Hak orang tua dan berbakti kepada mereka (birr)

Fiqh islamique > Pernikahan dan keluarga > Hak orang tua dan berbakti kepada mereka (birr)

Birr kepada orang tua: ayat tentang kebaikan, kewajiban-kewajiban konkret (menghormati, membiayai, menjenguk), kedurhakaan yang besar, dan batasnya ketika orang tua mendorong ke keburukan.

Diperbarui pada 06 Oktober 2026 pukul 22.50

Kewajiban konkret kepada orang tua

Ayat dasarnya (surat al-Isra' ayat 23-24) melarang ucapan kesal sekecil apa pun ("uf"), memerintahkan kebersamaan yang lembut dan doa untuk keduanya. Ibu disebut terlebih dahulu: Al-Qur'an mengingatkan bahwa ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (surat Luqman ayat 14). an-Nawawi mengkhususkan satu bab dalam Riyadhus Shalihin untuk berbakti kepada orang tua: membiayai orang tua yang miskin, menjenguk mereka, merendahkan diri dalam berbicara, mendoakan mereka.

Kebesaran dosanya: ketika ditanya tentang dosa-dosa terbesar, Nabi menjawab: "menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua" (al-Bukhari 2658; Muslim 2548). Dan ancamannya: "celaka, celaka: orang yang mendapati kedua orang tuanya dalam usia lanjut namun tidak masuk surga" (at-Tirmidzi 2560).

Kedurhakaan kepada orang tua ('uquq)

'Uquq mencakup perkataan kasar, mengerutkan dahi, lambat menjawab, lalai dalam nafkah ketika keduanya miskin. Jalan tengahnya Al-Qur'ani: jika orang tua mendorong menyekutukan Allah, "janganlah kamu taati keduanya, dan bergaulah dengan keduanya di dunia dengan cara yang baik" (surat Luqman ayat 15; surat al-'Ankabut ayat 8). Para fuqaha menarik darinya: tidak ada ketaatan kepada orang tua dalam kezaliman, dan kelembutan tetap dijaga kepadanya.

Kebaikan tidak dihentikan: bahkan orang tua yang zalim tetap berhak atas kebersamaan, nafkah dan doa.

Permohonan ampun dan penebusan kepada orang tua

Jalan penebusan tetap terbuka: meminta maaf, mendoakan: "Ya Rabbku, rahmatilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku waktu kecil" (surat al-Isra' ayat 24), menunaikan nazar-nazar mereka yang masih wajib, memperpanjang kebaikan kepada kerabat mereka setelah keduanya wafat. Nafkah kepada orang tua yang miskin dibahas dalam bab-bab nafaqah (al-Mughni karya Ibnu Qudamah): berbakti kepada orang tua di sana adalah salah satu derajat kewajiban nafkah.

Catatan praktis tentang hak orang tua dan birr

Birr terukur pada rinciannya: telepon mingguan, menemani berobat, uang tanpa diminta. Keluarga diaspora mengorganisasi solidaritas (kunjungan bergantian, berbagi biaya): itulah penerapan langsung ayat.

Sumber dan rujukan

Les autres pages du pilier

À explorer aussi sur le site

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.4 / 29.5
Iluminasi 18%
Bulan baru dalam 4 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi