Sunnah-sunnah Jumat: ghusl, pewangi dan waktu mustajab doa

Fiqh islamique > Shalat > Sunnah-sunnah Jumat: ghusl, pewangi dan waktu mustajab doa

Jumat orang beriman: mandi besar, pewangi, datang lebih awal beserta tingkatannya, dan waktu ketika doa dikabulkan.

Jawaban singkat

Jumat memiliki protokolnya tersendiri: mandi (ghusl) hukumnya wajib bagi setiap orang yang telah balig menurut lafaz nash, demikian pula siwak dan wewangian (al-Bukhari 880), beserta pakaian yang bagus (al-Bukhari 883). Datang lebih awal merupakan tingkatan-tingkatan yang diberi pahala secara tegas: yang pertama seperti orang yang menyembelih unta, yang terakhir seperti orang yang menyembelih telur, dan buku catatan ditutup ketika imam keluar (Muslim 848). Akhirnya ada satu waktu ketika doa dikabulkan, pada bagian akhir siang (Muslim 853): mayoritas memandangnya pada setengah jam terakhir setelah asar, sebagian yang lain di antara 2 khutbah, karena itu ada kebiasaan berdoa pada kedua jendela waktu tersebut.

Diperbarui pada 06 Oktober 2026 pukul 22.50

Hari Jumat memiliki sunnah-sunnahnya sendiri, yang berbeda dari shalat: Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) telah menetapkan protokol lengkapnya.

Ghusl hari Jumat

Mandi (ghusl) Jumat wajib atas setiap orang yang telah balig, demikian pula siwak dan pewangi jika ia mendapatkannya.

al-Bukhari 880
  • Hukumnya: wajib menurut teks harfiahnya (ulama Hanafi dan sebagian ulama), atau sangat ditekankan menurut yang lain; waktunya dari subuh hari Jumat hingga khutbah (pagi hari adalah jendela waktu terbaik).
  • Siwak dan pewangi: keduanya disebut dalam hadits yang sama; pakaian bagus ditambahkan kepadanya (al-Bukhari 883: Ibnu Umar memakai pakaian-pakaian terbaiknya).
  • Perempuan yang menghadiri shalat: ghusl juga dianjurkan baginya (ketetapan umum para ulama).

Datang lebih awal pada hari Jumat dan tingkatannya

Apabila hari Jumat datang, para malaikat berdiri di pintu masjid dan mencatat manusia menurut urutan: yang pertama seperti orang yang menyembelih unta, kemudian sapi, kemudian domba jantan, kemudian ayam, kemudian telur; ketika imam keluar, catatan-catatan ditutup dan mereka menyimak peringatan.

Muslim 848

Datang lebih awal bukan sekadar pilihan: itu adalah tingkatan yang diberi pahala secara tegas. Masjid yang penuh sejak dini adalah perhiasan hari Jumat; merebut tempat dan berisik ketika imam tiba: tidak dianjurkan (Muslim 856).

Waktu mustajab doa pada hari Jumat

Pada hari Jumat terdapat satu waktu ketika seorang muslim berdoa dan meminta sesuatu lalu Allah memberikannya kepadanya; waktu itu berada pada bagian akhir siang.

Muslim 853
  • Waktu mana?: mayoritas menetapkannya pada setengah jam terakhir setelah asar; sebagian lain melihatnya di antara dua khutbah: memperbanyak doa pada kedua jendela waktu itulah jalan yang bijaksana.
  • Ghusl, ketekunan, menyimak khutbah dalam diam: syarat-syarat pahala yang sempurna; berbicara saat khutbah menghapus pahala shalat Jumat menurut hadits (Muslim 851).
  • Ibnu Baz (Fatawa Nur 'ala ad-Darb, hlm. 239-240) menetapkan 2 jendela waktu yang paling mengharapkan: sejak imam duduk di mimbar hingga selesainya shalat (Muslim, dari Buraidah), dan dari shalat asar hingga terbenam matahari; semua waktu hari Jumat tetap baik: doa diperbanyak sepanjang hari.

Catatan praktis tentang sunnah-sunnah Jumat

Agenda Jumat yang sempurna: ghusl dan siwak pada pagi hari, pakaian bagus dan pewangi, datang jauh lebih awal (berdzikir hingga imam tiba), khutbah dalam diam, shalat, lalu waktu setelah asar dipenuhi doa: satu hari yang bernilai berminggu-minggu.

Sumber dan rujukan

Les autres pages du pilier

À explorer aussi sur le site

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.5 / 29.5
Iluminasi 17%
Bulan baru dalam 4 hari
لا حول ولا قوة إلا بالله Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi