزِءُونَ tastahziūna kamu berolok-olok

Ayat 66 - Surah At-Tawba: 16 kata

لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَـٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍۢ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

لَا lā jangan
تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu beralasan
قَدْ qad sesungguhnya
كَفَرْتُم kafartum kamu telah kafir
بَعْدَ baʿda sesudah
إِيمَـٰنِكُمْ ۚ īmānikum imanmu/kamu beriman
إِن in jika
نَّعْفُ naʿfu Kami maafkan
عَن ʿan dari/terhadap
طَآئِفَةٍۢ ṭāifatin segolongan
مِّنكُمْ minkum dari kamu
نُعَذِّبْ nuʿadhib Kami akan mengazab
طَآئِفَةًۢ ṭāifatan segolongan
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
مُجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 67 - Surah At-Tawba: 19 kata

ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

ٱلْمُنَـٰفِقُونَ al-munāfiqūna orang munafik laki-laki
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ wal-munāfiqātu dan orang-orang munafik perempuan
بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka
مِّنۢ min dari
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian
يَأْمُرُونَ yamurūna mereka menyuruh
بِٱلْمُنكَرِ bil-munkari kepada kemungkaran
وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka melarang
عَنِ ʿani dari
ٱلْمَعْرُوفِ l-maʿrūfi berbuat kebaikan
وَيَقْبِضُونَ wayaqbiḍūna dan mereka menggenggamkan
أَيْدِيَهُمْ ۚ aydiyahum tangan mereka
نَسُوا۟ nasū mereka lupa
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَنَسِيَهُمْ ۗ fanasiyahum maka (Allah) melupakan mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik
هُمُ humu mereka itu
ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Ayat 68 - Surah At-Tawba: 16 kata

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ وَٱلْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ هِىَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ مُّقِيمٌۭ

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

وَعَدَ waʿada menjanjikan/mengancam
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik laki-laki
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ wal-munāfiqāti orang-orang munafik perempuan
وَٱلْكُفَّارَ wal-kufāra dan orang-orang kafir
نَارَ nāra api/neraka
جَهَنَّمَ jahannama jahanam
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā didalamnya
هِىَ hiya ia
حَسْبُهُمْ ۚ ḥasbuhum cukup bagi mereka
وَلَعَنَهُمُ walaʿanahumu dan mengutuk/melaknati mereka
ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
مُّقِيمٌۭ muqīmun yang kekal

Ayat 69 - Surah At-Tawba: 32 kata

كَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةًۭ وَأَكْثَرَ أَمْوَٰلًۭا وَأَوْلَـٰدًۭا فَٱسْتَمْتَعُوا۟ بِخَلَـٰقِهِمْ فَٱسْتَمْتَعْتُم بِخَلَـٰقِكُمْ كَمَا ٱسْتَمْتَعَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَـٰقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَٱلَّذِى خَاضُوٓا۟ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian
كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka
أَشَدَّ ashadda lebih/sangat
مِنكُمْ minkum daripada kamu
قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan
وَأَكْثَرَ wa-akthara dan lebih banyak
أَمْوَٰلًۭا amwālan harta benda
وَأَوْلَـٰدًۭا wa-awlādan dan anak-anak
فَٱسْتَمْتَعُوا۟ fa-is'tamtaʿū maka mereka menikmati
بِخَلَـٰقِهِمْ bikhalāqihim dengan bagian mereka
فَٱسْتَمْتَعْتُم fa-is'tamtaʿtum maka kamu menikmati
بِخَلَـٰقِكُمْ bikhalāqikum dengan bagianmu
كَمَا kamā sebagaimana
ٱسْتَمْتَعَ is'tamtaʿa menikmati
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِكُم qablikum sebelum kalian
بِخَلَـٰقِهِمْ bikhalāqihim dengan bagian mereka
وَخُضْتُمْ wakhuḍ'tum dan kamu mempercakapkan
كَٱلَّذِى ka-alladhī sebagaimana yang
خَاضُوٓا۟ ۚ khāḍū mereka percakapkan
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia
أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan akhirat
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi

Ayat 70 - Surah At-Tawba: 26 kata

أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍۢ وَعَادٍۢ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَٰهِيمَ وَأَصْحَـٰبِ مَدْيَنَ وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

أَلَمْ alam tidakkah/bukankah
يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka
نَبَأُ naba-u berita
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
قَوْمِ qawmi kaum
نُوحٍۢ nūḥin Nuh
وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad
وَثَمُودَ wathamūda dan Tsamud
وَقَوْمِ waqawmi dan kaum
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَأَصْحَـٰبِ wa-aṣḥābi dan penduduk
مَدْيَنَ madyana Madyan
وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتِ ۚ wal-mu'tafikāti dan negeri yang telah musnah
أَتَتْهُمْ atathum telah datang kepada mereka
رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan keterangan nyata
فَمَا famā maka tidak
كَانَ kāna ada
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيَظْلِمَهُمْ liyaẓlimahum untuk menganiaya mereka
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya

Ayat 71 - Surah At-Tawba: 24 kata

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَٱلْمُؤْمِنُونَ wal-mu'minūna dan orang-orang beriman laki-laki
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ wal-mu'minātu dan orang-orang beriman perempuan
بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka
أَوْلِيَآءُ awliyāu pelindung/penolong
بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain
يَأْمُرُونَ yamurūna mereka menyuruh
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan berbuat kebaikan
وَيَنْهَوْنَ wayanhawna dan mereka mencegah
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُنكَرِ l-munkari berbuat kemungkaran
وَيُقِيمُونَ wayuqīmūna dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَيُطِيعُونَ wayuṭīʿūna dan mereka taat
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan RasulNya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
سَيَرْحَمُهُمُ sayarḥamuhumu mereka diberi rahmat
ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 72 - Surah At-Tawba: 24 kata

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَـٰكِنَ طَيِّبَةًۭ فِى جَنَّـٰتِ عَدْنٍۢ ۚ وَرِضْوَٰنٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

وَعَدَ waʿada telah menjanjikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman laki-laki
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan orang-orang beriman perempuan
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا fīhā didalamnya
وَمَسَـٰكِنَ wamasākina dan tempat-tempat
طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan yang bagus
فِى fī di
جَنَّـٰتِ jannāti surga
عَدْنٍۢ ۚ ʿadnin 'Adn
وَرِضْوَٰنٌۭ wariḍ'wānun dan keridhaan
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
هُوَ huwa ia/itulah
ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar

Ayat 73 - Surah At-Tawba: 11 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَـٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi
جَـٰهِدِ jāhidi perangilah
ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir
وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik
وَٱغْلُظْ wa-ugh'luẓ dan bersikap keraslah
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat mereka
جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam
وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 74 - Surah At-Tawba: 46 kata

يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ مَا قَالُوا۟ وَلَقَدْ قَالُوا۟ كَلِمَةَ ٱلْكُفْرِ وَكَفَرُوا۟ بَعْدَ إِسْلَـٰمِهِمْ وَهَمُّوا۟ بِمَا لَمْ يَنَالُوا۟ ۚ وَمَا نَقَمُوٓا۟ إِلَّآ أَنْ أَغْنَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِن فَضْلِهِۦ ۚ فَإِن يَتُوبُوا۟ يَكُ خَيْرًۭا لَّهُمْ ۖ وَإِن يَتَوَلَّوْا۟ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًۭا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍۢ

Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
مَا mā tidak
قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan
وَلَقَدْ walaqad dan/padahal sesungguhnya
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
كَلِمَةَ kalimata perkataan
ٱلْكُفْرِ l-kuf'ri kekafiran
وَكَفَرُوا۟ wakafarū dan mereka kafir
بَعْدَ baʿda sesudah
إِسْلَـٰمِهِمْ is'lāmihim Islam mereka
وَهَمُّوا۟ wahammū dan mereka mengingini
بِمَا bimā kepada apa
لَمْ lam yang tidak
يَنَالُوا۟ ۚ yanālū mereka capai
وَمَا wamā dan tidak
نَقَمُوٓا۟ naqamū mereka mencela
إِلَّآ illā kecuali
أَنْ an telah
أَغْنَىٰهُمُ aghnāhumu mencukupkan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RAsulNya
مِن min dari
فَضْلِهِۦ ۚ faḍlihi karuniaNya
فَإِن fa-in maka jika
يَتُوبُوا۟ yatūbū mereka bertaubat
يَكُ yaku adalah itu
خَيْرًۭا khayran lebih baik
لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka
وَإِن wa-in dan jika
يَتَوَلَّوْا۟ yatawallaw mereka berpaling
يُعَذِّبْهُمُ yuʿadhib'humu niscaya mengazab mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَذَابًا ʿadhāban azab
أَلِيمًۭا alīman pedih
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ wal-ākhirati dan akhirat
وَمَا wamā dan tidak ada
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
مِن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong

Ayat 75 - Surah At-Tawba: 12 kata

۞ وَمِنْهُم مَّنْ عَـٰهَدَ ٱللَّهَ لَئِنْ ءَاتَىٰنَا مِن فَضْلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.

۞ وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مَّنْ man orang
عَـٰهَدَ ʿāhada ia berjanji
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَئِنْ la-in sesungguhnya jika
ءَاتَىٰنَا ātānā (Allah) memberikan kepada kami
مِن min dari/sebagian
فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya
لَنَصَّدَّقَنَّ lanaṣṣaddaqanna sungguh kami akan bersedekah
وَلَنَكُونَنَّ walanakūnanna dan sungguh kami adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang sholeh

Ayat 76 - Surah At-Tawba: 9 kata

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُم مِّن فَضْلِهِۦ بَخِلُوا۟ بِهِۦ وَتَوَلَّوا۟ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

فَلَمَّآ falammā maka setelah
ءَاتَىٰهُم ātāhum (Allah) memberi mereka
مِّن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karuniaNya
بَخِلُوا۟ bakhilū mereka kikir
بِهِۦ bihi dengannya
وَتَوَلَّوا۟ watawallaw dan mereka berpaling
وَّهُم wahum dan mereka
مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang membelakangi

Ayat 77 - Surah At-Tawba: 15 kata

فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًۭا فِى قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُۥ بِمَآ أَخْلَفُوا۟ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.

فَأَعْقَبَهُمْ fa-aʿqabahum maka (Allah) menimbulkan mereka
نِفَاقًۭا nifāqan kemunafikan
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
إِلَىٰ ilā sampai/kepada
يَوْمِ yawmi hari/waktu
يَلْقَوْنَهُۥ yalqawnahu mereka menemuiNya
بِمَآ bimā dengan apa/sebab
أَخْلَفُوا۟ akhlafū mereka memungkiri
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَا mā apa
وَعَدُوهُ waʿadūhu mereka janjikan kepadaNya
وَبِمَا wabimā dan dengan apa /sebab
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْذِبُونَ yakdhibūna mereka berdusta

Ayat 78 - Surah At-Tawba: 11 kata

أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib.

أَلَمْ alam tidakkah
يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui
أَنَّ anna bahwa sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
سِرَّهُمْ sirrahum rahasia mereka
وَنَجْوَىٰهُمْ wanajwāhum dan bisikan mereka
وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَّـٰمُ ʿallāmu amat mengetahui
ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi segala yang gaib

Ayat 79 - Surah At-Tawba: 20 kata

ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَـٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَلْمِزُونَ yalmizūna (mereka) mencela
ٱلْمُطَّوِّعِينَ l-muṭawiʿīna orang-orang yang memberi dengan sukarela
مِنَ mina dari
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
فِى fī dalam
ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
لَا lā tidak
يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh
إِلَّا illā selain
جُهْدَهُمْ juh'dahum kesanggupan mereka
فَيَسْخَرُونَ fayaskharūna maka mereka menghina
مِنْهُمْ ۙ min'hum dari mereka
سَخِرَ sakhira menghina
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌ alīmun yang pedih

Ayat 80 - Surah At-Tawba: 25 kata

ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةًۭ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

ٱسْتَغْفِرْ is'taghfir mohonkan ampun
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَوْ aw atau
لَا lā tidak
تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan
لَهُمْ lahum bagi mereka
إِن in jika/kendatipun
تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan
لَهُمْ lahum bagi mereka
سَبْعِينَ sabʿīna tujuh puluh
مَرَّةًۭ marratan kali
فَلَن falan maka tidak
يَغْفِرَ yaghfira memberi ampun
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ ۗ warasūlihi dan RasulNya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 81 - Surah At-Tawba: 27 kata

فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَـٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.

فَرِحَ fariḥa merasa gembira
ٱلْمُخَلَّفُونَ l-mukhalafūna orang-orang yang ditinggalkan
بِمَقْعَدِهِمْ bimaqʿadihim dengan tinggal/duduk mereka
خِلَـٰفَ khilāfa dibelakang
رَسُولِ rasūli Rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَكَرِهُوٓا۟ wakarihū dan mereka tidak suka
أَن an untuk
يُجَـٰهِدُوا۟ yujāhidū mereka berjihad
بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka
وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لَا lā jangan
تَنفِرُوا۟ tanfirū kamu berangkat
فِى fī dalam
ٱلْحَرِّ ۗ l-ḥari panas terik
قُلْ qul katakanlah
نَارُ nāru api/neraka
جَهَنَّمَ jahannama jahanam
أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat
حَرًّۭا ۚ ḥarran panas
لَّوْ law jika
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti

Ayat 82 - Surah At-Tawba: 8 kata

فَلْيَضْحَكُوا۟ قَلِيلًۭا وَلْيَبْكُوا۟ كَثِيرًۭا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

فَلْيَضْحَكُوا۟ falyaḍḥakū maka mereka akan tertawa
قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
وَلْيَبْكُوا۟ walyabkū dan mereka akan menangis
كَثِيرًۭا kathīran banyak
جَزَآءًۢ jazāan pembalasan
بِمَا bimā dengan/bagi apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

Ayat 83 - Surah At-Tawba: 25 kata

فَإِن رَّجَعَكَ ٱللَّهُ إِلَىٰ طَآئِفَةٍۢ مِّنْهُمْ فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُل لَّن تَخْرُجُوا۟ مَعِىَ أَبَدًۭا وَلَن تُقَـٰتِلُوا۟ مَعِىَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُم بِٱلْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ فَٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْخَـٰلِفِينَ

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang".

فَإِن fa-in maka jika
رَّجَعَكَ rajaʿaka mengembalikan kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَىٰ ilā kepada
طَآئِفَةٍۢ ṭāifatin suatu golongan
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ fa-is'tadhanūka maka mereka minta izin kepadamu
لِلْخُرُوجِ lil'khurūji untuk keluar
فَقُل faqul maka katakanlah
لَّن lan tidak
تَخْرُجُوا۟ takhrujū kamu keluar
مَعِىَ maʿiya bersamaku
أَبَدًۭا abadan selamanya
وَلَن walan dan tidak akan/boleh
تُقَـٰتِلُوا۟ tuqātilū kamu memerangi
مَعِىَ maʿiya bersamaku
عَدُوًّا ۖ ʿaduwwan musuh
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian
رَضِيتُم raḍītum kamu rela/senang hati
بِٱلْقُعُودِ bil-quʿūdi dengan duduk/tinggal
أَوَّلَ awwala pertama
مَرَّةٍۢ marratin kali
فَٱقْعُدُوا۟ fa-uq'ʿudū maka duduklah kamu
مَعَ maʿa bersama
ٱلْخَـٰلِفِينَ l-khālifīna orang-orang yang tidak ikut perang

Ayat 84 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍۢ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًۭا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَـٰسِقُونَ

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

وَلَا walā dan jangan
تُصَلِّ tuṣalli kamu menyembahyangkan
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَحَدٍۢ aḥadin seseorang
مِّنْهُم min'hum diantara mereka
مَّاتَ māta yang mati
أَبَدًۭا abadan selamanya
وَلَا walā dan jangan
تَقُمْ taqum kamu berdiri
عَلَىٰ ʿalā diatas
قَبْرِهِۦٓ ۖ qabrihi kuburnya
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan RasulNya
وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik

Ayat 85 - Surah At-Tawba: 16 kata

وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَأَوْلَـٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.

وَلَا walā dan jangan
تُعْجِبْكَ tuʿ'jib'ka menarik hatimu
أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka
وَأَوْلَـٰدُهُمْ ۚ wa-awlāduhum dan anak-anak mereka
إِنَّمَا innamā sesungguhnya/hanyalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an untuk
يُعَذِّبَهُم yuʿadhibahum menyiksa mereka
بِهَا bihā dengannya
فِى fī di
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَتَزْهَقَ watazhaqa dan melayanglah
أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/nyawa mereka
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir

Ayat 86 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَإِذَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَجَـٰهِدُوا۟ مَعَ رَسُولِهِ ٱسْتَـْٔذَنَكَ أُو۟لُوا۟ ٱلطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا۟ ذَرْنَا نَكُن مَّعَ ٱلْقَـٰعِدِينَ

Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila
أُنزِلَتْ unzilat diturunkan
سُورَةٌ sūratun suatu surat
أَنْ an hendaknya
ءَامِنُوا۟ āminū berimanlah kamu
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah kamu
مَعَ maʿa bersama
رَسُولِهِ rasūlihi RasulNya
ٱسْتَـْٔذَنَكَ is'tadhanaka minta izin kepadamu
أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai
ٱلطَّوْلِ l-ṭawli kesanggupan
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
ذَرْنَا dharnā biarkanlah kami
نَكُن nakun adalah kami
مَّعَ maʿa bersama
ٱلْقَـٰعِدِينَ l-qāʿidīna orang-orang yang duduk

Ayat 87 - Surah At-Tawba: 11 kata

رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).

رَضُوا۟ raḍū mereka rela
بِأَن bi-an bahwa mereka
يَكُونُوا۟ yakūnū ada/berada
مَعَ maʿa bersama
ٱلْخَوَالِفِ l-khawālifi orang yang tinggal
وَطُبِعَ waṭubiʿa dan telah dicap/kunci mati
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
فَهُمْ fahum maka/karena mereka
لَا lā tidak
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti

Ayat 88 - Surah At-Tawba: 14 kata

لَـٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ جَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

لَـٰكِنِ lākini tetapi
ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
مَعَهُۥ maʿahu bersama dia
جَـٰهَدُوا۟ jāhadū mereka berjihad
بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka
وَأَنفُسِهِمْ ۚ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
لَهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ l-khayrātu kebaikan
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu
هُمُ humu mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Ayat 89 - Surah At-Tawba: 13 kata

أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

أَعَدَّ aʿadda telah menyediakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَهُمْ lahum bagi mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
مِن min dari
تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَا ۚ fīhā didalamnya
ذَٰلِكَ dhālika demikian/itulah
ٱلْفَوْزُ l-fawzu kemenangan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Ayat 90 - Surah At-Tawba: 17 kata

وَجَآءَ ٱلْمُعَذِّرُونَ مِنَ ٱلْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ ٱلَّذِينَ كَذَبُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

وَجَآءَ wajāa dan datang
ٱلْمُعَذِّرُونَ l-muʿadhirūna orang-orang yang mempunyai 'uzdur
مِنَ mina dari
ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun
لِيُؤْذَنَ liyu'dhana agar diberi izin
لَهُمْ lahum bagi mereka
وَقَعَدَ waqaʿada dan tinggal duduk
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan RasulNya
سَيُصِيبُ sayuṣību kelak akan menimpa
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
مِنْهُمْ min'hum diantara mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 91 - Surah At-Tawba: 26 kata

لَّيْسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا۟ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍۢ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

لَّيْسَ laysa tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلضُّعَفَآءِ l-ḍuʿafāi orang-orang yang lemah
وَلَا walā dan tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمَرْضَىٰ l-marḍā orang-orang yang sakit
وَلَا walā dan tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh
مَا mā apa
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan
حَرَجٌ ḥarajun berdosa/bersalah
إِذَا idhā apabila
نَصَحُوا۟ naṣaḥū mereka jujur/ikhlas
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan RasulNya
مَا mā tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan
مِن min dari
سَبِيلٍۢ ۚ sabīlin jalan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 92 - Surah At-Tawba: 23 kata

وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوا۟ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا۟ مَا يُنفِقُونَ

dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.

وَلَا walā dan tidak
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
إِذَا idhā apabila
مَآ mā apa
أَتَوْكَ atawka mereka datang kepadamu
لِتَحْمِلَهُمْ litaḥmilahum agar kamu membawa mereka
قُلْتَ qul'ta kamu berkata
لَآ lā tidak
أَجِدُ ajidu aku memperoleh
مَآ mā apa/sesuatu
أَحْمِلُكُمْ aḥmilukum aku membawamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
تَوَلَّوا۟ tawallaw mereka berpaling
وَّأَعْيُنُهُمْ wa-aʿyunuhum dan mata mereka
تَفِيضُ tafīḍu mencucurkan
مِنَ mina dari
ٱلدَّمْعِ l-damʿi air mata
حَزَنًا ḥazanan sedih
أَلَّا allā karena tidak
يَجِدُوا۟ yajidū mereka memperoleh
مَا mā apa
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka nafkahkan

Ayat 93 - Surah At-Tawba: 19 kata

۞ إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَآءُ ۚ رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلسَّبِيلُ l-sabīlu jalan
عَلَى ʿalā atas/terhadap
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَسْتَـْٔذِنُونَكَ yastadhinūnaka mereka minta izin kepadamu
وَهُمْ wahum dan/padahal mereka
أَغْنِيَآءُ ۚ aghniyāu orang-orang kaya
رَضُوا۟ raḍū mereka rela
بِأَن bi-an dengan bahwa
يَكُونُوا۟ yakūnū mereka adalah
مَعَ maʿa bersama
ٱلْخَوَالِفِ l-khawālifi orang-orang yang tinggal
وَطَبَعَ waṭabaʿa dan telah mencap/kunci mati
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 94 - Surah At-Tawba: 30 kata

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

يَعْتَذِرُونَ yaʿtadhirūna mereka mengemukakan 'udzur
إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu
إِذَا idhā apabila
رَجَعْتُمْ rajaʿtum kamu telah kembali
إِلَيْهِمْ ۚ ilayhim kepada mereka
قُل qul katakanlah
لَّا lā jangan
تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu mengemukakan 'udzur
لَن lan tidak akan
نُّؤْمِنَ nu'mina kami percaya
لَكُمْ lakum bagi kalian
قَدْ qad sesungguhnya
نَبَّأَنَا nabba-anā telah memberitahukan kepada kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنْ min dari
أَخْبَارِكُمْ ۚ akhbārikum pemberitaanmu
وَسَيَرَى wasayarā dan akan melihat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَمَلَكُمْ ʿamalakum pekerjaanmu/amalmu
وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya
ثُمَّ thumma kemudian
تُرَدُّونَ turaddūna kamu akan dikembalikan
إِلَىٰ ilā kepada
عَـٰلِمِ ʿālimi Yang Mengetahui
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib
وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati yang nyata
فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka/lalu Dia memberitahukan kepadamu
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 95 - Surah At-Tawba: 18 kata

سَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ إِذَا ٱنقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا۟ عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُوا۟ عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌۭ ۖ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

سَيَحْلِفُونَ sayaḥlifūna mereka akan bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
لَكُمْ lakum bagi kalian
إِذَا idhā apabila
ٱنقَلَبْتُمْ inqalabtum kamu telah kembali
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
لِتُعْرِضُوا۟ lituʿ'riḍū supaya kamu berpaling
عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari mereka
فَأَعْرِضُوا۟ fa-aʿriḍū maka berpalinglah kamu
عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari mereka
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
رِجْسٌۭ ۖ rij'sun keji/kotor
وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat mereka
جَهَنَّمُ jahannamu neraka jahanam
جَزَآءًۢ jazāan balasan
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

Ayat 96 - Surah At-Tawba: 14 kata

يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ ۖ فَإِن تَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.

يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka akan bersumpah
لَكُمْ lakum bagi kalian
لِتَرْضَوْا۟ litarḍaw supaya kamu ridho
عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari/kepada mereka
فَإِن fa-in maka jika
تَرْضَوْا۟ tarḍaw kamu ridho
عَنْهُمْ ʿanhum dari/kepada mereka
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَرْضَىٰ yarḍā Dia ridho
عَنِ ʿani dari/kepada
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 97 - Surah At-Tawba: 16 kata

ٱلْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًۭا وَنِفَاقًۭا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا۟ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

ٱلْأَعْرَابُ al-aʿrābu orang-orang Arab dusun
أَشَدُّ ashaddu amat/sangat
كُفْرًۭا kuf'ran kekafirannya
وَنِفَاقًۭا wanifāqan dan kemunafikannya
وَأَجْدَرُ wa-ajdaru dan lebih wajar
أَلَّا allā bahwa tidak
يَعْلَمُوا۟ yaʿlamū mereka mengetahui
حُدُودَ ḥudūda batas/hukum-hukum
مَآ mā apa
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
رَسُولِهِۦ ۗ rasūlihi RasulNya
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 98 - Surah At-Tawba: 16 kata

وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ مَغْرَمًۭا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ ٱلدَّوَآئِرَ ۚ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ ٱلسَّوْءِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَمِنَ wamina dan dari/diantara
ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun
مَن man orang
يَتَّخِذُ yattakhidhu mengambil/memandang
مَا mā apa
يُنفِقُ yunfiqu ia nafkahkan
مَغْرَمًۭا maghraman denda/kerugian
وَيَتَرَبَّصُ wayatarabbaṣu dan ia menanti-nanti
بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian
ٱلدَّوَآئِرَ ۚ l-dawāira giliran-giliran/bencana
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/menimpa mereka
دَآئِرَةُ dāiratu giliran/bencana
ٱلسَّوْءِ ۗ l-sawi buruk
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 99 - Surah At-Tawba: 27 kata

وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَـٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ وَصَلَوَٰتِ ٱلرَّسُولِ ۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرْبَةٌۭ لَّهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِى رَحْمَتِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَمِنَ wamina dan diantara
ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun
مَن man orang
يُؤْمِنُ yu'minu ia beriman
بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari
ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri kemudian/akhir
وَيَتَّخِذُ wayattakhidhu dan ia mengambil/memandang
مَا mā apa
يُنفِقُ yunfiqu ia nafkahkan
قُرُبَـٰتٍ qurubātin pendekatan
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَصَلَوَٰتِ waṣalawāti dan salawat/doa
ٱلرَّسُولِ ۚ l-rasūli Rasul
أَلَآ alā ketahuilah
إِنَّهَا innahā sesungguhnya itu
قُرْبَةٌۭ qur'batun pendekatan
لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka
سَيُدْخِلُهُمُ sayud'khiluhumu akan memasukkan mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فِى fī didalam
رَحْمَتِهِۦٓ ۗ raḥmatihi rahmatNya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 100 - Surah At-Tawba: 25 kata

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَـٰنٍۢ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

وَٱلسَّـٰبِقُونَ wal-sābiqūna dan orang-orang yang terdahulu
ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna yang pertama
مِنَ mina dari/diantara
ٱلْمُهَـٰجِرِينَ l-muhājirīna orang-orang muhajirin
وَٱلْأَنصَارِ wal-anṣāri dan orang-orang anshor
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ٱتَّبَعُوهُم ittabaʿūhum mengikuti mereka
بِإِحْسَـٰنٍۢ bi-iḥ'sānin dengan baik
رَّضِىَ raḍiya ridha
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَنْهُمْ ʿanhum dari/kepada mereka
وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka ridha
عَنْهُ ʿanhu dari/kepadaNya
وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan
لَهُمْ lahum bagi mereka
جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga
تَجْرِى tajrī mengalir
تَحْتَهَا taḥtahā dibawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal
فِيهَآ fīhā didalamnya
أَبَدًۭا ۚ abadan selamanya
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
ٱلْفَوْزُ l-fawzu kemenangan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar

Ayat 101 - Surah At-Tawba: 22 kata

وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ مُنَـٰفِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا۟ عَلَى ٱلنِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍۢ

Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

وَمِمَّنْ wamimman dan diantara orang
حَوْلَكُم ḥawlakum sekelilingmu
مِّنَ mina dari
ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun
مُنَـٰفِقُونَ ۖ munāfiqūna orang-orang munafik
وَمِنْ wamin dan dari
أَهْلِ ahli penduduk
ٱلْمَدِينَةِ ۖ l-madīnati Madinah
مَرَدُوا۟ maradū mereka berlebih-lebihan
عَلَى ʿalā atas
ٱلنِّفَاقِ l-nifāqi kemunafikan
لَا lā tidak
تَعْلَمُهُمْ ۖ taʿlamuhum kamu mengetahui mereka
نَحْنُ naḥnu Kami
نَعْلَمُهُمْ ۚ naʿlamuhum Kami mengetahui mereka
سَنُعَذِّبُهُم sanuʿadhibuhum akan Kami siksa mereka
مَّرَّتَيْنِ marratayni dua kali
ثُمَّ thumma kemudian
يُرَدُّونَ yuraddūna mereka dikembalikan
إِلَىٰ ilā kepada
عَذَابٍ ʿadhābin azab/siksa
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar

Ayat 102 - Surah At-Tawba: 17 kata

وَءَاخَرُونَ ٱعْتَرَفُوا۟ بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا۟ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

وَءَاخَرُونَ waākharūna dan orang-orang lain
ٱعْتَرَفُوا۟ iʿ'tarafū mereka mengakui
بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka
خَلَطُوا۟ khalaṭū mereka mencampur adukkan
عَمَلًۭا ʿamalan amal/pekerjaan
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan yang baik
وَءَاخَرَ waākhara dan yang lain
سَيِّئًا sayyi-an yang buruk
عَسَى ʿasā mudah-mudahan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَن an akan
يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 103 - Surah At-Tawba: 16 kata

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

خُذْ khudh ambillah
مِنْ min dari
أَمْوَٰلِهِمْ amwālihim sebagian harta mereka
صَدَقَةًۭ ṣadaqatan sedekah
تُطَهِّرُهُمْ tuṭahhiruhum kamu membersihkan mereka
وَتُزَكِّيهِم watuzakkīhim dan kamu mensucikan mereka
بِهَا bihā dengannya
وَصَلِّ waṣalli dan doakanlah
عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka
إِنَّ inna sesungguhnya
صَلَوٰتَكَ ṣalataka doa kamu
سَكَنٌۭ sakanun ketentraman
لَّهُمْ ۗ lahum bagi mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 104 - Surah At-Tawba: 16 kata

أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَـٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

أَلَمْ alam apakah tidak
يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
يَقْبَلُ yaqbalu Dia menerima
ٱلتَّوْبَةَ l-tawbata taubat
عَنْ ʿan dari
عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hambaNya
وَيَأْخُذُ wayakhudhu dan Dia mengambil
ٱلصَّدَقَـٰتِ l-ṣadaqāti sedekah
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 105 - Surah At-Tawba: 16 kata

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

وَقُلِ waquli dan katakanlah
ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu
فَسَيَرَى fasayarā maka akan melihat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَمَلَكُمْ ʿamalakum pekerjaanmu
وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya
وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ wal-mu'minūna dan orang-orang mukmin
وَسَتُرَدُّونَ wasaturaddūna dan kamu akan dikembalikan
إِلَىٰ ilā kepada
عَـٰلِمِ ʿālimi Yang Mengetahui
ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib
وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata
فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka/lalu Dia terangkan kepadamu
بِمَا bimā dengan/terhadap apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 106 - Surah At-Tawba: 12 kata

وَءَاخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ ٱللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

وَءَاخَرُونَ waākharūna dan orang-orang lain
مُرْجَوْنَ mur'jawna mereka ditangguhkan
لِأَمْرِ li-amri bagi/sampai keputusan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِمَّا immā adapun/adakalanya
يُعَذِّبُهُمْ yuʿadhibuhum Dia mengazab/menyiksa mereka
وَإِمَّا wa-immā dan adapun/adakalanya
يَتُوبُ yatūbu Dia menerima taubat
عَلَيْهِمْ ۗ ʿalayhim atas mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 107 - Surah At-Tawba: 24 kata

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مَسْجِدًۭا ضِرَارًۭا وَكُفْرًۭا وَتَفْرِيقًۢا بَيْنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًۭا لِّمَنْ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّا ٱلْحُسْنَىٰ ۖ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/mengerjakan
مَسْجِدًۭا masjidan mesjid
ضِرَارًۭا ḍirāran kemudharatan
وَكُفْرًۭا wakuf'ran dan kekafiran
وَتَفْرِيقًۢا watafrīqan dan memecah belah
بَيْنَ bayna antara
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
وَإِرْصَادًۭا wa-ir'ṣādan dan menunggu/menyambut
لِّمَنْ liman bagi orang-orang yang
حَارَبَ ḥāraba telah memerangi
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya
مِن min dari
قَبْلُ ۚ qablu sebelum/sejak dahulu
وَلَيَحْلِفُنَّ walayaḥlifunna dan sungguh mereka bersumpah
إِنْ in tidak
أَرَدْنَآ aradnā kami menghendaki
إِلَّا illā selain
ٱلْحُسْنَىٰ ۖ l-ḥus'nā kebaikan
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يَشْهَدُ yashhadu Dia menjadi saksi
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh orang-orang pendusta

Ayat 108 - Surah At-Tawba: 23 kata

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًۭا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌۭ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ

Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

لَا lā janganlah
تَقُمْ taqum kamu berdiri
فِيهِ fīhi didalamnya
أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya
لَّمَسْجِدٌ lamasjidun sungguh mesjid
أُسِّسَ ussisa didirikan
عَلَى ʿalā atas (dasar)
ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa
مِنْ min dari/sejak
أَوَّلِ awwali pertama/awal
يَوْمٍ yawmin hari
أَحَقُّ aḥaqqu lebih hak/patut
أَن an bahwa
تَقُومَ taqūma kamu berdiri/sembahyang
فِيهِ ۚ fīhi didalamnya
فِيهِ fīhi didalamnya
رِجَالٌۭ rijālun orang laki-laki
يُحِبُّونَ yuḥibbūna mereka senang/ingin
أَن an bahwa
يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ yataṭahharū mereka membersihkan diri
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُطَّهِّرِينَ l-muṭahirīna orang-orang yang bersih

Ayat 109 - Surah At-Tawba: 27 kata

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍۢ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

أَفَمَنْ afaman apakah orang-orang yang
أَسَّسَ assasa mendirikan
بُنْيَـٰنَهُۥ bun'yānahu bangunannya
عَلَىٰ ʿalā atas (dasar)
تَقْوَىٰ taqwā takwa
مِنَ mina dari/pada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَرِضْوَٰنٍ wariḍ'wānin dan keridhaan
خَيْرٌ khayrun yang baik
أَم am ataukah
مَّنْ man orang
أَسَّسَ assasa mendirikan
بُنْيَـٰنَهُۥ bun'yānahu bangunannya
عَلَىٰ ʿalā atas/tepi
شَفَا shafā pinggir
جُرُفٍ jurufin jurang
هَارٍۢ hārin runtuh
فَٱنْهَارَ fa-in'hāra maka/lalu runtuh
بِهِۦ bihi dengannya
فِى fī dalam
نَارِ nāri api/neraka
جَهَنَّمَ ۗ jahannama jahanam
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim

Ayat 110 - Surah At-Tawba: 15 kata

لَا يَزَالُ بُنْيَـٰنُهُمُ ٱلَّذِى بَنَوْا۟ رِيبَةًۭ فِى قُلُوبِهِمْ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

لَا lā tidak
يَزَالُ yazālu senantiasa
بُنْيَـٰنُهُمُ bun'yānuhumu bangunan-bangunan mereka
ٱلَّذِى alladhī yang
بَنَوْا۟ banaw mereka bangun
رِيبَةًۭ rībatan keraguan
فِى fī dalam
قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka
إِلَّآ illā kecuali
أَن an telah
تَقَطَّعَ taqaṭṭaʿa putus/hancur
قُلُوبُهُمْ ۗ qulūbuhum hati mereka
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 111 - Surah At-Tawba: 37 kata

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّۭا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعْتُم بِهِۦ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱشْتَرَىٰ ish'tarā membeli
مِنَ mina dari
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
وَأَمْوَٰلَهُم wa-amwālahum dan harta mereka
بِأَنَّ bi-anna dengan/bahwasanya
لَهُمُ lahumu untuk mereka
ٱلْجَنَّةَ ۚ l-janata surga
يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna mereka berperang
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
فَيَقْتُلُونَ fayaqtulūna maka/lalu mereka membunuh
وَيُقْتَلُونَ ۖ wayuq'talūna dan mereka dibunuh
وَعْدًا waʿdan janji
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
حَقًّۭا ḥaqqan benar
فِى fī dalam
ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat
وَٱلْإِنجِيلِ wal-injīli dan Injil
وَٱلْقُرْءَانِ ۚ wal-qur'āni dan Al Quran
وَمَنْ waman dan siapakah
أَوْفَىٰ awfā lebih menepati
بِعَهْدِهِۦ biʿahdihi dengan janjinya
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
فَٱسْتَبْشِرُوا۟ fa-is'tabshirū maka bergembiralah kamu
بِبَيْعِكُمُ bibayʿikumu dengan jual belimu
ٱلَّذِى alladhī yang
بَايَعْتُم bāyaʿtum telah kamu jual belikan
بِهِۦ ۚ bihi dengannya
وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itu
هُوَ huwa ia
ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar

Ayat 112 - Surah At-Tawba: 16 kata

ٱلتَّـٰٓئِبُونَ ٱلْعَـٰبِدُونَ ٱلْحَـٰمِدُونَ ٱلسَّـٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّـٰجِدُونَ ٱلْـَٔامِرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱلْحَـٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.

ٱلتَّـٰٓئِبُونَ al-tāibūna orang-orang yang bertaubat
ٱلْعَـٰبِدُونَ l-ʿābidūna orang-orang yang beribadat
ٱلْحَـٰمِدُونَ l-ḥāmidūna orang-orang yang memuji
ٱلسَّـٰٓئِحُونَ l-sāiḥūna orang-orang yang mengembara
ٱلرَّٰكِعُونَ l-rākiʿūna orang-orang yang ruku'
ٱلسَّـٰجِدُونَ l-sājidūna orang-orang yang sujud
ٱلْـَٔامِرُونَ l-āmirūna orang-orang yang menyuruh
بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan kebaikan
وَٱلنَّاهُونَ wal-nāhūna dan orang-orang yang mencegah
عَنِ ʿani dari
ٱلْمُنكَرِ l-munkari kemungkaran
وَٱلْحَـٰفِظُونَ wal-ḥāfiẓūna dan orang-orang yang memelihara
لِحُدُودِ liḥudūdi bagi hukum-hukum
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَبَشِّرِ wabashiri dan gembirakanlah
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin

Ayat 113 - Surah At-Tawba: 20 kata

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن يَسْتَغْفِرُوا۟ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا۟ أُو۟لِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.

مَا mā tidak
كَانَ kāna ada/patut
لِلنَّبِىِّ lilnnabiyyi bagi Nabi
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
أَن an untuk
يَسْتَغْفِرُوا۟ yastaghfirū memintakan ampun
لِلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang musyrik
وَلَوْ walaw walaupun
كَانُوٓا۟ kānū mereka adalah
أُو۟لِى ulī kaum
قُرْبَىٰ qur'bā kerabat
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
تَبَيَّنَ tabayyana telah jelas
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni
ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka

Ayat 114 - Surah At-Tawba: 22 kata

وَمَا كَانَ ٱسْتِغْفَارُ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوْعِدَةٍۢ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوٌّۭ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَأَوَّٰهٌ حَلِيمٌۭ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
ٱسْتِغْفَارُ is'tigh'fāru permintaan ampun
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
لِأَبِيهِ li-abīhi untuk bapaknya
إِلَّا illā meliankan
عَن ʿan dari/karena
مَّوْعِدَةٍۢ mawʿidatin suatu janji
وَعَدَهَآ waʿadahā ia janjikannya
إِيَّاهُ iyyāhu kepadanya (bapaknya)
فَلَمَّا falammā maka tatkala
تَبَيَّنَ tabayyana jelas
لَهُۥٓ lahu baginya
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya dia
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
لِّلَّهِ lillahi bagi Allah
تَبَرَّأَ tabarra-a (Ibrahim) berlepas diri
مِنْهُ ۚ min'hu daripadanya
إِنَّ inna sesungguhnya
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
لَأَوَّٰهٌ la-awwāhun lembut hati
حَلِيمٌۭ ḥalīmun penyantun

Ayat 115 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًۢا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيُضِلَّ liyuḍilla untuk Dia sesatkan
قَوْمًۢا qawman kaum
بَعْدَ baʿda sesudah
إِذْ idh ketika
هَدَىٰهُمْ hadāhum Dia memberi petunjuk mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُبَيِّنَ yubayyina Dia jelaskan
لَهُم lahum bagi mereka
مَّا mā apa
يَتَّقُونَ ۚ yattaqūna mereka takuti
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 116 - Surah At-Tawba: 17 kata

إِنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍۢ

Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَهُۥ lahu bagi/kepunyaan-Nya
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
يُحْىِۦ yuḥ'yī Dia hidupkan
وَيُمِيتُ ۚ wayumītu dan Dia mematikan
وَمَا wamā dan tidak
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرٍۢ naṣīrin penolong

Ayat 117 - Surah At-Tawba: 27 kata

لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍۢ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ

Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,

لَّقَد laqad sesungguhnya
تَّابَ tāba telah menerima taubat
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَى ʿalā atas
ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi
وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang Muhajirin
وَٱلْأَنصَارِ wal-anṣāri dan orang-orang Anshor
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱتَّبَعُوهُ ittabaʿūhu (mereka) mengikutinya
فِى fī dalam
سَاعَةِ sāʿati waktu/masa
ٱلْعُسْرَةِ l-ʿus'rati kesulitan
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
كَادَ kāda hampir-hampir
يَزِيغُ yazīghu berpaling
قُلُوبُ qulūbu hati
فَرِيقٍۢ farīqin segolongan
مِّنْهُمْ min'hum dari mereka
ثُمَّ thumma kemudian
تَابَ tāba Dia menerima taubat
عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
بِهِمْ bihim dengan/kepada mereka
رَءُوفٌۭ raūfun Maha Pengasih
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 118 - Surah At-Tawba: 31 kata

وَعَلَى ٱلثَّلَـٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُوا۟ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّوٓا۟ أَن لَّا مَلْجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

وَعَلَى waʿalā dan atas
ٱلثَّلَـٰثَةِ l-thalāthati tiga
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خُلِّفُوا۟ khullifū (mereka) ditinggalkan
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
ضَاقَتْ ḍāqat terasa sempit
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi
بِمَا bimā dengan apa/padahal
رَحُبَتْ raḥubat luas
وَضَاقَتْ waḍāqat dan terasa sempit
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
أَنفُسُهُمْ anfusuhum jiwa mereka
وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira
أَن an bahwa
لَّا lā tidak ada
مَلْجَأَ malja-a tempat lari
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَّآ illā kecuali/melainkan
إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya
ثُمَّ thumma kemudian
تَابَ tāba Dia menerima taubat
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ liyatūbū agar mereka bertaubat
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلتَّوَّابُ l-tawābu Maha Penerima taubat
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 119 - Surah At-Tawba: 8 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah
ٱللَّهَ l-laha Allah
وَكُونُوا۟ wakūnū dan jadilah kamu
مَعَ maʿa bersama
ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 120 - Surah At-Tawba: 52 kata

مَا كَانَ لِأَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُوا۟ عَن رَّسُولِ ٱللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا۟ بِأَنفُسِهِمْ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌۭ وَلَا نَصَبٌۭ وَلَا مَخْمَصَةٌۭ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًۭا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّۢ نَّيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِۦ عَمَلٌۭ صَـٰلِحٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

مَا mā tidak
كَانَ kāna ada/patut
لِأَهْلِ li-ahli bagi penduduk
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah
وَمَنْ waman dan orang-orang
حَوْلَهُم ḥawlahum disekitar mereka
مِّنَ mina dari
ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang Arab dusun
أَن an bahwa
يَتَخَلَّفُوا۟ yatakhallafū mereka tinggal dibelakang
عَن ʿan dari/dengan
رَّسُولِ rasūli Rasul
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan tidak
يَرْغَبُوا۟ yarghabū mereka lebih mencintai
بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim dengan diri mereka
عَن ʿan dari
نَّفْسِهِۦ ۚ nafsihi dirinya (Rasul)
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
لَا lā tidak
يُصِيبُهُمْ yuṣībuhum menimpa mereka
ظَمَأٌۭ ẓama-on kehausan
وَلَا walā dan tidak
نَصَبٌۭ naṣabun kepayahan
وَلَا walā dan tidak
مَخْمَصَةٌۭ makhmaṣatun kelaparan
فِى fī di
سَبِيلِ sabīli jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَلَا walā dan tidak
يَطَـُٔونَ yaṭaūna mereka menginjak
مَوْطِئًۭا mawṭi-an suatu tempat
يَغِيظُ yaghīẓu menimbulkan amarah
ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir
وَلَا walā dan tidak
يَنَالُونَ yanālūna mereka mendapat
مِنْ min dari
عَدُوٍّۢ ʿaduwwin musuh
نَّيْلًا naylan pendapatan (bahaya)
إِلَّا illā melainkan
كُتِبَ kutiba ditulis
لَهُم lahum bagi mereka
بِهِۦ bihi dengannya
عَمَلٌۭ ʿamalun amal
صَـٰلِحٌ ۚ ṣāliḥun sholeh
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُضِيعُ yuḍīʿu menyia-nyiakan
أَجْرَ ajra pahala
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 121 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَلَا يُنفِقُونَ نَفَقَةًۭ صَغِيرَةًۭ وَلَا كَبِيرَةًۭ وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

وَلَا walā dan tidak
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
نَفَقَةًۭ nafaqatan suatu nafkah
صَغِيرَةًۭ ṣaghīratan kecil
وَلَا walā dan tidak
كَبِيرَةًۭ kabīratan besar
وَلَا walā dan tidak
يَقْطَعُونَ yaqṭaʿūna mereka memotong/melintasi
وَادِيًا wādiyan suatu lembah
إِلَّا illā melainkan
كُتِبَ kutiba dituliskan
لَهُمْ lahum bagi mereka
لِيَجْزِيَهُمُ liyajziyahumu karena akan memberi balasan kepada mereka
ٱللَّهُ l-lahu Allah
أَحْسَنَ aḥsana lebih baik
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 122 - Surah At-Tawba: 22 kata

۞ وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةًۭ ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍۢ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌۭ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

۞ وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada/patut
ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin
لِيَنفِرُوا۟ liyanfirū untuk mereka pergi
كَآفَّةًۭ ۚ kāffatan seluruhnya/semuanya
فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak
نَفَرَ nafara keluar/pergi
مِن min dari
كُلِّ kulli setiap
فِرْقَةٍۢ fir'qatin golongan
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun kelompok/beberapa orang
لِّيَتَفَقَّهُوا۟ liyatafaqqahū untuk mereka memperdalam
فِى fī didalam/tentang
ٱلدِّينِ l-dīni agama
وَلِيُنذِرُوا۟ waliyundhirū dan untuk memperingatkan
قَوْمَهُمْ qawmahum kaumnya
إِذَا idhā apabila
رَجَعُوٓا۟ rajaʿū mereka kembali
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka
يَحْذَرُونَ yaḥdharūna mereka menjaga diri/hati-hati

Ayat 123 - Surah At-Tawba: 16 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَـٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ ٱلْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا۟ فِيكُمْ غِلْظَةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
قَـٰتِلُوا۟ qātilū perangilah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَلُونَكُم yalūnakum (mereka) mengelilingimu/sekitar kamu
مِّنَ mina dari
ٱلْكُفَّارِ l-kufāri orang-orang kafir
وَلْيَجِدُوا۟ walyajidū dan agar mereka mendapati/menemui
فِيكُمْ fīkum pada kamu
غِلْظَةًۭ ۚ ghil'ẓatan kekuatan/kekerasan
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
مَعَ maʿa bersama
ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa

Ayat 124 - Surah At-Tawba: 18 kata

وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌۭ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِۦٓ إِيمَـٰنًۭا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًۭا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
مَآ mā apa
أُنزِلَتْ unzilat diturunkan
سُورَةٌۭ sūratun suatu surat
فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka
مَّن man orang
يَقُولُ yaqūlu ia berkata
أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu
زَادَتْهُ zādathu bertambah ia
هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini (surat)
إِيمَـٰنًۭا ۚ īmānan keimanan
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
فَزَادَتْهُمْ fazādathum maka menambah mereka
إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan
وَهُمْ wahum dan mereka
يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka merasa gembira

Ayat 125 - Surah At-Tawba: 12 kata

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
فِى fī didalam
قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka
مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit
فَزَادَتْهُمْ fazādathum maka menambah mereka
رِجْسًا rij'san kotor
إِلَىٰ ilā pada/disamping
رِجْسِهِمْ rij'sihim kekotoran mereka
وَمَاتُوا۟ wamātū dan mereka mati
وَهُمْ wahum dan mereka
كَـٰفِرُونَ kāfirūna dalam keadaan kafir

Ayat 126 - Surah At-Tawba: 16 kata

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِى كُلِّ عَامٍۢ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

أَوَلَا awalā apakah
يَرَوْنَ yarawna tidak mereka memperhatikan
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
يُفْتَنُونَ yuf'tanūna mereka diuji
فِى fī dalam
كُلِّ kulli setiap
عَامٍۢ ʿāmin tahun
مَّرَّةً marratan sekali
أَوْ aw atau
مَرَّتَيْنِ marratayni dua kali
ثُمَّ thumma kemudian
لَا lā tidak
يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat
وَلَا walā dan tidak
هُمْ hum mereka
يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran/ingat

Ayat 127 - Surah At-Tawba: 21 kata

وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌۭ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَىٰكُم مِّنْ أَحَدٍۢ ثُمَّ ٱنصَرَفُوا۟ ۚ صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ

Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
مَآ mā apa
أُنزِلَتْ unzilat diturunkan
سُورَةٌۭ sūratun suatu surat
نَّظَرَ naẓara memandang
بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka
إِلَىٰ ilā kepada
بَعْضٍ baʿḍin sebagian lainnya
هَلْ hal apakah
يَرَىٰكُم yarākum melihatmu
مِّنْ min dari
أَحَدٍۢ aḥadin seorang
ثُمَّ thumma kemudian
ٱنصَرَفُوا۟ ۚ inṣarafū mereka berpaling/pergi
صَرَفَ ṣarafa memalingkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
قُلُوبَهُم qulūbahum hati mereka
بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka
قَوْمٌۭ qawmun kaum
لَّا lā tidak
يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka mengerti

Ayat 128 - Surah At-Tawba: 14 kata

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌۭ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

لَقَدْ laqad sesungguhnya
جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu
رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul
مِّنْ min dari
أَنفُسِكُمْ anfusikum diantara/golonganmu sendiri
عَزِيزٌ ʿazīzun terasa berat
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/olehnya
مَا mā apa
عَنِتُّمْ ʿanittum kamu derita
حَرِيصٌ ḥarīṣun sangat menginginkan
عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian
بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan/terhadap orang-orang mukmin
رَءُوفٌۭ raūfun amat penyantun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun penyayang

Ayat 129 - Surah At-Tawba: 15 kata

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".

فَإِن fa-in maka jika
تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling
فَقُلْ faqul maka katakanlah
حَسْبِىَ ḥasbiya cukuplah bagiku
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā selain/kecuali
هُوَ ۖ huwa Dia
عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya/kepada-Nya
تَوَكَّلْتُ ۖ tawakkaltu aku bertawakkal
وَهُوَ wahuwa dan Dia
رَبُّ rabbu Tuhan
ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy
ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar/agung

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi