Haid: durasi, warna dan permulaan

Fiqh islamique > Penyucian (Taharah) > Haid, nifas, dan istihadhah > Haid: durasi, warna dan permulaan

Diperbarui pada 06 Oktober 2026 pukul 22.50

Haid, yaitu darah haid (menstruasi), merupakan kenyataan yang dibingkai oleh syariat dengan aturan-aturan rinci yang bergantung padanya kesucian, shalat, puasa, pembacaan Al-Qur'an, haji, serta banyak hukum pernikahan dan talak. Para fuqaha 4 madzhab Ahlussunnah telah menyusun, berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah, sebuah kerangka rinci: definisi dan warna-warna darah, batas usia dan durasi haid serta masa suci, hukum wanita hamil, kesucian tubuh wanita yang sedang haid, kemudian akibat-akibatnya terhadap shalat dan puasa. Halaman ini mengikuti secara setia lembar-lembar ensiklopedia fikih al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah yang dikhususkan bagi hukum-hukum haid (bagian pertama), dengan pendapat-pendapat yang diatribusikan secara tepat kepada setiap madzhab dan rujukan kitab-kitab klasik.

Bagian-bagian dari bagian ini

Les autres pages du pilier

À explorer aussi sur le site

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.7 / 29.5
Iluminasi 16%
Bulan baru dalam 4 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi