Surah Ash-Shura kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Ash-Shura kata demi kata

Ash-Shura (الشورى) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 53 ayat, 860 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 860 kata untuk dipelajari, Surah Ash-Shura menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 5 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Ash-Shura: 1 kata

حمٓ

Haa Miim.

حمٓ hha-meem Haa Miim

Ayat 2 - Surah Ash-Shura: 1 kata

عٓسٓقٓ

'Ain Siin Qaaf.

عٓسٓقٓ ain-seen-qaf 'Ain Siin Qaaf

Ayat 3 - Surah Ash-Shura: 10 kata

كَذَٰلِكَ يُوحِىٓ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu.

كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
يُوحِىٓ yūḥī Dia mewahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِكَ qablika sebelum kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 4 - Surah Ash-Shura: 10 kata

لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

لَهُۥ lahu kepunyaan-Nya
مَا mā apa
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan apa
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi
ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu Maha Besar

Ayat 5 - Surah Ash-Shura: 19 kata

تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِن فَوْقِهِنَّ ۚ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.

تَكَادُ takādu hampir
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak)
يَتَفَطَّرْنَ yatafaṭṭarna pecah/terbelah
مِن min dari
فَوْقِهِنَّ ۚ fawqihinna atasnya
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan malaikat
يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih
بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَيَسْتَغْفِرُونَ wayastaghfirūna dan mereka memohonkan ampun
لِمَن liman bagi orang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha penyayang

Ayat 6 - Surah Ash-Shura: 12 kata

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍۢ

Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mengambil
مِن min dari
دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia
أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung
ٱللَّهُ l-lahu Allah
حَفِيظٌ ḥafīẓun Penjaga
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتَ anta kamu
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
بِوَكِيلٍۢ biwakīlin pengawal/pengurus

Ayat 7 - Surah Ash-Shura: 22 kata

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّۭا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌۭ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌۭ فِى ٱلسَّعِيرِ

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
قُرْءَانًا qur'ānan Al Qur'an
عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab
لِّتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan
أُمَّ umma ibu
ٱلْقُرَىٰ l-qurā kota
وَمَنْ waman dan orang yang
حَوْلَهَا ḥawlahā sekelilingnya
وَتُنذِرَ watundhira dan kamu memberi peringatan
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْجَمْعِ l-jamʿi berkumpul
لَا lā tidak ada
رَيْبَ rayba keraguan
فِيهِ ۚ fīhi didalamnya
فَرِيقٌۭ farīqun segolongan
فِى fī dalam
ٱلْجَنَّةِ l-janati surga
وَفَرِيقٌۭ wafarīqun dan segolongan
فِى fī dalam
ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka

Ayat 8 - Surah Ash-Shura: 19 kata

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَلَـٰكِن يُدْخِلُ مَن يَشَآءُ فِى رَحْمَتِهِۦ ۚ وَٱلظَّـٰلِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍ

Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

وَلَوْ walaw dan jika
شَآءَ shāa menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لَجَعَلَهُمْ lajaʿalahum tentu Dia menjadikan mereka
أُمَّةًۭ ummatan ummat
وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
يُدْخِلُ yud'khilu Dia memasukkan
مَن man orang yang
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
فِى fī ke dalam
رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya
وَٱلظَّـٰلِمُونَ wal-ẓālimūna dan orang-orang yang zalim
مَا mā tidaklah
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرٍ naṣīrin seorang penolong

Ayat 9 - Surah Ash-Shura: 16 kata

أَمِ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۖ فَٱللَّهُ هُوَ ٱلْوَلِىُّ وَهُوَ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

أَمِ ami atau
ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil
مِن min dari
دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia
أَوْلِيَآءَ ۖ awliyāa pelindung-pelindung
فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْوَلِىُّ l-waliyu pelindung
وَهُوَ wahuwa dan Dia
يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang-orang yang mati
وَهُوَ wahuwa dan Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha kuasa

Ayat 10 - Surah Ash-Shura: 15 kata

وَمَا ٱخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَىْءٍۢ فَحُكْمُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبِّى عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali.

وَمَا wamā dan apa yang
ٱخْتَلَفْتُمْ ikh'talaftum kamu perselisihkan
فِيهِ fīhi didalamnya
مِن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَحُكْمُهُۥٓ faḥuk'muhu maka hukumnya
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبِّى rabbī Tuhanku
عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya
تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya
أُنِيبُ unību aku kembali

Ayat 11 - Surah Ash-Shura: 19 kata

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَمِنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ أَزْوَٰجًۭا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

فَاطِرُ fāṭiru pencipta
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنْ min dari
أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri
أَزْوَٰجًۭا azwājan berpasang-pasangan
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak
أَزْوَٰجًۭا ۖ azwājan berpasang-pasangan
يَذْرَؤُكُمْ yadhra-ukum Dia menjadikan kamu berkembang
فِيهِ ۚ fīhi padanya
لَيْسَ laysa tidak ada
كَمِثْلِهِۦ kamith'lihi serupa dengan Dia
شَىْءٌۭ ۖ shayon sesuatu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar
ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat

Ayat 12 - Surah Ash-Shura: 13 kata

لَهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ

Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

لَهُۥ lahu bagi-Nya
مَقَالِيدُ maqālīdu perbendaharaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi
يَبْسُطُ yabsuṭu Dia lapangkan
ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki
لِمَن liman bagi siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia sempitkan
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
بِكُلِّ bikulli dengan segala
شَىْءٍ shayin sesuatu
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Ayat 13 - Surah Ash-Shura: 38 kata

۞ شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًۭا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓ ۖ أَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا۟ فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

۞ شَرَعَ sharaʿa Dia mensyari'atkan
لَكُم lakum bagi kalian
مِّنَ mina dari pada
ٱلدِّينِ l-dīni agama
مَا mā apa yang
وَصَّىٰ waṣṣā diwasiatkan
بِهِۦ bihi dengannya
نُوحًۭا nūḥan Nuh
وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
وَمَا wamā dan apa
وَصَّيْنَا waṣṣaynā yang Kami wasiatkan
بِهِۦٓ bihi dengannya
إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa
وَعِيسَىٰٓ ۖ waʿīsā dan 'Isa
أَنْ an hendaklah
أَقِيمُوا۟ aqīmū kamu tegakkan
ٱلدِّينَ l-dīna agama
وَلَا walā dan jangan
تَتَفَرَّقُوا۟ tatafarraqū kamu berpecah belah
فِيهِ ۚ fīhi didalamnya
كَبُرَ kabura amat berat
عَلَى ʿalā atas
ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik
مَا mā apa (agama) yang
تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu seru mereka
إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَجْتَبِىٓ yajtabī Dia memilih
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
مَن man siapa yang
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيَهْدِىٓ wayahdī dan Dia memberi petunjuk
إِلَيْهِ ilayhi kepadanya
مَن man siapa
يُنِيبُ yunību ia kembali

Ayat 14 - Surah Ash-Shura: 30 kata

وَمَا تَفَرَّقُوٓا۟ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌۭ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى لَّقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُورِثُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِنۢ بَعْدِهِمْ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ مُرِيبٍۢ

Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.

وَمَا wamā dan tidak
تَفَرَّقُوٓا۟ tafarraqū mereka berpecah belah
إِلَّا illā kecuali
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa yang
جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka
ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan
بَغْيًۢا baghyan kedengkian
بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka
وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak
كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan
سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/lalu
مِن min dari
رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu
إِلَىٰٓ ilā sampai pada
أَجَلٍۢ ajalin waktu
مُّسَمًّۭى musamman ditentukan
لَّقُضِىَ laquḍiya pasti diputuskan
بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka
وَإِنَّ wa-inna dan sesunguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
أُورِثُوا۟ ūrithū mereka diwarisi
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
مِنۢ min dari
بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka
لَفِى lafī benar-benar dalam
شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan
مِّنْهُ min'hu daripadanya
مُرِيبٍۢ murībin kebimbangan

Ayat 15 - Surah Ash-Shura: 34 kata

فَلِذَٰلِكَ فَٱدْعُ ۖ وَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ ۖ وَقُلْ ءَامَنتُ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِن كِتَـٰبٍۢ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۖ ٱللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَآ أَعْمَـٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَـٰلُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ ٱللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)".

فَلِذَٰلِكَ falidhālika maka karena itu
فَٱدْعُ ۖ fa-ud'ʿu serulah
وَٱسْتَقِمْ wa-is'taqim dan tetaplah
كَمَآ kamā sebagaimana
أُمِرْتَ ۖ umir'ta kamu diperintah
وَلَا walā dan janganlah
تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti
أَهْوَآءَهُمْ ۖ ahwāahum hawa nafsu mereka
وَقُلْ waqul dan katakan
ءَامَنتُ āmantu aku beriman
بِمَآ bimā dengan apa yang
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
مِن min dari
كِتَـٰبٍۢ ۖ kitābin kitab
وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintah
لِأَعْدِلَ li-aʿdila untuk berbuat adil
بَيْنَكُمُ ۖ baynakumu diantara kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami
وَرَبُّكُمْ ۖ warabbukum dan Tuhan kamu
لَنَآ lanā bagi kami
أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amal-amal kami
وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu
أَعْمَـٰلُكُمْ ۖ aʿmālukum amal-pamal kamu
لَا lā tidak ada
حُجَّةَ ḥujjata pertengkaran
بَيْنَنَا baynanā diantara kami
وَبَيْنَكُمُ ۖ wabaynakumu dan diantara kamu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَجْمَعُ yajmaʿu Dia akan mengumpulkan
بَيْنَنَا ۖ baynanā diantara kami
وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 16 - Surah Ash-Shura: 18 kata

وَٱلَّذِينَ يُحَآجُّونَ فِى ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا ٱسْتُجِيبَ لَهُۥ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌۭ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌ

Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يُحَآجُّونَ yuḥājjūna mereka membantah
فِى fī pada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa(agama)
ٱسْتُجِيبَ us'tujība diterima
لَهُۥ lahu padanya
حُجَّتُهُمْ ḥujjatuhum bantahan mereka
دَاحِضَةٌ dāḥiḍatun batil/sia-sia
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
وَعَلَيْهِمْ waʿalayhim dan atas mereka
غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
شَدِيدٌ shadīdun sangat keras

Ayat 17 - Surah Ash-Shura: 11 kata

ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ وَٱلْمِيزَانَ ۗ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ قَرِيبٌۭ

Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?

ٱللَّهُ al-lahu Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَنزَلَ anzala menurunkan
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran
وَٱلْمِيزَانَ ۗ wal-mīzāna dan neraca
وَمَا wamā dan tidaklah
يُدْرِيكَ yud'rīka kamu mengetahui
لَعَلَّ laʿalla barangkali
ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata kiamat
قَرِيبٌۭ qarībun dekat

Ayat 18 - Surah Ash-Shura: 22 kata

يَسْتَعْجِلُ بِهَا ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا ٱلْحَقُّ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُمَارُونَ فِى ٱلسَّاعَةِ لَفِى ضَلَـٰلٍۭ بَعِيدٍ

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.

يَسْتَعْجِلُ yastaʿjilu minta disegerakan
بِهَا bihā dengannya(kiamat)
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
لَا lā tidak
يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
بِهَا ۖ bihā dengannya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman
مُشْفِقُونَ mush'fiqūna merasa takut
مِنْهَا min'hā daripadanya
وَيَعْلَمُونَ wayaʿlamūna dan mereka mengetahui
أَنَّهَا annahā bahwasanya ia(kiamat)
ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu benar
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُمَارُونَ yumārūna mereka membantah
فِى fī pada
ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat
لَفِى lafī benar-benar dalam
ضَلَـٰلٍۭ ḍalālin kesesatan
بَعِيدٍ baʿīdin jauh

Ayat 19 - Surah Ash-Shura: 9 kata

ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

ٱللَّهُ al-lahu Allah
لَطِيفٌۢ laṭīfun Maha Lembut
بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi terhadap hamba-hamba-Nya
يَرْزُقُ yarzuqu Dia memberi rezeki
مَن man siapa
يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu Maha Kuat
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa

Ayat 20 - Surah Ash-Shura: 22 kata

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْـَٔاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

مَن man barang siapa
كَانَ kāna adalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
حَرْثَ ḥartha keuntungan
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
نَزِدْ nazid Kami tambahkan
لَهُۥ lahu baginya
فِى fī pada
حَرْثِهِۦ ۖ ḥarthihi keuntungan itu
وَمَن waman dan barang siapa
كَانَ kāna adalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
حَرْثَ ḥartha keuntungan
ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
نُؤْتِهِۦ nu'tihi Kami berikan kepadanya
مِنْهَا min'hā daripadanya(keuntungan itu)
وَمَا wamā tidak ada
لَهُۥ lahu baginya
فِى fī di
ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat
مِن min dari
نَّصِيبٍ naṣībin bahagian

Ayat 21 - Surah Ash-Shura: 22 kata

أَمْ لَهُمْ شُرَكَـٰٓؤُا۟ شَرَعُوا۟ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ ٱلْفَصْلِ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

أَمْ am atau
لَهُمْ lahum mereka mempunyai
شُرَكَـٰٓؤُا۟ shurakāu sekutu-sekutu
شَرَعُوا۟ sharaʿū mereka mensyari'atkan
لَهُم lahum bagi mereka
مِّنَ mina daripada
ٱلدِّينِ l-dīni agama
مَا mā apa-apa
لَمْ lam tidak
يَأْذَنۢ yadhan mengizinkan
بِهِ bihi dengannya
ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah
وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak
كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketetapan
ٱلْفَصْلِ l-faṣli putusan
لَقُضِىَ laquḍiya niscaya diputuskan
بَيْنَهُمْ ۗ baynahum diantara mereka
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 22 - Surah Ash-Shura: 24 kata

تَرَى ٱلظَّـٰلِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا۟ وَهُوَ وَاقِعٌۢ بِهِمْ ۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فِى رَوْضَاتِ ٱلْجَنَّاتِ ۖ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ

Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

تَرَى tarā kamu akan melihat
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
مُشْفِقِينَ mush'fiqīna mereka ketakutan
مِمَّا mimmā karena apa(kejahatan)
كَسَبُوا۟ kasabū mereka kerjakan
وَهُوَ wahuwa dan ia/balasannya
وَاقِعٌۢ wāqiʿun menimpa
بِهِمْ ۗ bihim pada mereka
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan
فِى fī dalam
رَوْضَاتِ rawḍāti taman-taman
ٱلْجَنَّاتِ ۖ l-janāti surga
لَهُم lahum bagi mereka
مَّا mā apa yang
يَشَآءُونَ yashāūna mereka kehendaki
عِندَ ʿinda di sisi
رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
هُوَ huwa ia
ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia
ٱلْكَبِيرُ l-kabīru besar

Ayat 23 - Surah Ash-Shura: 29 kata

ذَٰلِكَ ٱلَّذِى يُبَشِّرُ ٱللَّهُ عِبَادَهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا ٱلْمَوَدَّةَ فِى ٱلْقُرْبَىٰ ۗ وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةًۭ نَّزِدْ لَهُۥ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ شَكُورٌ

Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
ٱلَّذِى alladhī yang
يُبَشِّرُ yubashiru menggembirakan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
عِبَادَهُ ʿibādahu hamba-hamba-Nya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۗ l-ṣāliḥāti kebaikan
قُل qul katakanlah
لَّآ lā tidak
أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu
عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya
أَجْرًا ajran upah
إِلَّا illā kecuali
ٱلْمَوَدَّةَ l-mawadata kasih sayang
فِى fī dalam
ٱلْقُرْبَىٰ ۗ l-qur'bā kekeluargaan
وَمَن waman dan barang siapa
يَقْتَرِفْ yaqtarif mengerjakan
حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan
نَّزِدْ nazid Kami tambahkan
لَهُۥ lahu baginya
فِيهَا fīhā padanya
حُسْنًا ۚ ḥus'nan kebaikan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
شَكُورٌ shakūrun Maha mensyukuri

Ayat 24 - Surah Ash-Shura: 22 kata

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًۭا ۖ فَإِن يَشَإِ ٱللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَ ۗ وَيَمْحُ ٱللَّهُ ٱلْبَـٰطِلَ وَيُحِقُّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Quran). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

أَمْ am atau
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan
ٱفْتَرَىٰ if'tarā dia mengada-adakan
عَلَى ʿalā terhadap
ٱللَّهِ l-lahi Allah
كَذِبًۭا ۖ kadhiban dusta
فَإِن fa-in maka jika
يَشَإِ yasha-i menghendaki
ٱللَّهُ l-lahu Allah
يَخْتِمْ yakhtim Dia menutup
عَلَىٰ ʿalā atas
قَلْبِكَ ۗ qalbika hatimu
وَيَمْحُ wayamḥu dan menghapuskan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila bathil
وَيُحِقُّ wayuḥiqqu dan Dia membenarkan
ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar
بِكَلِمَـٰتِهِۦٓ ۚ bikalimātihi dengan kalimat-kalimat-Nya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada
ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada

Ayat 25 - Surah Ash-Shura: 12 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُوا۟ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
يَقْبَلُ yaqbalu menerima
ٱلتَّوْبَةَ l-tawbata taubat
عَنْ ʿan dari
عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya
وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan Dia memaafkan
عَنِ ʿani dari
ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kesalahan-kesalahan
وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui
مَا mā apa yang
تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan

Ayat 26 - Surah Ash-Shura: 12 kata

وَيَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۚ وَٱلْكَـٰفِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ

dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

وَيَسْتَجِيبُ wayastajību dan Dia memperkenankan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan
وَيَزِيدُهُم wayazīduhum dan Dia menambah mereka
مِّن min dari
فَضْلِهِۦ ۚ faḍlihi karunia-Nya
وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
شَدِيدٌۭ shadīdun sangat keras

Ayat 27 - Surah Ash-Shura: 17 kata

۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍۢ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ

Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

۞ وَلَوْ walaw dan jika
بَسَطَ basaṭa melapangkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki
لِعِبَادِهِۦ liʿibādihi bagi hamba-hamba-Nya
لَبَغَوْا۟ labaghaw tentu mereka akan melampaui batas
فِى fī di muka
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَلَـٰكِن walākin tetapi
يُنَزِّلُ yunazzilu Dia menurunkan
بِقَدَرٍۢ biqadarin dengan ketentuan/ukuran
مَّا mā apa yang
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya
بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi terhadap hamba-hamba-Nya
خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui
بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 28 - Surah Ash-Shura: 13 kata

وَهُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلْوَلِىُّ ٱلْحَمِيدُ

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
يُنَزِّلُ yunazzilu menurunkan
ٱلْغَيْثَ l-ghaytha hujan
مِنۢ min dari
بَعْدِ baʿdi sesudah
مَا mā apa
قَنَطُوا۟ qanaṭū mereka berputus asa
وَيَنشُرُ wayanshuru dan Dia menyebarkan
رَحْمَتَهُۥ ۚ raḥmatahu rahmat-Nya
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْوَلِىُّ l-waliyu Maha Pelindung
ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji

Ayat 29 - Surah Ash-Shura: 16 kata

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَآبَّةٍۢ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَآءُ قَدِيرٌۭ

Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

وَمِنْ wamin dan diantara
ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya
خَلْقُ khalqu ciptaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
وَمَا wamā dan apa yang
بَثَّ batha bertebaran
فِيهِمَا fīhimā pada keduanya
مِن min dari
دَآبَّةٍۢ ۚ dābbatin makhluk melata
وَهُوَ wahuwa dan Dia
عَلَىٰ ʿalā atas
جَمْعِهِمْ jamʿihim mengumpulkan mereka
إِذَا idhā apabila
يَشَآءُ yashāu Dia menghendaki
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 30 - Surah Ash-Shura: 10 kata

وَمَآ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

وَمَآ wamā dan apa yang
أَصَـٰبَكُم aṣābakum menimpa kamu
مِّن min dari suatu
مُّصِيبَةٍۢ muṣībatin musibah
فَبِمَا fabimā maka disebabkan
كَسَبَتْ kasabat perbuatan
أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tanganmu
وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan Dia memaafkan
عَن ʿan dari
كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan

Ayat 31 - Surah Ash-Shura: 14 kata

وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍۢ

Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.

وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتُم antum kamu
بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melepaskan
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi
وَمَا wamā dan tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
مِن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung
وَلَا walā dan tidak
نَصِيرٍۢ naṣīrin seorang penolong

Ayat 32 - Surah Ash-Shura: 6 kata

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِ ٱلْجَوَارِ فِى ٱلْبَحْرِ كَٱلْأَعْلَـٰمِ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.

وَمِنْ wamin dan dari
ءَايَـٰتِهِ āyātihi tanda-tanda-Nya
ٱلْجَوَارِ l-jawāri kapal-kapal
فِى fī di
ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut
كَٱلْأَعْلَـٰمِ kal-aʿlāmi seperti gunung-gunung

Ayat 33 - Surah Ash-Shura: 15 kata

إِن يَشَأْ يُسْكِنِ ٱلرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّكُلِّ صَبَّارٍۢ شَكُورٍ

Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,

إِن in jika
يَشَأْ yasha Dia menghendaki
يُسْكِنِ yus'kini Dia menenangkan
ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin
فَيَظْلَلْنَ fayaẓlalna maka jadilah ia kapal-kapal)
رَوَاكِدَ rawākida terhenti
عَلَىٰ ʿalā atas
ظَهْرِهِۦٓ ۚ ẓahrihi permukaan
إِنَّ inna sesungguhnya
فِى fī pada yang
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda
لِّكُلِّ likulli bagi setiap
صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang bersabar
شَكُورٍ shakūrin orang yang bersyukur

Ayat 34 - Surah Ash-Shura: 7 kata

أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا۟ وَيَعْفُ عَن كَثِيرٍۢ

atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).

أَوْ aw atau
يُوبِقْهُنَّ yūbiq'hunna Dia membinasakannya
بِمَا bimā dengan sebab
كَسَبُوا۟ kasabū perbuatan mereka
وَيَعْفُ wayaʿfu dan Dia memberi maaf
عَن ʿan dari
كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan

Ayat 35 - Surah Ash-Shura: 9 kata

وَيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ يُجَـٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مَا لَهُم مِّن مَّحِيصٍۢ

Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).

وَيَعْلَمَ wayaʿlama dan mengetahui
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah
فِىٓ fī pada
ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami
مَا mā tidak ada
لَهُم lahum bagi mereka
مِّن min dari
مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat lari

Ayat 36 - Surah Ash-Shura: 17 kata

فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍۢ فَمَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

فَمَآ famā maka apa yang
أُوتِيتُم ūtītum diberikan kepadamu
مِّن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فَمَتَـٰعُ famatāʿu maka kesenangan
ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَمَا wamā dan apa yang
عِندَ ʿinda di sisi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
خَيْرٌۭ khayrun lebih baik
وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan lebih kekal
لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal

Ayat 37 - Surah Ash-Shura: 10 kata

وَٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَـٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا۟ هُمْ يَغْفِرُونَ

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يَجْتَنِبُونَ yajtanibūna mereka menjauhi
كَبَـٰٓئِرَ kabāira besar
ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa
وَٱلْفَوَٰحِشَ wal-fawāḥisha dan perbuatan keji
وَإِذَا wa-idhā dan apabila
مَا mā apa-apa
غَضِبُوا۟ ghaḍibū marah
هُمْ hum mereka
يَغْفِرُونَ yaghfirūna mereka mengampuni

Ayat 38 - Surah Ash-Shura: 11 kata

وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka memperkenankan
لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَأَمْرُهُمْ wa-amruhum dan urusan mereka
شُورَىٰ shūrā musyawarah
بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka
وَمِمَّا wamimmā dan sebagian apa
رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami beri rezeki mereka
يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan

Ayat 39 - Surah Ash-Shura: 6 kata

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَابَهُمُ ٱلْبَغْىُ هُمْ يَنتَصِرُونَ

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
إِذَآ idhā apabila
أَصَابَهُمُ aṣābahumu menimpa mereka
ٱلْبَغْىُ l-baghyu kezaliman
هُمْ hum mereka
يَنتَصِرُونَ yantaṣirūna mereka membela diri

Ayat 40 - Surah Ash-Shura: 14 kata

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍۢ سَيِّئَةٌۭ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

وَجَزَٰٓؤُا۟ wajazāu dan balasan
سَيِّئَةٍۢ sayyi-atin kejahatan
سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejahatan
مِّثْلُهَا ۖ mith'luhā serupa dengannya
فَمَنْ faman maka barang siapa
عَفَا ʿafā memaafkan
وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan berbuat baik
فَأَجْرُهُۥ fa-ajruhu maka pahalanya
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
لَا lā tidak
يُحِبُّ yuḥibbu menyukai
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim

Ayat 41 - Surah Ash-Shura: 9 kata

وَلَمَنِ ٱنتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَا عَلَيْهِم مِّن سَبِيلٍ

Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

وَلَمَنِ walamani dan sungguh orang-orang
ٱنتَصَرَ intaṣara menolong/membela diri
بَعْدَ baʿda sesudah
ظُلْمِهِۦ ẓul'mihi teraniayanya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu
مَا mā tidak ada
عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka
مِّن min dari
سَبِيلٍ sabīlin jalan

Ayat 42 - Surah Ash-Shura: 15 kata

إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
ٱلسَّبِيلُ l-sabīlu jalan
عَلَى ʿalā atas
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَظْلِمُونَ yaẓlimūna zalim
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
وَيَبْغُونَ wayabghūna dan mereka melampaui batas
فِى fī di muka
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa
ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌ ʿadhābun azab
أَلِيمٌۭ alīmun pedih

Ayat 43 - Surah Ash-Shura: 8 kata

وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

وَلَمَن walaman dan sungguh orang
صَبَرَ ṣabara dia sabar
وَغَفَرَ waghafara dan dia memaafkan
إِنَّ inna sesungguhnya
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
لَمِنْ lamin benar-benar termasuk
عَزْمِ ʿazmi teguh hati
ٱلْأُمُورِ l-umūri urusan

Ayat 44 - Surah Ash-Shura: 20 kata

وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن وَلِىٍّۢ مِّنۢ بَعْدِهِۦ ۗ وَتَرَى ٱلظَّـٰلِمِينَ لَمَّا رَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّۢ مِّن سَبِيلٍۢ

Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?"

وَمَن waman dan barang siapa
يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَمَا famā maka tidak ada
لَهُۥ lahu baginya
مِن min dari
وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung
مِّنۢ min dari
بَعْدِهِۦ ۗ baʿdihi sesudah itu
وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
لَمَّا lammā ketika
رَأَوُا۟ ra-awū mereka melihat
ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata
هَلْ hal apakah
إِلَىٰ ilā untuk
مَرَدٍّۢ maraddin kembali
مِّن min dari
سَبِيلٍۢ sabīlin jalan

Ayat 45 - Surah Ash-Shura: 27 kata

وَتَرَىٰهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَـٰشِعِينَ مِنَ ٱلذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرْفٍ خَفِىٍّۢ ۗ وَقَالَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ فِى عَذَابٍۢ مُّقِيمٍۢ

Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.

وَتَرَىٰهُمْ watarāhum dan kamu akan melihat
يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna mereka dihadapkan
عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya(neraka)
خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna keadaan tunduk
مِنَ mina dari pada
ٱلذُّلِّ l-dhuli rendah/hina
يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat
مِن min dari
طَرْفٍ ṭarfin pandangan mata
خَفِىٍّۢ ۗ khafiyyin tersembunyi
وَقَالَ waqāla dan berkata
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟ khasirū mereka merugi
أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka
وَأَهْلِيهِمْ wa-ahlīhim dan keluarga mereka
يَوْمَ yawma pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat
أَلَآ alā ingatlah
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
فِى fī dalam
عَذَابٍۢ ʿadhābin azab
مُّقِيمٍۢ muqīmin kekal

Ayat 46 - Surah Ash-Shura: 16 kata

وَمَا كَانَ لَهُم مِّنْ أَوْلِيَآءَ يَنصُرُونَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن سَبِيلٍ

Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk).

وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna adalah
لَهُم lahum bagi mereka
مِّنْ min dari
أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung
يَنصُرُونَهُم yanṣurūnahum menolong mereka
مِّن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah
وَمَن waman dan barang siapa
يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
فَمَا famā maka tidak ada
لَهُۥ lahu baginya
مِن min dari
سَبِيلٍ sabīlin jalan

Ayat 47 - Surah Ash-Shura: 21 kata

ٱسْتَجِيبُوا۟ لِرَبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۚ مَا لَكُم مِّن مَّلْجَإٍۢ يَوْمَئِذٍۢ وَمَا لَكُم مِّن نَّكِيرٍۢ

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).

ٱسْتَجِيبُوا۟ is'tajībū perkenankanlah
لِرَبِّكُم lirabbikum bagi Tuhanmu
مِّن min dari
قَبْلِ qabli sebelum
أَن an bahwa
يَأْتِىَ yatiya akan datang
يَوْمٌۭ yawmun suatu hari
لَّا lā tidak
مَرَدَّ maradda di tolak
لَهُۥ lahu padanya
مِنَ mina dari
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
مَا mā tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
مَّلْجَإٍۢ malja-in tempat berlindung
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu
وَمَا wamā dan tidak ada
لَكُم lakum bagi kalian
مِّن min dari
نَّكِيرٍۢ nakīrin mengingkari

Ayat 48 - Surah Ash-Shura: 27 kata

فَإِنْ أَعْرَضُوا۟ فَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ۗ وَإِنَّآ إِذَآ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِنَّا رَحْمَةًۭ فَرِحَ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ كَفُورٌۭ

Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).

فَإِنْ fa-in maka jika
أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling
فَمَآ famā maka tidak
أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
حَفِيظًا ۖ ḥafīẓan penjaga
إِنْ in tidaklah
عَلَيْكَ ʿalayka atasmu
إِلَّا illā kecuali
ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu penyampaian
وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya Kami
إِذَآ idhā apabila
أَذَقْنَا adhaqnā Kami merasakan
ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia
مِنَّا minnā dari Kami
رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat
فَرِحَ fariḥa dia gembira
بِهَا ۖ bihā karenanya
وَإِن wa-in dan jika
تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka
سَيِّئَةٌۢ sayyi-atun kesusahan
بِمَا bimā dengan sebab
قَدَّمَتْ qaddamat perbuatan
أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia
كَفُورٌۭ kafūrun sangat ingkar

Ayat 49 - Surah Ash-Shura: 15 kata

لِّلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَـٰثًۭا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,

لِّلَّهِ lillahi bagi Allah
مُلْكُ mul'ku kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan
مَا mā apa yang
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
يَهَبُ yahabu Dia memberi
لِمَن liman kepada siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
إِنَـٰثًۭا ināthan anak perempuan
وَيَهَبُ wayahabu dan Dia memberi
لِمَن liman kepada siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
ٱلذُّكُورَ l-dhukūra anak laki-laki

Ayat 50 - Surah Ash-Shura: 11 kata

أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًۭا وَإِنَـٰثًۭا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۭ قَدِيرٌۭ

atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

أَوْ aw atau
يُزَوِّجُهُمْ yuzawwijuhum Dia menjodohkan mereka
ذُكْرَانًۭا dhuk'rānan laki-laki
وَإِنَـٰثًۭا ۖ wa-ināthan dan perempuan
وَيَجْعَلُ wayajʿalu dan Dia menjadikan
مَن man siapa
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
عَقِيمًا ۚ ʿaqīman mandul
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 51 - Surah Ash-Shura: 22 kata

۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَآئِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًۭا فَيُوحِىَ بِإِذْنِهِۦ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌۭ

Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

۞ وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna ada
لِبَشَرٍ libasharin bagi seorang manusia
أَن an bahwa
يُكَلِّمَهُ yukallimahu berkata dengannya
ٱللَّهُ l-lahu Allah
إِلَّا illā kecuali
وَحْيًا waḥyan wahyu
أَوْ aw atau
مِن min dari
وَرَآئِ warāi belakang
حِجَابٍ ḥijābin tabir
أَوْ aw atau
يُرْسِلَ yur'sila mengutus
رَسُولًۭا rasūlan utusan
فَيُوحِىَ fayūḥiya lalu diwahyukan
بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan idzin-Nya
مَا mā apa yang
يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
عَلِىٌّ ʿaliyyun Maha Tinggi
حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

Ayat 52 - Surah Ash-Shura: 27 kata

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًۭا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَـٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَـٰنُ وَلَـٰكِن جَعَلْنَـٰهُ نُورًۭا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
رُوحًۭا rūḥan roh/Al Qur'an
مِّنْ min dari
أَمْرِنَا ۚ amrinā urusan Kami
مَا mā tidaklah
كُنتَ kunta kamu adalah
تَدْرِى tadrī kamu mengetahui
مَا mā apakah
ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Al kitab
وَلَا walā dan tidak
ٱلْإِيمَـٰنُ l-īmānu iman
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya
نُورًۭا nūran cahaya
نَّهْدِى nahdī Kami beri petunjuk
بِهِۦ bihi dengannya
مَن man siapa
نَّشَآءُ nashāu Kami kehendaki
مِنْ min dari
عِبَادِنَا ۚ ʿibādinā hamba-hamba Kami
وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu
لَتَهْدِىٓ latahdī benar-benar kamu memberi petunjuk
إِلَىٰ ilā kepada
صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus

Ayat 53 - Surah Ash-Shura: 15 kata

صِرَٰطِ ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِلَى ٱللَّهِ تَصِيرُ ٱلْأُمُورُ

(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.

صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلَّذِى alladhī yang
لَهُۥ lahu kepunyaan-Nya
مَا mā segala apa yang
فِى fī di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَمَا wamā dan segala apa yang
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi
أَلَآ alā ingatlah
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تَصِيرُ taṣīru kembali
ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 31%
Bulan baru dalam 6 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi