Surah Maryam kata demi kata
Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Maryam kata demi kata
Maryam (مريم) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 98 ayat, 961 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.
Dengan 961 kata untuk dipelajari, Surah Maryam menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.
Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42
📖 5 menit baca
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1 - Surah Maryam: 1 kata
▶ Ayat kata demi kata
كٓهيعٓصٓ
Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaad.
▶
كٓهيعٓصٓ
kaf-ha-ya-ain-sad
Kaf Haa Yaa 'Ain Saad
Ayat 2 - Surah Maryam: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ
(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
▶
ذِكْرُ
dhik'ru
peringatan/penjelasan
▶
رَحْمَتِ
raḥmati
rahmat
▶
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
▶
عَبْدَهُۥ
ʿabdahu
hambaNya
▶
زَكَرِيَّآ
zakariyyā
Zakariya
Ayat 3 - Surah Maryam: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّۭا
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
▶
إِذْ
idh
tatkala
▶
نَادَىٰ
nādā
dia berseru/berdoa
▶
رَبَّهُۥ
rabbahu
Tuhannya
▶
نِدَآءً
nidāan
seruan/suara
▶
خَفِيًّۭا
khafiyyan
lembut
Ayat 4 - Surah Maryam: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًۭا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّۭا
Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.
▶
قَالَ
qāla
dia berkata
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya aku
▶
وَهَنَ
wahana
telah lemah
▶
ٱلْعَظْمُ
l-ʿaẓmu
tulang
▶
مِنِّى
minnī
daripadaku
▶
وَٱشْتَعَلَ
wa-ish'taʿala
dan banyak/penuh
▶
ٱلرَّأْسُ
l-rasu
kepala
▶
شَيْبًۭا
shayban
uban
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak/belum
▶
أَكُنۢ
akun
ada/pernah
▶
بِدُعَآئِكَ
biduʿāika
dengan doaku kepadaMu
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
شَقِيًّۭا
shaqiyyan
celaka/kecewa
Ayat 5 - Surah Maryam: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرَآءِى وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًۭا فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّۭا
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,
▶
وَإِنِّى
wa-innī
dan sesungguhnya aku
▶
خِفْتُ
khif'tu
aku takut/khawatir
▶
ٱلْمَوَٰلِىَ
l-mawāliya
kaum keluargaku
▶
مِن
min
dari
▶
وَرَآءِى
warāī
belakangku/sepeninggalku
▶
وَكَانَتِ
wakānati
dan adalah
▶
ٱمْرَأَتِى
im'ra-atī
istriku
▶
عَاقِرًۭا
ʿāqiran
seorang yang mandul
▶
فَهَبْ
fahab
maka berilah
▶
لِى
lī
bagiku
▶
مِن
min
dari
▶
لَّدُنكَ
ladunka
sisi Engkau
▶
وَلِيًّۭا
waliyyan
penolong
Ayat 6 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ ۖ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّۭا
yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai".
▶
يَرِثُنِى
yarithunī
dia yang akan mewarisi aku
▶
وَيَرِثُ
wayarithu
dan akan mewarisi
▶
مِنْ
min
dari
▶
ءَالِ
āli
keluarga
▶
يَعْقُوبَ ۖ
yaʿqūba
Yaqub
▶
وَٱجْعَلْهُ
wa-ij'ʿalhu
dan jadikanlah ia
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
رَضِيًّۭا
raḍiyyan
seorang yang diridhai
Ayat 7 - Surah Maryam: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّۭا
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
▶
يَـٰزَكَرِيَّآ
yāzakariyyā
Hai Zakaria
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
نُبَشِّرُكَ
nubashiruka
Kami memberi kabar gembira kepadamu
▶
بِغُلَـٰمٍ
bighulāmin
dengan seorang anak laki-laki
▶
ٱسْمُهُۥ
us'muhu
namanya
▶
يَحْيَىٰ
yaḥyā
Yahya
▶
لَمْ
lam
tidak
▶
نَجْعَل
najʿal
Kami jadikan
▶
لَّهُۥ
lahu
baginya
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلُ
qablu
sebelum
▶
سَمِيًّۭا
samiyyan
nama
Ayat 8 - Surah Maryam: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌۭ وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًۭا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ ٱلْكِبَرِ عِتِيًّۭا
Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua".
▶
قَالَ
qāla
(Zakariya) berkata
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
أَنَّىٰ
annā
bagaimanakah
▶
يَكُونُ
yakūnu
adalah
▶
لِى
lī
bagiku
▶
غُلَـٰمٌۭ
ghulāmun
seorang anak laki-laki
▶
وَكَانَتِ
wakānati
dan adalah
▶
ٱمْرَأَتِى
im'ra-atī
isteriku
▶
عَاقِرًۭا
ʿāqiran
seorang mandul
▶
وَقَدْ
waqad
dan sesungguhnya
▶
بَلَغْتُ
balaghtu
aku telah sampai
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْكِبَرِ
l-kibari
besar/umur
▶
عِتِيًّۭا
ʿitiyyan
sangat tua
Ayat 9 - Surah Maryam: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌۭ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًۭٔا
Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".
▶
قَالَ
qāla
berfirman
▶
كَذَٰلِكَ
kadhālika
demikianlah
▶
قَالَ
qāla
berfirman
▶
رَبُّكَ
rabbuka
Tuhanmu
▶
هُوَ
huwa
Dia
▶
عَلَىَّ
ʿalayya
atas/bagiKu
▶
هَيِّنٌۭ
hayyinun
mudah
▶
وَقَدْ
waqad
dan sesungguhnya
▶
خَلَقْتُكَ
khalaqtuka
Aku telah menciptakan kamu
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلُ
qablu
sebelum
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak/belum
▶
تَكُ
taku
ada kamu
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu/sama sekali
Ayat 10 - Surah Maryam: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ رَبِّ ٱجْعَل لِّىٓ ءَايَةًۭ ۚ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَـٰثَ لَيَالٍۢ سَوِيًّۭا
Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat".
▶
قَالَ
qāla
(Zakariya) berkata
▶
رَبِّ
rabbi
ya Tuhanku
▶
ٱجْعَل
ij'ʿal
jadikanlah/berilah
▶
لِّىٓ
lī
bagiku
▶
ءَايَةًۭ ۚ
āyatan
tanda
▶
قَالَ
qāla
berfirman
▶
ءَايَتُكَ
āyatuka
tanda-tandamu
▶
أَلَّا
allā
bahwa tidak
▶
تُكَلِّمَ
tukallima
kamu bercakap-cakap
▶
ٱلنَّاسَ
l-nāsa
manusia
▶
ثَلَـٰثَ
thalātha
tiga
▶
لَيَالٍۢ
layālin
malam
▶
سَوِيًّۭا
sawiyyan
dalam keadaan sehat
Ayat 11 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنَ ٱلْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ أَن سَبِّحُوا۟ بُكْرَةًۭ وَعَشِيًّۭا
Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
▶
فَخَرَجَ
fakharaja
maka dia keluar
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas/kepada
▶
قَوْمِهِۦ
qawmihi
kaumnya
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْمِحْرَابِ
l-miḥ'rābi
mihrab
▶
فَأَوْحَىٰٓ
fa-awḥā
lalu dia memberi isyarat
▶
إِلَيْهِمْ
ilayhim
kepada mereka
▶
أَن
an
supaya
▶
سَبِّحُوا۟
sabbiḥū
mereka bertasbih
▶
بُكْرَةًۭ
buk'ratan
diwaktu pagi
▶
وَعَشِيًّۭا
waʿashiyyan
dan petang
Ayat 12 - Surah Maryam: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰيَحْيَىٰ خُذِ ٱلْكِتَـٰبَ بِقُوَّةٍۢ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ ٱلْحُكْمَ صَبِيًّۭا
Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
▶
يَـٰيَحْيَىٰ
yāyaḥyā
Hai Yahya
▶
خُذِ
khudhi
ambillah
▶
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
▶
بِقُوَّةٍۢ ۖ
biquwwatin
dengan kuat/sungguh-sungguh
▶
وَءَاتَيْنَـٰهُ
waātaynāhu
dan Kami telah memberikan kepadanya
▶
ٱلْحُكْمَ
l-ḥuk'ma
hikmah
▶
صَبِيًّۭا
ṣabiyyan
kanak-kanak
Ayat 13 - Surah Maryam: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَحَنَانًۭا مِّن لَّدُنَّا وَزَكَوٰةًۭ ۖ وَكَانَ تَقِيًّۭا
dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
▶
وَحَنَانًۭا
waḥanānan
dan rasa belas kasihan
▶
مِّن
min
dari
▶
لَّدُنَّا
ladunnā
sisi Kami
▶
وَزَكَوٰةًۭ ۖ
wazakatan
dan kesucian
▶
وَكَانَ
wakāna
dan adalah dia
▶
تَقِيًّۭا
taqiyyan
orang yang bertakwa
Ayat 14 - Surah Maryam: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّارًا عَصِيًّۭا
dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
▶
وَبَرًّۢا
wabarran
dan seorang yang berbakti
▶
بِوَٰلِدَيْهِ
biwālidayhi
kepada kedua orang tuanya
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak
▶
يَكُن
yakun
dia ada
▶
جَبَّارًا
jabbāran
orang yang sombong
▶
عَصِيًّۭا
ʿaṣiyyan
orang yang durhaka
Ayat 15 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَسَلَـٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّۭا
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
▶
وَسَلَـٰمٌ
wasalāmun
dan sejahtera
▶
عَلَيْهِ
ʿalayhi
atasnya
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
وُلِدَ
wulida
dia dilahirkan
▶
وَيَوْمَ
wayawma
dan pada hari
▶
يَمُوتُ
yamūtu
dia meninggal
▶
وَيَوْمَ
wayawma
dan pada hari
▶
يُبْعَثُ
yub'ʿathu
dia dibangkitkan
▶
حَيًّۭا
ḥayyan
hidup
Ayat 16 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ مَرْيَمَ إِذِ ٱنتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًۭا شَرْقِيًّۭا
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
▶
وَٱذْكُرْ
wa-udh'kur
dan ingatlah
▶
فِى
fī
didalam
▶
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
▶
مَرْيَمَ
maryama
Maryam
▶
إِذِ
idhi
ketika
▶
ٱنتَبَذَتْ
intabadhat
ia meninggalkan/menjauhkan diri
▶
مِنْ
min
dari
▶
أَهْلِهَا
ahlihā
keluarganya
▶
مَكَانًۭا
makānan
suatu tempat
▶
شَرْقِيًّۭا
sharqiyyan
sebelah timur
Ayat 17 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًۭا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًۭا سَوِيًّۭا
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
▶
فَٱتَّخَذَتْ
fa-ittakhadhat
maka ia mengambil/mengadakan
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِهِمْ
dūnihim
selain mereka
▶
حِجَابًۭا
ḥijāban
tabir
▶
فَأَرْسَلْنَآ
fa-arsalnā
lalu Kami mengutus
▶
إِلَيْهَا
ilayhā
kepadanya
▶
رُوحَنَا
rūḥanā
ruh Kami
▶
فَتَمَثَّلَ
fatamathala
maka dia menyerupai
▶
لَهَا
lahā
padanya/dihadapannya
▶
بَشَرًۭا
basharan
manusia
▶
سَوِيًّۭا
sawiyyan
sama/sebenarnya
Ayat 18 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَتْ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحْمَـٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّۭا
Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".
▶
قَالَتْ
qālat
(Maryam) berkata
▶
إِنِّىٓ
innī
sesungguhnya aku
▶
أَعُوذُ
aʿūdhu
aku berlindung
▶
بِٱلرَّحْمَـٰنِ
bil-raḥmāni
dengan/kepada Yang Maha Pengasih
▶
مِنكَ
minka
daripadamu
▶
إِن
in
jika
▶
كُنتَ
kunta
kamu
▶
تَقِيًّۭا
taqiyyan
orang yang bertakwa
Ayat 19 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ إِنَّمَآ أَنَا۠ رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَـٰمًۭا زَكِيًّۭا
Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".
▶
قَالَ
qāla
dia berkata
▶
إِنَّمَآ
innamā
sesungguhnya hanyalah
▶
أَنَا۠
anā
aku
▶
رَسُولُ
rasūlu
utusan
▶
رَبِّكِ
rabbiki
Tuhanmu
▶
لِأَهَبَ
li-ahaba
untuk aku memberi
▶
لَكِ
laki
kepadamu
▶
غُلَـٰمًۭا
ghulāman
seorang anak laki-laki
▶
زَكِيًّۭا
zakiyyan
yang suci
Ayat 20 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌۭ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌۭ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّۭا
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
▶
قَالَتْ
qālat
(Maryam) berkata
▶
أَنَّىٰ
annā
bagaimana
▶
يَكُونُ
yakūnu
adalah
▶
لِى
lī
bagiku
▶
غُلَـٰمٌۭ
ghulāmun
seorang anak laki-laki
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak
▶
يَمْسَسْنِى
yamsasnī
menyentuh tubuhku
▶
بَشَرٌۭ
basharun
seorang manusia
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak/bukan
▶
أَكُ
aku
aku adalah
▶
بَغِيًّۭا
baghiyyan
seorang pelacur/jalang
Ayat 21 - Surah Maryam: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌۭ ۖ وَلِنَجْعَلَهُۥٓ ءَايَةًۭ لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةًۭ مِّنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًۭا مَّقْضِيًّۭا
Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".
▶
قَالَ
qāla
dia berkata
▶
كَذَٰلِكِ
kadhāliki
demikianlah
▶
قَالَ
qāla
berfirman
▶
رَبُّكِ
rabbuki
Tuhanmu
▶
هُوَ
huwa
ia/hal itu
▶
عَلَىَّ
ʿalayya
atas/bagiKu
▶
هَيِّنٌۭ ۖ
hayyinun
mudah
▶
وَلِنَجْعَلَهُۥٓ
walinajʿalahu
dan hendak Kami jadikannya
▶
ءَايَةًۭ
āyatan
tanda
▶
لِّلنَّاسِ
lilnnāsi
bagi manusia
▶
وَرَحْمَةًۭ
waraḥmatan
dan rahmat
▶
مِّنَّا ۚ
minnā
dari Kami
▶
وَكَانَ
wakāna
dan adalah
▶
أَمْرًۭا
amran
perkara
▶
مَّقْضِيًّۭا
maqḍiyyan
diputuskan
Ayat 22 - Surah Maryam: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ فَحَمَلَتْهُ فَٱنتَبَذَتْ بِهِۦ مَكَانًۭا قَصِيًّۭا
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
▶
۞ فَحَمَلَتْهُ
faḥamalathu
maka ia mengandungnya
▶
فَٱنتَبَذَتْ
fa-intabadhat
lalu ia meninggalkan/menjauhkan
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
مَكَانًۭا
makānan
suatu tempat
▶
قَصِيًّۭا
qaṣiyyan
yang jauh
Ayat 23 - Surah Maryam: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَجَآءَهَا ٱلْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ قَالَتْ يَـٰلَيْتَنِى مِتُّ قَبْلَ هَـٰذَا وَكُنتُ نَسْيًۭا مَّنسِيًّۭا
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".
▶
فَأَجَآءَهَا
fa-ajāahā
maka mendatangkan/memaksakan
▶
ٱلْمَخَاضُ
l-makhāḍu
rasa sakit akan melahirkan
▶
إِلَىٰ
ilā
kepada
▶
جِذْعِ
jidh'ʿi
batang/pangkal
▶
ٱلنَّخْلَةِ
l-nakhlati
pohon kurma
▶
قَالَتْ
qālat
ia berkata
▶
يَـٰلَيْتَنِى
yālaytanī
kiranya dulu
▶
مِتُّ
mittu
aku mati
▶
قَبْلَ
qabla
sebelum
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
وَكُنتُ
wakuntu
dan adalah aku
▶
نَسْيًۭا
nasyan
terlupa
▶
مَّنسِيًّۭا
mansiyyan
yang dilupakan
Ayat 24 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَنَادَىٰهَا مِن تَحْتِهَآ أَلَّا تَحْزَنِى قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّۭا
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
▶
فَنَادَىٰهَا
fanādāhā
maka dia memanggilnya
▶
مِن
min
dari
▶
تَحْتِهَآ
taḥtihā
bagian bawahnya
▶
أَلَّا
allā
janganlah
▶
تَحْزَنِى
taḥzanī
kamu bersedih hati
▶
قَدْ
qad
sesungguhnya
▶
جَعَلَ
jaʿala
telah menjadikan
▶
رَبُّكِ
rabbuki
Tuhanmu
▶
تَحْتَكِ
taḥtaki
bagian bawahmu
▶
سَرِيًّۭا
sariyyan
mengalir/anak sungai
Ayat 25 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَـٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًۭا جَنِيًّۭا
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,
▶
وَهُزِّىٓ
wahuzzī
dan goyangkanlah
▶
إِلَيْكِ
ilayki
kepadamu/kearahmu
▶
بِجِذْعِ
bijidh'ʿi
dengan batang
▶
ٱلنَّخْلَةِ
l-nakhlati
pohon kurma
▶
تُسَـٰقِطْ
tusāqiṭ
ia akan menggugurkan
▶
عَلَيْكِ
ʿalayki
atasmu/kepadamu
▶
رُطَبًۭا
ruṭaban
basah/masak
▶
جَنِيًّۭا
janiyyan
buah
Ayat 26 - Surah Maryam: 18 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَكُلِى وَٱشْرَبِى وَقَرِّى عَيْنًۭا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلْبَشَرِ أَحَدًۭا فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرْتُ لِلرَّحْمَـٰنِ صَوْمًۭا فَلَنْ أُكَلِّمَ ٱلْيَوْمَ إِنسِيًّۭا
maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".
▶
فَكُلِى
fakulī
maka makanlah
▶
وَٱشْرَبِى
wa-ish'rabī
dan minumlah
▶
وَقَرِّى
waqarrī
dan berdinginlah
▶
عَيْنًۭا ۖ
ʿaynan
mata
▶
فَإِمَّا
fa-immā
maka adapun/jika
▶
تَرَيِنَّ
tarayinna
kamu melihat
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْبَشَرِ
l-bashari
manusia
▶
أَحَدًۭا
aḥadan
seseorang
▶
فَقُولِىٓ
faqūlī
maka katakanlah
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya aku
▶
نَذَرْتُ
nadhartu
aku bernadzar
▶
لِلرَّحْمَـٰنِ
lilrraḥmāni
kepada yang Maha Pengasih
▶
صَوْمًۭا
ṣawman
berpuasa
▶
فَلَنْ
falan
maka tidak
▶
أُكَلِّمَ
ukallima
aku berbicara
▶
ٱلْيَوْمَ
l-yawma
hari ini
▶
إِنسِيًّۭا
insiyyan
seorang manusia
Ayat 27 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَتَتْ بِهِۦ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُۥ ۖ قَالُوا۟ يَـٰمَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْـًۭٔا فَرِيًّۭا
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
▶
فَأَتَتْ
fa-atat
maka ia datang
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
قَوْمَهَا
qawmahā
kaumnya
▶
تَحْمِلُهُۥ ۖ
taḥmiluhu
ia membawanya/menggendongnya
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
يَـٰمَرْيَمُ
yāmaryamu
Hai Maryam
▶
لَقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
جِئْتِ
ji'ti
kamu datang/melakukan
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu
▶
فَرِيًّۭا
fariyyan
aneh/mungkar
Ayat 28 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰٓأُخْتَ هَـٰرُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ ٱمْرَأَ سَوْءٍۢ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّۭا
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",
▶
يَـٰٓأُخْتَ
yāukh'ta
wahai saudara perempuan
▶
هَـٰرُونَ
hārūna
Harun
▶
مَا
mā
tidakkah
▶
كَانَ
kāna
ada
▶
أَبُوكِ
abūki
ayahmu
▶
ٱمْرَأَ
im'ra-a
orang
▶
سَوْءٍۢ
sawin
seburuk-buruk
▶
وَمَا
wamā
dan tidak/bukan
▶
كَانَتْ
kānat
ada
▶
أُمُّكِ
ummuki
ibumu
▶
بَغِيًّۭا
baghiyyan
pelacur/jalang
Ayat 29 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا۟ كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِى ٱلْمَهْدِ صَبِيًّۭا
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"
▶
فَأَشَارَتْ
fa-ashārat
maka ia menunjuk
▶
إِلَيْهِ ۖ
ilayhi
kepadanya (anaknya)
▶
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
▶
كَيْفَ
kayfa
bagaimana
▶
نُكَلِّمُ
nukallimu
kami berbicara
▶
مَن
man
orang (anak)
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلْمَهْدِ
l-mahdi
ayunan
▶
صَبِيًّۭا
ṣabiyyan
anak kecil
Ayat 30 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَـٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّۭا
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
▶
قَالَ
qāla
(Isa) berkata
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya aku
▶
عَبْدُ
ʿabdu
hamba
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
ءَاتَىٰنِىَ
ātāniya
Dia memberi aku
▶
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Al Kitab
▶
وَجَعَلَنِى
wajaʿalanī
dan Dia menjadikan aku
▶
نَبِيًّۭا
nabiyyan
seorang nabi
Ayat 31 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَـٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّۭا
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
▶
وَجَعَلَنِى
wajaʿalanī
dan Dia menjadikan aku
▶
مُبَارَكًا
mubārakan
seorang yang diberkati
▶
أَيْنَ
ayna
dimana
▶
مَا
mā
apa/saja
▶
كُنتُ
kuntu
adalah aku/berada
▶
وَأَوْصَـٰنِى
wa-awṣānī
dan Dia memerintahkan aku
▶
بِٱلصَّلَوٰةِ
bil-ṣalati
dengan sholat
▶
وَٱلزَّكَوٰةِ
wal-zakati
dan zakat
▶
مَا
mā
apa
▶
دُمْتُ
dum'tu
selama aku
▶
حَيًّۭا
ḥayyan
hidup
Ayat 32 - Surah Maryam: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَتِى وَلَمْ يَجْعَلْنِى جَبَّارًۭا شَقِيًّۭا
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
▶
وَبَرًّۢا
wabarran
dan berbakti
▶
بِوَٰلِدَتِى
biwālidatī
dengan/kepada ibuku
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak
▶
يَجْعَلْنِى
yajʿalnī
Dia menjadikan aku
▶
جَبَّارًۭا
jabbāran
seorang yang sombong
▶
شَقِيًّۭا
shaqiyyan
celaka
Ayat 33 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱلسَّلَـٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّۭا
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
▶
وَٱلسَّلَـٰمُ
wal-salāmu
dan kesejahteraan
▶
عَلَىَّ
ʿalayya
atasku
▶
يَوْمَ
yawma
hari
▶
وُلِدتُّ
wulidttu
aku dilahirkan
▶
وَيَوْمَ
wayawma
dan hari
▶
أَمُوتُ
amūtu
aku meninggal
▶
وَيَوْمَ
wayawma
dan hari
▶
أُبْعَثُ
ub'ʿathu
aku dibangkitkan
▶
حَيًّۭا
ḥayyan
hidup
Ayat 34 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
ذَٰلِكَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ ٱلْحَقِّ ٱلَّذِى فِيهِ يَمْتَرُونَ
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
▶
ذَٰلِكَ
dhālika
demikian
▶
عِيسَى
ʿīsā
Isa
▶
ٱبْنُ
ub'nu
putera
▶
مَرْيَمَ ۚ
maryama
Maryam
▶
قَوْلَ
qawla
perkataan
▶
ٱلْحَقِّ
l-ḥaqi
benar
▶
ٱلَّذِى
alladhī
yang
▶
فِيهِ
fīhi
didalamnya
▶
يَمْتَرُونَ
yamtarūna
mereka perselisihkan
Ayat 35 - Surah Maryam: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍۢ ۖ سُبْحَـٰنَهُۥٓ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.
▶
مَا
mā
tidak
▶
كَانَ
kāna
ada
▶
لِلَّهِ
lillahi
bagi Allah
▶
أَن
an
bahwa
▶
يَتَّخِذَ
yattakhidha
Dia mengambil/mempunyai
▶
مِن
min
dari
▶
وَلَدٍۢ ۖ
waladin
seorang anak
▶
سُبْحَـٰنَهُۥٓ ۚ
sub'ḥānahu
Maha Suci Dia
▶
إِذَا
idhā
apabila/tatkala
▶
قَضَىٰٓ
qaḍā
Dia telah memutuskan
▶
أَمْرًۭا
amran
perkara
▶
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka sesungguhnya hanyalah
▶
يَقُولُ
yaqūlu
Dia berkata
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya
▶
كُن
kun
adalah/jadilah
▶
فَيَكُونُ
fayakūnu
maka adalah/jadilah ia
Ayat 36 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ هَـٰذَا صِرَٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
▶
وَإِنَّ
wa-inna
dan sesungguhnya
▶
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
▶
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
▶
وَرَبُّكُمْ
warabbukum
dan Tuhanmu
▶
فَٱعْبُدُوهُ ۚ
fa-uʿ'budūhu
maka sembahlah Dia
▶
هَـٰذَا
hādhā
ini
▶
صِرَٰطٌۭ
ṣirāṭun
jalan
▶
مُّسْتَقِيمٌۭ
mus'taqīmun
lurus
Ayat 37 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌۭ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
▶
فَٱخْتَلَفَ
fa-ikh'talafa
maka berselisihlah
▶
ٱلْأَحْزَابُ
l-aḥzābu
golongan-golongan
▶
مِنۢ
min
dari
▶
بَيْنِهِمْ ۖ
baynihim
antara mereka
▶
فَوَيْلٌۭ
fawaylun
maka celakalah
▶
لِّلَّذِينَ
lilladhīna
bagi orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
مِن
min
dari
▶
مَّشْهَدِ
mashhadi
menyaksikan
▶
يَوْمٍ
yawmin
hari
▶
عَظِيمٍ
ʿaẓīmin
yang besar
Ayat 38 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا ۖ لَـٰكِنِ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٱلْيَوْمَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ
Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
▶
أَسْمِعْ
asmiʿ
alangkah tajam pendengaran
▶
بِهِمْ
bihim
dengan mereka
▶
وَأَبْصِرْ
wa-abṣir
dan alangkah terangnya penglihatan
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
يَأْتُونَنَا ۖ
yatūnanā
mereka datang kepada kami
▶
لَـٰكِنِ
lākini
tetapi
▶
ٱلظَّـٰلِمُونَ
l-ẓālimūna
orang-orang yang zalim
▶
ٱلْيَوْمَ
l-yawma
pada hari ini
▶
فِى
fī
dalam
▶
ضَلَـٰلٍۢ
ḍalālin
kesesatan
▶
مُّبِينٍۢ
mubīnin
yang nyata
Ayat 39 - Surah Maryam: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍۢ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.
▶
وَأَنذِرْهُمْ
wa-andhir'hum
dan berilah mereka peringatan
▶
يَوْمَ
yawma
hari
▶
ٱلْحَسْرَةِ
l-ḥasrati
penyesalan
▶
إِذْ
idh
ketika
▶
قُضِىَ
quḍiya
diputuskan
▶
ٱلْأَمْرُ
l-amru
perkara
▶
وَهُمْ
wahum
dan/sedang mereka
▶
فِى
fī
dalam
▶
غَفْلَةٍۢ
ghaflatin
kelalaian
▶
وَهُمْ
wahum
dan mereka
▶
لَا
lā
tidak
▶
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman
Ayat 40 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ ٱلْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ
Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.
▶
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
▶
نَحْنُ
naḥnu
Kami
▶
نَرِثُ
narithu
Kami mewarisi
▶
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
▶
وَمَنْ
waman
dan orang-orang
▶
عَلَيْهَا
ʿalayhā
diatasnya
▶
وَإِلَيْنَا
wa-ilaynā
dan kepada Kami
▶
يُرْجَعُونَ
yur'jaʿūna
mereka dikembalikan
Ayat 41 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِبْرَٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًۭا نَّبِيًّا
Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.
▶
وَٱذْكُرْ
wa-udh'kur
dan ingatlah
▶
فِى
fī
didalam
▶
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
▶
إِبْرَٰهِيمَ ۚ
ib'rāhīma
Ibrahim
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya dia
▶
كَانَ
kāna
adalah dia
▶
صِدِّيقًۭا
ṣiddīqan
seorang yang benar
▶
نَّبِيًّا
nabiyyan
seorang nabi
Ayat 42 - Surah Maryam: 15 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِى عَنكَ شَيْـًۭٔا
Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?
▶
إِذْ
idh
tatkala
▶
قَالَ
qāla
dia berkata
▶
لِأَبِيهِ
li-abīhi
kepada bapaknya
▶
يَـٰٓأَبَتِ
yāabati
wahai ayahku
▶
لِمَ
lima
mengapa
▶
تَعْبُدُ
taʿbudu
kamu menyembah
▶
مَا
mā
apa/sesuatu
▶
لَا
lā
tidak
▶
يَسْمَعُ
yasmaʿu
ia mendengar
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يُبْصِرُ
yub'ṣiru
ia melihat
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يُغْنِى
yugh'nī
ia mencukupi/menolong
▶
عَنكَ
ʿanka
dari kamu
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu/sedikitpun
Ayat 43 - Surah Maryam: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى قَدْ جَآءَنِى مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَٱتَّبِعْنِىٓ أَهْدِكَ صِرَٰطًۭا سَوِيًّۭا
Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
▶
يَـٰٓأَبَتِ
yāabati
wahai ayahku
▶
إِنِّى
innī
sesungguhnya aku
▶
قَدْ
qad
sesungguhnya
▶
جَآءَنِى
jāanī
telah datang kepadaku
▶
مِنَ
mina
dari/sebagian
▶
ٱلْعِلْمِ
l-ʿil'mi
ilmu pengetahuan
▶
مَا
mā
apa
▶
لَمْ
lam
tidak
▶
يَأْتِكَ
yatika
datang kepadamu
▶
فَٱتَّبِعْنِىٓ
fa-ittabiʿ'nī
maka ikutilah aku
▶
أَهْدِكَ
ahdika
aku akan menunjukkan kepadamu
▶
صِرَٰطًۭا
ṣirāṭan
jalan
▶
سَوِيًّۭا
sawiyyan
sama/lurus
Ayat 44 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰٓأَبَتِ لَا تَعْبُدِ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلرَّحْمَـٰنِ عَصِيًّۭا
Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
▶
يَـٰٓأَبَتِ
yāabati
wahai ayahku
▶
لَا
lā
jangan
▶
تَعْبُدِ
taʿbudi
kamu menyembah
▶
ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ
l-shayṭāna
syaitan
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
ٱلشَّيْطَـٰنَ
l-shayṭāna
syaitan
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
لِلرَّحْمَـٰنِ
lilrraḥmāni
kepada Yang Maha Pengasih
▶
عَصِيًّۭا
ʿaṣiyyan
durhaka
Ayat 45 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَـٰٓأَبَتِ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌۭ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَـٰنِ وَلِيًّۭا
Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan".
▶
يَـٰٓأَبَتِ
yāabati
wahai ayahku
▶
إِنِّىٓ
innī
sesungguhnya aku
▶
أَخَافُ
akhāfu
aku takut/khawatir
▶
أَن
an
bahwa akan
▶
يَمَسَّكَ
yamassaka
menimpa kamu
▶
عَذَابٌۭ
ʿadhābun
azab
▶
مِّنَ
mina
dari
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
▶
فَتَكُونَ
fatakūna
maka adalah kamu/menjadi
▶
لِلشَّيْطَـٰنِ
lilshayṭāni
bagi syaitan
▶
وَلِيًّۭا
waliyyan
pemimpin/kawan
Ayat 46 - Surah Maryam: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ ءَالِهَتِى يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَٱهْجُرْنِى مَلِيًّۭا
Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".
▶
قَالَ
qāla
ia berkata
▶
أَرَاغِبٌ
arāghibun
adakah benci
▶
أَنتَ
anta
kamu
▶
عَنْ
ʿan
dari
▶
ءَالِهَتِى
ālihatī
Tuhanku
▶
يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۖ
yāib'rāhīmu
Hai Ibrahim
▶
لَئِن
la-in
sungguh jika
▶
لَّمْ
lam
tidak
▶
تَنتَهِ
tantahi
kamu berhenti
▶
لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ
la-arjumannaka
sungguh aku akan merajam kamu
▶
وَٱهْجُرْنِى
wa-uh'jur'nī
dan tinggalkan aku
▶
مَلِيًّۭا
maliyyan
waktu yang lama
Ayat 47 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
قَالَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِى حَفِيًّۭا
Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.
▶
قَالَ
qāla
dia berkata
▶
سَلَـٰمٌ
salāmun
semoga keselamatan
▶
عَلَيْكَ ۖ
ʿalayka
atasmu
▶
سَأَسْتَغْفِرُ
sa-astaghfiru
aku akan memohon ampunan
▶
لَكَ
laka
untuk kamu
▶
رَبِّىٓ ۖ
rabbī
Tuhanku
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya Dia
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
بِى
bī
kepadaku
▶
حَفِيًّۭا
ḥafiyyan
sangat baik
Ayat 48 - Surah Maryam: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَأَدْعُوا۟ رَبِّى عَسَىٰٓ أَلَّآ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّۭا
Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku".
▶
وَأَعْتَزِلُكُمْ
wa-aʿtazilukum
dan aku akan menjauhkan diri darimu
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
تَدْعُونَ
tadʿūna
kamu seru
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
وَأَدْعُوا۟
wa-adʿū
dan aku berseru/berdoa
▶
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
▶
عَسَىٰٓ
ʿasā
mudah-mudahan
▶
أَلَّآ
allā
bahwa tidak
▶
أَكُونَ
akūna
adalah aku
▶
بِدُعَآءِ
biduʿāi
dengan doaku
▶
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
▶
شَقِيًّۭا
shaqiyyan
celaka/kecewa
Ayat 49 - Surah Maryam: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَلَمَّا ٱعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّۭا جَعَلْنَا نَبِيًّۭا
Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.
▶
فَلَمَّا
falammā
maka tatkala
▶
ٱعْتَزَلَهُمْ
iʿ'tazalahum
dia menjauhkan diri dari mereka
▶
وَمَا
wamā
dan apa yang
▶
يَعْبُدُونَ
yaʿbudūna
mereka sembah
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
وَهَبْنَا
wahabnā
dan Kami anugerahkan
▶
لَهُۥٓ
lahu
kepadanya
▶
إِسْحَـٰقَ
is'ḥāqa
Ishak
▶
وَيَعْقُوبَ ۖ
wayaʿqūba
dan Yaqub
▶
وَكُلًّۭا
wakullan
dan makanlah
▶
جَعَلْنَا
jaʿalnā
Kami jadikan
▶
نَبِيًّۭا
nabiyyan
nabi
Ayat 50 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّۭا
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.
▶
وَوَهَبْنَا
wawahabnā
dan Kami anugerahkan
▶
لَهُم
lahum
kepada mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
رَّحْمَتِنَا
raḥmatinā
rahmat Kami
▶
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan Kami jadikan
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
لِسَانَ
lisāna
lisan/buah tutur
▶
صِدْقٍ
ṣid'qin
benar/baik
▶
عَلِيًّۭا
ʿaliyyan
amat tinggi
Ayat 51 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ مُوسَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ مُخْلَصًۭا وَكَانَ رَسُولًۭا نَّبِيًّۭا
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.
▶
وَٱذْكُرْ
wa-udh'kur
dan ingatlah
▶
فِى
fī
didalam
▶
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
▶
مُوسَىٰٓ ۚ
mūsā
Musa
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya dia
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
مُخْلَصًۭا
mukh'laṣan
bersih/pilihan
▶
وَكَانَ
wakāna
dan adalah dia
▶
رَسُولًۭا
rasūlan
seorang rasul
▶
نَّبِيًّۭا
nabiyyan
seorang nabi
Ayat 52 - Surah Maryam: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَـٰدَيْنَـٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَـٰهُ نَجِيًّۭا
Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).
▶
وَنَـٰدَيْنَـٰهُ
wanādaynāhu
dan Kami telah memanggilnya
▶
مِن
min
dari
▶
جَانِبِ
jānibi
sisi/pinggir
▶
ٱلطُّورِ
l-ṭūri
gunung Tur
▶
ٱلْأَيْمَنِ
l-aymani
sebelah kanan
▶
وَقَرَّبْنَـٰهُ
waqarrabnāhu
dan Kami telah mendekatkannya
▶
نَجِيًّۭا
najiyyan
munajat/dialog
Ayat 53 - Surah Maryam: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَوَهَبْنَا لَهُۥ مِن رَّحْمَتِنَآ أَخَاهُ هَـٰرُونَ نَبِيًّۭا
Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.
▶
وَوَهَبْنَا
wawahabnā
dan Kami telah menganugerahkan
▶
لَهُۥ
lahu
kepadanya
▶
مِن
min
dari
▶
رَّحْمَتِنَآ
raḥmatinā
rahmat Kami
▶
أَخَاهُ
akhāhu
saudaranya
▶
هَـٰرُونَ
hārūna
Harun
▶
نَبِيًّۭا
nabiyyan
seorang nabi
Ayat 54 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِسْمَـٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًۭا نَّبِيًّۭا
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
▶
وَٱذْكُرْ
wa-udh'kur
dan ingatlah
▶
فِى
fī
didalam
▶
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
▶
إِسْمَـٰعِيلَ ۚ
is'māʿīla
Ismail
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya dia
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
صَادِقَ
ṣādiqa
benar
▶
ٱلْوَعْدِ
l-waʿdi
janji
▶
وَكَانَ
wakāna
dan adalah dia
▶
رَسُولًۭا
rasūlan
seorang rasul
▶
نَّبِيًّۭا
nabiyyan
seorang nabi
Ayat 55 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّۭا
Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.
▶
وَكَانَ
wakāna
dan adalah dia
▶
يَأْمُرُ
yamuru
dia menyuruh
▶
أَهْلَهُۥ
ahlahu
keluarganya
▶
بِٱلصَّلَوٰةِ
bil-ṣalati
dengan/untuk sholat
▶
وَٱلزَّكَوٰةِ
wal-zakati
dan zakat
▶
وَكَانَ
wakāna
dan adalah dia
▶
عِندَ
ʿinda
disisi
▶
رَبِّهِۦ
rabbihi
Tuhannya
▶
مَرْضِيًّۭا
marḍiyyan
seorang yang diridhai
Ayat 56 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًۭا نَّبِيًّۭا
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.
▶
وَٱذْكُرْ
wa-udh'kur
dan ingatlah
▶
فِى
fī
didalam
▶
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
▶
إِدْرِيسَ ۚ
id'rīsa
Idris
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya dia
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
صِدِّيقًۭا
ṣiddīqan
sangat benar
▶
نَّبِيًّۭا
nabiyyan
seorang nabi
Ayat 57 - Surah Maryam: 3 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَرَفَعْنَـٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا
Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
▶
وَرَفَعْنَـٰهُ
warafaʿnāhu
dan Kami telah mengangkatnya
▶
مَكَانًا
makānan
tempat/martabat
▶
عَلِيًّا
ʿaliyyan
yang tinggi
Ayat 58 - Surah Maryam: 29 kata
▶ Ayat kata demi kata
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍۢ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْرَٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُ ٱلرَّحْمَـٰنِ خَرُّوا۟ سُجَّدًۭا وَبُكِيًّۭا ۩
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
▶
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itulah
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
أَنْعَمَ
anʿama
telah memberi nikmat
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
عَلَيْهِم
ʿalayhim
atas mereka
▶
مِّنَ
mina
dari
▶
ٱلنَّبِيِّـۧنَ
l-nabiyīna
para nabi
▶
مِن
min
dari
▶
ذُرِّيَّةِ
dhurriyyati
keturunan
▶
ءَادَمَ
ādama
Adam
▶
وَمِمَّنْ
wamimman
dan dari orang-orang
▶
حَمَلْنَا
ḥamalnā
Kami bawa
▶
مَعَ
maʿa
bersama
▶
نُوحٍۢ
nūḥin
Nuh
▶
وَمِن
wamin
dan dari
▶
ذُرِّيَّةِ
dhurriyyati
keturunan
▶
إِبْرَٰهِيمَ
ib'rāhīma
Ibrahim
▶
وَإِسْرَٰٓءِيلَ
wa-is'rāīla
dan Israil
▶
وَمِمَّنْ
wamimman
dan dari orang-orang
▶
هَدَيْنَا
hadaynā
Kami telah beri petunjuk
▶
وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ
wa-ij'tabaynā
dan Kami telah pilih
▶
إِذَا
idhā
tatkala/apabila
▶
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
▶
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
▶
ءَايَـٰتُ
āyātu
ayat-ayat
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Maha Pengasih
▶
خَرُّوا۟
kharrū
mereka tersungkur
▶
سُجَّدًۭا
sujjadan
bersujud
▶
وَبُكِيًّۭا ۩
wabukiyyan
dan menangis
Ayat 59 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
۞ فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,
▶
۞ فَخَلَفَ
fakhalafa
maka mengganti/datanglah
▶
مِنۢ
min
dari
▶
بَعْدِهِمْ
baʿdihim
sesudah mereka
▶
خَلْفٌ
khalfun
pengganti
▶
أَضَاعُوا۟
aḍāʿū
mereka menyia-nyiakan
▶
ٱلصَّلَوٰةَ
l-ṣalata
sholat
▶
وَٱتَّبَعُوا۟
wa-ittabaʿū
dan mereka mengikuti
▶
ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ
l-shahawāti
syahwat/hawa nafsu
▶
فَسَوْفَ
fasawfa
maka akan
▶
يَلْقَوْنَ
yalqawna
mereka menemui
▶
غَيًّا
ghayyan
kesesatan/kebinasaan
Ayat 60 - Surah Maryam: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْـًۭٔا
kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
مَن
man
orang
▶
تَابَ
tāba
ia bertaubat
▶
وَءَامَنَ
waāmana
dan ia beriman
▶
وَعَمِلَ
waʿamila
dan ia berbuat/beramal
▶
صَـٰلِحًۭا
ṣāliḥan
kebajikan/saleh
▶
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
▶
يَدْخُلُونَ
yadkhulūna
mereka masuk
▶
ٱلْجَنَّةَ
l-janata
surga
▶
وَلَا
walā
dan tidak
▶
يُظْلَمُونَ
yuẓ'lamūna
mereka dianiaya
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu/sedikitpun
Ayat 61 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
جَنَّـٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدَ ٱلرَّحْمَـٰنُ عِبَادَهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ وَعْدُهُۥ مَأْتِيًّۭا
yaitu surga 'Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati.
▶
جَنَّـٰتِ
jannāti
surga
▶
عَدْنٍ
ʿadnin
'Adn
▶
ٱلَّتِى
allatī
yang
▶
وَعَدَ
waʿada
berjanji
▶
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
Maha Pengasih
▶
عِبَادَهُۥ
ʿibādahu
hamba-hambaNya
▶
بِٱلْغَيْبِ ۚ
bil-ghaybi
dengan yang gaib/tidak nampak
▶
إِنَّهُۥ
innahu
sesungguhnya Dia
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
وَعْدُهُۥ
waʿduhu
janjiNya
▶
مَأْتِيًّۭا
matiyyan
akan datang/terjadi
Ayat 62 - Surah Maryam: 11 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَـٰمًۭا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةًۭ وَعَشِيًّۭا
Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.
▶
لَّا
lā
tidak
▶
يَسْمَعُونَ
yasmaʿūna
mereka mendengar
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya (surga)
▶
لَغْوًا
laghwan
perkataan sia-sia
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
سَلَـٰمًۭا ۖ
salāman
selamat/sejahtera
▶
وَلَهُمْ
walahum
dan bagi mereka
▶
رِزْقُهُمْ
riz'quhum
rezki mereka
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya (surga)
▶
بُكْرَةًۭ
buk'ratan
pagi
▶
وَعَشِيًّۭا
waʿashiyyan
dan petang
Ayat 63 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
تِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّۭا
Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
▶
تِلْكَ
til'ka
itulah
▶
ٱلْجَنَّةُ
l-janatu
surga
▶
ٱلَّتِى
allatī
yang
▶
نُورِثُ
nūrithu
Kami wariskan
▶
مِنْ
min
dari
▶
عِبَادِنَا
ʿibādinā
hamba-hamba Kami
▶
مَن
man
orang
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
تَقِيًّۭا
taqiyyan
bertakwa
Ayat 64 - Surah Maryam: 18 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُۥ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّۭا
Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.
▶
وَمَا
wamā
dan tidaklah
▶
نَتَنَزَّلُ
natanazzalu
kami akan turun
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
بِأَمْرِ
bi-amri
dengan perintah
▶
رَبِّكَ ۖ
rabbika
Tuhanmu
▶
لَهُۥ
lahu
kepunyaanNya
▶
مَا
mā
apa
▶
بَيْنَ
bayna
antara
▶
أَيْدِينَا
aydīnā
dihadapan kami
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
خَلْفَنَا
khalfanā
dibelakang kami
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
بَيْنَ
bayna
diantara
▶
ذَٰلِكَ ۚ
dhālika
demikian
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
كَانَ
kāna
ada
▶
رَبُّكَ
rabbuka
Tuhanmu
▶
نَسِيًّۭا
nasiyyan
lupa
Ayat 65 - Surah Maryam: 12 kata
▶ Ayat kata demi kata
رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَٱعْبُدْهُ وَٱصْطَبِرْ لِعِبَـٰدَتِهِۦ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُۥ سَمِيًّۭا
Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?
▶
رَّبُّ
rabbu
Tuhan
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
▶
وَمَا
wamā
dan apa
▶
بَيْنَهُمَا
baynahumā
diantara keduanya
▶
فَٱعْبُدْهُ
fa-uʿ'bud'hu
maka sembahlah Dia
▶
وَٱصْطَبِرْ
wa-iṣ'ṭabir
dan berteguh hatilah
▶
لِعِبَـٰدَتِهِۦ ۚ
liʿibādatihi
dalam beribadat kepadaNya
▶
هَلْ
hal
apakah
▶
تَعْلَمُ
taʿlamu
kamu mengetahui
▶
لَهُۥ
lahu
bagiNya/denganNya
▶
سَمِيًّۭا
samiyyan
sama
Ayat 66 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَيَقُولُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَءِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا
Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"
▶
وَيَقُولُ
wayaqūlu
dan akan berkata
▶
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
▶
أَءِذَا
a-idhā
apakah apabila
▶
مَا
mā
apa
▶
مِتُّ
mittu
telah mati
▶
لَسَوْفَ
lasawfa
sungguh akan
▶
أُخْرَجُ
ukh'raju
aku dikeluarkan
▶
حَيًّا
ḥayyan
hidup
Ayat 67 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَوَلَا يَذْكُرُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْـًۭٔا
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
▶
أَوَلَا
awalā
ataukah tidak
▶
يَذْكُرُ
yadhkuru
ingat/berpikir
▶
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
▶
أَنَّا
annā
bahwa sesungguhnya Kami
▶
خَلَقْنَـٰهُ
khalaqnāhu
Kami telah menciptakannya
▶
مِن
min
dari
▶
قَبْلُ
qablu
sebelum/dahulu
▶
وَلَمْ
walam
dan tidak
▶
يَكُ
yaku
dia ada
▶
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu/sama sekali
Ayat 68 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَٱلشَّيَـٰطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّۭا
Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
▶
فَوَرَبِّكَ
fawarabbika
maka demi Tuhanmu
▶
لَنَحْشُرَنَّهُمْ
lanaḥshurannahum
sungguh Kami akan mengumpulkan mereka
▶
وَٱلشَّيَـٰطِينَ
wal-shayāṭīna
dan syaitan
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
لَنُحْضِرَنَّهُمْ
lanuḥ'ḍirannahum
sungguh Kami akan datangkan mereka
▶
حَوْلَ
ḥawla
sekeliling
▶
جَهَنَّمَ
jahannama
Jahanam
▶
جِثِيًّۭا
jithiyyan
berlutut
Ayat 69 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ لَنَنزِعَنَّ مِن كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى ٱلرَّحْمَـٰنِ عِتِيًّۭا
Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
لَنَنزِعَنَّ
lananziʿanna
sungguh kami akan menarik
▶
مِن
min
dari
▶
كُلِّ
kulli
tiap-tiap
▶
شِيعَةٍ
shīʿatin
golongan
▶
أَيُّهُمْ
ayyuhum
siapa diantara mereka
▶
أَشَدُّ
ashaddu
sangat/paling
▶
عَلَى
ʿalā
atas/kepada
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
▶
عِتِيًّۭا
ʿitiyyan
durhaka
Ayat 70 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِٱلَّذِينَ هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّۭا
Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
لَنَحْنُ
lanaḥnu
sungguh Kami
▶
أَعْلَمُ
aʿlamu
lebih mengetahui
▶
بِٱلَّذِينَ
bi-alladhīna
kepada orang-orang yang
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
أَوْلَىٰ
awlā
lebih patut
▶
بِهَا
bihā
dengannya
▶
صِلِيًّۭا
ṣiliyyan
masuk/dibakar
Ayat 71 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًۭا مَّقْضِيًّۭا
Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
▶
وَإِن
wa-in
dan tidak
▶
مِّنكُمْ
minkum
daripadamu
▶
إِلَّا
illā
melainkan
▶
وَارِدُهَا ۚ
wāriduhā
mendatanginya
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
عَلَىٰ
ʿalā
atas/bagi
▶
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
▶
حَتْمًۭا
ḥatman
kepastian
▶
مَّقْضِيًّۭا
maqḍiyyan
yang telah diputuskan
Ayat 72 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
ثُمَّ نُنَجِّى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ وَّنَذَرُ ٱلظَّـٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيًّۭا
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
▶
ثُمَّ
thumma
kemudian
▶
نُنَجِّى
nunajjī
kami akan menyelamatkan
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
ٱتَّقَوا۟
ittaqaw
(mereka) bertakwa
▶
وَّنَذَرُ
wanadharu
dan Kami membiarkan
▶
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang yang zalim
▶
فِيهَا
fīhā
didalamnya
▶
جِثِيًّۭا
jithiyyan
berlutut
Ayat 73 - Surah Maryam: 16 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍۢ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌۭ مَّقَامًۭا وَأَحْسَنُ نَدِيًّۭا
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"
▶
وَإِذَا
wa-idhā
dan apabila
▶
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
▶
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
▶
ءَايَـٰتُنَا
āyātunā
ayat-ayat Kami
▶
بَيِّنَـٰتٍۢ
bayyinātin
jelas/terang
▶
قَالَ
qāla
berkata
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
كَفَرُوا۟
kafarū
kafir/ingkar
▶
لِلَّذِينَ
lilladhīna
kepada orang-orang yang
▶
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
beriman
▶
أَىُّ
ayyu
yang mana
▶
ٱلْفَرِيقَيْنِ
l-farīqayni
dua golongan
▶
خَيْرٌۭ
khayrun
lebih baik
▶
مَّقَامًۭا
maqāman
kedudukan
▶
وَأَحْسَنُ
wa-aḥsanu
dan lebih baik/bagus
▶
نَدِيًّۭا
nadiyyan
tempat pertemuan
Ayat 74 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَـٰثًۭا وَرِءْيًۭا
Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata.
▶
وَكَمْ
wakam
dan berapa banyak
▶
أَهْلَكْنَا
ahlaknā
telah Kami binasakan
▶
قَبْلَهُم
qablahum
sebelum mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
قَرْنٍ
qarnin
umat
▶
هُمْ
hum
mereka
▶
أَحْسَنُ
aḥsanu
lebih baik/bagus
▶
أَثَـٰثًۭا
athāthan
perabotan rumah tangga
▶
وَرِءْيًۭا
wari'yan
dan pandang mata
Ayat 75 - Surah Maryam: 25 kata
▶ Ayat kata demi kata
قُلْ مَن كَانَ فِى ٱلضَّلَـٰلَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوْا۟ مَا يُوعَدُونَ إِمَّا ٱلْعَذَابَ وَإِمَّا ٱلسَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّۭ مَّكَانًۭا وَأَضْعَفُ جُندًۭا
Katakanlah: "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya".
▶
قُلْ
qul
katakanlah
▶
مَن
man
barang siapa
▶
كَانَ
kāna
adalah
▶
فِى
fī
dalam
▶
ٱلضَّلَـٰلَةِ
l-ḍalālati
kesesatan
▶
فَلْيَمْدُدْ
falyamdud
maka akan memanjangkan
▶
لَهُ
lahu
kepadanya
▶
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
Maha Pengasih
▶
مَدًّا ۚ
maddan
panjang
▶
حَتَّىٰٓ
ḥattā
sehingga
▶
إِذَا
idhā
apabila
▶
رَأَوْا۟
ra-aw
mereka melihat
▶
مَا
mā
apa
▶
يُوعَدُونَ
yūʿadūna
mereka diancamkan
▶
إِمَّا
immā
maupun
▶
ٱلْعَذَابَ
l-ʿadhāba
azab
▶
وَإِمَّا
wa-immā
dan maupun
▶
ٱلسَّاعَةَ
l-sāʿata
hari kiamat
▶
فَسَيَعْلَمُونَ
fasayaʿlamūna
maka mereka akan mengetahui
▶
مَنْ
man
orang/siapa
▶
هُوَ
huwa
dia
▶
شَرٌّۭ
sharrun
lebih jelek
▶
مَّكَانًۭا
makānan
tempat/kedudukan
▶
وَأَضْعَفُ
wa-aḍʿafu
dan lebih lemah
▶
جُندًۭا
jundan
bala tentara
Ayat 76 - Surah Maryam: 13 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَيَزِيدُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ هُدًۭى ۗ وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًۭا وَخَيْرٌۭ مَّرَدًّا
Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.
▶
وَيَزِيدُ
wayazīdu
dan akan menambah
▶
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
ٱهْتَدَوْا۟
ih'tadaw
(mereka) mendapat petunjuk
▶
هُدًۭى ۗ
hudan
petunjuk
▶
وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ
wal-bāqiyātu
dan yang kekal
▶
ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ
l-ṣāliḥātu
amal-amal sholeh
▶
خَيْرٌ
khayrun
lebih baik
▶
عِندَ
ʿinda
disisi
▶
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
▶
ثَوَابًۭا
thawāban
pahala
▶
وَخَيْرٌۭ
wakhayrun
dan lebih baik
▶
مَّرَدًّا
maraddan
kesudahan
Ayat 77 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى كَفَرَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًۭا وَوَلَدًا
Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: "Pasti aku akan diberi harta dan anak".
▶
أَفَرَءَيْتَ
afara-ayta
maka apakah kamu telah melihat
▶
ٱلَّذِى
alladhī
orang yang
▶
كَفَرَ
kafara
kafir
▶
بِـَٔايَـٰتِنَا
biāyātinā
kepada ayat-ayat Kami
▶
وَقَالَ
waqāla
dan ia berkata
▶
لَأُوتَيَنَّ
laūtayanna
sungguh aku akan diberi
▶
مَالًۭا
mālan
harta
▶
وَوَلَدًا
wawaladan
dan anak
Ayat 78 - Surah Maryam: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَطَّلَعَ ٱلْغَيْبَ أَمِ ٱتَّخَذَ عِندَ ٱلرَّحْمَـٰنِ عَهْدًۭا
Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?,
▶
أَطَّلَعَ
aṭṭalaʿa
adakah ia melihat
▶
ٱلْغَيْبَ
l-ghayba
yang gaib
▶
أَمِ
ami
atau
▶
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
ia mengambil
▶
عِندَ
ʿinda
disisi
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
▶
عَهْدًۭا
ʿahdan
perjanjian
Ayat 79 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَلَّا ۚ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُۥ مِنَ ٱلْعَذَابِ مَدًّۭا
sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,
▶
كَلَّا ۚ
kallā
sekali-kali tidak
▶
سَنَكْتُبُ
sanaktubu
Kami akan menulis
▶
مَا
mā
apa
▶
يَقُولُ
yaqūlu
mereka katakan
▶
وَنَمُدُّ
wanamuddu
dan Kami akan memperpanjang
▶
لَهُۥ
lahu
baginya
▶
مِنَ
mina
dari
▶
ٱلْعَذَابِ
l-ʿadhābi
azab
▶
مَدًّۭا
maddan
panjang/waktu yang lama
Ayat 80 - Surah Maryam: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَرِثُهُۥ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًۭا
dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.
▶
وَنَرِثُهُۥ
wanarithuhu
dan Kami akan mewarisinya
▶
مَا
mā
apa
▶
يَقُولُ
yaqūlu
ia katakan
▶
وَيَأْتِينَا
wayatīnā
dan ia akan datang kepada Kami
▶
فَرْدًۭا
fardan
seorang diri
Ayat 81 - Surah Maryam: 8 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةًۭ لِّيَكُونُوا۟ لَهُمْ عِزًّۭا
Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka,
▶
وَٱتَّخَذُوا۟
wa-ittakhadhū
dan mereka mengambil/menyembah
▶
مِن
min
dari
▶
دُونِ
dūni
selain
▶
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
▶
ءَالِهَةًۭ
ālihatan
tuhan-tuhan/sesembahan
▶
لِّيَكُونُوا۟
liyakūnū
supaya sesembahan itu adalah
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
عِزًّۭا
ʿizzan
kemuliaan/pelindung
Ayat 82 - Surah Maryam: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
كَلَّا ۚ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا
sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
▶
كَلَّا ۚ
kallā
sekali-kali tidak
▶
سَيَكْفُرُونَ
sayakfurūna
kelak mereka mengingkari
▶
بِعِبَادَتِهِمْ
biʿibādatihim
dengan peribadatan mereka
▶
وَيَكُونُونَ
wayakūnūna
dan adalah mereka
▶
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
▶
ضِدًّا
ḍiddan
lawan/musuh
Ayat 83 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَلَمْ تَرَ أَنَّآ أَرْسَلْنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّۭا
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?,
▶
أَلَمْ
alam
tidakkah
▶
تَرَ
tara
kamu lihat
▶
أَنَّآ
annā
bahwa sesungguhnya Kami
▶
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami telah mengirim
▶
ٱلشَّيَـٰطِينَ
l-shayāṭīna
syaitan-syaitan
▶
عَلَى
ʿalā
atas
▶
ٱلْكَـٰفِرِينَ
l-kāfirīna
orang-orang kafir
▶
تَؤُزُّهُمْ
ta-uzzuhum
mengganggu mereka
▶
أَزًّۭا
azzan
gangguan
Ayat 84 - Surah Maryam: 7 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّۭا
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.
▶
فَلَا
falā
maka janganlah
▶
تَعْجَلْ
taʿjal
kamu tergesa-gesa
▶
عَلَيْهِمْ ۖ
ʿalayhim
atas mereka
▶
إِنَّمَا
innamā
sesungguhnya hanyalah
▶
نَعُدُّ
naʿuddu
Kami menghitung
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
عَدًّۭا
ʿaddan
perhitungan
Ayat 85 - Surah Maryam: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
يَوْمَ نَحْشُرُ ٱلْمُتَّقِينَ إِلَى ٱلرَّحْمَـٰنِ وَفْدًۭا
(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
نَحْشُرُ
naḥshuru
Kami kumpulkan
▶
ٱلْمُتَّقِينَ
l-mutaqīna
orang-orang yang bertakwa
▶
إِلَى
ilā
kepada
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
▶
وَفْدًۭا
wafdan
perutusan
Ayat 86 - Surah Maryam: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَنَسُوقُ ٱلْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًۭا
dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.
▶
وَنَسُوقُ
wanasūqu
dan Kami akan menghalau
▶
ٱلْمُجْرِمِينَ
l-muj'rimīna
orang-orang yang berdosa
▶
إِلَىٰ
ilā
ke
▶
جَهَنَّمَ
jahannama
neraka Jahanam
▶
وِرْدًۭا
wir'dan
keadaan dahaga
Ayat 87 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَّا يَمْلِكُونَ ٱلشَّفَـٰعَةَ إِلَّا مَنِ ٱتَّخَذَ عِندَ ٱلرَّحْمَـٰنِ عَهْدًۭا
Mereka tidak berhak mendapat syafa'at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.
▶
لَّا
lā
tidak
▶
يَمْلِكُونَ
yamlikūna
mereka memiliki/memberi
▶
ٱلشَّفَـٰعَةَ
l-shafāʿata
syafa'at
▶
إِلَّا
illā
kecuali
▶
مَنِ
mani
orang
▶
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
dia mengambil
▶
عِندَ
ʿinda
disisi
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
▶
عَهْدًۭا
ʿahdan
perjanjian
Ayat 88 - Surah Maryam: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".
▶
وَقَالُوا۟
waqālū
dan mereka berkata
▶
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
telah mengambil
▶
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
Yang Maha Pengasih
▶
وَلَدًۭا
waladan
anak
Ayat 89 - Surah Maryam: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا إِدًّۭا
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
▶
لَّقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
جِئْتُمْ
ji'tum
kamu telah mendatangkan
▶
شَيْـًٔا
shayan
sesuatu
▶
إِدًّۭا
iddan
sangat besar/luar biasa
Ayat 90 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ ٱلْأَرْضُ وَتَخِرُّ ٱلْجِبَالُ هَدًّا
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,
▶
تَكَادُ
takādu
hampir-hampir
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
l-samāwātu
langit(jamak)
▶
يَتَفَطَّرْنَ
yatafaṭṭarna
pecah
▶
مِنْهُ
min'hu
daripadanya/karenanya
▶
وَتَنشَقُّ
watanshaqqu
dan belah
▶
ٱلْأَرْضُ
l-arḍu
bumi
▶
وَتَخِرُّ
watakhirru
dan tersungkur
▶
ٱلْجِبَالُ
l-jibālu
gunung-gunung
▶
هَدًّا
haddan
runtuh
Ayat 91 - Surah Maryam: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
أَن دَعَوْا۟ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدًۭا
karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
▶
أَن
an
bahwa
▶
دَعَوْا۟
daʿaw
mereka mendakwakan
▶
لِلرَّحْمَـٰنِ
lilrraḥmāni
bagi/terhadap Yang Maha Pengasih
▶
وَلَدًۭا
waladan
seorang anak
Ayat 92 - Surah Maryam: 6 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَمَا يَنۢبَغِى لِلرَّحْمَـٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا
Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
▶
وَمَا
wamā
dan tidak
▶
يَنۢبَغِى
yanbaghī
layak/patut
▶
لِلرَّحْمَـٰنِ
lilrraḥmāni
bagi Yang Maha Pengasih
▶
أَن
an
bahwa
▶
يَتَّخِذَ
yattakhidha
Dia mengambil/mempunyai
▶
وَلَدًا
waladan
seorang anak
Ayat 93 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِن كُلُّ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَـٰنِ عَبْدًۭا
Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.
▶
إِن
in
tidak
▶
كُلُّ
kullu
setiap
▶
مَن
man
orang
▶
فِى
fī
di
▶
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit(jamak)
▶
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
▶
إِلَّآ
illā
kecuali
▶
ءَاتِى
ātī
dia datang
▶
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
▶
عَبْدًۭا
ʿabdan
mengabdi
Ayat 94 - Surah Maryam: 4 kata
▶ Ayat kata demi kata
لَّقَدْ أَحْصَىٰهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّۭا
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
▶
لَّقَدْ
laqad
sesungguhnya
▶
أَحْصَىٰهُمْ
aḥṣāhum
Dia telah menentukan mereka
▶
وَعَدَّهُمْ
waʿaddahum
dan Dia telah menghitung mereka
▶
عَدًّۭا
ʿaddan
perhitungan
Ayat 95 - Surah Maryam: 5 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكُلُّهُمْ ءَاتِيهِ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فَرْدًا
Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
▶
وَكُلُّهُمْ
wakulluhum
dan mereka semua
▶
ءَاتِيهِ
ātīhi
datang kepadaNya
▶
يَوْمَ
yawma
pada hari
▶
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
kiamat
▶
فَرْدًا
fardan
seorang diri
Ayat 96 - Surah Maryam: 9 kata
▶ Ayat kata demi kata
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ ٱلرَّحْمَـٰنُ وُدًّۭا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
▶
إِنَّ
inna
sesungguhnya
▶
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
▶
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
▶
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan mengerjakan/beramal
▶
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
kebajikan/sholeh
▶
سَيَجْعَلُ
sayajʿalu
akan menjadikan
▶
لَهُمُ
lahumu
bagi mereka
▶
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
Maha Pengasih
▶
وُدًّۭا
wuddan
rasa kasih sayang
Ayat 97 - Surah Maryam: 10 kata
▶ Ayat kata demi kata
فَإِنَّمَا يَسَّرْنَـٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ ٱلْمُتَّقِينَ وَتُنذِرَ بِهِۦ قَوْمًۭا لُّدًّۭا
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
▶
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka sesungguhnya hanyalah
▶
يَسَّرْنَـٰهُ
yassarnāhu
Kami memudahkannya
▶
بِلِسَانِكَ
bilisānika
dengan lisan/bahasamu
▶
لِتُبَشِّرَ
litubashira
agar kamu memberi kabar gembira
▶
بِهِ
bihi
dengannya
▶
ٱلْمُتَّقِينَ
l-mutaqīna
orang-orang yang bertakwa
▶
وَتُنذِرَ
watundhira
dan kamu memberi peringatan
▶
بِهِۦ
bihi
dengannya
▶
قَوْمًۭا
qawman
kaum
▶
لُّدًّۭا
luddan
membantah/membangkang
Ayat 98 - Surah Maryam: 14 kata
▶ Ayat kata demi kata
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُم مِّنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًۢا
Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?
▶
وَكَمْ
wakam
dan berapa banyak
▶
أَهْلَكْنَا
ahlaknā
telah Kami binasakan
▶
قَبْلَهُم
qablahum
sebelum mereka
▶
مِّن
min
dari
▶
قَرْنٍ
qarnin
umat-umat
▶
هَلْ
hal
apakah
▶
تُحِسُّ
tuḥissu
kamu merasa/melihat
▶
مِنْهُم
min'hum
dari antara mereka
▶
مِّنْ
min
dari
▶
أَحَدٍ
aḥadin
seseorang
▶
أَوْ
aw
atau
▶
تَسْمَعُ
tasmaʿu
kamu mendengar
▶
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
▶
رِكْزًۢا
rik'zan
suara pelan/samar-samar
Lihat juga
Semua surah kata demi kata