Surah An-Naml kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah An-Naml kata demi kata

An-Naml (النمل) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 93 ayat, 1.151 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 1.151 kata untuk dipelajari, Surah An-Naml menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 6 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah An-Naml: 6 kata

طسٓ ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْقُرْءَانِ وَكِتَابٍۢ مُّبِينٍ

Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,

طسٓ ۚ tta-seen tha siin
تِلْكَ til'ka inilah
ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat
ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al-Qur'an
وَكِتَابٍۢ wakitābin dan Kitab
مُّبِينٍ mubīnin nyata/jelas

Ayat 2 - Surah An-Naml: 3 kata

هُدًۭى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman,

هُدًۭى hudan petunjuk
وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan kabar gembira
لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Ayat 3 - Surah An-Naml: 9 kata

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَهُم wahum dan mereka
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat
هُمْ hum mereka
يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin

Ayat 4 - Surah An-Naml: 10 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā (mereka) tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat
زَيَّنَّا zayyannā Kami jadikan memandang baik
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan-perbuatan mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka kebingungan

Ayat 5 - Surah An-Naml: 10 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ وَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ

Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَهُمْ lahum bagi mereka
سُوٓءُ sūu seburuk-buruk
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab
وَهُمْ wahum dan mereka
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
هُمُ humu mereka
ٱلْأَخْسَرُونَ l-akhsarūna orang-orang yang paling rugi

Ayat 6 - Surah An-Naml: 7 kata

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Quran dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu
لَتُلَقَّى latulaqqā sungguh kamu menerima/diberi
ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an
مِن min dari
لَّدُنْ ladun sisi
حَكِيمٍ ḥakīmin Maha Bijaksana
عَلِيمٍ ʿalīmin Maha Mengetahui

Ayat 7 - Surah An-Naml: 16 kata

إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِۦٓ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًۭا سَـَٔاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ ءَاتِيكُم بِشِهَابٍۢ قَبَسٍۢ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".

إِذْ idh ketika
قَالَ qāla berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
لِأَهْلِهِۦٓ li-ahlihi kepada keluarganya
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
ءَانَسْتُ ānastu aku melihat
نَارًۭا nāran api
سَـَٔاتِيكُم saātīkum aku akan mendatangkan kepadamu
مِّنْهَا min'hā dari padanya
بِخَبَرٍ bikhabarin dengan kabar
أَوْ aw atau
ءَاتِيكُم ātīkum aku mendatangkan kepadamu
بِشِهَابٍۢ bishihābin dengan api yang menyala
قَبَسٍۢ qabasin nyala api
لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَصْطَلُونَ taṣṭalūna kamu berdiang/memanaskan badan

Ayat 8 - Surah An-Naml: 14 kata

فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِىَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِى ٱلنَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَهَا jāahā dia tiba kepadanya
نُودِىَ nūdiya diserulah dia
أَنۢ an bahwa
بُورِكَ būrika diberkati
مَن man orang-orang
فِى fī di
ٱلنَّارِ l-nāri api
وَمَنْ waman dan orang-orang
حَوْلَهَا ḥawlahā disekitarnya
وَسُبْحَـٰنَ wasub'ḥāna dan Maha Suci
ٱللَّهِ l-lahi Allah
رَبِّ rabbi Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 9 - Surah An-Naml: 6 kata

يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(Allah berfirman): "Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya
أَنَا anā Aku
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 10 - Surah An-Naml: 19 kata

وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّۭ وَلَّىٰ مُدْبِرًۭا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَـٰمُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّى لَا يَخَافُ لَدَىَّ ٱلْمُرْسَلُونَ

dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.

وَأَلْقِ wa-alqi dan lemparkanlah
عَصَاكَ ۚ ʿaṣāka tongkatmu
فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَءَاهَا raāhā dia melihat
تَهْتَزُّ tahtazzu ia bergerak-gerak
كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan ia seperti
جَآنٌّۭ jānnun ular
وَلَّىٰ wallā dia lari
مُدْبِرًۭا mud'biran berbalik kebelakang
وَلَمْ walam dan dia tidak
يُعَقِّبْ ۚ yuʿaqqib menoleh
يَـٰمُوسَىٰ yāmūsā wahai musa
لَا lā jangan
تَخَفْ takhaf kamu takut
إِنِّى innī sesungguhnya Aku
لَا lā tidak
يَخَافُ yakhāfu takut
لَدَىَّ ladayya di sisi/di hadapan-Ku
ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna orang-orang yang dijadikan rasul

Ayat 11 - Surah An-Naml: 11 kata

إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًۢا بَعْدَ سُوٓءٍۢ فَإِنِّى غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka seaungguhnya Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang.

إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
ظَلَمَ ẓalama berlaku zalim
ثُمَّ thumma kemudian
بَدَّلَ baddala ia mengganti/menukar
حُسْنًۢا ḥus'nan kebaikan
بَعْدَ baʿda sesudah
سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk
فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya Aku
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Ayat 12 - Surah An-Naml: 19 kata

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍۢ ۖ فِى تِسْعِ ءَايَـٰتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًۭا فَـٰسِقِينَ

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".

وَأَدْخِلْ wa-adkhil dan masukkanlah
يَدَكَ yadaka tanganmu
فِى fī dalam
جَيْبِكَ jaybika sakumu
تَخْرُجْ takhruj ia akan keluar
بَيْضَآءَ bayḍāa putih
مِنْ min dari
غَيْرِ ghayri tidak
سُوٓءٍۢ ۖ sūin seburuk-buruk
فِى fī dalam
تِسْعِ tis'ʿi sembilan
ءَايَـٰتٍ āyātin ayat-ayat
إِلَىٰ ilā kepada
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَقَوْمِهِۦٓ ۚ waqawmihi dan kaumnya
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
قَوْمًۭا qawman kaum
فَـٰسِقِينَ fāsiqīna mereka fasik

Ayat 13 - Surah An-Naml: 8 kata

فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ ءَايَـٰتُنَا مُبْصِرَةًۭ قَالُوا۟ هَـٰذَا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ

Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka
ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat/mukjizat Kami
مُبْصِرَةًۭ mub'ṣiratan jelas/cukup terang
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
هَـٰذَا hādhā ini
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 14 - Surah An-Naml: 11 kata

وَجَحَدُوا۟ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًۭا وَعُلُوًّۭا ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

وَجَحَدُوا۟ wajaḥadū dan mereka mengingkari
بِهَا bihā dengannya
وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ wa-is'tayqanathā dan meyakininya
أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri/jiwa mereka
ظُلْمًۭا ẓul'man kezaliman
وَعُلُوًّۭا ۚ waʿuluwwan dan kesombongan
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Ayat 15 - Surah An-Naml: 15 kata

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ عِلْمًۭا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍۢ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberi
دَاوُۥدَ dāwūda Daud
وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman
عِلْمًۭا ۖ ʿil'man ilmu
وَقَالَا waqālā dan keduanya mengucapkan
ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
فَضَّلَنَا faḍḍalanā telah melebihkan kami
عَلَىٰ ʿalā atas
كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan
مِّنْ min dari
عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hambanya
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 16 - Surah An-Naml: 18 kata

وَوَرِثَ سُلَيْمَـٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".

وَوَرِثَ wawaritha dan telah mewarisi
سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaeman
دَاوُۥدَ ۖ dāwūda Daud
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
عُلِّمْنَا ʿullim'nā kami telah diajar/diberi pengertian
مَنطِقَ manṭiqa ucapan/suara
ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung
وَأُوتِينَا waūtīnā dan kami telah diberi
مِن min dari
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍ ۖ shayin sesuatu
إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
لَهُوَ lahuwa benar-benar ia
ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia
ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata

Ayat 17 - Surah An-Naml: 9 kata

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَـٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

وَحُشِرَ waḥushira dan dikumpulkan
لِسُلَيْمَـٰنَ lisulaymāna untuk Sulaeman
جُنُودُهُۥ junūduhu bala tentaranya
مِنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia
وَٱلطَّيْرِ wal-ṭayri dan burung
فَهُمْ fahum maka/lalu mereka
يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka dibagi-bagi

Ayat 18 - Surah An-Naml: 19 kata

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌۭ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَآ idhā tatkala
أَتَوْا۟ ataw mereka sampai
عَلَىٰ ʿalā atas/di
وَادِ wādi lembah
ٱلنَّمْلِ l-namli semut
قَالَتْ qālat berkatalah
نَمْلَةٌۭ namlatun seekor semut
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلنَّمْلُ l-namlu semut
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah
مَسَـٰكِنَكُمْ masākinakum tempat tinggalmu/sarang-sarangmu
لَا lā tidak
يَحْطِمَنَّكُمْ yaḥṭimannakum menginjak kamu
سُلَيْمَـٰنُ sulaymānu Sulaiman
وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 19 - Surah An-Naml: 24 kata

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

فَتَبَسَّمَ fatabassama maka dia tersenyum
ضَاحِكًۭا ḍāḥikan tertawa
مِّن min dari
قَوْلِهَا qawlihā perkataannya (semut itu)
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī tahanlah/perkenankan aku
أَنْ an untuk
أَشْكُرَ ashkura aku mensyukuri
نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat-Mu
ٱلَّتِىٓ allatī yang
أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau anugerahkan
عَلَىَّ ʿalayya atasku
وَعَلَىٰ waʿalā dan atas
وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku
وَأَنْ wa-an dan untuk
أَعْمَلَ aʿmala aku mengerjakan/beramal
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh
تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridainya
وَأَدْخِلْنِى wa-adkhil'nī dan masukanlah aku
بِرَحْمَتِكَ biraḥmatika dengan rahmat-Mu
فِى fī dalam
عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hamba-Mu
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Ayat 20 - Surah An-Naml: 12 kata

وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

وَتَفَقَّدَ watafaqqada dan dia memeriksa/mencari
ٱلطَّيْرَ l-ṭayra burung
فَقَالَ faqāla lalu dia berkata
مَا mā tidak ada/mengapa
لِىَ liya bagiku
لَآ lā aku tidak
أَرَى arā melihat
ٱلْهُدْهُدَ l-hud'huda hud-hud
أَمْ am atau
كَانَ kāna adalah ia
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْغَآئِبِينَ l-ghāibīna yang gaib/tidak hadir

Ayat 21 - Surah An-Naml: 9 kata

لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًۭا شَدِيدًا أَوْ لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍۢ

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".

لَأُعَذِّبَنَّهُۥ la-uʿadhibannahu sungguh aku akan menyiksanya
عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan
شَدِيدًا shadīdan yang keras
أَوْ aw atau
لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ laādh'baḥannahu sungguh aku akan menyembelihnya
أَوْ aw atau
لَيَأْتِيَنِّى layatiyannī benar-benar ia datang kepadaku
بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan alasan
مُّبِينٍۢ mubīnin nyata/terang

Ayat 22 - Surah An-Naml: 14 kata

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍۢ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍۭ بِنَبَإٍۢ يَقِينٍ

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

فَمَكَثَ famakatha maka ia berdiam/datang
غَيْرَ ghayra tidak jauh/tidak lama
بَعِيدٍۢ baʿīdin kemudian
فَقَالَ faqāla lalu ia berkata
أَحَطتُ aḥaṭtu aku telah meliputi/mengetahui
بِمَا bimā dengan apa
لَمْ lam tidak
تُحِطْ tuḥiṭ kamu ketahui
بِهِۦ bihi dengannya
وَجِئْتُكَ waji'tuka dan aku datang/bawa kepadamu
مِن min dari
سَبَإٍۭ saba-in negeri Saba
بِنَبَإٍۢ binaba-in dengan berita
يَقِينٍ yaqīnin yakin/benar

Ayat 23 - Surah An-Naml: 11 kata

إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةًۭ تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍۢ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌۭ

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

إِنِّى innī sesungguhnya aku
وَجَدتُّ wajadttu aku menjumpai
ٱمْرَأَةًۭ im'ra-atan seorang wanita
تَمْلِكُهُمْ tamlikuhum ia memerintah mereka
وَأُوتِيَتْ waūtiyat dan ia diberi/dianugerahi
مِن min dari
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَلَهَا walahā dan baginya/ia mempunyai
عَرْشٌ ʿarshun singgasana
عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar

Ayat 24 - Surah An-Naml: 17 kata

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

وَجَدتُّهَا wajadttuhā aku menjumpai ia
وَقَوْمَهَا waqawmahā dan kaumnya
يَسْجُدُونَ yasjudūna mereka bersujud/menyembah
لِلشَّمْسِ lilshamsi kepada matahari
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَزَيَّنَ wazayyana dan menjadikan memandang baik
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan
أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum perbuatan mereka
فَصَدَّهُمْ faṣaddahum lalu menghalangi mereka
عَنِ ʿani dari
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk

Ayat 25 - Surah An-Naml: 14 kata

أَلَّا يَسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى يُخْرِجُ ٱلْخَبْءَ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ

agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

أَلَّا allā agar tidak
يَسْجُدُوا۟ yasjudū mereka bersujud/menyembah
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
يُخْرِجُ yukh'riju mengeluarkan/melahirkan
ٱلْخَبْءَ l-khaba-a tersembunyi
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan mengetahui
مَا mā apa
تُخْفُونَ tukh'fūna yang kamu sembunyikan
وَمَا wamā dan apa yang
تُعْلِنُونَ tuʿ'linūna kamu lahirkan

Ayat 26 - Surah An-Naml: 8 kata

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ۩

Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".

ٱللَّهُ al-lahu Allah
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali
هُوَ huwa Dia
رَبُّ rabbu Tuhan
ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy'
ٱلْعَظِيمِ ۩‏ l-ʿaẓīmi yang besar

Ayat 27 - Surah An-Naml: 7 kata

۞ قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

۞ قَالَ qāla (Sulaeman) berkata
سَنَنظُرُ sananẓuru akan kami lihat
أَصَدَقْتَ aṣadaqta apakah kamu benar
أَمْ am atau
كُنتَ kunta adalah kamu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 28 - Surah An-Naml: 11 kata

ٱذْهَب بِّكِتَـٰبِى هَـٰذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَٱنظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"

ٱذْهَب idh'hab pergilah kamu
بِّكِتَـٰبِى bikitābī dengan suratku
هَـٰذَا hādhā ini
فَأَلْقِهْ fa-alqih lalu jatuhkanlah ia
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
ثُمَّ thumma kemudian
تَوَلَّ tawalla berpalinglah kamu
عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka
فَٱنظُرْ fa-unẓur lalu perhatikanlah
مَاذَا mādhā apa yang
يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali/jawab

Ayat 29 - Surah An-Naml: 8 kata

قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ إِنِّىٓ أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَـٰبٌۭ كَرِيمٌ

Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

قَالَتْ qālat ia berkata
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أُلْقِىَ ul'qiya dijatuhkan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
كِتَـٰبٌۭ kitābun surat
كَرِيمٌ karīmun mulia/berharga

Ayat 30 - Surah An-Naml: 8 kata

إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَـٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya surat itu
مِن min dari
سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya surat itu
بِسْمِ bis'mi dengan nama
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih
ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang

Ayat 31 - Surah An-Naml: 5 kata

أَلَّا تَعْلُوا۟ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

أَلَّا allā janganlah
تَعْلُوا۟ taʿlū kamu berlaku sombong
عَلَىَّ ʿalayya atasku
وَأْتُونِى watūnī dan datanglah kepadaku
مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Ayat 32 - Surah An-Naml: 12 kata

قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ أَفْتُونِى فِىٓ أَمْرِى مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّىٰ تَشْهَدُونِ

Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)".

قَالَتْ qālat ia berkata
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar
أَفْتُونِى aftūnī berilah fatwa kepadaku
فِىٓ fī dalam
أَمْرِى amrī urusanku
مَا mā tidak ada
كُنتُ kuntu aku
قَاطِعَةً qāṭiʿatan keputusan (memutuskan)
أَمْرًا amran perkara
حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum
تَشْهَدُونِ tashhadūni kamu menyaksikan aku

Ayat 33 - Surah An-Naml: 12 kata

قَالُوا۟ نَحْنُ أُو۟لُوا۟ قُوَّةٍۢ وَأُو۟لُوا۟ بَأْسٍۢ شَدِيدٍۢ وَٱلْأَمْرُ إِلَيْكِ فَٱنظُرِى مَاذَا تَأْمُرِينَ

Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
نَحْنُ naḥnu kita
أُو۟لُوا۟ ulū mempunyai
قُوَّةٍۢ quwwatin kekuatan
وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan mempunyai
بَأْسٍۢ basin keberanian
شَدِيدٍۢ shadīdin yang sangat
وَٱلْأَمْرُ wal-amru dan perkara/keputusan
إِلَيْكِ ilayki kepadamu
فَٱنظُرِى fa-unẓurī maka perhatikan/pertimbangkan
مَاذَا mādhā apa itu
تَأْمُرِينَ tamurīna akan kamu perintahkan

Ayat 34 - Surah An-Naml: 13 kata

قَالَتْ إِنَّ ٱلْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا۟ قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوٓا۟ أَعِزَّةَ أَهْلِهَآ أَذِلَّةًۭ ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

قَالَتْ qālat ia berkata
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْمُلُوكَ l-mulūka raja-raja
إِذَا idhā apabila
دَخَلُوا۟ dakhalū mereka memasuki
قَرْيَةً qaryatan suatu negeri
أَفْسَدُوهَا afsadūhā mereka merusaknya/membinasakannya
وَجَعَلُوٓا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan
أَعِزَّةَ aʿizzata yang mulia
أَهْلِهَآ ahlihā penduduknya
أَذِلَّةًۭ ۖ adhillatan rendah/hina
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan

Ayat 35 - Surah An-Naml: 8 kata

وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍۢ فَنَاظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ

Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu".

وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku
مُرْسِلَةٌ mur'silatun kiriman (mengirimkan)
إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka
بِهَدِيَّةٍۢ bihadiyyatin dengan hadiah
فَنَاظِرَةٌۢ fanāẓiratun maka menunggu
بِمَ bima pada apa
يَرْجِعُ yarjiʿu kembali
ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna utusan-utusan

Ayat 36 - Surah An-Naml: 16 kata

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيْمَـٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍۢ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيْرٌۭ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَ jāa (utusan) sampai
سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman
قَالَ qāla (Sulaeman) berkata
أَتُمِدُّونَنِ atumiddūnani apakah kamu menolongku
بِمَالٍۢ bimālin dengan harta
فَمَآ famā maka apa
ءَاتَىٰنِۦَ ātāniya memberikan kepadaku
ٱللَّهُ l-lahu Allah
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّمَّآ mimmā daripada apa
ءَاتَىٰكُم ātākum Dia memberikan kepadamu
بَلْ bal bahkan/tetapi
أَنتُم antum kamu
بِهَدِيَّتِكُمْ bihadiyyatikum dengan hadiahmu
تَفْرَحُونَ tafraḥūna kamu gembira

Ayat 37 - Surah An-Naml: 13 kata

ٱرْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُم بِجُنُودٍۢ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَآ أَذِلَّةًۭ وَهُمْ صَـٰغِرُونَ

Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".

ٱرْجِعْ ir'jiʿ kembalilah
إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka
فَلَنَأْتِيَنَّهُم falanatiyannahum maka sungguh kami akan mendatangi mereka
بِجُنُودٍۢ bijunūdin dengan bala tentara
لَّا lā tidak kuasa
قِبَلَ qibala menghadapi/melawan
لَهُم lahum bagi mereka
بِهَا bihā dengannya
وَلَنُخْرِجَنَّهُم walanukh'rijannahum dan sungguh akan kami usir mereka
مِّنْهَآ min'hā dari padanya (negeri itu)
أَذِلَّةًۭ adhillatan terhina
وَهُمْ wahum dan mereka
صَـٰغِرُونَ ṣāghirūna mereka kecil/tidak berharga

Ayat 38 - Surah An-Naml: 10 kata

قَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ أَيُّكُمْ يَأْتِينِى بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِى مُسْلِمِينَ

Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

قَالَ qāla (Sulaeman) berkata
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai
ٱلْمَلَؤُا۟ l-mala-u pembesar-pembesar
أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu
يَأْتِينِى yatīnī mendatangkan kepadaku
بِعَرْشِهَا biʿarshihā dengan singgasananya
قَبْلَ qabla sebelum
أَن an bahwa
يَأْتُونِى yatūnī mereka datang kepadaku
مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri

Ayat 39 - Surah An-Naml: 16 kata

قَالَ عِفْرِيتٌۭ مِّنَ ٱلْجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ ۖ وَإِنِّى عَلَيْهِ لَقَوِىٌّ أَمِينٌۭ

Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".

قَالَ qāla berkata
عِفْرِيتٌۭ ʿif'rītun ifrit
مِّنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
أَنَا۠ anā saya
ءَاتِيكَ ātīka akan mendatangkan kepadamu
بِهِۦ bihi dengannya
قَبْلَ qabla sebelum
أَن an bahwa
تَقُومَ taqūma kamu berdiri
مِن min dari
مَّقَامِكَ ۖ maqāmika tempat dudukmu
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
لَقَوِىٌّ laqawiyyun benar-benar kuat
أَمِينٌۭ amīnun dipercaya

Ayat 40 - Surah An-Naml: 38 kata

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌۭ مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّۭ كَرِيمٌۭ

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

قَالَ qāla berkata
ٱلَّذِى alladhī yang/orang
عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/mempunyai
عِلْمٌۭ ʿil'mun ilmu
مِّنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab
أَنَا۠ anā saya
ءَاتِيكَ ātīka mendatangkan kepadamu
بِهِۦ bihi dengannya
قَبْلَ qabla sebelum
أَن an bahwa
يَرْتَدَّ yartadda berkedip
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
طَرْفُكَ ۚ ṭarfuka matamu
فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَءَاهُ raāhu (Sulaeman) melihatnya
مُسْتَقِرًّا mus'taqirran berdiri tegak
عِندَهُۥ ʿindahu disisinya/dihadapannya
قَالَ qāla dia berkata
هَـٰذَا hādhā ini
مِن min dari/termasuk
فَضْلِ faḍli karunia
رَبِّى rabbī Tuhanku
لِيَبْلُوَنِىٓ liyabluwanī untuk mengujiku
ءَأَشْكُرُ a-ashkuru apakah aku bersyukur
أَمْ am atau
أَكْفُرُ ۖ akfuru aku ingkar
وَمَن waman dan barangsiapa
شَكَرَ shakara bersyukur
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah
يَشْكُرُ yashkuru ia bersyukur
لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri
وَمَن waman dan barangsiapa
كَفَرَ kafara ingkar
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
رَبِّى rabbī Tuhanku
غَنِىٌّۭ ghaniyyun Maha Kaya
كَرِيمٌۭ karīmun Maha Mulia

Ayat 41 - Surah An-Naml: 12 kata

قَالَ نَكِّرُوا۟ لَهَا عَرْشَهَا نَنظُرْ أَتَهْتَدِىٓ أَمْ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ

Dia berkata: "Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)".

قَالَ qāla (Sulaeman) berkata
نَكِّرُوا۟ nakkirū ubahlah
لَهَا lahā baginya
عَرْشَهَا ʿarshahā singgasananya
نَنظُرْ nanẓur kita akan melihat
أَتَهْتَدِىٓ atahtadī apakah dia mengenal
أَمْ am atau
تَكُونُ takūnu dia adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā (mereka) tidak
يَهْتَدُونَ yahtadūna mengenal

Ayat 42 - Surah An-Naml: 14 kata

فَلَمَّا جَآءَتْ قِيلَ أَهَـٰكَذَا عَرْشُكِ ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُۥ هُوَ ۚ وَأُوتِينَا ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ

Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَتْ jāat (Ratu) datang
قِيلَ qīla dikatakan
أَهَـٰكَذَا ahākadhā apakah demikian
عَرْشُكِ ۖ ʿarshuki singgasanamu
قَالَتْ qālat (Ratu) berkata
كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan ia
هُوَ ۚ huwa ia (singgasanaku)
وَأُوتِينَا waūtīnā dan kami diberi
ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu pengetahuan
مِن min dari
قَبْلِهَا qablihā sebelumnya
وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah
مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Ayat 43 - Surah An-Naml: 12 kata

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِن قَوْمٍۢ كَـٰفِرِينَ

Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

وَصَدَّهَا waṣaddahā dan menghalanginya
مَا mā apa
كَانَت kānat yang dia adalah
تَّعْبُدُ taʿbudu dia menyembah
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
إِنَّهَا innahā sesungguhnya dia
كَانَتْ kānat adalah dia
مِن min dari
قَوْمٍۢ qawmin kaum
كَـٰفِرِينَ kāfirīna kafir

Ayat 44 - Surah An-Naml: 28 kata

قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةًۭ وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌۭ مُّمَرَّدٌۭ مِّن قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

قِيلَ qīla dikatakan
لَهَا lahā kepadanya
ٱدْخُلِى ud'khulī masuklah
ٱلصَّرْحَ ۖ l-ṣarḥa istana
فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَأَتْهُ ra-athu dia melihatnya
حَسِبَتْهُ ḥasibathu dia mengiranya
لُجَّةًۭ lujjatan kolam air
وَكَشَفَتْ wakashafat dan dia membuka/menyingkap
عَن ʿan dari
سَاقَيْهَا ۚ sāqayhā kedua betisnya
قَالَ qāla (Sulaeman) berkata
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia
صَرْحٌۭ ṣarḥun istana
مُّمَرَّدٌۭ mumarradun diperhalus/licin
مِّن min dari
قَوَارِيرَ ۗ qawārīra kaca
قَالَتْ qālat (Ratu) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
ظَلَمْتُ ẓalamtu aku berbuat zalim
نَفْسِى nafsī diriku
وَأَسْلَمْتُ wa-aslamtu dan aku berserah diri
مَعَ maʿa bersama
سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaeman
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
رَبِّ rabbi Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 45 - Surah An-Naml: 13 kata

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): "Sembahlah Allah". Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mengutus
إِلَىٰ ilā kepada
ثَمُودَ thamūda Samud
أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka
صَـٰلِحًا ṣāliḥan Saleh
أَنِ ani sesungguhnya
ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah
ٱللَّهَ l-laha Allah
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
هُمْ hum mereka
فَرِيقَانِ farīqāni dua golongan
يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bermusuhan

Ayat 46 - Surah An-Naml: 12 kata

قَالَ يَـٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".

قَالَ qāla dia berkata
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku
لِمَ lima mengapa
تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan
بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan keburukan
قَبْلَ qabla sebelum
ٱلْحَسَنَةِ ۖ l-ḥasanati kebaikan
لَوْلَا lawlā mengapa tidak
تَسْتَغْفِرُونَ tastaghfirūna kamu minta ampunan
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna diberi rahmat

Ayat 47 - Surah An-Naml: 13 kata

قَالُوا۟ ٱطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَ ۚ قَالَ طَـٰٓئِرُكُمْ عِندَ ٱللَّهِ ۖ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ تُفْتَنُونَ

Mereka menjawab: "Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu". Shaleh berkata: "Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
ٱطَّيَّرْنَا iṭṭayyarnā kami mendapat celaka
بِكَ bika disebabkan kamu
وَبِمَن wabiman dan dengan orang-orang
مَّعَكَ ۚ maʿaka bersamamu
قَالَ qāla (Saleh) berkata
طَـٰٓئِرُكُمْ ṭāirukum kecelakaanmu
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
بَلْ bal bahkan/tetapi
أَنتُمْ antum kamu
قَوْمٌۭ qawmun kaum
تُفْتَنُونَ tuf'tanūna kamu diuji

Ayat 48 - Surah An-Naml: 10 kata

وَكَانَ فِى ٱلْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍۢ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

وَكَانَ wakāna dan adalah
فِى fī di
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota itu
تِسْعَةُ tis'ʿatu sembilan
رَهْطٍۢ rahṭin kaum/orang laki-laki
يُفْسِدُونَ yuf'sidūna mereka membuat kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
وَلَا walā dan mereka tidak
يُصْلِحُونَ yuṣ'liḥūna berbuat kebaikan

Ayat 49 - Surah An-Naml: 14 kata

قَالُوا۟ تَقَاسَمُوا۟ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهْلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِۦ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ

Mereka berkata: "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar".

قَالُوا۟ qālū mereka berkata
تَقَاسَمُوا۟ taqāsamū bersumpahlah kamu
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
لَنُبَيِّتَنَّهُۥ lanubayyitannahu sungguh kita akan menyerangnya dimalam hari
وَأَهْلَهُۥ wa-ahlahu dan keluarganya
ثُمَّ thumma kemudian
لَنَقُولَنَّ lanaqūlanna bersumpahlah kamu
لِوَلِيِّهِۦ liwaliyyihi kepada warisnya
مَا mā kita tidak
شَهِدْنَا shahid'nā menyaksikan
مَهْلِكَ mahlika kebinasaan
أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita
لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna sungguh orang-orang yang benar

Ayat 50 - Surah An-Naml: 7 kata

وَمَكَرُوا۟ مَكْرًۭا وَمَكَرْنَا مَكْرًۭا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.

وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya
مَكْرًۭا makran tipu daya
وَمَكَرْنَا wamakarnā dan Kami membuat tipu daya
مَكْرًۭا makran tipu daya
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 51 - Surah An-Naml: 9 kata

فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَـٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ

Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
مَكْرِهِمْ makrihim tipu daya mereka
أَنَّا annā bahwasanya Kami
دَمَّرْنَـٰهُمْ dammarnāhum Kami binasakan mereka
وَقَوْمَهُمْ waqawmahum dan kaum mereka
أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya

Ayat 52 - Surah An-Naml: 11 kata

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةًۢ بِمَا ظَلَمُوٓا۟ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.

فَتِلْكَ fatil'ka maka itulah
بُيُوتُهُمْ buyūtuhum rumah-rumah mereka
خَاوِيَةًۢ khāwiyatan roboh/runtuh
بِمَا bimā dengan apa/sebab
ظَلَمُوٓا۟ ۗ ẓalamū mereka zalim
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī pada
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar suatu tanda/pelajaran
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 53 - Surah An-Naml: 5 kata

وَأَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.

وَأَنجَيْنَا wa-anjaynā dan Kami selamatkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Ayat 54 - Surah An-Naml: 8 kata

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ

Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?"

وَلُوطًا walūṭan dan Lut
إِذْ idh ketika
قَالَ qāla dia berkata
لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya
أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu mendatangkan / mengapa kamu mengerjakan
ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata perbuatan keji
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian
تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat/mempunyai pandangan

Ayat 55 - Surah An-Naml: 11 kata

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ تَجْهَلُونَ

"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".

أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu
لَتَأْتُونَ latatūna kamu mendatangi
ٱلرِّجَالَ l-rijāla orang laki-laki
شَهْوَةًۭ shahwatan syahwat/nafsu
مِّن min dari
دُونِ dūni selain/bukan
ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi wanita
بَلْ bal bahkan
أَنتُمْ antum kamu
قَوْمٌۭ qawmun kaum
تَجْهَلُونَ tajhalūna kamu bodoh

Ayat 56 - Surah An-Naml: 15 kata

۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوٓا۟ ءَالَ لُوطٍۢ مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌۭ يَتَطَهَّرُونَ

Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: "Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih".

۞ فَمَا famā maka tidak
كَانَ kāna ada
جَوَابَ jawāba jawaban
قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya
إِلَّآ illā kecuali
أَن an bahwa
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
أَخْرِجُوٓا۟ akhrijū usirlah/keluarkan
ءَالَ āla keluarga
لُوطٍۢ lūṭin Lut
مِّن min dari
قَرْيَتِكُمْ ۖ qaryatikum negerimu
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
أُنَاسٌۭ unāsun manusia/orang-orang
يَتَطَهَّرُونَ yataṭahharūna orang-orang yang bersih

Ayat 57 - Surah An-Naml: 7 kata

فَأَنجَيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ قَدَّرْنَـٰهَا مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ

Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia
وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya
إِلَّا illā kecuali
ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya
قَدَّرْنَـٰهَا qaddarnāhā Kami menentukannya
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal

Ayat 58 - Surah An-Naml: 6 kata

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًۭا ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ

Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.

وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami turunkan hujan
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan
فَسَآءَ fasāa maka amat buruk
مَطَرُ maṭaru hujan
ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan

Ayat 59 - Surah An-Naml: 12 kata

قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَـٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"

قُلِ quli katakanlah
ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan kesejahteraan
عَلَىٰ ʿalā atas
عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hamba-Nya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱصْطَفَىٰٓ ۗ iṣ'ṭafā Dia memilih
ءَآللَّهُ āllahu apakah Allah
خَيْرٌ khayrun lebih baik
أَمَّا ammā apa yang
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Ayat 60 - Surah An-Naml: 27 kata

أَمَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍۢ مَّا كَانَ لَكُمْ أَن تُنۢبِتُوا۟ شَجَرَهَآ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌۭ يَعْدِلُونَ

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

أَمَّنْ amman atau siapakah
خَلَقَ khalaqa telah menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
وَأَنزَلَ wa-anzala dan menurunkan
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
مَآءًۭ māan air
فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā dan Kami tumbuhkan
بِهِۦ bihi padanya
حَدَآئِقَ ḥadāiqa kebun-kebun
ذَاتَ dhāta yang mempunyai
بَهْجَةٍۢ bahjatin pemandangan indah
مَّا mā tidak
كَانَ kāna ada
لَكُمْ lakum bagi kalian
أَن an bahwa
تُنۢبِتُوا۟ tunbitū kamu menumbuhkan
شَجَرَهَآ ۗ shajarahā pohon-pohonnya
أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan
مَّعَ maʿa bersama/disamping
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
بَلْ bal bahkan
هُمْ hum mereka
قَوْمٌۭ qawmun kaum
يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka berpaling

Ayat 61 - Surah An-Naml: 21 kata

أَمَّن جَعَلَ ٱلْأَرْضَ قَرَارًۭا وَجَعَلَ خِلَـٰلَهَآ أَنْهَـٰرًۭا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِىَ وَجَعَلَ بَيْنَ ٱلْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

أَمَّن amman atau apakah
جَعَلَ jaʿala yang telah menjadikan
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
قَرَارًۭا qarāran tempat berdiam
وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan
خِلَـٰلَهَآ khilālahā dicelah-celahnya
أَنْهَـٰرًۭا anhāran sungai-sungai
وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan
لَهَا lahā untuknya
رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung
وَجَعَلَ wajaʿala dan telah menjadikan
بَيْنَ bayna diantara
ٱلْبَحْرَيْنِ l-baḥrayni dua laut
حَاجِزًا ۗ ḥājizan suatu pemisah/batas
أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan
مَّعَ maʿa bersama/disamping
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
بَلْ bal bahkan
أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 62 - Surah An-Naml: 16 kata

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

أَمَّن amman atau siapakah
يُجِيبُ yujību memperkenankan
ٱلْمُضْطَرَّ l-muḍ'ṭara orang dalam kesulitan
إِذَا idhā tatkala
دَعَاهُ daʿāhu dia berdo'a kepada-Nya
وَيَكْشِفُ wayakshifu dan menghilangkan
ٱلسُّوٓءَ l-sūa kejelekan/kesusahan
وَيَجْعَلُكُمْ wayajʿalukum dan menjadikan kamu
خُلَفَآءَ khulafāa khalifah
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi di bumi
أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan
مَّعَ maʿa bersama/disamping
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
قَلِيلًۭا qalīlan amat sedikit
مَّا mā apa
تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengingat

Ayat 63 - Surah An-Naml: 20 kata

أَمَّن يَهْدِيكُمْ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَمَن يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦٓ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ تَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).

أَمَّن amman atau siapakah
يَهْدِيكُمْ yahdīkum memberi petunjuk kamu
فِى fī dalam
ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan
ٱلْبَرِّ l-bari daratan
وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan lautan
وَمَن waman dan siapa
يُرْسِلُ yur'silu mengirim
ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin
بُشْرًۢا bush'ran kabar gembira
بَيْنَ bayna antara
يَدَىْ yaday hadapan/sebelum
رَحْمَتِهِۦٓ ۗ raḥmatihi rahmat-Nya
أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada tuhan
مَّعَ maʿa bersama/disamping
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
تَعَـٰلَى taʿālā Maha Tinggi
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَمَّا ʿammā dari apa
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Ayat 64 - Surah An-Naml: 19 kata

أَمَّن يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".

أَمَّن amman atau siapakah
يَبْدَؤُا۟ yabda-u memulai menciptakan
ٱلْخَلْقَ l-khalqa makhluk
ثُمَّ thumma kemudian
يُعِيدُهُۥ yuʿīduhu mengulanginya
وَمَن waman dan siapa
يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezeki kepadamu
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi
أَءِلَـٰهٌۭ a-ilāhun apakah ada Tuhan
مَّعَ maʿa bersama/disamping
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
قُلْ qul katakanlah
هَاتُوا۟ hātū kemukakanlah
بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum tanda-tandamu/bukti-buktimu
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 65 - Surah An-Naml: 14 kata

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

قُل qul katakanlah
لَّا lā tidak
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
مَن man orang
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib
إِلَّا illā kecuali
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَمَا wamā dan mereka tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna menyadari/mengetahui
أَيَّانَ ayyāna bilamana
يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan

Ayat 66 - Surah An-Naml: 14 kata

بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّۢ مِّنْهَا ۖ بَلْ هُم مِّنْهَا عَمُونَ

Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.

بَلِ bali bahkan
ٱدَّٰرَكَ iddāraka tidak sampai
عِلْمُهُمْ ʿil'muhum pengetahuan mereka
فِى fī dalam/tentang
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat
بَلْ bal bahkan
هُمْ hum mereka
فِى fī dalam
شَكٍّۢ shakkin keraguan
مِّنْهَا ۖ min'hā dari padanya
بَلْ bal bahkan
هُم hum mereka
مِّنْهَا min'hā dari padanya
عَمُونَ ʿamūna mereka buta

Ayat 67 - Surah An-Naml: 9 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًۭا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخْرَجُونَ

Berkatalah orang-orang yang kafir: "Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar
أَءِذَا a-idhā apakah apabila
كُنَّا kunnā kita adalah/menjadi
تُرَٰبًۭا turāban tanah
وَءَابَآؤُنَآ waābāunā dan bapak-bapak kita
أَئِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami
لَمُخْرَجُونَ lamukh'rajūna sungguh akan dikeluarkan

Ayat 68 - Surah An-Naml: 12 kata

لَقَدْ وُعِدْنَا هَـٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".

لَقَدْ laqad sesungguhnya
وُعِدْنَا wuʿid'nā kami diberi ancaman
هَـٰذَا hādhā ini
نَحْنُ naḥnu kami
وَءَابَآؤُنَا waābāunā dan bapak-bapak kami
مِن min dari
قَبْلُ qablu dahulu
إِنْ in tidak lain
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّآ illā kecuali
أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongengan
ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu

Ayat 69 - Surah An-Naml: 9 kata

قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.

قُلْ qul katakanlah
سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
فَٱنظُرُوا۟ fa-unẓurū lalu perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Ayat 70 - Surah An-Naml: 9 kata

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُن فِى ضَيْقٍۢ مِّمَّا يَمْكُرُونَ

Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan".

وَلَا walā dan janganlah
تَحْزَنْ taḥzan kamu bersedih hati
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَلَا walā dan jangan kamu
تَكُن takun adalah/menjadi
فِى fī dalam
ضَيْقٍۢ ḍayqin kesempitan
مِّمَّا mimmā dari/terhadap apa
يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka tipudayakan

Ayat 71 - Surah An-Naml: 7 kata

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar".

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata
مَتَىٰ matā kapan
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 72 - Surah An-Naml: 9 kata

قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ ٱلَّذِى تَسْتَعْجِلُونَ

Katakanlah: "Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.

قُلْ qul katakanlah
عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi
أَن an bahwa
يَكُونَ yakūna adalah ia
رَدِفَ radifa hampir datang
لَكُم lakum bagi kalian
بَعْضُ baʿḍu sebagian
ٱلَّذِى alladhī yang
تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan

Ayat 73 - Surah An-Naml: 10 kata

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
لَذُو ladhū benar-benar mempunyai
فَضْلٍ faḍlin karunia
عَلَى ʿalā atas
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka mensyukuri

Ayat 74 - Surah An-Naml: 8 kata

وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
لَيَعْلَمُ layaʿlamu benar-benar mengetahui
مَا mā apa
تُكِنُّ tukinnu yang disembunyikan
صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada mereka/hati mereka
وَمَا wamā dan apa yang
يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan

Ayat 75 - Surah An-Naml: 10 kata

وَمَا مِنْ غَآئِبَةٍۢ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍ

Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).

وَمَا wamā dan tidak
مِنْ min dari
غَآئِبَةٍۢ ghāibatin yang gaib
فِى fī di
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan di bumi
إِلَّا illā melainkan
فِى fī dalam
كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab
مُّبِينٍ mubīnin yang nyata

Ayat 76 - Surah An-Naml: 12 kata

إِنَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَكْثَرَ ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.

إِنَّ inna sesungguhnya
هَـٰذَا hādhā ini
ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an
يَقُصُّ yaquṣṣu menceriterakan
عَلَىٰ ʿalā atas
بَنِىٓ banī Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
أَكْثَرَ akthara banyak
ٱلَّذِى alladhī yang
هُمْ hum mereka
فِيهِ fīhi padanya
يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka berselisih

Ayat 77 - Surah An-Naml: 4 kata

وَإِنَّهُۥ لَهُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia
لَهُدًۭى lahudan benar-benar petunjuk
وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat
لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman

Ayat 78 - Surah An-Naml: 8 kata

إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُم بِحُكْمِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ

Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
يَقْضِى yaqḍī akan memutuskan
بَيْنَهُم baynahum diantara mereka
بِحُكْمِهِۦ ۚ biḥuk'mihi dengan hukum-Nya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 79 - Surah An-Naml: 7 kata

فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلْحَقِّ ٱلْمُبِينِ

Sebab itu bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata.

فَتَوَكَّلْ fatawakkal maka bertawakallah
عَلَى ʿalā kepada
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
عَلَى ʿalā di atas
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran
ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata

Ayat 80 - Surah An-Naml: 11 kata

إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْا۟ مُدْبِرِينَ

Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.

إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
لَا lā tidak dapat
تُسْمِعُ tus'miʿu menjadikan mendengar
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati
وَلَا walā dan tidak dapat
تُسْمِعُ tus'miʿu menjadikan mendengar
ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang tuli
ٱلدُّعَآءَ l-duʿāa seruan
إِذَا idhā apabila
وَلَّوْا۟ wallaw mereka berpaling
مُدْبِرِينَ mud'birīna kebelakang

Ayat 81 - Surah An-Naml: 14 kata

وَمَآ أَنتَ بِهَـٰدِى ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَـٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.

وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتَ anta kamu
بِهَـٰدِى bihādī dengan memberi petunjuk
ٱلْعُمْىِ l-ʿum'yi orang buta
عَن ʿan dari
ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ ḍalālatihim kesesatan mereka
إِن in tidaklah
تُسْمِعُ tus'miʿu kamu dapat menjadikan mendengar
إِلَّا illā kecuali
مَن man orang
يُؤْمِنُ yu'minu beriman
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami
فَهُم fahum maka/lalu mereka
مُّسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang yang berserah diri

Ayat 82 - Surah An-Naml: 16 kata

۞ وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةًۭ مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ

Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila
وَقَعَ waqaʿa telah jatuh
ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
أَخْرَجْنَا akhrajnā Kami keluarkan
لَهُمْ lahum bagi mereka
دَآبَّةًۭ dābbatan binatang melata
مِّنَ mina dari
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
تُكَلِّمُهُمْ tukallimuhum ia berkata kepada mereka
أَنَّ anna bahwasanya
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami
لَا lā tidak
يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin

Ayat 83 - Surah An-Naml: 11 kata

وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٍۢ فَوْجًۭا مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَـٰتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu
نَحْشُرُ naḥshuru Kami kumpulkan
مِن min dari
كُلِّ kulli tiap-tiap
أُمَّةٍۢ ummatin ummat
فَوْجًۭا fawjan segolongan
مِّمَّن mimman dari orang-orang
يُكَذِّبُ yukadhibu mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami
فَهُمْ fahum lalu mereka
يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka dibagi-bagi

Ayat 84 - Surah An-Naml: 13 kata

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبْتُم بِـَٔايَـٰتِى وَلَمْ تُحِيطُوا۟ بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman: "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?".

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
جَآءُو jāū mereka datang
قَالَ qāla (Allah) berfirman
أَكَذَّبْتُم akadhabtum apakah kamu telah mendustakan
بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayat-Ku
وَلَمْ walam dan/padahal kamu tidak
تُحِيطُوا۟ tuḥīṭū meliputi
بِهَا bihā padanya
عِلْمًا ʿil'man pengetahuan
أَمَّاذَا ammādhā atau apakah
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 85 - Surah An-Naml: 8 kata

وَوَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِم بِمَا ظَلَمُوا۟ فَهُمْ لَا يَنطِقُونَ

Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).

وَوَقَعَ wawaqaʿa dan jatuhlah
ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
بِمَا bimā dengan apa/sebab
ظَلَمُوا۟ ẓalamū mereka zalim
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَنطِقُونَ yanṭiqūna mereka dapat berkata

Ayat 86 - Surah An-Naml: 15 kata

أَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا جَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِيَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

أَلَمْ alam apakah tidak
يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan
أَنَّا annā bahwasanya Kami
جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan
ٱلَّيْلَ al-layla malam
لِيَسْكُنُوا۟ liyaskunū agar mereka beristirahat
فِيهِ fīhi di dalamnya
وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang
مُبْصِرًا ۚ mub'ṣiran menerangi
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī pada yang
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 87 - Surah An-Naml: 18 kata

وَيَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَٰخِرِينَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُنفَخُ yunfakhu ditiup
فِى fī pada/dengan
ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala
فَفَزِعَ fafaziʿa maka terkejutlah
مَن man orang/segala apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَن waman dan orang/segala apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
إِلَّا illā kecuali
مَن man siapa
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَكُلٌّ wakullun dan masing-masing/semua
أَتَوْهُ atawhu mereka datang kepada-Nya
دَٰخِرِينَ dākhirīna merendahkan diri

Ayat 88 - Surah An-Naml: 18 kata

وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةًۭ وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَتَرَى watarā dan kamu lihat
ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung
تَحْسَبُهَا taḥsabuhā kamu mengiranya
جَامِدَةًۭ jāmidatan beku/tidak bergerak
وَهِىَ wahiya dan/padahal dia
تَمُرُّ tamurru berjalan
مَرَّ marra perjalanan
ٱلسَّحَابِ ۚ l-saḥābi awan
صُنْعَ ṣun'ʿa perbuatan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَتْقَنَ atqana menyempurnakan/kokoh
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha mengetahui
بِمَا bimā dengan apa/tentang apa
تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan

Ayat 89 - Surah An-Naml: 11 kata

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌۭ مِّنْهَا وَهُم مِّن فَزَعٍۢ يَوْمَئِذٍ ءَامِنُونَ

Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

مَن man barangsiapa
جَآءَ jāa datang/membawa
بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan
فَلَهُۥ falahu maka baginya
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّنْهَا min'hā dari padanya
وَهُم wahum dan mereka
مِّن min dari
فَزَعٍۢ fazaʿin kejutan
يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu
ءَامِنُونَ āminūna orang-orang yang aman

Ayat 90 - Surah An-Naml: 13 kata

وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.

وَمَن waman dan barangsiapa
جَآءَ jāa datang/membawa
بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan
فَكُبَّتْ fakubbat maka dijerumuskan
وُجُوهُهُمْ wujūhuhum muka-muka mereka
فِى fī dalam
ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka
هَلْ hal apakah/tidakkah
تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi alasan
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 91 - Surah An-Naml: 17 kata

إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَـٰذِهِ ٱلْبَلْدَةِ ٱلَّذِى حَرَّمَهَا وَلَهُۥ كُلُّ شَىْءٍۢ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah
أَنْ an untuk
أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah
رَبَّ rabba Tuhan
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلْبَلْدَةِ l-baldati negeri
ٱلَّذِى alladhī yang
حَرَّمَهَا ḥarramahā Dia menjadikannya suci
وَلَهُۥ walahu dan bagi-Nya
كُلُّ kullu segala
شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu
وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintahkan
أَنْ an supaya
أَكُونَ akūna aku adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Ayat 92 - Surah An-Naml: 15 kata

وَأَنْ أَتْلُوَا۟ ٱلْقُرْءَانَ ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ

Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan".

وَأَنْ wa-an dan supaya
أَتْلُوَا۟ atluwā aku membacakan
ٱلْقُرْءَانَ ۖ l-qur'āna Al-Qur'an
فَمَنِ famani maka barangsiapa
ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya
يَهْتَدِى yahtadī ia mendapat petunjuk
لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri
وَمَن waman dan barangsiapa
ضَلَّ ḍalla sesat
فَقُلْ faqul maka katakanlah
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أَنَا۠ anā aku
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُنذِرِينَ l-mundhirīna orang-orang yang memberi peringatan

Ayat 93 - Surah An-Naml: 11 kata

وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ فَتَعْرِفُونَهَا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan".

وَقُلِ waquli dan katakanlah
ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
سَيُرِيكُمْ sayurīkum Dia akan memperhatikan kepadamu
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya
فَتَعْرِفُونَهَا ۚ fataʿrifūnahā maka kamu akan mengetahuinya
وَمَا wamā dan tidaklah
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lalai
عَمَّا ʿammā dari/tentang apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi