Cuka anggur, memasak dengan anggur, perisa beralkohol: apa yang berubah karena perubahan zat, apa yang tidak berubah, dan sikap akademi-akademi fikih.
Format masakan modern mempertemukan 2 kaidah: keharaman khamr dan kehalalan cuka. Sunnah telah memutuskan yang kedua, dan akademi-akademi kontemporer menegaskan yang pertama.
Sebaik-baik makanan lauk adalah cuka.
Diriwayatkan oleh Muslim (2052)
Cuka anggur: halal
- Perubahan zat (intikah): anggur yang telah menjadi cuka tidak lagi memabukkan; Nabi bersabda tentang anggur yang berubah menjadi cuka bahwa darinya boleh dimanfaatkan (diriwayatkan dari Abu Thalhah, Muslim 2336); cuka yang berasal dari perubahan zat secara sendirinya hukumnya halal;
- cuka yang dibuat secara sengaja dari anggur: perbedaan pendapat klasik. Nabi melarang pembuatan cuka dengan cara memasak anggur (Muslim 1983). Tentang hasilnya: ulama Hanafi dan Maliki menghukuminya halal, dengan makruhnya pembuatan secara sengaja menurut sebagian dari mereka; ulama Syafi'i dan Hanbali lebih berhati-hati, karena perubahan zat yang disengaja tidak menyucikan anggur menurut pendapat rajih di mazhab mereka. Cuka standar di pasaran: halal menurut ulama Hanafi dan Maliki, dihindari menurut ulama Syafi'i dan Hanbali; masing-masing mengikuti pendapat madzhabnya.
Memasak dengan alkohol (anggur): tidak
- Kaidah dasarnya: menambahkan khamr ke dalam masakan (flambe, saus anggur, rendaman) tetap merupakan pemakaian sengaja atas benda haram: mayoritas akademi kontemporer mengharamkannya; menguapnya karena dimasak tidak mengubah hukum benda yang sengaja ditambahkan itu;
- sisa-sisa yang tidak disengaja: roti ragi, jus yang berfermentasi secara alami: halal menurut jumhur; kaidah klasiknya adalah kaidah Ibnu Abidin (Radd al-Muhtar): jika alkohol yang ada tidak mampu memabukkan dan tidak dimasukkan untuk memabukkan, maka jual belinya, pembeliannya, dan konsumsinya tidak terhalangi;
- alkohol yang dipakai di luar makanan (disinfektan, pewangi): Akademi Fikih Islam Internasional (resolusi no. 210, sesi ke-21) dan kajian-kajian Organisasi Islam untuk Ilmu-Ilmu Kedokteran (Kuwait): alkohol industri tidak diperlakukan seperti khamr; pemakaiannya di luar tubuh dan sisa-sisanya dalam produk tidak termasuk keharaman anggur.
Minuman yang diklaim tanpa alkohol
Minuman yang mengandung sisa alkohol di bawah batas memabukkan: para lembaga berbeda pendapat (halal dengan kaidah jejak menurut satu pihak, dihindari dengan prinsip berhati-hati menurut pihak lain): ikutilah lembaga yang serius dan jangan menuduh kaum muslimin yang mengikuti pendapat berbeda yang berdalil.
Catatan praktis tentang cuka dan alkohol dalam masakan
Garis besar untuk masakan: cuka = boleh; anggur dan minuman keras = tidak; perisa dan pengawet = dianalisis per bahan (lihat halaman zat aditif); teknik flambe digantikan dengan alternatif yang halal (kaldu, cuka lembut, jus) yang memberi rasa sama tanpa yang haram.