Ghazwah Dzi Qarad: serbuan 'Uainah dan kejaran Salamah

Accueil > Sira > Tahun keenam Hijrah Nabi

Tahun ke-6 Hijrah: kejar-kejaran Salamah bin al-Akwa', ghazwah Banu al-Mushthaliq, peristiwa Ibnu Ubay, Juwairiyah, peristiwa ifk, dan urusan 'Ukl dan 'Urainah.

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 08.45

Partie de Tahun ke-6 Hijrah: Dzi Qarad, Banu al-Mushthaliq, dan Juwairiyah

Ibnu Ishaq berkata: kemudian Rasulullah kembali ke Madinah dan tidak tinggal di sana kecuali beberapa malam hingga 'Uainah bin Hisn bin Huzaifah bin Badr al-Fazari melakukan serbuan dengan penunggang kuda Ghatafan pada padang gembala bagal Nabi di al-Ghabah, di sana ada seorang laki-laki dari Banu Ghifar bersama istrinya, dan mereka membunuh laki-laki itu dan membawa perempuan itu di atas bagalnya. 'Ashim bin 'Umar bin Qatadah, Abdullah bin Abi Bakr, dan orang yang tidak kuduga dusta menceritakan kepadaku dari Abdullah bin Ka'b bin Malik: yang pertama memberi kabar tentang mereka adalah Salamah bin 'Amr bin al-Akwa' al-Aslami, yang berangkat pada pagi hari menuju al-Ghabah menggulung busur dan panahnya, bersamanya seorang pemuda dari Thalhah bin Ubaidillah membawa seekor kuda yang ia tunggangi, dan ketika ia memanjat pintu gunung al-Wada', ia melihat sebagian kuda mereka jauh ke arah:

Sal', lalu ia berseru: wahai kawan-kawan pagi, kemudian melaju kencang di atas jejak mereka, dan ia seperti cheetah hingga menyusul mereka, lalu mulai mengusir mereka dengan panah dan berkata ketika melepas panah: sambutlah, dan aku anak al-Akwa'; hari ini adalah hari payudara; dan ketika kuda-kuda itu berbalik ke arahnya, ia lari menghindar kemudian menghadapi mereka, dan ketika tembakan dalam jangkauannya, ia memanah lalu berkata: sambutlah, dan aku anak al-Akwa'; hari ini adalah hari payudara; dan salah seorang dari mereka berkata: inilah yang harus kalian sambut, ia di awal hari. Seruan anak al-Akwa' sampai kepada Rasulullah yang berseru di Madinah: bahaya, bahaya, maka kuda-kuda berlomba menuju Rasulullah, dan yang pertama dari para penunggang kuda yang:

sampai adalah al-Miqdad bin al-Aswad, kemudian 'Abbad bin Bisyar dan Sa'd bin Zaid dan Usaid bin Dzuhaivr yang diragukan, dan 'Uqqasyah bin Mishshan dan Muhriz bin Nadlah, saudara sefaksi Banu Asad bin Khuzaimah, dan Abu Qatadah al-Harits bin Ribi', saudara sefaksi Banu Salamah, dan Abu Ayyasy 'Ubaid bin Zaid bin Samit, saudara sefaksi Banu Zuraiq. Ketika mereka terkumpul pada Rasulullah, beliau menunjuk Sa'd bin Zaid sebagai pemimpin mereka, lalu berkata: berangkatlah mengejar kaum itu hingga aku menyusul kalian di antara manusia. Dan Nabi telah berkata kepada Abu Ayyasy, menurut yang sampai kepadaku dari ahli Banu Zuraiq: wahai Abu Ayyasy, jika engkau memberikan kuda ini kepada lelaki yang lebih cakap darimu, niscaya ia menyusul kaum itu. Abu Ayyasy berkata: wahai rasul Allah, akulah yang paling cakap. Kemudian beliau menyentak:

kuda itu, dan kuda itu tidak berlari bersamanya lima puluh hasta kecuali menjatuhkannya, dan beliau tercengang akan itu. Sebagian ahli Banu Zuraiq mengklaim bahwa Rasulullah memberikan kuda Abu Ayyasy kepada Mu'adz bin Ma'ish atau 'A'idz bin Ma'ish bin Qais bin Khaldaah yang merupakan yang kedelapan, dan sebagian manusia menghitung Salamah bin al-Akwa' sebagai yang kedelapan dan menyingkirkan Usaid bin Dzuhaivr, dan Allah lebih mengetahui mana yang benar. Dan Salamah bin al-Akwa' pada hari itu tidak menunggang kuda, dan ia yang pertama menyusul kaum itu dengan berjalan kaki, dan para penunggang kuda berangkat saling menyusul. 'Ashim bin 'Umar bin Qatadah menceritakan kepadaku bahwa penunggang kuda pertama yang menyusul kaum itu adalah Muhriz bin Nadlah yang disebut al-Akhram atau Qumair, dan kuda:

di bawahnya milik Mahmud bin Maslamah, dan kuda itu bernama Dzul-Limmah. Ketika ia sampai kepada musuh, ia berkata kepada mereka: berhentilah, wahai ahli Banu Laki', hingga menyusul kalian yang di belakang, Muhajirin dan Anshar. Seorang lelaki dari mereka menerkamnya dan membunuhnya, dan kuda itu berputar dan tidak ada yang mampu menguasainya hingga kembali ke talinya, yaitu kembali ke kandangnya yang di Madinah, dan yang terbunuh pada hari itu dari kaum muslimin hanya ia. Ibnu Hisyam berkata: lebih dari seorang ahli ilmu menyebutkan bahwa bersamanya turut terbunuh juga Waqqash bin Mujazziz al-Mudliji. Ibnu Ishaq berkata: salah seorang yang tidak kuduga dusta menceritakan kepadaku dari Abdullah bin Ka'b bin Malik bahwa Muhriz:

menunggang kuda milik 'Uqqasyah bin Mishshan bernama al-Janah, dan Muhriz terbunuh dan al-Janah dirampas, dan Allah lebih mengetahui. Ketika kuda-kuda telah saling menyusul, Abu Qatadah membunuh Habib bin 'Uainah dan menyelimutinya dengan jubahnya, kemudian menyusul orang-orang, dan Rasulullah maju bersama kaum muslimin. Ibnu Hisyam berkata: beliau menunjuk Ibnu Umm Maktum sebagai wakil di Madinah. Tampaklah Habib terbungkus jubah Abu Qatadah, dan manusia melakukan apel saat kepulangan dan berkata: Abu Qatadah terbunuh. Rasulullah berkata: itu bukan Abu Qatadah, tetapi korban Abu Qatadah; ia telah menyelimutinya dengan jubahnya agar kalian tahu bahwa ia sahabatnya. Dan 'Uqqasyah bin Mishshan menyusul Awwar dan anaknya 'Amr bin Awwar yang menunggang:

satu unta, lalu menikam keduanya dengan tombak dan membunuh keduanya, dan mereka mendapatkan kembali sebagian bagal itu. Rasulullah berjalan hingga berkemah di gunung Dzi Qarad, di sana manusia menyusulnya, dan beliau tinggal di sana sehari semalam. Salamah bin al-Akwa' berkata kepadanya: wahai rasul Allah, jika engkau menunjukku pemimpin seratus orang, akan kudapatkan sisa kawanan itu dan akan kudenta leher-leher kaum itu. Rasulullah berkata, menurut yang sampai kepadaku: mereka saat ini menyusup di tengah Ghatafan. Rasulullah membagikan di antara sahabat-sahabatnya, setiap seratus orang seekor hewan untuk disembelih, dan mereka tinggal di sana kemudian kembali berbarisan hingga sampai ke Madinah, dan istri lelaki Ghifar itu datang di atas seekor unta betina milik:

Nabi hingga sampai ke Madinah dan memberitahukan berita itu, dan ketika ia selesai ia berkata: wahai rasul Allah, aku bernazar kepada Allah untuk menyembelihnya jika Allah memberiku kemenangan atasnya. Rasulullah tersenyum lalu berkata: alah payahnya budi itu; Allah menempatkanmu di atasnya dan menyelamatkanmu dengannya, lalu engkau menyembelihnya; tidak ada nazar dalam ketaatan... dalam kedurhakaan kepada Allah dan tidak ada (nazar) atas apa yang engkau tidak miliki; itu hanya seekor unta betina dari untaku, maka kembalilah kepada keluargamu dengan berkah Allah. Ibnu Ishaq berkata: hadits tentang itu dari Abu az-Zubair al-Makki dari al-Hasan al-Bashri; demikian Ibnu Ishaq meriwayatkan kisah ini dengan apa yang ia sebutkan dari sanad dan riwayat.

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.5 / 29.5
Iluminasi 17%
Bulan baru dalam 4 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi