Surah Al-Qasas kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Al-Qasas kata demi kata

Al-Qasas (القصص) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 88 ayat, 1.430 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 1.430 kata untuk dipelajari, Surah Al-Qasas menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 8 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Al-Qasas: 1 kata

طسٓمٓ

Thaa Siin Miim

طسٓمٓ tta-seen-meem Thaa siin miim

Ayat 2 - Surah Al-Qasas: 4 kata

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ

Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).

تِلْكَ til'ka ini
ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata

Ayat 3 - Surah Al-Qasas: 9 kata

نَتْلُوا۟ عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَىٰ وَفِرْعَوْنَ بِٱلْحَقِّ لِقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman.

نَتْلُوا۟ natlū Kami membacakan
عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu/atasmu
مِن min dari
نَّبَإِ naba-i kisah
مُوسَىٰ mūsā Musa
وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar
لِقَوْمٍۢ liqawmin untuk kaum/orang-orang
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 4 - Surah Al-Qasas: 19 kata

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًۭا يَسْتَضْعِفُ طَآئِفَةًۭ مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَآءَهُمْ وَيَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

إِنَّ inna sesungguhnya
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
عَلَا ʿalā sombong/berbuat sewenang-wenang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
وَجَعَلَ wajaʿala dan dia menjadikan
أَهْلَهَا ahlahā penduduknya
شِيَعًۭا shiyaʿan berpecah-belah
يَسْتَضْعِفُ yastaḍʿifu dia melemahkan/menindas
طَآئِفَةًۭ ṭāifatan segolongan
مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka
يُذَبِّحُ yudhabbiḥu dia menyembelih
أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak laki-laki mereka
وَيَسْتَحْىِۦ wayastaḥyī dan dia membiarkan hidup
نِسَآءَهُمْ ۚ nisāahum perempuan mereka
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia/Fir'aun
كَانَ kāna adalah dia
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Ayat 5 - Surah Al-Qasas: 12 kata

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةًۭ وَنَجْعَلَهُمُ ٱلْوَٰرِثِينَ

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),

وَنُرِيدُ wanurīdu dan Kami hendak
أَن an bahwa
نَّمُنَّ namunna Kami memberi karunia
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) ditindas
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
وَنَجْعَلَهُمْ wanajʿalahum dan Kami akan menjadikan mereka
أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin
وَنَجْعَلَهُمُ wanajʿalahumu dan Kami akan menjadikan mereka
ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna orang-orang yang mewarisi

Ayat 6 - Surah Al-Qasas: 12 kata

وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَنُرِىَ فِرْعَوْنَ وَهَـٰمَـٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَحْذَرُونَ

dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.

وَنُمَكِّنَ wanumakkina dan Kami teguhkan
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
وَنُرِىَ wanuriya dan Kami perlihatkan
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman
وَجُنُودَهُمَا wajunūdahumā dan bala tentara keduanya
مِنْهُم min'hum dari mereka
مَّا mā apa yang
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَحْذَرُونَ yaḥdharūna mereka khawatirkan

Ayat 7 - Surah Al-Qasas: 22 kata

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.

وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan kami memberi wahyu/ilham
إِلَىٰٓ ilā kepada
أُمِّ ummi ibu
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
أَنْ an agar
أَرْضِعِيهِ ۖ arḍiʿīhi susukanlah dia
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
خِفْتِ khif'ti kamu takut
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/terhadapnya
فَأَلْقِيهِ fa-alqīhi maka jatuhkanlah dia
فِى fī di
ٱلْيَمِّ l-yami sungai
وَلَا walā dan jangan
تَخَافِى takhāfī kamu takut
وَلَا walā dan jangan
تَحْزَنِىٓ ۖ taḥzanī kamu bersedih hati
إِنَّا innā sesungguhnya kami
رَآدُّوهُ rāddūhu mengembalikan dia
إِلَيْكِ ilayki kepadamu
وَجَاعِلُوهُ wajāʿilūhu dan menjadikannya
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul

Ayat 8 - Surah Al-Qasas: 13 kata

فَٱلْتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّۭا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَـٰمَـٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا۟ خَـٰطِـِٔينَ

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.

فَٱلْتَقَطَهُۥٓ fal-taqaṭahu maka memungutnya
ءَالُ ālu keluarga
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
لِيَكُونَ liyakūna agar dia adalah/menjadi
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh
وَحَزَنًا ۗ waḥazanan dan kesedihan
إِنَّ inna sesungguhnya
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman
وَجُنُودَهُمَا wajunūdahumā dan bala tentara keduanya
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
خَـٰطِـِٔينَ khāṭiīna orang-orang yang bersalah

Ayat 9 - Surah Al-Qasas: 18 kata

وَقَالَتِ ٱمْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍۢ لِّى وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًۭا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.

وَقَالَتِ waqālati dan berkata
ٱمْرَأَتُ im'ra-atu isteri
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
قُرَّتُ qurratu penyejuk
عَيْنٍۢ ʿaynin mata
لِّى lī bagiku
وَلَكَ ۖ walaka dan bagimu
لَا lā jangan
تَقْتُلُوهُ taqtulūhu kamu membunuhnya
عَسَىٰٓ ʿasā mudah-mudahan
أَن an dia akan
يَنفَعَنَآ yanfaʿanā memberi manfaat kepada kita
أَوْ aw atau
نَتَّخِذَهُۥ nattakhidhahu kita ambil dia
وَلَدًۭا waladan anak
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 10 - Surah Al-Qasas: 17 kata

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَـٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).

وَأَصْبَحَ wa-aṣbaḥa dan menjadi
فُؤَادُ fuādu hati
أُمِّ ummi ibu
مُوسَىٰ mūsā Musa
فَـٰرِغًا ۖ fārighan kosong
إِن in sungguh
كَادَتْ kādat ia hampir
لَتُبْدِى latub'dī ia menyatakan
بِهِۦ bihi dengannya
لَوْلَآ lawlā jika tidak
أَن an bahwa
رَّبَطْنَا rabaṭnā Kami teguhkan
عَلَىٰ ʿalā atas
قَلْبِهَا qalbihā hatinya
لِتَكُونَ litakūna supaya ia adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 11 - Surah Al-Qasas: 10 kata

وَقَالَتْ لِأُخْتِهِۦ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِۦ عَن جُنُبٍۢ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,

وَقَالَتْ waqālat dan (ibu Musa) berkata
لِأُخْتِهِۦ li-ukh'tihi kepada saudara perempuannya (Musa)
قُصِّيهِ ۖ quṣṣīhi selidikilah/ikutilah dia
فَبَصُرَتْ fabaṣurat maka ia melihat
بِهِۦ bihi dengannya (Musa)
عَن ʿan dari
جُنُبٍۢ junubin jauh
وَهُمْ wahum dan/sedang mereka
لَا lā tidak
يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari

Ayat 12 - Surah Al-Qasas: 16 kata

۞ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰٓ أَهْلِ بَيْتٍۢ يَكْفُلُونَهُۥ لَكُمْ وَهُمْ لَهُۥ نَـٰصِحُونَ

dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".

۞ وَحَرَّمْنَا waḥarramnā dan Kami haramkan/cegah
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Musa)
ٱلْمَرَاضِعَ l-marāḍiʿa perempuan-perempuan yang menyusukan
مِن min dari
قَبْلُ qablu sebelum itu
فَقَالَتْ faqālat maka ia berkata
هَلْ hal apakah/maukah
أَدُلُّكُمْ adullukum aku tunjukkan kepadamu
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَهْلِ ahli keluarga
بَيْتٍۢ baytin rumah-tangga
يَكْفُلُونَهُۥ yakfulūnahu akan memeliharanya
لَكُمْ lakum bagi kalian
وَهُمْ wahum dan mereka
لَهُۥ lahu kepadanya
نَـٰصِحُونَ nāṣiḥūna berlaku jujur/baik

Ayat 13 - Surah Al-Qasas: 17 kata

فَرَدَدْنَـٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

فَرَدَدْنَـٰهُ faradadnāhu maka Kami kembalikannya
إِلَىٰٓ ilā kepada
أُمِّهِۦ ummihi ibunya
كَىْ kay supaya
تَقَرَّ taqarra ia sejuk
عَيْنُهَا ʿaynuhā matanya
وَلَا walā dan ia tidak
تَحْزَنَ taḥzana bersedih hati
وَلِتَعْلَمَ walitaʿlama dan supaya ia mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
وَعْدَ waʿda janji
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حَقٌّۭ ḥaqqun benar
وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 14 - Surah Al-Qasas: 10 kata

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَٱسْتَوَىٰٓ ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَلَمَّا walammā dan setelah
بَلَغَ balagha (Musa) sampai
أَشُدَّهُۥ ashuddahu umurnya/dewasanya
وَٱسْتَوَىٰٓ wa-is'tawā dan dia telah sempurna
ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami berikan kepadanya
حُكْمًۭا ḥuk'man hikmah
وَعِلْمًۭا ۚ waʿil'man dan ilmu
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik

Ayat 15 - Surah Al-Qasas: 38 kata

وَدَخَلَ ٱلْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍۢ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَـٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَـٰذَا مِنْ عَدُوِّهِۦ ۖ فَٱسْتَغَـٰثَهُ ٱلَّذِى مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِى مِنْ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَـٰذَا مِنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ إِنَّهُۥ عَدُوٌّۭ مُّضِلٌّۭ مُّبِينٌۭ

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

وَدَخَلَ wadakhala dan (Musa) masuk
ٱلْمَدِينَةَ l-madīnata kota
عَلَىٰ ʿalā atas
حِينِ ḥīni sewaktu
غَفْلَةٍۢ ghaflatin lalai/lengah
مِّنْ min dari
أَهْلِهَا ahlihā penduduknya
فَوَجَدَ fawajada maka dia mendapatkan
فِيهَا fīhā di dalamnya (kota)
رَجُلَيْنِ rajulayni dua orang laki-laki
يَقْتَتِلَانِ yaqtatilāni keduanya perang/berkelahi
هَـٰذَا hādhā ini (orang)
مِن min dari
شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini (orang)
مِنْ min dari
عَدُوِّهِۦ ۖ ʿaduwwihi musuhnya
فَٱسْتَغَـٰثَهُ fa-is'taghāthahu maka meminta tolong kepadanya
ٱلَّذِى alladhī yang
مِن min dari
شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِى alladhī (orang) yang
مِنْ min dari
عَدُوِّهِۦ ʿaduwwihi musuhnya
فَوَكَزَهُۥ fawakazahu maka meninjunya
مُوسَىٰ mūsā Musa
فَقَضَىٰ faqaḍā lalu menentukan/mati
عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya (musuhnya)
قَالَ qāla (Musa) berkata
هَـٰذَا hādhā ini
مِنْ min dari
عَمَلِ ʿamali perbuatan
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ l-shayṭāni syaitan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/syaitan
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
مُّضِلٌّۭ muḍillun menyesatkan
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 16 - Surah Al-Qasas: 13 kata

قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

قَالَ qāla (Musa) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
ظَلَمْتُ ẓalamtu aku telah menganiaya
نَفْسِى nafsī diriku
فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah
لِى lī aku
فَغَفَرَ faghafara maka Dia mengampuni
لَهُۥٓ ۚ lahu padanya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Ayat 17 - Surah Al-Qasas: 9 kata

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًۭا لِّلْمُجْرِمِينَ

Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".

قَالَ qāla (Musa) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
بِمَآ bimā dengan apa/nikmat
أَنْعَمْتَ anʿamta telah Engkau anugerahkan
عَلَىَّ ʿalayya atasku/kepadaku
فَلَنْ falan maka aku tidak
أَكُونَ akūna menjadi
ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong
لِّلْمُجْرِمِينَ lil'muj'rimīna bagi orang-orang yang berdosa

Ayat 18 - Surah Al-Qasas: 16 kata

فَأَصْبَحَ فِى ٱلْمَدِينَةِ خَآئِفًۭا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا ٱلَّذِى ٱسْتَنصَرَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُۥ ۚ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ إِنَّكَ لَغَوِىٌّۭ مُّبِينٌۭ

Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".

فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah dia/Musa
فِى fī dalam
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota
خَآئِفًۭا khāifan ketakutan
يَتَرَقَّبُ yataraqqabu dia menunggu-nunggu
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
ٱلَّذِى alladhī (orang) yang
ٱسْتَنصَرَهُۥ is'tanṣarahu meminta tolong kepadanya
بِٱلْأَمْسِ bil-amsi dengan kemarin
يَسْتَصْرِخُهُۥ ۚ yastaṣrikhuhu ia berteriak kepadanya
قَالَ qāla berkata
لَهُۥ lahu kepadanya
مُوسَىٰٓ mūsā Musa
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
لَغَوِىٌّۭ laghawiyyun benar-benar orang sesat
مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Ayat 19 - Surah Al-Qasas: 32 kata

فَلَمَّآ أَنْ أَرَادَ أَن يَبْطِشَ بِٱلَّذِى هُوَ عَدُوٌّۭ لَّهُمَا قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ أَتُرِيدُ أَن تَقْتُلَنِى كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًۢا بِٱلْأَمْسِ ۖ إِن تُرِيدُ إِلَّآ أَن تَكُونَ جَبَّارًۭا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِينَ

Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".

فَلَمَّآ falammā maka tatkala
أَنْ an dia
أَرَادَ arāda hendak/akan
أَن an dia
يَبْطِشَ yabṭisha menyerang/memukul dengan keras
بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan/kepada orang yang
هُوَ huwa ia
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
لَّهُمَا lahumā bagi keduanya
قَالَ qāla ia berkata
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
أَتُرِيدُ aturīdu apakah kamu hendak
أَن an kamu
تَقْتُلَنِى taqtulanī membunuh aku
كَمَا kamā sebagaimana
قَتَلْتَ qatalta kamu telah membunuh
نَفْسًۢا nafsan seseorang
بِٱلْأَمْسِ ۖ bil-amsi dengan kemarin
إِن in kamu tidak
تُرِيدُ turīdu bermaksud
إِلَّآ illā melainkan
أَن an bahwa
تَكُونَ takūna kamu adalah
جَبَّارًۭا jabbāran sewenang-wenang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi/negeri ini
وَمَا wamā dan tidaklah
تُرِيدُ turīdu kamu bermaksud
أَن an bahwa
تَكُونَ takūna kamu adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُصْلِحِينَ l-muṣ'liḥīna orang-orang yang mengadakan perdamaian

Ayat 20 - Surah Al-Qasas: 18 kata

وَجَآءَ رَجُلٌۭ مِّنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّ ٱلْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَٱخْرُجْ إِنِّى لَكَ مِنَ ٱلنَّـٰصِحِينَ

Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu".

وَجَآءَ wajāa dan datanglah
رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki
مِّنْ min dari
أَقْصَا aqṣā ujung
ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota
يَسْعَىٰ yasʿā ia berjalan dengan cepat
قَالَ qāla ia berkata
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْمَلَأَ l-mala-a pembesar
يَأْتَمِرُونَ yatamirūna mereka berunding
بِكَ bika dengan/tentang kamu
لِيَقْتُلُوكَ liyaqtulūka untuk membunuhmu
فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu
إِنِّى innī sesungguhnya aku
لَكَ laka kepadamu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat

Ayat 21 - Surah Al-Qasas: 10 kata

فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًۭا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu".

فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar
مِنْهَا min'hā dari padanya (kota itu)
خَآئِفًۭا khāifan dengan rasa takut
يَتَرَقَّبُ ۖ yataraqqabu dia menunggu-nunggu
قَالَ qāla dia berkata (berdo'a)
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
نَجِّنِى najjinī selamatkanlah aku
مِنَ mina dari
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 22 - Surah Al-Qasas: 11 kata

وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَآءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّىٓ أَن يَهْدِيَنِى سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): "Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
تَوَجَّهَ tawajjaha dia menghadap/menuju
تِلْقَآءَ til'qāa arah/jurusan
مَدْيَنَ madyana Madyan
قَالَ qāla dia berkata (berdo'a)
عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan
رَبِّىٓ rabbī Tuhanku
أَن an bahwa
يَهْدِيَنِى yahdiyanī Dia memberi petunjuk kepadaku
سَوَآءَ sawāa harus/benar
ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan

Ayat 23 - Surah Al-Qasas: 27 kata

وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةًۭ مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌۭ كَبِيرٌۭ

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".

وَلَمَّا walammā dan tatkala
وَرَدَ warada dia sampai
مَآءَ māa air
مَدْيَنَ madyana negeri Madyan
وَجَدَ wajada dia menjumpai
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أُمَّةًۭ ummatan suatu ummat (sekumpulan)
مِّنَ mina dari
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia (orang)
يَسْقُونَ yasqūna mereka memberi minum
وَوَجَدَ wawajada dan dia menjumpai
مِن min dari
دُونِهِمُ dūnihimu selain mereka
ٱمْرَأَتَيْنِ im'ra-atayni dua orang wanita
تَذُودَانِ ۖ tadhūdāni keduanya menghambat/menahan
قَالَ qāla (Musa) berkata
مَا mā apa
خَطْبُكُمَا ۖ khaṭbukumā maksud kamu berdua
قَالَتَا qālatā keduanya berkata (menjawab)
لَا lā tidak
نَسْقِى nasqī kami dapat memberi minum
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يُصْدِرَ yuṣ'dira menghalau
ٱلرِّعَآءُ ۖ l-riʿāu penggembala-penggembala
وَأَبُونَا wa-abūnā dan bapak kami
شَيْخٌۭ shaykhun lanjut usia
كَبِيرٌۭ kabīrun besar/tua

Ayat 24 - Surah Al-Qasas: 15 kata

فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍۢ فَقِيرٌۭ

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".

فَسَقَىٰ fasaqā maka (Musa) memberi minum
لَهُمَا lahumā kepada keduanya
ثُمَّ thumma kemudian
تَوَلَّىٰٓ tawallā dia berpaling/kembali
إِلَى ilā kepada/ke
ٱلظِّلِّ l-ẓili tempat yang teduh
فَقَالَ faqāla lalu dia berkata/berdo'a
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
لِمَآ limā terhadap apa
أَنزَلْتَ anzalta Engkau turunkan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
مِنْ min dari
خَيْرٍۢ khayrin kebaikan
فَقِيرٌۭ faqīrun sangat memerlukan

Ayat 25 - Surah Al-Qasas: 26 kata

فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍۢ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".

فَجَآءَتْهُ fajāathu maka datanglah kepadanya (Musa)
إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya
تَمْشِى tamshī ia berjalan
عَلَى ʿalā atas/dengan
ٱسْتِحْيَآءٍۢ is'tiḥ'yāin kemalu-maluan
قَالَتْ qālat ia berkata
إِنَّ inna sesungguhnya
أَبِى abī bapakku
يَدْعُوكَ yadʿūka memanggil kamu
لِيَجْزِيَكَ liyajziyaka untuk memberi balasan kepadamu
أَجْرَ ajra upah
مَا mā apa
سَقَيْتَ saqayta yang kamu memberi minum
لَنَا ۚ lanā untuk kami
فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَهُۥ jāahu (Musa) datang kepadanya
وَقَصَّ waqaṣṣa dan dia menceriterakan
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya
ٱلْقَصَصَ l-qaṣaṣa cerita
قَالَ qāla (Syu'aib) berkata
لَا lā jangan
تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut
نَجَوْتَ najawta kamu telah selamat
مِنَ mina dari
ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 26 - Surah Al-Qasas: 10 kata

قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَـٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُ

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".

قَالَتْ qālat berkata
إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya
يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku
ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ is'tajir'hu ambillah upahan dia (sebagai buruh)
إِنَّ inna sesungguhnya
خَيْرَ khayra lebih baik
مَنِ mani orang
ٱسْتَـْٔجَرْتَ is'tajarta engkau ambil upahan (sebagai buruh)
ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu yang kuat
ٱلْأَمِينُ l-amīnu dapat dipercaya

Ayat 27 - Surah Al-Qasas: 29 kata

قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَـٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِى ثَمَـٰنِىَ حِجَجٍۢ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًۭا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".

قَالَ qāla (Syu'aib) berkata
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أُرِيدُ urīdu aku bermaksud
أَنْ an untuk
أُنكِحَكَ unkiḥaka aku menikahkan kamu
إِحْدَى iḥ'dā salah seorang
ٱبْنَتَىَّ ib'natayya kedua anak perempuanku
هَـٰتَيْنِ hātayni ini
عَلَىٰٓ ʿalā atas
أَن an bahwa
تَأْجُرَنِى tajuranī kamu mengambil upah/bekerja padaku
ثَمَـٰنِىَ thamāniya delapan
حِجَجٍۢ ۖ ḥijajin tahun
فَإِنْ fa-in maka jika
أَتْمَمْتَ atmamta kamu sempurnakan
عَشْرًۭا ʿashran sepuluh
فَمِنْ famin maka itu dari
عِندِكَ ۖ ʿindika sisimu/kemauanmu
وَمَآ wamā dan aku tidak
أُرِيدُ urīdu bermaksud
أَنْ an bahwa
أَشُقَّ ashuqqa aku memberatkan
عَلَيْكَ ۚ ʿalayka atasmu
سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapatiku
إِن in jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh/baik

Ayat 28 - Surah Al-Qasas: 15 kata

قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا ٱلْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَٰنَ عَلَىَّ ۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌۭ

Dia (Musa) berkata: "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".

قَالَ qāla (Musa) berkata
ذَٰلِكَ dhālika demikian itulah
بَيْنِى baynī antara aku
وَبَيْنَكَ ۖ wabaynaka dan antara kamu
أَيَّمَا ayyamā yang mana saja
ٱلْأَجَلَيْنِ l-ajalayni dua waktu
قَضَيْتُ qaḍaytu aku sempurnakan
فَلَا falā maka tidak ada
عُدْوَٰنَ ʿud'wāna permusuhan/tuntutan
عَلَىَّ ۖ ʿalayya atasku
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
مَا mā apa yang
نَقُولُ naqūlu kita katakan/ucapkan
وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga/menjadi saksi

Ayat 29 - Surah Al-Qasas: 27 kata

۞ فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِۦٓ ءَانَسَ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ نَارًۭا قَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓا۟ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًۭا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍۢ مِّنَ ٱلنَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya: "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan".

۞ فَلَمَّا falammā maka tatkala
قَضَىٰ qaḍā telah menyempurnakan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْأَجَلَ l-ajala waktu
وَسَارَ wasāra dia berjalan dimalam hari
بِأَهْلِهِۦٓ bi-ahlihi dengan keluarganya
ءَانَسَ ānasa dia melihat
مِن min dari
جَانِبِ jānibi sebelah
ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Thur
نَارًۭا nāran api
قَالَ qāla dia berkata
لِأَهْلِهِ li-ahlihi kepada keluarganya
ٱمْكُثُوٓا۟ um'kuthū tinggallah/diamlah kamu
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
ءَانَسْتُ ānastu aku telah melihat
نَارًۭا nāran api
لَّعَلِّىٓ laʿallī mudah-mudahan aku
ءَاتِيكُم ātīkum aku datang/membawa kepadamu
مِّنْهَا min'hā dari padanya
بِخَبَرٍ bikhabarin dengan berita
أَوْ aw atau
جَذْوَةٍۢ jadhwatin bara/nyala
مِّنَ mina dari
ٱلنَّارِ l-nāri api
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَصْطَلُونَ taṣṭalūna kamu memanaskan badan

Ayat 30 - Surah Al-Qasas: 19 kata

فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِىَ مِن شَـٰطِئِ ٱلْوَادِ ٱلْأَيْمَنِ فِى ٱلْبُقْعَةِ ٱلْمُبَـٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَـٰمُوسَىٰٓ إِنِّىٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

فَلَمَّآ falammā maka tatkala
أَتَىٰهَا atāhā dia mendatanginya/api
نُودِىَ nūdiya dia dipanggil
مِن min dari
شَـٰطِئِ shāṭi-i pinggir
ٱلْوَادِ l-wādi lembah
ٱلْأَيْمَنِ l-aymani sebelah kanan
فِى fī di
ٱلْبُقْعَةِ l-buq'ʿati tempat
ٱلْمُبَـٰرَكَةِ l-mubārakati yang diberkati
مِنَ mina dari
ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon kayu
أَن an bahwa
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
إِنِّىٓ innī sesungguhnya Aku
أَنَا anā Aku
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبُّ rabbu Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 31 - Surah Al-Qasas: 19 kata

وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّۭ وَلَّىٰ مُدْبِرًۭا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَـٰمُوسَىٰٓ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلْـَٔامِنِينَ

dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.

وَأَنْ wa-an dan sungguh
أَلْقِ alqi lemparkanlah
عَصَاكَ ۖ ʿaṣāka tongkatmu
فَلَمَّا falammā maka tatkala
رَءَاهَا raāhā dia melihatnya
تَهْتَزُّ tahtazzu ia bergerak-gerak
كَأَنَّهَا ka-annahā seakan-akan ia
جَآنٌّۭ jānnun seekor ular
وَلَّىٰ wallā dia berpaling/lari
مُدْبِرًۭا mud'biran berbalik ke belakang
وَلَمْ walam dan dia tidak
يُعَقِّبْ ۚ yuʿaqqib menoleh
يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa
أَقْبِلْ aqbil datanglah kembali
وَلَا walā dan jangan
تَخَفْ ۖ takhaf takut
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْـَٔامِنِينَ l-āminīna orang-orang yang aman

Ayat 32 - Surah Al-Qasas: 25 kata

ٱسْلُكْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍۢ وَٱضْمُمْ إِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ ٱلرَّهْبِ ۖ فَذَٰنِكَ بُرْهَـٰنَانِ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًۭا فَـٰسِقِينَ

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir'aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik".

ٱسْلُكْ us'luk masukkanlah
يَدَكَ yadaka tanganmu
فِى fī dalam
جَيْبِكَ jaybika sakumu
تَخْرُجْ takhruj ia akan keluar
بَيْضَآءَ bayḍāa putih
مِنْ min dari
غَيْرِ ghayri selain/tidak
سُوٓءٍۢ sūin seburuk-buruk
وَٱضْمُمْ wa-uḍ'mum dan dekapkanlah
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
جَنَاحَكَ janāḥaka sayapmu/tanganmu
مِنَ mina dari
ٱلرَّهْبِ ۖ l-rahbi ketakutan
فَذَٰنِكَ fadhānika maka inilah/demikian itu
بُرْهَـٰنَانِ bur'hānāni dua bukti (mukjizat)
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
إِلَىٰ ilā kepada
فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun
وَمَلَإِي۟هِۦٓ ۚ wamala-ihi dan pembesar-pembesarnya
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
قَوْمًۭا qawman kaum
فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik

Ayat 33 - Surah Al-Qasas: 9 kata

قَالَ رَبِّ إِنِّى قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًۭا فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ

Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.

قَالَ qāla (Musa) berkata
رَبِّ rabbi ya Tuhanku
إِنِّى innī sesungguhnya aku
قَتَلْتُ qataltu aku telah membunuh
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
نَفْسًۭا nafsan seorang
فَأَخَافُ fa-akhāfu maka aku takut
أَن an bahwa
يَقْتُلُونِ yaqtulūni mereka akan membunuhku

Ayat 34 - Surah Al-Qasas: 14 kata

وَأَخِى هَـٰرُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّى لِسَانًۭا فَأَرْسِلْهُ مَعِىَ رِدْءًۭا يُصَدِّقُنِىٓ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ

Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku".

وَأَخِى wa-akhī dan saudaraku
هَـٰرُونُ hārūnu Harun
هُوَ huwa dia
أَفْصَحُ afṣaḥu lebih fasih
مِنِّى minnī daripada aku
لِسَانًۭا lisānan lisan
فَأَرْسِلْهُ fa-arsil'hu maka utuslah dia
مَعِىَ maʿiya bersamaku
رِدْءًۭا rid'an pembantu
يُصَدِّقُنِىٓ ۖ yuṣaddiqunī dia membenarkan aku
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku
أَخَافُ akhāfu aku takut
أَن an bahwa
يُكَذِّبُونِ yukadhibūni mereka mendustakan aku

Ayat 35 - Surah Al-Qasas: 15 kata

قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَـٰنًۭا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا ۚ بِـَٔايَـٰتِنَآ أَنتُمَا وَمَنِ ٱتَّبَعَكُمَا ٱلْغَـٰلِبُونَ

Allah berfirman: "Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang.

قَالَ qāla (Allah) berfirman
سَنَشُدُّ sanashuddu Kami akan meneguhkan/menguatkan
عَضُدَكَ ʿaḍudaka lenganmu
بِأَخِيكَ bi-akhīka dengan saudaramu
وَنَجْعَلُ wanajʿalu dan Kami jadikan/berikan
لَكُمَا lakumā kepadamu berdua
سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan kekuasaan
فَلَا falā maka tidak
يَصِلُونَ yaṣilūna mereka sampai
إِلَيْكُمَا ۚ ilaykumā kepadamu berdua
بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat/mukjizat Kami
أَنتُمَا antumā kamu berdua
وَمَنِ wamani dan orang yang
ٱتَّبَعَكُمَا ittabaʿakumā mengikuti kamu berdua
ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang mengalahkan/menang

Ayat 36 - Surah Al-Qasas: 17 kata

فَلَمَّا جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَا بَيِّنَـٰتٍۢ قَالُوا۟ مَا هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّفْتَرًۭى وَمَا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ

Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka
مُّوسَىٰ mūsā Musa
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat/mukjizat Kami
بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin yang nyata
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
مَا mā tidak lain
هَـٰذَآ hādhā ini
إِلَّا illā kecuali
سِحْرٌۭ siḥ'run sihir
مُّفْتَرًۭى muf'taran dibuat-buat
وَمَا wamā dan kami tidak
سَمِعْنَا samiʿ'nā mendengar
بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini
فِىٓ fī pada
ءَابَآئِنَا ābāinā bapak-bapak kami
ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu

Ayat 37 - Surah Al-Qasas: 18 kata

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَن جَآءَ بِٱلْهُدَىٰ مِنْ عِندِهِۦ وَمَن تَكُونُ لَهُۥ عَـٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Musa menjawab: "Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim".

وَقَالَ waqāla dan berkata
مُوسَىٰ mūsā Musa
رَبِّىٓ rabbī Tuhanku
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِمَن biman dengan/kepada siapa
جَآءَ jāa datang
بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk
مِنْ min dari
عِندِهِۦ ʿindihi sisi-Nya
وَمَن waman dan siapa
تَكُونُ takūnu adalah ia
لَهُۥ lahu baginya/mendapat
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan
ٱلدَّارِ ۖ l-dāri tempat (dunia)
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَا lā tidak
يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung/mendapat kemenangan
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Ayat 38 - Surah Al-Qasas: 27 kata

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرِى فَأَوْقِدْ لِى يَـٰهَـٰمَـٰنُ عَلَى ٱلطِّينِ فَٱجْعَل لِّى صَرْحًۭا لَّعَلِّىٓ أَطَّلِعُ إِلَىٰٓ إِلَـٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّى لَأَظُنُّهُۥ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".

وَقَالَ waqāla dan berkata
فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلْمَلَأُ l-mala-u pembesar
مَا mā aku tidak
عَلِمْتُ ʿalim'tu mengetahui
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan
غَيْرِى ghayrī selain aku
فَأَوْقِدْ fa-awqid maka nyalakan api/bakar
لِى lī untukku
يَـٰهَـٰمَـٰنُ yāhāmānu hai Haman
عَلَى ʿalā atas
ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah liat
فَٱجْعَل fa-ij'ʿal maka buatlah
لِّى lī untukku
صَرْحًۭا ṣarḥan menara
لَّعَلِّىٓ laʿallī barangkali aku
أَطَّلِعُ aṭṭaliʿu aku melihat
إِلَىٰٓ ilā kepada
إِلَـٰهِ ilāhi Tuhan
مُوسَىٰ mūsā Musa
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku
لَأَظُنُّهُۥ la-aẓunnuhu benar-benar aku mengira dia
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta

Ayat 39 - Surah Al-Qasas: 12 kata

وَٱسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ

dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.

وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan berlaku sombonglah
هُوَ huwa dia (Fir'aun)
وَجُنُودُهُۥ wajunūduhu dan bala tentaranya
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi hak
وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
إِلَيْنَا ilaynā kepada kami
لَا lā tidak
يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan

Ayat 40 - Surah Al-Qasas: 10 kata

فَأَخَذْنَـٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَـٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.

فَأَخَذْنَـٰهُ fa-akhadhnāhu maka Kami ambil/siksa dia
وَجُنُودَهُۥ wajunūdahu dan bala tentaranya
فَنَبَذْنَـٰهُمْ fanabadhnāhum lalu Kami lemparkan mereka
فِى fī kedalam
ٱلْيَمِّ ۖ l-yami laut
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 41 - Surah Al-Qasas: 9 kata

وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَئِمَّةًۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا يُنصَرُونَ

Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.

وَجَعَلْنَـٰهُمْ wajaʿalnāhum dan Kami jadikan mereka
أَئِمَّةًۭ a-immatan pemimpin-pemimpin
يَدْعُونَ yadʿūna mereka menyeru
إِلَى ilā kepada
ٱلنَّارِ ۖ l-nāri api neraka
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
لَا lā tidak
يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka akan ditolong

Ayat 42 - Surah Al-Qasas: 10 kata

وَأَتْبَعْنَـٰهُمْ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا لَعْنَةًۭ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ هُم مِّنَ ٱلْمَقْبُوحِينَ

Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).

وَأَتْبَعْنَـٰهُمْ wa-atbaʿnāhum dan Kami ikutkan/iringkan mereka
فِى fī dalam
هَـٰذِهِ hādhihi ini
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
لَعْنَةًۭ ۖ laʿnatan kutukan
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
هُم hum mereka
مِّنَ mina dari/termasuk
ٱلْمَقْبُوحِينَ l-maqbūḥīna orang-orang yang dijelekkan

Ayat 43 - Surah Al-Qasas: 16 kata

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ مِنۢ بَعْدِ مَآ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ ٱلْأُولَىٰ بَصَآئِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَآ mā apa
أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan
ٱلْقُرُونَ l-qurūna kurun/generasi
ٱلْأُولَىٰ l-ūlā awal/terdahulu
بَصَآئِرَ baṣāira pandangan
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk
وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat
لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat

Ayat 44 - Surah Al-Qasas: 13 kata

وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلْغَرْبِىِّ إِذْ قَضَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَى ٱلْأَمْرَ وَمَا كُنتَ مِنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan.

وَمَا wamā dan tidaklah
كُنتَ kunta kamu berada
بِجَانِبِ bijānibi disebelah
ٱلْغَرْبِىِّ l-gharbiyi barat
إِذْ idh ketika
قَضَيْنَآ qaḍaynā Kami putuskan/sampaikan
إِلَىٰ ilā kepada
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْأَمْرَ l-amra perkara/perintah
وَمَا wamā dan tidaklah
كُنتَ kunta kamu berada
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan

Ayat 45 - Surah Al-Qasas: 18 kata

وَلَـٰكِنَّآ أَنشَأْنَا قُرُونًۭا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ ٱلْعُمُرُ ۚ وَمَا كُنتَ ثَاوِيًۭا فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِنَا وَلَـٰكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.

وَلَـٰكِنَّآ walākinnā akan tetapi Kami
أَنشَأْنَا anshanā Kami telah menumbuhkan
قُرُونًۭا qurūnan generasi-generasi
فَتَطَاوَلَ fataṭāwala maka panjanglah/berlalulah
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْعُمُرُ ۚ l-ʿumuru umur/masa
وَمَا wamā dan tidaklah
كُنتَ kunta kamu berada
ثَاوِيًۭا thāwiyan berdiam/tinggal
فِىٓ fī dalam/bersama
أَهْلِ ahli penduduk
مَدْيَنَ madyana Madyan
تَتْلُوا۟ tatlū kamu membacakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
وَلَـٰكِنَّا walākinnā akan tetapi Kami
كُنَّا kunnā adalah Kami
مُرْسِلِينَ mur'silīna mengutus Rasul-Rasul

Ayat 46 - Surah Al-Qasas: 20 kata

وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَـٰكِن رَّحْمَةًۭ مِّن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًۭا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍۢ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.

وَمَا wamā dan tidaklah
كُنتَ kunta kamu berada
بِجَانِبِ bijānibi disebelah
ٱلطُّورِ l-ṭūri gunung Tur
إِذْ idh ketika
نَادَيْنَا nādaynā Kami menyeru
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
رَّحْمَةًۭ raḥmatan rahmat
مِّن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan
قَوْمًۭا qawman kaum
مَّآ mā belum
أَتَىٰهُم atāhum datang pada mereka
مِّن min dari
نَّذِيرٍۢ nadhīrin pemberi peringatan
مِّن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat

Ayat 47 - Surah Al-Qasas: 18 kata

وَلَوْلَآ أَن تُصِيبَهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَيَقُولُوا۟ رَبَّنَا لَوْلَآ أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًۭا فَنَتَّبِعَ ءَايَـٰتِكَ وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin".

وَلَوْلَآ walawlā dan supaya tidak
أَن an bahwa/ketika
تُصِيبَهُم tuṣībahum menimpa mereka
مُّصِيبَةٌۢ muṣībatun musibah/azab
بِمَا bimā dengan apa/sebab
قَدَّمَتْ qaddamat mendahulukan/perbuatan
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka
فَيَقُولُوا۟ fayaqūlū lalu mereka berkata
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
لَوْلَآ lawlā mengapa tidak
أَرْسَلْتَ arsalta Engkau mengutus
إِلَيْنَا ilaynā kepada kami
رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul
فَنَتَّبِعَ fanattabiʿa maka kami akan mengikuti
ءَايَـٰتِكَ āyātika ayat-ayat Engkau
وَنَكُونَ wanakūna dan adalah/jadilah kami
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Ayat 48 - Surah Al-Qasas: 26 kata

فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوا۟ لَوْلَآ أُوتِىَ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ مُوسَىٰٓ ۚ أَوَلَمْ يَكْفُرُوا۟ بِمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ مِن قَبْلُ ۖ قَالُوا۟ سِحْرَانِ تَظَـٰهَرَا وَقَالُوٓا۟ إِنَّا بِكُلٍّۢ كَـٰفِرُونَ

Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: "Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?". Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: "Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu". Dan mereka (juga) berkata: "Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu".

فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran
مِنْ min dari
عِندِنَا ʿindinā sisi Kami
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَوْلَآ lawlā mengapa tidak
أُوتِىَ ūtiya diberikan
مِثْلَ mith'la seperti
مَآ mā apa diberikan
أُوتِىَ ūtiya diberikan
مُوسَىٰٓ ۚ mūsā Musa
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
يَكْفُرُوا۟ yakfurū mereka ingkar
بِمَآ bimā dengan/kepada apa
أُوتِىَ ūtiya diberikan
مُوسَىٰ mūsā Musa
مِن min dari
قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
سِحْرَانِ siḥ'rāni dua ahli sihir
تَظَـٰهَرَا taẓāharā keduanya bantu membantu
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata
إِنَّا innā sesungguhnya kami
بِكُلٍّۢ bikullin dengan/kepada masing-masing
كَـٰفِرُونَ kāfirūna ingkar/tidak mempercayai

Ayat 49 - Surah Al-Qasas: 13 kata

قُلْ فَأْتُوا۟ بِكِتَـٰبٍۢ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ هُوَ أَهْدَىٰ مِنْهُمَآ أَتَّبِعْهُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Katakanlah: "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Quran) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar".

قُلْ qul katakanlah
فَأْتُوا۟ fatū maka datangkanlah olehmu
بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah Kitab
مِّنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
هُوَ huwa ia
أَهْدَىٰ ahdā lebih memberi petunjuk
مِنْهُمَآ min'humā daripada keduanya
أَتَّبِعْهُ attabiʿ'hu aku mengikutinya
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Ayat 50 - Surah Al-Qasas: 23 kata

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكَ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًۭى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

فَإِن fa-in maka jika
لَّمْ lam tidak
يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka menjawab
لَكَ laka kepadamu
فَٱعْلَمْ fa-iʿ'lam maka ketahuilah
أَنَّمَا annamā bahwasanya hanyalah
يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti
أَهْوَآءَهُمْ ۚ ahwāahum hawa nafsu mereka
وَمَنْ waman dan siapakah
أَضَلُّ aḍallu lebih sesat
مِمَّنِ mimmani daripada orang
ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti
هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya
بِغَيْرِ bighayri dengan tidak
هُدًۭى hudan petunjuk
مِّنَ mina dari
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 51 - Surah Al-Qasas: 6 kata

۞ وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ ٱلْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Quran) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
وَصَّلْنَا waṣṣalnā telah Kami sampaikan
لَهُمُ lahumu kepada mereka
ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan
لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka
يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka ingat/mendapat pelajaran

Ayat 52 - Surah Al-Qasas: 8 kata

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِهِۦ هُم بِهِۦ يُؤْمِنُونَ

Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami datangkan kepada mereka
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al-Qur'an
مِن min dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
هُم hum mereka
بِهِۦ bihi dengannya
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman

Ayat 53 - Surah Al-Qasas: 15 kata

وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِۦ مُسْلِمِينَ

Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata
ءَامَنَّا āmannā kami beriman
بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya
إِنَّهُ innahu sesungguhnya ia
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu benar
مِن min dari
رَّبِّنَآ rabbinā Tuhan kami
إِنَّا innā sesungguhnya kami
كُنَّا kunnā adalah kami
مِن min dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang muslim

Ayat 54 - Surah Al-Qasas: 12 kata

أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيَدْرَءُونَ بِٱلْحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يُؤْتَوْنَ yu'tawna diberi
أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka
مَّرَّتَيْنِ marratayni dua kali
بِمَا bimā dengan apa/sebab
صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka bersabar
وَيَدْرَءُونَ wayadraūna dan mereka menolak
بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan
ٱلسَّيِّئَةَ l-sayi-ata kejahatan
وَمِمَّا wamimmā dan sebagian dari apa
رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami telah rezekikan kepada mereka
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan

Ayat 55 - Surah Al-Qasas: 15 kata

وَإِذَا سَمِعُوا۟ ٱللَّغْوَ أَعْرَضُوا۟ عَنْهُ وَقَالُوا۟ لَنَآ أَعْمَـٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـٰلُكُمْ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِى ٱلْجَـٰهِلِينَ

Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".

وَإِذَا wa-idhā dan apabila
سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar
ٱللَّغْوَ l-laghwa perkara yang sia-sia
أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling
عَنْهُ ʿanhu dari padanya
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لَنَآ lanā bagi kami
أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amal-amal kami
وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu
أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amal-amal kamu
سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
لَا lā tidak
نَبْتَغِى nabtaghī kami mau/ingin
ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh/jahil

Ayat 56 - Surah Al-Qasas: 13 kata

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu
لَا lā tidak
تَهْدِى tahdī kamu dapat memberi petunjuk
مَنْ man siapa/orang
أَحْبَبْتَ aḥbabta kamu cintai/sukai
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk
مَن man siapa/orang
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
وَهُوَ wahuwa dan Dia
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna dengan/kepada orang-orang yang mau menerima petunjuk

Ayat 57 - Surah Al-Qasas: 25 kata

وَقَالُوٓا۟ إِن نَّتَّبِعِ ٱلْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَآ ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّن لَّهُمْ حَرَمًا ءَامِنًۭا يُجْبَىٰٓ إِلَيْهِ ثَمَرَٰتُ كُلِّ شَىْءٍۢ رِّزْقًۭا مِّن لَّدُنَّا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata
إِن in jika
نَّتَّبِعِ nattabiʿi kami mengikuti
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk
مَعَكَ maʿaka bersama kamu
نُتَخَطَّفْ nutakhaṭṭaf kami disambar petir/diusir
مِنْ min dari
أَرْضِنَآ ۚ arḍinā bumi/negeri kami
أَوَلَمْ awalam sudah tidak
نُمَكِّن numakkin Kami meneguhkan
لَّهُمْ lahum bagi/kepada mereka
حَرَمًا ḥaraman yang suci
ءَامِنًۭا āminan yang aman
يُجْبَىٰٓ yuj'bā dipungut (tidak didatangkan)
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya/tempat itu
ثَمَرَٰتُ thamarātu buah-buahan
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu/macam
رِّزْقًۭا riz'qan rezeki
مِّن min dari
لَّدُنَّا ladunnā sisi Kami
وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi
أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka
لَا lā tidak
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 58 - Surah Al-Qasas: 17 kata

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍۭ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا ۖ فَتِلْكَ مَسَـٰكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَن مِّنۢ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًۭا ۖ وَكُنَّا نَحْنُ ٱلْوَٰرِثِينَ

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya).

وَكَمْ wakam dan berapa (banyak)
أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan
مِن min dari
قَرْيَةٍۭ qaryatin sesuatu negeri
بَطِرَتْ baṭirat subur/bersenang-senang
مَعِيشَتَهَا ۖ maʿīshatahā kehidupannya
فَتِلْكَ fatil'ka maka itulah
مَسَـٰكِنُهُمْ masākinuhum tempat kediaman mereka
لَمْ lam tidak
تُسْكَن tus'kan didiami
مِّنۢ min dari
بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka
إِلَّا illā kecuali
قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit/kecil
وَكُنَّا wakunnā dan Kami adalah
نَحْنُ naḥnu Kami
ٱلْوَٰرِثِينَ l-wārithīna Pewaris

Ayat 59 - Surah Al-Qasas: 20 kata

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِىٓ أُمِّهَا رَسُولًۭا يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِى ٱلْقُرَىٰٓ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَـٰلِمُونَ

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
مُهْلِكَ muh'lika membinasakan
ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri
حَتَّىٰ ḥattā sehingga/sebelum
يَبْعَثَ yabʿatha Dia mengutus
فِىٓ fī di
أُمِّهَا ummihā ibu (kota)nya
رَسُولًۭا rasūlan seorang Rasul
يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
ءَايَـٰتِنَا ۚ āyātinā ayat-ayat Kami
وَمَا wamā dan tidak
كُنَّا kunnā ada Kami
مُهْلِكِى muh'likī membinasakan
ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri
إِلَّا illā kecuali
وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya
ظَـٰلِمُونَ ẓālimūna mereka melakukan kezaliman

Ayat 60 - Surah Al-Qasas: 15 kata

وَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍۢ فَمَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتُهَا ۚ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ وَأَبْقَىٰٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

وَمَآ wamā dan apa (saja)
أُوتِيتُم ūtītum diberikan kepadamu
مِّن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَمَتَـٰعُ famatāʿu maka kesenangan
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi
وَزِينَتُهَا ۚ wazīnatuhā dan perhiasannya
وَمَا wamā dan apa
عِندَ ʿinda disisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
وَأَبْقَىٰٓ ۚ wa-abqā dan lebih kekal
أَفَلَا afalā apakah maka tidak
تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal

Ayat 61 - Surah Al-Qasas: 17 kata

أَفَمَن وَعَدْنَـٰهُ وَعْدًا حَسَنًۭا فَهُوَ لَـٰقِيهِ كَمَن مَّتَّعْنَـٰهُ مَتَـٰعَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?

أَفَمَن afaman apakah orang
وَعَدْنَـٰهُ waʿadnāhu Kami janjikan kepadanya
وَعْدًا waʿdan janji
حَسَنًۭا ḥasanan yang baik
فَهُوَ fahuwa lalu dia
لَـٰقِيهِ lāqīhi menemuinya
كَمَن kaman seperti orang
مَّتَّعْنَـٰهُ mattaʿnāhu Kami beri kesenangan dia
مَتَـٰعَ matāʿa kesenangan
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi
ثُمَّ thumma kemudian
هُوَ huwa dia
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُحْضَرِينَ l-muḥ'ḍarīna orang-orang yang dihadirkan

Ayat 62 - Surah Al-Qasas: 8 kata

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari itu
يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka
فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman
أَيْنَ ayna dimanakah
شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangkakan/katakan

Ayat 63 - Surah Al-Qasas: 18 kata

قَالَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَغْوَيْنَآ أَغْوَيْنَـٰهُمْ كَمَا غَوَيْنَا ۖ تَبَرَّأْنَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كَانُوٓا۟ إِيَّانَا يَعْبُدُونَ

Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka; "Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami".

قَالَ qāla berkatalah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
حَقَّ ḥaqqa berhak
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan (hukuman)
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami
هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka inilah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أَغْوَيْنَآ aghwaynā kami sesatkan
أَغْوَيْنَـٰهُمْ aghwaynāhum kami sesatkan mereka
كَمَا kamā sebagaimana
غَوَيْنَا ۖ ghawaynā kami sesat
تَبَرَّأْنَآ tabarranā kami berlepas diri
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepada Engkau
مَا mā tidak ada
كَانُوٓا۟ kānū mereka
إِيَّانَا iyyānā kepada kami
يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah

Ayat 64 - Surah Al-Qasas: 13 kata

وَقِيلَ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَهُمْ وَرَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ۚ لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَهْتَدُونَ

Dikatakan (kepada mereka) "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu", lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.

وَقِيلَ waqīla dan dikatakan
ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggillah
شُرَكَآءَكُمْ shurakāakum sekutu-sekutu kamu
فَدَعَوْهُمْ fadaʿawhum maka mereka memanggilnya
فَلَمْ falam maka tidak
يَسْتَجِيبُوا۟ yastajībū mereka memperkenankan
لَهُمْ lahum kepada mereka
وَرَأَوُا۟ wara-awū dan mereka melihat
ٱلْعَذَابَ ۚ l-ʿadhāba azab
لَوْ law sekiranya
أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka menerima petunjuk

Ayat 65 - Surah Al-Qasas: 6 kata

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَآ أَجَبْتُمُ ٱلْمُرْسَلِينَ

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Apakah jawabanmu kepada para rasul?"

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka
فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman
مَاذَآ mādhā apakah
أَجَبْتُمُ ajabtumu jawabanmu
ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul

Ayat 66 - Surah Al-Qasas: 7 kata

فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَنۢبَآءُ يَوْمَئِذٍۢ فَهُمْ لَا يَتَسَآءَلُونَ

Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya menanya.

فَعَمِيَتْ faʿamiyat maka buta/gelap
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْأَنۢبَآءُ l-anbāu semua berita
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna saling bertanya

Ayat 67 - Surah Al-Qasas: 11 kata

فَأَمَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَعَسَىٰٓ أَن يَكُونَ مِنَ ٱلْمُفْلِحِينَ

Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
مَن man orang
تَابَ tāba dia bertaubat
وَءَامَنَ waāmana dan dia beriman
وَعَمِلَ waʿamila dan dia beramal
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh
فَعَسَىٰٓ faʿasā maka mudah-mudahan
أَن an bahwa
يَكُونَ yakūna dia adalah
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُفْلِحِينَ l-muf'liḥīna orang-orang yang beruntung

Ayat 68 - Surah Al-Qasas: 14 kata

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).

وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu
يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan
مَا mā apa
يَشَآءُ yashāu yang Dia kehendaki
وَيَخْتَارُ ۗ wayakhtāru dan Dia memilih
مَا mā tidak
كَانَ kāna ada
لَهُمُ lahumu bagi mereka
ٱلْخِيَرَةُ ۚ l-khiyaratu pilihan
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi
عَمَّا ʿammā dari apa
يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Ayat 69 - Surah Al-Qasas: 7 kata

وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.

وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui
مَا mā apa
تُكِنُّ tukinnu yang menyembunyikan
صُدُورُهُمْ ṣudūruhum dada mereka
وَمَا wamā dan apa
يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka lahirkan

Ayat 70 - Surah Al-Qasas: 15 kata

وَهُوَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْأُولَىٰ وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَلَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali
هُوَ ۖ huwa Dia
لَهُ lahu bagi-Nya
ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji
فِى fī dalam/di
ٱلْأُولَىٰ l-ūlā permulaan/dunia
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ wal-ākhirati dan di akhirat
وَلَهُ walahu dan bagi-Nya
ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu segala hukum (penentuan)
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Ayat 71 - Surah Al-Qasas: 19 kata

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمُ ٱلَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَنْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَآءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu
إِن in jika
جَعَلَ jaʿala menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلَّيْلَ al-layla malam
سَرْمَدًا sarmadan terus menerus
إِلَىٰ ilā sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
مَنْ man siapakah
إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan
غَيْرُ ghayru selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu
بِضِيَآءٍ ۖ biḍiyāin dengan cahaya (sinar terang)
أَفَلَا afalā apakah maka tidak
تَسْمَعُونَ tasmaʿūna kamu mendengar

Ayat 72 - Surah Al-Qasas: 21 kata

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَنْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍۢ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah pendapatmu
إِن in jika
جَعَلَ jaʿala menjadikan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian
ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang
سَرْمَدًا sarmadan terus-menerus
إِلَىٰ ilā sampai
يَوْمِ yawmi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
مَنْ man siapakah
إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan
غَيْرُ ghayru selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu
بِلَيْلٍۢ bilaylin dengan malam
تَسْكُنُونَ taskunūna kamu berdiam/beristirahat
فِيهِ ۖ fīhi di dalamnya
أَفَلَا afalā apakah maka tidak
تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu memperhatikan/melihat

Ayat 73 - Surah Al-Qasas: 13 kata

وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

وَمِن wamin dan dari/karena
رَّحْمَتِهِۦ raḥmatihi rahmat-Nya
جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan
لَكُمُ lakumu bagi kalian
ٱلَّيْلَ al-layla malam
وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang
لِتَسْكُنُوا۟ litaskunū supaya kamu beristirahat
فِيهِ fīhi di dalamnya
وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karunianya
وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 74 - Surah Al-Qasas: 8 kata

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka
فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berfirman
أَيْنَ ayna dimanakah
شُرَكَآءِىَ shurakāiya sekutu-sekutuKu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangkakan/katakan

Ayat 75 - Surah Al-Qasas: 17 kata

وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۢ شَهِيدًۭا فَقُلْنَا هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ فَعَلِمُوٓا۟ أَنَّ ٱلْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

وَنَزَعْنَا wanazaʿnā dan Kami cabut
مِن min dari
كُلِّ kulli tiap-tiap
أُمَّةٍۢ ummatin ummat
شَهِيدًۭا shahīdan seorang saksi
فَقُلْنَا faqul'nā maka Kami katakan
هَاتُوا۟ hātū unjukkan/kemukakan
بُرْهَـٰنَكُمْ bur'hānakum bukti-buktimu
فَعَلِمُوٓا۟ faʿalimū maka mereka mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran
لِلَّهِ lillahi bagi/kepunyaan Allah
وَضَلَّ waḍalla dan sesat/hilang
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مَّا mā apa
كَانُوا۟ kānū yang mereka adalah
يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan

Ayat 76 - Surah Al-Qasas: 29 kata

۞ إِنَّ قَـٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ مِنَ ٱلْكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلْعُصْبَةِ أُو۟لِى ٱلْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
قَـٰرُونَ qārūna Karun
كَانَ kāna adalah
مِن min dari
قَوْمِ qawmi kaum
مُوسَىٰ mūsā Musa
فَبَغَىٰ fabaghā lalu dia berbuat aniaya
عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka
وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberikannya
مِنَ mina dari
ٱلْكُنُوزِ l-kunūzi perbendaharaan
مَآ mā apa (harta)
إِنَّ inna sesungguhnya
مَفَاتِحَهُۥ mafātiḥahu kuncinya
لَتَنُوٓأُ latanūu sungguh berat
بِٱلْعُصْبَةِ bil-ʿuṣ'bati dengan golongan/sejumlah
أُو۟لِى ulī orang yang mempunyai
ٱلْقُوَّةِ l-quwati kekuatan
إِذْ idh ketika
قَالَ qāla berkata
لَهُۥ lahu kepadanya
قَوْمُهُۥ qawmuhu kaumnya
لَا lā jangan
تَفْرَحْ ۖ tafraḥ kamu gembira/bangga
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْفَرِحِينَ l-fariḥīna orang-orang yang membanggakan diri

Ayat 77 - Surah Al-Qasas: 26 kata

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَٱبْتَغِ wa-ib'taghi dan carilah
فِيمَآ fīmā pada apa
ءَاتَىٰكَ ātāka telah memberikan kepadamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung
ٱلْـَٔاخِرَةَ ۖ l-ākhirata akhirat
وَلَا walā dan jangan
تَنسَ tansa kamu melupakan
نَصِيبَكَ naṣībaka bahagianmu
مِنَ mina dari
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَأَحْسِن wa-aḥsin dan berbuat baiklah
كَمَآ kamā sebagaimana
أَحْسَنَ aḥsana telah berbuat baik
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
وَلَا walā dan janganlah
تَبْغِ tabghi kamu mencari/berbuat
ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi muka bumi
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai
ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan

Ayat 78 - Surah Al-Qasas: 28 kata

قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلْمٍ عِندِىٓ ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِۦ مِنَ ٱلْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةًۭ وَأَكْثَرُ جَمْعًۭا ۚ وَلَا يُسْـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ

Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

قَالَ qāla (Karun) berkata
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أُوتِيتُهُۥ ūtītuhu aku diberinya (harta itu)
عَلَىٰ ʿalā atas
عِلْمٍ ʿil'min ilmu
عِندِىٓ ۚ ʿindī disisiku/ada padaku
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
يَعْلَمْ yaʿlam dia mengetahui
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
قَدْ qad sungguh
أَهْلَكَ ahlaka telah membinasakan
مِن min dari
قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya
مِنَ mina dari
ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat
مَنْ man orang
هُوَ huwa ia
أَشَدُّ ashaddu lebih/sangat
مِنْهُ min'hu dari padanya
قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan
وَأَكْثَرُ wa-aktharu dan lebih banyak
جَمْعًۭا ۚ jamʿan pengumpulan
وَلَا walā dan tidak
يُسْـَٔلُ yus'alu ditanya
عَن ʿan dari/tentang
ذُنُوبِهِمُ dhunūbihimu dosa-dosa mereka
ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa

Ayat 79 - Surah Al-Qasas: 20 kata

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ ۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا يَـٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ أُوتِىَ قَـٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍۢ

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".

فَخَرَجَ fakharaja maka dia keluar
عَلَىٰ ʿalā atas/kepada
قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya
فِى fī dalam
زِينَتِهِۦ ۖ zīnatihi perhiasan/kemegahan
قَالَ qāla berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki
ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya
لَنَا lanā bagi kita (kita mempunyai)
مِثْلَ mith'la seperti
مَآ mā apa
أُوتِىَ ūtiya diberikan
قَـٰرُونُ qārūnu Karun
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia
لَذُو ladhū benar-benar mempunyai
حَظٍّ ḥaẓẓin nasib baik/peruntungan
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar

Ayat 80 - Surah Al-Qasas: 16 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّـٰبِرُونَ

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi
ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu
وَيْلَكُمْ waylakum kecelakaan kamu
ثَوَابُ thawābu pahala
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
لِّمَنْ liman bagi orang
ءَامَنَ āmana ia beriman
وَعَمِلَ waʿamila dan beramal
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh
وَلَا walā dan tidak
يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā ditemuinya/diperolehnya
إِلَّا illā kecuali
ٱلصَّـٰبِرُونَ l-ṣābirūna orang-orang yang sabar

Ayat 81 - Surah Al-Qasas: 17 kata

فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٍۢ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُنتَصِرِينَ

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

فَخَسَفْنَا fakhasafnā maka Kami benamkan
بِهِۦ bihi dengannya
وَبِدَارِهِ wabidārihi dan dengan rumahnya
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
فَمَا famā maka tidak
كَانَ kāna ada
لَهُۥ lahu baginya
مِن min dari
فِئَةٍۢ fi-atin golongan
يَنصُرُونَهُۥ yanṣurūnahu mereka menolongnya
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُنتَصِرِينَ l-muntaṣirīna orang-orang yang dapat menolong

Ayat 82 - Surah Al-Qasas: 26 kata

وَأَصْبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْا۟ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)".

وَأَصْبَحَ wa-aṣbaḥa dan jadilah
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَمَنَّوْا۟ tamannaw (mereka) menginginkan
مَكَانَهُۥ makānahu kedudukannya
بِٱلْأَمْسِ bil-amsi dengan kemarin
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
وَيْكَأَنَّ wayka-anna aduh
ٱللَّهَ l-laha Allah
يَبْسُطُ yabsuṭu melapangkan
ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki
لِمَن liman bagi siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
مِنْ min dari
عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya
وَيَقْدِرُ ۖ wayaqdiru dan Dia menyempitkan
لَوْلَآ lawlā jika tidak
أَن an bahwa
مَّنَّ manna karunia
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami
لَخَسَفَ lakhasafa tentu Dia telah membenamkan
بِنَا ۖ binā dengan kami
وَيْكَأَنَّهُۥ wayka-annahu aduh
لَا lā tidak
يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung
ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang ingkar

Ayat 83 - Surah Al-Qasas: 14 kata

تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّۭا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًۭا ۚ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

تِلْكَ til'ka itu
ٱلدَّارُ l-dāru rumah/kampung
ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat
نَجْعَلُهَا najʿaluhā Kami jadikannya
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
لَا lā tidak
يُرِيدُونَ yurīdūna (mereka) menghendaki
عُلُوًّۭا ʿuluwwan kesombongan diri
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi
وَلَا walā dan tidak
فَسَادًۭا ۚ fasādan membuat kerusakan
وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibat/kesudahan
لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa

Ayat 84 - Surah Al-Qasas: 18 kata

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌۭ مِّنْهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

مَن man barangsiapa
جَآءَ jāa datang
بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan
فَلَهُۥ falahu maka baginya
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
مِّنْهَا ۖ min'hā dari padanya
وَمَن waman dan barangsiapa
جَآءَ jāa datang
بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan
فَلَا falā maka tidak
يُجْزَى yuj'zā diberi balasan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) kerjakan
ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan
إِلَّا illā melainkan
مَا mā apa
كَانُوا۟ kānū yang adalah
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 85 - Surah Al-Qasas: 19 kata

إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍۢ ۚ قُل رَّبِّىٓ أَعْلَمُ مَن جَآءَ بِٱلْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata".

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِى alladhī yang
فَرَضَ faraḍa mewajibkan
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Qur'an
لَرَآدُّكَ larādduka benar-benar akan mengembalikan kamu
إِلَىٰ ilā kepada
مَعَادٍۢ ۚ maʿādin tempat kembali
قُل qul katakanlah
رَّبِّىٓ rabbī Tuhanku
أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui
مَن man orang
جَآءَ jāa datang
بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk
وَمَنْ waman dan orang
هُوَ huwa ia
فِى fī dalam
ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Ayat 86 - Surah Al-Qasas: 15 kata

وَمَا كُنتَ تَرْجُوٓا۟ أَن يُلْقَىٰٓ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبُ إِلَّا رَحْمَةًۭ مِّن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًۭا لِّلْكَـٰفِرِينَ

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.

وَمَا wamā dan tidak ada
كُنتَ kunta kamu
تَرْجُوٓا۟ tarjū kamu mengharap
أَن an bahwa
يُلْقَىٰٓ yul'qā dijatuhkan/diturunkan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Kitab
إِلَّا illā melainkan
رَحْمَةًۭ raḥmatan suatu rahmat
مِّن min dari
رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
فَلَا falā maka janganlah
تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi
ظَهِيرًۭا ẓahīran penolong
لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang yang kafir

Ayat 87 - Surah Al-Qasas: 16 kata

وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنزِلَتْ إِلَيْكَ ۖ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

وَلَا walā dan jangan
يَصُدُّنَّكَ yaṣuddunnaka sekali-kali mereka menghalang-halangimu
عَنْ ʿan dari
ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بَعْدَ baʿda sesudah
إِذْ idh tatkala
أُنزِلَتْ unzilat diturunkan
إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu
وَٱدْعُ wa-ud'ʿu dan serulah
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu
وَلَا walā dan janganlah
تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi
مِنَ mina dari/termasuk
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan

Ayat 88 - Surah Al-Qasas: 19 kata

وَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ ۘ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُۥ ۚ لَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

وَلَا walā dan jangan
تَدْعُ tadʿu kamu seru/sembah
مَعَ maʿa beserta/disamping
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan
ءَاخَرَ ۘ ākhara yang lain
لَآ lā tidak ada
إِلَـٰهَ ilāha tuhan
إِلَّا illā melainkan
هُوَ ۚ huwa Dia
كُلُّ kullu segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
هَالِكٌ hālikun binasa
إِلَّا illā kecuali
وَجْهَهُۥ ۚ wajhahu wajah/dzat-Nya
لَهُ lahu bagi-Nya
ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu hukum/penentuan
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi