Sariyyah Zaid, kafilah dagang, khumus, dan pernikahan Umm Kultsum

Accueil > Sira > Tahun ketiga Hijrah

Tahun ke-3 Hijrah: ghazwah Najd, peristiwa Banu Qainuqa', pembunuhan Ka'b bin al-Asyraf, sariyyah Zaid, dan ghazwah Uhud.

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 09.23

Partie de Tahun ke-3 Hijrah: Banu Qainuqa', Ka'b bin al-Asyraf, dan Uhud

Yunus bin Bukair berkata dari Ibnu Ishaq: peristiwa itu enam bulan setelah perang Badr. Ibnu Ishaq berkata: dan dari riwayat peristiwa itu, Quraisy takut terhadap jalan yang biasa mereka lalui menuju Syam ketika terjadi perang Badr. Maka mereka mengambil jalan Irak, dan dari antara mereka berangkatlah para saudagar, di antaranya Abu Sufyan, membawa banyak harta, dan itulah inti perdagangan mereka. Mereka menyewa seorang laki-laki dari Bakr bin Wa'il bernama Furat bin Hayyan, yaitu al-Ijli, sekutu Banu Sahm, untuk memandu mereka di jalan itu. Ibnu Ishaq berkata: Rasulullah mengutus Zaid bin Haritsah, dan ia mendapati mereka di sebuah sumber air bernama al-Qaradah:

dari sumber-sumber air Najd, lalu menyita kafilah itu beserta seluruh isinya, dan para lelaki (yang menjaganya) tidak berdaya menghadapinya. Ia membawa kafilah itu kepada Rasulullah. Hassan bin Tsabit menuuntungkan hal itu: tinggalkanlah kafilah-kafilah Syam, yang jalannya telah terhalang para pemandu bagai mulut-mulut sumur air, oleh tangan-tangan orang-orang yang berhijrah kepada Rabbnya beserta Anshar mereka yang sesungguhnya, dan tangan-tangan para malaikat ketika kafilah itu melaju ke lembah dari perut Alij, akan dikatakan kepadanya: jalanmu tidak lewat di sini. Ibnu Hisyam berkata: bait-bait itu ada dalam qashidah Hassan, dan Abu Sufyan bin al-Harits menjawabnya. al-Waqidi berkata: keberangkatan Zaid:

bin Haritsah dalam sariyyah ini pada awal Jumada al-Ula, dua puluh delapan bulan Hijrah, dan pemimpin kafilah itu adalah Shafwan bin Umayyah. Sebab diutusnya Zaid bin Haritsah adalah karena Nu'aim bin Mas'ud datang ke Madinah membawa kabar kafilah itu, padahal ia masih beragama sama dengan kaumnya. Ia berkumpul bersama Kinanah bin Abi al-Huqaiq di (kediaman) Banu an-Nadhir, dan bersama mereka ada Shalit bin an-Nu'man yang telah masuk Islam. Mereka minum (khamr), dan itu sebelum khamr diharamkan. Nu'aim bin Mas'ud mulai berbicara tentang urusan kafilah itu, keberangkatan Shafwan bin Umayyah bersamanya, dan kekayaan yang dibawanya, dan:

Shalit langsung berangkat dan mengabarkan kepada Rasulullah, yang seketika mengutus Zaid bin Haritsah. Ia mendapati mereka, mengambil kekayaan itu, dan para lelaki tidak berdaya. Mereka hanya menawan satu atau dua orang, lalu tiba membawa kafilah itu. Rasulullah mengambil khumusnya, dan khumus itu mencapai dua puluh ribu, kemudian membagikan empat perlimanya kepada anggota sariyyah. Di antara yang ditawan adalah pemandu Furat bin Hayyan, yang kemudian masuk Islam. Ibnu Jarir berkata: al-Waqidi mengklaim bahwa pada bulan Rabi' tahun ini, Utsman bin Affan menikahi Umm Kultsum binti Rasulullah, dan ia masuk ke rumah beliau pada bulan Jumada al-Akhirah tahun ini.

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.5 / 29.5
Iluminasi 17%
Bulan baru dalam 4 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi