Penghidupan Tanah Mati (Ihya')

Fiqh islamique > Wakaf dan Kepemilikan > Penghidupan Tanah Mati (Ihya')

Bagaimana tanah mati menjadi hak milik: ihya' (penghidupan tanah), harta milik bersama, hima (tanah lindungan), iqtha', dan nasib hasil tambang, beserta perbedaan pendapat madzhab-madzhab.

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 18.42

Bagian-bagian halaman

Sumber dan rujukan

Les autres pages du pilier

À explorer aussi sur le site

بسم الله الرحمن الرحيم Jum 11 Jumadil Awal
الجمعة 11 جمادى الأولى
أحدب متزايد Cembung Awal Hari 11.8 / 29.5
Iluminasi 90%
Bulan purnama dalam 3 hari
حسبنا الله ونعم الوكيل Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi