Surah Fussilat kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Fussilat kata demi kata

Fussilat (فصلت) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 54 ayat, 794 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 794 kata untuk dipelajari, Surah Fussilat menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 4 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Fussilat: 1 kata

حمٓ

Haa Miim.

حمٓ hha-meem Haa miim

Ayat 2 - Surah Fussilat: 4 kata

تَنزِيلٌۭ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan
مِّنَ mina dari
ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih
ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang

Ayat 3 - Surah Fussilat: 7 kata

كِتَـٰبٌۭ فُصِّلَتْ ءَايَـٰتُهُۥ قُرْءَانًا عَرَبِيًّۭا لِّقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,

كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab
فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan
ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatnya
قُرْءَانًا qur'ānan bacaan
عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab
لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum
يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Ayat 4 - Surah Fussilat: 7 kata

بَشِيرًۭا وَنَذِيرًۭا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan.

بَشِيرًۭا bashīran berita gembira
وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan peringatan
فَأَعْرَضَ fa-aʿraḍa tetapi berpaling
أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka
فَهُمْ fahum maka mereka
لَا lā tidak
يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan

Ayat 5 - Surah Fussilat: 17 kata

وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا فِىٓ أَكِنَّةٍۢ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ وَفِىٓ ءَاذَانِنَا وَقْرٌۭ وَمِنۢ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌۭ فَٱعْمَلْ إِنَّنَا عَـٰمِلُونَ

Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami
فِىٓ fī dalam
أَكِنَّةٍۢ akinnatin tutupan
مِّمَّا mimmā dari apa
تَدْعُونَآ tadʿūnā kamu menyeru kami
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
وَفِىٓ wafī dan dalam
ءَاذَانِنَا ādhāninā telinga kami
وَقْرٌۭ waqrun sumbat
وَمِنۢ wamin dan dari
بَيْنِنَا bayninā antara kami
وَبَيْنِكَ wabaynika dan antara kamu
حِجَابٌۭ ḥijābun dinding
فَٱعْمَلْ fa-iʿ'mal maka bekerjalah
إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami
عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna orang-orang yang bekerja

Ayat 6 - Surah Fussilat: 16 kata

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ فَٱسْتَقِيمُوٓا۟ إِلَيْهِ وَٱسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌۭ لِّلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

قُلْ qul katakanlah
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah
أَنَا۠ anā aku
بَشَرٌۭ basharun seorang manusia
مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu
يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan
إِلَىَّ ilayya kepadaku
أَنَّمَآ annamā bahwasanya
إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu
إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan
وَٰحِدٌۭ wāḥidun Maha Esa
فَٱسْتَقِيمُوٓا۟ fa-is'taqīmū maka tetaplah
إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya
وَٱسْتَغْفِرُوهُ ۗ wa-is'taghfirūhu dan mohonlah ampunan kepada-Nya
وَوَيْلٌۭ wawaylun dan kecelakaanlah
لِّلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang yang mempersekutukan

Ayat 7 - Surah Fussilat: 8 kata

ٱلَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ كَـٰفِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْتُونَ yu'tūna menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat
وَهُم wahum dan mereka
بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat
هُمْ hum mereka
كَـٰفِرُونَ kāfirūna kafir

Ayat 8 - Surah Fussilat: 9 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya".

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti baik
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَجْرٌ ajrun pahala
غَيْرُ ghayru tidak
مَمْنُونٍۢ mamnūnin terputus-putus

Ayat 9 - Surah Fussilat: 14 kata

۞ قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَرْضَ فِى يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادًۭا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".

۞ قُلْ qul katakanlah
أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu
لَتَكْفُرُونَ latakfurūna sungguh kamu kafir
بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang
خَلَقَ khalaqa menciptakan
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
فِى fī dalam
يَوْمَيْنِ yawmayni dua masa/hari
وَتَجْعَلُونَ watajʿalūna dan kamu menjadikan
لَهُۥٓ lahu bagi-Nya
أَندَادًۭا ۚ andādan sekutu-sekutu
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
رَبُّ rabbu Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam

Ayat 10 - Surah Fussilat: 15 kata

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ مِن فَوْقِهَا وَبَـٰرَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَآ أَقْوَٰتَهَا فِىٓ أَرْبَعَةِ أَيَّامٍۢ سَوَآءًۭ لِّلسَّآئِلِينَ

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan
فِيهَا fīhā didalamnya (bumi)
رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung
مِن min dari
فَوْقِهَا fawqihā atasnya
وَبَـٰرَكَ wabāraka dan Dia berkati
فِيهَا fīhā didalamnya
وَقَدَّرَ waqaddara dan Dia menentukan
فِيهَآ fīhā didalamnya
أَقْوَٰتَهَا aqwātahā makanan-makanannya
فِىٓ fī dalam
أَرْبَعَةِ arbaʿati empat
أَيَّامٍۢ ayyāmin masa/hari
سَوَآءًۭ sawāan sama
لِّلسَّآئِلِينَ lilssāilīna bagi orang-orang yang bertanya

Ayat 11 - Surah Fussilat: 16 kata

ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌۭ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ٱئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًۭا قَالَتَآ أَتَيْنَا طَآئِعِينَ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

ثُمَّ thumma kemudian
ٱسْتَوَىٰٓ is'tawā Dia menuju
إِلَى ilā kepada
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَهِىَ wahiya dan ia/langit
دُخَانٌۭ dukhānun asap
فَقَالَ faqāla lalu Dia berkata
لَهَا lahā kepadanya
وَلِلْأَرْضِ walil'arḍi dan kepada bumi
ٱئْتِيَا i'tiyā datanglah kamu berdua
طَوْعًا ṭawʿan suka hati
أَوْ aw atau
كَرْهًۭا karhan terpaksa
قَالَتَآ qālatā keduanya berkata
أَتَيْنَا ataynā kami datang
طَآئِعِينَ ṭāiʿīna dengan suka hati

Ayat 12 - Surah Fussilat: 19 kata

فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَاتٍۢ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَـٰبِيحَ وَحِفْظًۭا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

فَقَضَىٰهُنَّ faqaḍāhunna maka Dia menjadikannya
سَبْعَ sabʿa tujuh
سَمَـٰوَاتٍۢ samāwātin langit
فِى fī dalam
يَوْمَيْنِ yawmayni dua masa/hari
وَأَوْحَىٰ wa-awḥā dan Dia mewahyukan
فِى fī pada
كُلِّ kulli tiap-tiap
سَمَآءٍ samāin langit
أَمْرَهَا ۚ amrahā urusannya
وَزَيَّنَّا wazayyannā dan Kami hiasi
ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
بِمَصَـٰبِيحَ bimaṣābīḥa dengan bintang-bintang
وَحِفْظًۭا ۚ waḥif'ẓan dan memelihara
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
تَقْدِيرُ taqdīru ketentuan
ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa
ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui

Ayat 13 - Surah Fussilat: 9 kata

فَإِنْ أَعْرَضُوا۟ فَقُلْ أَنذَرْتُكُمْ صَـٰعِقَةًۭ مِّثْلَ صَـٰعِقَةِ عَادٍۢ وَثَمُودَ

Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Aad dan Tsamud".

فَإِنْ fa-in maka jika
أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling
فَقُلْ faqul maka katakanlah
أَنذَرْتُكُمْ andhartukum aku telah peringatkan kamu
صَـٰعِقَةًۭ ṣāʿiqatan petir
مِّثْلَ mith'la seperti
صَـٰعِقَةِ ṣāʿiqati petir
عَادٍۢ ʿādin kaum'Ad
وَثَمُودَ wathamūda dan kaum Tsamud

Ayat 14 - Surah Fussilat: 23 kata

إِذْ جَآءَتْهُمُ ٱلرُّسُلُ مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ قَالُوا۟ لَوْ شَآءَ رَبُّنَا لَأَنزَلَ مَلَـٰٓئِكَةًۭ فَإِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ

Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang mereka (dengan menyerukan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah". Mereka menjawab: "Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya".

إِذْ idh ketika
جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka
ٱلرُّسُلُ l-rusulu rasul-rasul
مِنۢ min dari
بَيْنِ bayni antara
أَيْدِيهِمْ aydīhim depan mereka
وَمِنْ wamin dan dari
خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka
أَلَّا allā bahwa janganlah
تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah
إِلَّا illā kecuali
ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah
قَالُوا۟ qālū mereka berkata
لَوْ law kalau
شَآءَ shāa menghendaki
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
لَأَنزَلَ la-anzala tentu Dia menurunkan
مَلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan malaikat-malaikat
فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami
بِمَآ bimā kepada apa
أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu di utus
بِهِۦ bihi dengannya
كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir

Ayat 15 - Surah Fussilat: 25 kata

فَأَمَّا عَادٌۭ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَقَالُوا۟ مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۖ أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِى خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةًۭ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَجْحَدُونَ

Adapun kaum 'Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun
عَادٌۭ ʿādun kaum'Ad
فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombngkan diri
فِى fī di muka
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa
ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
مَنْ man siapakah
أَشَدُّ ashaddu lebih
مِنَّا minnā dari kami
قُوَّةً ۖ quwwatan kekuatan
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan
أَنَّ anna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَهُمْ khalaqahum menciptakan mereka
هُوَ huwa dia
أَشَدُّ ashaddu lebih
مِنْهُمْ min'hum dari mereka
قُوَّةًۭ ۖ quwwatan kekuatan
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap tanda-tanda Kami
يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari

Ayat 16 - Surah Fussilat: 19 kata

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًۭا صَرْصَرًۭا فِىٓ أَيَّامٍۢ نَّحِسَاتٍۢ لِّنُذِيقَهُمْ عَذَابَ ٱلْخِزْىِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَخْزَىٰ ۖ وَهُمْ لَا يُنصَرُونَ

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.

فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami mengirimkan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
رِيحًۭا rīḥan angin
صَرْصَرًۭا ṣarṣaran gemuruh/sangat ribut
فِىٓ fī dalam
أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari
نَّحِسَاتٍۢ naḥisātin celaka
لِّنُذِيقَهُمْ linudhīqahum karena Kami hendak merasakan pada mereka
عَذَابَ ʿadhāba azab
ٱلْخِزْىِ l-khiz'yi yang hina
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
أَخْزَىٰ ۖ akhzā lebih hina
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka diberi pertolongan

Ayat 17 - Surah Fussilat: 14 kata

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَـٰهُمْ فَٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْعَمَىٰ عَلَى ٱلْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَـٰعِقَةُ ٱلْعَذَابِ ٱلْهُونِ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun
ثَمُودُ thamūdu Tsamud
فَهَدَيْنَـٰهُمْ fahadaynāhum maka Kami beri petunjuk mereka
فَٱسْتَحَبُّوا۟ fa-is'taḥabbū maka (tetapi) mereka menyukai
ٱلْعَمَىٰ l-ʿamā buta
عَلَى ʿalā daripada
ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk
فَأَخَذَتْهُمْ fa-akhadhathum maka menyambar mereka
صَـٰعِقَةُ ṣāʿiqatu petir
ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab
ٱلْهُونِ l-hūni yang menghinakan
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan

Ayat 18 - Surah Fussilat: 5 kata

وَنَجَّيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.

وَنَجَّيْنَا wanajjaynā dan Kami selamatkan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka
يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa

Ayat 19 - Surah Fussilat: 8 kata

وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَآءُ ٱللَّهِ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُحْشَرُ yuḥ'sharu dikumpulkan
أَعْدَآءُ aʿdāu musuh-musuh
ٱللَّهِ l-lahi Allah
إِلَى ilā ke
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
فَهُمْ fahum lalu mereka
يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka di bagi-bagi

Ayat 20 - Surah Fussilat: 12 kata

حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَـٰرُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga
إِذَا idhā apabila
مَا mā apa-apa
جَآءُوهَا jāūhā mereka datang kepadanya
شَهِدَ shahida menjadi saksi
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
سَمْعُهُمْ samʿuhum pendengaran mereka
وَأَبْصَـٰرُهُمْ wa-abṣāruhum dan penglihatan mereka
وَجُلُودُهُم wajulūduhum dan kulit-kulit mereka
بِمَا bimā tentang apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 21 - Surah Fussilat: 18 kata

وَقَالُوا۟ لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدتُّمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوٓا۟ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنطَقَ كُلَّ شَىْءٍۢ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan".

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
لِجُلُودِهِمْ lijulūdihim kepada kulit-kulit mereka
لِمَ lima mengapa
شَهِدتُّمْ shahidttum kamu menjadi saksi
عَلَيْنَا ۖ ʿalaynā atas kami
قَالُوٓا۟ qālū (kulit-kulit) berkata
أَنطَقَنَا anṭaqanā menjadikan kami berkata
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنطَقَ anṭaqa menjadikan berkata
كُلَّ kulla segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian
أَوَّلَ awwala pertama
مَرَّةٍۢ marratin kali
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya
تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan

Ayat 22 - Surah Fussilat: 20 kata

وَمَا كُنتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَن يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ أَبْصَـٰرُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَـٰكِن ظَنَنتُمْ أَنَّ ٱللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًۭا مِّمَّا تَعْمَلُونَ

Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

وَمَا wamā dan tidak ada
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تَسْتَتِرُونَ tastatirūna kamu bersembunyi
أَن an untuk
يَشْهَدَ yashhada menyaksikan
عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian
سَمْعُكُمْ samʿukum pendengaranmu
وَلَآ walā dan tidak
أَبْصَـٰرُكُمْ abṣārukum penglihatanmu
وَلَا walā dan tidak
جُلُودُكُمْ julūdukum kulit-kulitmu
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
ظَنَنتُمْ ẓanantum kamu mengira
أَنَّ anna bahwasanya
ٱللَّهَ l-laha Allah
لَا lā tidak
يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui
كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan
مِّمَّا mimmā dari apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Ayat 23 - Surah Fussilat: 9 kata

وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ ٱلَّذِى ظَنَنتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَىٰكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

وَذَٰلِكُمْ wadhālikum dan yang demikian itu
ظَنُّكُمُ ẓannukumu persangkaanmu
ٱلَّذِى alladhī yang
ظَنَنتُم ẓanantum kamu telah menyangka
بِرَبِّكُمْ birabbikum terhadap Tuhanmu
أَرْدَىٰكُمْ ardākum Dia menjerumuskan kamu
فَأَصْبَحْتُم fa-aṣbaḥtum maka jadilah kamu
مِّنَ mina termasuk
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 24 - Surah Fussilat: 11 kata

فَإِن يَصْبِرُوا۟ فَٱلنَّارُ مَثْوًۭى لَّهُمْ ۖ وَإِن يَسْتَعْتِبُوا۟ فَمَا هُم مِّنَ ٱلْمُعْتَبِينَ

Jika mereka bersabar (menderita azab) maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.

فَإِن fa-in maka jika
يَصْبِرُوا۟ yaṣbirū mereka bersabar
فَٱلنَّارُ fal-nāru maka neraka
مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal
لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka
وَإِن wa-in dan jika
يَسْتَعْتِبُوا۟ yastaʿtibū mereka minta dikasihani
فَمَا famā maka tidaklah
هُم hum mereka
مِّنَ mina termasuk
ٱلْمُعْتَبِينَ l-muʿ'tabīna orang-orang yang dikasihani

Ayat 25 - Surah Fussilat: 25 kata

۞ وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَآءَ فَزَيَّنُوا۟ لَهُم مَّا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ فِىٓ أُمَمٍۢ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِم مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ خَـٰسِرِينَ

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jinn dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

۞ وَقَيَّضْنَا waqayyaḍnā dan Kami tetapkan
لَهُمْ lahum bagi mereka
قُرَنَآءَ quranāa teman-teman
فَزَيَّنُوا۟ fazayyanū maka mereka menjadikan memandang baik
لَهُم lahum bagi mereka
مَّا mā apa yang
بَيْنَ bayna diantara
أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka
وَمَا wamā dan apa
خَلْفَهُمْ khalfahum belakang mereka
وَحَقَّ waḥaqqa dan pasti
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan
فِىٓ fī pada
أُمَمٍۢ umamin umat-umat
قَدْ qad sungguh
خَلَتْ khalat telah lewat
مِن min dari
قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka
مِّنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi

Ayat 26 - Surah Fussilat: 11 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَا تَسْمَعُوا۟ لِهَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ وَٱلْغَوْا۟ فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَا lā janganlah
تَسْمَعُوا۟ tasmaʿū kamu mendengar
لِهَـٰذَا lihādhā kepada ini
ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an
وَٱلْغَوْا۟ wal-ghaw dan buatlah keributan
فِيهِ fīhi padanya
لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian
تَغْلِبُونَ taghlibūna kamu dapat mengalahkan

Ayat 27 - Surah Fussilat: 10 kata

فَلَنُذِيقَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَذَابًۭا شَدِيدًۭا وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

فَلَنُذِيقَنَّ falanudhīqanna maka sungguh Kami akan merasakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
عَذَابًۭا ʿadhāban azab
شَدِيدًۭا shadīdan sangat keras
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ walanajziyannahum dan sungguh Kami akan memberi balasan mereka
أَسْوَأَ aswa-a sangat buruk
ٱلَّذِى alladhī yang
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Ayat 28 - Surah Fussilat: 14 kata

ذَٰلِكَ جَزَآءُ أَعْدَآءِ ٱللَّهِ ٱلنَّارُ ۖ لَهُمْ فِيهَا دَارُ ٱلْخُلْدِ ۖ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَجْحَدُونَ

Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah
جَزَآءُ jazāu balasan
أَعْدَآءِ aʿdāi musuh-musuh
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka
لَهُمْ lahum bagi mereka
فِيهَا fīhā di dalamnya
دَارُ dāru tempat tinggal
ٱلْخُلْدِ ۖ l-khul'di kekal
جَزَآءًۢ jazāan pembalasan
بِمَا bimā dengan apa
كَانُوا۟ kānū adalah mereka
بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap ayat-ayat Kami
يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka ingkar

Ayat 29 - Surah Fussilat: 16 kata

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلْأَسْفَلِينَ

Dan orang-orang kafir berkata: "Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jinn dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina".

وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
أَرِنَا arinā perlihatkan kepada kami
ٱلَّذَيْنِ alladhayni orang-orang yang
أَضَلَّانَا aḍallānā telah menyesatkan kami
مِنَ mina dari
ٱلْجِنِّ l-jini jin
وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia
نَجْعَلْهُمَا najʿalhumā kami jadikan keduanya
تَحْتَ taḥta di bawah
أَقْدَامِنَا aqdāminā telapak kaki kami
لِيَكُونَا liyakūnā supaya keduanya menjadi
مِنَ mina dari
ٱلْأَسْفَلِينَ l-asfalīna orang-orang yang hina

Ayat 30 - Surah Fussilat: 19 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ثُمَّ thumma kemudian
ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka meneguhkan pendirian
تَتَنَزَّلُ tatanazzalu akan turun
عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat
أَلَّا allā janganlah
تَخَافُوا۟ takhāfū kamu takut
وَلَا walā dan janganlah
تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu merasa bersedih
وَأَبْشِرُوا۟ wa-abshirū dan gembirakanlah mereka
بِٱلْجَنَّةِ bil-janati dengan surga
ٱلَّتِى allatī yang
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan

Ayat 31 - Surah Fussilat: 16 kata

نَحْنُ أَوْلِيَآؤُكُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِىٓ أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

نَحْنُ naḥnu kami
أَوْلِيَآؤُكُمْ awliyāukum pelindung-pelindungmu
فِى fī dalam
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
وَفِى wafī dan dalam
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati kehidupan akhirat
وَلَكُمْ walakum dan bagimu
فِيهَا fīhā didalamnya
مَا mā apa yang
تَشْتَهِىٓ tashtahī kamu inginkan
أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri
وَلَكُمْ walakum dan bagimu
فِيهَا fīhā didalamnya
مَا mā apa yang
تَدَّعُونَ taddaʿūna kamu minta

Ayat 32 - Surah Fussilat: 4 kata

نُزُلًۭا مِّنْ غَفُورٍۢ رَّحِيمٍۢ

Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

نُزُلًۭا nuzulan pemberian
مِّنْ min dari
غَفُورٍۢ ghafūrin Maha Pengampun
رَّحِيمٍۢ raḥīmin Maha Penyayang

Ayat 33 - Surah Fussilat: 13 kata

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًۭا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًۭا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

وَمَنْ waman dan siapa
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
قَوْلًۭا qawlan perkataan
مِّمَّن mimman daripada orang
دَعَآ daʿā dia menyeru
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَعَمِلَ waʿamila dan berbuat
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan
وَقَالَ waqāla dan dia berkata
إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku
مِنَ mina termasuk
ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri

Ayat 34 - Surah Fussilat: 17 kata

وَلَا تَسْتَوِى ٱلْحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُ ۚ ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌۭ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌۭ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

وَلَا walā dan tidaklah
تَسْتَوِى tastawī sama
ٱلْحَسَنَةُ l-ḥasanatu kebaikan
وَلَا walā dan tidaklah
ٱلسَّيِّئَةُ ۚ l-sayi-atu kejahatan
ٱدْفَعْ id'faʿ tolaklah
بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang
هِىَ hiya ia (cara)
أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik
فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba
ٱلَّذِى alladhī orang yang
بَيْنَكَ baynaka diantaramu
وَبَيْنَهُۥ wabaynahu dan antara dia
عَدَٰوَةٌۭ ʿadāwatun permusuhan
كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan
وَلِىٌّ waliyyun penolong
حَمِيمٌۭ ḥamīmun teman

Ayat 35 - Surah Fussilat: 11 kata

وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍۢ

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

وَمَا wamā dan tidak
يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā dijumpainya
إِلَّا illā kecuali
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
صَبَرُوا۟ ṣabarū sabar
وَمَا wamā dan tidak
يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā dijumpainya
إِلَّا illā kecuali
ذُو dhū (orang yang) mempunyai
حَظٍّ ḥaẓẓin keberuntungan
عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar

Ayat 36 - Surah Fussilat: 11 kata

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَإِمَّا wa-immā dan jika
يَنزَغَنَّكَ yanzaghannaka mengganggu kamu
مِنَ mina dari
ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan
نَزْغٌۭ nazghun gangguan
فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah
بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi kepada Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
هُوَ huwa Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha mendengar
ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Ayat 37 - Surah Fussilat: 19 kata

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.

وَمِنْ wamin dan dari
ءَايَـٰتِهِ āyātihi tanda-tanda-Nya
ٱلَّيْلُ al-laylu malam
وَٱلنَّهَارُ wal-nahāru dan siang
وَٱلشَّمْسُ wal-shamsu dan matahari
وَٱلْقَمَرُ ۚ wal-qamaru dan bulan
لَا lā tidak
تَسْجُدُوا۟ tasjudū kamu bersujud
لِلشَّمْسِ lilshamsi kepada matahari
وَلَا walā dan jangan
لِلْقَمَرِ lil'qamari pada bulan
وَٱسْجُدُوا۟ wa-us'judū dan bersujudlah
لِلَّهِ lillahi kepada Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
خَلَقَهُنَّ khalaqahunna menciptakan semuanya
إِن in jika
كُنتُمْ kuntum kalian adalah
إِيَّاهُ iyyāhu hanya kepada-Nya
تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah

Ayat 38 - Surah Fussilat: 12 kata

فَإِنِ ٱسْتَكْبَرُوا۟ فَٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُۥ بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْـَٔمُونَ ۩

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

فَإِنِ fa-ini maka jika
ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū mereka menyombongkan diri
فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang (malaikat)
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّكَ rabbika Tuhanmu
يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih
لَهُۥ lahu kepada-Nya
بِٱلَّيْلِ bi-al-layli pada malam
وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang
وَهُمْ wahum dan mereka
لَا lā tidak
يَسْـَٔمُونَ ۩ yasamūna jemu-jemu

Ayat 39 - Surah Fussilat: 22 kata

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنَّكَ تَرَى ٱلْأَرْضَ خَـٰشِعَةًۭ فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاهَا لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَمِنْ wamin dan dari
ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi tanda-tanda-Nya
أَنَّكَ annaka bahwasanya kamu
تَرَى tarā melihat
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
خَـٰشِعَةًۭ khāshiʿatan tandus
فَإِذَآ fa-idhā maka apabila
أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya
ٱلْمَآءَ l-māa air
ٱهْتَزَّتْ ih'tazzat ia bergerak
وَرَبَتْ ۚ warabat dan berkembang
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَحْيَاهَا aḥyāhā menghidupkannya
لَمُحْىِ lamuḥ'yī tentu dapat menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ l-mawtā yang mati
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 40 - Surah Fussilat: 26 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَآ ۗ أَفَمَن يُلْقَىٰ فِى ٱلنَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِىٓ ءَامِنًۭا يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ ٱعْمَلُوا۟ مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna mereka ingkar
فِىٓ fī pada
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
لَا lā tidak
يَخْفَوْنَ yakhfawna mereka tersembunyi
عَلَيْنَآ ۗ ʿalaynā dari/atas Kami
أَفَمَن afaman apakah maka orang
يُلْقَىٰ yul'qā ia dilemparkan
فِى fī dalam
ٱلنَّارِ l-nāri neraka
خَيْرٌ khayrun lebih baik
أَم am ataukah/apakah
مَّن man orang
يَأْتِىٓ yatī ia datang
ءَامِنًۭا āminan aman
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat
ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū berbuatlah
مَا mā apa yang
شِئْتُمْ ۖ shi'tum kalian kehendaki
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
بِمَا bimā terhadap apa
تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 41 - Surah Fussilat: 9 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِٱلذِّكْرِ لَمَّا جَآءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُۥ لَكِتَـٰبٌ عَزِيزٌۭ

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِٱلذِّكْرِ bil-dhik'ri dengan peringatan/Al Qur'an
لَمَّا lammā ketika
جَآءَهُمْ ۖ jāahum ia datang kepada mereka
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia (Al Qur'an)
لَكِتَـٰبٌ lakitābun sungguh kitab
عَزِيزٌۭ ʿazīzun mulia

Ayat 42 - Surah Fussilat: 13 kata

لَّا يَأْتِيهِ ٱلْبَـٰطِلُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِۦ ۖ تَنزِيلٌۭ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍۢ

Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

لَّا lā tidak
يَأْتِيهِ yatīhi datang kepadanya
ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu kebathilan
مِنۢ min dari
بَيْنِ bayni antara
يَدَيْهِ yadayhi depannya
وَلَا walā dan tidak
مِنْ min dari
خَلْفِهِۦ ۖ khalfihi belakangnya
تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan
مِّنْ min dari
حَكِيمٍ ḥakīmin Yang Maha Bijaksana
حَمِيدٍۢ ḥamīdin Maha Terpuji

Ayat 43 - Surah Fussilat: 17 kata

مَّا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبْلِكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍۢ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍۢ

Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.

مَّا mā tidak
يُقَالُ yuqālu dikatakan
لَكَ laka kepadamu
إِلَّا illā kecuali
مَا mā apa
قَدْ qad sesungguhnya
قِيلَ qīla dikatakan
لِلرُّسُلِ lilrrusuli kepada rasul-rasul
مِن min dari
قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu
لَذُو ladhū benar-benar mempunyai
مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan
وَذُو wadhū dan mempunyai
عِقَابٍ ʿiqābin siksaan/hukuman
أَلِيمٍۢ alīmin pedih

Ayat 44 - Surah Fussilat: 30 kata

وَلَوْ جَعَلْنَـٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّۭا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَـٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّۭ وَعَرَبِىٌّۭ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًۭى وَشِفَآءٌۭ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌۭ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍۢ

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".

وَلَوْ walaw dan jika
جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya
قُرْءَانًا qur'ānan bacaan
أَعْجَمِيًّۭا aʿjamiyyan bahasa asing/selain bahasa Arab
لَّقَالُوا۟ laqālū tentu mereka mengatakan
لَوْلَا lawlā mengapa tidak
فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan
ءَايَـٰتُهُۥٓ ۖ āyātuhu ayat-ayatnya
ءَا۬عْجَمِىٌّۭ āʿ'jamiyyun apakah bahasa asing/selain bahasa Arab
وَعَرَبِىٌّۭ ۗ waʿarabiyyun dan orang Arab/bahasa Arab
قُلْ qul katakanlah
هُوَ huwa ia/Al Qur'an
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
هُدًۭى hudan petunjuk
وَشِفَآءٌۭ ۖ washifāon dan penawar/obat
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
فِىٓ fī pada
ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka
وَقْرٌۭ waqrun sumbat
وَهُوَ wahuwa dan ia/Al Qur'an
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
عَمًى ۚ ʿaman buta/kegelapan
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
يُنَادَوْنَ yunādawna mereka dipanggil
مِن min dari
مَّكَانٍۭ makānin tempat
بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh

Ayat 45 - Surah Fussilat: 18 kata

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌۭ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ مُرِيبٍۢ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. Kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Rabb-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. Dan Sesungguhnya mereka terhadap Al Quran benar-benar dalam keragu-raguan yang membingungkan.

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya
ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan
مُوسَى mūsā Musa
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
فَٱخْتُلِفَ fa-ukh'tulifa maka ia diperselisihkan
فِيهِ ۗ fīhi didalamnya
وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak
كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan
سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/terdahulu
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
لَقُضِىَ laquḍiya tentu diputuskan
بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka
لَفِى lafī benar-benar dalam
شَكٍّۢ shakkin keraguan
مِّنْهُ min'hu dari padanya
مُرِيبٍۢ murībin kebingungan

Ayat 46 - Surah Fussilat: 11 kata

مَّنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّـٰمٍۢ لِّلْعَبِيدِ

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.

مَّنْ man barang siapa
عَمِلَ ʿamila berbuat
صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan
فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri
وَمَنْ waman dan barang siapa
أَسَآءَ asāa berbuat jahat
فَعَلَيْهَا ۗ faʿalayhā maka atasnya
وَمَا wamā dan tidaklah
رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu
بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin berbuat aniaya
لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hambanya

Ayat 47 - Surah Fussilat: 28 kata

۞ إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ ۚ وَمَا تَخْرُجُ مِن ثَمَرَٰتٍۢ مِّنْ أَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ أَيْنَ شُرَكَآءِى قَالُوٓا۟ ءَاذَنَّـٰكَ مَا مِنَّا مِن شَهِيدٍۢ

Kepada-Nya-lah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka: "Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?", mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)".

۞ إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya
يُرَدُّ yuraddu dikembalikan
عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan
ٱلسَّاعَةِ ۚ l-sāʿati hari kiamat
وَمَا wamā dan tidak
تَخْرُجُ takhruju keluar
مِن min dari
ثَمَرَٰتٍۢ thamarātin buah-buahan
مِّنْ min dari
أَكْمَامِهَا akmāmihā kelopaknya
وَمَا wamā dan tidak
تَحْمِلُ taḥmilu mengandung
مِنْ min dari seorang
أُنثَىٰ unthā perempuan
وَلَا walā dan tidak
تَضَعُ taḍaʿu melahirkan
إِلَّا illā kecuali
بِعِلْمِهِۦ ۚ biʿil'mihi dengan pengetahuan-Nya
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka
أَيْنَ ayna dimana
شُرَكَآءِى shurakāī sekutu-sekutu-Ku
قَالُوٓا۟ qālū mereka menjawab
ءَاذَنَّـٰكَ ādhannāka kami nyatakan kepada Engaku
مَا mā tidak ada
مِنَّا minnā diantara kami
مِن min dari
شَهِيدٍۢ shahīdin seorang saksi

Ayat 48 - Surah Fussilat: 12 kata

وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَدْعُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَظَنُّوا۟ مَا لَهُم مِّن مَّحِيصٍۢ

Dan hilang lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka satu jalan keluarpun.

وَضَلَّ waḍalla dan sesat/lenyap
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مَّا mā apa yang
كَانُوا۟ kānū mereka adalah
يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah
مِن min dari
قَبْلُ ۖ qablu sebelum
وَظَنُّوا۟ waẓannū dan mereka menyangka
مَا mā tidak ada
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat lari

Ayat 49 - Surah Fussilat: 11 kata

لَّا يَسْـَٔمُ ٱلْإِنسَـٰنُ مِن دُعَآءِ ٱلْخَيْرِ وَإِن مَّسَّهُ ٱلشَّرُّ فَيَـُٔوسٌۭ قَنُوطٌۭ

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.

لَّا lā tidak
يَسْـَٔمُ yasamu jemu-jemu
ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia
مِن min dari
دُعَآءِ duʿāi memohon
ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan
وَإِن wa-in dan jika
مَّسَّهُ massahu menimpa dia
ٱلشَّرُّ l-sharu kejelekan
فَيَـُٔوسٌۭ fayaūsun maka dia jemu
قَنُوطٌۭ qanūṭun putus asa

Ayat 50 - Surah Fussilat: 32 kata

وَلَئِنْ أَذَقْنَـٰهُ رَحْمَةًۭ مِّنَّا مِنۢ بَعْدِ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ هَـٰذَا لِى وَمَآ أَظُنُّ ٱلسَّاعَةَ قَآئِمَةًۭ وَلَئِن رُّجِعْتُ إِلَىٰ رَبِّىٓ إِنَّ لِى عِندَهُۥ لَلْحُسْنَىٰ ۚ فَلَنُنَبِّئَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنْ عَذَابٍ غَلِيظٍۢ

Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.

وَلَئِنْ wala-in dan jika
أَذَقْنَـٰهُ adhaqnāhu Kami rasakan kepadanya
رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat
مِّنَّا minnā dari Kami
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
ضَرَّآءَ ḍarrāa kesusahan
مَسَّتْهُ massathu menimpanya
لَيَقُولَنَّ layaqūlanna tentu dia berkata
هَـٰذَا hādhā ini
لِى lī bagiku
وَمَآ wamā dan tidak
أَظُنُّ aẓunnu aku mengira
ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat
قَآئِمَةًۭ qāimatan terjadi
وَلَئِن wala-in dan jika
رُّجِعْتُ rujiʿ'tu aku dikembalikan
إِلَىٰ ilā kepada
رَبِّىٓ rabbī Tuhanku
إِنَّ inna sesungguhnya
لِى lī bagiku
عِندَهُۥ ʿindahu di sisi-Nya
لَلْحُسْنَىٰ ۚ lalḥus'nā kebaikan
فَلَنُنَبِّئَنَّ falanunabbi-anna maka sungguh akan Kami beritakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
بِمَا bimā dengan apa
عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan
وَلَنُذِيقَنَّهُم walanudhīqannahum dan sungguh akan Kami rasakan kepada mereka
مِّنْ min dari
عَذَابٍ ʿadhābin azab
غَلِيظٍۢ ghalīẓin keras

Ayat 51 - Surah Fussilat: 13 kata

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٍۢ

Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.

وَإِذَآ wa-idhā dan apabila
أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami berikan nikmat
عَلَى ʿalā atas
ٱلْإِنسَـٰنِ l-insāni manusia
أَعْرَضَ aʿraḍa ia berpaling
وَنَـَٔا wanaā dan menjauhkan diri
بِجَانِبِهِۦ bijānibihi disampingnya
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
مَسَّهُ massahu menimpanya
ٱلشَّرُّ l-sharu kejelekan
فَذُو fadhū maka ia mempunyai
دُعَآءٍ duʿāin permohonan
عَرِيضٍۢ ʿarīḍin luas/panjang

Ayat 52 - Surah Fussilat: 17 kata

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ثُمَّ كَفَرْتُم بِهِۦ مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍۢ

Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pendapatmu
إِن in jika
كَانَ kāna ia adalah
مِنْ min dari
عِندِ ʿindi sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ثُمَّ thumma kemudian
كَفَرْتُم kafartum kamu ingkar
بِهِۦ bihi padanya
مَنْ man siapakah
أَضَلُّ aḍallu lebih sesat
مِمَّنْ mimman dari pada orang
هُوَ huwa dia
فِى fī dalam
شِقَاقٍۭ shiqāqin perselisihan
بَعِيدٍۢ baʿīdin jauh

Ayat 53 - Surah Fussilat: 19 kata

سَنُرِيهِمْ ءَايَـٰتِنَا فِى ٱلْـَٔافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

سَنُرِيهِمْ sanurīhim akan Kami perlihatkan kepada mereka
ءَايَـٰتِنَا āyātinā tanda-tanda Kami
فِى fī pada
ٱلْـَٔافَاقِ l-āfāqi segenap penjuru
وَفِىٓ wafī dan pada
أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka
حَتَّىٰ ḥattā sehingga
يَتَبَيَّنَ yatabayyana jelas
لَهُمْ lahum bagi mereka
أَنَّهُ annahu bahwasanya ia
ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu hak/benar
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
يَكْفِ yakfi cukup
بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu
أَنَّهُۥ annahu bahwasanya Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi

Ayat 54 - Surah Fussilat: 12 kata

أَلَآ إِنَّهُمْ فِى مِرْيَةٍۢ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمْ ۗ أَلَآ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۢ مُّحِيطٌۢ

Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

أَلَآ alā ingatlah
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka
فِى fī dalam
مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan
مِّن min dari
لِّقَآءِ liqāi pertemuan
رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
مُّحِيطٌۢ muḥīṭun Maha Meliputi

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi