Ziarah ke Madinah Setelah Haji

Fiqh islamique > Haji dan Umrah > Ziarah ke Madinah Setelah Haji

Mengunjungi Masjid Nabawi, memberi salam kepada Nabi, dan shalat di Raudhah: status, adab, dan kehati-hatian yang perlu diketahui.

Diperbarui pada 06 Oktober 2026 pukul 22.50

Ziarah Madinah bukan rukun maupun ritual haji: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membatasi masjid yang dituju dengan berniat safar hanya 3: "Tidak ada safar kecuali ke 3 masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjid al-Aqsha" (al-Bukhari 1189; Muslim 1397). Ia tetap dianjurkan karena keutamaan Masjid Nabawi:

Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram.

al-Bukhari 1190

Status ziarah Madinah

Shalat di masjid adalah tujuan utama ziarah, dan haji tetap sempurna tanpa Madinah. Ibnu Baz menegakkan kerangka ini: ziarah dianjurkan untuk shalat di masjid dan salam yang sopan kepada Nabi, ia bukan rukun maupun kewajiban haji, dan tidak sah melakukan tawaf di sekitar makam maupun berdoa kepada Nabi (Majmu' al-Fatawa wa al-Maqalat al-Mutanawwi'ah). Lajnah Daimah (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa, Arab Saudi) memutuskan searah: tawaf di sekitar makam-makam dan berdoa melalui orang mati termasuk bid'ah, dan berdoa kepada selain Allah adalah syirik (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah).

Adab-adab ziarah Madinah

  • Shalat di masjid dan mengkehendaki ruang yang disebut ar-Raudhah: "antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga" (al-Bukhari 1195; Muslim 1391).
  • Bersalam kepada Nabi sambil berdiri, dengan suara rendah, dengan salam yang diriwayatkan, kemudian memberi salam kepada Abu Bakar dan Umar.
  • Pemakaman-pemakaman: salam kepada penghuni makam adalah sunnah yang diajarkan: "Assalamu'alaikum, wahai penghuni kediaman kaum mukminin dan muslimin" (Muslim 975). Di Baqi' dan di Uhud, mendoakan mereka kepada Allah, tanpa meminta melalui mereka; Uhud adalah gunung yang Nabi katakan mencintai kami dan kami mencintainya (al-Bukhari 4099).
  • Perlindungan Madinah: Nabi bersabda bahwa siapa pun yang merancang kejahatan terhadap penduduknya, Allah akan meluluhkannya sebagaimana garam larut dalam air (al-Bukhari 1880).

Kehati-hatian saat ziarah Madinah

Posisi Ibnu Baz dan Lajnah Daimah yang dikutip menetapkan garis: ziarah adalah saat shalat, salam, dan doa kepada Allah untuk para almarhum. Doa yang ditujukan kepada Nabi atau kepada orang mati, tawaf di sekitar makam, dan nazar-nazar kepada makam adalah kelampaian yang ditegur. Haji tetap sempurna tanpa Madinah: ia ziarah yang dianjurkan, bukan ritual.

Catatan praktis tentang ziarah Madinah

Ziarah Madinah setelah haji atau umrah (kota terbuka sepanjang tahun), shalat di Raudhah lebih awal ketika kepadatan memungkinkan, memberi salam secara sopan, singgah ke Baqi' dan Uhud, lalu kembali ke layanan haji.

Sumber dan rujukan

Les autres pages du pilier

À explorer aussi sur le site

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.5 / 29.5
Iluminasi 17%
Bulan baru dalam 4 hari
لا حول ولا قوة إلا بالله Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi