Surah Faatir kata demi kata

Islam > Al-Quran > Quran_wbw > Surah Faatir kata demi kata

Faatir (فاطر) kata demi kata secara utuh: Makkiyah, diwahyukan di Mekah, 45 ayat, 775 kata. Setiap ayat ditampilkan dalam bahasa Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia, lalu diurai per kata, masing-masing dengan transliterasi dan maknanya.

Dengan 775 kata untuk dipelajari, Surah Faatir menjadi mudah diakses meski belum bisa membaca bahasa Arab: transliterasi memandu pelafalan dan makna memberi pemahaman. Ulangi setiap kata, lalu baca ulang seluruh ayat: inilah cara paling efektif untuk menghafal surah ini, memahami bacaan shalat, dan memperkaya kosakata Al-Qur'an.

Diperbarui pada 30 September 2026 pukul 04.42

📖 4 menit baca

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ayat 1 - Surah Faatir: 24 kata

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍۢ مَّثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
فَاطِرِ fāṭiri pencipta
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi
جَاعِلِ jāʿili yang menjadikan
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati malaikat
رُسُلًا rusulan utusan
أُو۟لِىٓ ulī mempunyai
أَجْنِحَةٍۢ ajniḥatin sayap
مَّثْنَىٰ mathnā dua
وَثُلَـٰثَ wathulātha dan tiga
وَرُبَـٰعَ ۚ warubāʿa dan empat
يَزِيدُ yazīdu Dia menambahkan
فِى fī dalam
ٱلْخَلْقِ l-khalqi ciptaan
مَا mā apa
يَشَآءُ ۚ yashāu yang Dia kehendaki
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلَىٰ ʿalā atas
كُلِّ kulli segala
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Ayat 2 - Surah Faatir: 19 kata

مَّا يَفْتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍۢ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

مَّا mā apa
يَفْتَحِ yaftaḥi yang bukakan/anugerahkan
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia
مِن min dari
رَّحْمَةٍۢ raḥmatin suatu rahmat
فَلَا falā maka tidak ada
مُمْسِكَ mum'sika yang menahan
لَهَا ۖ lahā baginya
وَمَا wamā dan apa
يُمْسِكْ yum'sik Dia menahan
فَلَا falā maka tidak ada
مُرْسِلَ mur'sila menyampaikan/melepaskan
لَهُۥ lahu baginya
مِنۢ min dari
بَعْدِهِۦ ۚ baʿdihi sesudah itu
وَهُوَ wahuwa dan Dia
ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Ayat 3 - Surah Faatir: 21 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَـٰلِقٍ غَيْرُ ٱللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah
نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat
ٱللَّهِ l-lahi Allah
عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian
هَلْ hal adakah
مِنْ min dari
خَـٰلِقٍ khāliqin pencipta
غَيْرُ ghayru selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezki kepadamu
مِّنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
لَآ lā tidak
إِلَـٰهَ ilāha Tuhan
إِلَّا illā kecuali
هُوَ ۖ huwa Dia
فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana/mengapa
تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu berpaling

Ayat 4 - Surah Faatir: 11 kata

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِكَ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan) maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

وَإِن wa-in dan jika
يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
كُذِّبَتْ kudhibat telah didustakan
رُسُلٌۭ rusulun rasul-rasul
مِّن min dari
قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan
ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan

Ayat 5 - Surah Faatir: 14 kata

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
إِنَّ inna sesungguhnya
وَعْدَ waʿda janji
ٱللَّهِ l-lahi Allah
حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun benar
فَلَا falā maka janganlah
تَغُرَّنَّكُمُ taghurrannakumu sekali-kali kamu tertipu
ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan
ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia
وَلَا walā dan tidak/janganlah
يَغُرَّنَّكُم yaghurrannakum sekali-kali menipu/memperdayakan kamu
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/tentang Allah
ٱلْغَرُورُ l-gharūru seorang penipu

Ayat 6 - Surah Faatir: 13 kata

إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُوا۟ حِزْبَهُۥ لِيَكُونُوا۟ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلسَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan
لَكُمْ lakum bagi kalian
عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh
فَٱتَّخِذُوهُ fa-ittakhidhūhu maka jadikanlah ia
عَدُوًّا ۚ ʿaduwwan musuh
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
يَدْعُوا۟ yadʿū mereka mengajak
حِزْبَهُۥ ḥiz'bahu golongannya
لِيَكُونُوا۟ liyakūnū supaya mereka menjadi
مِنْ min dari
أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni
ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka yang menyala-nyala

Ayat 7 - Surah Faatir: 13 kata

ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌۭ كَبِيرٌ

Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
شَدِيدٌۭ ۖ shadīdun sangat/keras
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ āmanū beriman
وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh
لَهُم lahum bagi mereka
مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan
وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala
كَبِيرٌ kabīrun besar

Ayat 8 - Surah Faatir: 25 kata

أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنًۭا ۖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

أَفَمَن afaman maka apakah orang
زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik
لَهُۥ lahu baginya
سُوٓءُ sūu seburuk-buruk
عَمَلِهِۦ ʿamalihi pekerjaannya
فَرَءَاهُ faraāhu lalu dia melihat/menganggapnya
حَسَنًۭا ۖ ḥasanan baik
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُضِلُّ yuḍillu menyelesaikan
مَن man dari
يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki
وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk
مَن man dari
يَشَآءُ ۖ yashāu dia kehendaki
فَلَا falā maka tidak/janganlah
تَذْهَبْ tadhhab kamu menghilangkan/membinasakan
نَفْسُكَ nafsuka dirimu
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
حَسَرَٰتٍ ۚ ḥasarātin kesedihan
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِمَا bimā dengan/tentang apa
يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat

Ayat 9 - Surah Faatir: 17 kata

وَٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَـٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًۭا فَسُقْنَـٰهُ إِلَىٰ بَلَدٍۢ مَّيِّتٍۢ فَأَحْيَيْنَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ كَذَٰلِكَ ٱلنُّشُورُ

Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَرْسَلَ arsala mengirimkan
ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin
فَتُثِيرُ fatuthīru lalu ia menggerakkan
سَحَابًۭا saḥāban awan
فَسُقْنَـٰهُ fasuq'nāhu maka Kami menggiringnya
إِلَىٰ ilā kepada
بَلَدٍۢ baladin negeri
مَّيِّتٍۢ mayyitin yang mati
فَأَحْيَيْنَا fa-aḥyaynā lalu Kami menghidupkan
بِهِ bihi dengannya
ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi
بَعْدَ baʿda sesudah
مَوْتِهَا ۚ mawtihā matinya
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian
ٱلنُّشُورُ l-nushūru kebangkitan itu

Ayat 10 - Surah Faatir: 24 kata

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ ٱلْكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ ۚ وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ ۖ وَمَكْرُ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.

مَن man barang siapa
كَانَ kāna adalah
يُرِيدُ yurīdu menghendaki
ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kemuliaan
فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah
ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kemuliaan
جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya
إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya
يَصْعَدُ yaṣʿadu naik
ٱلْكَلِمُ l-kalimu perkataan
ٱلطَّيِّبُ l-ṭayibu yang baik
وَٱلْعَمَلُ wal-ʿamalu dan amalan
ٱلصَّـٰلِحُ l-ṣāliḥu kebajikan/saleh
يَرْفَعُهُۥ ۚ yarfaʿuhu naik kepada-Nya
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
يَمْكُرُونَ yamkurūna (mereka) membuat tipu-daya
ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan
لَهُمْ lahum bagi mereka
عَذَابٌۭ ʿadhābun azab
شَدِيدٌۭ ۖ shadīdun sangat/keras
وَمَكْرُ wamakru dan tipu-daya
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu
هُوَ huwa ia
يَبُورُ yabūru akan hancur

Ayat 11 - Surah Faatir: 34 kata

وَٱللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍۢ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَٰجًۭا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍۢ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian
مِّن min dari
تُرَابٍۢ turābin tanah
ثُمَّ thumma kemudian
مِن min dari
نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin air mani
ثُمَّ thumma kemudian
جَعَلَكُمْ jaʿalakum Dia menjadikan kamu
أَزْوَٰجًۭا ۚ azwājan berpasangan
وَمَا wamā dan tidak
تَحْمِلُ taḥmilu mengandung
مِنْ min dari
أُنثَىٰ unthā seorang perempuan
وَلَا walā dan tidak
تَضَعُ taḍaʿu melahirkan
إِلَّا illā kecuali
بِعِلْمِهِۦ ۚ biʿil'mihi dengan pengetahuan-Nya
وَمَا wamā dan tidak
يُعَمَّرُ yuʿammaru dipanjangkan
مِن min dari
مُّعَمَّرٍۢ muʿammarin orang-orang yang berumur panjang
وَلَا walā dan tidak
يُنقَصُ yunqaṣu dikurangi
مِنْ min dari
عُمُرِهِۦٓ ʿumurihi umurnya
إِلَّا illā melainkan/kecuali
فِى fī dalam
كِتَـٰبٍ ۚ kitābin Kitab
إِنَّ inna sesungguhnya
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
عَلَى ʿalā atas
ٱللَّهِ l-lahi Allah
يَسِيرٌۭ yasīrun mudah

Ayat 12 - Surah Faatir: 28 kata

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْبَحْرَانِ هَـٰذَا عَذْبٌۭ فُرَاتٌۭ سَآئِغٌۭ شَرَابُهُۥ وَهَـٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌۭ ۖ وَمِن كُلٍّۢ تَأْكُلُونَ لَحْمًۭا طَرِيًّۭا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةًۭ تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى ٱلْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.

وَمَا wamā dan tidak
يَسْتَوِى yastawī sama
ٱلْبَحْرَانِ l-baḥrāni dua laut
هَـٰذَا hādhā ini
عَذْبٌۭ ʿadhbun tawar
فُرَاتٌۭ furātun segar
سَآئِغٌۭ sāighun lezat/sedap
شَرَابُهُۥ sharābuhu diminumnya
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini
مِلْحٌ mil'ḥun asin
أُجَاجٌۭ ۖ ujājun sangat asin/pahit
وَمِن wamin dan dari
كُلٍّۢ kullin masing-masing
تَأْكُلُونَ takulūna kamu memakan
لَحْمًۭا laḥman daging
طَرِيًّۭا ṭariyyan lembut/yang baru
وَتَسْتَخْرِجُونَ watastakhrijūna dan kamu mengeluarkan
حِلْيَةًۭ ḥil'yatan perhiasan
تَلْبَسُونَهَا ۖ talbasūnahā kamu memakainya
وَتَرَى watarā dan kamu melihat
ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu
فِيهِ fīhi di dalamnya
مَوَاخِرَ mawākhira membelah laut
لِتَبْتَغُوا۟ litabtaghū supaya kamu mencari
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya
وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu
تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Ayat 13 - Surah Faatir: 28 kata

يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّۭ يَجْرِى لِأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۚ وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.

يُولِجُ yūliju Dia memasukkan
ٱلَّيْلَ al-layla malam
فِى fī dalam
ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang
وَيُولِجُ wayūliju dan Dia memasukkan
ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang
فِى fī dalam
ٱلَّيْلِ al-layli malam
وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan
ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari
وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan
كُلٌّۭ kullun masing-masing
يَجْرِى yajrī berjalan/beredar
لِأَجَلٍۢ li-ajalin menurut waktu
مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan
ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu
ٱللَّهُ l-lahu Allah
رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian
لَهُ lahu bagi-Nya/kepunyaan-Nya
ٱلْمُلْكُ ۚ l-mul'ku kerajaan
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru
مِن min dari
دُونِهِۦ dūnihi selain Dia
مَا mā tidak
يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki
مِن min dari
قِطْمِيرٍ qiṭ'mīrin kulit tipis/kulit ari

Ayat 14 - Surah Faatir: 18 kata

إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا۟ دُعَآءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا۟ مَا ٱسْتَجَابُوا۟ لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍۢ

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.

إِن in jika
تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka
لَا lā tidak
يَسْمَعُوا۟ yasmaʿū mereka mendengar
دُعَآءَكُمْ duʿāakum seruanmu
وَلَوْ walaw dan kalau
سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar
مَا mā tidak
ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka dapat memperkenankan
لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat
يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari
بِشِرْكِكُمْ ۚ bishir'kikum dengan kemusyrikan
وَلَا walā dan tidak
يُنَبِّئُكَ yunabbi-uka yang menjelaskan kepadamu
مِثْلُ mith'lu seperti/sebagaimana
خَبِيرٍۢ khabīrin Yang Maha Mengetahui

Ayat 15 - Surah Faatir: 10 kata

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai
ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia
أَنتُمُ antumu kamu
ٱلْفُقَرَآءُ l-fuqarāu berkeperluan/berkehendak
إِلَى ilā kepada
ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah
هُوَ huwa Dia
ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya
ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji

Ayat 16 - Surah Faatir: 6 kata

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍۢ جَدِيدٍۢ

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).

إِن in jika
يَشَأْ yasha Dia menghendaki
يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia melenyapkan kamu
وَيَأْتِ wayati dan Dia mendatangkan
بِخَلْقٍۢ bikhalqin dengan makhluk
جَدِيدٍۢ jadīdin baru

Ayat 17 - Surah Faatir: 5 kata

وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٍۢ

Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.

وَمَا wamā dan tidaklah
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu
عَلَى ʿalā atas/bagi
ٱللَّهِ l-lahi Allah
بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan payah/sulit

Ayat 18 - Surah Faatir: 34 kata

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌۭ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَىْءٌۭ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ ۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِۦ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).

وَلَا walā dan tidak
تَزِرُ taziru memikul beban
وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang memikul beban (berdosa)
وِزْرَ wiz'ra beban (dosa)
أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā orang lain
وَإِن wa-in dan jika
تَدْعُ tadʿu memanggil
مُثْقَلَةٌ muth'qalatun orang yang berat
إِلَىٰ ilā untuk
حِمْلِهَا ḥim'lihā memikulnya
لَا lā tidak
يُحْمَلْ yuḥ'mal dipikul
مِنْهُ min'hu dari padanya
شَىْءٌۭ shayon sesuatu/sedikitpun
وَلَوْ walaw walaupun
كَانَ kāna ia adalah
ذَا dhā memiliki
قُرْبَىٰٓ ۗ qur'bā kerabat
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah
تُنذِرُ tundhiru kamu beri peringatan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَخْشَوْنَ yakhshawna (mereka) takut
رَبَّهُم rabbahum Tuhan
بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak kelihatan
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat
وَمَن waman dan barang siapa
تَزَكَّىٰ tazakkā mensucikan
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah
يَتَزَكَّىٰ yatazakkā ia mensucikan
لِنَفْسِهِۦ ۚ linafsihi untuk diri sendiri
وَإِلَى wa-ilā dan kepada
ٱللَّهِ l-lahi Allah
ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Ayat 19 - Surah Faatir: 4 kata

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

وَمَا wamā dan tidak
يَسْتَوِى yastawī sama
ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta
وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang melihat

Ayat 20 - Surah Faatir: 4 kata

وَلَا ٱلظُّلُمَـٰتُ وَلَا ٱلنُّورُ

dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya,

وَلَا walā dan tidak
ٱلظُّلُمَـٰتُ l-ẓulumātu yang gelap
وَلَا walā dan tidak
ٱلنُّورُ l-nūru yang terang

Ayat 21 - Surah Faatir: 4 kata

وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلْحَرُورُ

dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas,

وَلَا walā dan tidak
ٱلظِّلُّ l-ẓilu yang teduh
وَلَا walā dan tidak
ٱلْحَرُورُ l-ḥarūru yang panas

Ayat 22 - Surah Faatir: 16 kata

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَحْيَآءُ وَلَا ٱلْأَمْوَٰتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَآءُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُسْمِعٍۢ مَّن فِى ٱلْقُبُورِ

dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar.

وَمَا wamā dan tidak
يَسْتَوِى yastawī sama
ٱلْأَحْيَآءُ l-aḥyāu orang-orang yang hidup
وَلَا walā dan tidak
ٱلْأَمْوَٰتُ ۚ l-amwātu orang-orang yang mati
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُسْمِعُ yus'miʿu menjadikan mendengar
مَن man orang/siapa
يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki
وَمَآ wamā dan tidaklah
أَنتَ anta kamu
بِمُسْمِعٍۢ bimus'miʿin dengan menjadikan mendengar
مَّن man orang/siapa
فِى fī dalam
ٱلْقُبُورِ l-qubūri kubur

Ayat 23 - Surah Faatir: 4 kata

إِنْ أَنتَ إِلَّا نَذِيرٌ

Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.

إِنْ in tidak lain
أَنتَ anta kamu
إِلَّا illā kecuali/hanyalah
نَذِيرٌ nadhīrun seorang pemberi peringatan

Ayat 24 - Surah Faatir: 12 kata

إِنَّآ أَرْسَلْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ بَشِيرًۭا وَنَذِيرًۭا ۚ وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌۭ

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

إِنَّآ innā sesunguhnya Kami
أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka mengutus kamu
بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/kebenaran
بَشِيرًۭا bashīran pembawa berita gembira
وَنَذِيرًۭا ۚ wanadhīran dan pemberi peringatan
وَإِن wa-in dan tidak ada
مِّنْ min dari
أُمَّةٍ ummatin umat
إِلَّا illā kecuali
خَلَا khalā telah lewat (ada)
فِيهَا fīhā di dalamnya/padanya
نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan

Ayat 25 - Surah Faatir: 13 kata

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَبِٱلزُّبُرِ وَبِٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُنِيرِ

Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

وَإِن wa-in dan jika
يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya
كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka
رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan penjelasan-penjelasan
وَبِٱلزُّبُرِ wabil-zuburi dan dengan zubur
وَبِٱلْكِتَـٰبِ wabil-kitābi dan dengan kitab
ٱلْمُنِيرِ l-munīri bercahaya/terang

Ayat 26 - Surah Faatir: 7 kata

ثُمَّ أَخَذْتُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.

ثُمَّ thumma kemudian
أَخَذْتُ akhadhtu Aku ambil/azab
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
كَفَرُوا۟ ۖ kafarū kafir/ingkar
فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana
كَانَ kāna adalah
نَكِيرِ nakīri kemurkaan-Ku/hukuman-Ku

Ayat 27 - Surah Faatir: 22 kata

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍۢ مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا ۚ وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌۭ وَحُمْرٌۭ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌۭ

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

أَلَمْ alam tidakkah
تَرَ tara kamu melihat
أَنَّ anna bahwasannya
ٱللَّهَ l-laha Allah
أَنزَلَ anzala menurunkan
مِنَ mina dari
ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit
مَآءًۭ māan air (hujan)
فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā lalu Kami keluarkan
بِهِۦ bihi dengannya
ثَمَرَٰتٍۢ thamarātin buah-buahan
مُّخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam
أَلْوَٰنُهَا ۚ alwānuhā warnanya
وَمِنَ wamina dan dari
ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung
جُدَدٌۢ judadun garis-garis
بِيضٌۭ bīḍun putih
وَحُمْرٌۭ waḥum'run dan merah
مُّخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam
أَلْوَٰنُهَا alwānuhā warnanya
وَغَرَابِيبُ wagharābību dan pekat
سُودٌۭ sūdun hitam

Ayat 28 - Surah Faatir: 17 kata

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَـٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

وَمِنَ wamina dan diantara
ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia
وَٱلدَّوَآبِّ wal-dawābi dan binatang melata
وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak
مُخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam
أَلْوَٰنُهُۥ alwānuhu warnanya
كَذَٰلِكَ ۗ kadhālika demikian itu
إِنَّمَا innamā sesunguhnya hanyalah
يَخْشَى yakhshā takut
ٱللَّهَ l-laha Allah
مِنْ min dari/diantara
عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hamba-Nya
ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ ۗ l-ʿulamāu para 'ulama
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa
غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun

Ayat 29 - Surah Faatir: 16 kata

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ سِرًّۭا وَعَلَانِيَةًۭ يَرْجُونَ تِجَـٰرَةًۭ لَّن تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
يَتْلُونَ yatlūna (mereka) membaca
كِتَـٰبَ kitāba kitab
ٱللَّهِ l-lahi Allah
وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat
وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan
مِمَّا mimmā sebagian apa
رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami beri rezeki mereka
سِرًّۭا sirran sembunyi-sembunyi
وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan terang-terangan
يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan
تِجَـٰرَةًۭ tijāratan perdagangan
لَّن lan tidak akan
تَبُورَ tabūra merugi

Ayat 30 - Surah Faatir: 8 kata

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌۭ شَكُورٌۭ

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

لِيُوَفِّيَهُمْ liyuwaffiyahum karena Dia akan mencukupkan mereka
أُجُورَهُمْ ujūrahum pahala mereka
وَيَزِيدَهُم wayazīdahum dan Dia akan menambah mereka
مِّن min dari
فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
شَكُورٌۭ shakūrun Maha Mensyukuri

Ayat 31 - Surah Faatir: 16 kata

وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ هُوَ ٱلْحَقُّ مُصَدِّقًۭا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ

Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan apa yang
أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan
إِلَيْكَ ilayka kepadamu
مِنَ mina dari
ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab
هُوَ huwa dia
ٱلْحَقُّ l-ḥaqu adalah benar
مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan
لِّمَا limā terhadap
بَيْنَ bayna antara
يَدَيْهِ ۗ yadayhi yang dihadapannya/sebelumnya
إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi kepada hamba-hamba-Nya
لَخَبِيرٌۢ lakhabīrun benar-benar Maha Mengetahui
بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Ayat 32 - Surah Faatir: 21 kata

ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَـٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌۭ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌۭ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

ثُمَّ thumma kemudian
أَوْرَثْنَا awrathnā Kami wariskan
ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
ٱصْطَفَيْنَا iṣ'ṭafaynā Kami pilih
مِنْ min dari
عِبَادِنَا ۖ ʿibādinā hamba-hamba Kami
فَمِنْهُمْ famin'hum maka diantara mereka
ظَالِمٌۭ ẓālimun zalim/aniaya
لِّنَفْسِهِۦ linafsihi pada dirinya sendiri
وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka
مُّقْتَصِدٌۭ muq'taṣidun pertengahan
وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka
سَابِقٌۢ sābiqun mendahului
بِٱلْخَيْرَٰتِ bil-khayrāti dengan berbuat kebaikan
بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin
ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu
هُوَ huwa dia/adalah
ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia
ٱلْكَبِيرُ l-kabīru yang besar

Ayat 33 - Surah Faatir: 13 kata

جَنَّـٰتُ عَدْنٍۢ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍۢ وَلُؤْلُؤًۭا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌۭ

(Bagi mereka) surga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.

جَنَّـٰتُ jannātu sorga
عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn
يَدْخُلُونَهَا yadkhulūnahā mereka masuk ke dalamnya
يُحَلَّوْنَ yuḥallawna mereka diberi perhiasan
فِيهَا fīhā di dalamnya
مِنْ min dari
أَسَاوِرَ asāwira gelang-gelang
مِن min dari
ذَهَبٍۢ dhahabin emas
وَلُؤْلُؤًۭا ۖ walu'lu-an dan mutiara
وَلِبَاسُهُمْ walibāsuhum dan pakaian mereka
فِيهَا fīhā di dalamnya
حَرِيرٌۭ ḥarīrun sutera

Ayat 34 - Surah Faatir: 11 kata

وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَذْهَبَ عَنَّا ٱلْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌۭ شَكُورٌ

Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata
ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji
لِلَّهِ lillahi bagi Allah
ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَذْهَبَ adhhaba telah menghilangkan
عَنَّا ʿannā dari kami
ٱلْحَزَنَ ۖ l-ḥazana duka-cita
إِنَّ inna sesungguhnya
رَبَّنَا rabbanā Tuhan kami
لَغَفُورٌۭ laghafūrun benar-benar Maha Pengampun
شَكُورٌ shakūrun Maha Mensyukuri

Ayat 35 - Surah Faatir: 14 kata

ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌۭ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌۭ

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".

ٱلَّذِىٓ alladhī yang
أَحَلَّنَا aḥallanā menempatkan kami
دَارَ dāra rumah/tempat
ٱلْمُقَامَةِ l-muqāmati yang kekal
مِن min dari
فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya
لَا lā tidak
يَمَسُّنَا yamassunā kami tersentuh/merasa
فِيهَا fīhā di dalamnya
نَصَبٌۭ naṣabun penat/lelah
وَلَا walā dan tidak
يَمَسُّنَا yamassunā kami tersentuh/merasa
فِيهَا fīhā di dalamnya
لُغُوبٌۭ lughūbun letih/lesu

Ayat 36 - Surah Faatir: 18 kata

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا۟ وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى كُلَّ كَفُورٍۢ

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar
لَهُمْ lahum bagi mereka
نَارُ nāru api/neraka
جَهَنَّمَ jahannama Jahannam
لَا lā tidak
يُقْضَىٰ yuq'ḍā diputuskan
عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka
فَيَمُوتُوا۟ fayamūtū lalu mereka mati
وَلَا walā dan tidak
يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan
عَنْهُم ʿanhum dari mereka
مِّنْ min dari
عَذَابِهَا ۚ ʿadhābihā azabnya
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah
نَجْزِى najzī Kami memberi balasan
كُلَّ kulla setiap
كَفُورٍۢ kafūrin orang yang sangat kafir

Ayat 37 - Surah Faatir: 25 kata

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَـٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

وَهُمْ wahum dan mereka
يَصْطَرِخُونَ yaṣṭarikhūna mereka berteriak
فِيهَا fīhā di dalamnya
رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami
أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami
نَعْمَلْ naʿmal Kami akan mengerjakan
صَـٰلِحًا ṣāliḥan kebajikan/amal saleh
غَيْرَ ghayra bukan
ٱلَّذِى alladhī yang
كُنَّا kunnā adalah kami
نَعْمَلُ ۚ naʿmalu kami kerjakan
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
نُعَمِّرْكُم nuʿammir'kum Kami beri umur panjang padamu
مَّا mā apa
يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru untuk mengingat/berfikir
فِيهِ fīhi di dalamnya
مَن man orang/siapa
تَذَكَّرَ tadhakkara mengingat/berfikir
وَجَآءَكُمُ wajāakumu dan datang kepadamu
ٱلنَّذِيرُ ۖ l-nadhīru seorang pemberi peringatan
فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah
فَمَا famā maka tidaklah
لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang zalim
مِن min dari
نَّصِيرٍ naṣīrin seorang penolong

Ayat 38 - Surah Faatir: 10 kata

إِنَّ ٱللَّهَ عَـٰلِمُ غَيْبِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
عَـٰلِمُ ʿālimu mengetahui
غَيْبِ ghaybi kegaiban
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada
ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dalam dada/hati

Ayat 39 - Surah Faatir: 24 kata

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَـٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًۭا ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَـٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًۭا

Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

هُوَ huwa Dia
ٱلَّذِى alladhī yang
جَعَلَكُمْ jaʿalakum menjadikan kamu
خَلَـٰٓئِفَ khalāifa khalifah
فِى fī pada
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
فَمَن faman maka barangsiapa
كَفَرَ kafara kafir
فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya/menimpa
كُفْرُهُۥ ۖ kuf'ruhu kekafirannya
وَلَا walā dan tidak
يَزِيدُ yazīdu menambah
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
كُفْرُهُمْ kuf'ruhum kekafiran mereka
عِندَ ʿinda disisi
رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka
إِلَّا illā kecuali
مَقْتًۭا ۖ maqtan kemurkaan
وَلَا walā dan tidak
يَزِيدُ yazīdu menambah
ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
كُفْرُهُمْ kuf'ruhum kekafiran mereka
إِلَّا illā kecuali
خَسَارًۭا khasāran kerugian

Ayat 40 - Surah Faatir: 33 kata

قُلْ أَرَءَيْتُمْ شُرَكَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِى مَاذَا خَلَقُوا۟ مِنَ ٱلْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌۭ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ أَمْ ءَاتَيْنَـٰهُمْ كِتَـٰبًۭا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍۢ مِّنْهُ ۚ بَلْ إِن يَعِدُ ٱلظَّـٰلِمُونَ بَعْضُهُم بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا

Katakanlah: "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang zalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka".

قُلْ qul katakanlah
أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah kamu memperhatikan
شُرَكَآءَكُمُ shurakāakumu sekutu-sekutumu
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru
مِن min dari
دُونِ dūni selain
ٱللَّهِ l-lahi Allah
أَرُونِى arūnī perlihatkanlah kepadaku
مَاذَا mādhā apa yang
خَلَقُوا۟ khalaqū mereka ciptakan
مِنَ mina dari
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
أَمْ am atau
لَهُمْ lahum bagi mereka
شِرْكٌۭ shir'kun sekutu/saham
فِى fī di/pada
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
أَمْ am atau
ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan kepada mereka
كِتَـٰبًۭا kitāban kitab
فَهُمْ fahum lalu mereka
عَلَىٰ ʿalā atas
بَيِّنَتٍۢ bayyinatin keterangan-keterangan
مِّنْهُ ۚ min'hu dari padanya
بَلْ bal bahkan/tetapi
إِن in tidak
يَعِدُ yaʿidu menjanjikan
ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim
بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka
بَعْضًا baʿḍan sebagian
إِلَّا illā kecuali
غُرُورًا ghurūran tipuan

Ayat 41 - Surah Faatir: 19 kata

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُمْسِكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍۢ مِّنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًۭا

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

۞ إِنَّ inna sesungguhnya
ٱللَّهَ l-laha Allah
يُمْسِكُ yum'siku (Dia) menahan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi
أَن an bahwa
تَزُولَا ۚ tazūlā tidak lenyap
وَلَئِن wala-in dan jika
زَالَتَآ zālatā keduanya lenyap
إِنْ in jika
أَمْسَكَهُمَا amsakahumā menahan keduanya
مِنْ min dari
أَحَدٍۢ aḥadin seseorang
مِّنۢ min dari
بَعْدِهِۦٓ ۚ baʿdihi sesudah-Nya/selain Dia
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
كَانَ kāna adalah
حَلِيمًا ḥalīman Maha Penyantun
غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun

Ayat 42 - Surah Faatir: 19 kata

وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِن جَآءَهُمْ نَذِيرٌۭ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى ٱلْأُمَمِ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌۭ مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),

وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah
بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah
جَهْدَ jahda sungguh-sungguh
أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka
لَئِن la-in bahwa jika
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan
لَّيَكُونُنَّ layakūnunna niscaya mereka adalah
أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk
مِنْ min dari
إِحْدَى iḥ'dā salah satu
ٱلْأُمَمِ ۖ l-umami ummat-ummat
فَلَمَّا falammā maka tatkala
جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka
نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan
مَّا mā tidak
زَادَهُمْ zādahum menambah mereka
إِلَّا illā kecuali
نُفُورًا nufūran lari

Ayat 43 - Surah Faatir: 26 kata

ٱسْتِكْبَارًۭا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَكْرَ ٱلسَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلْمَكْرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِۦ ۚ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلْأَوَّلِينَ ۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًۭا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحْوِيلًا

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.

ٱسْتِكْبَارًۭا is'tik'bāran karena kesombongan
فِى fī pada/di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
وَمَكْرَ wamakra dan rencana
ٱلسَّيِّئِ ۚ l-sayi-i jelek/jahat
وَلَا walā dan tidak
يَحِيقُ yaḥīqu menimpa
ٱلْمَكْرُ l-makru rencana
ٱلسَّيِّئُ l-sayi-u jelek/jahat
إِلَّا illā kecuali
بِأَهْلِهِۦ ۚ bi-ahlihi kepada ahlinya/yang empunya
فَهَلْ fahal maka tidakkah
يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti
إِلَّا illā kecuali
سُنَّتَ sunnata sunnah
ٱلْأَوَّلِينَ ۚ l-awalīna orang-orang terdahulu
فَلَن falan maka tidaklah
تَجِدَ tajida kamu dapati
لِسُنَّتِ lisunnati bagi sunnah
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تَبْدِيلًۭا ۖ tabdīlan berubah
وَلَن walan dan tidaklah
تَجِدَ tajida kamu dapati
لِسُنَّتِ lisunnati bagi sunnah
ٱللَّهِ l-lahi Allah
تَحْوِيلًا taḥwīlan menyimpang

Ayat 44 - Surah Faatir: 30 kata

أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَكَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةًۭ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعْجِزَهُۥ مِن شَىْءٍۢ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَلِيمًۭا قَدِيرًۭا

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak
يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan
فِى fī pada/di
ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi
فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan
كَيْفَ kayfa bagaimana
كَانَ kāna adalah
عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang
مِن min dari
قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka
وَكَانُوٓا۟ wakānū dan adalah orang-orang itu
أَشَدَّ ashadda sangat/lebih besar
مِنْهُمْ min'hum daripada mereka
قُوَّةًۭ ۚ quwwatan kekuatan
وَمَا wamā dan tidak
كَانَ kāna adalah
ٱللَّهُ l-lahu Allah
لِيُعْجِزَهُۥ liyuʿ'jizahu untuk melemahkan-Nya
مِن min dari
شَىْءٍۢ shayin sesuatu
فِى fī pada/di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak)
وَلَا walā dan tidak
فِى fī di
ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia
كَانَ kāna adalah
عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui
قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa

Ayat 45 - Surah Faatir: 25 kata

وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِمَا كَسَبُوا۟ مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِن دَآبَّةٍۢ وَلَـٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِۦ بَصِيرًۢا

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

وَلَوْ walaw dan jika sekiranya
يُؤَاخِذُ yuākhidhu mengambil/menyiksa
ٱللَّهُ l-lahu Allah
ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia
بِمَا bimā dengan apa/sebab
كَسَبُوا۟ kasabū mereka perbuatan
مَا mā tidak
تَرَكَ taraka Dia meninggalkan
عَلَىٰ ʿalā atas
ظَهْرِهَا ẓahrihā permukaannya/bumi
مِن min dari
دَآبَّةٍۢ dābbatin makhluk/binatang melata
وَلَـٰكِن walākin akan tetapi
يُؤَخِّرُهُمْ yu-akhiruhum Dia menangguhkan mereka
إِلَىٰٓ ilā sampai
أَجَلٍۢ ajalin waktu
مُّسَمًّۭى ۖ musamman tertentu
فَإِذَا fa-idhā maka apabila
جَآءَ jāa datang
أَجَلُهُمْ ajaluhum ajal/waktu mereka
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguh-Nya
ٱللَّهَ l-laha Allah
كَانَ kāna adalah
بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan hamba-hamba-Nya
بَصِيرًۢا baṣīran Maha Melihat

Lihat juga

Semua surah kata demi kata

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi